Sub Asuka
Sub Asuka
SUBASUKA GO
Jumlah Produk 1
E-mail subasukago7890@[Link]
Website -
Tahun 2012
John Tanjung -
Irwan Khuana -
Cosmas Lay -
Yoseph Lukman T -
Helmi Lugito -
Melky Radja -
Priyanto -
Barthol Badar -
Charles Anggrek -
Timoty Manafe -
Anton Themisela -
Longky Loudianto -
John Lie -
berbagi di:FacebookTwitter
foto-hal-01-cover-090917-muskot-paguyuban-thionghoa-2
Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang yang umumnya pengusaha
muda diminta agar memiliki kepedulian sosial. Sebab, wadah PSMTI itu dibentuk sebagai wujud
kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pesan ini disampaikan Tokoh Tionghoa NTT yang juga Pelaksana Harian Ketua PSMTI Provinsi NTT Don
Putra Gautama pada pembukaan Musyawarah Kota (Muskot) PSMTI Kota Kupang di Water Park Kupang,
Jumat (8/9). Muskot dilaksanakan untuk memilih pengurus PSMTI periode empat tahun ke depan.
Muskot PSMTI Kota Kupang dibuka oleh Kepala Kesbangpol Kota Kupang Erwan Fanggidae. Turut hadir
Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Cristanto dan pejabat yang mewakili Dandim/1604 Kupang.
Menurut Don Putra Gautama, sudah seharusnya pengurus PSMTI memiliki kepedulian sosial karena
wadah yang menjadi rumah besar orang Tionghoa itu merupakan organisasi sosial dan budaya. PSMTI,
katanya, adalah organisasi sosial yang berasaskan Pancasila dan tidak akan pernah menjadi partai
politik.
Dia berharap, forum Muskot PSMTI itu dapat memilih ketua yang dapat mengemban amanat organisasi
itu untuk satu periode ke depan. Ketua haruslah orang berimam dan memiliki kepedulian sosial.
Kepada kepengurusan lama, ia menyampaikan terima kasih atas dedikasinya selama ini. Sementara
kepada para pemuda Tionghoa secara keseluruhan, ia meminta untuk tetap menjaga budaya Tionghoa.
Ketua PSMTI Kota Kupang Alain Niti Susanto mengatakan, di Indonesia PSMTI dibentuk pada 1998.
PSMTI menjadi wadah berhimpun warga Tionghoa untuk bersama melaksanakan kegiatan sosial
kemasyarakatan. Ide ini muncul dari kalangan muda Tionghoa. Sementara PSMTI Kota Kupang sendiri
dibentuk pada 2013 lalu.
Selama memimpin pada periode pertama, kata dia, masih banyak kekurangan. Namun dia mau belajar
dari kekurangan itu bila dipercayakan untuk memimpin kembali organisasi itu. Dia mengibaratkan
kekurangan itu laksana tiada gading yang tak ada retak.
Dia menyebut beberapa kegiatan yang pernah dilaksanakan selama memimpin PSMTI, di antaranya
kegiatan sosial donor darah dan ikut serta dalam pawai HUT Kemerdekaan RI. Namun, dia berharap
pengurus baru nanti untuk lebih memperbanyak kegiatan sosial.
Kepala Kesbangpol Kota Kupang Erwan Fanggidae dalam kesempatan itu menyampaikan permohonan
maaf karena Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore tidak bisa hadir karena sedang bertugas ke luar daerah.
Begitu pun Wakil Wali Kota Hermanus Man.
Atas nama pemerintah, dia menyampaikan terima kasih atas andil dari warga Tionghoa dalam
pembangunan di Kota Kupang. Menurutnya, kemajuan suatu kota juga tidak terlepas dari peran serta
warga Tionghoa.
Ketua Panitia Muskot PSMTI Kota Kupang Toni Dima dalam laporannya, mengatakan, Muskot bertujuan
memilih ketua PSMTI yang baru. Dikatakannya bahwa pengurus PSMTI Kota Kupang adalah muda/i yang
berusia 20 hingga 45 tahun.
Acara pembukaan Muskot PSMTI Kota kemarin, diisi dengan penandatanganan kontrak antara PSMTI
dengan Yayasan Tangan Pengharapan. Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan kepada Yayasan
Tangan Pengharapan Soe senilai Rp 5 juta dari PSMTI. (rif/C-1)
Breaking NewsCoverMetropolisMetrosiana
berbagi di:FacebookTwitter
Wali Kota Kupang, NTT Jefri Riwu Kore bertekat membatalkan kontrak lahan milik Pemerintah Kota
Kupang dengan PT Subasuka Go untuk mengelola lahan eks Restoran Teluk Kupang. Jefri siap meladeni
PT Subasuka Go jika langkah pembatalan itu digugat ke pengadilan.
Sikap Jefri itu sebagai bentuk konsekuensi lanjutan, karena diduga PT Subasuka Go akan melayangkan
gugatan terhadap pemutusan kontrak itu.
Tekad saya sudah bulat. Saya tetap akan membatalkan kontrak penyewaan itu dengan segala
konsekuensinya, kata Jefri kepada wartawan di kediamannya, Senin (4/9).
Menurutnya, tekadnya untuk membatalkan kontrak atas lahan seluas 5.000 meter lebih di kawasan
pesisir Kelurahan Kelapa Lima, sudah bulat dan tidak bisa ditawar. Kawasan tersebut akan dibiarkan
menjadi ruang terbuka hijau (RTH), sehingga bisa dimanfaatkan warga untuk berekreasi, maupun
sekedar untuk menikmati keindahan pantai, tegas Jefri.
Dia mengaku, sudah banyak orang yang datang untuk melakukan pendekatan dan meminta kontrak
tersebut jangan dibatalkan.
Tetapi keinganan saya untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi RTH tidak bisa ditawar lagi!,
tegasnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang Jefri Pelt mengaku,
pemanfaatan lahan eks Restoran Teluk Kupang dimenangkan PT Subasuka Go lewat lelang terbuka oleh
Pemerintah Kota Kupang.
Jefri mengatakan, lahan eks Restoran Teluk Kupang merupakan aset pemerintah kota yang ada di Jalan
Timor Raya itu sudah tidak dikelola sejak tahun 2016 pasca pemutusan kontrak dengan pengelola
sebelumnya.
Karena itu, berdasarkan Perda Nomor 9 tahun 2012 tentang Perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun
2011 mengenai rencana detail tata ruang Kota Kupang tahun 2011-2031, dan Permen Nomor 19 tahun
2016 tentang pengelolaan barang milik daerah, lahan tersebut masuk dalam ruang terbuka hijau (RTH)
yang seharusnya tidak lagi disewakan kepada pihak lain.
Melihat ada aturan tersebut, pemerintah sebenarnya tidak mau lagi melakukan pelelangan
pemanfaatan lahan tersebut, namun tenyata dari hasil konsultasi bagian hukum ke Kementerian, lahan
tersebut bisa disewakan kepada pihak lain sehingga proses pelelangan dilanjutkan, katanya.
Oleh karena itu, kata Jeffry, dengan adanya pembentukan OPD baru, di mana terbentuknya badan
keuangan daerah, maka aset pun ikut bergabung jadi satu, maka proses pemanfaatan lahan Resto Teluk
Kupang dimulai dari awal. Sehingga dalam proses awal ini dibentuknya tim pemanfaatan. Tim pemanfaat
ini, bertugas mengkaji lahan pemerintah manfaat kedepan untuk apakah sewa, dan pinjam pakai, serta
bangun sewa serah atau bangun serah guna maupun KSP
Dan sesuai hasil kajian dari tim panfaatan ini, dengan bentuk kemitraan bangun guna sarana sesuai SK
Wali Kota Kupang. Setelah itu baru dibentuk tim pelelangan, sebab dalam Permen Nomor 19 harus
dilakukan pelelangan secara terbuka dan di umumkan di media nasional dan website pemerintah daerah
dengan metode pra kualifikasi. Memang sebelun tim ini bekerja kami menunjukan kantor jasa pelayanan
publik untuk melakukan perhitungan atas jasa konstribusi setiap tahun, kata Jeffry.
Jefrry mengaku, proses ini bukan berjalan dengan singkat tapi butuh proses yang panjang. Untuk itu,
dengan metode pra kualifikasi, Tim melakukan perhitungan kontribusi setiap tahun. Kegunaan dalam
Permen baru tersebut, jika penawaran dalam calon mitra tersebut lebih tinggi, jika penawaran tersebut
dibawah maka kita melakukan pemanggilan.
Semua proses pelepasan lahan Eks Teluk Kupang telah melalui proses yang benar selama empat bulan,
karena ini tidak akan merugikan siapa pun juga. Karena ini sudah melalui tahapan proses sesuai Permen.
Setiap tahapan kami telah lalui, dan setiap kali rapat bukan saya sendiri, ada bagian hukum. Setelah itu
dilaporkan kepada Walikota dan Sekda tentang peruntukan lahan tersebut, ungkap Jeffry. (nto/C-1)
Suba Suka Go Menang Lelang Pemanfaatan Eks Restoran Teluk Kupang
Google+
Line
PrintFriendly
Share
Kupang, [Link] Pemanfaatan Lahan eks Restoran Teluk Kupang dimenangkan PT Suba
Suka Go. Pemanfaatan lahan tersebut dimenangkan PT. Suba Suka Go. Lewat lelang terbuka oleh
pemerintah Kota Kupang.
Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Jefri
Pelt kepada wartawan di Kupang, Senin (31/7/2017).
Jefri mengatakan, lahan eks Restoran Teluk Kupang merupakan aset pemerintah kota yang ada di jalan
Timor Raya dengan luas lahan kurang lebih 5.310 meter persegi yang bersertifikat, yang setelah
dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan pihak pengelola sebelumnya, dan sejak tahun 2016 lalu
sudah berproses untuk ditindaklanjuti pemanfaatan lanjutannya, dan pemerintah membuka pelelangan
untuk penyewaan bagi pihak-pihak yang ingin menyewa lahan tersebut, sehingga dari hasil pelelangan
itu, pihak PT. Suba Suka Go yang keluar sebagai pemenang,
Ia mengaku, sebenarnya dalam perda Nomor 9 tahun 2012 tentang perubahan atas Perda Nomor 12
Tahun 2011 mengenai rencana detail tata ruang Kota Kupang tahun 2011-2031, dan Permen Nomor 19
tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah, lahan tersebut masuk dalam ruang terbuka hijau
(RTH) yang seharusnya tidak lagi disewakan kepada pihak lain.
Melihat ada aturan tersebut, pemerintah sebenarnya tidak mau lagi melakukan pelelangan
pemanfaatan lahan tersebut, namun tenyata dari hasil konsultasi bagian hukum ke Kementerian, lahan
tersebut bisa disewakan kepada pihak lain sehingga proses pelelangan dilanjutkan, Katanya.
Oleh karena itu, kata Jeffry dengan adanya pembentukan OPD baru, dimana terbentuknya badan
keuangan daerah maka aset pun ikut bergabung jadi satu, maka proses pemanfaatan lahan Resto Teluk
Kupang di mulai dari awal. Sehingga dalam proses awal ini dibentuknya tim pemanfaatan. Tim
pemanfaat ini, bertugas mengkaji lahan pemerintah manfaat kedepan untuk apakah sewa, dan pinjam
pakai, serta bangun sewa serah atau bangun serah guna maupun KSP
Dan sesuai hasil kajian dari tim panfaatan ini, dengan bentuk kemitraan bangun guna sarana sesuai Sk
walikota. Setelah itu baru dibentuk tim pelelangan, sebab dalam Permen Nomor 19 harus dilakukan
pelelangan secara terbuka dan di umumkan di media nasional dan website pemerintah daerah dengan
metode pra kualifikasi. Memang sebelun tim ini bekerja kami menunjukan kantor jasa pelayanan publik
untuk melakukan perhitungan atas jasa konstribusi setiap tahun, kata Jeffry.
Jefrry mengaku, proses ini bukan berjalan dengan singkat tapi butuh proses yang panjang. Untuk itu
dengan metode pra kualifikasi, Tim melakukan perhitungan Kontribusi setiap tahun. Kegunaan dalam
Permen baru tersebut, jika penawaran dalam calon mitra tersebut lebih tinggi, jika penawaran tersebut
dibawah maka kita melakukan pemanggilan.
Semua proses pelepasan lahan Eks Teluk Kupang telah melalui proses yang benar selama empat bulan,
karena ini tidak akan merugikan siapa pun juga. Karena ini sudah melalui tahapan proses sesuai Permen.
Setiap tahapan kami telah lalui, dan setiap kali rapat bukan saya sendiri, ada bagian hukum. Setelah itu
dilaporkan kepada Walikota dan Sekda tentang peruntukan lahan tersebut, ungkap Jeffry.
Breaking NewsCoverEkbisInfo NiagaMetropolisMetrosianaUsaha Mikro
berbagi di:FacebookTwitter
BELUM DIMANFAATKAN: Eks Restoran Teluk Kupang yang merupakan aset milik Pemkot Kupang hingga
kini belum dimanfaatkan setelah dilakukan penghentian kerja sama operasional dengan pihak ketiga
setahun lalu. Gambar diabadikan beberapa waktu lalu.
GEDUNG eks Restoran Teluk Kupang di Jalan Timor dibongkar oleh Pemkot Kupang. Sesuai informasi
yang diperoleh VN, sudah pengusaha yang akan mengelola aset Pemkot Kupang tersebut.
Pantauan media, Kamis (27/7), pembongkaran dimulai dari atap bangunan bagian depan. Sementara
sekeliling gedung dipagari menggunakan seng. Pagar seng menutup semua akses masuk ke lokasi itu dari
bagian depan. Justru para pekerja membongkar pagar di bagian barat gedung yang langsung terhubung
ke Subasuka Paradise.
Kepada anggota DPRD Kota Kupang Maurits Kalelena dan wartawan, Koordinator Pengawas
Pembongkaran Gab mengatakan, kegiatan sudah berlangsung sejak Rabu (26/7). Jumlah tenaga buruh
yang bekerja membongkar bangunan tersebut sebanyak 16 orang yang diupah Rp 125.000 per orang per
hari.
Menurut Gab, pembongkaran dilakukan sesuai dengan surat tugas yang ditandatangani Kepala Badan
Keuangan Daerah Kota Kupang Jefri Pelt. isi surat tugas dengan Nomor: [Link]. 848/458/VII/2017 yang
ditandatangani Kepala BKD Kota Kupang tertanggal 25 Juli, antara lain menugaskan kepada sembilan staf
BKD untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan pembongkaran eks gedung Restoran Teluk
Kupang. Selanjutnya mereka melaporkan hasil pembongkaran selama empat hari yakni 25-28 Juli.
Gab mengatakan, dirinya ditugaskan hanya untuk mengawasi, sedangkan proses lainnya tidak
diketahuinya. Kami hanya dipercayakan untuk melakukan pembongkaran saja, kata Gab.
Mengenai tidak adanya akses dari depan tapi membobol pagar bagian barat, Gab menjelaskan, hal itu
dilakukan karena pekerja membutuhkan penerangan dari Subasuka Paradise. Sebab pembongkaran
dilakukan hingga malam hari.
Ada mau minta penerangan dari Subasuka saja, sedangkan kalau proses lelang tidak tahu, itu urusan
pemerintah, tegasnya.
Anggota DPRD Kota Kupang Maurits Kalelena mengaku, langkah pemberintah membongkar gedung itu
sudah baik. Sebab jika dibiarkan kondisi bangunan tidak terurus.
Pertanyaannya setelah dibongkar mau diapakan? Saya juga merasa aneh dengan proses pembongkaran
karena aktivitasnya tidak melalui pintu utama, tetapi membobol pagar Subasuka untuk dijadikan
aktivitas keluar masuk.
Menurutnya, DPRD harus mengetahui pemanfaatan gedung eks Restoran Teluk Kupang. Sebab dalam
sidang paripurna baru-baru ini, DPRD mengusulkan untuk dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau.
Diakuinya, sesuai pemberitaan media, Wali Kota Kupang Jonas Salean mengatakan akan melelang
gedung itu secara terbuka kepada pihak ketiga. DPRD juga mengharapkan gedung itu tidak dibongkar
karena sudah ada calon pengelola yang disetujui.
Harapan kita prosesnya transparan agar bisa diikuti oleh semua pihak, katanya.
Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Kupang Jefri Pelt saat dikonfirmasi masih di Pemprov. Saya di
provinsi, besok saja, ujarnya singkat.
Informasi dihimpun VN menyebutkan, pemerintah sudah menyetujui salah satu pengusaha untuk
mengelola eks Restoran Teluk Kupang.
Dijual atau Disewakan?
By Redaksi Timor
DIBONGKAR. Suasana pembongkaran gedung eks Resto Teluk Kupang, Kamis (27/7). Belum diketahui
kapan pembongkaran akan selesai.
SEMY BALUKH/TIMEX
KUPANG, TIMEX Sudah dua hari bangunan eks Restoran Teluk Kupang di Jalan Timor Raya, Kelurahan
Pasir Panjang, dibongkar. Ada informasi lahan ini sudah kembali disewakan kepada pengusaha.
Siang kemarin, anggota DPRD Kota Kupang asal Fraksi Partai Demokrat, Maurits Kalelena mendatangi
lokasi Teluk Kupang untuk memantau pembongkaran gedung tersebut. Tampak para pekerja sudah
membongkar atap gedun tersebut. Salah satu petugas yang mengaku bernama Gabriel mengatakan
pembongkaran ini sesuai surat tugas dari Badan Keuangan Daerah Namor: [Link].848/ 458/ VII/ 2017.
Selanjutnya mau dijadikan apa kami tidak tahu, karena kami hanya dipercayakan untuk pembongkaran
saja, kata Gabriel.
Ia menyebutkan, petugas yang membongkar gedung ini sebanyak 16 orang. Mereka diupah Rp 125 ribu
per orang per hari. Gabriel juga mengaku belum tahu kapan gedung ini selesai dibongkar. Kami kerja
sampai malam. Banyak beton jadi belum tahu kapan selesai dibongkar, ujarnya.
Berdasarkan pantauan, pagar bagian depan Resto Teluk Kupang masih ditutup dengan seng. Bahkan,
pintu gerbangnya digembok sehingga tidak bisa dibuka.
Akses masuk ke lokasi ini melalui halaman Subasuka Paradise yang berada di samping Teluk Kupang.
Pagar tembok Subasuka yang tingginya lebih dari satu meter tampak dibobol dengan lebar lebih dari dua
meter. Menurut petugas, pagar itu dibobol selain untuk akses masuk, juga untuk memasang lampu agar
pekerjaan bisa dilakukan pada malam hari. Lampu yang dipasang juga tersambung genset milik
Subasuka.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Kupang, Maurits Kalelena mengatakan ia setuju dengan
pembongkaran tersebut. Dengan demikian gedung tersebut tidak menjadi gedung tua dan akan
mengganggu pemandangan. Namun yang menjadi pertanyaan lokasi tersebut mau diapakan setelah
dibongkar. Karena ada sedikit keanehan dalam pembongkaran ini, karena aktifitasnya tidak melalui
pintu utama, tetapi pagar samping Subasuka yang dibobol untuk dijadikan aktivitas keluar masuk, kata
Maurits.
Menurut Maurits, dalam beberapa kali sidang di DPRD Kota Kupang, dewan mengusulkan agar lokasi
Teluk Kupang sebaiknya dijadikan ruang terbuka hijau. Sebaiknya dibuat taman supaya masyarakat
Kota Kupang bisa ada akses masuk ke pantai, karena di sepanjang Timor Raya ini pantai sudah tertutup
semua, kata Maurits.
Lebih lanjut, anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang ini mengatakan sebelumnya Wali Kota Kupang Jonas
Salean menyatakan bahwa jika lokasi ini disewakan kepada pihak ketiga, maka akan dilakukan lelang
secara terbuka. Kalau ini sudah dilelang, artinya pemerintah tidak transparan. Jangan sampai sudah
dijual atau dikontrakkan. Ini yang kita tidak tahu. Terkesan sembunyi-sembunyi, kata Maurits.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pasir Panjang, Mevi Charles Dominggus
Angi juga berpendapat sebaiknya area eks Restoran Teluk Kupang dijadikan taman agar menjadi rempat
rekreasi warga Kota Kupang. Pemerintah jangan kasih ke pihak swasta untuk kelola lahan tersebut,
ujarnya.
Oleh
admin -
24 Maret 2017 82
Konvenda yang digelar di Kupang, 26-29 Juni 2017, itu dihadiri sekitar 500-1.000 peserta yang terdiri dari
para kader/leader PKK (imam dan awam) dari Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua dan
Keuskupan Weetebula. Juga hadir peserta dari Timor Leste, Flores dan Bali.
Pada Rabu (8/3/2017) sore, panitia yang diketuai J Don Putra Gotama itu beraudiensi dengan Gubernur
NTT, Frans Lebu Raya, di ruang kerjanya.
Selain melaporkan persiapan panitia dan meminta dukungan menyukseskan even akbar itu, Don Putra
juga meminta kesediaan Gubernur Frans untuk membuka konvenda yang direncanakan digelar di Aula
Akbid Walikota Kupang.
Gubernur Frans mengapresiasi konvenda tersebut dan meminta PKK sebagai komunitas tidak eksklusif
melainkan terbuka dan menguatkan satu sama lain untuk membangun NTT.
Daerah ini harus dijaga. Saya tidak percaya NTT miskin. Batu karang yang ada harus dilihat sebagai
karunia Tuhan, tinggal bagaimana memanfaatkannya. Gereja dan pemerintah harus sinergi. Jangan
apriori. Kita sering bicara cinta kasih tetapi juga sering maki satu sama lain. Apa ini, ujar Gubernur
Frans.
Gubernur juga menyinggung soal tambang di NTT, di mana masih ada saja kelompok-kelompok yang
menolaknya. Soal tambang mesti kita diskusikan bersama. Bagaimana reklamasinya, manfaatnya untuk
rakyat. Kita serahkan kepada ahlinya, tambah gubernur. (POs [Link]/AB)
Subasuka Factory Outlet Buka Lapangan Kerja, Briando Gotama: Setiap Tahun Karyawan Studi Banding
Subasuka Factory Outlet Buka Lapangan Kerja, Briando Gotama: Setiap Tahun Karyawan Studi Banding
Setelah membuka Subasuka Paradise (kuliner/fashion) dan Subasuka Waterpark di Jalan Timor Raya,
Kelapa Lima, Kupang, kini segera dibuka Subasuka Factory Outlet di Jalan Cak Doko, Kelurahan Oetete-
Kupang.
Seremoni Soft Opening dilakukan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Rabu (22/3/2017), diawali misa
pemberkatan gedung, Selasa (21/3/2017) malam.
Direktur PT Subasuka Go, Briando Pribadi Gotama, menjelaskan, Subasuka Factory Outlet hadir dalam
bentuk Departement Store menyusul Book Store dan Subasuka Food Festival (kuliner).
"Hadirnya Subasuka Factory ini membuka lapangan kerja. Kita pekerjakan sekitar 230-an karyawan.
Prioritas putra-putri daerah," ujar Briando di Kupang, Senin (20/3/2017).
Briando berterima kasih dan bersyukur karena pemerintah (gubernur) memberi kepercayaan kepada
pengusaha putra daerah berbuat sesuatu untuk NTT.
"Kami tidak sia-siakan kepercayaan ini. Setelah tender, kami langsung bangun dalam waktu lima bulan.
Saya berharap rahmat dan berkat Tuhan ini memberkati banyak orang," tutur Briando.
