0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan8 halaman

Pembahasan Transformasi Geometri dan Himpunan Peta

1. Tentukan bentuk himpunan peta-peta P' ketika P bergerak di AB dan buktikan T injektif. Jarak E'F' 1/2 kali jarak EF. 2. Tentukan peta A, prapeta B, dan jarak ZZ' = 4. E'F' = 5EF. 3. Tentukan peta A, daerah nilai g meliputi seluruh V, dan g surjektif. 4. Gambar A', B', C', dan buktikan T transformasi. A'B' = AB

Diunggah oleh

nurdianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan8 halaman

Pembahasan Transformasi Geometri dan Himpunan Peta

1. Tentukan bentuk himpunan peta-peta P' ketika P bergerak di AB dan buktikan T injektif. Jarak E'F' 1/2 kali jarak EF. 2. Tentukan peta A, prapeta B, dan jarak ZZ' = 4. E'F' = 5EF. 3. Tentukan peta A, daerah nilai g meliputi seluruh V, dan g surjektif. 4. Gambar A', B', C', dan buktikan T transformasi. A'B' = AB

Diunggah oleh

nurdianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBAHASAN SOAL LATIHAN

1. Diketahui sebuah titik K dan ruas garis AB , K AB dan sebuah garis g sehingga g //

AB dan jarak K dan AB , adalah dua kali lebih panjang dari pada jarak antara K dan
g. Ada padanan T dengan daerah asal AB dan daerah nilai g sehingga apabila

P AB maka T ( P) P' KP g .

a) Apakah bentuk himpunan peta-peta P kalau P bergerak pada AB


b) Buktikan bahwa T injektif.
c) Apabila E dan F dua titik pada AB , apakah dapat dikatakan tentang jarak EF
jika E = T(E) dan F=T(F)?

Penyelesaian :

P g

A P B

a) K AB , g // AB , T: AB g

P AB maka T ( P) P' KP g

P' KP g
sehingga P ' g
Jadi bentuk himpunan peta-peta P adalah ruas garis pada g.

0
b) Akan dibuktikan T injektif
Ambil dua titik dan pada AB , X Y
Akan dibuktikan T ( X ) T (Y )
Andaikan () = ()

Oleh karena T ( X ) KX g dan T (Y ) KY g

Dalam hal ini XA dan YA memiliki dua titik sekutu yaitu A dan () = ().

Ini berarti bahwa garis XA dan YA berimpit, sehingga berakibat = .


Hal ini suatu kontradiksi.
Jadi pengandaian salah,maka haruslah T ( X ) T (Y )
Jadi T injektif
F=T(F) E=T(E)
c) g

A B
E F

Dipunyai , , maka , sehingga


Lihat dan
1
= =
2
() = () (sudut sudut bertolak belakang)
Diperoleh~ (S Sd).
Akibatnya :
1
= = =
2
1
= .
2
1
Jadi jarak EF adalah 2 kali jarak EF.


2. Diketahui P = (0,0), C1 ( x, y) | x y 1
2 2

1

C2 ( x, y) | x 2 y 2 25
T : C1 C2 adalah suatu padanan yang definisikan sebagai berikut : Apabila X C1

maka T ( X ) X ' PX C2
a) Apabila A = (0,1) tentukan T(A)
b) Tentukanprapetadari B(4,3)
c) Apabila Z sebarang titik pada daerah asal T, tentukan jarak ZZ, dengan Z =
T(Z).
d) Apabila E dan F dua titik pada daerah asal T , apakah dapat dikatakan tentang
jarak EF?
Penyelesaian : Y

B(4,3)
F
A
F
P X
E

a) A = (0,1) maka T(A) = (0,5)


b) Perhatikan gambar di atas.

A = prapeta B

Q P
C
Lihat APC dan .

= =

1
= =
4 5
4
=
5

2
1
= =
3 5
3
=
5
4 3
Jadi prapeta B adalah A = (5 , 5).
c) Dipunyai daerah asal .
Maka 1 .
Berarti = (1 , 1 ) dimana 12 + 12 = 1.

