0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan247 halaman

RAB dan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

ad

Diunggah oleh

AZhard AzZhardry
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan247 halaman

RAB dan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

ad

Diunggah oleh

AZhard AzZhardry
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN STRUKTUR

Dan
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI

TUGAS AKHIR

Diajukan sebagai S alah S atu S yarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya
pada Program D-III Teknik S ipil Jurusan Teknik S ipil
Fakultas Teknik Universitas S ebelas Maret
S urakarta

Dikerjakan oleh :

RUBIYANTO
NIM : I 8507027

PROGRAM D-III TEKNIK S IPIL


JURUS AN TEKNIK S IPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERS ITAS S EBELAS MARET
S URAKARTA
2010

i
LEMBAR PERSETUJUAN

PERENCANAAN S TRUKTUR dan RENCANA ANGGARAN BIAYA


GEDUNG S EKOLAH 2 LANTAI
TUGAS AKHIR

Dikerjakan Oleh:

RUBIYANTO
NIM : I 8507027

Diperiksa dan disetujui ;


Dosen Pembimbing

ACHMAD BAS UKI.,S T,MT


NIP. 19710901 199702 1 001

ii
LEMBAR PENGESAHAN
PERENCANAAN S TRUKTUR dan RENCANA ANGGARAN BIAYA
GEDUNG S EKOLAH 2 LANTAI

TUGAS AKHIR

Dikerjakan Oleh:
RUBIYANTO
NIM : I 8507027

Dipertahankan didepan tim penguji:


1. ACHMAD BAS UKI,S T., MT :..............................................................
NIP. 19710901 199702 1 001

2. Ir. DELAN S OEHARTO, MT :..............................................................


NIP. 19550504 198003 1 003

3. Ir. ENDANG RIS MUNARS I, MT :..............................................................


NIP. 19570917 198601 2 001

M engetahui, Disahkan,
Ketua Jurusan Teknik Sipil Ketua Program D-III Teknik
Fakultas Teknik UNS Jurusan Teknik Sipil FT UNS

Ir. BAMBANG S ANTOS A, MT Ir. S LAMET PRAYITNO, MT


NIP. 19590823 198601 1 001 NIP. 19531227 198601 1 001

M engetahui,
a.n. Dekan
Pembantu Dekan I
Fakultas Teknik UNS

Ir. NOEGROHO DJARWANTI, MT


NIP. 19561112 198403 2 007

iii
MOTTO

Jangan pernah menunda-nunda suatu pekerjaan,karena semakin lama ditunda semakin


sulit pula untuk kita segera memulainya..!!! (this my spirit). (penulis)

Langit memang berlapis adanya,samudra pun membentang luasnya,,tak ubahnya


diriku,takkan usai semangatku.... (piyu-padi)

Dedicated to

Kupersembahkan karyaku ini untuk:

Bapak dan ibu tercinta, yang tidak henti-hentinya memberi doa, semangat dan
dukungan kepadaku.
Kakak kakak ku yang tercinta, yang telah memberiku bimbingan dan semangat
untuk lebih maju menuju ke masa depan.
mawar biru yang begitu indah sebagai anugerah terindah yang pernah aku miliki, dari
kaulah aku menjadi bijak dan dewasa.
Rekan-rekan d3Teknik Sipil 07 makasih atas bantuan dan dukungannya
Rekan-rekan civil base Semoga sukses dan siap untuk menjemput masa depan yang
lebih baik.
Indonesia

iv
Terima ks i h ku terunt u k

Pemilik roh ku Allah SWT atas sgala mukjizat dan keajaiban yang tercurah dalam
hidupku, beserta kanjeng Nabi Muhamad SAW sbg suri tauladan yang baik dalam
setiap langkah hidupku
Orang Tua ku yang telah Mengasuh Aku sejak aku lahir sampai sekarang ini,entah
kapan aku bisa membalasnya.
Bapak Achmad Basuki yang telah membimbing aku dalam mengerjakan Tugas
Akhir ini
Sahabat sahabat Tugas Akhir d3 sipil gedung 07 kalian adalah diantara orang
orang hebat yang pernah Aku temui,terimakasih atas kerjasamanya selama ini
Special thanks forSH terimaksih atas dukungan, masukan kamu selama ini. Dari
engkau aku lebih dewasa dan semangat jalani hidup.
Partner setiaku AD 2123 JR yang setia mengantarku berjuang dalam suka &
duka meraih keberhasilan, maaf jika keberadaanmu kurang kuperhatikan dan kuperlakukan
semauku.
Rekan-rekan dari UMS wiwit & thanks for all.

my brother & sister [Link] & [Link],,ms toni,andi,heri, ,jeni, terimakasih atas segala
bimbingan dan dukunganya selama ini.

v
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul PERENCANAAN STRUKTUR dan
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI
dengan baik. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penyusun banyak menerima
bimbingan, bantuan dan dorongan yang sangat berarti dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, dalam kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan rasa terima kasih
yang tak terhingga kepada :

1. Segenap pimpinan Fakultas Teknik Universitas Sebelas M aret Surakarta


beserta stafnya.
2. Segenap pimpinan Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas M aret Surakarta
beserta stafnya.
3. Segenap pimpinan Program D-III Teknik Sipil Universitas Sebelas M aret
Surakarta beserta stafnya.
4. Achmad Basuki.,ST,M T. selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir atas
arahan dan bimbingannya selama dalam penyusunan tugas ini.
5. Ir. Budi Laksito, selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan
bimbingannya.
6. Rekan rekan dari Teknik Sipil 07 yang telah membantu terselesaikannya
laporan Tugas Akhir ini, dan semua pihak yang telah membantu
terselesaikannya laporan Tugas Akhir ini.

Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran maupun masukan yang membawa
ke arah perbaikan dan bersifat membangun sangat penyusun harapkan. Semoga
Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan
pembaca pada umumnya.
Surakarta, Juli 2010

Penyusun

v
DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL................................. ................................................. i
HALAMAN PENGES AHAN. ................................................................... ii
MOTTO ..................................................................................................... iv
PERS EMBAHAN ....................................................................................... v
KATA PENGANTAR. ............................................................................... vi
DAFTAR IS I. ............................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................. xiii
DAFTAR TABEL....................................................................................... xiv
DAFTAR NOTAS I DAN S IMBOL ......................................................... xv

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.................................................................................... 1


1.2 M aksud dan Tujuan. .......................................................................... 1
1.3 Kriteria Perencanaan .......................................................................... 2
1.4 Peraturan-Peraturan Yang Berlaku .................................................... 3

BAB 2 DAS AR TEORI

2.1 Dasar Perencanaan ............................................................................. 4


2.1.1 Jenis Pembebanan 4
2.1.2 Sistem Bekerjanya Beban 6
2.1.3 Provisi Keamanan... 7
2.2 Perencanaan Atap.............................................................................. 9
2.3 Perencanaan Tangga........................................................................... 9
2.4 Perencanaan Plat Lantai..................................................................... 9
2.5 Perencanaan Balok Anak ................................................................... 10
2.6 Perencanaan Portal ............................................................................ 10
2.7 Perencanaan Pondasi ......................................................................... 10

viii
BAB 3 RENCANA ATAP

3.1 Perencanaan Atap... 11


3.1.1 Dasar Perencanaan .................................................................. 12
3.2 Perencanaan Gording......................................................................... 13
3.2.1 Perencanaan Pembebanan .................................................... 14
3.2.2 Perhitungan Pembebanan........................................................ 14
3.2.3 Kontrol Terhadap Tegangan ................................................... 16
3.2.4 Kontrol terhadap lendutan...................................................... 16
3.3 Perencanaan Setengah Kuda-Kuda.................................................... 18
3.3.1 Perhitungan Panjang Batang Setengah Kuda-Kuda ............... 18
3.3.2 Perhitungan Luasan Setengah Kuda-Kuda............................. 19
3.3.3 Perhitungan Pembebanan Setengah Kuda-kuda ..................... 22
3.3.4 Perencanaan Profil Kuda-kuda ............................................... 29
3.3.5 Perhitungtan Alat Sambung .................................................... 31
3.4 Perencanaan Jurai ............................................................................. 34
3.4.1 Perhitungan Panjang Batang Jurai.......................................... 34
3.4.2 Perhitungan Luasan Jurai ....................................................... 35
3.4.3 Perhitungan Pembebanan Jurai ............................................. 38
3.4.4 Perencanaan Profil Jurai ......................................................... 45
3.4.5 Perhitungan Alat Sambung ..................................................... 46
3.5 Perencanaan Kuda-kuda Utama A..................................................... 50
3.5.1 Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda................................ 50
3.5.2 Perhitungan Luasan Setengah Kuda-kuda Utama .................. 51
3.5.3 Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama ........................ 55
3.5.4 Perencanaan Profil Kuda-kuda Utama ................................... 63
3.5.5 Perhitungan Alat Sambung ..................................................... 65
3.6 Perencanaan Kuda-kuda Utama B .................................................... 69
3.6.1 Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda................................ 69
3.6.2 Perhitungan Luasan Setengah Kuda-kuda Utama .................. 70
3.6.3 Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama......................... 73
3.6.4 Perencanaan Profil Kuda-kuda Utama ................................... 80

ix
3.6.5 Perhitungan Alat Sambung ..................................................... 82

BAB 4 PERENCANAAN TANGGA

4.1 Uraian Umum .................................................................................... 86


4.2 Data Perencanaan Tangga .................................................................. 86
4.3 Perhitungan Tebal Plat Equivalent dan Pembebanan......................... 88
4.3.1 Perhitungan Tebal Plat Equivalent ........................................ 88
4.3.2 Perhitungan Beban.. 89
4.4 Perhitungan Tulangan Tangga dan Bordes. 90
4.4.1 Perhitungan Tulangan Tumpuan. 90
4.4.2 Perhitungan Tulangan Lapangan 91
4.5 Perencanaan Balok Bordes. 93
4.5.1 Pembebanan Balok Bordes. 93
4.5.2 Perhitungan Tulangan Lentur. 94
4.5.3 Perhitungan Tulangan Geser.. 95
4.6 Perhitungan Pondasi Tangga.. 96
4.7 Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi 97

BAB 5 PLAT LANTAI

5.1 Perencanaan Plat Lantai .................................................................... 100


5.2 Perhitungan Beban Plat Lantai.. . 100
5.3 Perhitungan M omen ........................................................................... 101
5.4 Penulangan Plat Lantai.. . 106
5.5 Penulangan Tumpuan Arah x.. 108
5.6 Penulangan Tumpuan Arah y. 109
5.7 Penulangan Lapangan Arah x.. 110
5.8 Penulangan Lapangan Arah y.. 111
5.9 Rekapitulasi Tulangan. 112

x
BAB 6 PERENCANAAN BALOK ANAK

6.1 Perencanaan Balok Anak ................................................................... 114


6.1.1 Perhitungan Lebar Equivalent. 114
6.1.2 Lebar Equivalent Balok Anak 115
6.2 Perhitungan Pembebanan Balok Anak 115
6.2.1 Pembebanan Balok Anak As A-A 116
6.3 Perhitungan Tulangan Balok Anak. 116
6.3.1 Perhitungan Tulangan Balok Anak As A-A . 116

BAB 7 PERENCANAAN PORTAL

7.1 Perencanaan Portal 122


7.1.1 M enentukan Dimensi Perencanaan Portal.. 122
7.1.2 Ukuran Penampang Kolom. 122
7.2 Perhitungan Beban Equivalent Plat. 124
7.2.1 Lebar Equivalent..... 124
7.2.2 Pembebanan Balok Portal.. 125
7.3 Penulangan Balok Portal. 148
7.3.1 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Portal M emanjang 149
7.3.2 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Portal M elintang . 152
7.4 Penulangan Kolom.. 156
7.4.1 Perhitungan Tulangan Lentur Kolom. 156
7.4.2 Perhitungan Tulangan Geser Kolom 157
7.5 Penulangan Ring Balk. 157
7.5.1 Perhitungan Tulangan Lentur .. ...... 157
7.5.2 Perhitungan Tulangan Geser .. 157
7.6 Penulangan Sloof 159
7.6.1 Perhitungan Tulangan Lentur ... 160
7.6.2 Perhitungan Tulangan Geser.. 160

xi
BAB 8 PERENCANAAN PONDAS I

8.1 Data Perencanaan .............................................................................. 162


8.2 Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi 163
8.3 Perhitungan Tulangan Lentur. 164
8.4 Perhitungan Tulangan Geser.. 165

BAB 9 REKAPITULAS I

9.1 Konstruksi Kuda-kuda ....................................................................... 167


9.2 Tulangan Beton ...................................... 169

BAB 10 KES IMPULAN............................................................................. 171

PENUTUP.. . xvi
DAFTAR PUS TAKA. xvii
LAMPIRAN-LAMPIRAN . xviii

xii
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semakin pesatnya perkembangan dunia teknik sipil di Indonesia saat ini menuntut
terciptanya sumber daya manusia yang dapat mendukung kemajuannya dalam
bidang ini. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, kita sebagai
bangsa Indonesia akan dapat memenuhi tuntutan ini. Karena dengan hal ini kita
akan semakin siap menghadapi tantangannya.

Bangsa Indonesia telah menyediakan berbagai sarana guna memenuhi sumber


daya manusia yang berkualitas. Dalam merealisasikan hal ini Universitas Sebelas
M aret Surakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dap at memenuhi
kebutuhan tersebut memberikan Tugas Akhir sebuah perencanaan struktur gedung
bertingkat dengan maksud agar dapat menghasilkan tenaga yang bersumber daya
dan mampu bersaing dalam dunia kerja.

1.2 Maksud Dan Tujuan

Dalam menghadapi pesatnya perkembangan zaman yang semakin modern dan


berteknologi, serta semakin derasnya arus globalisasi saat ini sangat diperlukan
seorang teknisi yang berkualitas. Dalam hal ini khususnya teknik sipil, sangat
diperlukan teknisi-teknisi yang menguasai ilmu dan keterampilan dalam
bidangnya. Fakultas Teknik Universitas Sebelas M aret Surakarta sebagai lembaga
pendidikan bertujuan untuk menghasilkan ahli teknik yang berkualitas,
bertanggungjawab, kreatif dalam menghadapi masa depan serta dapat
mensukseskan pembangunan nasional di Indonesia.

BAB 1 Pendahulu an 1
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 2

Fakultas Teknik Universitas Sebelas M aret Program D III Jurusan Teknik Sipil
memberikan Tugas Akhir dengan maksud dan tujuan :

1. M ahasiswa dapat merencanakan suatu konstruksi bangunan yang sederhana


sampai bangunan bertingkat.
2. M ahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam
merencanakan struktur gedung.
3. M ahasiswa diharapkan dapat memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam
perencanaan suatu struktur gedung.

1.3 Kriteria Perencanaan

1. Spesifikasi Bangunan
a. Fungsi Bangunan : Gedung sekolah
2
[Link] Bangunan : 915 m
c. Jumlah Lantai : 2 lantai
[Link] Tiap Lantai : 4m
e. Konstruksi Atap : Rangka kuda-kuda baja
f. Penutup Atap : Genteng tanah liat
[Link] : Foot Plate

2. Spesifikasi Bahan
a. M utu Baja Profil : BJ 37
b. M utu Beton (fc) : 25 M Pa
c. M utu Baja Tulangan (fy) : Polos: 240 M pa
Ulir : 360 M pa.

BAB 1 Pendahulu an
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 3

1.4 Peraturan-Peraturan Yang Berlaku

a. SNI 03-1729-2002_ Tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan


gedung.
b. SNI 03-2847-2002_ Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan
gedung.
c. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG 1989).
d. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI 1984).

BAB 1 Pendahulu an
4
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

BAB 2
DASAR TEORI

2.1. Dasar Perencanaan

2.1.1. Jenis Pembebanan

Dalam merencanakan struktur suatu bangunan bertingkat, digunakan struktur yang


mampu mendukung berat sendiri, gaya angin, beban hidup maupun beban khusus
yang bekerja pada struktur bangunan tersebut. Beban-beban yang bekerja pada
struktur dihitung menurut Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung
1989, beban-beban tersebut adalah :

1. Beban Mati (qd)

Beban mati adalah berat dari semua bagian suatu gedung yang bersifat tetap,
termasuk segala unsur tambahan, penyelesaianpenyelesaian, mesin-mesin serta
peralatan tetap yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gedung. Untuk
merencanakan gedung, beban mati yang terdiri dari berat sendiri bahan bangunan
dan komponen gedung adalah :
a) Bahan Bangunan :
1. Beton Bertulang ........................................................................... 2400 kg/m3
2. Pasir ........................................................................................ 1800 kg/m3
3. Beton biasa ................................................................................... 2200 kg/m3
b) Komponen Gedung :
1. Langit langit dan dinding (termasuk rusuk rusuknya,
tanpa penggantung langit-langit atau pengaku),terdiri dari :
- semen asbes (eternit) dengan tebal maximum 4mm .................. ... 11 kg/m2
- kaca dengan tebal 3 4 mm ....................................................... 10 kg/m2
2. Penggantung langit- langit (dari kayu), dengan bentang
maksimum 5 m dan jarak s.k.s. minimum 0,80 m........................... 7 kg/m2

BAB 2 Dasar Teori


4
5
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3. Penutup lantai dari tegel, keramik dan beton (tanpa adukan)


per cm tebal .................................................................................. 24 kg/m2
4. Adukan semen per cm tebal ......................................................... ... 21 kg/m2
5. Penutup atap genteng dengan reng dan usuk ............................... ... 50 kg/m2
6. Dinding pasangan batu merah setengah bata ............................... .1700 kg/m2

2. Beban Hidup (ql)

Beban hidup adalah semua bahan yang terjadi akibat penghuni atau pengguna
suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang
yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung
itu, sehingga mengakibatkan perubahan pembebanan lantai dan atap tersebut.
Khususnya pada atap, beban hidup dapat termasuk beban yang berasal dari air
hujan (PPIUG 1989).Beban hidup yang bekerja pada bangunan ini disesuaikan
dengan rencana fungsi bangunan tersebut. Beban hidup untuk bangunan ini terdiri
dari :

2
Beban atap.............................................................................................. 100 kg/m
2
Beban tangga dan bordes........................................................................ 300 kg/m
2
Beban lantai ........................................................................................... 250 kg/m

Berhubung peluang untuk terjadi beban hidup penuh yang membebani semua
bagian dan semua unsur struktur pemikul secara serempak selama unsur gedung
tersebut adalah sangat kecil, maka pada perencanaan balok induk dan portal dari
sistem pemikul beban dari suatu struktur gedung, beban hidupnya dikalikan
dengan suatu koefisien reduksi yang nilainya tergantung pada penggunaan gedung
yang ditinjau, seperti diperlihatkan pada tabel :

BAB 2 Dasar Teori


6
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Tabel 2.1 Koefisien reduksi beban hidup


Koefisien reduksi beban hidup
Penggunaan gedung untuk perencanaan balok Induk
dan portal
PERUM AHAN / HUNIAN :
Rumah tinggal, rumah sakit, dan hotel 0,75
PENDIDIKAN :
Sekolah dan ruang kuliah 0,90
PENYIM PANAN :
Gudang, perpustakaan dan ruang arsip 0,90
TANGGA :
Pendidikan dan kantor 0,75
Sumber : PPIUG 1989

3. Beban Angin (W)

Beban Angin adalah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung
yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara (PPIUG 1989).
Beban Angin ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan tekanan
negatif (hisapan), yang bekerja tegak lurus pada bidang yang ditinjau. Besarnya
tekanan positif dan negatif yang dinyatakan dalam kg/m2 ini ditentukan dengan
mengalikan tekanan tiup dengan koefisien koefisien angin. Tekan tiup harus
diambil minimum 25 kg/m2, kecuali untuk daerah di laut dan di tepi laut sampai
sejauh 5 km dari tepi pantai. Pada daerah tersebut tekanan hisap diambil minimum
40 kg/m2.

Sedangkan koefisien angin untuk gedung tertutup :


[Link] Vertikal
a) Di pihak angin..................................................................................+ 0,9
b) Di belakang angin ............................................................................- 0,4
2. Atap segitiga dengan sudut kemiringan
a) Di pihak angin : < 65 ................................................................0,02 - 0,4
65 < < 90 .......................................................+ 0,9
b) Di belakang angin, untuk semua .................................................- 0,4

BAB 2 Dasar Teori


7
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

2.1.2. S istem Kerjanya Beban

struktur atap kuda-kuda

ring Balok

Kolom

lantai dua

Plat Lantai+Balok

Kolom

lantai 1

Sloof

tanah dasar
Foot Plat

Semua Beban didistribusikan


menuju tanah dasar

Gambar 2.1 Arah Pembebanan pada Struktur

Bekerjanya beban untuk bangunan bertingkat berlaku sistem gravitasi, yaitu


elemen struktur yang berada di atas akan membebani elemen struktur di
bawahnya, atau dengan kata lain elemen struktur yang mempunyai kekuatan lebih
besar akan menahan atau memikul elemen struktur yang mempunyai kekuatan
lebih kecil. Dengan demikian sistem kerjanya beban untuk elemen elemen
struktur gedung bertingkat secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut :
Beban atap akan diterima oleh ringbalk, kemudian diteruskan kepada kolom.
Beban pelat lantai akan didistribusikan kepada balok anak dan balok portal,
kemudian dilanjutkan ke kolom, dan didistribusikan menuju sloof, yang
selanjutnya akan diteruskan ke tanah dasar melalui pondasi telapak.

BAB 2 Dasar Teori


8
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

2.1.3. Provisi Keamanan

Dalam Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1989, struktur harus


direncanakan untuk memiliki cadangan kekuatan untuk memikul beban yang lebih
tinggi dari beban normal. Kapasitas cadangan ini mencakup faktor pembebanan
(U), yaitu untuk memperhitungkan pelampauan beban dan faktor reduksi (),
yaitu untuk memperhitungkan kurangnya mutu bahan di lapangan. Pelampauan
beban dapat terjadi akibat perubahan dari penggunaan untuk apa struktur
direncanakan dan penafsiran yang kurang tepat dalam memperhitungkan
pembebanan. Sedang kekurangan kekuatan dapat diakibatkan oleh variasi yang
merugikan dari kekuatan bahan, pengerjaan, dimensi, pengendalian dan tingkat
pengawasan.

Tabel 2.2 Faktor Pembebanan U


No. KOMBINAS I BEBAN FAKTOR U
1. D 1.4 D
2. D, L 1,2 D +1,6 L + 0,5 (A atau R)
3 D, L,W 1,2 D + 1,0 L 1,3 W + 0,5 (A atau R)

Keterangan :
A = Beban Atap
D = Beban mati
L = Beban hidup
Lr = Beban hidup tereduksi
R = Beban air hujan
W = Beban angin

BAB 2 Dasar Teori


9
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Tabel 2.3 Faktor Reduksi Kekuatan


No GAYA
1. Lentur tanpa beban aksial 0,80
2. Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur 0,80
3. Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur 0,65 0,80
4. Geser dan torsi 0,60
5. Tumpuan Beton 0,70

Karena kandungan agregat kasar untuk beton struktural seringkali berisi agregat
kasar berukuran diameter lebih dari 2 cm, maka diperlukan adanya jarak tulangan
minimum agar campuran beton basah dapat melewati tulangan baja tanpa terjadi
pemisahan material sehingga timbul rongga rongga pada beton. Sedang untuk
melindungi dari karat dan kehilangan kekuatannya dalam kasus kebakaran, maka
diperlukan adanya tebal selimut beton minimum :
Beberapa persyaratan utama pada Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk
Gedung 1983 adalah sebagai berikut :
a. Jarak bersih antara tulangan sejajar yang selapis tidak boleh kurang dari db
atau 25 mm, dimana db adalah diameter tulangan
b. Jika tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan
pada lapisan atas harus diletakkan tepat diatas tulangan di bawahnya dengan
jarak bersih tidak boleh kurang dari 25 mm

Tebal selimut beton minimum untuk beton yang dicor setempat adalah:
a. Untuk pelat dan dinding = 20 mm
b. Untuk balok dan kolom = 40 mm
c. Beton yang berhubungan langsung dengan tanah atau cuaca = 50 mm

BAB 2 Dasar Teori


10
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

2.2. Perencanaan Atap

1. Pada perencanaan atap ini, beban yang bekerja adalah :


Beban mati
Beban hidup
Beban angin
2. Asumsi Perletakan
Tumpuan sebelah kiri adalah Sendi.
Tumpuan sebelah kanan adalah Rol.
3. Analisa tampang menggunakan peraturan S NI 03-1729-2002.
Dan untuk perhitungan dimensi profil rangka kuda kuda:
a. Batang tarik
Pmak
Ag perlu =
Fy
An perlu = 0,[Link]
Rn (2,[Link].d .t )
P
n
Rn
An = Ag-dt

L =Sambungan dengan Diameter


= 3.d
x jari-jari kelambatan
x
U 1
L
Ae = [Link]
Check kekutan nominal
Pn 0,9. [Link]
Pn P

BAB 2 Dasar Teori


11
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b. Batang tekan
Pmak
Ag perlu =
Fy
An perlu = 0,[Link]
h 300

tw Fy

K .l Fy
c
r E

Apabila = c 0,25 =1
1,43
0,25 < c < 1
1,6 - 0,67c

1,25.c
2
c 1,2
Rn (1,[Link].d .t )
P
n
Rn
Fy
Fcr

Pn . Ag .Fy
Pn P
2.3. Perencanaan Tangga

Untuk perhitungan penulangan tangga dipakai kombinasi pembebanan akibat


beban mati dan beban hidup yang disesuaikan dengan Peraturan Pembebanan
Indonesia Untuk Gedung (PPIUG 1989) dan S NI 03-2847-2002 dan analisa
struktur mengunakan perhitungan S AP 2000.
sedangkan untuk tumpuan diasumsikan sebagai berikut :
Tumpuan bawah adalah Jepit.
Tumpuan tengah adalah Jepit.
Tumpuan atas adalah Jepit.

BAB 2 Dasar Teori


12
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Perhitungan untuk penulangan tangga


Mu
Mn

dimana, 0,80
fy
m =
0,85 xf ' c

Mn
Rn =
bxd 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy

max = 0,75 . b

min < < maks tulangan tunggal


< min dipakai min = 0,0025
As = ada . b . d

Luas tampang tulangan


As = xbxd
2.4. Perencanaan Plat Lantai

1. Pembebanan :
Beban mati
2
Beban hidup : 250 kg/m
2. Asumsi Perletakan : jepit penuh
3. Analisa struktur menggunakan tabel 13.3.2 PPIUG 1989.
4. Analisa tampang menggunakan S NI 03-2847-2002.
Pemasangan tulangan lentur disyaratkan sebagai berikut :
1. Jarak minimum tulangan sengkang 25 mm
2. Jarak maksimum tulangan sengkang 240 atau 2h

BAB 2 Dasar Teori


13
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Penulangan lentur dihitung analisa tulangan tunggal dengan langkah-langkah


sebagai berikut :
Mu
Mn

dimana, 0,80
fy
m =
0,85 xf ' c

Mn
Rn =
bxd 2

1 [Link]
= 1 1

m fy

0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy

max = 0,75 . b

min < < maks tulangan tunggal


< min dipakai min = 0,0025
As = ada . b . d

Luas tampang tulangan


As = xbxd

2.5. Perencanaan Balok Anak

1. Pembebanan
2. Asumsi Perletakan : jepit jepit
3. Analisa struktur pada perencanaan atap ini menggunakan program S AP 2000.
4. Analisa tampang menggunakan peraturan S NI 03-2847-2002.

