0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan349 halaman

Perhitungan Neraca Massa Biodiesel

1. Perhitungan neraca massa untuk pabrik biodiesel dari limbah CPO meliputi komposisi reaktan, katalis, dan produk. Komposisi reaktan meliputi tandan kosong CPO, limbah CPO cair, dan metanol. 2. Dilakukan perhitungan mol untuk setiap komponen pada tahap esterifikasi dan transesterifikasi. Esterifikasi menghasilkan 398 kg metil ester, sedangkan transesterifikasi I menghasilkan 1.521 kg

Diunggah oleh

Lufya Adella
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan349 halaman

Perhitungan Neraca Massa Biodiesel

1. Perhitungan neraca massa untuk pabrik biodiesel dari limbah CPO meliputi komposisi reaktan, katalis, dan produk. Komposisi reaktan meliputi tandan kosong CPO, limbah CPO cair, dan metanol. 2. Dilakukan perhitungan mol untuk setiap komponen pada tahap esterifikasi dan transesterifikasi. Esterifikasi menghasilkan 398 kg metil ester, sedangkan transesterifikasi I menghasilkan 1.521 kg

Diunggah oleh

Lufya Adella
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAMPIRAN A

PERHITUNGAN NERACA MASSA

Hasil perhitungan neraca massa pada pra-rancangan pabrik biodiesel dari


limbah padat dan cair CPO Pabrik Kelapa Sawit adalah sebagai berikut :
Kapasitas produksi : 15.000 ton/thn = 1.893,94 kg/jam
Waktu bekerja / tahun : 330 hari
Satuan Operasi : kg/jam

Komposisi Reaktan
1. Tandan Kosong Kelapa Sawit (Limbah CPO padat)
Minyak = FFA + Trigliserida
Asumsi FFA = 20 % x 100 % : 20 %
Komposisi FFA :
- asam laurat : 1,10 %
- asam palmitat : 43,60 %
- asam stearat : 4,50 %
- asam oleat : 40,50 %
- asam linoleat : 10,10 %
- asam linolenat : 0,20 %
Komposisi Trigliserida : 80 %

2. Limbah CPO cair


a. Kandungan air : 2,26 %
b. Kandungan Kotoran : 0,62 %
a. Kandungan Minyak : 100 % - (2,26 % + 0,62 %) = 97,12 %

Minyak = FFA + Trigliserida


Asumsi FFA = 20 % x 97,12 % : 19,424 %
Komposisi FFA :
- asam laurat : 1,10 %
- asam palmitat : 43,60 %
- asam stearat : 4,50 %
- asam oleat : 40,50 %
- asam linoleat : 10,10 %
- asam linolenat : 0,20 %
Komposisi Trigliserida (80 %) : 77,696 %

3. Metanol : 98 %
Air :2%

Komposisi Katalis
- Reaksi Esterifikasi
H2SO4 : 97 %
Air :3%
- Reaksi Transesterifikasi
NaOH : 100 %

Komposisi Produk
1. Metil ester : : 97,76 %
- Metil laurat : 1,10 %
- Metil palmitat : 43,60 %
- Metil stearat : 4,50 %
- Metil oleat : 40,50 %
- Metil linoleat : 10,10 %
- Metil linolenat : 0,20 %
2. Gliserol bebas : 0,02 %
3. Trigliserida : 0,4 %
4. Asam lemak bebas (FFA) : 1,53 %
5. Metanol : 0,30 %
6. Air : 0,01 %
(Sumber : Standar Mutu Biodiesel Indonesia (RSNI EB 020551) ; Standar
Biodiesel Jerman (DIN 51606)
Menghitung berat molekul :
No Senyawa Rumus Molekul BM (kg/kmol)
1 Asam laurat C12H24O2 200
2 Asam palmitat C16H31O2 256
3 Asam stearat C18H36O2 284
4 Asam oleat C18H34O2 282
5 Asam linoleat C18H32O2 280
6 Asam linolenat C18H30O2 278
7 Metil laurat C13H26O2 214
8 Metil palmitat C17H34O2 270
9 Metil stearat C19H38O2 298
10 Metil oleat C19H36O2 296
11 Metil linoleat C19H34O2 294
12 Metil linolenat C19H32O2 292
13 Metanol CH4O 32
14 Air H2O 18
15 Gliserol C3H8O3 92

BM FFA rata-rata = {(1,1 % x 200) + (43,6 % x 256) + (4,50 % x 284) +


(40,50 % x 282) + (10,10 % x 280) + (0,2 % x 278)
= 269,642 kg/kmol

BM trigliserida (palmito-diolein) = 858 kg/kmol


BM metil ester (dari FFA) = {(1,1 % x 214) + (43,6 % x 270) + (4,50 % x 298) +
(40,50 % x 296) + (10,10 % x 294) + (0,2 % x 292)
= 283,642 kg/kmol

BM metil palmitat + 2 (BM metil oleat)


BM metil ester (dari trigliserida) = kg/kmol
3
270 + 296 + 296
=
3
= 287,333 kg/kmol
Basis = 1000 kg Tandan Kosong Sawit
Massa Air = 4 % x 1000 kg
= 40 kg
Mol Air = 40 kg / 18 kg kmol-1
= 2,2222 kmol
Massa trigliserida = 76,8 % x 1000 kg = 768 kg
Mol trigliserida = 768 kg / (858 kg/kmol)
= 0,8951 kmol
Massa FFA = 19,2 % x 1000 kg = 192 kg
Mol FFA = 192 kg / (269,642 kg/kmol)
= 0,7126 kmol

Basis = 1000 kg Limbah cair CPO


Massa Air = 2,26 % x 1000 kg
= 22,6 kg
Mol Air = 22,6 kg / 18 kg kmol-1
= 1,2555 kmol
Massa kotoran = 0,62 % x 1000 kg
= 6,2 kg
Massa trigliserida = 77,696 % x 1000 kg = 776,96 kg
Mol trigliserida = 776,96 kg / (858 kg/kmol)
= 0,9055 kmol
Massa FFA = 19,424 % x 1000 kg = 194,24 kg
Mol FFA = 19,424 kg / (269,642 kg/kmol)
= 0,7204 kmol

Tahap Esterifikasi
Reaksi esterifikasi : Asam lemak bebas (FFA) + metanol metil ester + air
Yield reaksi esterifikasi = 98 % (PPKS, 2008)
Reaksi : FFA + metanol metil ester + air
Mol FFA awal = 0,7126 kmol + 0,7204 kmol = 1,433 kmol
Mol metil ester teori = 0,7126 kmol + 0,7204 kmol = 1,433 kmol
Mol metil ester aktual = 98 % x 1,433 kmol
= 1,4043 kmol
Massa metil ester = mol metil ester aktual x BM metil ester (dari FFA)
= 1,4043 kmol x 283,642 kg/kmol
= 398,3185 kg
Massa metil ester (biodiesel) yang dihasilkan pada esterifikasi adalah 398,3185 kg
FFA sisa = FFA teori FFA aktual
= 1,433 kmol 1,4043 kmol
= 0,0287 kmol
Massa FFA sisa = mol FFA sisa x BM FFA
= 0,0287 kmol x 269,642 kg/kmol
= 7,7387 kg
Massa trigliserida = 768 kmol + 776,96 kmol
= 1.544,96 kmol

% FFA dalam dalam CPO setelah reaksi esterifikasi menjadi :


massa FFA sisa 7,7387 kg
x 100% = x 100%
massa FFA sisa + massa trigliserida 7,7387 kg + 1.544,96 kg
= 0,4984 %
Kadar FFA yang diizinkan untuk reaksi transesterifikasi adalah < 1 % (Freedman,
1984). Maka reaksi transesterifikasi dapat dilanjutkan.
Tahap Transesterifikasi
Transesterifikasi I
Reaksi transesterifikasi : trigliserida + 3 metanol 3 metil ester + gliserol
Yield reaksi transesterifikasi = 98 %
Mol trigliserida = 0,8951 kmol + 0,9055 kmol
= 1,8006 kmol
Mol trigliserida yang bereaksi = 98 % x 1,8006 kmol
= 1,7646 kmol
Mol metil ester yang terbentuk = 3 x 1,7646 kmol
= 5,2938 kmol
Massa metil ester = mol metil ester yang terbentuk x BM metil ester
(dari trigliserida)
= 5,2938 kmol x 287,333 kg/kmol
= 1.521,0834 kg
Massa metil ester (biodiesel) yang dihasilkan pada transesterifikasi I adalah
1.521,0834 kg
Trigliserida sisa = mol metil ester teori mol metil ester actual
= 1,8006 kmol 1,7646 kmol
= 0,036 kmol
Massa trigliserida sisa = mol trigliserida sisa x BM trigliserida
= 0,036 kmol x 858 kg/kmol
= 30,888 kg
Massa total biodiesel = metil ester dari esterifikasi + metil ester dari reaksi
transesterifikasi I
= 398,3185 kg + 1.521,0834 kg = 1.919,4019 kg
% trigliserida dalam biodiesel yaitu :
massa trigliserida sisa
= x 100%
massa total biodiesel + massa FFA sisa + massa trigliserida sisa

30,888 kg
= x 100% = 1,5775 %
1.919,4019 kg + 7,7387 kg + 30,888
Kadar trigliserida ini tidak memenuhi batas minimum kadar trigliserida yang
ada pada biodiesel dalam RSNI EB 020551 yaitu 0,4%. Maka perlu dilakukan reaksi
transesterifikasi II.

Transesterifikasi II
Reaksi transesterifikasi : trigliserida + 3 metanol 3 metil ester + gliserol
Yield reaksi transesterifikasi = 98 %
Mol trigliserida = 0,036 kmol
Mol trigliserida yang bereaksi = 98 % x 0,036 kmol
= 0,0353 kmol
Mol metil ester yang terbentuk = 3 x 0,0353 kmol
= 0,1059 kmol
Massa metil ester = mol metil ester yang terbentuk x BM metil
ester (dari trigliserida)
= 0,1059 kmol x 287,333 kg/kmol
= 30,4286 kg
Massa metil ester (biodiesel) yang dihasilkan pada transesterifikasi II adalah sebesar
30,4286 kg
Trigliserida sisa = mol metil ester teori mol metil ester aktual
= 0,036 kmol 0,0353 kmol
= 0,0007 kmol
Massa trigliserida sisa = mol trigliserida sisa x BM trigliserida
= 0,0007 kmol x 858 kg/kmol
= 0,6006 kg
Maka, dari reaksi esterifikasi, transesterifikasi I, dan transesterifikasi II
diperoleh jumlah biodiesel sebagai berikut :
Total biodiesel = metil ester dari esterifikasi + metil ester dari reaksi
transesterifikasi I + metil ester dari reaksi transesterifikasi
= 398,3185 kg + 1.521,0834 kg + 30,4286 kg
= 1.949,8305 kg
% trigliserida dalam biodiesel yaitu :
massa trigliserida sisa
x 100%
massa total biodiesel + massa FFA sisa + massa trigliserida sisa

0,6006 kg
= x 100% = 0,0307 %
1.949,8305 kg + 7,7387 kg + 0,6006 kg
Kadar trigliserida ini telah memenuhi batas minimum kadar trigliserida yang
ada pada biodiesel dalam RSNI EB 020551 yaitu 0,4%.
Dengan demikian, 2.000 kg CPO akan menghasilkan 1.949,8305 kg biodiesel.
kapasitas biodiesel per tahun
F1CPO = x massa basis perhitungan
total biodiesel
15.000.000 kg biodiesel/tahun
= x 2.000 kg CPO
1.949,8305 kg biodiesel
= 15.385.956,72 kg CPO/tahun
= 1.942,67 kg/jam

Ketersediaan bahan baku limbah cair dari PMKS diperoleh dengan asumsi sbb :
a. Kapasitas produksi CPO dari PMKS adalah 60 ton/jam (BSP, 2008)
b. PMKS beroperasi dengan 80% kapasitas desain dengan 24 jam per hari kerja dan
330 hari kerja per tahun (PPKS, 2008)
c. CPO dari limbah cairnya merupakan 2% dari total produksi CPO (Sugiono Agus,
2007)
d. Perkiraan CPO hilang 10% (Afrizal, 2008), sehingga CPO dari limbah cair CPO
yang dapat diambil untuk produksi biodiesel sekitar 90%
Maka jumlah CPO yang dapat dikutip kembali dari limbah cair PMKS adalah
sebagai berikut :
CPO dari limbah cair = 60 ton TBS/jam x 80% x 24 jam/hari x 90% x 2%
= 20,736 ton limbah cair CPO/hari
= 864 kg/jam
Air pada limbah cair mengandung CPO, bekas air untuk mencuci alat adalah 0,65%
dari kapasitas PMKS
Maka :
Air = 0,65% x 60 ton TBS/jam x 80%
= 312 kg/jam
Total limbah cair dalam 1 PMKS yang dapat diolah adalah :
Limbah cair mengandung CPO = 864 kg/jam + 312 kg/jam
= 1176 kg/jam

Ketersediaan bahan baku limbah padat dari PMKS diperoleh dengan asumsi sbb :
a. Kapasitas produksi CPO dari PMKS adalah 60 ton/jam (BSP, 2008)
b. PMKS beroperasi dengan 80% kapasitas desain dengan 24 jam per hari kerja dan
330 hari kerja per tahun (PPKS, 2008)
c. CPO yang diambil dari limbah tandan kosong sawit sebesar 2 % (PPKS, 2008)
d. Presentase tandan kosong sawit sebesar 23 % terhadap TBS (PPKS,2008)

Maka jumlah CPO yang dapat dikutip kembali dari limbah padat PMKS
adalah sebagai berikut :
TKS mengandung CPO = 60 ton TBS/jam x 80% x 24 jam/hari x 23%
= 264.960 ton limbah padat CPO/hari
= 11.040 kg/jam
Maka CPO = 11.040 x 2%
= 220,8 kg/jam
Total CPO = limbah cair CPO + limbah padat CPO
= 864 kg/jam + 220,8 kg/jam
= 1.084,8 kg/jam

Dengan demikian, untuk laju alir CPO 1.942,67 kg/jam maka dibutuhkan 2
PMKS sebagai sumber bahan baku produksi biodiesel dari CPO, dengan CPO PMKS
adalah 1.084,8 kg/jam
Perhitungan Neraca Massa
Pada perancangan pabrik pembuatan biodiesel ini, perubahan massa terjadi
pada peralatan :
- Screw Press (S-101)
- Deoiling Pond (DP-101)
- Sand Filter (S-102)
- Tangki Pengumpul CPO (T-201)
- Reaktor Esterifikasi (R-210)
- Centrifuge I (H-210)
- Reaktor Transesterifikasi I (R-220)
- Centrifuge II (H-220)
- Reaktor Transesterifikasi II (R-230)
- Centrifuge III (H-230)
- Tangki Pengumpul (T-204)
- Destilasi (D-310)
- Kondensor (E-303)
- Reboiler (E-304)
- Refluks Drum (D-320)
1. Screw Press (SP-101)

F1 F3
TKS mengandung CPO
S-101
CPO

F2

Cake TKS

- TKS mengandung CPO = 2 PMKS x 11.040 kg/jam


= 22.080 kg/jam
Alur 3
CPO terdiri dari Trigliserida, FFA, dan Air
CPO = 22.080 kg/jam x 2%
= 441,6 kg/jam
Asumsi : efisiensi screw press 99 %
F3 (CPO) = 99% x 441,6 kg/jam
F3 (CPO) = 437,18 kg/jam

Alur 2
F2cake TKS = F1 - F3 = 22.080 - 437,18 kg/jam
= 21.642,82 kg/jam
Dimana cake TKS sebesar 21.642,82 kg/jam akan dijual ke pabrik pupuk
kompos.
2. Deoiling Pond (DP-101)
Kotoran
F4 F6
Limbah CPO cair DP-101 CPO
Air
F5

Air
Kotoran

Alur 4
F4limbah CPO cair = 2 PMKS x 1.176 kg/jam
= 2.352 kg/jam
- CPO dari limbah cair = 1.728 kg/jam
- Diasumsikan 2% dari limbah CPO cair adalah kotoran,
maka Kotoran = 47,04 kg/jam
- Air dari limbah cair = 576,96 kg/jam

Alur 5
- Diasumsikan Konversi pemisahan 90 %
F5kotoran = 90% x 47,04 kg/jam
= 42,34 kg/jam
F5Air = 90% x 576,96 kg/jam
= 519,26 kg/jam
Alur 6
F6CPO = 1.728 kg/jam
F6Air = 576,96 kg/jam - 519,26 kg/jam
= 57,69 kg/jam
F6Kotoran = 47,04 kg/jam - 42,34 kg/jam
= 4,7 kg/jam
3. Filter Press (S-101)

Air Air
6 8 Kotoran
Kotoran F F
CPO S-102 CPO

F7

Air
Kotoran

Alur 6
F6CPO = 1.728 kg/jam
F6air = 57,69 kg/jam
6
F kotoran = 4,7 kg/jam

Alur 7
Konversi pemisahan : 99 %
F7air = 99 % x 57,69 kg/jam
= 57,11 kg/jam
7
F kotoran = 99 % x 4,7 kg/jam
= 4,65 kg/jam

Alur 8
F8CPO = 1.728 kg/jam
F8air = F5air F7air
= 57,69 kg/jam 57,11 kg/jam
= 0,58 kg/jam
F8kotoran = F5kotoran F7kotoran
= 4,7 kg/jam - 4,65 kg/jam
= 0,05 kg/jam
Dimana air sebesar 57,11 kg/jam dan kotoran sebesar 4,65 kg/jam akan
diolah di dalam pengolahan air.
4. Tangki Pengumpul CPO (T-201)
CPO
Air
F8
Kotoran

FFA
F3
CPO F9 Trigliserid
Tangki a
(T-102) Air

Alur 3
F3CPO = 437,18 kg/jam

Alur 8
F8CPO = 1.728 kg/jam
F8air = 0,58 kg/jam
F8kotoran = 0,05 kg/jam

Alur 9
F9CPO = F3CPO + F8CPO
= 437,18 kg/jam + 1.728 kg/jam
= 2.165,18 kg/jam
F9air = F8air
= 0,58 kg/jam
F9kotoran = F8kotoran
= 0,05 kg/jam
-CPO yang digunakan 1.942,67 kg/jam, maka
Trigliserida = 80% x 1.942,67 kg/jam = 1.554,13 kg/jam
FFA = 1.942,67 kg/jam - 1.554,13 kg/jam = 338,53 kg/jam
5. Reaktor Esterifikasi (R-210)
Metano
l
Trigliserida
F10 F12
FFA
Air Trigliserida
Kotoran FFA
F13 Air
F11 Reaktor
H2SO4 Kotoran
Air (R-210) Metanol
H2SO4

Reaksi :
H2SO4
RCOOH + CH3OH RCOOCH3 + H2O
ALB Metanol Metil Air
Ester

Alur 10
F10rigliserida = 1.554,13 kg/jam
F10FFA = 338,53 kg/jam
N10FFA = F10FFA / BM FFA
= 338,53 kg/jam / 269,642 kg kmol-1
= 1,26 kmol/jam
10
F air = 0,58 kg/jam
F10kotoran = 0,05 kg/jam

Alur 11
Larutan H2SO4 terdiri dari : 97 % (% b) H2SO4 dan 3 % (% b) air
Larutan H2SO4 = 0,2 % dari berat FFA
= 0,002 x 338,53 kg/jam
= kg/jam
Flarutan [Link] = 0,68 kg/jam
F11asam sulfat = Flarutan asam sulfat x 97 %
= 0,68 kg/jam x 0,97
= 0,66 kg/jam
N11asam sulfat = F11asam sulfat / BM asam sulfat
= 0,66 kg/jam / 98 kg kmol-1
= 0,0067 kmol/jam
F11air = Flarutan asam sulfat x 3%
= 0,68 kg/jam x 0,03
= 0,02 kg/jam
N11air = F11air / BM air
= 0,02 kg/jam / 18 kg kmol-1
= 0,0013 kmol/jam

Alur 12
Larutan metanol terdiri dari : 98 % (% wt) metanol dan 2 % (% wt) air
100
BM larutan metanol =
98/32 + 2 / 18
= 31,5098
FFA : larutan metanol = 1 : 20 (perbandingan rasio molar)
massa FFA massa larutan metanol
1 : 20 = :
BM FFA BM larutan metanol
338,53 kg massa larutan metanol
1 : 20 = :
269,642 kg/kmol 31,5098 kg/kmol
Massa larutan metanol = 791,19 kg
Flarutan metanol = 791,19 kg/jam
12
F metanol = 791,19 kg/jam x 98 %
= 775,37 kg/jam
N12metanol = F12 metanol / BM metanol
= 775,37 kg/jam / 32 kg kmol-1
= 24,23 kmol/jam
12
F air = 791,19 kg/jam x 2 %
= 15,82 kg/jam
N12air = F12air / BM air
= 15,82 kg/jam / 18 kg kmol-1
= 0,89 kmol/jam
Alur 13
Yield reaksi esterifikasi = 98% (PPKS, 2008)
Reaksi : FFA + metanol metil ester + air
Mol awal : 1,26 24,23
Mol reaksi : 1,23 1,23 1,23 1,23
Mol akhir : 0,03 23 1,23 1,23

N13FFA = 0,03 kmol/jam


F13FFA = N13FFA x BM FFA
= 0,03 kmol/jam x 269,642 kg/kmol
= 8,09 kg/jam
13
F trigliserida = 1.554,13 kg/jam
N13metanol = 23 kmol/jam
F13metanol = N13metanol x BM metanol
= 23 kmol/jam x 32 kg/kmol
= 736 kg/jam
N13metil ester = 1,23 kmol/jam
13
F metil ester = N13metil ester x BM metil ester
= 1,23 kmol/jam x 283,642 kg/kmol
= 348,89 kg/jam
F13asam sulfat = 0,66 kg/jam
F13air = F10air + F11air + (1,23 kmol/jam x 18 kg/kmol) + F12air
= 0,58 kg/jam + 0,02 kg/jam + 22,14 kg/jam + 15,82
= 38,56 kg/jam
F13kotoran = 0,05 kg/jam
6. Centrifuge I (H-210)

Trigliserida Trigliserida
13 14 FFA
FFA F F
Metil ester H-210 Metil ester
Air Air
Kotoran Kotoran
Metanol Metanol
Asam sulfat F26 Asam sulfat

Air
Metanol
Asam
lf t

Alur 13
F13FFA = 8,09 kg/jam
13
F trigliserida = 1.554,13 kg/jam
F13metanol = 736 kg/jam
F13metil ester = 348,89 kg/jam
F13asam sulfat = 0,66 kg/jam
F13air = 38,56 kg/jam
F13kotoran = 0,05 kg/jam

Alur 26
Konversi pemisahan : 99 %
F26air = 99 % x 38,56 kg/jam
= 38,17 kg/jam
F26metanol = 99 % x 736 kg/jam
= 728,64 kg/jam
F26asam sulfat = 99 % x 0,66 kg/jam
= 0,65 kg/jam
Alur 14
F14FFA = 8,09 kg/jam
14
F trigliserida = 1.554,13 kg/jam
F14metanol = F13metanol - F26metanol
= 736 kg/jam - 728,64 kg/jam = 7,36 kg/jam
F14metil ester = 348,89 kg/jam
F14asam sulfat = F13asam sulfat - F26asam sulfat
= 0,66 kg/jam - 0,65 kg/jam
= 0,01 kg/jam
F14air = F13air - F26air
= 38,56 kg/jam - 38,17 kg/jam
= 0,39 kg/jam
F14kotoran = 0,05 kg/jam

7. Tangki Pencampur I (M-210)


NaO
F16 H

F15 F17 NaOH


Metanol Tangki Metanol
Pencamput I Air
Air
(M-210)

Alur 15
Larutan metanol terdiri dari 98 % (% b) metanol dan 2 % (% b) air
100
BM larutan metanol = = 31,5098
98/32 + 2 / 18
Trigliserida : metanol = 1 : 6 (perbandingan rasio molar)

1 : 6 = :

1.554,13 kg massa larutan metanol


1 : 6 = :
858 kg/kmol 31,5098 kg/kmol
Massa larutan methanol = 342,45 kg
Fmetanol = 342,45 kg/jam
15
F metanol = 342,45 kg/jam x 98 %
= 335,6 kg/jam
N15metanol = F15metanol / BM metanol
= 335,6 kg/jam / 32 kg kmol-1
= 10,48 kmol/jam
15
F air = 342,45 kg/jam x 2 %
= 6,85 kg/jam
N15air = F15air / BM air
= 6,85 kg/jam / 18 kg kmol-1
= 0,38 kmol/jam

Alur 16
NaOH terdiri dari : 100 % (% b) NaOH
NaOH = 1 % dari berat trigliserida
= 0,01 x 1.554,13 kg = 15,54 kg
F16NaOH = 15,54 kg/jam

Alur 17
F17metanol = 335,6 kg/jam
F17air = 6,85 kg/jam
F17NaOH = 15,54 kg/jam
8. Tangki Pencampur II (M-220)
NaO
H
F21

F20 F22 NaOH


Metano Tangki Metanol
l Pencampur Air
II

Alur 20
Larutan metanol terdiri dari 98% (% b) metanol dan 2% (% b) air
100
BM larutan metanol =
98/32 + 2 / 18
= 31,5098
Trigliserida : metanol = 1 : 6 (perbandingan rasio molar)

1 : 6 = :

34,32 kg massa larutan metanol


1 : 6 = :
858 kg/kmol 31,5098 kg/kmol
Massa larutan metanol = 7,56 kg
F20metanol = 7,56 kg/jam x 98 %
= 7,41 kg/jam
20
N metanol = F20metanol / BM metanol
= 7,41 kg/jam / 32 kg kmol-1
= 0,23 kmol/jam
F20air = 7,56 kg/jam x 2 %
= 0,15 kg/jam
Alur 21
NaOH terdiri dari : 100 % (% b) NaOH
NaOH = 1% dari berat trigliserida
= 0,01 x 34,32 kg
= 0,34 kg
F21NaOH = 0,34 kg/jam
Alur 22
F22metanol = 7,41 kg/jam
22
F air = 0,15 kg/jam
F22NaOH = 0,34 kg/jam

9. Reaktor Transesterifikasi I (R-220)

Metanol F17
Air
NaOH Trigliserida
F18 FFA
FFA F 14 Reaktor Metil ester
Air Air
(R-220)
Trigliserid Kotoran
a Metanol
Metanol Asam sulfat
Metil ester NaOH
Kotoran Gliserol

Reaksi :

NaOH
Trigliserida + Metanol Metil ester + Gliserol

Alur 17
F17metanol = 335,6 kg/jam
N17metanol = 10,48 kmol/jam
F17air = 6,58 kg/jam
17
F NaOH = 15,54 kg/jam
Alur 14
F14FFA = 8,09 kg/jam
14
F trigliserida = 1.554,13 kg/jam
N14trigliserida = 1,81 kmol/jam
F14metanol = 7,36 kg/jam
N14metanol = 0,23 kmol/jam
F14metil ester = 348,89 kg/jam
14
F asam sulfat = 0,01 kg/jam
14
F air = 0,39 kg/jam
F14kotoran = 0,05 kg/jam

Alur 18
Yield reaksi transesterifikasi = 98 % (Warta PPKS, 2008)
Reaksi : Trigliserida + 3 metanol 3 metil ester + gliserol
Mol awal : 1,81 10,71
Mol reaksi : 1,77 5,31 5,31 1,77
Mol akhir : 0,04 5,4 5,31 1,77

N18trigliserida = 0,04 kmol/jam


F18trigliserida = N18trigliserida x BM trigliserida
= 0,04 kmol/jam x 858 kg/kmol
= 34,32 kg/jam
18
F FFA = 8,09 kg/jam
18
F metanol = 5,4 x BM metanol
= 5,4 kmol/jam x 32 kg/kmol
= 172,8 kg/jam
F18metil ester = 5,31 kmol/jam x BM metil ester (dari trigliserida) + F14metil ester
= 5,31 kmol/jam x 287,333 kg/kmol + 348,89 kg/jam
= 1.874,63 kg/jam
N18gliserol = 1,77 kmol/jam
F18gliserol = N18gliserol x BM gliserol
= 1,77 kmol/jam x 92 kg/kmol = 162,84 kg/jam
F18NaOH = 15,54 kg/jam
F18asam sulfat = 0,01 kg/jam
18
F air = F14air + F17air
= 0,39 kg/jam + 6,58 kg/jam
= 6,97 kg/jam
F18kotoran = 0,05 kg/jam

10. Centrifuge II (H-220)

Trigliserida Trigliserida
18 1 FFA
FFA F F
Metil ester H-220 9 Metil ester
Air Air
Kotoran Kotoran
Metanol Metanol
Asam sulfat F27 Asam sulfat
NaOH NaOH
Gliserol
Air
NaOH
Asam
sulfat
Gliserol
Kotoran
Alur 18
F18trigliserida = 34,32 kg/jam
F18FFA = 8,09 kg/jam
F18metanol = 172,8 kg/jam
F18metil ester = 1.874,63 kg/jam
F18gliserol = 162,84 kg/jam
18
F NaOH = 15,54 kg/jam
F18asam sulfat = 0,01 kg/jam
F18air = 6,97 kg/jam
F18kotoran = 0,05 kg/jam
Alur 27
Asumsi : konversi pemisahan adalah 99 %. Berdasarkan perbedaan densitas maka
produk atas (light liquid yang memiliki densitas rendah) terdiri atas metil ester, FFA,
dan trigliserida dan produk bawah (heavy liquid yang memiliki densitas tinggi)
adalah methanol, gliserol, air, asam sulfat, NaOH, dan kotoran.
F27gliserol = 99 % x F18gliserol
= 0,99 x 162,84 kg/jam
= 161,21 kg/jam
27
F air = 99 % x F18air
= 0,99 x 6,97 kg/jam
= 6,9 kg/jam
F27asam sulfat = 99 % x F18asam sulfat
= 0,99 x 0,01 kg/jam = 0,0099 kg/jam
27
F NaOH = 99 % x F18NaOH
= 0,99 x 15,54 kg/jam = 15,38 kg/jam
F27kotoran = 99 % x F18kotoran
= 0,99 x 0,05 kg/jam
= 0,0495 kg/jam
F27metanol = 99 % x F18metanol
= 0,99 x 172,8 kg/jam
= 171,07 kg/jam

Alur 19
F19trigliserida = 34,32 kg/jam
F19FFA = 8,09 kg/jam
19
F metanol = 1,73 kg/jam
F19metil ester = 1.874,63 kg/jam
F19gliserol = F18gliserol - F27gliserol
= 162,84 kg/jam 161,21 kg/jam
= 1,63 kg/jam
F19NaOH = F18NaOH F27NaOH
= 15,54 kg/jam 15,38 kg/jam
= 0,16 kg/jam
F19asam sulfat = F18asam sulfat - F27asam sulfat
= 0,01 kg/jam 0,0099 kg/jam
= 0,0001 kg/jam
F19air = F18air - F27air
= 6,97 kg/jam 6,9 kg/jam
= 0,07 kg/jam
F19kotoran = F18kotoran F27kotoran
= 0,05 kg/jam 0,00495 kg/jam
= 0,0005 kg/jam

11. Reaktor Transesterifikasi II (R-230)


Metanol
Air F22
NaOH
Trigliserida
FFA FFA
F23
Air F 19 Reaktor Metil ester
Trigliserida Air
(R-230)
Metanol Kotoran
Metil ester Metanol
Kotoran Asam sulfat
Asam sulfat NaOH
NaOH Gliserol
Gliserol

Reaksi :

NaOH
Trigliserida + Metanol Metil ester + Gliserol
Alur 22
F22metanol = 7,41 kg/jam
F22air = 0,15 kg/jam
F22NaOH = 0,34 kg/jam

Alur 19
F19trigliserida = 34,32 kg/jam
N19trigliserida = 0,04 kmol/jam
F19FFA = 8,09 kg/jam
F19metanol = 1,73 kg/jam
N19metanol = 0,05 kmol/jam
F19metil ester = 1.874,63 kg/jam
19
F gliserol = 1,73 kg/jam
F19NaOH = 0,16 kmol/jam
F19asam sulfat = 0,0001 kg/jam
F19air = 0,07 kg/jam
F19kotoran = 0,0005 kg/jam

Alur 23
Yield reaksi transesterifikasi = 98 % (Warta PPKS, 2008)
Reaksi : Trigliserida + 3 metanol 3 metil ester + gliserol
Mol awal : 0,04 0,29
Mol reaksi : 0,0392 0,12 0,12 0,0392
Mol akhir : 0,0008 0,17 0,12 0,0392

N23trigliserida = 0,0008 kmol/jam


F23trigliserida = N23trigliserida x BM trigliserida
= 0,0008 kmol/jam x 858 kg/kmol
= 0,69 kg/jam
F23FFA = 8,09 kg/jam
F23metil ester = 0,12 kmol/jam x BM metil ester (dari trigliserida) + F19metil ester
= 0,12 kmol/jam x 287,333 kg/kmol + 1.874,63 kg/jam
= 1.893,94 kg/jam
F23gliserol = 0,0346 kmol/jam x BM gliserol + F19gliserol
= 0,0392 kmol/jam x 92 kg/kmol + 1,77 kg/jam = 5,38 kg/jam
F23metanol = 0,17 kmol/jam x 32 kg/kmol
= 5,44 kg/jam
23
F asam sulfat = 0,0001 kg/jam
F23kotoran = 0,0005 kg/jam
F23air = F22air + F19air
= 0,15 kg/jam + 0,08 kg/jam
= 0,23 kg/jam
23
F NaOH = F22NaOH + F19NaOH
= 0,34 kg/jam + 0,17 kg/jam
= 0,51 kg/jam

12. Centrifuge III (H-230)

Trigliserida Trigliserida
23 2 FFA
FFA F F
Metil ester H-230 4 Metil ester
Air Air
Kotoran Kotoran
Metanol Metanol
Asam sulfat F28 Asam sulfat
NaOH NaOH
Gliserol Gliserol
Air
NaOH
Asam sulfat
Gliserol
Kotoran

Alur 23
F23trigliserida = 0,69 kg/jam
F23FFA = 8,09 kg/jam
F23metil ester = 1.893,94 kg/jam
F23gliserol = 5,38 kg/jam
23
F metanol = 5,44 kg/jam
F23asam sulfat = 0,0001 kg/jam
F23kotoran = 0,0005 kg/jam
F23air = 0,23 kg/jam
F23NaOH = 0,51 kg/jam

Alur 28
Asumsi : konversi pemisahan adalah 99 %. Berdasarkan perbedaan densitas maka
produk bawah (light liquid yang memiliki densitas rendah) yang terdiri atas metil
ester, FFA, dan trigliserida dan produk bawah (heavy liquid yang memiliki densitas
tinggi) adalah methanol, gliserol, air, asam sulfat, kotoran dan NaOH.
F28gliserol = 99 % x F23gliserol
= 0,99 x 5,38 kg/jam
= 5,33 kg/jam
F28air = 99 % x F23air
= 0,99 x 0,23 kg/jam
= 0,22 kg/jam
28
F asam sulfat = 99 % x F23asam sulfat
= 0,99 x 0,0001 kg/jam
= 0,000099 kg/jam
F28NaOH = 99 % x F23NaOH
= 0,99 x 0,51 kg/jam
= 0,50 kg/jam
28
F kotoran = 99 % x F23kotoran
= 0,99 x 0,0005 kg/jam
= 0,000495 kg/jam
F28metanol = 99 % x F23metanol
= 0,99 x 5,44 kg/jam
= 4,8 kg/jam
Alur 24
F24trigliserida = 0,69 kg/jam
F24FFA = 8,09 kg/jam
F24metil ester = 1.893,94 kg/jam
F24metanol = 0,64 kg/jam
24
F gliserol = F23gliserol F28gliserol
= 5,38 kg/jam - 5,33 kg/jam
= 0,05 kg/jam
F24NaOH = F23NaOH F28NaOH
= 0,51 kg/jam - 0,50 kg/jam
= 0,01 kg/jam
24
F asam sulfat = F23asam sulfat F28asam sulfat
= 0,0001 kg/jam 0,000099 kg/jam
= 0,0000001 kg/jam
F24air = F23air F28air
= 0,23 kg/jam 0,22 kg/jam
= 0,01 kg/jam
24
F kotoran = F23kotoran F28kotoran
= 0,0005 kg/jam 0,000495 kg/jam
= 0,000005 kg/jam
Metanol, gliserol, air, asam sulfat, kotoran dan NaOH dapat disebut juga dengan
impurities (I), karna jumlahnya yang relative kecil.
Maka totalnya,
I = 0,71 kg/jam
13. Tangki Pengumpul (T-204)

Gliserol
Metanol
NaOH
Asam Sulfat
Gliserol Air
Metanol Kotoran
NaOH
Asam Sulfat F27 F28
Air Air
Kotoran Metanol
F29 Asam
F26 Tangki
Metanol sulfat
Air (T-204) Gliserol
Asam Sulfat NaOH
Kotoran

Alur 26
F26air = 38,17 kg/jam
F26metanol = 728,64 kg/jam
F26asam sulfat = 0,65 kg/jam
Alur 27
F27gliserol = 161,21 kg/jam
F27air = 6,9 kg/jam
F27asam sulfat = 0,0099 kg/jam
F27NaOH = 15,38 kg/jam
F27kotoran = 0,0495 kg/jam
27
F metanol = 171,07 kg/jam

Alur 28
F28gliserol = 5,33 kg/jam
F28air = 0,22 kg/jam
28
F asam sulfat = 0,000099 kg/jam
F28NaOH = 0,50 kg/jam
F28kotoran = 0,000495 kg/jam
F28metanol = 4,8 kg/jam
Alur 29
F29gliserol = F26gliserol + F27gliserol + F28gliserol
= 166,54kg/jam
F29air = F26air + F27 air + F28 air
= 45,29 kg/jam
29
F asam sulfat = F26 asam sulfat + F27 asam sulfat + F28 asam sulfat
= 0,019999 kg/jam
F29NaOH = F27 NaOH + F28 NaOH
= 15,88 kg/jam
F29kotoran = F26 kotoran + F27 kotoran + F28 kotoran
= 0,0499 kg/jam
29
F metanol = F26 metanol + F27 metanol + F28 metanol
= 904,51 kg/jam
13. Kolom Destilasi (D-310)
Metanol
Air

F3
1

Air
Metanol Air
F30 F3 Metanol
Asam 7
sulfat D-310 Asam sulfat
Gliserol Gliserol
NaOH NaOH
Kotoran Kotoran

Alur 30
F30air = 45,29 kg/jam
N30air = 2,52 kmol/jam
F30asam sulfat = 0,66 kg/jam
N30asam sulfat = 0,0074 kmol/jam
F30metanol = 904,51 kg/jam
N30metanol = 20,3935 kmol/jam
F30Gliserol = 166,54 kg/jam
30
N Gliserol = 2,3393 kmol/jam
F30NaOH = 15,88 kg/jam
N30NaOH = 0,0074 kmol/jam
F30Kotoran = 0,0499 kg/jam
N30Kotoran = 0,049 kmol/jam

Asumsi : gliserol, NaOH, kotoran dan asam sulfat menjadi bottom produk
karena memiliki titik uap yang tinggi. Adapun air dan metanol terdapat sebagai
produk atas dan produk bawah sehingga destilasi menggunakan sistem pemisahan
biner.
Adapun komposisi berat metanol-air adalah sbb :
massa metanol
% berat metanol = x 100%
massa metanol + massa air
904,51 kg
= x 100%
904,51 kg + 45,29 kg
= 95,23 %
45,29 kg
% berat air = x 100%
904,51 kg + 45,29 kg
= 4,77 %

Maka fraksi umpan metanol antara campuran metanol - air dalam mol dapat dihitung
sebagai berikut :
% berat air / BM air
XF air =
% berat air / BM air + % berat metanol / BM metanol
4,77 kg/18 kg kmol -1
=
4,77 kg/18 kg kmol -1 + 95,23 kg/ 32kg kmol -1
= 0,084
% berat metanol / BM metanol
XF metanol =
% berat air / BM air + % berat metanol / BM metanol
95,23 kg/32 kg kmol -1
=
4,77 kg/18 kg kmol -1 + 95,23 kg/ 32kg kmol -1
= 0,916
Fumpan = Fmetanol + Fair
= 904,51 kg/jam + 45,29 kg/jam
= 949,8 kg/jam
100
BM rata-rata umpan = = 30,8231 kg/kmol
4,77 95,23
+
18 32
massa total umpan
Numpan =
BM rata - rata umpan
949,8 kg/jam
=
30,8231 kg/kmol
= 30,82 kmol/jam
Kadar metanol yang diinginkan pada produk atas untuk diumpankan kembali ke
tangki metanol adalah 98% (persen berat) maka diinginkan :
98
XD = 32
98 2
+
32 18
= 0,9649
Asumsi : XW = 0,5% (persen mol) = 0,005 (Geankoplis, 2003)
Neraca massa total :
F = D + W, karena digunakan fraksi mol maka rumus menjadi :
N =D + W
W = ND

Neraca massa metanol :


N x XF = (D x XD) + (W x XW)
N x XF = (D x XD) + [(N D) x XW]
30,82 kmol/jam x 0,916 = D (0,9649) + (30,82 kmol/jam D) x 0,005
28,23 kmol/jam = 0,9649 D + 0,154 kmol/jam 0,005 D
28,08 kmol/jam = 0,9599 D
D = 29,25 kmol/jam
W =ND
W = 30,82 kmol/jam 29,25 kmol/jam
= 1,57 kmol/jam

Alur 33
N33metanol = XD x D
= 0,9649 x 29,25 kmol/jam
= 28,22 kmol/jam
33
F metanol = N33metanol x BM metanol
= 28,22 kmol/jam x 32 kg/kmol
= 903,15 kg/jam
N33air = (1 XD) x D
= (1 0,9649) x 29,25 kmol/jam
= 1,03 kmol/jam
F33air = N33air x BM air
= 1,03 kmol/jam x 18 kg/kmol
= 18,48 kg/jam

Alur 37
N37metanol = XW x W
= 0,005 x 1,57 kmol/jam
= 0,00785 kmol/jam
F37metanol = N37metanol x BM metanol
= 0,00785 kmol/jam x 32 kg/kmol
= 0,25 kg/jam
N37air = (1 XW) x W
= (1 0,005) x 1,57 kmol/jam
= 1,56 kmol/jam
F37air = N37air x BM air
= 1,56 kmol/jam x 18 kg/kmol
= 28,11 kg/jam
F37asam sulfat = 0,66 kg/jam
N37asam sulfat = 0,66 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0067 kmol/jam
F37Gliserol = 166,54 kg/jam

N37Gliserol = 166,54 kg/jam / 98 kg/kmol


= 0,0074 kmol/jam
37
F NaOH = 15,88 kg/jam
N37NaOH = 15,88 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0074 kmol/jam
F37Kotoran = 0,0049 kg/jam
N37Kotoran = 0,0049 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0074 kmol/jam
Tabel Data Bilangan Antoine :
Zat A B C
Air 16,5362 3985,44 -38,9974
Metanol 16,4948 3593,39 -35,2249
(Sumber : Reklaitis, 1983)

Penentuan titik didih (buble point) umpan


a. Menghitung temperatur jenuh masing-masing komponen
sat
Asumsi Pmetanol = P sistem = 760 mmHg = 101,325 kPa
sat
Pair = P sistem = 760 mmHg = 101,325 kPa

Bi
Ti = - Ci
Ai - ln P
3985,44
T sat
air = + 38,9974 = 373,4062 K
16,5362 - ln 101,325
3593,39
T sat
metanol = + 35,2249 = 337,7888 K
16,4948 - ln 101,325
b. Menghitung T rata-rata
Zat Xi T
Air (a) 0,084 373,4062
Metanol (b) 0,916 337,7888

T rata-rata = Xi . Ti

= (0,084 x 373,4062) + (0,916 x 337,7888)


= 340,7807 K
c. Menghitung harga AB pada T rata-rata
Zat T Pi
Air (a) 340,7807 27,9356
Metanol (b) 340,7807 113,8205

Pa
AB = = 0,2454
Pb
d. Menghitung Pbsat

P 101,325
Pbsat = = = 108,182 kPa
Xa. AB + Xb 0,084. 0,2454 + 0,916

e. Menghitung T dari Pasat dari persamaan Antoine

sat 3593,39
T metanol = + 35,2249 = K
16,4948 - ln 108,182
Ulangi langkah c, d, dan e hingga T konvergen.
Dari hasil iterasi diperoleh Tsatumpan adalah 339,4702 K ( 66,32016 oC )
Tabel. Data kesetimbangan sistem metanol-air pada tekanan 1 atm
No X Y
1 0 0
2 0,012 0,068
3 0,02 0,121
4 0,026 0,159
5 0,033 0,188
6 0,036 0,215
7 0,053 0,275
8 0,074 0,356
9 0,087 0,395
10 0,108 0,44
11 0,129 0,488
12 0,164 0,537
13 0,191 0,572
14 0,268 0,648
15 0,294 0,666
16 0,352 0,704
17 0,402 0,734
18 0,454 0,76
19 0,502 0,785
20 0,563 0,812
21 0,624 0,835
22 0,717 0,877
23 0,79 0,91
24 0,843 0,93
25 0,857 0,939
26 0,938 0,971
27 1 1
(Sumber : T.M. Duncan and J.A Reimer, 2008)
Umpan masuk pada titik didihnya (buble point) yaitu 66,32016 oC sehingga
umpan berupa cairan jenuh, dimana jika umpan cairan jenuh (umpan pada buble
point) maka q line = 1 (Mc Cabe, 1985). Dengan demikian grafik dapat digambarkan
sebagai berikut :
Perhitungan Refluks Minimum
X D - y'
Rm = (Mc Cabe, 1985)
y ' - x'
0,9649 - 0,95
Rm = = 0,4382
0,95 - 0,916
R = 1,2 1,5 Rm (Geankoplis, 1997)
Asumsi R = 1,5 Rm
R = 1,5 (0,4382)
= 0,6573
Maka intercept untuk bagian enriching adalah sbb :
xD 0,9649
Intercept = =
R + 1 0,6573 + 1
= 0,5822
14. Kondensor (E-303)

Metanol F31 E-304 F32 Metanol


Air Air

Alur 31
R = Ln/D
0,6573 = Ln/ 29,25 kmol/jam
Ln = 19,226 kmol/jam
Vn = Ln + D
Vn = 19,226 kmol/jam + 29,25 kmol/jam
= 48,46 kmol/jam
N31metanol = XD x Vn
= 0,9649 x 48,46 kmol/jam
= 46,75 kmol/jam
F31metanol = N31metanol x BM metanol
= 46,75 kmol/jam x 32 kg/kmol
= 1.496,17 kg/jam
N31air = (1 XD) x Vn
= (1 0,9649) x 48,46 kmol/jam
= 1,7 kmol/jam
F31air = N31air x BM air
= 1,7 kmol/jam x 18 kg/kmol
= 30,62 kg/jam

Alur 32
F32metanol = 1.496,17 kg/jam
N32metanol = 46,75 kmol/jam
F32air = 30,62 kg/jam
N32air = 1,7 kmol/jam
15. Reflux Drum (D-320)

F3
2

F3
34 3
F D-320

Alur 32
F32metanol = 1.496,17 kg/jam
N32metanol = 46,75 kmol/jam
F32air = 30,62 kg/jam
N32air = 1,7 kmol/jam

Alur 34
Ln = 19,226 kmol/jam
N34metanol = XD . Ln
= 0,9649 x 19,226 kmol/jam
= 18,55 kmol/jam
F34metanol = N34metanol x BM metanol
= 18,55 kmol/jam x 32 kg/kmol
= 593,64 kg/jam
N34air = (1 XD) x Ln
= (1 0,9649) x 19,226 kmol/jam
= 0,6748 kmol/jam
F34air = N34air x BM air
= 0,6748 kmol/jam x 18 kg/kmol
= 12,15 kg/jam

Alur 33
N33metanol = 28,20 kmol/jam
33
F metanol = 902,53 kg/jam
N33air = 1,026 kmol/jam
F33air = 18,47 kg/jam

16. Reboiler (E-304)


Metanol
Air

Air F3 Air
6
Metanol Metanol
Asam Asam
sulfat sulfat
F35 F3
Gliserol 7 Gliserol
NaOH E-304 NaOH
Kotoran Kotoran

Alur 35
F35metanol = F34metanol + F35metanol
= 593,64 kg/jam + 0,25 kg/jam
= 593,89
N35metanol = N34metanol
= 18,55 kmol/jam
35
F air = F34air + F35air
= 12,15 kg/jam + 28,11 kg/jam
= 40,26 kg/jam
N35air = N34air + N35air
= 1,042 kmol/jam + 0,52 kmol/jam
= 2,24 kmol/jam
35
F asam sulfat = 0,019999 kg/jam
N35asam sulfat = 0,00744 kmol/jam
F37Gliserol = 166,54 kg/jam
N37Gliserol = 166,54 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0074 kmol/jam
37
F NaOH = 15,88 kg/jam
N37NaOH = 15,88 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0074 kmol/jam
F37Kotoran = 0,0049 kg/jam
37
N Kotoran = 0,0049 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0074 kmol/jam

Alur 36
Diasumsi seluruh metanol dan air dari F34 menguap.
F36air = 12,15 kg/jam
F36metanol = 593,64 kg/jam
N36metanol = 18,36 kmol/jam
Alur 37
F37air = 28,11 kg/jam
N37air = 1,562 kmol/jam
F37metanol = F35metanol - F36metanol
= 593,89 kg/jam - 593,64 kg/jam
= 0,25 kg/jam
N37metanol = 0,18 kmol/jam
F37asam sulfat = 0,019999 kg/jam
N37asam sulfat = 0,00744 kmol/jam
F37Gliserol = 166,54 kg/jam
N37Gliserol = 166,54 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0074 kmol/jam
F37NaOH = 15,88 kg/jam
N37NaOH = 15,88 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0074 kmol/jam
F37Kotoran = 0,0049 kg/jam
N37Kotoran = 0,0049 kg/jam / 98 kg/kmol
= 0,0074 kmol/jam
LAMPIRAN B
PRHITUNGAN NERACA ENERGI

Basis perhitungan : 1 jam operasi


Satuan : kJ/jam
Temperatur basis : 25 oC = 298,15 oK

Alat yang mengalami perubahan panas antara lain :


- Heater (E-201)
- Reaktor Esterifikasi (R-210)
- Reaktor Transesterifikasi I (R-220)
- Reaktor Transesterifikasi II (R-230)
- Cooler (E-301)
- Heater (E-302)
- Kolom Destilasi (D-310)
- Kondensor (E-303)
- Reboiler (E-304)

Neraca panas menggunakan rumus-rumus berikut :


Perhitungan panas untuk bahan dalam cair
Qi = N

Perhitungan panas penguapan


QV = N HVL

Cpg,,T = a + bT + cT2 + dT3 + eT4


T2


T1
Cpg dT = [a(T2T1) + b/2(T22T12) + c/3(T23T13) + d/4(T24T14)

+ e/5(T25T15)]
Cpl,,T = a + bT + cT2 + dT3
T2


T1
Cpl dT = [a(T2T1) + b/2(T22T12) + c/3(T23T13) + d/4(T24T14)]

Tabel LB.1 Data Cp (J/mol K)


Senyawa a B C d e
CH3OH(l) -258,250 3,35820 -1,16388.10-2 1,40516.10-5 -
CH3OH(g) 34,4925 -2,91887.10-2 2,86844.10-4 -3,12501.10-7 1,09833.10-10
H2O(l) 18,2964 4,72118.10-1 -1,33878.10-3 1,31424.10-6 -
H2O(g) 34,0471 -9,65064.10-3 3,29983.10-5 -2,04467.10-8 4,30228.10-12
(Sumber : Reklaitis, 1983)

Perhitungan estimasi Cp(l) (J/mol K) dengan metode Missenard :


Tabel LB.2 Kontribusi gugus untuk metode Missenard (J/mol K)
Gugus Harga (J/mol.K)
-CH= 22,1752
>CH- 24,9048
-CH2- 28,2054
-CH3 41,6114
-OH 43,9504
-COO- 59,0126
-COOH 78,7300
(Sumber : Reid, dkk ; 1987)

1. Limbah CPO
A. FFA (Asam Lemak Bebas)
Asam laurat (12:0) : 1,10%
Asam laurat (C12H24O2)
Cp(l) = 10 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH)
= 10 (28,2054) + 1(41,6114) + 1(78,7300)
= 402,3954 J/mol.K
Asam palmitat (16:0) : 43,60%
Asam palmitat (C16H32O2)
Cp(l) = 14 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH)
= 14 (28,2054) + 1(41,6114) + 1(78,7300)
= 515,2170 J/mol.K

Asam stearat (18:0) : 4,50%


Asam stearat (C18H36O2)
Cp(l) = 16 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH)
= 16 (28,2054) + 1(41,6114) + 1(78,7300)
= 571,6278 J/mol.K
Asam oleat (18:1) : 40,50%
Asam oleat (C18H34O2)
Cp(l) = 14 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH) + 2 (-CH=)
= 14 (28,2054) + 1(41,6114) + 1(78,7300) + 2 (22,1752)
= 559,5674 J/mol.K

Asam linoleat (18:2) : 10,10%


Asam linoleat (C18H32O2)
Cp(l) = 12 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH) + 4 (-CH=)
= 12 (28,2054) + 1(41,6114) + 1(78,7300) + 4 (22,1752)
= 547,5070 J/mol.K

Asam linolenat (18:3) : 0,20%


Asam linolenat (C18H30O2)
Cp(l) = 10 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH) + 6 (-CH=)
= 10 (28,2054) + 1(41,6114) + 1(78,7300) + 6 (22,1752) = 535,4466 J/mol.K
Cp(l) FFA = [(1,10% (402,3954) + 43,60% (515,217) + 4,50% (571,6278) + 40,50%
(559,5674) + 10,10% (547,507) + 0,20% (535,4466)]
= 537,7781 J/mol.K
B. Trigliserida (gliseril palmito diolein)
Trigliserida (C55H102O6)
Cp(l) = 44 (-CH2-) + 3 (-CH3) + 3 (-COO-) + 4 (-CH=) + 1 (>CH-)
= 44 (28,2054) + 3 (41,6114) + 3 (59,0126) + 4 (22,1752) + 1 (24,9048)
= 1656,5152 J/mol.K

2. Metil Ester
a. Metil ester dari esterifikasi (metil ester berasal dari FFA)
Metil Laurat (C13H26O2)
Cp(l) = 10 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-)
= 10 (28,2054) + 2 (41,6114) + 1 (59,0126)
= 424,2894 J/mol.K

Metil Palmitat (C17H34O2)


Cp(l) = 14 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-)
= 14 (28,2054) + 2 (41,6114) + 1 (59,0126)
= 537,1110 J/mol.K

Metil Stearat (C19H38O2)


Cp(l) = 16 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-)
= 16 (28,2054) + 2 (41,6114) + 1 (59,0126)
= 593,5218 J/mol.K

Metil Oleat (C19H36O2)


Cp(l) = 14 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-) + 2 (-CH=)
= 14 (28,2054) + 2 (41,6114) + 1 (59,0126) + 2 (22,1752)
= 581,4614 J/mol.K

Metil Linoleat (C19H34O2)


Cp(l) = 12 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-) + 4 (-CH=)
= 12 (28,2054) + 2 (41,6114) + 1 (59,0126) + 4 (22,1752)
= 569,4010 J/mol.K
Metil Linolenat (C19H34O2)
Cp(l) = 10 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-) + 6 (-CH=)
= 10 (28,2054) + 2 (41,6114) + 1 (59,0126) + 6 (22,1752)
= 557,3406 J/mol.K

Cp metil ester rata-rata =1,10% (424,2894) + 43,60% (537,111) + 4,50% (593,5218)


+ 40,50% (581,4614) + 10,10% (569,401) + 0,2%(557,3406)
= 559,6721 J/mol.K

b. Metil ester dari transesterifikasi (metil ester dari trigliserida)


Cp total = 42 (-CH2-) + 6 (-CH3) + 3 (-COO-) + 4 (-CH=)
= 42 (28,2054) + 6 (41,6114) + 3 (59,0126) + 4 (22,1752)
= 1700,0338 J/mol.K

1700,0338 J/mol K
Maka Cp(l) metil ester rata-rata =
3
= 566,7793 J/mol K

3. Gliserol
Cp(l) = 2 (-CH2-) + 3 (-OH) + 1 (>CH-)
= 2 (28,2054) + 3 (43,9504) + 1(24,9048)
= 213,1668 J/mol.K

Perhitungan estimasi Cp(s) (J/mol K) dengan menggunakan Metode Hurst dan


Harisson
Tabel LB.3 Kontribusi Elemen Atom untuk Metode Hurst dan Harisson (J/mol K)
Atom Harga (J/mol.K)
C 10,89
H 7,56
O 13,42
(Sumber : Perry, 1997)
1. Limbah CPO
A. FFA
Asam laurat (12:0) : 1,10%
Asam laurat (C12H24O2)
Cp(s) = 12 (C) + 24 (H) + 2(O)
= 12 (10,89) + 24 (7,56) + 2 (13,42)
= 338,9600 J/mol.K

Asam palmitat (16:0) : 43,60%


Asam palmitat (C16H32O2)
Cp(s) = 16 (C) + 32 (H) + 2(O)
= 16 (10,89) + 32 (7,56) + 2 (13,42)
= 435,4400 J/mol.K

Asam stearat (18:0) : 4,50%


Asam stearat (C18H36O2)
Cp(s) = 18 (C) + 36 (H) + 2(O)
= 18 (10,89) + 36 (7,56) + 2 (13,42)
= 495,0200 J/mol.K

Asam oleat (18:1) : 40,50%


Asam oleat (C18H34O2)
Cp(s) = 18 (C) + 34 (H) + 2(O)
= 18 (10,89) + 34 (7,56) + 2 (13,42)
= 479,9000 J/mol.K

Asam linoleat (18:2) : 10,10%


Asam linoleat (C18H32O2)
Cp(s) = 18 (C) + 32 (H) + 2(O)
= 18 (10,89) + 32 (7,56) + 2 (13,42)
= 464,7800 J/mol.K
Asam linolenat (18:3) : 0,20%
Asam linolenat (C18H30O2)
Cp(s) = 18 (C) + 30 (H) + 2(O)
= 18 (10,89) + 30 (7,56) + 2 (13,42)
= 449,6600 J/mol.K

Cp(s) FFA = [1,1% (338,96) + 43,60% (435,44) + 4,50%(495,02)


+40,50%(479,9) + 10,10%(464,78) + 0,2%(449,66)] J/mol.K
= 458,0579 J/mol.K

B. Trigliserida (sebagai palmito-diolein)


Trigliserida (C55H102O6)
Cp(s) = 55 (C) + 102 (H) + 6 (O)
= 55 (10,89) + 102 (7,56) + 6 (13,42)
= 1450,59 J/mol.K

Perhitungan estimasi H f ( 298) (kJ/mol) dengan menggunakan Metode Joback

Tabel LB.4 Kontribusi Gugus untuk Metode Joback (kJ/mol)


Gugus Harga (kJ/mol)
-CH= 37,97
>CH- 29,89
-CH2- -20,64
-CH3 -76,45
-OH -208,04
-COO- -337,92
-COOH -426,72
(Sumber : Reid, 1987)

Rumus : H0f (298,15) = 68,29 + nj . j .................................................. (Reid, 1987)

1. Asam lemak (FFA)


Asam lemak (FFA)
Asam laurat (12:0) : 1,10%
Asam laurat (C12H24O2)
H0f (298,15) = 68,29 + [10 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH)]
= 68,29 + [10 (-20,64) + 1(-76,45) + 1(-426,72)]
= -641,2800 kJ/mol

Asam palmitat (16:0) : 43,60%


Asam palmitat (C16H32O2)
H0f (298,15) = 68,29 + [14 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH)]
= 68,29 + [14 (-20,64) + 1(-76,45) + 1(-426,72)]
= -723,8400 kJ/mol

Asam stearat (18:0) : 4,50%


Asam stearat (C18H36O2)
H0f (298,15) = 68,29 + [16 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH)]
= 68,29 + [16 (-20,64) + 1(-76,45) + 1(-426,72)]
= -765,1200 kJ/mol

Asam oleat (18:1) : 40,50%


Asam oleat (C18H34O2)
H0f (298,15) = 68,29 + [14 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH) + 2 (-CH=)]
= 68,29 + [14 (-20,64) + 1(-76,45) + 1(-426,72) + 2 (37,97)]
= -647,9000 kJ/mol

Asam linoleat (18:2) : 10,10%


Asam linoleat (C18H32O2)
H0f (298,15) = 68,29 +[12 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH) + 4 (-CH=)]
= 68,29 + [12 (-20,64) + 1(-76,45) + 1(-426,72) + 4 (37,97)]
= -530,6800 kJ/mol

Asam linolenat (18:3) : 0,20%


Asam linolenat (C18H30O2)
H0f (298,15) = 68,29 + [10 (-CH2-) + 1(-CH3) + 1(-COOH) + 6 (-CH=)]
= 68,29 + [10 (-20,64) + 1(-76,45) + 1(-426,72) + 6 (37,97)]
= -413,4600 kJ/mol

Maka, AH0f (298,15) FFA = [1,1% (-641,28) + 43,60% (-723,84) + 4,50% (-765,12) +
40,50% (-647,9) +10,10% (-530,68) + 0,2% (-413,46)]
= - 673,9038 kJ/mol

2. Trigliserida (gliserin palmito diolein)


Trigliserida (C55H104O6)
H0f (298,15) = 68,29+[44 (-CH2-) + 3 (-CH3) + 3 (-COO-) + 4 (-CH=) + 1 (>CH-)]
= 68,29+[44 (-20,64) + 3 (-76,45)+ 3(-337,92) + 4(37,97) + 1 (29,89)]
= -1901,2100 kJ/mol

3. Metil Ester
a. Metil Ester dari esterifikasi (FFA)
Metil Laurat (C13H26O2)
H 0
f (298,15) = 68,29 + [10 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-)]
= 68,29 + [10 (-20,64) + 2 (-76,45) + 1 (-337,92)]
= -705,3800 kJ/mol

Metil Palmitat (C17H34O2)


H0f (298,15) = 68,29 + [14 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-)]
= 68,29 + [14 (-20,64) + 2 (-76,45) + 1 (-337,92)]
= -711,4900 kJ/mol

Metil Stearat (C19H38O2)


H0f (298,15) = 68,29 + [16 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-)]
= 68,29 + [16 (-20,64) + 2 (-76,45) + 1 (-337,92)] = -752,7700 kJ/mol
Metil Oleat (C19H36O2)
H0f (298,15) = 68,29 +[14 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-) + 2 (-CH=)]
= 68,29 + [14 (-20,64) + 2 (-76,45) + 1 (-337,92) + 2 (37,97)]
= -635,5500 kJ/mol

Metil Linoleat (C19H34O2)


H0f (298,15) = 68,29 + [12 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-) + 4 (-CH=)]
= 68,29 + [12 (-20,64) + 2 (-76,45) + 1 (-337,92) + 4 (37,97)]
= -518,3300 kJ/mol

Metil Linolenat (C19H34O2)


H0f (298,15) = 68,29 + [10 (-CH2-) + 2 (-CH3) + 1(-COO-) + 6 (-CH=)]
= 68,29 + [10 (-20,64) + 2 (-76,45) + 1 (-337,92) + 6 (37,97)]
= -401,1100 kJ/mol

H0f (298,15) Metil Ester = 1,10% (-705,38) + 43,60% (-711,49) + 4,50% (-752,77) +
40,50% (-635,55) + 10,10% (-518,33) + 0,2% (-401,11)
= -662,3948 kJ/mol

b. Metil ester dari transesterifikasi (trigliserida)


H0f (298,15) = 68,29 + [42 (-CH2-) + 6 (-CH3) + 3 (-COO-) + 4 (-CH=)
= 68,29 + [42 (-20,64) + 6 (-76,45)+ 3(-337,92) + 4(37,97)]
= -2119,1700 kJ/mol
H 0
f (298,15) rata-rata = -2119,1700 kJ mol-1 / 3 = -706,39 kJ/mol

Tabel LB.5 Panas Reaksi Pembentukan [kJ/mol]


Komponen Hf,298,15
CH3OH -201,1667
H2O -241,8352
Gliserol (C3H8O3) 584,9232
(Sumber: Reklaitis, 1983)
Nilai Panas Laten Penguapan (HVL)
Tabel LB.6 Nilai Panas Laten Penguapan H VL
Senyawa HVL (J/mol)
CH3OH 35270,4
H2O 40656,2
(Sumber : Reklaitis, 1983)

Tabel LB.7 Data Air Pemanas dan Air Pendingin yang Digunakan
T (0C) H (kJ/kg) (kJ/kg)
Air pendingin 30 125,7 -
Air proses 60 251,1 -
Saturated steam 100 - 2256,9
(Sumber: Smith,1983)

1. Heater (E-201)
Saturated steam (T=1000C)

Trigliserida (l) E-201 Trigliserida (l)


FFA (l) 9 10 FFA (l)
Air (l) T = 63 oC Air (l)
Kotoran (l) P = 1 atm Kotoran
T = 30oC, T = 63 oC,
P = 1 atm P = 1 atm

Kondensat (T = 100 0C)

Perhitungan Panas Bahan Masuk Heater (E-201)


Alur 9
303.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 1.656,5152 J/mol K (303,15 298,15) K

= 8.282,58 J/mol = 8.282,58 kJ/kmol


303.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 537,7781J/mol K (303,15 298,15) K

= 2.688,89 J/mol = 2.688,89 kJ/kmol

4,72118.10 1
303.15 K

Cp (l )
298,15 K
(air) dT = [18,2964 (303,15 298,15) +
2
(303,152 -

2 - 1,33878.10 -3
298,15 ) + (303,153 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(303,154 298,154)
4
= 374,7055 J/mol = 374,7055 kJ/kmol
303.15 K

Cp
298,15 K
(s) (kotoran) dT = 1,381 kJ/kg K (303,15 298,15) K

= 6,905 kJ/kg x 60,09 kg/kmol


= 414,92 kJ/kmol

Tabel LB.8 Perhitungan Panas Bahan Masuk Heater (E-201)


Komponen 9
N senyawa 303,15 303,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
9
Qi
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


FFA 1,26 2.688,89 3.388,00
Trigliserida 1,81 8.282,58 14.991,47
Air 0,032 374,7055 11,99
Kotoran 0,000832 414,92 0,34
Qin alur 9 18.391,8

Perhitungan Panas Bahan Keluar Heater (E-201)


Alur 10
336.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 1.656,5152 J/mol K (336,15 298,15) K

= 62.947,5776 J/mol = 62.947,5776 kJ/kmol


336.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 537,7781J/mol K (336,15 298,15) K

= 20.435,5678 J/mol = 20.435,5678 kJ/kmol

4,72118.10 1
336.15 K

Cp (l)
298,15 K
(air) dT = [18,2964 (336,15 298,15) +
2
(336,152 -

- 1,33878.10 -3
298,152) + (336,153 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(336,154 298,154)
4
= 2860,7378 J/mol = 2860,7378 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 1,381 kJ/kg K (336,15 298,15) K

= 52,478 kJ/kg x 60,09 kg/kmol


= 3.153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.8 Perhitungan Panas Bahan Keluar Heater (E-201)


Komponen 10
N senyawa 336 ,15 336 ,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
10
Qi
(i) 298,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


FFA 1,26 20.435,57 25.748,81
Trigliserida 1,81 62.947,58 113.935,12
Air 0,032 2.860,74 91,54
Kotoran 0,000832 3.153,40 2,62
Qin alur 10 139.778,09

dQ/dT = Qout - Qin


= 139.778,09 kJ/jam - 18.391,8 kJ/jam
= 121.386,29 kJ/jam

Maka, steam yang diperlukan adalah :


dQ/dT
ms =
H steam

121.386,29 kJ/jam
=
2256,9 kJ/kg
= 53,78 kg/jam

1. Reaktor Esterifikasi (R-210)


Saturated steam (T=1000C)
Trigliserida
FFA
Air
Kotoran 10
T = 63 oC, 1 atm Trigliserida
FFA
Asam sulfat R-210 Metil Ester
13
Air T = 63 0C Metanol
T = 30 oC, 1 atm 11 P = 1 atm Air
Asam sulfat
T = 63 oC, 1 atm
Metanol
Air
12
T = 30 oC, 1 atm

Kondensat (100 0C)

Reaksi yang terjadi :


Asam sulfat
Asam lemak (FFA) + Metanol Metil Ester + Air

Panas Masuk = Panas Keluar + Akumulasi


Asumsi : Keadaan steady state, sehingga akumulasi = 0
Maka : Panas Masuk = Panas Keluar
dQ/dt = [Link] + Qout - Qin
dQ/dt = [Link] (Tr) + [ ( outlet streams Nis (Hs (Ti) Hs (Tr)) - inlet streams Nks (Hs (Tk)
- Hs (Tr))] (Reklaitis, 1983)
T out T in

dQ/dt = [Link] (Tr) + Nsout Cp dT - Ns Cp


in
dT
T ref T ref

Perhitungan laju reaksi (r) :


Konversi FFA = 98%
- X N inFFA
r1 =
FFA
- 0,98 x 1,26 kmol/jam
=
-1
= 1,23 kmol/jam

Perhitungan panas reaksi :


Hr (298) = [(H0f , Metil Ester + H0f , Air) (H0f, FFA + H0f , Metanol)]
= [(-662,3948 + (-241,8352)) (-673,9038 + (-201,1667))] kJ/mol
= -29,1595 kJ/mol = -29,1595 x 103 kJ/kmol
r1 x Hr (298) = 1,23 kmol/jam x (-29,1595 x 103 kJ/kmol)
= -35.866,19 kJ/jam

Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Esterifikasi (R-210)


Alur 10
336.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 1.656,5152 J/mol K (336,15 298,15) K

= 62.947,5776 J/mol = 62947,5776 kJ/kmol


336.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 537,7781J/mol K (336,15 298,15) K

= 20.435,5678 J/mol = 20435,5678 kJ/kmol

4,72118.10 1
336.15 K

Cp (l)
298,15 K
(air) dT = [18,2964 (336,15 298,15) +
2
(336,152 -

- 1,33878.10 -3
2
298,15 ) + (336,153 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(336,154 298,154)
4
= 2.860,7378 J/mol = 2.860,7378 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 1,381 kJ/kg K (336,15 298,15) K
= 52,478 kJ/kg x 60,09 kg/kmol
= 3153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.8 Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Esterifikasi (R-210)


Komponen 10
N senyawa 336 ,15 336 ,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
10
Qi
(i) 298,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


FFA 1,26 20.435,57 25.748,81
Trigliserida 1,81 62.947,58 113.935,12
Air 0,032 2.860,74 91,54
Kotoran 0,000832 3.153,40 2,62
Qin alur 10 139.778,09

Alur 11
303.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 374,7055 kJ/kmol

Cp asam sulfat(l) 97% pada 20 0C = 0,341 cal/gr = 139,8209 kJ/kmol K (Perry, 1997)
298,15 K

Cp (asam sulfat) dT
293,15 K
= 139,8209 (298,15 293,15)

= 699,1045 kJ/kmol
303.15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 699,1045 + 139,8209 (303,15 298,15)

= 1398,2090 kJ/kmol

Tabel LB.9 Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Esterifikasi (R-210)


Komponen 11
N senyawa 303,15 303,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
11
Qi
(i) 298,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Asam sulfat 0,0067 1.398,21 9,37
Air 0,0013 374,71 0,49
Qin alur 11 9,86

Alur 12
T2

T1
Cp methanol (l) dT = [a(T2T1) + b/2(T22T12) + c/3(T23T13) + d/4(T24T14)]

303.15 K
3,35820
Cp (metanol) dT
298,15 K
= [-258,250 (303,15 298,15) +
2
(303,152 298,152)

- 1,16388.10 -2 1,40516.10 -5
+ (303,153 298,153) +
3 4
(303,154 298,154)
= 406,1177 kJ/kmol
303.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 374,7055 kJ/kmol

Tabel LB.10 Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Esterifikasi (R-210)


Komponen 12
N senyawa 303,15 303,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
12
Qi
(i) 298,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 24,23 406,12 9.840,29
Air 0,89 374,71 333,49
Qin alur 12 10.173,78

Maka Qin total = Q10 + Q11 + Q12


= 139.778,09 kJ/jam + 9,86 kJ/jam + 10.173,78 kJ/jam
= 149.961,73 kJ/jam
Perhitungan Panas Bahan Keluar Reaktor Esterifikasi (R-210)
Alur 13
336.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 6.2947,5776 kJ/kmol

336.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 20.435,5678 kJ/kmol

336.15 K

Cp (metil ester) dT
298,15 K
= 559,6721 J/mol K (336,15 298,15) K

= 21.267,5398 J/mol = 21.267,5398 kJ/kmol


336.15 K
3,35820
Cp (metanol) dT
298,15 K
= [-258,250 (336,15 298,15) +
2
(336,152 298,152)

- 1,16388.10 -2 1,40516.10 -5
+ (336,153 298,153) +
3 4
(336,154 298,154)
= 3.214,1353 kJ/kmol
336.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 2.860,7378 kJ/kmol

336.15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 699,1045 + 139,8209 (336,15 298,15)

= 6.012,2987 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 3.153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.11 Perhitungan Panas Bahan Keluar Reaktor Esterifikasi (R-210)


Komponen 13
N senyawa 336 ,15 336 ,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
13
Qi
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Trigliserida 1,81 62.947,58 133.935.12
FFA 0,03 20.435,57 613,07
Metil Ester 1,23 21.267,54 26.159,07
Metanol 23 3.214,14 73.925,22
Air 2,14 2.860,74 6.121,98
Asam sulfat 0,0067 6.012,29 40,28
Kotoran 0,000832 3.153,40 2,62
Qout alur 13 240.797,36

dQ/dT = Qout - Qin total + r1. Hr


= 240.797,36 kJ/jam - 149.961,73 kJ/jam - 35.866,19 kJ/jam
= 54.969,44 kJ/jam
Reaktor menggunakan steam uap panas sebagai media pemanas yang masuk pada
suhu 100 0C dan tekanan 1 atm, kemudian keluar sebagai kondensat pada suhu 100
0
C dan tekanan 1 atm.
Hsteam = H(steam) 100 0C H(kondensat) 100 0C
= 2676,0 kJ/kg 419,1 kJ/kg
= 2256,9 kJ/kg
Hsteam = (100 0C)

Maka, steam yang diperlukan adalah :


dQ/dT
ms =
H steam

54.069,44 kJ/jam
=
2256,9 kJ/kg
= 24,36 kg/jam
2. Reaktor Transesterifikasi I (R-220)
Trigliserida Saturated steam (T=100 oC)
FFA
Metil Ester
Metanol 14 Trigliserida
Air 3. FFA
R-220 Metil Ester
Kotoran
T = 63 oC 18 Metanol
Asam sulfat
P = 1 atm
T = 63oC, 1 Gliserol
t Air
Metanol 17 Asam sulfat
NaOH NaOH
Air T = 63 oC, 1
T = 30 oC, 1 atm
Kondensat (T = 100 oC)

Reaksi yang terjadi :

NaOH
Trigliserida + 3 Metanol 3 Metil Ester + Gliserol

Perhitungan laju reaksi (r) :


Konversi Trigliserida = 98%
- X N intrigliserida
r1 =
trigliserida
- 0,98 x 1,81 kmol/jam
=
-1
= 1,77 kmol/jam
Perhitungan panas reaksi :
Hr (298) = [(3 x H0f , Metil Ester + H0f , gliserol) (H0f, trigliserida + 3 x H0f , Metanol)]
= [(3 x (-706,39) + (584,9232)) (-1901,2100 + (3 x (-201,1667))]
= 970,4633 kJ/mol = 970,4633.103 kJ/kmol

r1 x Hr (298) = 1,77 kmol/jam x (970,4633.103 kJ/kmol)


= 1.684.821,335 kJ/jam

Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Transesterifikasi I (R-220)


Alur 14
336.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 6.2947,5776 kJ/kmol

336.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 20.435,5678 kJ/kmol

336.15 K

Cp (metil ester) dT
298,15 K
= 559,6721 J/mol K (336,15 298,15) K

= 21.267,5398 J/mol = 21.267,5398 kJ/kmol


336.15 K
3,35820
Cp (metanol) dT
298,15 K
= [-258,250 (336,15 298,15) +
2
(336,152 298,152)

- 1,16388.10 -2 1,40516.10 -5
+ (336,153 298,153) +
3 4
(336,154 298,154)
= 3.214,1353 kJ/kmol
336.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 2.860,7378 kJ/kmol

298,15 K

Cp (asam sulfat) dT
293,15 K
= 139,8209 (298,15 293,15)

= 699,1045 kJ/kmol
336.15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 699,1045+139,8209 (336,15 298,15) =6.012,2987 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 3.153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.11 Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Transesterifikasi (R-220)


Komponen 14
N senyawa 336 ,15 336 ,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
14
Qi
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Trigliserida 1,81 62.947,58 133.935.12
FFA 0,03 20.435,57 613,07
Metil Ester 1,23 21.267,54 26.159,07
Metanol 0,23 3.214,14 739,25
Air 0,022 2.860,74 62,93
Asam sulfat 0,0001 6.012,29 0,6
Kotoran 0,000832 3.153,40 2,62
Qout alur 14 161.512,66

Alur 17
303.15 K
3,35820
Cp (metanol) dT
298,15 K
= [-258,250 (303,15 298,15) +
2
(303,152 298,152)

- 1,16388.10 -2 3 3 1,40516.10 -5
+ (303,15 298,15 ) +
3 4
(303,154 298,154) = 406,1177 kJ/kmol

4,72118.10 1
303.15 K

Cp (l)
298,15 K
(air) dT = [18,2964 (303,15 298,15) +
2
(303,152 -

- 1,33878.10 -3
298,152) + (303,153 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(303,154 298,154)
4
= 374,7055 J/mol = 374,7055 kJ/kmol
Cp NaOH (l) 99% pada 19 oC = 137, 856 kJ/kmol K (Perry, 1997)
298,15 K

Cp (NaOH) dT
292 ,15 K
= 137,856 (298,15 292,15)

= 827,136 kJ/kmol
303.15 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (303,15 298,15)

= 1516,416 kJ/kmol
Tabel LB.15 Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Transesterifikasi I (R-220)
Komponen 17
N senyawa 303,15 303,15

Cp dT =N Cp dT
17
Qi senyawa
(i) 298,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 10,71 406,1177 4.349,54
NaOH 0,39 1.516,416 591,40
Air 0,36 374,7055 134,64
Qin alur 17 5.075,58

Maka Qin total = Q14 + Q17


= 161.512,66 kJ/jam + 5.075,58 kJ/jam
= 166.588,24 kJ/jam

Perhitungan Panas Bahan Keluar Reaktor Transesterifikasi I (R-220)


Alur 18
336.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 62947,5776 kJ/kmol

336.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 20435,5678 kJ/kmol

336.15 K

Cp (metil ester) dT
298,15 K
= 566,7793 J/mol K (336,15 298,15) K

= 21537,6134 J/mol = 21537,6134 kJ/kmol


336.15 K

Cp (metanol) dT
298,15 K
= 3214,1353 kJ/kmol

336.15 K

Cp (gliserol) dT
298,15 K
= 213,1668 J/mol K (336,15 298,15) K

= 8100,3384 J/mol = 8100,3384 kJ/kmol


336.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 2860,7378 kJ/kmol

336.15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 6012,2987 kJ/kmol

298,15 K

Cp (NaOH) dT
292 ,15 K
= 137,856 (298,15 292,15)

= 827,136 kJ/kmol
336.15 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (336,15 298,15)

= 6065,664 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 3153,4030 kJ/kmol
Tabel LB.16 Perhitungan Panas Bahan Keluar Reaktor Transesterifikasi I (R-220)
Komponen 18
N senyawa 336 ,15 336 ,15

Cp =N Cp dT
18
dT Qi senyawa
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Trigliserida 0,04 62.947,58 2.222,05
FFA 0,03 20.435,57 574,24
Metil Ester 6,52 21.537,61 141.551,66
Metanol 5,4 3.214,13 17.011,78
Gliserol 1,77 8.100,34 14.026,55
Asam sulfat 0,0001 6.012,29 0,6
NaOH 0,39 6.065,66 2.298,28
Air 0,39 2.860,74 1.129,42
Kotoran 0,000832 3.153,40 2,6
Qout alur 18 178.817,18

dQ/dT = Qout - Qin total + r1. Hr


= 178.817,18 kJ/jam - 166.588,24 kJ/jam + 1.684.821,335 kJ/jam
= 1.697.050,27 kJ/jam

Maka, steam yang diperlukan adalah :


dQ/dT
ms =
H steam

1.697.050,27 kJ/jam
=
2256,9 kJ/kg
= 751,94 kg/jam
4. Reaktor Transesterifikasi II (R-230)

Trigliserida (l)
FFA (l) Saturated steam (T=100 oC)
Metil Ester (l)
Metanol (l)
Trigliserida (l)
Gliserol (l) 19 FFA (l)
Air (l)
Metil Ester (l)
Asam 4. sulfat (l)
R-230 Metanol (l)
NaOH (l) 23
T = 63 oC Gliserol (l)
Kotoran (s)
P = 1 atm Air (l)
T = 63 oC, 1 atm
Asam sulfat (l)
Metanol5. 22 24 NaOH (l)
(l)
NaOH 6.(l) Kotoran (s)
Air (l) T = 63 oC, 1
T = 30 oC, 1 atm atm
Kondensat (T = 100 0C)

Reaksi yang terjadi :

NaOH
Trigliserida + 3Metanol 3Metil ester + Gliserol

Perhitungan laju reaksi (r) :


Konversi Trigliserida = 98%
- X N intrigliserida
r1 =
trigliserida
- 0,98 x 0,04 kmol/jam
=
-1
= 0,0392 kmol/jam
Perhitungan panas reaksi :
Hr (298) = [(3 x H0f , Metil Ester + H0f , gliserol) (H0f, trigliserida + 3 x H0f , Metanol)]
= [(3 x (-706,39) + (584,9232)) (-1901,2100 + (3 x (-201,1667))]
= 970,4633 kJ/mol = 970,4633.103 kJ/kmol

r1 x Hr (298) = 0,0392 kmol/jam x (970,4633.103 kJ/kmol)


= 38.042,16 kJ/jam

Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Transesterifikasi II (R-230)


Alur 19
336.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 62947,5776 kJ/kmol

336.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 20435,5678 kJ/kmol

336.15 K

Cp (metil ester) dT
298,15 K
= 566,7793 J/mol K (336,15 298,15) K

= 21537,6134 J/mol = 21537,6134 kJ/kmol


336.15 K

Cp (metanol) dT
298,15 K
= 3214,1353 kJ/kmol

336.15 K

Cp (gliserol) dT
298,15 K
= 213,1668 J/mol K (336,15 298,15) K

= 8100,3384 J/mol = 8100,3384 kJ/kmol


336.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 2860,7378 kJ/kmol

336.15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 6012,2987 kJ/kmol

298,15 K

Cp (NaOH) dT
292 ,15 K
= 137,856 (298,15 292,15)

= 827,136 kJ/kmol
336.15 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (336,15 298,15)

= 6065,664 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 3153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.16 Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Transesterifikasi II (R-230)


Komponen 19
N senyawa 336 ,15 336 ,15

Cp =N Cp dT
19
dT Qi senyawa
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Trigliserida 0,04 62.947,58 2.222,05
FFA 0,03 20.435,57 574,24
Metil Ester 6,52 21.537,61 141.551,66
Metanol 0,054 3.214,13 173,56
Gliserol 0,018 8.100,34 145,8
Asam sulfat 0,000001 6.012,29 0,006
NaOH 0,004 6.065,66 24,26
Air 0,0039 2.860,74 11,15
Kotoran 0,00000832 3.153,40 0,026
Qout alur 19 142.480,702

Alur 22
303.15 K
3,35820
Cp (metanol) dT
298,15 K
= [-258,250 (303,15 298,15) +
2
(303,152 298,152)

- 1,16388.10 -2 1,40516.10 -5
+ (303,153 298,153) +
3 4
(303,154 298,154) = 406,1177 kJ/kmol
4,72118.10 1
303.15 K

Cp (l)
298,15 K
(air) dT = [18,2964 (303,15 298,15) +
2
(303,152 -

- 1,33878.10 -3
298,152) + (303,153 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(303,154 298,154)
4
= 374,7055 J/mol = 374,7055 kJ/kmol
Cp NaOH (l) 99% pada 19 oC = 137, 856 kJ/kmol K (Perry, 1997)
298,15 K

Cp (NaOH) dT
292 ,15 K
= 137,856 (298,15 292,15)

= 827,136 kJ/kmol
303.15 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (303,15 298,15)

= 1516,416 kJ/kmol

Tabel LB.18 Perhitungan Panas Bahan Masuk Reaktor Transesterifikasi II (R-230)


Komponen 22
N senyawa 303,15 303,15

Cp dT =N Cp dT
22
Qi senyawa
(i) 298,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 0,23 406,12 93,40
NaOH 0,0085 1.516,42 12,88
Air 0,0083 374,71 3,11
Qin alur 24 109,39

Maka Qin total = Q19 + Q22


= 142.480,702 kJ/jam + 109,39 kJ/jam
= 142.590,092 kJ/jam
Perhitungan Panas Bahan Keluar Reaktor Transesterifikasi II (R-230)
Alur 23
336.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 62947,5776 kJ/kmol

336.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 20435,5678 kJ/kmol

336.15 K

Cp (metil ester) dT
298,15 K
= 566,7793 J/mol K (336,15 298,15) K

= 21537,6134 J/mol = 21537,6134 kJ/kmol


336.15 K

Cp (metanol) dT
298,15 K
= 3214,1353 kJ/kmol

336.15 K

Cp (gliserol) dT
298,15 K
= 213,1668 J/mol K (336,15 298,15) K

= 8100,3384 J/mol = 8100,3384 kJ/kmol


336.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 2860,7378 kJ/kmol

336.15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 6012,2987 kJ/kmol

336 ,15 K

Cp (NaOH) dT
292 ,15 K
= 137,856 (298,15 292,15)

= 827,136 kJ/kmol
336.15 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (336,15 298,15)

= 6065,664 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 3153,4030 kJ/kmol
Tabel LB.19 Perhitungan Panas Bahan Keluar Reaktor Transesterifikasi II (R-230)
Komponen 23
N senyawa 336 ,15 336 ,15

Cp =N Cp dT
23
dT Qi senyawa
(i)
kmol/jam 298 ,15 298,15

kJ/kmol kJ/jam
Trigliserida 0,00081 62.947,58 51,22
FFA 0,03 20.435,57 574,24
Metil Ester 6,59 21.537,61 141.932,85
Metanol 0,17 3.214,14 546,40
Gliserol 0,0519 8.100,34 420,41
Asam sulfat 0,000001 6.012,29 0,0061
NaOH 0,013 6.065,66 77,34
Air 0,013 2.860,74 37,19
Kotoran 0,00000832 3.153,40 0,026
Qout alur 23 143.639,68

dQ/dT = Qout - Qin total + r1. Hr


= 143.639,68 kJ/jam - 142.590,092 kJ/jam + 38.042,16 kJ/jam
= 39.091,75 kJ/jam

Maka, steam yang diperlukan adalah :


dQ/dT
ms =
H steam

39.091,75 kJ/jam
=
2.256,9 kJ/kg
= 17,32 kg/jam
5. Cooler (E-301)
Air Pendingin (T= 30 oC)
Trigliserida (l)
Trigliserida (l) FFA (l)
FFA (l) Metil Ester (l)
Metil Ester (l) Gliserol (l)
Gliserol (l) 24 E-301 25 Air (l)
Air (l) Asam sulfat (l)
Asam sulfat (l) NaOH (l)
NaOH (l) Metanol (l)
Metanol (l) T = 30 oC
T = 63 oC P = 1 atm
P = 1 atm Kondensat (T = 60 oC)

Perhitungan Panas Bahan Masuk Cooler (E-301)


Alur 25
336.15 K

Cp (trigliserida) dT
298,15 K
= 62947,5776 kJ/kmol

336.15 K

Cp (FFA) dT
298,15 K
= 20435,5678 kJ/kmol

336.15 K

Cp (metil ester) dT
298,15 K
= 566,7793 J/mol K (336,15 298,15) K

= 21537,6134 J/mol = 21537,6134 kJ/kmol


336.15 K

Cp (metanol) dT
298,15 K
= 3214,1353 kJ/kmol

336.15 K

Cp (gliserol) dT
298,15 K
= 213,1668 J/mol K (336,15 298,15) K

= 8100,3384 J/mol = 8100,3384 kJ/kmol


336.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 2860,7378 kJ/kmol

336.15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 6012,2987 kJ/kmol

336 ,15 K

Cp (NaOH) dT
292 ,15 K
= 137,856 (298,15 292,15)
= 827,136 kJ/kmol
336.15 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (336,15 298,15)

= 6065,664 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 3153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.19 Perhitungan Panas Bahan Masuk Cooler (E-301)


Komponen 24
N senyawa 336 ,15 336 ,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
24
Qi
(i)
kmol/jam 298 ,15 298,15

kJ/kmol kJ/jam
Trigliserida 0,00081 62.947,58 51,22
FFA 0,03 20.435,57 574,24
Metil Ester 6,59 21.537,61 141.932,85
Metanol 0,00125 3.214,14 4,02
Gliserol 0,00054 8.100,34 4,40
Asam sulfat 0,0000000102 6.012,29 0,000061
NaOH 0,00025 6.065,66 1,52
Air 0,00056 2.860,74 1,58
Kotoran 0,0000000832 3.153,40 0,00026
Qout alur 24 142.569,83

Perhitungan Panas Bahan Keluar Cooler (E-301)


Alur 25
303,15 K

Cp
298,15 K
( l ) (trigliserida) dT = 1656,5152 J/mol.K (303,15 298,15) K

= 8282,576 J/mol = 8282,576 kJ/kmol


303.15 K

Cp
298,15 K
( l ) (FFA) dT = 537,7781 J/mol.K (303,15 298,15) K
= 2688,8905 J/mol = 2688,8905 kJ/kmol
303.15 K

Cp
298,15 K
( l ) (metil ester) dT = 566,7793 J/mol K (303,15 298,15) K

= 2833,8965 J/mol = 2833,8965 kJ/kmol


303.15 K
3,35820
Cp (metanol) dT
298,15 K
= [-258,250 (303,15 298,15) +
2
(303,152 298,152)

- 1,16388.10 -2 1,40516.10 -5
+ (303,153 298,153) +
3 4
(303,154 298,154) = 406,1177 kJ/kmol
303.15 K

Cp
298,15 K
( l ) (gliserol) dT = 213,1668 J/mol K (303,15 298,15) K

= 1065,834 J/mol = 1065,834 kJ/kmol

4,72118.10 1
303,15 K

Cp (l )
298,15 K
(air) dT = [18,2964 (303,15 298,15) +
2
(303,152 -

2 - 1,33878.10 -3
298,15 ) + (303,153 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(303,154 298,154)
4
= 1125,7921 kJ/kmol
303,15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 699,1045 + 139,8209 (303,15 298,15)

= 1398,209 kJ/kmol
303,15 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (303,15 298,15)

= 1516,416 kJ/kmol
303.15 K

Cp
298,15 K
(s) (kotoran) dT = 1,381 kJ/kg K (303,15 298,15) K

= 6,905 kJ/kg x 60,09 kg/kmol


= 414,92 kJ/kmol
Tabel LB.24 Neraca Panas Keluar Cooler (E-301)
Komponen 25
N senyawa 303,15 303,15

Cp =N Cp dT
25
dT Qi senyawa
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Trigliserida 0,00081 8.282,576 6,70
FFA 0,03 2.688,8905 80,66
Metil Ester 6,59 2.833,8965 18.675,33
Gliserol 0,00054 1.065,834 0,57
Metanol 0,00125 406,1177 0,51
Air 0,00056 1.125,7921 0,63
Asam sulfat 0,0000000102 1.398,209 0,0000143
NaOH 0,00025 1.516,416 0,38
Kotoran 0,0000000832 414,92 0,000034
Qout alur 25 18.764,78

dQ/dT = Qout - Qin


= 18.764,78 kJ/jam - 142.569,83 kJ/jam
= -123.805,05 kJ/jam

Maka, air pendingin yang diperlukan adalah :


- dQ/dT
ms =
H
- dQ/dT
=
H (60 C) H (30 0 C)
0

- (-123.805,05) kJ/jam
=
251,1 kJ/kg - 125,7 kJ/kg
= 988,07 kg/jam
6. Heater (E-302)
Saturated steam (T=1000C)

Metanol (l) E-302 Metanol (g)


Air (l) 29 30 Air (l)
Asam sulfat (l) T = 66,32016 oC Asam sulfat (l)
Gliserol P = 1 atm Gliserol
NaOH NaOH
Kotoran Kotoran
T = 63 oC, T = 66,32016 oC,
P = 1 atm Kondensat (T = 100 0C) P = 1 atm

Perhitungan Panas Bahan Masuk Heater (E-302)


Alur 29

336.15 K
3,35820
Cp (metanol) dT
298,15 K
= [-258,250 (336,15 298,15) +
2
(336,152 298,152)

- 1,16388.10 -2 1,40516.10 -5
+ (336,153 298,153) +
3 4
(336,154 298,154)
= 3.214,1353 kJ/kmol
336.15 K

Cp (air) dT
298,15 K
= 2.860,7378 kJ/kmol

336.15 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 699,1045 + 139,8209 (336,15 298,15)

= 6.012,2987 kJ/kmol
336.15 K

Cp (gliserol) dT
298,15 K
= 213,1668 J/mol K (336,15 298,15) K

= 8100,3384 J/mol = 8.100,3384 kJ/kmol


336.15 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (336,15 298,15)

= 6.065,664 kJ/kmol
336.15 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 3153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.25 Perhitungan Panas Bahan Masuk Heater (E-302)


Komponen 29
N senyawa 336 ,15 328,15

Cp dT = N senyawa Cp dT
29
Qi
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 28,26 3.214,1353 90.831,46
Air 2,52 2.860,7378 7.209,06
Asam sulfat 0,000204 6.012,2987 1,23
Gliserol 1,81 8.100,3384 14.661,61
NaOH 0,36 6.065,664 2.183,64
Kotoran 0,00083 3.153,4030 2,62
Qin alur 29 114.889,62

Perhitungan Panas Bahan Keluar Heater (E-302)


Alur 30
339 , 47016 K 338,15 K 339 , 47016 K

Cp
298,15 K
( g ) (metanol) dT = Cp
298,15 K
(l) + HVL + Cp
298,15 K
(g)

338,15 K

Cp
298,15 K
(l) (methanol) = 3393,1274 kJ/kmol

339 , 47016 K
- 2,91887 . 10 -2
Cp ( g )
298,15 K
(metanol) dT = [34,4925(339,47016338,15) +
2
(339,470162

2,86844.10 -4
2 3 3 - 3,12501.10 -7
338,15 ) + (339,47016 338,15 ) + (339,470164
3 4
1,09833.10 -10
4
338,15 ) + (339,470165 338,155)
5
= 61,815 kJ/kmol
339 , 47016 K 338,15 K 339 , 47016 K

Cp
298,15 K
( g ) (metanol) dT = Cp
298,15 K
(l) + HVL + Cp
298,15 K
(g)
= 3393,1274 kJ/kmol + 35270,4 kJ/kmol + 61,815 kJ/kmol
= 38725,3424 kJ/kmol

4,72118.10 1
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(g) (air) dT = [18,2964 (339,47016 298,15) +
2
(339,470162

-
- 1,33878.10 -3
298,152) + (339,47016 3 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(339,470164 298,154)
4
= 3111,9744 kJ/kmol
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
( g ) (asam sulfat) dT = 699,1045 + 139,8209 (339,47016 298,15)

= 6476,5265 kJ/kmol

339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(gliserol) dT = 213,1668 J/mol K (339,47016 298,15) K

= 8.808,05 kJ/kmol
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(NaOH) dT = 827,136 + 137,856 (339,47016 298,15)

= 6.523,35 kJ/kmol
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(s) (kotoran) dT = 3.153,4030 kJ/kmol
Tabel LB.26 Perhitungan Panas Bahan Keluar Heater (E-302)
Komponen 30
N senyawa 339 , 47016 339 , 47016

Cp dT =N Cp dT
30
Qi senyawa
(i) 298,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 28,26 38.725,3424 1.094.378,18
Air 2,52 3.111,9744 7.842,17
Asam sulfat 0,000204 6.476,5265 1,32
Gliserol 1,81 8.808,05 15.942,57
NaOH 0,36 6.523,35 2.348,41
Kotoran 0,00083 3.153,4030 2,62
Qout alur 30 1.120.515,27

dQ/dT = Qout - Qin


= 1.120.515,27 kJ/jam - 114.889,62 kJ/jam
= 1.005.625,65 kJ/jam

Maka, steam yang diperlukan adalah :


dQ/dT
ms =
H steam

1.005.625,65 kJ/jam
=
2256,9 kJ/kg
= 445,58 kg/jam
7. Unit Detilasi Tray (D-320)
Penentuan suhu masuk umpan
f. Menghitung temperatur jenuh masing-masing komponen
sat
Asumsi Pmetanol = P sistem = 760 mmHg = 101,325 kPa
sat
Pair = P sistem = 760 mmHg = 101,325 kPa

Bi
Ti = - Ci
Ai - ln P
3985,44
T sat
air = + 38,9974 = 373,4062 K
16,5362 - ln 101,325
3593,39
T sat
metanol = + 35,2249 = 337,7888 K
16,4948 - ln 101,325
g. Menghitung T rata-rata
Zat Xi T
Air (a) 0,084 373,4062
Metanol (b) 0,916 337,7888

T rata-rata = Xi . Ti

= (0,084 x 373,4062) + (0,916 x 337,7888)


= 340,7807 K
h. Menghitung harga AB pada T rata-rata
Zat T Pi
Air (a) 340,7807 27,9356
Metanol (b) 3540,7807 113,8205

Pa
AB = = 0,2454
Pb
i. Menghitung Pbsat

P 101,325
Pbsat = = = 108,182 kPa
Xa. AB + Xb 0,084. 0,2454 + 0,916
j. Menghitung T dari Pasat dari persamaan Antoine

sat 3593,39
T metanol = + 35,2249 = K
16,4948 - ln 108,182
Ulangi langkah c, d, dan e hingga T konvergen.
Dari hasil iterasi diperoleh Tsatumpan adalah 339,4702 K ( 66,32016 oC ). Jadi, umpan
masuk pada titik didihnya (buble point) yaitu 66,32016 oC sehingga umpan berupa
cairan jenuh.

