BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam perkembangan suatu perusahaan baik perusahaan menengah
maupun besar untuk memperoleh kualitas produk atau jasa yang dihasilkan
menentukan besar atau tidaknya perkembangan perusahaan tersebut. Perusahaan
saling berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan dan kualitas yang terbaik
dari produknya. Dampak positif akan timbul sejalan dengan baiknya kualitas
produk suatu perusahaan. ISO 9001 telah menjadi salah satu persyaratan dalam
perdagangan dunia sebagai salah satu wujud jaminan terhadap mutu produk yang
dijual.
Konservasi lingkungan telah menjadi tuntutan dari pelanggan negara maju
yang secara sadar melihat pentingnya perlindungan terhadap lingkungan
dilaksanakan sejak dini untuk meminimalkan kerusakan lingkungan di masa
depan, maka berdasarkan kesepakatan international pada tahun 1996 International
Organization for Standardization meluncurkan suatu standar untuk mengelola
lingkungan secara professional di dalam organisasi dan industri, standar tersebut
disebut Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
ISO 14001 dipelajari oleh berbagai bidang pendidikan namun tidak
seumum ISO 9001 yang banyak ditemui di bidang apa saja. Sistem manajemen
ini banyak ditemui pada bidang teknik lingkungan. Selain itu sistem manajemen
ini juga mempunyai kaitan dengan bidang ergonomi (teknik industri) terutama
pada kuliah manajemen limbah [Link] lingkungan hidup atau ekologi
dan ergonomi mempunyai hubungan yang cukup kuat.
Setiap perusahaaan perlu dilakukan penilian apakah proses yang dilakukan
perusahaan tersebut sudah sesuai dengan standar lingkungan atau tidak.
Masyarakat berhak mengetahui PROPER dari perusahaan tersebut. PROPER
merupakan salah satu sarana kebijaksanaan (policy tool) yang dikembangkan oleh
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam rangka mendorong penaatan
penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan terhadap berbagai peraturan
perundang-undangan di bidang lingkungan hidup, melalui instrumen informasi
dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
Program Penilaian Peringkat Kinerja perusahaan yang selanjutnya disebut
Proper adalah program penilaian terhadap upaya penanggung jawab usaha dan
atau kegiatan dalam mengendalikan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan
hidup. Peringkat tersebut, diharapkan menjadi landasan bagi masyarakat untuk
dapat menilai dan kemudian mengaktualisasikan hak berperan serta dalam bidang
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hal tersebut, misalnya saja
dilaksanakan melalui upaya pengawasan serta pemboikoitan produk-produk
perusahaan yang memiliki peringkat buruk (hitam dan/ atau merah).
PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (Indah Kiat atauPerseroan), sebagai
salah satu perusahaan yang beroperasi di bawah brand Asia Pulp & Paper
(APP),
berkomitmen untuk menjalankan usahanya secara berkelanjutan. PT. Indah Kiat
Pulp & Paper, Tbk adalah salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia
di luar Jepang dan telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun. Perusahaan ini
memiliki tiga pabrik utama yang terletak di Tangerang, Serang dan Perawang
serta akses atas 300.000 hektar konsesi hutan di Sumatera.
Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana pengelolaan lingkungan
yang dilakukan oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Pengelolaan lingkungan
tersebut dilihat dari PROPER yang didapatkan dan Sistem Manajemen
Lingkungan pada perusahaan tersebut. Selain itu dalam makalah ini juga akan
dijelaskan Life Cycle Assessment (LCA) serta Ekolabel produk yang diproduksi
oleh perusahaan tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis
dapat merumuskan masalah sebagai berikut : Bagaimana sistem manajemen
lingkungan produk kertas sinar dunia PT. Indah Kiat?
1.3 Tujuan Penulisan
Bertolak dari rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penulisan ini
adalah untuk mengetahui : Sistem manajemen lingkungan pada produk kertas
sinar dunia PT. Indah Kiat.
1.4 Manfaat penulisan
1. Bagi penulis, makalah ini diharapkan dapat menambah khasanah
wawasan berfikir tentang system maanajemen lingkungan pada suatu
industri.
2. Bagi akademis, makalah ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
informasi ilmiah dalam tugas di bidang yang sama.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Perusahaan
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (PT. IKPP) adalah sebuah perusahaan yang
bergerak di bidang industri pulp dan kertas terpadu dengan status Penanaman
Modal Asing (PMA). PT. Indah Kiat Pulp & Paper Corporation pertama kali
dipelopori oleh Soetopo Jannto (Yap Sui Kei). Saat itu beliau memimpin
BERKAT GROUP. Tahun 1975, BERKAT GROUP yang memiliki banyak anak
perusahaan tersebut mengajak :
a. Chung Hwa Pulp Corporation, Taiwan
b. Yuen Foong Yu Paper Manufacturing, Taiwan
Kemudian mereka melakukan survey pertama untuk studi kelayakan
dengan lokasi pendirian :
a. Pabrik kertas di Serpong, Tangerang, Jawa Barat
b. Pabrik Pulp di Jawa Tengah, Jambi, Riau serta tujuh daerah lainnya
Tahun 1976 diurus perizinan pembebasan tanah, pengurusan izin
penanaman modal dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) dengan izin
Presiden tanggal 11 April 1976.