Perhitungan tulangan lentur :

BAB 2 Dasar Teori


14
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Mu
Mn

dimana, 0,80
fy
m =
0,85 xf ' c

Mn
Rn =
bxd 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy

max = 0,75 . b

min < < maks tulangan tunggal


1,4
< min dipakai min =
f'y
Perhitungan tulangan geser :
0,60

Vc = 1 x f ' c xbxd
6
Vc = 0,6 x Vc
.Vc Vu 3 Vc
( perlu tulangan geser )
Vu < Vc < 3 Vc
(tidak perlu tulangan geser)
Vs perlu = Vu Vc
( pilih tulangan terpasang )
( Av. fy.d )
Vs ada =
s
( pakai Vs perlu )

BAB 2 Dasar Teori


15
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

2.6. Perencanaan Portal

1. Pembebanan
2. Asumsi Perletakan
Jepit pada kaki portal.
Bebas pada titik yang lain
3. Analisa struktur pada perencanaan atap ini menggunakan program S AP 2000.
4. Analisa tampang menggunakan peraturan S NI 03-2847-2002.

Perhitungan tulangan lentur :


Mu
Mn

dimana, 0,80
fy
m =
0,85 xf ' c

Mn
Rn =
bxd 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy

max = 0,75 . b

min < < maks tulangan tunggal


1,4
< min dipakai min =
f'y
Perhitungan tulangan geser :
0,60

Vc = 16 x f ' c xbxd

Vc = 0,6 x Vc

BAB 2 Dasar Teori


16
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

.Vc Vu 3 Vc
( perlu tulangan geser )
Vu < Vc < 3 Vc
(tidak perlu tulangan geser)
Vs perlu = Vu Vc
( pilih tulangan terpasang )
( Av. fy.d )
Vs ada =
s
( pakai Vs perlu )

2.7. Perencanaan Pondasi

1. Pembebanan : Beban aksial dan momen dari analisa struktur portal akibat
beban mati dan beban hidup.
2. Analisa tampang menggunakan peraturan S NI 03-2847-2002.
Perhitungan kapasitas dukung pondasi :

Vtot M tot
y ang terjadi =
A 1
.b.L2
6

= tan ahterjadi< ijin tanah..........( dianggap aman )

Sedangkan pada perhitungan tulangan lentur

Mu = . qu . t 2

fy
m =
0,85 xf ' c

Mn
Rn =
bxd 2

BAB 2 Dasar Teori


17
TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

1 [Link]
= 1 1

m fy

0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy

max = 0,75 . b

min < < maks tulangan tunggal


< min dipakai min = 0,0036
As = ada . b . d

Luas tampang tulangan


As = xbxd
Perhitungan tulangan geser :

Vu = x A efektif

0,60

Vc = 1 x f ' c xbxd
6
Vc = 0,6 x Vc
.Vc Vu 3 Vc
( perlu tulangan geser )
Vu < Vc < 3 Vc
(tidak perlu tulangan geser)
Vs perlu = Vu Vc
( pilih tulangan terpasang )
( Av. fy.d )
Vs ada =
s
( pakai Vs perlu )

BAB 2 Dasar Teori


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah Dua lantai

BAB 3
PERENCANAAN ATAP

3.1 . Rencana Atap

Pelat Atap

G KK B KK A KK A KK A KK A KK A KK A KK A KK A KK B
TS TS TS TS
G
SG SG SG SG SG SG

Pelat Atap

Gambar 3.1 Rencana atap

Keterangan :
KK A = Kuda-kuda utama A G = Gording
KK B = Kuda-kuda utama B N = Nok
KK = Setengah kuda-kuda JR = Jurai
SR = Sag Rod TS = Track Stang

3.1.1. Dasar Perencanaan

Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan rencana atap adalah sebagai
berikut :
a. Bentuk rangka kuda-kuda : seperti tergambar.
b. Jarak antar kuda-kuda : 4,00 m
c. Kemiringan atap () : 35
d. Bahan gording : baja profil lip channels ( ).

BAB 3 Perencanaan Atap 16


Tugas Akhir 17
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

e. Bahan rangka kuda-kuda : baja profil double siku sama kaki ().
f. Bahan penutup atap : genteng.
g. Alat sambung : baut-mur.
h. Jarak antar gording : 1,628 m
i. Bentuk atap : Limasan.
2
j. M utu baja profil : Bj-37 (Leleh = 2400 kg/cm )
2
(ultimate = 3700 kg/cm )

3.2. Perencanaan Gording


3.2.1. Perencanaan Pembebanan

Dicoba menggunakan gording dengan dimensi baja profil tipe lip channels/ kanal
kait ( ) 150 x 75 x 20 x 4,5 pada perencanaan kuda- kuda dengan data sebagai
berikut :
a. Berat gording = 11 kg/m. f. t s = 4,5 mm
4
b. Ix = 489 cm . g. t b = 4,5 mm
4 3
c. Iy = 99,2 cm . h. Z x = 65,2 cm .
3
d. h = 150 mm i. Zy = 19,8 cm .
e. b = 75 mm
Kemiringan atap () = 35.
Jarak antar gording (s) = 1,628 m.
Jarak antar kuda-kuda (L) = 4,00 m.

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 18
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Gambar 3.1 Rangka Kuda-Kuda A dan B


Pembebanan berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung
(PPIUG) 1983, sebagai berikut :
a. Berat penutup atap = 50 kg/m2.
b. Beban angin = 25 kg/m2.
c. Berat hidup (pekerja) = 100 kg.
d. Berat penggantung dan plafond = 18 kg/m2

3.2.2. Perhitungan Pembebanan


a. Beban Mati (titik)

y
x

qx

qy
P

Berat gording = 11 kg/m


Berat penutup atap = 1,638 x 50 = 81,4 kg/m
Berat Plafond = (1,334 x 18 ) = 24,012 kg/m +
= 116,412 kg/m
qx = q sin = 116,412 x sin 35 = 66,7712 kg/m.
qy = q cos = 116,412 x cos 35 = 95,36 kg/m.

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 19
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai
1 2 1 2
M x1 = /8 . qy . L = /8 x 95,36 x (4) = 190,72 kgm.
1 2 1 2
M y 1 = /8 . qx . L = /8 x 66,7712 x (4) = 133,5424 kgm.

b. Beban hidup
y
x

Px

Py
P

P diambil sebesar 100 kg.


Px = P sin = 100 x sin 35 = 57,358 kg.
Py = P cos = 100 x cos 35 = 81,916 kg.
1 1
M x2 = /4 . Py . L = /4 x 81,915 x 4 = 81,916 kgm.
M y 2 = 1/4 . Px . L = 1/4 x 57,358 x 4 = 57,358 kgm.
c. Beban angin

TEKAN HISAP

Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2.


Koefisien kemiringan atap () = 35.
1) Koefisien angin tekan = (0,02 0,4) = 0,3
2) Koefisien angin hisap = 0,4
Beban angin :
1) Angin tekan (W1) = koef. Angin tekan x beban angin x 1/2 x (s 1+s2)
= 0,3 x 25 x x (1,628+1,628) = 12,21 kg/m.
2) Angin hisap (W2) = koef. Angin hisap x beban angin x 1/2 x (s 1+s2)
= 0,4 x 25 x x (1,628+1,628) = -16,28 kg/m.

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 20
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Beban yang bekerja pada sumbu x, maka hanya ada harga M x :


1 2 1 2
1) M x (tekan) = /8 . W1 . L = /8 x 12,21 x (4) = 24,42 kgm.
2) M x (hisap) = 1/8 . W2 . L2 = 1/8 x -16,28 x (4)2 = -32,56 kgm.

Tabel 3.1 Kombinasi gaya dalam pada gording

Beban Beban Beban Angin Kombinasi


M omen M ati Hidup Tekan Hisap M inimum M aksimum
(kgm) (kgm) (kgm) (kgm) (kgm) (kgm)
Mx 190,72 81,916 24,42 -35,56 331,465 379,46
My 133,5424 57,358 - - 252,023 252,023

3.2.3. Kontrol Tahanan Momen

Kontrol terhadap momen M aximum


Mx = 379,46 kgm = 37946 kgcm.
M y = 252,023 kgm = 25202,3 kgcm.
Asumsikan penampang kompak :
M nx = [Link] = 65,2. 2400 = 156480 kgcm
M ny = [Link] = 19,8. 2400 = 47520 kgcm
Check tahanan momen lentur yang terjadi :
Mx My
1
b .M nx .M ny
37946 25202,3
0,85 1 ..OK
0,9.156480 0,9.47520

Kontrol terhadap momen M inimum


M x = 331,465 kgm = 33146,5 kgcm.
M y = 252,023 kgm = 252,023 kgcm.
Asumsikan penampang kompak :
M nx = [Link] = 65,2. 2400 = 156480 kgcm
M ny = [Link] = 19,8. 2400 = 47520 kgcm

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 21
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Check tahanan momen lentur yang terjadi :


Mx My
1
b .M nx .M ny
33146,5 25202,3
0,824 1.. OK
0,9.156480 0,9.47520

3.2.4 Kontrol Terhadap Lendutan


Di coba profil : 150 x 75 x 20 x 4,5
E = 2,1 x 106 kg/cm2 qx = 0,6678 kg/cm
Ix = 489 cm4 qy = 0,954 kg/cm
Iy = 99,2 cm4 Px = 57,358 kg
Py = 81,916 kg
1
Zijin 400 1,66 cm
240
[Link].L4 Px.L3
Zx =
[Link] [Link]

5.0,6678.(400) 4 57,358.400 3
= = 1,4357 cm
384.2,1.10 6.99,2 48.2,1.10 6..99,2

[Link].l 4 Py.L3
Zy =
[Link] [Link]
5.0,954.(400) 4 81,916.(400) 3
= = 0,416 cm
384.2,1 10 6.489 48.2,1.10 6.489

Z = Zx2 Zy 2

= (1,4357) 2 (0,416) 2 1,495 cm

Z Z ijin
1,495 cm 1,66 cm aman !

Jadi, baja profil lip channels ( ) dengan dimensi 150 x 75 x 20 x 4,5 aman dan
mampu menerima beban apabila digunakan untuk gording.

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 22
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.3. Perencanaan Setengah Kuda-kuda

1.628

2 11
2,8
10
9

1 8
7

4 5 6

Gambar 3.2 Panjang Batang Setengah Kuda- kuda

3.3.1. Perhitungan Panjang Batang S etengah Kuda-kuda

Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini :


Tabel 3.2 Perhitungan panjang batang pada setengah kuda-kuda

Nomer Batang Panjang Batang


1 1,628 m
2 1,628 m
3 1,628 m
4 1,333 m
5 1,333 m
6 1,333 m
7 0,934 m
8 1,628 m
9 1,870 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 23
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

10 2,297 m
11 2,800 m
3.3.2. Perhitungan luasan S etengah Kuda-kuda

Plat Atap
a

G
d

JR
g

JR
j

G
m

N
s
b

v
k

t
h

q
e

1/2 KK 1/2 KK
u
r
o
l

JR G KK A KK B KK B KK B KK B KK B KK B KK B KK B KD A JR
i
f

TS TS TS TS TS TS TS TS
c

G
SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG

Plat Atap
a

G
d

JR
g

G
m

v
b

t
h

q
e

1/2 KK
u
r
o
l

JR G
i
f
c

Gambar 3.3 Luasan Setengah Kuda-kuda

Panjang atap ve = 3 x 1,628 = 4,884 m


Panjang atap eb = 1,221 m
Panjang atap vb = ve + eb = 6,105
Panjang atap vh = (2 x 1,628) + 0,814 = 4,07

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 24
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Panjang atap vk = 2 x 1,628 = 3,256


Panjang atap vn = 1,628 + 0,814 = 2,442
Panjang atap vq = 1,628
Panjang atap vt = x 1,628 = 0,814
Panjang atap ac =5m
[Link]
Panjang atap df = = 4 m
vb
[Link]
Panjang atap gi = = 3,333 m
vb
[Link]
Panjang atap jl = = 2.665m
vb
[Link]
Panjang atap mo = =2 m
vb
[Link]
Panjang atap pr = = 1,333 m
vb
[Link]
Panjang atap su = = 0,666 m
vb

Luas atap giac


gi ac
= ( xhb)
2
3,333 5
= ( ) x 2,035 = 8,478 m2
2
Luas atap mogi
mo gi
= ( xnh)
2
2 3,333
= ( ) x1,628 = 4,33 m2
2
Luas atap sumo
su mo
= ( xtn)
2
0,666 2
= ( ) x1,628 = 2,170 m2
2
Luas atap vsu

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 25
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

=. Su. tv
=. 0,666.0,814 =0,271 m2

Plat Atap
a

G
d

JR
g

JR
j

G
m

N
s
b

v
k

t
h

q
e

1/2 KK 1/2 KK
u
r
o
l

JR G KK A KK B KK B KK B KK B KK B KK B KK B KK B KD A JR
i
f

TS TS TS TS TS TS TS TS
c

G
SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG SG

Plat Atap
a

G
d

JR
g

G
m

v
b

t
h

q
e

1/2 KK
u
r
o
l

JR G
i
f
c

Gambar 3.4. Luasan Plafon

Panjang plafond ve = 3 x 1,334 = 4,002 m


Panjang plafond eb =1m
Panjang plafond vb = ve + eb = 5,002 m
Panjang plafond ac =5m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 26
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Panjang plafond vh = (2 x 1,334) + 0,667 = 3,335


Panjang plafond vk = 2 x 1,334 = 2,668
Panjang plafond vn = 1,334 + 0,667 = 2,001
Panjang plafond vq = 1,334
Panjang plafond vt = x 1,1,334 = 0,667
[Link]
Panjang plafond df = = 4 m
vb
[Link]
Panjang plafond gi = = 3,333 m
vb
[Link]
Panjang plafond jl = = 2.665m
vb
[Link]
Panjang plafond mo = =2 m
vb
[Link]
Panjang plafond pr = = 1,333 m
vb
[Link]
Panjang plafond su = = 0,666 m
vb

Luas plafond giac


gi ac
= ( xhb)
2
3,333 5,
= ( ) x1,667 = 6,93 m2
2
Luas plafond mogi
mo gi
= ( xnh)
2
2 3,333
= ( ) x1,334 = 3,538 m2
2
Luas plafond sumo
su mo
= ( xtn)
2
0,666 2
= ( ) x1,334 = 1,803 m2
2
Luas plafond vsu

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 27
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

=. Su. tv
=. 0,666.0,667 =0,24 m2

3.3.3. Perhitungan Pembebanan S etengah Kuda-kuda

Data-data pembebanan :
Berat gording = 11 kg/m (sumber tabel baja)
Jarak antar kuda-kuda = 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)
Berat penutup atap = 50 kg/m2 (sumber PPIUG 1989)
Berat profil = 25 kg/m (sumber : tabel baja)
Beban hujan = (40- 0,8 ) kg/m2
= 40 0,8.35 = 12 kg/m2
P4

P3
3

P2 11
2
9 10

P1 1 8
7

4 5 6

P5 P6 P7

Gambar [Link] Setengah Kuda-kuda akibat beban mati

a) Perhitungan Beban
Beban Mati
1) Beban P1
a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording
= 11 x 4 = 44 kg
b) Beban atap = Luasan atap giac x Berat atap
= 8,478 x 50 = 423,9 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg ( 1 + 4 ) x berat profil kuda kuda

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 28
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

= x (1,628 + 1,334) x 25 = 36,975 kg


d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 36,975= 11,092 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 36,975= 3,6975 kg
f) Beban plafon = Luasan plafond giac x berat plafon
= 6,93 x 18 = 124,74 kg
2) Beban P2
a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording
= 11 x 2,665 = 29,315 kg
b) Beban atap = Luasan atap mogi x berat atap
= 4,33 x 50 = 216,5 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg (1 + 2 + 7 +8) x berat profil kuda kuda
= x (1,628 + 1,628 + 0,934 + 1,628) x 25
= 72,725 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 72,725 = 21,82 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 72,725 = 7,2725 kg
3) Beban P3
a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording
= 11 x 1,332 = 16,984 kg
b) Beban atap = Luasan atap sumo x berat atap
= 2,206 x 50 = 110,3 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg (2 + 3 + 9 + 10 ) x berat profil kuda kuda
= x (1,628 + 1,628 + 1,870 + 2,297) x 25
= 92,7875 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 92,7875 = 27,837 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 92,7875 = 9,279 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 29
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

4) Beban P4
a) Beban atap = Luasan atap vsu x berat atap
= 0,2934 x 50 = 14,67 kg

b) Beban kuda-kuda = x Btg(3 +11) x berat profil kuda kuda


= x (1,628 + 2,800 ) x 25 = 55,35 kg
c) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 55,35 = 5,535 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 55,35 = 16,605 kg
5) Beban P5
a) Beban kuda-kuda = x Btg(4 + 5 + 7) x berat profil kuda kuda
= x (1,333 +1,333 +0,934) x 25
= 45 kg
b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 45 = 4,5 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond mogi x berat plafon
= 3,538 x 18 = 74,16 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 45 = 13,5 kg
6) Beban P6
a) Beban kuda-kuda = x Btg(5 + 6 + 8+9) x berat profil kuda kuda
= x (1,333 +1,333 +1,628+1,87) x 25
= 77,05 kg
b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 77,05 = 7,705 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond sumo x berat plafon
= 1,803 x 18 = 32,454 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 77,05 = 23,115 kg
7) Beban P7

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 30
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

a) Beban kuda-kuda = x Btg(6 + 10 + 11) x berat profil kuda kuda


= x (1,333 +2,297 + 2,8) x 25
= 80,375 kg

b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda


= 10 x 80,375 = 8,038 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond vsu x berat plafon
= 0,24 x 18 = 4,32 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 80,375 = 24,113 kg

Tabel 3.3 Rekapitulasi Pembebanan S etengah Kuda-kuda

Beban Input
Beban Beban Beban Beban Plat Beban Jumlah
Kuda - SAP
Beban Atap gording Bracing Penyambug Plafon Beban
(kg) (kg) kuda (kg) (kg) (kg) (kg) 2000
(kg) ( kg )
P1 423,9 44 36,975 3,6975 11,092 124,74 644,36 650
P2 216,5 29,315 72,725 7,2725 21,82 --- 347,63 348
P3 110,3 14,652 92,7875 9,279 27,837 --- 254,754 256
P4 14,67 --- 55,35 5,535 16,605 --- 92,16 93
P5 --- --- 45 4,5 13,5 63,68 126,56 127

P6 --- --- 77,05 7,705 23,115 32,454 140,17 141

P7 --- --- 80,375 8,038 24,113 4,32 116,84 120

Beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada P 1, P2, P3, P4 = 100 kg
Beban Hujan
1) Beban P1 = beban hujan x luas atap giac
= 12 x 8,478 = 101,736 kg
2) Beban P2 = beban hujan x luas atap mogi
= 12 x 4,33 = 51,96 kg
3) Beban P3 = beban hujan x luas atap sumo
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 31
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

= 12 x2,206 = 26,472 kg
4) Beban P4 = beban hujan x luas atap vsu
= 12 x 0,2934 = 3,5208 kg

Tabel3.4 Rekapitulasi Beban Hujan

Beban Input SAP


Beban
Hujan (kg) (kg)
P1 101,736 102
P2 51,96 52
P3 26,472 27
P4 3,521 5

Beban Angin
Perhitungan beban angin :
W4

W3 3

11
W2 2
9 10

W1
1 8
7

4 5 6

Gambar 3.6. Pembebanan setengah kuda-kuda utama akibat beban angin

Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2.


1) Koefisien angin tekan = 0,02 0,40
= (0,02 x 35) 0,40 = 0,3
a) W1 = luasan atap giac x koef. angin tekan x beban angin
= 8,478 x 0,3 x 25 = 63,585 kg
b) W2 = luasan atap mogi x koef. angin tekan x beban angin
= 4,33 x 0,3 x 25 = 32,475 kg
c) W3 = luasan atap sumo x koef. angin tekan x beban angin
= 2,206 x 0,3 x 25 = 16,545 kg
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 32
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

d) W4 = luasan atap vsu x koef. angin tekan x beban angin


= 0,2934 x 0,3 x 25 = 2,2005 kg

Tabel 3.5. Perhitungan beban angin


Beban Wx (Untuk Input Wy (Untuk Input
Beban (kg)
Angin [Link] (kg) SAP2000) [Link] (kg) SAP2000)
W1 63,585 52,14 53 kg 36,24 37 kg
W2 32,475 26,63 27 kg 18,51 19 kg
W3 16,545 13,57 14 kg 9,431 10 kg
W4 2,2005 1,804 3 kg 1,254 2 kg

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program S AP 2000 diperoleh


gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut:

Tabel 3.6. Rekapitulasi gaya batang setengah kuda-kuda


kombinasi
Batang Tarik (+) Tekan (-)
( kg ) ( kg )
1 - 600,78
2 179,38 -
3 950,31 -
4 473,00 -
5 447,09 -
6 - 202,51
7 201,90 -
8 - 660,29
9 674,85 -
10 - 1057,69
11 - 56,27

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 33
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.3.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda


a. Perhitungan profil batang tarik
Pmaks. = 950,31kg
Fy = 2400 kg/cm2 (240 M Pa)
Fu = 3700 kg/cm2 (370 M Pa)
Pmak 950,31
Ag perlu = = = 0,3959 cm2
Fy 2400
Dicoba, menggunakan baja profil 45 . 45 . 5
Dari tabel baja didapat data-data =
Ag = 4,30 cm2

x = 1,35 cm
An = [Link]-dt
2
= 860 -14.5 = 790 mm
L =Sambungan dengan Diameter
= 3.12,7 =38,1 mm
x 13,5 mm

x
U 1
L
13,5
= 1- = 0,645
38,1
Ae = [Link]
= 0,645.790
= 509,55 mm2
Check kekuatan nominal
Pn 0,75. [Link]
= 0,75. 537,56 .370
= 141400,125 N
= 14140,0125 kg > 950,31 kg OK

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 34
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b. Perhitungan profil batang tekan


Pmaks. = 1057,69 kg
lk = 2,295 m = 229,5 cm
Pmak 1057,69 2
Ag perlu = = = 0,44 cm
Fy 2400
Dicoba, menggunakan baja profil 45 . 45 . 5 (Ag = 4,30 cm2)
Periksa kelangsingan penampang :
b 200 55 200
=
2.t w Fy 6 240
= 9,16 < 12,9
K.L 1.229,5
=
r 1,35
= 170

Fy
c
E

170 240
=
3,14 200000

1,25.c
2
= 1,875 c 1,2

1,25.c = 1,25. (1,689 )


2 2

= 4,394
Pn 2. Ag .Fcr
2400
= 2.4,30.
4,394
= 4697,31
P 1057,69

Pn 0,85.4697,31
= 0,265 < 1 OK

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 35
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.3.5. Perhitungan Alat S ambung


a. Batang Tekan
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches)
Diameter lubang = 14 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . db
= 0,625 . 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
Pn = m.(0,[Link]).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,72 = 8356,43 kg/baut
Tahanan tarik penyambung
Pn = 0,[Link]
=7833,9 kg/baut
Tahanan Tumpu baut :
Pn = 0,75 (2,[Link].t)
= 0,75 (2,4.370.12,7.9)
= 7612,38 kg/baut
P yang menentukan adalah P tumpu = 7612,38 kg.
Perhitungan jumlah baut-mur,
Pmaks. 1057,69
n 0,1389 ~ 2 buah baut
Pgeser 7612,38
Digunakan : 2 buah baut
Perhitungan jarak antar baut :
a) 3d S 15t atau 200 mm
Diambil, S1 = 3 db = 3. 12,7
= 38,1 mm
= 40 mm

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 36
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm


Diambil, S2 = 1,5 db = 1,5 . 12,7
= 19,05 mm
= 20 mm
b. Batang tarik
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches )
Diameter lubang = 13,7 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . db
= 0,625 x 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Pn = n.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2

Tahanan tarik penyambung


ub
Pn = 0,75.f .An
=7833,9 kg/baut
Tahanan Tumpu baut :
Pn = 0,75 (2,[Link]. db t)
= 0,75 (2,4.370.12,7.9)
= 7612,38 kg/baut
P yang menentukan adalah P tumpu = 7612,38 kg.
Perhitungan jumlah baut-mur,
Pmaks. 950,31
n 0,1248 ~ 2 buah baut
Pgeser 7612,38
Digunakan : 2 buah baut
Perhitungan jarak antar baut :
a) 3d S 15t atau 200 mm
Diambil, S1 = 3 db = 4. 12,7
= 50,8 mm
= 60 mm
b) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 37
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Diambil, S2 = 1,5 db = 2 . 12,7


= 25,4 mm
= 30 mm

Tabel 3.7. Rekapitulasi perencanaan profil setengah kuda-kuda

Nomer Dimensi Profil Baut (mm)


Batang
1 45 . 45 . 5 3 12,7
2 45 . 45 . 5 2 12,7
3 45 . 45 . 5 3 12,7
4 45 . 45 . 5 3 12,7
5 45 . 45 . 5 2 12,7
6 45 . 45 . 5 3 12,7
7 45 . 45 . 5 2 12,7
8 45 . 45 . 5 2 12,7
9 45 . 45 . 5 2 12,7
10 45 . 45 . 5 2 12,7
11 45 . 45 . 5 3 12,7

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 38
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.4. Perencanaan Jurai

2 11
2,8
10
9
1 8
7

4 5 6

5,657

Gambar 3.7. Panjang Batang jurai

3.4.1. Perhitungan Panjang Batang jurai

Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini :

Tabel 3.8. Perhitungan panjang batang pada jurai


Nomer Batang Panjang Batang (m)
1 2,104
2 2,104
3 2,104
4 1,886
5 1,886
6 1,886
7 0,933
8 2,104
9 1,867
10 2,653
11 2,8

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 39
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.4.2. Perhitungan luasan jurai

Plat Atap
a
b

d
e

g
h

j
k

G
c

m
f

n
i

p
l

G
o

s
t
r

G KD KD KD KD KD KD KD KD KD KD

Plat Atap

v
s
p
G

m t u u'
j
g q r r'
d o o'
n
a
l l'
k
i i'
h

e f
f'

b c c'

Gambar 3.8. Luasan Jurai

Panjang atap vu = 0.5 x 1,628 = 0,814 m


Panjang atap vu = ur = ro = ol = li = if
Panjang atap fc = 1,221 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 40
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Panjang atap ic = if + fc = 0,814 + 1,221 = 2,035


Panjang atap bc = 2,5 m
Panjang atap hi = 1,666 m
Panjang atap no =1m
Panjang atap tu = 0,3605 m
Panjang atap ef =2m
Panjang atap kl = 1,333 m
Panjang atap qr = 0,667 m
Luas atap abcihg
hi bc
= (2 x ( x ic)
2
1,666 2,5
= ( 2 x ( x 2,035)
2
= 8,475 m2
Luas atap ghionm
hi no
= (2 x ( x oi)
2
1,666 1
= ( 2 x ( x 1,628)
2
= 4,341 m2
Luas atap mnouts
no tu
= (2 x ( x uo)
2
1 0,3605
= ( 2 x ( x 1,628)
2
= 2,206 m2
Luas atap stuv
= 2 x ( x tu x vu)
= 2 x ( x 0,3605 x 0,814)
= 0,293 m2
Panjang Gording def
= de + ef

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 41
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