Penentuan suhu kondensor


a. Menghitung temperatur jenuh masing-masing komponen
sat
Asumsi Pmetanol = P sistem = 760 mmHg = 101,325 kPa
sat
Pair = P sistem = 760 mmHg = 101,325 kPa

Bi
Ti = - Ci
Ai - ln P
3985,44
T sat
air = + 38,9974 = 373,4062 K
16,5362 - ln 101,325
3593,39
T sat
metanol = + 35,2249 = 337,7888 K
16,4948 - ln 101,325

b. Menghitung T rata-rata
Zat Xi T
Air (a) 0,0351 373,4062
Metanol (b) 0,9649 337,7888

T rata-rata = Xi . Ti

= (0,0351 x 373,4062) + (0,9649 x 337,7888)


= 339,0389 K
c. Menghitung harga AB pada T rata-rata
Zat T Pi
Air (a) 339,0389 25,9119
Metanol (b) 339,0389 106,3996

Pa
AB = = 0,2435
Pb

sat
d. Menghitung Pb
P 101,325
Pbsat = = = 104,0888 kPa
Xa. AB + Xb 0,0351. 0,2435 + 0,9649

e. Menghitung T dari Pasat dari persamaan Antoine

sat 3593,39
T metanol = + 35,2249 = 338,4759 K
16,4948 - ln 104,0888

Ulangi langkah c, d, dan e hingga T konvergen.


Dari hasil iterasi didapatkan Tsatdestilat adalah 337,4769 K ( 64,3259 0C )

Penentuan suhu masuk reboiler


a. Menghitung temperatur jenuh masing-masing komponen
sat
Asumsi Pmetanol = P sistem = 760 mmHg = 101,325 kPa
sat
Pair = P sistem = 760 mmHg = 101,325 kPa

Bi
Ti = - Ci
Ai - ln P
3985,44
T sat
air = + 38,9974 = 373,4062 K
16,5362 - ln 101,325
3593,39
T sat
metanol = + 35,2249 = 337,7888 K
16,4948 - ln 101,325
b. Menghitung T rata-rata
Zat Xi T
Air (a) 0,9950 373,4062
Metanol (b) 0,0050 337,7888

T rata-rata = Xi . Ti

= (0,9950 x 373,4062) + (0,005 x 337,7888)


= 373,2281 K

c. Menghitung harga AB pada T rata-rata


Zat T Pi
Air (a) 373,2281 100,6853
Metanol (b) 373,2281 351,9890

Pa
AB = = 0,2860
Pb

sat
d. Menghitung Pb
P 101,325
Pbsat = = = 349,9154 kPa
Xa. AB + Xb 0,9950. 0,2860 + 0,005

e. Menghitung T dari Pasat dari persamaan Antoine

sat 3593,39
T metanol = + 35,2249 = 373,0413 K
16,4948 - ln 349,9154

Ulangi langkah c, d, dan e hingga T konvergen.


Dari hasil iterasi didapatkan Tsatbottom adalah 373,0632 K ( 99,91320C )
8. Kondensor (E-303)
Air pendingin (T = 30 oC)

1. (g)
Metanol Metanol (g)

Air (l) 31 E-303 32 Air (l)

T = 66,32016 oC T = 64,3259 oC

P = 1 atm P = 1 atm

Air Pendingin bekas ( 60 oC)

Perhitungan Panas Bahan Masuk Kondensor (E-303)


Alur 31
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
( g ) (metanol) dT = 38725,3424 kJ/kmol

339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(g) (air) dT = 3111,9744 kJ/kmol

Tabel LB.27 Perhitungan Panas Bahan Masuk Kondensor (E-303)


Komponen 35
N senyawa 339 , 47016 339 , 47016

Cp =N Cp dT
35
dT Qi senyawa
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 46,75 38.725,3424 1.810.409,76
Air 1,70 3.111,9744 5.290,36
Qin alur 31 1.815.700,12
Perhitungan Panas Bahan Keluar Kondensor (E-303)
Alur 32
337 , 4769 K
3,35820
Cp (metanol) dT
298,15 K
= [-258,250 (337,4769 298,15) +
2
(337,47692

- 1,16388.10 -2
298,152) + (337,47693 298,153) +
3
1,40516.10 -5
(337,47694 298,154)
4
= 3332,7525 kJ/kmol

4,72118.10 1
337 , 4769 K

Cp (l)
298,15 K
(air) dT = [18,2964 (337,4769 298,15) +
2
(337,47692 -

- 1,33878.10 -3
298,152) + (337,47693 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(337,47694 298,154)
4
= 2961,1211 kJ/kmol

Tabel LB.28 Perhitungan Panas Bahan Keluar Kondensor (E-303)


Komponen 36
N senyawa 337 , 4769 337 , 4769

Cp dT = N senyawa Cp dT
36
Qi
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 46,75 3.332,7525 155.806,18
Air 1,70 2.961,1211 5.033,91
Qout alur 32 160.840,09

dQ/dT = Qout - Qin


= 160.840,09 kJ/jam - 1.815.700,12 kJ/jam
= -1.654.860,03 kJ/jam
Maka, air pendingin yang diperlukan adalah :
- dQ/dT
ms =
H
- dQ/dT
=
H (60 C) H (30 0 C)
0

- (-1.654.860,03) kJ/jam
=
251,1 kJ/kg - 125,7 kJ/kg
= 13.196,65 kg/jam

9. Reboiler (E-304)
Saturated Steam (T = 100 0C)

Metanol (g) Metanol (g)


Air (l) 36 Air (l)
Asam sulfat (l) E-304 T = 99,9132 0C
Gliserol 35 P = 1 atm
37
NaOH
Kotoran Metanol (g)
Air (l)
T = 66,32016 oC
Asam sulfat (l)
P = 1 atm Gliserol
Kondensat ( T = 100 0C) NaOH
Kotoran
T = 99,9132 0C
P = 1 atm
Perhitungan Panas Bahan Masuk Reboiler (E-304)
Alur 35
339 , 47016 K 338,15 K 339 , 47016 K

Cp
298,15 K
( g ) (metanol) dT = Cp
298,15 K
(l) + HVL + Cp
298,15 K
(g)

338,15 K

Cp
298,15 K
(l) (methanol) = 3393,1274 kJ/kmol
339 , 47016 K
- 2,91887 . 10 -2
Cp ( g )
298,15 K
(metanol) dT = [34,4925(339,47016338,15) +
2
(339,470162

2,86844.10 -4 - 3,12501.10 -7
338,152) + (339,470163 338,153) + (339,470164
3 4
1,09833.10 -10
338,154) + (339,470165 338,155)
5
= 61,815 kJ/kmol
339 , 47016 K 338,15 K 339 , 47016 K

Cp
298,15 K
( g ) (metanol) dT = Cp
298,15 K
(l) + HVL + Cp
298,15 K
(g)

= 3393,1274 kJ/kmol + 35270,4 kJ/kmol + 61,815 kJ/kmol


= 38725,3424 kJ/kmol

4,72118.10 1
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(g) (air) dT = [18,2964 (339,47016 298,15) +
2
(339,470162

-
- 1,33878.10 -3
298,152) + (339,47016 3 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(339,470164 298,154)
4
= 3111,9744 kJ/kmol
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
( g ) (asam sulfat) dT = 699,1045 + 139,8209 (339,47016 298,15)

= 6476,5265 kJ/kmol

339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(gliserol) dT = 213,1668 J/mol K (339,47016 298,15) K

= 8.808,05 kJ/kmol
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(NaOH) dT = 827,136 + 137,856 (339,47016 298,15)

= 6.523,35 kJ/kmol
339 , 47016 K

Cp
298,15 K
(s) (kotoran) dT = 3.153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.29 Perhitungan Panas Bahan Masuk Reboiler (E-304)


Komponen 39
N senyawa 339 , 47016 339 , 47016

Cp dT = N senyawa Cp dT
23
Qi
(i) 298,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 18,56 38.725,3424 718.742,35
Air 2,24 3.111,9744 6.970,82
Asam sulfat 0,00673 6.476,5265 43,59
Gliserol 1,81 8.808,05 15.942,57
NaOH 0,36 6.523,35 2.348,41
Kotoran 0,0000815 3.153,4030 0,26
Qin alur 35 744.048,05

Perhitungan Panas Bahan Keluar Reboiler (E-304)


Alur 36
373, 0632 K 338,15 K 373, 0632 K

Cp
298,15 K
( g ) (metanol) dT = Cp
298,15 K
(l) + HVL + Cp
338,15 K
(g )

338,15 K

Cp
298,15 K
(l) (methanol) = 3393,1274 kJ/kmol

373, 0632 K
- 2,91887 . 10 -2
Cp (g )
338,15 K
(metanol) dT = [34,4925(373,0632338,15) +
2
(373,06322

2,86844.10 -4
2 3 3 - 3,12501.10 -7
338,15 )+ (373,0632 338,15 )+
3 4

4 1,09833.10 -10 4
(373,0632 338,15 ) + (373,06325 338,155)
5
= 1679,0919 kJ/kmol
373, 0632 K 338,15 K 373, 0632 K

Cp (metanol) dT
298,15 K
= Cp
298,15 K
(l) + HVL Cp
338,15 K
(g )
= 3393,1274 kJ/kmol + 35270,4 kJ/kmol + 1679,0919 kJ/kmol
= 40342,6193 kJ/kmol

4,72118.10 1
373, 0632 K

Cp
298,15 K
(l) (air) dT = [18,2964 (373,0632 298,15) +
2
(373,06322 -

- 1,33878.10 -3
298,152) + (373,06323 298,153) +
3
1,31424.10 -6
(373,06324 298,154) = 5665,2418 kJ/kmol
4
Tabel LB.30 Perhitungan Panas Bahan Keluar Reboiler (E-304)
Komponen 40
N senyawa 373, 0632 373, 0632

Cp dT = N senyawa Cp dT
40
Qi
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 18,55 40.342,6193 748.355,59
Air 0,675 5.665,2418 3.824,04
Qout alur 36 752.179,63

Alur 37
373, 0632 K

Cp (metanol) dT
298,15 K
= 40342,6193 kJ/kmol

373, 0632 K

Cp
298,15 K
(l) (air) dT = 5.665,2418 kJ/kmol

373, 0632 K

Cp (asam sulfat) dT
298,15 K
= 699,1045 + 139,8209 (373,0632 298,15)

= 11.173,5355 kJ/kmol
373, 0632 K

Cp (gliserol) dT
298,15 K
= 213,1668 J/mol K (373,0632 298,15) K

= 15.969,16 kJ/kmol
373, 0632 K

Cp (NaOH) dT
298,15 K
= 827,136 + 137,856 (373,0632 298,15)

= 11.154,37 kJ/kmol
373, 0632 K

Cp
298,15 K
( s ) (kotoran) dT = 3.153,4030 kJ/kmol

Tabel LB.31 Perhitungan Panas Bahan Keluar Reboiler (E-304)


Komponen 41
N senyawa 373, 0632 373, 0632

Cp dT = N senyawa Cp dT
41
Qi
(i) 298 ,15 298,15

kmol/jam kJ/kmol kJ/jam


Metanol 0,00781 40.342,6193 315,08
Asam sulfat 2,24 11.173,5355 25.028,72
Air 1,56 5.665,2418 8.837,78
Gliserol 1,81 15.969,16 28.904,18
NaOH 0,36 11.154,37 4.015,57
Kotoran 0,0000815 3.153,4030 0,26
Qout alur 37 67.101,59

Qout total = Qout alur 36 + Qout alur 37


= 752.179,63 kJ/jam + 67.101,59 kJ/jam
= 819.281,22 kJ/jam

dQ/dT = Qout total - Qin total


= 819.281,22 kJ/jam - 744.048,05 kJ/jam
= 75.233,17 kJ/jam

Maka, steam yang diperlukan adalah :


dQ/dT
ms =
H steam

75.233,17 kJ/jam
=
2.256,9 kJ/kg
= 33,33 kg/jam
LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI ALAT

C.1 Belt Conveyor (C-101)


Fungsi : Mengangkut tandan kosong sawit ke screw press (S-101)
Jenis : horizontal screw conveyor
Bahan konstruksi : carbon steel
Kondisi operasi : Temperatur = 30C
Tekanan = 1 atm
Laju alir (F) : 22.080 kg/jam = 48.576 lb/jam
Densitas () : 820 kg/m3 = 51,19 lb/ft3
Laju alir volumetrik :
F
Q=

F = laju alir (kg/jam)
= Densitas (kg/m3)
48.576 lb/jam
Q= = 948,93 ft3/jam
51,19lb / ft 3
Daya conveyor (P) :
P = [s. + f.Q.].l / 106
s = bearing factor
= kecepatan putaran per menit (rpm)
f = horse power factor
Q = laju alir volum (ft3/jam)
= densitas (lb/ft2)
Dari Tabel 5.4-a (Walas, 1988) kapasitas ini dapat diangkut dengan conveyor 12 in
yang beroperasi pada:
= (948,93 / 665) x 50 = 71,35 rpm
Dari Tabel 5.4-a dan 5.4-b (Walas, 1988) dan horse power factor, f = 0,06
Sehingga
P = [171 x (71,35) + 0,06 x 948,93 x 51,19] x 50/106
= 0,75 hp
Daya conveyor yang digunakan adalah 0,75 hp

C.2 Screw Press (SP-101)


Fungsi : mengeluarkan minyak yang dikandung tandan kosong sawit.
Jenis : Twin Screw
Bahan : Stainless steel
Jumlah : 1 unit
Faktor kelonggaran, fk = 30 %
Kondisi operasi:
- Suhu (T) : 30 oC
- Tekanan (P) : 1 atm (14,699 psia)
Laju bahan yang lewat (F): 22.080 kg/jam
Kapasitas = (1+fk)F
= (1+0,3) x 22.080 kg/jam
= 28.704 kg/jam = 28,704 ton/jam
Berdasarkan data dari [Link] untuk kapasitas 1-20 ton/jam dipilih
spesifikasi sebagai berikut :
- Model : KP-16
- Tipe : Vincent Screw Press
- Kecepatan Screw : 17 rpm
- Daya maksimum : 20 hp
- Panjang (length) : 13 ft = 3,96 m
- Ketebalan (width) : 3 ft = 0,91 m
- Tinggi (height) : 4 ft =1,22 m
- Berat (weight) : 5000 lbs
Maka, diperlukan 2 alat untuk mengolah laju umpan yang masuk.
C.3 Deoiling Pond (DP-101)
Fungsi : Menampung bahan baku limbah cair CPO yang keluar dari
tangki limbah cair CPO (T-101)
Bentuk : Seperti kolom limbah biasa berbentuk balok.
Bahan : Tanah biasa
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
- Suhu (T) = 30 oC
- Tekanan (P) = 1 atm
Laju alir massa (F) = 2.352 kg/jam
Data densitas komponen Limbah CPO :
- Trigliserida dan digliserida : 0,82 kg/l
- Air : 0,996 kg/l
Data komposisi komponen:
- Trigliserida dan digliserida : 0,9861
- Air : 0,0139
Densitas campuran (campuran) :
campuran = 0,82(0,9861) + 0,996(0,0139)
= 0,8224 kg / l = 822,4 kg / m 3
Waktu tinggal () = 4 hari (Warta PPKS, 2008)
Perhitungan Tangki :
a. Volume larutan, VL:
m 2.352 kg/jam 10 hari 24 jam/hari
VL = =
0,8224 kg/ l
= 686,38 m3
Faktor kelonggaran (fk) = 20 %
Maka, Volume tangki, VT = (1 + 20%) x 686,381 m3
= 823,66 m3
Lebar tangki = 4 m
Tinggi tangki = 8 m (Warta PPKS, 2008)
Maka, Panjang tangki = 823,66/ 32 = 25,7 m
C.4 Filter Press (S-101)
Fungsi : Tempat menyaring partikel-partikel yang masih terbawa
dalam air yang keluar dari deoiling pond
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-36
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Laju alir umpan = 1.728 kg/jam

A. Filtrat
Komponen Laju alir Densitas Volume
3
(kg/jam) (kg/m ) (m3/jam)
CPO 1.728 897,24 1,93
Air 57,69 995,41 0,058
Kotoran 4,7 1300 0,00361
Total 1.790,39 1,99

Laju alir filtrat = 1.790,39 kg/jam


Volume filtrat = 1,99 m3/jam
Laju alir 1.790,39
Densitas filtrat = = = 900kg / m 3
Volume 1,99
B. Kotoran
Komponen Laju alir Densitas Volume
(kg/jam) (kg/m3) (m3/jam)
Air 57,69 995,408 0,058
Kotoran 4,7 1300 0,00361
Total 62,39 0,0616

Laju alir kotoran = 62,39 kg/jam


Volume kotoran = 0,0616 m3/jam
Laju alir 62,39
Densitas kotoran = = = 1.012,82kg / m 3
Volume 0,0616
Luas penyaringan efektif dihitung dengan menggunakan persamaan :
W
L x A (1-) x k = (Vf + x L x A) x f x
(1 W )
(Foust, 1979)
Dimana,
L = tebal kotoran pada frame (m)
A = luas penyaringan efektif (m2)
= porositas partikel (1 - (kotoran /filtrat)) = (1-(1.012,82/900)) = -0,1253
k = densitas kotoran (kg/m3)
f = densitas filtrat (kg/m3)
W = Fraksi massa filtrate dalam umpan
Vf = volume filtrate hasil penyaringan (m3)
lajualirkotoran 62,39
W= = = 0,035
lajualirumpan 1.790,39
Tebal kotoran pada frame diasumsikan sebesar 6 cm = 0,06 m
Bila direncanakan setiap plate mempunyai luas 1 m2,maka luas efektif penyaringan
0,035
(0,06xAx(1+0,1253)x1.012,82)=(1,07567+(-0,1253x0,06xA))x900x
(1 0,035)
68,39 A = 35,11 0,2454 A
68,63 A = 35,11
A = 0,55 m2
Jumlah plate (n) = A / 1 m2/buah
= 0,55 m2 / 1 m2/buah
= 0,55 buah
Maka diambil jumlah plate = 1 buah
Jumlah frame = jumlah plate = 1 buah
C.5 Tangki Pengumpul CPO (T-201)
Fungsi : Mengumpulkan bahan baku limbah total CPO untuk kebutuhan
10 hari
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.
Bahan : Carbon steel, SA 285 Gr.C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
- Suhu (T) = 30 oC
- Tekanan (P) = 1 atm
Laju alir massa (F) = 1.892,66 kg/jam
Data densitas komponen Limbah CPO :
- Trigliserida dan digliserida : 0,82 kg/l
- Air : 0,996 kg/l
Data komposisi komponen:
- Trigliserida dan digliserida : 0,997
- Air : 0,0306
Densitas campuran (campuran) :
campuran = 0,82(0,9861) + 0,996(0,0306)
= 0,839 kg / l = 839,1 kg / m 3
Waktu tinggal (t) = 10 hari = 720 jam
Perhitungan tangki:
a. Volume larutan, VL:
m 1.892,66 kg/jam 10 hari 24 jam/hari
VL = =
0,839 kg/ l
= 541.404,53 ltr = 541,4 m3
Faktor kelonggaran (fk) = 20 %
Maka, Volume tangki, VT = (1 + 20%) x 541,4 m3 = 649,68 m3
b. Diameter dan Tinggi Shell
Volume sheel tangki (Vs)
Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 3
Vs = 34 Di 3

(Perry&Green,1999)
Volume tutup tangki (Ve)
2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3
6 6 4 24
(Perry&Green,1999)
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 19
24 Di 3
649,48 m 3 = 19
24 Di 3

Di = 6,39 m = 251,72 in
Hs = 19,17 m = 754,72 in
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 6,39 m
Asumsi Hh : Di =1:4

Tinggi tutup =
1
(6,39) = 1,59 m
4
Tinggi total tangki = Hs + Hh = 6,39 m + 1,59 m = 7,99 m
d. Tebal shell tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Low alloy steel SA-353 diperoleh
data :
- Allowable stress (S) = 22500 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098 in/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun

Volume cairan = 541,4 m3


541,4 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 6,39 m = 5,33 m
649,68 m 3
Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 822,4 kg/m3 9,8 m/det2 5,33 m = 42,92 kPa
Tekanan operasi (Po) = 101,325 kPa
P = 101,325 kPa + 42,92 kPa = 144,27 kPa
Pdesign = (1,2) (144,27) = 173,13 kPa = 25,11 psia
= 10,41 psig
Tebal shell tangki:
PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(10,41 psig) (251,72/2 in)
=
(13750 psia)(0,8) 0,6(10,41 psig)
= 0,12 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,12 + (10 x 0,0098)
= 0,22 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in (Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 1/2 in

C.6 Tangki Metanol (T-203)


Fungsi : untuk menyimpan larutan CH3OH sebelum diumpankan ke tangki
pencampur.
Bentuk : tangki silinder vertikal dengan tutup berbentuk ellipsoidal
Data desain :
- Laju alir massa = 1.141,2 kg/jam
- Densitas = 791,8 kg/m3 = 0,7918 kg/ltr
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30 oC
- Bahan konstruksi = Carbon steel, SA 285, Gr.C
- Lama penyimpanan = 5 hari

Perhitungan tangki:
a. Volume larutan, VL
lama penyimpanan 24 jam / hari laju alir
Vt =
densitas
5 hari 24 jam / hari 1.141,2 kg / jam
=
791,8 kg / m 3
= 172,95 m 3
faktor kelonggaran = 20%
Maka, Volume tangki, VT = (1 + 20%) x 172,95
= 207,54 m3

Diameter dan tinggi shell


Volume sheel tangki (Vs)

Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 3
(Perry&Green,1999)
Vs = 34 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 19
24 Di 3
207,54 m 3 = 19
24 Di 3

Di = 4,37 m = 172,09 in
Hs = 13,11 m
Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 4,37 m
Asumsi Hh : Di = 1 : 4

Tinggi tutup =
1
(4,37 ) = 1,09 m
4
Tinggi total tangki = Hs + Hh = 13,11 m + 1,09 m = 14,20 m

d. Tebal shell tangki


Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Low alloy steel SA-353 diperoleh
data :
- Allowable stress (S) = 22500 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098 in/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun
Volume cairan = 269,6914 m3
172,95 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 4,37 m = 3,64 m
207,54 m 3
Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 791,8 kg/m3 9,8 m/det2 3,64 m = 28,26 kPa
Tekanan operasi (Po) = 101,325 kPa
P = 28,26 + 101,325 kPa = 129,58 kPa
Pdesign = (1,2) (129,58) = 155,5 kPa = 22,55 psia
= 7,85 psig
Tebal shell tangki:
PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(7,85 psig) (172,09/2 in)
=
(13750 psia)(0,8) 0,6(7,85 psig)
= 0,061 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,061 + (10 x 0,0098)
= 0,16 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in (Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 1/2 in
C.7 Tangki Asam Sulfat (T-202)
Fungsi : untuk menyimpan larutan H2SO4 sebelum diumpankan ke reaktor
esterifikasi (R-210).
Bentuk : tangki silinder vertikal dengan tutup berbentuk ellipsoidal
Data desain :
- Laju alir massa = 0,68 kg/jam
- Densitas = 1.831,4 kg/m3 = 1,8314 kg/ltr
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30 oC
- Bahan konstruksi = Carbon steel, SA 285, Gr.C
- Lama penyimpanan = 10 hari

Perhitungan :
a. Volume larutan, VL:
lama penyimpanan 24 jam / hari laju alir
VL =
densitas
10 hari 24 jam / hari 0,68 kg / jam
=
1.831,4 kg / m 3
= 0,0096 m 3
faktor kelonggaran = 20%
Maka, Volume tangki, VT = (1 + 20%) x 0,0096 m3
= 0,0115 m3

b. Diameter dan tinggi shell


Volume sheel tangki (Vs)

Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 3
(Perry&Green,1999)
Vs = 34 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 19
24 Di 3
0,0115 m 3 = 19
24 Di 3

Di = 0,167 m = 6,57479 in
Hs = 0,501 m = 19,72437 in

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 0,167 m
Asumsi Hh : Di = 1 : 4

Tinggi tutup =
1
(0,167 ) = 0,042 m
4
Tinggi total tangki = Hs + Hh = 0,501 m + 0,042 m = 0,543 m

d. Tebal shell tangki


Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA 285 Grade C
diperoleh data :
- Allowable stress (S) = 13750 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun
Volume cairan = 0,0096 m3
0,0096 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 0,543 m = 0,453 m
0,0115 m 3

Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 1.831,4 kg/m3 9,8 m/det2 0,453 m = 8,13 kPa
Po = 101,325 kPa
P = 8,13 kPa + 101,325 kPa = 109,455 kPa
Pdesign = 1,2 109,455 = 131,346 kPa = 19,0554 psia
= 4,3554 psig.
Tebal shell tangki:
PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(4,3554 psig) (6,57479/2 in)
=
(13750psia)(0,8) 0,6(4,3554 psig)
= 0,001 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,001 + (10 x 0,0098)
= 0,099 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/16 in (Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 3/16 in
C.8 Pemasok Katalis I (F-210)
Fungsi : Tempat menuang NaOH ke dalam tangki pencampur I
(M-210)
Bentuk : Kerucut
Bahan konstruksi : Beton

Kondisi penyimpanan : T = 25 oC
P = 1 atm
Densitas NaOH () = 2.130 kg/m3
Kebutuhan NaOH = 15,54 kg/jam

Kebutuhan NaOH untuk 1 hari (m) = 15,54 kg/jam x 24 jam

= 372,96 kg
m 372,96 kg
Volume NaOH = = = 0,175 m 3
2.130 kg / m 3

Untuk faktor keamanan 30 %, maka


Volume (V) = 1,3 0,175 = 0,222 m3
Diasumsi diameter = 1 m2 sehingga, jari jari adalah 0,5 m2

Volume (V) = 1 r 3 t
3

V 0,222
Tinggi (t) = 3 =3 = 0,381 m
4 4
Maka volume kerucut = ..(0,5)3.(0,381) = 0,05 m3
C.9 Pemasok Katalis II (F-220)
Fungsi : Tempat menuang NaOH ke dalam tangki pencampur
II (M-220)
Bentuk : Kerucut
Bahan konstruksi : Beton
Kondisi penyimpanan : T = 30 oC
P = 1 atm
Densitas NaOH () = 2.130 kg/m3
Kebutuhan NaOH = 0,34 kg/jam

Kebutuhan NaOH untuk 1 hari (m) = 0,34 kg/jam x 24 jam

= 8,16 kg
m 8,16 kg
Volume NaOH = = = 0,0038 m 3
2.130 kg / m 3

Untuk faktor keamanan 30 %, maka


Volume (V) = 1,3 0,0038 = 0,004 m3
Diasumsi diameter = 1 m2 sehingga, jari jari adalah 0,5 m2

Volume (V) = 1 r 3 t
3

V 0,004
Tinggi (t) = 3 =3 = 0,1 m
4 4
Maka volume kerucut = ..(0,5)3.(0,1) = 0,013 m3
C.10 Tangki Pencampur I (M-210)
Fungsi : untuk mencampurkan CH3OH dan NaOH sebelum diumpankan
ke reaktor transesterifikasi I (R-220)
Bentuk : tangki silinder vertikal berpengaduk marine propeller tiga daun
dengan tutup berbentuk ellipsoidal
Data desain :
Bahan konstruksi = Carbon steel, SA 283, Gr.C
Tekanan = 1 atm
Temperatur = 30 oC
Laju total massa masuk (FT) = 357,72 kg/jam
Laju alir massa metanol (Fmetanol) = 335,6 kg/jam
Densitas metanol (metanol) = 791,8 kg/m3
Volume metanol (Vmetanol) = 357,72 /791,8 = 0,452 m3
Laju alir massa NaOH (FNaOH) = 15,54 kg/jam
Densitas NaOH (NaOH) = 2.130 kg/m3
Volume NaOH(VNaOH) = 15,54/2.130 = 0,0073 m3
Laju alir massa air (FH2O) = 0,15 kg/jam
Densitas air (H2O) = 995,408 kg/m3
Volume air (VH2O) = 0,15 /995,408 = 0,00015 m3
Densitas campuran
mC 357,72 kg
C = = = 778,58 kg/m 3 = 4,86 lbm/ft3
VC (0,452 + 0,0073 + 0,00015) m 3

Perhitungan :
a. Volume larutan (VL)
Waktu kebutuhan = 1 jam
FT 357,72kg/jam
VL = = = 0,459 m 3 / jam x 1 jam = 0,459 m 3
c 778,58 kg/m 3

faktor kelonggaran = 20%


Vt = 1,2 0,459m3 = 0,55 m3

b. Diameter dan Tinggi Shell


Volume sheel tangki (Vs)

Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 3
(Perry&Green,1999)
Vs = 34 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 19
24 Di 3
0,55 m 3 = 19
24 Di 3

Di = 0,6 m = 23,80 in
Hs = 1,8 m = 70,87 in

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 0,6 m
1
Tinggi tutup (Hd) = D = 0,15 m
4
Tinggi tangki = Hs + Hh = (1,8 + 0,15) m = 1,921 m

d. Tebal shell tangki


Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA 285 Grade C
diperoleh data :
- Allowable stress (S) = 13750 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun
Volume cairan = 0,427 m3
0,459 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 0,6 m = 0,5 m
0,55 m 3
Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 778,58 kg/m3 9,8 m/det2 0,5 m = 3,8 kPa
Po = 101,325 kPa
P = 3,8 kPa + 101,325 kPa = 105,125 kPa
Pdesign = 1,2 105,125 = 135,8076 kPa = 15,2 psia
= 0,54 psig.

Tebal shell tangki:


PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(0,54 psig) (0,6/2 in)
=
(13750psia)(0,8) 0,6(0,54 psig)
= 0,00005 in

Faktor korosi = 0,0098 in/tahun


Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,00005 + (10 x 0,0098)
= 0,98 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/16 in (Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 3/16 in
Pengaduk

Jenis : Marine propeller tiga daun

Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps (US Patent)

Efisiensi motor = 80 %

Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :

Da : Dt = 1 : 3 (McCabe, 1994, Hal.235)

W : Da = 1: 5 (McCabe, 1994, Hal.235)

E : Da = 1: 1 (McCabe, 1994, Hal.235)

Jadi:

Diameter impeller (Da) = 1/3 Dt = 1/3 0,6 = 0,2 m = 0,646 ft


Lebar daun impeller (W) = 1/5 Da = 1/5 0,2 = 0,039 m
Tinggi pengaduk dari dasar (E) = Da = 0,2 m
(Wallas, 2005)

Komponen F Viskositas % massa


(kg/jam) (kg/m.s)
Metanol 335,6 0,525 x10-3 0,938
NaOH 15,4 28.10-3 0,0434
Air 6,85 0,8500 .10-3 0,0191
Total 357,72 1

Viskositas campuran ( campuran)


ln camp. = 0,9375 ln (0,525 x10-3) + 0,0434 ln 28.10-3 + 0,0191 ln 0,8500 .10-3

camp = 6,299 x 10-4 kg/m.s


Bilangan Reynold,
.N .( Da) 2 778,98(1,1333) (0,2) 2
NRe = = = 56.060,84
6,299.10 4
Berdasarkan fig 3.4-5 Geankoplis, untuk turbin impeller daun enam (kurva 1), maka
pada N= 56.060,84 diperoleh Np = 4,9

P = Np.N 3 .D a
5
(Geankoplis, 2003)

P = 4,9 (1,1333 put/det) 3 ( 0,197 m) 5 (778,98 kg/m 3 )


= 2,89 J/s
= 0,0038 Hp

Efisiensi motor penggerak = 80% ( Mc Cabe [Link]., 1999)


0,0031
Daya motor penggerak = = 0,0048 Hp
0,8
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 1/20 hp.

C.11 Tangki Pencampur II (M-220)


Fungsi : untuk mencampurkan CH3OH dan NaOH sebelum diumpankan
ke reaktor transesterifikasi II (R-230)
Bentuk : tangki silinder vertikal berpengaduk marine propeller tiga daun
dengan tutup berbentuk ellipsoidal
Data desain :
Bahan konstruksi = Carbon steel, SA 283, Gr.C
Tekanan = 1 atm
Temperatur = 30 oC
Laju total massa masuk (FT) = 7,9 kg/jam
Laju alir massa metanol (Fmetanol) = 7,1 kg/jam
Densitas metanol (metanol) = 791,8 kg/m3
Volume metanol (Vmetanol) = 7,1/791,8 = 0,0089 m3
Laju alir massa NaOH (FNaOH) = 0,34 kg/jam
Densitas NaOH (NaOH) = 2.130 kg/m3
Volume NaOH(VNaOH) = 0,34/2.130 = 0,0001 m3
Laju alir massa air (FH2O) = 0,15 kg/jam
Densitas air (H2O) = 996 kg/m3
Volume air (VH2O) = 0,15 /996 = 0,0001 m3
Densitas campuran
mC 7,9 kg
C = = = 929,41 kg/m 3 = 5,8 lbm/ft3
VC (0,0083 + 0,0001 + 0,0001) m 3
Perhitungan :
a. Volume larutan (VL) :
Waktu kebutuhan = 1 jam
FT 7,9kg/jam
VL = = = 0,009 m 3 / jam x 1 jam = 0,009 m 3
c 929,41 kg/m 3

Volume tangki (Vt)


Vt = 1,2 0,009 m3 = 0,011 m3

b. Diameter dan Tinggi Shell


Volume sheel tangki (Vs)

Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 3
(Perry&Green,1999)
Vs = Di
3
4
3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 19
24 Di 3
0,011 m 3 = 19
24 Di 3

Di = 0,164 m = 6,45668 in
Hs = 0,492 m = 19,37004 in

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 0,164 m
1
Tinggi tutup (Hd) = D = 0,020 m
4
Tinggi tangki = Hs + Hh = (0,492 + 0,020) m = 0,512 m
d. Tebal shell tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA 285 Grade C
diperoleh data :
- Allowable stress (S) = 13750 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun
Volume cairan = 0,009 m3
0,009 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 0,49 m = 0,403 m
0,011 m 3
Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 820,788 kg/m3 9,8 m/det2 0,403 m = 3,242 kPa
Po = 101,325 kPa
P = 3,242 kPa + 101,325 kPa = 104,567 kPa
Pdesign = 1,2 104,567 = 125,4804 kPa = 18,2044 psia
= 3,5044 psig.
Tebal shell tangki:
PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(3,5 psig) (6,46/2 in)
=
(13750psia)(0,8) 0,6(3,5 psig)
= 0,001 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,001 + (10 x 0,0098) = 0,009 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/16 in (Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 3/16 in

Pengaduk

Jenis : Marine propeller tiga daun

Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps (US Patent)

Efisiensi motor = 80 %

Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :

Da : Dt = 1 : 3 (McCabe, 1994, Hal.235)

W : Da = 1: 5 (McCabe, 1994, Hal.235)

E : Da = 1: 1 (McCabe, 1994, Hal.235)

Jadi:

Diameter impeller (Da) = 1/3 Dt = 1/3 0,164 = 0,055 m = 1,804 ft


Lebar daun impeller (W) = 1/5 Da = 1/5 0,055 = 0,011 m
Tinggi pengaduk dari dasar (E) = Da = 0,055 m (Wallas, 2005)
Komponen F Viskositas % massa
(kg/jam) (kg/m.s)
Metanol 7,41 0,525 x10-3 0,94
NaOH 0,34 28.10-3 0,0434
Air 0,15 0,8500 .10-3 0,0191
Total 7,9 1
Viskositas campuran ( campuran)
ln camp. = 0,9375 ln (0,525 x10-3) + 0,0434 ln 28.10-3 + 0,0191 ln 0,8500 .10-3
camp = 6,299 x 10-4 kg/m.s
Bilangan Reynold,
.N .( Da) 2 929,41(1,1333) (0,164) 2
NRe = = = 4.497,47
6,299.10 4
Berdasarkan fig 3.4-5 Geankoplis, untuk turbin impeller daun enam (kurva 1), maka
pada N= 4.497,47 diperoleh Np = 4,9

P = Np.N 3 .D a
5
(Geankoplis, 2003)

P = 4,9 (1,1333 put/det) 3 ( 0,164 m) 5 (820,788 kg/m 3 )


= 0,6945 J/s
= 0,0013 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80% ( Mc Cabe [Link]., 1999)
0,0013
Daya motor penggerak = = 0,002 Hp
0,8
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 1/20 hp.
C.12 Reaktor Esterifikasi (R-210)

Fungsi : tempat berlangsungnya reaksi antara CPO, metanol dan H2SO4.


Jenis : reaktor berpengaduk marine propeller tiga daun dengan tutup
Ellipsoidal, serta dilengkapi dengan jacket pemanas.
Temperatur : 63 oC
Bahan konstruksi : Carbon steel, SA 283 Gr.C
Laju alir
Laju alir massa
Komponen % berat (kg/m3) volum
(kg/jam)
(m3/jam)
Trigliserida 1.554,13 0,59 907,3392 1,71
FFA 338,53 0,13 856,8253 0,43
Air 16,42 0,006 995,408 0,02
Metanol 775,37 0,3 791,8 0,97
Asam sulfat 0,66 0,00026 1.830,5 0,0004
Kotoran 0,05 0,00002 1.300 0,00005
Total 2.686,38 1 3,130
Densitas campuran (c)
m C 2.686,38 kg/jam
C = = 3
= 858,27 kg/m 3
VC 3,130 m / jam
Perhitungan :
Desain Tangki
a. Volume larutan dan volume tangki

Volume larutan = o
= 1 jam 3,1305 m3/jam
= 3,1305 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = (1 + 0,2) x 3,1305 m3
= 3,92 m3

b. Diameter dan tinggi shell

Volume sheel tangki (Vs)


Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 1
(Perry&Green,1999)
Vs = 14 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 7
24 Di 3
3,92 m 3 = 7
24 Di 3

Di = 1,624 m = 63,94 in
Hs = 1,624 m = 63,94 in
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 1,624 m
Asumsi Hh : Di =1:4
Tinggi tutup =
1
(1,624) = 0,406m
4
Tinggi total tangki = Hs + Hh = 1,624 m + 0,406 m = 2,03 m
d. Tebal shell tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA 285 Grade C
diperoleh data :
- Allowable stress (S) = 13750 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun

Volume cairan = 3,130 m3


3,130m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 1,604 m = 1,34 m
3,92 m 3
Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 851,483 kg/m3 9,8 m/det2 1,34 m = 11,158 kPa
Po = 101,325 kPa
P = 11,158 kPa + 101,325 kPa = 112,483 kPa
Pdesign = 1,2 112,483 = 134,9796 kPa = 19,5825 psia
= 4,8825 psig.
Tebal shell tangki:
PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(4,8825 psig) (63,94/2 in)
=
(13750psia)(0,8) 0,6(4,8825 psig)
= 0,014 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,014 + (10 x 0,0098)
= 0,112 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/16 in

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 3/16 in

Pengaduk

Jenis : Marine propeller tiga daun

Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps (US Patent)

Efisiensi motor = 80 %

Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :

Da : Dt = 1 : 3 (McCabe, 1994, Hal.235)

W : Da = 1: 5 (McCabe, 1994, Hal.235)

E : Da = 1: 1 (McCabe, 1994, Hal.235)

Jadi:

- Diameter impeller (Da) = 1/3 Dt = 1/3 1,624 = 0,541 m = 1,775 ft


- Lebar daun impeller (W) = 1/5 Da = 1/5 0,541 = 0,108 m
- Tinggi pengaduk dari dasar (E) = Da = 0,541 m
L.C-3 Komposisi bahan yang masuk ke reaktor esterifikasi (R-210)
Komponen berat Viskositas
(%) (kg/m.s)
Trigliserida 0,59 22,4557 . 10-3
FFA 0,13 22,4557 . 10-3
Air 0,006 0,48 .10-3
Kotoran (slurry) 0,00002 4,173
Metanol 0,3 0,35 x10-3
Asam sulfat 0,00026 8.10-3
Total 1

Viskositas campuran ( campuran)


ln camp = 0,59 ln (22,4557 x 10-3) + 0,13 ln (22,4557 x 10-3) + 0,3 ln (0,35
x10-3) + 0,006 ln (0,48 .10-3) + 0,00026 ln (8.10-3) + 0,00002 ln
(4,173)

camp = 5,2946 x 10-3 kg/m.s

Bilangan Reynold,
.N .( Da) 2 858,48 (1,1333) (0,541) 2
NRe = = = 53.343,5906
5,2946.10 3
Berdasarkan fig 3.4-5 Geankoplis, untuk turbin impeller daun enam (kurva 1), maka
pada N= 53.343,5906 diperoleh Np = 5

P = Np.N 3 .D a
5
(Geankoplis, 2003)

P = 5 (1,1333 put/det) 3 .( 0,541 m) 5 (858,48 kg/m 3 )


= 287,189 J/s
= 0,52 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80% (Mc Cabe [Link]., 1999)
0,522
Daya motor penggerak = = 0,65 hp
0,8
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 3/4 hp.
Jacket
Ditetapkan jarak jacket () = 3/16 in sehingga :
- Diameter dalam (D1) = D + (2 tebal tangki)
= 63,94 in + (2 3/16)
= 64,31 in = 1,634 m
- Diameter luar (D2) = 2 +D1 = (2 ) + 64,31 in
= 65,31 in = 1,66 m
- Luas yang dilalui steam (A) = /4 (D22 D12)
= /4 (65,31 2 in2 64,31 2 in2)
= 101,755 in2 = 0,066 m2

C.13 Centrifuge I (H-210)


Fungsi : memisahkan metil ester dari campuran yang berasal dari reaktor
esterifikasi (R- 210) berdasarkan perbedaan densitas komponennya
Bentuk : horizontal silinder
Bahan : Carbon steel, SA 283, Gr.C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
- Temperatur (T) : 63 oC
- Tekanan (P) : 1 atm
Laju alir massa Densitas Viskositas
Komponen % b erat
(kg/jam) (kg/m3) (kg/m.s)
FFA 8,09 0,003 856,8253 22,4557 . 10-3
Trigliserida 1.554,13 0,578 907,3392 22,4557 . 10-3
Air 38,56 0,0143 995,408 0,54.10-3
Kotoran (slurry) 0,05 0,000022 1.300 4,173
Metanol 736 0,28 791,8 0,39 x10-3
Metil ester 348,89 0,13 850 4,1353 . 10-3
Asam sulfat 0,66 0,000264 1.830,5 10.10-3
Total 2.686,38 1

Perhitungan :
Viskositas campuran ( campuran)
ln camp = 0,578 ln (22,4557 . 10-3) + 0,0143 ln (0,54 x10-3) + 0,000022 ln
4,173 + 0,28 ln (0,39 x10-3) + 0,13 ln (4,1353 . 10-3) + 0,000264
ln (10.10-3)

camp = 5,034 . 10-3 kg/m.s = 3,3828 . 10-3 lbm/ft.s


Laju alir total volumetrik = 3,13 m3/jam
2.686,38
Densitas larutan = = 858,27 kg/m3
3,13

Laju alir volume (Q)


F 2.686,27 kg / jam
Q= = = 3,13 m3/jam = 110,52 ft3/jam
858,27 kg / m 3

Q = 826,85 gal/jam = 13,78 gal/menit


Dari table 22.1, Foust, 1980, dipilih Laboratory super centrifuge
r1 = 1 in
r2 = 7 in
= 10.000 rpm = 166,67 rps
= 528 ft2 (tubular disk 1 in. ID 7 in, long operating at 10.000 rpm)

Kecepatan pemisahan
Q = 2 Vt

Q 110,52 ft 3 / jam
Vt = = = 0,105 ft / jam = 0,033m / jam
2 2(528) ft 2 )
Diameter partikel kritis
Karena jumlah padatan dari kotoran (slurry) sangat kecil maka pemisahan pada
centrifuge dapat dianggap sebagai pemisahan liquid-liquid, dimana light liquid
adalah trigliserida, FFA, dan metil ester sedangkan heavy liquid adalah air, asam
sulfat, metanol dan kotoran.
rata-rata heavy liquid = (0,0143 x 995,408 kg/m3) + (2,2 . 10-5 x 1.300 kg/m3) +
(2,64 . 10-4 x 1.830,5 kg/m3) + (0,28 x 791,8 kg/m3)
= 235,74 kg/m3
rata-rata light liquid = (3,6227.10-3 x 856,8253 kg/m3) + (0,578 x 907,3392
kg/m3) + (0,13 x 850 kg/m3)
= 638,05 kg/m3
h - l = 638,05 kg/m3 - 235,74 kg/m3
= 402,31 kg/m3 = 16,76 lbm/ft3
Dimana, h = densitas heavy liquid
l = densitas light liquid
1/ 2
Vt.18.
Dp =
(s ).g
1/ 2
(0,105 ft / jam)(18)(3,382.10 3 ) lbm / ft.s )
Dp = 3 2

( 2,51 lbm / ft )(3600 s / jam )(32,174 ft / s )
Dp = 5,74.10-5 ft = 0,017 mm = 1,7 x 10-5 m
Volume bahan dalam sentrifusi (V)
g r2
V= 2 ln (Foust, 1980)
r1
2

(582 ft 2 )(32,174 ft / s 2 ) 7,25


V= 2
2 ln = 1,914 ft3
(166,67 rps ) 1,75
Waktu tinggal ()
V 1,914 ft 3
= = = 0,0141 jam = 0,846 menit = 50,76 det ik
Q 110,52 ft 3 / jam
Tinggi sentrifusi (b)
V 1,914 ft 3
b= = = 1,7754 ft = 0,5411m
(r 2 2 r12 ) 3,14[(7,25) 2 (1,75) 2 in 2 (1 ft / 12in) 2
Daya yang dibutuhkan (P)
P = 5,984 (10-10) Sg. Q. (.rp)2
Dimana:
P = Daya (Hp)
Q = Laju alir volume = 13,78 gal/menit
Sg = Specific gravity umpan
density umpan (bahan )
Sg = , diukur pada suhu operasi yaitu 63 0C
density air

858,27 kg / m 3
Sg = = 0,88
975,095 kg / m 3
= Kecepatan angular = 10.000 rpm
rp = Radius centrifuge = 7,25 in = 0,1842 m
Sehingga:
P = 5,984 (10-10)(0,88)( 13,78)[(10.000)(0,1842)]2
P = 0,0256 Hp
Jika efisiensi 80%, maka P = 0,032 Hp
Daya standar yang digunakan : 1/20 Hp
C.14 Reaktor Transesterifikasi I (R-220)

Fungsi : tempat berlangsungnya reaksi antara trigliserida, metanol dan NaOH.


