0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan22 halaman

SOP Pendidikan dan Rujukan Pasien

SOP pelaksanaan pendidikan/penyuluhan pasien memberikan panduan tentang penyampaian informasi kesehatan kepada pasien untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan yang mandiri. SOP pemberian informasi efek samping dan resiko pengobatan memberitahukan pasien tentang risiko obat, sedangkan SOP informed consent memperoleh persetujuan pasien sebelum tindakan medis invasif.

Diunggah oleh

RIYANI BUDHI ANTARI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan22 halaman

SOP Pendidikan dan Rujukan Pasien

SOP pelaksanaan pendidikan/penyuluhan pasien memberikan panduan tentang penyampaian informasi kesehatan kepada pasien untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan yang mandiri. SOP pemberian informasi efek samping dan resiko pengobatan memberitahukan pasien tentang risiko obat, sedangkan SOP informed consent memperoleh persetujuan pasien sebelum tindakan medis invasif.

Diunggah oleh

RIYANI BUDHI ANTARI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOP

Pelaksanaan Pendidikan /
Penyuluhan pada pasien
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Terbitke : Nama Ka. Puskesmas
NIP
1. Pengertian Adalah Suatu kegiatan dalam memberikan dan menambah
pengetahuan juga kemampuan kepada pasien dengan tujuan
untuk merubah atau mempengaruhi pengetahuan kesehatan
kepada pasien sehingga pasien lebih mandiri dalam
melaksanakan perilaku kesehatan.

2. Tujuan 1. Merubah pola pikir pasien / keluarga pasien mengenai


kesehatan
2. Membangun kemandirian pasien dalam menjaga kesehatan

3. Kebijakan 1. Tarif retribusi ditetapkan sesuai dengan Perda Pemerintah


Kabupaten Bandung sebesar Rp. 4000,-
2. Pelaksanaan Pendidikan / Penyuluhan dilaksanakan oleh
petugas kesehatan puskesmas.
3. Jam pelayanan penyuluhan pasien di Puskesmas :
- Hari Senin s/d Kamis jam 08.00 12.00
- Hari Jumat s/d Sabtu jam 08.00 11.00
4. Referensi 1. Permenkes 75 tahun 2014

5. Prosedur Alat : 1. Lembar balik


2. Leaflet
3. Poster
4. Brosur
5. Model
Bahan : -

6. Langkah-langkah 1. Pemeriksa memanggil pasien sesuai nomor urut


pendaftaran (apabila saat dipanggil pasien tidak ada atau
nomor pasien terlewat 10 (sepuluh) nomor maka pasien
diwajibkan mengambil nomor urut baru)
2. Petugas pemeriksa melakukan tanya jawab dengan
pasien mengenai kasus kesehatan yang dialami pasien
3. Pemeriksa memberikan pendidikan / penyuluhan
berdasarkan permasalahan kesehatan pada pasien
4. Memastikan pasien sudah mengerti tentang informasi
kesehatan yang sudah di jelaskan
5. Menanyakan kembali kepada pasien apakah ada hal
hal yang akan ditanyakan.
6. memberikan nomor telepon petugas kesehatan jika
suatu saat pasien perlu penjelasan kembali

7. Bagan

PEMERIKSA
MEMANGGIL
PASIEN

Pemeriksa memberikan
penyuluhan kepada pasien

Pasien

8. Hal-hal yang perlu [Link] / Alat merupakan sarana yang penting dalam
diperhatikan penyuluhan.
2. Dalam menyampaikan penyuluhan harus digunakan
bahasa yang mudah di mengerti oleh pasien sehingga
materi tersampaikan dengan cepat dan jelas.
SOP
Pemberian Informasi Tentang
Efek Samping dan Resiko
Pengobatan
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Terbitke : Nama Ka. Puskesmas
NIP
1. Pengertian Adalah Kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh petugas
kesehatan untuk memberikan informasi tentang mekanisme
efek samping dan resiko pengobatan yang diberikan kepada
pasien.

