Prinsip Kerja dan Komponen Boiler Batubara
Prinsip Kerja dan Komponen Boiler Batubara
2. Kemudian batubara halus tersebut dicampur dengan udara panas oleh forced draught fan
sehingga menjadi campuran udara panas dan bahan bakar (batu bara).
3. Dengan tekanan yang tinggi, campuran udara panas dan batu bara disemprotkan kedalam
Boiler sehingga akan terbakar dengan cepat seperti semburan api.
4. Kemudian air dialirkan keatas melalui pipa yang ada dinding Boiler, air tersebut akan
dimasak dan menjadi uap, dan uap tersebut dialirkan ke tabung boiler untuk memisahkan uap
dari air yang terbawa.
5. Selanjutnya uap dialirkan ke superheater untuk melipatgandakan suhu dan tekanan uap
hingga mencapai suhu 570C dan tekanan sekitar 200 bar yang meyebabkan pipa ikut
berpijar merah.
6. Uap dengan tekanan dan suhu yang tinggi inilah yang menjadi sumber tenaga turbin
tekanan tinggi yang merupakan turbin tingkat pertama dari 3 tingkatan.
7. Untuk mengatur turbin agar mencapai set point, kita dapat menyeting steam governor
valve (10) secara manual maupun otomatis.
8. Suhu dan tekanan uap yang keluar dari Turbin tekanan tinggi akan sangat berkurang
drastis, untuk itu uap ini dialirkan kembali ke boiler re-heater untuk meningkatkan suhu dan
tekanannya kembali.
9. Uap yang sudah dipanaskan kembali tersebut digunakan sebagai penggerak turbin tingkat
kedua atau disebut turbin tekanan sedang, dan keluarannya langsung digunakan untuk
menggerakkan turbin tingkat 3 atau turbin tekanan rendah.
10. Uap keluaran dari turbin tingkat 3 mempunyai suhu sedikit diatas titik didih, sehingga
perlu di alirkan ke condensor agar menjadi air untuk dimasak ulang.
11. Air tersebut kemudian dialirkan melalui deaerator oleh feed pump untuk dimasak ulang.
awalnya dipanaskan di feed heater yang panasnya bersumber dari high pressure set,
kemudian ke economiser sebelum di kembalikan ke tabung boiler.
12. Sedangkan Air pendingin dari condensor akan di semprotkan kedalam cooling tower, dan
inilah yang meyebabkan timbulnya asap air pada cooling tower. kemudian air yang sudah
agak dingin dipompa balik ke condensor sebagai air pendingin ulang.
13. Ketiga turbin di gabung dengan shaft yang sama dengan generator 3 phase, Generator ini
kemudian membangkitkan listrik tegangan menengah ( 20-25 kV).
14. Dengan menggunakan transformer 3 phase, tegangan dinaikkan menjadi tegangan tinggi
berkisar 250-500 kV yang kemudian dialirkan ke sistem transmisi 3 phase.
15. Sedangkan gas buang dari boiler di isap oleh kipas pengisap agar melewati electrostatic
precipitator untuk mengurangi polusi dan kemudian gas yg sudah disaring akan dibuang
melalui cerobong
ungsi boiler serta komponen utamanya seharusnya patut untuk kita ketahui, terlebih bagi
yang sedang bekerja pada pabrik-pabrik yang menggunakan alat ini. Pada dasarnya, peralatan
industri memang tidak ada habisnya untuk dibahas, setelah pada artikel sebelumnya kita telah
diulas mengenai berbagai macam alat industri seperti pompa, evaporator, desalter, kondensor
dan sebagainya. Pada artikel ini akan dibahas mengenai boiler karena alat ini merupakan
salah satu alat yang umum digunakan pada kilang minyak maupun di pabrik-pabrik lainnya.
Tentu saja Anda sekalian pernah mendengar nama alat ini, tetapi mungkin belum mengerti
apa yang dimaksud dengan boiler, fungsi boiler dan komponen-komponen utamanya. Untuk
memahami hal tersebut, silahkan baca ulasannya di bawah.
Pabrik yang menggunakan boiler (sumber: [Link])
Sama seperti pompa, kompresor dan peralatan pabrik lainnya yang tersusun dari berbagai
komponen sehingga alat tersebut dapat beroperasi dan menjalankan perannya. Boiler juga
tersusun dari berbagai macam komponen dengan fungsinya masing-masing. Di bawah ini
adalah fungsi dari masing-masing komponen pada boiler, yaitu:
Bagian ini merupakan tempat terjadinya pembakaran bahan bakar yang akan menjadi sumber
panas, proses penerimaan panas oleh media air dilakukan melalui pipa yang telah dialiri air,
pipa tersebut menempel pada dinding tungku pembakaran. Proses perpindahan panas pada
furnace terjadi dengan tiga cara:
Perpindahan panas secara radiasi, dimana akan terjadi pancaran panas dari api atau
gas yang akan menempel pada dinding tube sehingga panas tersebut akan diserap oleh
fluida yang mengalir di dalamnya.
