Pengertian dan Jenis-jenis Malware beserta Contohnya
Pengertian Malware, Jenis. dan Contoh Malware disertai dengan Penjelasannya
Sebenarnya, apa itu Malware ? Malware itu virus atau apa ? Dari pada semakin
bingung, yuk cari tahu jawabannya....
A. Pengertian Malware - Mengenal Malware Lebih Dalam
Malware adalah sebuah program yang diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu
untuk mencari celah kesalahan di dalam software atau operating system.
Nama Malware sendiri merupakan sebuah singkatan dari Malicious Software yang
berarti perangkat lunak mencurigakan. Sebuah malware dapat mengakibatkan
dampak buruk bagi sebuah komputer maupun user (pengguna komputer). Program ini
dapat mengubah, merusak, mencari celah, dan mencuri data pribadi seseorang yang
tentu sangat merugikan.
Walaupun pengertiannya program namun malware ini juga dapat berbentuk
script/kode. Intinya, istilah malware digunakan untuk menggambarkan sebuah
program atau script yang dicurigai dapat mengekspoitasi sebuah komputer atau
informasi penting di dalamnya. Termasuk juga untuk menggambarkan program atau
script yang bersifat berbahaya, merusak, mengganggu, mengusik, dan mencurigakan.
Siapa target atau sasaran utama dari Malware ?
Berbicara soal target, malware memiliki target yang bervariasi tergantung dari
keinginan si pembuatnya. Misalnya saja untuk memata-matai seseorang, mencuri
informasi atau data pribadi (rahasia) orang lain, membobol security program dan masih
banyak lagi. Intinya, malware dapat berakibat merugikan seseorang bahkan banyak
orang.
Pada umumnya, sebuah malware diciptakan untuk merusak atau membobol suatu
software atau sistem operasi melalui script yang dirahasiakan, dalam arti lain
disisipkan secara tersembunyi oleh penciptanya.
Samakah Malware dengan Virus ?
Beda. Sangatlah beda. Banyak orang yang salah kaprah mengartikan makna dari
kedua istilah ini. Ada yang menganggap malware dengan virus itu sama. Anggapan
ini tentu keliru dan perlu dibenarkan. Dari segi tata bahasa, istilah Malware diartikan
sebagai nama kelompok, sedangkan virus diartikan sebagai nama diri. Dengan kata
lain, yang namanya virus termasuk bagian (anggota kelompok) dari Malware.
Lalu, tipe/jenis malware apa yang sering ditemui ?
Seperti yang kita tahu, sebuah program tentu memiliki jenis. Demikian halnya dengan
malware, adapun yang sering kita temui adalah virus, adware, trojan, worm, spyware,
backdoor, BOTS, wabbit, browser hijacker serta rootkit & exploit.
Beda nama, beda tipe. Beda juga tujuan dan cara penyebarannya. Lalu apa
perbedaan dari masing-masing tipe ? Sobat bisa mengenal lebih jelas dari dari setiap
malware di sini......
B. Jenis-Jenis Malware dan Contohnya
1. Virus
Virus adalah jenis malware yang mempunyai kemampuan untuk memanipulasi data,
menginveksi, mengubah dan merusak sebuah program. Adapun kemampuan lainnya
yaitu dapat menggandakan diri dengan menyisipkan program (copy) dari dirinya lalu
menjadi bagian dari program lain di komputer.
Cara kerja dan penyebarannya :
Virus sangat sering menyerang file eksekusi/executable (*.exe, *.com, *.vbs), jadi
sangatlah wajar jika virus hanya dapat aktif setelah pengguna menjalankan sebuah
program (yang telah terinfeksi). Jika tidak dijalankan, maka virus belum tentu akan
muncul. Namun tidak semua virus seperti itu, ada juga virus yang memiliki kemampuan
lebih dalam menyerang sebuah komputer.
Selain itu, virus juga dapat menyebar ke komputer lain dengan mudah, misalnya
melalui perantara USB, e-mail, file sharing ataupun jaringan komputer. Setelah virus
menyerang dan menyebar, umumnya virus juga akan bersarang di beberapa titik,
seperti boot sector atau file dokumen.
