0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan23 halaman

Sejarah dan Strategi Southwest Airlines

Dokumen tersebut membahas latar belakang pendirian Southwest Airlines pada tahun 1967 untuk menghubungkan wilayah segitiga emas di Texas, serta keberhasilannya menjadi maskapai penerbangan terbesar keempat di Amerika Serikat dengan strategi menawarkan harga rendah di rute pendek."

Diunggah oleh

Brigitta Melly
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan23 halaman

Sejarah dan Strategi Southwest Airlines

Dokumen tersebut membahas latar belakang pendirian Southwest Airlines pada tahun 1967 untuk menghubungkan wilayah segitiga emas di Texas, serta keberhasilannya menjadi maskapai penerbangan terbesar keempat di Amerika Serikat dengan strategi menawarkan harga rendah di rute pendek."

Diunggah oleh

Brigitta Melly
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERILAKU DALAM ORGANISASI

Southwest Airlines

Mata Kuliah: Sistem Pengendalian Management

Dosen Pengampu: Bpk. Hanif Ismail

Nama Anggota :

Novita Sari (30140136)

Juan Ardina (34140204)

Melly (31140078)

Meilinda (35140090)

Vieliana (32140127)

KELAS A

KWIK KIAN GIE SCHOOL OF BUSINESS

[Link] SUDARSO KAV 87 SUNTER JAKARTA 14350

Telp: (021) - 65307062


BAB I

LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

Southwest Airlines didirikan pada tanggal 16 Maret 1967. Southwest Airlines

merupakan maskapai penerbangan yang didirikan oleh Rollin King dan Herb Kelleher yang

menyediakan layanan transportasi udara yang menghubungkan wilayah segitiga emas di

negara Amerika bagian Selatan, yaitu San Antonio, Dallas, dan Houston. Terciptanya bisnis

tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan para pebisnis dari wilayah Texas yang mengeluhkan

masalah ketidaktersediaan transportasi yang efektif dan efisien untuk menghubungkan Texas

dengan ketiga wilayah strategis tersebut. Rollin King sendiri merupakan pengusaha

transportasi udara yang hanya meyediakan transportasi untuk daerah-daerah yang berdekatan

dengan menggunakan pesawat-pesawat kecil, sedangkan Herb Kelleher adalah seorang

profesional di bidang hukum yang memiliki sebuah kantor konsultan hukum di Texas. Kedua

kolega tersebut pada akhirnya sepakat mendirikan bisnis transportasi komersial yang diberi

nama Southwest Airlines.

Southwest Airlines merupakan perusahaan penerbangan yang unik. Ketika industri

penerbangan berlomba-lomba untuk memberikan berbagai layanan tambahan, Southwest

justru berani tampil beda. Perusahaan yang didirikan oleh Rollin King dan Herber Kelleher

pada tahun 1967 di Amerika Serikat ini, justru memangkas fasilitasnya dan membuat segala

sesuatunya jadi sederhana dan serba cepat. Jika penerbangan lain menerapkan sistem nomor

tempat duduk, Southwest justru meniadakannya. Falsafah yang dianut Southwest adalah first

come, first serve yang berarti siapa yang datang terlebih dahulu, dapat memilih tempat duduk

sesukanya. Strategi yang dianut Southwest adalah menggarap rute penerbangan jarak pendek

dan menawarkan harga yang cukup rendah.


Southwest Airlines memulai bisnis pelayanan pelanggan pada 18 Juni 1971 dengan

hanya mengoperasikan 3 pesawat terbang. Keberhasilan Southwest ditunjukkan dengan

menjadi perusahaan penerbangan terbesar urutan keempat di Amerika Serikat. Sejak saat itu

pula, Southwest Airlines memiliki banyak pesaing yang menirunya, mulai dari Vanguard,

America West, Reno, hingga Kiwi Air. Namun ternyata mereka semua gagal meniru

keberhasilan Southwest, bahkan beberapa diantaranya mengalami kerugian yang besar dan

terpaksa harus tutup.

Visi dari Southwest Airlines adalah memberikan layanan tertinggi kepada pelanggan

yang disampaikan dengan rasa kehangatan, keramahan, kebanggaan individu, dan semangat

perusahaan. Sedangkan misinya adalah menghasilkan keuntungan sebanyak mungkin agar

bisa memastikan jaminan pekerjaan untuk para pegawainya dan membuat harga tiket pesawat

terjangkau bagi lebih banyak orang.

