2.
Analisis dan Diagnosis Lingkungan Eksternal
2.1 Analisis Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal yang berkembang secara cepat, kompleks dan global membuat
organisasi semakin sulit menginterpretasikan lingkungan eksternalnya. Untuk menghadapi hal
tersebut, organisasi dapat menempuh cara yang disebut dengan analisis lingkungan eskternal
(external environmental analysis). Lingkungan eksternal terdiri dari dimensi yang terdapat di
dalam masyarakat luas, yang berpengaruh langsung terhadap organisasi. Tujuan dari kegiatan ini
adalah untuk mengidentifikasi peluang serta ancaman bagi organisasi. Peluang (opportunities)
adalah kondisi-kondisi dalam lingkungan umum yang dapat membantu organisasi mencapai daya
saing strategis. Sedangkan ancaman (threat) adalah kondisi-kondisi dalam lingkungan umum
yang dapat mengganggu usaha organisasi dalam mencapai daya saing strategis.
Untuk menganalisis lingkungan eksternal, seorang manajer strategic harus mengetahui
factor lingkungan eksternal yang berpengaruh terhadap kondisi internal organisasi. Adapun
factor yang mempengaruhi jalannya kegiatan operasional organisasi yaitu:
1) Faktor ekonomi yaitu tingkat bunga, tingkat infladi, tingkat pengangguran, pasar mata
uang, disposable income, serta pengendalian harga dan upah.
2) Factor teknologi yaitu patent protection, produk baru, infrastruktur telekomunikasi,
pengembangan teknologi baru, dan lain lain.
3) Factor politik dan hukum yaitu peraturan perpajakan, peraturan perdagangan luar
negeri, peraturan imigrasi dan ketentuan global warming.
4) Factor social budaya yaitu perubahan gaya hidup, ekspektasi karier, tingkat kelahiran,
distribusi umur dari populasi, tingkat pendidikan, tingkat pertumbuhan penduduk dan
perpindahan penduduk.
Selain itu, dalam menganalisis lingkungan eksternal, manajer strategic harus mengetahui dalam
industry apa perusahaannya berada sehingga dapat ditentukan kemampuan perusahaan untuk
mengimplementasikan strateginya. Kemudian, manajer mengkaji karakteristik dan tren
perkembangan dari industry tersebut.
Terdapat empat kegiatan dalam analisis lingkungan eksternal ini yaitu :
1. Scanning
Scanning adalah usaha untuk mempelajari seluruh segmen dalam lingkungan umum.
Melalui scanning, organisasi mengidentifikasi sinyal-sinyal awal perubahan yang
mungkin terjadi dalam lingkungan umum dan mendeteksi setiap perubahan yang sedang
terjadi. Dengan scanning, dapat diketahui informasi/data yang tidak jelas, tidak lengkap,
dan tidak terkait satu sama lain. Sehingga data tersebut dapat diabaikan dan focus
terhadap data yang jelas. Informasi/data ini dapat diperoleh dari media elektronik,
karyawan, pelanggan, perantara, pesaing, konsultan, surat kabar, jurnal dan lain-lain.
2. Monitoring
Pada saat melakukan monitoring, para analis mengamati perubahan lingkungan untuk
melihat apa kecendurungan sedang berkembang saat ini. Hal penting untuk suksesnya
suatu monitoring adalah kemampuan untuk mendeteksi arti dari setiap kejadian
lingkungan. Sebagai contoh, kecendurungan baru dalam hal dengan pendidikan dapat
diperkirakan dari perubahan dalam dana pusat dan Negara bagian untuk lembaga
pendidikan, perubahan dalam persyaratan kelulusan sekolah menengah, atau perubahan
isi kurikulum sekolah tinggi. Dalam hal ini analis akan menentukan apakah peristiwa
yang berbeda ini menggambarkan suatu kecendurngan dalam pendidikan, dan jika
memang demikian, apakah data informasi lainnya harus dipelajari untuk memantau
kecendurangan tersebut.
3. Forecasting
Scanning dan monitoring berhubungan dengan apa yang terjadi dalam lingkungan umum
pada suatu waktu tertentu. Saat melakukan forecasting, analis mengembangkan proyeksi
tentang apa yang akan terjadi, dan seberapa cepat, sebagai hasil perubahan dan
kecenderungan yang dideteksi melalui scanning dan monitoring. Sebagai contoh, analis
dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan suatu teknologi baru untuk mencapi pasar.
Atau mereka juga dapat memperkirakan kapan prosedur pelatihan perusahaan yang
berbeda dibutuhkan untuk menghadapi perubahan komposisi angkatan kerja, atau berapa
lama waktu yang diperlukan bagi perubahan dalam kebijakan perpajakan pemerintah
untuk mempengaruhi pola konsumsi pelanggan.
4. Assessing
Tujuan dari assessing adalah untuk menentukan saat dan pengaruh perubahan lingkungan
serta kecenderungan dalam manajemen strategis suatu organisasi. Melalui scanning,
monitoring dan forecasting, analis dapat mengerti lingkungan umum. Selangkah lebih
maju, tujuan dari assessment adalah untuk menentukan implikasi dari pengertian itu
terhadap organisasi. Tanpa assessment, analis akan mendapatkan data yang menarik,
tanpa mengetahui relevansinya.