Perpindahan panas secara konduksi, panas mengalir melalui hantaran dari sisi pipa
yang menerima panas kedalam sisi pipa yang memberi panas pada air.
Perpindahan panas secara konveksi. panas yang terjadi dengan singgungan molekul-
molekul air sehingga panas akan menyebar kesetiap aliran air.
Di dalam furnace, ruang bakar terbagi atas dua bagian yaitu ruang pertama dan ruang kedua.
Pada ruang pertama, di dalamnya akan tejadi pemanasan langsung dari sumber panas yang
diterima oleh tube (pipa), sedangkan pada ruang kedua yang terdapat pada bagian atas, panas
yang diterima berasal dari udara panas hasil pembakaran dari ruang pertama. Jadi, fungsi dari
ruang pemanas kedua ini yakni untuk menyerap panas yang terbuang dari ruang pemanasan
pertama, agar energi panas yang terbuang secara cuma-cuma tidak terlalu besar, dan untuk
mengontrol panas fluida yang telah dipanaskan pada ruang pertama agar tidak mengalami
penurunan panas secara berlebihan.
2. Steam Drum
Steam drum berfungsi sebagai tempat penampungan air panas serta tempat terbentuknya uap.
Drum ini menampung uap jenuh (saturated steam) beserta air dengan perbandingan antara
50% air dan 50% uap. untuk menghindari agar air tidak terbawa oleh uap, maka dipasangi
sekat-sekat, air yang memiliki suhu rendah akan turun ke bawah dan air yang bersuhu tinggi
akan naik ke atas dan kemudian menguap.
3. Superheater
Merupakan tempat pengeringan steam, dikarenakan uap yang berasal dari steam drum masih
dalam keadaan basah sehingga belum dapat digunakan. Proses pemanasan lanjutan
menggunakan superheater pipe yang dipanaskan dengan suhu 260C sampai 350C. Dengan
suhu tersebut, uap akan menjadi kering dan dapat digunakan untuk menggerakkan turbin
maupun untuk keperluan peralatan lain.
4. Air Heater
Komponen ini merupakan alat yang berfungsi untuk memanaskan udara yang digunakan
untuk menghembus/meniup bahan bakar agar dapat terbakar sempurna. Udara yang akan
dihembuskan, sebelum melewati air heater memiliki suhu yang sama dengan suhu udara
normal (suhu luar) yaitu 38C. Namun, setelah melalui air heater, suhunya udara tersebut
akan meningkat menjadi 230C sehingga sudah dapat digunakan untuk menghilangkan
kandungan air yang terkandung didalamnya karena uap air dapat menganggu proses
pembakaran.
Bagian ini berfungsi untuk menangkap atau mengumpulkan abu yang berada pada aliran
pembakaran hingga debu yang terikut dalam gas buang. Keuntungan menggunakan alat ini
adalah gas hasil pembakaran yang dibuang ke udara bebas dari kandungan debu. Alasannya
tidak lain karena debu dapat mencemari udara di lingkungan sekitar, serta bertujuan untuk
mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan pada alat akibat adanya gesekan abu maupun
pasir.
Asap dari ruang pembakaran dihisap oleh blower IDF (Induced Draft Fan) melalui dust
collector selanjutnya akan dibuang melalui cerobong asap. Damper pengatur gas asap diatur
terlebih dahulu sesuai kebutuhan sebelum IDF dinyalakan, karena semakin besar damper
dibuka maka akan semakin besar isapan yang akan terjadi dari dalam tungku.
Alat ini berfungsi untuk membuang uap apabila tekanan uap telah melebihi batas yang telah
ditentukan. Katup ini terdiri dari dua jenis, yaitu katup pengaman uap basah dan katup
pengaman uap kering. Safety valve ini dapat diatur sesuai dengan aspek maksimum yang
telah ditentukan. Pada uap basah biasanya diatur pada tekanan 21 kg per cm kuadrat,
sedangkan untuk katup pengaman uap kering diatur pada tekanan 20,5 kg per cm kuadrat.
Gelas penduga dipasang pada drum bagian atas yang berfungsi untuk mengetahui ketinggian
air di dalam drum. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengontrolan ketinggian air dalam
ketel selama boiler sedang beroperasi. Gelas penduga ini harus dicuci secara berkala untuk
menghindari terjadinya penyumbatan yang membuat level air tidak dapat dibaca.