Untuk meningkatkan sumber daya karyawan Subasuka, diakui Brian, pihaknya secara periodik
melakukan studi banding di Batu, Malang, untuk mengusung misi bahwa pemuda NTT juga bisa dan
keluar dari stigma keterbelakangan.
"Tahun ini kita berangkatkan 30 orang, setelah pulang ke Kupang ilmunya mereka terapkan di
Subasuka," tutur Brian. *
Penurunan Inflasi Bertanda Baik
Kupang (Antara NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan penurunan inflasi
bertanda baik bagi perkembangan ekonomi di daerah ini.
"Inflasi di NTT bulan Februari sebesar 0,15 persen, lebih kecil dari inflasi nasional sebesar 0,24 persen.
Ini bertanda baik," kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada peluncuran Subasuka Factory Outlet Today
di Kupang, Rabu.
Subasuka Factory Outlet Today ini dibangun diatas lahan milik Pemerintah NTT, dengan sistem Hak Guna
Serah (HGS) selama 30 tahun.
Menurut dia inflasi Februari 2017 di NTT terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada tiga dari
tujuh kelompok pengeluaran.
Dimana, kelompok pengeluaran sandang mengalami inflasi tertinggi yang diikuti kelompok perumahan,
air, listrik, gas dan bahan bakar.
"Deflasi terbesar terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalami penurunan
indeks harga sebesar 0,38 persen," kata Lebu Raya menjelaskan.
Disamping itu, angka kemiskinan menurun 6,8 persen, yang mengindikasikan bahwa kualitas hidup juga
semakin baik, katanya.
Pada acara itu, Gubernur Lebu Raya juga mengingatkan pihak manajemen agar memberikan prioritas
pada anak-anak daerah sebagai tenaga kerja.
"Mereka yang mengurus manajemen boleh diambil satu atau dua orang dari luar NTT, tetapi seluruh
tenaga kerja harus diambil dari anak-anak daerah. Anak-anak kita juga mampu," kata Lebu Raya.
Direktur Subasuka Factory Outlet Today, Briando Pribadi Gotama mengatakan, seluruh tenaga kerja
yang bekerja di perusahaan ini adalah anak-anak NTT.
"Kami tidak merekrut anak-anak dari luar NTT. Semua tenaga kerja adalah putra daerah," kata Briando
Pribadi Gotama.
Dia juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah memberi kepercayaan
kepada manajemen untuk membangun usaha di lokasi milik pemerintah.
0 Comment
hakkaindonesia
Hakka Cabang |
News |
Hakka Kupang Ambil Bagian dalam Kepanitiaan Pagelaran Kesenian Tiongkok NTT
DENPASAR Perkumpulan Hakka Kupang bekerjasama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa
Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemprov NTT, dan Konjen Republik Rakyat Tiongkok
(RRT) menggelar Pagelaran Kesenian Tiongkok di Aula El Tari pada Rabu (15/2) malam. Pagelaran ini
dimulai pukul 18.00 hingga pukul 22.30 WIB.
Pagelaran Kesenian Tiongkok merupakan salah satu acara dari rangkaian Perayaan Imlek di NTT.
Perayaan Imlek tahun 2017 dimulai dengan bakti sosial berupa pengobatan gratis, bazaar, dan donor
darah di Aula El Tari pada Selasa (14/2). Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah berlangsung
selama 3 (tiga) tahun, ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSMTI NTT Bapak Don Putra Gotama.
Sejumlah anggota Hakka Kupang ikut serta dalam kepanitiaan perayaan Imlek Pagelaran Kesenian
Tiongkok, salah satunya adalah Bapak Theodorus Widodo sebagai Ketua Seksi Publikasi.
Dalam perayaan ini, Wakil Konjen RRT di Denpasar Mr. Chen Wei mengatakan bahwa tim penari yang
dibawanya berasal dari Zhejiang, Tiongkok. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTT dan
PSMTI yang sudah menyambut mereka dengan hangat.
Saya yakin di tahun ayam ini, hubungan kerjasama Indonesia dan Tiongkok akan semakin baik. Terima
kasih kepada Pemprov NTT dan PSMTI yang sudah menjalin hubungan baik dengan kami selama ini.
Mudah-mudahan di tahun ini akan banyak investor dari Tiongkok yang mau berinvestasi di NTT,
jelasnya.
Pagelaran Kesenian Tiongkok di Aula EL Tari, Kami Orang Tiongkok Tapi WNI
Pagelaran Kesenian Tiongkok di Aula EL Tari, Kami Orang Tiongkok Tapi WNI
sipri seko
POS KUPANG/SIPRI SEKO ATRAKSI - Para atlet wushu menampilkan atraksi saat pagelaran seni Tiongkok
di Aula El Tari, Kupang, Rabu (15/2/2017
POS [Link], KUPANG- Pagelaran seni Tiongkok hasil kerja sama PSMTI NTT, Pemprov NTT dan
Konjen Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar yang digelar di Aula El Tari, Rabu (15/2/2017) malam
berlangsung semarak. Ribuan anggota PSMTI NTT di Kupang dan warga meramaikan penampilan 18
penari asal Tiongkok ini.
"Terima kasih atas semua dukungan baik dari Pemprov NTT, Konjen RRT di Denpasar, PSMTI dan
masyarakat. Kami adalah orang Tiongkok, tapi kami adalah warga negara Indonesia. Kami juga
berkewajiban dalam pembangunan di Indonesia terutama di NTT," kata Pelaksana Harian Ketua PSMTI
NTT, Don Putra Gotama dalam sambutannya.
Don, mengatakan, pagelaran ini sangat penting manfaatnya. "Selain untuk mendatangkan orang ke NTT
juga agar para penari nantinya menyampaikan pesan di Tiongkok, bahwa kita di NTT dalam keadaan
baik. Kita hidup rukun dan damai. Kita di sini punya nilai persaudaraan yang sangat tinggi," kata Don
Putra Gotama.
Wakil Konjen RRT di Denpasar, Chen Wei, mengatakan, tim penari yang dibawanya berasal dari Zhe
Jiang-Tiongkok. Chen Wei mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTT dan PSMTI yang sudah
menerima mereka dengan sangat baik.
"Saya yakin di tahun ayam ini, hubungan kerja sama Indonesia dan Tiongkok akan semakin bagus.
Terima kasih kepada Pemprov NTT dan PSMTI yang sudah menjalin hubungan baik dengan kami selama
ini. Mudah-mudahan, di tahun ini akan banyak investor dari Tiongkok yang mau berinvestasi di NTT,"
tegasnya.
Pagelaran ini dihadiri Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Wagub NTT, Beny Litelnoni, Ketua DPRD NTT,
Anwar Pua Geno dan pejabat lainnya. Penampilan para penari asal Tiongkok ini dimeriahkan juga oleh
penari dari UPT Taman Budaya NTT dan atraksi wushu dari atlet Pengprov WI NTT.
Perayaan Imlek tahun 2017 ini diawali dengan bakti sosial berupa pengobatan gratis, bazar dan donor
darah di Aula El Tari, Kupang, Selasa (14/2/2017). Pagelaran dimulai pukul 18.00 Wita hingga selesai
pukul 22.30 Wita. (eko)
Seni & Budaya
Januari
30
/ 2017
06:13 WIB
Oleh : Newswire
[Link], DENPASAR--Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara
Timur menyemarakkan Tahun Baru Imlek 2568/2017 dengan bakti sosial, pentas seni, dan atraksi
barongsai di Kupang.
Kegiatan seperti ini, khususnya pentas seni, sudah tiga tahun berturut-turut, kata Pelaksana Tugas (Plt)
Ketua PSMTI NTT, Don Putra Gotama di Kupang, Minggu.
Pentas seni IMlek 2568 akan dilaksanakan 15 Februari di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT Jalan
El Tari Kupang.
"Selain tarian dari Tiongkok, akan ditampilkan juga tarian khas budaya NTT. Kegiatan tersebut atas kerja
sama PSMTI, Pemprov NTT dan Konjen Tiongkok di Bali," katanya.
Sebelum itu, kata dia akan didahului dengan bakti sosial dan bazar untuk sesama etnis yang
membutuhkan.
"Karena PSMTI ini memang murni organisasi sosial. Jadi kami sering melaksanakan bakti sosial dengan
memberikan angpao kepada saudara-saudara etnis Tionghoa yang belum beruntung," katanya.
Bakti sosial dimaksud adalah pengobatan gratis dan juga pemberian bantuan bingkisan berupa paket
sembako.
"Selain itu, perayaan Tahun Baru Imlek juga merupakan kesempatan yang tepat, hususnya etnis
Tionghoa untuk berbenah dan meningkatkan kepedulian sosial, meningkatkan relasi pribadi dengan
seama dan etnis lain," katanya.
Ia mengatakan sesuai agenda kegiatan itu direncanakan tanggal 15 Fberuari karena berkaitan dengan
perayaan Cap Go Meh atau perayaan 15 hari setelah hari Imlek.
"Cap Go Meh dihitung sejak tanggal hari H Imlek menuju 15 hari. Menurut kalender Tiongkok, Imlek
dihitung sejak hari pertama hingga hari ke-15," katanya.
Menurut dia, Cap Go Meh dirayakan untuk menandakan bahwa Imlek telah selesai.
Sumber : Antara
Berita Kota Kupang
Bangun SubaSuka Paradise, Orang Bilang Don Putra Gotama 'Lu Gila Ko'? Mengapa!
Bangun SubaSuka Paradise, Orang Bilang Don Putra Gotama 'Lu Gila Ko'? Mengapa!
POS KUPANG/ISTIMEWA
POS [Link], KUPANG-SubaSuka Waterpark di Jalan Timor Raya, Kelapa Lima, Kupang, kini
menjadi tempat wisata air pilihan dan favorit bagi keluarga di Kota Kupang.
Komisaris PT SubaSuka Go Waterpark, Don Putra Gotama, menyebut SubaSuka Waterpark sebagai ikon
wisata baru di Kupang.
Dia mengaku memulai pekerjaannya itu dengan sangat berat arena harus mengubah batu karang
menjadi taman yang indah. Situasi serupa sama seperti ketika membangun SubaSuka Paradise (Resto
SubaSuka dan Fashion) pada 2010 lalu.
"Saat itu orang menyebut saya gila. Lu gila ko? Ini bukan Bali atau Jawa," ujar Don Putra, Jumat
(27/1/2017), mengulangi sindiran orang ketika memulai usahanya itu pada tahun 2010 lalu.
Namun Don Putra jalan terus, tak peduli usaha yang dibangunnya di atas lahan berbatu karang. "Kini
saya menuai hasilnya karena Tuhan yang menolong," ujar Don Putra.
Stefanus Seng, seorang birokrat pada Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Kupang menyebut Don
Putra sebagai seorang petarung yang sukses. Don Putra berhasil mengubah batu karang menjadi taman.
"Pengusaha daerah seperti Don Putra ini perlu didukung untuk membangun Kota Kupang dan NTT
umumnya," ujar Stef meninjau SubaSuka Waterpark, Jumat (27/1/2017). *
Berita Kota Kupang
Inilah SubaSuka Gallery Fasion & Sport, di Jalan Timor Raya, Kelurahan Pasir Panjang. Gambar
diabadikan, Jumat (13/2/2015).
POS [Link], KUPANG-SubaSuka Waterpark di Jalan Timor Raya, Kelapa Lima, Kupang, kini
menjadi tempat wisata air pilihan dan favorit bagi keluarga.
Sejak dibuka Kamis (26/1/2017) lalu hingga Minggu (29/1/2017), waterpark yang menghadirkan wahana
air terlengkap dan satu-satunya di Indonesia yang dibangun di bibir pantai ini, sudah diserbu sekitar 10
ribu lebih pengunjung. Pada Hari Raya Imlek, Sabtu (28/1/2017), pengunjung membeludak mencapai
4.500 orang.
Suasana taman air yang menyatu dengan alam membuat pengunjung menikmatinya dengan antusias,
puas, sangat sejuk dan segar. Sangat representatif seperti wahana air yang ada di Bali dan Jawa.
SubaSuka Waterpark menjadi tempat alternatif yang cukup ideal untuk bersantai menikmati hari libur
mengingat tarifnya murah dan mudah dijangkau.
Keberadaan fasilitas dan keragaman permainan airnya membuat waterpark ini lebih unggul dan diburu
masyarakat Kupang dan sekitarnya.
Saat memasuki area permandian, pengunjung bisa langsung menikmati beragam wahana air seperti
perosotan, family raising, plaza air mancur, kolam renang, hingga ember tumpah. Selain itu, pengunjung
bisa beristirahat pada 40 gazebo-gazebo bambu 2 x 2 meter sambil menikmati menu-menu di food
corner.
Direktur PT SubaSuka Go Waterpark, Briando Pribadi Gotama, menyebut SubaSuka Waterpak didesain
berdasarkan konsep semi indoor yang diadopsi dari Batu, Malang, dan Bali agar para pengunjung
nyaman berwisata. Kenyamanan itu didukung dengan keberadaan kamar mandi bilas yang bebas
dipakai.
"Sekarang orang Kupang tidak perlu lagi mengunjungi waterpark di Bali atau di Jawa. Di Kupang,
SubaSuka Waterpark dibangun sesuai standar seperti di Bali dan Jawa," ujar Briando, Jumat (27/1/2017).
Selain untuk berwisata, diakui Briando, SubaSuka Waterpark bisa digunakan untuk gathering, pesta
ulang tahun (birthday package) yang super seru untuk si buah hati atau kegiatan lainnya. "Waterpark
wisata kita tutup pukul 17.00 Wita, setelahnya bisa digunakan untuk pesta ulang tahun dan sejenisnya,"
tutur Briando.
Briando yang juga mengelola Resto SubaSuka dan SubaSuka Fashion mengakui mempekerjakan 50 putra
daerah untuk mengelola SubaSuka Waterpark atau total 200 karyawan untuk tiga unit usaha yang sejak
2010 menyulap batu karang menjadi taman wisata yang representatif.
Tifany Djara, seorang pengunjung dari Airnona, Jumat (27/1/2017), mengaku membawa keluarganya
bermain wahana air di SubaSuka Waterpark karena sangat representatif.
"Tidak afdol rasanya jika tidak mengajak seluruh anggota keluarga dan anak berkelana dari wahana air
satu ke wahana air lainnya di SubaSuka Waterpark. Kami bermain air sangat puas," ujar Tifany, diamini
pengunjung lainnya, Vecky dari Naikoten 1 Kupang. Vecky membawa istri dan seorang anaknya
menikmati wahana air di SubaSuka Waterpark. *
Berita Kota Kupang
POS KUPANG/ISTIMEWA
Dia mengaku memulai pekerjaannya itu dengan sangat berat karena harus mengubah batu karang
menjadi taman. Situasi serupa sama seperti ketika membangun Resto SubaSuka dan Fashion pada 2010
lalu.
"Saat itu orang menyebut saya gila tapi saya jalan terus. Kini saya menuai hasilnya karena Tuhan yang
menolong," ujar Don Putra, Jumat (27/1/2017).
Perihal konstruksi bangunan SubaSuka Waterpark, Don menyebutnya sesuai standar dengan investasi
miliaran rupiah.
Dia mengakui saat soft opening pada Kamis (26/1/2017) lalu terjadi insiden dua atap gazebo dari ijuk di
ujung barat waterpark diterpa angin kencang yang terjadi tiba-tiba, namun tidak berakibat pada
pengunjung.
"Peristiwa alam ini kemudian dipolitisir untuk mengganggu usaha kami melalui pemberitaan sebuah
media online yang mengabarkan bahwa bangunan SubaSuka Waterpark roboh. Itu tidak benar, berita
bohong, berita sampah. Pengunjung bisa lihat sendiri keadaan yang sebenarnya," tegas Don Putra.
Pernyataan Don Putra dibenarkan Stefanus Seng, birokrat pada Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota
Kupang bahwa bangunan SubaSuka Waterpark sesuai standar karena pada saat dibangun aparat Pemkot
Kupang dari dinas terkait selalu melakukan pengawasan.
"Pak Don Putra ini seorang petarung yang berhasil mengubah batu karang menjadi taman. Jadi,
pengusaha daerah ini perlu didukung, bukannya dijatuhkan," tegas Stef yang meninjau SubaSuka
Waterpark, Jumat (27/1/2017).
Don Putra mengaku membutuhkan dukungan pemerintah dan dinas terkait lainnya agar apa yang
dibuatnya sekarang ini untuk membangun Kota Kupang bisa berkembang menjadi lebih baik.
"Tangan pemerintah sangat panjang untuk membantu pengusaha lokal membangun NTT," pungkas Don
Putra. *
Subasuka Water Park Nyaris Makan Korban
Cetak Email
Bangunan Lopo Subasuka Water Park yang roboh, Kamis 26 Januari 2017
[Link], Kupang Subasuka Water Park yang baru dibuka Kamis (26/01/2017) Nyaris memakan
korban, pasalnya Rumah Payung (Lopo) yang dibuat sebagai tempat peristerahatan bagi para
pengunjung roboh dan menimpa beberapa pengunjung.
Seorang ibu hamil 5 bulan, Sandra Lobo, yang merupakan yang ditimpa bangunan roboh itu
menjelaskan, secara tiba-tiba atap lopo tersebut jatuh dan menindih dirinya, akibat kejadian tersebut ia
mengalami sakit di bagian kaki belakang dan perut. Tiba-tiba saja lapo jatuh, katanya.
Dia menilai, Konstruksi dari lopo tersebut tidak bagus karena hanya terbuat dari bambu padahal, water
park tersebut terletak di bibir pantai. Konstruksi lopo ini tidak bagus massa hanya terbuat dari bambu
saja, padahal di pinggir pantai, kalau angin kencang pasti akan roboh, ujarnya.
Sandra menegaskan, dirinya akan memeriksakan kandungannya ke dokter. Dia menambahkan, jika
kandungannya bermasalah maka ia akan meminta pertanggungjawaban managamen subasuka
waterpark. Esok saya akan periksa jika kandungan saya bermasalah maka pihak subasuka harus
bertanggung jawab, ujarnya.
Sementara itu korban lainnya Isak Kaesmetan mengisahkan, ketika lopo tersebut roboh ia hanya pasrah.
Hanya menyelematkan anaknya yang sementara digendong dengan cara melempar anaknya ke dalam
air.
Saya tidak bisa berbuat apa-apa saya pasrah karena terlalu dekat, saya hanya bisa selamatkan anak
saya dengan cara membuangnya ke dalam air, kisahnya.
Dia sangat menyayangkan, managemen Subasuaka Waterpark yang tidak memperhatikan kondisi
bangunan sehingga bisa membahayakan para pengunjung. Kondisi Bangunan tidak diperhatikan, ini
bisa berbahaya bagi pengunjung ujarnya.
Di tempat yang sama salah seorang korban yang enggan namanya dikorankan menjelaskan, saat roboh
ia berada di dekat lopo tersebut sehingga ia tidak dapat mengelak sehingga pengunjung tersebut
tertindih lopo dan tidak berdaya.
Akibatnya, pengunjung tersebut mengalami sakit dibagian kepala dan dada sebelah kanan. Saat jatuh
saya terlalu dekat jadi tidak bisa menghindar, pungkasnya.
Pemilik Subasuka Water park Bryan mengakui, kejadian tersebut merupakan keslahan managemen
sehingga ia bersedia bertanggungjawab atas semua kejadian tersebut. Ia ini salah kami saya akan
bertanggungjawab atas kejadian ini, akunya. (iz/rey)
PSMTI Hadirkan Tarian dari Tiongkok
By Redaksi
KUPANG, TIMEX-Berbagai kegiatan selalu mewarnai setiap perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek di Kota
Kupang. Mulai dari bhakti sosial hingga pentas seni tari hingga pertunjukan Barongsai.
Khusus tahun ini, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT akan menggelar sejumlah
kegiatan, bahkan lintas negara. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSMTI NTT, Don Putra Gotama kepada Timor
Express menjelaskan, sudah berturut-turut tiga tahun PSMTI menggelar pentas seni lintas negara
tersebut.
Rencananya pentas seni tanggal 15 Februari 2017, tetapi nanti rapat pemantapan tanggal 2 Februari.
Kita undang Konjen Tiongkok di Bali dengan tarian mereka, jelas Don Gotama yang diwawancara di
Subasuka Paradise Kupang, Kamis (26/1).
Dia menjelaskan, kegiatan bertema seni itu akan digelar di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT di
Jalan El Tari Kupang. Selain tarian dari Tiongkok, akan ditampilkan juga tarian khas budaya NTT. Kegiatan
tersebut atas kerja sama PSMTI, Pemprov NTT dan Konjen Tiongkok di Bali.
Nanti didahului dengan bhakti sosial dan rencananya ada bazar juga. Inilah kegiatan-kegiatan yang
selalu kami buat saat Imlek. Karena PSMTI ini memang murni organisasi sosial. Jadi kami sering bikin
bhaksos dengan memberikan angpao kepada saudara-saudara etnis Tionghoa yang belum beruntung,
tutup Don.
Bhakti sosial dimaksud adalah pengobatan gratis dan juga pemberian bantuan bingkisan berupa paket
sembako.
Pemilihan tanggal 15 Fberuari sangat berkaitan dengan perayaan Cap Go Meh atau perayaan 15 hari
setelah hari Imlek. Cap Go Meh dihitung sejak tanggal hari H Imlek menuju 15 hari. Menurut kalender
Cina, Imlek dihitung sejak hari pertama hingga hari ke-15. Dan Cap Go Meh dirayakan untuk
menandakan bahwa Imlek telah selesai.
Sementara Sekretaris PSMTI NTT, David Kenenbudi menambahkan, secara keseluruhan masyarakat
Tionghoa di NTT mencapai 10 persen dari penduduk NTT. Menurut dia, warga Tionghoa saat ini tidak
semuanya berkulit putih, namun sudah tidak sedikit yang berketurunan Tionghoa. Namun, sudah
bercampur dengan warga asli NTT.
Kalau PSMTI ini kan memang lebih banyak bergerak di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Jadi kalau
Kota Kupang dan sekitarnya bisa mencapai 2.130 kepala keluarga. Ini yang terdata, tetapi masih ada
yang sudah kawin mawin dengan warga lokal, justru mungkin lebih banyak lagi, kata David. (cel/ito)
Subasuka Waterpark, Akan Hadir Dengan Kekhasan Untuk Masyarakat Kota Kupang
Facebook0
Google+
Share
Hal ini disampaikan oleh Komisaris Subasuka Don Putra Gotama dalam acara peletakan batu pertama
Subasuka Waterpark, pada senin (17/10/2016) di kompleks subasuka paradise kupang.
Don Putra Gotama mengatakan bahwa, Sebagai pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata, kuliner
dan perdagangan yang ada di Kota Kupang. Akan terus merespon gagasan-gagasan pemerintah Kota
Kupang, untuk menjadikan areal Pasir Panjang menjadi destinasi pariwisata yang diandalkan. Sebagai
usaha respon kami dengan gagasan Pemkot, kami akan menghadirkan Subasuka Waterpark untuk
semua lapisan masyarakat Kota Kupang dengan harga yang bisa menjangkau untuk semua
lapisan,tambahnya.
Dia juga menjelaskan, Subasuka Waterpark ini juga akan menyediakan berbagai jenis permainan air dan
kedai makanan murah untuk semua lapisan masyarakat. Ini juga akan menjadikan Subasuka Waterpark
sebagai tempat rekreasi yang khusus dan khas bagi masyarakat dan anak-anak di Kota Kupang.
