TUGAS KIMIA ANALISIS
PENETAPAN KADAR FUROSEMIDE
SECARA ALKALIMETRI
Disusun Oleh :
NAMA : BELLA APRIANI
NIM : 1508010015
KELAS : III A
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016
I. Dasar Reaksi
- Alkalimetri merupakan metode titrasi asam-basa dengan menggunakan larutan baku
sekunder basa dan larutan baku primer asam.
- Penetapan Kadar furosemide dapat dilakukan secara alkalimetri yaitu menggunakan
larutan NaOH 0,1 N sebagai larutan baku sekunder.
- Larutan baku adalah larutan yang sudah di ketahui konsentrasinya
- NaOH 0,1 N harus diketahui konsentrasiya agar dapat digunakan untuk menentukan
kadar sampel sehingga dilakukan pembakuan larutan NaOH 0,1 N untuk mengetahui
konsentrasi NaOH 0,1 N.
- Pembakuan larutan NaOH 0,1 N dengan cara titrasi antara larutan NaOH 0,1 N dengan
kalium biftalat sebagai baku primer, dan penolphtalein sebagai indikator. Indikator
penolphtalein memiliki rentang PH 8,0-10,0. Titik akhir titrasi ketika terjadi perubahan
warna dari tak berwarna menjadi merah muda.
- Penetapan Kadar furosemide dengan cara titrasi dengan larutan NaOH 0,1 N sebagai
larutan baku sekunder dan biru bromtimol sebagai indikator. Indikator biru romtimol
memiliki rentang PH 6,0-7,6. Titik akhir titrasi ketika terjadi perubahan warna menjadi
biru.
II. Mekanisme Reaksi
- Reaksi Kalium biftalat dengan NaOH
KHC8H4 (aq) + NaOH (aq) KNaC8H4O4 (aq) +H2O (I)
- Reaksi Furosemide dengan NaOh
C12H11CIN205S (aq) + NaOH (aq) NaC12H10CIN2O5S + H2O (I)
- Reaksi NaOH dengan indikator biru bromtimol
NaOH (aq) + Biru bromtimol Larutan biru
- Reaksi NaOH dengan indikator penolptalein
NaOH (aq)+ Penolphtalein Larutan merah muda
III. Cara Kerja
Pembuatan Larutan NaOH 0,1 N
Timbang seksama 4,001 gr NaOH, lalu dilarutkan dalam air secukupnya hingga 1000
ml.
Pembakuan Larutan NaOH 0,1 N
Timbang seksama lebih kurang 500 mg kalium biftalat P sebelumnya telah
dihaluskan dan dikeringkan pada suhu 28oC selama 2 jam, Tambahkan 75 ml air
bebas CO2 P, Tambahkan 2 tetes indikator penolphtalein, Titrasi dengan larutan
NaOH 0,1 N hingga titik akhir titrasi berwarna merah muda. Lalu menghitung
normaitasnya.
1 ml natrium hidroksida 0,1 N setara dengan 20,42 mg kalium biftalat
Reaksi : KHC8H4O4 (aq) + NaOH (aq) KNaC8H404 (aq) + H2O (I)
Perhitungan :
Normalitas Naoh = 1 x mg kalium biftalat
BM Kalium biftalat x ml NaOH yang digunakan
Penetapan Kadar
Timbang seksama sampel lebih kurang 500 mg, Tambahkan 40 ml dimetilformamida
P , Tambahkan indikator larutan biru bromtimol P, Titrasi dengan menggunakan
larutan NaOH 0,1 N hingga titik akhir titrasi berwarna biru. Hitung kadarnya.
1 ml NaOH 0,1 N setara dengan 33,08 mg C12H11CIN2O5S
Kadar Furosemide = V NaOH x N NaOH x 33,08 x 100%
Mg bahan x 0,1
IV. Pembahasan
Furosemide merupakan derivate asam antranilat yang efektif sebagai diuretic.
Mekanisme kerja furosemide adalah mengambat reabsorpsi Na dan Cl di tubulus proksimal
dan tubulus distal serta loop of henle. Furosemide meningkatkan pengeluaran air, natrium,
klorid, kalium, dan tidak mempengaruhi tekanan darah normal. Efek samping jarang terjadi
dan relative ringan seperti: mual, muntah, diare, ruam kulit, pruntus dan penglihatan kabur.
Pemakaian furosemide dengan dosis tinggi atau pemberian dengan jangka waktu lama
dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan elektrolit.
Pemerian : serbuk hablur; putih atau hamper putih; tidak berbau; hamper tidak berasa
Kelarutan : praktis tidak larut dalam airdan dalam kloroform p, larut dalam 75 bagian etanol
95% p; dan dalam 850 bagian eter p; larut dalam larutan alkali hidroksida.
Alkalimetri merupakan metode titrasi asam-basa dengan menggunakan larutan baku
sekunder basa dan larutan baku primer asam. Penetapan kadar Furosemide dapat
ditentukan secara Alkalimetri, karena menggunakan larutan NaOH sebagai larutan bakunya.
Mula-mula membuat larutan NaOH 0,1 N dengan cara menmbang seksama 4,001 gr
NaOH, lalu dilarutkan dalam air secukupnya hingga 1000 ml. kemudian melakukan
pembakuan larutan NaOH 0,1 N. Pembakuan dilakukan untuk mengetahui konsentrasi NaOH
0,1 N. Menimbang seksama lebih kurang 500 mg kalium biftalat P sebelumnya telah
dihaluskan dan dikeringkan pada suhu 28oC selama 2 jam, lalu menambahkan 75 ml air
bebas CO2 P dan menambahkan 2 tetes indikator penolphtalein, kemudian menitrasi dengan
larutan NaOH 0,1 N. lalu titrasi di hentikan ketika terjadi perubahan warna merah muda.
Setela mendapat volume NaOH yang digunakan maka menghitung normalitasnya dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
Normalitas NaOH = 1 x mg kalium biftalat
BM Kalium biftalat x ml NaOH yang digunakan
Setelah memperoleh hasil normalitas NaOH, selanjutnya menetapkan kadar furosemide
dengan cara menimbang seksama sampel lebih kurang 500 mg, lalu menambahkan 40 ml
dimetilformamida P dan menambahkan indikator larutan biru bromtimol P, kemudian
menitrasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,1 N hingga titik akhir titrasi berwarna biru.
Lalu menghitung kadar furosemide dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Kadar Furosemide = V NaOH x N NaOH x 33,08 x 100%
Mg bahan x 0,1
DAFTAR PUSTAKA
Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI
Gholib Ganjar, Ibnu dan Rohman, Abdul. 2009. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta:
Pustaka pelajar