Jenis : reaktor berpengaduk marine propeller tiga daun dengan tutup
Ellipsoidal, serta dilengkapi dengan jacket pemanas.
Temperatur : 63 oC
Bahan konstruksi : Carbon steel, SA 283 Gr.C
Laju alir Laju alir
Komponen massa % berat (kg/m3) volum
(kg/jam) (m3/jam)

Trigliserida 1.554,13 0,683 907,3392 1,27

FFA 8,09 3,55 . 10-3 856,8253 0,00944

Air 6,97 3,06 . 10-3 995,408 0,007


Kotoran (sluryy) 0,05 2,19 . 10-5 1.300 3,85 . 10-5

Metanol 342,96 0,15 791,8 0,433

Asam sulfat 0,01 4,39 . 10-6 1.830,5 5,45 . 10-6

Metil ester 348,89 0,153 850 0,41

NaOH 15,54 6,82 . 10-3 2.130 0,00729

Total 2.275,26 1 2,13

Densitas campuran (c)


m C 2.275,26 kg/jam
C = =
VC 2,13 m 3 / jam

= 1.068,19 kg/m3
Perhitungan :
Desain Tangki
a. Volume larutan dan volume tangki

Volume larutan = o
= 1 jam 2,13 m3/jam
= 2,13 m3

Faktor kelonggaran = 20%


Volume tangki = (1 + 0,2) x 2,13 m3
= 2,556 m3
b. Diameter dan tinggi shell

Volume sheel tangki (Vs)


Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 1
(Perry&Green,1999)
Vs = 14 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 7
24 Di 3
2,556 m 3 = 7
24 Di 3

Di = 1,5004 m = 59,07 in
Hs = 1,5004 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 1,5004 m
Asumsi Hh : Di =1:4

Tinggi tutup =
1
(1,5004) = 0,3751 m
4
Tinggi total tangki = Hs + Hh = 1,5004 m + 0,3751 m = 1,876 m
d. Tebal shell tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA 285 Grade C
diperoleh data :
- Allowable stress (S) = 13750 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun
Volume cairan = 2,13 m3
2,13 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 1,5004 m = 1,25 m
2,556 m 3

Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 881,53 kg/m3 9,8 m/det2 1,25 m = 10,799 kPa
Po = 101,325 kPa
P = 14,799 kPa + 101,325 kPa = 116,124 kPa
Pdesign = 1,2 116,124 = 139,3488 kPa = 20,2109 psia
= 5,5109 psig.

Tebal shell tangki:


PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(5,5109 psig) (59,07/2 in)
=
(13750psia)(0,8) 0,6(5,5109 psig)
= 0,015 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,015 + (10 x 0,0098)
= 0,113 in
3
Tebal shell standar yang digunakan = /16 in

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 3/16 in
Pengaduk

Jenis : Marine propeller tiga daun

Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps (US Patent)

Efisiensi motor = 80 %

Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :

Da : Dt = 1 : 3 (McCabe, 1994, Hal.235)


W : Da = 1: 5 (McCabe, 1994, Hal.235)

E : Da = 1: 1 (McCabe, 1994, Hal.235)

Diameter impeller (Da) = 1/3 Dt = 1/3 1,5004 = 0,5 m = 1,64 ft


Lebar daun impeller (W) = 1/5 Da = 1/5 0,5 = 0,1 m
Tinggi pengaduk dari dasar (E) = Da = 0,5 m
L.C-4 Komposisi bahan yang masuk ke reaktor transesterifikasi I (R-220)
Komponen Berat Viskositas
(%) (kg/m.s)
Trigliserida 0,683 22,4557 . 10-3
FFA 3,55 . 10-3 22,4557 . 10-3
Air 3,06 . 10-3 0,48 .10-3
Kotoran (slurry) 2,19 . 10-5 4,173
Metanol 0,15 0,35 x10-3
Asam sulfat 4,39 . 10-6 8.10-3
Metil ester 0,153 4,1353 . 10-3
NaOH 6,82 . 10-3 9 . 10-3
Total 1
Viskositas campuran ( campuran)
ln camp = 0,683 ln (22,4557 . 10-3) + 3,35 . 10-3 ln (0,48 .10-3) + 2,19 . 10-5 ln
4,173 + 0,15 ln (0,35 x10-3) + 4,39 . 10-6 ln 8.10-3 + 0,153 ln
(4,1353 . 10-3) + 6,82 . 10-3 ln (9 . 10-3)

camp = 1,0505 . 10-3 kg/m.s

Bilangan Reynold,
.N .( Da) 2 1.068,13(1,1333) (0,5) 2
NRe = = = 237.752,9626
1,0505.10 3
Berdasarkan fig 3.4-5 Geankoplis, untuk turbin impeller daun enam (kurva 1), maka
pada Np = 6
P = Np.N 3 .D a
5
(Geankoplis, 2003)

P = 6 (1,1333 put/det) 3 .( 0,5 m) 5 (1.068,13 kg/m 3 )


=187,3196 J/s
= 0,3406 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80% (Mc Cabe [Link]., 1999)
0,3406
Daya motor penggerak = = 0,426 hp
0,8
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 1/2 hp.

Jacket
Ditetapkan jarak jacket () = in sehingga :
- Diameter dalam (D1) = D + (2 tebal tangki)
= 59,07 in + (2 3/16)
= 59,45 in
= 1,5099 m
- Diameter luar (D2) = 2 +D1 = (2 ) + 59,45 in
= 60,45 in
= 1,54 m
- Luas yang dilalui steam (A) = /4 (D22 D12)
= /4 (60,4 2 in2 59,45 2 in2)
= 94,11482436 in2
= 0,0607 m2

C.15 Centrifuge II (H-220)


Fungsi : memisahkan metil ester dari campuran yang berasal dari reaktor
transesterifikasi I (R-220) berdasarkan perbedaan densitas
komponennya
Bentuk : horizontal silinder
Bahan : Carbon steel, SA 283, Gr.C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
- Temperatur (T) : 55 oC
- Tekanan (P) : 1 atm

Laju alir massa Densitas Viskositas


Komponen % berat
(kg/jam) (kg/m3) (kg/m.s)

FFA 8,09 3,55.10-3 856,8253 22,4557 . 10-3

Trigliserida 34,32 0,015 907,3392 22,4557 . 10-3

Air 6,97 3,06 . 10-3 995,408 0,54.10-3

Kotoran (slurry) 0,05 2,19 . 10-5 1300 4,173

Metanol 172,8 0,076 791,8 0,39 x10-3

Metil ester 1.874,63 0,823 850 4,1353 . 10-3

Asam sulfat 0,01 4,39 . 10-6 1830,5 10.10-3

Gliserol 162,84 0,071 1261 1,56*

NaOH 15,54 6,82 . 10-3 2130 13 . 10-3**

Total 2.275,26 1

*Viskositas gliserol = 1560 cP = 1,56 kg/m.s (Vially, 2009)


**Viskositas NaOH pada 63 oC = 13 . 10-3 kg/m.s (Geankoplis, 2003)

Viskositas campuran ( campuran)


ln camp = 3,55 . 10-3 ln (22,4557 . 10-3) + 3,06 . 10-3 ln (0,54 x10-3) + 2,19
. 10-5 ln 4,173 + 0,076 ln (0,39 x10-3) + 0,823 ln 4,1353 . 10-3 + 4,39
. 10-6 ln 10.10-3 + 0,071 ln 1,56 + 6,82 . 10-3 ln 13 . 10-3

camp = 9,384 . 10-3 kg/m.s = 6,306 . 10-3 lbm/ft.s


Laju alir total volumetrik = 2,13 m3/jam
2.275,26
Densitas larutan = = 1.068,19 kg/m3
2,13

Laju alir volume (Q)


F 2.275,26 kg / jam
Q= = = 2,13 m3/jam = 74,82 ft3/jam
1.068,19 kg / m 3
Q = 680,9416 gal/jam = 11,3490 gal/menit
Dari table 22.1, Foust, 1980, dipilih Laboratory super centrifuge
r1 = 1 in
r2 = 7 in
= 10.000 rpm = 166,67 rps
= 528 ft2 (tubular disk 1 in. ID 7 in, long operating at 10.000 rpm)

Kecepatan pemisahan
Q = 2 Vt

Q 74,82 ft 3 / jam
Vt = = = 0,071 ft / jam = 0,022m / jam
2 2(528) ft 2 )

Diameter partikel kritis


Karena jumlah padatan dari kotoran (slurry) sangat kecil maka pemisahan pada
centrifuge dapat dianggap sebagai pemisahan liquid-liquid, dimana light liquid
adalah trigliserida, FFA, dan metil ester sedangkan heavy liquid adalah gliserol, air,
asam sulfat, NaOH, metanol dan kotoran.
rata-rata heavy liquid = (0,00306 x 995,408 kg/m3) + (2,19 . 10-5 x 1300 kg/m3) +
(4,39 . 10-6 x 1830,5 kg/m3) + (0,071 x 1261 kg/m3) +
(0,0082 x 2.130 kg/m3) + (0,076 x 791,8 kg/m3)
= 260,03 kg/m3
rata-rata light liquid = (3,55.10-3 x 856,8253 kg/m3) + (0,015 x 907,3392 kg/m3)
+ (0,823x 850 kg/m3)
= 716,19 kg/m3
l - h = 716,19 kg/m3 - 260,03 kg/m3
= 455,97 kg/m3 = 25,0757 lbm/ft3
Dimana, h = densitas heavy liquid
l = densitas light liquid
1/ 2
Vt.18.
Dp =
(s ).g
1/ 2
(0,086 ft / jam)(18)(6,306 .10 3 ) lbm / ft.s )
Dp = 3

2
(25,0757 lbm / ft )(3600 s / jam)(32,174 ft / s )
Dp = 5,7974 . 10-5 ft
Dp = 0,0177 mm = 1,77 x 10-5 m

Volume bahan dalam sentrifusi (V)


g r2
V= 2 ln (Foust, 1980)
r1
2

(582 ft 2 )(32,174 ft / s 2 ) 7,25


V= 2
2 ln = 1,914 ft3
(166,67 rps ) 1,75
Waktu tinggal () 91,0228ft3/jam
V 1,914 ft 3
= = = 0,021 jam = 1,26 menit = 75,6 det ik
Q 91,0228 ft 3 / jam
Tinggi sentrifusi (b)
V 1,914 ft 3
b= = = 1,7754 ft = 0,5411m
(r 2 2 r12 ) 3,14[(7,25) 2 (1,75) 2 in 2 (1 ft / 12in) 2

Daya yang dibutuhkan (P)


P = 5,984 (10-10) Sg. Q. (.rp)2
Dimana:
P = Daya (Hp)
Q = Laju alir volume = 11,3490 gal/menit
Sg = Specific gravity umpan
density umpan (bahan )
Sg = , diukur pada suhu operasi yaitu 55 0C
density air

1.068,19 kg / m 3
Sg = = 1,09
975,095 kg / m 3
= Kecepatan angular = 10.000 rpm
rp = Radius centrifuge = 7,25 in = 0,1842 m
Sehingga:
P = 5,984 (10-10)(1,09)( 11,35)[(10.000)(0,1842)]2
P = 0,0208 Hp
Jika efisiensi 80%, maka P = 0,026 Hp
Daya standar yang digunakan : 1/20 Hp
C.16 Reaktor Transesterifikasi II (R-230)

Fungsi : tempat berlangsungnya reaksi antara trigliserida, metanol dan NaOH.


Jenis : reaktor berpengaduk marine propeller tiga daun dengan tutup
Ellipsoidal, serta dilengkapi dengan jacket pemanas.
Temperatur : 63 oC
Bahan konstruksi : Carbon steel, SA 283 Gr.C
Laju alir Laju alir
Komponen massa % berat (kg/m3) volum
(kg/jam) (m3/jam)

Trigliserida 34,32 0,018 907,3392 0,037

FFA 8,09 4,23 . 10-3 856,8253 0,0094

Air 0,23 1,2 . 10-4 995,408 0,00023

Kotoran (sluryy) 0,0005 2,6 . 10-7 1.300 3,85 . 10-7

Metanol 9,14 4,77 . 10-3 791,8 0,011

Asam sulfat 0,0001 5,22 . 10-8 1.830,5 5,42 . 10-8

Metil ester 1.874,63 0,97 850 2,21

NaOH 0,51 2,66 . 10-4 2130 0,00024

Total 1.914,28 1 2,37

Densitas campuran (c)


m C 1.914,28 kg/jam
C = =
VC 2,37 m 3 / jam

= 807,71 kg/m3
Perhitungan :
Desain Tangki
a. Volume larutan dan volume tangki

Volume larutan = o
= 1 jam 2,37 m3/jam
= 2,37 m3

Faktor kelonggaran = 20%


Volume tangki = (1 + 0,2) x 2,37 m3
= 2,844 m3
b. Diameter dan tinggi shell

Volume sheel tangki (Vs)


Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 1
(Perry&Green,1999)
Vs = 14 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 7
24 Di 3
2,844 m 3 = 7
24 Di 3

Di = 1,481 m = 58,31 in
Hs = 1,481 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 1,481 m
Asumsi Hh : Di =1:4

Tinggi tutup =
1
(1,481) = 0,37 m
4
Tinggi total tangki = Hs + Hh = 1,481 m + 0,37 m = 1,85 m
d. Tebal shell tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA 285 Grade C
diperoleh data :
- Allowable stress (S) = 13750 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun
Volume cairan = 2,37 m3
2,37 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 1,481 m = 1,23 m
2,844m 3
Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 807,71 kg/m3 9,8 m/det2 1,23 m = 9,73 kPa
Po = 101,325 kPa
P = 9,73 kPa + 101,325 kPa = 111,06 kPa
Pdesign = 1,2 111,06 = 133,27 kPa = 19,33 psia
= 4,63 psig.
Tebal shell tangki:
PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(4,63 psig) (58,31/2 in)
=
(13.750psia)(0,8) 0,6(4,63 psig)
= 0,012 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,012 + (10 x 0,0098) = 0,109 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/16 in
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 3/16 in

Pengaduk
Jenis : Marine propeller tiga daun

Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps (US Patent)

Efisiensi motor = 80 %

Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :

Da : Dt = 1 : 3 (McCabe, 1994, Hal.235)

W : Da = 1: 5 (McCabe, 1994, Hal.235)

E : Da = 1: 1 (McCabe, 1994, Hal.235)

Jadi:

Diameter impeller (Da) = 1/3 Dt = 1/3 1,481 = 0,494 m = 1,6207 ft


Lebar daun impeller (W) = 1/5 Da = 1/5 0,494 = 0,099 m
Tinggi pengaduk dari dasar (E) = Da = 0,494 m
Komponen Berat Viskositas
(%) (kg/m.s)
Trigliserida 0,018 22,4557 . 10-3
FFA 4,23 . 10-3 22,4557 . 10-3
Air 1,2 . 10-4 0,48 .10-3
Kotoran (slurry) 2,6 . 10-7 4,173
Metanol 4,77 . 10-3 0,35 x10-3
Asam sulfat 5,22 . 10-8 8.10-3
Metil ester 0,97 4,1353 . 10-3
NaOH 2,66 . 10-8 9 . 10-3
Total 1
Viskositas campuran ( campuran)
ln camp = 0,01801 ln (22,4557 . 10-3) + 4,23 . 10-3 ln (0,48 .10-3) + 1,2 .
10-4 ln 4,173 + 2,6 . 10-7ln (0,35 x10-3) + 4,77 . 10-3 ln 8.10-3 + 0,97
ln (4,1353 . 10-3) + 2,66 . 10-8 ln (9 . 10-3)

camp = 3,4805 . 10-3 kg/m.s

Bilangan Reynold,
.N .( Da) 2 846,36(1,1333) (0,494) 2
NRe = = = 67.253,0955
3,4805.10 3
Berdasarkan fig 3.4-5 Geankoplis, untuk turbin impeller daun enam (kurva 1), maka
pada Np = 5

P = Np.N 3 .D a
5
(Geankoplis, 2003)

P = 5 (1,1333 put/det) 3 .( 0,494 m) 5 (846,36 kg/m 3 )


=181,2152 J/s
= 0,3295 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80% (Mc Cabe [Link]., 1999)
0,3295
Daya motor penggerak = = 0,412 hp
0,8
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 1/2 hp.
Jacket
Ditetapkan jarak jacket () = in sehingga :
- Diameter dalam (D1) = D + (2 tebal tangki)
= 58,31 in + (2 3/16)
= 58,682 in
= 1,491 m
- Diameter luar (D2) = 2 +D1 = (2 ) + 58,682 in
= 59,682 in = 1,516 m
Luas yang dilalui steam (A) = /4 (D22 D12)
= /4 (59,68197 2 in2 58,68197 2 in2)
= 92,9156929 in2
= 0,059 m2

C.17 Centrifuge III (H-230)


Fungsi : memisahkan metil ester dari campuran yang berasal dari reaktor
esterifikasi (R- 210) berdasarkan perbedaan densitas komponennya
Bentuk : horizontal silinder
Bahan : Carbon steel, SA 283, Gr.C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
- Temperatur (T) : 63 oC
- Tekanan (P) : 1 atm = 14,696 psia
Laju alir massa Densitas Viskositas
Komponen % berat
(kg/jam) (kg/m3) (kg/m.s)

FFA 8,09 4,23.10-3 856,8253 22,4557 . 10-3

Trigliserida 0,69 3,60 . 10-4 907,3392 22,4557 . 10-3

Air 0,23 1,2 . 10-4 995,408 0,54.10-3

Kotoran (slurry) 0,0005 2,61 . 10-7 1300 4,173

Metanol 5,44 2,84 . 10-3 791,8 0,39 x10-3

Metil ester 1.893,94 0,989 850 4,1353 . 10-3

Asam sulfat 0,0001 5,22 . 10-8 1830,5 10.10-3

Gliserol 5,38 3,03 . 10-3 1.261 1,56*


NaOH 0,51 2,66 . 10-4 2.130 13 . 10-3**

Total 1.914,28 1

*Viskositas gliserol = 1560 cP = 1,56 kg/m.s (Vially, 2009)


**Viskositas NaOH pada 63 oC = 13 . 10-3 kg/m.s (Geankoplis, 2003)

Viskositas campuran ( campuran)


ln camp = 4,23 . 10-3 ln (22,4557 . 10-3) + 1,2 . 10-4 ln (0,54 x10-3) + 2,61 .10-7
ln 4,173 + 2,84 . 10-3 ln (0,39 x10-3) + 0,989 ln 4,1353 . 10-3 + 5,22 .
10-8 ln 10.10-3 + 0,0033 ln 1,56 + 2,66 . 10-4 ln 13 . 10-3

camp = 6,761 . 10-7 kg/m.s = 4,54 . 10-7 lbm/ft.s


Laju alir total volumetrik = 2,37 m3/jam
1.914,28
Densitas larutan = = 807,71 kg/m3
2,37
Laju alir volume (Q)
F 1.914,28 kg / jam
Q= = = 2,37 m3/jam = 87,5974 ft3/jam
807,71 kg / m 3

Q = 655,32 gal/jam = 10,92 gal/menit


Dari table 22.1, Foust, 1980, dipilih Laboratory super centrifuge
r1 = 1 in
r2 = 7 in
= 10.000 rpm = 166,67 rps
= 528 ft2 (tubular disk 1 in. ID 7 in, long operating at 10.000 rpm)

Kecepatan pemisahan
Q = 2 Vt

Q 87,5974 ft 3 / jam
Vt = = = 0,083 ft / jam = 0,0253m / jam
2 2(528) ft 2 )
Diameter partikel kritis
Karena jumlah padatan dari kotoran (slurry) sangat kecil maka pemisahan pada
centrifuge dapat dianggap sebagai pemisahan liquid-liquid, dimana light liquid
adalah metanol, trigliserida, FFA, dan metil ester sedangkan heavy liquid adalah
gliserol, air, asam sulfat, NaOH, dan kotoran.
rata-rata heavy liquid = (2,2 . 10-4 x 995,408 kg/m3) + (2,61 . 10-7 x 1300 kg/m3) +
(5,22 . 10-8 x 1.830,5 kg/m3) + (0,00303 x 1.261 kg/m3) +
(2,66 . 10-4 x 2.130 kg/m3) + (2,84 . 10-3x 791,8 kg/m3)
= 4,02 kg/m3
rata-rata light liquid = (4,23.10-3 x 856,8253 kg/m3) + (3,64 . 10-4 x 907,3392
kg/m3) + (0,989 x 850 kg/m3)
= 840,65 kg/m3
l - h = 840,65 kg/m3 - 4,02 kg/m3
= 836,63 kg/m3 = 52,23 lbm/ft3

Dimana, h = densitas heavy liquid


l = densitas light liquid
1/ 2
Vt.18.
Dp =
(s ).g
1/ 2
(0,083 ft / jam)(18)(4,453.10 7 ) lbm / ft.s )
Dp = 3 2

(52,23 lbm / ft )(3600 s / jam)(32,174 ft / s )
Dp = 3,3 . 10-7 ft
Dp = 0,000146 mm = 1,01 x 10-7 m

Volume bahan dalam sentrifusi (V)


g r2
V= 2 ln (Foust, 1980)
r1
2

(582 ft 2 )(32,174 ft / s 2 ) 7,25


V= 2
2 ln
(166,67 rps ) 1,75
V = 1,914 ft3
Waktu tinggal () 91,0228ft3/jam
V 1,914 ft 3
= = = 0,022 jam = 1,32 menit = 79,2 det ik
Q 87,5974 ft 3 / jam
Tinggi sentrifusi (b)
V 1,914 ft 3
b= = = 1,7754 ft = 0,5411m
(r 2 2 r12 ) 3,14[(7,25) 2 (1,75) 2 in 2 (1 ft / 12in) 2
Daya yang dibutuhkan (P)
P = 5,984 (10-10) Sg. Q. (.rp)2
Dimana:
P = Daya (Hp)
Q = Laju alir volume = 10,92 gal/menit
Sg = Specific gravity umpan
density umpan (bahan )
Sg = , diukur pada suhu operasi yaitu 55 0C
density air

807,71kg / m 3
Sg = = 0,8680
975,095 kg / m 3
= Kecepatan angular = 10.000 rpm
rp = Radius centrifuge = 7,25 in = 0,1842 m
Sehingga:
P = 5,984 (10-10)(0,8680)(10,92)[(10.000)(0,1842)]2
P = 0,0193 Hp
Jika efisiensi 80%, maka P = 0,024 Hp
Daya standar yang digunakan : 1/20 Hp

C.18 Tangki Biodesel (T-301)


Fungsi : untuk menampung produk metil ester.
Bentuk : tangki silinder Vertikal dengan alas dan tutup datar
Data desain :
- Laju alir massa = 1.903,43 kg/jam
- Densitas = 0,800 kg/ltr = 800 kg/m3
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 25 oC
- Bahan konstruksi = Carbon steel, SA 285 Gr.C
- Lama penyimpanan = 10 hari = 240 jam
- Jumlah = 1 unit
Perhitungan :
a. Volume larutan (VL)
lama penyimpanan laju alir
Vt =
densitas
240 jam 1.903,43 kg / jam
=
800 kg / m 3
= 571,03 m 3
faktor kelonggaran 20%, maka :
Volume tangki, Vl = 1,2 x 571,03 = 685,23 m3

b. Diameter dan Tinggi Shell


Volume sheel tangki (Vs)
Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 3
(Perry&Green,1999)
Vs = 34 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 19
24 Di 3
685,23 m 3 = 19
24 Di 3

Di = 6,52 m = 256,65303 in
Hs = 19,56 m

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 6,52 m
1
Tinggi tutup (Hd) = D = 1,630 m
4
Tinggi tangki = Hs + Hd = (19,557 + 1,630) m = 21,187 m

d. Tebal shell tangki


Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA 285 Grade C
diperoleh data :
- Allowable stress (S) = 13750 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun
Volume cairan = 573,95 m3
573,95 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 19,56 m = 16,29 m
688,74 m 3
Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 800 kg/m3 9,8 m/det2 16,29 m = 18,54 kPa
Po = 101,325 kPa
P = 18,54 kPa + 101,325 kPa = 119,863 kPa
Pdesign = 1,2 119,863 = 143,8356 kPa = 20,8673 psia
= 6,17 psig.

Tebal shell tangki:


PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(6,17 psig) (269,29/2 in)
=
(13750psia)(0,8) 0,6(6,17 psig)
= 0,08 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,08 + (10 x 0,0098)
= 0,178 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/16 in (Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 3/16 in

C.19 Tangki Pengumpul (T-204)


Fungsi : Mengumpulkan keluaran dekanter I ke dalam tangki pengumpul
(T-203) untuk kebutuhan 10 hari
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.
Bahan : Carbon steel, SA 285 Gr.C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
- Suhu (T) = 30 oC
- Tekanan (P) = 1 atm

Komponen F Densitas V
(kg/jam) (kg/m3) (m3/jam)
Metanol 904,51 791,8 1,0302
Asam sulfat 0,01999 1.830,5 3,9765. 10-4
Air 45,29 995,408 0,0423
Gliserol 166,54 1.261 0,132
NaOH 15,88 2.130 0,00745
Kotoran 0,0499 1.300 3,83. 10-5
Total 1.132,93 1,21

1.132,93
Densitas larutan = = 936,3 kg/m3
1,21

Perhitungan tangki:
a. Volume larutan, VL:

m 1.132,93 kg/jam 10 hari 24 jam/hari


VL = = = 290,4 m3
936,3 kg/ m 3
Faktor kelonggaran (fk) = 20 %
Maka, Volume tangki, VT = (1 + 20%) x 290,4 m3 = 348,48 m3

b. Diameter dan tinggi shell

Volume sheel tangki (Vs)


Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 3
(Perry&Green,1999)
Vs = 34 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 19
24 Di 3
348,8 m 3 = 19
24 Di 3

Di = 5,19 m = 204,52 in
Hs = 15,58 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 5,19 m
Asumsi Hh : Di =1:4

Tinggi tutup =
1
(5,19) = 1,248 m
4
Tinggi total tangki = Hs + Hh = 15,58 m + 1,248 m = 16,83 m
d. Tebal shell tangki
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Low alloy steel SA-353 diperoleh
data :
- Allowable stress (S) = 22500 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098 in/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun

Volume cairan = 257,495 m3


290,4 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 15,58 m = 12,97 m
348,8 m 3
Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 936,3 kg/m3 9,8 m/det2 12,97 m = 119,02 kPa
Tekanan operasi (Po) = 101,325 kPa
P = 119,02 kPa + 101,325 kPa = 220,35 kPa
Pdesign = (1,2) (220,35) = 264,42 kPa = 38,35 psia = 23,65 psig
Tebal shell tangki:
PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(23,65 psig) (204,62/2 in)
=
(13750 psia)(0,8) 0,6(23,65psig)
= 0,22 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,22 + (10 x 0,0098) = 0,318 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/4 in (Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 3/4 in

C.20 Kolom Destilasi (D-310)


Fungsi : memisahkan campuran metanol dengan air
Bentuk : silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-285 grade C
Jenis : Sieve Tray
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
Temperatur : 66,32016 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia

Fasa gas
Komponen F (kg/jam) Kmol
Metanol 903,15 42,2386
Air 18,48 1,5365
Total 921,63 43,7751
Temperatur = 66,32016 oC = 339,47016 K
Tekanan = 1 atm = 1,01325 bar
Untuk metanol, Tc = 512,6 K, Pc = 80,97 bar
T
Tr = = 0,6849
Tc
P
Pr = = 0,0125
Pc

Berdasarkan appendix E-1 Smith, 2006


Perhitungan harga Z0 dan Z1, Z0 (Tr, Pr)
Z0 (0,65; 0,01) = 0,9881
Z0 (0,65 ; 0,05) = 0,9377
Z0 (0,70; 0,01) = 0,9904
Z0 (0,70 ; 0,05) = 0,9504

Maka :
Z0(0,65 ; 0,0125) = 0,9850
Z0(0,70 ; 0,0125) = 0,9879
Z0(0,6849 ; 0,0125) = 0,9870
Z1 (0,65; 0,01) = -0,0137
Z1 (0,65 ; 0,05) = -0,0772
Z1 (0,70; 0,01) = -0,0093
Z1 (0,70 ; 0,05) = -0,0507

Maka :
Z1(0,65 ; 0,0125) = -0,0177
Z1(0,70 ; 0,0125) = -0,0119
Z1(0,6849 ; 0,0125) = -0.0136

Untuk methanol, = 0,564 (smith, 2001)


Z = Z0 + Z1 = 0,9870 + 0,564 (-0.0136) = 0,9793
3
R = 83,14 cm bar
mol K
P = ZRT
1,01325 x = 0,9793 x 83,14 x (339,47016 K)
= 27.277,8896 cm3/mol = 0,02728 m3/mol

Volume metanol = 0,02821 m3/mol x 52,6177.103 mol/jam = 1484,3453 m3/jam


339,47016
Volume air = 1,9141 x 22,4 x = 55,2860 m3/jam
273,15
Laju alir volumetrik gas (Q) = 1.484,3453 + 55,2860
= 1.539,6313 m3/jam = 0,4277 m3/s
1.379,2922
Densitas gas ( V )= = 0,8960 kg/m3
1.539,6313

Fasa cair
Komponen F (kg/jam) Densitas Volume
Metanol 1.351,8082 791,8 1,7073
Air 53,077 995,408 0,0533
Asam sulfat 0,7279 1830,5 3,9765.10-4
Total 1.405,6131 1,7609

Laju alir massa cairan (L`) = 1.405,6131 kg/jam = 0,3905 kg/s


Laju alir volumetrik cairan (q) = 1,7609 m3/jam = 4,8914.10-4 m3/s
1.405,6131
Densitas cair ( L )= = 798,24 kg/m3
1,7609

Desain kolom
Direncanakan:
Tray spacing (t) = 0,3 m
Hole diameter (do) = 4,5 mm (Treybal, 1981)
Space between hole center (p) = 12 mm
Weir height (hw) = 5 cm
Pitch = triangular in
l/do = 0,43
Surface tension () = 0,04 N/m
2
Ao d
= 0,907 o
Aa p'
2
Ao 0,0045
= 0,907 = 0,1275
Aa 0,0120
1/ 2
q L
1/ 2
4,8914.10 4 798,24
= = 0,0341
Q' V 0,4277 0,8960

= 0,0744t + 0,01173 = 0,0744(0,3) + 0,01173 = 0,0341 (Tabel 6.2 Treybal, 1981)


= 0,0304t + 0,05 = 0,0304(0,3) + 0,015 = 0,0241


0, 2
1
CF = log +
(q/Q)( L / V ) 0,02
0, 2
1 0,04
= 0,0341 log + 0,0241
0,0341 0,02
= 0,0852

0,5
V
VF = C F L
V
0,5
798,24 0,8960
= 0,0852
0,8960
= 2,5416 m/s

Asumsi 80% kecepatan flooding (Treybal, 1981)


V = 0,8 2,5416 = 2,0333 m/s
Q 0,4277
An = = = 0,2104 m2
V 2,0333
Untuk W = 0,8T dari Tabel 6.1 Treybal (1981),
Diketahui bahwa luas downspout 14,145 %.
0,2104
At = = 0,2134 m2
1 0,014145
Column Diameter (T) = [4 (0,2134) / ]0,5 = 0,5214 m
Weir length (W) = 0,8(0,5214) = 0,4171 m

Dari tabel 6.2 Treybal (1981) diperoleh Aa/At = 0,65 maka:


Active area (Aa) = 0,65 0,2134 = 0,1387 m2
Weir crest (h1)
Misalkan h1 = 0,025 m
h1/T = 0,025 / 0,5214 = 0,0480
T/W = 0,5214 / 0,4171 = 1,2501
2
0,5

T T
2 2 2
Weff h T
= 1 + 2 1 (Pers 6.34 Treybal, 1981)
W W W T W

{[ ] }
2
Weff
= (1,2501) (1,2501) 1 + 2(0,0480 )(1,2501)
0,5 2

2 2

Weff
= 0,8934
W
2/3 2/3
q Weff
h 1 = 0,666
W W
2/3
4,8914.10 -4
h 1 = 0,666 (0,8934)2 / 3
0,4171
h 1 = 0,0069 m
Perhitungan diulangi hingga nilai h1 konstan pada nilai 0,0068 m.

Perhitungan Pressure Drop


Dry pressure drop
Ao
Ao = . Aa = 0,1275 0,1602 = 0,0204 m2
Aa
Q 0,4277
Vo = = = 20,9657 m/s
A o 0,0204
Co = 1,09 (do/l)0,25 = 1,09 (1/0,43)0,25 = 1,3460

Viskositas gas
Pada temperatur = 66,32016 oC
air (gas) = metanol (gas) = 0,012 cp = 0,000012 Pa.s (geankoplis)
d o Vo g
Hole Reynold number =
g

Untuk commercial steel, equivalent roughness = e = 0,000046 (Geankoplis)


e 0,000046
= = 0,0102
D 0,0045

Dari Gambar 2.10-3 Geankoplis (2003) diperoleh f = 0,008

Vo g C o Ao
2
Ao 4lf
2

hd = 0,41,25 + + 1
2 g l An d o An

disini

20,9657 2 0,8960 1,3460 0,0204


2
0,0204
hd =
0, 4 1, 25 + ( 4 0, 43 0, 008) + 1
2 9,8 798,24 0,2104 0,2104

hd = 0,005 mm = 5.10-6 m
Hydraulic head
Q 0,4277
Va = = = 2,6698 m/s
A a 0,1602
T + W 0,5214 + 0,4171
z= = = 0,4693 m
2 2
q
h L = 0,0061 + 0,725 h w 0,238 h w Va V + 1,225 (Pers 6.38 Treybal, 1981)
0,5

z
4,8914.10 -4
h L = 0,0061 + 0,725 (0,05) 0,238 (0,05)(2,6698)(0,8960) 0,5 + 1,225
0,4693
h L = 0,0692 m
Residual pressure drop
6 gc
hR =
Ldog
6 (0,04) (1)
hR = = 0,0068 m
798,24 (0,0045)(9,8)

Total gas pressure drop


hG = hd + hL + hR
hG = (5.10-6 + 0,0692 + 0,0068) m
hG = 0,07601 m
Pressure loss at liquid entrance
Ada = 0,025 W = 0,025(0,4171) = 0,0104 m2
2
3 q
h2 =
2g A da
2
3 4,8914.10 -4
h2 = = 0,00034 m
2g 0,0104

Backup in downspout
h3 = hG + h2
h3 = 0,07601 + 0,00034
h3 = 0,0764 m

Check on flooding
hw + h1 + h3 = 0,05 + 0,0069 + 0,0764
hw + h1 + h3 = 0,1333 m
t/2 = 0,3/2 = 0,15 m
karena nilai hw + h1 + h3 lebih kecil dari t/2, maka spesifikasi ini dapat diterima,
artinya dengan rancangan plate seperti ini diharapkan tidak terjadi flooding.
Dari gambar pada neraca massa,
Jumlah tray teoritis = 11 tahap = 10 tahap + 1 reboiler
Asumsi : efisiensi tray = 85%
11
Jumlah tahap yang digunakan = = 12,9412 = 13 tray
0,85
Umpan masuk pada tray ke tray ke 7 dari atas kolom

Spesifikasi kolom destilasi


Tinggi kolom = 13 0,3 m = 3,9 m

T = (0,5214 ) = 0,1304 m
1 1
Tinggi tutup =
4 4
Tinggi total = 3,9 + 2(0,1304) = 4,1608 m
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (101,325 kPa) = 106,3913 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 13.700 psia = 94458,0041 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
PD
t=
2SE - 1,2P
(106,3913 )(0,5214)
t= = 0,0004 m = 0,0156 in
2(94458,0041)(0,8) - 1,2(106,3913 )
Faktor korosi = 0,125 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0156 in + 0,125 in = 0,1406 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/16 in (Brownell,1959)

C.21 Reflux Drum (D-320)


Fungsi : Menampung distilat dari kondensor dan membagi
hasil destilate, sebagian diumpankan ke kolom
destilasi dan sebagian lain ke tangki penyimpanan
metanol
Bentuk : Silinder horizontal dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-113 Grade C
Jenis sambungan : Double welded butt joints
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur : 64,3259 oC
Tekanan : 1 atm
Laju alir massa = 1.379,2922 kg/jam
Komponen F (kg/jam) Densitas V (m3/jam)
Metanol 1.496,17 791,8 1,89
Air 30,62 995,408 0,03
Total 1.526,79 1,92
1.496,17 kg/jam
Densitas campuran = = 795,19 m3/jam
1,92 kg/m 3
Perhitungan:
a. Volume tangki

Volume tangki, Vt = (1 + 0,2) 1,92 m3 = 2,304 m3


Fraksi volum = 1,92 / 2,304 = 0,8333
Untuk fraksi volum 0,8333 maka H/D = 0,7767 (Tabel 18.16, Walas)

Volume tangki, Vt = LR 2 sin cos (Perry)
57,30
Dimana cos = 1-2H/D
cos = 1-2(0,7767)
cos = -0,5533
= 123,5937o
Asumsi panjang tangki (Lt) =3m
Maka, volume tangki:

Vt = LR 2 sin cos
57,30
123,5937
2,304 m3 = 3R 2 sin 123,5937 o cos123,5937 o
57,30
R (radius) = 0,4643 m
D (diameter) = 0,9286 m
H (tinggi cairan) = 0,7738 m

b. Tebal shell tangki


PHidrostatik =gh
= 795,17 kg/m3 9,8 m/det2 0,7738 m
= 6.029,96 kg/m.s2 = 6,03 kPa
P0 = 1 atm = 101,325 kPa
P = 101,325 kPa + 6,03 kPa = 107,35 kPa
Faktor kelonggaran = 20%
Pdesign = (1,2) (108,7379) = 128,83 kPa
Joint efficiency (E) = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress (S) = 87218,6761 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
PD
t=
2SE 1,2P
(128,83 kPa) (0,9286 m)
=
2(87218,6761 kPa)(0,8) 1,2(128,83 kPa)
= 0,00087 m = 0,0343 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,033 in + 1/8 in = 0,157 in
Tebal shell standar yang digunakan = in (Brownell,1959)

c. Tutup tangki
Diameter tutup = diameter tangki = 0,9286 m
Ratio axis = L:D = 1: 4
Hh 1
Lh = D = 0,9286 = 0,2322 m
D 4
Lt (panjang tangki) = Ls + Lh
Ls (panjang shell) = 3 m 2(0,2322 m) = 2,5356 m
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell sehingga tebal tutup
adalah in.
C.22 Tangki Penampung Crude Gliserol (T-302)
Fungsi : untuk menampung produk gliserol.
Bentuk : tangki silinder vertikal dengan alas dan tutup datar
Data desain :
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 99,1 oC
- Bahan konstruksi = Carbon steel, SA 285 Gr.C
- Lama penyimpanan = 10 hari
- Jumlah = 1 unit

Komponen F Densitas V
(kg/jam) (kg/m3) (m3/jam)
Metanol 0,25 791,8 3,15. 10-4
Asam sulfat 0,66 1.830,5 3,9765. 10-4
Air 28,11 995,408 0,0282
Gliserol 166,54 1.261 0,132
NaOH 15,88 2.130 0,00745
Kotoran 0,0499 1.300 3,83. 10-5
Total 211,44 0,17

211,44
Densitas larutan = = 1.243,76 kg/m3
0,17
Perhitungan :
a. Volume larutan, VL:

m 211,44 kg/jam 10 hari 24 jam/hari


VL = = = 40,80 m3
1.243,76 kg/ m 3
Faktor kelonggaran (fk) = 20 %
Maka, Volume tangki, VT = (1 + 20%) x 40,80 m3 = 48,96 m3
b. Diameter dan tinggi shell

Volume sheel tangki (Vs)


Vs = 14 Di 2 H s ; asumsi : Di : H s = 1 : 3
(Perry&Green,1999)
Vs = 34 Di 3

Volume tutup tangki (Ve)


2 1
Ve = Di H h = Di2 = Di 3 (Perry&Green,1999)
6 6 4 24
Volume tangki (V)
V = Vs + Ve
V= 19
24 Di 3
48,96 m 3 = 19
24 Di 3

Di = 2,7 m = 106,31 in
Hs = 8,1 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 2,7 m
Asumsi Hh : Di =1:4

Tinggi tutup =
1
(2,7 ) = 0,675 m
4
Tinggi total tangki = Hs + Hh = 8,1 m + 0,675 m = 8,78 m

d. Tebal shell tangki


Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Low alloy steel SA-353 diperoleh
data :
- Allowable stress (S) = 22500 psia
- Joint efficiency (E) = 0,8
- Corrosion allowance (C) = 0.25 mm/tahun (Peters dkk,2004)
= 0,0098 in/tahun
- Umur tangki (n) = 10 tahun
Volume cairan = 34,417 m3
40,80 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = 8,1 m = 6,75 m
48,96 m 3

Tekanan Hidrostatik:
PHidrostatik = g l
= 1.243,76 kg/m3 9,8 m/det2 6,75 m = 82,27 kPa

Tekanan operasi (Po) = 101,325 kPa


P = 82,27 kPa + 101,325 kPa = 183,59 kPa
Pdesign = (1,2) (183,59) = 220,31 kPa = 31,69 psia
= 16,99 psig

Tebal shell tangki:


PR
t= (Walas dkk, 2005)
SE - 0,6P
Dimana :
P = tekanan desain (psig)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress (psia)
E = joint efficiency
PR
t=
SE 0,6P
(16,99 psig) (106,31/2 in)
=
(13750 psia)(0,8) 0,6(16,99psig)
= 0,078 in
Faktor korosi = 0,0098 in/tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun
= 0,078 + (10 x 0,0098)
= 0,176 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in (Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas yang digunakan = 1/4 in

C.23 Pompa Screw Press (L 101)


Fungsi : Memompakan bahan baku CPO ke tangki pengumpul CPO
(T-201)
Jenis : Positive displacement rotary pump
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit

Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,


(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Trigliserida 353,28 0,8 907,3392 91,8642*
FFA 88,32 0,2 856,8253 91,8642*
Total 441,6 1

*Viskositas CPO pada 25 0C (Choiri, 2009)


Asumsi : Pengaruh temperatur pada densitas diabaikan.
ln camp = 1. ln (91,8642)
camp = 76,2944 cP = 0,00303 lbm/ft.s

Densitas campuran = Xtrigliserida . trigliserida + XFFA. FFA.


