100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
370 tayangan12 halaman

Praktikum Desain Pipa dan Turbulensi

Laporan praktikum ini membahas desain pipa untuk menentukan jenis pipa dan fitting yang digunakan untuk mencapai flow rate tertentu. Praktikum dilakukan dengan merangkai berbagai jenis pipa seperti pipa lurus dan berbelok serta mengukur debit aliran air dari masing-masing rangkaian. Hasil pengukuran menunjukkan debit aliran berbeda untuk setiap jenis pipa yang digunakan.

Diunggah oleh

Hilmi Nur Raharja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
370 tayangan12 halaman

Praktikum Desain Pipa dan Turbulensi

Laporan praktikum ini membahas desain pipa untuk menentukan jenis pipa dan fitting yang digunakan untuk mencapai flow rate tertentu. Praktikum dilakukan dengan merangkai berbagai jenis pipa seperti pipa lurus dan berbelok serta mengukur debit aliran air dari masing-masing rangkaian. Hasil pengukuran menunjukkan debit aliran berbeda untuk setiap jenis pipa yang digunakan.

Diunggah oleh

Hilmi Nur Raharja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMIPAAN
PIPE DESIGN

Penyusun,

Nama : Hilmi Nur Raharja


NIM : 021150031
Fak/Jur : FTI/D3 Teknik Kimia
Hari//Tanggal : Sabtu/13 Mei 2017
Asisten Pembimbing : Marya Agustin, S.T

LABORATORIUM PEMIPAAN
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2017
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM PEMIPAAN
PIPE DESIGN

Nama : Hilmi Nur Raharja


NIM : 021150031
Fak/Jur : FTI/D3 Teknik Kimia
Hari/Tanggal : Sabtu/13 Mei 2017
Asisten Pembimbing : Marya Agustin, S.T

Yogyakarta, 13 Mei 2017


Mengetahui,
Asisten Pembimbing

(Marya Agustin, S.T)


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur praktikan panjatkan kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta karunianya kepada praktikan, sehingga dapat
melaksanakan praktikum dan menyelesaikan laporan praktikum ini dengan baik.
Laporan praktikum ini praktikan susun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas
terlaksananya praktikum yang sudah terlaksanakan.
Praktikan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Marya Agustin, S.T
selaku asisten pembimbing praktikum dan semua pihak yang telah membantu dan
memberikan saran serta nasihat kepada praktikan selaku penyusun laporan
praktikum ini.
Praktikan sebagai penyusun laporan mohon maaf atas kekurangan dalam
penulisan laporan praktikum ini. Demikian laporan praktikum ini praktikan buat,
praktikan mengucapkan terima kasih kepada pembaca. Semoga laporan
praktikum ini dapat bermanfaat.

Yogyakarta, 13 Mei 2017


Praktikan,

(Hilmi Nur Raharja)


BAB I
PIPE DESIGN

1.1 Tujuan Percobaan


Menentukan jenis pipa dan fitting yang digunakan untuk mencapai flow rate yang
diinginkan.
Menentukan pengaruh dari jenis pipa dan fitting terhadap suatu aliran.

1.2 Dasar Teori


Pengertian Friksi
Gaya gesek (Friksi) adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah
kecenderungan benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan.
Benda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula
berbentuk cair, ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya
gesek statis dan kinetis, sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya
Stokes. (wikipedia, 2013)

Perhitungan Friksi pada Aliran Laminer, Transisi dan Turbulen


a. Aliran Laminer
Untuk fluida yang beraliran laminer dalam pipa tegangan pada fluida Newton dapat
ditulis dalam persamaan faktor friksi Fanning sebagai berikut :

16
f = NRe= 16/((D*V*)/)
(McCabe, 1993)
b. Aliran Transisi
Untuk bilangan reynold diatas 2100 dan dibawah 4000, maka faktor friksi dihitung
dengan menggunakan persamaan :

