RAB dan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
RAB dan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
Dan
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI
TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai S alah S atu S yarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya
pada Program D-III Teknik S ipil Jurusan Teknik S ipil
Fakultas Teknik Universitas S ebelas Maret
S urakarta
Dikerjakan oleh :
RUBIYANTO
NIM : I 8507027
i
LEMBAR PERSETUJUAN
Dikerjakan Oleh:
RUBIYANTO
NIM : I 8507027
ii
LEMBAR PENGESAHAN
PERENCANAAN S TRUKTUR dan RENCANA ANGGARAN BIAYA
GEDUNG S EKOLAH 2 LANTAI
TUGAS AKHIR
Dikerjakan Oleh:
RUBIYANTO
NIM : I 8507027
M engetahui, Disahkan,
Ketua Jurusan Teknik Sipil Ketua Program D-III Teknik
Fakultas Teknik UNS Jurusan Teknik Sipil FT UNS
M engetahui,
a.n. Dekan
Pembantu Dekan I
Fakultas Teknik UNS
iii
MOTTO
Dedicated to
Bapak dan ibu tercinta, yang tidak henti-hentinya memberi doa, semangat dan
dukungan kepadaku.
Kakak kakak ku yang tercinta, yang telah memberiku bimbingan dan semangat
untuk lebih maju menuju ke masa depan.
mawar biru yang begitu indah sebagai anugerah terindah yang pernah aku miliki, dari
kaulah aku menjadi bijak dan dewasa.
Rekan-rekan d3Teknik Sipil 07 makasih atas bantuan dan dukungannya
Rekan-rekan civil base Semoga sukses dan siap untuk menjemput masa depan yang
lebih baik.
Indonesia
iv
Terima ks i h ku terunt u k
Pemilik roh ku Allah SWT atas sgala mukjizat dan keajaiban yang tercurah dalam
hidupku, beserta kanjeng Nabi Muhamad SAW sbg suri tauladan yang baik dalam
setiap langkah hidupku
Orang Tua ku yang telah Mengasuh Aku sejak aku lahir sampai sekarang ini,entah
kapan aku bisa membalasnya.
Bapak Achmad Basuki yang telah membimbing aku dalam mengerjakan Tugas
Akhir ini
Sahabat sahabat Tugas Akhir d3 sipil gedung 07 kalian adalah diantara orang
orang hebat yang pernah Aku temui,terimakasih atas kerjasamanya selama ini
Special thanks forSH terimaksih atas dukungan, masukan kamu selama ini. Dari
engkau aku lebih dewasa dan semangat jalani hidup.
Partner setiaku AD 2123 JR yang setia mengantarku berjuang dalam suka &
duka meraih keberhasilan, maaf jika keberadaanmu kurang kuperhatikan dan kuperlakukan
semauku.
Rekan-rekan dari UMS wiwit & thanks for all.
my brother & sister [Link] & [Link],,ms toni,andi,heri, ,jeni, terimakasih atas segala
bimbingan dan dukunganya selama ini.
v
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul PERENCANAAN STRUKTUR dan
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI
dengan baik. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penyusun banyak menerima
bimbingan, bantuan dan dorongan yang sangat berarti dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, dalam kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan rasa terima kasih
yang tak terhingga kepada :
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran maupun masukan yang membawa
ke arah perbaikan dan bersifat membangun sangat penyusun harapkan. Semoga
Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan
pembaca pada umumnya.
Surakarta, Juli 2010
Penyusun
v
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL................................. ................................................. i
HALAMAN PENGES AHAN. ................................................................... ii
MOTTO ..................................................................................................... iv
PERS EMBAHAN ....................................................................................... v
KATA PENGANTAR. ............................................................................... vi
DAFTAR IS I. ............................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................. xiii
DAFTAR TABEL....................................................................................... xiv
DAFTAR NOTAS I DAN S IMBOL ......................................................... xv
BAB 1 PENDAHULUAN
viii
BAB 3 RENCANA ATAP
ix
3.6.5 Perhitungan Alat Sambung ..................................................... 82
x
BAB 6 PERENCANAAN BALOK ANAK
xi
BAB 8 PERENCANAAN PONDAS I
BAB 9 REKAPITULAS I
PENUTUP.. . xvi
DAFTAR PUS TAKA. xvii
LAMPIRAN-LAMPIRAN . xviii
xii
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
BAB 1
PENDAHULUAN
Semakin pesatnya perkembangan dunia teknik sipil di Indonesia saat ini menuntut
terciptanya sumber daya manusia yang dapat mendukung kemajuannya dalam
bidang ini. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, kita sebagai
bangsa Indonesia akan dapat memenuhi tuntutan ini. Karena dengan hal ini kita
akan semakin siap menghadapi tantangannya.
BAB 1 Pendahulu an 1
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 2
Fakultas Teknik Universitas Sebelas M aret Program D III Jurusan Teknik Sipil
memberikan Tugas Akhir dengan maksud dan tujuan :
1. Spesifikasi Bangunan
a. Fungsi Bangunan : Gedung sekolah
2
[Link] Bangunan : 915 m
c. Jumlah Lantai : 2 lantai
[Link] Tiap Lantai : 4m
e. Konstruksi Atap : Rangka kuda-kuda baja
f. Penutup Atap : Genteng tanah liat
[Link] : Foot Plate
2. Spesifikasi Bahan
a. M utu Baja Profil : BJ 37
b. M utu Beton (fc) : 25 M Pa
c. M utu Baja Tulangan (fy) : Polos: 240 M pa
Ulir : 360 M pa.
BAB 1 Pendahulu an
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 3
BAB 1 Pendahulu an
4
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
BAB 2
DASAR TEORI
Beban mati adalah berat dari semua bagian suatu gedung yang bersifat tetap,
termasuk segala unsur tambahan, penyelesaianpenyelesaian, mesin-mesin serta
peralatan tetap yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gedung. Untuk
merencanakan gedung, beban mati yang terdiri dari berat sendiri bahan bangunan
dan komponen gedung adalah :
a) Bahan Bangunan :
1. Beton Bertulang ........................................................................... 2400 kg/m3
2. Pasir ........................................................................................ 1800 kg/m3
3. Beton biasa ................................................................................... 2200 kg/m3
b) Komponen Gedung :
1. Langit langit dan dinding (termasuk rusuk rusuknya,
tanpa penggantung langit-langit atau pengaku),terdiri dari :
- semen asbes (eternit) dengan tebal maximum 4mm .................. ... 11 kg/m2
- kaca dengan tebal 3 4 mm ....................................................... 10 kg/m2
2. Penggantung langit- langit (dari kayu), dengan bentang
maksimum 5 m dan jarak s.k.s. minimum 0,80 m........................... 7 kg/m2
Beban hidup adalah semua bahan yang terjadi akibat penghuni atau pengguna
suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang
yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung
itu, sehingga mengakibatkan perubahan pembebanan lantai dan atap tersebut.
Khususnya pada atap, beban hidup dapat termasuk beban yang berasal dari air
hujan (PPIUG 1989).Beban hidup yang bekerja pada bangunan ini disesuaikan
dengan rencana fungsi bangunan tersebut. Beban hidup untuk bangunan ini terdiri
dari :
2
Beban atap.............................................................................................. 100 kg/m
2
Beban tangga dan bordes........................................................................ 300 kg/m
2
Beban lantai ........................................................................................... 250 kg/m
Berhubung peluang untuk terjadi beban hidup penuh yang membebani semua
bagian dan semua unsur struktur pemikul secara serempak selama unsur gedung
tersebut adalah sangat kecil, maka pada perencanaan balok induk dan portal dari
sistem pemikul beban dari suatu struktur gedung, beban hidupnya dikalikan
dengan suatu koefisien reduksi yang nilainya tergantung pada penggunaan gedung
yang ditinjau, seperti diperlihatkan pada tabel :
Beban Angin adalah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung
yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara (PPIUG 1989).
Beban Angin ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan tekanan
negatif (hisapan), yang bekerja tegak lurus pada bidang yang ditinjau. Besarnya
tekanan positif dan negatif yang dinyatakan dalam kg/m2 ini ditentukan dengan
mengalikan tekanan tiup dengan koefisien koefisien angin. Tekan tiup harus
diambil minimum 25 kg/m2, kecuali untuk daerah di laut dan di tepi laut sampai
sejauh 5 km dari tepi pantai. Pada daerah tersebut tekanan hisap diambil minimum
40 kg/m2.
ring Balok
Kolom
lantai dua
Plat Lantai+Balok
Kolom
lantai 1
Sloof
tanah dasar
Foot Plat
Keterangan :
A = Beban Atap
D = Beban mati
L = Beban hidup
Lr = Beban hidup tereduksi
R = Beban air hujan
W = Beban angin
Karena kandungan agregat kasar untuk beton struktural seringkali berisi agregat
kasar berukuran diameter lebih dari 2 cm, maka diperlukan adanya jarak tulangan
minimum agar campuran beton basah dapat melewati tulangan baja tanpa terjadi
pemisahan material sehingga timbul rongga rongga pada beton. Sedang untuk
melindungi dari karat dan kehilangan kekuatannya dalam kasus kebakaran, maka
diperlukan adanya tebal selimut beton minimum :
Beberapa persyaratan utama pada Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk
Gedung 1983 adalah sebagai berikut :
a. Jarak bersih antara tulangan sejajar yang selapis tidak boleh kurang dari db
atau 25 mm, dimana db adalah diameter tulangan
b. Jika tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan
pada lapisan atas harus diletakkan tepat diatas tulangan di bawahnya dengan
jarak bersih tidak boleh kurang dari 25 mm
Tebal selimut beton minimum untuk beton yang dicor setempat adalah:
a. Untuk pelat dan dinding = 20 mm
b. Untuk balok dan kolom = 40 mm
c. Beton yang berhubungan langsung dengan tanah atau cuaca = 50 mm
b. Batang tekan
Pmak
Ag perlu =
Fy
An perlu = 0,[Link]
h 300
tw Fy
K .l Fy
c
r E
Apabila = c 0,25 =1
1,43
0,25 < c < 1
1,6 - 0,67c
1,25.c
2
c 1,2
Rn (1,[Link].d .t )
P
n
Rn
Fy
Fcr
Pn . Ag .Fy
Pn P
2.3. Perencanaan Tangga
Mn
Rn =
bxd 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
max = 0,75 . b
1. Pembebanan :
Beban mati
2
Beban hidup : 250 kg/m
2. Asumsi Perletakan : jepit penuh
3. Analisa struktur menggunakan tabel 13.3.2 PPIUG 1989.
4. Analisa tampang menggunakan S NI 03-2847-2002.
Pemasangan tulangan lentur disyaratkan sebagai berikut :
1. Jarak minimum tulangan sengkang 25 mm
2. Jarak maksimum tulangan sengkang 240 atau 2h
Mn
Rn =
bxd 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
max = 0,75 . b
1. Pembebanan
2. Asumsi Perletakan : jepit jepit
3. Analisa struktur pada perencanaan atap ini menggunakan program S AP 2000.
4. Analisa tampang menggunakan peraturan S NI 03-2847-2002.
Mu
Mn
dimana, 0,80
fy
m =
0,85 xf ' c
Mn
Rn =
bxd 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
max = 0,75 . b
Vc = 1 x f ' c xbxd
6
Vc = 0,6 x Vc
.Vc Vu 3 Vc
( perlu tulangan geser )
Vu < Vc < 3 Vc
(tidak perlu tulangan geser)
Vs perlu = Vu Vc
( pilih tulangan terpasang )
( Av. fy.d )
Vs ada =
s
( pakai Vs perlu )
1. Pembebanan
2. Asumsi Perletakan
Jepit pada kaki portal.
