Peran Statistika dalam Penelitian Pendidikan
Peran Statistika dalam Penelitian Pendidikan
1 Pengertian Statistik dan Statistika Istilah statistik berasal dari bahasa latin status yang
artinya suatu negara. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan
kenegaraan, misalnya data mengenai penduduk, data mengenai penghasilan dan sebagainya,
yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi. Secara kebahasaan, statistik berarti
catatan angka-angka (bilangan); perangkaan; data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan,
ditabulasi, dikelompokkan, sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu
masalah, gejala atau peristiwa (depdikbud, 1994). Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah
untuk menunjukkan kepada pencatatan angka-angka dari suatu kejadian atau kasus tertentu.
Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan
fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yang melukiskan
atau menggambarkan suatu persoalan. Statistika beda halnya dengan statistik, statistika yang
dalam bahasa Inggris statistics (ilmu statistik), ilmu tentang cara-cara mengumpulkan,
mentabulasi dan menggolongkan, menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data
yang berupa angka. Statistika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari keterangan
yang berarti dari data yang berupa bilangan-bilangan atau angka, sehingga dapat ditarik suatu
kesimpulan atau keputusan tertentu. Selain itu, Statistika juga merupakan cabang ilmu
matematika terapan yang terdiri dari teori dan metoda mengenai bagaimana cara mengumpulkan,
mengukur, mengklasifikasi, menghitung, menjelaskan, mensintesis, menganalisis, dan
menafsirkan data yang diperoleh secara sistematis. Dengan demikian, didalamnya terdiri dari
sekumpulan prosedur mengenai bagaimana cara: Mengumpulkan data Meringkas data
Mengolah data Menyajikan data Menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan
kumpulan data dan hasil analisisnya Sedangkan dalam dunia pendidikan, statistika membahas
tentang prinsip-prinsip, metode, dan prosedur yang digunakan sebagai cara pengumpulan,
menganalisa serta menginterpretasikan sekumpulan data yang berkaitan dengan dunia
pendidikan. Lebih jauh, statistika dalam Pendidikan Luar Biasa dapat diartikan sebagai
penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip, dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa
problema-problema PLB. Juga dari sisi lain, Statistika dalam psikologi dimaknai sebagai
penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip, dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa
problema-problema bidang psikologi. 2.2Fungsi dan Peranan Statistika Statistika digunakan
untuk menunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-cara pengumpulan
data, analisis danpenafsiran data. Fungsi statistika diantaranya yakni: Statistik menggambarkan
data dalam bentuk tertentu Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data
yang mudah dimengerti Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan Statistik
dapat memperluas pengalaman individu Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala
Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat Sedangkan kegunaan statistika yakni untuk:
Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien
dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti Membantu penelitian untuk membaca
data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat Membantu
peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok
yang lainnya atas obyek yang diteliti Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan
antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya Membantu peneliti dalam menentukan
prediksi untuk waktu yang akan datang Membantu peneliti dalam melakukan interpretasi atas
data yang terkumpul ([Link] dkk, 2000;14) Pemerintah menggunakan statistika untuk
menilai hasil pembangunan masa lalu dan merencanakan masa mendatang Pimpinan
menggunakannya untuk pengangkatan pegawai baru, pembelian peralatan baru, peningkatan
kemampuan karyawan, perubahan sistem kepegawaian, dsb. Para pendidik sering
menggunakannya untuk melihat kedudukan siswa, prestasi belajar, efektivitas metoda
pembelajaran, atau media pembelajaran. Para psikolog banyak menggunakan statistika untuk
membaca hasil pengamatan baik melalui tes maupun obserbasi lapangan. Di dalam penelitian,
statistika berperan untuk: Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu populasi
tertentu, baik diskrit maupun kontinyu. Pengetahuan ini berguna dalam menghayati perilaku
populasi yang sedang diamati Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey
pengumpulan data melalui metode pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini
berguna untuk mendapatkan hasil pengukuran yang terpercaya Menyediakan prosedur praktis
untuk menduga karakteristik suatu populasi melalui pendekatan karakteristik sampel, baik
melalui metode penaksiran, metode pengujian hipotesis, metode analisis varians. Pengetahuan ini
berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran serta perbedaan dan
kesamaan populasi. Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu
di masa mendatang berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. Melalui metode regresi
dan metode deret waktu. Pengetahuan ini berguna memperkecil resiko akibat ketidakpastian
yang dihadapi di masa mendatang. Menyediakan prosedur praktis untuk melakukan pengujian
terhadap data yang bersifat kualitatif melalui statistik non parametrik. Sementara menurut
Sugiyono (2003:12), statistika berperan untuk: Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel
yang diambil dari suatu populasi, sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat
dipertanggungjawabkan Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum
instrumen tersebut digunakan dalam penelitian Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga
data lebih komunikatif, misalnya melalui tabel, grafik, atau diagram Alat untuk menganalisis
data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian. 2.3 Klasifikasi Statistika Statistika
dapat diklasifikasikan dari beberapa klasifikasi, diantaranya: 1)Berdasarkan Isi yang dipelajari
Dilihat dari isi yang dipelajari terbagi manjadi dua, yakni statistika teoritis dan statistika terapan.
[Link] teoritismembahas secara mendalam dan teoretis, maka yang dipelajari adalah
statistika teoretis atau matematis. Disini diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam.
Materi yang dibahas antara lain; perumusan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus dan menciptakan
model-model serta segi-segi lainnya yang teoretis dan matematis. [Link] terapan yang
dikenal dengan metode [Link]-aturan, rumus-rumus, dan sifat-sifat yang telah
diciptakan oleh statistika teoretis, diambil dan digunakan mana yang diperlukan dalam bidang
pengetahuan yang sedang diminati. Jadi disini tidak dipersoalkan bagaimana didapatnya
rumusrumus, aturan-aturan ataupun sifat-sifat tersebut. Yang terpenting dalam statistika ini
bagaimana cara-cara atau metode statistika digunakan. 2)Berdasarkan Aktivitas yang
dilakukannya Dilihat dari aktivitas yang dilakukannya, terbagi menjadi dua pula yakni statistika
deskriptif dan statistika inferensial. [Link] deskriptif adalah teknik statistik yang
memberikan informasi hanya mengenai data yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk menguji
hipotesis dan kemudian menarik inferensi yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar
atau populasi. Statistik deskriptif hanya dipergunakan untuk menyajikan dan menganalisis data
agar lebih bermakna dan komunikatif dan disertai perhitungan-perhitungan sederhana yang
bersifat lebih memperjelas keadaan dan atau karakteristik data yang bersangkutan (Burhan
Nurgiyantoro dkk, 2000;8). Statistik deskriptif adalah statistik yang menggambarkan kegiatan
berupa pengumpulan data, penyusunan data, pengolahan data, dan penyajian data dalam bentuk
tabel, grafik, ataupun diagram, agar memberikan gambaran yang teratur ringkas, dan jelas
mengenai suatu keadaan atau peristiwa. ([Link] dkk, 2000;12). Statistika deskriptif
bermaksud menyajikan, mengolah dan menganalisa data dari kelompok tertentu sebagaimana
adanya dan tidak bermaksud menarik kesimpulan-kesimpulan yang berlaku bagi kelompok-
kelompok yang lebih besar. Artinya kesimpulan yang ditarik melalui deskriptif hanya berlaku
bagai kelompok sampel yang bersangkutan tanpa dimaksudkan menarik kesimpulan yang
berlaku bagi populasi. Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan
karakteristik sampel ialah: ukuran kecenderungan sentral; Ukuran variasi ; Ukuran letak;
koefisien korelasi. Sekalipun statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel,
namun statistika deskriptif merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi
karakteristik populasi. [Link] inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data
(sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan
kepada seluruh subyek tempat data diambil (populasi) (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;12).
