PANDUAN ASUHAN GIZI (PAG)
DIABETES MELITUS
1. Pengertian Metode pemecahan masalah gizi pada
pasien diabetes melitus yang sistematis
dimana Nutrisionis/Dietesien berfikir kritis
dalam membuat keputusan untuk
menangani masalah gizi sehingga aman,
efektif, dan berkualitas.
2. Asesmen/Pengkajian : Melanjutkan hasil Skrining perawat terkait
perubahan bentuk dan komponen tubuh
akibat asupan zat gizi
Antropometri Melihat Umur, Berat Badan (BB), Tinggi
Badan (TB), Lingkar Lengan Atas (LILA),
Tinggi Lutut (TL)
Biokimia Melihat data HB, albumin darah, glukosa,
profil lipid, creatinin, kolestrol total, HDL,
LDL, glukosa darah, ureum, creatinin,
asam urat, trigliserid, dan feces
Klinis/Fisik a. Kesadaran Umum (KU)
b. Kesadaran
c. Suhu
d. Tekanan Darah
e. RR
f. Sesak nafas
g. Nafsu makan turun
h. Mual
i. Muntah
Riwayat Makan Riwayat alergi makanan, pola kebiasaan
akan termasuk jajan diluar, bentuk
makanan, rata2 asupan sebelum masuk
Rumah Sakit, dll.
Riwayat Personal Riwayat social ekonomi, budaya, riwayat
penyakit saat ini dan penyakit keluarga,
riwayat penggunaan suplemen makanan,
status kesehatan mental serta status
kognitif
3. Diagnosis Gizi (Masalah Gizi) a. Domain asupan adalah masalah aktual
yang berhubungan dengan asupan
energy, zat gizi, cairan, substansi bioaktif
dari makanan baik melalui oral maupun
parenteral dan enteral.
b. Domain klinis adalah masalah gizi yang
berkaitan dengan kondisi medis atau
fisik/ fungsi organ.
c. Domain perilaku / lingkungan adalah
masalah gizi yang berkaitan dengan
pengetahuan, perilaku/kepercayaan,
lingkungan fisik dan akses keamanan
makanan
4. Intervensi Gizi (Terapi Gizi)
a. Perencanaan Tujuan :
1. Mempertahankan kadar glukosa darah
2. Mencapai dan mempertahankan kadar
lipida serum normal
3. Memberikan cukup energi untuk
mempertahankan atau mencapai berat
badan normal
4. Menghindari atau menangani komplikasi
akut pasien yang menggunakan insulin
seperti hipoglikemi, komplikasi jangka
pendek, dan jangka panjang serta yang
berhubungan dengan latihan jasmani
5. Meningkatkan derajat kesehatan secara
keseluruhan melalui gizi yang optimal
b. Implementasi Syarat Diet Diabetes Melitus :
Kebutuhan energi ditentukan dengan
memperhitungkan kebutuhan untuk
metabolism basal sebesar 25-30
kkal/kg BB normal, ditambah kebutuhan
untuk aktivitas fisik dan keadaan
khusus, misalnya kehamilan atau
lakatasi dan adanya komplikasi.
Kebutuhan protein 10-15% dari
kebutuhan energi total.
Kebutuhan lemak 20-25% dari
kebutuhan energi total ( <10% dari
lemak jenuh, 10% dari lemak tidak jenuh
ganda, sisanya dari lemak tidak jenuh
tunggal). Kolesterol makanan dibatasi
maksimal 300 mg/hari.
Kebutuhan Karbohidrat 60 -70% dari
kebutuhan energi total.
Penggunaan gula murni tidak
diperbolehkan, bila kadar gula darah
sudah terkendali diperbolehkan
mengkonsumsi gula murni sampai 5 %
dari kebutuhan energi total.
Serat dianjurkan 25 gr / hari
c. Edukasi Pemberian edukasi dan konseling gizi pada
pasien, keluarga pasien dan penunggu
pasien (Care Giver) mengenai diet
diabetes melitus
d. Konseling Gizi Koordinasi pelayanan gizi dengan tenaga
e. Koordinasi dengan tenaga kesehatan lain yaitu dengan dokter,
kesehatan lain perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan
lain terkait asuhan pasien
5. Monitoring dan Evaluasi a. Asupan Makan
b. Antropometri
c. Biokimia
d. Fisik/Klinis
e. Pengetahuan pasien dan keluarga
6. Re Asesmen (Kontrol kembali) Kontrol ulang untuk konseling gizi melihat
keberhasilan intervensi (terapi gizi) dan
kepatuhan diet 1 minggu setelah pulang
dari rumah sakit
7. Indicator/Outcome 1. Asupan makan >80% dari kebutuhan
2. Status Gizi berdasarkan antropometri
Berat Badan/Umur (BB/U), Tinggi Badan
(BB/TB), Indek Masa Tubuh menurut
Umur (IMT/U), Lingkar Lengan Atas
menurut Umur (LILA/U)
8. Kepustakaan 1. Penuntun Diet Edisi Baru Tahun 2005.
Asosiasi Dietesien Indonesia (AsDI).
2. Persatuan Ahli Gizi Indonesia
(PERSAGI)
3. Pocket Guide For International Dietetics
& Nutrition Terminology (IDNT)
Reference Manual 2013
4. International Dietetics & Terminology
(IDNT) Reference Manual. Standardize
Language for the Nutrition and Dietetics
2013