Bebas pada titik yang lain
3. Analisa struktur pada perencanaan atap ini menggunakan program S AP 2000.
4. Analisa tampang menggunakan peraturan S NI 03-2847-2002.
Mn
Rn =
bxd 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
max = 0,75 . b
Vc = 16 x f ' c xbxd
Vc = 0,6 x Vc
.Vc Vu 3 Vc
( perlu tulangan geser )
Vu < Vc < 3 Vc
(tidak perlu tulangan geser)
Vs perlu = Vu Vc
( pilih tulangan terpasang )
( Av. fy.d )
Vs ada =
s
( pakai Vs perlu )
1. Pembebanan : Beban aksial dan momen dari analisa struktur portal akibat
beban mati dan beban hidup.
2. Analisa tampang menggunakan peraturan S NI 03-2847-2002.
Perhitungan kapasitas dukung pondasi :
Vtot M tot
y ang terjadi =
A 1
.b.L2
6
Mu = . qu . t 2
fy
m =
0,85 xf ' c
Mn
Rn =
bxd 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
max = 0,75 . b
Vu = x A efektif
0,60
Vc = 1 x f ' c xbxd
6
Vc = 0,6 x Vc
.Vc Vu 3 Vc
( perlu tulangan geser )
Vu < Vc < 3 Vc
(tidak perlu tulangan geser)
Vs perlu = Vu Vc
( pilih tulangan terpasang )
( Av. fy.d )
Vs ada =
s
( pakai Vs perlu )
BAB 3
PERENCANAAN ATAP
Pelat Atap
G KK B KK A KK A KK A KK A KK A KK A KK A KK A KK B
TS TS TS TS
G
SG SG SG SG SG SG
Pelat Atap
Keterangan :
KK A = Kuda-kuda utama A G = Gording
KK B = Kuda-kuda utama B N = Nok
KK = Setengah kuda-kuda JR = Jurai
SR = Sag Rod TS = Track Stang
Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan rencana atap adalah sebagai
berikut :
a. Bentuk rangka kuda-kuda : seperti tergambar.
b. Jarak antar kuda-kuda : 4,00 m
c. Kemiringan atap () : 35
d. Bahan gording : baja profil lip channels ( ).
e. Bahan rangka kuda-kuda : baja profil double siku sama kaki ().
f. Bahan penutup atap : genteng.
g. Alat sambung : baut-mur.
h. Jarak antar gording : 1,628 m
i. Bentuk atap : Limasan.
2
j. M utu baja profil : Bj-37 (Leleh = 2400 kg/cm )
2
(ultimate = 3700 kg/cm )
Dicoba menggunakan gording dengan dimensi baja profil tipe lip channels/ kanal
kait ( ) 150 x 75 x 20 x 4,5 pada perencanaan kuda- kuda dengan data sebagai
berikut :
a. Berat gording = 11 kg/m. f. t s = 4,5 mm
4
b. Ix = 489 cm . g. t b = 4,5 mm
4 3
c. Iy = 99,2 cm . h. Z x = 65,2 cm .
3
d. h = 150 mm i. Zy = 19,8 cm .
e. b = 75 mm
Kemiringan atap () = 35.
Jarak antar gording (s) = 1,628 m.
Jarak antar kuda-kuda (L) = 4,00 m.
y
x
qx
qy
P
b. Beban hidup
y
x
Px
Py
P
TEKAN HISAP
5.0,6678.(400) 4 57,358.400 3
= = 1,4357 cm
384.2,1.10 6.99,2 48.2,1.10 6..99,2
[Link].l 4 Py.L3
Zy =
[Link] [Link]
5.0,954.(400) 4 81,916.(400) 3
= = 0,416 cm
384.2,1 10 6.489 48.2,1.10 6.489
Z = Zx2 Zy 2
Z Z ijin
1,495 cm 1,66 cm aman !
Jadi, baja profil lip channels ( ) dengan dimensi 150 x 75 x 20 x 4,5 aman dan
mampu menerima beban apabila digunakan untuk gording.
1.628
2 11
2,8
10
9
1 8
7
4 5 6
10 2,297 m
11 2,800 m
3.3.2. Perhitungan luasan S etengah Kuda-kuda
Plat Atap
a
G
d
JR
g
JR
j
G
m
N
s
b
v
k
t
h
q
e
1/2 KK 1/2 KK
u
r
o
l
JR G KK A KK B KK B KK B KK B KK B KK B KK B KK B KD A JR
i
f
TS TS TS TS TS TS TS TS
c
G
SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG
Plat Atap
a
G
d
JR
g
G
m
v
b
t
h
q
e
1/2 KK
u
r
o
l
JR G
i
f
c
=. Su. tv
=. 0,666.0,814 =0,271 m2
Plat Atap
a
G
d
JR
g
JR
j
G
m
N
s
b
v
k
t
h
q
e
1/2 KK 1/2 KK
u
r
o
l
JR G KK A KK B KK B KK B KK B KK B KK B KK B KK B KD A JR
i
f
TS TS TS TS TS TS TS TS
c
G
SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG
Plat Atap
a
G
d
JR
g
G
m
v
b
t
h
q
e
1/2 KK
u
r
o
l
JR G
i
f
c
=. Su. tv
=. 0,666.0,667 =0,24 m2
Data-data pembebanan :
Berat gording = 11 kg/m (sumber tabel baja)
Jarak antar kuda-kuda = 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)
Berat penutup atap = 50 kg/m2 (sumber PPIUG 1989)
Berat profil = 25 kg/m (sumber : tabel baja)
Beban hujan = (40- 0,8 ) kg/m2
= 40 0,8.35 = 12 kg/m2
P4
P3
3
P2 11
2
9 10
P1 1 8
7
4 5 6
P5 P6 P7
a) Perhitungan Beban
Beban Mati
1) Beban P1
a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording
= 11 x 4 = 44 kg
b) Beban atap = Luasan atap giac x Berat atap
= 8,478 x 50 = 423,9 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg ( 1 + 4 ) x berat profil kuda kuda
4) Beban P4
a) Beban atap = Luasan atap vsu x berat atap
= 0,2934 x 50 = 14,67 kg
Beban Input
Beban Beban Beban Beban Plat Beban Jumlah
Kuda - SAP
Beban Atap gording Bracing Penyambug Plafon Beban
(kg) (kg) kuda (kg) (kg) (kg) (kg) 2000
(kg) ( kg )
P1 423,9 44 36,975 3,6975 11,092 124,74 644,36 650
P2 216,5 29,315 72,725 7,2725 21,82 --- 347,63 348
P3 110,3 14,652 92,7875 9,279 27,837 --- 254,754 256
P4 14,67 --- 55,35 5,535 16,605 --- 92,16 93
P5 --- --- 45 4,5 13,5 63,68 126,56 127
Beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada P 1, P2, P3, P4 = 100 kg
Beban Hujan
1) Beban P1 = beban hujan x luas atap giac
= 12 x 8,478 = 101,736 kg
2) Beban P2 = beban hujan x luas atap mogi
= 12 x 4,33 = 51,96 kg
3) Beban P3 = beban hujan x luas atap sumo
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 31
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
= 12 x2,206 = 26,472 kg
4) Beban P4 = beban hujan x luas atap vsu
= 12 x 0,2934 = 3,5208 kg
Beban Angin
Perhitungan beban angin :
W4
W3 3
11
W2 2
9 10
W1
1 8
7
4 5 6
x = 1,35 cm
An = [Link]-dt
2
= 860 -14.5 = 790 mm
L =Sambungan dengan Diameter
= 3.12,7 =38,1 mm
x 13,5 mm
x
U 1
L
13,5
= 1- = 0,645
38,1
Ae = [Link]
= 0,645.790
= 509,55 mm2
Check kekuatan nominal
Pn 0,75. [Link]
= 0,75. 537,56 .370
= 141400,125 N
= 14140,0125 kg > 950,31 kg OK
Fy
c
E
170 240
=
3,14 200000
1,25.c
2
= 1,875 c 1,2
= 4,394
Pn 2. Ag .Fcr
2400
= 2.4,30.
4,394
= 4697,31
P 1057,69
Pn 0,85.4697,31
= 0,265 < 1 OK
2 11
2,8
10
9
1 8
7
4 5 6
5,657
Plat Atap
a
b
d
e
g
h
j
k
G
c
m
f
n
i
p
l
G
o
s
t
r
G KD KD KD KD KD KD KD KD KD KD
Plat Atap
v
s
p
G
m t u u'
j
g q r r'
d o o'
n
a
l l'
k
i i'
h
e f
f'
b c c'
=2+2=4m
Panjang Gording jkl
= jk + kl
= 1,333 + 1,333 = 2,666 m
Panjang Gording pqr
= pq + qr
= 0,667 + 0,667 = 1,334 m
Plat Atap
a
b
d
e
g
h
j
k
G
c
m
f
n
i
p
l
G
o
s
t
r
G KD KD KD KD KD KD KD KD KD KD
Plat Atap
v
s
p
G
m t u u'
j
g q r r'
d o o'
n
a
l l'
k
i i'
h
e f
f'
b c c'
Panjang plafond vu = ur = ro = ol = li = if
Panjang plafond fc = 1 m
Panjang plafond ic = if + fc = 0,666 + 1 = 1,666
Panjang plafond bc = 2,5 m
Panjang plafond hi = 1,666 m
Panjang plafond no =1m
Panjang plafond tu = 0,3605 m
P4
P3
3
P2
2 11
10
P1 9
1 8
7
4 5 6
P5 P6 P7
a. Perhitungan Beban
Beban Mati
1) Beban P 1
a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording def
= 11 x 4 = 44 kg
b) Beban atap = Luasan atap abcihg x Berat atap
= 8,475 x 50 = 423,75 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond abcihg x berat plafon
= 6,934 x 18 = 124,81 kg
d) Beban kuda-kuda = x Btg ( 1 + 4 ) x berat profil kuda kuda
= x (2,104 + 1,886) x 25 = 49, 875 kg
e) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 49,875 = 14,963 kg
f) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 49,875 = 4,988 kg
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 44
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
2) Beban P 2
a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording jkl
= 11 x 2,666 = 29,326 kg
5) Beban P5
a) Beban kuda-kuda = x Btg(4 + 5 + 7) x berat profil kuda kuda
= x (1,886 + 1,886 + 0,933) x 25
= 58,813 kg
b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 58,813 = 5,882 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond ghionm x berat plafon
= 3,537 x 18 = 63,66 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 73,513 = 17,644 kg
6) Beban P6
a) Beban kuda-kuda = x Btg(5+6+8+9) x berat profil kuda kuda
= x (1,886+1,886+2,104+1,867) x 25
= 96,788 kg
b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 96,788 = 9,679 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond mnouts x berat plafon
= 1,803 x 18 = 31,986 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 96,788 = 32,454 kg
7) Beban P7
a) Beban kuda-kuda = x Btg (6 + 10 + 11) x berat profil kuda kuda
= x (1,886 + 2,653 + 2,8) x 25
= 91,738 kg
b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 91,738 = 9,174 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond stuv x berat plafon
= 0,2404 x 18 = 3,996 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 91,738 = 27,522 kg
Beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada P 1, P2, P3, P4 = 100 kg
Beban Hujan
1) Beban P1 = beban hujan x luas atap abcihg
= 12 x 8,475 = 101,7 kg
2) Beban P2 = beban hujan x luas atap ghinm
= 12 x 4,331 = 51,972 kg
3) Beban P3 = beban hujan x luas atap mnouts
= 12 x2,206 = 26,472 kg
4) Beban P4 = beban hujan x luas atap stuv
= 12 x 0,293 = 3,516 kg
Tabel 3.10. Rekapitulasi Beban Hujan
P1 101,7 102
P2 51,972 52
P3 26,472 27
P4 3,516 5
Beban Angin
Perhitungan beban angin : W4
3
W3
2
W2 11
9 10
1 8
7
W1
4 5 6
= 2,1975 kg
x = 1,35 cm
An = [Link]-dt
= 860 -14.5 = 790 mm2
L =Sambungan dengan Diameter
= 3.12,7 =38,1 mm
x 13,5 mm
x
U 1
L
13,5
= 1- = 0,645
38,1
Ae = [Link]
= 0,645.790
= 509,55 mm2
Check kekuatan nominal
Pn 0,75. [Link]
= 0,75. 537,56 .370
= 141400,125 N
= 14140,0125 kg > 1969,50 kg OK
Fy
c
E
170 240
=
3,14 200000
1,25.c
2
= 1,875 c 1,2
= 4,394
Pn 2. Ag .Fcr
2400
= 2.4,30.