Adapun teman-teman dari virus yaitu :
Macroviruses (virus makro) : virus yang dibangun dalam perangkat lunak, seperti
aplikasi pengolah kata.
Retrovirus : Aplikasi jahat untuk mematikan antivirus di komputer.
HLL virus : Virus yang dibuat dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti C++,
C, Pascal, Delphi, Basic, Visual Basic, dan lain sebagainya.
Contoh malware virus :
Win32/sality
Win32/virut
Win32/alman
[Link]
[Link]@mm
[Link]
2. Worm (Cacing Komputer)
Worm adalah sebuah program yang memiliki kemampuan untuk menggandakan
dirinya secara mandiri dan menyebar dengan cepat pada jaringan komputer melalui
port (lubang) keamanan yang terbuka.
Dapat dikatakan bahwa worm adalah evolusi dari virus. Mengapa ? Karena worm
memiliki karakteristik yang hampir sama dengan virus, bedanya jika virus sangat
bergantung pada program, maka worm tidak. Ia adalah sebuah program yang berdiri
sendiri tanpa bergantung pada suatu program untuk sarang penyebarannya. Worm
dapat menginveksi berkas dalam sistem komputer dengan lebih baik (merusak)
dibanding virus. Inilah maksud dari evolusi virus.
Bagaimana cara kerja dan penyebarannya ?
Malware ini memiliki kemampuan yang unik, yaitu penyebarannya tidak memerlukan
campur tangan dari seseorang, melainkan dengan memanfaatkan sebuah jaringan
yang ada.
Worm memanfaatkan celah keamanan (vulnerability) jaringan yang memang terbuka,
biasanya dalam sistem operasi. Setelah itu worm memasuki celah sistem lalu
mengambil keuntungan dari transfer file/data di dalam sistem. Pada akhirnya sistem
memperbolehkan worm untuk menginveksi berkas/data secara mandiri.
Setelah selesai menginveksi 1 sistem, bukan tidak mungkin worm akan menyebar ke
jaringan yang lebih luas. Ia dapat menginveksi sistem yang saling berhubungan di
jaringan, sehingga semakin banyak sistem yang terinveksi.
Apa bahaya dan dampaknya ?
1. Dapat mencuri dokumen.
2. Mematikan akses ke situs antivirus.
3. Mematikan fitur keamanan dalam sistem.
4. Menjadikan sistem yang terinfeksi menjadi tidak berguna.
5. Beberapa worm juga dapat menghabiskan bandwith yang ada.
6. Beberapa worm dapat mencakup berbagai kode virus untuk merusak data.
7. Kemampuannya menggandakan diri dengan cepat yang menyebabkan
memori computer habis terpakai. Setelah itu, bukan tidak mungkin jika
komputer akhirnya hang/crash/lemot.
8. Dan tindakan merugikan lainnya.
Contoh malware worm :
Nimda
SQL-Slammer
ADMw0rm
Code Red
LoveLetter
Conficker
Win32/autoit
3. Trojan Horse (Kuda Troya)
Trojan hors atau sering disebut dengan trojan adalah sebuah program komputer yang
memiliki kemampuan tidak terdeteksi dan seolah-olah baik untuk digunakan namun
kenyataannya merusak. Umumnya bertujuan untuk memperoleh informasi dari korban
lalu mengendalikannya.
Trojan ini beda dengan virus atau worm, adapun yang membedakannya yaitu :
Trojan dikendalikan dari komputer lain (computer attacker) yang akan
menyerang korban.
Trojan seperti siluman yang tidak terlihat, ia seperti program yang baik (legal)
namun sebenarnya berbahaya.
Berbeda dengan virus dan worm, Trojan tidak bisa menggandakan dirinya,
melainkan menyebar melalui interaksi user seperti e-mail atau mengunduh
suatu file di internet.
Trojan saat ini umumnya berupa berkas yang dapat dieksekusi (*.exe) dan
dimasukkan ke dalam sistem yang ditembus seorang cracker untuk mencuri
data penting para korbannya.