Pada tanggal 7 Desember 1976 perusahaan PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP) Tbk Perawang kini telah resmi berdiri dengan Notaris Ridwan Soesilo,
SH. Permohonan pendirian pabrik ini dilakukan dengan status PMA dimana
tujuannya yaitu memudahkan mendatangkan tenaga asing, karena tenaga lokal
belum menguasai mengenai pembuatan kertas, disamping memberikan
perangsang agar investor asing mau masuk ke Indonesia.
Perancang pabrik dan studi kelayakan dilanjutkan tahun 1977 untuk
menentukan proses teknologi dan kapasitas produksi. Setelah itu dilakukan
pembangunan pabrik kertas budaya (Wood Free Printing & Writing Paper) fase I
dengan memasang 2 line mesin kertas yang masing-masing berkapasitas 50 ton/
hari. Pabrik ini berlokasi di jalan Raya Serpong, Tangerang, Jawa Barat yang
berada di dekat sungai Cisadane.
Setahun kemudian dilakukan produksi percobaan pada pabrik kertas di
Tangerang dengan hasil memuaskan. Tanggal 1 Juni 1979 dilakukan produksi
komersil sekaligus diadakan hari peresmian lahirnya PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP) Corporation Tangerang.
Kemudian tahun berikutnya dilakukan survey ke-2 di Jambi dan Riau
sebanyak sepuluh kali dan untuk menghasilkan pabrik kertas Tangerang fase II
dengan memasang mesin kertas line ke-3 yang berkapasitas 50 ton/hari. Setelah
mempertimbangkan data studi kelayakan lokasi pada tahun 1975, maka studi
dilanjutkan di desa Pinang Sebatang dan Perawang, Kecamatan Tualang,
Kabupaten Siak Sri Indrapura Propinsi Riau. Pada tanggal 5 September 1981
dilakukan pembebasan tanah serta perizinan.
Jaringan usahanya meliputi beberapa usaha atau jenis kegiatan,
diantaranya : pembuatan bubur kertas, kertas budaya yang terdiri dari kertas untuk
keperluan tulis dan cetak (berlapis dan tidak berlapis), kertas fotokopi serta kertas
industri yang terdiri dari kertas kemasan mencakup containerboard (linerboard &
Corrugating Medium), corrugated shipping (konversi dari containerboard),
boxboard dan kertas berwarna.
2.2 Produk Perusahaan
PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk merupakan perusahaan yang bergerak
dalam bidang usaha industri bubur kertas (pulp), kertas, dan kertas industri
kemasan (packaging) secara terpadu. Beberapa jenis kertas yang di produksi PT.
IKPP diantaranya adalah:
- Woodfree
- Color Woodfree
- Photocopy Paper
- Color Photocopy Paper
- Computer Paper
- Color Computer Paper
- Release Base Paper/Sticker Base Paper
- Duplicating Paper
- Color Duplicating Paper
- Drawing Cartridge Paper
- Briefcard (White)
- White Wrapping Paper
- Watermark Paper
- Color Briefcard
- Quran Paper
Kertas-kertas ini kemudian diberi merk dagang, diantaranya
adalah; Mirage, Paperline, Sinar Spectra, Oxford, IKPP Paper, IK
Duplicator, Sidu dan masih banyak berbagai merk dagang lainnya. Produk
akhir ini kebanyakan dipasarkan ke berbagai negara selain juga dijual di
banyak toko buku di Indonesia.
BAB III
PEMBAHASAN
1.1 Sistem Manajemen Lingkungan
1.1.1 Environment Management Standart (ISO 14001)
PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk melalui ketiga fasilitas produksi
perusahaan telah memperoleh sertifikasi ISO 14001 untuk Sistem Manajemen
Lingkungan (SML) yaitu ISO 14001:2004 dan telah lulus evaluasi untuk
sertifikasi tersebut pada tahun 2004 dengan menggunakan SGS sebagai badan
sertifikasi. Ketiganya berhasil melalui evaluasi tahunan yang dilakukan pada
tahun 2012. Sertifikasi ISO 14001:2004 yang telah diperoleh akan berlaku hingga
tahun 2013 (Perawang Mill), 2014 (Serang Mill) dan 2015 (Tangerang Mill).
Gambar 2.1 Sertifikasi ISO 14001 yang didapat oleh PT. Indah kiat
Tujuan dari penerapan ISO 14001 adalah sebagai berikut
a. mengidentifikasi serta mengendalikan semua aspek, dampak dan resiko
yang ditimbulkan dari proses produksi terhadap lingkungan.
b. menetapkan dan mencapai kebijaksanaan lingkungan, sasaran dan target
termasuk memenuhi peraturan pemerintah.
c. Mengidentifikasi kesempatan peningkatan lingkungan.
d. Memantau dan meningkatkan kinerja lingkungan secara berkelanjutan.
1.1.2 Sistem Manajemen Mutu ( ISO 9001)
Seluruh fasilitas produksi perusahaan yakni Tangerang Mill, Serang Mill
dan Perawang Mill, telah pula memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 untuk
Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang menunjukkan bahwa produk-produk yang
dihasilkan oleh perusahaan telah memenuhi standar kualitas sesuai permintaan
pasar internasional. Pada tahun 2011, ketiganya telah berhasil melewati audit
verifikasi oleh pihak independen. Dan untuk itu, ketiga fasilitas produksi
perusahaan memperoleh sertifikasi yang berlaku hingga tahun 2013 (Perawang
Mill) dan 2014 (Serang Mill dan Tangerang Mill).
Gambar 2.2 Sertifikasi ISO 9001 yang didapat oleh PT. Indah kiat
Ada 3 hal yang dijamin oleh ISO 9001:2008 sebagai keuntungan bagi
organisasi yang menerapkan ISO 9001:2008 yang terangkum dalam 3C:
comply, consistent, continual improvement.
1. Comply to Requirements (memenuhi persyaratan)
Organisasi yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
dijamin dapat memenuhi persyaratan baik yang ditetapkan oleh perundang-
undangan terlebih lagi persyaratan pelanggan. Organisasi yang menerapkan
Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dituntut untuk meninjau semua
peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan ruang lingkup pekerjaan
organisasi tersebut. Terkait dengan persyaratan pelanggan, ada beberapa hal
yang dilakukan berdasarkan klausul-klausul ISO 9001:2008 diantaranya:
Meninjau Persyaratan Pelanggan: Melakukan tinjauan terhadap
permintaan pelanggan terkait kemampuan memenuhi permintaan pelanggan
sebelum menyetujui kontrak. Pemenuhan persyaratan pelanggan di sini
termasuk penanganan produk (bila diminta) dan target waktu pengiriman produk.
Menanangani Keluhan Pelanggan: setiap keluhan harus dimonitor dengan
baik dengan cara dicatat dan ditindaklanjuti. Bila perlu ditetapkan waktu respon
untuk setiap keluhan yang [Link] Survey Kepuasan Pelanggan:
dalam selang waktu tertentu, harus dilaksanakan survey kepuasan pelanggan
untuk mengetahui persepsi pelanggan terhadap mutu produk (barang/jasa) yang
diberikan oleh organisasi.
2. Consistency of Product (Produk Konsisten)
Organisasi yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008
dijamin dapat menghasilkan produk (barang/jasa) yang konsisten; mutu dan
spesifikasinya sama persis dan produk dihasilkan oleh suatu sistem yang
konsisten bukan secara kebetulan. Produk yang konsisten ini dihasilkan dengan
4M (Man, Method, Machine, Material) yang konsisten pula. Kombinasi dari
karyawan yang memiliki kompetensi yang merata, peralatan yang selalu siap
digunakan, pasokan material yang bermutu serta prosedur kerja yang jelas akan
menghasilkan produk yang konsisten.
3. Continual Improvement (Perbaikan Berkesinambungan)
Diantara salah satu prinsip ISO 9001:2008 yang paling dominan adalah
prinsip tentang perbaikan yang berkesinambungan. Maksudnya, organisasi tidak
boleh puas dengan pencapaian hasil yang sudah sesuai target melainkan terus
menerus meningkatkan target setiap tahunnya. Target-target yang tidak tercapai
harus dianalisis dan dievaluasi untuk mengetahui root cause dan tindakan
perbaikannya. Begitupun dengan masalah-masalah yang terjadi perlu dicatat dan
dikendalikan, dianalisis, dievaluasi dan diberikan tindakan perbaikannya. Setiap
keadaan yang dianggap menjadi potensi ketidaksesuaian di masa mendatang
harus dianalisis dan diberikan tindakan pencegahannya.
Perawang mill juga telah memperoleh sertifikasi ISO 9706 untuk kualitas
produk pada tahun 2005 dan telah diperbaharui di tahun 2011. Sertifikasi ini
memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa produk kertas yang dihasilkan
akan tahan lama dan tidak mudah rusak, sehingga sangat baik digunakan untuk
keperluan pengarsipan dokumen-dokumen penting. Perusahaan berkomitmen
penuh untuk memproduksi berbagai jenis kertas dan produk kertas industri yang
berkualitas tinggi bagi pasar internasional dan nasional dengan memperhatikan
standar keamanan serta kesehatan dari produk-produk yang ada termasuk standar
yang ditetapkan oleh pasar di Amerika Serikat, Jepang, serta kawasan Eropa dan
Asia.
1.1.3 PROPER
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan
Lingkungan (PROPER) yang disusun oleh Kementerian Lingkungan
Hidup telah menjadi salah satu tolak ukur penting dalam kinerja
suatu perusahaan di Indonesia. Pada tahun 2009, Indah Kiat
Tangerang dan Indah Kiat Perawang memperoleh peringkat
PROPER Biru, sedangkan Indah Kiat Serang mendapatkan peringkat
PROPER Biru Minus. Peringkat PROPER ini diberikan kepada
pabrik yang beroperasi dengan tingkat emisi di bawah ketentuan
regulasi pemerintah serta menggunakan teknologi ramah lingkungan,
meminimalisasi limbah, mencegah polusi dan menghemat sumber
daya.
1.2 Life Cycle Assessment (LCA)
LCA (Life Cycle Assessment) adalah suatu tujuan dari proses yang
digunakan untuk mengevaluasi beban lingkungan yang berhubungan dengan
produk, dan proses atau aktivitas produksinya.
1. Raw materials (bahan baku)
Bahan baku utama pulp dan industry kertas adalah kayu dan bahan-bahan
kimia penunjang. Agar proses produksi PT. IKPP tidak terhambat, maka
kelangsungan bahan baku sangat penting. PT. IKPP memperoleh kayu untuk
memproduksi pulp diperoleh dari Sinarmas Forestry, PT. Arara Abadi,
perusahaan afilasi dan mitra lainnya. PT. IKPP Indah Kiat Perawang mill telah
berhasil meraih sertifikat Lacak Balak (Chain of Custody/CoC). Penerapan
sistem Lacak Balak dari LEI, Perseroan telah melalui audit pemantauan Lacak
Balak LEI yang mencakup bahan baku kayu untuk produksi kertas di 2015.
Dalam memproduksi kertas PT. IKPP menggunakan bahan baku yang
dibagi atas bahan baku utama dan bahan baku penunjang. Bahan baku utama
adalah:
a. LBKP (Laubholz Bleached Kraft Pulp), pulp ini dibuat dari kayu yang
berkarakteristik keras dan memiliki serat yang pendek-pendek. Pulp jenis
ini diproduksi oleh PT. IKPP pabrik Perawang, Riau.
b. NBKP (Nadelholz Bleached Kraft Pulp), pulp ini dibuat dari kayu yang
berkarakteristik lunak dan memiliki serat yang panjang-panjang. Pulp jenis
ini masih diimpor dari Amerika dan Kanada.
c. Broke Paper, yaitu kertas hasil produksi yang tidak digunakan lagi, baik
karena kelebihan produksi maupun cacat produksi. Kertas yang
dicampurkan harus memiliki warna yang sama dengan kertas yang akan
diproduksi.
Selain bahan baku utama diatas ada juga bahan baku penunjang, bahan
baku penunjang ini berupa bahan kimia yang digunakan untuk memperbaiki
mutu dan kualitas dari kertas, diantaranya adalah:
a. AKD (Alkyl Ketene Dimer), zat ini memberikan fungsi ketahanan agar saat
kertas ditulis, tinta tidak akan menyebar.
b. Optical Brightening Agent (OBA) yang membuat warna kertas lebih
terang.
c. Dyes sebagai zat pewarna, ada 3 jenis pewarna yang digunakan PT. IKPP
yaitu serbuk dasar, pasta pigment dan serbuk Pergasol.
d. Cationic Starch yang berfungsi menambah kekuatan susunan serat kertas.
e. Filler yang terdiri dari 2 jenis, CaCo3 yang meningkatkan kepadatan dan
derajat putih kertas serta non CaCo3 yang digunakan untuk mendapatkan
opacity yang tinggi.
f. Poly Aluminium Chloride (PAC), zat yang bersifat korosif untuk menjaga
kestabilan pH.
g. Biocide, digunakan untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan
mikroorganisme.
h. Flocculant, zat yang digunakan untuk mengendapkan lumpur dan kotoran
yang ada dalam air.
i. Calcium Chloride (CaCl2), zat korosif yang
digunakan untuk meningkatkan kekuatan pulp dan daya serap
pewarna.
j. Fixing Agent, zat korosif yang membantu pengikatan pewarna pada pulp.
k. SSA, zat yang memberikan ketahanan terhadap cairan di atas kertas.
l. Wax Size, zat yang membantu kekuatan dan kehalusan kertas.
m. PVA, zat untuk menambah kekuatan kertas.
n. Retention Aid, zat yang membantu retensi sehingga serat-serat halus tidak
banyak.
o. Tapioka, zat ini menutup pori-pori kertas yang masih kosong.
p. Enzim yang digunakan untuk menguraikan tapioka.
q. Zinc Sulfat yang digunakan untuk mengontrol kerja enzim.
2. Transportasi
Log kayu yang berasal dari logyard akan dibawa dengan truck pengangkut
menuju log spliter. Log spliter berfungsi untuk membelah log yang
berdiameter besar. Lalu log yang tidak besar akan langsung di bawa truck
keLog Receiving Conveyor (LRC). LRC berfungsi untuk meneruskan log
ke Drum Feed Conveyor (DFC). Conveyor LRC didesain khusus untuk
menerima kayu. DFC berfungsi sebagai feeding log menuju Drum Barker atau
alat untuk mengelupaskan kulit kayu. Drum barker bergerak dengan
menggunakan roda gigi sebagai penggerak utama bersama motor dan roll
bearing sebagai penopang drum. Selain motor Drum barker juga dibantu oleh
ban sebagai penggerak utama. Untuk mengikis kulit kayu, drum
barker menggunakan alatEasy Rotor Barker. Dibawah drum barker telah
dipersiapkan saringan dan conveyor untuk membawa kulit dan kayu
berdiameter kecil ke bark [Link] shredder berfungsi untuk
menghancurkan kulit kayu yang nantinya akan diteruskan ke boiler.
3. Manufacturing
Proses produksi PT. IKPP dengan tahapan sistem:
a. Penyediaan bubur kertas/ pulp (stock preparation)
Proses dalam tahap ini terbagi pulping, screening, cleaning, refining, dan
mixing.
b. Pembuatan lembaran kertas
Pada tahap ini, bubur pulp diratakan di atas wire lalu di-press dan
dikeringkan dengan menggunakan steam. Produk akhir dari tahap ini
adalah kertas yang tergulung dalam bentuk jumbo roll.
c. Penyempurnaan dan penyelesaian produk akhir (finishing)
Pada tahapan ini, kertas dalam bentuk jumbo roll dipotong dan dikemas
sesuai dengan permintaan konsumen.
1. Penyediaan bubur kertas/ pulp (stock preparation)
A. Pulping
Bahan baku yaitu Needle Bleached Kraft Pulp - (NBKP), Leaf Bleached
Kraft Pulp (LBKP) dan broke kertas sesuai warna produk dimasukkan ke
pulper. Pada pulper terjadi proses pengadukan oleh (rotor) baffle blade dan
penambahan air yang mensirkulasikan dan menguraikan kertas menjadi bubur
kertas atau pulp selama 10-15 menit. Air yang ditambahkan pada pulper yang
berisi LBKP berupa white water yang berasal dari settling tank, sedangkan
pada pulper yang berisi pulp NBKP harus berupa fresh water. PT. IKPP, Tbk.
Perawang mempunyai 8 pulper yang bekerja secara batch dengan konsistensi
bubur kertas dalam pulper (4.2 4.5) %.
Mekanisme penguraian pulp dalam pulper terjadi sebagian besar karena
70% kekuatan putaran air dan 10-30% dipengaruhi oleh kekuatan impeller.
Selain air dan pulp, pada pulper juga ditambahkan bahan kimia sesuai dengan
spesifikasi kertas yang akan diproduksi, diantaranya:
1. CaCl2 berfungsi untuk meningkatkan kesadahan sehingga
meningkatkan daya ikat serap terhadap warna, digunakan hanya
untuk warna-warna tua.
2. Latekol berfungsi untuk mempermudah proses pemecahan serat
sehingga dapat meningkatkan smoothness pada kertas yang
dihasilkan.
3. Kostik soda berfungsi untuk mengatur pH perendaman. pH tersebut
tidak boleh < dari 7 karena dapat menyebabkan kertas mudah
terdegradasi sehingga serat menjadi rapuh.
4. Defoamer berfungsi untuk menghilangkan busa yang terdapat di
dalam buburan pulp.
Pada kertas pesanan khusus juga dilakukan perendaman, yang lamanya
dipengaruhi oleh besarnya pulper dan BW kertas yang akan dihasilkan (20
menit). Fungsi dari perendaman adalah agar bahan-bahan kimia lebih meresap
ke dalam pulp.
B. Screening
Screening berfungsi untuk memisahkan long fibre dan short fibre dan
untuk menguraikan serat-serat yang menggumpal. Partikel yang ada dalam
kotoran adalah plastik, stereofoam dan kertas yang tidak dapat terurai. Kinerja
penyaringan tersebut ditentukan oleh :
1. Reject ratio, yaitu perbandingan pengotor yang keluar dan masuk
2. Efisiensi, yaitu perbandingan antara pulp reject dan pulp accept
3. Fraksi pengotor, yaitu perbandingan pengotor dengan total padatan
yang masuk.
C. Cleaning
Sebelum buburan pulp dialirkan menuju HC-Cleaner, buburan pulp
dilewatkan pada CRC (Consistency Recording Controller) untuk mengatur
konsistensi aliran pulp. Jika konsistensi aliran pulp lebih besar standar (3.5
4%), CRC akan mengirim sinyal agar katup air terbuka. Sebaliknya, jika
konsistensi rendah, CRC akan mengirim sinyal sehingga valve air akan
menutup. Konsistensi mempengaruhi kerja refiner sehingga perlu diatur.
Kemudian buburan pulp dilewatkan pada HC-Cleaner untuk memisahkan
kotoran-kotoran seperti kerikil, kawat dan sebagainya prinsip gaya
sentrifugal, dimana air dialirkan dari bawah untuk dikontakkan dengan
buburan pulp, sehingga buburan memiliki densitas lebih kecil akan keluar dari
outlet bagian atas, sedangkan kotoran yang memiliki densitas lebih besar akan
turun melalui outlet bagian bawah, dan berkumpul di junk box yang kemudian
ditambahkan air yang diatur debitnya agar serat-serat yang ikut turun bersama
kotoran dapat kembali ke atas.
D. Refining
PT. IKPP, Tbk. Perawang memiliki 16 refiner yang digunakan sebagai
refining. Refining yaitu proses perlakuan mekanis terhadap buburan untuk
mengolah serat agar dapat dibuat kertas kualitas tinggi. Pada proses refining,
sifat-sifat fisik diubah tanpa mengubah susunan kimiannya dan juga
memperluas permukaan serat sehingga dapat meningkatkan jumlah ikatan
antar serat yang sangat berpengaruh dalam pembentukan lembaran kertas.
Nilai standar konsistensi buburan pulp LBKP yang masuk ke dalam
refiner adalah 4.2 - 4.7%, sedangkan untuk buburan NBKP 3.7 4.2%. Jika
konsistensi terlalu tinggi akan mempengaruhi kerja pompa sehingga buburan
pulp tidak dapat mengalir pada flow tank, selain itu juga dapat menyebabkan
refiner mudah tersumbat dan proses menjadi tidak efisien. Jika konsistensi
terlalu rendah akan menyebabkan proses refining tidak sempurna dan dapat
menyebabkan kerusakan pada refiner karena pisau pada rotor dan stator akan
beradu.
E. Mixing
Setelah proses refining, buburan pulp dipompa menuju mixing chest
untuk dilakukan proses pencampuran antara bubur pulp NBKP, LBKP dan
broke yang berasal dari bagian finishing-converting, dan terkadang catonic
starch (kanji) dengan perbandingan tertentu sesuai dengan jenis dan BW yang
diinginkan. Pencampuran bertujuan untuk meningkatkan tensile strength,
yakni daya tahan kertas terhadap daya tarik yang bekerja di ujung kertas.
Buburan pulp yang dihasilkan mixing chest selanjutnya dialirkan ke
medium chest yang berfungsi untuk menjaga buburan pulp pada konsistensi
3.5% dan berfungsi untuk menjaga buburan pulp dengan menjaga fluktuasi
aliran dengan cara membuat overflow agar konsistensi tetap stabil dan untuk
mencegah overload. Dari medium chest, buburan pulp dipompa ke machine
chest melalui CRC yang berfungsi untuk mengatur konsistensi yang masuk ke
machine chest. Aliran overflow dari machine chest, pulp dipompa menuju
stuffbox untuk ditambahkan bahan kimia, seperti AKD, cationic starch dan
dyes, jika kertas yang ingin diproduksi berwarna putih, maka sebelum
memasuki stuffbox, buburan pulp ditambahkan OBA.
Buburan dipompa oleh fan pump menuju headbox untuk diproses lebih
lanjut di PM.
2. Pembuatan Lembaran Kertas
a. Head Box
Buburan yang dipompa oleh fan pump dialirkan ke atas wire melalui
headbox yang dibantu dengan attenuator (tangki bertekanan) yang berfungsi
membantu fan pump sehingga diperoleh aliran di atas wire yang sesuai
dengan kecepatan wire. Hal ini berfungsi agar garis air pada pembentukan
kertas tidak terlalu maju sehingga dapat menyebabkan kertas lembab atau
garis air terlalu mundur dan menyebabkan kertas menjadi retak. Attenuator
pada headbox berfungsi untuk mencegah terjadinya fluktuasi akibat pulsasi
hidrolik yaitu penyebab terjadinya variasi gramatur kertas pada arah mesin.
Konsistensi buburan pulp di headbox berkisar 0.4-1.1% dengan pH 7-8.
b. Wire/Dewatering
Buburan dengan konsistensi 0.5-1.1% dialirkan ke atas wire melalui slice
agar diperoleh konsistensi merata dan tidak terjadi lump (peringkelan kertas).
Diatas wire terjadi proses dewatering, yaitu air mulai dipisahkan dari buburan
dengan dua cara, yaitu dengan pengaruh gravitasi dan bantuan vacuum. Pada
saat pemisahan baik secara gravitasi maupun dengan vacuum ditambahkan
flokulan dan koagulan untuk mengikat serat yang halus.
White Water atau air yang keluar dari wire ditampung dalam settling tank
yang sebelumnya telah ditambahkan antranil untuk menghilangkan busa yang
terbentuk. Proses terakhir wire adalah vacuum atau suction couch roll yang
bertekanan 350 mmHg, untuk selanjutnya dikirim ke bagian berikutnya yaitu
bagian pengempaan atau press part.
c. Press Part
Bagian ini dimulai dari pick up roll. Jumlah air yang dipisahkan dari
lembaran kertas (wet-end) lebih sedikit dibandingkan pada wire. Proses pada
press part adalah penekanan/pengeringan di antara roll, yang berfungsi untuk :
a. Mengeluarkan air dari lembaran basah
b. Mengkonsilidasikan sehingga dapatmeningkatkan lembaran kekuatan
kertas
c. Menghaluskan dan memadatkan lembaran kertas
Pada keadaan ini lembaran kertas masih mepunyai moisture 75%.