Beberapa penghargaan pernah diterima oleh Southwest Airlines diantaranya ialah

pada tahun 1997 sampai dengan 2001, Majalah Fortune mengakui Southwest Airlines sebagai

perusahaan penerbangan yang paling mengagumkan di dunia. Southwest Airlines merupakan

salah satu dari 10 besar bisnis untuk bekerja di Amerika Serikat. Pada tahun 2002 juga, The

Wall Street Journal mencatat Southwest Airlines menempati peringkat pertama diantara

perusahaan penerbangan untuk kepuasan pelayanan pelanggan.


BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pentingnya Perilaku dan Organisasi

Sistem pengendalian management sangat berpengaruh terhadap perilaku

manusia. Sistem pengendalian yang baik pasti memiliki tujuan yang selaras artinya

tindakan-tindakan individu yang dilakukan untuk meraih tujuan pribadi juga akan

membantu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Suatu sistem pengendalian

management yang efektif harus dirancang agar sesuai dengan struktur yang

diinginkan.

B. Pentingnya Keselarasan Tujuan

Management pasti menginginkan agar organisasi mencapai tujuannya, tetapi

anggota organisasi mempunyai tujuan pribadi masing-masing yang tidak selaras

dengan tujuan organisasi. Jelasnya, keselarasan yang sempurna antara tujuan individu

dan tujuan organisai tidak akan ada. Dengan demikian, tujuan utama dalam

pengendalian manajemen adalah memastikan keselarasan tujuan yang tinggi agar

suatu organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar.

C. Faktor-faktor Informal yang Mempengaruhi Keselarasan Tujuan

Faktor-faktor informal yang mempengaruhi keselarasan tujuan ada 2, yaitu:

i. Faktor Eksternal

Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang

diharapkan di dalam masyarakat, dimana organisasi menjadi

bagiannnya. Norma-norma ini mencakup sikap yang secara kolektif


disebut sebagai etos kerja, yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai

terhadap organisasi, keuletean, semangat dan juga kebanggaan yang

dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas.

ii. Faktor Internal

Faktor-faktor internal yang mempengaruhi tujuan ada 4, yaitu:

- Budaya

Budaya merupakan faktor yang penting dalam organisasi, yang

meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-

norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima

dan yang secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran

organisasi.

- Gaya Manajemen

Gaya manajemen merupakan factor yang memiliki dampak paling

kuat terhadap pengendalian manajemen. Biasanya, sikap-sikap

bawahan mencerminkan sikap atasan mereka, sikap para atasan

pada akhirnya berpijak pada apa yang menjadi sikap CEO.

- Organisasi Informal

Garis-garis dalam bagan organisasi menggambarkan hubungan-

hubungan formal antara pemegang otoritas resmi dan tanggung

jawab dari setiap manager.

- Persepsi dan Komunikasi


Dalam upaya meraih tujuan organisasi, para manager harus

mengetahui tujuan dan tindakan yang harus diambil untuk

mencapainya.

D. Faktor-faktor Formal yang Mempengaruhi Keselarasan Tujuan

Faktor-faktor Formal yang Mempengaruhi Keselarasan Tujuan ada 2, yaitu :

a) Aturan-aturan

Istilah aturan-aturan digunakan sebagai seperangkat tulisan yang

memuat semua instruksi dan pengendalian, termasuk di dalamnya

instruksi jabatan, pembagian kerja, prosedur standar operasi,

panduan, dan tuntutan etis. Aturan bersifat beragam, mulai dari

yang sangat remeh hingga aturan yang sangat penting. Hampir

semua aturan biasanya bersifat jangka panjang. Beberapa jenis

aturan :

o Pengendalian Fisik

Penjaga keamanan, gudang-gudang yang terkunci, ruangan

bersih, password computer, televisi pengawas dan

pengendalian fisik lainnya yang mungkin merupakan

bagian dari struktur pengendalian.