Kehadiran Subasuka Waterpark ini, akan menjadi pertama di Kota Kupang yang memiliki fasillitas
lengkap.
Tetapi untuk kelancarannya nanti, kami pasti sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Kota Kupang.
Terlebih dalam hal dukungan berupa air, karena yang namanya Waterpark pasti akan membutuhkan air
yang banyak,tandasnya. (EA)
Jonas Salean Letakan Batu Pertama Pembangunan Subasuka Waterpark
Walikota Kupang Jonas Salean saat meletakan batu pertama pembangunan Waterpark Subasuka
Walikota Kupang Jonas Salean saat meletakan batu pertama pembangunan Waterpark Subasuka
Google+
Share
Kota Kupang, [Link], Walikota Kupang Jonas Salean secara resmi meletakan batu
pertama pembangunan Subasuka Waterpark, senin (17/10) siang.
Saat peletakan batu pertama, Jonas Salean didampingi Direktur PT. Subasuka Go Brando, komisaris PT
Subasuka Go Don Putra Gotama, para pimpinan SKPD lingkup kota kupang, staf dan karyawan subasuka
paradise serta beberapa tamu undangan dari kalangan pengusaha.
Jonas Salean dalam sambutannya megatakan, Saat ini kota kupang sangat sulit didatangi oleh keluarga-
keluarga di kota kupang untuk melakukan investor namun dalam keadaan seperti ini Don Putra Gotama
hadir bersama keluarganya untuk memberikan suatu fasilitas yang sangat baik kepada warga.
Kalau Waterpark jadi maka mirip seperti di Surabaya, sehingga ini yang perlu kita lakukan agar
masyarakat kota tidak lagi keluar kota, kata Jonas
Jonas pun mengharapkan agar pelaku usaha di kota kupang ini mudah dalam memperoleh perizinan.
Kita telah menetapkan 5 jenis perizinan yang gratis kepada masyarakat berkaitan dengan jenis usaha di
kota ini, jelas Jonas
Sementara itu, Komisaris PT. Subasuka Go, Don Putra Gotama mengungkapkan, Pihaknya sebagai
pengusaha dibidang parawisata, kuliner dan perdagangan merespon gagasan-gagasan pemerintah kota
untuk menjadikan area pasir panjang sebagai destinasi parawisata yang diandalkan.
Dijelaskan Gotama, Hadirnya subasuka waterpark untuk semua lapisan masyarakat dengan harga yang
terjangkau.
Ditempat yang sama, Direktur PT. Subasuka Go, BrandoGotama mengatakan, Dirinya akan membuka
sarana-sarana permainan seperti tumpangan air mancur, kapal perairan dengan tema bajak laut serta
tersedia kedai makanan murah untuk seluruh lapisan masayarakat yang telah menajdikan subasuka
waterpark akan menjadi tempat rekreasi yang khusus. (Pito)
PEMKOT MENDUKUNG PEMBANGUNAN SUBASUKA WATERPARK
17 OKTOBER 2016 PELETAKAN BATU PERTAMA SUBASUKA WATERPARK 11Kota Kupang (18/20/2016).
Jika tak ada aral melintang, di bulan Desember mendatang, Kota Kupang akan memiliki satu lagi wahana
rekreasi baru. Bertempat di areal Subasuka Paradise Jalan Timor Raya Kupang, saat ini sedang dibangun
Subasuka Waterpark. Pembangunan arena rekreasi oleh pihak swasta PT. Subasuka Go mendapat
dukungan dan apresiasi dari Pemkot Kupang.
Hal tersebut terungkap dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Subasuka Waterpark oleh
Walikota Kupang, Jonas Salean SH.,[Link], Senin (17/10) di areal Subasuka Paradise. Menurut Walikota
selain memberikan hiburan kepada masyarakat Kota Kupang, pembangunan arena rekreasi ini juga
membuka kesempatan kerja bagi pemuda-pemudi di Kota Kupang. Kita patut bersyukur, disaat ini agak
sulit investor masuk ke Kota Kupang, namun dalam masa sulit seperti ini PT. Subasuka hadir
memberikan fasilitas yang sangat baik bagi warga, ujar Walikota.
17 OKTOBER 2016 PELETAKAN BATU PERTAMA SUBASUKA WATERPARK 21Menurutnya, warga Kota
Kupang nantinya tidak perlu lagi sampai harus keluar Kota Kupang bila ingin menikmati arena rekreasi
waterpark. Masyarakat kota haus hiburan, tempat rekreasi sedikit sekali. Saya kira tempat ini nanti
akan ramai oleh pengunjung yang berasal dari Kota Kupang sendiri, karena lokasi sangat dekat sehingga
orang tidak perlu keluar kota lagi bila waterpark ini sudah jadi katanya. Ditambahkannya, kehadiran
subasuka waterpark ini juga memberi kesempatan kerja bagi anak-anak muda di Kota Kupang.
Disampaikan Walikota, pemkot saat ini telah menetapkan lima jenis perijinan yang gratis termasuk yang
berkaitan dengan ijin usaha atau investasi antara lain SIUP, advis plan dan perpanjangan SITU. Hal ini
menurutnya dimaksudkan agar para pelaku usaha dapat membuat usahanya dengan mudah dan
membuka lapangan perkerjaan yang juga berimbas pada peningkatan pendapatan daerah.
Dikesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan gedung Dekranasda dari PT. Subasuka Go kepada
Dekranasda Kota Kupang. Terkait ini, Walikota memberi apresiasi dan berharap seluruh produk tenun
ikat dapat dihimpun dari para pengrajin dalam satu wadah untuk menambah kekayaan budaya NTT di
Kota Kupang.
17 OKTOBER 2016 PELETAKAN BATU PERTAMA SUBASUKA WATERPARK 31Sebelumnya, Komisaris PT.
Subasuka Go, J. Don Putra Gotama dalam sekapur sirihnya menyampaikan pihaknya bertekad untuk
merespon gagasan Pemkot menjadikan pesisir pantai di pasir panjang menjadi daerah pariwisata. Untuk
itu mereka menghadirkan Subasuka Waterpark yang ditujukan untuk semua lapisan masyarakat dengan
harga terjangkau.
Menurutnya, subasuka waterpark ini akan dilengkapi dengan sarana permainan seperti seluncuran
berbagai ukuran dan arena bermain lainnya. Selain itu, pihaknya juga menyediakan kedai makanan
murah sehingga subasuka waterpark ini menjadi tempat rekresai yang khusus dan khas untuk keluarga
dan anak-anak yang representatif. Dia juga meminta dukungan Pemkot agar membantu dalam
pengadaan air dari PDAM Kota Kupang. (hum@s)
Bangun Waterpark di Kota Kupang, PT Subasuka Butuh Ketersediaan Air yang Banyak
Wisata
Andyos Manu
Di hadapan Wali Kota Kupang, Komisaris PT. Subasuka Go, Don Putra meminta Perusahan Daerah Air
Minum (PDAM) Kota Kupang untuk membantu soal ketersediaan air untuk kepentingan Waterpark.
Kami membutuhkan air yang sangat banyak, katanya pada acara peletakan batu pertama.
Menurut Don Putra, setelah peletakan batu pertama ini, pihaknya akan mulai membangun kolam
renang. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada semua pihak agar dapat mendukung pembangunan
yang ditargetkan mulai beroperasi pada bulan Desember 2016 mendatang.
Sementara Wali Kota Kupang, Jonas Salean mengapresiasi pembangunan wahana bermain oleh PT
Subasuka tersebut. Dimana, menurut dia, masyarakat Kota Kupang saat ini masih haus akan hiburan. Dia
juga berpendapat bahwa wahana air yang dibangun oleh PT Subasuka masih terlalu kecil.
Tempat ini tidak akan tampung, apalagi masyarakat kemungkinan sudah tidak akan keluar Kota lagi
untuk mencari hiburan seperti ini, ujar dia. (Pit)
Subasuka Bangun Waterpark di Pantai Pasir Panjang
Share Button
[Pin It]
Kupang, [Link] Subasuka menghadirkan waterpark sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat
Kota Kupang, hal ini juga sebagai bentuk dukungan kepada Pemkot yang rencananya menjadikan Pasir
Panjang destinasi tujuan wisata.
kita akan menghadirkan Subasuka sebagai tempat rekreasi untuk semua kalangan, yang dilengkapi
dengan sarana permainan air, kata Owner Subasuka, Go Don Putra Gautama saat peletakan batu Senin,
17 oktober 2016 di kawasan subasuka.
Pihaknya, kata Don, menargetkan Subasuka Waterpark beroperasi Desember mendatang. Sehingga
secepatnya dapat dinikmati oleh masyarakat. Don juga minta dukungan Pemkot untuk suplai air dari
PDAM karena waterpark akan membutuhkan banyak air.
Sementara itu, Walikota Kupang, Jonas Salean sangat mengapresiasi kehadiran waterpark yang
lokasinya sangat mudah [Link] kota Kupang haus hiburan, kami berharap management
waterpark dapat memberikan fasilitas yang terbaik bagi warga kota, katanya
Jonas menambahkan, yang terpenting adalah kehadiran waterpark dapat membuka lapangan pekerjaan
bagi warga kota kupang. Kita dukung karna ini akan memberi peluang kerja bagi masyarakat di Kota
Kupang,ujar Jonas.
Harapan walikota Kupang tersebut dibenarkan oleh Priyando Pribadi Gautama, Sebagai direktur Pt
Subasuka. Ia mengatakan akan merekrut kurang lebih 50 orang tenaga kerja untuk tenaga kerja
semuanya kita ambil dari tenaga kerja lokal,pungkas Priyando
pembangunan waterpark ini diperkirakan menelan dana skitar 5-6 Miliar dan dibangun diatas tanah
seluah 4000 meter persegi. Dilokasi yang sama juga telah dibangun gedung dekranasda Kota
Kupang.(DM)
Don Putra: Semoga Bisa Memberkati Banyak Orang
[Link], KUPANGSoft opening Suba-Suka Exhibition Hall hari ini ditandai dengan ucapan
syukur ibadah Misa.
Usai misa semua karyawan/wati makan siang bersama, barulah galeri dibuka. Bukan kepalang
pengunjung yang sudah tidak sabar menanti dibukanya Exhibition Hal ini.
Misa masih sementara berlangsung sudah banyak pengunjung yang menari di luar.
Komisaris PT Suba Suka Go, Don Putra Gotama,mengatakan dengan adanya usaha yang bertambah dan
berkembang ini, PT Suba Suka Go bisa merekrut karyawan-karyawan baru.
Doa dikabulkan Tuhan, diberkati usahanya dan bisa memberkati banyak orang. (uri/handra/inem/CP)
Don Putra: Sebut Galeri Suba Suka Jadi Tempat Oleh-Oleh
PARA KONSUMEN--Para konsumen mengerumuni wagon yang berisikan pakaian di Suba Suka Exhibition
Hall, Kamis (12/5/2016)
POS [Link], KUPANG--Komisaris PT Suba Suka Go, Don Putra Gotama, sangat senang dan
bersyukur akhirnya bisa membuka Suba Suka Exhibition Hall.
Di Galeri tersebut, kata Don, dengan hadirnya Suba Suka Galeri telah terbukti membantu anak-anak
mahasiswa/i dan lainnya untuk kebutuhan mereka.
Sebab harga yang ditawarkan terjangkau dan barang yang disediakan selalu terbaru dan bagus setiap
saat.
"Rupanya Galeri Suba Suka ini juga telah menjadi tempat oleh-oleh bagi konsumen suku Jawa yang
hendak pulang kampung. Komentar para pembeli dari jawa, katanya kalau dulu mau pulang ke kampung
halaman misalnya ke Jombang harus mampir ke Surabaya untuk belanja oleh-oleh barulah pulang.
Dengan hadirnya Suba Suka Galeri tidak perlu lagi singgah ke Surabaya, cukup belanja di Galeri ini sudah
lengkap dan murah langsung dibawa pulang," kata Don.
Soft Opening ini, tentunya akan dilanjutkan dengan Grand Opening. Jika Rumah Dekranasda sudah bisa
beroperasi, semua fasilitas di galeri dituntaskan maka Grand Opening sudah bisa berlangsung.
Sebab, rencananya semua area ini akan ditamba dengan fasilitas air conditioner agar pengunjung lebih
nyaman berbelanja.
PT Suba Suka Go Akan Terus Mengembangkan Usahanya
POS [Link], KUPANG--Untuk ke depan. pihak Suba Suka ingin memperluas lagi usaha dan akan
menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi. Jika PT Suba Suka Go telah memiliki area Garden Party
atau tempat pesta out door, kami berencana untuk membangun tempat pesta dalam ruangan.
"Sementara ini, kami juga mempunyai izin lima cottage dengan kapasitas kamar 40 an, untuk menunjang
tempat ini menjadi tempat pariwisata yang dapat diandalkan. Selain itu, akan ada playground untuk
anak-anak, sehingga anak-anak juga menjadi perhatian kami."
Demikian disampaikan Komisaris PT Suba Suka Go, Don Putra Gotama, usai Soft Opening Suba Suka
Exhibition Hall, di kelurahan Pasir Panjang.
Kata Don, PT Suba Suka Go Ingin terus berkembang untuk melengkapi seluruh area ini. Untuk itu,
dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan agar bisa ikut berperan mengembangkan
NTT dan membuat NTT lebih maju, karena semua yang bekerja ialah orang NTT.
Asyiknya Santap Malam Romantis di Suba Suka Paradise Kupang
POS [Link], KUPANG -- Restoran yang satu ini memiliki konsep yang unik untuk memikat pecinta
kuliner yang berkunjung di Kota Kupang, NTT.
Selain menawarkan beraneka ragam kuliner khas Kupang yang lezat, Restoran Suba Suka Paradise
Kupang juga memberikan kenyamanan dengan pemandangan panorama teluk Kupang, sunset yang
dahsyat hingga taman yang indah di sekitar restoran.
Untuk menjangkau Restoran Suba Suka Paradise (SSP) Kupang tidaklah sulit. Restoran yang berada di
Jalan Timor Raya, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang dapat dijangkau
dengan angkutan umum lampu nomer sepuluh atau angkutan tujuan Kupang-Tarus. Ongkosnya per
penumpang cukup Rp 3.000 langsung sampai lokasi.
Restoran SSP Kupang tak hanya menyajikan menu kuliner yang khas Kupang dan keindahan taman dan
pemandangan panorama teluk Kupang. Restoran SSP juga menyediakan fasilitas water ball, wedding
chapel, outbond, sarana futsal, stage, rock garden, flying fox, tempat penjualan souvenir serta berbagai
fasilitas lainnya.
Begitu Anda masuk ke Suba Suka Paradise,Anda langsung akan disuguhi tatapan apik rumah kayu atau
gazebo yang ditempatkan di beberapa titik. Dua titik berada di dekat pohon, dan beberapa gazebo lain
berada pinggir menghadap laut.
Tak hanya itu, bangunan yang unik dan taman yang dihampari rerumputan hijau menjadikan Anda
semakin nyaman saat hendak menuju gazebo yang berada didekat laut.
Bila Anda kurang nyaman makan di gazebo yang berdekatan dengan laut, tersedia tempat menikmati
hidangan khas Restoran SSP yang dipayungi tenda-tenda kuliner. Jadi pilihannya makin banyak untuk
memanjakan Anda yang berkunjung ke Suba Suka Paradise Kupang.
Untuk jenis kuliner yang tersedia, SubaSuka Paradise mengandalkan menu-menu chinese food,
Indonesia food dan tradisional food. Untuk tradisional food Anda dapat menikmati daging sei, bunga
pepaya, jagung bose. Tak hanya itu, beraneka macam masakan ikan khas NTT pun siap menggoyang
lidah Anda pecinta kuliner sejati.
Nikmatnya kuliner Subasuka Paraidse makin bertambah manakala Anda menikmatinya duduk dalam
gazebo dipinggir pantai sambil merasakan hembusan angin pantai yang segar.
Situasi itu akan bertambah romantis manakala Anda berada di tempat yang sama saat sang surya
berpamitan diri di ujung barat. Betapa romantisnya bila Anda menikmatinya bersama pasangan hidup
Anda saat berkunjung ke Kota Kupang.
Tak hanya itu, Subasuka Paradise juga menyajikan live musik saat malam hari tiba. Saat malam tiba,
suasana SSP makin syahdu dengan tatap lampu yang menarik dan unik. Untuk menemani Anda
menikmati live musik dengan beraneka lagu, Anda tinggal memilih minuman mineral, jus aneka buah
dan minuman panas yang siap menghangatkan badan Anda.
Soal memilih makanan dan minuman, tergantung budget masing-masing kuliner. Rata-rata harga yang
ditawarkan masih terjangkau untuk backpacker yang doyan kuliner khas daerah
Untuk menikmati seluruh fasilitas SSP, Anda disarankan datang sebelum jam empat sore. Selain cuaca
yang sudah teduh, Anda dapat berkeliling ke beberapa tempat sebelum bersantap malam.
Rugi rasanya, kalau tiba di lokasi ini Anda hanya duduk makan lalu pulang tanpa menikmati seluruh
fasilitas yang disediakan bagi pengunjung.
Bila waktu Anda longgar, cobalah berjalan ke arah barat melihat keindahan taman yang ditata apik
pemiliknya. Tak jauh dari taman, Anda dapat menikmat pantai yang menghampar di bawah area sarana
taman SSP. Bahkan pada waktu tertentu, area pantai SSP sering dijadikan tempat pentas musik rap
anak-anak muda. *
Subasuka: Nikmati Kuliner dengan Panorama Teluk Kupang
Subasuka Paradise atau sering disebut warga Kota Kupang SSP, terletak di jantung kota, tepatnya di
Kelurahan Pasir Panjang. SSP merupakan tempat wisata yang memadukan wisata kuliner dipadukan
dengan wisata permainan dan taman terbuka.
Anda dapat memesan makanan dengan beragam menu yang ditawarkan mulai dari chinese food,
masakan eropa dan masakan lokal. Tentu dengan harga yang menarik. Anda dapat memesan makanan
yang dihidangkan di tempat yang dapat anda pilih sendiri. Anda dapat memesan lopo-lopo kecil hingga
besar ataupun menggunakan food court yang telah disediakan.
Bagi yang berkunjung bersama anak-anak, tidak usah kuatir. SSP menyediakan children playground,
mobil-mobil mini ATV dengan arena yang menantang bagi putra-putri anda, balon air maupun flying fox
yang memacu adrenalin.
Selain menikmati makanan, wahana permainan dan pemandangan alam dan pantai yang disajikan,
Tampat ini juga dapat digunakan untuk penyelenggaraan bermacam-macam acara, diantaranya rapat,
pesta ulang tahun maupun pesta pernikahan.
Subasuka Paradise menyediakan fasilitas yang memadai dan tertata dengan apik serta menarik
perhatian pengunjung khususnya yang ingin menikmati pemanjaan sebuah tempat wisata.
Subasuka Paradise memiliki sejumlah fasilitas seperti cafe and resto, water ball, wedding chapel,
outbond, sarana futsal, stage, rock garden, flying fox, tempat penjualan souvenir serta berbagai fasilitas
lainnya.
[Link] --- FRUIT does not fall far from the tree. Buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya.
Kalimat ini cocok diberikan kepada Briando Pribadi Gotama alias Brian.
Bijaksana, tegas, sabar dan 'royal' merupakan sifat-sifat Brian yang 'menurun' dari ayahnya, Don Putra
Gotama, Komisari Subasuka Paradise. Karena itu tak heran jika Don mempercayakan Brian memegang
jabatan sebagai direktur di Subasuka Paradise-Kupang.
Subasuka Paradise yang berada di Jalan Timor Raya, Kelurahan Pasir Panjang, Kupang-NTT merupakan
'multi' bisnis yang berada dalam areal sekitar dua hektar tepat di pinggir pantai/ laut.
Di areal ini Galerry Fashion and Sport yang menyediakan aneka fashion dan olahraga bagi pria dan
wanita remaja atau dewasa yang up to date. Juga ada Subasuka Restoran yang menyajikan aneka
macam kuliner makanan dan minuman yang menarik dengan koki berpengalaman.
Di areal terbuka ini tersedia pula Zona Room alias ruang VIP yang bisa digunakan untuk tempat
pertemuan, seminar, ulang tahun, reuni dan lainnya dengan fasilitas AC. Bahkan ada pula fasilitas green
garden alias taman luas yang bisa diseting menjadi garden party alias pesta taman untuk berbagai acara
dengan kapasitas 80 unit meja bulat.
Dan dengan kreativitasnya, Brian pun menyediakan ada wedding couple yang bisa digunakan calon
pengantin untuk pemberkatan nikah yang bisa menampung ratusan undangan.
Beberapa gasebo juga tersedia di pinggir pantai untuk masyarakat yang ingin menikmati keindahan
sunset. Bahkan masih ada taman-taman menarik yang bisa digunakan masyarakat untuk bercengkerama
dengan keluarga dan mengabadikan suasana itu dalam foto-foto.
Semua fasilitas tersebut merupakan pemikiran kreatif dari pria yang selalu berpikir dulu sebelum
bertindak atau berbicara itu.
"Siapa saja bisa masuk secara gratis di lokasi Subasuka Paradise yang sengaja dibuat seperti tempat
wisata. Mau datang hanya untuk berfoto, atau menikmati suasana pantai dan sunset, silahkan saja.
Tidak memesan makanan dan minuman di Subasuka Restoran juga tidak mengapa. Tempat ini terbuka
untuk umum," ajak pria yang berencana akan membuka tempat mainan anak-anak ini.
Tidak mudah memang mengelola 'multi' bisnis itu di usianya yang menginjak 25 tahun. Namun, alumni
Fakultas Hukum Ubaya tahun 2013 ini yakin dan percaya diri, dia akan mampu membuat bisnis itu
berkembang dengan baik.
Kuncinya, menurut pria kelahiran 10 Mei 1988 ini, yakni bagaimana upaya untuk membuat pelanggan
atau masyarakat merasa puas selama berada di Subasuka Paradise.
Tips lainnya, yakni berpikir dan bertindak bijaksana, patuh namun tegas dalam menyikapi setiap
persoalan hidup. Brian mengaku, berbagai tips itu sebenarnya diperoleh langsung dari melihat
perjalanan kehidupan dan bisnis ayahnya yang semula merintis toko pakaian Victory.
Pesan ayahnya yang selalu diingat, yakni 'Jalankan bisnis dengan baik untuk mencapai hasil maksimal
dan jika sudah diberkati harus juga memberkati orang lain.'
"Saya bangga terhadap Papa yang telah memberi contoh teladan yang baik terhadap keluarga. Dan
sekarang saya meneladani sifat-sifat papa yang sangat bijaksana, sabar namun tegas dan tidak pelit
terhadap anak-anak, istri dan kenalannya. Ini adalah salah satu kunci sukses," kata Brian sambil
memandangi papanya, Don, yang mendampinginya saat itu.
Pria yang paling bisa mengendalikan emosinya ini berharap kehadiran Subasuka Paradise di Kupang-NTT
bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
"Saya ingin ikut mengisi pembangunan di Kupang-NTT ini dalam bidang wisata, fashion dan kuliner,"
kata pria pemalu ini.
Mata Segar, Lidah Menari di Subasuka Paradise
[Link] --- SETIAP restoran dan rumah makan menawarkan pelayanan dengan konsep
spesial agar bisa menarik minat konsumen. Bahkan memasuki bulan suci ramadan, banyak tawaran
kuliner makanan dan minuman segar dan menarik untuk berbuka puasa.
