1.
Classical conditioning (pengkondisian klasik) di kemukakan oleh seorang psikolog Rusia
bernama Ivan pavlov. Pengkondisian klasik adalah tipe pembelajaran dimana suatu organisme
belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimulus. Dalam hal ini stimulus netral
diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan
respon yang sama. Tedapat dua tipe stimulus dan dua tipe respon, yaitu: unconditioned
stimulus (US), unconditioned response (UR), conditioned stimulus (CS), dan conditioned
response (CR).
2. Operant Conditioning (pengkondisian operant) adalah sebuah bentuk pembelajaran dimana
konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu
akan diulangi. Penguatan (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas
bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sedangkan hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang
menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Penguatan ada 2 macam, yaitu:
1. Penguatan positif (positive reinforcement) digunakan untuk meningkatkan perilaku.
Frekuensi respon akan meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung
(rewarding).
2. Penguatan negatif (negative reinforcement) diberikan untuk mengurangi perilaku yang
tidak diinginkan. Frekuensi respon akan meningkat karena diikuti dengan penghilangan
stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan)
3. Social Learning Theory
Teori belajar sosial atau social learning Theory Bandura didasarkan oleh tiga konsep yaitu :
1. Determinis Resiprokal (reciprocal deterministic) : bahwa perilaku manusia dalam bentuk
interaksi timbal balik yang terus menerus antara determinan kognitif, behavioral, dan
lingkungan.
2. Beyond Reinforcement : bahwa setiap perilaku tidak selalu menggunakan reinforcement
dalam pembentukannya. Karena orang dapat belajar melakukan sesuatu hanya dengan
mengamati kemudian mengulangi apa yang diamatinya.
3. Kognisi dan Self Regulation : Bandura menempatkan manusia sebagai sesorang yang dapat
mengatur dirinya sendiri (self regulation), mempengaruhi tingkah laku dengan cara
mengatur lingkungan, menciptakan dukungan kognitif, mengadakan konsekuensi bagi
tingkah lakunya sendiri.