Jelas = (1 0)2 + (1 0)2 = 12 + 12 = 1 = 1.


Selanjutnya = ().
Maka 2 .
Berarti = (2 , 2 ) dimana 22 + 22 = 25.

Jelas = (2 0)2 + (2 0)2 = 22 + 22 = 25 = 5.


Jelas , , segaris.
= +
5 = + 1
= 5 1
5 = + 1
= = 4
Jadi jarak = 4.
d) Dipunyai , 1 ,
Maka panjang busur
()
= . 1
2
()
= . 2. 1
2
= ()
Selanjutnya = () dan = ().
Maka panjang busur
()
= . 2
2
()
= . 2. 5
2

3
= 5. ().
Karena , , segaris dan , , segarismaka () = ().
Sehingga,
= 5. ( )
= 5. ()
= 5.
Jadi = 5
3. Diketahui fungsi g : sumbu X V yang didefinisikan sebagai berikut :
Apabila P(x,0) maka g(P) = (x,x2).
a) Tentukan peta A(3,0) oleh g.
b) Apakah R(-14, 196) daerah nilai g?
c) Apakah g surjektif?
d) Gambarlah daerah nilai g.
Jawab :
a) Peta A(3,0) oleh g.
A(3,0) maka g(A) = (3,(3)2) =(3,9).
b) Diketahui R(-14,196).
196 = (-14)2 + y
196 = 196 + y
y = 0
Jelas R V , dan mempunyai prapeta yaitu (14,0) pada sumbu .
Jadi daerah nilai .
c) Ambil titik , maka (, ) dengan = 2 .
Jelas terdapat (, 0) sehingga() = .
Jadi, g surjektif.
d)
g(P)=(x,x2)

(0,0)
P(x,0)

4
4. Diketahui sebuah garis S dan titik-titik A, B, C seperti dapat dilihat pada gambar di
bawah ini

A
B

T : V V didefinisikan sebagai berikut :


i. Jika P S maka T(P) = P
ii. Jika P S maka T(P) = P, sedemikianhinggagaris S adalahsumburuas PP'
a) Lukislah A = T(A), B = T(B)
b) Lukislahprapetatitik C
c) Apakah T suatutransformasi ?
d) Buktikanbahwa AB = AB
Penyelesaian :
a) dan b)

A B

B C

c) Akan ditunjukkan T surjektif dan T injektif.


Jelas setiap P pada V, ada prapeta P, sehingga T(P) = P.
Jika P S, maka P = P dan jika P S maka P adalah cermin dari P terhadap
sumbu S.
Jadi T surjektif.

5
Untuk P S, Q S dan PQ, jelas P Q.
Untuk P S, ambil dua titik, A ,B S, A B.
Kita akan menyelidiki kedudukan A dan B.
Andaikan A = B.
Karena S adalah sumbu ruas garis AA maka S tegak lurus AA dan karena S
adalah sumbu dari ruas garis BB maka S tegak lurus BB.
Maka karena A = B dan kedua garis tegak lurus S, AA dan BB berimpit.
Akibatnya A =B.
Ini suatu kontradiksi, harusnya A B.
Jadi T injektif.
Dengan demikian karena T injektif dan T surjektif, maka T suatu transformasi.
d) Akan dibuktikan AB=AB.

A
D
B
A

dan titik potong garis


Misal titik potong garis dengan ruas garis
.
dengan ruas garis
Lihatdan .
= (menurut definisi adalah sumbu
sehingga tengah-tengah
)

( ) = () = 900 (karena sumbu


maka
)
= (berimpit)
Makamenurutteoremasisi-sudut-sisi .
Akibatnya = dan ( ) = ().
Lihat dan .
= (diketahui) (i)

6
= (menurut definisi adalah sumbu
sehingga
)
tengah-tengah (ii)
( ) = () = 900 maka
(karena sumbu )

( ) = () ()
() = () () = () ()
Berakibat( ) = () (iii)
Dari (i),(ii) dan(iii) makamenurutteoremasudut-sisi-sudut
Akibatnya =

Anda mungkin juga menyukai