=2+2=4m
Panjang Gording jkl
= jk + kl
= 1,333 + 1,333 = 2,666 m
Panjang Gording pqr
= pq + qr
= 0,667 + 0,667 = 1,334 m

Plat Atap
a
b

d
e

g
h

j
k

G
c

m
f

n
i

p
l

G
o

s
t
r

G KD KD KD KD KD KD KD KD KD KD

Plat Atap

v
s
p
G

m t u u'
j
g q r r'
d o o'
n
a
l l'
k
i i'
h

e f
f'

b c c'

Gambar 3.9. Luasan Plafon Jurai

Panjang plafond vu = 0.5 x 1,333 = 0,666 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 42
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Panjang plafond vu = ur = ro = ol = li = if
Panjang plafond fc = 1 m
Panjang plafond ic = if + fc = 0,666 + 1 = 1,666
Panjang plafond bc = 2,5 m
Panjang plafond hi = 1,666 m
Panjang plafond no =1m
Panjang plafond tu = 0,3605 m

Luas plafond abcihg


hi bc
= (2 x ( x ic)
2
1,666 2,5
= ( 2 x ( x 1,666) = 6,934 m
2

Luas plafond ghionm


hi no
= (2 x ( x oi)
2
1,666 1
= ( 2 x ( x 1,333) = 3,554 m2
2
Luas plafond mnouts
no tu
= (2 x ( x uo)
2
1 0,3605
= ( 2 x ( x 1,333) = 1,803 m2
2
Luas plafond stuv
= 2 x ( x tu x vu)
= 2 x ( x 0,3605 x 0,666) = 0,2404 m2

3.4.3. Perhitungan Pembebanan Jurai


Data-data pembebanan :
Berat gording = 11 kg/m (sumber tabel baja)
Berat penutup atap = 50 kg/m2 (sumber PPIUG 1989)

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 43
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Berat profil = 25 kg/m (sumber : tabel baja)


2
Beban hujan = (40- 0,8 ) kg/m
= 40 0,8.35 = 12 kg/m2

P4

P3
3

P2
2 11
10
P1 9
1 8
7

4 5 6

P5 P6 P7

Gambar 3.10. Pembebanan jurai akibat beban mati

a. Perhitungan Beban
Beban Mati
1) Beban P 1
a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording def
= 11 x 4 = 44 kg
b) Beban atap = Luasan atap abcihg x Berat atap
= 8,475 x 50 = 423,75 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond abcihg x berat plafon
= 6,934 x 18 = 124,81 kg
d) Beban kuda-kuda = x Btg ( 1 + 4 ) x berat profil kuda kuda
= x (2,104 + 1,886) x 25 = 49, 875 kg
e) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 49,875 = 14,963 kg
f) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 49,875 = 4,988 kg
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 44
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

2) Beban P 2
a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording jkl
= 11 x 2,666 = 29,326 kg

b) Beban atap = Luasan atap ghionm x berat atap


= 4,331 x 50 = 216,55 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg (1 + 2 + 7 + 8) x berat profil kuda kuda
= x (2,104 + 2,104 + 0,933 + 2,104) x 25
= 90,563 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 90,563 = 27,17 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 90,563 = 9,057 kg
3) Beban P 3
a. Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording pqr
= 11 x 1,334 = 14,674 kg
b. Beban atap = Luasan atap mnouts x berat atap
= 2,206 x 50 = 110,3 kg
c. Beban kuda-kuda = x Btg (2 + 3 + 9 + 10 ) x berat profil kuda kuda
= x (2,104 + 2,104 + 1,867 + 2,653) x 25
= 109,1 kg
d. Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 109,1 = 32,73 kg
e. Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 109,1 = 10,91 kg
4) Beban P 4
a) Beban atap = Luasan atap stuv x berat atap
= 0,293 x 50 = 14,65 kg
b) Beban kuda-kuda = x Btg (3 + 11) x berat profil kuda kuda
= x (2,104 + 2,8 ) x 25 = 61,3 kg
c) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 61,3 = 6,13 kg
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 45
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda


= 30 x 61,3 = 18,39 kg

5) Beban P5
a) Beban kuda-kuda = x Btg(4 + 5 + 7) x berat profil kuda kuda
= x (1,886 + 1,886 + 0,933) x 25
= 58,813 kg
b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 58,813 = 5,882 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond ghionm x berat plafon
= 3,537 x 18 = 63,66 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 73,513 = 17,644 kg
6) Beban P6
a) Beban kuda-kuda = x Btg(5+6+8+9) x berat profil kuda kuda
= x (1,886+1,886+2,104+1,867) x 25
= 96,788 kg
b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 96,788 = 9,679 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond mnouts x berat plafon
= 1,803 x 18 = 31,986 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 96,788 = 32,454 kg
7) Beban P7
a) Beban kuda-kuda = x Btg (6 + 10 + 11) x berat profil kuda kuda
= x (1,886 + 2,653 + 2,8) x 25
= 91,738 kg
b) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 91,738 = 9,174 kg
c) Beban plafon = Luasan plafond stuv x berat plafon

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 46
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

= 0,2404 x 18 = 3,996 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 91,738 = 27,522 kg

Tabel 3.9. Rekapitulasi Pembebanan jurai

Beban Beban Beban Beban Beban Plat Beban Jumlah Input


Atap gording Kuda - Bracing Penyambug Plafon Beban SAP
Beban
kuda
(kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg)
P1 423,75 44 49,88 4,99 14,97 124,81 662,38 663
P2 216,55 29,33 90,57 9,06 27,17 - 372,61 373
P3 110,3 14,68 109,1 10,91 32,73 - 277,74 278
P4 14,65 - 61,3 6,13 18,39 - 100,47 101
P5 - - 58,82 5,89 17,65 63,66 145,98 146
P6 - - 96,77 9,67 29,04 32,454 168,23 170
P7 - - 91,74 9,18 27,53 4,327 132,77 134

Beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada P 1, P2, P3, P4 = 100 kg

Beban Hujan
1) Beban P1 = beban hujan x luas atap abcihg
= 12 x 8,475 = 101,7 kg
2) Beban P2 = beban hujan x luas atap ghinm
= 12 x 4,331 = 51,972 kg
3) Beban P3 = beban hujan x luas atap mnouts
= 12 x2,206 = 26,472 kg
4) Beban P4 = beban hujan x luas atap stuv
= 12 x 0,293 = 3,516 kg
Tabel 3.10. Rekapitulasi Beban Hujan

Beban Input SAP


Beban
Hujan (kg) (kg)

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 47
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

P1 101,7 102
P2 51,972 52
P3 26,472 27
P4 3,516 5

Beban Angin
Perhitungan beban angin : W4

3
W3

2
W2 11
9 10

1 8
7
W1

4 5 6

Gambar 3.11. Pembebanan jurai akibat beban angin


2
Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m .
2) Koefisien angin tekan = 0,02 0,40
= (0,02 x 35) 0,40 = 0,3
a) W1 = luasan atap abcihg x koef. angin tekan x beban angin
= 8,475 x 0,3 x 25
= 63,5625 kg
b) W2 = luasan atap ghionm x koef. angin tekan x beban angin
= 4,331 x 0,3 x 25
= 32,478 kg
c) W3 = luasan atap mnouts x koef. angin tekan x beban angin
= 2,206 x 0,3 x 25
= 16,545 kg
d) W4 = luasan atap stuv x koef. angin tekan x beban angin
= 0,293 x 0,3 x 25

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 48
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

= 2,1975 kg

Tabel 3.11. Perhitungan beban angin


Beban Wx (Untuk Input Wy (Untuk Input
Beban (kg)
Angin [Link] (kg) SAP2000) [Link] (kg) SAP2000)
W1 63,5625 52,121 53 kg 36,231 37 kg
W2 32,478 26,632 27 kg 18,512 19 kg
W3 16,545 13,567 14 kg 9,431 10 kg
W4 2,197 1,802 3 kg 1,252 2 kg

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program S AP 2000 diperoleh


gaya batang yang bekerja pada batang jurai sebagai berikut :

Tabel 3.12. Rekapitulasi gaya batang jurai


kombinasi
Batang Tarik (+) Tekan (-)
( kg ) ( kg )
1 - 1090,54
2 344,20 -
3 1969,50 -
4 925,27 -
5 856,72 -
6 - 345,95
7 330,68 -
8 - 1261,94
9 1054,41 -
10 - 2033,74
11 - 103,06

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 49
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.4.4. Perencanaan Profil jurai


a. Perhitungan profil batang tarik
Pmaks. = 1969,50 kg
Fy = 2400 kg/cm2 (240 M Pa)
Fu = 3700 kg/cm2 (370 M Pa)
Pmak 1969,50
Ag perlu = = = 0,82 cm2
Fy 2400
Dicoba, menggunakan baja profil 45 . 45 . 5
Dari tabel baja didapat data-data =
Ag = 4,30 cm2

x = 1,35 cm
An = [Link]-dt
= 860 -14.5 = 790 mm2
L =Sambungan dengan Diameter
= 3.12,7 =38,1 mm
x 13,5 mm

x
U 1
L
13,5
= 1- = 0,645
38,1
Ae = [Link]
= 0,645.790
= 509,55 mm2
Check kekuatan nominal
Pn 0,75. [Link]
= 0,75. 537,56 .370
= 141400,125 N
= 14140,0125 kg > 1969,50 kg OK

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 50
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b. Perhitungan profil batang tekan


Pmaks. = 2033,74kg
lk = 2,295 m = 229,5 cm
Pmak 2033,74 2
Ag perlu = = = 0,847 cm
Fy 2400
Dicoba, menggunakan baja profil 45 . 45 . 5 (Ag = 4,30 cm2)
Periksa kelangsingan penampang :
b 200 55 200
=
2.t w Fy 6 240
= 9,16 < 12,9
K.L 1.229,5
=
r 1,35
= 170

Fy
c
E

170 240
=
3,14 200000

1,25.c
2
= 1,875 c 1,2

1,25.c = 1,25. (1,689 )


2 2

= 4,394
Pn 2. Ag .Fcr
2400
= 2.4,30.
4,394
= 4697,31
P 2033,74

Pn 0,85.4697,31
= 0,509 < 1 OK

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 51
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.3.5. Perhitungan Alat S ambung


a. Batang Tekan
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches)
Diameter lubang = 14,7 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . db
= 0,625 . 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Pn = m.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2

Tahanan tarik penyambung


ub
Pn = 0,75.f .An
=7833,9 kg/baut
Tahanan Tumpu baut :
Pn = 0,75 (2,[Link].t)
= 0,75 (2,4.370.12,7.9)
= 7612,38 kg/baut
P yang menentukan adalah P tumpu = 7612,38 kg.
Perhitungan jumlah baut-mur,
Pmaks. 2033,74
n 0,267 ~ 2 buah baut
Pgeser 7612,38
Digunakan : 2 buah baut
Perhitungan jarak antar baut :
a) 3d S 15t atau 200 mm
Diambil, S1 = 3 db = 4. 12,7
= 50,8 mm

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 52
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

= 60 mm
b) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm
Diambil, S2 = 1,5 db = 2 . 12,7
= 25,4 mm
= 30 mm
b. Batang tarik
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches )
Diameter lubang = 13,7 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . db
= 0,625 x 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Pn = n.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2

Tahanan tarik penyambung


ub
Pn = 0,75.f .An
=7833,9 kg/baut
Tahanan Tumpu baut :
Pn = 0,75 (2,[Link]. dbt)
= 0,75 (2,4.370.12,7.9)
= 7612,38 kg/baut
P yang menentukan adalah Ptumpu = 7612,38 kg.
Perhitungan jumlah baut-mur,
Pmaks. 1969,50
n 0,258 ~ 2 buah baut
Pgeser 7612,38

Digunakan : 2 buah baut


Perhitungan jarak antar baut :
a) 3d S 15t atau 200 mm
Diambil, S1 = 3 db = 4. 12,7
= 50,8 mm
= 60 mm

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 53
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm


Diambil, S2 = 1,5 db = 2 . 12,7
= 25,4 mm
= 30 mm

Tabel 3.13 Rekapitulasi perencanaan profil jurai

Nomor Dimensi Profil Baut (mm)


Batang
1 45 . 45 . 5 3 12,7
2 45 . 45 . 5 2 12,7
3 45 . 45 . 5 3 12,7
4 45 . 45 . 5 3 12,7
5 45 . 45 . 5 2 12,7
6 45 . 45 . 5 3 12,7
7 45 . 45 . 5 2 12,7
8 45 . 45 . 5 2 12,7
9 45 . 45 . 5 2 12,7
10 45 . 45 . 5 2 12,7
11 45 . 45 . 5 3 12,7

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 54
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.5. Perencanaan Kuda-kuda Utama A


3.5.1. Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda

4,884 9 10

1,628
8 17 11
2,8
16
15 18 19
7 14 12
35 13 20 21

1 2 3 4 5 6
8

Gambar 3.12 Panjang batang kuda-kuda

Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini :


Tabel 3.14 Perhitungan panjang batang pada kuda-kuda utama A (KK)

No batang Panjang batang


1 1,333 m
2 1,333 m
3 1,333 m
4 1,333 m
5 1,333 m
6 1,333 m
7 1,628 m
8 1,628 m
9 1,628 m
10 1,628 m
11 1,628 m
12 1,628 m
13 0,934 m
14 1,628 m
15 1,870 m
16 2,297 m
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 55
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

17 2,8 m
18 2,297 m
19 1,870 m
20 1,628 m
21 0,934 m
3.5.2. Perhitungan Luasan S etengah Kuda-Kuda Utama A

Plat Atap

a i p

b j q

k r
G c
KD KD A KD KD KD
d s
l
e
G m t
f n u

g
o v

h w

Plat Atap

a i p

b j q

k r
c
KK A
d s
l
e
m t
f n u

g
o v

h w

Gambar 3.13 Luasan Kuda-kuda

Panjang atap io = pv = 3 x 1,628 = 4,884 m


Panjang atap uv = 0,814 m
Panjang atap vw = 1,221 m
Panjang atap pw = pv + vw
= 6,105 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 56
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Panjang atap ov = 2,00 m


Panjang atap gv = 4,00 m
Panjang atap uw = uv + vw
= 2,035 m
Luas atap aipqjb
= ab x ap
= 0,814 x 4,00
= 3,256 m2
Luas atap bjqsld
= bq x bd
=4,00 x 1,628
=6,512 m2
Luas atap dlsunf
= ds x df
=4,00 x 1,628
=6,512 m2
Luas atap fnuwh
= fu x fh
=4,00 x 2,035
=8,140 m2
Panjang Gording ap
= 4,00 m
Panjang Gording cr
= 4,00 m
Panjang Gording et
= 4,00 m
Panjang Gording gv
= 4,00 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 57
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Plat Atap

a i p

b j q

k r
G c
KD KD A KD KD KD
d s
l
e
G m t
f n u

g
o v

h w

Plat Atap

a i p

b j q

k r
c
KK A
d s
l
e
m t
f n u

g
o v

h w

Gambar 3.14 Luasan Plafon

Panjang plafon pv = 3 x 1,333


= 3,999 m
Panjang plafon uv = 0,666 m
Panjang plafon vw = 1,00 m
Panjang plafon pw = pv + vw
= 4,999 m
Panjang plafon ov = 2,00 m
Panjang plafon hw = 4,00 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 58
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Luas plafon aipqjb


= ap x ab
= 4,00 x 0,666 = 2,664 m2

Luas plafon bjqsld


= bq x bd
= 4,00 x 1,333 = 5,332 m2

Luas plafon dlsunf


= ds x df
= 4,00 x 1,333 = 5,332 m2
Luas plafon fnuwh
= fu x fh
= 4,00 x 1,666 = 6,664 m2

3.5.3. Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama A

Data-data pembebanan :
Berat gording = 11 kg/m (sumber tabel baja)
Jarak antar kuda-kuda = 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)
Berat penutup atap = 50 kg/m2 (sumber PPIUG 1989)
Berat profil = 25 kg/m (sumber : tabel baja)
Beban hujan = (40- 0,8 ) kg/m2
= 40 0,8.35 = 12 kg/m2

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 57
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

P4

P3 P5
9 10

P2 8 P6
11
17
16
7 15 18 19
P1 12 P7
14
13 20 21

1 2 3 4 5 6

P8 P9 P10 P11 P12

Gambar 3.15 Pembebanan Kuda- kuda utama A akibat beban mati

a. Perhitungan Beban
Beban Mati
1) Beban P1 = P7
a) Beban gording = Berat profil gording x jarak kuda-kuda
= 11 x 4,00 = 44,00 kg
b) Beban atap = Luasan atap fnuwh x Berat atap
= 8,140 x 50 = 407 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg (1 + 7) x berat profil kuda kuda
= x (1,333 + 1,628) x 25 = 37,013 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 37,013 = 11,104 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 37,013 = 3,702 kg
f) Beban plafon = Luasan plafond fnuwh x berat plafon
= 6,664 x 18 = 119,96 kg
2) Beban P2 =P6
a) Beban gording = Berat profil gording x panjang gording et
= 11 x 4,00 = 44 kg
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 58
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b) Beban atap = Luasan atap dlsunf x berat atap


= 6,512 x 50 = 325,6 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg(7+8 +13 +14) x berat profil kuda kuda
= x (1,628 + 1,628 + 0,934 + 1,628) x 25
= 61,05 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 61,05 = 18,32 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 61,05 = 6,11 kg
3) Beban P3 = P5
a) Beban gording = Berat profil gording x panjang gording cr
= 11 x 4,00 = 44 kg
b) Beban atap = Luasan atap bjqsld x berat atap
= 6,512 x 50 = 325,6 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg (8 +9 +15+16) x berat profil kuda kuda
= x (1,628 +1,628 +1,870+2,297) x 25 = 92,79 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 92,79 = 27,84 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 92,79 = 9,279 kg
4) Beban P4
a) Beban gording = Berat profil gording x panjang gording ap
= 11 x 4 = 44 kg
b) Beban atap = ( 2 x Luasan atap aipqjb ) x berat atap
= ( 2x3,256 ) x 50 = 325,6 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg(9+10 +17) x berat profil kuda kuda
= x (1,628 + 1,628 + 2,8) x 25
= 75,7 kg
d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 75,7 = 22,71 kg
e) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 75,7 = 7,57 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 59
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

5) Beban P8 = P12
a) Beban kuda-kuda = x Btg (1+2+13) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+1,628 ) x 25 = 53,675 kg
b) Beban plafon = Luasan plafond dlsunf x berat plafon
= 5,332 x 18 = 95,976 kg
c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 53,675 = 16,103 kg
d) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 53,675 = 5,368 kg
6) Beban P10
a) Beban kuda-kuda = x Btg (3+4+16+17+18) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+2,297+2,8+2,297) x 25
= 125,75 kg
b) Beban plafon = ( 2 x luasan plafond aipqjb ) x berat plafon
= ( 2 x 2,664 ) x 18 = 95,904 kg
c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 125,75 = 37,725 kg
d) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 125,75 = 12,575 kg
7) Beban P9 = P11
a) Beban kuda-kuda = x Btg (2+3+14+15) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+1,628+1,870)x25 = 77,05 kg
b) Beban plafon = Luasan plafond bjqsld x berat plafon
= 5,332 x 18 = 95,976 kg
c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 30 x 77,05 = 23,115 kg
d) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 10 x 77,05 = 7,705 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 60
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Tabel 3.15 Rekapitulasi beban mati

Beban Beban Beban Beban Beban Beban Jumlah Input


Atap gording Kuda - Bracing Plat Plafon Beban SAP
Beban
kuda sambung
(kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg)
P1=P7 407,45 44 37,013 3,702 11,104 119,96 622,779 625
P2=P6 325,6 44 61,05 6,11 18,32 - 411,08 412
P4 325,6 44 75,7 7,57 22,71 - 475,8 376
P8=P12 - - 53,675 5,367 16,103 95,976 171,121 172
P10 - - 125,75 12,575 37,725 95,904 274,954 275
P9=P11 - - 77,05 7,705 23,115 95,976 203,846 205
P3=P5 325,6 44 92,79 9,279 27,84 - 455,09 406

Beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada P 1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 = 100 kg
Beban Hujan
1) Beban P1 = beban hujan x luas atap fnuwh
= 12 x 8,14 = 97,68 kg
2) Beban P2 = beban hujan x luas atap diusnf
= 12 x 6,512 = 78,144 kg
3) Beban P3 = beban hujan x luas atap bjqsld
= 12 x6,512 = 78,144 kg
4) Beban P4 = beban hujan x (2 x luas atap aipqjb)
= 12 x (2 x 3,256) = 78,144 kg
Tabel 3.16 Rekapitulasi Beban Hujan

Beban Input SAP


Beban
Hujan (kg) (kg)
P1 97,68 98
P2 78,144 80
P3 78,144 80
P4 78,144 80

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 61
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Beban Angin
Perhitungan beban angin :

W4 W5

W3 9 10 W6

8
W2 11
W7
17
16
7 15 18 19
14 12
W1 W8
13 20 21

1 2 3 4 5 6

Gambar 3.16 Pembebanan kuda-kuda utama A akibat beban angin

2
Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m .
1). Koefisien angin tekan = 0,02 0,40
= (0,02 x 35) 0,40 = 0,3
a). W1 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin
= 8,140 x 0,3 x 25 = 61,05 kg
b). W2 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin
= 6,512 x 0,3 x 25
= 48,64 kg
c). W3 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin
= 6,512 x 0,3 x 25
= 48,64 kg
d). W4 = luasan atap apqb x koef. angin tekan x beban angin
= 3,256 x 0,3 x 25
= 24,42 kg
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 62
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

2). Koefisien angin hisap = - 0,40


a). W5 = luasan atap apqb x koef. angin tekan x beban angin
= 3,256 x -0,4 x 25
= -32,56 kg
b). W6 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin
= 6,512 x -0,4 x 25
= -65,12 kg
c). W7 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin
= 6,512 x -0,4 x 25
= -65,12 kg
d). W8 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin
= 8,140 x -0,4 x 25
= -81,40 kg

Tabel 3.17 Perhitungan beban angin


Beban Wx (Untuk Input Wy (Untuk Input
Beban (kg)
Angin [Link] (kg) SAP2000) [Link] (kg) SAP2000)
W1 61,05 50,01 51 kg 35,02 36 kg
W2 48,64 39,85 40 kg 27,90 28 kg
W3 48,64 39,85 40 kg 27,90 28 kg
W4 24,42 20,04 21 kg 14,01 15 kg
W5 -32,56 -26,68 -27 kg -18,68 -19 kg
W6 -65,12 -53,35 -54 kg -37,36 -38 kg
W7 -65,12 -53,35 -54 kg -37,36 -38 kg
W8 -81,40 -66,68 -67 kg -46,69 -47 kg

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program S AP 2000 diperoleh


gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut :

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 63
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Tabel 3.18. Rekapitulasi gaya batang kuda-kuda utama A


kombinasi
Batang Tarik (+) Tekan (-)
( kg ) ( kg )
1 3422,31 -
2 3422,31 -
3 2721,36 -
4 2721,36 -
5 3422,31 -
6 3422,31 -
7 - 4179,07
8 - 3322,89
9 - 2501,41
10 - 2501,41
11 - 3323,17
12 - 4179,07
13 281,56 -
14 - 867,36
15 739,93 -
16 - 1159,16
17 2250,01 -
18 - 1159,16
19 739,39 -
20 - 821,48
21 281,56 -

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 64
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.5.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda utama A


a. Perhitungan profil batang tarik
Pmaks. = 3422,31 kg
Fy = 2400 kg/cm2 (240 M Pa)
Fu = 3700 kg/cm2 (370 M Pa)
Pmak 3422,31
Ag perlu = = = 1,426 cm2
Fy 2400
Dicoba, menggunakan baja profil 45 . 45 . 5
Dari tabel baja didapat data-data =
Ag = 4,30 cm2

x = 1,35 cm
An = [Link]-dt
2
= 860 -14.5 = 790 mm
L =Sambungan dengan Diameter
= 3.12,7 =38,1 mm

x 13,5 mm

x
U 1
L
13,5
= 1- = 0,645
38,1
Ae = [Link]
= 0,645.790
= 509,55 mm2
Check kekuatan nominal
Pn 0,75. [Link]
= 0,75. 537,56 .370
= 141400,125 N
= 14140,0125 kg > 3422,31 kg OK

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 65
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b. Perhitungan profil batang tekan


Pmaks. = 4179,07 kg
lk = 2,067 m = 206,7 cm
Pmak 1057,69
Ag perlu = = = 0,44 cm2
Fy 2400
Dicoba, menggunakan baja profil 45 . 45 . 5 (Ag = 4,30 cm )
2

Periksa kelangsingan penampang :


b 200 55 200
=
2.t w Fy 6 240
= 9,16 < 12,9
K.L 1.206,7
=
r 1,35
= 153,11

Fy
c
E

153,11 240
=
3,14 200000

1,25.c
2
= 1,689 c 1,2

1,25.c = 1,25. (1,689 )


2 2

= 3,566
Pn 2. Ag .Fcr
2400
= 2.4,30.
3,566
= 5788,16
P 4179,07

Pn 0,85.5788,16
= 0,849 < 1 OK

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 66
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.3.5. Perhitungan Alat S ambung


a. Batang Tekan
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches)
Diameter lubang = 14 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . db
= 0,625 . 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Rn = m.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2

Tahanan tarik penyambung


ub
Rn = 0,75.f .An
=7833,9 kg/baut
Tahanan Tumpu baut :
Rn = 0,75 (2,[Link])
= 0,75 (2,4.370.12,7.9)
= 7612,38 kg/baut
P yang menentukan adalah P tumpu = 7612,38 kg.
Perhitungan jumlah baut-mur,
Pmaks. 4179,07
n 0,548 ~ 2 buah baut
Ptumpu 7612,38

Digunakan : 2 buah baut


Perhitungan jarak antar baut :
a) 3d S 15t atau 200 mm
Diambil, S1 = 3 db = 4. 12,7
= 50,8 mm
= 60 mm
b) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm
Diambil, S2 = 1,5 db = 2 . 12,7
= 25,4 mm
= 30 mm

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 67
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b. Batang tarik
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches )
Diameter lubang = 13,7 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . d
= 0,625 x 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Pn = n.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2

Tahanan tarik penyambung


ub
Pn = 0,75.f .An
=7833,9 kg/baut
Tahanan Tumpu baut :
Pn = 0,75 (2,[Link])
= 0,75 (2,4.370.12,7.9)
= 7612,38 kg/baut
P yang menentukan adalah P tumpu = 7612,38 kg.
Perhitungan jumlah baut-mur,
Pmaks. 3422,31
n 0,449 ~ 2 buah baut
Pt umpu 7612,38

Digunakan : 2 buah baut


Perhitungan jarak antar baut :
Diambil, S1 = 3 db = 4. 12,7
= 50,8 mm
= 60 mm
a) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm
Diambil, S2 = 1,5 db = 2 . 12,7
= 25,4 mm
= 30 mm

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 68
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Tabel 3.19 Rekapitulasi perencanaan profil kuda-kuda utama A

Nomer Batang Dimensi Profil Baut (mm)