= (0,8 x 907,3392 kg/m3) + (0,2 x 856,8253 kg/m3)
= 897,23 kg/m3 = 55,64 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 441,6 kg/jam = 0,27 lbm/s
F 0,27 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0048 ft3/s
55,64 lbm/ft 3

Karena larutan memiliki viskositas yang tinggi (> 50 cP) maka digunakan
positive displacement rotary pump. (Matley,1979)
Asumsi adalah aliran laminar, maka diameter pipa pompa :
Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)
= 3,0 (0,0048)0,36 (55,6393)0,18
= 0,90 in

Digunakan pipa dengan spesifikasi:


- Ukuran pipa nominal = 1 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,61 in = 0,1341 ft
- Diameter luar (OD) = 1,9 in = 0,1583 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,01414 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0107ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,7567 ft/s
A t 0,01414 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (55,6393)(0,7567 )(0,1341)
N Re = = = 110,0568
0,0513
NRe < 2100, aliran adalah laminar.
16
Friction factor, f = = 0,1454 (Geankoplis, 1983)
N Re
Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A 1 2..g c

0,7567 2
= 0,55 (1 0 ) = 0,0045 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 0,7567 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (7 ) = 0,1246 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 0,7567 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(17 ) = 0,1513 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,1454)
(30)(0,7567 )2 = 1,1578 [Link]/lbm
(0,1341) 2 (32,174)

2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
0,7567 2
= (1 0 )
2
= 0,0089 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 1,4471 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft
Efisiensi pompa () untuk positive displacement rotary pump = 61% (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 1,4471 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 44,4471 [Link]/lbm
Daya pompa, P =
Ws . F
=
(44,4471 [Link] / lbm )(0,5936 lbm / s )
. 550 0,61 x 550
= 0,0786 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/8 hp

C.24 Pompa Limbah Cair CPO (L 102)


Fungsi : Memompakan bahan baku limbah cair CPO ke deoiling pond.
Jenis : Positive displacement rotary pump
Bahan konstruksi : Commercial steel

Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,


(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Trigliserida 1.382,8 0,7772 907,3392 91,8642*
FFA 345,6 0,1943 856,8253 91,8642*
Air 519,26 0,0223 995,408 0,85
Kotoran 6,079 6,12.10-3 1300 4173
Total 42,34 1

*Viskositas CPO pada 25 oC (Choiri, 2009)


Asumsi : Pengaruh temperatur pada densitas diabaikan.
ln camp = 0,9715 ln (91,8642) + 0,0223 ln (0,85) + 0,00612 ln 4173

camp = 84,6817 cP = 0,0569 lbm/ft.s


Densitas campuran = Xtrigliserida . trigliserida + XFFA. FFA + Xair . air +
Xkotoran . kotoran
= (0,7772 x 907,3392 kg/m3) + (0,1943 x 856,8253 kg/m3) +
(0,0223 x 995,408 kg/m3) + (6,12.10-3 x 1300 kg/m3)
= 901,8188 kg/m3 = 56,3017 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 2.352 kg/jam = 1,44 lbm/s
F 1,44 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,02 ft3/s
56,3017 lbm/ft 3

Karena larutan memiliki viskositas yang tinggi (> 50 cP) maka digunakan
positive displacement rotary pump. (Matley,1979)
Asumsi adalah aliran laminar, maka diameter pipa pompa :
Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)
= 3,0 (0,02)0,36 (56,3017)0,18
= 1,2141 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,61 in = 0,1341 ft
- Diameter luar (OD) = 1,9 in = 0,1583 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,01414 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,02 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,764 ft/s
A t 0,01414 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (56,3017 )(0,764 )(0,1341)
N Re = = = 101,3486
0,0569
NRe < 2100, aliran adalah laminar.
16
Friction factor, f = = 0,1579 (Geankoplis, 1983)
N Re

Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A 1 2..g c

0,764 2
= 0,55 (1 0) = 0,00501 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 0,764 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (7 ) = 0,1274 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 0,764 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(17 ) = 0,1547 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,1579 )
(30)(0,764) 2 = 1,28103 [Link]/lbm
(0,1341)2 (32,174)

2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
0,7638 2
= (1 0 )
2
= 0,0091 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 1,57724 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft
Efisiensi pompa () untuk positive displacement rotary pump = 61% (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 1,57724 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 44,57724 [Link]/lbm
Daya pompa, P =
Ws . F
=
(44,57724 [Link] / lbm )(0,6079 lbm / s )
. 550 0,61 x 550
= 0,081 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/8 hp

C.25 Pompa Deoiling Pond (L 103)


Fungsi : Memompakan bahan baku keluaran CPO dari deoiling pond
ke tangki pengumpul CPO (T-201)
Jenis : Positive displacement rotary pump
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Trigliserida 1.382,4 0,7769 907,3392 91,8642*
FFA 345,6 0,1999 856,8253 91,8642*
Air 0,58 2,3.10-4 995,408 0,85
Kotoran 0,05 6,3.10-5 1300 4173
Total 1.728,63 1

*Viskositas CPO pada 25 0C (Choiri, 2009)


Asumsi : Pengaruh temperatur pada densitas diabaikan.
ln camp = 0,9768 ln (91,8642) + 0,00023 ln (0,85) + 0,000063 ln 4173
camp = 82,7557 cP = 0,0556 lbm/ft.s

Densitas campuran = Xtrigliserida . trigliserida + XFFA. FFA + Xair . air +


Xkotoran . kotoran
= (0,7769 x 907,3392 kg/m3) + (0,1999 x 856,8253 kg/m3) +
(0,00023 x 995,408 kg/m3) + (0,000063 x 1300 kg/m3)
= 876,5021 kg/m3 = 54,7211 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 1.728,63 kg/jam = 1,05 lbm/s
F 1,05 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,019 ft3/s
54,7211 lbm/ft 3

Karena larutan memiliki viskositas yang tinggi (> 50 cP) maka digunakan
positive displacement rotary pump. (Matley,1979)
Asumsi adalah aliran laminar, maka diameter pipa pompa :

Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)


= 3,0 (0,019)0,36 (54,7211)0,18
= 1,208 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,61 in = 0,1341 ft
- Diameter luar (OD) = 1,9 in = 0,1583 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,01414 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Kecepatan linier
Q 0,019 ft 3 /s
v= = = 0,76 ft/s
A t 0,01414 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (54,7211)(0,76 )(0,1341)
N Re = = = 100,8065
0,0556
NRe < 2100, aliran adalah laminar.
16
Friction factor, f = = 0,1587 (Geankoplis, 1983)
N Re
Friction loss :
A2 2
- sharp edge entrance = hc = 0,55 1
A 1 2..g c

0,76 2
= 0,55 (1 0) = 0,00501 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 0,76 2
- 2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (7 ) = 0,1274 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 0,76 2
- 1 check valve = hf = [Link] . = 1(17 ) = 0,1547 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
- Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,1587 )
(30)(0,76) 2
= 1,2875 [Link]/lbm
(0,1341)2 (32,174)
2
A 2
- 1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
0,76 2
= (1 0 )
2
= 0,0091 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 1,58371 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft
Efisiensi pompa () untuk positive displacement rotary pump = 61% (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 1,58371 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 44,58371 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(44,58371 [Link] / lbm )(0,59080 lbm / s )
. 550 0,61 x 550
= 0,078 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/8 hp

C.26 Pompa Tangki Pengumpul CPO (L 104)


Fungsi : Memompakan bahan baku total CPO ke reaktor esterifikasi
(R-210)
Jenis : Positive displacement rotary pump
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit

Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,


(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Trigliserida 1.554,13 0,7838 907,3392 91,8642*
FFA 338,53 0,1960 856,8253 91,8642*
Air 0,58 0,0202 995,408 0,85
Kotoran 0,05 3,2.10-5 1300 4173
Total 1.893,34 1

*Viskositas CPO pada 25 oC (Choiri, 2009)


Asumsi : Pengaruh temperatur pada densitas diabaikan.
ln camp = 0,9798 ln (91,8642) + 0,0202 ln (0,85) + 0,000032 ln 4173

camp = 83,5735 cP = 0,0562 lbm/ft.s

Densitas campuran = Xtrigliserida . trigliserida + XFFA. FFA + Xair . air +


Xkotoran . kotoran
= (0,7838 x 907,3392 kg/m3) + (0,1960 x 856,8253 kg/m3) +
(0,0202 x 995,408 kg/m3) + (3,2.10-5 x 1300 kg/m3)
= 899,2591 kg/m3 = 56,1419 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 1.893,34 kg/jam = 1,16 lbm/s
F 1,16 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0211 ft3/s
56,1419 lbm/ft 3

Karena larutan memiliki viskositas yang tinggi (> 50 cP) maka digunakan
positive displacement rotary pump. (Matley,1979)
Asumsi adalah aliran laminar, maka diameter pipa pompa :
Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)
= 3,0 (0,0211)0,36 (56,1419)0,18
= 1,5443 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 2 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 2,067 in = 0,1723 ft
- Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0233 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0211 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,9056 ft/s
At 0,0233 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (56,1419 )(0,9056 )(0,1723)
N Re = = =155,8736
0,0562
NRe < 2100, aliran adalah laminar.
16
Friction factor, f = = 0,1027 (Geankoplis, 1983)
N Re
Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A 1 2..g c

0,9056 2
= 0,55 (1 0 ) = 0,00704 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 0,9056 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (7 ) = 0,1792 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )
2 0,9056 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(17 ) = 0,2176 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,1027 )
(30)(0,9056) 2
= 0,9116 [Link]/lbm
(0,1723) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
0,9056 2
= (1 0)
2
= 0,0128 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 1,32824 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


1
2
( 2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft
Efisiensi pompa () untuk positive displacement rotary pump = 61% (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 1,32824 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 44,32824 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(44,32824 [Link] / lbm )(1,1844 lbm / s )
. 550 0,61 x 550
= 0,156 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/4 hp

C.27 Pompa Asam Sulfat (L 105)


Fungsi : Mengalirkan bahan baku asam sulfat dari tangki
penyimpanan ke tangki pencampur (M-110)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Cast iron
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur : 30 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Asam sulfat 0,66 0,97 1830,5 20
Air 0,02 0,03 995,408 0,85
Total 0,68 1

Viskositas campuran = 0,97 ln (20) + 0,03 ln (0,85)


= 18,1923 cP = 0,0123 lbm/ft.s
Densitas campuran = Xasam sulfat . asam sulfat + Xair . air
= ( 0,97 x 1830,5 kg/m3) + (0,03 x 995,408 kg/m3)
= 1.805,4472 kg/m3 = 112,7163 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 0,68 kg/jam = 0,00046 lbm/s
F 0,00046 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 4,081.10-6 ft3/s
112,7163 lbm/ft 3

Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.


Asumsi aliran laminar, maka diameter pipa pompa :
De = 3,0 Q0,36 0,18 (Walas, 1988)
= 3,0 (4,018.10-6)0,36 (0,0123)0,18
= 0,0155 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/8 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,269 in = 0,0224 ft
- Diameter luar (OD) = 0,405 in = 0,0337 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0004 ft2
- Bahan konstruksi = cast iron
Bahan konstruksi cast iron dipilih karena larutan bersifat korosif. (Manley, 1979)
Q 4,018.10 -6 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,0101 ft/s
At 0,0004 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (112,7163)(0,0101)(0,0224 )
N Re = = = 2,0733
0,0123
NRe < 2100, aliran adalah laminar.
16
Friction factor, f = = 7,7172 (Geankoplis, 1983)
N Re

Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

(0,0101) 2
= 0,55 (1 0 ) = 8,7192.10-7 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 0,01012
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (17 ) = 5,3900.10-5 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 0,01012
1 check valve = hf = [Link] . = 1(55) = 8,7192.10-5 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (7,7172)
(30)(0,0101)
2
= 0,0655 [Link]/lbm
(0,0224) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
0,01012
= (1 0 ) = 1,5853.10-6 [Link]/lbm
2

2.1.32,174
Total friction loss : F = 0,0656 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(
2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 0,0656 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 43,0656 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(43,0656 [Link] / lbm )(0,00046 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,000055 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/20 hp

C.28 Pompa Metanol (L 106)


Fungsi : Memompakan bahan baku metanol dari tangki
penyimpanan ke reaktor esterifikasi (R-210)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Cast iron
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur : 30 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Metanol 775,37 0,98 791,8 0,525
Air 15,82 0,02 995,408 0,85
Total 791,19 1

Viskositas campuran = 0,98 ln (0,525) + 0,02 ln (0,85)


= 0,5145 cP = 0,00035 lbm/ft.s
Densitas campuran = Xmetanol . metanol + Xair . air
= ( 0,98 x 791,8 kg/m3) + (0,02 x 995,408 kg/m3)
= 795,8722 kg/m3 = 49,6873 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 791,19 kg/jam = 0,48 lbm/s
F 0,48 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,010 ft3/s
49,6873 lbm/ft 3

Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.

Asumsi aliran laminar, maka diameter pipa pompa :


De = 3,0 Q0,36 0,18 (Walas, 1988)
= 3,0 (0,010)0,36 (0,00035)0,18
= 0,1408 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/4 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,364 in = 0,0303 ft
- Diameter luar (OD) = 0,54 in = 0,0450 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,00072 ft2
- Bahan konstruksi = cast iron
Bahan konstruksi cast iron dipilih karena larutan bersifat korosif. (Manley, 1979)
Q 0,010 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =15,14 ft/s
A t 0,00072 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (49,6873)(15,14 )(0,0303)
N Re = = = 65.119,9866
0,00035
NRe > 2100, berarti alirannya adalah turbulen
/D = 0,0029 diperoleh friction factor, f = 0,007. (Geankoplis, 1983)

Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

(15,14) 2
= 0,55 (1 0 ) = 1,9589 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 15,14 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (17 ) = 121,0944 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 15,14 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(55) = 195,888 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,007 )
(30)(15,14)2 = 98,7380 [Link]/lbm
(0,0303) 2 (32,174 )
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
15,14 2
= (1 0 )
2
= 3,5616 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 421,2409 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
( 2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 421,2409 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 464,2409 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(464,2409 [Link] / lbm )(0,5425 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,69 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1 hp

C.29 Pompa Centrifuge I (L 107)


Fungsi : Memompakan keluaran centrifugeI (H-210) ke cooler
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi:
Temperatur : 63 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Trigliserida 1.554,13 0,7884 907,3392 22,4557
FFA 8,09 3,9401.10-3 856,8253 22,4557
Metil ester 348,89 0,2032 850 4,1353
Metanol 7,36 4,2849.10-3 791,8 0,39
Air 0,39 2,2116.10-4 995,408 0,54
-6
Asam sulfat 0,65 3,7961.10 1830,5 10
Kotoran 0,05 3,1721.10-5 1300 4173
Total 1.923,00856 1
*Viskositas diukur pada 55 oC (Geankoplis, 2003)
ln camp = 0,7923 ln (22,4557) + 0,2032 ln (4,1353) + 4,2849.10-3 ln 0,39 +
2,2116.10-4 ln 0,54 + 3,7961.10-6 ln 10 + 3,1721.10-5 ln 4173

camp = 15,6409 cP = 0,0105 lbm/ft.s

Densitas campuran = (0,7884 x 907,3392 kg/m3) + (3,9401.10-3 x


856,8253 kg/m3) + (0,2032 x 850 kg/m3) + (4,2849.10-3 x
791,8 kg/m3) + (2,2116.10-4 x 995,408 kg/m3) + (3,7961.10-6
x 1830,5 kg/m3) + (3,1721.10-5 x 1300 kg/m3)
= 895,1033 m3 = 55,8824 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 1.923,00856 kg/jam = 1,1777 lbm/s
F 1,1777 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0211 ft3/s s
55,8824 lbm/ft 3

Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.


Asumsi aliran adalah laminar, maka diameter optimumnya adalah :
De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)
= 3,0 (0,0211)0,36 (55,8824)0,18
= 1,543 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 2 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 2,067 in = 0,1723 ft
- Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0233 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0211 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,9056 ft/s
At 0,0233 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (55,8824 )(0,9056 )(0,1723)
N Re = = = 830,4384
0,0105
NRe < 2100, aliran adalah laminar.
16
Friction factor, f = = 0,0193 (Geankoplis, 1983)
N Re
Friction loss :
A2 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1
A 1 2..g c

0,9056 2
= 0,55 (1 0 ) = 0,00704 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 0,9056 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (7 ) = 0,1792 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 0,9056 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(17 ) = 0,2176 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,0193)
(30)(0,9056) 2
= 0,1713 [Link]/lbm
(0,1723) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
0,9056 2
= (1 0)
2
= 0,0128 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 0,58794 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft
Efisiensi pompa () untuk pompa sentrifugal = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 0,58794 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 43,58794 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(43,58794 [Link] / lbm )(1,1777 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,141 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/4 hp

C.30 Pompa Metanol (L 108)


Fungsi : Mengalirkan bahan baku metanol dari tangki penyimpanan
ke tangki pencampur I (M-210)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Cast iron
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur : 30 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
3
(kg/jam) (kg/m ) (cP)
Metanol 327,3629 0,98 791,8 0,525
Air 6,6809 0,02 995,408 0,85
Total 334,0438 1

Viskositas campuran = 0,98 ln (0,525) + 0,02 ln (0,85)


= 0,5145 cP = 0,00035 lbm/ft.s
Densitas campuran = Xmetanol . metanol + Xair . air
= ( 0,98 x 791,8 kg/m3) + (0,02 x 995,408 kg/m3)
= 795,8722 kg/m3 = 49,6873 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 334,0438 kg/jam = 0,2046 lbm/s
F 0,2046 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0041 ft3/s
49,6873 lbm/ft 3
Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.
Asumsi aliran laminar, maka diameter pipa pompa :
De = 3,0 Q0,36 0,18 (Walas, 1988)
= 3,0 (0,0041)0,36 (0,00035)0,18
= 0,099 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/8 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,269 in = 0,0224 ft
- Diameter luar (OD) = 0,405 in = 0,0337 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0004 ft2
- Bahan konstruksi = cast iron
Bahan konstruksi cast iron dipilih karena larutan bersifat korosif. (Manley, 1979)
Q 0,0041 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =10,25 ft/s
At 0,0004 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (49,6873)(10,25)(0,0224 )
N Re = = = 32.594,8688
0,00035
NRe > 2100, berarti alirannya adalah turbulen
/D = 0,0029 diperoleh friction factor, f = 0,007. (Geankoplis, 1983)

Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

(10,25) 2
= 0,55 (1 0 ) = 0,9005 [Link]/lbm
2.1.32,174
2 10,25 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (17 ) = 55,6648 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 10,25 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(55) = 90,046 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,007 )
(30 )(10,25)
2
= 61,2271 [Link]/lbm
(0,0224) 2 (32,174 )
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
10,25 2
= (1 0)
2
= 1,6372 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 209,4756 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 209,4756 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 252,4756 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(252,4756 [Link] / lbm )(0,2046lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,1423 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/4 hp
C.31 Pompa Centrifuge II (L 109)
Fungsi : Memompakan keluaran centrifuge II (H-220) ke
reaktor transesterifikasi II (R-230)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur : 63 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
3
(kg/jam) (kg/m ) (cP)
Trigliserida 30,2874 0,0145 907,3392 22,4557
FFA 7,5768 3,6211.10-3 856,8253 22,4557
Metil ester 1.883,3544 0,9000 850 4,1353
Gliserol 1,5931 7,6137.10-4 1261 1,56
Metanol 169,3694 0,0809 791,8 0,39
Air 0,0711 3,3980.10-5 995,408 0,54
Asam sulfat 0,000073 3,4888.10-8 1830,5 10
NaOH 0,1516 7,2452.10-5 2130 13
Kotoran 0,0061 2,9153.10-6 1300 4173
Total 2.092,4100 1

*Viskositas diukur pada 55 oC (Geankoplis, 2003)


ln camp = 0,0181 ln (22,4557) + 0,90 ln (4,1353) + 7,6135.10-4 ln 1,56 +
0,0809 ln 0,39 + 3,3980.10-5 ln 0,54 + 3,4888.10-8 ln 10 + 7,2452.10-5
ln 13 + 2,9153.10-6 ln 4173

camp = 3,5192 cP = 0,00237 lbm/ft.s

Densitas campuran = (0,0145 x 907,3392 kg/m3) + (3,6211.10-3 x


856,8253 kg/m3) + (0,90 x 850 kg/m3) + (7,6135.10-4 x
1261) + (0,0809 x 791,8) + (3,3980.10-5 x 995,408 kg/m3) +
(3,4888.10-8 x 1830,5 kg/m3) + (7,2452.10-5 x 2130 kg/m3) +
(2,9153.10-6 x 1300 kg/m3) +
= 846,4678 kg/m3 = 52,846 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 2.092,4100 kg/jam = 1,2814 lbm/s
F 1,2814 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0243 ft3/s
52,846 lbm/ft 3
Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.
Asumsi aliran adalah turbulen, maka diameter optimumnya adalah :
De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)
= 3,9 (0,0243)0,45 (52,846)0,13
= 1,226 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,38 in = 0,1149 ft
- Diameter luar (OD) = 1,66 in = 0,1383 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0104 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0243 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 2 ,3365 ft/s
At 0,0104 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (52,846 )(2,3365)(0,1149 )
N Re = = = 5.986,1775
0,00237

NRe > 2100, aliran adalah turbulen, = 0,0004


D
Friction factor, f = 0,0085 (Geankoplis, 1983)
Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

2,3365 2
= 0,55 (1 0) = 0,0466 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 2,3365 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (0,75) = 0,1272 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 2,3365 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(2 ) = 0,1696 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,0085)
(30)(2,3365)
2
= 0,7531 [Link]/lbm
(0,1149) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
2,3365 2
= (1 0)
2
= 0,0848 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 1,1813 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
( 2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)

Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 1,1813 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 44,1813 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(44,1813 [Link] / lbm )(1,2814 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,1560 hp
Maka dipilih pompa dengan daya hp
C.32 Pompa Metanol (L 110)
Fungsi : Mengalirkan bahan baku metanol dari tangki
penyimpanan ke tangki pencampur II (M-220)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Cast iron
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur : 30 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Metanol 6,5403 0,98 791,8 0,525
Air 0,1335 0,02 995,408 0,85
Total 6,6738 1

Viskositas campuran = 0,98 ln (0,525) + 0,02 ln (0,85)


= 0,5145 cP = 0,00035 lbm/ft.s
Densitas campuran = Xmetanol . metanol + Xair . air
= ( 0,98 x 791,8 kg/m3) + (0,02 x 995,408 kg/m3)
= 795,8722 kg/m3 = 49,6873 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 6,6738 kg/jam = 0,0041 lbm/s
F 0,0041 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,000083 ft3/s
49,6873 lbm/ft 3

Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.


Asumsi aliran laminar, maka diameter pipa pompa :
De = 3,0 Q0,36 0,18 (Walas, 1988)
= 3,0 (0,000083)0,36 (0,00035)0,18
= 0,024 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/8 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,269 in = 0,0224 ft
- Diameter luar (OD) = 0,405 in = 0,0337 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0004 ft2
- Bahan konstruksi = cast iron
Bahan konstruksi cast iron dipilih karena larutan bersifat korosif. (Manley, 1979)
Q 0,000083 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,2075
At 0,0004 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (49,6873)(0,2075)(0,0224 )
N Re = = = 659,847
0,00035
NRe < 2100, aliran adalah laminar.
16
Friction factor, f = = 0,0243 (Geankoplis, 1983)
N Re
Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c
(0,2075) 2
= 0,55 (1 0 ) = 3,6802.10-4 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 0,2075 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . (
= 2 17 ) = 0,0228 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 0,2075 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(55) = 0,0368 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,0243)
(30)(0,2075)2 = 0,0871 [Link]/lbm
(0,0224) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
0,2075 2
= (1 0) = 6,6912.10-4 [Link]/lbm
2

2.1.32,174
Total friction loss : F = 0,1477 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 0,1477 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 43,1477 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(43,1477 [Link] / lbm )(0,0041lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,00049 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/20 hp
C.33 Pompa Centrifuge III (L 111)
Fungsi : Memompakan keluaran centrifuge III ke tangki
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur : 63 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Trigliserida 0,6006 2,868.10-4 907,3392 22,4557
FFA 7,5769 3,6182.10-3 856,8253 22,4557
Metil ester 1.913,1796 0,9136 850 4,1353
Gliserol 0,0477 2,2778.10-5 1261 1,56
Metanol 172,691 0,0825 791,8 0,39
Air 0,038 1,8146.10-5 995,408 0,54
Asam sulfat 7,3 . 10-7 3,4859.10-10 1830,5 10
NaOH 0,0046 2,1966.10-6 2130 13
Kotoran 0,000006 2,8651.10-9 1300 4173
Total 2.094,1384 1
*Viskositas diukur pada 55 0C (Geankoplis, 2003)
ln camp = 6,4688.10-3 ln (22,4557) + 0,9136 ln (4,1353) + 2,2778.10-5 ln 1,56
+ 0,0825 ln 0,39 + 1,8146.10-5 ln 0,54 + 3,4859.10-10 ln 10 +
2,1966.10-6 ln 13 + 2,8651.10-9 ln 4173

camp = 3,453 cP = 0,0016 lbm/ft.s

Densitas campuran = (2,868.10-4 x 907,3392 kg/m3) + (3,6182.10-3 x


856,8253 kg/m3) + (0,9136 x 850 kg/m3) + (2,2778.10-5 x
1261 kg/m3) + (0,0825 x 791,8 kg/m3) + (1,8146.10-5 x
995,408 kg/m3) + (3,4859.10-10 x 1830,5 kg/m3) +
(2,1966.10-6 x 2130 kg/m3) + (2,8651.10-9 x 1300 kg/m3) +
= 845,2773 kg/m3 = 52,7717 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 2.094,1384 kg/jam = 1,2825 lbm/s
F 1,2825 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0243 ft3/s
52,7717 lbm/ft 3
Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.
Asumsi aliran adalah turbulen, maka diameter optimumnya adalah :
De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)
= 3,9 (0,0243)0,45 (52,846)0,13
= 1,226 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,38 in = 0,1149 ft
- Diameter luar (OD) = 1,66 in = 0,1383 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0104 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0243 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 2 ,3365 ft/s
At 0,0104 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (52,846 )(2,3365)(0,1149 )
N Re = = = 8.867,0254
0,0016

NRe > 2100, aliran adalah turbulen, = 0,0004


D
Friction factor, f = 0,0085 (Geankoplis, 1983)
Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

2,3365 2
= 0,55 (1 0) = 0,0466 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 2,3365 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (0,75) = 0,1272 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 2,3365 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(2 ) = 0,1696 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,0085)
(30)(2,3365)
2
= 0,7531 [Link]/lbm
(0,1149) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
2,3365 2
= (1 0)
2
= 0,0848 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 1,1813 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
( 2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 1,1813 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 44,1813 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(44,1813 [Link] / lbm )(1,2825 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,1560 hp
Maka dipilih pompa dengan daya hp

C.34 Pompa Tangki Pengumpul (L 112)


Fungsi : Memompakan hasil keluaran dari tangki pengumpul (T-203)
ke heater (E-302)
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Cast iron
Kondisi operasi:
Temperatur : 30 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Metanol 815,7717 0,9501 791,8 0,525
Asam sulfat 0,7279 9.10-4 1830,5 20
Air 42,1078 0,05 995,408 0,8500
Total 858,6074 1
Viskositas campuran = 0,9501 ln (0,525) + 9.10-4 ln 20 + 0,05 ln (0,85)
= 0,5392 cP = 3,6233.10-4 lbm/ft.s
Densitas campuran = Xmetanol . metanol + Xasam sulfat . asam sulfat + Xair . air
= ( 0,9501 x 791,8 kg/m3) + (9.10-4 x 1830,5 kg/m3) + (0,05 x
995,408 kg/m3)
= 803,7070 kg/m3 = 50,1764 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 858,6074 kg/jam = 0,5258 lbm/s
F 0,5228 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0104 ft3/s
50,1764 lbm/ft 3
Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.
Asumsi aliran adalah turbulen, maka diameter optimumnya adalah :
De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)
= 3,9 (0,0104)0,45 (50,1764)0,13
= 0,8313 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,049 in = 0,0874 ft
- Diameter luar (OD) = 1,315 in = 0,1095 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,006 ft2
- Bahan konstruksi = cast iron
Bahan konstruksi cast iron dipilih karena larutan bersifat korosif. (Manley, 1979)
Q 0,0104 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =1,7333 ft/s
At 0,006 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (50,1764 )(1,7333)(0,0874 )
N Re = = = 20.978,7871
3,6233.10 -4
NRe > 2100, aliran adalah turbulen,
= 0,0029
D
Friction factor, f = 0,007 (Geankoplis, 1983)
Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

1,7333 2
= 0,55 (1 0 ) = 0,0257 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 1,7333 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (0,75) = 0,007 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 1,7333 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(2 ) = 0,0934 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 40 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,007 )
(40)(1,7333)2 = 0,5983 [Link]/lbm
(0,0874) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
1,7333 2
= (1 0 )
2
= 0,0467 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 0,7711 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 0,7711 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 43,7711 [Link]/lbm
Daya pompa, P =
Ws . F
=
(43,7711 [Link] / lbm )(0,5258 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,0634 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/8 hp

C.35 Pompa Kolom Destilasi (L-113)


Fungsi : Memompa metanol dari kolom destilasi ke reboiler
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Cast iron
Kondisi operasi:
Temperatur : 66,32016 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Metanol 1.351.8082 0,9617 791,8 0,3
Air 53,077 0,0378 995,408 0,38
Asam sulfat 0,7279 5,1785.10-4 1830,5 5
Total 1.405,6131 1

Viskositas diukur pada suhu 66,32016 oC (Geankoplis, 2003)


Viskositas campuran = 0,9617 ln (0,3) + 0,0378 ln (0,38) + 5,1786.10-4 ln 5
= 0,3031 cP = 1,4305.10-4 lbm/ft.s
Densitas campuran = (0,9617 x 791,8 kg/m3) + (0,0378 x 995,408 kg/m3) +
(5,1785.10-4 x 1830,5 kg/m3)
= 800,048 kg/m3 = 49,9480 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 1.405,6131 kg/jam = 0,8608 lbm/s
F 0,8608 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,017 ft3/s
49,9480 lbm/ft 3

Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.


Asumsi aliran adalah turbulen, maka diameter optimumnya adalah :
De = 3,9 Q0,45 0,13(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 (0,017)0,45 (49,9480)0,13
= 1,0366 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,61 in = 0,1341 ft
- Diameter luar (OD) = 1,9 in = 0,1583 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,01414 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Bahan konstruksi cast iron dipilih karena larutan bersifat korosif. (Manley, 1979)
Q 0,017 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =1,2023 ft/s
A t 0,01414 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (49,9480 )(1,2023)(0,1341)
N Re = = = 56.295,2647
1,4305.10 -4
NRe > 2100, aliran adalah turbulen,
= 0,00034
D
Friction factor, f = 0,005 (Geankoplis, 1983)
Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

1,2023 2
= 0,55 (1 0 ) = 0,0124 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 1,2023 2
2 elbow 90 = hf = [Link] . = 2 (0,75) = 0,0338 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 1,2023 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(2 ) = 0,045 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,005)
(30)(1,2023)2 = 0,1005 [Link]/lbm
(0,1341) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
1,2023 2
= (1 0 )
2
= 0,0225 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 0,2142 [Link]/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


1
2
2
( 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 0,2142 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 43,2142 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(43,2142 [Link] / lbm )(0,8606 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,1025 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/8 hp

C.36 Pompa Reflux Drum I (L-114)


Fungsi : Memompa metanol dari reflux drum ke tangki
metanol
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Cast iron
Kondisi operasi:
Temperatur : 64,3259 oC
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia
Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,
(kg/jam) (kg/m3) (cP)
Metanol 815,5648 0,9799 791,8 0,35
Air 16,7058 0,0201 995,408 0,47
Total 832,2706 1

Viskositas campuran = 0,9799 ln (0,35) + 0,0201 ln (0,47)


= 0,3521 cP = 2,3659.10-4 lbm/ft.s
Densitas campuran = Xmetanol . metanol + Xair . air
= ( 0,9799 x 791,8 kg/m3) + (0,0201 x 995,408 kg/m3)
= 795,8925 kg/m3 = 49,6876 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 832,2706 kg/jam = 0,5097 lbm/s
F 0,5097 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0103 ft3
49,6876 lbm/ft 3

Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.


Asumsi aliran adalah turbulen, maka diameter optimumnya adalah :
De = 3,9 Q0,45 0,13(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 (0,0103)0,45 (49,6876)0,13
= 0,8267 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,049 in = 0,0874 ft
- Diameter luar (OD) = 1,315 in = 0,1096 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,006 ft2
- Bahan konstruksi = cast iron
Bahan konstruksi cast iron dipilih karena larutan bersifat korosif. (Manley, 1979)
Q 0,0103 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =1,7167 ft/s
At 0,006 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (49,6876 )(1,7167 )(0,0874 )
N Re = = = 31.510,6583
2,3659.10 -4

NRe > 2100, aliran adalah turbulen, = 0,0029


D
Friction factor, f = 0,007 (Geankoplis, 1983)
Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

1,7167 2
= 0,55 (1 0 ) = 0,0252 [Link]/lbm
2.1.32,174

2 1,7167 2
3 elbow 90 = hf = [Link] . = 3 (0,75) = 0,1031 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 1,7167 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(2 ) = 0,0916 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 80 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,007 )
(80 )(1,7167 )
2
= 1,1738 [Link]/lbm
(0,0874) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
1,7167 2
= (1 0)
2
= 0,0458 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 1,4395 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
( 2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 1,4395 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 44,4395 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(44,4395 [Link] / lbm )(0,5097 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,0624 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/8 hp

C.37 Pompa Reflux Drum II (L-115)


Fungsi : Memompa metanol dari reflux drum ke kolom
destilasi
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Cast iron
Kondisi operasi:
Temperatur : 64,3259 0C
Tekanan : 1 atm = 14,696 psia

Komponen Laju alir massa % massa (Xi) Densitas, Viskositas,


3
(kg/jam) (kg/m ) (cP)
Metanol 536,0704 0,9799 791,8 0,35
Air 10,9692 0,0201 995,408 0,47
Total 547,0396 1

Viskositas campuran = 0,9799 ln (0,35) + 0,0201 ln (0,47)


= 0,3521 cP = 2,3659.10-4 lbm/ft.s

Densitas campuran = Xmetanol . metanol + Xair . air


= ( 0,9799 x 791,8 kg/m3) + (0,0201 x 995,408 kg/m3)
= 795,8925 kg/m3 = 49,6876 lbm/ft3
Laju alir massa (F) = 547,0396 kg/jam = 0,335 lbm/s
F 0,335 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,0067 ft3/s
49,6876 lbm/ft 3
Maka dengan nilai Q dan di atas dapat digunakan pompa sentrifugal.
Asumsi aliran adalah turbulen, maka diameter optimumnya adalah :
De = 3,9 Q0,45 0,13(Timmerhaus, 1980)
= 3,9 (0,0067)0,45 (49,6876)0,13
= 0,6812 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 3/4 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,824 in = 0,0687 ft
- Diameter luar (OD) = 1,05 in = 0,0875 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,00371 ft2
- Bahan konstruksi = cast iron
Bahan konstruksi cast iron dipilih karena larutan bersifat korosif. (Manley, 1979)
Q 0,0067 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =1,806 ft/s
A t 0,00371 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (49,6876 )(1,806 )(0,0687 )
N Re = = = 26.057,1024
2,3659.10 -4
NRe > 2100, aliran adalah turbulen
= 0,0029
D
Friction factor, f = 0,007 (Geankoplis, 1983)

Friction loss :
A 2
1 sharp edge entrance = hc = 0,55 1 2
A1 2..g c

1,806 2
= 0,55 (1 0 ) = 0,0279 [Link]/lbm
2.1.32,174
2 1,806 2
1 elbow 90 = hf = [Link] . = 1(0,75) = 0,038 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

2 1,806 2
1 check valve = hf = [Link] . = 1(2 ) = 0,1014 [Link]/lbm
2.g c 2 (32,174 )

L. 2
Pipa lurus 80 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4 (0,007 )
(80 )(1,806 )
2
= 1,6527 [Link]/lbm
(0,0687 ) 2 (32,174)
2
A 2
1 sharp edge exit = hex = 1 2
A1 2..g c
1,806 2
= (1 0 )
2
= 0,0507 [Link]/lbm
2.1.32,174
Total friction loss : F = 1,8707 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
1
2
(2 2
) P P1
2 v 1 + g (z 2 z 1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis, 1983)

Dimana : v1 = v2
P
P1 = P2 = 1 atm ; =0

Z = 43 ft.
Efisiensi pompa untuk pompa sentrifugal () = 66 % (Manley, 1979)
Maka :
32,174 ft / s 2
0+ (43 ft ) + 0 + 1,8707 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 44,8707 [Link]/lbm

Daya pompa, P =
Ws . F
=
(44,8707 [Link] / lbm )(0,335 lbm / s )
. 550 0,66 x 550
= 0,0414 hp
Maka dipilih pompa dengan daya 1/8 hp

C.38 Heater (E-201)


Fungsi : untuk meningkatkan temperatur umpan sebelum memasuki
Reaktor Esterifikasi (R-210)
Jenis : Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)
Dipakai : 2 x 1 in IPS, 20 ft hairpin
Jumlah : 1 unit

Data :
Fluida Panas
Laju alir steam masuk = 53,78 kg/jam = 118,56 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 100 oC = 212 oF
Temperatur akhir (T2) = 100 oC = 212 oF

Fluida Dingin
Laju alir umpan masuk = 1.894,51 kg/jam = 4.172,73 lbm/jam
Temperatur awal (t1) = 30 oC = 86 oF
Temperatur akhir (t2) = 63 oC = 145,4 oF
Panas yang dibutuhkan (Q) = 121.386,29 kJ/jam = 115.316,97 Btu/jam
Perhitungan :
1. t = Beda suhu sebenarnya

Fluida Panas Fluida dingin Selisih


T1 = 212 F Temperatur tinggi t2 = 145,4 F t2 = 66,6 F
T2 = 212 F Temperatur rendah t1 = 86 F t1 = 126 F
T1 T2 = 0 F Selisih t2 t1 = 59,4 oF t2 t1 = -59,4 oF

t 2 t 1 - 11,37629
LMTD = = = 93,17 oF
t 69,62371
ln 2 ln
t 1 81

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


T1 + T2 221 + 212
Tc = = = 212 0 F
2 2
t1 + t 2 131 + 151,37629
tc = = = 115,7 o F
2 2

Fluida Panas: anulus, steam


3. Flow area anulus

Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :


1,66
OD = D1 = = 0,13833 ft
12
2,067
OD = D2 = = 0,17225 ft (Tabel 11, Kern)
12

( D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


2 2

aa = =
4 4
= 0,00827 ft2
4. Kecepatan massa

w 723,4280
Ga = = = 8.747,6179 lbm/jam.ft2
aa 0,0827
5. Bilangan Reynold

Pada Tc = 212 oF, dari figure 14, Kern, 1965 diperoleh :


= 0,26 cP = 0,6289 lbm/[Link]
Da x G a 0,07615 x 8.747,6179
Rea = = = 1.059,2004
0,6289
Dengan bilangan Reynold 1.059,2004, maka diperoleh jH = 70
(Gambar 28, Kern)
6. Kapasitas panas

Pada Tc = 212 oF
Dari Kern, 1965, fig. 4, diperoleh Cp = 0,998 BTU/[Link]
Dari Kern, 1965, fig.1, diperoleh k = 0,3617 BTU/[Link]
1/ 3
Cp.
1/ 3
0,998 x 0,6289
= = 1,7353
k 0,3617
7. Koefisien koreksi h0

0 ,14
k Cp x
1/ 3

h0 = JH x x
Da k w
0 ,14

Asumsi =1
w
0,3617
h0 = 70 x x 1,7353 x 1
0,07615
= 576,9673 Btu/[Link]

Fluida Dingin, inner pipe, umpan masuk


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
1,66
OD = = 0,13833 ft
12
1,380
OD = = 0,115 ft (Tabel 11, Kern)
12
D = ID = 0,115
(D 2 )
Ap = (Kern, 1965)
4
3,14 (0,115 2 )
= = 0,01038 ft2
4
1. Kecepatan Massa

w 1.892,8405
Gp = = = 182.354,5761 lbm/jam.ft2
ap 0,01038

2. Bilangan Reynold

Pada tc = 141,1882 oF
Cairan terdiri atas campuran metanol, air, dan asam sulfat, maka dihitung viskositas
campurannya terlebih dahulu.
Komponen Laju alir massa Berat Viskositas
(kg/jam) (%) (cP)
Metanol 815,7378 0,9501 0,34
Air 42,1078 0,049 0,45
Asam sulfat 0,7279 8,478.10-4 1
Total 858,5735 1

Masing-masing viskositas zat diukur pada suhu tc yaitu 141,1882 oF.


(Kern, 1965)
ln camp = 0,9501 ln (0,34) + 0,049 ln (0,45) + 8,478.10-4 ln 1

camp = 0,3450 cP = 0,8346 lbm/ft . jam


D x Gp 0,115 x 182.354,5761
Rep = = = 25.126,7389
0,8346
Dari bilangan Reynold 25.126,7389, maka diperoleh J = 85
(Gambar 24, Kern)

3. Kapasitas Panas

Pada tc = 141,1882 oF
Karena cairan adalah sebagian besar metanol dan air dengan jumlah yang hampir
sebanding. Asumsi metanol 60% dan air 40%
Maka Cp rata-rata :
Cp metanol pada 141,1882 oF = 2,512 (333,8101 293,15) K = 102,138 kJ/kg.K
Cp metanol pada 141,1882 oF = 0,3309 Btu/lbm oF (Geankoplis, 2003)
Cp air pada 141,1882 oF = 0,4604 Btu/lbm oF (Geankoplis, 2003)
Cp rata-rata = 0,6 x Cp metanol + 0,4 x Cp air = 0,6 (0,3309) + 0,4 (0,4604)
= 0,3827 Btu/lbm oF

Dari table 4 Kern (1965), diperoleh k = 0,086 BTU/[Link].0F


k rata-rata = 0,6 (0,124) + 0,4 (0,330)
= 0,2064
1/ 3
Cp.
1/ 3
0,3827 x 0,8346
= = 1,1567
k 0,2064

4. Koefisien Koreksi, hi
0 ,14
k Cp x
1/ 3

hi = J H x x
D k w
0,2064
= 85 x x 1,1567 x 1
0,115
= 176,4621 Btu/[Link]
5. Koreksi hi

h i . ID 176,4621 x 0,115
hio = = = 146,7009 Btu/[Link]
OD 0,13833
6. Clean Overall Coefficient, Uc

h io x h o 146,7009 x 576,9673
Uc = = = 116,9619 Btu/[Link]
h io + h o 146,7009 + 576,9673
7. Design Overall Coefficient, UD

1 1
= + Rd
UD UC

1
= + 0,003 = 0,0116
116,9619
UD = 86,2069 Btu/[Link]
Dari table 8, hal 840, Kern (1965), heater untuk fluida dingin light organic dan
fluida panas steam, diperoleh UD = 100 - 200, maka batas UD hitung memenuhi
syarat UD yang ditentukan.

8. Luas permukaan

Q 701.930,162
A = = = 108,3220 ft2
U D x LMTD 86,2069 x 75,1684
Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft (Tabel 11, Kern)
A 108,3220
Panjang pipa yang dibutuhkan = '
= = 249,0161 ft
A 0,435
249,0161
Hairpin yang dipakai 20 ft = = 6,2254
2 x 20
Maka jumlah hairpin yang digunakan = 7 hairpin

9. Faktor Pengotor, RD

U C U D 116,9619 86,2069
RD = = = 0,003
U C xU D 116,9619 x 86,2069

Pressure Drop
Fluida Panas (annulus ; steam)
1. Da = (D2 D1) = (0,17225 0,13833) = 0,03392 ft

Da ' x G a 0,03392 x 8.747,6179


Rea = = = 471,8067
0,6289
0,264
f = 0,0035 +
(471,8067) 0, 42
= 0,0234
s = 0,998
= 0,998 x 62,5 = 62,375

2
4fG a L 4 x 0,0234 x 8.747,6179 2 x (9 x 20 x 2)
2. Fa = =
2g 2 D a 2 (4,18.10 8 ) (62,5 2 ) (0,03392)

= 0,0233 ft
Ga 8.747,6179
3. V= = = 0,0389 fps
3600 3600 (62,5)

V2 0,0389 2
F1 =1x = 1x = 0,000025 ft
2g 2 x 32,2
(Fa + F1 )
Pa =
144
(0,0233 + 0,000025) (62,5)
= = 0,0101 psia
144
P yang diperbolehkan = 10 psia

Fluida dingin (Inner pipe, umpan masuk)


1. Untuk Re = 25.126,7389

0,264
f = 0,0035 + = 0,0073
(25.126,7389) 0, 42
Specific gravity metanol-air = 0,6 (0,79) + 0,4(1,0) = 0,874
s = 0,874
= 1 x 62,5 = 62,5

2
4fG p L 4 x 0,0073 x182.354,5761 2 x 9 x 20
2. Fp = =
2g 2 D p 2 (4,18.10 8 ) (62,5 2 ) (0,115)

= 0,4654 ft

Fp x
3. Pp =
144

0,4654 x 62,5
= = 0,2020 psia
144
P yang diperbolehkan = 10 psia
Sehingga Heater (E-201) layak didirikan untuk pabrik ini.

C.39 Cooler (E-301)


Fungsi : untuk menurunkan suhu metil ester sebelum memasuki
tangki penyimpanan
Jenis : Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)
Dipakai : 3 x 2 in IPS, 12 ft hairpin
Jumlah : 1 unit
Data :
Fluida Panas
Laju alir umpan masuk = 1.903,43 kg/jam = 4.275,6825 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 63 oC = 203 oF
Temperatur akhir (T2) = 30 oC = 104 oF
Fluida Dingin
Laju alir air pendingin = 988,07 kg/jam = 5.758,3593 lbm/jam
Temperatur awal (t1) = 30 oC = 86 oF
Temperatur akhir (t2) = 60 oC = 140 oF
Panas yang diserap (Q) = 123.805,05 kJ/jam = 310.443,5262 Btu/jam

Perhitungan :
1. t = Beda suhu sebenarnya

Fluida Panas Fluida dingin Selisih


T1 = 203 F Temperatur tinggi t2 = 140 F t2 = 63 F
T2 = 104 F Temperatur rendah t1 = 86 F t1 = 18 F
T1 T2 = 117 F Selisih t2 t1 = 54 oF t2 t1 = 45 oF

t 2 t 1 45
LMTD = = = 35,9206 oF
t 63
ln 2 ln
t 1 18
2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)

T1 + T2 203 + 104
Tc = = = 171,5 o F
2 2
t1 + t 2 140 + 86
tc = = = 113 o F
2 2

Fluida Panas: anulus, larutan masuk


3. Flow area shell
Untuk pipa dengan ukuran 3 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
2,38
OD = D1 = = 0,19833 ft
12
3,068
OD = D2 = = 0,25567 ft (Tabel 11, Kern)
12

( D 2 D1 ) 3,14 (0,25567 2 0,19833 2 )


2 2

aa = =
4 4
= 0,02043 ft2
4. Kecepatan massa

w 4.275,6825
Ga = = = 209.284,5081 lbm/jam.ft2
aa 0,02043
5. Bilangan Reynold

metil ester pada 40 oC = 4,1353 cP. Asumsi tidak ada perubahan viskositas metil
ester pada Tc = 171,5 oF.
= 4,1353 cP = 2,7788.10-3 lbm/ft.s = 10,0037 lbm/[Link]
Karena larutan terdiri atas sebagian besar metil ester, maka dapat dianggap viskositas
campuran sama dengan viskositas metil ester.
Da x G a 0,13124 x 209.284,5081
Rea = = = 2.745,6340
10,0037
6. Dengan bilangan Reynold 2.745,6340, maka diperoleh jH = 27
(Gambar 28, Kern)
7. Kapasitas panas

Pada Tc = 171,5 oF = 350,65 K


Cp metil ester = 566,7793 J/mol K (350,65 298,15) K = 29755,9133 J/mol
= 0,2739 Btu/[Link]
Asumsi k metil ester = k kerosene
Dari table 4 Kern (1965), diperoleh k = 0,086 BTU/[Link]
1/ 3
Cp.
1/ 3
0,2739 x 10,0037
= = 3,1702
k 0,086
8. Koefisien koreksi h0
0 ,14
k Cp x
1/ 3

h0 = JH x x
Da k w
0 ,14

Asumsi =1
w
0,086
h0 = 27 x x 3,1702 x 1
0,13124
= 56,0896 Btu/[Link]

Fluida Dingin, inner pipe, air pendingin


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 3 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
2,38
OD = = 0,19833 ft
12
2,067
OD = = 0,17225 ft (Tabel 11, Kern)
12
D = ID = 0,17225
(D 2 )
Ap = (Kern, 1965)
4
3,14 (0,17225 2 )
= = 0,02329 ft2
4
1. Kecepatan Massa

w 5.758,3593
Gp = = = 247.245,9983 lbm/jam.ft2
ap 0,02329

2. Bilangan Reynold

Pada tc = 113 oF, dari figure 14, Kern, 1965 diperoleh :


= 0,21 cP = 0,5080 lbm/[Link]
D x Gp 0,17225 x 247.245,9983
Rep = = = 83.834,8882
0,5080
3. Dari bilangan Reynold 83.834,8882, maka diperoleh J = 220
(Gambar 24, Kern)
4. Kapasitas Panas

Dari Kern, 1965, fig. 4, diperoleh Cp = 0,9985 BTU/[Link]


Dari Kern, 1965, fig.1, diperoleh k = 0,3620 BTU/[Link]
1/ 3
Cp.
1/ 3
0,9985 x 0,508
= = 1,1190
k 0,3620
5. Koefisien Koreksi, hi
0 ,14
k Cp x
1/ 3

hi = J H x x
D k w
0,3620
= 220 x x 1,1190 x 1
0,17225
= 517,3710 Btu/[Link]
6. Koreksi hi

h i . ID 517,3710 x 0,17225
hio = = = 499,338 Btu/[Link]
OD 0,19833
7. Clean Overall Coefficient, Uc

h io x h o 499,338 x 56,0896
Uc = = = 50,4254 Btu/[Link]
h io + h o 499,338 + 56,0896
8. Design Overall Coefficient, UD

Dari table 8, untuk untuk fluida dingin air dan fluida panas heavy organics,
Rd = 0,003
1 1
= + Rd
UD UC

1
= + 0,003 = 0,0228
50,4254
UD = 43,8597 Btu/jam.ft2.0F
Dari tabel 8, hal 840, Kern (1965), cooler untuk fluida dingin air dan fluida panas
heavy organics, diperoleh UD = 5 75, maka UD hitung memenuhi syarat.

9. Luas permukaan
Q 310.443,5262
A = = = 197,0486 ft2
U D x LMTD 43,8597 x 35,9206
Untuk pipa 2 in diperoleh A = 0,42 ft2/ft (Tabel 11, Kern)
A 197,0486
Panjang pipa yang dibutuhkan = '
= = 469,1633 ft
A 0,42
469,1633
Hairpin yang dipakai 12 ft = = 19,5485
2 x 12
Maka jumlah hairpin yang digunakan adalah 20 hairpin.

10. Faktor Pengotor, RD

U C U D 50,4254 43,8597
RD = = = 0,0031
U C xU D 50,4254 x 43,8597

Pressure Drop
Fluida Panas (annulus ; umpan masuk)
1. Da = (D2 D1) = (0,25567 0,19833) = 0,0573 ft

Da ' x G a 0,05733 x 209.284,5081


Rea = = = 1.199,3843
10,0037
0,264
f = 0,0035 +
(DG / ) 0, 42
0,264
= 0,0035 + = 0,0169
(1.199,3843) 0, 42
s = 0,8632
= 0,8632 x 62,5 = 53,95

2
4 fGa L 4 x 0,0169 x 209.284,54812 x(15 x 12 x 2)
2. Fa = =
2 g 2 D a 2 (4,18.10 8 ) (53,95 2 ) (0,05733)
= 7,6410 ft
Ga 209.284,5081
3. V = = = 1,0776 fps
3600 3600 (53,95)
V2 1,0776 2
F1 =1x =1x = 0,0180 ft
2g 2 x 32,2

(Fa + F1 )
Pa =
144
(7,6410 + 0,0180) (53,95)
= = 2,8560 psia
144
P yang diperbolehkan = 10 psia

Fluida dingin (Inner pipe, air pendingin)


10. Untuk Re = 83.834,8882

0,264
f = 0,0035 + = 0,0058
(83.834,8882) 0, 42
s=1
= 1 x 62,5 = 62,5

2
4fG p L 4 x 0,0058 x 247.245,9983 2 x 15 x 12
11. Fp = =
2g 2 D p 2 (4,18.10 8 ) (62,5 2 ) (0,17225)

= 0,4538 ft
Fp x
12. Pp =
144

0,4538 x 62,5
= = 0,1970 psia
144
P yang diperbolehkan = 10 psia

Sehingga Cooler (E-301) layak didirikan untuk pabrik ini.