Statistika inferensial adalah statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang
bersifat umum dari data yang telah disusun dan diolah ([Link] dkk, 2000;12) Statistika
inferensial atau statistika induktif bermaksud menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok
untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang
lebih besar (populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel). Statistika
inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap penelitian
kesimpulan inilah yang diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika deskriptif,
sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan maksimal
dari statistika ini. Yang masih tercakup dalam statistika inferensial adalah statistik parametrik
dan non-parametrik. Statistik parametrik merupakanstatistika inferensial yang
mempertimbangkan nilai dari satu parameter populasi atau lebih dan umumnya membutuhkan
data yang skala pengukuran minimalnya adalah interval dan rasio. Statistika parametrik adalah
suatu ukuran tentang parameter, artinya ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus
diperkirakan dari apa yang terdapat di dalam sampel (karakteristik populasi). Satu syarat umum
yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akan menggunakan statistika parametrik, yaitu
normalitas distribusi. Asumsi ini harus terpenuhi, karena: 1) secara teoretik karakteristik populasi
mengikuti model distribusi normal; 2) nilai-nilai baku statistik yang digunakan untuk uji
hipotesis didasarkan kepada model distribusi [Link]-asmsi lain seperti homogenitas,
linieritas harus dipenuhi sesuai dengan hipotesis yang akan diuji. Statistika non parametrik yaitu
statistik yang tidak memperhatikan nilai dari satu parameter populasi atau lebih. Statistik non
parametrik digunakan karena analisis parametrik tidak konsisten lagi sehingga tidak terikat atau
terbebas dari model distribusi dan sampelnya relatif kecil. Pada umumnya validitas pada
statistika non parametrik tidak bergantung pada model peluang yang spesifik dari populasi. Data
yang dibutuhkan lebih banyak berskala ukuran nominal atau ordinal. 3)Berdasarkan jumlah
variabel: [Link] Univariat: teknik analisis statistik yang hanya melibatkan satu variabel
dependent [Link] Multivariat: teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari satu
variabel dependent sekaligus. 2.4Istilah-Istilah Umum Statistika Beberapa istilah yang sering
digunakan dalam statistika antara lain: Frekuensi (f) : Jumlah Individu yang mendapatkan
skor/nilai tertentu dalam suatu kelompok data Jumlah Frekuensi (n) : Jumlah individu dari suatu
perangkat data Frekuensi Kumulatif (fcum) : Banyaknya data yang berada di bawah atau di atas
skor / nilai tertentu Frekuensi Relatif (frel) atau f(%) : Persentase dari fcum Kelas Interval (ci) :
Sekelompok skor pada tiap-tiap kelas Banyak kelas interval : jumlah kelas interval yang
diperlukan untuk mengelompokkan suatu perangkat data, 1 + 3,3 log.n Rentang/Range ( R ) :
Selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah dari suatu perangkat data. Panjang Kelas
Interval (p) : Jarak/banyaknya skor atau nilai yang tercakup dalam tiap-tiap kelas interval.
Ujung Kelas Bawah (Bb) (lower limit) : Skor/nilai terendah pada kelas ybs Ujung Kelas Atas
(Ba) (upper limit) : Skor/nilai tertinggi pada kelas ybs Batas Kelas/Batas nyata /real limit Bawah
: Batas bawah kelas ybs dikurangi setengah dari satuan terkecil data yang dicatat (0,5; 0,05)
Batas Kelas/Batas nyata /real limit Atas : Batas Atas kelas ybs ditambah setengah dari satuan
terkecil data yang dicatat (0,5; 0,05) Tanda Kelas/Midpoint/Titik tengah (xi) : Nilai yang
membagi kelas ybs menjadi dua bagian yang sama besar,X (Bb+Ba) 2.5Jenis Data Statistik
dan Skala Pengukuran 2.5.1Jenis Data Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu : [Link] kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non
numerik) biasa disebut dengan istilah atribut. [Link] kuantitatif: data yang berupa angka
(numerik). Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu data diskrit dan kontinyu. Selain
pembagian tersebut, ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder. Data primer
adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, misal melalui wawancara, penyebaran
kuesioner, pengukurn langsung, dan lain lain. Sedangkan data sekunder adalah data yang
diambil/ disadur dari pihak lain, misal diambil dari koran, jurnal, penelitian/ publikasi pihak lain,
dan lain-lain. 2.5.2Skala Pengukuran Skala pengukuran : cara mengukur suatu varibel. Terdapat
4 jenis skala pengukuran, yakni : [Link] Nominal : angka yang diberikan pada objek/ variabel
pengukuran hanya memiliki arti sebagai label saja (asal bisa dibedakan). Tidak memiliki
tingkatan. Contoh skala nominal : No. Jenis Kendaraan Jumlah (Unit) 1. Peugeuot 1,367 2.
Toyota 68,638 3. Isuzu 20,521 4. Daihatsu 15,721 5. BMW 1,515 [Link] Ordinal : angka yang
diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung pengertian tingkatan. Contoh skala
ordinal: No. Jenis Kendaraan Jumlah (Unit) 1. Toyota 68,638 2. Isuzu 20,521 3. Daihatsu 15,721
4. BMW 1,515 5. Peugeuot 1,367 [Link] Interval : angka yang diberikan pada objek/ variabel
pengukuran mengandung sifat ordinal ditambah sifat jarak/ interval. Contoh skala interval : Suhu
udara dapat berkisar antara -4 hingga 40 C. Jika termometer menunjukkan 0 C, bukan berarti
tidak ada suhu, tetapi hanya sebagai penunjuk bahwa suhu saat itu tergolong rendah. [Link]
Rasio : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung sifat interval
ditambah sifat yang mampu memberikan keterangan tentang nilai absolut variabel yang diukur.
Artinya apabila menunjuk angka 0 (nol), maka berarti benar-benar nol, tidak ada, atau kosong.
Contoh skala rasio : Jumlah komponen mesin yang diproduksi per batch adalah 1.000.000
komponen. Bila dalam suatu batch menunjukkan angka produksi 0, maka artinya adalah pada
saat itu tidak dilakukan proses produksi sehingga tidak ada output produksi.
Selengkapnya : [Link]
statistik_55008292a333115973510f55
[Link]
Pengertian Statistik
1. Secara Etimologis
Kata statistic berasal dari kata statas yang berasal dari bahasa latin yang mempunyai persamaan
arti dengan kata stats yang berasal dari bahasa Inggris atau kata staat dari bahasa Belanda. Pada
mulanya kata statistic diartika sebagai kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud
angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data penting dan kegunaannya yang
besar bagi suatu Negara). Namun, pada perkembangan selajutnya hanya dibatasi pada kumpulan
bahan keterangan yang berwujud angka saja. Dalam kamus bahasa Inggris terdapat kata statistics
artinya ilmu statistik, sedangkan kata statistik diartikan sebagai ukuran yang diperoleh atau yang
berasal dari sampel.
a. Statistik kadang diberi pengertian sebagai data statistik yaitu kumpulan bahan keterangan yang
berupa angka atu bilangan dengan istilah lain, statistik adalah deretan atau kumpulan angka yang
menunjukkan keterangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu.
Dengan demikian istilah statistik dengan pengertia sebagai data kuantitatif adalah data angka yang
dapat memberikan gambaran mengenai keadaan peristiwa atau gejala tertentu.
b. Istilah statistik juga sering diartikan sebagai kegiatan statistik atau penstatikan.
c. Istilah statistik kadang-kadang juga dimaksudkan atau dikandung pengertian sebagai metode
statistik yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun
atau mengatur, menyajikan, menganalisis dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan
bahan keterangan yang berupa angka sedemikian rupa sehingga kumpulan bahan keterangan yang
berupa angka itu dapat berbicara atau dapat memberikan pengertian dan makna tertentu.
d. Istilah statistik, dewasa ini juga dapat diberi pengetian sebagai ilmu statistik. Ilmu statistik adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada
dalam kegiatan statistik.
3. Penggolongan Statistik
a. Statistik deskriptif
Adalah statistik yang tikat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpu, menyusun atau
mengatur, mengolah, menyajikan dan menganalisis data angka agar dapat memberikan gambaran
yang teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala atau peristiwa tertentu.
b. Statistik Inferensial
Adalah statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam
rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum dari sekumpulan data yang telah
disusun dan diolah.
a. Fungsi Statistik
Fungsi statistik adalah sebagai alat bantu untuk mengolah, menganalisis dan menyimpulakan hasil
yang telah dicapai dalam kegiatan penilaian tersebut. Statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat
dibedakan menjadi dua golongan yaitu statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan
penggolongan statistik tersebut, maka fungsi statistik adalah :
1) Fungsi statistik deskriptif adalah untuk dapat memahami, medeskripsikan, menerangkan data atau
peristiwa yang dikumpulkan dalam suatu penelitian dan tidak sampai pada generalisasi atau
pengambilan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi yang diselidiki.
2) Fungsi statistik inferensial adalah untuk meramalkan dan mengontrol. Statistik inferensial ini
mempelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan atau populasi berdasarkan
data atau gejala dan peristiwa yang ada dalam suatu penelitian.
b. Kegunaan Statistik
1) memperoleh gambaran baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang
suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
2) Mengikuti perkembangan atau pasang surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut dari
waktu ke waktu.
3) Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lain ataukah tidak, jika
terdapat perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti atau perbedaan itu terjadi hanya secara
kebetulan saja.
5) Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.
6) Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap.
5. Data Statistik
Data statistik adalah data yang berwujud angka atau bilangan tapi tidak semua angka data statistik
karena untuk dapat disebut data-data statistik angka itu harus memenuhi persyaratan tertentu
yaitu bahwa angka tadi haruslah menunjukkan suatu ciri dari suatu penelitian yang bersifat
agregatif serta mencerminkan suatu kegiatan dalam bilangan atau lapangan tertentu.
Ditijuan dari segi sifat angkanya, data statistic dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu data
kontiniyu yaitu data statistic yang angka-angkanya merupakan deretan angka yang sambung
menyambung dan data diskrit yaitu statistic yang tidak mungkin berbentuk pecahan.
2) Penggolongan data statistic berdasarkan cara menyusun angkanya
a. Data nominal adalah data statistic yang menyusun angkanya didasarkan atas penggolongan atau
klasifikasi tertentu. Data nominal juga sering disebut data hitungan, dikatakan demikian karena
data itu diperoleh dengan cara menghitung.
b. Data ordinal juga sering disebut data urutan yaitu data statistic yang cara menyusun angkanya
didasarkan atas urutan kedudukan atau ranking.
c. Data interval adalah data statistic dimana terdapat jarak yang sama diantara hal-hal yang sedang
diselediki atau dipersoalkan.
a. Data tunggal adalah data statistic yang masing-masing angkanya merupakan satu unit (satu
kesatuan) dengan kata lain data tunggal ialah data statistic yang angka-angkanya tidak dikelompok-
kelokpokkan.
b. Data kelompok adalah data statistic yang tiap-tiap unitnya terdiri dari sekelompok angka.
a. Data primer adalah data statistic yang diperoleh atau bersumber dari tangan pertama.
b. Data skunder adalah data statistic yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua.
a. Data seketika adalah data statistic yang mencerminkan keadaan pada satu waktu saja.
b. Data urutan waktu adalah data statistic yang mencerminkan keadaan atau perkembangan
mengenai sesuatu hal dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan. Data ini juga dikenal
dengan istilah historical data.
c. Sifat Data Statistik
1) Data statistic memiliki nilai relatif atau nilai semu. Nilai relatif dari suatu angka atau bilangan
adalah nilai yang ditunjukkan oleh angka atau bilangan itu sendiri.
2) Data statistic memiliki nilai nyata dari suatu angka atau nilai sebenarnya. Nilai nyata dari suatu
angka adalah daerah tertentu dalam suatu deretan angka yang diwakili oleh nilai relatif.
3) Data statistik memiliki batas bawah relatif, batas atas relatif, batas bawah nyata dan batas atas
nyata.
4) Data statistic yang berbentuk data kelompok memiliki nilai tengah. Yang dimaksud dengan nilai
tengah adalah bilangan yang terletak di tengah-tengah deretan bilangan tersebut.
5) Data statistic sebagai data angka dalam proses penghitungannya tidak menggunakan sistem
pecahan melainkan menggunakan sistem desimal.
6) Data statistik sebagai data angka. Dalam proses penghitunganya tidak menggunakan sistem
pembulatan angka tertentu. Dalam hubungan ini perlu dikemukakan bahwa walaupun dalam
pembulatan angka yang terletak dibelakang tanda decimal tidak selalu sama, namun pada dasarnya
pembulatan tersebut dilakukan sampai dengan tiga buah angka dibelakang angka decimal dengan
catatan :
a. Jika setelah tiga angka di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya 50 atau kurang
dari 50 maka dianggap 0.
b. Jika setelah angka di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya 51 atau lebih, maka
bilangan 51 atau bilangannya lebih besar dari 51 itu dianggap sama dengan satu dan bilangan 1
ditambahkan pada bilangan nomor 3 yang terletak di belakang tanda desimal.
Maka pemakalah dapat menyimpulkan bahwa Statistika adalah ilmu yang mempelajari
bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan
mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Atau
statistika adalah ilmu yang berusaha untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat
berupa keputusan dalam kehidupan. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk
menyimpulkan atau mendeskripsikan data;ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar
konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain:
populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya
astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di
bidang bisnis, ekonomi, dan industri)[3]. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk
berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling
dikenal.[4]Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau
polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil
pemilu) atau quick count.[5] Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam
pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.[6]
B. Esensi Statistika
Ada tiga hal yang sangat penting dari statistika yaitu:
1. Data yang tersedia / data historis.
Merupakan suatu nilai numerik yang diperoleh dari keterangan masa lampau. Diolah
menjadi informasi yang nantinya berguna dalam menentukan keputusan
2. Kriteria Keputusan
Dalam Statistika kita sering dihadapkan pada beberapa pilihan. Masing-masing pilihan
memiliki nilai/ manfaat dan konsekuensi yang harus diambil atau dengan kata lain kita harus
menentukan keputusan. Dari pilihan-pilihan tersebut akan muncul berbagai kriteria keputusan.