4,394
= 4697,31
P 2033,74
Pn 0,85.4697,31
= 0,509 < 1 OK
= 60 mm
b) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm
Diambil, S2 = 1,5 db = 2 . 12,7
= 25,4 mm
= 30 mm
b. Batang tarik
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches )
Diameter lubang = 13,7 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . db
= 0,625 x 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Pn = n.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2
4,884 9 10
1,628
8 17 11
2,8
16
15 18 19
7 14 12
35 13 20 21
1 2 3 4 5 6
8
17 2,8 m
18 2,297 m
19 1,870 m
20 1,628 m
21 0,934 m
3.5.2. Perhitungan Luasan S etengah Kuda-Kuda Utama A
Plat Atap
a i p
b j q
k r
G c
KD KD A KD KD KD
d s
l
e
G m t
f n u
g
o v
h w
Plat Atap
a i p
b j q
k r
c
KK A
d s
l
e
m t
f n u
g
o v
h w
Plat Atap
a i p
b j q
k r
G c
KD KD A KD KD KD
d s
l
e
G m t
f n u
g
o v
h w
Plat Atap
a i p
b j q
k r
c
KK A
d s
l
e
m t
f n u
g
o v
h w
Data-data pembebanan :
Berat gording = 11 kg/m (sumber tabel baja)
Jarak antar kuda-kuda = 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)
Berat penutup atap = 50 kg/m2 (sumber PPIUG 1989)
Berat profil = 25 kg/m (sumber : tabel baja)
Beban hujan = (40- 0,8 ) kg/m2
= 40 0,8.35 = 12 kg/m2
P4
P3 P5
9 10
P2 8 P6
11
17
16
7 15 18 19
P1 12 P7
14
13 20 21
1 2 3 4 5 6
a. Perhitungan Beban
Beban Mati
1) Beban P1 = P7
a) Beban gording = Berat profil gording x jarak kuda-kuda
= 11 x 4,00 = 44,00 kg
b) Beban atap = Luasan atap fnuwh x Berat atap
= 8,140 x 50 = 407 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg (1 + 7) x berat profil kuda kuda
= x (1,333 + 1,628) x 25 = 37,013 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 37,013 = 11,104 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 37,013 = 3,702 kg
f) Beban plafon = Luasan plafond fnuwh x berat plafon
= 6,664 x 18 = 119,96 kg
2) Beban P2 =P6
a) Beban gording = Berat profil gording x panjang gording et
= 11 x 4,00 = 44 kg
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 58
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
5) Beban P8 = P12
a) Beban kuda-kuda = x Btg (1+2+13) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+1,628 ) x 25 = 53,675 kg
b) Beban plafon = Luasan plafond dlsunf x berat plafon
= 5,332 x 18 = 95,976 kg
c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 53,675 = 16,103 kg
d) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 53,675 = 5,368 kg
6) Beban P10
a) Beban kuda-kuda = x Btg (3+4+16+17+18) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+2,297+2,8+2,297) x 25
= 125,75 kg
b) Beban plafon = ( 2 x luasan plafond aipqjb ) x berat plafon
= ( 2 x 2,664 ) x 18 = 95,904 kg
c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 125,75 = 37,725 kg
d) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 125,75 = 12,575 kg
7) Beban P9 = P11
a) Beban kuda-kuda = x Btg (2+3+14+15) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+1,628+1,870)x25 = 77,05 kg
b) Beban plafon = Luasan plafond bjqsld x berat plafon
= 5,332 x 18 = 95,976 kg
c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 77,05 = 23,115 kg
d) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 77,05 = 7,705 kg
Beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada P 1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 = 100 kg
Beban Hujan
1) Beban P1 = beban hujan x luas atap fnuwh
= 12 x 8,14 = 97,68 kg
2) Beban P2 = beban hujan x luas atap diusnf
= 12 x 6,512 = 78,144 kg
3) Beban P3 = beban hujan x luas atap bjqsld
= 12 x6,512 = 78,144 kg
4) Beban P4 = beban hujan x (2 x luas atap aipqjb)
= 12 x (2 x 3,256) = 78,144 kg
Tabel 3.16 Rekapitulasi Beban Hujan
Beban Angin
Perhitungan beban angin :
W4 W5
W3 9 10 W6
8
W2 11
W7
17
16
7 15 18 19
14 12
W1 W8
13 20 21
1 2 3 4 5 6
2
Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m .
1). Koefisien angin tekan = 0,02 0,40
= (0,02 x 35) 0,40 = 0,3
a). W1 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin
= 8,140 x 0,3 x 25 = 61,05 kg
b). W2 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin
= 6,512 x 0,3 x 25
= 48,64 kg
c). W3 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin
= 6,512 x 0,3 x 25
= 48,64 kg
d). W4 = luasan atap apqb x koef. angin tekan x beban angin
= 3,256 x 0,3 x 25
= 24,42 kg
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 62
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
x = 1,35 cm
An = [Link]-dt
2
= 860 -14.5 = 790 mm
L =Sambungan dengan Diameter
= 3.12,7 =38,1 mm
x 13,5 mm
x
U 1
L
13,5
= 1- = 0,645
38,1
Ae = [Link]
= 0,645.790
= 509,55 mm2
Check kekuatan nominal
Pn 0,75. [Link]
= 0,75. 537,56 .370
= 141400,125 N
= 14140,0125 kg > 3422,31 kg OK
Fy
c
E
153,11 240
=
3,14 200000
1,25.c
2
= 1,689 c 1,2
= 3,566
Pn 2. Ag .Fcr
2400
= 2.4,30.
3,566
= 5788,16
P 4179,07
Pn 0,85.5788,16
= 0,849 < 1 OK
b. Batang tarik
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches )
Diameter lubang = 13,7 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . d
= 0,625 x 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Pn = n.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2
1 45 . 45 . 5 3 12,7
2 45 . 45 . 5 2 12,7
3 45 . 45 . 5 3 12,7
4 45 . 45 . 5 3 12,7
5 45 . 45 . 5 2 12,7
6 45 . 45 . 5 3 12,7
7 45 . 45 . 5 3 12,7
8 45 . 45 . 5 2 12,7
9 45 . 45 . 5 3 12,7
10 45 . 45 . 5 3 12,7
11 45 . 45 . 5 2 12,7
12 45 . 45 . 5 3 12,7
13 45 . 45 . 5 2 12,7
14 45 . 45 . 5 2 12,7
15 45 . 45 . 5 2 12,7
16 45 . 45 . 5 2 12,7
17 45 . 45 . 5 3 12,7
18 45 . 45 . 5 2 12,7
19 45 . 45 . 5 2 12,7
20 45 . 45 . 5 2 12,7
21 45 . 45 . 5 2 12,7
4,884 9 10
1,628
8 17 11
2,8
16
15 18 19
7 14 12
35 13 20 21
1 2 3 4 5 6
8
Plat Atap
a i
b j q
k
c r
G KD B KD KD KD KD KD KD KD KD KD
d l s
e
m t
G
f n u
g
o v
h
p w
Plat Atap
a i
b j
k
c
KK B
d l
e
m
f n
g
o
[Link]
Panjang atap nu =
io
= 1,67 m
[Link]
Panjang atap ls =
io
= 1,00 m
[Link]
Panjang atap jq =
io
= 0,34 m
Panjang atap np = mo + op
= ( 0,5 x 1,628 ) + 1,221
= 2,035 m
Luas atap fuhw
nu pw
= ( fh x hp ) + ( x np)
2
1,67 2,5
= ( 2,035 x 2 ) + ( x 2,035)
2
= 8,313 m2
Luas atap dsfu
ls nu
= ( df x fn ) + ( x ln)
2
1,00 1,67
= ( 1,628 x 2 ) + ( x 1,628)
2
= 5,43 m2
Luas atap bqds
jq ls
= ( bd x dl ) + ( x jl)
2
0,34 1,00
= ( 1,628 x 2 ) + ( x 1,628)
2
= 4,35 m2
Plat Atap
a i
b j q
k
c r
G KD B KD KD KD KD KD KD KD KD KD
d l s
e
m t
G
f n u
g
o v
h
p w
Plat Atap
a i
b j
k
c
KK B
d l
e
m
f n
g
o
[Link]
Panjang plafon ls =
io
= 1,222 m
[Link]
Panjang plafon jq =
io
= 0,408 m
Panjang plafon np = mo + op
= ( 0,5 x 1,333 ) + 1
= 1,67 m
Luas plafon fuhw
nu pw
= ( fn x fh ) + ( x np)
2
2,04 2,51
= ( 2 x 1,67 ) + ( x 1,67)
2
= 7,14 m2
Luas plafon dsfu
ls nu
= ( df x fn ) + ( x ln)
2
1,222 2,04
= ( 1,333 x 2 ) + ( x 1,333)
2
= 4,841 m2
Luas plafon bqds
jq ls
= ( bd x dl ) + ( x jl)
2
0,408 1,222
= ( 1,333x 2 ) + ( x 1,333)
2
= 3,753 m2
Luas plafon aibq
= ( ab x bj ) + (0,5 x ij x jq)
= ( 0,666 x 2 ) + (0,5 x 0,666 x 0,408)
= 1,468 m2
Data-data pembebanan :
Berat gording = 11 kg/m (sumber tabel baja)
Jarak antar kuda-kuda = 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)
2
Berat penutup atap = 50 kg/m (sumber PPIUG 1989)
Berat profil = 25 kg/m (sumber : tabel baja)
Beban hujan = (40- 0,8 ) kg/m2
= 40 0,8.35 = 12 kg/m2
P4
P3 P5
9 10
P2 8 P6
11
17
16
7 15 18 19
P1 12 P7
14
13 20 21
1 2 3 4 5 6
b. Perhitungan Beban
Beban Mati
1) Beban P 1 = P7
g) Beban gording = Berat profil gording x jarak kuda-kuda
= 11 x 4,00
= 44 kg
h) Beban atap = Luas atap fuhw x Berat atap
= 8,313 x 50
= 415,65 kg
5) Beban P 8 = P12
e) Beban kuda-kuda = x Btg (1+2+13) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+0,934 ) x 25
= 45 kg
f) Beban plafon = Luas plafon dsfu x berat plafon
= 4,841 x 18
= 87,14 kg
g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 45
= 13,5 kg
h) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 45
= 4,5 kg
6) Beban P 10
e) Beban kuda-kuda = x Btg (3+4+16+17+18) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+2,297+2,8+2,297) x 25
= 125,75 kg
f) Beban plafon = ( 2 x luas plafon aibq ) x berat plafon
= ( 2 x 1,468 ) x 18
= 52,848 kg
g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 125,75
= 37,725 kg
h) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 125,75
= 12,575 kg
i) Beban reaksi = (2 x reaksi jurai) + reaksi setengah kuda-kuda
= (2 x 1929,92) + 1184,13
= 5043,97 kg
7) Beban P 9 = P11
e) Beban kuda-kuda = x Btg (2+3+14+15) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+1,628+1,870)x25
= 77,05 kg
f) Beban plafon = Luas plafon bqds x berat plafon
= 3,753 x 18
= 67,554 kg
g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 77,05
= 23,115 kg
h) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 77,05
= 7,705 kg
Tabel 3.21 Rekapitulasi beban mati kuda kuda B
Beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada P 1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 = 100 kg
Beban Hujan
1) Beban P1 = beban hujan x luas atap fuwh
= 12 x 8,313 = 99,756 kg
2) Beban P2 = beban hujan x luas atap dsfu
= 12 x 5,43 = 65,16 kg
Beban Angin
Perhitungan beban angin :
W4 W5
W3 9 10 W6
8
W2 11
W7
17
16
7 15 18 19
14 12
W1 W8
13 20 21
1 2 3 4 5 6
14 - 623,31
15 758,68 -
16 - 1075,77
17 9096,00 -
18 - 1092,14
19 758,68 -
20 - 646,53
21 39,42 -
x
U 1
L
16,6
= 1- = 0,435
38,1
Ae = [Link]
= 0,435. 1173,8
= 510,603 mm2
Fy
c
E
98,072 240
=
3,14 200000
1,43
= 1,081.. 0,25 < c < 1,2
1,6 - 0,67c
1,43
=
1,6 0,67.1,081
= 1,632
Pn Ag .Fcr
2400
= 2.6,31.
1,780
= 18558,82 kg
P 15172,18
Pn 0,85.18558,82
= 0,962 < 1 OK
BAB 4
PERENCANAAN TANGGA
Tangga merupakan bagian dari struktur bangunan bertingkat yang penting sebagai
penunjang antara struktur bangunan lantai dasar dengan struktur bangunan tingkat
atasnya. Penempatan tangga pada struktur suatu bangunan berhubungan dengan
fungsi bangunan bertingkat yang akan dioperasionalkan.
Pada bangunan umum, penempatan tangga harus mudah diketahui dan strategis
untuk menjangkau ruang satu dengan yang lainya, penempatan tangga harus
disesuaikan dengan fungsi bangunan untuk mendukung kelancaran hubungan
yang serasi antara pemakai bangunan tersebut.
300
400
30
y
18
C B
t
D A
T eq
Ht = 12 cm
BD BC
=
AB AC
AB BC
BD =
AC
18 30
=
182 302
= 15,43 cm
T eq = 2/3 x BD
= 2/3 x 15,43
= 10,29cm
h = 120 mm
d = p + 1/2 tul
= 20 + 6
= 26 mm
d = h d
= 120 26
= 94 mm
0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
0,85.25 600
= . .
240 600 240
= 0,0537
max = 0,75 . b
= 0,040275
min = 0,0025
Mn 3,22825.10 7
Rn = 2,436 N/mm
1500.94
2
b.d 2
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.11,29.2,436
= .1 1
11,29 240
= 0,0108
ada < max
> min
di pakai ada = 0,0108
As = min . b . d
= 0,0108x 1500 x 94
= 1522,8 mm2
Dipakai tulangan 12 mm = . . 122
= 113,04 mm2
1522,8
Jumlah tulangan = 13,47 15 buah
113,04
Jarak tulangan = 1500 = 100 mm
14
0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
0,85.25 600
= . .
240 600 240
= 0,0537
max = 0,75 . b
= 0,040275
min = 0,0025
Mn 1,4825.10 7
1,118 N/mm
2
Rn =
1500.94
2 2
b.d
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.11,29.1,118
= .1 1
11,29 240
= 0,00479
ada max
> min
di pakai ada = 0,00479
As = min . b . d
= 0,00479x 1500 x 94
= 675,39 mm2
Dipakai tulangan 12 mm = . x 12
2
2
= 113,04 mm
675,39
Jumlah tulangan dalam 1 m = = 5,97 10 tulangan
113,04
1500
Jarak tulangan = = 150 mm
10
Jarak maksimum tulangan = 2 h
= 2 x 120 = 240
Dipakai tulangan 12 mm 150 mm
As yang timbul = 10 . x x d2 = 1130,4 mm2 > As ..... OK
qu balok
300
3m
200
fy 240
m = 11,29
0,85. fc 0,85.25
0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= . .
240 600 240
= 0,0512
max = 0,75 . b
= 0,0384
1,4
min = = 0,005834
fy
Mn 1,50975.10 7
Rn = 1,2474 N/mm
b.d 2 200.(246) 2
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.11,29.1,2474
= 1 1
11,29 240
= 0,00536
ada < min
ada < max
As = ada . b . d
= 0,005834 x 200 x 246
= 287mm2
Dipakai tulangan 12 mm
= . . (12)
2
As
2
= = 113,04 mm
287
Jumlah tulangan = = 2,53 3 buah
113,04
2
As yang timbul = 3. .. d
2
= 3 . . 3,14 . (12)
= 339,12 mm2 > As (263,712 mm2). . OK.
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 3 .12 - 2 . 8
= = 34 > 25 mm............... OK.
3 1
Dipakai tulangan 3 12 mm
fy 240
m = 11,29
0,85. fc 0,85.25
0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= . .
240 600 240
= 0,0512
max = 0,75 . b
= 0,0384
1,4
min = = 0,005834
fy
Mn 7,54875.10 6
Rn = 0,6237 N/mm
b.d 2 200.(246) 2
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.11,29.0,6237
= 1 1
11,29 240
= 0,00264
ada < min
ada < max
As = min . b . d
= 0,005834 x 200 x 246
= 287 mm2
Dipakai tulangan 12 mm
As = . . (12)2
= = 113,04 mm2
287
Jumlah tulangan = = 2,53 3 buah
113,04
As yang timbul = 3. .. d2
= 3 . . 3,14 . (12)2
= 339,12 mm2 > As (287mm2) OK.
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 3 .12 - 2 . 8
= = 34 > 25 mm....OK.
3 1
Dipakai tulangan 3 12 mm
Vu = 2415,60 kg = 24156 N
Vc = 1 / 6 . b.d. f' c .
Vc = 0,6 . Vc
= 0,6 . 30750 N
= 18450
Vs = Vu - Vc
= 24156 18450 = 5706 N
5706
Vsperlu = = 7132,5 N
0,8
Av fy d 2 50,24 240 246
Sada = = = 831,73 mm
Vs perlu 7132,5
d 246
Smax = 123 mm 120 mm
2 2
Jadi dipakai sengkang 8 120 mm
Pu
Mu
70
100
150
30 20
cor rabat t = 5 cm
urugan pasir t = 5 cm
100
25 20 55
25 20 55
Dimensi Pondasi :
Pu
tanah =
A
Pu 8234,07
A = =
tan ah 25000
= 0,329 m2
B =L= A = 0, 329
= 0,573 m ~ 1,00 m
Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 1 m ,dan lebar telapak (B) 1,0 m
Tebal footplate = 300 mm
d = 300 - (50 + 6,5 + 8) = 235,5 mm
Ukuran alas = 1000 x 1500 mm
tanah
3 3
= 1,7 t/m = 1700 kg/m
tanah
2
= 25000 kg/m
e =
M
2528,59
V 10822,32
Mu = . . t2
= . 13957,78 . (0,3)2 = 628,1 kg/m = 6,281.106 N/mm
6,281.10 6
Mn = = 7851250 Nmm
0,8
fy 360
m = 16,942
0,85. f ' c 0,85.25
1 2m . Rn
perlu = 1 1
m fy
1 2.16,942.0,141
= . 1 1
16,942 360
= 0,000393
perlu < max
< min
dipakai min = 0,003889
As perlu = min. b . d
= 0,003889. 1000 . 235,5
= 915,86 mm2
Dipakai tulangan 13 mm = . . 132 = 132,665 mm2
915,86
Jumlah tulangan = 6,91 7 buah
132,665
1000
Jarak tulangan = 142,86 mm
7
Vu = x A efektif
= 13957,78 x (0,55 x 1)
= 7676,779 N
Vc = 1 / 6 . f' c . b. d
= 1 / 6 . 25. 1000.235,5
= 196250 N
Vc = 0,6 . Vc
= 0,6.196250
= 117750 N
3 Vc = 3 . Vc
= 3. 117750
= 353250 N
Vu < Vc < 3 Vc = 7676,779 < 1177550 < 353250 tidak perlu tulangan geser
Dipakai tulangan geser minimum 10 200 mm
BAB 5
PLAT LANTAI & PLAT ATAP
C1 C2 C2 C2 C1 C3 C1 C2 C2 C2 C1
B2 B3 B3 B3 B2 B2 B3 B3 B3 B2
B1 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B1
a. Beban Hidup ( qL )
Berdasarkan PPIUG 1989 yaitu :
Beban hidup fungsi gedung sekolah = 250 kg/m2
Beban hidup atap Kanopi = 100 kg/m2
b. Beban M ati ( qD )
Berat keramik ( 1 cm ) = 0,01 x 2400 x 1 = 24 kg/m2
Berat Spesi ( 2 cm ) = 0,02 x 2100 x 1 = 42 kg/m2
Berat Pasir ( 2 cm ) = 0,02 x 1600 x 1 = 32 kg/m2
Berat plat sendiri = 0,12 x 2400 x 1 = 288 kg/m2
Berat plafond + instalasi listrik = 25 kg/m2 +
qD = 411 kg/m2
c. Beban Ultimate ( qU )
Untuk tinjauan lebar 1 m plat maka :
qU = 1,2 qD + 1,6 qL
= 1,2 . 411 + 1,6 . 250
= 973,20 kg/m2
Ly A
Lx
Ly 4,0
1,0
Lx 4,0
2 2
M lx= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 653,2. (4,0) .31 = 323,98 kg m
2 2
M ly= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 653,2. (4,0) .37 = 386,69 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 653,2. (4,0) .84 = - 877,9 kg m
[Link] pelat B1
B1
Ly
Lx
[Link] pelat B2
Ly
B2
Lx
[Link] pelat B3
Ly B3
Lx
[Link] pelat C1
Lx C1
Ly
[Link] pelat C2
Ly
C2 Lx
[Link] pelat C3
Ly
C3 Lx
Tingi efektif
dy
dx
h
d'
dx = h p -
= 120 20 5 = 95 mm
dy = h d -
= 120 20 - 10 - . 10 = 85 mm
0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
240 600 240
= 0,05376
max = 0,75 . b
= 0,75 . 0,05376
= 0,04032
min = 0,0025
Mn 13,2355.10 6
Rn = 1,466 N/mm2
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,2942
0,85. f ' c 0,85.25
1 [Link]
perlu = .1 1
m fy
1 2.11,2942.1,466
= . 1 1
11,2942 240
= 0,00633
< max
> min, di pakai perlu = 0,00633
Asperlu = perlu . b . dx
= 0,00633 . 1000 . 95
= 598,5 mm2
Digunakan tulangan 10
As = . . (10)2
= 78,5 mm2
As.b 78,5.1000
S = =
As p erlu 598,5
= 129,72 ~ 125 mm
b
n =
s
1000
=
125
=8
As ada = 8. . . (10)2
= 628 mm2> As perlu..OK
Dipakai tulangan 10 120 mm
Cek kapasitas lentur :
As ada. fy 628.240
a= =
0,85. f ' c.b 0,85.25.1000
= 7,093 mm
M = Asada .fy.(d-a/2)
n
= 13,784.106 Nmm
M n ada > M n OK
BAB 5 Plat Lantai & ATAP
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 108
Mn 13,2355.10 6
1,466 N/mm
2
Rn =
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,2942
0,85. f ' c 0,85.25
1 [Link]
perlu = .1 1
m fy
1 2.11,2942.1,466
= . 1 1
11,2942 240
= 0,00633
< max
> min, di pakai perlu = 0,00633
Asperlu = perlu . b . dx
= 0,00633 . 1000 . 95
= 598,5 mm2
Digunakan tulangan 10
As = . . (10)
2
2
= 78,5 mm
As.b 78,5.1000
S = =
As p erlu 598,5
= 129,72 ~ 125 mm
b
n =
s
1000
=
125
=8
= 8. . . (10)
2
As ada
2
= 628 mm > As perlu.. OK
Cek kapasitas lentur :
As ada. fy 628.240
a= =
0,85. f ' c.b 0,85.25.1000
= 7,093 mm
M = Asada .fy.(d-a/2)
n
6
= 13,784.10 Nmm
M n ada > M n = 13,784.106 > 13,2355.106 OK
Mn 5,44.10 6
0,602 N/mm
2
Rn =
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,294
0,85. f ' c 0,85.25
1 [Link]
perlu = .1 1
m fy
1 2.11,294.0,602
= .1 1
11,294 240
= 0,00255
< max
> min, di pakai perlu = 0,00255
As = min . b . dx
= 0,00255. 1000 . 95
2
= 242,25 mm
Digunakan tulangan 10
As = . . (10)2
= 78,5 mm2
As.b 78,5.1000
S = =
As p erlu 242,25
= 324,045 ~ 330 mm
Jarak maksimum = 2 x h
= 2 x 120
= 240 mm