Cara kerja dan penyebarannya
Trojan juga dapat menginveksi sistem saat pengguna mengunduh aplikasi (umumnya
aplikasi bajakan atau game) dari sumber yang tidak terpercaya di Internet. Aplikasi
yang terlihat legal tersebut sebenarnya memiliki kode Trojan yang mengizinkan
seorang cracker untuk merusak sistem komputer si pengguna. Lazimnya, trojan
dibawa oleh program utility lainnya, atau dengan kata lain trojan ini menyamar sebagai
program utility pada sebuah komputer.
Karena karakteristiknya yang terlihat seperti program legal (bersembunyi dengan cara
membuka celah tertentu), maka banyak yang user tertipu untuk menjalankannya.
Setelah program dijalankan, komputer dapat dikendalikan secara leluasa oleh
penyerang melalui versi clientnya atau memberikan jalan ke user lain untuk
mengakses sistem yang bersangkutan. Atau juga mengaktifkan malware lain (virus,
worm) untuk memudahkan proses penyerangan sistem.
Bahaya yang ditimbulkan
Menghapus file, mencuri data/informasi, Membuka window browser secara terus
menerus mengaktifkan malware berbahaya lainnya, dan sebagainya.
Contoh malware Trojan
Win-trojan/SubSeven
Win-trojan/Back Orifice
Win-trojan/Ecokys
Zeus
Beast
Win32/sirefef
prorat
4. Keylogger
Keylogger adalah sebuah program yang tujuannya untuk mencatat segala aktivitas
penekanan tombol (inputan) dari keyboard.
Keylogger sebenarnya bisa menjadi program yang baik dan jahat, tergantung si
pemakai dalam mengoperasikannya. Program ini bisa menjadi program baik seperti,
untuk mengawasi aktivitas anak dalam mengoperasikan komputer, memantau
karyawan yang bekerja, memantau belajar siswa saat memakai komputer dan
sebagainya.
Adapun keylogger disalahgunakan oleh seseorang, maka keylogger menjadi sebuah
program yang jahat. Kejahatan ini seperti, mencuri data/informasi penting (password,
PIN), pembajakan, dan sebagainya.
Cara kerjanya
Keylogger mula-mula merekam segala aktivitas pengetikan melalui keyboard. Hasil
rakaman tersebut umumnya akan disimpan ke dalam berkas catatan atau log. Untuk
mendapat informasi mengenai tombol keyboard yang sedang ditekan, program ini
membutuhkan sebuah fungsi dimana program juga membutuhkan timer untuk
memantau tombol-tombol yang digunakan secara berkelanjutan. Penggunaan fungsi
ini menggunakan nilai kode ASCII.
Catatan tersebut dapat dilihat dengan lengkap persis seperti apa yang diketik pada
keyboard. Bahkan kecanggihan keylogger saat ini ada yang dapat mengirimkan hasil
rekamannya ke e-mail penyerang secara periodik.
Bahaya dan dampak dari keylogger
Bahaya yang paling besar adalah tercurinya data-data penting, misalnya password
atau PIN. Hal ini menjadikan keylogger sangat berbahaya, karena secanggih-
canggihnya enkripsi suatu website, password akan tetap diambil.
Mengapa ? Hal ini disebabkan karena keylogger mengambil password tersebut
sebelum sempat dienkripsi oleh sistem. Selain itu, keylogger juga merekam beberapa
saat setelah password diketikkan dan belum diproses oleh sistem. Itulah mengapa
password tetap dapat diambil oleh keylogger.
Umumnya program ini banyak dijumpai di komputer-komputer publik, seperti warnet.
Contoh malware keylogger :
KGB Key Logger 5.2
Keylogger Douglas 1.1
Revealer keylogger Free Edition 1.4
5. Adware
Adware adalah software iklan yang dimasukkan secara tersembunyi oleh pembuat
program dengan kemampuan untuk memutar, menampilkan atau mengunduh materi
iklan secara otomatis tanpa diketahui penggunanya. Adware ini umumnya berbentuk
seperti iklan Pop-Up yang ada di suatu situs.