1 45 . 45 . 5 3 12,7
2 45 . 45 . 5 2 12,7
3 45 . 45 . 5 3 12,7
4 45 . 45 . 5 3 12,7
5 45 . 45 . 5 2 12,7
6 45 . 45 . 5 3 12,7
7 45 . 45 . 5 3 12,7
8 45 . 45 . 5 2 12,7
9 45 . 45 . 5 3 12,7
10 45 . 45 . 5 3 12,7
11 45 . 45 . 5 2 12,7
12 45 . 45 . 5 3 12,7
13 45 . 45 . 5 2 12,7
14 45 . 45 . 5 2 12,7
15 45 . 45 . 5 2 12,7
16 45 . 45 . 5 2 12,7
17 45 . 45 . 5 3 12,7
18 45 . 45 . 5 2 12,7
19 45 . 45 . 5 2 12,7
20 45 . 45 . 5 2 12,7
21 45 . 45 . 5 2 12,7

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 69
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.6. Perencanaan Kuda-kuda Utama (KK B)

3.6.1. Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda B

4,884 9 10

1,628
8 17 11
2,8
16
15 18 19
7 14 12
35 13 20 21

1 2 3 4 5 6
8

Gambar 3.17 Panjang batang kuda-kuda B

Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini :


Tabel 3.20 Perhitungan panjang batang pada kuda-kuda utama B (KK)

No batang Panjang batang


1 1,333 m
2 1,333 m
3 1,333 m
4 1,333 m
5 1,333 m
6 1,333 m
7 1,628 m
8 1,628 m
9 1,628 m
10 1,628 m
11 1,628 m
12 1,628 m
13 0,934 m
14 1,628 m
15 1,870 m
16 2,297 m
17 2,8 m
18 2,297 m
19 1,870 m
20 1,628 m
21 0,934 m
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 70
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.6.2. Perhitungan Luasan S etengah Kuda-Kuda Utama B

Plat Atap

a i

b j q
k
c r
G KD B KD KD KD KD KD KD KD KD KD
d l s
e
m t
G
f n u
g
o v

h
p w

Plat Atap

a i

b j

k
c
KK B
d l
e
m
f n
g
o

Gambar 3.18 Luasan Kuda-kuda B


Panjang atap io = 3 x 1,628 = 4,884 m
Panjang atap op = 1,221 m
Panjang atap ip = io + op
= 6,105 m
Panjang atap ov = 2,00 m
Panjang atap go = 2,00 m
[Link]
Panjang atap pw =
io
= 2,5 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 71
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

[Link]
Panjang atap nu =
io
= 1,67 m
[Link]
Panjang atap ls =
io
= 1,00 m
[Link]
Panjang atap jq =
io
= 0,34 m
Panjang atap np = mo + op
= ( 0,5 x 1,628 ) + 1,221
= 2,035 m
Luas atap fuhw
nu pw
= ( fh x hp ) + ( x np)
2
1,67 2,5
= ( 2,035 x 2 ) + ( x 2,035)
2
= 8,313 m2
Luas atap dsfu
ls nu
= ( df x fn ) + ( x ln)
2
1,00 1,67
= ( 1,628 x 2 ) + ( x 1,628)
2
= 5,43 m2
Luas atap bqds
jq ls
= ( bd x dl ) + ( x jl)
2
0,34 1,00
= ( 1,628 x 2 ) + ( x 1,628)
2
= 4,35 m2

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 72
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Luas atap aibq


= ( ab x bj ) + (0,5 x ij x jq)
= ( 0,814 x 2 ) + (0,5 x 0,814 x 0,34)
= 1,77 m2
Panjang Gording gv
= go + ov
=2+2
= 4,00 m
Panjang Gording et = em + mt
[Link]
atap mt =
io
= 1,34 m
= em + mt
= 2 + 1,34
= 3,34 m
Panjang Gording cr = ck + kr
[Link]
atap kr =
io
= 0,67 m
= ck + kr
= 2 + 0,67
= 2,67 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 73
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Plat Atap

a i

b j q
k
c r
G KD B KD KD KD KD KD KD KD KD KD
d l s
e
m t
G
f n u
g
o v

h
p w

Plat Atap

a i

b j

k
c
KK B
d l
e
m
f n
g
o

Gambar 3.19 Luasan Plafon Kuda Kuda B

Panjang plafon io = 3 x 1,333


= 3,999 m
Panjang plafon op = 1,00 m
Panjang plafon ip = io + op
= 4,999 m
Panjang plafon ov = 2,00 m
Panjang plafon hp = 2,00 m
[Link]
Panjang plafon pw =
io
= 2,51 m
[Link]
Panjang plafon nu =
io
= 2,04 m

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 74
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

[Link]
Panjang plafon ls =
io
= 1,222 m
[Link]
Panjang plafon jq =
io
= 0,408 m
Panjang plafon np = mo + op
= ( 0,5 x 1,333 ) + 1
= 1,67 m
Luas plafon fuhw
nu pw
= ( fn x fh ) + ( x np)
2
2,04 2,51
= ( 2 x 1,67 ) + ( x 1,67)
2
= 7,14 m2
Luas plafon dsfu
ls nu
= ( df x fn ) + ( x ln)
2
1,222 2,04
= ( 1,333 x 2 ) + ( x 1,333)
2
= 4,841 m2
Luas plafon bqds
jq ls
= ( bd x dl ) + ( x jl)
2
0,408 1,222
= ( 1,333x 2 ) + ( x 1,333)
2
= 3,753 m2
Luas plafon aibq
= ( ab x bj ) + (0,5 x ij x jq)
= ( 0,666 x 2 ) + (0,5 x 0,666 x 0,408)
= 1,468 m2

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 75
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3.6.3. Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama B

Data-data pembebanan :
Berat gording = 11 kg/m (sumber tabel baja)
Jarak antar kuda-kuda = 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)
2
Berat penutup atap = 50 kg/m (sumber PPIUG 1989)
Berat profil = 25 kg/m (sumber : tabel baja)
Beban hujan = (40- 0,8 ) kg/m2
= 40 0,8.35 = 12 kg/m2

P4

P3 P5
9 10

P2 8 P6
11
17
16
7 15 18 19
P1 12 P7
14
13 20 21

1 2 3 4 5 6

P8 P9 P10 P11 P12

Gambar 3.20 Pembebanan Kuda- kuda utama B akibat beban mati

b. Perhitungan Beban
Beban Mati
1) Beban P 1 = P7
g) Beban gording = Berat profil gording x jarak kuda-kuda
= 11 x 4,00
= 44 kg
h) Beban atap = Luas atap fuhw x Berat atap
= 8,313 x 50
= 415,65 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 75
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

i) Beban kuda-kuda = x Btg (1 + 7) x berat profil kuda kuda


= x (1,333 + 1,628) x 25
= 37,0125 kg
j) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 37,0125
= 11,104 kg
k) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 37,0125
= 3,702 kg
l) Beban plafon = Luas plafon fuhw x berat plafon
= 7,14 x 18
= 128,52 kg
2) Beban P 2 =P6
f) Beban gording = Berat profil gording x panjang gording et
= 11 x 3,34
= 36,74 kg
g) Beban atap = Luas atap dsfu x berat atap
= 5,43 x 50
= 271,5 kg
h) Beban kuda-kuda = x Btg (7+8 +13 +14) x berat profil kuda kuda
= x (1,628 + 1,628 + 0,934 + 1,628) x 25
= 72,73 kg
i) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 72,73
= 21,82 kg
j) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 72,73
= 7,273 kg
3) Beban P 3 = P5
f) Beban gording = Berat profil gording x panjang gording cr
= 11 x 2,67
= 29,37 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 76
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

g) Beban atap = Luas atap bqds x berat atap


= 4,35 x 50
= 217,5 kg
h) Beban kuda-kuda = x Btg (8 +9 +15+16) x berat profil kuda kuda
= x (1,628 +1,628 +1,870+2,297) x 25
= 92,8 kg
i) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 92,8
= 27,84 kg
j) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 92,8
= 9,28 kg
4) Beban P 4
a) Beban gording = Berat profil gording x panjang gording ai
= 11 x 2
= 22 kg
b) Beban atap = ( 2 x Luas atap aibq) x berat atap
= ( 2 x 1,77 ) x 50
= 177 kg
c) Beban kuda-kuda = x Btg (9+10 +17) x berat profil kuda kuda
= x (1,628 + 1,628 + 2,8) x 25
= 75,7 kg
f) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 75,7
= 22,71 kg
g) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 75,7
= 7,57 kg
h) Beban reaksi = (2 x reaksi jurai) + reaksi setengah kuda-kuda
= (2 x 1768,28) + 772,14
= 4308,7 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 77
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

5) Beban P 8 = P12
e) Beban kuda-kuda = x Btg (1+2+13) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+0,934 ) x 25
= 45 kg
f) Beban plafon = Luas plafon dsfu x berat plafon
= 4,841 x 18
= 87,14 kg
g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 45
= 13,5 kg
h) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 45
= 4,5 kg
6) Beban P 10
e) Beban kuda-kuda = x Btg (3+4+16+17+18) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+2,297+2,8+2,297) x 25
= 125,75 kg
f) Beban plafon = ( 2 x luas plafon aibq ) x berat plafon
= ( 2 x 1,468 ) x 18
= 52,848 kg
g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 125,75
= 37,725 kg
h) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 125,75
= 12,575 kg
i) Beban reaksi = (2 x reaksi jurai) + reaksi setengah kuda-kuda
= (2 x 1929,92) + 1184,13
= 5043,97 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 78
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

7) Beban P 9 = P11
e) Beban kuda-kuda = x Btg (2+3+14+15) x berat profil kuda kuda
= x (1,333+1,333+1,628+1,870)x25
= 77,05 kg
f) Beban plafon = Luas plafon bqds x berat plafon
= 3,753 x 18
= 67,554 kg
g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda
= 0,3 x 77,05
= 23,115 kg
h) Beban bracing = 10 x beban kuda-kuda
= 0,1 x 77,05
= 7,705 kg
Tabel 3.21 Rekapitulasi beban mati kuda kuda B

Beban Beban Beban Beban Beban Beban Beban Jumlah Input


Atap gording Kuda - Bracing Plat Plafon reaksi Beban SAP
Beban
kuda sambung
(kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg)
P1=P7 415,65 44 37,0125 3,702 11,104 128,52 639,989 640
P2=P6 271,5 36,74 72,73 7,273 21,82 - 410,063 411
P4 177 22 75,7 7,57 22,71 - 4308,7 4591,9 4592
P8=P12 - - 45 4,5 13,5 87,14 150,14 151
P10 - - 125,75 12,575 37,725 52,848 5043,97 5272,68 5273
P9=P11 - - 77,05 7,705 23,115 67,554 175,424 176
P3=P5 217,5 29,37 92,8 9,28 27,84 - 376,79 378

Beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada P 1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 = 100 kg
Beban Hujan
1) Beban P1 = beban hujan x luas atap fuwh
= 12 x 8,313 = 99,756 kg
2) Beban P2 = beban hujan x luas atap dsfu
= 12 x 5,43 = 65,16 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 79
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3) Beban P3 = beban hujan x luas atap bqds


= 12 x 4,35= 52,2 kg
4) Beban P4 = beban hujan x (2 x luas atap aibq)
= 12 x (2 x 1,77) = 42,48kg
Tabel3.16 Rekapitulasi Beban Hujan

Beban Input SAP


Beban
Hujan (kg) (kg)
P1 99,756 100
P2 65,16 66
P3 52,2 53
P4 42,48 43

Beban Angin
Perhitungan beban angin :

W4 W5

W3 9 10 W6

8
W2 11
W7
17
16
7 15 18 19
14 12
W1 W8
13 20 21

1 2 3 4 5 6

Gambar 3.21 Pembebanan kuda-kuda utama B akibat beban angin

Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2.

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 80
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

3) Koefisien angin tekan = 0,02 0,40


= (0,02 x 35) 0,40 = 0,3
a) W1 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin
= 8,313 x 0,3 x 25 = 62,35 kg
b) W2 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin
= 5,43 x 0,3 x 25
= 40,73 kg
c) W3 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin
= 4,35 x 0,3 x 25
= 32,63 kg
d) W4 = luasan atap aibq x koef. angin tekan x beban angin
= 1,77 x 0,3 x 25
= 13,275 kg

4) Koefisien angin hisap = - 0,40


a) W5 = luasan atap aibq x koef. angin tekan x beban angin
= 1,77 x -0,4 x 25
= -17,7 kg
b) W6 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin
= 4,35 x -0,4 x 25
= -43,5 kg
c) W7 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin
= 5,43 x -0,4 x 25
= -54,3 kg
d) W8 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin
= 8,313 x -0,4 x 25
= -83,13 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 81
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Tabel 3.22 Perhitungan beban angin kuda - kuda B


Beban Wx (Untuk Input Wy (Untuk Input
Beban (kg)
Angin [Link] (kg) SAP2000) [Link] (kg) SAP2000)
W1 62,35 51,08 52 kg 35,77 36 kg
W2 40,73 33,36 34 kg 23,37 24 kg
W3 32,63 26,73 27 kg 18,72 19 kg
W4 13,275 10,88 11 kg 7,614 8 kg
W5 -17,7 -14,5 -15 kg -10,16 -11 kg
W6 -43,5 -35,64 -36 kg -24,96 -25 kg
W7 -54,3 -44,48 -45 kg -31,15 -32 kg
W8 -83,13 -68,1 -69 kg -47,69 -48 kg

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program S AP 2000 diperoleh


gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut :

Tabel 3.23. Rekapitulasi gaya batang kuda-kuda utama B


kombinasi
Batang Tarik (+) Tekan (-)
( kg ) ( kg )
1 12378,56 -
2 12453,29 -
3 11979,33 -
4 11979,33 -
5 12453,29 -
6 12378,56 -
7 - 15172,18
8 - 14665,69
9 - 13783,20
10 - 13795,88
11 - 14665,69
12 - 15172,18
13 39,42 -

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 82
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

14 - 623,31
15 758,68 -
16 - 1075,77
17 9096,00 -
18 - 1092,14
19 758,68 -
20 - 646,53
21 39,42 -

3.6.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda utama B


a. Perhitungan profil batang tarik
Pmaks. = 12378,56 kg
2
Fy = 2400 kg/cm (240 M Pa)
2
Fu = 3700 kg/cm (370 M Pa)
Pmak 12378,56
Ag perlu = = = 5,15 cm2
Fy 2400
Dicoba, menggunakan baja profil 55. 55. 5
Dari tabel baja didapat data-data =
2
Ag = 6,31 cm
x = 1,66 cm
An = [Link]-dt
2
= 1262 -14,7.6 = 1173,8 mm
L =Sambungan dengan Diameter
= 3.12,7 =38,1 mm
x 16,6 mm

x
U 1
L
16,6
= 1- = 0,435
38,1
Ae = [Link]
= 0,435. 1173,8
= 510,603 mm2

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 83
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Check kekuatan nominal


Pn 0,75. [Link]
= 0,75. 510,603 .370
= 141692,3 N
= 14169,23 kg > 12378,56 kg OK

b. Perhitungan profil batang tekan


Pmaks. = 15172,18 kg
lk = 1,628 m = 162,8 cm
Pmak 15172,18 2
Ag perlu = = = 6,32 cm
Fy 2400
Dicoba, menggunakan baja profil 55. 55. 5 (Ag = 4,80 cm2)
Periksa kelangsingan penampang :
b 200 70 200
=
t Fy 7 240
= 10 < 12,9
K.L 1.162,8
=
r 1,66
= 98,072

Fy
c
E

98,072 240
=
3,14 200000
1,43
= 1,081.. 0,25 < c < 1,2
1,6 - 0,67c
1,43
=
1,6 0,67.1,081
= 1,632
Pn Ag .Fcr
2400
= 2.6,31.
1,780
= 18558,82 kg

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir 84
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

P 15172,18

Pn 0,85.18558,82
= 0,962 < 1 OK

3.3.5. Perhitungan Alat S ambung


a. Batang Tekan
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches)
Diameter lubang = 14,7 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . d
= 0,625 . 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Rn = n.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2

Tahanan tarik penyambung


ub
Rn = 0,75.f .An
=7833,9 kg/baut
Tahanan Tumpu baut :
Rn = 0,75 (2,[Link])
= 0,75 (2,4.370.12,7.9)
= 7612,38 kg/baut
P yang menentukan adalah P tumpu = 7612,38 kg.
Perhitungan jumlah baut-mur,
Pmaks. 15172,18
n 1,993 ~ 3 buah baut
Ptumpu 7612,38

Digunakan : 3 buah baut


Perhitungan jarak antar baut :
a) 3d S 15t atau 200 mm
Diambil, S1 = 3 db = 4. 12,7
= 50,8 mm
= 60 mm
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 85
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm


Diambil, S2 = 1,5 db = 2 . 12,7
= 25,4 mm
= 30 mm
b. Batang tarik
Digunakan alat sambung baut-mur.
Diameter baut () = 12,7 mm ( inches )
Diameter lubang = 13,7 mm.
Tebal pelat sambung () = 0,625 . d
= 0,625 x 12,7 = 7,94 mm.
M enggunakan tebal plat 8 mm
Tahanan geser baut
ub
Pn = n.(0,4.f ).An
= 2.(0,4.825) . . . 12,7 = 8356,43 kg/baut
2

Tahanan tarik penyambung


ub
Pn = 0,75.f .An
=7833,9 kg/baut
Tahanan Tumpu baut :
Pn = 0,75 (2,[Link])
= 0,75 (2,4.370.12,7.9)
= 7612,38 kg/baut
P yang menentukan adalah P tumpu = 7612,38 kg.
Perhitungan jumlah baut-mur,
Pmaks. 12378,56
n 1,626 ~ 3 buah baut
Ptumpu 7612,38
Digunakan : 4 buah baut
Perhitungan jarak antar baut :
a) 3d S 15t atau 200 mm
Diambil, S1 = 3 db = 4. 12,7
= 50,8 mm
= 60 mm
b) 1,5 d S2 (4t +100) atau 200 mm
BAB 3 Perencanaan Atap
Tugas Akhir 86
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Diambil, S2 = 1,5 db = 2 . 12,7


= 25,4 mm
= 30 mm

Tabel 3.24 Rekapitulasi perencanaan profil kuda-kuda utama B

Dimensi Profil Baut (mm)


Nomer Batang
1 55. 55. 5 3 12,7
2 55. 55. 5 3 12,7
3 55. 55. 5 3 12,7
4 55. 55. 5 3 12,7
5 55. 55. 5 3 12,7
6 55. 55. 5 3 12,7
7 55. 55. 5 3 12,7
8 55. 55. 5 3 12,7
9 55. 55. 5 3 12,7
10 55. 55. 5 3 12,7
11 55. 55. 5 3 12,7
12 55. 55. 5 3 12,7
13 55. 55. 5 3 12,7
14 55. 55. 5 3 12,7
15 55. 55. 5 3 12,7
16 55. 55. 5 3 12,7
17 55. 55. 5 3 12,7
18 55. 55. 5 3 12,7
19 55. 55. 5 3 12,7
20 55. 55. 5 3 12,7
21 55. 55. 5 3 12,7

BAB 3 Perencanaan Atap


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 86

BAB 4
PERENCANAAN TANGGA

4.1. Uraian Umum

Tangga merupakan bagian dari struktur bangunan bertingkat yang penting sebagai
penunjang antara struktur bangunan lantai dasar dengan struktur bangunan tingkat
atasnya. Penempatan tangga pada struktur suatu bangunan berhubungan dengan
fungsi bangunan bertingkat yang akan dioperasionalkan.

Pada bangunan umum, penempatan tangga harus mudah diketahui dan strategis
untuk menjangkau ruang satu dengan yang lainya, penempatan tangga harus
disesuaikan dengan fungsi bangunan untuk mendukung kelancaran hubungan
yang serasi antara pemakai bangunan tersebut.

4.2. Data Perencanaan Tangga

300

BAB 4 Perencanaan Tangga


86
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 87

400

Gambar 4.1. Detail tangga

Data data tangga :


Tinggi tangga = 400 cm
Lebar tangga = 150 cm
Lebar datar = 400 cm
Tebal plat tangga = 12 cm
Tebal plat bordes tangga = 15 cm
Dimensi bordes = 100 x 300 cm
lebar antrade = 30 cm
Tinggi optrade = 18 cm
Jumlah antrede = 300 / 30
= 10 buah
Jumlah optrade = 10 + 1
= 11 buah
= [Link] ( 200/300 ) = 33,69 0
= 340 < 350 OK

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 88

4.3. Perhitungan Tebal Plat Equivalen dan Pembebanan

4.3.1. Perhitungan Tebal Plat Equivalen

30
y

18
C B
t
D A
T eq
Ht = 12 cm

Gambar 4.2. Tebal equivalen

BD BC
=
AB AC
AB BC
BD =
AC
18 30
=
182 302
= 15,43 cm
T eq = 2/3 x BD
= 2/3 x 15,43
= 10,29cm

Jadi total equivalent plat tangga


Y = t eq + ht
= 10,29 + 12
= 22,29 cm
= 0,2229 m

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 89

4.3.2. Perhitungan Beban

a. Pembebanan Tangga ( S NI 03-2847-2002 )


1. Akibat beban mati (qD)
Berat tegel keramik (1 cm) = 0,01 x 1,5 x 2,4 = 0,036 ton/m
Berat spesi (2 cm) = 0,02 x 1,5 x 2,1 = 0,063 ton/m
Berat plat tangga = 0,2229 x 1,5 x 2,4 = 0,825 ton/m
+
qD = 0,924 ton/m
0,924
Beban mati plat lantai tangga : 1,115 ton/m
cos 34

2. Akibat beban hidup (qL)


Faktor reduksi untuk tangga(PPIUG 89) : 0,75
qL= 0,75.(1,5 x 0,300)
= 0,3375 ton/m
0,3375
Beban hidup plat lantai tangga : 0,4071 ton/m
cos 34

b. Pembebanan pada Bordes ( S NI 03-2847-2002 )


1. Akibat beban mati (qD)
Berat tegel keramik (1 cm) = 0,01 x 3 x 2,4 = 0,072 ton/m
Berat spesi (2 cm) = 0,02 x 3 x 2,1 = 0,126 ton/m
Berat plat bordes = 0,15 x 3 x 2,4 = 1,08 ton/m
+
qD = 1,278 ton/m
2. Akibat beban hidup (qL)
Faktor reduksi untuk tangga (PPIUG 89) : 0,75
qL = 0,75.(3 x 0,300) ton/m
= 0,675 ton/m

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 90

Perhitungan analisa struktur tangga menggunakan Program SAP 2000 tumpuan di


asumsikan jepit, sendi, sendi seperti pada Gambar 4.3 dibawah ini.

Gambar 4.3 Rencana tumpuan Tangga

Gambar 4.4 Bidang momen Tangga

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 91

4.4. Perhitungan Tulangan Tangga dan Bordes

4.4.1. Perhitungan Tulangan Tumpuan

Dicoba menggunakan tulangan 12 mm

h = 120 mm

d = p + 1/2 tul

= 20 + 6

= 26 mm

d = h d
= 120 26
= 94 mm

Dari perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 1:


M u = 2528,59 kgm = 2,5286.107 Nmm
Mu 2,5286 .10 7
Mn = 3,22825.10 7 Nmm
0,8
fy 240
m = 11,29
0,85. fc 0,85.25

0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
0,85.25 600
= . .
240 600 240
= 0,0537
max = 0,75 . b
= 0,040275
min = 0,0025
Mn 3,22825.10 7
Rn = 2,436 N/mm
1500.94
2
b.d 2

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 92

1 [Link]
ada = 1 1

m fy

1 2.11,29.2,436
= .1 1

11,29 240
= 0,0108
ada < max
> min
di pakai ada = 0,0108
As = min . b . d
= 0,0108x 1500 x 94
= 1522,8 mm2
Dipakai tulangan 12 mm = . . 122
= 113,04 mm2
1522,8
Jumlah tulangan = 13,47 15 buah
113,04
Jarak tulangan = 1500 = 100 mm
14

Jarak maksimum tulangan = 2 h


= 2 x 120= 240 mm
Dipakai tulangan 12 mm 100 mm
2
As yang timbul = 15. .. d
2
= 15 x 0,25 x 3,14 x (12)
2
= 1695,6 mm > As .. OK

4.4.2. Perhitungan Tulangan Lapangan

Dari perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 1:


M u = 1185,94 kgm = 1,186.107 Nmm
1,186.107
Mn = 1,4825.10 7 Nmm
0,8
fy 240
m = 11,29
0,85. fc 0,85.25

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 93

0,[Link] 600
b = ..
fy 600 fy
0,85.25 600
= . .
240 600 240
= 0,0537
max = 0,75 . b
= 0,040275
min = 0,0025
Mn 1,4825.10 7
1,118 N/mm
2
Rn =
1500.94
2 2
b.d

1 [Link]
ada = 1 1
m fy

1 2.11,29.1,118
= .1 1

11,29 240
= 0,00479
ada max
> min
di pakai ada = 0,00479
As = min . b . d
= 0,00479x 1500 x 94
= 675,39 mm2
Dipakai tulangan 12 mm = . x 12
2

2
= 113,04 mm
675,39
Jumlah tulangan dalam 1 m = = 5,97 10 tulangan
113,04
1500
Jarak tulangan = = 150 mm
10
Jarak maksimum tulangan = 2 h
= 2 x 120 = 240
Dipakai tulangan 12 mm 150 mm
As yang timbul = 10 . x x d2 = 1130,4 mm2 > As ..... OK

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 94

4.5 Perencanaan Balok Bordes

qu balok

300

3m
200

Data data perencanaan balok bordes:


h = 300 mm
b = 200 mm
tul = 12 mm
sk = 8 mm
d = p - sk tul
= 40 + 8 + 6
= 54 mm
d = h d`
= 300 54
= 246 mm

4.5.1. Pembebanan Balok Bordes

1. Beban mati (qD)


Berat sendiri = 0,20 x (0,3-0.15) x 2400 = 72 kg/m
Berat dinding = 0,15 x 2 x 1700 = 510 kg/m
Berat plat bordes = 0,15 x 2400 = 360 kg/m
qD = 942 kg/m
2. Beban Hidup (qL) =300 kg/m
3. Beban reaksi bordes
reaksibordes
qU =
lebar bordes
1912.53
=
1
= 1912.53 kg/m

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 95

4.5.2. Perhitungan Tulangan

a. Penulangan daerah tumpuan

Mu = 1207,80 kgm = 1,2078.107 Nmm


Mu 1,2078.107

7
Mn = = 1,50975.10 Nmm
0,8

fy 240
m = 11,29
0,85. fc 0,85.25

0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy

0,85.25 600
= . .
240 600 240
= 0,0512
max = 0,75 . b
= 0,0384
1,4
min = = 0,005834
fy

Mn 1,50975.10 7
Rn = 1,2474 N/mm
b.d 2 200.(246) 2

1 [Link]
ada = 1 1
m fy

1 2.11,29.1,2474
= 1 1
11,29 240

= 0,00536
ada < min
ada < max
As = ada . b . d
= 0,005834 x 200 x 246
= 287mm2

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 96

Dipakai tulangan 12 mm
= . . (12)
2
As
2
= = 113,04 mm
287
Jumlah tulangan = = 2,53 3 buah
113,04
2
As yang timbul = 3. .. d
2
= 3 . . 3,14 . (12)
= 339,12 mm2 > As (263,712 mm2). . OK.
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 3 .12 - 2 . 8
= = 34 > 25 mm............... OK.
3 1
Dipakai tulangan 3 12 mm

b. Penulangan daerah Lapangan


6
Mu = 603,90 kgm = 6,039.10 Nmm
Mu 6,039.106
Mn = = 7,54875.106 Nmm
0,8

fy 240
m = 11,29
0,85. fc 0,85.25

0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy

0,85.25 600
= . .
240 600 240
= 0,0512
max = 0,75 . b
= 0,0384
1,4
min = = 0,005834
fy

Mn 7,54875.10 6
Rn = 0,6237 N/mm
b.d 2 200.(246) 2

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 97

1 [Link]
ada = 1 1

m fy

1 2.11,29.0,6237
= 1 1
11,29 240

= 0,00264
ada < min
ada < max
As = min . b . d
= 0,005834 x 200 x 246
= 287 mm2
Dipakai tulangan 12 mm
As = . . (12)2
= = 113,04 mm2
287
Jumlah tulangan = = 2,53 3 buah
113,04
As yang timbul = 3. .. d2
= 3 . . 3,14 . (12)2
= 339,12 mm2 > As (287mm2) OK.
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 3 .12 - 2 . 8
= = 34 > 25 mm....OK.
3 1
Dipakai tulangan 3 12 mm

4.5.3. Perhitungan Tulangan Geser

Vu = 2415,60 kg = 24156 N

Vc = 1 / 6 . b.d. f' c .