b
n =
s
1000
= = 4,2 5
240
As ada = 5. . . (10)2
= 392,5 mm2> As...............OK
Dipakai tulangan 10 240 mm
Cek kapasitas lentur :
As ada. fy 392,5.240
a= =
0,85. f ' c.b 0,85.25.1000
= 4,433 mm
M = Asada .fy.(d-a/2)
n
= 8,740.106 Nmm
M n ada > M n = 8,740.106 > 5,44.106 OK
Mn 5,44.10 6
Rn = 0,602 N/mm2
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,294
0,85. f ' c 0,85.25
1 [Link]
perlu = .1 1
m fy
1 2.11,294.0,602
= .1 1
11,294 240
= 0,00255
< max
> min, di pakai perlu = 0,00255
As = min . b . dx
= 0,00255. 1000 . 95
= 242,25 mm2
Digunakan tulangan 10
As = . . (10)2
= 78,5 mm2
As.b 78,5.1000
S = =
As p erlu 242,25
= 324,045 ~ 330 mm
Jarak maksimum = 2 x h
= 2 x 120
= 240 mm
b
n =
s
1000
= = 4,2 5
240
= 5. . . (10)
2
As ada
2
= 392,5 mm > As................... OK
Dipakai tulangan 10 240 mm
Cek kapasitas lentur :
As ada. fy 392,5.240
a= =
0,85. f ' c.b 0,85.25.1000
= 4,433 mm
M = Asada .fy.(d-a/2)
n
6
= 8,740.10 Nmm
M n ada > M n = 8,740.10 > 5,44.106 OK
6
d. Beban Hidup ( qL )
Berdasarkan PPIUG 1989 yaitu :
Beban hidup Atap Kanopi = 100 kg/m2
e. Beban M ati ( qD )
Berat plat sendiri = 0,10 x 2400 x 1 = 240 kg/m2
Berat plafond + instalasi listrik = 25 kg/m2 +
qD = 265 kg/m2
f. Beban Ultimate ( qU )
Untuk tinjauan lebar 1 m plat maka :
qU = 1,2 qD + 1,6 qL
= 1,2 . 265 + 1,6 . 100
= 478 kg/m2
5.12. Perhitungan Momen
[Link] pelat 1
Ly
Lx
plat atap
[Link] pelat 2
Ly
Lx
plat atap
Ly 4,0
2,0
Lx 2,0
M lx= 0,[Link] . Lx2 . x = 0.001. 478. (2,0)2 .55 = 105,16 kg m
M ly= 0,[Link] . Lx2 . x = 0.001. 478. (2,0)2 .21 = 40,152 kg m
2 2
M tx= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 478. (2,0) .114 = -217,968 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 478. (2,0) .78 = - 149,136 kgm
dy
dx
h
d'
dx = h p -
= 100 20 4 = 76 mm
dy = h d -
= 100 20 - 8 - . 8 = 68 mm
0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
240 600 240
= 0,05376
max = 0,75 . b
= 0,75 . 0,05376
= 0,04032
min = 0,0025
Mn 3,16.10 6
0,547 N/mm
2
Rn =
1000.76
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,2942
0,85. f ' c 0,85.25
1 [Link]
perlu = .1 1
m fy
1 2.11,2942.0,547
= . 1 1
11,2942 240
= 0,002
< max
< min, di pakai min
Asperlu = min . b . dx
= 0,0025 . 1000 . 76
2
= 190 mm
Digunakan tulangan 8
As = . . (8)
2
2
= 50,24 mm
As.b 50,24.1000
S = =
As p erlu 190
b
n =
s
1000
=
200
=5
As ada = 5. . . (8)2
= 251,2 mm2> Asperlu.. OK
Dipakai tulangan 8 200 mm
Mn 2,036.10 6
Rn = 0,3525 N/mm2
1000.76
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,2942
0,85. f ' c 0,85.25
1 [Link]
perlu = .1 1
m fy
1 2.11,2942.0,3525
= . 1 1
11,2942 240
= 0,00148
< max
< min, di pakai min
Asperlu = min . b . dx
= 0,0025 . 1000 . 76
= 190 mm2
Digunakan tulangan 8
As = . . (8)2
= 50,24 mm2
As.b 50,24.1000
S = =
As p erlu 190
Mn 1,55.10 6
Rn = 0,268 N/mm2
1000.76
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,294
0,85. f ' c 0,85.25
1 [Link]
perlu = .1 1
m fy
1 2.11,294.0,268
= .1 1
11,294 240
= 0,001123
< max
< min, di pakai min
Asperlu = min . b . dx
= 0,0025 . 1000 . 76
2
= 190 mm
Digunakan tulangan 8
As = . . (8)
2
2
= 50,24 mm
As.b 50,24.1000
S = =
As p erlu 190
Mn 5,623.10 5
Rn = 0,097 N/mm2
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,294
0,85. f ' c 0,85.25
1 [Link]
perlu = .1 1
m fy
1 2.11,294.0,097
= .1 1
11,294 240
= 0,000405
< max
< min, di pakai min
Asperlu = min . b . dx
= 0,0025 . 1000 . 76
2
= 190 mm
Digunakan tulangan 8
As = . . (8)
2
2
= 50,24 mm
As.b 50,24.1000
S = =
As p erlu 190
BAB 6
PERENCANAAN BALOK ANAK
1 3
C
5
1 1' 2 3 4 5 8 9 10 11 11' 12
6 6' 6" 7
Keterangan :
Balok Anak : As C(1-12)
Balok Anak : As 1(C-D)
Balok Anak : As 6(B-C)
Untuk mengubah beban segitiga dan beban trapesium dari plat menjadi beban
merata pada bagian balok, maka beban plat harus diubah menjadi beban
equivalent yang besarnya dapat ditentukan sebagai berikut :
Lx
2
Lx Leq = 1/6 Lx 3 4.
Leq
[Link]
Ly
Lx
Leq = 1/3 Lx
Leq
Ly
A B
a. Dimensi Balok
h = 1/10 . L b = 1/2 . h
= 1/10 . 4000 = 1/2 . 400
= 400 400 mm = 200 250 mm
1 3
B C
6 6' 6" 7
3018,62
Beban reaksi tangga As D (6-6) = = 2012,413 kg/m
1,5
Beban Hidup (ql) = 250.1,34 = 335 kg/m
Beban hidup As C(6-7)= 250.0,34 = 85 kg/m
fy 360
m = 16,9412
0,85. fc 0,85.25
0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
360 600 360
= 0,03136
max = 0,75 . b
= 0,02352
1,4 1,4
min = 0,0039
fy 360
qd:1664 kg/m
A ql:484 kg/m B
Mn 2,3094.10 7
Rn = 0,780 N/mm2
250.344
2 2
b.d
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.16,9412. 0,780
= . 1 1
16,9412 360
= 0,002207
ada < min
< max
As perlu = m in . b . d
= 0,0039 x 250 x 344
= 335,4 mm2
As perlu 335,4
n = = 1,668 3 tulangan
1 200,96
. .22 2
4
As ada = n . . . d2
= 3 . . . 162
= 602,88 > As perlu Aman..!!
Asada. fy 602,88 360
a = 40,854 mm
0,85. f ' c.b 0,85 25 250
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 602,88 . 360 (344 40,854/2)
= 7,0227107 Nmm
M n ada > M n 7,0227107 Nmm > 2,3094. 107 Nmm ......OK
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
250 - 2 . 40 - 3 .16 - 2 . 8
= = 53 > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
3 1
Jadi, digunakan tulangan 3 D 16
Mn 4,6188.10 7
1,562 N/mm
2
Rn =
250.344
2 2
b.d
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.16,9412.1,562
= . 1 1
16,9412 360
= 0,004512
ada > min
< max
As perlu = ada . b . d
= 0,004512x 250 x 344
= 388,032 mm2
As perlu 388,032
n = = 1,931 4 tulangan
1 200,96
. .22 2
4
As ada = n . . . d2
= 4 . . . 162
= 803,84 > As perlu Aman..!!
Asada. fy 803,84 360
a = 54,47 mm
0,85. f ' c.b 0,85 25 250
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 803,84. 360 (344 54,47/2)
= 9,1667107 Nmm
Vs = Vu - Vc = 1,2424 .104 N
vs 1,2424.10 4
Vs perlu = = 2,071 .104 N
0,6
Digunakan sengkang 8,
Av = 2 .A = 100,48 mm2
Av. f ' y . d 100,48.240.344
S = 400,56 mm
Vs perlu 2,071.10 4
d 344
Smaks = 172 mm 100 mm
2 2
Data-data:
b = 250 mm
h = 400 mm
fc = 25 M Pa
fy = 360 M pa (ulir)
fys = 240 M pa (polos)
Dicoba :
tulangan = 16 mm
sengkang = 8 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
h = 400 mm
b = 250 mm
d`= 40 + 8 + .16 = 56 mm
d = h d` = 400 56 = 344 mm
fy 360
m = 16,9412
0,85. fc 0,85.25
0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
360 600 360
= 0,03136
max = 0,75 . b
= 0,02352
1,4 1,4
min = 0,0039
fy 360
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Mn 5,584.10 7
1,89 N/mm
2
Rn =
250.344
2 2
b.d
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.16,9412.1,89
= . 1 1
16,9412 360
= 0,00551
ada > min
< max
As perlu = ada . b . d
= 0,00551 x 250 x 344
= 473,86 mm2
As perlu
n =
1
. .22 2
4
473,86
= 2,357 3 tulangan
200,96
= n...d
2
As ada
= 3 . . . 162
= 602,88 > As perlu Aman..!!
Mn 6,550.10 7
Rn = 2,214 N/mm2
250.344
2 2
b.d
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.16,9412. 2,214
= . 1 1
16,9412 360
= 0,00651
ada > min
< max
As perlu = ada . b . d
= 0,00651 x 250 x 344
= 559,86 mm2
As perlu
n =
1
. .22 2
4
559,86
= 2,786 4 tulangan
200,96
= n...d
2
As ada
= 4 . . . 162 = 803,84 > As perlu OK
Asada. fy 803,84 360
a = 54,472 mm
0,85. f ' c.b 0,85 25 250
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 602,88 . 360 (344 54,472/2)
7
= 6,87510 Nmm
M n ada > M n = 6,87510 > 6,550. 10 OK
7 7
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
250 - 2 . 40 - 4 .16 - 2 . 8
= = 30 > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
4 1
Jadi, digunakan tulangan 4 D 16
Vs = Vu - Vc = 3,8699 .10 N
4
v s 3,8699.10 4
Vs perlu = = 6,4499 .104 N
0,6
d 344
Smaks = 172 mm
2 2
fy 360
m = 16,9412
0,85. fc 0,85.25
0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
360 600 360
= 0,03136
max = 0,75 . b
= 0,02352
1,4 1,4
min = 0,0039
fy 360
qd:365,556 kg/m
B ql:122,25 kg/m C
Mn 5,3.10 6
Rn = 0,445 N/mm2
200.244
2 2
b.d
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.16,9412. 0,445
= . 1 1
16,9412 360
= 0,00125
ada < min
< max
As perlu = min . b . d
= 0,0039 x 200 x 244
= 190,32 mm2
As perlu 190,32
n = = 0,947 2 tulangan
1 200,96
. .16 2
4
As ada = n . . . d2
= 2 . . . 162
= 401,92 > As perlu Aman..!!
Asada. fy 401,92 360
a = 34,045 m
0,85. f ' c.b 0,85 25 200
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 401,92 . 360 (244 34,045/2)
= 32,841106 Nmm
M n ada > M n = 32,841106 Nmm > 5,3. 106 ......OK
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2 .16 - 2 . 8
= = 72mm > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
2 1
Jadi, digunakan tulangan 2 D 16
Mn 10,6.10 6
0,890 N/mm
2
Rn =
200.244
2 2
b.d
1 [Link]
ada = 1 1
m fy
1 2.16,9412. 0,890
= . 1 1
16,9412 360
= 0,00252
ada < min
< max
As perlu = min . b . d
= 0,0039 x 200 x 244
2
= 190,32 mm
As perlu 190,32
n = = 0,947 2 tulangan
1 200,96
. .16 2
4
= n...d
2
As ada
= 2 . . . 16
2
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2 .16 - 2 . 8
= = 72mm > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
2 1
Jadi, digunakan tulangan 2 D 16
BAB 7
PORTAL
BALOK ANAK
C
BALOK ANAK BALOK ANAK
BALOK ANAK
BALOK ANAK
D
1 1' 2 3 4 5 8 9 10 11 11' 12
6 6' 6" 7
Keterangan:
Balok Portal : As 1 Balok Portal : As A
Balok Portal : As 2 Balok Portal : As B
Balok Portal : As 3 Balok Portal : As C
Balok Portal : As 4 Balok Portal : As D
Balok Portal : As 5 Balok Portal : As E
Balok Portal : As 6
Balok Portal : As 7
Balok Portal : As 8
Balok Portal : As 9
Balok Portal : As 10
Balok Portal : As 11
Balok Portal : As 12
BAB 7 Portal
143
Tugas Akhir 144
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan recana portal adalah
sebagai berikut :
a. Bentuk denah portal : Seperti tergambar
b. M odel perhitungan : SAP 2000 ( 3 D )
c. Perencanaan dimensi rangka : b (mm) x h (mm)
Dimensi kolom : 400mm x 400mm
Dimensi sloof
Sloof 1 : 250mm x 400mm
Sloof 2 : 200mm x 300mm
Dimensi balok
Balok 1 : 400mm x 700mm
Balok 2 : 250mm x 400mm
Balok 3 : 200mm x 300mm
Dimensi ring balk : 200mm x 200mm
d. Kedalaman pondasi :2m
e. M utu beton : fc = 25 M Pa
f. M utu baja tulangan : U36 (fy = 360 M Pa)
g. M utu baja sengkang : U24 (fy = 240 M Pa)
h. Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal adalah 0.9
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 145
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Plat Lantai
Berat plat sendiri = 0,12 x 2400 x1 = 288 kg/m
Berat keramik ( 1 cm ) = 0,01 x 2400 x1 = 24 kg/m
Berat Spesi ( 2 cm ) = 0,02 x 2100 x1 = 42 kg/m
Berat plafond + instalasi listrik = 25 kg/m
Berat Pasir ( 2 cm ) = 0,02 x 1600 x1 = 32 kg/m
qD = 411 kg/m
Plat atap
Berat plat sendiri = 0,10 x 2400 x1 = 240 kg/m
Berat plafond + instalasi listrik = 25 kg/m
qD = 265 kg/m
Atap
Reaksi Kuda kuda Utama A = 3387.64 kg ( SAP 2000 )
Reaksi Kuda kuda Utama B = 9109.48 kg ( SAP 2000 )
Reaksi Tumpuan Setengah Kuda-kuda = 1441.07 kg ( SAP 2000 )
Reaksi Tumpuan Jurai = 1723.67 kg ( SAP 2000 )
Beban rink balk
Beban M ati (qD)
Beban sendiri balok = 0,2 . 0,3 . 2400
= 144 kg/m
Beban Sloof
Beban M ati (qD)
Beban sendiri balok = 0,2 . 0,3 . 2400 = 144 kg/m
Beban dinding = 0,15 .(4-0,35) . 1700 = 930,75 kg/m +
qD = 1164 kg/m
1 lx
2
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 146
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
B
1
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
1 1
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
C
balok anak (25/40) 1 balok anak (25/40)
2 2 2 2
3 3 3 3 3 3 3 3 3
2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2
3 3 3 3 3 3 3 3 3
2 2 2 2
D
3
1 1' 2 3 4 5
3 3
8 9 10 11 11' 12
3
E
6 6' 6" 7
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 147
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2
B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1
B
B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2
B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1
balok anak (25/40) balok anak (25/40)
C
B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1
B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2
D
1 1' 2 3 4 5 8 9 10 11 11' 12
B3 B3
B3
E
6 6' 6" 7
Keterangan :
Balok Portal : As A, B, C, D, E, 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12
Balok Anak : As C( 1-12 ),
As 1 (C-D), As 11 (C-D)
As 6 (B - C
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 148
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 149
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 150
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 151
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 152
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 153
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 154
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 155
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 156
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 157
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 158
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 159
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 160
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Data perencanaan :
h = 300 mm
b = 200 mm
p = 40 mm
fy = 360 M pa
fc = 25 M Pa
t = 13 mm
s = 8 mm
d = h - p - s - .t
= 300 40 8 - .13
= 245,5 mm
0,85.f' c. 600
b =
fy 600 fy
0,85 25 0,85 600
=
360 600 360
= 0,03136
max = 0,75 . b
= 0,75 . 0,03136
= 0,02352
1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360
a. Daerah Tumpuan :
Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 4 bentang
A - D.
M u = 2750,21 kgm = 2,75021 107 Nmm
Mu 2,75021 10 7 7
Mn = = = 3,4378 10 Nmm
0,8
Mn 3,4378 10 7
Rn = 2,85
b . d 2 200 245,52
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 161
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
fy 360
m = 16,9412
0,85.f' c 0,85 25
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 2,85
= 1 1
16,9412 360
= 0,008533
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,008533
As perlu = min. b . d
= 0,008533 200 245,5
= 418,97 mm2
Digunakan tulangan D 13
As perlu 418,97
n =
1
.13 132,665
2
4
= 3,15 4 tulangan
2
As = 4 132,665 = 530,66 mm
As > [Link] Ok !
Jadi dipakai tulangan 4 D 13 mm
b. Daerah Lapangan
Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 4 bentang
A - D.
6
M u = 673,79 kgm = 6,738 10 Nmm
M u 6,738 10 6
Mn = = = 8,4225 106 Nmm
0,8
Mn 8,4225 106
Rn = 0,698
b . d 2 200 245,52
fy 360
m = 16,9412
0,85.f' c 0,85 25
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 162
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 0,698
= 1 1
16,9412 360
= 0,00197
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,003889
As perlu = min. b . d
= 0,003889 200 245,5
= 190,94 mm2
Digunakan tulangan D 13
As perlu 190,94
n =
1 132,665
.13 2
4
= 1,439 2 tulangan
As = 2 132,665 = 265,3 mm2
As > [Link] Ok !
Jadi dipakai tulangan 2 D 13 mm Kontrol Spasi :
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 163
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 164
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 165
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal memanjang, diambil pada bentang
dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-D bentang
1-2
Data perencanaan:
b = 250 mm fy = 360 M Pa
h = 400 mm fys = 240 M Pa
fc = 25 M Pa
tulangan = 19 mm
sengkang = 10 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
d = h s - sengkang [Link]
= 400 40 10 1/2 . 19
= 341,5 mm
h d
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 166
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Mn 8,235 10 7
2,825 Nmm
2
Rn =
b.d 2
250 341,5 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 2,825
= 1 1
16,9412 360
=0,00845
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,00845
Asperlu = ada . b. d
= 0,00845 250 341,5
= 721,418 mm2
Digunakan tulangan D 19
As perlu
n =
1 / 4 19 2
721,418
= 2,54 ~ 4 tulangan
283,385
As= 4 283,385 = 1133,54 > 721,418 mm2
As> As. OK
Digunakan tulangan 4 D 19
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 167
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Mn 7,505 10 7
2,574 Nmm
2
Rn =
b.d 2
250 341,5 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 2,574
= 1 1
16,9412 360
= 0,007645
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,007645
Asperlu = ada . b. d
= 0,007645 250 341,5 = 652,69 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
652,69
= 2,303 ~ 3 tulangan
283,385
2
As= 3 283,385 = 850,155 > 652,69 mm
As> [Link]
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
250 - 2 . 40 - 3.19 - 2 .10
= = 46,5 > 25 mm.. OK
3 1
Digunakan tulangan 3 D 19
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 168
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Vu = 8758,68 = 87586,8 N
Vc = 1/6 . f ' c .b.d = 1/6 . 25 . 250 . 341,5 = 71145,8 N
Vc = 0,6. Vc = 42687,5 N
3 Vc = 128062,5 N
Syarat tulangan geser : Vc < Vu < 3 Vc
Jadi diperlukan tulangan geser
Vs = Vu - Vc
= 87586,8 42687,5 = 44899,3 N
Vs 44899,3
Vs perlu = = = 74832,17 N
0,6 0,6
Av = 2 . (10)2
= 2 . . 3,14 . 100= 157 mm2
Av. fy.d 157 240 341,5
S = = = 171,95 mm
Vsperlu 74832,17
Smax = d/2 = 341,5/2 = 170,75 mm
Jadi dipakai sengkang dengan tulangan 10 100 mm
Dipakai tulangan 10 100 mm:
Av. fy.d 157 240 341,5
Vs ada = = = 128677,2 N
S 100
Vs ada > Vs perlu
128677,2 > 66446 N........OK
Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal memanjang, diambil pada bentang
dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-2 bentang
H-I
Data perencanaan:
b = 200 mm fy = 360 M Pa
h = 300 mm fys = 240 M Pa
fc = 25 M Pa
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 169
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
tulangan = 16 mm
sengkang = 10 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
d = h s - sengkang [Link]
= 300 40 8 1/2 . 16
= 244 mm
h d
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 170
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Mn 11,045 10 6
Rn = 0,9276 Nmm2
b.d 2 200 244 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 0,9276
= 1 1
16,9412 360
=0,002635
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,003889
Asperlu = min. b. d
= 0,003889 200 244
2
= 189,78 mm
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 171
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Digunakan tulangan D 16
As perlu
n =
1 / 4 19 2
189,78
= 0,94 ~ 2 tulangan
200,96
As= 2 283,385 = 401,92 > 189,78 mm2
As> [Link] Ok !
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2.16 - 2 . 8
= = 72 > 25 mm..OK
2 1
Digunakan tulangan 2 D 16
6
Mu = 588,76 kgm = 5,8876 10 Nmm
Mu 5,8876 10 6
Mn = = 7,36106 Nmm
0,8
Mn 7,36 10 6
Rn = 0,618 Nmm2
b.d 2
200 244 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 0,618
= 1 1
16,9412 360
=0,00174
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,003889
Asperlu = min. b. d
= 0,003889 200 244 = 189,783 mm2
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 172
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
As perlu
n =
1/ 4 16 2
189,783
= 0,944 ~ 2 tulangan
200,96
As= 2 200,96= 401,92 > 996,37 mm2
As> [Link] Ok !
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2.16 - 2 . 8
= = 72 > 25 mm.. OK
2 1
Digunakan tulangan 2 D 16
Vu = 1472,17 kg = 14721,7 N
Vc = 1/6 . f ' c .b.d
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 173
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 174
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Untuk perhitungan tulangan lentur balok portal, diambil pada bentang dengan
momen terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-4 bentang A-B
Data perencanaan:
b = 400 mm fy = 360 M Pa
h = 700 mm fys = 240 M Pa
d = 640,5 mm fc = 25 M Pa
tulangan = 19 mm
sengkang = 10 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
d = h s - sengkang [Link]
1
= 700 40 10 /2 . 19
= 640,5 mm
h d
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 175
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Mn 55,1325 10 7
3,359 Nmm
2
Rn =
b.d 2
400 640,5 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 3,359
= 1 1
16,9412 360
= 0,01021
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,01021
Asperlu = . b. d
= 0,01021 400 640,5 = 2615,802 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
2615,802
= 9,23~ 10 tulangan
283,385
As= 10 283,385 = 2833,85 > 2615,802 mm2
As> [Link]
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
400 - 2 . 40 - 10.19 - 2 .10
= = 12,22 > 25 mm..gunakan tulangan dua lapis
10 1
1
Dengan d = h s sengkang [Link] ( 30 )
2
= 700 40 10 19 15
= 616 mm
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 176
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
d'
h
30
Mn 44,326 10 7
2,92 Nmm
2
Rn =
b.d 2
400 616 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 2,92
= 1 1
16,9412 360
= 0,0087
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,0087
Asperlu = ada . b. d
= 0,0087 400 616 = 2143,68 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
2143,68
n = 7,56 ~ 8 tulangan
283,385
As = 8 283,385 = 2267,08 > 2143,68 mm2
As> [Link] Ok !
Jadi, digunakan tulangan 8 D 19
Mn 53,5413 10 7
Rn = 3,263 Nmm2
b.d 2
400 640,5 2
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 177
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 3,263
= 1 1
16,9412 360
= 0,00989
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan = 0,00989
Asperlu = . b. d
= 0,00989 400 640,5 = 2533,818 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
2533,818
= 8,94 ~ 9 tulangan
283,385
As= 9 283,385 = 2550,465 > 2480,016 mm2
As> [Link] Ok !
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
400 - 2 . 40 - 9.19 - 2 .10
= = 16,125 > 25 mm ,, gunakan tulangan dua lapis
9 1
M encari titik berat dari jumlah tulangan yang ada
2550,465.X = 1416,925.0 + 1133,54.3
X = 1,33 cm
= 13,3 mm
Dengan d = h s sengkang [Link] X
= 700 40 10 19 13,3
= 617,7 mm
d'
h
30
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 178
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Mn 42,833 10 7
2,8065 Nmm
2
Rn =
b.d 2 400 617,7 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 2,8065
= 1 1
16,9412 360
= 0,00839
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,00839
Asperlu = ada . b. d
= 0,00839 400 617,7 = 2073,0012 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
2073,0012
n = 7,31 ~ 8 tulangan
283,385
As = 8 283,385 = 2267,08 > 2073,0012 mm2
As> [Link]
Jadi, digunakan tulangan 8 D 19
Vu = 34452,26 kg = 344522,6 N
Vc = 1/6 . f ' c .b.d = 1/6 . 25 . 400 . 640,5 = 213500 N
Vc = 0,6. Vc = 128100 N
3 Vc = 384300 N
Vc < Vu < 3 Vc (perlu tulangan geser)
Vs = Vu - Vc = 21,643 .104 N
vs 21,643 .10 4
Vs perlu = = 36,072 .104 N
0,6
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 179
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
2
Av = 2 .A = 157 mm
Av. f ' y . d 157.360.640,5
S = 100,357 mm
Vs perlu 36,072 .10 4
d 640,5
Smaks = 320,25 mm
2 2
Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal memanjang, diambil pada bentang
dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-2 bentang
H-I
Data perencanaan:
b = 200 mm fy = 360 M Pa
h = 300 mm fys = 240 M Pa
fc = 25 M Pa
tulangan = 16 mm
sengkang = 10 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
d = h s - sengkang [Link]
= 300 40 8 1/2 . 16
= 244 mm
h d
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 180
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Mn 2,1275 10 7
Rn = 1,786 Nmm2
b.d 2 200 244 2
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 1,786
= 1 1
16,9412 360
=0,005189
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,005189
Asperlu = min. b. d
= 0,005189 200 244
= 253,22 mm2
Digunakan tulangan D 16
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 181
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
As perlu
n =
1 / 4 19 2
253,22
= 1,26 ~ 2 tulangan
200,96
As= 2 283,385 = 401,92 > 253,22 mm2
As> [Link] Ok !
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2.16 - 2 . 8
= = 72 > 25 mm..OK
2 1
Digunakan tulangan 2 D 16
Vu = 2134,37 kg = 213437 N
Vc = 1/6 . f ' c .b.d
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 182
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 183
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 184
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Untuk contoh pehitungan tulangan lentur kolom diambil momen terbesar dari
perhitungan dengan SAP 2000, yaitu As B 9
Data perencanaan :
b = 500 mm tulangan =16 mm
h = 500 mm sengkang = 10 mm
fc = 25 M Pa s (tebal selimut) = 40 mm
fy = 360 M Pa
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 185
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
1 K1
As =
K 1 .Pn Perlu . y
fy K2
1 0,695
= 0,695 23,898 105 4 10 6
360 1,748
= 195,894 mm2
Dipakai As = 195,894 mm2
M enghitung jumlah tulangan :
195,894
n = 0,974 4 tulangan
1 . .(16) 2
4
As ada = 4 . . . 162
= 803,84 mm2 > 195,894 mm2
As ada > As perlu.. OK
Jadi dipakai tulangan 4 D 16
4
Vu = 1237,80 kg = 1,238 10 N
Pu = 68102,25 kg = 681022,5 N
Pu f ' c
Vc = 1 .b.d
14. Ag 6
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 186
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
681022,5 25
= 1 500 442 14,95 10 4 N
14 500 500 6
4
Vc = 0,6 Vc = 8,971 10 N
4
0,5 Vc = 4,486 10 N
Vu < 0,5 Vc => tanpa diperlukan tulangan geser.
Dipakai sengkang praktis untuk penghubung tulangan memanjang : 10 200
mm.
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 187
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 188
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Data perencanaan :
b = 250 mm d = h p s - t
h = 400 mm = 400 40 8 .16
fc = 25 M Pa = 344 mm
fy = 360 M Pa
a. Daerah Tumpuan :
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 189
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 2,865
= 1 1
16,9412 360
= 0,00858
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,00858
Asperlu = . b. d
= 0,00858 250 344 = 737,88 mm2
As perlu
n =
1 / 4 162
737,88
n = 3,67~ 4 tulangan
200,96
As = 4 200,96 = 803,84 > 737,88 mm2
As> [Link]
Jadi, digunakan tulangan 4 D 16
b. Daerah Lapangan:
Mn 4,296 10 7
Rn = 1,452
b.d 2 250 344 2
fy 360
m = 16,9412
0,85 f ' c 0,85 25
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 190
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 1,452
= 1 1
16,9412 360
= 0,00418
> min
< max Digunakan = 0,00418
As = .b.d
= 0,00418 250 344
= 359,48 mm2
359,48
n = = 1,788 3 tulangan
1 .(16 2 )
4
Digunakan tulangan D 16
As = 3 200,96 = 602,88
As > As = 602,88 > 359,48 mm2 maka sloof aman .OK
Jadi dipakai tulangan 3 D 16 mm
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 191
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 192
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 193
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 194
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
Data perencanaan :
b = 200 mm d = h p s - t
h = 300 mm = 300 40 8 .16
fc = 25 M Pa = 244 mm
fy = 360 M Pa
a. Daerah Tumpuan :
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 195
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 1,855
= 1 1
16,9412 360
= 0,00539
> min
< max Digunakan = 0,00539
As = .b.d
= 0,00539 200 244
= 263,032 mm2
As perlu
n =
1 / 4 162
263,032
n = 1,308~ 2 tulangan
200,96
2
As = 2 200,96 = 401,92 > 263,032 mm
As> [Link]
Jadi, digunakan tulangan 2D 16
b. Daerah Lapangan:
Mn 1,2854 10 7
Rn = 1,079
b.d 2 200 244 2
fy 360
m = 16,9412
0,85 f ' c 0,85 25
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 196
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 1,079
= 1 1
16,9412 360
= 0,00307
< min
< max Digunakan min = 0,003889
As = .b.d
= 0,003889 200 244
= 189,78 mm2
189,78
n = = 0,94 2 tulangan
1 .(16 2 )
4
Digunakan tulangan D 16
As = 2 200,96 = 401,92
As > As maka sloof aman . OK
Jadi dipakai tulangan 2 D 16 mm
BAB 7 Portal
Tugas Akhir 197
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 7 Portal
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 8
PERENCANAAN PONDASI
F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2
A
F1
F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1
F1
C
F1 F1 F1
F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1
1 1' 2 3 4 5 8 9 10 11 11' 12
F2 F2
E
6 6' 6" 7
Keterangan :
F1 = Footplat 1 190 x190
F2 = Footplat 2 100 x100
BAB 8 Pondasi
198
Tugas Akhir 199
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
40
Tanah Urug
150
200
30
30 2050
lantai kerja t= 7 cm
Pasir t= 5 cm
40
175
190
175
190
= 1,714 m ~ 1,90 m
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 200
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
d = h p [Link]
= 500 50 9
= 441 mm
Pembebanan pondasi
Berat telapak pondasi = 1,9 1,9 0,50 2400 = 3888 kg
Berat kolom pondasi = 0,4 0,4 1,5 2400 = 576 kg
Berat tanah = 2 (0,75 1,5 1,9) 1700 = 6426 kg
Pu = 73459,21 kg
P = 85634,71 kg
e =
M u 1327,66
P 85634,71
= 0,0155 kg < 1/6. B = 0,316
y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6
y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 201
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
85634,71 1327,66
=
1,9 1,9
1,9 1,9
1 2
6
= 24865,10 kg/m2
y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6
85634,71 1327,66
=
1,9 1,9
1,9 1,9
1 2
6
= 22577,946 kg/m2
= tanah y ang terjadi < ijin tanah...............OK
M u = . . t = (24865,10) (0,5)
2 2
0,85.f' c 600
b =
fy 600 fy
0,85 25 600
= 0,85
360 600 360
= 0,0313
max = 0,75 . b
= 0,75 0,0313
= 0,0235
1,4 1,4
min = = 0,00389
fy 360
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 202
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
Mn 3,8852 10 7
Rn = = 0,1051
b . d 2 1900 4412
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 0,1051
= 1 1
16,9412 360
= 0,000292
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,00389
As perlu = .b.d
= 0,00389 1900 441
= 3259,431 mm2
= ..d
2
Digunakan tul D 16
2
= 3,14 (19)
2
= 283,385 mm
3259,431
Jumlah tulangan (n) = = 11,501 12 buah
283,385
1900
Jarak tulangan = = 158,33 mm 160 mm
12
Vu = A efektif
= 248651,0 (0,50 1,9)
4
= 23,621845 10 N
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 203
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
Vc = 1/6 . f' c . b. d
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 204
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
Dimensi Pondasi :
Pu
tanah =
A
Pu 10487,76
A = =
tan ah 25000
= 0,4195 m2
B =L= A = 0,4195 161
= 0,64 m ~ 1,2 m
d = h p [Link]
= 300 50 8
= 242 mm
Pembebanan pondasi
Berat telapak pondasi = 1,2 1,2 0,30 2400 = 1036,8 kg
Berat kolom pondasi = 0,4 0,4 1,7 2400 = 652,8 kg
Berat tanah = 2 (0,3 1,7 1) 1700 = 1734 kg
Pu = 10487,76 kg
P = 13991,36 kg
e =
M u 102,09
P 13991,36
= 0,0074 kg < 1/6. B = 0,16
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 205
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6
y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6
= 13991,36 102,09
1,2 1,2
1,2 1,2
1 2
6
2
= 9751,59 kg/m
y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6
= 13991,36 102,09
1,2 1,2
1,2 1,2
1 2
6
2
= 960,22 kg/m
= tanah y ang terjadi < ijin tanah...............OK
M u = . . t 2 = (14207,1) (0,3)2
6
= 639,32 kgm = 6,3932 10 Nmm
6,3932 10 6
Mn = = 7,9915 10 6 Nmm
0,8
fy 360
m = = 16,9412
0,85.f' c 0,85 25
0,85.f' c 600
b =
fy 600 fy
0,85 25 600
= 0,85
360 600 360
= 0,031358
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 206
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
max = 0,75 . b
= 0,75 0,03135
= 0,02352
1,4 1,4
min = = 0,00389
fy 360
Mn 7,9915 10 6
Rn = = 0,136
b . d 2 1000 2422
1 [Link]
= 1 1
m fy
1 2 16,9412 0,136
= 1 1
16,9412 360
= 0,000378
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,00389
As perlu = .b.d
= 0,00389 1200 242
= 1129,65 mm2
= ..d
2
Digunakan tul D 16
2
= 3,14 (16)
= 200,96 mm2
1129,65
Jumlah tulangan (n) = = 5,62 6 buah
200,96
1200
Jarak tulangan = = 200 mm
6
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 207
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
Vu = A efektif
= 14207,1 (0,30 1)
= 4,26213 103 N
Vc = 1/6 . f' c . b. d
= 1/6 25 1000 242
= 20,16 10 4 N
Vc = 0,6 . Vc
= 0,6 20,16 10 4 N
= 12,1 10 4 N
0,5 Vc = 0,5 12,1 10 4 N
= 6,05 10 4 N
0,5 Vc < Vu < Vc tulangan geser minimum.