Contoh Adware :
Win32/adware.registrycleanfix2008
AOL Mail
MyWay Searchbar
Win32/[Link]
Win32/[Link]
6. Dialer
Dialer adalah program yang dirancang untuk mengarahkan sambungan telepon
pengguna ke internet untuk beberapa nomor premium. Biasanya sebuah komputer
yang terjangkit dialer akan memaksa untuk tehubung ke internet walau tidak ada
software yang berjalan dengan membutuhkan koneksi. Penipuan dialer yang sering
digunakan untuk mengarahkan pengguna tanpa menyadarinya. Karena dialer,
korbannya tentu sangat rugi. Lain halnya dengan si penyerang dan jasa penyedia,
mereka sangat diuntungkan dalam hal ini.
7. Wabbit
Wabbit adalah program yang memiliki karakteristik seperti worm, namun tidak
memerlukan koneksi jaringan karena hanya bekerja di dalam sistem jaringan lokal.
Wabbit akan selalu menggandakan dirinya hingga memori/kapasitas harddisk
terpenuhi.
8. BOTS (robot)
BOTS adalah sebuah proses otomatis yang berinteraksi dengan layanan jaringan lain.
Bots ini dapat digunakan untuk tujaun yang baik atau jahat, tergantung pembuatnya.
Jika ia digunakan untuk tujuan jahat, ia akan bekerja seperti worm yang dapat
menggandakan diri dan menginveksi komputer. Perbedaannya yaitu BOTS
memerlukan perintah dari pembuat bot untuk menjalankan aksinya. Seperti
mendapatkan informasi penting, DoS, Spam dan sebagainya.
Contoh BOTS :
Log keystrokes
Capture and Analyze packets
Launch DoS Attacks
9. Browser Hijacker
Browser Hijacker adalah program yang dapat mengubah atau menambah fungsi dari
aplikasi browser Internet Explorer (IE) dan dapat membuat pengarahan langsung pada
situs tertentu saat aplikasi Internet Explorer dijalankan.
Contoh Browser Hijacker :
Onewebsearch
Conduit Search
CoolWebSearch
10. Spyware
Spyware adalah program yang bertindak sebagai mata-mata untuk mengetahui
kebiasaan pengguna komputer dan mengirimkan informasi tersebut kepada pihak lain.
Informasi tersebut dapat dipantau secara sembunyi tanpa diketahui korban.
Intinya, tujuan dari spyware adalah untuk melakukan pengamatan/pengintaian lalu
memberikan informasi pada pihak penyerang mengenai segala aktivitas yang terjadi
pada komputer korban.
Contoh Spyware :
Parental Control Software
Detective Software
Spyaxe
Surf saver
11. Backdoor (pintu belakang)
Backdoor adalah metode yang digunakan untuk melewati autentifikasi normal (login)
dan berusaha tidak terdeteksi.
Malware ini memanfaatkan celah pintu belakang Backdoor sendiri sering disisipkan
melalui trojan atau worm.
Cara kerjanya
Mula-mula malware ini memasuki sistem untuk mmengakses sumber daya dan file,
caranya dengan melanggar prosedur keamanan. Berdasar cara kerja dan
penyebarannya, malware ini dibagi menjadi 2 grup/golongan.
Golongan pertama, menyerupai Trojan : Malware secara manual dimasukkan ke
suatu program di dalam software, ketika user menginstallnya maka serangan
dijalankan. Setelah itu, inveksi mulai menyebar.
Golongan kedua, menyerupai Worm : Malware dijalankan sebagai bagian dari
proses boot.
Selain 2 golongan tersebut, ada juga backdoor yang dinamakan ratware. Apa itu
ratware ? Ratware adalah backdoor yang mengubah komputer menjadi zombie yang
akan mengirim spam.
Akibat lain yang ditimbulkan :
Mengacaukan lalu-lintas jaringan.
Mendistribusikan serangan distributed denial of service.
Melakukan brute force untuk melakukan crack password atau enkripsi.
Contoh Backdoor :
BackOrifice
NetCut
Ratware
12. Rootkit & Exploit
Baik rootkit maupun exploit, kita tidak bisa menjamin bahwa keduanya adalah sebuah
malware. Maksudnya adalah tidak semua rootkit dan exploit itu jahat, tergantung dari
si penggunanya saja.