Sebagaimana yang dilakukan oleh SubaSuka Paradise di Jalan Timor Raya, Kelurahan Pasir Panjang,
Kupang. Direktur SubaSuka Paradise, Briando Pribadi Gotama, didampingi Komisaris, Don Putra Gotama,
mengatakan, kuliner khusus bulan ramadan yang disediakan SubaSuka Paradise seperti kolak, es degan,
es cendol, es siwalan, semuanya diramu secara istimewa dengan harga terjangkau.
Sementara kuliner makanan, SubaSuka Paradise tetap mengandalkan menu-menu chines food,
Indonesia food dan tradisional food. Untuk tradisional food seperti daging sei, bunga pepaya, jagung
bose.
"Menu andalan kami aeperti ikan kerapu saos szechuan, udang goreng tepung, sup bibir ikan yang
didatangkan khusus dari Surabaya. Harganya bervarasi dan terjangkau," kata Brian.
Aneka kuliner andalan SubaSuka Paradise itu, juga tersedia di rumah makan dan restoran lainnya,
namun citra rasa, cara penyajian dan fasilitas yang Anda dapatkan di SubaSuka Paradise sangat berbeda.
Pasalnya, selain memiki citra rasa yang lezat karena diramu oleh empat koki professional asal Surabaya
plus dua asisten koki asal NTT, Anda akan mendapatkan sensasi berbeda saat menikmati menu
dimaksud. Apa sesansinya?
Contoh saja, pernahkah Anda menikmati kelesatan kuliner ikan Kerapu Saos Szechuan dan Es Siwalan
sambil duduk di dalam lopo (rumah kayu) alias Gasebo di pinggir pantai, sambil merasakan hembusan
angin pantai yang segar?
Dan di sana Anda juga bisa melihat daun pohon kelapa melambai-lambai di kiri kanan gazebo, plus Anda
disajikan keindahan pantai yang tepat berada di depan mata, taman terbuka menarik dengan bentangan
karpet rumput hijau.
Belum lagi jika Anda makan dan minum pada sore hari, sejauh mata memadang dari dalam gazebo,
Anda bisa menikmati romantisnya sunset yang ditelan bumi pertiwi? Benar-benar mempesona bukan?
Jelas di SubaSuka Paradise, mata Anda benar-benar dimanjakan, hati, jiwa dan perasaan Anda
di'permainkan' dan tentu saja lidah Andapun `menari' menikmati kelesatan menu-menu itu.
Nah, mau tunggu apa lagi. Jika Anda ingin berbuka puasa sambil merasakan sensasi berbeda datanglah
ke SubaSuka Paradise yang dibuka mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita setiap hari.
Rakernas XI PSMTI di Kupang, Berharap Bisa Lebih Maju Lagi
16 Oktober 11 | 01:12
Selain itu, dalam perjalanannya, PSMTI ternyata tetap merengkuh pesan Bung Karno, Presiden Pertama
Republik Indonesia tentang betapa pentingnya JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah)
dengan sentuhan semangat nasiolisme Indonesia di manapun berada.
Lebih menyentuh lagi, kini masyarakat Indonesia sudah jauh berbeda memandang etnis Tionghoa.
Semua ini berkat semangat dan kemauan keras tokoh-tokoh masyarakat Tionghoa se-Indonesia dalam
rangkaian membangun PSMTI sebagai organisasi yang solid dan berkarakter Satu Untuk Indonesia. Terus
terang saya terharu bila merenungkan perjalanan sekaligus perjuangan bagaimana PSMTI bisa menjadi
kekuatan sosial untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tutur Ketua PSMTI
Sumut, Eddy Djuandi di Medan, Sabtu (15/10) berkaitan dengan pelaksanaan Rakernas XI PSMTI di Hotel
Kristal kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 30 September 1 Oktober 2011.
Disebutkannya, Rakernas dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Kapolda NTT,
Wakil Gubernur NTT, Ketua Umum PSMTI Pusat, [Link] Mulya Subrata, Ketua Dewan Kehormatan
PSMTI, Brigjen TNI (Purn) Teddy Yusuf dan Perwakilan dari Malaysia.
Eddy Djuandi terkesan dengan ucapan Ketua Panitia Rakernas XI PSMTI, Don Putra Gotama dan Ketua
PSMTI NTT, Niti Susanto yang menyakini Satu PSMTI, Satu Indonesia. Bahkan perjuangan suku Tionghoa
yang sudah menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia tetap dilanjutkan ke depan, bergandengan
tangan dan mengulang catatan sejarah sebagai patriot dan pejuang sosial menuju masyarakat yang adil
dan makmur berdasarkan Pancasila.
Rakernas ini sebagai momentum konsolidasi, mengevaluasi serta menghasilkan program atau rencana
kerja satu tahun ke depan yang bermanfaat bagi misi organisasi PSMTI. Menurutnya, pengurus PSMTI se
Sumut yang menghadiri Rakernas di Kupang sebanyak 13 orang antara lain, Ketua PSMTI Sumut, Eddy
Djuandi, Kwik Sam Ho, Santono Ang, Sumiati, Karya Elly, SH, Chen Gek Hoa, Harison Law, Ketua PSMTI
Medan, Halim Loe, Leo Pratama, Godang, Ketua PSMTI Kota Gunung Sitoli, Hendri Ng dan Ketua PSMTI
Nias, Thamrin Halim.
Kami juga sepakat bagaimana PSMTI Sumut bisa lebih maju lagi ke depan, terutama membangun
solidaritas dan sosial di tengah masyarakat Indonesia, terutama percepatan pembangunan di
Sumut,tambah Eddy Djuandi. (vandey lubis)
Laporan Obby Lewanmeru
KUPANG, POS [Link] --- Subasuka Paradise sudah menjadi lokasi kreativitas bagi masyarakat
Kota Kupang dan sekitarnya. Manajamen terus berupaya berkolaborasi dengan berbagai tim kreatif
untuk mempromosikan lokasi itu.
Demikian Direktur PT Subasuka Go, Brian Pribadi Gotama, kepada Pos Kupang, Minggu (23/5/2010).
Brian, menjelaskan, Subasuka Paradise merupakan wadah atau tempat untuk menumbuhkembangkan
kreativitas anak-anak muda di Kota Kupang.
"Kita terus berupaya untuk mempromosikan Subasuka Paradise ini agar ada di hati masyarakat Kota
Kupang dan Propinsi NTT pada umumnya," kata Brian.
Didampingi General Manajer Subasuka Paradise, Fukdianto dan Andre Otta (Daknet), dia menjelaskan,
salah satu even yang sudah digelar dan merupakan even perdana yang dilakukan Subasuka Paradise
adalah nonton bareng final sepak bola Liga Champion.
"Nonton bareng ini dihadiri 350 penonton dan ini menjadi suatu bukti antusiasme penonton yang tinggi,
meski kami pungut biaya Rp 25.000/orang. Subasuka Paradise bekerjasama dengan berbagai pihak,"
katanya.
Dia menyebutkan, beberapa pihak yang terlibat antara lain, Daknet, Kuku Bima TL, Indo Food,
TransNusa, Viktory Mebel, Warna-warni mebel, Madika TV, Telkom, Toko Glory, Platina Komputer,
Kusuma Motor dan Jery Fotografer.
Andre Otta selaku penanggung jawab kegiatan, menambahkan, even yang digelar itu merupakan yang
perdana. "Ini memang even perdana yang digelar Subasuka Paradise. Selama ini ada even tapi digelar
pihak luar," kataAndre.
General Manajer Subasuka Paradise, Fukdianto, juga menambahkan, dengan adanya even perdana itu,
manajemen terus berupaya agar lokasi itu menjadi tempat bagi para kreativitas terutama anak-anak
muda.
"Biar demikian agar anak muda tidak ragu lagi datang ke Subasuka sebagai tempat yang nyaman. Di
tempat ini tentu suasananya beda, sehingga siapa saja akan menjadi betah," katanya. (yel)
Laporan Obby Lewanmeru
Harapan ini disampaikan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dalam sambutannya pada acara soft
opening Subasuka Paradise di Jalan Timor Raya, Kelurahan Pasir Panjang, Minggu (11/4/2010) malam.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Welmintje Adoe, Wakil Walikota bersama
ibu, Ketua DPRD Kota Kupang, Viktor Lerrik, S.E dan sejumlah anggota DPRD Kota Kupang, Komisaris
Utama PT Subasuka Go, Don Putra Gotama, mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe, dan sejumlah
undangan lainnya.
Menurut Adoe, kehadiran Subasuka Paradise sangat membantu Pemerintah Kota Kupang dalam
sejumlah aspek, yakni pariwisata dan sebagai tempat belanja berbagai cinderamata atau souvenir, selain
makanan khas dan oleh-oleh khas NTT.
"Jadi sarana ini turut membantu meningkatkan ekonomi daerah. Dan, ini sebagai bentuk dukungan
swasta terhadap pembangunan di daerah ini," kata Adoe.
Dia menjelaskan, Kota Kupang dapat berkembang pesat apabila didukung juga oleh sektor pariwisata.
Soalnya, dukungan investasi swasta pada bidang pariwisata selama ini masih rendah atau kurang.
Olehnya, sarana ini diharapkan dapat menjawab persoalan itu.
"Tempat ini strategis untuk dukung pembangunan sektor ekonomi kota ini. Langkah stategis yang
ditempuh manajemen Subasuka sebagai bentuk mutualisme dengan Pemerintah Kota Kupang," kata
Adoe.
Dikatakannya, kerja sama dengan Subasuka tidak ada masalah. Sebab semuanya dilakukan berdasarkan
aturan yang berlaku. Subasuka Paradise dikelola berdasarkan kerja sama selama 30 tahun, dan setelah
itu akan menjadi aset daerah.
"Jadi publik tidak perlu ribut, karena apa yang ditempuh pemerintah untuk membangun kota ini ke arah
lebih baik, demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Investasi Rp 15 M
DIREKTUR PT Subasuka Go, Briando Pribadi Gotama, mengatakan, kerja sama dengan pemerintah Kota
Kupang untuk membangun sarana yang ada serta mengelola areal itu dengan investasi Rp 15 miliar.
Briando menjelaskan, dalam kerja sama dengan pemerintah itu, disepakati beberapa hal, yakni
membangun fasilitas di antaranya pintu gerbang, areal parkir, restoran, panggung hiburan, taman, jalan
setapak dan kolam air mancur.
"Jadi total investasi seluruhnya Rp 15 miliar. Saat ini sudah terealisir Rp 6 miliar. Sekarang ini ada
beberapa item yang sedang dalam tahap pengerjaan," kata Briando.
Dirincikannya, di area Subasuka Paradise tersebut terdapat restoran, satu bar. Di pelataran ada 18 meja
payung dan 12 tenda, ruangan VIP, galeri sovenir terdiri dari 8 stand, ada juga out bond dan berbagai
sarana hiburan lainnya. "Saat ini kami miliki kurang lebih 50 karyawan," ujarnya.
Peresmian itu didahului dengan penyambutan Walikota Kupang dan tamu dengan tarian likurai.
Dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin Rm. Arnol Bria, Pr dan Pdt. Joko Priyono.
Usai ibadah singkat, ada juga selingan, yakni tarian njara humba asal Sumba. Selain penandatanganan
prasasti, pengguntingan pita juga dilakukan Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Welmintje Adoe. (*)
JURNALIS NTT di 7:57 AM
POS KUPANG/BENNY
DASMAN
Kupang Harus
------------Pengantar Redaksi--------------------
Rabu (29/4/2009) malam. Ada tiga hajatan besar yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur NTT. Salah
satunya penandatanganan MoU antara Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dengan Direksi PT Alfa Beta
Tapili-Kupang, Briando Pribadi Gotama, tentang Pengelolaan Arena Pameran Fatululi menjadi NTT Expo.