Jadi dipakai sengkang dengan tulangan 12 200 mm
BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 9
RENCANA ANGGARAN BIAYA
Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan rencana anggaran biaya
(RAB) adalah sebagai berikut :
Footplat 2 (F2)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
= (1,2x1,2 x1,5)x14 = 30,24 m3
Pondasi batu kali
Volume = (lebar x tinggi) x panjang
= (0,8 x 08)x 92 = 58,88 m3
Pondasi tangga
Volume = (lebar x tinggi) x panjang
= (1 x 1)x 1,5 = 1,5 m3
Pondasi tangga
Volume = (lebar x tinggi) x panjang
3
= (1 x 0,05)x 1,5 = 0,075 m
Lantai
Volume = tinggi x luas lantai
2
= 0,05 x 440 = 22 m
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 211
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 212
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
D. Balok 20/30
Volume = tinggi xlebar x panjang
3
= 0,3x0,2x 80 = 4,8 m
E. Kolom utama
Kolom40/40
Volume = (panjang xlebarx tinggi) x n
3
= (0,4x0,4x8)x 40 = 51,2 m
Kolom 20/30
Volume = (panjang xlebar) x panjang
3
= (0,2x0,3x8)x 14 = 6,72 m
F. Ringbalk
Volume = (tinggi xlebar)x panjang
3
= (0,2x0,3) x180 = 10,8 m
G. Plat lantai (t=12cm)
Volume = luas lantai 2x tebal
= 440 x0,12 = 52,8 m3
H. Plat Atap (t=10cm)
Volume = luas plat atap x tebal
= (88 x0,10) + (16x 0,10) = 10,4 m3
I. Plat kanopi (t=8cm)
Volume = (luas plat kanopi x tebal)x n
= (1,32 x0,08) x28 = 2,957 m3
J. Sirip kanopi (t=8cm)
Volume = (luas sirip kanopi x tebal)x n
= (0,59875 x0,08) x28 = 1,34 m3
K. Balok praktis 15/15
Volume = (tinggi xlebar)x panjang
= (0,15x0,15) x160 = 3,6 m3
L. Tangga
Volume = ((luas plat tangga x tebal)x 2) + plat bordes
= (5,408 x 0,12) x2) + (3 x 0,15)
= 1,748 m3
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 213
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 214
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
2
= 29,7174 m
Luas daun jendela = J1+ J2
= (0,90 x1,1 ) x32 + (0,88x1,52)x 15
2
= 51,744 m
Volume = Luas daun pintu+ Luas daun jendela
2
= 81,462 m
C. Pasang jalusi kaca (t=5mm)
2
Luas tipe P3 = ((0,76x0,24.x2) +(1,12 x 0,24))x 7 = 4,435 m
2
P4 = (0,76x0,24.x2) +(0,8 x 0,24) = 0,557 m
2
J1 = (1,1 x 0,42)x32 = 14,784 m
2
J2 = (1,52 x 0,24)x7 = 2,554 m
Volume = luas P3+P4+J1+J2
2
= 22,330 m
D. Pasang kaca polos (t=5mm)
Luas tipe P1 = (1,5 x 1,52) + (0,25x 0,73) = 2,463 m2
P2 = 1,5 x 1,52 = 2,28 m2
P3 = ((0,52 x 0,64)x2)x 7 = 4,659 m2
P4 = (0,52 x 0,64)x2 = 0,665 m2
J1 = ((0,31 x 0,66)x2)x32 = 13,095 m2
J2 = ((0,52 x 0,64)x2)x7 = 4,659 m2
Volume = luas P1+P2+P3+P4+J1+J2
= 27,822 m2
E. Pasang kaca es
Volume = (0,3 x 0,96)x2)x16
= 9,216 m2
F. Pekerjaan Perlengkapan pintu
Tipe p1= 1 unit
Tipe p2= 1 unit
Tipe p3= 4 unit
Tipe p4= 1 unit
Tipe p5= 4 unit
Tipe ps= 4 unit
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 215
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
Volume = panjang x n
= 22,327 x 4 = 89,308 m
Volume = panjang x n
= 36,824 x 8 = 294,592 m
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 216
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
Volume = panjang x n
= 36,824 x 2 = 73,648 m
Gording ([Link],5)
panjang profil gording= 176,573 + 111 = 287,573 m
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 218
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
D. Pasang floordrain
Volume = n
= 8 unit
E. Pasang tangki air 550l
Volume = n
= 2 unit
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 219
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai
pijar 25 watt
Volume = n
= 20 unit
C. Instalasi saklar
Saklar single
Volume = n
= 5 unit
Saklar double
Volume = n
= 19 unit
BAB 9 RAB
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur dan RAB Gedung Sekolah 2 Lantai
BAB 10
REKAPITULASI
1 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
2 1,628 45 . 45 . 5 2 12,7
3 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
4 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
5 1,333 45 . 45 . 5 2 12,7
6 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
7 0,934 45 . 45 . 5 2 12,7
8 1,628 45 . 45 . 5 2 12,7
9 1,870 45 . 45 . 5 2 12,7
10 2,297 45 . 45 . 5 2 12,7
11 2,800 45 . 45 . 5 3 12,7
b. Jurai
Tabel 10.2. Rekapitulasi Jurai
Nomor
Panjang Batang Dimensi Profil Baut (mm)
Batang
1 2,104 45 . 45 . 5 3 12,7
2 2,104 45 . 45 . 5 2 12,7
3 2,104 45 . 45 . 5 3 12,7
4 1,886 45 . 45 . 5 3 12,7
5 1,886 45 . 45 . 5 2 12,7
6 1,886 45 . 45 . 5 3 12,7
7 0,933 45 . 45 . 5 2 12,7
8 2,104 45 . 45 . 5 2 12,7
9 1,867 45 . 45 . 5 2 12,7
10 2,653 45 . 45 . 5 2 12,7
11 2,8 45 . 45 . 5 3 12,7
c. Kuda-kuda utama A
Tabel 10.3. Rekapitulasi Kuda-Kuda Utama A
Nomor
Panjang batang Dimensi Profil Baut (mm)
Batang
1 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
2 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
3 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
4 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
5 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
6 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
7 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
8 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
9 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
10 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
11 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
12 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
13 0,934 45 . 45 . 5 3 12,7
14 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
15 1,870 45 . 45 . 5 3 12,7
16 2.297 45 . 45 . 5 3 12,7
17 2,800 45 . 45 . 5 3 12,7
18 2,297 45 . 45 . 5 3 12,7
BAB 9 Rekapitulasi
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai 223
19 1,870 45 . 45 . 5 3 12,7
20 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
21 0,934 45 . 45 . 5 3 12,7
d. Kuda-kuda utama B
Tabel 10.4. Rekapitulasi Kuda-Kuda Utama B
Nomor Panjang
Dimensi Profil Baut (mm)
Batang batang
1 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
2 1,333 55 . 55 . 6 2 12,7
3 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
4 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
5 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
6 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
7 1,628 55 . 55 . 6 3 12,7
8 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
9 1,628 55 . 55 . 6 3 12,7
10 1,628 55 . 55 . 6 3 12,7
11 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
12 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
13 0,934 55 . 55 . 6 2 12,7
14 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
15 1,870 55 . 55 . 6 2 12,7
16 2.297 55 . 55 . 6 2 12,7
17 2,800 55 . 55 . 6 3 12,7
18 2,297 55 . 55 . 6 2 12,7
19 1,870 55 . 55 . 6 2 12,7
20 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
21 0,934 55 . 55 . 6 2 12,7
BAB 9 Rekapitulasi
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai 224
10.2 Tulangan beton
Tabel 10.5. Rekapitulasi Tulangan Beton
No Elemen Dimensi Tul. Tumpuan Tul. Lapangan Tul. Geser Ket.
Pondasi
1 1,9x1,9x0,5 - 16-160 mm 12200 Pondasi portal
F1
Pondasi
2 1,2x1,2x0,3 - 16-200 mm 12200 Pondasi portal
F1
Lantai 1
3 Sloof 1 250/400 4D16 mm 2D16 mm 8150 mm
arah y
Lantai 1
3 Sloof 2 200/300 2D16 mm 2D16 mm 8120 mm
arah x
Lantai
4 Kolom 40/40 4D16 mm 4D16 mm 8200 mm
1 dan 2
Plat
5 t = 0,12 12-100 mm 12-150 mm 8200 mm -
tangga
Balok
6 200/300 312 mm 312 mm 8120 mm -
bordes
Balok portal
7 250/400 3D19 mm 3D19 mm 10150 mm Lantai 2 arah x
memanjang
Balok portal
8 400/700 8D19 mm 8D19 mm 10150 mm Lantai 2 arah y
melintang
Balok
9 Anak As C 250/400 4D16 mm 3D16 mm 8125 mm Lantai 2 arah x
1-12
Balok
10 Anak As 1 250/400 3D19 mm 3D19 mm 8100 mm Lantai 2 arah y
C-D
Balok
11 Anak As 6 200/300 2D16 mm 2D16 mm 10100 mm Lantai 2 arah y
B-C
12 Plat lantai t = 0,12 10120 mm 10240 mm - Lantai 2 arah x
BAB 9 Rekapitulasi
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai 225
Arah X
Plat lantai
13 t = 0,12 10120 mm 10240 mm - Lantai 2 arah y
Arah Y
Rink
14 200/300 4D13 mm 2D13 mm 8200 mm Balok atap
balk
BAB 9 Rekapitulasi
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung,
(SNI 03-1729-2002)Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.
Anonim, 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung
(SNI 03-2847-2002), Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.