Sama halnya dengan pilihan, masing-masing kriteria keputusan memiliki manfaat dan akibat
bagi kita
3. Ada Keputusan Sebagai Hasil Akhir[7]
C. Klasifikasi statistika
Statistika dapat diklasifikasikan dari beberapa klasifikasi, diantaranya:
1. Berdasarkan Isi yang dipelajari
Dilihat dari isi yang dipelajari terbagi manjadi dua, yakni statistika teoritis dan statistika
terapan.
a. Statistika teoritis membahas secara mendalam dan teoretis, maka yang dipelajari adalah
statistika teoretis atau matematis. Disini diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam.
Materi yang dibahas antara lain; perumusan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus dan menciptakan
model-model serta segi-segi lainnya yang teoretis dan matematis.
b. Statistika terapan yang dikenal dengan metode statistika. Aturan-aturan, rumus-rumus, dan sifat-
sifat yang telah diciptakan oleh statistika teoretis, diambil dan digunakan mana yang diperlukan
dalam bidang pengetahuan yang sedang diminati. Jadi disini tidak dipersoalkan bagaimana
didapatnya rumusrumus, aturan-aturan ataupun sifat-sifat tersebut. Yang terpenting dalam
statistika ini bagaimana cara-cara atau metode statistika digunakan.
2. Berdasarkan Aktivitas yang dilakukannya
Dilihat dari aktivitas yang dilakukannya, terbagi menjadi dua pula yakni statistika
deskriptif dan statistika inferensial.
a. Statistika deskriptif adalah teknik statistik yang memberikan informasi hanya mengenai data
yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis dan kemudian menarik inferensi
yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar atau populasi. Statistik deskriptif hanya
dipergunakan untuk menyajikan dan menganalisis data agar lebih bermakna dan komunikatif dan
disertai perhitungan-perhitungan sederhana yang bersifat lebih memperjelas keadaan dan atau
karakteristik data yang bersangkutan (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;8).
Statistik deskriptif adalah statistik yang menggambarkan kegiatan berupa pengumpulan
data, penyusunan data, pengolahan data, dan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, ataupun
diagram, agar memberikan gambaran yang teratur ringkas, dan jelas mengenai suatu keadaan
atau peristiwa. ([Link] dkk, 2000;12).
Statistika deskriptif bermaksud menyajikan, mengolah dan menganalisa data dari
kelompok tertentu sebagaimana adanya dan tidak bermaksud menarik kesimpulan-kesimpulan
yang berlaku bagi kelompok-kelompok yang lebih besar. Artinya kesimpulan yang ditarik
melalui deskriptif hanya berlaku bagai kelompok sampel yang bersangkutan tanpa dimaksudkan
menarik kesimpulan yang berlaku bagi populasi.
Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik sampel ialah:
ukuran kecenderungan sentral; Ukuran variasi ; Ukuran letak; koefisien korelasi. Sekalipun
statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel, namun statistika deskriptif
merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi karakteristik populasi.
b. Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk
kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh
subyek tempat data diambil (populasi) (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;12). Statistika
inferensial adalah statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum
dari data yang telah disusun dan diolah ([Link] dkk, 2000;12) Statistika inferensial atau
statistika induktif bermaksud menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok untuk ditarik
kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang lebih besar
(populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel).
Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap
penelitian kesimpulan inilah yang diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika
deskriptif, sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan
maksimal dari statistika ini.
Yang masih tercakup dalam statistika inferensial adalah statistik parametrik dan non-
parametrik. Statistik parametrik merupakan statistika inferensial yang mempertimbangkan nilai
dari satu parameter populasi atau lebih dan umumnya membutuhkan data yang skala pengukuran
minimalnya adalah interval dan rasio.
Statistika parametrik adalah suatu ukuran tentang parameter, artinya ukuran seluruh
populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari apa yang terdapat di dalam sampel
(karakteristik populasi). Satu syarat umum yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akan
menggunakan statistika parametrik, yaitu normalitas distribusi. Asumsi ini harus terpenuhi,
karena: 1) secara teoretik karakteristik populasi mengikuti model distribusi normal; 2) nilai-nilai
baku statistik yang digunakan untuk uji hipotesis didasarkan kepada model distribusi normal.
Asumsi-asmsi lain seperti homogenitas, linieritas harus dipenuhi sesuai dengan hipotesis yang
akan diuji.
Statistika non parametrik yaitu statistik yang tidak memperhatikan nilai dari satu
parameter populasi atau lebih. Statistik non parametrik digunakan karena analisis parametrik
tidak konsisten lagi sehingga tidak terikat atau terbebas dari model distribusi dan sampelnya
relatif kecil. Pada umumnya validitas pada statistika non parametrik tidak bergantung pada
model peluang yang spesifik dari populasi. Data yang dibutuhkan lebih banyak berskala ukuran
nominal atau ordinal.
3. Berdasarkan jumlah variabel
a. Statistika Univariat: teknik analisis statistik yang hanya melibatkan satu variabel dependent
b. Statistika Multivariat: teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari satu variabel dependent
sekaligus.
G. Permasalahan Statistika
Kita tidak perlu berpikir jauh-jauh dan mendalam jika kita ingin tahu apa persoalan
statistika yang sebenarnya itu. Pada dasarnya setiap orang baik sadar ataupun tidak, telah
berpikir dengan mempergunakan ide-ide statistika (statistical ideas).[9] Betapa tidak kita sering
mempergunakan pengertian rata-rata(average) dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang guru
akan mengambil nilai rata-rata yang diperoleh muridnya untuk mengetahui bagaimana kualitas
muridnya ; seorang sarjana ekonomi akan mempergunakan pendapatan nasional per kapita untuk
mengetahui bagaimanakah keadaan kehidupan masyarakat suatu negara.[10] Semua telah
mengenal konsep rata-rata ini baik dipergunakan untuk tujuan yang tinggi dan muluk ataupun
untuk hal yang sepele dan sederhana.
Persoalan statistika lainnya adalah apa yang dikenal dengan nama dispersi (dispersion)
atau variabilitas. Seorang guru mungkin akan berkata bahwa kepandaian muridnya dari kelas
A adalah lebih merata (homogen) daripada murid kelas B; artinya murid kelas B perbedaan
kepandaiannya satu dengan lainnya lebih tajam daripada antar murid dalam kelas A. Seorang
produsen bola lampu listrik akan mengharapkan kualitas bola lampu listrik yang diproduksinya
sedapat mungkin seragam; artinya jangan ada perbedaan ketahanan (umurnya) yang berbeda-
beda besar antara bola lampu yang satu dengan lainnya, variabilitas kualitas bola lampu listrik itu
supaya sekecill mungkin . Dengan sederhana disini kita telah mengenal kata yang sudah
diindonesiakan, yaitu variasi yang artinya: banyak ragamnya. [11]Dalam kehidupan sehari-
hari kita senang dengan sesuatu yang kaya variasinya hingga tidak membosankan, tetapi dalam
statistik justru kita mengusahakan supaya sesuatu itu tidak banyak variasinya, supaya
variabilitasnya kecil.[12]
Sebuah persoalan lagi dari statistika adalah persoalan tentang korelasi atau asosiasi,
persoalan hubungan. Seseorang mungkin berkata bahwa jika ada bintang berekor di langit
maka akan murah sandang pangan; atau seorang guru akan berkata bahwa mereka pandai dalam
matematika juga akan pandai dalam ilmu fisika.[13]
Tiga persoalan statistika : rata-rata, variabilita dan korelasi inilah yang merupakan
persoalan dasar statistik. Semua persoalan tersebut dapat dinyatakan dengan besaran bilangan ,
dan dengan batas-batas tertentu kita nantinya dapat menganalisis lebih lanjut.[14]
Menurut Hananto Sigit, [Link], dalam bukunya statistik suatu pengaturan 1996
mengemukakan ada tiga permasalahan dasar dalam statistik yaitu :
a. Permasalahan tentang Rata-rata (Average)
b. Permasalahan tentang pemencaran atau penyebaran (Variability)
c. Permasalahan tentang saling hubungan (Korelasi)[15]
Suatu persoalan statistik lainnya adalah apa yang di kenal dengan nama dispersi
(dispersian) atau Variabilitas. Sebuah persoalan lain lagi dari statistik adalah persoalan
tentang korelasi atau asosiasi persoalan hubungan.