2. Tujuan 1. Sebagai acuan dasar untuk melaksanakan pemberian


informasi tentang efek samping dan resiko pengobatan di
puskesmas
2. Meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan
3. Menunjang therapi pengobatan yang rasional

3. Kebijakan 1. Dilayani Jam 08.00- 12.00


2. Pemberian informasi harus akurat, dapat
dipertanggungjawabkan dan komunikatif.

4. Referensi Permenkes 75 tahun 2014

5. Prosedur Alat :
1. pulpen
2. lembar etiket obat
3. buku rekam medis
4. kertas

Bahan : -
6. Langkah-langkah
1. petugas menjelaskan macam-macam obat yang
diberikan untuk pasien
2. petugas memberikan informasi efek samping dan
resiko pengobatan kepada pasien
3. Petugas memberikan tanda perbedaan efek samping
dan resiko pengobatan dari masing-masing obat.
3. petugas bisa memberikan catatan kecil tentang efek
samping dan resiko pengobatan kepada pasien jika pasien
tersebut kurang mengerti.
4 .Petugas memberikan nama dan nomor telepon petugas
kepada pasien untuk keperluan pasien jika suatu saat
diperlukan untuk informasi lebih lanjut mengenai efek
samping obat dan resiko pengobatan.

7. Bagan
8. Hal-hal yang perlu 1. Pemberian informasi efek samping dan resiko
diperhatikan pengobatan harus jelas dan mudah dimengerti oleh
pasien.
SOP
Informed Consent
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Terbitke : Nama Ka. Puskesmas
NIP
1. Pengertian Adalah Persetujuan yang diberikan pasien dan atau keluarga
pasien sebelum dilakukan tindakan medis yang bersifat
invasif setelah pasien mendapat penjelasan yang lengkap
mengenai tindakan medis yang dilakukan
2. Tujuan
1. Sebagai acuan dalam melakukan tindakan medis
yang benar dan aman bagi petugas dan pasien
2. Memberikan perlindungan kepada pasien serta
memberi perlindungan hukum terhadap
dokter/dokter gigi terhadap suatu kegagalan dan
bersifat negatif.

3. Kebijakan 1. Diberikan pada pasien sebelum melakukan tindakan


medis invasif
2. Pasien atau keluarga pasien mendapatkan penjelasan
yang lengkap mengenai tindakan medis yang akan
dilakukan
3. Pasien dan atau keluarga pasien menandatangani
blanko Informed Consent

4. Referensi 1. Permenkes 75 tahun 2014


2. Undang-undang Praktek Kedokteran No 29 Tahun
2004
3. Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009

5. Prosedur 1. Alat :
a. pulpen
b. Formulir Informed Consent
c. Rekam medis pasien
Bahan : -
6. Langkah-langkah 1. Petugas menginformasikan kepada pasien dan
menetapkan bahwa pasien perlu dilakukan tindakan medis
invasif
2. Petugas memberikan penjelasan tentang tindakan yang
akan dilakukan secara lengkap mengenai :
a. Tujuan
b. Resiko
c. Efek samping
d. Alternatif pengobatan
e. Dan komplikasi yang mungkin timbul dari tindakan
medis yang dilakukan
3. Bila pasien setuju pasien menandatangani blanko
Inform Consent (apabila pasien menolak dilakukan tindakan
medis invasif harus menandatangani blanko penolakan)
7. Bagan

PETUGAS
MENERANGKAN
PERLUNYA
TINDAKAN MEDIS

PASIEN

PASIEN DIBERIKAN
INFORMED CONSENT

PASIEN
MENANDATANGANI
BLANKO INFORMED
CONSENT

8. Hal-hal yang perlu 1. Memberikan informasi medis adalah kewajiban


diperhatikan tenaga medis dan memperoleh informasi medis adalah
hak pasien.
2. Informed consent dilakukan secara lisan dan tertulis
SOP
RUJUKAN
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Terbitke : Nama Ka. Puskesmas
NIP
1. Pengertian Proses konsultasi dan atau pelimpahan tanggung jawab dan
perawatan pasien yang mempunyai penyulit atau komplikasi
dari Puskesmas ke Rumah Sakit

