TUGAS REVIEW IP3NS
SATLANTAS POLRES KOTA SURABAYA
OLEH :
BIMA BRILIAN PRIMA
D-4 TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2017-2018
Pada acara IP3NS kemaren, kami kedatangan tamu special dari
Polrestabes Surabaya untuk mendapatkan sosialisasi mengenai Safety Riding.
Narasumbernya kali ini yaitu Bripka Abdul Rouf. Acaranya begitu asik karena
beliau orangnya humoris yang membuat pendengar tertarik untuk menyimak apa
informasi yang diberikan dan tidak membuat suasana bosan.
Safety Riding mengandung pengertian yaitu suatu usaha yang dilakukan
dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam
berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada titik
tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang
dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan
penanggulangannya.
Maksud dari pengertian di atas yaitu bahwa disaat kita mengendarai
kendaraan, maka haruslah tercipta suatu landasan pemikiran yang mementingkan
dan sangat mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang
lain. Untuk itu, berangkat dari dasar pemikiran keselamatan tersebut, maka para
pengendara haruslah menyadari arti dan pentingnya keselamatan, hal ini
dicontohkan dengan meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya dan berbagai
kejadian kecelakaan yang terjadi disebabkan dari berbagai macam kasus. Walaupun terasa
sangat sulit untuk menumbuhkannya, namun pemikiran yang mengutamakan
keselamatan tersebut haruslah merupakan kesadaran dari diri sendiri yang
terbentuk dan dibangun dari dalam hati dan bertekad untuk melaksanakan segala
aktivitas yang mendasar pada
Safety Riding. Bila dasar pemikiran Safety Riding telah dimiliki, maka dengan
mudah setiap hal yang berkaitan dengan Safety Riding dapat kita terapkan dimulai
daridiri sendiri dan memulainya dari hal-hal yang kecil.
Contoh perilaku yang dapat kita terapkan dalam melakukan Safety Riding antara
lain:
Helm SNI
Pemerintah telah memberlakukan wajib helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Tidak dapat
dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mengetahui helm
tanpa SNI lebih murah. Sisanya mereka tidak peduli terhadap keselamatan dirinya
ketika mengendarai motor dan menggunakan helm asal-asalan. Helm dengan label
SNI jelas lebih terjamin kualitas dan mutunya dibandingkan dengan helm tanpa
SNI. Karena, Helm SNI tentu sudah lolos uji. Helm yang berkualitas baik telah
terbukti dapat menyelamatkan nyawa pengendara sepeda motor saat terjadi
kecelakaan.
Lalu Lintas adalah gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas Jalan.
Adapun angkutan jalan adalah perpindahan orang dan atau barang dari satu tempat
ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan di ruang lalu lintas jalan.
Kendaraan adalah suatu sarana angkut di jalan yang terdiri atas kendaraan
bermotor dan kendaraan tidak bermotor. Adapun pengertian kendaraan bermotor
adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin
selain Kendaraan yang berjalan di atas rel. Sedangkan pengertian Kendaraan
Tidak Bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh tenaga manusia
dan/atau hewan.
Kendaraan bermotor dibedakan dalam dua hal berdasarkan jenis dan
fungsinya. Berdasarkan jenisnya, Kendaraan Bermotor terdiri dari Sepeda Motor,
Mobil Penumpang, Mobil Bus, Mobil Barang dan Kendaraan [Link]
Kendaraan Bermotor berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua kategori, yaitu
Kendaraan Bermotor Perseorangan dan Kendaraan Bermotor Umum.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 ini mencabut perundangan
sebelumnya yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992. UU No. 22 Tahun
2009 ini disusun berdasarkan semangat bahwa penyelenggaraan lalu lintas dan
angkutan jalan yang bersifat lintas sektor harus dilaksanakan secara terkoordinasi
oleh para pembina beserta para pemangku kepentingan lainnya.
Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang dirasakan sangat tinggi,
upaya ke depan diarahkan kepada penanggulangan secara komprehensif yang
mencakup upaya pembinaan, pencegahan, pengaturan dan penegakan hukum.
Upaya pembinaan tersebut dilakukan melalui peningkatan intensitas pendidikan
berlalu lintas dan penyuluhan hukum serta pembinaan sumber daya manusia.
Upaya pencegahan dilakukan melalui peningkatan pengawasan kelaikan jalan,
sarana dan prasarana jalan, serta kelaikan kendaraan, termasuk pengawasan di
bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang lebih intensif.
Untuk menangani masalah kecelakaan lalu lintas, pencegahan kecelakaan
dilakukan melalui partisipasi para pemangku kepentingan, pemberdayaan
masyarakat, penegakan hukum dan kemitraan global. Pencegahan Kecelakaan
Lalu Lintas dimaksud, dilakukan dengan pola penahapan, yaitu program jangka
pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Selain itu, untuk menyusun rogram
pencegahan kecelakaan dilakukan oleh forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Selain sanksi pidana, dalam UU No. 22 Tahun 2009 ini juga diatur
mengenai sanksi administratif yang dikenakan bagi perusahaan angkutan berupa
peringatan, pembekuan izin, pecabutan izin maupun pemberian denda. Undang-
undang ini pada dasarnya diatur secara komprehensif dan terperinci. Namun,
untuk melengkapi secara operasional, diatur ketentuan secara teknis ke dalam
Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
Hampir semua subjek menyatakan bahwa keamanan di jalan raya saat ini
masih beresiko. Sebagian besar juga menyatakan bahwa faktor yang lebih
berpengaruh dalam kemanan di jalan raya adalah faktor manusia. Sebagian besar
juga menyatakan pendapatnya bahwa untuk mengatasi masalah keamanan
berkendara harus dimulai dari kesadaran pemakai kendaraan bermotor di jalan-
jalan umum. Sebagian kecil memberikan opini untuk memperbaiki sistem
perolehan SIM (Surat Ijin Mengemudi) yang lebih ketat.
Ada 3 faktor yang mempengaruhi keselamatan dalam berkendara di jalan
raya, yaitu Rules, Skill dan Attitude (Aturan, Keterampilan dan Sikap). Rules
adalah hukum dan aturan yang berlaku di jalanan yang telah ditetapkan oleh
undang-unndang dan diwujudkan dalam bentuk rambu dan marka jalan. Skill
adalah keterampilan dan keahlian dari para pengemudi kendaraan bermotor dalam
mengendalikan kendaraan mereka. Sedangkan Attitude adalah sikap yang
ditunjukkan para pengguna kendaraan bermotor ketika berkendara di jalanan.
Ketiga poin ini menjadi sebuah segitiga yang menjadi faktor utama dari seberapa
besar tingkat keselamatan di lalu lintas.
Masalah terbesar ada pada poin sikap. Hampir seluruh pengendara motor
sebenarnya mengetahui dan menguasai keterampilan dalam mengendarai motor,
dan operasi yang lebih tegas dari pihak kepolisian lalu lintas sekarang ini telah
menginformasikan para pengendara motor ini tentang apa yang boleh dan tidak
boleh dilakukan di jalan raya. Namun, banyak dari para pengendara motor ini
yang tidak bersikap bagus dalam hal menggunakan jalan raya. Kebanyakan dari
mereka tidak menghormati pengguna jalan lain ataupun tanpa sadar mengganggu
pengguna jalan lain. Ada juga yang tidak menghiraukan faktor keselamatan karena
mereka berpikir mereka bisa mengatasinya.
Banyak dari kasus kecelakaan disebabkan oleh hal ini, seperti tidak memakai
helm ketika berkendara meskipun itu hanya jarak pendek, ataupun tidak berhenti
ketika mereka mengantuk karena mereka berpikir mereka bisa menahan rasa
kantuknya sampai tujuan. Yang paling buruk dari semua tipe pengendara motor
yang melanggar peraturan ini adalah pengendara yang sebenarnya tahu hukum
dan aturan yang ada, tapi memilih untuk tidak menghiraukan peraturan tersebut
karena merasa mereka bisa mengatasi dan mengantisipasi bahaya yang bisa
ditimbulkan oleh tindakan mereka.
Sebagian besar kematian dalam kecelakaan motor di jalan raya dikarenakan
mereka berkendara melawan arus. Para pengendara menganggap bahwa jarak
yang mereka tempuh ketika melawan arus tidak terlalu banyak, padahal di situlah
persentase kecelakaan terbesar yang bisa menyebabkan kematian.
Para narasumber yang juga kebanyakan menggunakan kendaraan motor ini
juga mengutarakan, bahwa cara yang lembut sudah mulai tidak efektif untuk bisa
membuka mata para pengendara motor tentang ketidakpedulian terhadap
keselamatan dalam berkendara. Untuk itu, diperlukan sebuah shock therapy, atau
sebuah pesan yang keras dan tegas supaya bisa membuka mata mereka tentang
bahaya yang bisa mereka dapatkan bila mereka mengabaikan keselamatan dalam
berkendara motor.
Contoh dari shock therapy di dunia nyata adalah ketika sang pengendara
motor yang tidak mematuhi peraturan akhirnya mengalami kecelakaan. Peristiwa
kecelakaan yang dialami sendiri tentu akan membekas di pikiran sang korban,
apalagi bila ada cedera fisik yang permanen. Seseorang juga bisa mengalami hal
ini bila ada keluarga atau saudara yang mengalaminya. Hal ini bisa memberi
sebuah bentuk trauma yang halus yang kemudian bisa membuat sang pengendara
untuk lebih berhati-hati di lain waktu dia berkendara.
Selain menyampaikan tentang Safety Riding, beliau juga menyampaikan
tentang proses tilang yang baru. Sekarang proses tilang menggunakan sistem e-
tilang. Pelanggar akan diberi slip warna biru yang akan dibayarkan ke bank BRI.
Jika uang kita lebih dari yang harus dibayarkan maka akan dikembalikan selama
waktu 1 tahun.
Berikut adalah alur dari e-tilang
1. Data tilang akan dimasukkan ke aplikasi
2. Pelanggar akan menerima pemberitahuan lewat handphone jumlah denda
dank ode pembayaran
3. Pelanggar membayar denda melalui BRI dan akan mendapatkan BRIVA
( virtual account) dan juga mendapat bukti pembayaran
4. Data pelanggaran dibawa ke pengadilan
Kurang lebih seperti itu materi yang disampaikan oleh beliau. Dan sebelum
menutup sosialisasi, pihak kepolisisan juga memberikan hadiah kepada penonton
tapi tidak semua yang dapat. Hanya anak yang bisa menjawab pertanyaan yang
dapat hadiah. Hadiahnya juga cukup menarik yaitu masker, tas dan helm. Para
mahasiswa saling berebut untuk mendapatkan hadiahnya. Kami semua merasa
beruntung bisa mendapatkan sosialisasi dari satlantas mengenai Safety Riding
yang bermanfaat untuk kita.
KONTRIBUSI SAYA :
Sebagai Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ( PPNS )
kontribusi yang bisa saya berikan untuk memecahkan permasalahan di sekitar kita
terkait dengan topik safety our students ( SOS ) adalah dengan mengikuti dan
mengajak orang lain untuk menaati peraturan yang ada di Jalan raya karena jika
melanggar dapat kita sendiri yang akan rugi. Kalau bukan dari kita sendiri yang
memulai dari siapa lagi?
HARAPAN SAYA :
Harapan saya sebagai bagian dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
(PPNS) untuk kedepannya terhadap safety dalam berkendara adalah kecelakaan
ditekan semaksimal mungkin. Semoga rakyat Indonesia selalu menaati peraturan