o Manual

Ada banyak pertimbangan untuk memutuskan aturan mana

yang harus ditulis dalam panduan. Manual dalam organisasi

birokratis jauh lebih rinci dibanding degan aturan di

organisasi lain. Manual bisa saja mengandung aturan-aturan


untuk situasi-situasi yang tidak lagi ada maupun praktik-

praktik yang sudah usang. Dengan demikian membiarkan

aturan-aturan tersebut tetap tercantum dalam manual akan

mengurangi validitas manual secara keseluruhan

o Pengamanan Sistem

Berbagai pengamanan dirancang ke dalam sistem

pemrosesan informasi untuk menjamin agar informasi yang

mengalir melalui sistem itu akan akurat dan dapat

mencegah kecurangan. Hal tersebut juga mencakup

pengecekan sistem yang dilakukan oleh auditor internal dan

eksternal.

o Sistem Pengendalian Tugas

Pengendalian tugas adalah proses untuk menjamin bahwa

tugas-tugas dijalankan secara efektif dan efisien.


b) Proses Kendali Secara Formal

Suatu perencanaan strategis akan melaksanakan tujuan dan strategi

organisasi.

E. Jenis-jenis Organisasi

Jenis jenis organisasi antara lain:

a) Organisasi Fungsional

Keuntungannya terpenting dalam struktur fungsional adalah efisiensi.

Kelemahannya dalam sebuah organisasi fungsional yaitu:

- Terdapat ketidakjelasan dalam menentukan efektivitas manajer

fungsional secara terpisah karena setiap fungsi sama-sama

memberikan kontribusi pada hasil akhir.

- Jika organisasi terdiri dari beberapa manajer yang bekerja dalam

satu fungsi yang melapor ke beberapa manajer pada tingkat yang

lebih tinggi dari fungsi tersebut, maka perselisihan antar para

manajer dari fungsi-fungsi berbeda hanya dapat diselesaikan di


tingkat atas, meskipun perselisihan itu berasal dari tingkatan

organisasi yang lebih rendah.

- Struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah

perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam.

b) Unit-unit Bisnis

Bentuk organisasi unit bisnis dirancang untuk menyelesaikan masalah-

masalah yang terdapat pada struktur fungsional. Suatu unit bisnis, yang

juga disebut sebagai divisi, bertanggung jawab atas seluruh fungsi yang

ada dalam produksi dan pemasaran sebuah produk. Unit bisnis tersebut

bertanggung jawab untuk melakukan perencanaan dan koordinasi kerja

dari berbagai fungsi yang terpisah. Keuntungan dari bentuk perusahaan

unit bisnis ini adalah bahwa struktur ini bisa berfungsi sebagai tempat

pelatihan bagi management sejara umum. Keuntungan lainnya dari tipe

struktur ini adalah bahwa karena unit bisnis lebih dekat dengan pasar dari

produk-produknya dibandingkan dengan kantor pusat. Selain itu unit

bisnispun dapat memberikan reaksi yang cepat terhadap ancaman atau

peluang baru. Kerugian dari unit bisnis ini adalah adanya kemungkinan

bahwa masing-masing staff unit bisnis menduplikasi sejumlah pekerjaan

yang ada dalam organisasi fungsional. Kerugian lain dari bentuk unit

bisnis ini adalah bahwa perselisihan yang terjadi diantara spesialis

fungsional dalam organisasi perusahaan fungsional digantikan dengan

perselisihan diantara unit-unit bisnis dalam organisasi unit bisnis.


c) Implikasi terhadap Rancangan Sistem

Seorang perancang sistem harus mencocokkan sistem ke dalam

organisasi dan bukan sebaliknya. Dengan kata lain, meskipun dampak-

dampak pengendalian dari berbagai struktur organisasi harus ditinjau oleh

para manager senior, tetapi begitu pihak management telah memutuskan

bahwa sebuah struktur dinilai paling baik, setelah mempertimbangkan

segala sesuatunya, maka perancang sistem harus menganggap struktur apa

adanya. Sistem tidak diciptakan untuk melayani seorang perancang

system, yang benar adalah perancang sistemlah yang harus melayani

system.

F. Fungsi Contoller

Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan system

pengendalian management disebut sebagai controller. Controller biasanya

menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut :

1) Merancang dan Mengoperasikan Informasi serta system pengendalian

2) Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan kepada para

pemegang saham dan pihak-pihak eksternal lainnya.

3) Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja, menginterpretasikan

laporan-laporan ini untuk para manager, menganalisis program dan

proposal-proposal anggaran dari berbagai segmen perusahaan serta

mengkonsolidasikannya ke dalam anggaran tahunan secara keseluruhan.

4) Melakukan supervisi audit internal dan mencatat prosedur-prosedur

pengendalian untuk menjamin validitas informasi, menetapkan


pengamanan yang memadai terhadap pencurian dan kecurangan serta

menjalankan audit operasional.

5) Mengembangkan personel dalam organisasi pengendali dan berpartisipasi

dalam pendidikan personal managemen dalam kaitannya dengan fungsi

pengandali.
BAB III

PEMBAHASAN DAN JAWABAN PERTANYAAN

A. PEMBAHASAN
1. Keunggulan Kompetitif

Southwest Airlines telah meraih berbagai prestasi dengan mendapat pengakuan

beberapa diantaranya dari Majalah Fortune yang secara konsisten mengakui

Southwest sebagai salah satu perusahaan paling dikagumi di dunia, The Wall

Street Journal yang menempatkan Southwest di peringkat pertama diantara

perusahaan penerbangan dalam hal kepuasan pelanggan. Beberapa faktor yang

merupakan competitive advantage Southwest dibandingkan dengan pesaingnya

adalah:

a. Cost Leadership dan Time Leadership

Dikutip dari buku Management Control System oleh Robert N. Anthony dan

Vijay Govindarajan edisi ke-11, Southwest adalah satu-satunya angkutan jarak

dekat dengan tarif rendah dan berfrekuensi tinggi dari kota ke kota, tidak

seperti penerbangan besar lainnya yang menggunakan pendekatan hub-and-

spoke atau pusat dan jari-jari. Biaya reservasi online melalui [Link]

juga jauh lebih rendah dibandingkan melalui agen perjalanan. Selain itu

dengan Southwest menggunakan bandara yang tidak terlalu ramai dan

memiliki strategi internal staf di landasan yang dapat menghemat waktu lepas

landas. Dengan fasilitas tersebut, Southwest menempatkan dirinya berbeda

dari perusahaan penerbangan lain, dan dapat dengan mudah menjangkau lebih

banyak pelanggan khususnya yang sensitif dengan harga tiket.


b. Penerbangan Pendek di dalam frekuensi tinggi

Jumlah penerbangan dengan frekuensi tinggi, akan membuat pengguna jasa

penerbangan menjadi lebih flexible dalam menentukan jadwal dan rencana

berpergian. Southwest Airlines juga memfokuskan pada jarak penerbangan

yang pendek (kurang dari 55 menit penerbangan). Hal ini sejalan dengan

tujuan perusahaan untuk dapat meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi

lebih banyak. Pendekatan yang digunakan adalah short-haul atau trayek

pendek dan pendekatan point-to-point atau titik ke titik (misalnya, Dallas ke

Houston, Los Angeles ke Phoenix).

c. Pilot yang Handal dan Memiliki Jam Terbang Extra

Kebanyakan perusahaan penerbangan membatasi jam terbang pilotnya, tapi

tidak dengan Southwest yang para pilot yang direkrut bukan anggota serikat

nasional, sehingga mereka diijinkan untuk memiliki jam terbang jauh lebih

banyak, juga memungkinkan jumlah penerbangan yang lebih banyak.

d. Staf- staf yang Ramah-tamah dan Menyenangkan

Staf Southwest memberikan perhatian yang baik kepada pelanggan, sehingga

para pelanggan gembira dan datang kembali.


2. Strategi Perusahaan

Basis yang digunakan Southwest sebagai landasan membangun competitive

advantagenya seperti dikutip dari CEO Herb Kelleher adalah melalui filosofi

mengutamakan karyawan; apabila karyawan bahagia, maka mereka akan

memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, sehingga pelanggan menjadi

gembira dan datang kembali, yang juga akan membuat shareholder gembira.

