Cluster Sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana pemilihan mengacu pada
kelompok bukan pada individu. Cara seperti ini baik sekali utk dilakukan apabila tak terdapat
atau sulit menentukan/menemukan kerangka sampel meski dapat juga dilakukan pada
populasi yg kerangka sampel sudah ada.
Menurut Margono (2004: 127), teknik cluster random sampling digunakan bilamana
populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok
individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila
objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara,
propinsi atau kabupaten. Contoh penggunaan cluster sampling menurut Margono yaitu bila
penelitian dilakukan terhadap populasi pelajar SMU di suatu kota. Untuk random tidak
dilakukan langsung pada semua pelajar-pelajar tetapi pada sekolah/kelas sebagai kelompok
atau cluster.
Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama
menentukan sampel daerah, dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada
daerah itu secara sampling juga.
Kelebihannya lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat
terwakili dalam sampel. Sedangkan kekurangannya memerlukan waktu yang lama karena
harus membaginya dalam area-area tertentu. Teknik ini dapat digambarkan di bawah ini.
Gambar : Teknik Cluster Random Sampling (Sugiyono, 2001: 59)
Dapus : Sugiyono. (2001) Metode Penelitian Administrasi, Penerbit Alfabeta Bandung
Margono. (2004) Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta