CEDERA HAMSTRING
Cedera hamstring adalah cedera yang menimpa tiga kelompok otot yang ada di
paha bagian belakang. Otot ini tidak terlalu banyak digunakan saat seseorang berdiri
atau berjalan.
Hamstring akan sangat aktif saat melakukan aktivitas yang menuntut seseorang
membengkokkan tungkai kaki, seperti berlari, melompat, dan memanjat. Melakukan
aktivitas tersebut akan memperbesar risiko terkena cedera hamstring. Untuk
meminimalisir risiko cedera hamstring, peregangan otot dan latihan penguatan otot
harus dilakukan secara rutin.
Gejala Cedera Hamstring
Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Jika otot hamstring
mengalami cedera, biasanya penderita akan merasakan beberapa hal berikut:
Rasa nyeri yang hebat serta sensasi robek atau terputus pada bagian belakang paha.
Pembengkakan.
Memar pada lokasi cedera.
Otot melemah bahkan tidak bisa memberi beban pada kaki yang cedera.
Segera berkonsultasi dengan dokter jika kaki yang mengalami cedera sudah tidak mampu
menahan beban, atau tidak mampu berjalan lebih dari empat langkah tanpa rasa nyeri.
Penyebab dan Faktor Risiko Cedera Hamstring
Cedera hamstring dapat terjadi jika otot-otot pada bagian belakang paha tertarik melebihi
kemampuannya. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang melakukan gerakan mendadak seperti
lari cepat, melompat, atau menerjang secara tiba-tiba.
Namun, cedera hamstring dapat juga terjadi ketika seseorang melakukan gerakan
pelan tapi menarik otot belakang paha secara berlebihan. Jika seseorang pernah
menderita cedera hamstring, maka ia punya risiko lebih besar untuk terkena cedera
yang sama.
Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berisiko terkena cedera hamstring
adalah:
Kelenturan otot yang buruk. Hal ini bisa menyebabkan otot tidak mampu menahan beban
aktivitas tertentu yang memerlukan kelenturan otot.
Perkembangan otot tidak seimbang. Beberapa ahli menyatakan bahwa jika otot-otot paha
bagian depan berkembang menjadi lebih kuat, maka otot-otot paha bagian belakang
(hamstring) lebih rentan mengalami cedera.
Olahraga. Lari cepat jarak pendek atau berdansa menuntut otot hamstring meregang lebih
banyak. Ini akan membuat risiko terkena cedera hamstring lebih besar.
Riwayat cedera hamstring. Jika seseorang pernah terkena cedera hamstring, maka ia
memiliki risiko lebih besar untuk terkena lagi.
Diagnosis Cedera Hamstring
Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang
menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Umumnya, dokter akan
melakukan dua cara berikut untuk mendiagnosis cedera hamstring:
Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa pembengkakan serta bagian yang terasa nyeri
di paha bagian belakang. Lokasi cedera serta intensitas rasa nyeri akan membantu dokter
menyimpulkan penyebab cedera.
Uji pencitraan. Pada cedera hamstring parah, kadang sebagian kecil tulang ikut patah dan
tertarik bersama otot hamstring. Pencitraan sinar X mampu membantu dokter memeriksa
patahan tulang kecil tersebut. Sedangkan uji ultrasound dan MRI bisa memeriksa robekan
pada otot.
Cedera hamstring bisa dibedakan menjadi tiga yaitu:
Tingkat 1: Otot-otot hamstring hanya tertarik ringan atau menegang. Kaki yang cedera
masih dapat menanggung beban. Biasanya, masa penyembuhan hanya beberapa hari.
Tingkat 2: Robeknya sebagian otot-otot [Link] lebih nyeri, tampak bengkak,
memar, dan kaki yang cedera lebih lemah saat menahan beban. Masa penyembuhan bisa
beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Tingkat 3: Seluruh otot-otot hamstring robek. Sangat nyeri, bengkak, memar, terasa sensasi
robekan saat cedera, dan kaki tidak dapat digunakan sama sekali untuk berjalan. Masa
penyembuhan bisa beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Pengobatan Cedera Hamstring
Penderita cedera hamstring diharuskan untuk tidak melakukan aktivitas berat hingga otot
pulih kembali. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa dtempuh untuk menangani cedera
hamstring yaitu:
Konsumsi obat-obatan, untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Misalnya ibuprofen
atau acetaminophen.
Kompres dengan es batu, lakukan beberapa kali dalam sehari untuk mengurangi rasa
nyeri dan pembengkakan.
Gunakan tongkat penyangga, agar kaki yang cedera tidak menopang bobot tubuh
seluruhnya.
Balut dan angkatlah kaki yang cedera, untuk meminimalisir pembengkakan.
Pembedahan untuk melekatkan kembali otot-otot hamstring tertarik sepenuhnya dari tulang
panggul atau tulang kering. Pembedahan juga bisa menangani otot yang robek cukup
parah.
Terapi fisik, dengan melakukan latihan yang didesain untuk meningkatkan fleksibilitas serta
menguatkan otot-otot hamstring.