C.40 Heater (E-302)


Fungsi : untuk meningkatkan temperatur umpan sebelum memasuki
unit destilasi tray
Jenis : Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)
Dipakai : 2 x 1 in IPS, 20 ft hairpin
Jumlah : 1 unit
Data :
Fluida Panas
Laju alir steam masuk = 445,58 kg/jam = 723,4280 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 100 oC = 212 oF
Temperatur akhir (T2) = 100 oC = 212 oF
Fluida Dingin
Laju alir umpan masuk = 1.132,93 kg/jam = 1.892,8405 lbm/jam
Temperatur awal (t1) = 63 oC = 131 oF
Temperatur akhir (t2) = 66,32016 oC = 151,37629 oF
Panas yang dibutuhkan (Q) = 1.005.625,65 kJ/jam = 701.930,162 Btu/jam

Perhitungan :
8. t = Beda suhu sebenarnya

Fluida Panas Fluida dingin Selisih


T1 = 221 F Temperatur tinggi t2 = 151,37629 F t2 = 69,62371 F
T2 = 212 F Temperatur rendah t1 = 131 F t1 = 81 F
T1 T2 = 117 F Selisih t2 t1 = 20,37629 oF t2 t1 = -11,37629 oF

t 2 t 1 - 11,37629
LMTD = = = 75,1684 oF
t 2 69,62371
ln ln
t
1 81

9. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)

T1 + T2 221 + 212
Tc = = = 212 0 F
2 2
t1 + t 2 131 + 151,37629
tc = = = 141,1882 o F
2 2

Fluida Panas: anulus, steam


10. Flow area shell

Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :


1,66
OD = D1 = = 0,13833 ft
12
2,067
OD = D2 = = 0,17225 ft (Tabel 11, Kern)
12

( D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


2 2

aa = =
4 4
= 0,00827 ft2
11. Kecepatan massa

w 723,4280
Ga = = = 8.747,6179 lbm/jam.ft2
aa 0,0827
12. Bilangan Reynold

Pada Tc = 212 oF, dari figure 14, Kern, 1965 diperoleh :


= 0,26 cP = 0,6289 lbm/[Link]
Da x G a 0,07615 x 8.747,6179
Rea = = = 1.059,2004
0,6289
Dengan bilangan Reynold 1.059,2004, maka diperoleh jH = 70
(Gambar 28, Kern)
13. Kapasitas panas

Pada Tc = 212 oF
Dari Kern, 1965, fig. 4, diperoleh Cp = 0,998 BTU/[Link]
Dari Kern, 1965, fig.1, diperoleh k = 0,3617 BTU/[Link]
1/ 3
Cp.
1/ 3
0,998 x 0,6289
= = 1,7353
k 0,3617
14. Koefisien koreksi h0

0 ,14
k Cp x
1/ 3

h0 = JH x x
Da k w
0 ,14

Asumsi =1
w
0,3617
h0 = 70 x x 1,7353 x 1
0,07615
= 576,9673 Btu/[Link]

Fluida Dingin, inner pipe, umpan masuk


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
1,66
OD = = 0,13833 ft
12
1,380
OD = = 0,115 ft (Tabel 11, Kern)
12
D = ID = 0,115
(D 2 )
Ap = (Kern, 1965)
4
3,14 (0,115 2 )
= = 0,01038 ft2
4
13. Kecepatan Massa

w 1.892,8405
Gp = = = 182.354,5761 lbm/jam.ft2
ap 0,01038

14. Bilangan Reynold

Pada tc = 141,1882 oF
Cairan terdiri atas campuran metanol, air, dan asam sulfat, maka dihitung viskositas
campurannya terlebih dahulu.
Komponen Laju alir massa Berat Viskositas
(kg/jam) (%) (cP)
Metanol 815,7378 0,9501 0,34
Air 42,1078 0,049 0,45
Asam sulfat 0,7279 8,478.10-4 1
Total 858,5735 1

Masing-masing viskositas zat diukur pada suhu tc yaitu 141,1882 oF.


(Kern, 1965)
ln camp = 0,9501 ln (0,34) + 0,049 ln (0,45) + 8,478.10-4 ln 1

camp = 0,3450 cP = 0,8346 lbm/ft . jam


D x Gp 0,115 x 182.354,5761
Rep = = = 25.126,7389
0,8346
Dari bilangan Reynold 25.126,7389, maka diperoleh J = 85
(Gambar 24, Kern)
15. Kapasitas Panas

Pada tc = 141,1882 oF
Karena cairan adalah sebagian besar metanol dan air dengan jumlah yang hampir
sebanding. Asumsi metanol 60% dan air 40%
Maka Cp rata-rata :
Cp metanol pada 141,1882 oF = 2,512 (333,8101 293,15) K = 102,138 kJ/kg.K
Cp metanol pada 141,1882 oF = 0,3309 Btu/lbm oF (Geankoplis, 2003)
Cp air pada 141,1882 oF = 0,4604 Btu/lbm oF (Geankoplis, 2003)
Cp rata-rata = 0,6 x Cp metanol + 0,4 x Cp air = 0,6 (0,3309) + 0,4 (0,4604)
= 0,3827 Btu/lbm oF

Dari table 4 Kern (1965), diperoleh k = 0,086 BTU/[Link].0F


k rata-rata = 0,6 (0,124) + 0,4 (0,330)
= 0,2064
1/ 3
Cp.
1/ 3
0,3827 x 0,8346
= = 1,1567
k 0,2064
16. Koefisien Koreksi, hi
0 ,14
k Cp x
1/ 3

hi = J H x x
D k w
0,2064
= 85 x x 1,1567 x 1
0,115
= 176,4621 Btu/[Link]

17. Koreksi hi

h i . ID 176,4621 x 0,115
hio = = = 146,7009 Btu/[Link]
OD 0,13833
18. Clean Overall Coefficient, Uc

h io x h o 146,7009 x 576,9673
Uc = = = 116,9619 Btu/[Link]
h io + h o 146,7009 + 576,9673
19. Design Overall Coefficient, UD

1 1
= + Rd
UD UC

1
= + 0,003 = 0,0116
116,9619
UD = 86,2069 Btu/[Link]
Dari table 8, hal 840, Kern (1965), heater untuk fluida dingin light organic dan
fluida panas steam, diperoleh UD = 100 - 200, maka batas UD hitung memenuhi
syarat UD yang ditentukan.

20. Luas permukaan

Q 701.930,162
A = = = 108,3220 ft2
U D x LMTD 86,2069 x 75,1684
Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft (Tabel 11, Kern)
A 108,3220
Panjang pipa yang dibutuhkan = '
= = 249,0161 ft
A 0,435
249,0161
Hairpin yang dipakai 20 ft = = 6,2254
2 x 20
Maka jumlah hairpin yang digunakan = 7 hairpin

21. Faktor Pengotor, RD

U C U D 116,9619 86,2069
RD = = = 0,003
U C xU D 116,9619 x 86,2069

Pressure Drop
Fluida Panas (annulus ; steam)
4. Da = (D2 D1) = (0,17225 0,13833) = 0,03392 ft

Da ' x G a 0,03392 x 8.747,6179


Rea = = = 471,8067
0,6289
0,264
f = 0,0035 +
(471,8067) 0, 42
= 0,0234
s = 0,998
= 0,998 x 62,5 = 62,375

2
4fG a L 4 x 0,0234 x 8.747,6179 2 x (9 x 20 x 2)
5. Fa = =
2g 2 D a 2 (4,18.10 8 ) (62,5 2 ) (0,03392)

= 0,0233 ft
Ga 8.747,6179
6. V= = = 0,0389 fps
3600 3600 (62,5)

V2 0,0389 2
F1 =1x = 1x = 0,000025 ft
2g 2 x 32,2

(Fa + F1 )
Pa =
144
(0,0233 + 0,000025) (62,5)
= = 0,0101 psia
144
P yang diperbolehkan = 10 psia

Fluida dingin (Inner pipe, umpan masuk)


4. Untuk Re = 25.126,7389

0,264
f = 0,0035 + = 0,0073
(25.126,7389) 0, 42
Specific gravity metanol-air = 0,6 (0,79) + 0,4(1,0) = 0,874
s = 0,874
= 1 x 62,5 = 62,5

2
4fG p L 4 x 0,0073 x182.354,5761 2 x 9 x 20
5. Fp = =
2g 2 D p 2 (4,18.10 8 ) (62,5 2 ) (0,115)

= 0,4654 ft

Fp x
6. Pp =
144

0,4654 x 62,5
= = 0,2020 psia
144
P yang diperbolehkan = 10 psia

Sehingga Heater (E-302) layak didirikan untuk pabrik ini.

C.41 Kondensor (E-303)


Fungsi : mengubah fasa metanol dari gas menjadi cairpada kolom
destilasi
Jenis : 1-2 shell and tube exchanger
Dipakai : 1 in OD, Tube 18 BWG, panjang = 20 ft, 8 pass
Jumlah : 1 unit

Data :
Fluida Panas
Laju alir umpan masuk = 1.526.79 kg/jam = 3.040,8347 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 66,32016 oC = 151,3763 oF
Temperatur akhir (T2) = 64,3259 oC = 147,7866 oF

Fluida Dingin
Laju alir air pendingin = 11.923,1677 kg/jam = 26.286,2226 lbm/jam
Temperatur awal (t1) = 30 0C = 86 0F
Temperatur akhir (t2) = 60 0C = 140 0F
Panas yang diserap (Q) = 13.169,65 kJ/jam = 1.417.137,636 Btu/jam

Perhitungan :
1. t = Beda suhu sebenarnya

Fluida Panas Fluida dingin Selisih


T1 = 151,3763 F Temperatur tinggi t2 = 140 F t2 = 11,3763 F
T2 = 147,7866 F Temperatur rendah t1 = 86 F t1 = 61,7866 F
T1 T2 = 3,5897 F Selisih t2 t1 = 54 oF t2 t1 = -50,4103 oF

t 2 t 1 - 50,4103
LMTD = = = 29,7906 oF
t 11,3763
ln 2 ln
t 1 61,7866

T1 T2 3,5897
R= = = 0,0665
t 2 t1 54

t 2 t1 54
S= = = 0,8740
T1 t 1 147,7866 86
Dari Fig 19, Kern, 1965 diperoleh FT = 0,85
Maka t = FT LMTD = 0,85 29,7906 = 25,3220 F

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


T1 + T2 151,3763 + 147,7866
Tc = = = 149,5815 0 F
2 2

t 1 + t 2 140 + 86
tc = = = 113 0 F
2 2

Dalam perancangan ini digunakan kondensor dengan spesifikasi:


- Diameter luar tube (OD) = 1 in
- Jenis tube = 18 BWG
- Pitch (PT) = 1 in triangular pitch
- Panjang tube (L) = 12 ft
o Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, kondensor untuk fluida panas light organic
dan fluida dingin air, diperoleh UD = 75 - 150, faktor pengotor (Rd) = 0,003.
Diambil UD = 82 Btu/jamft2F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,
Q 1.417.137,636 Btu/jam
A= = = 658,4080 ft 2
U D t Btu
82 25,3220 o F
jam ft F
2 o

Luas permukaan luar (a) = 0,2618 ft2/ft (Tabel 10, Kern)


A 658,4080 ft 2
Jumlah tube, N t = = = 125,7464 buah
L a " 20 ft 0,2618 ft 2 /ft
- Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 128 tube dengan
ID shell 19 in.

- Koreksi UD
A = L Nt a"
= 20 ft 128 0,2618 ft 2 /ft
= 670,208 ft 2
Q 1.417.137,636 Btu/jam Btu
UD = = = 83,5035
A t 670,208 ft 25,3220 F
2
jam ft 2 F
Fluida dingin : air, tube
(3) Flow area tube, at = 0,639 in2 (Tabel 10, Kern)

N t a 't
at = (Pers. (7.48), Kern)
144 n
94 0,639
at = = 0,0816 ft 2
144 8
(4) Kecepatan massa
w
Gt = (Pers. (7.2), Kern)
at

26.286,2226 lb m
Gt = = 322.135,0809
0,0816 jam ft 2
(5) Bilangan Reynold
Pada tc = 113F
= 0,21 cP = 0,5080 lbm/[Link] (Gbr. 15, Kern)
Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh
ID = 0,902 in = 0,0752 ft
ID G t
Re t = (Pers. (7.3), Kern)

0,0752 322.135,0809
Re t = = 47.686,1380
0,5080
(6) Taksir jH dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH =
140
(7) Pada tc = 113 F
Dari Kern, 1965, fig. 4, diperoleh Cp = 0,9985 BTU/lbm.0F
Dari Kern, 1965, fig.1, diperoleh k = 0,3620 BTU/[Link].0F
1 1
c 3 0,9985 0,5080 3
= = 1,1190
k 0,3620
1
hi k c 3
(8) = jH (Pers. (6.15),
s D k

Kern)
h
i = 140 0,3620 1,1190 = 754,1346
s 0,0752

h
io = h i x ID
t t OD
0,902
= 754,1346 x
1
= 680,2294
(9) Karena viskositas rendah, maka diambil t = 1
h
h io = io t
t
hio = 680,2294 1 = 680,2294

Fluida panas : shell, bahan


(3) Flow area shell

Ds C' B 2
as = ft (Pers. (7.1), Kern)
144 PT
Ds= Diameter dalam shell = 17,25 in
B = Baffle spacing = 5 in
PT = Tube pitch = 1 1/4 in
C = Clearance = PT OD
= 1 1/4 1 = 0,25 in
17,25 0,25 5
as = = 0,1198 ft 2
144 1,25

(4) Kecepatan massa


W
Gs = (Pers. (7.2), Kern)
as
3.040,8347 lb m
Gs = = 25.382,5935
0,1198 jam ft 2

(5) Bilangan Reynold


Pada Tc = 149,5815 F
= 0,31cP = 0,7499 lbm/[Link] (Kern, 1965)
Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 1/4 tri pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,72/12 = 0,06000 ft
De G s
Res = (Pers. (7.3), Kern)

0,0600 25.382,5935
Re s = = 2.030,8783
0,7499
(6) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 23
(7) Pada Tc = 149,5815 F
Dari table 5 Kern (1965), diperoleh k = 0,3386 BTU/[Link]
c = 0,6509 Btu/lbm.0F
1 1
c 3 0,6509 0,7499 3
= = 1,1296
k 0,3386
1
ho k c 3
(8) = jH (Pers. (6.15),
s De k
Kern)
ho 0,3386
= 23 1,1296 = 146,6183
s 0,06000

(9) Karena viskositas rendah, maka diambil s = 1


h
h o = o s
s
ho = 146,6183 1 = 146,6183

(10) Clean Overall coefficient, UC


h io h o 680,2294 146,6183
UC = = = 120,6197 Btu/jam ft 2 F
h io + h o 680,2294 + 146,6183
(11) Faktor pengotor, Rd
U C U D 120,6197 83,5035
Rd = = = 0,0037 (Pers. (6.13), Kern)
U C U D 120,6197 83,5035

0,0037 0,003
Rd hitung Rd batas ( 0,0037 0,003 ), maka spesifikasi kondensor dapat diterima.

Pressure drop
Fluida dingin : air, tube
(1) Untuk Ret = 47.686,1380
f = 0,00019 ft2/in2 (Gbr. 26, Kern)
s = 0,98 (Gbr. 6, Kern)
t = 1
2
f Gt Ln
(2) Pt = (Pers. (7.53), Kern)
5,22 1010 ID s t

Pt =
(0,00019 )(322.135,0809 ) (20)(8)
2

5,22 1010 (0,0752 )(0,98)(1)


= 0,820 psi
2
V
(3) Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh = 0,024
2g'

4n V 2
Pr = .
s 2g'
(4).(8)
= .0,024
0,98
= 0,7837 psi
PT = Pt + Pr
= 0,820 psi + 0,7837 psi
= 1,6307 psi
Pt yang diperbolehkan = 10 psi
Fluida panas : bahan, shell
(1) Untuk Res = 2.030,8783
f = 0,0027 ft2/in2 (Gbr. 29, Kern)
s =1
s = 0,79 (Chemchad Database 5, 1999)

L
(2) N + 1 = 12 (Pers. (7.43), Kern)
B
20
N + 1 = 12 = 48
5
Ds = 17,25 in = 1,4375 ft

f G s Ds (N + 1)
2
(3) Ps = (Pers. (7.44), Kern)
5,22 1010 De s s

Ps =
(0,0027 )(25.382,5935)2 (1,4375)(48)
5,22 1010 (0,0600 )(0,79)(1)
= 0,0485 psi
Ps yang diperbolehkan = 10 psi

Sehingga Kondensor (E-303) layak didirikan untuk pabrik ini.

C.42 Reboiler (E-304)


Fungsi : untuk meningkatkan temperatur bottom sebelum diumpankan
kembali menuju kolom destilasi
Jenis : Double Pipe Heat Exchaner (DPHE)
Dipakai : 2 x 1 in IPS, 20 ft hairpin
Jumlah : 1 unit
Data :
Fluida Panas
Laju alir steam masuk = 33,33 kg/jam = 66,0722 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 100 oC = 212 oF
Temperatur akhir (T2) = 100 oC = 212 oF
Fluida Dingin
Laju alir fluida masuk = 605,79 kg/jam = 3.098,8626 lbm/jam
Temperatur awal (t1) = 66,32016 oC = 151,3763 oF
Temperatur akhir (t2) = 99,9132 oC = 211,8438 oF
Panas yang dibutuhkan (Q) = 75.233,17 kJ/jam = 163.632,9647 Btu/jam

Perhitungan :
1. t = Beda suhu sebenarnya

Fluida Panas Fluida dingin Selisih


T1 = 221 F Temperatur tinggi t2 = 211,8438 F t2 = 9,1562 F
T2 = 212 F Temperatur rendah t1 = 151,3763 F t1 = 60,6273 F
T1 T2 = 0 F Selisih t2 t1 = 60,4673 oF t2 t1 = -51,4675 oF

t 2 t 1 - 51,4675
LMTD = = = 27,2270 oF
t 9,1562
ln 2 ln
t 1 60,6273

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)

T1 + T2 221 + 212
Tc = = = 212 0 F
2 2
t1 + t 2 151.3763 + 211,8438
tc = = = 181,6101 0 F
2 2

Fluida Panas: anulus, steam


3. Flow area shell

Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :


1,66
OD = D1 = = 0,13833 ft
12
2,067
OD = D2 = = 0,17225 ft (Tabel 11, Kern)
12

( D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


2 2

aa = =
4 4
= 0,00827 ft2

4. Kecepatan massa

w 66,0722
Ga = = = 7.989,3833 lbm/jam.ft2
aa 0,00827

5. Bilangan Reynold

Pada Tc = 212 0F, dari figure 14, Kern, 1965 diperoleh :


= 0,26 cP = 0,6289 lbm/[Link]
Da x G a 0,07615 x 7.989,3833
Rea = = = 967,3850
0,6289

6. Dengan bilangan Reynold 967,3850 maka diperoleh jH = 15


(Gambar 28, Kern)

7. Kapasitas panas

Pada Tc = 212 0F
Dari Kern, 1965, fig. 4, diperoleh Cp = 0,998 BTU/[Link]
Dari Kern, 1965, fig.1, diperoleh k = 0,3617 BTU/[Link]
1/ 3
Cp.
1/ 3
0,998 x 0,6289
= = 1,7353
k 0,3617
8. Koefisien koreksi h0
0 ,14
k Cp x
1/ 3

h0 = JH x x
Da k w
0 ,14

Asumsi =1
w
0,3617
h0 = 15 x x 1,7353 x 1
0,07615
= 123,6359 Btu/[Link]

Fluida Dingin, inner pipe, larutan masuk


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
1,66
OD = = 0,13833 ft
12
1,380
OD = = 0,115 ft (Tabel 11, Kern)
12
D = ID = 0,115
(D 2 )
Ap = (Kern, 1965)
4
3,14 (0,115 2 )
= = 0,01038 ft2
4
7. Kecepatan Massa

w 3.098,8626
Gp = = = 298.541,6763 lbm/jam.ft2
ap 0,01038

8. Bilangan Reynold

Pada tc = 181,6101 oF
Cairan terdiri atas campuran metanol, air, dan asam sulfat, maka dihitung viskositas
campurannya terlebih dahulu.
Komponen Laju alir massa % berat Viskositas
(kg/jam) (%) (cP)
Metanol 1.351,8082 0,9617 0,34
Air 53,077 0,0378 0,45
Asam sulfat 0,7279 5,1785.10-4 1
Total 1.405,6131 1

Masing-masing viskositas zat diukur pada suhu tc yaitu 181,6101 oF. (Kern, 1965)
ln camp = 0,9617 ln (0,34) + 0,0378 ln (0,45) + 5,1785.10-4 ln 1

camp = 0,3438 cP = 0,8317 lbm/ft . jam


D x Gp 0,115 x 298.541,6763
Rep = = = 41.279,6595
0,8317
Dari bilangan Reynold 41.279,6595, maka diperoleh J = 120
(Gambar 24, Kern)
9. Kapasitas Panas

Pada tc = 181,6101 oF = 356,26672 K


Karena cairan adalah sebagian besar metanol dan air dengan jumlah yang hampir
sebanding. Asumsi metanol 75% dan air 25%
Maka Cp rata-rata :
Cp metanol pada 181,6101 oF = 2,512 (356,26672 293,15) K = 158,5492 kJ/kg.K
Cp metanol pada 181,6101 oF = 0,3824 Btu/lbm 0F (Geankoplis, 2003)
Cp air pada 181,6101 oF = 0,5120 Btu/lbm 0F (Geankoplis, 2003)
Cp rata-rata = 0,75 x Cp metanol + 0,25 x Cp air
= 0,75 (0,3824) + 0,25 (0,5120)
= 0,4148 Btu/lbm 0F

Dari table 4 Kern (1965), diperoleh k = 0,086 BTU/[Link]


k rata-rata = 0,75 (0,124) + 0,25 (0,330) = 0,1755
1/ 3
Cp.
1/ 3
0,4148 x 0,8317
= = 1,2527
k 0,1755
10. Koefisien Koreksi, hi
0 ,14
k Cp x
1/ 3

hi = J H x x
D k w
0,1755
= 120 x x 1,2527 x 1
0,115
= 229,4075 Btu/[Link]
11. Koreksi hi

h i . ID 229,4075 x 0,115
hio = = = 190,7169 Btu/[Link]
OD 0,13833
12. Clean Overall Coefficient, Uc

h io x h o 190,7169 x 123,6359
Uc = = = 75,0095 Btu/[Link]
h io + h o 190,7169 + 123,6359
13. Design Overall Coefficient, UD

1 1
= + Rd
UD UC

1
PP = + 0,003 = 0,0163
75,0095
UD = 61,3497 Btu/[Link]
Dari table 8, hal 840, Kern (1965), heater untuk fluida dingin gas dan fluida panas
steam, diperoleh UD = 50 100, maka batas UD hitung memenuhi syarat UD yang
ditentukan.
14. Luas permukaan

Q 163.623,9647
A = = = 97,9568 ft2
U D x LMTD 61,3497 x 27,2270
Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft (Tabel 11, Kern)
A 97,9568
Panjang pipa yang dibutuhkan = '
= = 225,1881 ft
A 0,435
225,1881
Hairpin yang dipakai 20 ft = = 5,6297
2 x 20
Jumlah hairpin yang dipakai adalah = 6 hairpin
15. Faktor Pengotor, RD
U C U D 75,0095 61,3497
RD = = = 0,003
U C xU D 75,0095 x 61,3497

Pressure Drop
Fluida Panas (annulus ; steam)
1. Da = (D2 D1) = (0,17225 0,13833) = 0,03392 ft

Da ' x G a 0,03392 x 7.989,3833


Rea = = = 430,9109
0,6289
0,264
f = 0,0035 +
(430,9109) 0, 42
0,264
= 0,0035 + = 0,0242
(1019,5317) 0, 42
s = 0,998
= 0,998 x 62,5 = 62,375

2
4fG a L 4 x 0,0242 x 7.989,3833 2 x (4 x 20 x 2)
2. Fa = =
2g 2 D a 2 (4,18.10 8 ) (62,375 2 ) (0,03392)

= 0,00896 ft

Ga 7.989,3833
3. V= = = 0,0356 fps
3600 3600 (62,375)

V2 0,0356 2
F1 =1x = 1x = 1,9680.10-5 ft
2g 2 x 32,2

(Fa + F1 )
Pa =
144
(0,0356 + 1,9680.10 5 ) (62,375)
= = 0,0153 psia
144
P yang diperbolehkan = 10 psia
Fluida dingin (Inner pipe, umpan masuk)
1. Untuk Re = 41.279,6595

0,264
f = 0,0035 + = 0,0065
(41.279,6595) 0, 42
s = 0,75 (0,79) + 0,25 (0,998)
s = 0,842
= 0,842 x 62,5 = 52,625 lbm/ft

2
4fG p L 4 x 0,0065 x 298.541,6763 2 x 4 x 20
2. Fp = =
2g 2 D p 2 (4,18.10 8 ) (52,625 2 ) (0,115)

= 0,6963 ft
Fp x
3. Pp =
144

0,6963 x 52,625
= = 0,2545 psia
144
P yang diperbolehkan = 10 psia

Sehingga Reboiler (E-304) layak didirikan untuk pabrik ini


LAMPIRAN D
PERHITUNGAN UTILITAS DAN SPESIFIKASI PERALATAN

D-1. Perhitungan untuk Sistem Pengolahan Limbah


Diperkirakan jumlah air buangan pabrik:
1. Pencucian peralatan pabrik dan limbah proses diperkirakan 50 liter/jam
2. Limbah domestik dan kantor
Diperkirakan air buangan tiap orang untuk :
- domestik = 15 liter/hari (Metcalf & Eddy, 1991)
- kantor = 20 lite /hari (Metcalf & Eddy, 1991)
Jadi, jumlah limbah domestik dan kantor
= 221 x (20 + 15) liter/hari x 1 hari / 24 jam
= 341,25 liter /jam
3. Laboratorium = 15 liter/jam
4. Air dan kotoran yang keluar dari limbah padat dan cair CPO yaitu pada alat
S-101(air dan kotoran) = 61,76 kg/jam = 61,99 liter/jam
DP-101(kotoran dan air) = 561,6 kg/jam = 563,74 liter/jam
Total = 625,73 liter/jam (Lampiran A)
Total air buangan = (50 + 341,25 + 15 + 625,73) liter/jam
= 1.028,98 liter/jam = 1,03 m3/jam
5. Bak Penampungan
Fungsi : tempat menampung air buangan sementara
Laju volumetrik air buangan = 1,03 m3/jam
Waktu penampungan air buangan = 3 hari
Volume air buangan = 1,03 x 3 x 24 = 74,16 m3
Direncanakan menggunakan 1 buah bak penampungan.
74,16 m 3
Bak terisi 90% maka volume bak = = 82,4 m3
0,9
Direncanakan ukuran bak sebagai berikut:
- panjang bak (p) = 2 x lebar bak (l)
- tinggi bak (t) = lebar bak (l)
Maka
Volume bak = pxlxt
3
82,4 m = 2l x l x l
l = 3,61 m
Jadi, panjang bak =7,2262 m
lebar bak = 3,6131 m
tinggi bak = 3,6131 m

6. Bak Pengendapan
Fungsi : tempat mengendapkan kotoran pada air buangan
Laju volumetrik air buangan = 1,03 m3/jam
Direncanakan waktu pengendapan air buangan = 1 hari
Volume air buangan = 1,03 x 1 x 24 = 24,72 m3/hari
Direncanakan menggunakan 1 buah bak pengendapan :
24,72 m 3 / hari
Bak terisi 90% maka volume bak = = 27,47 m3
0,9
Direncanakan ukuran bak sebagai berikut:
- panjang bak (p) = 2 x lebar bak (l)
- tinggi bak (t) = lebar bak (l)
Maka
Volume bak = pxlxt
27,47 m3 = 2l x l x l
l = 2,50 m
Jadi, panjang bak = 5,01 m
lebar bak = 2,50 m
tinggi bak = 2,50 m
7. Bak Penetralan
Fungsi : tempat menetralkan pH limbah
Laju volumetrik air buangan = 1,03 m3/jam
Direncanakan waktu penetralan air buangan = 1 hari
Volume air buangan = 1,03 x 1 x 24 = 24,72 m3/hari
Direncanakan menggunakan 1 buah bak penetralan :
24,72 m 3 / hari
Bak terisi 90% maka volume bak = = 27,47 m3
0,9
Direncanakan ukuran bak sebagai berikut:
- panjang bak (p) = 2 x lebar bak (l)
- tinggi bak (t) = lebar bak (l)
Maka
Volume bak = pxlxt
3
27,47 m = 2l x l x l
l = 2,50 m
Jadi, panjang bak = 5,01 m
lebar bak = 2,50 m
tinggi bak = 2,50 m

Air buangan dari pabrik menghasilkan bahan-bahan organik mempunyai pH = 5


(Hammer, 1931). Air buangan tersebut harus dinetralkan sehingga memenuhi baku
mutu limbah cair bagi kegiatan industri yakni pH 6,0 9,0 (Kep-03/MENLH/I/1998)
Untuk menetralkan air limbah yang bersifat asam tersebut digunakan soda abu
(Na2CO3) (Hammer, 1985)
Dari grafik 13.1, netralisasi limbah asam (The Nalco Water Handbook, 1998)
diperoleh data kebutuhan soda abu untuk (pH=5) = 12 mg/L
Jumlah air buangan = 24,72 m3/hari = 24,72 x 103 L/hari
Kebutuhan soda abu :
= (24,72 x 103 L/hari) x (12 mg/L) x (1 kg/106 mg) x (1 hari / 24 jam)
= 0,0124 kg/jam
8. Pengolahan Limbah dengan Sistem Activated Sludge (Lumpur Aktif)
Pengolahan limbah cair pabrik ini dilakukan dengan menggunakan activated
sludge (Sistem lumpur aktif), mengingat cara ini dapat menghasilkan effluent dengan
BOD yang lebih rendah (20-30 mg/ltr) (Perry, 1997).
Proses lumpur aktif merupakan salah satu sistem pengolahan biologi yang
berlangsung secara aerobik dengan menggunakan sistem suspended growth. Lumpur
aktif merupakan kultur mikrobial yang heterogen dimana sebagian besar terdiri dari
baktei, protozoa dan fungi.
Data:
Laju alir volumetrik air buangan (Q) = 1,03 m3/jam = 6.427,2 gal/hari
BOD5 influent (So) = 760 mg/ liter (Hammer, 1985)
Efisiensi (E) = 95 % (Metcalf & Eddy, hal:548, 1991)
Koefisien cell yield (Y) = 0,8 mg VSS/mg BOD5 (Metcalf & Eddy, hal:394, 1991)
-1
Koefisien endogenous decay (Kd) = 0,025 hari (Metcalf & Eddy, hal:394, 1991)
Mixed Liquor Suspended Solid = 441 mg/ liter (gisdevelopement, 2003)
Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (X) = 353 mg/ liter (gisdevelopement, 2003)
Direncanakan:
Waktu tinggal sel (c) = 3 hari
7. Penentuan BOD Effluent (S)
So S
E= x100 (Metcalf & Eddy, hal:592, 1991)
So

E.S o
S = So
100
95.760
= 760
100
S = 38 mg/ liter
BOD5 effluent (S) maksimum = 50 mg/ liter (Kep-03/MENLH/I/1998)

8. Penentuan Volume aerator (Vr)


c .Q.Y(So S)
Vr = (Metcalf & Eddy, hal:593, 1991)
X(1 + k d . c )
(3 hari )(6.427,2 gal / hari )(0,8)(760 38)
=
353 mg / liter (1 + 0,025 . 3)
= 29.348,58 gal = 111,09 m3

9. Penentuan Ukuran Kolam Aerasi


Direncanakan, panjang bak = 2 x tinggi bak
Lebar bak = 2 x tinggi bak
V =pxlxt
3
111,09 m = 2t x 2t x t
111,09 m3 = 4t3
t = 3,18 m
Jadi ukuran aeratornya sebagai berikut :
Panjang = 6,37 m
Lebar = 6,37 m
Tinggi = 3,18 m

10. Penentuan Jumlah Flok yang Diresirkulasi (Qr)

Bak Q Bak Q Tangki Q + Qr Qe


Tangki
Penampung Pengendapan aerasi Xe
X sedimentasi

Qr Qw
Xr Qw'
Xr

Asumsi:
Qe = Q = 6.427,2 gal/hari
Xe = 0,001 X = 0,001 x 353 mg/ltr = 0,353 mg/ltr
Xr = 0,999 X = 0,999 x 353 mg/ltr = 352,647 mg/ltr
Px = Qw x Xr (Metcalf & Eddy, hal:553, 1991)
Px = Yobs .Q.(So S) (Metcalf & Eddy, hal:593, 1991)
Y
Yobs = (Metcalf & Eddy, hal:593, 1991)
1 + k dc
0,8
Yobs = = 0,74
1 + (0,025) . (3)
Px = (0,74)x(6.427,2 gal/hari)x(76038) mg/l = 3.433.924,42 [Link]/ [Link]
Neraca massa pada tangki sedimentasi
Akumulasi = jumlah massa masuk jumlah massa keluar
0 = (Q + Qr)X Qe Xe Qw Xr
0 = QX + QrX Q(0,001X) - Px
QX (0,001 1) + Px
Qr =
X
(6.427,2 )(353)(0,001 1) + 3.433.924,42
Qr =
353
= 3.307,06 gal/hari

11. Penentuan Waktu Tinggal di Aerator ()


Vr 29.348,58
= =
Q 6.427,06
= 4,5663 hari 5 hari

12. Penentuan Daya yang Dibutuhkan


Tipe aerator yang digunakan adalah surface aerator. Kedalaman air
= 3,1849 m, dari Tabel 10-11, Metcalf & Eddy, 1991 diperoleh daya aeratornya
10 hp.

9. Tangki Sedimentasi
Fungsi : mengendapkan flok biologis dari tangki aerasi dan sebagian
diresirkulasi kembali ke tangki aerasi
Laju volumetrik air buangan = (6.427,2 + 3.307,06) gal/hari
= 9.734,26 gal/hari = 36,85 m3/hari
Diperkirakan kecepatan overflowmaksimum = 33 m3/m2 hari (Perry, 1997)
Waktu tinggal air = 2 jam = 0,083 hari (Perry, 1997)
Volume bak (V) = 36,85 m3/hari x 0,083 hari = 3,06 m3
Luas tangki (A) = (36,85 m3/hari) / (33 m3/m2 hari) = 1,2 m2
A = D2
D = (4A/)1/2 = (4 x 1,2 / 3,14 )1/2 = 1,29 m
Kedalaman tangki, H = V/A = 3,56 / 1,29 = 2,74 m.

D-2 Perhitungan Spesifikasi Peralatan Utilitas


1. Screening (SC)
Fungsi : menyaring pertikel kasar yang terikut dalam aliran air
Jenis : bar screen
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : stainless steel
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Dari Physical-Chemical Treatment of Water and Wastewater, diperoleh :
Ukuran bar :
Lebar : 5 mm
Tebal : 20 mm
Bar screening spacing : 20 mm
Slope : 300
Densitas air () : 995,68 kg/m3 (Perry, 1997)
Laju alir massa (F) : 2.842,1 kg/jam
2.842,1 kg / jam x 1 jam / 3600 s
- Laju alir volume (Q) :
995,68 kg / m 3
= 0,00079 m3/s
Direncanakan ukuran screening :
Panjang =2m
Lebar =2m
2m

20 mm

2m
Misalkan jumlah bar = x

20 mm
2 meter = 2000 mm
Maka, 20x + 20(x+1) = 2000
40x = 1980
x = 49,5 = 50 buah
Luas bukaan (A2) = 20 (50+1) (2000) = 2.040.000 mm2 = 2,04 m2
Asumsi, Cd = 0,6 dan 30% screen tersumbat
Q2 (0,00079) 2
Head Loss (H) = 2
=
2gCd 2 A 2 2(9,8)(0,6) 2 (2,04) 2

= 2,13 x 10-8 m dari air

2. Pompa Utilitas (PU-01)


Fungsi : memompa air dari sungai ke bak pengendap 01
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30 C
- Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas air () = 0,7975 cP = 5,35896 . 10-4 lbm/ftjam (Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 2.842,1 kg/jam = 1,7366 lbm/detik
F 1,7366 lbm / det
Laju alir volume, Q = = = 0,0279 ft3/s
62,16 lbm / ft 3

Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


= 3,9 (0,0279)0,45 (62,16)0,13
= 1,33 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 2 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 2,067 in = 0,1723 ft
- Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0233 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0279 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =1,1974 ft/s
At 0,0233 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,16 )(1,1974 )(0,1723)
N Re = = = 23.930,679
0,000535896
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0135 m
D 0,1342
39,37
Friction factor, f = 0,0065 (Geankoplis, 1983)

Instalasi pipa :
A v2 1,1974 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0123 ft lbf/lbm
v2 1,1974 2
3 elbow 90 hf = [Link]. = 3(0,75) = 0,005 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 1,1974 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,0446 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 30 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0065)
(30)(. 1,1974) 2

D 2 gc (0,1723)2(32,174)
= 0,1009 ft lbf/lbm
2
A v2 1,1974 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,0223 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,1851 ft lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
tinggi pemompaan z = 50 ft

0+
32,174
(50) + 0 + 0,1851 + Ws = 0
32,174
Ws = 50,1851 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 62,7314 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(62,7314)(0,0279)(62,16) = 0,1978hp
550 550
Digunakan daya motor standar hp

3. Bak Pengendapan 01 (BP-01)


Fungsi : Menampung air sungai untuk mengendapkan partikel-
partikel yang besar tanpa bantuan bahan kimia

Jenis : bak dengan permukaan bentuk persegi


Jumlah : 1
Bahan konstruksi : beton
Kondisi operasi :
- Temperatur : 30 oC
- Densitas air () : 995,68 kg/m3
- Laju alir massa (F) : 2.842,1 kg/jam

Bak pengendap dirancang untuk menampung air selama 5 jam


2.842,1 kg / jam x 5 jam
Laju alir volumetrik (Q) :
995,68 kg / m 3
= 14,2399 m3/hari
Faktor keamanan bak pengendap 20%, maka :
Volume bak = 1,2 x 14,2399 m3 = 17,09 m3

Direncanakan ukuran bak sebagai berikut :


panjang (p) = 2 x tinggi bak (t)

lebar (l) = 2 x tinggi bak (t)


Maka :

V =pxlxt

17,09 m3 = 2t x 2t x t

17,09 m3 = 4t3

t = 1,62 m

diperoleh :

Tinggi (t) = 1,62 m

Lebar (l) = 3,25 m

Panjang (p) = 3,25 m

4. Pompa Utilitas (PU-02)


Fungsi : memompa air dari bak pengendap 01 ke clarifier 01
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30C
- Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas air () = 0,7975 cP = 5,35896 . 10-4 lbm/ftjam (Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 2.842,1 kg/jam = 1,7366 lbm/detik
F 1,7366 lbm / det
Laju alir volume, Q = = = 0,0279 ft3/s
62,16 lbm / ft 3

Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


= 3,9 (0,0279)0,45 (62,16)0,13
= 1,3327 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 2 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 2,067 in = 0,1723 ft
- Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0233 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0279 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =1,1974 ft/s
At 0,0233 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,16 )(1,1974 )(0,1723)
N Re = = = 23.930,679
0,000535896
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0135 m
D 0,1342
39,37
Friction factor, f = 0,0065 (Geankoplis, 1983)

Instalasi pipa :
A v2 1,1974 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0123 ft lbf/lbm
v2 1,1974 2
3 elbow 90 hf = [Link]. = 3(0,75) = 0,005 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 1,1974 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,0446 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 30 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0065)
(30)(. 1,1974)
2

D 2 gc (0,1723)2(32,174)
= 0,1009 ft lbf/lbm
2
A v2 1,1974 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,0223 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,1851 ft lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
tinggi pemompaan z = 50 ft

0+
32,174
(50) + 0 + 0,1851 + Ws = 0
32,174
Ws = 50,1851 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 62,7314 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(62,7314)(0,0279)(62,16) = 0,1978hp
550 550
Digunakan daya motor standar hp

5. Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP-01)


Fungsi : membuat larutan Alum [Al2(SO4)3
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Plate steel, SA-167, Tipe 304
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
A. Volume tangki
Al2(SO4)3 yang digunakan = 50 ppm
Al2(SO4)3 yang digunakan berupa larutan 30% (% berat)
Laju massa [Al2(SO4)3] = 0,1418 kg/jam
Densitas Al2(SO4)3 30% = 1.363 kg/m3 = 85,0891 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 30 hari
0,1418 kg / jam x 24 jam / hari x 30 hari
Volume larutan, (V1) =
0,3 x 1363 kg / m 3
= 0,1248 m3
Faktor kelonggaran = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 0,1248 m3 = 0,1498 m3
B. Diameter dan tebal tangki
- Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4

Dimana : Vs
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di = 3 : 1

Maka : Vs =
(
Di 2 31 Di )
4
Di 2 (3Di )
0,1498 =
4
Di = 0,3992 m = 15,716504 in = 1,3097 ft
Hs = 3 Di = 1,1976 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 0,1248 m3
Volume cairan = 0,1498 m3
Tinggi silinder = 1,1976 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(0,1248 m 3 )(1,1976 m)
=
0,1498 m 3
= 0,9977 m
- Phidrostatis = gHc = (1.363 kg/m3)(9,8 m/s2)(0,9977 m)
= 13.326,67798 N/m2 = 1,933 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (1,933 + 14,696) = 19,9548 psi
- Direncanakan digunakan bahan konstruksi Plate steel SA-167, Tipe 304.
Dari Brownell & Young, item 4, Apendix D, 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 18.750 psi
Efisiensi sambungan (E) = 0,85
Faktor korosi C = 0,001 in/tahun (Perry, 1984)
n = 10 tahun
Cc = 0,001 in/tahun x 10 tahun = 0,01 in
Tebal dinding tangki, tt
PR
t desain = + Cc
[Link] 0,6P (Timmerhaus, 1991)
(19,9548 psia) (15,716504 / 2 in)
= + 0,01in
(18.750 psia)(0,85) (0,6)(19,9548 psia)
= 0,01 in + 0,01in
= 0,02 in
Dari Tabel 5.4 Brownell & Young, 1979, dipilih tebal tangki 3/16 in
C. Daya Pengaduk
tipe pengaduk : marine propeller dengan jarak pitch = Di
Dt/Di = 3, Baffle = 4
Dt = 1,3097 ft
Di = 0,5228 ft
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas Al2(SO4)3 30 % = 6,7210-4 lbm/ftdetik ( Othmer, 1967)
Bilangan Reynold,
N(Di) 2
NRe =

(85,0891)(1)(0,5228) 2
= = 34.607,95
6,72.10 4
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
K T .n 3 .D a
5

P= (McCabe dkk,1999)
gc
KT = 6 (McCabe dkk,1999)
6 (1 put/det) 3 (0,5228 ft) 5 85,0889 lbm/ft 3
P=
32,174 [Link]/[Link] 2
1Hp
= 0,6197 [Link]/det x
550 [Link]/det
= 0,0011 hp
Efisiensi motor penggerak = 80 %
0,0011
Daya motor penggerak = = 0,0014 hp
0,8
Daya pompa standar yang dipilih adalah 1/20 hp

6. Pompa Utilitas 03 (PU-03)


Fungsi : mengalirkan alum dari tangki pelarutan ke clarifier
Jenis : diafragma pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30C
- Densitas alum () = 1.363 kg/m3 = 85,0891 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas alum () = 1 cP = 6,72 .10-4 lbm/ftdtk (Perry, 1997)
- Laju alir massa (F) = 0,1418 kg/jam = 0,000087 lbm/detik
F 0,000087 lb m /s
Laju alir volume, Q = = =1,0225.10 6 ft 3 /s
85,0891 lb m /ft 3

Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)


= 3,0 (1,0225.10-7)0,36 (85,0891)0,18
= 0,0203 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/8 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,269 in = 0,0224 ft
- Diameter luar (OD) = 0,405 in = 0,0338 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0004 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 1,0225.10 6 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,0026 ft/s
At 0,0004 ft 2

v D (85,0891)(0,0026 )(0,0224 )
Bilangan Reynold, N Re = = = 7,3744
6,72 10 4
Aliran adalah laminar , maka
16
Friction factor, f = = 2,1697 (Geankoplis, 1983)
N Re
Instalasi pipa :
A v2 0,0026 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 5,7778.10-8 ft lbf/lbm
v2 0,0026 2
3 elbow 90 hf = [Link]. = 3(17) = 5,3576.10-6 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 0,0026 2
1 check valve hf = n Kf = 1(55) = 5,7778.10-6 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 50 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(2,1697)
(50)(. 0,0026)
2

D 2 gc (0,0224)2(32,174)
= 0,002 ft lbf/lbm
2
A v2 0,0026 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 1,0505.10-7 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,00201 ft lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
tinggi pemompaan z = 50 ft

0+
32,174
(50) + 0 + 0,00201 + Ws = 0
32,174
Ws = 50,00201 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 62,5025 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(62,5025) (1,0225.10 -6 )(85,0891) = 0,00001 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

7. Tangki Pelarutan Soda Abu [Na2CO3] (TP-02)


Fungsi : membuat larutan soda abu (Na2CO3)
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Plate steel, SA-167, Tipe 304
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Na2CO3 yang digunakan = 50 ppm
Na2CO3 yang digunakan berupa larutan 30% (% berat)
Laju massa Na2CO3 = 0,0771 kg/jam
Densitas Na2CO3 30% = 1.327 kg/m3 = 82,8423 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 30 hari
0,0771 kg / jam x 24 jam / hari x 30 hari
Volume larutan, (V1) =
0,3 x 1.327 kg / m 3
= 0,1394 m3
Faktor kelonggaran = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 0,1394 m3 = 0,1673 m3
B. Diameter dan tebal tangki
Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di =3:1
Di 2 (3 / 1Di )
Maka : Vs =
4
Di 2 (3Di )
0,1673 =
4
Di = 0,4142 m = 1,3589 ft = 16,307054 in
Hs = 3 Di = 1,2426 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 0,1673 m3
Volume cairan = 0,1394 m3
Tinggi silinder = 1,2426 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(0,1394 m 3 )(1,2426 m)
=
0,1673 m 3
= 1,0353 m
Phidrostatis = gHc = (1.327 kg/m3)(9,8 m/s2)(1,0353 m)
= 13.463,66238 N/m2 = 1,953 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (1,953 + 14,696)
= 19,9788 psi
- Direncanakan digunakan bahan konstruksi Plate steel SA-167, Tipe 304.
Dari Brownell & Young, item 4, Apendix D, 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 18.750 psi
Efisiensi sambungan (E) = 0,85
Faktor korosi C = 0,01 in/tahun (Perry, 1984)
n = 10 tahun
Cc = 0,01 in/tahun x 10 tahun = 0,1 in
Tebal dinding tangki, tt
PR
t desain = + Cc
[Link] 0,6P (Timmerhaus, 1991)
(19,9788 psia) (16,307054 / 2 in)
= + 0,01in
(18.750 psia)(0,85) (0,6)(19,9788 psia)
= 0,01 in + 0,01in
= 0,02 in
Dari Tabel 5.4 Brownell & Young, 1979, dipilih tebal tangki standar 3/16 in

