LIPATAN (FOLD)
A. Definisi Lipatan
Menurut Hill Tahun 1953, lipatan merupakan pencerminan dari suatu
lengkungan yang mekanismenya disebabkan oleh dua proses, yaitu bending
(melengkung) dan buckling (melipat). Pada gejala buckling, gaya yang bekerja
sejajar dengan bidang perlapisan, sedangkan pada bending, gaya yang bekerja
tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan. Sehingga dapat dikatakan jika
lipatan merupakan perubahan batuan baik bentuk dan volume (deformasi) yang
diakibatkan karena adanya gaya yang bekerja pada suatu massa batuan yang
ditunjukan dengan adanya perubahan bentuk dan volume seperti pelengkungan
atau pelipatan pada batuan tersebut. Bagian dari Lipatan dapat dibedakan
menjadi dua yaitu sebagai berikut,
1. Antiklin, merupakan bagian dari lipatan yang mempunyai arah
berlawanan dan saling berjauhan pada kemiringan kedua sayapnya,
sehingga bentuk cemnderung cembungnya yang mengarah ke atas dari
perlapisan batuan.
2. Sinklin, merupakan bagian dari lipatan yang menuju ke satu arah dan
saling mendekat antara kemiringan kedua sayapnya, sehingga bentuk
cekungnya mengarah atas atau membentuk seperti layaknya sebuah
lembah.
Sumber : Anonim, 2013.
Gambar 1
Struktur Lipatan
Pada mulanya massa batuan sedimen yang pada awal keterbentukannya
akan berlapisan dan horisontal akan mengalami perubahan bentuk akibat
adanya gaya yang bekerja pada massan batuan tersebut, massa batuan yang
pada awalnya horisontal secara perlahan akan berubah menjadi terlipat yang
menyebabkan munculnya sinklin dan antiklik karena adanya gaya yang bekerja
pada massa batuan tersebut.
Sumber : Anonim, 2013.
Gambar 2
Terjadinya Lipatan
B. Unsur Geometri
Karena pada awalnya massa batuan berbentuk horisontal kemudian
berubah menjadi terlipat sehingga ada bagian-bagian baru yang terbentuk atau
yang lebih dikenal dengan unsur-unsur geometro dari lipatan yaitu sebagai
berikut.
1. Plunge, sudut yang terbentuk bagian yang horizontal pada bidang vertikal.
2. Core, bagian dari lipatan yang berada disekitar sumbu lipatan.
3. Crest, daerah tertinggi dari suatu lipatan biasanya selalu dijumpai pada
bagian antiklin
4. Limb (sayap), adalah bagian sebelah dari sisi lipatan.
5. Fore Limb, bagian dari sayap yang curam pada lipatan.
6. Back Limb, bagian dari sayap yang landai.
7. Hinge Point, merupakan titik kelengkungan maksimum pada suatu
perlipatan.
8. Hinge Line, garis yang menghubungkan Hinge Point pada suatu
perlapisan yang sama.
9. Hinge Zone, daerah sekitar Hinge Point.
10. Inflection point, merupakan titik balik dari suatu lengkungan pada sayap
lipatan atau pertengahan antara dua perlengkungan maksimum
11. Trough, daerah terendah pada suatu lipatan, selalu dijumpai pada sinklin.
12. Axial Line, garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari lengkungan
maksimum dari setiap permukaan lapisan dari suatu struktur lapisan.
13. Axial Plane, bidang sumbu pada lipatan yang membagi sudut yang sama
besar antara sayap pada lipatan
14. Half - Wavelength, jarak antara dua titik inflection.
Dari [Link]
Sumber : Anonim, 2013.
Gambar 3
Unsur Geometri Lipatan
C. Jenis-jenis Lipatan
Karena tidak semua arah dan besar gaya yang bekerja pada suatu masa
batuan itu sama sehingga bentuk deformasi yang ditimbulkan dari adanya gaya
yang bekerja pada massa batuan akan menghasilkan bentuk lipatan yang
berbeda-beda pula, yaitu sebagai berikut.
1. Symectrical Fold, merupakan lipatan yang memiliki bentuk yang sama
yang dapat dilihar dari besar sudut kemiringan sayapnya yang sama.
2. Asymetrical Fold jenis lipatan yang bentuknya tidak sama sehingga nilai
dari sudut kemiringan sayapnya tidak sama.
3. Isoclinal Fold jenis liparan dengan bentuk sinklin dan bentuk antiklin yang
sama.
4. Overtuned Fold lipatan yang sudah miring atau condong kesalah satu
arah
5. Recumbant Fold lipatan yang sudah membentuk tebahan.
6. Chevron Fold merupakan lipatan yang hampir sama dengan isoclinal fold
akan tetapi pada bagian atas dan bawahnya sudah mengalami pecah-
pecah.
Sumber : Anonim, 2013.
Gambar 4
Jenis Lipatan
D. Rekontruksi Lipatan
Untuk mengetahui bentuk awal daro suatu lipayan maka yang dapat
dilakukan adalah dengan melakukan rekontruksi pada lipatan tersebut terdapat
beberapa cara untuk melakukan rekonstruksi lipatan diantaranya sebagai berikut.
1. Metode Busur Lingkaran (Arc methode)
Metode Busur Lingkaran (Arc methode), merupakan metode
penggambaran dengan menggunakan bentuk busur dari suatu lingkaran dengan
pusatnya adalah perpotongan antara sumbusumbu kemiringan yang
berdekatan . Rekontruksi dengan cara ini dilakukan dengan menghubungkan
busur lingkaran secara langsung apabila data yang ada hanya data yang berupa
data kemiringan dan data yang berupa batas lapisan dari batuan yang
didapatkan.
2. Konstruksi Lipatan Tak Sejajar
Untuk lipatan yang memiliki bentuk yang tidak sejajar dapat dilakukan
dengan metode Boundary Ray dengan menggunakan metode ini menunjukan
jika penipisan atau kompaksi yang terjadi pada suatu lapisan batuan adalah
fungsi dari kemiringan. Sehingga dengan demikian ada suatu tabel untuk
mendapatkan posisi Boundary Ray yang dipakai untuk batas rekonstruksi lipatan.
Tabel tersebut dibuat untuk bermacam penipisan , tergantung pada sifat batuan.
KESIMPULAN
Lipatan merupakan bentuk dari hasil bekerjanya gaya pada suatu massa
batuan sehingga batuan tersebut mengalami deformasi atau perubahan bentuk
dan volume karena pengaruh gayay tersebut. Saat lipatan terbentuk akan ada
dua batuan yang umumnya ditemui yaitu punggung lipatan dinamakan antliklin
sedangkan untuk aerah lembah dinamakan sinklinal ada beberapa jenis lipatan,
yaitu symectrical fold, asymetrical fold, isoclinal fold, overtuner fold, recumbant
fold, dan chevron.
Berdasarkan posisi bidang sumbunya, lipatan dapat dibedakan menjadi
lipatan tegak, lipatan miring dan lipatan rebah. Secara deskriptif berdasarkan
bidang sumber dan sayapnya, lipatan dapat disebut lipatan simetri (kedua
sudutnya sama besar) dan lipatan asimetri (kedua sudutnya tidak sama besar).
Untuk memperlajari lipatan, dapat dilakukan dengan pengukuran
langsung dan merekonstruksinya dalam bentuk penampang atau dengan
analisa. Rekonstruksi lipatan ini dilakukan untuk mengetahui bentuk dari lipatan
sebelum mengalami perlipayan yang umumnya dilakukan pada suatu lintasan
atau pembuatan penampang pada peta geologi.
DAFTAR PUSTAKA
1. Ali, Forqon, 2015. Laporan Akhir Lipatan. [Link]. Diakses
Tanggal 21 Maret 2017 Pukul 20.50 WIB. (Referensi Internet).
2. Anonim, 2013. Mengenai Lipatan (Folding).
[Link]. Diakses Tanggal 21 Maret 2017 Pukul
20.10 WIB. (Referensi Internet).
3. Elti. 2012. Struktur Lipatan. [Link]. Diakses Tanggal 21 Maret
2017 Pukul 21.30 WIB. (Referensi Internet).