Komponen boiler ini berfungsi untuk membuang air dalam drum bagian atas. Pembuangan
air dilakukan bila terdapat zat-zat yang tidak dapat terlarut, contoh sederhananya ialah
munculnya busa yang dapat menganggu pengamatan terhadap gelas penduga. Untuk
mengeluarkan air dari dalam drum, digunakan blowdown valve yang terpasang pada drum
atas, katup ini bekerja bila jumlah busa sudah melewati batas yang telah ditentukan.
Sekian pembahasan kita tentang fungsi boiler serta komponen utamanya, semoga bermanfaat
bagi pembaca terutama yang memiliki aktivitas di bidang industri maupun bagi yang sedang
menuntut ilmu. Tentunya artikel ini masih memiliki banyak kekurangan, jadi harap
dimaklumi. Marilah kita belajar bersama, Terimakasih!
Bagian bagian Boiler
Boiler merupakan suatu alat untuk menghasilkan uap pada tekanan dan temperatur
tinggi (superheated vapor). Perubahan dari fase cair menjadi uap dilakukan dengan
memanfaatkan energi panas yang didapatkan dari pembakaran bahan bakar. Boiler pada
PLTU menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya. Sedangkan bahan bakar
pendukung adalah solar dan residu, dimana solar dan residu ini digunakan hanya sebagai
pemantik awal (ignition) untuk membakar batubara. Penyaluran panas dari bahan bakar ke air
demin dapat terjadi secara radiasi, dan konveksi.
Bagian pemindah panas dari boiler terdiri dari pemanas mula (Low Pressure Heater
dan High Pressure Heater) , economizer, pemanas lanjut (Superheater), dan pemanas ulang
(Reheater).
Pemindahan panas dalam boiler terjadi dalam proses :
1. Radiasi di ruang bakar
2. Konveksi di Economizer dan Air Heater
3. Kombinasi radiasi dan konveksi di Superheater dan Reheater.
Wall Tube
Dinding boiler terdiri dari tubes / pipa-pipa yang disatukan oleh membran, oleh karena itu
disebut dengan wall tube. Di dalam wall tube tersebut mengalir air yang akan dididihkan.
Dinding pipa boiler adalah pipa yang memiliki ulir dalam (ribbbed tube), dengan tujuan agar
aliran air di dalam wall tube berpusar (turbulen), sehingga penyerapan panas menjadi lebih
banyak dan merata, serta untuk mencegah terjadinya overheating karena penguapan awal air
pada dinding pipa yang menerima panas radiasi langsung dari ruang pembakaran .
Wall tube mempunyai dua header pada bagian bawahnya yang berfungsi untuk
menyalurkan air dari downcomers.
Downcomer merupakan pipa yang menghubungkan steam drum dengan bagian bawah low
header.
Untuk mencegah penyebaran panas dari dalam furnace ke luar melalui wall tube, maka
disisi luar dari walltube dipasang dinding isolasi yang terbuat dari mineral fiber.
Steam Drum
Steam Drum adalah bagian dari boiler yang berfungsi untuk :
1. Menampung air yang akan dipanaskan pada pipa-pipa penguap (wall tube),dan menampung
uap air dari pipa-pipa penguap sebelum dialirkan ke superheater.
2. Memisahkan uap dan air yang telah dipisahkan di ruang bakar
( furnace ).
3. Mengatur kualitas air boiler, dengan membuang kotoran-kotoran terlarut di dalam boiler
melalui continious blowdown.
4. Mengatur permukaan air sehingga tidak terjadi kekurangan saat boiler beroperasi yang dapat
menyebabkan overheating pada pipa boiler.
Bagian-bagian dari steam drum terdiri dari : feed pipe, chemical feed pipe, sampling pipe,
baffle pipe, sparator, scrubber, dryer, dan dry box.
Level air dari drum harus selalu dijaga agar selalu tetap setengah dari tinggi drum.
Sehingga banyaknya air pengisi yang masuk ke steam drum harus sebanding dengan
banyaknya uap yang meninggalkan drum, supaya level air tetap konstan.
Pengaturan level air dilakukan dengan mengatur Flow Control Valve. Jika level air di
dalam drum terlalu rendah, akan menyebabkan terjadinya overheating pada pipa boiler,
sedangkan bila level air dalam drum terlalu tinggi, kemungkinan butir-butir air terbawa ke
Turbine dan akan mengakibatkan kerusakan pada Turbine.
Superheater
Superheater berfungsi untuk menaikkan temperatur uap jenuh menjadi uap panas lanjut
dengan memanfaatkan gas panas hasil pembakaran. Uap yang masuk ke superheater berasal
dari steam drum. Temperatur masuk superheater adalah 304oC dan temperatur keluar
sebesar 541oC. Uap yang keluar dari superheater kemudian digunakan untuk memutar HP
Turbine.