C. Daya Pengaduk
tipe pengaduk : marine propeller dengan jarak pitch = Di
Dt/Di = 3, Baffle = 4 (Brown, 1978)
Dt = 1,3589 ft
Di = 0,4530 ft
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas Na2CO3 30 % = 3,69 . 10-4 lbm/[Link] (Kirk Othmer, 1967)
Bilangan Reynold,
N(Di) 2
NRe =

(82,8417)(1)(0,4530) 2
= = 46.070,0879
3,69.10 4
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
K T .n 3 .D a
5

P= (McCabe dkk,1999)
gc
KT = 6 (McCabe dkk,1999)
6 (1 put/det) 3 (0,4530 ft) 5 82,8423 lbm/ft 3
P=
32,174 [Link]/[Link] 2
1Hp
= 0,295 [Link]/det x
550 [Link]/det
= 0,00054 hp
Efisiensi motor penggerak = 80 %
0,00054
Daya motor penggerak = = 0,0007 hp
0,8
Daya pompa standar yang dipilih adalah 1/20 hp

8. Pompa Utilitas 04 (PU-04)


Fungsi : mengalirkan larutan soda abu dari tangki pelarutan ke
clarifier
Jenis : diafragma pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30 C
- Densitas soda abu () = 1.327 kg/m3 = 82,8423 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas soda abu () = 5,49 . 10-1 cP = 3,69 . 10-4 lbm/ftjam (Perry, 1997)
- Laju alir massa (F) = 0,0771 kg/jam = 0,000047 lbm/s
F 0,000047 lb m /detik
Laju alir volume, Q = = = 5,6734.10 7 ft 3 /s
82,8423 lb m /ft 3

Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)


= 3,0 (5,6734.10-7)0,36 (82,8423)0,18
= 0,038 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/8 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,269 in = 0,0224 ft
- Diameter luar (OD) = 0,405 in = 0,0338 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0004 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 5,6734.10 7 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,0014 ft/s
At 0,0004 ft 2

v D (82,8423)(0,0014 )(0,0224 )
Bilangan Reynold, N Re = = = 7,0405
3,69 10 4
Aliran adalah laminar , maka
16
Friction factor, f = = 2,2726 (Geankoplis, 1983)
N Re

Instalasi pipa:
A v2 0,0014 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 1,6752.10-8 ft lbf/lbm
v2 0,0014 2
3 elbow 90 hf = [Link]. = 3(17) = 1,5534.10-6 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 0,0014 2
1 check valve hf = n Kf = 1(55) =1,6752.10-6 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 50 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(2,2726)
(50)(. 0,0014)
2

D 2 gc (0,0224)2(32,174)
= 6,1805.10-4 ft lbf/lbm
2
A v2 0,0014 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 3,0459.10-8 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,00062 ft lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2

gc
) P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)
dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
tinggi pemompaan z = 50 ft

0+
32,174
(50) + 0 + 0,00062 + Ws = 0
32,174
Ws = 50,00062 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 62,5008 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(62,5008) (5,6734.10 -7 )(82,8423) = 0,0000053 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

9. Clarifier (CL-01)
Fungsi : Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk karena
penambahan alum dan soda abu.
Bahan konstruksi : Beton
Tipe : Continous Thickener
Jumlah : 1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
Data :
Laju massa air (F1) : 2.842,1 kg/jam
Laju massa Al2(SO4)3 : 0,1418 kg/jam
Laju massa Na2CO3 : 0,0771 kg/jam
Laju massa total : 2.842,32 kg/jam = 0,7878 kg/det
Densitas Al2(SO4)3 : 1.363 kg/m3
Densitas Na2CO3 : 1.327 kg/m3
Densitas air : 995,68 kg/m3 (Perry, 1997)
Reaksi koagulasi:
Al2(SO4)3 + 3Na2CO3 + 3H2O 2Al(OH)3 + 3Na2SO4 + 3CO2
Perhitungan:
Dari Water Treatment Principles and Design, diperoleh:
Untuk clarifier tipe upflow (radial):
Kedalaman air :35m
Setting time : 1 3 jam
Dipilih kedalaman air (H) = 3 m, waktu pengendapan = 1 jam
Diameter dan tinggi clarifier
2.842,32
Densitas larutan =
2.842,32 / 995,68 + 0,1418 / 1.363 + 0,0771 / 1.327
= 995,7 kg/m3 = 0,996 g/cm3 = 62,16 lbm/ft3
2.842,32kg / jam x 1 jam
Volume cairan,V : 3
= 2,8482 m3
995,7 kg / m

Direncanakan :
Perbandingan : D : H1 = 1 : 1 D
H1 : H2 = 2 : 1
V = V1 + V2 H1
1 2
= D 2 H1 + D H2
4 34
H2
1 2 1
= D + 3
D H1
4 34 2
1
= D3 + D 3
4 24
7
2,8482 m3 = D 3
24
D = 1,4597 m
H1 = 1,4597 m
H2 = 0,7298 m
Hs = H1 + H2
= 1,4597 m + 0,7298 m = 2,1895 m
Daya Clarifier
P = 0,006 D2 (Ulrich, 1984)
Dimana :
P = daya yang dibutuhkan, kW
Sehingga,
P = 0,006 x (1,4597)2 = 0,0123 kW = 0,017 hp

10. Pompa Utilitas 05 (PU-05)


Fungsi : Mengalirkan air dari tangki utilitas 01 ke sand filter - 01
Jenis : Sentrifugal pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30C
- Tekanan = 1 atm
- Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas air () = 0,7975 cP = 5,35896 . 10-4 lbm/ftjam (Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 2.842,32 kg/jam = 1,7366 lbm/detik
F 1,7366 lbm / det
Laju alir volume, Q = = = 0,0279 ft3/s
62,16 lbm / ft 3

Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


= 3,9 (0,0279)0,45 (62,16)0,13
= 1,3327 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 2 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 2,067 in = 0,1723 ft
- Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0233 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0279 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =1,1974 ft/s
At 0,0233 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,16 )(1,1974 )(0,1723)
N Re = = = 23.930,679
0,000535896
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0135 m
D 0,1342
39,37
Friction factor, f = 0,0065 (Geankoplis, 1983)
Instalasi pipa :
A v2 1,1974 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0123 ft lbf/lbm
v2 1,1974 2
3 elbow 90 hf = [Link]. = 3(0,75) = 0,005 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 1,1974 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,0446 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 30 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0065)
(30)(. 1,1974)
2

D 2 gc (0,1723)2(32,174)
= 0,1009 ft lbf/lbm
2
A v2 1,1974 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,0223 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,1851 ft lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
1
2 gc
( 2 2

gc
) P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
tinggi pemompaan z = 50 ft

0+
32,174
(50) + 0 + 0,1851 + Ws = 0
32,174
Ws = 50,1851 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 62,7314 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(62,7314)(0,0279)(62,16) = 0,1978hp
550 550
Digunakan daya motor standar hp

11. Sand Filter 01 (SF-01)


Fungsi : Tempat menyaring partikel-partikel yang masih terbawa
dalam air yang keluar dari clarifier
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Laju alir massa air = 2.842,32 kg/jam
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Tangki dirancang untuk kebutuhan selama 1 hari
(2.842,32kg / jam)(24 jam / hari )
Volume air, (Va) =
995,68 kg / m 3
= 68,3519 m3/hari
Faktor keamanan tangki = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 68,3519 m3 = 82,0223 m3

B. Diameter dan tebal tangki


- Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di = 3 : 1

Maka : Vs =
(
Di 2 31 Di )
4
Di 2 (3Di )
82,0223 m3 =
4
Di = 3,2657 m = 128,570609 in
Hs = 3 Di = 9,7971 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 82,0223 m3
Volume cairan = 68,3519 m3
Tinggi silinder = 9,7971 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(68,3519 m 3 )(9,7971 m)
=
(82,0223m 3 )
= 8,1643 m

Phidrostatis = gHc = (995,68 kg/m3)(9,8 m/s2)(8,1643 m)


= 79.664,4962 N/m2 = 11,554 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (11,554 + 14,696) = 31,5 psi
Direncanakan digunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, Grade B.
Dari Brownell & Young, item 4, Apendix D, 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12.750 psi
Efisiensi sambungan (E) = 0,85
Faktor korosi = 1/8 in (Timmerhaus, 1980)
Tebal dinding silinder tangki :
PD (31,5)(128,570609)
t= = = 0,187 in
2 SE 1,2 P 2(12.750)(0,85) 1,2(31,5)
Tebal tangki yang dibutuhkan = 0,187 + 1/8 in = 0,312 in
Dari Tabel 5.4 Brownell & Young, 1979, dipilih tebal tangki standar 1/2 in

12. Tangki Utilitas 01 (TU-01)


Fungsi : Tempat menampung air yang keluar dari sand filter
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 0C
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Laju alir massa air = 2.842,32 kg/jam
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Tangki dirancang untuk kebutuhan selama 1 hari
(2.842,42kg / jam)(24 jam / hari )
Volume air, (Va) =
995,68 kg / m 3
= 68,3519 m3/hari
Faktor keamanan tangki = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 68,3519 m3 = 82,0223 m3

B. Diameter dan tebal tangki


Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di = 3 : 1

Maka : Vs =
(
Di 2 31 Di )
4
Di 2 (3Di )
82,0223 m3 =
4
Di = 3,2657 m = 128,570609 in
Hs = 3 Di = 9,7971 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 82,0223 m3
Volume cairan = 68,3519 m3
Tinggi silinder = 9,7971 m

volume cairan x tinggi silinder


Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(68,3519 m 3 )(9,7971 m)
=
(82,0223m 3 )
= 8,1643 m
Phidrostatis = gHc = (995,68 kg/m3)(9,8 m/s2)(8,1643 m)
= 79.664,4962 N/m2 = 11,554 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (11,554 + 14,696) = 31,5 psi
Direncanakan digunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, Grade B.
Dari Brownell & Young, item 4, Apendix D, 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12.750 psi
Efisiensi sambungan (E) = 0,85
Faktor korosi = 1/8 in (Timmerhaus, 1980)
Tebal dinding silinder tangki :
PD (31,5)(128,570609)
t= = = 0,187 in
2 SE 1,2 P 2(12.750)(0,85) 1,2(31,5)
Tebal tangki yang dibutuhkan = 0,187 + 1/8 in = 0,312 in
Dari Tabel 5.4 Brownell & Young, 1979, dipilih tebal tangki standar 1/2 in

14. Pompa Utilitas 06 (PU-06)


Fungsi : Mengalirkan air dari tangki utilitas 02 ke menara air - 01
Jenis : Sentrifugal pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30C
- Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas air () = 0,7975 cP = 5,35896 . 10-4 lbm/ftjam (Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 2.842,32 kg/jam = 1,7366 lbm/detik
F 1,7366 lbm / det
Laju alir volume, Q = = = 0,0279 ft3/s
62,16 lbm / ft 3

Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


= 3,9 (0,0279)0,45 (62,16)0,13
= 1,3327 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 2 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 2,067 in = 0,1723 ft
- Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,1979 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0233 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0279 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = =1,1974 ft/s
At 0,0233 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,16 )(1,1974 )(0,1723)
N Re = = = 23.930,679
0,000535896
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0135 m
D 0,1342
39,37
Friction factor, f = 0,0065 (Geankoplis, 1983)

Instalasi pipa :
A v2 1,1974 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0123 ft lbf/lbm
v2 1,1974 2
3 elbow 90 hf = [Link]. = 3(0,75) = 0,005 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 1,1974 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,0446 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 30 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0065)
(30)(. 1,1974) 2

D 2 gc (0,1723)2(32,174)
= 0,1009 ft lbf/lbm

2
A1 v 2 1,1974 2

= n 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,0223 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,1851 ft lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
tinggi pemompaan z = 50 ft
0+
32,174
(50) + 0 + 0,1851 + Ws = 0
32,174
Ws = 50,1851 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 62,7314 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(62,7314)(0,0279)(62,16) = 0,1978hp
550 550
Digunakan daya motor standar hp

15. Pompa Utilitas 07 (PU-07)


Fungsi : Mengalirkan air dari menara air ke cation exchanger
Jenis : Sentrifugal pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30 C
- Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas air () = 0,7975 cP = 5,35896 . 10-4 lbm/fts (Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 663,15 kg/jam = 0,406 lbm/detik
F 0,406lbm / det
Laju alir volume, Q = = = 0,0065 ft3/s
62,16 lbm / ft 3

Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


= 3,9 (0,0065)0,45 (62,16)0,13
= 0,6929 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = in (Kern, 1965)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,824 in = 0,0687 ft
- Diameter luar (OD) = 1,050 in = 0,0875 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,00371 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0061 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 1,6442 ft/s
A t 0,00371 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,16 )(1,6442 )(0,0687 )
N Re = = =13.102,13
0,000535896
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0264 m
D 0,0687
39,37
Friction factor, f = 0,0055 (Geankoplis, 1983)

Instalasi pipa :
A v2 1,6442 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0231 ft lbf/lbm
v2 1,6442 2
2 elbow 90 hf = [Link]. = 2 (0,75) = 0,063 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 1,6442 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,084 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 40 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0055)
(40)(. 1,6442) 2

D 2 gc (0,0687 )2(32,174)
= 0,5382 ft lbf/lbm
2
A1 v 2 1,6442 2

= n = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex 1
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,042 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,7503 ft lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
Tinggi pemompaan z = 40 ft

0+
32,174
(40) + 0 + 0,7503 + Ws = 0
32,174
Ws = 40,7503 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 50,9379 ft lbf/lbm
Wp Q (50,9379) (0,0061)(62,16 )
Daya pompa : P = = = 0,035 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

16. Penukar Kation (Cation Exchanger) 01 (CE-01)


Fungsi : Mengikat senyawa logam yang terdapat dalam air umpan
ketel
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm
A. Volume tangki
Laju alir massa air = 663,15 kg/jam
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Direncanakan volume tangki berisi resin
1
x663,15
Volume air dan resin = 4 = 0,1665 m3
995,68
Faktor keamanan tangki = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 0,1665 m3 = 0,1998 m3

B. Diameter dan tebal tangki


Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di = 3 : 1

Maka : Vs =
(
Di 2 31 Di )
4
Di = 0,4301 m = 16,933037 in
Hs = 3 Di = 1,2903 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 0,2164 m3
Volume cairan = 0,1803 m3
Tinggi silinder = 1,2903 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(0,1803 m 3 )(1,2903 m)
=
0,2164m 3
= 1,075 m
Phidrostatis = gHc = (995,68 kg/m3)(9,8 m/s2)(1,075 m)
= 10.489,4888 N/m2 = 1,521 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (1,521 + 14,696)
= 19,4604 psi
C. Bahan yang digunakan adalah Carbon steel SA-283, Grade C :
Efisiensi sambungan, E = 0,85
Allowable stress, S = 12.650 (Brownell & Young, 1979)
Faktor korosi, C = 0,125 in (Timmerhaus, 1980)
PR
t = +C
SE 0,6 P

(19,4604)(16,933037 \ 2)
t = + 0,125
(12.650)(0,85) 0,6(19,4604)
= 0,14 in
Dari tabel 5.4 Brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki standar 3/16 in.
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan
tebal tutup 3/16 in.

D. Tinggi head
Ditetapkan = perbandingan tinghi head dengan diameter tangki
Hh : Di = 1 : 4
Hh = Di
= (0,4301 m)
= 0,1075 m

17. Tangki Pelarutan H2SO4 (TP-03)


Fungsi : Tempat membuat larutan asam sulfat (H2SO4)
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Low Alloy Steel SA-203 Grade A
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Laju massa H2SO4 = 0,2493 kg/hari
H2SO4 yang dipakai berupa larutan 5% (% berat)
Densitas larutan H2SO4 5% = 1.061,7 kg/m3 = 66,2801 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 30 hari
0,2493 kg / hari x 30 hari
Volume larutan, (V1) = 3
= 0,141 m3
0,05 x 1.061,7 kg / m

Faktor kelonggaran = 20%, maka :


Volume tangki = 1,2 x 0,141 m3 = 0,1692 m3

B. Diameter dan tebal tangki


Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Di : Hs = 3 : 1
(3Di 3 )
Maka : Vs =
4
(3Di 3 )
0,1692 m3 =
4
Di = 0,4157 m = 1,3638 ft = 16,366109 in
Hs = 3 Di = 1,2471 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 0,1692 m3
Volume cairan = 0,141 m3
Tinggi silinder = 1,2471 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(0,141 m 3 )(1,2471 m)
=
0,1692 m 3
= 1,0393 m
Phidrostatis = gHc = (1.061,7 kg/m3)(9,8 m/s2)(1,0393 m) = 1,568 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (1,568 + 14,696)
= 19,5168 psi

Direncanakan digunakan bahan konstruksi Plate steel SA-167, Tipe 304.


Dari Brownell & Young, item 4, Apendix D, 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 18.750 psi
Efisiensi sambungan (E) = 0,85
Faktor korosi = 1/8 in (Timmerhaus, 1980)
Tebal dinding silinder tangki :
PD
t=
2 SE 1,2 P
(19,5168)(16,366109)
t=
2(18.750)(0,85) 1,2(19,5168)
t = 0,01 in
Tebal tangki yang dibutuhkan = 0,01 + 1/8 in = 0,135 in
Dari Tabel 5.4 Brownell & Young, 1979, dipilih tebal tangki standar 3/16 in

C. Daya Pengaduk
tipe pengaduk : marine propeller dengan jarak pitch = Di
Dt/Di = 3, Baffle = 4 (Brown, 1978)
Dt = 1,3638 ft
Di = 0,4546 ft
Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det
Viskositas H2SO4 5 % = 0,012 lbm/ftdetik (Othmer, 1967)

N (D a )2
Bilangan Reynold, N Re = (Geankoplis, 1997)

N Re =
(66,2801)(1)(0,4546)2 = 1.141,46
0,012
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus :
K T .n 3 .D a
5

P= (McCabe dkk,1999)
gc
KT = 6,3
6,3 (1 put/det) 3 (0,4546 ft) 5 66,2801 lbm/ft 3
P=
32,174 [Link]/[Link] 2
1Hp
= 0,252 [Link]/det x
550 [Link]/det
= 0,00046 hp
Efisiensi motor penggerak = 80 %
0,00046
Daya motor penggerak = = 0,0006 hp
0,8
Daya pompa standar yang dipilih adalah 1/20 hp

18. Pompa Utilitas 08 (PU-08)


Fungsi : Mengalirkan larutan asam sulfat dari tangki pelarutan asam
sulfat ke penukar kation (cation exchanger)
Jenis : diafragma pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi :
- Temperatur : 30 C
- Densitas H2SO4 : 1.061,7 kg/m3 = 66,2801 lbm/ft3 (Geankoplis, 1997)
- Viskositas H2SO4 : 0,012 lbm/ftdtk = 0,0178 Pa.s
Laju alir massa (F) : 0,2493 kg/jam = 0,000153 lbm/detik
F 0,000153 lb m /detik
Debit air/laju alir volumetrik, Q = =
66,2801 lb m /ft 3
= 2,3084 x 10-6 ft3/s
Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)
= 3,0 (2,3084.10-6)0,36 (66,2801)0,18
= 0,0597 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/8 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,269 in = 0,0224 ft
- Diameter luar (OD) = 0,405 in = 0,0338 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0004 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 2,3084 x 10 6 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,0058 ft/s
At 0,0004 ft 2

v D (66,2801)(0,0058)(0,0224 )
Bilangan Reynold, N Re = = = 0,7176
0,012
Aliran adalah laminar
f = 16/NRe = 22,2965

Friction loss:
A v2 (0,0058) 2
1 Sharp edge entrance= hc = 0,55 1 2 = 0,55 (1 0 )
A1 2 2(1)(32,174 )

= 2,8753.10-7 [Link]/lbm
v2 (0,0058) 2
2 elbow 90 = hf = [Link]. = 2(17) = 1,7775.10-5 [Link]/lbm
2. g c 2(1)(32,174 )

v2 (0,0058) 2
1 gate valve = hf = [Link]. = 1(55) = 2,8753.10-5 [Link]/lbm
2. g c 2(1)(32,174 )

Pipa lurus 40 ft = Ff = 4f
L.v 2
= 4(22,2965)
(40)(. 0,0058) 2

D.2.g c (0,0224).2.(32,174)
= 0,0833 [Link]/lbm
A v2 (0,0058) 2
1 Sharp edge exit = hex = 1 2 = (1 0 )
A1 2 2(1)(32,174 )

= 5,2278.10-7 [Link]/lbm
Total friction loss : F = 0,0834 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli

1
2
(2 2
) P P1
v 2 v1 + g (z 2 z1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis,1997)

dimana: v1 = v2
P1 = 101,325 kPa = 2.116,2281 lbf/ft
P
P2 = 101,325 kPa = 2.116,2281 lbf/ft ; = 0 [Link]/lbm

Z = 30 ft
Maka:
32,174 ft/s 2
0+ (30 ft ) + 0 + 0,0834 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 30,0834 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 37,6043 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(37,6043) (2,3084.10 -6 )(62,2801) = 0,00001 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

19. Tangki NaOH (TP-04)


Fungsi : Tempat membuat larutan NaOH
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Plate steel, SA-167, Tipe 304
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Laju massa NaOH = 0,2645 kg/jam
Waktu regenerasi = 24 jam
NaOH yang dipakai berupa larutan 4% (% berat)
Densitas larutan NaOH 4% = 1.518 kg/m3 = 94,7654 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 60 hari
0,2645kg / jam x 24 jam / hari x 60 hari
Volume larutan, (V1) = = 6,2727 m3
0,04 x 1.518kg / m 3
Faktor kelonggaran = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 6,2727 m3 = 7,5272 m3
B. Diameter dan tebal tangki
Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Di : Hs = 1 : 1
Maka :
Di 3
Vs =
4
Di 3
7,5272 m3 =
4
Di = 2,1245 m = 6,9701 ft = 83,641565 in
Hs = 2,1245 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 7,5272 m3
Volume cairan = 6,2727 m3
Tinggi silinder = 2,1245 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(6,2727 m 3 )(2,1245 m)
=
7,5272 m 3
= 1,77 m
Phidrostatis = gHc = (1.518 kg/m3)(9,8 m/s2)(1,77 m) = 3,819 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (3,819 + 14,696)
= 22,218 psi
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Plate steel SA-167, Tipe 304.
Dari Brownell & Young, item 4, Apendix D, 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 18.750 psi
Efisiensi sambungan (E) = 0,85
Faktor korosi = 1/8 in (Timmerhaus, 1980)
Tebal dinding silinder tangki :
PD
t=
2 SE 1,2 P
(22,218)(83,641565)
t=
2(18750)(0,85) 1,2(22,218)
t = 0,06 in
Tebal tangki yang dibutuhkan = 0,06 + 1/8 in
= 0,185 in
Dari Tabel 5.4 Brownell & Young, 1979, dipilih tebal tangki standar 1/4 in

C. Daya Pengaduk
tipe pengaduk : marine propeller dengan jarak pitch = Di
Dt/Di = 3, Baffle = 4 (Brown, 1978)
Dt = 6,9701 ft
Di = 2,3234 ft
Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det
N (D a )2
Bilangan Reynold, N Re = (Geankoplis, 1997)

N Re =
(94,7654)(1) (2,3234) 2 = 1.189.124,601
4,302.10 -4
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus :
K T .n 3 .D a
5

P= (McCabe dkk,1999)
gc
KT = 6,3
6,3 (1 put/det) 3 (2,3234ft) 5 94,7654 lbm/ft 3
P=
32,174 [Link]/[Link] 2
1Hp
= 125,633 [Link]/det x
550 [Link]/det
= 0,228hp

Efisiensi motor penggerak = 80 %


0,228
Daya motor penggerak = = 0,285 hp
0,8
Daya pompa standar yang dipilih adalah 1/2 hp

20. Pompa Utilitas 09 (PU-09)


Fungsi : Mengalirkan larutan NaOH dari tangki pelarutan NaOH ke
penukar anion (anion exchanger)
Jenis : diafragma pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel

Kondisi operasi :
Temperatur : 30 C
Densitas NaOH () : 1.518 kg/m3 = 94,7654 lbm/ft3 (Geankoplis, 1997)
Viskositas NaOH () : 4,302.10-4 lbm/ftdtk = 2,8909.10-7 Pa.s
Laju alir massa (F) : 0,2645 kg/jam = 1,6198.10-4 lbm/detik
F 1,6198.10 -4 lb m /detik
Debit air/laju alir volumetrik, Q = =
94,7654 lb m /ft 3
= 1,7093 x 10-6 ft3/s
Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)
= 3,0 (1,7093.10-6)0,36 (94,7654)0,18
= 0,057 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/8 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,269 in = 0,0224 ft
- Diameter luar (OD) = 0,405 in = 0,0338 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0004 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 1,7093.10 6 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,00043 ft/s
At 0,0004 ft 2

v D (94,7654 )(0,00043)(0,0224 )
Bilangan Reynold, N Re = = = 0,212
4,302 10 4
Aliran adalah laminar , maka
16
Friction factor, f = = 75,4717 (Geankoplis, 1983)
N Re
Instalasi pipa :
A2 v2 0,00043 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 1,5804.10-9 ft lbf/lbm
v2 0,00043 2
2 elbow 90 hf = [Link]. = 2(17) = 9,7696.10-8 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 0,00043 2
1 check valve hf = n Kf = 1(55) =1,5804.10-7 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 30 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(75,4717)
(30)(. 0,00043) 2

D 2 gc (0,0224)2(32,174)
= 0,0012 ft lbf/lbm
2
A v2 2
= 1 (1 0 )
2 0,00043
1 sharp edge exit hex = n 1 1
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 2,8734.10-9 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,0012 ft lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
2
( 2

gc
) P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
tinggi pemompaan z = 50 ft

0+
32,174
(50) + 0 + 0,0012 + Ws = 0
32,174
Ws = 50,0012 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 62,5015 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(62,5015) (1,7093.10 -6 )(94,7654) = 0,000018 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

21. Pompa Utilitas 10 (PU-10)


Fungsi : Mengalirkan air dari cation exchanger ke anion exchanger
Jenis : Sentrifugal pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30 C
- Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas air () = 0,7975 cP = 5,35896 . 10-4 lbm/fts (Perry, 1997)
Laju alir massa (F) = 663,15 kg/jam = 0,406 lbm/detik
F 0,406lbm / det
Laju alir volume, Q = = = 0,0065 ft3/s
62,16 lbm / ft 3

Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


= 3,9 (0,0061)0,45 (62,16)0,13
= 0,6919 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = in (Kern, 1965)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,824 in = 0,0687 ft
- Diameter luar (OD) = 1,050 in = 0,0875 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,00371 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0061 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 1,6442 ft/s
A t 0,00371 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,16 )(1,6442 )(0,0687 )
N Re = = =13.102,13
0,000535896
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0264 m
D 0,0687
39,37
Friction factor, f = 0,0055 (Geankoplis, 1983)

Instalasi pipa :
A2 v2 1,6442 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0231 ft lbf/lbm
v2 1,6442 2
2 elbow 90 hf = [Link]. = 2 (0,75) = 0,063 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 1,6442 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,084 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 40 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0055)
(40)(. 1,6442) 2

D 2 gc (0,0687 )2(32,174)
= 0,5382 ft lbf/lbm
2
A v2 1,6442 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,042 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,7503 ft lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2

gc
) P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
Tinggi pemompaan z = 40 ft

0+
32,174
(40) + 0 + 0,7503 + Ws = 0
32,174
Ws = 40,7503 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 50,9379 ft lbf/lbm
Wp Q (50,9379) (0,0061)(62,16 )
Daya pompa : P = = = 0,035 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

22. Penukar Anion (anion exchanger) 01 (AE-01)


Fungsi : Mengikat anion yang terdapat dalam air umpan ketel
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Laju alir massa air = 663,15 kg/jam
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Direncanakan volume tangki berisi resin
1
x663,15
Volume air dan resin = 4 = 0,1665 m3
995,68
Faktor keamanan tangki = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 0,1665 m3 = 0,1998 m3

B. Diameter dan tebal tangki


Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di = 3 : 1

Maka : Vs =
(
Di 2 31 Di )
4
Di = 0,4301 m = 16,933037 in
Hs = 3 Di = 1,2903 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 0,2164 m3
Volume cairan = 0,1803 m3
Tinggi silinder = 1,2903 m

volume cairan x tinggi silinder


Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(0,1803 m 3 )(1,2903 m)
=
0,2164m 3
= 1,075 m
Phidrostatis = gHc = (995,68 kg/m3)(9,8 m/s2)(1,075 m)
= 10.489,4888 N/m2 = 1,521 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (1,521 + 14,696)
= 19,4604 psi

C. Bahan yang digunakan adalah Carbon steel SA-283, Grade C :


Efisiensi sambungan, E = 0,85
Allowable stress, S = 12.650 (Brownell & Young, 1979)
Faktor korosi, C = 0,125 in (Timmerhaus, 1980)
PR
t = +C
SE 0,6 P

(19,4604)(16,933037 \ 2)
t = + 0,125
(12.650)(0,85) 0,6(19,4604)
= 0,14 in

Dari tabel 5.4 Brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki standar 3/16 in.
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal tutup
3/16 in.

D. Tinggi head
Ditetapkan = perbandingan tinghi head dengan diameter tangki
Hh : Di = 1 : 4
Hh = Di
= (0,4301 m)
= 0,1075 m

= (0,4513 m) = 0,1128 m
23. Pompa Utilitas 11 (PU-11)
Fungsi : Mengalirkan air dari anion exchanger ke deaerator
Jenis : Sentrifugal pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30 C
- Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas air () = 0,7975 cP = 5,35896 . 10-4 lbm/fts (Perry, 1997)
- Laju alir massa (F) = 663,15 kg/jam = 0,406 lbm/detik
F 0,406lbm / det
- Laju alir volume, Q = = = 0,0065 ft3/s
62,16 lbm / ft 3

- Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


- = 3,9 (0,0061)0,45 (62,16)0,13
- = 0,6919 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = in (Kern, 1965)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,824 in = 0,0687 ft
- Diameter luar (OD) = 1,050 in = 0,0875 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,00371 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0061 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 1,6442 ft/s
A t 0,00371 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,16 )(1,6442 )(0,0687 )
N Re = = =13.102,13
0,000535896
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0264 m
D 0,0687
39,37
Friction factor, f = 0,0055 (Geankoplis, 1983)
Instalasi pipa :
A2 v2 1,6442 2
1 sharp edge entrance hc
= 0,5 1
= 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0231 ft lbf/lbm
v2 1,6442 2
2 elbow 90 hf = [Link]. = 2 (0,75) = 0,063 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 1,6442 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,084 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 40 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0055)
(40)(. 1,6442)
2

D 2 gc (0,0687 )2(32,174)
= 0,5382 ft lbf/lbm
2
A v2 1,6442 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,042 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,7503 ft lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
Tinggi pemompaan z = 40 ft

0+
32,174
(40) + 0 + 0,7503 + Ws = 0
32,174
Ws = 40,7503 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 50,9379 ft lbf/lbm
Wp Q (50,9379) (0,0061)(62,16 )
Daya pompa : P = = = 0,035 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp
24. Deaerator 01 (DE-01)
Fungsi : Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan ketel
Bentuk : Silinder horizontal dengan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 90 oC
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Laju alir massa air = 663,15 kg/jam
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Direncanakan volume tangki berisi resin
1
x663,15
Volume air dan resin = 4 = 0,1665 m3
995,68
Faktor keamanan tangki = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 0,1665 m3 = 0,1998 m3
B. Diameter dan tebal tangki
Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di = 3 : 1

Maka : Vs =
(
Di 2 31 Di )
4
Di = 0,4301 m = 16,933037 in
Hs = 3 Di = 1,2903 m
Tinggi cairan dalam tangki
Volume silinder = 0,2164 m3
Volume cairan = 0,1803 m3
Tinggi silinder = 1,2903 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(0,1803 m 3 )(1,2903 m)
=
0,2164m 3
= 1,075 m
Phidrostatis = gHc = (995,68 kg/m3)(9,8 m/s2)(1,075 m)
= 10.489,4888 N/m2 = 1,521 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (1,521 + 14,696)
= 19,4604 psi
C. Bahan yang digunakan adalah Carbon steel SA-283, Grade C :
Efisiensi sambungan, E = 0,85
Allowable stress, S = 12.650 (Brownell & Young, 1979)
Faktor korosi, C = 0,125 in (Timmerhaus, 1980)
PR
t = +C
SE 0,6 P

(19,4604)(16,933037 \ 2)
t = + 0,125
(12.650)(0,85) 0,6(19,4604)
= 0,14 in
Dari tabel 5.4 Brownell & Young, 1979 dipilih tebal tangki standar 3/16 in.
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan
tebal tutup 3/16 in.

D. Tinggi head
Ditetapkan = perbandingan tinghi head dengan diameter tangki
Hh : Di = 1 : 4
Hh = Di
= (0,4301 m)
= 0,1075 m
25. Pompa Utilitas 12 (PU-12)
Fungsi : Mengalirkan air dari deaerator ke ketel uap
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30 C
- Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas air () = 0,7975 cP = 5,35896 . 10-4 lbm/fts (Perry, 1997)
- Laju alir massa (F) = 663,15 kg/jam = 0,406 lbm/detik
F 0,406lbm / det
- Laju alir volume, Q = = = 0,0065 ft3/s
62,16 lbm / ft 3

- Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


= 3,9 (0,0061)0,45 (62,16)0,13
= 0,6919 in

Digunakan pipa dengan spesifikasi:


- Ukuran pipa nominal = in (Kern, 1965)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,824 in = 0,0687 ft
- Diameter luar (OD) = 1,050 in = 0,0875 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,00371 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0061 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 1,6442 ft/s
A t 0,00371 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,16 )(1,6442 )(0,0687 )
N Re = = =13.102,13
0,000535896
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0264 m
D 0,0687
39,37
Friction factor, f = 0,0055 (Geankoplis, 1983)
Instalasi pipa :
A2 v2 1,6442 2
1 sharp edge entrance hc
= 0,5 1
= 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0231 ft lbf/lbm
v2 1,6442 2
2 elbow 90 hf = [Link]. = 2 (0,75) = 0,063 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 1,6442 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,084 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 40 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0055)
(40)(. 1,6442)
2

D 2 gc (0,0687 )2(32,174)
= 0,5382 ft lbf/lbm

2
A v2 1,6442 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,042 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,7503 ft lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
Tinggi pemompaan z = 40 ft

0+
32,174
(40) + 0 + 0,7503 + Ws = 0
32,174
Ws = 40,7503 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 50,9379 ft lbf/lbm
Wp Q (50,9379) (0,0061)(62,16 )
Daya pompa : P = = = 0,035 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

26. Ketel Uap 01 (KU-01)


Fungsi : Menyediakan uap untuk keperluan proses
Jenis : Ketel pipa api
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : Carbon steel
Data :
Total kebutuhan uap : 1.724,20 kg/jam
Uap panas yang digunakan bersuhu 100 oC pada tekanan 1 atm
Panas yang harus disuplai boiler = 5.485.221,59 Btu/jam
34,5 x P x 970,3
W = (Caplan, 1980)
H
W xH
P = dimana: (W x H) = panas yang harus disuplai boiler
34,5 x 970,3
5.485.221,59
P = = 163,86 hp
34,5 970,3

Menghitung Jumlah Tube


Dari ASTM Boiler Code, permukaan bidang pemanas = 10 ft2/hp
Luas permukaan perpindahan panas,
A = P x 10 ft2/hp = 163,86 hp x 10 ft2/hp
= 1.638,6 ft2
Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi :
Panjang tube (L) = 30 ft
Diameter tube = 3 in
Luas permukaan pipa (a) = 0,9170 ft2 / ft
Sehingga jumlah tube (Nt)
A (1.638,6 ft 2 )
Nt = = = 59,5 60 buah
L x a' 30 ft x 0,9170 ft 2 / ft
27. Tangki Bahan Bakar 01 (TB-01)
Fungsi : Menyimpan bahan bakar untuk generator dan ketel uap
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Laju alir massa bahan bakar = 29,3826 ltr/jam + 140,76 ltr/jam
= 170,14 ltr/jam (Bab VII)
Densitas solar () = 890,0712 kg/m3 = 55,56 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Tangki dirancang untuk menyimpan bahan bakar selama 7 hari
Volume solar, (Va) = 170,14 ltr/jam x 7 hari x 24 jam/hari
= 28,58 m3
Faktor keamanan tangki = 20%, maka :
Volume tangki = 0,2 x 28,58 m3 = 34,29 m3

B. Diameter dan tebal tangki


Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)

Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki


Hs : Di = 3 : 1

Maka : Vs =
(
Di 2 31 Di ) = 2,441 m = 94,464378 in
4
Hs = 3 Di = 7,32 m

C. Tinggi cairan dalam tangki


Volume silinder = 34,29 m3
Volume cairan = 28,58 m3
Tinggi silinder = 7,32 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(28,58m 3 )(7,32 m)
=
34,29m 3
= 6,101 m
Phidrostatis = gHc = (890,0712 kg/m3)(9,8 m/s2)(6,101 m) = 7,591 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %
P desain = 1,2 x (7,591 + 14,696) = 26,7444 psi
Direncanakan digunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, Grade B.
Dari Brownell & Young, item 4, Apendix D, 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12750 psi
Efisiensi sambungan (E) = 0,85
Faktor korosi = 1/8 in (Timmerhaus, 1980)
Tebal dinding silinder tangki :
PD
t=
2 SE 1,2 P
(26,7444)(94,464378)
t=
2(12.750)(0,85) 1,2(26,7444)
t = 0,117 in
Tebal tangki yang dibutuhkan = 0,117 + 1/8 in = 0,242 in
Dari Tabel 5.4 Brownell & Young, 1979, dipilih tebal tangki standar 1/2 in

28. Pompa Utilitas 13 (PU-13)


Fungsi : Mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke ketel
uap
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel89
Kondisi operasi :
- Temperatur = 30 C
- Densitas solar = 890,0712 kg/m3 = 55,56 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas solar = 1,1 cP = 7,392 . 10-4 lbm/ftjam (Perry, 1997)
- Laju alir massa = 125,27 kg/jam = 0,076 lbm/detik
F 0,076lbm / det ik
Laju alir volume, Q = = = 0,0013 ft3/s
55,56 lbm / ft 3

Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)


= 3,9 (0,0013)0,45 (55,56)0,13
= 0,331 in

Digunakan pipa dengan spesifikasi:


- Ukuran pipa nominal = 1/2 in (Appendix A-5, Geankoplis, 1993)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,622 in = 0,052 ft
- Diameter luar (OD) = 0,84 in = 0,070 ft
- Luas penampang dalam (at) = 0,00211 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0013
Kecepatan linier, v = = = 0,6161 ft/s
at 0,00211
Bilangan Reynold,

vD (55,56)(0,6161)(0,052)
N Re = = = 2.407,991
7,392.10 4
Aliran adalah turbulen
4,6.10 5
= = 0,0264 m
D 0,0687
39,37
Friction factor, f = 0,0055 (Geankoplis, 1983)

Instalasi pipa :
A v2 0,61612
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0033 ft lbf/lbm
v2 0,6161 2
2 elbow 90 hf = [Link]. = 2 (0,75) = 0,0089 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 0,6161 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,0118 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 40 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0055)
(40)(. 0,6161)2

D 2 gc (0,052)2(32,174)
= 0,0998 ft lbf/lbm

2
A v2 0,61612
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,0059 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,1297 ft lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
Tinggi pemompaan z = 40 ft

0+
32,174
(40) + 0 + 0,1297 + Ws = 0
32,174
Ws = 40,1297 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 50,1621 ft lbf/lbm
Wp Q (50,1621) (0,0013)(55,56 )
Daya pompa : P = = = 0,0066 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp
30. Pompa Utilitas 14 (PU-14)
Fungsi : Mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke
generator
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi :
- Temperatur = 30C
- Densitas solar = 890,0712 kg/m3 = 55,56 lbm/ft3 (Perry, 1997)
- Viskositas solar = 1,1 cP = 7,392 . 10-4 lbm/ftjam (Perry, 1997)
- Laju alir massa = 26,1505 kg/jam = 0,016 lbm/detik
F 0,016
Laju alir volume, Q = = = 0,00029 ft3 / s
55,56
Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)
= 3,9 (0,00029)0,45 (55,56)0,13
= 0,168 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/4 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,364 in = 0,030 ft
- Diameter luar (OD) = 0,54 in = 0,045 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,00072 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,00029 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,403 ft/s
At 0,00072 ft 2
v D (94,7654 )(0,403)(0,030 )
Bilangan Reynold, N Re = = = 2.663,2117
4,302 10 4
Aliran adalah turbulen, maka dari gambar 2.10-3, Geankoplis, 1983 diperoleh
(commercial steel) = 4,6.10-5 m
4,6.10 5
= = 0,0264 m
D 0,0687
39,37
Friction factor, f = 0,0055 (Geankoplis, 1983)

Instalasi pipa :
A v2 0,403 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0013 ft lbf/lbm
v2 0,403 2
2 elbow 90 hf = [Link]. = 2 (0,75) = 0,0038 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 0,403 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,0051 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 40 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0055)
(40)(. 0,403) 2

D 2 gc (0,030)2(32,174)
= 0,0740 ft lbf/lbm
2
A1 v 2 0,403 2

= n 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,0025 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 0,0867 ft lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
Tinggi pemompaan z = 40 ft

0+
32,174
(40) + 0 + 0,0867 + Ws = 0
32,174
Ws = 40,0867 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 50,1084 ft lbf/lbm
Wp Q (50,1084) (0,00029 )(55,56 )
Daya pompa : P = = = 0,0015 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

31. Tangki Utilitas 02 (TU-02)


Fungsi : Menampung air dari menara air untuk keperluan air domestik
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B
Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 30 oC
Tekanan = 1 atm

A. Volume tangki
Laju alir massa air = 1.336,73 kg/jam
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Tangki dirancang untuk kebutuhan selama 1 hari
1.336,7277 kg / jam x 24 jam / hari
Volume air, (Va) =
995,68 kg / m 3
= 32,2207 m3/hari
Faktor keamanan tangki = 20%, maka :
Volume tangki = 1,2 x 32,2207 m3 = 38,6648 m3

B. Diameter dan tebal tangki


- Volume silinder tangki (Vs)
Di 2 Hs
Vs = (Brownell & Young, 1959)
4
Dimana :
Di = Diameter dalam silinder (ft)
Hs = Tinggi tangki silinder (ft)
Ditetapkan : Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di = 3 : 4

Maka : Vs =
(
Di 2 3 4 Di )
4
Di = 4,0346 m = 158,842202 in
Hs = 3/4 Di = 3,0260

- Tinggi cairan dalam tangki


Volume silinder = 38,6648 m3
Volume cairan = 32,2207 m3
Tinggi silinder = 3,0260 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(32,2207)(3,0260)
=
38,6648
= 2,5217 m
Phidrostatis = gHc = (890,0712 kg/m3)(9,8 m/s2)(2,5217 m) = 3,190 psi
Faktor keamanan untuk tekanan = 15 %
P desain = 1,15 x (3,190 + 14,696)
= 20,5689 psi
Direncanakan digunakan bahan konstruksi carbon steel SA-53, Grade B.
Dari Brownell & Young, item 4, Apendix D, 1979, diperoleh data :
Allowable working stress (s) = 12750 psi
Efisiensi sambungan (E) = 0,85
Faktor korosi = 1/8 in (Timmerhaus, 1980)
Tebal dinding silinder tangki :
PD
t=
2 SE 1,2 P
(20,5689)(158,842202)
t=
2(12750)(0,85) 1,2(20,5689)
t = 0,151 in
Tebal tangki yang dibutuhkan = 0,151 + 1/8 in = 0,276 in
Dari Tabel 5.4 Brownell & Young, 1979, dipilih tebal tangki standar 1/2 in

32. Tangki Pelarutan Kaporit (TP-05)


Fungsi : Membuat larutan kaporit [Ca(ClO)2]
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Plate Steel SA167, Tipe 304
Jumlah : 1 unit
Kondisi pelarutan:
Temperatur : 30 C
Tekanan : 1 atm
Laju massa Ca(ClO)2 : 0,0038 kg/jam
Densitas Ca(ClO)2 : 1.272 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
Faktor keamanan : 20 %
Kebutuhan perancangan : 90 hari
Ca(ClO)2 yang digunakan berupa larutan 70 % (% berat)

A. Ukuran Tangki
0,0038 kg/jam 24 jam/hari 90 hari
Volume larutan, Vl = = 0,0092 m 3
0,7 1.272 kg/m 3

Volume tangki, Vt = 1,2 0,0092 m3 = 0,01104 m3


Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 2 : 3
1
V= D 2 H
4
1 3
0,01104 m 3 = D 2 D
4 2
3
0,01104 m 3 = D 3
8
Maka, D = 0,2109 m = 8,303133 in
H = 0,3164 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder
0,0092 0,3164
= = 0,2637 m
0,01104

B. Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik :
P = xgxl
= 1272 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 0,2637 m
= 0,477 psia
Faktor kelonggaran = 20 %
Maka, Pdesain = (1,2) (P operasi)
= 1,2 ( 14,696 + 0,477) = 18,2076 psia

Direncanakan bahan konstruksi Plate Steel SA167, Tipe 304


- Allowable working stress (S) : 18750 psia (Brownell & Young,
1959))
- Joint efficiency (E) : 0,85 (Peters [Link]., 2004)
- Corossion allowance (C) : 0,002 in/tahun (Perry&Green,1999)
- Umur alat : 10 tahun
PR
t= + n. C
SE 0,6P
(18,2076 psia) (8,303133/2 in)
= + 10.(0,002 in)
(18750 psia)(0,85) 0,6(18,2076 psia)
= 0,025 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/16 in (Brownell&Young,1959)
C. Daya Pengaduk
Tipe pengaduk : Flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas kaporit 70% = 6,7197. 10-4 lbm/[Link] (Othmer dan Kirk, 1967)
Bilangan Reynold,
N (Da) 2 (79,4088)(1)(0,2306) 2
NRe = = = 6.284,017
6,7197.10 4
Dari grafik 3.4-4, Geankoplis,1983 untuk NRe = 6.284,017 diperoleh Np = 5,
sehingga:
N p N 3 Da 5 (5)(1) 3 (0,2306) 5 (79,4088)
P = =
gc 32,174(550)
= 0,000015 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80%
0,000015
Daya motor penggerak = = 0,00002 hp
0,8
Digunakan daya pompa standar 1/20 hp.

33. Pompa Utilitas 15 (PU-15)


Fungsi : Mengalirkan kaporit dari tangki pelarutan kaporit ke tangki
utilitas - 03
Jenis : dosing pump
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi :
- Temperatur = 30C
Densitas kaporit () : 1.272 kg/m3 = 79,411 lbm/ft3 (Perry & Green, 1999)
Viskositas kaporit () : 6,719710-4 lbm/ftdetik = 1.10-3 Pa.s (Perry & Green, 1999)
Laju alir massa (F) : 0,0038 kg/jam = 0,0000023 lbm/detik
F 0,0000023 lbm / det ik
Laju alir volume, Q = = = 2,896 10 8 ft3/s
79,411 lbm / ft 3
Diameter optimum, De = 3,0 Q0,36 0,18 (Timmerhaus, 1980)
= 3,0 (2,986.10-8)0,36 (79,411)0,18
= 0,0129
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 1/8 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,269 in = 0,0224 ft
- Diameter luar (OD) = 0,405 in = 0,0338 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,0004 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 2,896 x 10 8 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,000072 ft/s
At 0,0004 ft 2

v D (79,411)(0,000072 )(0,0224 )
Bilangan Reynold, N Re = = = 0,1906
6,7197.10 -4
Aliran adalah laminar, maka dari Pers.2.10-7, Geankoplis, 1997, diperoleh
f = 16/NRe = 83,9454
Friction loss:
A v2 (0,000072) 2
1 Sharp edge entrance= hc = 0,55 1 2 = 0,55 (1 0)
A1 2 2(1)(32,174)

= 4,4309.10-11 [Link]/lbm
v2 (0,000072) 2
2 elbow 90 = hf = [Link]. = 2(17) = 2,7391.10-9 [Link]/lbm
2. g c 2(1)(32,174 )

v2 (0,000072) 2
1 gate valve = hf = [Link]. = 1(55) = 4,4309.10-9 [Link]/lbm
2. g c 2(1)(32,174 )
Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
L.v 2
= 4(83,9454)
(30)(. 0,000072) 2

D.2.g c (0,0224).2.(32,174)
= 3,6229.10-5 [Link]/lbm
A v2 (0,000072) 2
1 Sharp edge exit = hex = 1 2 = (1 0)
A1 2 2(1)(32,174)

= 8,0562.10-11 [Link]/lbm
Total friction loss : F = 0,000036 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli

1
2
( 2 2
) P P1
v 2 v1 + g (z 2 z1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis,1997)

dimana: v1 = v2
P1 = 101,325 kPa = 2.116,2281 lbf/ft
P
P2 = 101,325 kPa = 2.116,2281 lbf/ft ; = 0 [Link]/lbm

Z = 20 ft, maka :
32,174 ft/s 2
0+ (20 ft ) + 0 + 0,000036 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 20,000036 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 25,000045 ft lbf/lbm
Wp Q (25,000045) (2,896.10 -8 )(79,411)
Daya pompa : P = = = 1,045.10 7 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp

34. Pompa Utilitas 16 (PU-16)


Fungsi : Mengalirkan air dari tangki utilitas 03 untuk kebutuhan
domestik
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi :
- Temperatur = 30 C
- Tekanan = 1 atm
Densitas air () = 996,24 kg/m3 = 62,1931 lbm/ft3 (Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8036 cP = 0,0005 lbm/ftdetik (Geankoplis, 1997)
Laju alir massa (F) = 1.336,73 kg/jam = 0,8186 lbm/detik
F 0,8186 lb m /detik
Debit air/laju alir volumetrik, Q = =
62,1931 lb m /ft 3
= 0,0132 ft3/s
Diameter optimum, De = 3,9 Q0,45 0,13 (Timmerhaus, 1980)
= 3,9 (0,0132)0,45 (62,1931)0,13
= 0,9517 in

Digunakan pipa dengan spesifikasi:


- Ukuran pipa nominal = 1 in (Brownell, 1959)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 1,049 in = 0,0874 ft
- Diameter luar (OD) = 1,315 in = 0,1096 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,006 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0132 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 2,2 ft/s
At 0,006 ft 2
Bilangan Reynold :
v D (62,1931)(2,2 )(0,0874 )
N Re = = = 23.916,9785
0,0005
Aliran adalah turbulen, maka dari gambar 2.10-3, Geankoplis, 1983 diperoleh
(commercial steel) = 4,6.10-5 m
4,6.10 5
= = 0,0207 m
D 0,0874
39,37
Friction factor, f = 0,0055 (Geankoplis, 1983)
Instalasi pipa :
A v2 2,2 2
1 sharp edge entrance hc = 0,5 1 2 = 0,5 (1 0)
A1 2 gc 2(1)(32,174)

= 0,0376 ft lbf/lbm
v2 2,2 2
2 elbow 90 hf = [Link]. = 2 (0,75) = 0,1128 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

v2 2,2 2
1 check valve hf = n Kf = 1(2) = 0,1504 ft lbf/lbm
2 gc 2(32,174)

Pipa lurus 60 ft Ff = 4f
L v 2
= 4(0,0055)
(60)(. 2,2)
2

D 2 gc (0,0874)2(32,174)
= 1,1360 ft lbf/lbm
2
A v2 2,2 2
= n 1 1 = 1 (1 0 )
2
1 sharp edge exit hex
A2 2 gc 2(1)(32,174 )

= 0,0752 ft lbf/lbm
Total friction loss F = 1,5120 ft lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:

1
2 gc
( 2 2
)
gc
P P
v 2 v1 + (z 2 z1 ) + 2 1 + F + Ws = 0
g

(Geankoplis, 1997)

dimana : v1 = v2 ; v2 = 0 ; P1 = P2 ; P = 0
Tinggi pemompaan z = 40 ft

0+
32,174
(40) + 0 + 1,5120 + Ws = 0
32,174
Ws = 41,512 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 51,89 ft lbf/lbm

Daya pompa : P =
Wp Q
=
(51,89)(0,0132)(62,1931) = 0,078 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/8 hp

35. Menara Pendingin Air (Water Cooling Tower) 01 (CT-01)


Fungsi : Menurunkan temperatur air pendingin bekas dari temperatur
60 oC menjadi 30 oC
Jenis : Mechanical draft cooling tower
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B
Jumlah : 1
Dari Gambar 12-14 Perry, 1999, diperoleh suhu bola basah, Tw = 80F.
Dari kurva kelembaban Geankoplis (1997), diperoleh H = 0,0220 kg uap air/kg udara
kering. Dari Gambar 12-14 Perry (1999), diperoleh konsentrasi air = 1,80
gal/ft2menit
Densitas air (60C) = 983,24 kg/m3 (Geankoplis, 1997)
Laju massa air pendingin = 14.184,72 kg/jam
14.184,72kg / jam
Laju volumetrik air pendingin (Q) = 3
= 14,43 m3/jam
983,24 kg / m
= 63,52 gal/menit
Faktor keamanan = 20%
Luas menara, A = 1,2 x (kapasitas air / konsentrasi air)
63,52 gal / menit
= 1,2 x 2
= 42,35 ft2
1,8 gal / ft .menit

14.184,72 kg / jam 1 jam (3,2808 ft )


2
Laju alir air tiap satuan luas (L) = x x
42,35 ft 2 3600 s 1m 2
= 0,8543 kg/s.m2

Perbandingan L : G direncanakan = 5 : 6
Sehingga laju alir gas tiap satuan luas (G) = 1,0252 kg/s.m2
Perhitungan tinggi menara
Dari Pers. 9.3-9 Geankoplis (1997) :
Hy1 = (1,005 + 1,88 x H).103 (TC 0) + 2,5014 .106 (H)
= (1,005 + 1,88 x 0,0220).103 (30 0) + 2,5014 .106 (0,0220)
= 86,4128 .103 J/kg

Dari Pers. 10.5-2 Geankoplis (1997) :


Hy2 Hy1 = (L/G) . CL . (TL2 TL1)
Hy2 86,4128 .103 = 0,8333 (4,187.103).(60 - 30)
Hy2 = 191,0895 .103 J/kg

Gambar LD.1 Grafik Entalpi dan Temperatur Cairan pada Cooling Tower (CT)

Hy 2
dHy (
Ketinggian menara, z = G .

Hy1
Hy * Hy
(Geankoplis, 1997)
[Link].a.P
Dimana : Hy = entalpi campuran uap air pada kondisi operasi
Hy* = entalpi campuran uap air pada kondisi kesetimbangan
G = laju alir udara

Tabel LD.1 Perhitungan Entalpi dalam Penentuan Tinggi Menara Pendingin


Hy Hy* 1/(Hy*-Hy)
86,4128 97,000 0,0945
100,0000 112,1000 0,083
150,0000 224,5000 0,013
191,0895 454,2500 0,004

Gambar LD.2 Kurva Hy terhadap 1/(Hy*Hy)

Luasan daerah di bawah kurva dari Hy = 86,4128 sampai 191,0895 pada Gambar
LD.3 adalah :
Hy 2
dHy

Hy1
Hy * Hy
= 1,3275

Estimasi kG.a = 1,207.10-7 [Link] /s.m3 (Geankoplis, 1997)


1,0252 x 1,3275
Maka ketinggian menara , z =
29 x 1,207.10 7 x 1,013.10 5
= 3,8382 m = 12,59 ft
Sel menara pendingin merupakan kelipatan 6 ft (Ludwig, 1977) maka kombinasi
yang digunakan adalah :
Panjang = lebar = tinggi = 6 ft
Diambil performance 90% maka daya 0,03 hp/ft2 (gambar 12-15 Perry, 1999)
Daya untuk fan = 0,03 hp/ft2 x 51,7051 ft2 = 1,5512 hp
Digunakan daya standar 2 hp
Kecepatan rata-rata udara masuk = 4 - 6 ft/detik, maka diambil 5 ft/dtk

36. Pompa Utilitas 17 (PU-17)


Fungsi : Mengalirkan air dari menara pendingin air ke unit proses
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi :
- Temperatur = 30 C
- Densitas air () = 996,24 kg/m3 = 62,1931 lbm/ft3 (Geankoplis, 1997)
- Viskositas air () = 0,8036 cP = 0,0005 lbm/ftdetik (Geankoplis, 1997)
Laju alir massa (F) : 14.184,72 kg/jam = 8,69 lbm/detik
F 8,69 lb m /detik
Debit air/laju alir volumetrik, Q = =
62,1931 lb m /ft 3
= 0,14 ft3/s = 0,0041 m3/s
Diameter optimum, Di,opt = 3,9 Q0,45 0,13 (Peters [Link]., 2004)
= 3,9 (0,0041)0,45 (62,1931)0,13
= 0,5623 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
- Ukuran pipa nominal = 3/4 in (Geankoplis, 1983)
- Schedule pipa = 40
- Diameter dalam (ID) = 0,824 in = 0,0687 ft
- Diameter luar (OD) = 1,05 in = 0,0875 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,00371 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel
Q 0,0041 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 1,105 ft/s
A t 0,00371 ft 2

v D (62,1931)(1,105)(0,0687 )
Bilangan Reynold, N Re = = = 9.442,5918
0,0005

NRe > 2100, aliran adalah turbulen, = 0,0004


D
Friction factor, f = 0,0085 (Geankoplis, 1983)

Friction loss:
A v2 (1,105) 2
1 Sharp edge entrance= hc = 0,55 1 2 = 0,55 (1 0 )
A1 2 2(1)(32,174 )

= 0,0105 [Link]/lbm
v2 (1,105) 2
2 elbow 90 = hf = [Link]. = 2(17) = 0,646 [Link]/lbm
2. g c 2(1)(32,174 )

v2 (1,105) 2
1 gate valve = hf = [Link]. = 1(55) = 1,045 [Link]/lbm
2. g c 2(1)(32,174 )

Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f
L.v 2
= 4(0,0085)
(30)(. 1,105) 2

D.2.g c (0,0687 ).2.(32,174)


= 0,2817 [Link]/lbm
A v2 (1,105) 2
1 Sharp edge exit = hex = 1 2 = (1 0 )
A1 2 2(1)(32,174 )

= 0,0190 [Link]/lbm
Total friction loss : F = 2,0022 [Link]/lbm
Dari persamaan Bernoulli

1
2
(2 2
) P P1
v 2 v1 + g (z 2 z1 ) + 2

+ F + Ws = 0 (Geankoplis,1997)

dimana: v1 = v2
P1 = 101,325 kPa = 2.116,2281 lbf/ft
P
P2 = 101,325 kPa = 2.116,2281 lbf/ft ; = 0 [Link]/lbm

Z = 20 ft, maka :
32,174 ft/s 2
0+ (20 ft ) + 0 + 2,0022 [Link]/lbm + Ws = 0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 22,0022 ft lbf/lbm
Efisiensi pompa, = 80 %
Wp = Ws / = 27,5028 ft lbf/lbm
Daya pompa : P =
Wp Q
=
(27,5028)(0,0041)(62,1931) = 0,013 hp
550 550
Digunakan daya motor standar 1/20 hp
LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI

Dalam rencana Pra Perancangan Pabrik Pembuatan Biodisel digunakan


asumsi sebagai berikut:
Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
Kapasitas produksi adalah 15.000 ton/tahun = 1.893,94 kg/jam
Perhitungan didasarkan pada harga peralatan terpasang (HPT).
Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dollar terhadap rupiah adalah US$
1 = Rp 9.335,- (Analisa, 10 Maret 2010).

1. Modal Investasi Tetap


1.1 Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)

A. Biaya Tanah Lokasi Pabrik


Biaya tanah pada lokasi pabrik diperkirakan Rp 200.000,-/m2 (Anonim, 2009)
Luas tanah seluruhnya = 19.420 m2
Harga tanah seluruhnya = 19.420 m2 x Rp 200.000,-/m2 = Rp [Link].,-
Biaya perataan tanah diperkirakan 5 % dari harga tanah seluruhnya
(Peters dkk, 2004)
Biaya perataan tanah = 0,05 x Rp [Link],- = Rp 159.200.000,-
Total biaya tanah = Rp3.184.000.000,- + Rp159.200.000,- = Rp [Link],-

B. Perincian Harga Bangunan


Tabel LE-1 Perincian Harga Bangunan
No Nama Bangunan Luas (m2) Harga (Rp/m2) Jumlah (Rp)
1 Pos keamanan 20 1.250.500 25.000.000,-
2 Parkir 300 750.000 225.000.000,-
3 Taman 1.000 250.000 [Link],-
4 Areal Bahan Baku 500 1.250.500 625.000.000,-
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan .. (lanjutan)
Harga
No Nama Bangunan Luas (m2) Jumlah (Rp)
(Rp/m2)
5 Ruang control 150 1.250.500 187.500.000,-
6 Areal Proses 5.000 1.250.500 [Link],-
7 Areal produk 500 1.250.500 625.000.000,-
8 Perkantoran 300 1.250.500 375.000.000,-
9 Laboratorium 200 1.250.500 250.000.000,-
10 Poliklinik 200 1.250.500 250.000.000,-
11 Kantin 150 500.000 75.000.000,-
12 Ruang ibadah 150 1.250.500 187.500.000,-
13 Gudang peralatan 300 1.250.500 375.000.000,-
14 Bengkel 500 1.250.500 625.000.000,-
15 Perpustakaan 50 1.250.500 62.500.000,-
16 Unit pemadam kebakaran 100 1.250.500 125.000.000,-
17 Unit pengolahan air 500 1.250.500 625.000.000,-
18 Pembangkit listrik 400 1.250.500 500.000.000,-
19 Unit pengolahan limbah 400 500.000 200.000.000,-
20 Areal perluasan 2.500 200.000 500.000.000,-
21 Perumahan Karyawan 1500 1.250.500 [Link],-
22 Jalan 1000 500.000 500.000.000,-

Total 19.420 - [Link],-

Total biaya bangunan dan sarana (B) = Rp15.692.500.000,-


C. Perincian Harga Peralatan
Harga peralatan dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut:

Ix
m
X
Cx = C y 2 (Timmerhaus, 1991)
X1 I y

dimana : Cx = harga peralatan pada tahun 2006


Cy = harga alat pada tahun dan kapasitas yang tersedia
X1 = kapasitas alat yang tersedia
X2 = kapasitas alat yang diinginkan
Ix = indeks harga pada tahun 2006
Iy = indeks harga pada tahun yang tersedia
m = faktor eksponensial untuk kapasitas (tergantung jenis alat)

Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2010 digunakan metode regresi
linier. Untuk mencari tahu apakah tahun dan indeks harga peralatan dapat
dihubungkan secara linier, maka dilakukan pengujian koefisien korelasinya sebagai
berikut :

r=
[n (X i Yi ) X i Yi ]
(n X i 2 (X i )2 ) (n Yi 2 (Yi )2 )
Koefisien korelasi :

(Montgomery, 1992)

Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2009 digunakan metode regresi
linier. Untuk mencari tahu apakah tahun dan indeks harga peralatan dapat
dihubungkan secara linier, maka dilakukan pengujian koefisien korelasinya sebagai
berikut :

r=
[n (X i Yi ) X i Yi ]
(n X i 2 (X i )2 ) (n Yi 2 (Yi )2 )
Koefisien korelasi :

(Montgomery, 1992)
Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift
No. Tahun (Xi) Indeks (Yi) [Link] Xi Yi
1 1989 895 1.780.155 3.956.121 801.025
2 1990 915 1.820.850 3.960.100 837.225
3 1991 931 1.853.621 3.964.081 866.761
4 1992 943 1.878.456 3.968.064 889.249
5 1993 967 1.927.231 3.972.049 935.089
6 1994 993 1.980.042 3.976.036 986.049
7 1995 1.028 2.050.860 3.980.025 1.056.784
8 1996 1.039 2.073.844 3.984.016 1.079.521
9 1997 1.057 2.110.829 3.988.009 1.117.249
10 1998 1.062 2.121.876 3.992.004 1.127.844
11 1999 1.068 2.134.932 3996001 1.140.624
12 2000 1.089 2.178.000 4000000 1.185.921
13 2001 1.094 2.189.094 4004001 1.196.836
14 2002 1.103 2.208.206 4008004 1.216.609
Total 27.937 14.184 28.307.996 55.748.511 14.436.786

Dengan memasukkan harga-harga pada Tabel LE.2, maka diperoleh harga


koefisien korelasi (r) sebagai berikut :
Data : n = 14 Xi = 27.937 Yi = 14.184
XiYi = 28.307.996 Xi = 55.748.511 Yi = 14.436.786

r=
[14 (28.307.996) (27.937).(14.184) ]
(14 (55.748.511) (27.937) ) (14 14.436.786 (14.184) )
2 2

r = 0,98 1
Harga koefisien yang diperoleh mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat
hubungan linier antar variabel X (tahun) dengan Y (indeks harga) sehingga dapat
digunakan persamaan regresi linier.

Persamaan umum regresi linier, Y = a + bX


dimana : Y = indeks harga pada tahun perhitungan (2010)
X = tahun perhitungan harga (2010)
a, b = tetapan persamaan regresi
Tetapan regresi ditentukan sebagai berikut :
(n X i Yi ) (X i Yi )
b=
(n X i 2 ) (X i )2 (Montgomery, 1992)

Yi. Xi 2 Xi. ([Link])


a=
[Link] 2 (Xi) 2
Maka :

b=
(14 x 28.307.996) (27.937 x 14.184) = 16,8088
(14 x 55.748.511) (27.937 )2
(14.184)( 55.748.511) (27.937)(28.307.996)
a= = -32.528,8
14 x (55.748.511) (27.937) 2
Sehingga persamaan regresi liniernya adalah:
Y=a+bX
Y = 16,809 X 32.528,8
Dengan demikian, harga indeks pada tahun 2010 adalah:
Y = 16,809 (2010) 32.528,8
Y = 1.257,29
Perhitungan harga peralatan menggunakan harga faktor eksponsial (m)
Marshall & Swift. Harga faktor eksponen ini beracuan pada Tabel 6-4, Peters dan
Timmerhaus (2004). Untuk alat yang tidak tersedia, faktor eksponensialnya dianggap
0,6 (Peters dan Timmerhaus, 2004)

Contoh perhitungan harga peralatan :

Tangki Pengumpul CPO (T-103)


Kapasitas tangki, X2 = 649,68 m3. Dari Gambar LE.1, diperoleh untuk harga
kapasitas tangki (X1) 1 m pada tahun 2002 adalah (Cy) US$ 6.700. Dari tabel 6-4,
Peters [Link]., 2004, faktor eksponen untuk tangki adalah (m) 0,49. Indeks harga pada
tahun 2002 (Iy) 1.103.
Capacity, gal
6 102 103 104 105
10
Purchased cost, dollar

105

Mixing tank with agitator


4 304 Stainless stell
10 Carbon steel

310 kPa (30 psig) Carbon-steel tank (spherical)

Jan,2002
P-82
103 2
10-1 1 10 10 103
3
Capacity, m

Perhitungan
Indeks harga tahun 2008 (Ix) adalah 1.261,89. Maka estimasi harga tangki untuk (X2)
649,68 m3 adalah :

X I
m

Cx = Cy 2 x
X 1 I y
0 , 49
649,68 1.261,88
Cx = US$ 6.700 x
1 1.103
Cx = US$ 165.749,78,-
Cx = Rp [Link],-/unit

Dengan cara yang sama diperoleh perkiraan harga alat lainnya yang dapat
dilihat pada Tabel LE 3 untuk perkiraan peralatan proses dan Tabel LE 4 untuk
perkiraan peralatan utilitas.
Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses
Harga SubTotal (Rp)
Harga per unit
Nama Alat Kode Unit Non
(Rp) Impor
Impor
Belt conveyer C-101 1 29.783.797,- 29.783.797,-
Screw press SP-101 1 34.588.062,- 34.588.062,-
Deoiling Pond DP-101 1 741.683.000,- 741.683.000,-
Filter Press S-101 1 13.271..580,- 13.271..580,-
Tangki Pengumpul CPO T-201 1 [Link],- [Link],-
Tangki Metanol T-203 1 845.220.067,- 845.220.067,-
Tangki Asam Sulfat T-202 1 2.071.991,- 2.071.991,-
Chatalist Feed Hopper I F-210 1 11.199.825,- 11.199.825,-
Chatalist Feed Hopper II F-220 1 1.134.917,- 1.134.917,-
Mixer I M-210 1 18.033.246,- 18.033.246,-
Mixer II M-220 1 2.020.151,- 2.020.151,-
Reaktor Esterifikasi R-210 1 [Link],- [Link],-
Centrifuge I H-210 1 51.860.429,- 51.860.429,-
Reaktor Transesterifikasi I R-220 1 [Link] [Link]
Centrifuge II H-220 1 45.308.834,- 45.308.834,-
Reaktor Transesterifikasi II R-230 1 [Link],- [Link],-
Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses......................... (lanjutan)
Harga per unit Harga SubTotal (Rp)
Nama Alat Kode Unit
(Rp) Impor Non Impor
Centrifuge III H-230 1 44.328.944,- 44.328.944,-
Tangki Biodisel T-301 1 [Link],- [Link],-
Tangki Pengumpul T-204 1 683.231.698,- 683.231.698,-
Destilasi D-310 1 36.463.539,- 36.463.539,-
Refluks Drum D-320 1 35.656.543,- 35.656.543,-
Tangki Gliserol T-320 1 [Link],- [Link],-
Heater E-201 1 42.932.089,- 42.932.089,-
Cooler E-301 1 43.752.640,- 43.752.640,-
Heater E-302 1 27.658.284,- 27.658.284,-
Kondensor E-303 1 36.239.941,- 36.239.941,-
Reboiler E-304 1 36.632.031,- 36.632.031,-
Pompa Screw Press L-101 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Tangki Limbah Cair L-102 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Deoiling Pond L-103 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Tangki Pengumpul
CPO L-104 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Tangki Asam Sulfat L-105 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Tangki Metanol L-106 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Tangki Metanol L-108 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses......................... (lanjutan)
Harga per unit Harga SubTotal (Rp)
Nama Alat Kode Unit
(Rp) Impor Non Impor
Pompa Tangki Metanol L-110 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Centrifuge I L-107 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Centrifuge II L-109 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Centrifuge III L-111 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Tangki Pengumpul L-112 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Destilasi L-113 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Refluks Drum I L-114 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Refluks Drum II L-115 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Total 19.688.417270,- 45.000.000,-

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan Limbah


Harga per unit Harga SubTotal (Rp)
Nama Alat Kode Unit
(Rp) Impor Non Impor
Bak Penampungan - 1 352.659.989,- 352.659.989,-
Bak Pengendapan Awal - 1 188.537.095,- 188.537.095,-
Bak Penetralan - 1 188.537.095,- 188.537.095,-
Tangki Sedimentasi - 1 54.443.946,- 54.443.946,-
Screening SC 1 450.233,- 450.233,-
Bak Pengendapan- 01 BS 1 120.029.776,- 120.029.776,-
Tangki Pelarutan Alum TP-01 1 12.138.341,- 12.138.341,-
Tangki Pelarutan Soda Abu TP-02 1 8.950.180,- 8.950.180,-
Clarifer CL 1 47.961.771,- 47.961.771,-
Sand Filter SF 1 325.635.127,- 325.635.127,-
Tangki Utilitas-01 TU 1 325.635.127,- 325.635.127,-
Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan
Limbah.(lanjutan)
Harga per unit Harga SubTotal (Rp)
Nama Alat Kode Unit
(Rp) Impor Non Impor
Penukar Kation CE 1 10.165.683,- 10.165.683,-
Tangki Pelarutan H2SO4 TP-03 1 9.593.526,- 9.593.526,-
Tangki NaOH TP-04 1 83.458.603,- 83.458.603,-
Penukar Anion AE 1 10.165.683,- 10.165.683,-
Daerator DE 1 10.165.683,- 10.165.683,-
Ketel Uap KU 1 37.113.077,- 37.113.077,-
Tangki Bahan Bakar TB 1 202.132.689,- 202.132.689,-
Tangki Utilitas-03 TU 1 212.109.454,- 212.109.454,-
Tangki Pelarutan Kaporit TP-05 1 2.024.335,- 2.024.335,-
Menara Air Pendingin CT 1 123.894.386,- 123.894.386,-
Generator G 1 197.984,- 197.984,-
Pompa Utilitas-01 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-02 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-03 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-04 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-05 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-06 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-07 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-08 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-09 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-10 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-11 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-12 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-13 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-14 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-15 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan
Limbah.(lanjutan)
Harga per unit Harga SubTotal (Rp)
Nama Alat Kode Unit
(Rp) Impor Non Impor
Pompa Utilitas-16 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Pompa Utilitas-17 PU 1 3.000.000,- 3.000.000,-
Total [Link],- 51.000.000,-

Untuk harga alat impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai berikut:

- Biaya transportasi = 5%
- Biaya asuransi = 1%
- Bea masuk = 15 %
- PPn = 10 %
- PPh = 10 %
- Biaya gudang di pelabuhan = 0,5 %
- Biaya administrasi pelabuhan = 0,5 %
- Transportasi lokal = 0,5 %
- Biaya tak terduga = 0,5 % (+)
- Total = 43 % (Rusjdi, 200
Untuk harga alat non impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya
sebagai berikut:

- PPn = 10 %
- PPh = 10 %
- Transportasi lokal = 0,5 %
- Biaya tak terduga = 0,5 % (+)
- Total = 21 % (Rusjdi, 2004)

Total harga peralatan tiba di lokasi pabrik (purchased-equipment delivered) adalah:

= 1,43 x (Rp [Link],- + Rp [Link],-) +


1,21 x (Rp 45.000.000,- + Rp 51.000.000,-)
= Rp [Link],-
Biaya pemasangan diperkirakan 50 % dari total harga peralatan

(Peters dan Timmerhaus, 2004)

Biaya pemasangan = 0,50 Rp [Link],- = Rp [Link],-


Harga peralatan terpasang (HPT) = Harga peralatan + biaya pemasangan (C)
= Rp [Link],- + Rp [Link],-

= Rp [Link],-

D. Instrumentasi dan Alat Kontrol

Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 30% dari total harga peralatan
(Peters dkk, 2004)

Biaya instrumentasi dan alat kontrol = 0,3 x Rp [Link],-


= Rp [Link],-

E. Biaya Perpipaan

Diperkirakan biaya perpipaan 70% dari total harga peralatan


(Peters dkk, 2004)
Biaya perpipaan = 0,7 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

F. Biaya Instalasi Listrik

Diperkirakan biaya instalasi listrik 35% dari total harga peralatan

(Peters dkk, 2004)

Biaya instalasi listrik = 0,35 x Rp [Link],- = Rp [Link],-


G. Biaya Insulasi

Diperkirakan biaya insulasi 25 % dari total harga peralatan


(Peters dkk, 2004)
Biaya insulasi = 0,25 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

H. Biaya Inventaris kantor

Diperkirakan biaya inventaris kantor 15 % dari total harga peralatan


(Peters dkk, 2004)
Biaya inventaris kantor = 0,15 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

I. Biaya perlengkapan Kebakaran dan Keamanan

Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan 8 % dari total harga peralatan

(Peters dkk, 2004)

Biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan = 0,08 x Rp [Link],-


= Rp [Link],-

J. Sarana Transportasi

Tabel LE.5 Biaya Sarana Transportasi

No. Jenis Kendaraan Unit Tipe Harga/ Unit Harga Total


(Rp) (Rp)
1 Mobil Direktur 1 Sedan 375.000.000 375.000.000
2 Mobil Staf Ahli 2 Fortuner 300.000.000 600.000.000
Kijang
3 Mobil Manajer 3 Innova 210.000.000 630.000.000
4 Mobil Kepala Bagian 7 New Kijang 170.000.000 [Link]
4 Bus karyawan 2 Bus 300.000.000 600.000.000
6 Truk 5 Truk 300.000.000 [Link]
7 Ambulance 1 Minibus 98.000.000 98.000.000
8 Mobil pemadam kebakaran 2 Truk Tangki 250.000.000 500.000.000
Total (J) [Link]

Total MITL (Modal Investasi Tetap Langsung)


=A+B+C+D+E+F+G+H+I+J
= Rp [Link],- + Rp [Link],- + Rp [Link],- +
Rp [Link],- + Rp [Link],- + Rp [Link],- +
Rp [Link],- + Rp [Link],- + Rp [Link],- +
Rp [Link],-
= Rp [Link],-
1.2 Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL)
Pra Investasi (biaya survey, perizinan, studi kelayakan, dan lain-lain)
Diperkirakan 15 % dari total harga peralatan (Peters dkk, 2004)
Biaya pra investasi = 0,15 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

Engineering dan Supervisi (konstruksi, desain, konsultan, dan lain-lain)


Diperkirakan 35 % dari total harga peralatan (Peters dkk, 2004)
Engineering dan supervisi = 0,35 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

Biaya kontraktor
Diperkirakan 35 % dari total harga peralatan (Peters dkk, 2004)
Biaya kontraktor = 0,35 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

Biaya legalitas
Diperkirakan 25 % dari total harga peralatan (Peters dkk, 2004)
Biaya kontraktor = 0,25 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

Biaya Tak Terduga


Diperkirakan 40 % dari total harga peralatan (Peters dkk, 2004)
Biaya tak terduga = 0,4 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

Modal Investasi Tetap Tidak Langsung (MITTL)


=A+B+C+D+E
= Rp [Link],- + Rp [Link],- + Rp [Link],-
Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

Modal Investasi Tetap (MIT) = MITL + MITTL


= Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

2. Modal Kerja
Modal kerja dihitung untuk pengoperasian pabrik selama 3 bulan ( 90 hari)
2.1 Persediaan Bahan Baku Proses (A)
1. TKS (Tandan Kosong Sawit)
Kebutuhan = 22.080 kg/jam
Harga = Rp 100,-/kg (PPKS, 2008)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 22.080 kg/jam x Rp 100,- /kg
= Rp [Link],-

2. Limbah Cair CPO


Kebutuhan = 2.352 kg/jam = 1.195,71 ltr/jam
Harga = Rp 300,-/ltr (Wirawan, 2004)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 1.195,7131 kg/jam x Rp 300,- /ltr
= Rp 774.822.089,-

3. Metanol
Kebutuhan = 1.141,2 kg/jam = 1.123,7141 ltr/jam
Harga = Rp 8.000,-/ltr (P.T. Bratachem, 2009)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 1.123,7141 ltr/jam x Rp 8.000,- /ltr
= Rp [Link],-

4. Asam Sulfat
Kebutuhan = 0,7352 kg/jam = 0,4014 ltr/jam
Harga = Rp 100.000,-/ltr (P.T. Bratachem, 2009)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 0,4014 ltr/jam x Rp 100.000,- /ltr
= Rp 86.702.400,-

5. NaOH
Kebutuhan = 15,4627 kg/jam
Harga = Rp 12.000,-/kg (P.T. Bratachem, 2009)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 15,4627 kg/jam x Rp 12.000,- /kg
= Rp 400.793.184,-
2.2 Persediaan Bahan Baku Utilitas (B)
1. Solar
Kebutuhan = 170,14 ltr/jam
Harga = Rp 5.000,-/ltr (Pertamina, 2009)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 170,14 ltr/jam x Rp 5.000,- /ltr
= Rp [Link],-

2. Al2(SO4)3
Kebutuhan = 0,1418 kg/jam
Harga = Rp 6.000,-/kg (P.T. Bratachem, 2009)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 0,1418 kg/jam x Rp 6.000,- /kg
= Rp 1.837.728,-

3. Na2CO3
Kebutuhan = 0,0771 kg/jam
Harga = Rp 8.000,-/kg (P.T. Bratachem, 2009)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 0,0771 kg/jam x Rp 8.000,- /kg
= Rp 1.332.288,-
4. Kaporit
Kebutuhan = 0,0038 kg/jam
Harga = Rp 15.000,-/kg (P.T. Bratachem, 2009)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 0,0038 kg/jam x Rp.15.000,- /kg
= Rp 123.120,-

5. H2SO4
Kebutuhan = 0,2493 kg/jam = 0,1361 ltr/jam
Harga = Rp 100.000,-/ltr (P.T. Bratachem, 2009)
Harga total = 90 hari x 0,1361 ltr/jam x Rp 100.000,-/ltr x 24 jam/hari
= Rp 29.397.600,-

6. NaOH teknis
Kebutuhan = 0,2645 kg/jam
Harga = Rp 12.000,-/kg (P.T. Bratachem, 2009)
Harga total = 90 hari x 0,2645 kg/jam x Rp 12.000,- /ltr x 24 jam/hari
= Rp 6.855.840,-
Total biaya bahan baku dan utilitas selama 3 bulan
=A+B
= Rp [Link],- + Rp [Link],- = Rp [Link],-

2.3 Kas
1. Gaji Pegawai
Tabel LE-6 Perincian Gaji Pegawai
Gaji/bulan Gaji Total
Jabatan Jumlah (Rp) (Rp)
Dewan Komisaris 3 15.000.000,- 45.000.000,-
Direktur 1 20.000.000,- 20.000.000,-
Staf Ahli 5 6.000.000,- 30.000.000,-
Sekretaris 3 2.500.000,- 4.500.000,-
Manajer Teknik 1 6.000.000,- 6.000.000,-
Manajer Produksi 1 6.000.000,- 6.000.000,-
Manajer Keuangan dan Administrasi 1 6.000.000,- 6.000.000,-
Manajer Personalia 1 6.000.000,- 6.000.000,-
Manajer HRD 1 6.000.000,- 6.000.000,-
Manajer Pembelian dan Pemasaran 1 6.000.000,- 6.000.000,-
Kepala Bagian Teknik 1 4.500.000,- 4.500.000,-
Kepala Bagian Produksi 1 4.500.000,- 4.500.000,-
Kepala Bagian Personalia 1 4.500.000,- 4.500.000,-
Kabag Keuangan & Adm 1 4.500.000,- 4.500.000,-
Kepala Bagian Pemasaran 1 4.500.000,- 4.500.000,-
Kepala Bagian R&D 1 4.500.000,- 4.500.000,-

Tabel LE-6 Perincian Gaji Pegawai. (lanjutan)


Gaji/bulan Gaji Total
Jabatan Jumlah (Rp) (Rp)
Kepala Seksi 10 3.500.000,- 35.000.000,-
Karyawan Proses 50 2.000.000,- 100.000.000,-
Karyawan Utilitas 30 2.000.000,- 60.000.000,-
Karyawan Personalia 7 2.000.000,- 14.000.000,-
Karyawan Keuangan &Adm 7 2.000.000,- 14.000.000,-
Karyawan Pemasaran 7 2.000.000,- 14.000.000,-
Karyawan R&D 15 2.000.000,- 30.000.000,-
Karyawan Gudang 10 2.000.000,- 20.000.000,-
Karyawan Maintenance 20 2.000.000,- 40.000.000,-
Karyawan Laboratorium 5 2.000.000,- 10.000.000,-
Dokter 2 4.000.000,- 6.000.000,-
Perawat 6 2.000.000,- 9.000.000,-
Petugas Keamanan 8 1.200.000,- 11.500.000,-
Petugas Kebersihan 10 1.200.000,- 8.000.000,-
Supir 10 1.500.000,- 10.000.000,-
Jumlah 221 554.000.000,-

Total gaji pegawai selama 1 bulan = Rp 554.000.000,-


Total gaji pegawai selama 3 bulan = 3 x Rp 554.000.000,-
= Rp [Link],-

2. Biaya Administrasi Umum


Diperkirakan 1 % dari gaji pegawai = 0,01 x Rp [Link],-
= Rp 16.620.000,-

3. Biaya Pemasaran
Diperkirakan 1 % dari gaji pegawai = 0,01 x Rp [Link],-
= Rp 16.620.000,-

Total biaya kas = 1 + 2 + 3


= Rp [Link],- + Rp 16.620.000,- + Rp 16.620.000,-
= Rp [Link],-

2.4 Biaya Start Up (meliputi biaya tenaga ahli, biaya peresmian, dan lain-lain)
Diperkirakan 8 % dari Modal Investasi Tetap (Timmerhaus, 2003)

Biaya start-up = 8 % x Rp [Link],-


= Rp [Link],-

2.5 Piutang Dagang


IP
PD = HPT
12
dimana: PD = piutang dagang
IP = jangka waktu kredit yang diberikan (3 bulan)
HPT = hasil penjualan tahunan
Penjualan :
1. Harga jual biodiesel = Rp 5.000/ltr ([Link], 2008)
Produksi biodiesel = 1.893,94 kg/jam = 17.647.027,2 ltr/thn
Hasil penjualan tahunan
= Rp 5.000,-/kg x 17.647.027,2 ltr/thn = Rp [Link],-

2. Harga jual crude glycerol = Rp 160.000,-/ltr (JT BAKER, 2009)


Produksi crude glycerol = 166,54 kg/jam = 189.869,4872 ltr/thn
Hasil penjualan MAA tahunan
= Rp 80.000,-/ltr x 1.045.992,79 ltr/thn
= Rp [Link],-

3. Harga jual cake TKS = Rp 100,-/kg (PPKS,2008)


Produksi cake TKS = 21.642,82 kg/jam = 171.411.134,4 kg/thn
Hasil penjualan tahunan
= Rp 100,-/kg x 171.411.134,4 kg/thn = Rp [Link],-

Hasil penjualan total tahunan adalah


= Rp [Link],- + Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

3
Piutang Dagang = Rp [Link],-
12
= Rp [Link],-

Tabel LE-7 Perincian Modal Kerja


No. Jenis Jumlah (Rp)
1 Bahan baku dan utilitas [Link],-
2 Kas [Link],-
3 Start up [Link],-
4 Piutang dagang [Link],-
Total [Link],-

Total Modal Investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja


= Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

Modal ini berasal dari:


1. Modal sendiri = 60 % dari total modal investasi
= 0,6 x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

2. Pinjaman dari Bank = 40 % dari total modal investasi


= 0,4 x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

3. Biaya Produksi Total


3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)

A. Gaji Tetap Karyawan


Gaji tetap karyawan adalah gaji tetap tiap bulan ditambah dengan 3 bulan gaji
yang diberikan sebagai tunjangan, sehingga

Gaji total = (12 + 3) x Rp 654.000.000,- = Rp [Link],-

B. Bunga Pinjaman Bank


Diperkirakan 14 % dari modal pinjaman bank.
(Bank Mandiri, 3 September 2009)
Bunga pinjaman bank = 14 % x Rp [Link],-
= Rp [Link],-
C. Depresiasi
Tabel LE.9 Aturan depresiasi sesuai UU Republik Indonesia No. 17 Tahun 2000

Kelompok Harta Masa Tarif

Berwujud (tahun) (%) Beberapa Jenis Harta

I. Bukan Bangunan
4 25 Mesin kantor, perlengkapan, alat perangkat/
[Link] 1
tools industri.

Mobil, truk kerja


8 12,5
2. Kelompok 2
Mesin industri kimia, mesin industri mesin
16 6,25
3. Kelompok 3

II. Bangunan

Permanen 20 5 Bangunan sarana dan penunjang

Sumber : Waluyo, 2000 dan Rusdji,2004

Untuk semua komponen dari Modal Investasi Tetap Langsung (MITL), harga
akhirnya nol (0). Sedangkan biaya amortisasi diperkirakan sebesar 3 % dari
Modal Investasi Tetap Tidak Langsung (MITTL).
= 3 % x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

Tabel LE-8 Perkiraan Biaya Depresiasi


Komponen Harga Awal Umur Depresiasi
(Rp) (Tahun) (Rp)
Bangunan [Link],- 20 784.625.000,-
Alat Proses dan Utilitas [Link],- 16 [Link],-
Instrumentasi dan Kontrol [Link],- 16 609.937.685,-
Perpipaan [Link],- 4 [Link],-
Instalasi Listrik [Link],- 4 [Link],-
Insulasi [Link],- 4 [Link],-
Inventaris Kantor [Link],- 4 [Link],-
Perlengkapan Kebakaran [Link],- 4 650.553.782,-
Sarana Transportasi [Link],- 20 109.860.000,-
Total [Link],-

Total Biaya Amortisasi dan Deperesiasi


= Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

Biaya Tetap Perawatan (Maintenance)


- Perawatan bangunan diperkirakan 5 % dari harga bangunan
- Perawatan alat proses dan utilitas diperkirakan 5 % dari harga peralatan dan
utilitas
- Perawatan instrumentasi dan alat kontrol diperkirakan 5 % dari harga
instrumentasi dan alat kontrol.
- Perawatan perpipaan perpipaan diperkirakan 5 % dari harga perpipaan
- Perawatan instalasi listrik diperkirakan 5 % dari harga instalasi listrik.
- Perawatan insulasi diperkirakan 5 % dari harga insulasi
- Perawatan inventaris kantor diperkirakan 5 % dari harga inventaris kantor
- Perawatan perlengkapan kebakaran diperkirakan 5 % dari harga perlengkapan
kebakaran
- Perawatan kendaraan diperkirakan 5 % dari harga kendaraan
Tabel LE-9 Biaya Perawatan
Jenis Perawatan Jumlah (Rp)
Bangunan 784.625.000,-
Alat Proses dan Utilitas [Link],-
Instrumentasi dan Kontrol 487.383.127,-
Perpipaan [Link],-
Instalasi Listrik 568.613.648,-
Insulasi 406.152.606,-
Inventaris Kantor 243.691.564,-
Perlengkapan Kebakaran 129.968.834,-
Kendaraan 542.200.000,-
Total [Link],-

Maka total biaya perawatan = Rp [Link],-

Biaya Tambahan (Plant Overhead Cost)


Diperkirakan 5 % dari modal investasi tetap (MIT)
= 0,05 x Rp [Link],- = Rp [Link],-

Biaya Administrasi Umum


Diperkirakan 10% dari biaya tambahan
= 0,1 x Rp [Link],- = Rp 866.777.257,-

Biaya Pemasaran dan Distribusi


Diperkirakan 5 % dari biaya tambahan
= 0,05 x [Link],- = Rp 433.388.628,-

Biaya Laboratorium Penelitian dan Pengembangan


Diperkirakan 5 % dari biaya tambahan
= 0,05 x Rp [Link],- = Rp 433.388.628,-
Biaya Asuransi
- Asuransi pabrik diperkirakan 3,1 permil dari Modal Investasi Tetap Langsung
= 0,0031 x Rp [Link],- = Rp 386.313.130,-
- Biaya asuransi karyawan.
Premi asuransi = Rp. 351.000,- /tenaga kerja
(PT. Prudential Life Assurance, 2009)
Maka biaya asuransi = 273 orang x Rp 351.000,-/orang
= Rp. 95.823.000,-
Total biaya asuransi = Rp 482.136.130,-
Maka Biaya Tetap (Fixed Cost)
=A+B+C+D+E+F+G+H+I+J
= Rp [Link],- + Rp [Link],- + Rp [Link],- +
Rp [Link],- + Rp [Link],- + Rp 866.777.257,- +
Rp 433.388.628,- + Rp 433.388.628,- + Rp 482.136.130,-
= [Link],-

3.2 Biaya Variabel


A. Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per Tahun
12
= Rp [Link],- x = Rp [Link],-
3

B. Biaya Variabel Pemasaran (Komisi Penjualan)


Diperkirakan 1 % dari biaya tetap pemasaran
= 0,01 x Rp 433.388.628,- = Rp 4.333.886,-

C. Biaya Variabel Perawatan


Diperkirakan 1 % dari biaya tetap perawatan
= 0,01 x Rp [Link],- = Rp 67.367.777,-

D. Biaya Variabel lainnya


Diperkirakan 5 % dari biaya tambahan.

= 0,05 x Rp [Link],- = Rp 433.388.628,-

Total biaya variabel (Variable Cost)


=A+B+C+D
= Rp [Link],- + Rp 4.333.886,- + Rp 67.367.777,- + Rp 433.388.628,-
= Rp [Link],-
Total biaya produksi = Biaya tetap + Biaya variabel
= Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

4. Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan


A. Laba Sebelum Pajak
Laba atas penjualan = Hasil penjualan tahunan total biaya produksi
= Rp [Link],- Rp [Link],-
= Rp [Link],-
Bonus perusahaan untuk karyawan 0,5% dari keuntungan perusahaan
= 0,005 x Rp [Link],-
= Rp 554.972.773,-
Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UURI No. 17/00
Pasal 6 ayat 1 sehingga :
Laba sebelum pajak (bruto) = Rp [Link],- Rp 554.972.773,-
= Rp [Link],-

B. Pajak Penghasilan
Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) atas perusahaan dihitung berdasarkan
UU No.17 Tahun 2000 Tentang Perubahan Ketiga Atas UU No.7 Tahun 1983
Tentang Pajak Penghasilan.
Tarif Pajak Penghasilan adalah sebagai berikut:
- Penghasilan sampai dengan Rp 50 juta dikenakan pajak sebesar 10 %
- Penghasilan Rp 50 100 juta dikenakan pajak sebesar 15 %
- Penghasilan di atas Rp 100 juta dikenakan pajak sebesar 30 %.

Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah:


- 10 % x Rp 50.000.000,- = Rp 5.000.000,-
- 15 % x Rp (100.000.000,- 50.000.000,-) = Rp 7.500.000,-
- 30% x Rp ([Link],- 100.000.000,-) = Rp [Link],-
Total Pajak Penghasilan (PPh) = Rp [Link],-
C. Laba Setelah Pajak
Laba setelah pajak = laba sebelum pajak PPh
= Rp [Link],- Rp [Link],-
= Rp [Link],-

Analisa Aspek Ekonomi


A. Profit Margin (PM)
Laba sebelum pajak
PM = x100%
Total penjualan
Rp [Link],-
= x100 %
Rp [Link] -
= 28%

B. Break Event Point (BEP)


Biaya tetap
BEP = x100 %
Total penjualan Biaya variabel
Rp [Link],-
= x100 %
Rp [Link],- Rp [Link],-
= 33,1%

Kapasitas produksi biodisel pada BEP = 33,1 % x 17.647.027,2 ltr/thn


= 5.841.166,003 ltr/thn
Nilai penjualan biodisel pada BEP = 33,1 % x Rp [Link],-
= Rp [Link],-
Nilai penjualan total pada BEP = 33,1 % x Rp [Link],-
= Rp [Link],-
C. Return of Investment (ROI)
Laba setelah pajak
ROI = x100 %
Total modal investasi
Rp [Link],-
= x100 %
Rp282.370.179.500,-
= 27,3 %

D. Pay Out Time (POT)


1
POT = x1 tahun
ROI
1
= x1 tahun = 3,7 tahun 4 tahun
0,273

E. Return of Network (RON)


Laba setelah pajak
RON = x100 %
Modal sendiri
Rp77.158.715.420,-
= x100 %
Rp [Link] ,-
= 45,54 %

F. Internal Rate of Return (IRR)


Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut Cash Flow. Untuk
memperoleh cash flow diambil ketentuan sebagai berikut:
- Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 % tiap tahun
- Harga tanah diasumsikan mengalami kenaikan 10 % tiap tahun
- Amortisasi dihitung untuk 5 tahun
- Masa pembangunan disebut tahun ke-nol
- Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun
- Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke-10
- Cash flow = laba sesudah pajak + depresiasi + harga tanah + amortisasi
Dari Tabel LE-11, diperoleh nilai IRR = 36,5 %
Tabel LE.10 Data Perhitungan BEP
Total biaya
Kapasitas Biaya tetap Biaya variabel produksi Penjualan
(%) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

0 [Link] 0 [Link] 0

10 [Link] [Link] [Link] [Link]

20 [Link] [Link] [Link] [Link]

30 [Link] [Link] [Link] [Link]

40 [Link] [Link] [Link] [Link]

50 [Link] [Link] [Link] [Link]

60 [Link] [Link] [Link] [Link]

70 [Link] [Link] [Link] [Link]

80 [Link] [Link] [Link] [Link]

90 [Link] [Link] [Link] [Link]

100 [Link] [Link] [Link] [Link]

Anda mungkin juga menyukai