2. Tujuan 1. Sebagai acuan untuk melakukan rujukan di Puskesmas

2. Meningkatkan mutu pelayanan rujukan di Puskesmas

3. Kebijakan 1. Apabila di Puskesmas ditemukan pasien dengan


komplikasi/ perlu penanganan spesialisasi.
2. Pasien yang dirujuk harus dalam keadaan vital stabil

4. Referensi Permenkes 75 Tahun 2014

5. Prosedur 1. Alat : a. Infus Set


b. Stateskop
c. Termometer
d. Alat Resusitasi
e. Tabung oksigen, selang oksigen, nasal
kanula, sungkup
f. Ambulance dan kendaraan lain
g. Formulir rujukan yang sudah di isi lengkap
dengan no register rujukan
h. Rekam medis pasien
i. Kartu Asuransi pasien

3. Bahan : a. Larutan infus ( Ringer laktat, Dextrose 5 %,


NaCl 0,9 % )
b. Syock anafilaktik Kit
6. Langkah-langkah
1. Pasien mendaftar di bagian pendaftaran
2. Petugas menentukan diagnose pasien
3. Apabila ditemukan kelainan, komplikasi atau
penyulit dan diperlukan tindakan dan intervensi lebih
lanjut pasien dapat di rujuk ke Rumah Sakit
4. Petugas memberikan Informed Consent
5. Bila setuju pasien dan atau keluarga pasien
menandatangani Blanko Informed Consent (apabila
menolak dirujuk pasien dan keluarga pasien harus
menandatangani Blangko Penolakan )
6. Petugas menyiapkan rujukan dan mengisi Blangko
Rujukan sesuai kategori pasien
7. Lakukan Stabilisasi pasien ( bila perlu )
8. Pasien dirujuk dalam keadaan stabil
9. Data Pasien di catat dalam buku Register Rujukan

7. Bagan

PASIEN
ANAMNESA DAN

PEMERIKSAAN FISIK

DIAGNOSA

PENYULIT

INFORMED CONSENT

STABILISASI PASIEN

( BILA PERLU )

PASIEN DIRUJUK

PENCATATAN

8. Hal-hal yang perlu 1. Prosedur Rujukan Berjenjang


diperhatikan
SOP
Persiapan Pasien Rujukan

No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Terbitke : Nama Ka. Puskesmas
NIP
1. Pengertian Adalah upaya pertama yang dilakukan oleh petugas
kesehatan pada saat akan menegakkan therapi lebih lanjut
terhadap hasil pemeriksaan.

2. Tujuan 1. Sebagai acuan persiapan pasien rujukan di puskesmas


2. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan rujukan yang
optimal

3. Kebijakan 1. Pada kasus tertentu petugas harus siap mendampingi


pasien ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut
2. memastikan bahwa ada keluarga pasien yang harus
mendampingi
3. Alat-alat rujukan, obat-obatan harus sudah siap
4. Kendaraan/Ambulance harus sudah siap

4. Referensi Permenkes 75 tahun 2014

5. Prosedur Alat : 1. Formulir rujukan


2. Bolpoint
3. Rekam medis pasien
4. Cap puskesmas
5. Infus Set jika perlu

Bahan : 1. Ringer laktat


2. Nacl

6. Langkah-langkah
1. Setelah pasien diperiksa dan setuju untuk dirujuk maka
petugas kesehatan mulai memasang alat dan obat-obatan
stabilisasi.
2. petugas mempersiapkan formulir surat rujukan yang
sudah di isi lengkap.
3. Memindahkan pasien ke dalam ambulance/ kendaraan
4. memberikan informasi prosedur rujukan ke fasilitas
kesehatan tingkat lanjut kepada keluarga pasien
5. Pasien siap untuk di rujuk
7. Bagan

8. Hal-hal yang perlu 1. Formulir rujukan sudah terisi lengkap


diperhatikan

SOP
Pelayanan Klinis
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Terbitke : Nama Ka. Puskesmas
NIP
1. Pengertian Adalah Aktivitas memberikan konsultasi dan pemeriksaan
kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan kepada
pasien secara profesional yang disampaikan dengan ramah
dan komunikatif sehingga pasien mendapatkan therapi
kesehatan sesuai dengan keluhannya.