Reheater
Reheater berfungsi untuk memanaskan kembali uap yang keluar dari HP Turbine dengan
memanfaatkan gas hasil pembakaran yang temperaturnya relatif masih tinggi. Pemanasan ini
bertujuan untuk menaikkan efisiensi sistem secara keseluruhan . Perpindahan panas yang
paling dominan pada reheater adalah perpindahan panas konveksi. Uap ini kemudian
digunakan untuk menggerakkan IP Turbine, dan setelah uap keluar dari IP Turbine, langsung
digunakan untuk memutar LP Turbine tanpa mengalami pemanasan ulang.
Economizer
Economizer berupa pipa-pipa air yang dipasang ditempat laluan gas hasil pembakaran
sebelum air heater. Economizer menyerap panas dari gas hasil pembakaran setelah melewati
superheater, untuk memanaskan air pengisi sebelum masuk ke main drum. Pemanasan air ini
dilakukan agar perbedaan temperatur antara air pengisi dan air yang ada dalam steam drum
tidak terlalu tinggi, sehingga tidak terjadi thermal stress (tegangan yang terjadi karena
adanya pemanasan) di dalam main drum. Selain itu dengan memanfaatkan gas sisa
pembakaran, maka akan meningkatkan efisiensi dari boiler dan proses pembentukan uap
lebih cepat.
Perpindahan panas yang terjadi di economizer terjadi dengan arah aliran kedua fluida
berlawanan (counter flow). Air pengisi steam drum mengalir ke atas menuju steam drum,
sedangkan udara pemanas mengalir ke bawah.
1. Pengertian Boiler
Menurut UNEP (2006), Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke
air sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu
kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang
berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai
menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang
menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang
harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar. Sistem air
umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam.
Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam
mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem
pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan
kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan
yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang
dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan
bakar yang digunakan pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk diubah menjadi steam disebut air umpan. Dua sumber air
umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari proses dan (2)
Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler dan
plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer
untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.
2. Tipe - tipe Boiler
Boiler terdiri dari bermacam-macam tipe yaitu :
3. Paket Boiler
Disebut boiler paket sebab sudah tersedia sebagai paket yang lengkap. Pada saat dikirim ke
pabrik, hanya memerlukan pipa steam, pipa air, suplai bahan bakar dan sambungan listrik
untuk dapat beroperasi. Paket boiler biasanya merupakan tipe shell and tube dengan
rancangan fire tube dengan transfer panas baik radiasi maupun konveksi yang tinggi. Ciri-ciri
dari packaged boilers adalah:
Boiler tersebut dikelompokkan berdasarkan jumlah pass/lintasannya yaitu berapa kali gas
pembakaran melintasi boiler. Ruang pembakaran ditempatkan sebagai lintasan pertama
setelah itu kemudian satu, dua, atau tiga set pipa api. Boiler yang paling umum dalam kelas
ini adalah unit tiga pass/lintasan dengan dua set fire-tube/pipa api dan gas buangnya keluar
dari belakang boiler.
Gambar 3. Jenis Paket Boiler 3 Pass, bahan bakar Minyak
Operasi sistem tertutup dengan kehilangan minimum dibanding dengan boiler steam.
Operasi sistem tidak bertekanan bahkan untuk suhu sekitar 250 0C dibandingkan
kebutuhan tekanan steam 40 kg/cm2 dalam sistem steam yang sejenis.
Penyetelan kendali otomatis, yang memberikan fleksibilitas operasi.
Efisiensi termis yang baik karena tidak adanya kehilangan panas yang diakibatkan
oleh blowdown, pembuangan kondensat dan flash steam.
Faktor ekonomi keseluruhan dari pemanas fluida termis tergantung pada penerapan spesifik
dan dasar acuannya. Pemanas fluida thermis berbahan bakar batubara dengan kisaran
efisiensi panas 55-65 persen merupakan yang paling nyaman digunakan dibandingkan dengan
hampir kebanyakan boiler. Penggabungan peralatan pemanfaatan kembali panas dalam gas
buang akan mempertinggi tingkat efisiensi termis selanjutnya.
Komponen utama boiler terdiri dari furnace, membrane walls, boiler shell,
economizer, cyclone, water storage tank, deaerator, coal bunker, hopper, conveyor
dan chimney.