Maksudnya seperti ini....
Exploit adalah sebuah perangkat lunak yang menyerang celah keamanan (security
vulnerability). Exploit ini umumnya digunakan peneliti untuk mendemonstrasikan
bahwa suatu sistem itu memiliki celah (kerapuhan).
Peneliti tersebut lalu memberikan hasil analisanya kepada produsen, lalu produsen
bertindak untuk memperbaiki atau meminimalisir celah tersebut. Namun adakalanya
exploit akan menjadi sebuah malware yang tugasnya adalah menyerang celah
keamanan tersebut (disalahgunakan pengguna).
Berbeda dengan exploit, rootkit tidak menyerang sistem secara langsung. Rootkit ini
dimasukkan ke komputer oleh penyerang setelah komputer dapat diambil alih. Apa
tujuan rootkit ? Tujuannya untuk menghapus jejak-jejak penyerangan.
Kadangkala, rootkit juga berisi malware backdoor agar penyerang dapat kembali
menyerang sistem di lain waktu. Selain itu, rootkit juga memiliki karakteristik unik yaitu
tertanam di level inti sistem operasi (kernel), hal ini menyebabkan rootkit sulit
terdeteksi. Rootkit juga bisa menganalisis beragam proses yang sedang berjalan. Saat
ia mencurigai adanya antivirus, ia dapat bersembunyi sesaat, lalu aktif kembali ketika
proses tersebut selesai.
Walau sulit terdeteksi, rootkit juga dapat diatasi. Adapun software untuk mendeteksi
rootkit diantaranya yaitu : RKHunter, ChkRootkit, Rootkit detector kit, dan lain-lain.
Contoh Rootkit & Exploit :
EoP
Serangan DOS
Spoofing
Setelah mengenal jenis-jenis malware, ada baiknya jika sobat memahami infeksi
malware dan dampaknya.....
Infeksi Malware (Malware Attack)
Apa itu infeksi malware ? Maksud dari infeksi malware adalah masuknya sebuah
malware ke dalam sistem sebuah komputer. Hal demikian juga berlaku pada istilah
infeksi virus atau virus attack yang sering ditemui dalam dunia komputer.
Infeksi malware dapat terjadi dengan beragam cara, seperti :
Masuk melalui sebuah hubungan dalam pertukaran data.
Masuk melalui jaringan komputer.
Masuk melalui pertukaran penyimpan.
Masuk melalui lampiran email (email attachment).
Dan lain sebagainya.
Lalu Apa Dampak dari Infeksi Malware ?
Berbicara soal dampak atau akibat, malware tentu sangat merugikan para pengguna
komputer. Dampak yang ditimbulkan dari infeksi malware tergantung dari jenis dan
tujuan malware tersebut. Jika infeksi malware hanya bertujuan untuk sekadar lelucon,
maka tidak terlalu bermasalah. Namun jika infeksi malware ditujukan untuk merusak
sebuah sistem ? Ya, tentu menjadi masalah yang sangat besar.
Sebuah malware berbahaya dapat sangat merugikan perseorangan, sebuah
perusahaan, atau bahkan negara. Seandainya sebuah server jaringan terkena
malware berbahaya, maka banyak kemungkinan yang akan terjadi. Contohnya adalah
hilangnya data, pencurian arsip/data penting, dan lain sebagainya.
Kesimpulan....
Kita semua tidak akan sudi jika komputer/laptop kita terjangkit malware. Malware
sangat meresahkan dan merugikan, terutama untuk seseorang yang sering
berkecimpung di dunia bisnis dan komputer.
Agar komputer kita terhindar dari serangan malware, perlu adanya kesadaran untuk
selalu mengantisipasi, menjaga dan mengatasi malware di dalam komputer. Salah
satu pencegahan dan pengamanan adalah dengan melakukan scanning komputer
melalui antivirus secara berkala.
Selain itu, kita juga harus berhati-hati ketika mengunduh (download) sesuatu di
internet. Pastikan situs tersebut bukan situs abal-abal yang kemungkinan besar akan
menyebarkan malware berbahaya.