Terjadinya lembaran kertas karena adanya ikatan hydrogen antar serat. Ikatan
ini terjadi pada saat operasi pengepresan. Ketika jaringan dipres serat-serat
saling berdekatan sehingga terbentuk ikatan hidrogen bersamaan dengan
keluarnya air. Makin banyak air yang dikeluarkan, makin banyak hydrogen
yang terbentuk. Lembaran basah yang melekat pada felt dijepit di antara dua
roll yang berputar. Pada saat lembaran basah dijepit air, diperas, lalu keluar da
diserap oleh felt. Daerah jepitan dibagi menjadi dua bagian :
Fase I : Daerah dimana lembaran memasuki Press 1 (moisture 50-60%)
Fase II : Daerah dimana lembaran memasuki Press 2 (moisture 40-50%)
Fase III: Sering disebut smoothing press yang hanya dilakukan
pada pembuatan kertas dengan gramatur di atas 120 gram.
d. Drying
Proses drying bertujuan untuk mengeringkan air yang tersisa dengan
menggunakan steam yang berasal dar boiler PT. DSS. Proses drying
menggunakan drum silinder yang dibagi menjadi 2 tahap, yaitu :
I. Drying 1
Lembaran dari press part memasuki tahap pengeringan yaitu melalui
pemanasan secara konduksi pada silinder yang dialiri steam. Silinder dryer
berdiameter 1475 mm disusun dua baris berjumlah 22 yang terdiri dari
section 1-3. Alat ini terletak dalam sebuah dryer hood yang fungsinya untuk
meningkatkan efisiensi panas dari dryer. Jumlah dryer yang dibutuhkan
tergantung dari jumlah air yang akan diuapkan. Pengeringan dengan cara ini
membutuhkan biaya yang mahal, oleh karena itu usaha untuk memperkecil
jumlah kandungan air sebelum memasuki unit pengeringan sangat diperlukan.
II. Drying 2
Drying II memiliki lima grup drying yakni grup I, II, III, IV, dan V
dengan jumlah drum drying 12 buah. Kadar air (moisture content) setelah
melewati drying II adalah 5-6%. Drying II dilakukan setelah proses drying I
dan surface sizing. Proses surface sizing dilakukan dengan menggunakan 2
roll yaitu top size press roll dan bottom size press roll dimana starch solution
disebarkan di antara kedua roll tersebut.
e. Calendering
Proses calendaring menggunakan empat buah roll yang berputar
berlawanan arah satu sama lain dimana lembaran kertas dilewatkan di antara
roll-roll untuk proses penekanan untuk mengaluskan permukaan kertas.
Kertas yang terputus di bagian calendar akan masuk ke calendar pit,
kemudian dihancurkan dengan ditambahkan white water dari wire pit.
f. Reeling
Proses reeling merupakan proses penggulungan lembaran kertas menjadi
jumbo roll pada spoll reel yang akan dikirim ke bagian Finishing-Converting
untuk diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan produk sesuai permintaan
konsumen. Pada saat penggantian roll lembaran kertas dipotong dengan
angin bertekanan tinggi dari kompresor. Kadar air kertas yang dihasilkan dari
proses reeling adalah 5-6%.
3. Paper Finishing Converting
Pada bagian finishing terjadi 3 tahap proses, yaitu :
a.) Pemotongan (Cutting)
Kertas diharapkan mempunyai moisture sekitar 7-8% setelah dari dryer.
Kemudian lembaran kertas digulung di spoll reel dengan gulungan tertentu
sesuai kebutuhan. Di bagian spoll reel dilengkapi dengan screener yang
berfungsi untuk mendeteksi moisture yang ada pada produk. Setelah dari pop
reel gulungan dibawa ke rewinder. Di dalamnya rewinder kertas mengalami
Slitting dan Rewinding, kecepatan rewinder ( 1800 m/min) ini biasanya dua
atau tiga kali kecepatan mesin kertas. Slitting adalah proses pemotongan
sesuai dengan arah mesin. Sedangkan Rewinding adalah menggulung kembali
kertas tanpa mengubah ukurannya kecuali penyisiran. Dilakukan rewinding
untuk menanggulangi masalah-masalah yang timbul pada saat penggulungan
di spoll reel, yaitu :
Variasi tegangan kertas
a. Kertas kisut
b. Kertas berkerut (curl)
c. Kertas slip karena gulungan longgar
b.) Penyortiran (Sorting)
Proses penyortiran dilakukan pada kertas yang telah terbentuk lembaran.