Berikut akan dibahas satu per satu:
1. Furnace
Furnace atau juga sering disebut dengan tungku pembakaran adalah sebuah
perangkat yang digunakan untuk pemanasan. Nama itu berasal dari bahasa latin
Fornax yang sama artinya dengan oven. Kadang kadang orang juga menyebut
dengan kiln. Proses perpindahan panas pada furnace terjadi dengan tiga cara:
Perpindahan panas secara radiasi, dimana akan terjadi pancaran panas dari
api dan akan diserap oleh fluida yang mengalir air didalamnya.
Perpindahan panas secara konduksi, panas mengalir melalui hantaran dari
sisi pipa yang menerima panas kedalam sisi pipa yang memberi panas pada
air.
Perpindahan panas secara konveksi, panas yang terjadi dengan singgungan
molekul-molekulair sehingga panas akan menyebar ke setiap aliran air.
2. Membrane Wall
Dinding terdiri dari tubes / pipa-pipa yang disatukan oleh membran, oleh
karena itu disebut dengan membrane wall. Di dalam membrane wall tersebut
mengalir air yang akan dididihkan. Konstruksi tubes / pipa-pipa adalah dari bawah ke
atas dimana bagian bawah pipa berisi air yang lebih berat massanya dan diharapkan
pada bagian atas sudah menjadi uap melalui proses pembakaran yang mana uap
yang menghubungkan steam drum dengan bagian bawah low header. Untuk
manusia, maka disisi luar dari membrane wall di pasang dinding isolasi yang terbuat
3. Boiler Shell
Boiler shell pada gambar diatas adalah tipe fire tube. Pada fire tube boiler,
gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada didalam shell untuk dirubah
menjadi steam.
menampung air yang akan dipanaskan pada pipa-pipa penguap (membrane wall)
dan menampung uap dari membrane wall dan tube bundle sebelum dialirkan ke
Memisahkan uap dan air yang hasil pemanasan di ruang bakar (furnace).
beroperasi, karena jika terjadi kekurangan air dapat menyebabkan overheating pada
pipa.
Level air dari drum harus selalu dijaga agar selalu tetap pada ketinggian yang
telah ditetapkan sehingga banyaknya air pengisi yang masuk ke boiler sebanding
dengan banyaknya uap yang meninggalkan boiler agar level air dapat konstan.
4. Economizer
boiler, untuk memanaskan air pengisi sebelum masuk ke boiler. Panas yang
temperatur tetapi phasa/wujud tidak berubah). Pemanasan air ini dilakukan agar
perbedaan temperatur antara air pengisi dan air yang ada dalam boiler tidak terlalu
jauh, sehingga tidak terjadi thermal stress (tegangan yang terjadi karena
pemanasan) di dalam boiler. Selain itu dengan memanfaatkan gas sisa pembakaran,
maka akan meningkatkan efisiensi dari boiler dan proses pembentukan uap lebih
cepat. Economizer berupa pipa-pipa air yang dipasang di tempat yang dilalui gas
hasil pembakaran.
kedua fluida berlawanan (counter flow). Air pengisi boiler drum mengalir ke atas
5. Cyclone
Cyclone adalah salah satu pengumpul debu yang menggunakan prinsip gaya
sentifugal untuk memisahkan partikel debu dengan udara dengan berdasarkan pada
perbedaan massa jenis dari udara dan partikulat.
Komponen pada cyclone terdiri dari :
membentuk corong.
Flue gas yang banyak mengandung partikel debu masuk ke inlet cyclone dan
diputar di bagian cyclone cone dengan tujuan untuk memisahkan partikel debu dan
udara menggunakan prinsip perbedaan berat. Partikel debu yg lebih berat dari udara
partikel berbanding lurus dengan terminal setting velocity sehingga semakin besar
Semakin kecil diameter dari cyclone cone maka semakin tinggi efisiensinya.
water softener menuju boiler. Selain menampung air, pemanas awal juga terjadi
disini sebelum dipanaskan lagi di economizer. Sumber panas diambil melalui pipa
steam injection line dan temperatur didalam water storage tank bisa mencapai lebih
dari 1000C. Water storage tank juga dilengkapi dengan level gauge untuk melihat
air karena kadar O2 yang terlalu tinggi di air softener dapat menyebabkan korosi
pada pipa di boiler dan pipa-pipa pendukung lainnya. Deaerator bekerja berdasarkan
sifat dari oksigen yang kelarutannya pada air akan berkurang dengan adanya
kenaikan suhu.
7. Coal Bunker
ditampung dalam bunker (silo) sebelum digunakan sebagai bahan bakar. Pada coal
bunker diberi alat pendeteksi ketinggian atau level indicator, sehingga apabila coal
bunker sudah penuh, maka secara otomatis batubara yang masuk ke coal bunker
8. Hopper
Hopper adalah alat penyimpanan bahan bakar seperti silo namun memiliki
diameter yang pada umumnya lebih besar dari silo. Alat penyimpanan ini biasanya
terbuat dari carbon steel dimana bagian bawah berbentuk kerucut untuk
9. Conveyor
Conveyor adalah suatu alat yg digunakan untuk memindahkan barang dari
barang yang bersifat kontinyu dan berkesinambungan, dalam hal ini memindahkan
By: Onny
Memahami bagian-bagian dari boiler, akan memudahkan kita untuk memahami proses kerja
dari boiler. Boiler yang menjadi media untuk "memindahkan" kandungan energi panas dari
bahan bakar ke air, memiliki dua lingkup besar komponen penyusun yakni komponen-
kompoen yang mendukung proses pembakaran, dan komponen-komponen yang berhubungan
dengan perubahan fase dari air menjadi uap air. Kedua lingkup komponen tersebut akan kita
bahas satu-persatu pada artikel ini.
Sebagai pokok pembahasan, saya akan mengambil acuan berupa sebuah boiler pipa air
dengan bahan bakar batubara (kapasitas max. 283 ton/jam batubara) dan mampu
memproduksi uap air superheater max. 640 kg/s. Boiler jenis ini sangat umum digunakan
pada industri pembangkit listrik tenaga uap dengan kemampuan produksi listrik max. 640
MW.
1. Steam Drum
Seperti yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya, Steam Drum pada boiler berfungsi
sebagai reservoir campuran air dan uap air, dan juga berfungsi untuk memisahkan uap air
dengan air pada proses pembentukan uap superheater.
Steam drum memiliki beberapa saluran masuk dan dua saluran keluar. Air yang
masuk ke dalam steam drum memiliki fase campuran antara uap air dan cair. Di
dalam steam drum terdapat cyclone separator, bagian ini berfungsi untuk
memisahkan antara uap air saturated dengan air. Uap air akan keluar melalui pipa
sebelah atas steam drum dan menuju ke boiler untuk dipanaskan lebih lanjut menjadi
uap kering. Sedangkan yang masih berfase cair akan menuju ke raiser tube untuk
dipanaskan sehingga berubah fase menjadi uap.
Prinsip Kerja Cyclone Separator
Cyclone separator menjadi bagian paling utama di dalam steam drum. Di dalam
cyclone separator terdapat semacam cakram miring yang dapat berputar terhadap
porosnya. Campuran uap air dan air bertekanan terdorong masuk ke dalam sehingga
menyebabkan cakram ini berputar. Efek putaran dan benturan antara fluida dengan
cakram tersebut secara alami akan memisahkan air dengan uap saturated, sehingga air
akan jatuh ke bawah sedangkan uap air akan naik ke atas. Di bagian atas keluaran
steam drum, terdapat plat-plat miring yang disebut eliminator / scrubber. Plat ini juga
berfungsi untuk memisahkan air dengan uap sehingga hanya uap saja yang dapat
melewati scrubber tersebut.
Bagian-bagian Steam Drum
Sebagai contoh mari kita perhatikan salah satu desain BWCP pada sebuah boiler
PLTU di atas. Pompa tersebut berjenis sentrifugal berposisi vertikal dengan satu inlet
dan dua outlet. BWCP ini menggunakan sebuah motor listrik khusus yang seporos
dengan pompa. Di antara pompa dengan motor tidak dipergunakan sistem sealing
semacam gland packing atau mechanical seal, karena temperatur kerja air yang
dipompa sudah terlalu tinggi. Untuk mengatasi hal ini, rotor dari motor pompa
didesain dapat terendam air dan digunakan pula heat exchanger untuk mendinginkan
air di dalam motor.
Bagian-bagian BWCP
3. Desuperheater Spray
Uap air superheater yang masuk turbin uap pada sebuah PLTU harus memiliki spesifikasi
yang sesuai dengan ketentuan. Temperatur uap air harus dijaga pada angka tertentu
sehingga sesuai dengan persyaratan untuk menggerakkan turbin uap. Desuperheater spray
adalah sebuah bagian pada boiler yang berfungsi untuk mengontrol temperatur uap
superheater maupun reheater keluaran boiler dengan jalan menyemprotkan air padanya.
Jumlah air yang disemprotkan ke uap air tersebut dikontrol oleh control valve. Komponen
inilah yang berfungsi untuk menjaga agar spesifikasi uap air selalu dalam parameter terbaik.
Sistem desuperheater mendapatkan input sinyal berupa temperatur uap air keluaran
sistem. Sinyal ini diproses sehingga sistem kontrol dapat mengatur besar bukaan
control valve yang mensupply air ke sistem. Air yang digunakan haruslah memiliki
tekanan yang lebih besar daripada tekanan uap air. Maka digunakanlah air feedwater
yang berasal dari outlet Boiler Feedwater Pump.
Ada desain khusus pada pipa-pipa boiler besar yang cukup unik. Pipa-pipa tersebut
berkontur ulir di dalamnya, sehingga menciptakan aliran turbulen pada saat air atau
uap air mengalir di dalam pipa-pipa tersebut. Tujuan diciptakannya aliran turbulen
adalah untuk mengurangi efek gesekan antara air atau uap air dengan permukaan pipa,
sehingga mengurangi resiko kemungkinan adanya aliran yang mengganggu
(turbulensi) pada lekukan pipa. Pada akhirnya hal ini akan meningkatkan efisiensi
perpindahan energi panas dari proses pembakaran ke air.
Macam-macam Ukuran Pipa Boiler
Seperti yang telah Anda ketahui pula bahwa proses pembakaran apapun melibatkan dua
komponen utama, yaitu bahan bakar serta oksigen di dalam udara. Proses pembakaran pada
boiler melibatkan komponen-komponen yang mengatur supply udara serta bahan bakar ke
dalam furnace boiler sehingga terjadi proses pembakaran yang tepat. Jumlah dari udara serta
bahan bakar yang masuk ke dalam furnace harus tepat sesuai dengan perbandingan rasio
bahan bakar / udara (fuel/air ratio) teoritis sehingga didapatkan proses pembakaran yang
sempurna. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana sistem kontrol proses pembakaran di
dalam boiler, silahkan Anda membaca artikel berikut.
Komponen-komponen boiler yang berhubungan dengan proses pembakaran tersusun atas dua
kelompok besar, yaitu sistem supply udara yang biasa disebut draft system serta sistem supply
bahan bakar. Sesuai dengan batasan yang telah saya sebutkan pada artikel sebelumnya, boiler
yang akan kita bahas adalah boiler skala besar yang digunakan pada pembangkit listrik
tenaga uap. Berikut adalah komponen-komponen boiler tersebut:
1. Coal Feeder
Coal feeder berfungsi untuk mengatur jumlah batubara yang akan masuk ke dalam
pulverizer. Jumlah batubara diatur sesuai dengan kebutuhan pembakaran pada
furnace. Sistem pengaturan jumlah batubara pada coal feeder dapat dilakukan dengan
dua cara berdasarkan jenisnya, yaitu secara fraksi berat atau secara fraksi volume
batubara.
Coal Feeder
[Link]
Batubara hasil tambang memiliki ukuran fisik yang sangat beragam, dari yang hanya
berukuran butiran pasir hingga seperti bongkahan kerikil berdiameter 20cm. Ukuran
batubara yang terlalu besar dapat mengurangi efisiensi proses pembakaran, karena
semakin kecil ukuran partikel batubara maka akan semakin cepat pula batubara
tersebut terbakar. Untuk mendapatkan ukuran batubara yang cukup kecil maka
sebelum masuk ke furnace boiler, batubara akan mengalami proses grinding pada
sebuah alat bernama pulverizer. Silahkan Anda bayangkan bahwa batubara keluaran
pulverizer akan berukuran selembut tepung, yang dinamakan pulverized fuel.
Pulverizer
Batubara yang diatur jumlahnya oleh coal feeder masuk ke pulverizer melalui sisi
inlet pada bagian atasnya. Batubara jatuh pada sebuah table yang berputar. Pada
bagian lain terdapat beberapa buah grinding yang dapat berputar bebas karena
permukaan grinding tersebut bersentuhan dengan table yang berputar tadi. Pada
grinding terdapat sistem pegas untuk memudahkan dalam menghancurkan batubara.
Udara panas dengan tekanan dan temperatur yang terjaga dimasukkan ke dalam
pulverizer sebagai media untuk membawa batubara yang telah halus keluar
pulverizer. Pada sisi outlet (bagian atas) terdapat sudu-sudu classifier yang berfungsi
untuk memfilter agar hanya batubara yang telah halus saja yang dapat melewati sudu-
sudu tersebut. Batubara yang tidak dapat melewati classifier akan jatuh kembali ke
table untuk digrinding agar lebih halus.
3. Burner
Burner menjadi alat untuk mencampur batubara dengan udara dan sebagai nozzle
untuk mendorong campuran bahan bakar tersebut ke dalam furnace boiler. Pulverized
fuel yang keluar dari pulverizer dibawa oleh udara bertekanan menuju ke burner
malalui pipa-pipa, di sisi lain ada pula udara tambahan (biasa disebut secondary air)
yang disupply untuk memenuhi kebutuhan pembakaran. Secondary air dalam debit
tertentu tersebut bertemu dengan pulverized fuel pada burner. Keduanya bercampur
dan terdorong menuju ke tengah-tengah furnace untuk dibakar. Pada proses penyalaan
boiler diperlukan proses penyalaan awal untuk campuran bahan bakar tersebut, dan
umumnya boiler-boiler besar menggunakan bahan bakar bantuan seperti solar (HSD)
untuk membantu proses penyalaan awal.