= 1/6 . 150 . 246. 25 .


= 30750 N

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 98

Vc = 0,6 . Vc
= 0,6 . 30750 N
= 18450
Vs = Vu - Vc
= 24156 18450 = 5706 N
5706
Vsperlu = = 7132,5 N
0,8
Av fy d 2 50,24 240 246
Sada = = = 831,73 mm
Vs perlu 7132,5

d 246
Smax = 123 mm 120 mm
2 2
Jadi dipakai sengkang 8 120 mm

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 99

4.6. Perhitungan Pondasi Tangga

Pu

Mu

70
100
150

30 20
cor rabat t = 5 cm
urugan pasir t = 5 cm

100
25 20 55
25 20 55

Gambar 4.5. Pondasi Tangga


Dari perhitungan S AP 2000 pada Frame nomor 1 diperoleh gaya geser terbesar :
- Pu = 8234,07 kg
- Mu = 2528,59 kgm

Dimensi Pondasi :
Pu
tanah =
A
Pu 8234,07
A = =
tan ah 25000
= 0,329 m2
B =L= A = 0, 329

= 0,573 m ~ 1,00 m
Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 1 m ,dan lebar telapak (B) 1,0 m
Tebal footplate = 300 mm
d = 300 - (50 + 6,5 + 8) = 235,5 mm
Ukuran alas = 1000 x 1500 mm

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 100

tanah
3 3
= 1,7 t/m = 1700 kg/m
tanah
2
= 25000 kg/m

4.7 Perencanaan kapasitas dukung pondasi

a. Perhitungan kapasitas dukung pondasi


Pembebanan pondasi
Berat telapak pondasi = 1 x 1,5 x 0,2 x 2400 = 720 kg
Berat tanah kanan = (0,55 x 0,7 x 1,5 x 1700) = 981,75 kg
Berat tanah = (0,25 x 0,7 x 1,5 x 1700) = 382,5 kg
Berat kolom = 0,2 x 0,7 x 1,5 x 2400 = 504 kg
Pu = 8234,07 kg
v = 10822,32 kg

e =
M
2528,59
V 10822,32

= 0,233 kg < 1/6.B


= 0,233 kg < 1/6.1,5
= 0,233 < 0,25 ......... OK :-)
V Mu
y ang terjadi =
A 1
.b.L2
6
10822,32 2528,59
tanah = = 13957,78 kg/m2
1 / 6.1.1,5
2
1.1,5
2 2
= 13957,78 kg/m < 25000 kg/m
= y ang terjadi < ijin tanah............... OK.

4.7.1 Perhitungan Tulangan Lentur

Mu = . . t2
= . 13957,78 . (0,3)2 = 628,1 kg/m = 6,281.106 N/mm
6,281.10 6
Mn = = 7851250 Nmm
0,8

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 101

fy 360
m = 16,942
0,85. f ' c 0,85.25

0,85 . f' c 600


b =
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
360 600 360
= 0,03136
Mn 7851250
Rn =
1000.236
2 2
b.d
= 0,141
max = 0,75 . b
= 0,75 . 0,03136
= 0,2352
1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360

1 2m . Rn
perlu = 1 1
m fy

1 2.16,942.0,141
= . 1 1

16,942 360
= 0,000393
perlu < max
< min
dipakai min = 0,003889
As perlu = min. b . d
= 0,003889. 1000 . 235,5
= 915,86 mm2
Dipakai tulangan 13 mm = . . 132 = 132,665 mm2
915,86
Jumlah tulangan = 6,91 7 buah
132,665
1000
Jarak tulangan = 142,86 mm
7

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 102

Sehingga dipakai tulangan D 13 125 mm


2
As yang timbul = 8 13
= 1061,32 mm2 > As (915,86)...... OK.

4.7.2 Perhitungan Tulangan Geser

Vu = x A efektif
= 13957,78 x (0,55 x 1)
= 7676,779 N
Vc = 1 / 6 . f' c . b. d
= 1 / 6 . 25. 1000.235,5
= 196250 N
Vc = 0,6 . Vc
= 0,6.196250
= 117750 N
3 Vc = 3 . Vc
= 3. 117750
= 353250 N

Vu < Vc < 3 Vc = 7676,779 < 1177550 < 353250 tidak perlu tulangan geser
Dipakai tulangan geser minimum 10 200 mm

BAB 4 Perencanaan Tangga


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

BAB 5
PLAT LANTAI & PLAT ATAP

5.1. Perencanaan Plat Lantai

C1 C2 C2 C2 C1 C3 C1 C2 C2 C2 C1

B2 B3 B3 B3 B2 B2 B3 B3 B3 B2

B1 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B1

Gambar 5.1 Denah Plat lantai

5.2. Perhitungan Pembebanan Plat Lantai

a. Beban Hidup ( qL )
Berdasarkan PPIUG 1989 yaitu :
Beban hidup fungsi gedung sekolah = 250 kg/m2
Beban hidup atap Kanopi = 100 kg/m2
b. Beban M ati ( qD )
Berat keramik ( 1 cm ) = 0,01 x 2400 x 1 = 24 kg/m2
Berat Spesi ( 2 cm ) = 0,02 x 2100 x 1 = 42 kg/m2
Berat Pasir ( 2 cm ) = 0,02 x 1600 x 1 = 32 kg/m2
Berat plat sendiri = 0,12 x 2400 x 1 = 288 kg/m2
Berat plafond + instalasi listrik = 25 kg/m2 +
qD = 411 kg/m2

BAB 5 Plat Lantai & ATAP 100


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 101

c. Beban Ultimate ( qU )
Untuk tinjauan lebar 1 m plat maka :
qU = 1,2 qD + 1,6 qL
= 1,2 . 411 + 1,6 . 250
= 973,20 kg/m2

5.3. Perhitungan Momen

[Link] pelat A ( kanopi )

Ly A

Lx

Gambar 5.2 Plat tipe A

Ly 4,0
1,0
Lx 4,0
2 2
M lx= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 653,2. (4,0) .31 = 323,98 kg m
2 2
M ly= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 653,2. (4,0) .37 = 386,69 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 653,2. (4,0) .84 = - 877,9 kg m

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 102

[Link] pelat B1

B1
Ly

Lx

Gambar 5.3 Plat tipe B1


Ly 4,0
1,0
Lx 4,0
2 2
M lx= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 973,2. (4,0) .28 = 435,99 kg m
2 2
M ly= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 973,2. (4,0) .28 = 435,99 kg m
2 2
M tx= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 .973,2. (4,0) .68 = - 1058,84 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 973,2. (4,0) .68 = - 1058,84 kgm

[Link] pelat B2

Ly
B2

Lx

Gambar 5.4 Plat tipe B2


Ly 4,0
1,0
Lx 4,0
M lx= 0,[Link] . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (4,0)2 .26 = 404,85 kg m
M ly= 0,[Link] . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (4,0)2 .21 = 327 kg m
2 2
M tx= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 .973,2. (4,0) .60 = -934,28 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 973,2. (4,0) .55 = - 856,42 kgm
BAB 5 Plat Lantai & ATAP
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 103

[Link] pelat B3

Ly B3

Lx

Gambar 5.5 Plat tipe B3


Ly 4,0
1,0
Lx 4,0
2 2
M lx= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 973,2. (4,0) .21 = 327 kg m
2 2
M ly= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 973,2. (4,0) .21 = 327 kg m
2 2
M tx= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 .973,2. (4,0) .52 = - 809,71 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 973,2. (4,0) .52 = - 809,71 kgm

[Link] pelat C1

Lx C1

Ly

Gambar 5.6 Plat tipe C1


Ly 4,0
2,0
Lx 2,0
2 2
M lx= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 973,2. (2,0) .58 = 225,78 kg m
2 2
M ly= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 973,2. (2,0) .19 = 73,96 kg m
2 2
M tx= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 .973,2. (2,0) .118 = - 459,75 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 973,2. (2,0) .79 = - 307,53 kgm
BAB 5 Plat Lantai & ATAP
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 104

[Link] pelat C2
Ly

C2 Lx

Gambar 5.7 Plat tipe B3


Ly 4,0
2,0
Lx 2,0
2 2
M lx= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 973,2. (2,0) .55 = 214,104 kg m
2 2
M ly= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 973,2. (2,0) .21 = 81,75 kg m
2 2
M tx= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 .973,2. (2,0) .114 = - 443,78 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 973,2. (2,0) .78 = - 303,64 kgm

[Link] pelat C3

Ly

C3 Lx

Gambar 5.8 Plat tipe C3


Ly 4,0
2,0
Lx 2,0
M lx= 0,[Link] . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (2,0)2 .85 = 330,88 kg m
M ly= 0,[Link] . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (2,0)2 .39 = 151,82 kg m
M ty= - 0,[Link] . Lx2 . x = - 0.001 . 973,2. (2,0)2 .119 = - 463,24 kgm

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 105

5.4. Penulangan Plat Lantai

Tabel 5.1. Perhitungan Plat Lantai


Tipe Plat Ly/Lx (m) M lx (kgm) M ly (kgm) M tx (kgm) M ty (kgm)
A 4,0/4,0 = 1 323,98 386,69 - -877,9
B1 4,0/4,0 = 1 435,99 435,99 - 1058,84 - 1058,84
B2 4,0/4,0 = 1 404,85 327 - 937,28 - 856,42

B3 4,0/4,0 = 1 327 327 - 809,71 - 809,71


C1 4,0/2,0= 2 205,78 73,96 - 459,75 - 307,53
C2 4,0/2,0= 2 214,104 81,75 - 443,78 - 303,64
C3 4,0/2,0= 2 330,88 151,82 - - 463,24

Dari perhitungan momen diambil momen terbesar yaitu:


M lx = 435,99 kgm
M ly = 435,99 kgm
M tx = - 1058,84 kgm
M ty = - 1058,84 kgm

Data data plat :


Tebal plat ( h ) = 12 cm
= 120 mm
Diameter tulangan ( ) = 10 mm
fy = 240 M Pa
fc = 25 M Pa
b = 1000 mm
p = 20 mm
Tebal penutup ( d) = p + tul
= 20 + 5
= 25 mm
Tinggi Efektif ( d ) = h - d
= 120 25
= 95 mm

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 106

Tingi efektif

dy
dx
h

d'

Gambar 5.9 Perencanaan Tinggi Efektif

dx = h p -
= 120 20 5 = 95 mm
dy = h d -
= 120 20 - 10 - . 10 = 85 mm

0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
240 600 240
= 0,05376
max = 0,75 . b
= 0,75 . 0,05376
= 0,04032
min = 0,0025

5.5. Penulangan tumpuan arah x

Mu = 1058,84 kgm = 10,5884.106 Nmm


M u 10,5884.10 6
Mn = = 13,2355.106 Nmm
0,8

Mn 13,2355.10 6
Rn = 1,466 N/mm2
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,2942
0,85. f ' c 0,85.25

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 107

1 [Link]
perlu = .1 1
m fy

1 2.11,2942.1,466
= . 1 1

11,2942 240
= 0,00633
< max
> min, di pakai perlu = 0,00633
Asperlu = perlu . b . dx
= 0,00633 . 1000 . 95
= 598,5 mm2
Digunakan tulangan 10
As = . . (10)2
= 78,5 mm2
As.b 78,5.1000
S = =
As p erlu 598,5

= 129,72 ~ 125 mm
b
n =
s
1000
=
125
=8

As ada = 8. . . (10)2
= 628 mm2> As perlu..OK
Dipakai tulangan 10 120 mm
Cek kapasitas lentur :
As ada. fy 628.240
a= =
0,85. f ' c.b 0,85.25.1000
= 7,093 mm

M = Asada .fy.(d-a/2)
n
= 13,784.106 Nmm
M n ada > M n OK
BAB 5 Plat Lantai & ATAP
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 108

5.6. Penulangan tumpuan arah y

Mu = 1058,84 kgm = 10,5884.106 Nmm


M u 10,5884.10 6
13,2355.10 Nmm
6
Mn = =
0,8

Mn 13,2355.10 6
1,466 N/mm
2
Rn =
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,2942
0,85. f ' c 0,85.25

1 [Link]
perlu = .1 1
m fy

1 2.11,2942.1,466
= . 1 1

11,2942 240
= 0,00633
< max
> min, di pakai perlu = 0,00633
Asperlu = perlu . b . dx
= 0,00633 . 1000 . 95
= 598,5 mm2

Digunakan tulangan 10
As = . . (10)
2

2
= 78,5 mm
As.b 78,5.1000
S = =
As p erlu 598,5

= 129,72 ~ 125 mm
b
n =
s
1000
=
125
=8

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 109

= 8. . . (10)
2
As ada
2
= 628 mm > As perlu.. OK
Cek kapasitas lentur :
As ada. fy 628.240
a= =
0,85. f ' c.b 0,85.25.1000
= 7,093 mm

M = Asada .fy.(d-a/2)
n
6
= 13,784.10 Nmm
M n ada > M n = 13,784.106 > 13,2355.106 OK

5.7. Penulangan lapangan arah x

Mu = 435,99 kgm = 4,35599.106 Nmm


Mu4,35599.106
Mn = = 5,44.106 Nmm
0,8

Mn 5,44.10 6
0,602 N/mm
2
Rn =
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,294
0,85. f ' c 0,85.25

1 [Link]
perlu = .1 1
m fy

1 2.11,294.0,602
= .1 1

11,294 240
= 0,00255
< max
> min, di pakai perlu = 0,00255
As = min . b . dx
= 0,00255. 1000 . 95
2
= 242,25 mm
Digunakan tulangan 10
As = . . (10)2
= 78,5 mm2

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 110

As.b 78,5.1000
S = =
As p erlu 242,25

= 324,045 ~ 330 mm
Jarak maksimum = 2 x h
= 2 x 120
= 240 mm
b
n =
s
1000
= = 4,2 5
240
As ada = 5. . . (10)2
= 392,5 mm2> As...............OK
Dipakai tulangan 10 240 mm
Cek kapasitas lentur :
As ada. fy 392,5.240
a= =
0,85. f ' c.b 0,85.25.1000
= 4,433 mm

M = Asada .fy.(d-a/2)
n
= 8,740.106 Nmm
M n ada > M n = 8,740.106 > 5,44.106 OK

5.8. Penulangan lapangan arah y

Mu = 435,99 kgm = 4,35599.106 Nmm


Mu 4,35599.10 6
Mn = = 5,44.10 6 Nmm
0,8

Mn 5,44.10 6
Rn = 0,602 N/mm2
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,294
0,85. f ' c 0,85.25

1 [Link]
perlu = .1 1
m fy

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 111

1 2.11,294.0,602
= .1 1

11,294 240
= 0,00255
< max
> min, di pakai perlu = 0,00255
As = min . b . dx
= 0,00255. 1000 . 95
= 242,25 mm2
Digunakan tulangan 10
As = . . (10)2
= 78,5 mm2
As.b 78,5.1000
S = =
As p erlu 242,25

= 324,045 ~ 330 mm
Jarak maksimum = 2 x h
= 2 x 120
= 240 mm
b
n =
s
1000
= = 4,2 5
240
= 5. . . (10)
2
As ada
2
= 392,5 mm > As................... OK
Dipakai tulangan 10 240 mm
Cek kapasitas lentur :
As ada. fy 392,5.240
a= =
0,85. f ' c.b 0,85.25.1000
= 4,433 mm

M = Asada .fy.(d-a/2)
n
6
= 8,740.10 Nmm
M n ada > M n = 8,740.10 > 5,44.106 OK
6

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 112

5.9. Rekapitulasi Tulangan

Dari perhitungan diatas diperoleh :


Tulangan lapangan arah x 10 240 mm
Tulangan lapangan arah y 10 240 mm
Tulangan tumpuan arah x 10 120 mm
Tulangan tumpuan arah y 10 120 mm

Tabel 5.2. Penulangan Plat Lantai


M omen Tulangan Lapangan Tulangan Tumpuan
Tipe
Plat M lx M ly M tx M ty Arah x Arah y Arah x Arah y
(kgm) (kgm) (kgm) (kgm) (mm) (mm) (mm) (mm)
A 323,98 386,69 - -877,9 10200 10240 10125 10125
- -
435,99 435,99
1058,84 10200 10200 10125 10125
B1
1058,84

B2 404,85 327 - 937,28 - 856,42 10200 10200 10125 10125

B3 327 327 - 809,71 - 809,71 10200 10200 10125 10125

C1 205,78 73,96 - 459,75 - 307,53 10200 10200 10125 10125

C2 214,104 81,75 - 443,78 - 303,64 10200 10200 10125 10125

C3 330,88 151,82 - - 463,24 10200 10200 10125 10125

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 113

5.10. Perencanaan Plat Atap

5.11. Perhitungan Pembebanan Plat Atap

d. Beban Hidup ( qL )
Berdasarkan PPIUG 1989 yaitu :
Beban hidup Atap Kanopi = 100 kg/m2
e. Beban M ati ( qD )
Berat plat sendiri = 0,10 x 2400 x 1 = 240 kg/m2
Berat plafond + instalasi listrik = 25 kg/m2 +
qD = 265 kg/m2

f. Beban Ultimate ( qU )
Untuk tinjauan lebar 1 m plat maka :
qU = 1,2 qD + 1,6 qL
= 1,2 . 265 + 1,6 . 100
= 478 kg/m2
5.12. Perhitungan Momen

[Link] pelat 1

Ly

Lx
plat atap

Gambar 5.10 Tipe plat


Ly 4,0
2,0
Lx 2,0
2 2
M lx= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 478. (2,0) .58 = 110,896 kg m
2 2
M ly= 0,[Link] . Lx . x = 0.001. 478. (2,0) .19 = 36,328 kg m
2 2
M tx= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 478 (2,0) .118 = - 225,616 kg m
2 2
M ty = - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 478. (2,0) .79 = - 151,048 kg m
BAB 5 Plat Lantai & ATAP
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 114

[Link] pelat 2

Ly

Lx

plat atap

Gambar 5.11 Tipe plat

Ly 4,0
2,0
Lx 2,0
M lx= 0,[Link] . Lx2 . x = 0.001. 478. (2,0)2 .55 = 105,16 kg m
M ly= 0,[Link] . Lx2 . x = 0.001. 478. (2,0)2 .21 = 40,152 kg m
2 2
M tx= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 478. (2,0) .114 = -217,968 kg m
2 2
M ty= - 0,[Link] . Lx . x = - 0.001 . 478. (2,0) .78 = - 149,136 kgm

Dari perhitungan momen diambil momen terbesar yaitu:


M lx = 110,896 kgm
M ly = 40,152 kgm
M tx = 225,616 kgm
M ty = 151,048 kgm

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 115

5.13. Penulangan plat atap

Data data plat :


Tebal plat ( h ) = 10 cm
= 100 mm
Diameter tulangan ( ) = 8 mm
fy = 240 M Pa
fc = 25 M Pa
p = 20 mm
Tebal penutup ( d) = p + tul
= 20 + 4
= 24 mm
Tinggi Efektif ( d ) = h - d
= 120 24
= 96 mm
Tingi efektif

dy
dx
h

d'

Gambar 5.5 Perencanaan Tinggi Efektif

dx = h p -
= 100 20 4 = 76 mm
dy = h d -
= 100 20 - 8 - . 8 = 68 mm

0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
240 600 240
= 0,05376

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 116

max = 0,75 . b
= 0,75 . 0,05376
= 0,04032
min = 0,0025

5.14. Penulangan tumpuan arah x

Mu = 225,616 kgm = 2,528.106 Nmm


Mu 2,528.10 6
3,16.10 Nmm
6
Mn = =
0,8

Mn 3,16.10 6
0,547 N/mm
2
Rn =
1000.76
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,2942
0,85. f ' c 0,85.25

1 [Link]
perlu = .1 1
m fy

1 2.11,2942.0,547
= . 1 1

11,2942 240
= 0,002
< max
< min, di pakai min
Asperlu = min . b . dx
= 0,0025 . 1000 . 76
2
= 190 mm

Digunakan tulangan 8
As = . . (8)
2

2
= 50,24 mm
As.b 50,24.1000
S = =
As p erlu 190

= 264,42 ~ 200 mm (Smax = 2h)

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 117

b
n =
s
1000
=
200
=5

As ada = 5. . . (8)2
= 251,2 mm2> Asperlu.. OK
Dipakai tulangan 8 200 mm

5.15. Penulangan tumpuan arah y


6
Mu = 151,048 kgm =1,6925.10 Nmm
M u 1,6925.10 6
2,036.10 Nmm
6
Mn = =
0,8

Mn 2,036.10 6
Rn = 0,3525 N/mm2
1000.76
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,2942
0,85. f ' c 0,85.25

1 [Link]
perlu = .1 1
m fy

1 2.11,2942.0,3525
= . 1 1

11,2942 240
= 0,00148
< max
< min, di pakai min
Asperlu = min . b . dx
= 0,0025 . 1000 . 76
= 190 mm2
Digunakan tulangan 8
As = . . (8)2
= 50,24 mm2

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 118

As.b 50,24.1000
S = =
As p erlu 190

= 264,42 ~ 200 mm (Smax = 2h)


b
n =
s
1000
=
200
=5
As ada = 5. . . (8)2
= 251,2 mm2> Asperlu.. OK
Dipakai tulangan 8 200 mm

5.16. Penulangan lapangan arah x


6
Mu = 110,896 kgm = 1,2426.10 Nmm
M u 1,2426.10 6
Mn = = 1,55.10 6 Nmm
0,8

Mn 1,55.10 6
Rn = 0,268 N/mm2
1000.76
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,294
0,85. f ' c 0,85.25

1 [Link]
perlu = .1 1
m fy

1 2.11,294.0,268
= .1 1

11,294 240
= 0,001123
< max
< min, di pakai min
Asperlu = min . b . dx
= 0,0025 . 1000 . 76
2
= 190 mm

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 119

Digunakan tulangan 8
As = . . (8)
2

2
= 50,24 mm
As.b 50,24.1000
S = =
As p erlu 190

= 264,42 ~ 200 mm (Smax = 2h)


b
n =
s
1000
=
200
=5
As ada = 5. . . (8)2
= 251,2 mm2> Asperlu.. OK
Dipakai tulangan 8 200 mm

5.17. Penulangan lapangan arah y


6
Mu = 40,152 kgm = 0,4499.10 Nmm
M u 0,4499.10 6
Mn = = 5,623.10 5 Nmm
0,8

Mn 5,623.10 5
Rn = 0,097 N/mm2
1000.95
2 2
[Link]
fy 240
m = 11,294
0,85. f ' c 0,85.25

1 [Link]
perlu = .1 1
m fy

1 2.11,294.0,097
= .1 1

11,294 240
= 0,000405
< max
< min, di pakai min

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai 120

Asperlu = min . b . dx
= 0,0025 . 1000 . 76
2
= 190 mm

Digunakan tulangan 8
As = . . (8)
2

2
= 50,24 mm
As.b 50,24.1000
S = =
As p erlu 190

= 264,42 ~ 200 mm (Smax = 2h)


b
n =
s
1000
=
200
=5
As ada = 5. . . (8)2
= 251,2 mm2> Asperlu.. OK
Dipakai tulangan 8 200 mm

5.18. Rekapitulasi Tulangan

Dari perhitungan diatas diperoleh :


Tulangan lapangan arah x 8 200 mm
Tulangan lapangan arah y 8 200 mm
Tulangan tumpuan arah x 8 200 mm
Tulangan tumpuan arah y 8 200 mm

BAB 5 Plat Lantai & ATAP


Tugas Akhir 120
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

BAB 6
PERENCANAAN BALOK ANAK

6.1. Perencanaan Balok Anak

1 3
C
5

1 1' 2 3 4 5 8 9 10 11 11' 12

6 6' 6" 7

Gambar 6.1. Denah Rencana Balok Anak

Keterangan :
Balok Anak : As C(1-12)
Balok Anak : As 1(C-D)
Balok Anak : As 6(B-C)

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 121
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

6.1.1. Perhitungan Lebar Equivalen

Untuk mengubah beban segitiga dan beban trapesium dari plat menjadi beban
merata pada bagian balok, maka beban plat harus diubah menjadi beban
equivalent yang besarnya dapat ditentukan sebagai berikut :

a Lebar Equivalen Tipe I


Lx
2

Lx Leq = 1/6 Lx 3 4.
Leq
[Link]

Ly

b Lebar Equivalen Tipe II

Lx
Leq = 1/3 Lx
Leq

Ly

6.1.2. Lebar Equivalen Balok Anak


Tabel 6.1. Perhitungan Lebar Equivalen
Ukuran Plat Lx Ly Leq Leq
No.
(m2) (m) (m) (segitiga) (trapesium)
1. 4x4 4 4 1,34
2. 2x4 2 4 0,9167
3. 4x4 4 4 1,34
4. 1x4 1 4 0,34 0,489

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 122
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Beban Plat Lantai


Beban M ati (qd)
Beban plat sendiri = 0,12. 2400 = 288 kg/m2
Beban spesi pasangan = 0,02. 2100 = 42 kg/m2
Beban pasir = 0,02. 1600 = 32 kg/m2
Beban keramik = 0,01. 2400 = 24 kg/m2
Plafond + penggantung = 11 + 7 = 18 kg/m2
qd = 404 kg/m2

6.2. Analisa Pembebanan Balok Anak


6.2.1. Balok Anak As 1(C D)

A B

Gambar 6.2 lebar equivalen balok anak As 1(A-B)


a. Dimensi Balok
h = 1/10 . L b = 1/2 . h
= 1/10 . 4000 = 1/2 x 400
= 400 mm = 200 mm 250 mm
b. Pembebanan Setiap Elemen
Beban M ati (qd)
Berat sendiri balok = 0,2 x (0,4 0,12) x 2400 = 168 kg/m
Berat plat = (2 x 0,967) x 404 = 781,336 kg/m
Berat dinding = 0,15 x (3 - 0,2) x 1700 = 714 kg/m
qd = 1663,336 kg/m
Beban Hidup (ql) = 250.1,934 = 483,5 kg/m

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 123
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

6.2.2. Balok Anak As C (1 - 6)=As C (7-12)

a. Dimensi Balok
h = 1/10 . L b = 1/2 . h
= 1/10 . 4000 = 1/2 . 400
= 400 400 mm = 200 250 mm