H. Manfaat Statistika
Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
1. Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam
membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi,
berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
2. Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah
menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.
3. Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk
memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.
4. Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan.
Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis
perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk,
perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.
Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dan dapat berguna dalam menentukan
keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.
[1]. Dajan,Anton. 1986. Pengantar statistic jilid I. Jakarta. LP3ES. h 3.
[3]. Ibid.
[4]. Irianto, Agus, 2004. Statistik konsep dasar dan apliaksinya. Jakarta. Prenada. h 12
[5] .Ibid, 14
[7]Ibid, 14.
[8]. Supangat,Andi, 2008. Statistik dalam kajian deskriptif, Inferensi, dan non parametik. Jakarta.
Prenada media group. h 6.
[10]. Ibid
[14]. Supangat,Andi, 2008. Statistik dalam kajian deskriptif, Inferensi, dan non parametik. Jakarta.
Prenada media group. h 8.
[15]. http//[Link].20012. statistika-dan-psikologi.
[Link]
1.
2
Pengantar Statistik Sosial
Kegiatan Belajar
1
Pengertian dan Pemanfaatan Statistika
A.
PENGERTIAN STATISTIK
A
Statistika memiliki sejarah yang panjang dalam sejarah peradaban
manusia. Pada jaman sebelum masehi, bangsa
-
bangsa di Mesopotamia,
Mesir, dan Cina telah mengum
pulkan data statistik untuk me
m
peroleh
informasi tentang berapa pajak yang harus dibayar oleh setiap penduduk,
berapa hasil pertanian yang mampu diproduksi, berapa cepat atlet lari dan
sebagainya. Pada abad pertengahan, lembaga Gereja menggunakan
statistik
a
untuk mencatat jumlah kelahiran, kematian, dan perkawinan (Purwanto,
2003).
Statistika yang dimulai dengan pengumpulan dan penyajian data,
kemudian semakin berkembang dengan ditemukannya teori probabilitas
dan
teori pengambilan keputusan yang sangat dibu
tuhkan dalam kehidupan
sehari
-
hari agar efisien pada semua bidang, baik sosial, ekonomi, politik,
manajemen, maupun teknik. Pada tahun 1950
-
an, statistika memasuki
wilayah pengambilan keputusan melalui proses generalisasi dan
peramalan
dengan memperhatikan
faktor
risiko
dan ketidakpastian. Kenyataan itu
sebenarnya sudah diramalkan oleh seorang ahli statistik H. G. Wells yang
hidup pada tahun 1800
-
an yang mengatakan berpikir secara statistika suatu
saat akan menjadi suatu kemampuan atau keahlian yang sangat
diperlukan
dalam masyarakat yang efisien, seperti halnya kebutuhan manusia untuk
membaca dan menulis (Lind, 2002)
ISIP4215/MODUL 1
1.
11
menj
adi amat, sulit bahkan mustahil dilakukan. Untuk itu, pada bagian
uk 4 keperluan.
Pertama
am jumlah
Kedua
(penarikan kesimpulan)
mlah data
pengambilan
kan menghasilkan
informasi, namun pada saat yang sama memiliki konsekuensi biaya. Untuk
suatu penelitian.
Peneliti
tertentu
pada prose
enghemat
Ketiga
, dengan pengetahuan mengenai statistika p
eneliti dapat
12
universe
g ada.
goodness
eliabel
baik.
untu
universe
Petunjuk
Jawaban Latihan
1)
Pahamilah pengertian statistika dan penelitian sosial.
2)
3)
suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka. statistika
LATIHAN
RANGKUMAN
ISIP4215/MODUL 1
1.
13
pengambilan keputusa
menganalisis
,
angka.
Sekurang
statistika.
ertama
Kedua
kerja kelak.
h peneliti
sosial untuk:
1.
tertentu;
3.
an kesimpulan
(inferensi);
4.
1)
A.
Kruskal Wallis
B.
H.G. Wells
C.
Likert
D.
Bogardus
2)
B.
pengembangan teori
C.
menentukan variabel
D.
merencanakan penelitian
3)
dengan ....
A.
pengolahan data
B.
interpretasi data
TES FORMATIF 1
14
C.
penarikan kesimpulan
D.
penarikan sampel
4)
dikumpulkan .
...
A.
penyederhanaan data
B.
analisis data
C.
interpretasi data
D.
pengumpulan data
5)
A.
metode statistik
B.
kumpulan angka
C.
ilmu matematika
D
data kuantitatif
Cocokkanlah jawaban An
80
89% = baik
70
79% = cukup
h, Anda dapat
Bagus!
Tingkat penguasaan =
100%
Jumlah Soal
ISIP4215/MODUL 1
1.
15
Kegiatan Belajar
2
Jenis
-
j
enis Statistika
audara mahasiswa, sebagaimana telah
data, penyajian data, analisis data, dan interpretasi dari hasil analisis
tersebut.
Berdasarkan
deskriptif (
descriptive statistics
inferential
statistics
A.
STATISTIKA DESKRIPTI
ERENSIA
penyederhanaan angka
dipahami.
kegunaan, yaitu
pertama
diperoleh aka
Kedua
, statistika deskriptif
Ketiga
, statistika
deskriptif
rata
eluarga
erencana (KB)
di
Keempat
, statistika
ata. Analisis
penelitiannya. Istilah lain yang digunakan untuk tahap persiapan ini adalah
S
1.
16
buat
tabulasi
karakteristik
Februari 2005 sebesar 10,9 juta jiwa; dan Februari 2006 mencapai 11,1
juta
an parameter, membuat
kesimpulan yang berlaku umum. Metode ini sering disebut juga statistik
induktif, karena
kesimpulan
Stat
acak, teknik (cara) penarikan sampel (sampling), data dalam bentuk angka
numerical data
common inferential
objektive
).
Untuk memudahkan penjelasan mengenai k
kerja di Jawa Barat yang berasal dari sekolah negeri. Peneliti tersebut
berh
Tahun
1990.
Data dari 291.664 pencari kerja yang dimilikinya memuat informasi yang
satu per satu pencari kerja tersebut tentu tidaklah efisien dari segi waktu
lebih sederhana dan lebih efisien, yaitu memilih secara random, misalnya
500 pencari kerja dari daftar yang ada. Peneliti tersebut selanjutnya dapat
ISIP4215/MODUL 1
1.