Strategi yang di implementasikan Southwest melalui basis tersebut untuk

membangun competitive advantage-nya adalah :

a. Online Ticketing Strategy

46% dari pendapatan penumpang Southwest Airlines dihasilkan dari pemesanan

tiket online melalui [Link]. Online strategy yang dilakukan perusahaan

dapat memangkas biaya tiket penerbangan jika dibanding dengan melakukan

pemesanan di agen perjalanan. Sebagai perbandingan pada tahun 2002 biaya

booking jika memesan melalui internet adalah $1 sedangkan bila mengunakan

agen sebesar $6-$8. Strategi ini cukup berhasil dengan tingkat pencapaian 50%

lebih tinggi daripada maskapai penerbangan pesaingnya.

b. Tempat Duduk dan Awak Kabin (Limited Customer Services)

Untuk alasan effisiensi, para penumpang tidak dapat memilih tempat duduk,

Southwest telah mengatur agar setiap kursi dapat diisi tanpa ada yang tersisa.

Southwest Airlines juga membayar awak menurut trayek yang dilayaninya. Hal

ini membuat upah awak kabin sesuai dengan beban pekerjaan yang diterimanya,

awak kabin dengan frekuensi terbang yang tinggi dan trayek yang padat

mendapatkan upah yang lebih tinggi jika dibandingkan awak kabin yang terbang

lebih sedikit.
c. Low Cost dan Efisiensi Bahan Bakar

Penerbangan biaya rendah memungkinkan para pelancong/travellers yang tidak

dapat terbang dengan First-Class untuk dapat menikmati layanan premium. Oleh

karena itu, unsur-unsur yang menjadi pertimbangan adalah intensitas point-to-

point konsumen, layanan yang terbatas dan penerbangan tanpa pengembalian

tiket. Persfektif pertumbuhan hanya mengikuti logika bisnis yaitu dengan

pemanfaatan secara maksimal armada pesawat yang didasarkan pada unsur-unsur

efisiensi dalam pelayanan. Hal ini lah yang menjadi kunci agar pesawat tetap terus

terbang. Tingkat utilisasi dengan volume yang sangat tinggi sangat penting untuk

low-cost strategy.

Dalam hal biaya operasi, salah satu ukuran kunci adalah biaya bahan bakar, yang

merupakan beban terbesar kedua. Naiknya harga bahan bakar bisa mengubah

keuntungan dan kerugian. Maskapai mencoba untuk mengelola biaya bahan bakar

melalui praktek lindung nilai, atau membeli berbagai instrumen keuangan yang

mengunci harga di masa depan. Southwest menguntungkan selama bertahun-tahun

karena terampil mengunci harga bahan bakar yang menguntungkan selama

periode ketika harga pasar tinggi. Selama beberapa tahun berjalan, Southwest

membayar lebih sedikit untuk bahan bakar dibandingkan. Southwest juga mulai

mengelola harga bahan bakar dengan mencari cara untuk terbang lebih efisien. Ini

telah mengurangi konsumsi bahan bakar per-mil penumpang dengan memasang

"sayap" pada ujung sayap pesawat untuk membuat pesawat lebih aerodinamis, dan

sedang menguji pesawat yang dibangun dengan menggunakan material yang lebih

ringan.
d. Manajemen SDM dengan Mendukung dan Mengapresiasi Budaya Kerja

keras, Energi Tinggi, Rasa Senang, Otonomi Lokal dan Kreatifitas

Karyawan

Dukungan dilakukan melalui pelatihan karyawan di University of People, in-flight

contest, dan pengakuan inisiatif pribadi. Southwest memenuhi dinding Southwest

dengan foto-foto karyawannya sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja, inisiatif,

dan attitude, serta mengijinkan sesama karyawan menikah. Gaji karyawan

Southwest merupakan salah satu yang paling tinggi dalam industri jasa

penerbangan.

e. Differensiasi bandara

Pemilihan lokasi bandara, yang menyasar pada bandara dengan tingkat

penerbangannya kurang padat, membuat Southwest Airlines dapat dengan cepat

melakukan proses landing dan take-off pesawat, tanpa perlu lama-lama antri

dengan maskapai penerbangan lainnya. Pelanggan juga di untungkan karena

dengan traffic yang tidak terlalu padat dan dapat lebih nyaman dalam

menggunakan fasilitas yang disediakan.