1 3

Gambar 6.3 lebar equivalen balok anak As A(1-3) bidang 1 dan 3

b. Pembebanan Setiap Elemen


Beban M ati (qd) Bidang 1
Berat sendiri balok = 0,25 x (0,4 0,12) x 2400 = 168 kg/m
Berat plat = ((2x 0,67)+1,34) x 404 = 1082,72 kg/m
Berat dinding = 0,15 x (3 - 0,2) x 1700 = 714 kg/m
qd = 1964,72 kg/m
Beban M ati (qd) Bidang 3
Berat sendiri balok = 0,2 x (0,4 0,12) x 2400 = 168 kg/m
Berat plat = (2 x 1,34) x 404 = 1082,72 kg/m
qd = 1250,72 kg/m

Beban Hidup (ql)


Bidang 1 = 250. (2x 0,67)+1,34) = 670 kg/m
Bidang 3 = 250.(2x1,34) = 670 kg/m

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 124
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

6.2.3. Balok Anak As 6(B C)

B C

Gambar 6.2 lebar equivalen balok anak As 1(A-B)


a. Dimensi Balok
h = 1/10 . L b = 1/2 . h
= 1/10 . 4000 = 1/2 x 400
= 400 mm = 200 mm 250 mm
b. Pembebanan Setiap Elemen
Beban M ati (qd)
Berat sendiri balok = 0,2 x (0,4 0,12) x 2400 = 168 kg/m
Berat plat = 0,489 x 404 = 197,556 kg/m
qd = 365,556 kg/m
Beban Hidup (ql) = 250.0,489 = 122,25 kg/m

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 125
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

6.2.4. Balok Anak As C(67)

6 6' 6" 7

Gambar 6.2 lebar equivalen balok anak As 1(A-B)


a. Dimensi Balok
h = 1/10 . L b = 1/2 . h
= 1/10 . 4000 = 1/2 x 400
= 400 mm = 200 mm 250 mm
b. Pembebanan Setiap Elemen
Beban M ati (qd) bidang 5/ As C(6-7)
Berat sendiri balok = 0,2 x (0,4 0,12) x 2400 = 168 kg/m
Berat plat = 1,34 x 404 = 541,36 kg/m
qd = 709,36 kg/m
Beban M ati (qd) bidang 6/As D (6-7)
Berat sendiri balok = 0,2 x (0,4 0,12) x 2400 = 168 kg/m
Berat plat = 0,34 x 404 = 137,36 kg/m
qd = 305,36 kg/m

3018,62
Beban reaksi tangga As D (6-6) = = 2012,413 kg/m
1,5
Beban Hidup (ql) = 250.1,34 = 335 kg/m
Beban hidup As C(6-7)= 250.0,34 = 85 kg/m

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 126
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

6.3. Hitungan Tulangan


6.3.1. Balok anak As 1(C D)
Data-data:
b = 250 mm
h = 400 mm
fc = 25 M Pa
fy = 360 M pa (ulir)
fys = 240 M pa (polos)
Dicoba :
tulangan = 16 mm
sengkang = 8 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
h = 400 mm
b = 250 mm
d`= 40 + 8 + .16 = 56 mm
d = h d` = 400 56 = 344 mm

fy 360
m = 16,9412
0,85. fc 0,85.25

0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
360 600 360
= 0,03136

max = 0,75 . b
= 0,02352
1,4 1,4
min = 0,0039
fy 360

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 127
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

qd:1664 kg/m

A ql:484 kg/m B

Gambar 6.4 Bidang balok anak As 1 (C-D)

Gambar 6.5 Bidang M omen Balok Anak As 1(C-D)

Gambar 6.6 Bidang geser balok anak As 1(C-D)

a) Penulangan Daerah lapangan


Mu = 1847,47 kgm = 1,8475. 107 Nmm
Mu 1,8475.10 7
Mn = 7
= 2,3094. 10 Nmm
0,8

Mn 2,3094.10 7
Rn = 0,780 N/mm2
250.344
2 2
b.d

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 128
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

1 [Link]
ada = 1 1
m fy

1 2.16,9412. 0,780
= . 1 1

16,9412 360
= 0,002207
ada < min
< max

As perlu = m in . b . d
= 0,0039 x 250 x 344
= 335,4 mm2

As perlu 335,4
n = = 1,668 3 tulangan
1 200,96
. .22 2

4
As ada = n . . . d2
= 3 . . . 162
= 602,88 > As perlu Aman..!!
Asada. fy 602,88 360
a = 40,854 mm
0,85. f ' c.b 0,85 25 250
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 602,88 . 360 (344 40,854/2)
= 7,0227107 Nmm
M n ada > M n 7,0227107 Nmm > 2,3094. 107 Nmm ......OK
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
250 - 2 . 40 - 3 .16 - 2 . 8
= = 53 > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
3 1
Jadi, digunakan tulangan 3 D 16

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 129
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b) Penulangan Daerah Tumpuan

Mu = 3694,93 kgm = 3,695. 107 Nmm


Mu 3,695.10 7

7
Mn = = 4,6188. 10 Nmm
0,8

Mn 4,6188.10 7
1,562 N/mm
2
Rn =
250.344
2 2
b.d

1 [Link]
ada = 1 1
m fy

1 2.16,9412.1,562
= . 1 1

16,9412 360
= 0,004512
ada > min
< max

As perlu = ada . b . d
= 0,004512x 250 x 344
= 388,032 mm2

As perlu 388,032
n = = 1,931 4 tulangan
1 200,96
. .22 2

4
As ada = n . . . d2
= 4 . . . 162
= 803,84 > As perlu Aman..!!
Asada. fy 803,84 360
a = 54,47 mm
0,85. f ' c.b 0,85 25 250
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 803,84. 360 (344 54,47/2)
= 9,1667107 Nmm

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 130
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

M n ada > M n 9,1667107 Nmm > 4,6188. 107 Nmm OK


Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
250 - 2 . 40 - 3 .16 - 2 . 8
= = 53 > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
3 1
Jadi, digunakan tulangan 3 D 16

c) Hitungan Tulangan Geser


Vu = 5542,40 kg = 5,5424 .104 N ( Perhitungan SAP )
Vc = 1 / 6 . b.d. f' c .

= 1/6 . 250 . 344 . 25 .


= 7,167.104 N
Vc = 0,6 . Vc
= 4,3 .104 N
3 Vc = 3 . Vc
= 12,9 .104 N

Vc < Vu < 3 Vc perlu tulangan geser

Vs = Vu - Vc = 1,2424 .104 N
vs 1,2424.10 4
Vs perlu = = 2,071 .104 N
0,6

Digunakan sengkang 8,
Av = 2 .A = 100,48 mm2
Av. f ' y . d 100,48.240.344
S = 400,56 mm
Vs perlu 2,071.10 4

d 344
Smaks = 172 mm 100 mm
2 2

Dicoba menggunakan sengkang 8 100 mm

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 131
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Av . fy . d 100,48 240 344


Vs ada = 8,2956.10 4 N
S 100

Vs ada > Vs perlu


8,2956. 104 N > 2,894 .104 N ...... OK
Jadi, dipakai sengkang 8 100 mm

6.3.2. Balok anak As C(1 -12)

Data-data:
b = 250 mm
h = 400 mm
fc = 25 M Pa
fy = 360 M pa (ulir)
fys = 240 M pa (polos)
Dicoba :
tulangan = 16 mm
sengkang = 8 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
h = 400 mm
b = 250 mm
d`= 40 + 8 + .16 = 56 mm
d = h d` = 400 56 = 344 mm

fy 360
m = 16,9412
0,85. fc 0,85.25

0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 132
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

0,85.25 600
= .0,85.
360 600 360
= 0,03136

max = 0,75 . b
= 0,02352
1,4 1,4
min = 0,0039
fy 360

qd:1965 kg/m qd:1965 kg/m


qd:1251 kg/m qd:709,36 kg/m qd2:305,36 kg/m qd:1251 kg/m
ql:670 kg/m ql:670 kg/m
ql:670 kg/m ql:335 kg/m ql:85 kg/m ql:670 kg/m

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Gambar 6.7 bidang balok anak As A(1-12)

Gambar 6.8 bidang momen balok anak As A(1-12)

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 133
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Gambar 6.8 bidang geser balok anak As A(1-12)

a) Penulangan Daerah lapangan


Mu = 4467,1 kgm = 4,4671. 107 Nmm
Mu 4,4671.10 7

7
Mn = = 5,584. 10 Nmm
0,8

Mn 5,584.10 7
1,89 N/mm
2
Rn =
250.344
2 2
b.d

1 [Link]
ada = 1 1

m fy

1 2.16,9412.1,89
= . 1 1

16,9412 360
= 0,00551
ada > min
< max

As perlu = ada . b . d
= 0,00551 x 250 x 344
= 473,86 mm2

As perlu
n =
1
. .22 2
4
473,86
= 2,357 3 tulangan
200,96

= n...d
2
As ada
= 3 . . . 162
= 602,88 > As perlu Aman..!!

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 134
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Asada. fy 602,88 360


a = 40,854
0,85. f ' c.b 0,85 25 250
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 602,88 . 360 (344 40,854/2)
= 7,023107 Nmm
M n ada > M n Aman..!!
Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
250 - 2 . 40 - 3 .16 - 2 . 8
= = 53 > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
3 1
Jadi, digunakan tulangan 3 D 16

b) Penulangan Daerah Tumpuan


7
Mu = 5239,41 kgm = 5,23941. 10 Nmm
Mu 5,23941.10 7
Mn = = 6,550. 107 Nmm
0,8

Mn 6,550.10 7
Rn = 2,214 N/mm2
250.344
2 2
b.d

1 [Link]
ada = 1 1

m fy

1 2.16,9412. 2,214
= . 1 1

16,9412 360
= 0,00651
ada > min
< max

As perlu = ada . b . d
= 0,00651 x 250 x 344
= 559,86 mm2

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 135
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

As perlu
n =
1
. .22 2
4
559,86
= 2,786 4 tulangan
200,96

= n...d
2
As ada
= 4 . . . 162 = 803,84 > As perlu OK
Asada. fy 803,84 360
a = 54,472 mm
0,85. f ' c.b 0,85 25 250
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 602,88 . 360 (344 54,472/2)
7
= 6,87510 Nmm
M n ada > M n = 6,87510 > 6,550. 10 OK
7 7

Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
250 - 2 . 40 - 4 .16 - 2 . 8
= = 30 > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
4 1
Jadi, digunakan tulangan 4 D 16

c) Hitungan Tulangan Geser

Vu = 8169,85 kg = 8,1699 .104 N ( Perhitungan SAP )


Vc = 1 / 6 . b.d. f' c .

= 1/6 . 250 . 344 . 25 .


4
= 7,167.10 N
Vc = 0,6 . Vc
4
= 4,3 .10 N
3 Vc = 3 . Vc
4
= 12,9 .10 N

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 136
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

Vc < Vu < 3 Vc perlu tulangan geser

Vs = Vu - Vc = 3,8699 .10 N
4

v s 3,8699.10 4
Vs perlu = = 6,4499 .104 N
0,6

Digunakan sengkang 8, As = 50,24 mm2


Av = 2 .A = 100,48 mm2
Av. f ' y . d 100,48.240.344
S = 128,61 mm
Vs perlu 6,4499 .10 4

d 344
Smaks = 172 mm
2 2

Dicoba menggunakan sengkang 8 125 mm


Vs ada = Av . fy . d 100,48 240 344 6,6365.10 4 N
S 125
Vs ada > Vs perlu
6,6365.104 N > 6,4499.104 N ...... (aman)
Jadi, dipakai sengkang 8 125 mm

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 137
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

6.3.3. Balok anak As 6(B C)


Data-data:
b = 200 mm
h = 300 mm
fc = 25 M Pa
fy = 360 M pa (ulir)
fys = 240 M pa (polos)
Dicoba :
tulangan = 16 mm
sengkang = 8 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
h = 300 mm
b = 200 mm
d`= 40 + 8 + .16 = 56 mm
d = h d` = 300 56 = 244 mm

fy 360
m = 16,9412
0,85. fc 0,85.25

0,85. fc 600
b = . .
fy 600 fy
0,85.25 600
= .0,85.
360 600 360
= 0,03136

max = 0,75 . b
= 0,02352

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 138
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

1,4 1,4
min = 0,0039
fy 360

qd:365,556 kg/m

B ql:122,25 kg/m C

Gambar 6.4 Bidang balok anak As 6 (B-C)

Gambar 6.5 Bidang M omen Balok Anak As 6 (B-C)

Gambar 6.6 Bidang geser balok anak As 6 (B-C)

a) Penulangan Daerah lapangan


6
Mu = 424 kgm = 4,24. 10 Nmm
Mu 4,24.10 6
Mn = = 5,3. 106 Nmm
0,8

Mn 5,3.10 6
Rn = 0,445 N/mm2
200.244
2 2
b.d

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 139
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

1 [Link]
ada = 1 1
m fy

1 2.16,9412. 0,445
= . 1 1

16,9412 360
= 0,00125
ada < min
< max

As perlu = min . b . d
= 0,0039 x 200 x 244
= 190,32 mm2

As perlu 190,32
n = = 0,947 2 tulangan
1 200,96
. .16 2
4
As ada = n . . . d2
= 2 . . . 162
= 401,92 > As perlu Aman..!!
Asada. fy 401,92 360
a = 34,045 m
0,85. f ' c.b 0,85 25 200
M n ada = As ada . fy (d a/2)
= 401,92 . 360 (244 34,045/2)
= 32,841106 Nmm
M n ada > M n = 32,841106 Nmm > 5,3. 106 ......OK

Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2 .16 - 2 . 8
= = 72mm > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
2 1
Jadi, digunakan tulangan 2 D 16

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 140
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

b) Penulangan Daerah Tumpuan


Mu = 848 kgm = 8,48. 106 Nmm
Mu 8,48.10 6

6
Mn = = 10,6.10 Nmm
0,8

Mn 10,6.10 6
0,890 N/mm
2
Rn =
200.244
2 2
b.d

1 [Link]
ada = 1 1

m fy

1 2.16,9412. 0,890
= . 1 1

16,9412 360
= 0,00252
ada < min
< max

As perlu = min . b . d
= 0,0039 x 200 x 244
2
= 190,32 mm

As perlu 190,32
n = = 0,947 2 tulangan
1 200,96
. .16 2

4
= n...d
2
As ada
= 2 . . . 16
2

= 401,92 > As perlu Aman..!!


Asada. fy 401,92 360
a = 34,045 m
0,85. f ' c.b 0,85 25 200
M n ada = As ada . fy (d a/2)

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 141
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

= 401,92 . 360 (244 34,045/2)


= 32,841106 Nmm
M n ada > M n = 32,841106 Nmm > 5,3. 106 ......OK

Kontrol Spasi :
b - 2s - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2 .16 - 2 . 8
= = 72mm > 25 mm. (dipakai tulangan 1 lapis)
2 1
Jadi, digunakan tulangan 2 D 16

c) Hitungan Tulangan Geser


4
Vu = 1272 kg = 1,272 .10 N ( Perhitungan SAP )
Vc = 1 / 6 . b.d. f' c .

= 1/6 . 250 . 344 . 25 .


= 7,167.104 N
Vc = 0,6 . Vc
= 4,3 .104 N
3 Vc = 3 . Vc
= 12,9 .104 N

Vu< Vc < 3 Vc tidak perlu tulangan geser

Dipakai tulangan geser minimum 8 200 mm

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 142
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai

BAB 6 Balok Anak


Tugas Akhir 143
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

BAB 7
PORTAL

BALOK ANAK
C
BALOK ANAK BALOK ANAK
BALOK ANAK

BALOK ANAK
D

1 1' 2 3 4 5 8 9 10 11 11' 12

6 6' 6" 7

Gambar 7.1. Gambar Denah Portal

Keterangan:
Balok Portal : As 1 Balok Portal : As A
Balok Portal : As 2 Balok Portal : As B
Balok Portal : As 3 Balok Portal : As C
Balok Portal : As 4 Balok Portal : As D
Balok Portal : As 5 Balok Portal : As E
Balok Portal : As 6
Balok Portal : As 7
Balok Portal : As 8
Balok Portal : As 9
Balok Portal : As 10
Balok Portal : As 11
Balok Portal : As 12

BAB 7 Portal
143
Tugas Akhir 144
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.1. Perencanaan Portal


7.1.1. Dasar perencanaan

Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan recana portal adalah
sebagai berikut :
a. Bentuk denah portal : Seperti tergambar
b. M odel perhitungan : SAP 2000 ( 3 D )
c. Perencanaan dimensi rangka : b (mm) x h (mm)
Dimensi kolom : 400mm x 400mm
Dimensi sloof
Sloof 1 : 250mm x 400mm
Sloof 2 : 200mm x 300mm
Dimensi balok
Balok 1 : 400mm x 700mm
Balok 2 : 250mm x 400mm
Balok 3 : 200mm x 300mm
Dimensi ring balk : 200mm x 200mm
d. Kedalaman pondasi :2m
e. M utu beton : fc = 25 M Pa
f. M utu baja tulangan : U36 (fy = 360 M Pa)
g. M utu baja sengkang : U24 (fy = 240 M Pa)
h. Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal adalah 0.9

7.1.2 Perencanaan pembebanan

Secara umum data pembebanan portal adalah sebagai berikut:


Berat sendiri balok 1= 0,4 x (0,7-0,12) x 2400 = 556,8 kg/m
balok 2 = 0,25 x (0,4-0,12) x 2400 = 168 kg/m
balok 3 = 0,15 x (0.3-0.10) x 2400 = 72 kg/m

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 145
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Plat Lantai
Berat plat sendiri = 0,12 x 2400 x1 = 288 kg/m
Berat keramik ( 1 cm ) = 0,01 x 2400 x1 = 24 kg/m
Berat Spesi ( 2 cm ) = 0,02 x 2100 x1 = 42 kg/m
Berat plafond + instalasi listrik = 25 kg/m
Berat Pasir ( 2 cm ) = 0,02 x 1600 x1 = 32 kg/m
qD = 411 kg/m
Plat atap
Berat plat sendiri = 0,10 x 2400 x1 = 240 kg/m
Berat plafond + instalasi listrik = 25 kg/m
qD = 265 kg/m
Atap
Reaksi Kuda kuda Utama A = 3387.64 kg ( SAP 2000 )
Reaksi Kuda kuda Utama B = 9109.48 kg ( SAP 2000 )
Reaksi Tumpuan Setengah Kuda-kuda = 1441.07 kg ( SAP 2000 )
Reaksi Tumpuan Jurai = 1723.67 kg ( SAP 2000 )
Beban rink balk
Beban M ati (qD)
Beban sendiri balok = 0,2 . 0,3 . 2400
= 144 kg/m
Beban Sloof
Beban M ati (qD)
Beban sendiri balok = 0,2 . 0,3 . 2400 = 144 kg/m
Beban dinding = 0,15 .(4-0,35) . 1700 = 930,75 kg/m +
qD = 1164 kg/m

7.1.3. Perhitungan luas equivalen untuk plat lantai


1
Luas equivalent segitiga : .lx
3

1 lx
2

Luas equivalent trapezium : .lx 3 4


6 [Link]

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 146
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Table7.1. Hitungan Lebar Equivalen


Ukuran Plat Lx Ly Leq Leq
No. 2
(m ) (m) (m) (segitiga) (trapesium)
1. 14 1 4 0,34 0,489
2. 24 2 4 0,67 0,9167
3. 44 4 4 1,34 1,34

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
B
1
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
1 1
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
C
balok anak (25/40) 1 balok anak (25/40)

2 2 2 2
3 3 3 3 3 3 3 3 3
2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2

3 3 3 3 3 3 3 3 3
2 2 2 2
D

3
1 1' 2 3 4 5
3 3
8 9 10 11 11' 12

3
E

6 6' 6" 7

Gambar 7.2. Gambar Daerah Pembebanan

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 147
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.2. Perencanaan Balok Portal

B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2
B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1
B

B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2

B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1
balok anak (25/40) balok anak (25/40)
C

B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1 B1

B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2 B2
D

1 1' 2 3 4 5 8 9 10 11 11' 12

B3 B3
B3
E

6 6' 6" 7

Gambar 7.3 Denah Balok Portal

Keterangan :
Balok Portal : As A, B, C, D, E, 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12
Balok Anak : As C( 1-12 ),
As 1 (C-D), As 11 (C-D)
As 6 (B - C

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 148
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.3. Perhitungan Pembebanan Balok


7.3.1. Perhitungan Pembebanan Balok Memanjang
1.) Pembebanan balok Portal As A Bentang 1-12

Gambar 7.4. Daerah pembebanan portal As A (1-12)

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 149
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Pembebanan balok induk As A Bentang 1-12


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 168 kg/m
Berat plat lantai = 411 . ( 0,9167 ) = 376,77 kg/m
Berat dinding = 0,15.(1-0,2).1700 = 204 kg/m
Jumlah = 748,77 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (0,9167 ).0,9 = 301,5 kg/m

2.) Pembebanan balok Portal As B Bentang 1 12

Pembebanan balok induk As B Bentang 1-6 dan 7-12


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 168 kg/m
Berat plat lantai = 411 . (0,9167+ 1,34 ) = 927,51 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 2026,26 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (0,9167 +1,34 ).0,9 = 507,75 kg/m

Pembebanan balok induk As B Bentang 6-6


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 168 kg/m
Berat plat lantai = 411. (0,9167) = 376,76 kg/m
Jumlah = 544,6 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (0,9167 ).0,9 = 206,258kg/m

Pembebanan balok induk As B Bentang 6-7


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 168 kg/m

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 150
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Berat plat lantai = 411. (0,34) = 139 ,74 kg/m


Jumlah = 307,74 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (0,34).0,9 = 76,5 kg/m

Gambar 7.4. Daerah pembebanan portal As B (1-12)

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 151
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

3.) Pembebanan balok Portal As C Bentang 1 -12


Beban reaksi dari balok anak pada :
Tumpuan 1 = 5550.58 kg
Tumpuan 2 = 13886.82 kg
Tumpuan 3 = 9566.50 kg
Tumpuan 4 = 10511.94 kg
Tumpuan 5 = 10123.35 kg
Tumpuan 6 = 9959.39 kg
Tumpuan 7 = 11873.73 kg
Tumpuan 8 = 9966.84 kg
Tumpuan 9 = 10552.83 kg
Tumpuan 10 = 9555.86 kg
Tumpuan 11 = 13889.42 kg
Tumpuan 12 = 5550.15 kg

4.) Pembebanan balok Portal As D Bentang 1 12

Pembebanan balok induk As D Bentang 1 6 dan 7 - 12


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 168 kg/m
Berat plat lantai = 411 . ( 1,34 ) = 550,74 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 1649,49 kg/m

Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9


Beban hidup (ql) : 250 . (1,34 ).0,9 = 301,5 kg/m
Beban titik pada 1 dan 11 = 5542 kg

Pembebanan balok induk As D Bentang 6 7


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 168 kg/m
Berat plat lantai = 411 . (2. 1,34 ) = 1101,48 kg/m

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 152
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Berat dinding =0,15.(1-0,2).1700 = 204 kg/m


Jumlah = 1473,48 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : (250 . 1.34)+ (100. 1,34 ).0,9 = 422,1 kg/m
Beban reaksi dari balok anak pada titik D 1 = 5542,40 kg

Gambar 7.5. Daerah pembebanan portal As D (1-12)

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 153
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

5.) Pembebanan balok Portal As E Bentang 6 7

Pembebanan balok induk As E Bentang 6 7


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 72 kg/m
Berat plat atap = 265 . ( 1,34 ) = 355,1 kg/m
Jumlah = 427,1 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 100 . (1,34 ).0,9 = 120,6 kg/m

7.3.2. Perhitungan Pembebanan Balok Melintang


1.) Pembebanan balok Portal As 1 Bentang A-D

Pembebanan balok induk As 1dan 12 Bentang A-B


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 . ( 0,34 ) = 139,74 kg/m
Berat dinding =0,15.(1-0,2).1700 = 204 kg/m
Jumlah = 900,54 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) = 250 . (0,34 ).0,9 = 76,5 kg/m

Pembebanan balok induk As 1dan 12 Bentang B- C


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 . ( 1,34 ) = 550.8 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 1949,1 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) = 250 . (1,34 ).0,9 = 301,5 kg/m

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 154
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Pembebanan balok induk As 1dan 12 Bentang C- D


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 . ( 0,9167 ) = 376,76 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 1864,31 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (0,9167 ).0,9 = 206,258 kg/m

Gambar 7.6. Daerah pembebanan portal As 1 (A-D)

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 155
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

2.) Pembebanan balok Portal As 2 dan 11 Bentang A-D

Pembebanan balok induk As 2 dan 11 Bentang A - B


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 .(2.0,34) = 279,48 kg/m
Jumlah = 836,28 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (2.0,34 ).0,9 = 153 kg/m

Pembebanan balok induk As 2 dan 11 Bentang B - C


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 .(2.1,34) = 1101,48 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 2589,03 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (2.1,34 ).0,9 = 603 kg/m
Pembebanan balok induk As 2 dan 12 Bentang C - D
Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 .(0,9167+ 1,34) = 927,504 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 2415,054 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (0,9167+ 1,34 ).0,9 = 508 kg/m

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 156
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

3.) Pembebanan balok Portal As 3,5,8 dan 10 Bentang A-D

Pembebanan balok induk As 3 Bentang A - B


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 .(2.0,34) = 279,48 kg/m
Jumlah = 836,28 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (2.0,34 ).0,9 = 153 kg/m

Pembebanan balok induk As 3 Bentang B-D


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411. ( 4.1,34 ) = 2202,96 kg/m
Jumlah = 2759,76 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (4.1,34 ).0,9 = 1206 kg/m

4.) Pembebanan balok Portal As 4 dan 9 Bentang A-D


Pembebanan balok induk As 4 Bentang A - B
Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 .(2.0,34) = 279,48 kg/m
Jumlah = 836,28 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (2.0,34 ).0,9 = 153 kg/m

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 157
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Pembebanan balok induk As 3 Bentang B-D


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411. ( 4.1,34 ) = 2202,96 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 3690,51 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (4.1,34 ).0,9 = 1206 kg/m

5.) Pembebanan balok Portal As 6 dan 7 Bentang A-E

Pembebanan balok induk As 6 Bentang A - B


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 .(2.0,34) = 279,48 kg/m
Jumlah = 836,28 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (2.0,34 ).0,9 = 153 kg/m

Pembebanan balok induk As 6 Bentang B-C


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai As 6 = 411. 1,34 = 550,74 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 2038,29 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . 1,34 .0,9 = 301,5 kg/m

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 158
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Pembebanan balok induk As 7 Bentang B-C


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai As 7 = 411. (1,34 +0,489) = 751,72 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 2239,27 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 .(1,34+0,489) .0,9 = 411,525 kg/m

Pembebanan balok induk As 6 Bentang C-D


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 556,8 kg/m
Berat plat lantai = 411 .(2.1,34) = 1101,48 kg/m
Berat dinding = 930,75 kg/m
Jumlah = 2589,03 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 250 . (2.1,34 ).0,9 = 603 kg/m

Pembebanan balok induk As 6 Bentang D-E


Beban M ati (qd):
Berat sendiri = 72 kg/m
Berat plat lantai = 265 .1,34 = 355,1 kg/m
Jumlah = 427,1 kg/m
Koefisien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal =0.9
Beban hidup (ql) : 100 . 1,34.0,9 = 120,6 kg/m

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 159
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.4 Penulangan Balok Portal

7.4.1 Perhitungan Tulangan Lentur Rink Balk

Gambar bidang momen ringbalk as 2 (A-D):

Gambar bidang geser ringbalk As 2(A-D):