2. Tujuan 1. sebagai acuan dalam menjalankan pelayanan klinis di


puskesmas.
2. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di
puskesmas sehingga didapatkan kepuasan pelayanan dari
pasien.

3. Kebijakan 1. Pelayanan dilakukan pada jam 08.00-.12.00


2. Pelayanan klinis dilakukan sesuai prosedur medis
3. Disampaikan dengan sopan, ramah dan komunikatif

4. Referensi Permenkes 75 tahun 2014

5. Prosedur Alat : 1. Alat pemeriksaan diagnostik


2. Buku rekam medis pasien
3. Pulpen
4. Formulir pemeriksaan penunjang
5. Alat therapi penunjang

Bahan : 1. Obat-obatan sesuai therapi


2 Bahan-bahan therapi penunjang
[Link]- langkah 1. Pasien dipanggil dan duduk berhadapan dengan
petugas kesehatan

2. Petugas menanyakan dengan ramah tentang keluhan


pasien

3. Pasien memaparkan semua keluhan kesehatannya

4. Petugas melaksanakan pemeriksaan fisik,


pemeriksaan penunjang ( jika diperlukan) dan
menegakkan diagnosa kemudian menentukan therapy.

5. Petugas memberikan informasi kesehatan


selanjutnya.

7. Bagan
8. Hal-hal yang perlu 1. Pelayanan Klinis harus dilakukan sesuai prosedur
diperhatikan medis yang telah ditentukan.
SOP
Evaluasi Informed
consent,hasil evaluasi dan
tindak lanjut.
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Terbitke : Nama Ka. Puskesmas
NIP
1. Pengertian Suatu kegiatan untuk menilai kelengkapan lembar informed
consent yang sudah diisi oleh pasien atau keluarga pasien,
kemudian menilai informed consent tersebut dan
menindaklanjuti sesuai dengan prosedur informed consent
yang sudah diisi oleh pasien atau keluarga pasien.

2. Tujuan 1. Mengevaluasi kelengkapan pengisian informed consent


sesuai dengan format informed consent yang berlaku di
puskesmas.
2. Mengevaluasi kelengkapan informasi medik yang
disampaikan oleh petugas kesehatan.

3. Kebijakan 1. Sebagai acuan dalam melaksanakan langkah-langkah


evaluasi informed consent di puskesmas

4. Referensi Permenkes 75 tahun 2014

5. Prosedur
Alat :
1. pulpen
2. Buku Penilaian / Evaluasi
3. Buku rekam medis

Bahan : -
6. Langkah-langkah 1. Kegiatan evaluasi informed consent, hasil evaluasi dan
tindak lanjut dilakukan 6 bulan sekali oleh petugas yang
ditunjuk.
2. petugas memastikan bahwa petugas kesehatan
menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang tindakan
yang akan dilakukan pada pasien secara jelas.
[Link] mencocokkan lembar informed consent dengan
buku rekam medis atau dengan buku catatan tindakan di
ruang tindakan.
4. Setelah semua cocok petugas mengecek kelengkapan
data isian lembar informed consent, diantaranya :
a. Nama dan umur pasien
b. Nama dan umur keluarga pasien
c. Alamat pasien
d. jenis kelamin.
e. Tindakan yang akan dilakukan
f. Nomor identitas pasien dan keluarga
g. Tanggal, bulan, tahun pembuatan surat pernyataan
h. Tandatangan petugas kesehatan yang merawat.
i. Tandatangan dan nama pasien/ keluarga yang
memberikan persetujuan.
j. Tandatangan dan nama jelas saksi.

7. Bagan
8. Hal-hal yang perlu 1. Jika ada ketidakcocokan data medis dalam pengisian
diperhatikan informed consent dengan rekam medis maka petugas
harus segera menindaklanjuti.
SOP
Pelaksanaan Pendidikan /
Penyuluhan pada pasien
No. Dokumen :
[Link] :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Terbitke : Nama Ka. Puskesmas
NIP
1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan

4. Referensi
5. Prosedur

6. Langkah-langkah

7. Bagan
9. Hal-hal yang perlu
diperhatikan

Anda mungkin juga menyukai