= 4 56,8 1010 2
c. Aliran Turbulen
Pada aliran turbulen seperti aliran laminer, faktor friksi juga tergantung pada bilangan
reynold. Bagaimanapun, tidak mungkin untuk diprediksi secara teori faktor friksi Fanning
untuk aliran turbulen seperti yang dilakukan pada aliran laminer. Faktor friksi harus ditemukan
dengan melakukan percobaan dan itu tidak hanya tergantung pada bilangan Reynold tetapi juga
pada kekasaran permukaan pipa.
Untuk aliran turbulen yaitu bilangan Reynold diatas 4000 sampai 105 dapat dihitung
menurut persamaan Blasius :


= 0.079 0.25

Friction loss pada Ekspansi, kontraksi, dan pipa sambungan


Gesekan pada dinding pipa yang mengalir melalui pipa lurus dihitung dengan
menggunakan factor friksi. Namun jika kecepatan fluida mengalami perubahan arah dan besar,
maka akan terjadi penambahan friction loss. Hal ini terjadi karena tambahan dari turbulensi
karena vortisitas dan faktor lainnya. Metode untuk memperkirakan friction loss pada
sambungan akan dibahas dibawah ini:

1. Sudden Enlargement losses


Jika penampang pipa membesar secara bertahap, maka kerugian sangat sedikit atau mungkin
tidak terjadi. Jika perubahan itu terjadi secara tiba-tiba, akan menimbulkan kerugian tambahn karena
pusaran dibentuk oleh jet expansi di bagian yang diperbasar.

Gambar II.1.3 Gambar Friksi Sudden Enlargement Losses


Friction loss dapat dihitung dengan cara berikut untuk aliran turbulen :

(1 2 )2 1 2 12 12
= = (1 ) =
2 2 2 2

Keterangan :
= friction loss dalam (J/kg)
= koefisien expansion loss = (1-A1/A2)2
1 = kecepatan masuk pada area yang lebih kecil (m/s)
2 = kecepatan downstream (m/s)
= 1 untuk aliran turbulen, untuk aliran laminar
(Geankoplis, 1997)
Sudden Contaction Losses
Ketika penampang dari pipa mengecil secara tiba-tiba, aliran tidak dapat mengikuti
sekitar sudut yang tajam, dan friction loss bertambah karena terjadi pusaran.(Geankoplis, 1997)

Gambar II.1.4 Gambar Friksi Sudden Contraction Losses

Persamaan untuk aliran turbulen :

2 2 22 22
= 0.55 (1 ) =
21 2 2

Keterangan :
= friction loss
= 1 untuk aliran turbulen, untul aliran laminer
2 = kecepatan rata-rata pada daerah yang lebih kecil atau downstream
= koefisien kontraksi-loss (P1) = 0.55(1-A2/A1)2 untuk english unit bagian kanan
dibagi dengan faktor gc.
(Geankoplis C. J., 1997)

Losses in Fitting and valves


Sambungan pipa dan katup juga mengganggu jalur aliran dalam pipa yang
menyebabkan friction loss bertambah. Dalam sebuah pipa pendek dengan banyak sambungan,
friction loss akan lebih besar daripada pipa lurus. Friction loss untuk sambungan dan katup
diberikan sebagai berikut :

12
=
2
Dimana:
adalah friction loss coefficient dari sambungan dan valve, v1 adalah kecepatan rata-rata
pada kepala pipa untuk sambungan (Geankoplis C. J., 1997).

Frictional Losses in mechanical energy balance equation


Friction loss dari gesekan pada pipa lurus (fanning friction), expansion loss, contraction loss
dan kerugian dalam pemasangan sambungan dan katup semuanya dimasukkan pada persamaan
F berikut :
2 12 22
= 4 + +
2 2 2
2
1
+ sama, dari persamaan diatas menjadi bentuk
Jika semua kecepatan v1,v2 dan v2 semuanya 2
yang lebih sederhana yaitu :
2
= (4 + + + )
2

Dimana :
= jumlah friksi
= perbedaan panjang pipa
(Geankoplis C. J., 1997)
BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN

2.1 Alat dan Bahan

2.1.1 Alat
Rangkaian tower
Pipa PVC
Pipa Elbow 90
Reducer
Stopwatch
Meteran
Pipa 1.5
Globe valve

2.1.2 Bahan
Air

2.2 Rangkaian Alat

Tangki

2
4
3
Gambar 1. Rangkaian Alat Percobaan

Keterangan :
1. Tangki/ bak penampung
2. Kran
3. Penyangga
4. Pipa PVC/ Elbow
2.3 Cara Kerja

Menyiapkan alat dan bahan (air)

Mengisi tangki dengan ketinggian 32 cm

Merangkai pipa lurus dan berbelok dengan


panjang 45 cm

Menyalakan valve hingga steady

Menghitung debit per 5 detik

Catat dan bandingkan pipa lurus dan berbelok

Gambar 2. Diagram Alir Cara Kerja


BAB III
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan

3.1.1 Percobaan pertama


Jenis pipa Ukuran Panjang Jumlah
PVC 1.5 43 cm 1
Elbow 90 1.5 - 5
Flowrate 140 ml/detik

3.2.2 Percobaan kedua


Jenis pipa Ukuran Panjang Jumlah
PVC 0.5 43 cm 1
Flowrate 260 ml/detik

3.2 Pembahasan

Praktikum pipe design merupakan sebuah rangkaian alat yang digunakan untuk
mengetahui berapa laju aliran yang keluar dari sebuah tangki dengan berbagai macam bentuk
sambungan ada yang lurus dan berbelok belok. Sebelum melaksanakan praktikum ini praktikan
diberikan sedikit arahan oleh asisten agar mengetahui lebih jelas mengenai cara kerja dari alat
pipe design dan lebih berhati hati dalam melakukan praktikum dikarenakan alat yang satu
dengan yang lainya saling berdekatan. Pertama tama yang harus dilakukan praktikan adalah
menyiapkan alat dan bahan dengan baik, kemudian mengisi tangki dengan air pada ketinggian
32 cm. Di karenakan tangki tersebut berada ditempat agak tinggi maka pengisian air dan juga
pengukuran ketinggian air didalam tangki haruslah hati hati. Selanjutnya merangkai pipa lurus
dengan ketinggian 45 cm. Dalam merangkai pipa ini globe valve juga harus dalam keadaan
tertutup agar air dari dalam tangki tidak keluar. Setelah pipa terpasang dengan baik maka globe
valve dibuka secara keseluruhan agar air keluar dari tangki, tunggu hingga alirannya yang
keluar dari pipa steady atau konstan, kemudian menghitung debit yang keluar dari tangki untuk
setiap 5 detik untuk 2 variabel yakni pipa lurus dengan panjang 45 cm dan juga pipa belok
belok dengan panjang yang sama. Untuk cara kerja yang terakhir adalah dicatat dan
dibandingkan hasilnya. Selanjutnya, praktikan akan membahas mengenai mengapa debit yang
keluar dari tangki lebih besar dengan pipa kondisi lurus. Debit yang keluar dari tangki akan
lebih cepat menggunakan pipa lurus disebabkan alirannya tidak berbelok belok melainkan
hanya lurus, dan juga pipa yang berbelok belok akan mempunyai lebih besar faktor friksi atau
gesekan terhadap pipa. Pipa lurus jika dibandingkan dengan pipa berbelok belok walaupun
panjang nya sama tetap saja panjang dari pipa tersebut jauh lebih panjang yang berbelok belok.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Pada percobaan yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa debit yang keluar
dari tangki akan lebih cepat pada pipa lurus dengan panjang 32 cm. Sedangkan debit yang
keluar dari pipa yang berbelok belok sedikit agak lambat, begitupun dengan aliran air untuk
mencapai kondisi steady sedikit lambat dibandingkan dengan pipa lurus.

4.2 Kritik dan Saran


4.2.1 Kritik
Kurangya kehati hatian dalam memasukkan air ke dalam tangki sehingga membuat
lantai basah.

4.2.2 Saran
Sebaiknya lebih berhati hati dalam memasukkan air dalam tangki agar tidak
membuat lantai basah.
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
%E2%80%9Ctransport-process-and-unit-operations%E2%80%9D-3rd-ed/
Petunjuk Praktikum Pemipaan (2017). UPN Veteran Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai