DRAMA SCRIPT (HORROR)
Untuk memenuhi nilai tugas tambahan Teknologi Informasi Dan Komunikasi
DRAMATIC PERSONAE :
1. ANDINI AYUNDA LESTARI (DINI)
2. ULFA MELINDA (ULFA)
3. KIKI SEPTIA SARI (KIKI)
4. HAIRUN NISA (NISA)
5. RIRIN ANGGRAINI (RINI)
6. TRI YUDA JUNIANSYAH (YUDA)
7. IHWAN AMRI (AMRI)
8. JONATHAN PUTRA ( JONATHAN)
KELAS : XII IPA I
SMA NEGERI 4 KAB. TEBO
TAHUN AJARAN 2017 / 2018
Judul:
Salah Siapa Aku Mati ?!
Tema:
Antara persahabatan dan dendam
Konflik:
Kisah persahabatan yang terputus akibat suatu fitnah dan berakhir dengan kematian
Penokohan:
1. Hairun Nisa sebagai Fhy (Tidak pilih-pilih namun pendendam)
2. Kiki Septia Sari sebagai Dara (Baik, penurut, dan mudah percaya)
3. Ulfa Melinda sebagai Natasyaasya (Cerewet, sinis, dan ingin menang sendiri)
4. Andini Ayunda Lestari sebagai Vero (Tomboy, cerewet, dan merasa paling berkuasa)
5. Ihwan Amri sebagai Bill (Bersikap dingin, dan misterius)
6. JoNatasyahan P. sebagai Jerry (Penurut namun mudah terhasut)
7. Tri Yuda Juniansyah sebagai Aldo (Jahil, dan pencari masalah)
8. Ririn Agraini sebagai Nike (Baik, pintar, dan penolong)
9. Pemeran pembantu sebagai Polisi (tegas)
Sinopsis!
Sahabat jadi benci itu adalah hal yang biasa terjadi di kalangan remaja pada
umumnya. Namun apa yang terjadi jika suatu persahabatan menjadi dendam dan akhirnya
saling membunuh?
Di salah satu sekolah menengah atas di kota Tebo terdapat empat orang sahabat yang
memiliki sifat yang berbeda-beda. Mereka adalah Vero, Natasyaasya, Fhy, dan Dara. Diantara
mereka berempat, Vero-lah yang terlihat tomboy sementara Dara sangat feminim.
Disisi lain, banyak yang iri dengan persahabatan mereka terutama dikalangan para
cewek sekolah, dan membuat banyak laki-laki merasa ingin menghancurkan eratnya
persahabatan mereka, termasuk Aldo dan Jerry. Mereka berdua dengan sengaja membuat
sebuah taruhan tak masuk akal dengan maksud tertentu hingga menjadi awal dari kisah tragis
yang menimpa sebagian siswa maupun siswi di SMAN 4 Tebo.
Saat-saat menegangkan dan penuh ancaman pun dimulai ..
ADEGAN 1
Siang hari sejak tadi pagi hujan tak kunjung reda. Di dalam kelas yang terdapat
berbagai kursi dan meja yang tertata rapi terjadi suatu keseruan tersendiri bagi siswa-siswi XII
IPA1 karena salah satu guru yang seharusnya mengajar pada jam terakhir tidak kunjung
datang ke kelas mereka. Ada seorang siswi sedang menyisir rambutnya. Dan beberapa siswa
lainnya terlihat tengah asyik berbincang dan tertawa cekikikan.
Aldo: Kenapa ya.., persahabatan mereka kok sangat erat? Ingin rasanya melihat persahabatan
mereka jadi putus, tapi bagaimana caranya? (diam sambil memikirkan sesuatu)
Jerry: Hoi! (menepuk pundak Aldo). Melamun sendiri, ikutan dong! Mang ada apa, bro?
Aldo: Gila! Bikin kaget! Coba lihat mereka berempat! (menunjuk ke arah Natasyaasya d.k.k)
Jerry: Kenapa? Naksir ya?
Aldo: Sepertinya.. tapi pengen lihat mereka bubaran dulu.
Jerry: Kamu curi saja dompetnya Vero si galak itu, terus taruh di dalam tasnya Natasyaasya atau
Fhy, Vero pasti bakal nuduh diantara mereka berdua.
Aldo: Jadi, Dara mau diapain? (teriak)
Jerry: Psssst! (menutup mulut Aldo) Yang tadi itu bohongan, jangan dianggap serius, bodoh!
Terlihat Vero masuk kedalam kelas dengan tawa yang terbahak-bahak.
Vero: Ahahahaha! Natasya, coba deh lihat model rambut modis-ku! (sambil memainkan rambutnya
dengan jarinya) Keren kan?!
Natasyaasya: Idih, apanya yang keren? Norak tau!
Vero: Ahahahaha! Bilang aja ngiri.. (menarik rambut Natasyaasya)
Natasyaasya: Ah, ah! Iya iya, bagus ah!
Fhy: Eh, aku ke kantin dulu ya?! (langsung menoleh kearah Dara) Ra, temenin aku dong?
Dara: Wait! (menuju mejanya dan mengambil buku pelajaran) Sekalian temenin aku ke perpus
balikin buku ini.
Sementara berjalan menuju pintu kelas, tiba-tiba seorang siswi terlihat buru-buru
masuk ke dalam kelas dan tanpa sengaja menabrak Dara dan juga Fhy didepannya hingga
buku-buku yang dibawa Dara ikut terlempar.
Fhy: (merintih) Aaaauch!!! Kakiku!
Dara: (memungut buku-bukunya) Buku-buku pinjamanku, aduh!
Nike: (membantu Fhy berdiri) Sorry ya Fhy, Dar. Lagi buru-buru tadi, ga sengaja
kok!(memelas) Sorry ya?
Fhy: (memegang kakinya yang sakit) Iya, ga apa-apa.
Dari kejauhan terlihat Vero dan Natasyaasya beserta murid yang lain menghampiri
tempat kejadian tersebut hingga membentuk suatu barisan. Tanpa sadar Nike telah mendapat
tamparan bertubi dari Natasyaasya juga Vero.
Natasyaasya: (menampar Nike) PLAKK! Perempuan sial! Cari gara-gara ya! (dengan nada
membentak).
Nike: (merintih dan mencoba menahan air matanya) Apa maksud kamu, Natasya?
Natasyaasya: Apa maksud kamu, Natasya? Apa maksud kamu, Natasya? (nada mengejek) Pura-
pura bego apa bego beneran sih, hah!
Vero: Udah, sekarang kamu pergi sana! Lain kali kalo jalan ga usah sampai buru-buru deh..
Nike: Tapi. (belum sempat ia berkata, tangan kanan Vero telah menempel di pipi kirinya)
Vero: Bacot!
Akhirnya air mata yang tertahankan sejak tadi kini tak mampu dibendung lagi keluar
dari mata Nike. Dia mencoba mencari celah dari kesalahpahaman teman-temannya dengan
berkata yang sejujurnya namun tak dapat dipercaya oleh Natasyaasya dan Vero. Kemudian
mampu diredam oleh seorang siswa baru di sekolah itu.
Nike: (memegang pipinya sambil menangis) Aku buru-buru ke kelas itupun karena ada suatu hal
yang harus aku sampaikan pada kalian, tapi aku ga bermksud untuk menabrak Dara dan Fhy.
Natasyaasya: Oh, masih berani mengelak rupanya ya? (tiba-tiba dengan kasar menarik-narik
tangan Nike bersama Vero)
Vero: Sini kamu! (dengan kuat menarik-narik tangan Nike)
Fhy & Dara: (mencoba melerai) Cukup! Udah dong ah!
Dan di ujung pintu telah berdiri seseorang yang belum sempat diperkenalkan oleh Nike.
Dia adalah Billy Sandora, siswa baru dari luar kota. Semua mata tertuju padanya.
Bill: (berteriak) Lepas!
Nike: (berusaha melepaskan diri) Tolong, Bill!
Vero & Natasyaasya: Diam!!!
Bill: Lepas! Lepaskan dia, perempuan bodoh!
Natasyaasya: (terbata) A.. aa.. apa???!
Bill: Masih belum dengar?! Lepaskan!
Mereka berdua pun melepaskan Nike dan menjauh dari keramaian sesaat menuju arah
luar kelas. Disaat yang bersamaan bel berbunyi panjang.
ADEGAN 3
Keesokan harinya pada saat bel istirahat berbunyi, semua siswa maupun siswi
diwajibkan mengikuti rapat konsulat di Aula sekolh. Dimana pada saat itu telah terjadi
perdebatan antara Vero, Natasyaasya, Fhy, dan Dara, yang bermula dari surat kiriman
seseorang yang ada di dalam tas Fhy.
Vero: Malas deh ikutan rapat. Kantin yuk?!
Natasyaasya, Fhy & Dara: Yuk!
Merekapun beranjak pergi dari kelas. Tidak lama mereka berjalan, Vero merasa ada
yang terlupa.
Vero: Wait! Aku lupa cerminku! Ah, rambutku!
Natasyaasya: Butuh sisir?
Fhy: Kalo cermin sih ada, ambil aja di dalam tas! (menunjuk tasnya)
Vero: ( sambil membuka tasnya dan terlihat sedang mencari sesuatu dan wajahnya sangat gelisah
) Mana sih?! (menemukan surat) Kertas apa ini?
Natasyaasya: (merampas surat yang sementara dibaca oleh Vero kemudian membacanya dengan
lantang) O.. o.. o.. (menepuk tangan) Jadi ini yang yang dibilang sahabat?
Fhy: (bingung sambil melongo) Surat untuk siapa? Sorry, Natasya. barangkali itu bukan buat aku.
Vero: (mendorong pundak Fhy dengan kasar) Lagak! Main belakang ya?! Tau ga, yang suka sama
Jerry itu bukan cuma kamu aja! Tuh, Natasyaasya lebih dulu dibanding kamu!(sekali lagi mendorong
pundak Fhy dengan kasar)
Dara: (shock melihat pertengkaran diantara persahabatan mereka) Sudah! Sudaaaah! Persahabatan
macam apa ini?! Lagi-lagi Jerry, masih banyak cowok lain selain dia, kenapa sih milih dia?!
Natasyaasya: (membentak Dara) What!!! Si bloon ini udah mulai ngajar nih, Ver. Ahahahaha!
Dara: (menampar Natasyaasya hingga terjatuh) Jahat!
Natasyaasya: (merintih dan memegang pipinya) Aaaaaaah!
Vero: (mendorong Fhy hingga terjatuh kemudian mendorong Dara hingga tersungkur)Ih, kurang
ajar deh!!!
Natasyaasya: (bangkit lalu menjambak rambut Dara dengan kasar memaksanya untuk
berdiri) Jangan sok cantik kamu, hah!
Dara: (mencoba melepas tarikan Natasyaasya namun tak bisa) Aaah! Natasya, jangan! Sakit,
Natasya! Aah!
Natasyaasya: (terus menjambak) Aku udah muak dengan gaya sok lugumu itu, aku tahu kamu suka
sama Jerry dan diam-diam sering merhatiin dia, hah! Wanita sial!
Dara: (berteriak kesakitan) Natasya!!!!
Fhy: (memukul tangan Natasyaasya untuk menolong Dara) Kamu gila ya?!! Mo ngebunuh, hah!
Lepasin!!
Vero: (menjambak rambut Fhy tiba-tiba hingga tersungkur kebelakang) Persahabatan ini udah
hancur! Urusan kita belum selesai! Aku muak dengan sok kebaikanmu. Wanita sial!
Fhy: (berusaha mencakar wajah Vero dan mengenai pelipis mata bagian kanan Vero hingga
berdarah) Aaaah! Sialan!
Vero: (melepas jambakannya dan merintih kesakitan memegang pelipisnya) Ah, darah! Mataku?!