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 160
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Data perencanaan :
h = 300 mm
b = 200 mm
p = 40 mm
fy = 360 M pa
fc = 25 M Pa
t = 13 mm
s = 8 mm
d = h - p - s - .t
= 300 40 8 - .13
= 245,5 mm

0,85.f' c. 600
b =
fy 600 fy
0,85 25 0,85 600
=
360 600 360
= 0,03136
max = 0,75 . b
= 0,75 . 0,03136
= 0,02352
1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360

a. Daerah Tumpuan :
Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 4 bentang
A - D.
M u = 2750,21 kgm = 2,75021 107 Nmm
Mu 2,75021 10 7 7
Mn = = = 3,4378 10 Nmm
0,8

Mn 3,4378 10 7
Rn = 2,85
b . d 2 200 245,52

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 161
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

fy 360
m = 16,9412
0,85.f' c 0,85 25

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 2,85
= 1 1

16,9412 360

= 0,008533
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,008533
As perlu = min. b . d
= 0,008533 200 245,5
= 418,97 mm2
Digunakan tulangan D 13
As perlu 418,97
n =
1
.13 132,665
2

4
= 3,15 4 tulangan
2
As = 4 132,665 = 530,66 mm
As > [Link] Ok !
Jadi dipakai tulangan 4 D 13 mm

b. Daerah Lapangan
Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 4 bentang
A - D.
6
M u = 673,79 kgm = 6,738 10 Nmm
M u 6,738 10 6
Mn = = = 8,4225 106 Nmm
0,8

Mn 8,4225 106
Rn = 0,698
b . d 2 200 245,52
fy 360
m = 16,9412
0,85.f' c 0,85 25

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 162
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 0,698
= 1 1

16,9412 360

= 0,00197
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,003889
As perlu = min. b . d
= 0,003889 200 245,5
= 190,94 mm2
Digunakan tulangan D 13
As perlu 190,94
n =
1 132,665
.13 2

4
= 1,439 2 tulangan
As = 2 132,665 = 265,3 mm2
As > [Link] Ok !
Jadi dipakai tulangan 2 D 13 mm Kontrol Spasi :

7.4.2 Perhitungan Tulangan Geser Ring Balk

Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang As 4


bentang A - D .
Vu = 1538,49 kg = 15384,9 N
Vc = 1/6 . f 'c . b . d

= 1/6 25 300 345,5 = 86375 N


Vc = 0,6 86375N = 51825 N
3 Vc = 3 51825 N
= 155475 N
Vu < Vc < 3 Vc (tidak perlu tulangan geser)
dipakai tulangan geser minimum 8 200 mm

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 163
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.4.2 Hitungan Tulangan Lentur Balok Portal memanjang

[Link] hitungan tulangan lentur balok portal memanjang As 1-12

Gambar bidang momen :

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 164
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Gambar Bidang geser :

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 165
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal memanjang, diambil pada bentang
dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-D bentang
1-2

Data perencanaan:
b = 250 mm fy = 360 M Pa
h = 400 mm fys = 240 M Pa
fc = 25 M Pa

tulangan = 19 mm
sengkang = 10 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
d = h s - sengkang [Link]
= 400 40 10 1/2 . 19
= 341,5 mm

h d

0,85. f ' c. 600


b = 600 fy
fy
0,85.25.0,85 600
= 600 360 0,03136
360

max = 0,75 b = 0,2325


1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360
fy 360
m = 16,9412
0,85. f ' c 0,85 25

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 166
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

a. Penulangan Daerah Tumpuan :


7
Mu = 6587,67 kgm = 6,588 10 Nmm
Mu 6,588 10 7
Mn = = 8,235 107 Nmm
0,8

Mn 8,235 10 7
2,825 Nmm
2
Rn =
b.d 2
250 341,5 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 2,825
= 1 1
16,9412 360
=0,00845
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,00845
Asperlu = ada . b. d
= 0,00845 250 341,5
= 721,418 mm2
Digunakan tulangan D 19
As perlu
n =
1 / 4 19 2
721,418
= 2,54 ~ 4 tulangan
283,385
As= 4 283,385 = 1133,54 > 721,418 mm2
As> As. OK
Digunakan tulangan 4 D 19

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 167
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

b. Penulangan Daerah Lapangan

Mu = 6003,95 kgm = 6,00395 107 Nmm


Mu 6,00395 10 7

7
Mn = = 7,50510 Nmm
0,8

Mn 7,505 10 7
2,574 Nmm
2
Rn =
b.d 2
250 341,5 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 2,574
= 1 1
16,9412 360
= 0,007645

> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,007645
Asperlu = ada . b. d
= 0,007645 250 341,5 = 652,69 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
652,69
= 2,303 ~ 3 tulangan
283,385
2
As= 3 283,385 = 850,155 > 652,69 mm
As> [Link]
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
250 - 2 . 40 - 3.19 - 2 .10
= = 46,5 > 25 mm.. OK
3 1
Digunakan tulangan 3 D 19

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 168
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

c. Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Memanjang

Vu = 8758,68 = 87586,8 N
Vc = 1/6 . f ' c .b.d = 1/6 . 25 . 250 . 341,5 = 71145,8 N
Vc = 0,6. Vc = 42687,5 N
3 Vc = 128062,5 N
Syarat tulangan geser : Vc < Vu < 3 Vc
Jadi diperlukan tulangan geser
Vs = Vu - Vc
= 87586,8 42687,5 = 44899,3 N
Vs 44899,3
Vs perlu = = = 74832,17 N
0,6 0,6
Av = 2 . (10)2
= 2 . . 3,14 . 100= 157 mm2
Av. fy.d 157 240 341,5
S = = = 171,95 mm
Vsperlu 74832,17
Smax = d/2 = 341,5/2 = 170,75 mm
Jadi dipakai sengkang dengan tulangan 10 100 mm
Dipakai tulangan 10 100 mm:
Av. fy.d 157 240 341,5
Vs ada = = = 128677,2 N
S 100
Vs ada > Vs perlu
128677,2 > 66446 N........OK

[Link] Hitungan tulangan lentur balok portal memanjang As E (6-7)

Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal memanjang, diambil pada bentang
dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-2 bentang
H-I
Data perencanaan:
b = 200 mm fy = 360 M Pa
h = 300 mm fys = 240 M Pa
fc = 25 M Pa

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 169
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

tulangan = 16 mm
sengkang = 10 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
d = h s - sengkang [Link]
= 300 40 8 1/2 . 16
= 244 mm

h d

0,85. f ' c. 600


b = 600 fy
fy
0,85.25.0,85 600
= 600 360 0,03136
360
max = 0,75 b = 0,2325
1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360
fy 360
m = 16,9412
0,85. f ' c 0,85 25

gambar bidang momen:

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 170
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Gambar bidang geser :

a. Penulangan Daerah Tumpuan :


Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As-E
bentang 6-7
Mu = 883,58 kgm = 8,8358 106 Nmm
Mu 8,8358 10 6
Mn = 6
= 11,045 10 Nmm
0,8

Mn 11,045 10 6
Rn = 0,9276 Nmm2
b.d 2 200 244 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 0,9276
= 1 1
16,9412 360
=0,002635
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,003889
Asperlu = min. b. d
= 0,003889 200 244
2
= 189,78 mm

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 171
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Digunakan tulangan D 16
As perlu
n =
1 / 4 19 2
189,78
= 0,94 ~ 2 tulangan
200,96
As= 2 283,385 = 401,92 > 189,78 mm2
As> [Link] Ok !
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2.16 - 2 . 8
= = 72 > 25 mm..OK
2 1
Digunakan tulangan 2 D 16

b. Penulangan Daerah Lapangan

6
Mu = 588,76 kgm = 5,8876 10 Nmm
Mu 5,8876 10 6
Mn = = 7,36106 Nmm
0,8

Mn 7,36 10 6
Rn = 0,618 Nmm2
b.d 2
200 244 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 0,618
= 1 1
16,9412 360
=0,00174

< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,003889
Asperlu = min. b. d
= 0,003889 200 244 = 189,783 mm2

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 172
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

As perlu
n =
1/ 4 16 2
189,783
= 0,944 ~ 2 tulangan
200,96
As= 2 200,96= 401,92 > 996,37 mm2
As> [Link] Ok !
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2.16 - 2 . 8
= = 72 > 25 mm.. OK
2 1
Digunakan tulangan 2 D 16

c. Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Memanjang

Vu = 1472,17 kg = 14721,7 N
Vc = 1/6 . f ' c .b.d

= 1/6 . 25 . 200 . 244


= 40666,67 N
Vc = 0,6. Vc
= 24400 N
3 Vc = 73200 N
Vu < Vc < 3 Vc (tidak perlu tulangan geser)

dipakai tulangan geser minimum 8 200 mm

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 173
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.4.4. Hitungan Tulangan Lentur Balok Portal Melintang


[Link] Hitungan tulangan Lentur Balok Portal Melintang As 9 C-D

Gambar bidang momen :

Gambar bidang Geser :

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 174
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Untuk perhitungan tulangan lentur balok portal, diambil pada bentang dengan
momen terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-4 bentang A-B

Data perencanaan:
b = 400 mm fy = 360 M Pa
h = 700 mm fys = 240 M Pa
d = 640,5 mm fc = 25 M Pa

tulangan = 19 mm
sengkang = 10 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
d = h s - sengkang [Link]
1
= 700 40 10 /2 . 19
= 640,5 mm

h d

0,85. f ' c. 600


b = 600 fy
fy
0,85.25.0,85 600
= 600 360 0,03136
360

max = 0,75 b = 0,2325


1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360
fy 360
m = 16,9412
0,85. f ' c 0,85 25

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 175
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

a. Penulangan Daerah Tumpuan


Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada Portal As- 9 bentang
B-C
7
Mu = 44105,76 kgm = 44,106 10 Nmm
Mu 44,106 10 7
Mn = = 55,1325107 Nmm
0,8

Mn 55,1325 10 7
3,359 Nmm
2
Rn =
b.d 2
400 640,5 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 3,359
= 1 1
16,9412 360
= 0,01021
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,01021
Asperlu = . b. d
= 0,01021 400 640,5 = 2615,802 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
2615,802
= 9,23~ 10 tulangan
283,385
As= 10 283,385 = 2833,85 > 2615,802 mm2
As> [Link]
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
400 - 2 . 40 - 10.19 - 2 .10
= = 12,22 > 25 mm..gunakan tulangan dua lapis
10 1
1
Dengan d = h s sengkang [Link] ( 30 )
2
= 700 40 10 19 15
= 616 mm

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 176
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

d'
h

30

Mn 44,326 10 7
2,92 Nmm
2
Rn =
b.d 2
400 616 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 2,92
= 1 1
16,9412 360
= 0,0087
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,0087
Asperlu = ada . b. d
= 0,0087 400 616 = 2143,68 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
2143,68
n = 7,56 ~ 8 tulangan
283,385
As = 8 283,385 = 2267,08 > 2143,68 mm2
As> [Link] Ok !
Jadi, digunakan tulangan 8 D 19

b. Penulangan Daerah Lapangan


Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada Portal As- 9 bentang
B-C
7
Mu = 42832,89 tm = 42,833 10 Nmm
Mu 42,833 10 7
Mn = = 53,5413107 Nmm
0,8

Mn 53,5413 10 7
Rn = 3,263 Nmm2
b.d 2
400 640,5 2

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 177
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 3,263
= 1 1
16,9412 360
= 0,00989
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan = 0,00989
Asperlu = . b. d
= 0,00989 400 640,5 = 2533,818 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
2533,818
= 8,94 ~ 9 tulangan
283,385
As= 9 283,385 = 2550,465 > 2480,016 mm2
As> [Link] Ok !
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
400 - 2 . 40 - 9.19 - 2 .10
= = 16,125 > 25 mm ,, gunakan tulangan dua lapis
9 1
M encari titik berat dari jumlah tulangan yang ada
2550,465.X = 1416,925.0 + 1133,54.3
X = 1,33 cm
= 13,3 mm
Dengan d = h s sengkang [Link] X
= 700 40 10 19 13,3
= 617,7 mm

d'
h

30

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 178
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Mn 42,833 10 7
2,8065 Nmm
2
Rn =
b.d 2 400 617,7 2
1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 2,8065
= 1 1
16,9412 360
= 0,00839
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,00839
Asperlu = ada . b. d
= 0,00839 400 617,7 = 2073,0012 mm2
As perlu
n =
1 / 4 19 2
2073,0012
n = 7,31 ~ 8 tulangan
283,385
As = 8 283,385 = 2267,08 > 2073,0012 mm2
As> [Link]
Jadi, digunakan tulangan 8 D 19

c. Perhitungan Tulangan Geser


Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada Portal As-9 bentang
B-C

Vu = 34452,26 kg = 344522,6 N
Vc = 1/6 . f ' c .b.d = 1/6 . 25 . 400 . 640,5 = 213500 N

Vc = 0,6. Vc = 128100 N
3 Vc = 384300 N
Vc < Vu < 3 Vc (perlu tulangan geser)
Vs = Vu - Vc = 21,643 .104 N
vs 21,643 .10 4
Vs perlu = = 36,072 .104 N
0,6

Digunakan sengkang 10,

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 179
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai
2
Av = 2 .A = 157 mm
Av. f ' y . d 157.360.640,5
S = 100,357 mm
Vs perlu 36,072 .10 4

d 640,5
Smaks = 320,25 mm
2 2

Jadi, dipakai sengkang 10 100 mm


Av . fy . d 157 360 640,5
Vs ada = 36,201.10 4 N
S 100
Vs ada > Vs perlu
36,201. 104 N > 36,072 .104...... (aman)

[Link] Hitungan Tulangan Lentur Balok Pada Plat Atap

Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal memanjang, diambil pada bentang
dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-2 bentang
H-I
Data perencanaan:
b = 200 mm fy = 360 M Pa
h = 300 mm fys = 240 M Pa
fc = 25 M Pa

tulangan = 16 mm
sengkang = 10 mm
Tebal selimut (s) = 40 mm
d = h s - sengkang [Link]
= 300 40 8 1/2 . 16
= 244 mm

h d

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 180
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

0,85. f ' c. 600


b = 600 fy
fy
0,85.25.0,85 600
= 600 360 0,03136
360

max = 0,75 b = 0,2325


1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360
fy 360
m = 16,9412
0,85. f ' c 0,85 25

a. Penulangan Daerah Tumpuan :


Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As-E
bentang 6-7
Mu = 1701,87 kgm = 1,702 107 Nmm
Mu 1,702 10 7
Mn = = 2,1275 107 Nmm
0,8

Mn 2,1275 10 7
Rn = 1,786 Nmm2
b.d 2 200 244 2

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 1,786
= 1 1
16,9412 360
=0,005189
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,005189
Asperlu = min. b. d
= 0,005189 200 244
= 253,22 mm2
Digunakan tulangan D 16

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 181
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

As perlu
n =
1 / 4 19 2
253,22
= 1,26 ~ 2 tulangan
200,96
As= 2 283,385 = 401,92 > 253,22 mm2
As> [Link] Ok !
Kontrol Spasi :
b - 2p - n tulangan - 2 sengkang
S =
n -1
200 - 2 . 40 - 2.16 - 2 . 8
= = 72 > 25 mm..OK
2 1
Digunakan tulangan 2 D 16

b. Penulangan Daerah Lapangan


Pada daerah lapangan digunakan tulangan 2 D 16 sebagai tulangan pembentuk

c. Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Memanjang

Vu = 2134,37 kg = 213437 N
Vc = 1/6 . f ' c .b.d

= 1/6 . 25 . 200 . 244


= 40666,67 N
Vc = 0,6. Vc
= 24400 N
3 Vc = 73200 N
Vu < Vc < 3 Vc (tidak perlu tulangan geser)

dipakai tulangan geser minimum 8 200 mm

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 182
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.5. Penulangan Kolom

[Link] Tulangan Lentur Kolom


Gambar bidang aksial:

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 183
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Gambar bidang momen:

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 184
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Untuk contoh pehitungan tulangan lentur kolom diambil momen terbesar dari
perhitungan dengan SAP 2000, yaitu As B 9

Data perencanaan :
b = 500 mm tulangan =16 mm
h = 500 mm sengkang = 10 mm
fc = 25 M Pa s (tebal selimut) = 40 mm
fy = 360 M Pa

Dari perhitungan SAP didapat :


Pu = 68102,25 kg = 681022,5 N
7
Mu = 3818,96 kgm = 3,819 10 Nmm

d = h s sengkang tulangan utama


= 400 40 10 .16
= 344mm
d = h d = 400 344= 56 mm
Mu 3,819 10 7
e =
Pu 681022,5
= 56,078 mm
e min = 0,1.h = 0,1. 500 = 50 mm
600 600
Cb = .d .344
600 fy 600 360
= 215
ab = [Link]
= 0,85 215
= 182,75
Pnb = 0,85 fc ab b
= 0,85 25 182,75 400
= 15,533 105 N
Pnb 15,533 105
Pn Perlu = 5
= 23,898 10 N
0,65 0,65

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 185
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Pnperlu > Pnb analisis keruntuhan tekan


e
K1 = 0,5
d d'
56,078
= 0,5 = 0,695
344 56
3 h e
K2 = 1,18
d2
3 400 56,078
= 1,18 = 1,748
344 2
y = b h fc
= 400 400 25
= 4 106 N

1 K1
As =
K 1 .Pn Perlu . y

fy K2
1 0,695
= 0,695 23,898 105 4 10 6
360 1,748
= 195,894 mm2
Dipakai As = 195,894 mm2
M enghitung jumlah tulangan :
195,894
n = 0,974 4 tulangan
1 . .(16) 2
4
As ada = 4 . . . 162
= 803,84 mm2 > 195,894 mm2
As ada > As perlu.. OK
Jadi dipakai tulangan 4 D 16

7.5.2. Hitungan Tulangan Geser Kolom

4
Vu = 1237,80 kg = 1,238 10 N
Pu = 68102,25 kg = 681022,5 N
Pu f ' c
Vc = 1 .b.d
14. Ag 6

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 186
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

681022,5 25
= 1 500 442 14,95 10 4 N
14 500 500 6
4
Vc = 0,6 Vc = 8,971 10 N
4
0,5 Vc = 4,486 10 N
Vu < 0,5 Vc => tanpa diperlukan tulangan geser.
Dipakai sengkang praktis untuk penghubung tulangan memanjang : 10 200
mm.

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 187
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.6 PENULANGAN S LOOF

7.6.1. Perhitungan Tulangan Lentur S loof Melintang

Gambar bidang momen sloof As 4(A-B) :

Gambar bidang geser sloof As 4(A-B) :

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 188
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Data perencanaan :
b = 250 mm d = h p s - t
h = 400 mm = 400 40 8 .16
fc = 25 M Pa = 344 mm
fy = 360 M Pa

0,85. f ' c. 600


b = 600 fy
fy
0,85.25.0,85 600
= 600 360 0,03136
360
max = 0,75 b = 0,02352
1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360
fy 360
m = 16,9412
0,85. f ' c 0,85 25

a. Daerah Tumpuan :

Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 2 bentang


B-C.
7
M u = 6781,07 kgm = 6,782 10 Nmm
M u 6,782 10 7
Mn = =
0,8
7
= 8,4775 10 Nmm
Mn 8,4775 10 7
Rn =
b.d 2 250 344 2
=2,865
fy 360
m = 16,9412
0,85. f ' c 0,85 25

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 189
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

1 [Link]
= 1 1

m fy

1 2 16,9412 2,865
= 1 1
16,9412 360

= 0,00858
> min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan ada = 0,00858
Asperlu = . b. d
= 0,00858 250 344 = 737,88 mm2
As perlu
n =
1 / 4 162
737,88
n = 3,67~ 4 tulangan
200,96
As = 4 200,96 = 803,84 > 737,88 mm2
As> [Link]
Jadi, digunakan tulangan 4 D 16

b. Daerah Lapangan:

Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 3 bentang


G - I.
M u = 3436,48 kgm = 3,4365 107 Nmm
3,4365 10 7 7
Mn = = 4,296 10 Nmm
0,8

Mn 4,296 10 7
Rn = 1,452
b.d 2 250 344 2
fy 360
m = 16,9412
0,85 f ' c 0,85 25

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 190
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 1,452
= 1 1

16,9412 360

= 0,00418
> min
< max Digunakan = 0,00418
As = .b.d
= 0,00418 250 344
= 359,48 mm2
359,48
n = = 1,788 3 tulangan
1 .(16 2 )
4
Digunakan tulangan D 16
As = 3 200,96 = 602,88
As > As = 602,88 > 359,48 mm2 maka sloof aman .OK
Jadi dipakai tulangan 3 D 16 mm

c. Perhitungan Tulangan Geser

Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang As D


bentang 1 - 2.
Vu = 5232,31 kg = 52323,1 N
Vc = 1/6 . f 'c . b . d

= 1/6 25 250 344


= 71666,67 N
Vc = 0,6 71666,67 N
= 43000 N
3 Vc = 3 43000N
= 129000 N
Syarat tulangan geser : Vc < Vu < 3 Vc

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 191
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

: 43000 N < 52323,1 N < 129000 N


Vs = Vu Vc
= 9323,1 N
Vs 9323,1
Vs perlu =
0,6 0,6
` = 15538,5 N
2
Av = 2 .. . (8)
= 2 3,14 64
= 100,531 mm2
Av. fy.d 100,531 240 344
S = 890,24 mm
Vsperlu 9323,1
S max = d/2 = 344/2
= 172 mm
Jadi dipakai sengkang dengan tulangan 8 100 mm
Dipakai tulangan 8 100 mm:
Av. fy.d 100,531 240 344
Vs ada = = = 82998,39 N
S 100
Vs ada > Vs perlu
82998,39 > 15538,5 N........OK

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 192
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

7.6.2. Perhitungan Tulangan Lentur S loof Memanjang

Gambar bidang momen sloof As D(1-12) :

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 193
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Gambar bidang geser sloof As D(1-12) :

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 194
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

Data perencanaan :
b = 200 mm d = h p s - t
h = 300 mm = 300 40 8 .16
fc = 25 M Pa = 244 mm
fy = 360 M Pa

0,85. f ' c. 600


b = 600 fy
fy
0,85.25.0,85 600
= 600 360 0,03136
360
max = 0,75 b = 0,02352
1,4 1,4
min = 0,003889
fy 360
fy 360
m = 16,9412
0,85. f ' c 0,85 25

a. Daerah Tumpuan :

Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As D bentang


11-12
M u = 1766,92 kgm = 1,767 107 Nmm
M u 1,767 10 7
Mn = =
0,8
= 2,2088 107 Nmm
Mn 2,2088 10 7
Rn =
b.d 2 200 244 2
= 1,855
fy 360
m = 16,9412
0,85. f ' c 0,85 25

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 195
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

1 [Link]
= 1 1

m fy

1 2 16,9412 1,855
= 1 1
16,9412 360

= 0,00539
> min
< max Digunakan = 0,00539
As = .b.d
= 0,00539 200 244
= 263,032 mm2

As perlu
n =
1 / 4 162
263,032
n = 1,308~ 2 tulangan
200,96
2
As = 2 200,96 = 401,92 > 263,032 mm
As> [Link]
Jadi, digunakan tulangan 2D 16

b. Daerah Lapangan:

Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As D bentang


11-12.
M u = 1028,31 kgm = 1,02831 107 Nmm
1,02831 10 7
Mn = = 1,2854 107 Nmm
0,8

Mn 1,2854 10 7
Rn = 1,079
b.d 2 200 244 2
fy 360
m = 16,9412
0,85 f ' c 0,85 25

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 196
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 1,079
= 1 1

16,9412 360

= 0,00307
< min
< max Digunakan min = 0,003889
As = .b.d
= 0,003889 200 244
= 189,78 mm2
189,78
n = = 0,94 2 tulangan
1 .(16 2 )
4
Digunakan tulangan D 16
As = 2 200,96 = 401,92
As > As maka sloof aman . OK
Jadi dipakai tulangan 2 D 16 mm

c. Perhitungan Tulangan Geser

Dari Perhitungan S AP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang As D


bentang 1 - 2.
4
Vu = 2468,61 kg = 2,46861.10 N
Vc = 1/6 . f 'c . b . d

= 1/6 25 200 244


= 40666,67 N
Vc = 0,6 40666,67 N
= 24400 N
3 Vc = 3 24400N
= 73200 N
Syarat tulangan geser : Vc < Vu < 3 Vc

BAB 7 Portal
Tugas Akhir 197
Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 lantai

: 24400 N < 24686,1 N < 73200 N


Vs = Vu Vc
= 286,1 N
Vs 286,1
Vs perlu =
0,6 0,6
` = 476,83 N
2
Av = 2 .. . (8)
= 2 3,14 64
= 100,531 mm2
Av. fy.d 100,531 240 244
S = 12346,3 mm
Vsperlu 476,83
S max = d/2 = 344/2
= 172 mm
Jadi dipakai sengkang dengan tulangan 8 100 mm
Dipakai tulangan 8 100 mm:
Av. fy.d 100,531 240 344
Vs ada = = = 82998,39 N
S 100
Vs ada > Vs perlu
82998,39 > 476,83 N........ OK

BAB 7 Portal
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

BAB 8
PERENCANAAN PONDASI

F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2 F2
A

F1
F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1

F1
C

F1 F1 F1

F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1 F1

1 1' 2 3 4 5 8 9 10 11 11' 12

F2 F2
E

6 6' 6" 7

Gambar 8.1. Rencana Pondasi

Keterangan :
F1 = Footplat 1 190 x190
F2 = Footplat 2 100 x100

BAB 8 Pondasi
198
Tugas Akhir 199
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

8.1. Data Perencanaan Pondasi F1

40

Tanah Urug

150
200

30
30 2050

lantai kerja t= 7 cm
Pasir t= 5 cm

40

175
190

175
190

Gambar 8.2. Perencanaan Pondasi F1

Dari perhitungan S AP 2000 pada Frame diperoleh :


- Pu = 73459,21 kg
- Mu = 1327,66 kgm
Dimensi Pondasi :
Pu
tanah =
A
Pu 73459,21
A = =
tan ah 25000
2
= 2,938 m
B =L= A = 2,938

= 1,714 m ~ 1,90 m

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 200
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 2 m ukuran 1,90 m 1,90 m


- f ,c = 25 M pa
- fy = 360 M pa
- tanah = 2,5 kg/cm2 = 25.000 kg/m2
- tanah = 1,7 t/m3 = 1700 kg/m3
- beton = 2400 kg/m3

d = h p [Link]
= 500 50 9
= 441 mm

8.2. Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi


8.2.1. Perhitungan kapasitas dukung pondasi

Pembebanan pondasi
Berat telapak pondasi = 1,9 1,9 0,50 2400 = 3888 kg
Berat kolom pondasi = 0,4 0,4 1,5 2400 = 576 kg
Berat tanah = 2 (0,75 1,5 1,9) 1700 = 6426 kg
Pu = 73459,21 kg
P = 85634,71 kg

e =
M u 1327,66
P 85634,71
= 0,0155 kg < 1/6. B = 0,316

y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6

y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 201
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

85634,71 1327,66
=
1,9 1,9
1,9 1,9
1 2

6
= 24865,10 kg/m2

y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6
85634,71 1327,66
=
1,9 1,9
1,9 1,9
1 2