17
diperoleh dari data sampel (misalnya 2500 pencari kerja) akan mendekati
proporsi yang
secara acak (
random observation
,
berarti bahwa pengamatan atau
stian
peneliti tidak dapat menentukan bahwa seorang pencari kerja yang terpilih
bukan.
sampling
terlihat bahwa
ri
daftar yang tersedia. Daftar tersebut memuat seluruh pencari kerja di Jawa
Barat pada
Tahun
yang terpilih
terpilih secara acak ke dalam sampel (pencari kerja di Jawa Barat tahun
pencari kerja tersebut. Hasil pengamatan terhadap asal sekolah para pen
cari
tersebut pada kelompok yang berasal dari sekolah negeri dan kelompok
yang
kualitatif ini
penel
-
masing kategori kualitatif
1.
18
tersebut sehingga para pencari kerja yang berasal dari sekolah negeri
adalah
berasal dari sekolah negeri adalah kelompok yang diberi simbol (angka) 0.
di Jawa
Barat yang berasal dari sekolah negeri, populasi yang menjadi perhatian
kerja yang berasal dari sekolah negeri, yaitu proporsi dari simbol (angka) 1
di
tingkat populasi (seluruh pencari kerja di Jawa Barat pada tahun 1990).
universe
adalah seku
mpulan
populasi tidaklah selalu sesuatu yang nyata, tetapi dapat juga merupakan
imaginary
) oleh peneliti
1.
12
Pengantar Statistik Sosial
ISIP4215/MODUL 1
1.
13
menginterpretasikan data menjadi informasi untuk membantu
pengambilan keputusa
n yang efektif. Istilah statistika dapat pula
diartikan sebagai metode untuk mengumpulkan, mengolah, menyajikan,
menganalisis
,
dan menginterpretasikan data dalam bentuk angka
-
angka.
Sekurang
-
kurangnya ada dua alasan penting untuk mempelajari
statistika.
P
ertama
, statistika memberikan pengetahuan dan kemampuan
kepada seseorang untuk melakukan evaluasi terhadap data.
Kedua
,
statistika amat bermanfaat bagi mahasiswa ilmu
-
ilmu sosial di dunia
kerja kelak.
Dalam penelitian sosial, statistika dapat digunakan ole
h peneliti
sosial untuk:
1.
menyusun data, meringkas, dan menyederhanakan data;
2.
merencanakan kegiatan survei atau eksperimen yang dapat
memperkecil biaya untuk memperoleh informasi dalam jumlah
tertentu;
3.
menetapkan metode yang terbaik dalam penarik
an kesimpulan
(inferensi);
4.
melakukan evaluasi terhadap baik tidaknya suatu inferensi.
1)
Ramalan bahwa statistika akan menjadi suatu kemampuan atau keahlian
yang diperlukan masyarakat dikemukakan oleh ....
A.
Kruskal Wallis
B.
H.G. Wells
C.
Likert
D.
Bogardus
2)
Statistika digunakan oleh ilmuwan sosial untuk ....
A.
penentuan batasan populasi
B.
pengembangan teori
C.
menentukan variabel
D.
merencanakan penelitian
3)
Setelah kuesioner disampaikan kepada responden peneliti akan
memasuki bagian selanjutnya dari suatu penelitian yang disebut
dengan ....
A.
pengolahan data
B.
interpretasi data
TES FORMATIF 1
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1.
14
Pengantar Statistik Sosial
C.
penarikan kesimpulan
D.
penarikan sampel
4)
Statistika berperanan penting pada saat melakukan terhadap data yang
dikumpulkan .
...
A.
penyederhanaan data
B.
analisis data
C.
interpretasi data
D.
pengumpulan data
5)
Bagi ilmu sosial statistika sosial diartikan sebagai ....
A.
metode statistik
B.
kumpulan angka
C.
ilmu matematika
D
data kuantitatif
Cocokkanlah jawaban An
da dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
Arti tingkat penguasaan: 90
-
100% = baik sekali
80
-
89% = baik
70
-
79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebi
h, Anda dapat
meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2.
Bagus!
Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
Tingkat penguasaan =
Jumlah Jawaban yang Benar
100%
Jumlah Soal
ISIP4215/MODUL 1
1.
15
Kegiatan Belajar
2
Jenis
-
j
enis Statistika
audara mahasiswa, sebagaimana telah
dijelaskan dalam Kegiatan Belajar
1 bahwa definisi statistika meliputi pengumpulan data, pengorganisasian
data, penyajian data, analisis data, dan interpretasi dari hasil analisis
tersebut.
Berdasarkan definisi tersebut
,
statistika dibagi dalam dua jenis.
Berdasarkan
aktivitas yang dilakukan, statistika dapat dibedakan menjadi statistika
deskriptif (
descriptive statistics
) dan statistika inferensia (
inferential
statistics
). Sementara itu, berdasarkan metode yang digunakan dikenal
statistika parametrik dan
statistika non parametrik.
A.
STATISTIKA DESKRIPTI
F DAN STATISTIKA INF
ERENSIA
Statistika deskriptif membahas cara
-
cara pengumpulan data,
penyederhanaan angka
-
angka pengamatan yang diperoleh (meringkas dan
menyajikan), serta melakukan pengukuran pemusatan
dan penyebaran untuk
memperoleh informasi yang lebih menarik, berguna, dan lebih mudah
dipahami.
Statistika deskriptif dalam penelitian ilmu
-
ilmu sosial memiliki tiga
kegunaan, yaitu
pertama
, dengan statistika deskriptif, kumpulan data yang
diperoleh aka
n tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan
informasi inti dari kumpulan data yang ada.
Kedua
, statistika deskriptif
memungkinkan peneliti menyajikan ataupun menggambarkan datanya
dengan teknik grafik maupun teknik numerik.
Ketiga
, statistika
deskriptif
memungkinkan peneliti mengukur dua karakteristik dari setiap
respondennya
dan selanjutnya meneliti hubungan di antara kedua karakteristik (variabel)
tersebut. Selanjutnya, peneliti juga dapat membandingkan dua kelompok
yang berbeda berdasarkan k
arakteristik yang sama (misalnya perbandingan
rata
-
rata umur dari ibu
-
ibu peserta program K
eluarga
B
erencana (KB)
di
daerah perkotaan dan daerah pedesaan di suatu provinsi).
Keempat
, statistika
deskriptif memegang peranan penting dalam persiapan analisis d
ata. Analisis
ini dilakukan sebelum peneliti menerapkan statistika inferensia terhadap
data
penelitiannya. Istilah lain yang digunakan untuk tahap persiapan ini adalah
exploratory data analysis
.
S
1.
16
Pengantar Statistik Sosial
ISIP4215/MODUL 1
1.
17
berdasarkan informasi yang ada pada sampelnya. Hasil perhitungan
tersebut,
selanjutnya digunakan peneliti untuk m
enduga proporsi dari pencari kerja di
Jawa Barat (populasinya berjumlah 291.664 orang) yang memiliki
karakteristik sama. Dengan bantuan (teknik) statistika, proporsi yang
diperoleh dari data sampel (misalnya 2500 pencari kerja) akan mendekati
proporsi yang
ada di tingkat populasi (291.664 pencari kerja). Selain itu
,
peneliti juga dapat menentukan seberapa besar pendugaan tersebut
berbeda
(menyimpang) dari proporsi sebenarnya, yaitu pencari kerja yang berasal
dari
sekolah negeri di antara seluruh pencari ker
ja di Jawa Barat yang berjumlah
291.664 orang tersebut.
Karakteristik pertama dalam statistika inferensia adalah pengamatan
secara acak (
random observation
)
,
berarti bahwa pengamatan atau
pengukuran yang dilakukan tidak dapat diprediksi dengan tingkat kepa
stian
tertentu sebelumnya. Artinya, hasil dari pengamatan (pengukuran) yang
dilakukan cenderung bervariasi secara acak. Pada contoh di atas, seorang
peneliti tidak dapat menentukan bahwa seorang pencari kerja yang terpilih
secara random dari daftar yang te
rsedia berasal dari sekolah negeri atau
bukan.
Karakteristik kedua dari karakteristik inferensia berhubungan dengan
teknik penarikan sampel (
sampling
). Pada contoh di atas
,
terlihat bahwa
pemilihan 2500 pencari kerja sebagai sampel dilakukan secara acak da
ri
daftar yang tersedia. Daftar tersebut memuat seluruh pencari kerja di Jawa
Barat pada
Tahun
1990, yang berjumlah 291.664.
Karakteristik ketiga dari statistika inferensia berhubungan dengan data
dalam bentuk angka (
numerical data
). Maksudnya, dari sampel
yang terpilih
secara random, peneliti akan mengumpulkan data. Data yang terkumpul
tersebut merupakan pengukuran (dari karakteristik) setiap elemen yang
terpilih ke dalam sampel. Dari contoh di atas, terlihat bahwa peneliti
mengumpulkan data (informasi ten
tang asal sekolah) dari setiap elemen yang
terpilih secara acak ke dalam sampel (pencari kerja di Jawa Barat tahun
1990). Peneliti selanjutnya melakukan pengamatan terhadap sampel para
pencari kerja tersebut. Hasil pengamatan terhadap asal sekolah para pen
cari
kerja tersebut bersifat kualitatif, yaitu peneliti memisahkan para pencari
kerja
tersebut pada kelompok yang berasal dari sekolah negeri dan kelompok
yang
bukan berasal dari sekolah negeri. Terhadap hasil pengamatan yang
bersifat
kualitatif ini
,
penel
iti dapat melakukan pengukuran (secara kuantitatif), yaitu
dengan memberikan simbol angka untuk masing
-
masing kategori kualitatif
ISIP4215/MODUL 1
1.
19
Sedangkan statistika nonparametrik merupakan bagian dari statistika
inferensia yang
tidak memperhatikan nilai dari satu atau lebih parameter
populasi. Umumnya
,
validitas pada statistika nonparametrik tidak tergantung
pada model peluang yang spesifik dari populasi. Statistika nonparametrik
menyediakan metode statistika untuk menganalisis
data yang distribusinya
tidak dapat diasumsikan normal. Dalam statistika nonparametrik, data yang
dibutuhkan lebih banyak yang berskala ukur nominal atau ordinal.
C.
ALAT BANTU KOMPUTER
Pada bagian terdahulu disebutkan bahwa statistika merupakan alat
bantu
yang tidak dapat diabaikan dalam ilmu
-
ilmu sosial. Selain digunakan untuk
membantu peneliti dalam menggambarkan data, statistika juga amat
diperlukan pada tahap analisis data. Saat ini
,
untuk keperluan analisis data
secara statistik, peneliti dapat m
emanfaatkan program atau sistem program
komputer yang tersedia. Program komputer tersebut sangat membantu
peneliti karena peneliti tidak perlu lagi melakukan perhitungan
-
perhitungan
yang sulit dan rumit dalam kegiatan analisis datanya. Dalam pemanfaatan
pr
ogram komputer tersebut, peneliti hanya perlu mempelajari tujuan utama
dan asumsi
-
asumsi dari ukuran (teknik) statistik tertentu. Selanjutnya,
program komputer tersebut akan melakukan komputasi dan (bahkan)
interpretasi terhadap hasil pengolahan data terse
but.
Program komputer yang paling dikenal dalam analisis data statistik
untuk ilmu
-
ilmu sosial adalah
SPSS
, Data
-
Text, SAS, dan BMD. SPSS atau
Statistical Package for the Social Sciences
secara khusus amat bermanfaat
bagi sosiologi sebagai salah satu caban
g ilmu sosial. Masing
-
masing program
komputer ini telah menyediakan dan menyimpan program analisis datanya
di
dalam
peranti
lunak (
software
) komputernya sehingga peneliti tidak perlu
lagi menyusun atau menulis program untuk melakukan analisis datanya
secar
a statistik
ISIP4215/MODUL 1
1.
31
Sumber
: Ott.
+=
Teknik dapat digunakan, namun tidak ada
info yang kurang
-
=
Teknik statistik untuk skala tertentu, tidak dapat digunakan untuk data
dengan skala ini
Dari tabel di atas
,
terlihat bahwa teknik/prosedur statistika yang sesuai
untuk variabel berskala interval dapat juga digunakan untuk variabel
yang
diukur pada skala rasio. Hal ini dapat dilakukan karena data dari variabel
yang berskala rasio memiliki seluruh sifat yang dimiliki dari data variabel
yang berskala interval dan rasio. Namun, penggunaan teknik/prosedur
statistika dari skala pengukuran
yang lebih rendah untuk variabel dengan
skala pengukuran yang lebih tinggi dapat mengakibatkan hilangnya
sejumlah
informasi.
D.
PERBANDINGAN DATA
Pada literatur ilmu sosial sering kali dijumpai data yang merupakan
ukuran
-
ukuran relatif. Data tersebut m
erupakan hasil perbandingan dan
diwujudkan, antara lain dalam bentuk rasio (
ratio
), proporsi (
proportions
),
persentase (
percentage
), serta angka/tingkat (
rate
). Perbandingan, pada
dasarnya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu melalui pengurangan dan
pembag
ian. Pengurangan akan menghasilkan angka absolut yang
menunjukkan perbedaan antara dua angka. Cara ini dapat diterapkan
,
baik
pada variabel berskala interval maupun berskala rasio. Pada bagian ini
,
kita
akan membahas ukuran relatif sebagai hasil dari suatu
perbandingan antara 2
pengukuran
ISIP4215/MODUL 1
1.
35
data yang dikumpulkan. Semakin banyak pembulatan yang dilakukan
peneliti, semakin rendah tingkat ketelitian (kualitas) dari pengukuran
yang
dilakukan. Untuk itu, peneliti perlu mengetahui keterbatasan
-
keterbatasan
dari prosedur pembulatan yang dilakukan sehingga dengan mengetahui
unit
pengukuran dari pembulatan, peneliti dapat menetapkan batas nyata
(sebenarnya) dari suatu pengukuran sek
aligus akurasi dari data yang telah
dibulatkan.
Kedua
, apabila peneliti melakukan perhitungan, pembulatan
hendaknya dilakukan setelah seluruh proses perhitungan selesai
dilakukan.
Prinsip ini akan mengurangi kesalahan akibat pembulatan (
rounded error
).
Ket
iga prosedur dalam pembulatan tidak bersifat universal, sering kali
merupakan hasil kesepakatan di mana kesepakatan tersebut dapat saja
berbeda di setiap negara.
Soal:
Lakukanlah pembulatan bilangan
-
bilangan
di bawah
ini!
1.