f. Otonomi Lokal

Kebijakan Southwest mengijinkan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan

mereka, apapun yang sedang mereka kerjakan, untuk membantu di tempat lain

yang terlihat membutuhkan bantuan. Dengan kebijakan ini, Southwest mendorong

karyawan memiliki inisiatif yang tinggi untuk saling membantu dan memiliki

kepekaan tinggi dalam bekerjasama. Di Southwest, waktu sebuah pesawat

mendarat sampai siap untuk lepas landas membutuhkan waktu kurang lebih 20
menit, dan memerlukan satu regu petugas landasan yang terdiri dari 4 orang

ditambah 2 orang lagi pada pintu gerbang. Sangat efisien dibandingkan

competitor-nya.

h. Perekrutan Pilot Independen

Southwest merekrut pilot yang bukan merupakan anggota serikat nasional

sehingga memungkinkan mereka memiliki pilot yang lebih profesional dan

memiliki jam terbang yang lebih tinggi.

i. Pemberian Insentif

Perusahaan membuat kebijakan bagi hasil dengan cara pembagian saham

perusahaan kepada karyawan sehingga karyawan ikut merasa memiliki

perusahaan. Dengan demikian mereka akan dengan sadar diri bekerja secara

efektif dan efisien untuk memajukan perusahaan


3. Sistem Pengendalian Southwest Airlines.

Goal Congruence atau Keselarasan Tujuan merupakan landasan penting bagi

Southwest Airlines. Manusia diarahkan untuk mengambil tindakan yang sesuai

dengan kepentingan pribadi mereka sendiri, yang sekaligus juga merupakan

kepentingan perusahaan seperti dikutip dari buku Management Control System

oleh Robert [Link] dan Vijay Govindarajan. Beberapa sistem pengendalian

yang digunakan Southwest yang secara efektif telah membantu perusahaan meraih

goal congruence adalah:

a. Seleksi Karyawan Baru

Berdasarkan pendekatan yang digunakan Southwest dalam strateginya, seleksi

karyawan baru merupakan hal penting. CEO Kelleher mengungkapkan bahwa

Southwest mengutamakan orang yang mengerjakan hal dengan baik, dengan

tertawa dan senang hati. Maka attitude dan kecerdasan menjadi kriteria yang

sama pentingnya dalam proses ini. Proses penerimaan karyawan baru

Southwest cukup unik; rekan-rekan menyaring kandidat dan melakukan

interview sesuai pekerjaan masing-masing; pilot meng-interview pilot, petugas

landasan menerima petugas pintu gerbang. Hal ini merupakan sistem kontrol

pertama terhadap aset perusahaan yang paling utama dalam hal pencapaian

goal congruence.

b. Sistem Kontrol dengan Melembagakan Kebijakan Budaya Kerja

Salah satu isi kontrak kerja dengan karyawan adalah mengijinkan karyawan

membantu bagian lain pada saat sedang mengerjakan pekerjaannya. Hal ini
guna mendorong tumbuhnya budaya inisiatif pribadi yang bertujuan untuk

mencapai kepentingan bersama. Dan apresiasi perusahaan terhadap inisiatif

pribadi, kerja keras, dan kekreatifitasan karyawan dengan rencana bagi hasil.

Sistem kontrol ini cukup efektif untuk membantu Southwest menciptakan

competitive advantage-nya.

c. Sistem Kontrol Formal dengan Gaya Manajemen yang Walking Around

Aturan-aturan yang dibuat perusahaan tidak akan berjalan lancar tanpa control

langsung leader. Oleh karena itu, para leader atau manager operasional,

bahkan CEO perusahaan melakukan kontrol langsung dibanding hanya diam

di kantor menulis laporan. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga komunikasi

dengan para karyawan, memberikan kontrol terhadap keadaan aktual di

lapangan dan membantu memberikan solusi.

B. PERTANYAAN
1. Apakah strategi yang digunakan oleh southwest? Apakah basis yang digunakan

sebagai landasan untuk membangun keunggulan kompetitifnya?

2. Bagaimana system pengendalian southwest membantu melaksanakan strategi

perusahaan?

C. JAWABAN
1. Strategi yang dilakukan adalah strategi unit bisnis dimana Southwest menekankan

pada bagaimana perusahaan akan tetap dapat bersaing dalam pasar dengan

perusahaan-perusahaan penerbangan [Link] yang digunakan ialah

diferensiasi dimana perusahaan melakukan diferensiasi penawaran produk yang


dihasilkan oleh unit bisnis sehingga menciptakan sesuatu yang dipandang oleh

pelanggan sebagai sesuatu yang unik dan basis biaya rendah ialah penekanan atau

peminimalisasian biaya.

2. Sistem pengendalian Southwest dapat dikatakan membantu melaksanakan strategi

perusahaan, hal ini dapat dijelasakan dari penerapan sistem pengendalian yang

menghantarkan Southwest menjadi perusahaan penerbangan tersukses di Amerika

Serikat sebagai contoh sistem perekrutan karyawan yang benar-benar paham

tentang posisinya, yang akan meningkatkan mutu dari karyawan,dan menjaga

kenyamanan pelanggan Southwest.


BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Southwest Airlines merupakan maskapai penerbangan yang didirikan oleh Rollin

King dan Herb Kelleher pada tanggal 16 Maret 1967, yang menyediakan layanan

transportasi udara yang menghubungkan wilayah segitiga emas di negara Amerika

bagian Selatan, yaitu San Antonio, Dallas, dan Houston. Terciptanya bisnis tersebut

dilatarbelakangi oleh kebutuhan para pebisnis dari wilayah Texas yang mengeluhkan

masalah ketidaktersediaan transportasi yang efektif dan efisien untuk menghubungkan

Texas dengan ketiga wilayah strategis tersebut.

Untuk itu Southwest Airlines memiliki startegi dalam usahanya antara lain: Online

Ticketing Strategy, Tempat Duduk dan Awak Kabin (Limited Customer Services),

Low Cost dan Efisiensi Bahan Bakar, Manajemen SDM dengan Mendukung dan

Mengapresiasi Budaya Kerja keras, Energi Tinggi, Rasa Senang, Otonomi Lokal dan

Kreatifitas Karyawan, Differensiasi bandara, Perekrutan Pilot Independen, dan

Pemberian Insentif.

Kunci sukses perusahaan Southwest Airlines antara lain: Meski biaya rendah,

Southwest konsisten memberi penerbangan yang terbaik, pelayanan kepada konsumen

dengan baik dan karyawan Southwest merasa senang

B. Saran

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan diatas, maka rekomendasi yang dapat

diberikan kepada Southwest Airlines ialah:


1. Sistem pengendalian yang dimiliki Southwest memiliki kelemahan. Terutama

dalam strategi kebijakan penerimaan pilot independen dan dapat memiliki jam terbang

yang lebih banyak. Pembatasan jam terbang memiliki tujuan baik terhadap kesehatan

dan konsentrasi pilot pada saat penerbangan. Sehingga, penulis merekomendasikan

Southwest untuk menambah sistem pengendalian pada strategi kebijakan tersebut agar

safety dan keadaan yang menyenangkan saat penerbangan dapat tetap berjalan dengan

baik disetiap penerbangan Southwest Airlines.

2. Dengan strategi yang sama, Southwest masih dapat berpeluang untuk

mengembangkan proses bisnisnya dengan melakukan penerbangan di luar Amerika

Serikat, untuk mengambil pangsa pasar khususnya pada negara berkembang yang

sangat sensitif terhadap harga.

3. Southwest Airlines juga harus memperhatikan pada penendalian dan perawatan

pada pesawatnya. Dengan frekuensi terbang yang cukup tinggi maka diperlukan biaya

perawatan yang cukup tinggi. Setiap pesawat harus dapat dioptimalkan dan jangan

sampai ada pesawat yang tidak bisa terbang karena mengalami kendala teknis yang

berakibat pada pelayanan pelanggan yang berkurang.

4. Southwest Airlines juga harus mengantisipasi akan meningkatnya biaya bahan

bakar, biaya sewa serta perawatan pesawat. Southwest Airlines harus menentukan

seberapa besar harga tiket penerbangan yang dapat menutupi semua biaya tersebut

dan memberikan keuntungan ke perusahaan, tetapi cukup bersaing dengan maskapai

lain yang berharga murah.


DAFTAR PUSTAKA

[Link]

Corporation_Faktor-

Faktor_yang_Mempengaruhi_Kesuksesan_Management_Southwest_Airlines_Corporation_

Anthony Robert N. dan Govindrajan Vijay, Management Control System, Edisi 11,

Tjakrawala Kurniawan, Salemba Empat, Jakarta, 2008

Anda mungkin juga menyukai