6
= 22577,946 kg/m2
= tanah y ang terjadi < ijin tanah...............OK

8.2.2. Perhitungan Tulangan Lentur

M u = . . t = (24865,10) (0,5)
2 2

= 3108,14 kgm = 3,10814 10 7 Nmm


3,10814 10 7
Mn = = 3,8852 10 7 Nmm
0,8
fy 360
m = = 16,9412
0,85.f' c 0,85 25

0,85.f' c 600
b =
fy 600 fy
0,85 25 600
= 0,85
360 600 360
= 0,0313
max = 0,75 . b
= 0,75 0,0313
= 0,0235
1,4 1,4
min = = 0,00389
fy 360

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 202
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

Mn 3,8852 10 7
Rn = = 0,1051
b . d 2 1900 4412

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 0,1051
= 1 1
16,9412 360

= 0,000292
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,00389
As perlu = .b.d
= 0,00389 1900 441
= 3259,431 mm2
= ..d
2
Digunakan tul D 16
2
= 3,14 (19)
2
= 283,385 mm
3259,431
Jumlah tulangan (n) = = 11,501 12 buah
283,385
1900
Jarak tulangan = = 158,33 mm 160 mm
12

dipakai tulangan D 19 - 160 mm


As yang timbul = 12 283,385 = 3400,62 > 3259,431As..OK

M aka, digunakan tulangan D 19 - 160 mm

[Link] Tulangan Geser

Vu = A efektif
= 248651,0 (0,50 1,9)
4
= 23,621845 10 N

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 203
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

Vc = 1/6 . f' c . b. d

= 1/6 25 1900 441


= 69,825 10 4 N
Vc = 0,6 . Vc
= 0,6 69,825 10 4 N
= 41,895 10 4 N
0,5 Vc = 0,5 41,895 10 4 N
= 20,9475 10 4 N
0,5 Vc < Vu < Vc tulangan geser minimum.
Jadi dipakai sengkang dengan tulangan 12 200 mm

8.3. Data Perencanaan Pondasi F2

Gambar 8.3. Perencanaan Pondasi F2

Dari perhitungan S AP 2000 pada Frame diperoleh :


- Pu = 10487,76 kg
- Mu = 102,09 kgm

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 204
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

Dimensi Pondasi :
Pu
tanah =
A
Pu 10487,76
A = =
tan ah 25000
= 0,4195 m2
B =L= A = 0,4195 161
= 0,64 m ~ 1,2 m

Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 2 m ukuran 1,2 m 1,2 m


- f ,c = 25 M pa
- fy = 360 M pa
- tanah = 25.000 kg/m2
- tanah = 1,7 t/m3 = 1700 kg/m3
- beton = 2,4 t/m3

d = h p [Link]
= 300 50 8
= 242 mm

8.4. Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi


8.4.1 Perhitungan kapasitas dukung pondasi

Pembebanan pondasi
Berat telapak pondasi = 1,2 1,2 0,30 2400 = 1036,8 kg
Berat kolom pondasi = 0,4 0,4 1,7 2400 = 652,8 kg
Berat tanah = 2 (0,3 1,7 1) 1700 = 1734 kg
Pu = 10487,76 kg
P = 13991,36 kg

e =
M u 102,09
P 13991,36
= 0,0074 kg < 1/6. B = 0,16

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 205
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6

y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6

= 13991,36 102,09
1,2 1,2
1,2 1,2
1 2

6
2
= 9751,59 kg/m

y ang terjadi =
P Mu
A 1
.b.L2
6

= 13991,36 102,09
1,2 1,2
1,2 1,2
1 2

6
2
= 960,22 kg/m
= tanah y ang terjadi < ijin tanah...............OK

8.4.2 Perhitungan Tulangan Lentur

M u = . . t 2 = (14207,1) (0,3)2
6
= 639,32 kgm = 6,3932 10 Nmm
6,3932 10 6
Mn = = 7,9915 10 6 Nmm
0,8
fy 360
m = = 16,9412
0,85.f' c 0,85 25

0,85.f' c 600
b =
fy 600 fy
0,85 25 600
= 0,85
360 600 360
= 0,031358

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 206
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

max = 0,75 . b
= 0,75 0,03135
= 0,02352
1,4 1,4
min = = 0,00389
fy 360

Mn 7,9915 10 6
Rn = = 0,136
b . d 2 1000 2422

1 [Link]
= 1 1
m fy

1 2 16,9412 0,136
= 1 1

16,9412 360

= 0,000378
< min
< max dipakai tulangan tunggal
Digunakan min = 0,00389
As perlu = .b.d
= 0,00389 1200 242
= 1129,65 mm2
= ..d
2
Digunakan tul D 16
2
= 3,14 (16)
= 200,96 mm2
1129,65
Jumlah tulangan (n) = = 5,62 6 buah
200,96
1200
Jarak tulangan = = 200 mm
6

dipakai tulangan D 16 - 200 mm


As yang timbul = 6 200,96 = 1205,76 > As..OK
M aka, digunakan tulangan D 16 - 200 mm

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir 207
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

8.4.3 Perhitungan Tulangan Geser

Vu = A efektif
= 14207,1 (0,30 1)
= 4,26213 103 N
Vc = 1/6 . f' c . b. d
= 1/6 25 1000 242

= 20,16 10 4 N
Vc = 0,6 . Vc
= 0,6 20,16 10 4 N
= 12,1 10 4 N
0,5 Vc = 0,5 12,1 10 4 N
= 6,05 10 4 N
0,5 Vc < Vu < Vc tulangan geser minimum.
Jadi dipakai sengkang dengan tulangan 12 200 mm

BAB 8 Pondasi
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

BAB 9
RENCANA ANGGARAN BIAYA

9.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Rencana anggaran biaya (RAB) adalah tolok ukur dalam perencanaan


pembangunan,baik rumah tinggal,ruko,rukan,maupun gedung lainya. Dengan
RAB kita dapat mengukur kemampuan materi dan mengetahui jenis-jenis material
dalam pembangunan, sehingga biaya yang kita keluarkan lebih terarah dan sesuai
dengan yang telah direncanakan.

9.2. Data Perencanaan

Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan rencana anggaran biaya
(RAB) adalah sebagai berikut :

a. Analisa pekerjaan : Daftar analisa pekerjaan proyek Kota Surakarta


b. Harga upah & bahan : Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta
c. Harga satuan : terlampir

9.3. Perhitungan Volume


9.3.1 Pekerjaan Pendahuluan
A. Pekerjaan pembersihan lokasi
Volume = panjang xlebar
= 46 x 12 = 552 m2
B. Pekerjaan pembuatan pagar setinggi 2m
Volume = panjang
= 136 m
C. Pekerjaan pembuatan bedeng dan gudang
BAB 9 RAB
208
Tugas Akhir 209
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

Volume = panjang xlebar


2
= (3x4) + (3x3) = 21 m
D. Pekejaan bouwplank
Volume = (panjangx2) x(lebarx2)
2
= (46x2) + (12x2) = 116 m

9.3.2 Pekerjaan Pondasi


A. Galian pondasi
Footplat 1 (F1)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
= (2x2x1,5)x28 = 168 m3

Footplat 2 (F2)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
= (1,2x1,2 x1,5)x14 = 30,24 m3
Pondasi batu kali
Volume = (lebar x tinggi) x panjang
= (0,8 x 08)x 92 = 58,88 m3
Pondasi tangga
Volume = (lebar x tinggi) x panjang
= (1 x 1)x 1,5 = 1,5 m3

B. Urugan Pasir bawah Pondasi dan bawah lantai (t= 5cm)


Footplat 1 (F1)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
= (2x2x0,05) x28 = 5,6 m3
Footplat 2 (F2)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
= (1,2x1,2 x0,05)x14 = 1,01 m3
Pondasi batu kali
Volume = (lebar x tinggi) x panjang
3
= (0,8 x 0,05)x 92 = 3,68 m
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 210
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

Pondasi tangga
Volume = (lebar x tinggi) x panjang
3
= (1 x 0,05)x 1,5 = 0,075 m
Lantai
Volume = tinggi x luas lantai
2
= 0,05 x 440 = 22 m

C. Lantai kerja (t=3cm)


Footplat 1 (F1)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
3
= (2x2x0,03) x28 = 3,36 m
Footplat 2 (F2)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
3
= (1,2x1,2 x0,03)x14 = 0,605 m
Pondasi batu kali
Volume = (lebar x tinggi) x panjang
= (0,8 x 0,03)x 92 = 2,208 m3

D. Pasangan pondasi batu kosong (1pc:3psr:10kpr)


Volume = panjang xlebar x tinggi
= 92x0,8x0,15 = 11,04 m3

E. Pasangn pondasi batu kali (1pc:3psr:10kpr)


Volume = (panjang xlebar x tinggi) + (panjang.2.1/2.a.t)
= (92x0,4x0,8) + (92 x 2.1/2.0,2.0,8) = 44,16 m3

F. Urugan Tanah Galian


Volume = [Link] galian- batukali-lantai kerja- pasir urug
=(168+30,24+58,88)-44,16-(3,36+0,605+2,208)-(5,6+1,01+3,68)
= 196,497 m3

BAB 9 RAB
Tugas Akhir 211
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

G. Peniggian elevasi lantai


Volume = panjangx lebar xtinggi
3
= 44x10x0,4 = 176 m
H. Pondasi telapak(footplat)
Footplat 1 (F1)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
= { (2.2.0,3)+(0,4.0,4.1,5)+( 2..1.0,2)}x 28
3
= 45,92 m
Footplat 2 (F2)
Volume = (panjang xlebar x tinggi) x n
= { (1,2.1,2.0,2)+(0,4.0,4.1,7)+( 2..1.0,1)}x 14
3
= 9,24 m
Footplat tangga
Volume = panjang xlebar x tinggi
= { (1,5.1.0,2)+(0,4.1,5.0,7)+( 2..1.0,1)}
= 0,82 m3

9.3.3 Pekerjaan Beton


A. Beton Sloof
sloof 1 (S1)
Volume = (panjang xlebar) x panjang
= (0,2x0,3)x144 = 8,64 m3
sloof 2 (S2)
Volume = (panjang xlebar) x panjang
= (0,25x0,4)x120 = 12 m3
B. Balok 40/70
Volume = (tinggi xlebar x panjang) xn
= (0,7x0,4x10) x 12 = 33,6 m3
C. Balok 25/40
Volume = (tinggi xlebar x panjang) xn
= (0,4x0,25x44) x 3 = 13,2 m3

BAB 9 RAB
Tugas Akhir 212
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

D. Balok 20/30
Volume = tinggi xlebar x panjang
3
= 0,3x0,2x 80 = 4,8 m
E. Kolom utama
Kolom40/40
Volume = (panjang xlebarx tinggi) x n
3
= (0,4x0,4x8)x 40 = 51,2 m
Kolom 20/30
Volume = (panjang xlebar) x panjang
3
= (0,2x0,3x8)x 14 = 6,72 m
F. Ringbalk
Volume = (tinggi xlebar)x panjang
3
= (0,2x0,3) x180 = 10,8 m
G. Plat lantai (t=12cm)
Volume = luas lantai 2x tebal
= 440 x0,12 = 52,8 m3
H. Plat Atap (t=10cm)
Volume = luas plat atap x tebal
= (88 x0,10) + (16x 0,10) = 10,4 m3
I. Plat kanopi (t=8cm)
Volume = (luas plat kanopi x tebal)x n
= (1,32 x0,08) x28 = 2,957 m3
J. Sirip kanopi (t=8cm)
Volume = (luas sirip kanopi x tebal)x n
= (0,59875 x0,08) x28 = 1,34 m3
K. Balok praktis 15/15
Volume = (tinggi xlebar)x panjang
= (0,15x0,15) x160 = 3,6 m3
L. Tangga
Volume = ((luas plat tangga x tebal)x 2) + plat bordes
= (5,408 x 0,12) x2) + (3 x 0,15)
= 1,748 m3

BAB 9 RAB
Tugas Akhir 213
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

9.3.4 Pekerjaan pemasangan Bata merah dan Pemlesteran


A. Pasangan dinding bata merah
Luas jendela = J1 +J2+BV
= 61,44 + 15,47 + 9,1584
2
= 86,0684 m
Luas Pintu = P1 +P2+P3+P4 +P5
= 5,74 + 4,24 + 33,2108+ 4,0724+ 7,9488
2
= 55,212 m
Luas dinding WC dan dinding teras = 48 + 36
2
= 84 m

Volume = tinggi x panjang ([Link]+ [Link] +[Link] WC)


= (8x104) (86,0684+55,212+84)
= 606,72 m2
B. Pemlesteran dan pengacian
Luas dinding yang tidak dapat diplester = (lebar x tinggi) xn
= (0,4 x 8) x 36
= 115,2 m2

Volume = (volume dinding bata merah -115,2 m2) x 2sisi


= (606,72- 115,2) x 2 = 983,04 m2

9.3.5. Pekerjaan Pemasangan Kusen dan Pintu


A. Pemasangan kusen dan Pintu kayu kamper 6/12
Julmlah panjang = J1 + J2 + P1+P2+P3+P4+P5
= 266,88 + 60,48 + 8,298 + 5,88 +220,22 +14,42 + 38,4
= 576,178 m
Volume = (tinggi x lebar)x panjang
= (0,12 x 0,06) x576,178
= 4,15 m3
B. Pemasangan daun pintu dan jendela
Luas daun pintu = P1+P2+P3+P4
= (2,2 x 2,6) + (2,2 x 1,95) + (2,11x1,22).7+(2,11x 0,80)

BAB 9 RAB
Tugas Akhir 214
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

2
= 29,7174 m
Luas daun jendela = J1+ J2
= (0,90 x1,1 ) x32 + (0,88x1,52)x 15
2
= 51,744 m
Volume = Luas daun pintu+ Luas daun jendela
2
= 81,462 m
C. Pasang jalusi kaca (t=5mm)
2
Luas tipe P3 = ((0,76x0,24.x2) +(1,12 x 0,24))x 7 = 4,435 m
2
P4 = (0,76x0,24.x2) +(0,8 x 0,24) = 0,557 m
2
J1 = (1,1 x 0,42)x32 = 14,784 m
2
J2 = (1,52 x 0,24)x7 = 2,554 m
Volume = luas P3+P4+J1+J2
2
= 22,330 m
D. Pasang kaca polos (t=5mm)
Luas tipe P1 = (1,5 x 1,52) + (0,25x 0,73) = 2,463 m2
P2 = 1,5 x 1,52 = 2,28 m2
P3 = ((0,52 x 0,64)x2)x 7 = 4,659 m2
P4 = (0,52 x 0,64)x2 = 0,665 m2
J1 = ((0,31 x 0,66)x2)x32 = 13,095 m2
J2 = ((0,52 x 0,64)x2)x7 = 4,659 m2
Volume = luas P1+P2+P3+P4+J1+J2
= 27,822 m2
E. Pasang kaca es
Volume = (0,3 x 0,96)x2)x16
= 9,216 m2
F. Pekerjaan Perlengkapan pintu
Tipe p1= 1 unit
Tipe p2= 1 unit
Tipe p3= 4 unit
Tipe p4= 1 unit
Tipe p5= 4 unit
Tipe ps= 4 unit

BAB 9 RAB
Tugas Akhir 215
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

G. Pekerjaan Perlengkapan daun jendela


Tipe j1= 32 unit
Tipe j2= 15 unit

9.3.6. Pekerjaan Atap


A. Pekerjaan kuda kuda
Setengah kuda-kuda (doble siku 45.45.5)
panjang profil under = 5,604 m
panjang profil tarik = 3,999 m
panjang profil kaki kuda-kuda = 4,884 m
panjang profil sokong = 3,925 m
Volume = panjang x n
= 18,412 x 2 = 36,824 m
Jurai kuda-kuda (doble siku 45.45.5)
panjang profil under = 5,6 m
panjang profil tarik = 5,658 m
panjang profil kaki kuda-kuda = 6,312m
panjang profil sokong = 4,757 m

Volume = panjang x n
= 22,327 x 4 = 89,308 m

Kuda-kuda B (doble siku 45.45.5)


panjang profil under = 11,208 m
panjang profil tarik = 7,998 m
panjang profil kaki kuda-kuda = 9,768 m
panjang profil sokong = 7,85 m

Volume = panjang x n
= 36,824 x 8 = 294,592 m

BAB 9 RAB
Tugas Akhir 216
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

Kuda-kuda utama (A) (doble siku 55.55.6)


panjang profil under = 11,208 m
panjang profil tarik = 7,998 m
panjang profil kaki kuda-kuda = 9,768 m
panjang profil sokong = 7,85 m

Volume = panjang x n
= 36,824 x 2 = 73,648 m

Gording ([Link],5)
panjang profil gording= 176,573 + 111 = 287,573 m

Volume total profil kuda-kuda 45.45.5 = 420,724 m


Volume total profil kuda-kuda 55.55.6 =73,648 m
Volume gording = 287,573 m

B. Pekerjaan konsul emperan balok 6/12


Volume = (tinggi x lebar x panjang )
= {( 0,12 x 0,06 x (2,75 x 30)}
= 0,594 m3
C. Pekerjaan pasang kaso 5/7dan reng
Volume = luas atap + luas emperan
= 561,439 + 130
= 691,439 m2
D. Pekerjaan pasang Listplank
Volume = keliling atap
= 222 m
E. Pekerjaan pasang genting
Volume = luas atap
= 691,439 m2
F. Pasang bubungan genting
Volume = panjang
= 63,508 m
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 217
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

9.3.7. Pekerjaan Plafon


A. Pembuatan dan pemasangan rangka plafon
Volume = (panjang x lebar) x 2
2
= (44 x 12)x2 = 1056 m
B. Pasang plafon
Volume = luas rangka plafon
2
= 1056 m

9.3.8. Pekerjaan keramik


A. Pasang keramik 40/40
Volume = luas lantai
= ((44x2)x2 + (36x8)x2)
= 752 m2
B. Pasang keramik 20/20
Volume = luas lantai
=((4x8)x4
= 128 m2
C. Pasang keramik dinding 20/25
Volume = tinggi dinding keramik x lebar ruang
= 1,5x48
= 72 m2

9.3.9. Pekerjaan sanitasi


A. Pasang kloset jongkok
Volume = n
= 8 unit
B. Pasang bak fiber
Volume = n
= 8 unit
C. Pasang wastafel
Volume = n
= 20 unit

BAB 9 RAB
Tugas Akhir 218
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

D. Pasang floordrain
Volume = n
= 8 unit
E. Pasang tangki air 550l
Volume = n
= 2 unit

9.3.10. Pekerjaan instalasi air


A. Pekerjaan pengeboran titik air
Volume = n
= 1unit
B. Pekerjaan saluran pembuangan
Volume = panjang pipa
= 158 m
C. Pekerjaan saluran air bersih
Volume = panjang pipa
= 140 m
D. Pekerjaan pembuatan septictank dan rembesan
Galian tanah = septictank + rembesan
= (2,35x1,85)x2 + (0,3x1,5x1,25)
= 9,2575 m3
Pemasangan bata merah
Volume = panjang x tinggi
= 8,4 x 2 = 1,68 m2

9.3.11. Pekerjaan instalasi Listrik


A. Instalasi stop kontak
Volume = n
= 11 unit
B. Titik lampu
TL 36 watt
Volume = n
= 85 unit

BAB 9 RAB
Tugas Akhir 219
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

pijar 25 watt
Volume = n
= 20 unit
C. Instalasi saklar
Saklar single
Volume = n
= 5 unit
Saklar double
Volume = n
= 19 unit

9.3.11. Pekerjaan pengecatan


A. Pengecatan dinding dalam dan plafon
Volume dinding dalam = (panjang x tinggi bidang cat)-([Link]
keramik +[Link]+[Link])
=((148 x8)+(8x4))-(72+29,7174+51,744)
= 1062,538 m2

volume plafon = luas plafon


= 1056 m2

Total volume = 1062,538 + 1056


= 2118,538 m2
B. Pengecatan dinding luar
Volume tampak depan & samping = ((panjang x tinggi bidang
cat)+([Link] xn))- ([Link]+[Link])
= ((64 x6,75)+(1,1975x28))- (29,7174+51,744)
= 384,069 m2
Volume tampak belakang= (panjang x tinggi bidang cat)-
([Link]+[Link])
={(44 x 8)+(88x2,75)} -(29,7174+51,744)
2
= 512,539 m
BAB 9 RAB
Tugas Akhir 220
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai

Total volume = 384,069 + 512,539


2
= 896,608 m
C. Pengecatan menggunakan Cat minyak (pada listplank)
Volume = panjang x lebar papan
2
= 222 x 0,15 = 33,3 m

D. Pengecatan menggunakan melamik (pada kusen)


Luas kusen = panjang x kayu 6/12
= 576,178 x 0,24
2
= 138,2827 m
2
Luas daun pintu = 29,7174 m
2
Luas daun jendela = 51,744 m

Total volume = 138,2827+29,7174+51,744


= 219,744 m2

BAB 9 RAB
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur dan RAB Gedung Sekolah 2 Lantai

BAB 10
REKAPITULASI

10.1 Konstruksi kuda-kuda


a. S etengah kuda-kuda
Tabel 10.1. Rekapitulasi Setengah Kuda-Kuda
Nomor
Panjang Batang Dimensi Profil Baut (mm)
Batang

1 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
2 1,628 45 . 45 . 5 2 12,7
3 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
4 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
5 1,333 45 . 45 . 5 2 12,7
6 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
7 0,934 45 . 45 . 5 2 12,7
8 1,628 45 . 45 . 5 2 12,7
9 1,870 45 . 45 . 5 2 12,7
10 2,297 45 . 45 . 5 2 12,7
11 2,800 45 . 45 . 5 3 12,7

b. Jurai
Tabel 10.2. Rekapitulasi Jurai
Nomor
Panjang Batang Dimensi Profil Baut (mm)
Batang

1 2,104 45 . 45 . 5 3 12,7
2 2,104 45 . 45 . 5 2 12,7
3 2,104 45 . 45 . 5 3 12,7
4 1,886 45 . 45 . 5 3 12,7
5 1,886 45 . 45 . 5 2 12,7

BAB 3 rekapitulasi 221


Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai 222

6 1,886 45 . 45 . 5 3 12,7
7 0,933 45 . 45 . 5 2 12,7
8 2,104 45 . 45 . 5 2 12,7
9 1,867 45 . 45 . 5 2 12,7
10 2,653 45 . 45 . 5 2 12,7
11 2,8 45 . 45 . 5 3 12,7

c. Kuda-kuda utama A
Tabel 10.3. Rekapitulasi Kuda-Kuda Utama A
Nomor
Panjang batang Dimensi Profil Baut (mm)
Batang

1 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
2 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
3 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
4 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
5 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
6 1,333 45 . 45 . 5 3 12,7
7 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
8 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
9 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
10 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
11 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
12 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
13 0,934 45 . 45 . 5 3 12,7
14 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
15 1,870 45 . 45 . 5 3 12,7
16 2.297 45 . 45 . 5 3 12,7
17 2,800 45 . 45 . 5 3 12,7
18 2,297 45 . 45 . 5 3 12,7

BAB 9 Rekapitulasi
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai 223

19 1,870 45 . 45 . 5 3 12,7
20 1,628 45 . 45 . 5 3 12,7
21 0,934 45 . 45 . 5 3 12,7

d. Kuda-kuda utama B
Tabel 10.4. Rekapitulasi Kuda-Kuda Utama B
Nomor Panjang
Dimensi Profil Baut (mm)
Batang batang
1 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
2 1,333 55 . 55 . 6 2 12,7
3 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
4 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
5 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
6 1,333 55 . 55 . 6 3 12,7
7 1,628 55 . 55 . 6 3 12,7
8 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
9 1,628 55 . 55 . 6 3 12,7
10 1,628 55 . 55 . 6 3 12,7
11 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
12 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
13 0,934 55 . 55 . 6 2 12,7
14 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
15 1,870 55 . 55 . 6 2 12,7
16 2.297 55 . 55 . 6 2 12,7
17 2,800 55 . 55 . 6 3 12,7
18 2,297 55 . 55 . 6 2 12,7
19 1,870 55 . 55 . 6 2 12,7
20 1,628 55 . 55 . 6 2 12,7
21 0,934 55 . 55 . 6 2 12,7

BAB 9 Rekapitulasi
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai 224
10.2 Tulangan beton
Tabel 10.5. Rekapitulasi Tulangan Beton
No Elemen Dimensi Tul. Tumpuan Tul. Lapangan Tul. Geser Ket.
Pondasi
1 1,9x1,9x0,5 - 16-160 mm 12200 Pondasi portal
F1
Pondasi
2 1,2x1,2x0,3 - 16-200 mm 12200 Pondasi portal
F1
Lantai 1
3 Sloof 1 250/400 4D16 mm 2D16 mm 8150 mm
arah y
Lantai 1
3 Sloof 2 200/300 2D16 mm 2D16 mm 8120 mm
arah x
Lantai
4 Kolom 40/40 4D16 mm 4D16 mm 8200 mm
1 dan 2
Plat
5 t = 0,12 12-100 mm 12-150 mm 8200 mm -
tangga
Balok
6 200/300 312 mm 312 mm 8120 mm -
bordes
Balok portal
7 250/400 3D19 mm 3D19 mm 10150 mm Lantai 2 arah x
memanjang
Balok portal
8 400/700 8D19 mm 8D19 mm 10150 mm Lantai 2 arah y
melintang
Balok
9 Anak As C 250/400 4D16 mm 3D16 mm 8125 mm Lantai 2 arah x
1-12
Balok
10 Anak As 1 250/400 3D19 mm 3D19 mm 8100 mm Lantai 2 arah y
C-D
Balok
11 Anak As 6 200/300 2D16 mm 2D16 mm 10100 mm Lantai 2 arah y
B-C
12 Plat lantai t = 0,12 10120 mm 10240 mm - Lantai 2 arah x

BAB 9 Rekapitulasi
Tugas Akhir
Perencanaan Struktur & RAB Gedung Sekolah 2 lantai 225

Arah X
Plat lantai
13 t = 0,12 10120 mm 10240 mm - Lantai 2 arah y
Arah Y
Rink
14 200/300 4D13 mm 2D13 mm 8200 mm Balok atap
balk

10.3 Rencana Anggaran Biaya ( RAB)


Tabel 10.6. Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya
JUMLAH HARGA (Rp.)
NO. JENIS PEKERJAAN

I PEKERJAAN PERSIAPAN Rp. 11,504,238.00


II PEKERJAAN PONDASI Rp. 251,892,706.16
III PEKERJAAN BETON Rp. 1,100,589,483.04
IV PEKERJAAN BATA MERAH DAN PLESTERAN Rp. 50,398,000.90
V PEKERJAAN KUSEN DAN PINTU Rp. 103,104,893.65
VI PEKERJAAN ATAP Rp. 257,833,449.85
VII PEKERJAAN PLAFON Rp. 150,976,364.00
VIII PEKERJAAN KERAMIK Rp. 69,880,750.72
IX PEKERJAAN SANITASI Rp. 11,705,184.00
X INSTALASI AIR Rp. 20,219,778.36
XI INSTALASI LISTRIK Rp. 17,165,000.00
XII PEKERJAAN PENGECATAN Rp. 98,700,266.47
JUMLAH Rp. 2,143,970,115.15

BAB 9 Rekapitulasi
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1983, Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Bangunan Gedung


(PPIUG), 1989, Cetakan ke-2, Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga
Listrik, Direktorat Jendral Cipta Karya Yayasan Lembaga Penyelidik
M asalah Bangunan, Bandung..

Anonim, 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung,
(SNI 03-1729-2002)Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.

Anonim, 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung
(SNI 03-2847-2002), Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.

Anda mungkin juga menyukai