715,451 = ..................(hingga pe
rseratusan)
725,451 = ..................(hingga persepuluhan)
735,451 = ..................(hingga satuan)
2.
57,1505 = ..................(hingga perseratusan)
57,2501 = ..................(hingga persepuluhan)
57,5401 = ..................(hingga satuan)
3.
62,23500 = .................(hingga perseratusan)
63,15500 = .................(hingg
a persepuluhan)
64,54900 = .................(hingga satuan)
Penyelesaian Soal:
1.
715,451 = 715,45
(hingga perseratusan)
725,451 = 725,5
(hingga persepuluhan)
735,451 = 736
(hingga satuan)
ISIP4215/MODUL 1
1.
35
yang
keterbatasan
dibulatkan.
Kedua
rounded error
).
Ket
Soal:
bilangan
di bawah
ini!
1.
715,451 = ..................(hingga pe
rseratusan)
2.
3.
62,23500 = .................(hingga perseratusan)
63,15500 = .................(hingg
a persepuluhan)
Penyelesaian Soal:
1.
715,451 = 715,45
(hingga perseratusan)
725,451 = 725,5
(hingga persepuluhan)
735,451 = 736
(hingga satuan)
36
2.
57,1505 = 57,15
(hingga perseratusan)
57,2501 = 57,3
(hingga persepuluhan)
57,5401 = 58
(hingga satuan)
3.
62,23500 = 62,24
(hingga perseratusan)
63,15500 = 63,2
(hingga persepuluhan)
64,54900 = 64
(hingga satuan)
F.
ILITAS
Pada bagian
statistika
de
tentang kualitas
validity
) dan
reliabilitas (
reliability
variabel
-
variabel (indikator) yang diteliti benar
benar
variabel yang
menggunakan bebera
ace
alidity
pertanyaan
an baik dan
difokuskan pada variabel yang diteliti. Cara lainnya, dengan meminta
peneliti
yang ahli dalam bidang kajian yang kita teliti untuk melakukan evaluasi
instrumennya dengan
ISIP4215/MODUL 1
1.
37
beberapa cara dalam menguji reliabilitas suatu instrumen. Salah satu cara
test
retest
. Dengan prosedur
ini, instrumen pengukuran yang diuji diterapkan setidaknya dua kali pada
reliable
) maka
secara benar dari awal baik dalam hal definisi konseptual maupun
operasion
reliable
yang
reliable,
hal yang
Hanya saja
gi penelitian, rancangan
reliabilitas.
reliabilitas
.
1.
42
4)
D.
5)
B.
ISIP4215/MODUL 1
1.
43
Glosarium
Data primer
penelitiannya.
Data Sekunder
D
ata yang diperoleh dalam bentuk yang sudah
Elemen sampel
sampling
element
ujuan akhir
Cakupan
sampling element
Generalisasi
empirical
generalization
mengatakan bahwa hu
di
Konseptualisasi
Kons
tanta
engamatan
Operasionalisasi
Pengukuran
Pengukuran (
measurement
) dalam penelitian
yang ak
ISIP4215/MODUL 1
1.
45
Daftar Pustaka
Babbie, Earl. (1995).
.7
th
ed. Belmont:
.4
th
Th
e Free Press
. Jakarta: LP3S.
Kusharianingsih. (2001).
. Universitas
Terbuka.
Lind, A. Dauglass, William G. Marchal and Robert D. Mason, (2002).
Statistical Techniques
. McGraw
Hill Irwin.
Hal, 1
20
. Oxford: New
York.
Measurement
Nach
Quantitative Aprroaches
.3
rd
Ott..
[Link]
. (1992).
Statis
.5
th
ed. Belmont,
California: Duxburypress.
Modern
practition
Supranto, J. (1982).
. Jakarta: Penerbit
Erlangga
Teknik sampling yang baik, seperti random sampling, memastikan bahwa setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih, sehingga sampel itu representatif terhadap populasi. Hal ini meningkatkan validitas hasil penelitian karena mengurangi bias dan memungkinkan hasil dari sampel dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar dengan tingkat kepercayaan yang tinggi .
Random sampling melibatkan pemilihan elemen-elemen dari populasi di mana setiap sampel memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Dalam penelitian, peneliti memilih sampel secara acak, misalnya, 2500 pencari kerja dari 291.664 pencari kerja di Jawa Barat. Data dari sampel tersebut kemudian dianalisis untuk menduga proporsi pencari kerja dari sekolah negeri, dan hasil ini diupayakan untuk mewakili karakteristik populasi .
Statistika univariat hanya melibatkan satu variabel dependent dalam analisis statistiknya, sedangkan statistika multivariat melibatkan lebih dari satu variabel dependent sekaligus. Ini menunjukkan perbedaan dalam kompleksitas dan jenis analisis data yang dilakukan untuk memahami hubungan antara variabel .
Statistika sosial digunakan untuk menyusun data dalam bentuk yang lebih teratur dan menyederhanakan data sehingga lebih mudah dipahami, seperti dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram. Ini memungkinkan peneliti untuk menganalisis data dengan lebih efisien dan mengkomunikasikan temuan penelitian dengan lebih jelas .
Statistika deskriptif berfokus pada penyajian dan analisis data agar lebih komunikatif dan bermakna, tanpa menarik kesimpulan untuk populasi yang lebih besar. Ini meliputi pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram . Sebaliknya, statistika inferensial bertujuan menganalisis data dari sampel untuk membuat kesimpulan atau generalisasi yang berlaku bagi populasi lebih besar .
Normalitas distribusi adalah penting karena banyak model statistik parametrik yang mendasarkan perhitungan mereka pada asumsi bahwa data mengikuti distribusi normal. Jika data tidak normal, maka hasil analisis, termasuk uji hipotesis, dapat menjadi tidak valid . Asumsi ini harus dipenuhi untuk memastikan bahwa nilai-nilai statistik yang digunakan tepat dan hasil analisis dapat digeneralisasikan secara akurat ke populasi .
Statistik inferensial digunakan untuk membuat prediksi mengenai populasi dengan menganalisis data dari sampel. Ini melibatkan penggunaan teknik seperti pengujian hipotesis dan penghitungan estimasi parameter populasi dari data sampel, memungkinkan peneliti membuat kesimpulan yang berlaku umum untuk populasi keseluruhan .
Statistika memberikan kemampuan melakukan evaluasi terhadap data dan bermanfaat untuk merencanakan penelitian secara efisien. Ini membantu mahasiswa ilmu sosial dalam meringkas data, menyederhanakan penyajian, dan menetapkan metode inferensi yang baik, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam konteks pekerjaan di masa depan .
Statistik non-parametrik digunakan ketika data tidak memenuhi asumsi parametric seperti normalitas, karena analisisnya tidak terikat pada model distribusi tertentu. Statistik ini cocok digunakan untuk data berskala nominal atau ordinal, serta ketika jumlah sampel kecil, sehingga validitasnya tidak tergantung pada model peluang populasi spesifik .
Statistika memungkinkan peneliti untuk menilai keandalan inferensi dengan memberikan pengetahuan dan kemampuan mengevaluasi data. Statistika inferensial mengukur baik atau tidaknya inferensi melalui teknik seperti uji hipotesis dan penghitungan interval kepercayaan, sehingga inferensi dapat dipercaya . Ini penting dalam penelitian sosial karena memungkinkan peneliti menarik kesimpulan dari sampel yang seakurat mungkin untuk populasi yang lebih besar .