Aaah!
Fhy: (berlari dan mencoba memukulkan pot bunga yang ada di meja guru ke kepala
Natasyaasya) kamu yang sial!
Vero: (berteriak) Awas, Natasya!
Natasyaasya: (berbalik namun pot bunga tersebut sudah mengenai kepalanya hingga ia
pingsan) Oh, kepalaku. Sialan kau, Fhy!
Fhy: (menolong Dara yang bibirnya telah berdarah akibat jambakan dan tamparan bertubi-tubi
dari Natasyaasya) Ra, sadar, Ra! Bangun! Ayo lari dari sini!
Dara: (terkejut karena melihat sosok Vero yang sedang berdiri diatas Fhy dengan memegang pot
bunga penuh amarah) Effff.. effff.. fhy! Diii.. be.. belakang.. mu!(terbata)
Fhy: (tanpa ia sadari bahwa pot bunga begitu cepat melayang kearahnya dan membuat bibirnya
ikut berdarah) Ugh! Ini sekolah, Ver. Hentikan! (menahan darah yang keluar dari mulutnya)
Vero: (menarik baju Fhy hingga berdiri tepat dihadapannya) Ahahahaha! Ini kamu, Fhy?!
Ahahahaha!
Tiba-tiba Dara bangkit dan membentangkan tangannya dihadapan Vero yang mencoba
membunuh Fhy. Namun apa daya, iapun terhempas kemudian tersungkur pingsan di sudut
lantai.
Dara: (membelakangi Fhy sambil membentangkan tangannya) Jangan, Ver. Kita sahabatan, Ver.
Kasihan Fhy.. (lesu)
Vero: (menampar Dara sekuat-kuatnya hingga iapun ikut terjatuh namun Dara pingsan)Awas,
bodoh!!
Natasyaasya: (bangkit dan menghampiri Fhy yang masih dalam posisi berdiri membelakangi
tembok kelas) Rasakan ini, wanita sialan! (menghantamkan kepala bagian belakang Fhy ke tembok
sebanyak 10 kali) Ahahahaha!
Fhy: Na.. na.. Natasyattt.. (terbujur kaku di lantai dengan pakaian yang bersimbah darah akibat
hantaman)
Vero: (teriak) Natasyatttttt!
Dara: (menangis sambil menutup mulut karena shock) hikss.. hikss.. apa yang telah kalian lakukan?
Hikss..
Natasyaasya: (menoleh kearah Dara) Diam kamu! Atau kamu akan aku bunuh juga, Dar!
Vero: U.. u.. udah, Natasya! be.. be.. resin.. ma.. yatnya! (terbata)
Tubuh Fhy yang sebelumnya ingin dibuang ke danau akhirnya dibatalkan karena
ketakutan akan siswa lain yang melihat mereka sedang membawa mayat, lebih memilih
menyembunyikan di dalam gudang sekolah yang terletak agak jauh dari kelas mereka. Dan tak
lupa mereka membersihkan bercak darah yang ada di lantai kelas sehingga tidak menimbulkan
suatu kecurigaan. Namun, sejak saat itu hubungan antara Vero, Natasyaasya, dengan Dara
kurang baik.
Vero : Gimana ini Natasya,(Sambil melihat jam tangan dan shock) bentar lagi bel masuk Natasya.
Natasya : Lo bisa diam gak sih. Gue juga lagi mikir.
Natasyaasya pun bolak-balik sambil memikirkannya sedangkan Vero terlihat cemas dan
menangis
Natasya : Gimana kalo kita mutilasi aja mayatnya atau buang ke sungai. Biar gak ada yang nemuin
Vero : lo gila ya Natasya, ya gak mungkin lah
Natasya : terus gimana Vero
Vero : Kita sembunyiin aja di gudang sekolah gak mungkin kan orang datang ke gudang
Natasya : Okay, kita sembunyiin dia di gudang sekolah sebelum bel masuk
Natasya pun kedepan kelas untuk melihat kondisi aman atau tidak.
Natasya : ama Ver, kita bawa dia
Vera mengangguk kepala. Mereka membaawa maya Fhy ke gudang tanpa ada orang yang
melihat karena siswa/i sedang rapat konsulat di aula sekolah. Karana terburu-buru mereka lupa
menguci pintu gudang. Karena mereka pikir gak akan ada yang masuk
Sampai digudang, mayat Fhy ditutupi dengan sampah-sampah yang ada di gudang. Mereka
pun kekelas dan Natasya dan Vero pun mengepel serta membersihkan bekas darah
Saat sedang mengepel...
Aldo : eh, tumben lo ngepel Natasya biasanya disuruh piket aja lo marah.
Bill : Iya nih, gak salah lo Natasya (sambil memegang jidat Natasya). Sakit ya lo...?
Natasya menepis tangan Bill
Natasya : Lo bisa diem gak, berhenti ngurusin gue sama Vero
Aldo : PMS lo, marah-marah mulu
Vero : (menarik tangan Natasya kekursi) gak usah diladeni, nanti mereka curiga lagi
Tiba-tiba Bill mencium bau darah di dalam kelas
Bill : Bro, kalian mencium bau amis nggak ?
Aldo : Iya bro, kayak bau darah
Jerry : Gue gak kecium (wajah datar)
Bill : Ini amis banget lo, masak lo gak kecium
Aldo : Mungkin hidung si Jerry seken bro
Biil & Aldo : Hahahahahaha.
Karena mendengar percakapan mereka yang sedang membahs bau darah. Vero & Natasya
mulai cemas. Dan Nike baru sadar bahwa Fhy tidak ada di kelas.
Nike : Hey kalian lihat Fhy tidak? Biasanya mereka selalu berempat kemana-mana
Aldo : Hahaha mungkin dia malu ketemu sama Jerry
Bill : Emang malu kenapa Do ?
Jerry : Dasar gak jelas lo Do, ngomong apaan coba.
Aldo : lo kepo sih!
Lalu Vero dan Natasya menarik tangan dan mengampiri Jerry dan kawan-kawan
Vero : Kalian kenapa nyariin Fhy?
Nike : Gakpapa, emang dia kemana
Dara : dia di.....
Natasya menginjak kaki Dara
Natasya : Fhy lagi, lagi emm oh dia diantar pulang kerumah karna...
Vero : Tiba-tiba dia sakit.
Bill, Nike & Jerry : Ooooo
Bel pulang berbunyi Dara pun hendak ke parkiran tapi tiba-tiba Natasya menarik tangan Dara
kebelakang kelas dan mengunci tangan Dara ke dinding .
Natasya : Lo inget ya dara, kalo lo ngebongkar semuanya, lo bakal gua siksa melebihi apa yang udah
gua lakui ke Fhy.
Dara : Tapi Natasya kita udah temenan lama (nangis)
Natasya ; Lo gak usah bawa-bawa temen disini, ngerti (membentak dan meninggalkan Dara)
Keesokan harinya, pagi-pagi disekolah
Dara : (malamun dan menangis karna tertekan oleh masalah pembunahan temannya). Maafkan gue
Fhy, gue gak bisa nolong lo. (nangis)
Tiba-tiba Vero dan Natasya datang
Vero : Ehem
Natasya : Heh, lo ngpain nangis, mikirin sahabat lo yang udah mati
Vero : Gak guna banget
Dara tiba-tiba pergi ke kantin karna tidak tahan dengan ucapan Natasya dan Vero.
Tiba-tiba ada yang yang memegang pundak Vero.
Vero : Duh Natasya, apa si megang-megang pundak gue
Natasya : Megang pundak Lo? Gak salah lo ? kaya gak ada kerjaan aja, aneh lo.
Vero : Terus yang megang siapa ? (takut)
Natasya :Udah deh perasaan lo aja kalik. Udah gue ke toilet dulu ya.