2.2 Proses Diagnosis Lingkungan Eksternal
Setelah dilakukan analisis terhadap lingkungan eksternal, langkah selanjutnya adalah
mendiagnosis lingkungan eksternal tersebut. Proses diagnosis ini memiliki arti memberikan
penilaian yang signifikan terhadap berbagai peluang dan ancaman yang ditemukan selama
proses analisis lingkungan. Kunci diagnosis lingkungan eksternal ini adalah kemampuan seorang
manager puncak agar dapat mengevaluasi informasi yang bersifat relevan dan mengabaikan
informasi yang tidak relevan untuk kepentingan organisasi. Karakteristik individu dari seorang
strategik manager, pengaruh pekerjaan, dinamika kelompok, dan faktor lingkungan fisik lain
merupakan factor penentu yang dapat mempengaruhi keputusan manajerial. Oleh karena itu,
manajer harus memahami berbagai factor penentu tersebut agar proses diagnosis berjalan dengan
baik dan keputusan yang diambil dapat sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Terdapat empat kegiatan dalam analisis lingkungan eksternal ini yaitu
terdiri dari (1) Scanning adalah usaha untuk mempelajari seluruh segmen dalam
lingkungan umum; (2) monitoring adalah melakukan pengamantan terhadap
perubahan lingkungan untuk melihat apa kecendurungan sedang berkembang
saat ini; (3) forecasting adalah saat analis mengembangkan proyeksi tentang
apa yang akan terjadi, dan seberapa cepat, sebagai hasil perubahan dan
kecenderungan yang dideteksi melalui scanning dan monitoring; (4) assessing
bertujuan untuk menentukan saat dan pengaruh perubahan lingkungan serta
kecenderungan dalam manajemen strategis suatu organisasi.
Kebanyakan perusahaan menghadapi lingkungan eksternal yang berkembang
semakin keras, kompleks, dan global menyebabkan kondisi yang membuat
penafsiran semakin sulit. Untuk menangani data lingkungan yang tidak lengkap
dan seringkali ambigu serta untuk meningkatkan pemahaman akan lingkungan
eksternal, perusahaan melibatkan diri dalam suatu proses yang disebut sebagai
analisis lingkungan eksternal. Proses tersebut, yang harus dilakukan secara
kontinu, terdiri dari empat aktivitas yaitu, pemindaian (scanning), pengawasan
(monitoring), peramalan (forecasting), dan penilaian (assesing).
Salah satu tujuan penting dari studi lingkungan eksternal adalah untuk
mengidentifikasi peluang dan ancaman. Sebuah peluang adalah kondisi dalam
lingkungan eksternal yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing
strategis. Sebuah ancaman adalah kondisi dalam lingkungan eksternal yang dapat
menghambat usaha perusahaan mencapai daya saing strategis..
Pemindaian (scanning) merupakan studi untuk mengidentifikasi tanda-tanda
awal dari perubahan potensial dalam lingkungan eksternal dan mendeteksi
perubahan-perubahan yang sedang terjadi. Ketika melakukan pemindaian,
seringkali perusahaan menghadapi data dan informasi yang ambigu, tidak
lengkap, dan tidak ada kaitannya. Pemindaian lingkungan merupakan hal penting
dan manentukan bagi perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam lingkungan
yang sangat tidak stabil.
Pengawasan (monitoring) merupakan pengamatan terhadap perubahan-
perubahan lingkungan untuk melihat apakah suatu trend yang panting sedang
berkembang di antara hal-hal yang diamati dalam pemindaian. Kritikal bagi
pengawasan (monitoring) yang berhasil adalah kemampuan untuk mendeteksi
makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda.
Peramalan (forecasting) merupakan analisis mengembangkan proyek-
proyek yang layak tentang apa yang mungkin terjadi dan seberapa cepat
perubahan-pembahan dan trend-trend dideteksi melalui scanning dan monitoring.
Penilaian (assesing) adalah untuk menetukan waktu dan signifikansi efek-
efek dari perubahan-perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemm
strategis suatu perusahaan. Malalui scanning, monitoring dan forecasting, seorang
analisis dapat memahami lingkungan eksternal. Selangkah lebih maju, tujuan
assessing adalah untuk menspesifikasi implikasi pemahaman tersebut pada
organisasi. Tampa assessing, perusahaan dibiarkan dengan data-data menarik,
tetapi tidak diketahui relevansi kompetitifnya. Lingkungan eksternal dapat
dikelompokkan kedalam lingkungan umum dan lingkungan industri.
Identifikasi analisis lingkungan eksternal dapat dilihat dari lingkungan
umumnya dan lingkungan industrinya, Dalam lingkungan umumnya biasannya
berupa faktor-faktor dari luar yaitu yang terdiri dari faktor ekonomi, faktor sosial,
faktor politik hukum dan teknologi. Yang perlu dipelajari dalam lingkungan
industri guna memperoleh keuntungan perusahaan seperti yang diinginkan
adalah ancaman masuk, pemasok yang kuat, pembeli yang kuat, produk
substitusi dan persaingan antar anggota industri.