Penyortiran dilakukan secara manual menggunakan mata visual oleh operator
sortir, yang bertujuan untuk memisahkan lembaran kertas cacat baik.
c.) Pembungkusan (Packing)
Pembungkusan kertas disesuaikan dengan bentuk kertas yang ingin
dihasilkan, yaitu :
a. Pembungkusan kertas dalam bentuk roll dilakukan menggunakan
wrpping paper dan kemudian dibungkus dengan mesin cyclop. Untuk
pemesanan lokal, pembungkusan hanya dilakukan satu kali dengan
stretch film sebanyak 15-20 putaran. Kertas kraft yang digunakan 110
Gsm dan ekspor 200 Gsm.
b. Pembungkusan kertas lembaran besar dengan wrapping paper, di-
packing dengan wooden pallet dan dilapisi dengan plastik. Proses
pembungkusan ini dilakukan secara semi-automatik. Media
pembungkus yang digunakan dalam proses ini beragam bergantung
dengan jenis pemesanan misalkan plastic, kertas kraft, atau kertas
berlogo. Big sheet yang telah dihitung disusun di atas pallet lalu diberi
corrugated sheet dan plastik untuk kemudian dimasukkan ke dalam
mesin MSK untuk menciutkan dan mengepress plastic, lalu diikat
menggunakan mesin bundling dan diberi label shipping mark.
d.) Converting
Converting yang dilakukan untuk mengubah ukuran kertas dari
bentuk roll menjadi kertas ukuran tertentu sesuai dengan pesanan.
Adapun tahapan proses dalam converting adalah :
1. Pemotongan (Cutting)
Proses pemotongan menggunakan 2 alat, yaitu :
a. Mesin Ech Will yang digunakan untuk memotong kertas mini roll
yang dihasilkan mesin rewinder di seksi finishing dalam bentuk
lembaran bentuk lembaran kecil seperti ukuran A4, Folio, Letter,
lalu dibungkus menggunakan plastik BOPP serta diberi label.
b. Mesin polar untuk memotong lembaran kertas besar yang
dihasilkan mesin cutter di seksi finishing menjadi lebih kecil.
Ukuran yang diproduksi adalah A4, B4, A3, letter, F4A, F4B, F4
dan sebagainya. Kertas sisa pemotongan akan digabungkan dalam
balling press untuk dimasukkan ke dalam pulper sebagai broke
paper.
2. Pembungkusan (Packing)
a. Pembungkusan kertas lembaran kecil yang dipotong dengan mesin
Ech Will dengan plastik BOPP menggunakan mesin pemco
dimasukkan ke dalam kardus dan disusun di atas Wooden Pallet.
b. Pembungkusan kertas lembaran kecil seperti A4, A3, Folio dan
lain-lain yang dipotong dengan mesin polar dibagi menjadi
pembungkusan kertas satu warna dan kertas warna campuran, ada
yang dikirim ke hugo back,
conveyor ataupun autopack.
3. Output
Pelaksanaan produksi bersih di PT. IKPP adalah sebagai berikut :
1. White Water Recovery
Kegiatan yang dilakukan adalah mengolah air sisa produksi atau
back water dengan menambahkan zat kimia untuk memisahkan serat
dengan air. Serat yang berhasil dipisahkan akan dipress untuk mengurangi
kadar air kemudian dikirim ke tempat penyimpanan bahan baku untuk
diproses kembali ke dalam pulper. Sedangkan whitewater akan dikirim ke
tangki air untuk digunakan kembali sebagai media pembuburan bahan
baku dalam proses produksi. Alat yang digunakan untuk memisahkan serat
dan air ini disebut purgomat dan pengoperasiannya dikendalikan atau
dilakukan dengan menggunakan komputer di ruang Distribution Control
System (DCS).
2. Pengolahan menjadi energi
1.3 Ekolabel
Ekolabel adalah suatu pernyataan atau klaim, label, tanda atau sertifikat pada suatu
produk yang memberikan keterangan kepada konsumen bahwa produk tersebut dalam
daur hidupnya menimbulkan dampak lingkungan negatif yang relatif lebih kecil
dibandingkan dengan produk lainnya yang sejenis dengan tanpa bertanda ekolabel.
PT Pabrik Kertas Indah Kiat, Tbk dalam penerapan sertifikasi ekolabel dinyatakan
telah memenuhi kriteria ekolabel (Pedoman KAN 813-2006) untuk ruang lingkup kertas
cetak tanpa salut pada mesin kertas nomor 5, 8 , 9 dan 10 dan merek dagang Sinar Dunia
(sertifikat nomor OOI/MALECO/VII/2007 tanggal 9 Juni 2007).
Produk Kertas HVS Sinar Dunia juga telah memiliki logo recycleproduct
[Link] sertifikasi produk daur ulang ini merupakan program yang relatif baru
dan merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mengkampanyekan pentingnya
kegiatan daur ulang disamping pengelolaan hutan secara [Link] merupakan
program penghematan sumber daya dengan Reduce, Reuse, Recyle dan
mengintegrasikannya dalam operasional Sistem Manajemen Lingkungan Perusahaan.
PT. Pabrik Kertas Indah Kiat, Tbk menjalankan kebijakan manajemen limbah
untuk mengurangi polutan, termasuk Kebijakan Pengendalian Sumber Daya dan
[Link] system pengolahan air limbah, Peruhasaan menggunakan
sistem endapan (sludge) aktif dengan perlakuan fisikal dan kimiawi untuk membuat air
limbah dapat dialirkan secara aman ke saluran [Link] sebab itu Produk Kertas Hvs
Sinar Dunia mendapatkan label ramah lingkungan.
23