Sesampainya di toilet, ada darah dilantai. Natasya terkejut
Natasya : Darah apaan nih (lalu mencium darah) kok kayak darah manusia ya
Tiba-tiba ada suara
Fhy ; Naaattt...
Natasya : Siapa Lo ? ( sambil membuka pintu toilet satu persatu). Kok gak ada orang. Terus tadi
siapa yang manggil gue
Fhy : Naaaatttt....
Natasya : kok kayak suaranya Fhy. Jangan-jangan.... (takut).
Fhy muncul melihat ke Natasya. Natasya teriak melihat wajah Fhy lalu kabur dari toilet samapai ke
kelas, Natasya ngos-ngosan dan mukanya kelihatan takut banget
Aldo : Lo kenapa Natasya lari-lari kayak dikejar hantu
Natasya : Gue gak papa (ketus)
Vero : Natasya, lo kenapa ?
Net : Ver, tadi pas gue ke toilet Fhy manggil gue ada darah di lantai
Vero : Lo pasto bohong kan Natasya
Natasya : Gue serius Vero
Vero : berarti yang tadi pagi pegang pundak gue itu
Natasya : Stop Vero, gak usah ngomongin hal itu lagi okeh. Anggap gak pernah terjadi apa-apa
Vero : kita gak bisa gini terus Natasya, lama-lama semuanya pasti bakal terbongkar juga
Natasyaa : (marah tepuk meja) Semuuanya gak bakal kebongkar kalo lo sama Dara gak ngebeberin
semuanya
Setelah tiga hari Nike pun mencium bau tidak sedap saat dia lewat di depan gudang, lalu dengan
penasaran ia membuka gudang. tiba-tiba ia melihat Fhy
Nike : Astga, [Link] beberapa hari ini tidak masuk sekolah
Lalu Nike melaporkan kepihak sekolah, lalu pihak sekolah melaporkan ke pihak berwenang.
Dan polisi mengurus mayat Fhy. Setelah diurus lalu dikeluarkan jasadnya.
Polisi datang kesekolah
Polisi : Terima kasih Nike, karna sudah melaporkan hal ini. Kami akan segera menangkap siapa
dalang dari semua ini.
Nike : iya Buk. Saya harap kasus ini cepat terbongkar.
Natasya menarik Vero kebelakang kelas
Vero : Lo apa-apaan sih narik-narik gue
Natasya : Setelah gue pikir-pikir, lo bener. Semua ini pasti akan terungkap kita harus minta maaf.
Vero : Tapi gimanaa caranya Natasya ?
Natasya : Besok kita ke pemakaman Fhy, kita harus minta maaf, gue udah gak tahan sama ini semua
Vero : malam harinya dirumah Dara. Melihat Fhy dikamarnya.
Dara : Fhy, ini beneran kamu ?
Fhy : (tersenyum)
Tiba tiba Fhy : Kita udah beda dara, ( nangis)
Dara : (menangis) Fhy maafin gue. Gue gak bisa ngejaga lo dan persahabatan kita
Fhy : Ini bukan salah lo,ini bukan salah Natasya dan Vero. Ini salah Aldo karna dia pemicu ini
semuanya.
Dara : maksud lo Fhy, gue gak ngerti
Fhy tersenyum dan menghilang
Dara : Fhy, Fhy Lo dima jelasin semuanya
Natasya dan Vero kekuburan
Vero : Fhy maafin kita karna udah bunuh lo
Natasya : Iya Fhy, maafin kita. Gak ada maksud untuk bunuh lo, gue gak kepikiran sampe bunuh lo
Fhy. Maafin gue, hanya karena surat sialan itu kita kayak gini. Jujur Fhy, gue sayang sama lo, gue
sama sekali gak mikir 2 kali sama semuanya. Gue nyesel Fhy, maafin gue
Vero : maafin kita Fhy. Semua ini di luar kendali kita.
Dengan penuh penysalan mereka memeluk ke batu nisan Fhy. Tiba-tiba
Fhy : SALAH SIAPA AKU MATI
Natasya dan Vero terkejut menjerit lalu lari terbirit-birit.