Coal Burner
o Oil Gun. Bagian ini berfungsi untuk mensupply bahan bakar (biasanya HSD)
ke dalam boiler sebagai proses penyalaan awal boiler dan juga proses
pematian boiler. Pada oil gun terdapat dua saluran utama yakni saluran fuel oil
dan saluran atomizing air. Atomizing air berfungsi untuk membentuk kabut
bahan bakar HSD tadi sehingga lebih mudah terbakar. Pada oil gun juga
terdapat ignitor yang berfungsi sebagai pemantik untuk menyalakan bahan
bakar tadi.
o Damper udara termasuk di dalam bagian burner. Damper ini mengatur supply
udara pembakaran yang masuk ke boiler.
o Coal Nozzle. Bagian ini sebagai ujung masuknya pulverized fuel ke dalam
furnace boiler.
o Flame Scanner. Adalah alat sensor api yang berfungsi untuk membaca apakah
terjadi proses pembakaran pada burner.
Pada proses penyalaan awal, boiler akan menggunakan bahan bakar HSD. Dengan
bantuan ignitor sebagai pemantik apinya, HSD akan terbakar di dalam furnace dengan
jarak aman tertentu. Jika proses pembakaran dengan menggunakan HSD dirasa telah
stabil (biasanya ditandai dengan jumlah tertentu uap air yang dihasilkan boiler) maka
pulverized fuel dapat dimasukkan ke dalam proses pembakaran dengan tanpa
menghentikan supply HSD. Supply HSD akan dihentikan jika flame scanner telah
membaca pulverized fuel terbakar di ujung burner. Jarak api yang terbentuk pada
ujung burner harus dijaga pada jarak aman tertentu, hal ini berhubungan dengan
keselamatan kerja agar api tidak menjalar ke pipa-pipa supply pulverized fuel.
4. Fan System
Untuk men-supply udara yang digunakan pada proses pembakaran, boiler
membutuhkan kerja beberapa jenis kipas dengan fungsi masing-masing. Dan berikut
adalah sistem-sistem yang berhubungan dengan supply udara untuk proses
pembakaran pada boiler:
o Primary Air Fan. Kipas ini berfungsi untuk men-supply udara bertekanan
yang akan digunakan untuk membawa pulverized fuel dari pulverizer menuju
ke boiler. Parameter terkontrol pada primary air adalah besar tekanan
kerjanya, sehingga kipas yang digunakan adalah yang bertipe kipas
sentrifugal. Kipas sentrifugal dikenal dapat menghasilkan tekanan udara
keluaran yang lebih tinggi daripada kipas aksial namun dengan debit aliran
yang cukup tinggi pula.
Pada sisi inlet primary air fan terdapat sudu-sudu (inlet vane) yang dapat
bergerak ke arah menutup ataupun membuka 100%. Sudu-sudu ini berfungsi
untuk mengatur debit udara yang masuk ke kipas dan di-supply ke pulverizer.
o Secondary Air Fan. Kipas inilah yang menjadi penyupply utama udara ke
dalam furnace boiler untuk memenuhi kebutuhan proses pembakaran. Berbeda
dengan primary air yang menitik beratkan kepada tekanan kerjanya,
secondary air lebih diutamakan kontrol terhadap debit volume-nya. Oleh
karena itulah secondary air umumnya menggunakan kipas dengan tipe aksial
yang dapat menghasilkan volume debit aliran yang tinggi.
Axial Secondary Air Fan
5. Soot Blower
Salah satu produk sampingan dari proses pembakaran barubara pada boiler adalah
kerak. Kerak ini didapati banyak menempel pada pipa-pipa boiler, sehingga akan
sangat mengganggu proses perpindahan panas jika hal ini terus dibiarkan. Maka
dipergunakanlah satu alat bernama soot blower. Alat ini berfungsi untuk
menyemprotkan uap panas ke dinding-dinding pipa boiler sehingga kotoran-kotoran
yang menempel padanya dapat lepas. Soot blower menggunakan uap air kering yang
dihasilkan oleh boiler.
Masalah pada Furnace dan Boiler
p. Nox Tinggi
Indikasi Masalah
Pengukuran Nox di stack tinggi
Pengaruh Operasional
Emisi Nox melebihi ambang batas yang diijinkan
Penyelesaian Masalah
Cek secondary air register
Cek O2 level
Cek aliran fuel gas pada primary gas tip dan staged gas tip