Di antara tamu undangan yang hadir, ada sosok fenomenal yang mendapat perhatian khusus dari
Gubernur Frans Lebu Raya. Siapa dia? Drs. Frans Meak Parera, Sekretaris I Forum Usahawan Ekumene
Indonesia (Funisia). Gubernur NTT sangat mengharapkan pikiran-pikiran cerdas dari Frans Meak sebagai
masukan untuk pengelola NTT Expo agar mendesain 'menunya' secara profesional. Apa harapan Frans
Meak dari NTT Expo? Berikut refleksinya ketika diwawancarai wartawan Pos Kupang, Benny Dasman, di
Kupang, Kamis (30/4/2009) malam.
Waktu penandatanganan MoU NTT Expo, Anda diperkenalkan khusus oleh Gubernur NTT kepada tamu
undangan lainnya. Tersirat harapan dari Gubernur NTT agar Anda membantu mendesain NTT Expo! (Apa
maksudnya saya 'dikerjain' pak gubernur malam itu. Ha..ha..ha.). Saya mau tempat NTT Expo itu
(Fatululi, Red) direposisi. Sangat tepat Pemprop NTT memercayakan pengelolaannya kepada PT Alfa
Beta Tapili-Kupang. NTT Expo itu harus menjadi tempat pengembangan industri otomotif, agribisnis dan
media. Ini salah satu cara untuk membangun brand/image baru terhadap Kota Kupang dan Nusa
Tenggara Timur (NTT). Muaranya menjadikan Kupang sebagai Service City.
Ini adalah upaya pengembangan dan pembangunan Kupang sebagai kota layanan jasa-jasa dan pusat
perdagangan domestik dan internasional yang terintegrasi, efektif, efisien, dan kompetitif. Dengan
demikian sektor perdagangan menjadi sumber devisa utama bagi perekonomian Kupang dan NTT.
Untuk mewujudkan hal ini, selain mengefektifkan program NTT Expo, juga menekankan pembangunan
Kupang pada bidang infrastruktur untuk mendukung kawasan ekonomi regional wilayah Kupang dengan
mitra utamanya Darwin-Australia. Jadi semangat Service City adalah pelayanan. Menjadi kota jasa yang
melayani. Hotel- hotel yang ada harus siap melayani dan memuaskan. Pengelola hotel dan para
personelnya harus dilatih menjadi pelayan yang baik. Birokrasi pun harus menjadi pelayan yang baik.
Dari posisinya, Kupang menjadi kawasan internasional. Dekat dengan Australia. Kupang, sebuah kota
propinsi kepulauan yang memosisikannya juga sebagai kepulauan internasional. Merujuk pada predikat
ini, Kota Kupang harus dibangun di atas sebuah pesona yang indah. Jadi, jangan main-main
membangunnya. Sebab hal ini menyangkut harga diri. Kupang itu harga diri NTT.
Di Kupang banyak perguruan tinggi. Fakta yang tak terbantahkan. Juga banyak media massa. Ada harian
dan mingguan. Ini potensi yang harus dilirik dan dikembangkan. Jangan disia-siakan. Potensi itu apa?
Kupang itu harus menjadi Creative City. Kota ini banyak dihuni para pekerja kreatif, pekerja yang berilmu
pengetahuan. Banyak tradisi intelektual yang ditanam sejak dulu tidak tertanam dalam refleksi kota ini.
Berarti terjadi salah urus.
Artinya, ilmu-ilmu terapan yang didapat tidak dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Jangan pikir yang
muluk-muluk. Misalnya, forum penulis akademi atau jurnalis. Dalam forum, para pekerja intelek ini bisa
kreatif bagaimana membangun NTT dari visi mereka. Jadi, komunitas penulis akademis harus
berkembang di NTT.
Hadirnya NTT Expo sebagai forum kreativitas masyarakat Kota Kupang dan NTT untuk mengembangkan
potensinya? Pendapat Anda?
Saya lebih suka NTT Expo itu menjadi Kupang Fair. Kalau NTT Expo hanya terfokus pada teknologi.
Sedangkan Kupang Fair memfokuskan pada pengembangan kreativitas atau industri kreativitas. Ini
sangat potensial untuk dikembangkan di Kupang atau NTT. Pertanyaannya, kita mau bikin apa kalau
Kupang ini menjadi pusat industri kreativitas. Saya sangka banyak yang kita bisa buat. Misalnya, teater,
seni musik, dan sebagainya.
Lho, hanya satu. Membuka isolasi. Jangan pikir isolasi di NTT hanya soal fisik saja. Di NTT ini isolasi
terbesar adalah isolasi kreativitas. Kita bisa menjalin kerja sama dengan Darwin. Sangat menarik bagi
orang Australia untuk menjalin kerja sama bisnis. Konteksnya you punya apa, saya punya apa. Saling
membutuhkan. Ini juga salah satu peran hadirnya NTT Expo ini. Kita bisa menggandeng Bank Dunia
untuk mendapatkan dukungan dana. Bukan untuk minta-minta, tapi maksudnya jelas. Mengapa tidak.
Bisa kita lakukan dengan Bank Dunia. Soal industri kreativitas, saya juga punya obsesi, yaitu Kupang
harus menjadi pusat ilmu bahasa, playground industry. Dengan cara ini kita menguasai dunia dalam
waktu cepat. Misalnya, ada bisnis penerjemah, bahasa mandarin dan sebagainya. Kita di NTT bisa
melakukan hal ini. Selain itu, kita di NTT bisa juga kelola lahan untuk pentas, syuting film dan
sebagainya. Motifnya supaya orang Jakarta datang ke Kupang, datang ke NTT. Di Jakarta, lahan syuting
film sangat sulit.
Bentuk landskapnya sudah lain. Tidak alami. Kalau kita buat di NTT tentu masih asli. Ini yang harus kita
tangkap dan kreatif.
Di NTT bisa dibangun sekolah atau akademi sinematografi. Dalam konteks ekonomi, industri-industri
kesenian menempatkan anak didik selaku pangsa pasar potensial. Pendidikan apresiasi seni yang mereka
kembangkan pun dalam rangka memperbesar volume pemasaran produk-produk seni yang dihasilkan.
Sinematografi pada dasarnya mengembangkan pendidikan apresiasi seni. Konsep muatan lokal dapat
dimanfaatkan sebagai wadah pendidikan apresiasi seni. Sampai saat ini pendidikan apresiasi seni di
sekolah belum ada. Kalaupun hal itu ada, masih tergolong kegiatan-kegiatan insidental atau sesaat dan
tidak terprogram dalam pendidikan. Sekolah tetap melihat hal itu tidak fungsional dan kurang penting.
Di samping dimasukkan ke dalam muatan lokal, pendidikan kesenian biasanya dibawahi dalam berbagai
kegiatan ekstrakurikuler (teater sekolah, sastra, musik). Dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler pun
pendidikan kesenian belum dikembangkan secara maksimal. Hal itu lebih diarahkan sekadar sebagai
tempat untuk menyalurkan hobi anak didik.
Sinematiografi masih tergolong langka. NTT harus menangkap peluang ini. Yang ditemukan, dan hal ini
biasanya di kota-kota, hanyalah kursus-kursus musik, tari daerah dan melukis. Apresiasi atau
penghargaan terhadap seni bermula dari pengertian-pengertian terhadap seni tersebut. Untuk
memahami realitas-realitas multikultur itu, tidak dibutuhkan kemampuan melakoninya, tetapi di atas hal
itu adalah pengetahuan-pengetahuan yang pada akhirnya tahu akan arti multikultur itu.
Di samping berupa materi teoritis, pendidikan apresiasi seni juga dapat memanfaatkan produk-produk
seni yang telah ada (dalam film, dalam rekaman kaset, dan dalam video dokumenter). Seni etnik
tenggelam di NTT, didominasi seni kemasan (musik pop yang semakin diterima sebagai musik nasional
yang tersimpan dalam kaset, VCD, program-program televisi, film-film asing, dan lain-lain).
Untuk mengembangkan industri kreativitas, misalnya di bidang seni, tentu membutuhkan dukungan
sarana dan prasarana seperti buku-buku. Apa konsep Anda sebagai 'mahluk' buku untuk mengisi
pameran buku di NTT Expo?
Saya senang ditokohkan oleh Pos Kupang sebagai 'mahluk' buku. Saya sebagai Sekjen Dewan Buku
Nasional akan membuka jaringan Dewan Buku sampai di Kupang. Misinya, membangun infrastruktur
agar masyarakat NTT gemar membaca buku.
Juga membangun sistem distribusi buku, misalnya buku grafis dan elektronik dan buku-buku lainnya
secara merata sampai ke desa-desa. Bahkan sampai ke Maluku, Irian dan Timor Leste. Dan, pengelola
NTT Expo harus masuk dalam jaringan ini. Di NTT, toko buku harus banyak dibangun, sekolah cukup,
sudah banyak. Kalau banyak toko buku, konsekwensinya harus ada taman bacaan. Kalau ada taman
bacaan berarti buku baru selalu tersedia. Supaya ada buku baru harus ada penulis.
Melalui NTT Expo nanti saya berniat mengembangkan komunitas penulis akademis di Kupang. Untuk
NTT Expo, saya berniat menjadikannya sebagai Book Fair dan Book Centre. Tujuannya untuk mendukung
peningkatan mutu pendidikan di NTT. Selain Book Fair, pengelola NTT Expo harus menjadi penggerak
toko buku mobile, toko buku voluntir sampai ke desa-desa. Dengan demikian di desa ada perpustakaan
mini. Untuk mendukung obsesi ini, saya akan mengajak 50-100 penerbit untuk mengisi pameran buku di
NTT Expo yang dilakukan secara periodik.
Jadi, jangan main-main, NTT Expo ini kalau di-manage dengan baik menjadi bagian dari kegiatan
internasional, dunia. Setidak-tidaknya menurut versi kita. Makanya Bank Dunia harus terlibat. Kita harus
buat bagaimana caranya Bank Dunia terlibat dalam pekerjaan ini, khususnya soal dana.
Betul itu. Misi dari predikat Kupang sebagai pelabuhan samudera itu agar seluruh komoditi perdagangan
terkonsentrasi di Kupang. Kupang harus menjadi gudang. Misalnya, pengolahan agribisnis yang
dilakukan di Flores semuanya diarahkan ke Kupang.
Demikian pun Pulau Timor dan Sumba sebagai kawasan ternak. Gudang dari semua ini harus di Kupang.
Ini harus dijawab bagi pengembangan kawasan industri Bolok ke depan. Porosnya Kupang-Darwin-
Kupang-Menado. Mudah-mudahan lobi dengan Bank Dunia bisa kita lakukan untuk mendapatkan
bantuan untuk menyukseskan pekerjaan besar ini. Dengan cara ini kita dapat mengubah wajah NTT.
Dengan demikian Kupang menjadi service city dan creative city.
Posisi Kupang sebagai pelabuhan samudera menempatkan Darwin sebagai mitra dagang utama!
Pendapat Anda?
Ya, masa depan NTT itu ada di Darwin. Selain karena kedekatan, kita di NTT bisa melakukan kebebasan
berusaha. Dengan demikian kita dapat bersaing di kancah global asalkan kita punya jurus, punya kiat,
harus punya semuanya. Jangan paksa diri ke Singapura. Mengapa tidak bemitra dengan kawasan
terdekat. Ya, otonomi daerah itu seperti ini. Kita bisa menentukan mitra bisnis yang tepat.
Media NTT Expo berperan besar mencitrakan Kupang sebagai Pelabuhan Samudera!
Ya, kampanyenya melalui NTT Expo atau Kupang Fair. Melalui NTT Expo, kita harus bisa mengontrol
harga komoditi. Ini salah satu perannya. Karenanya NTT Expo harus dilengkapi dengan teknologi
informasi (IT) untuk membantu masyarakat agar mendapatkan informasi terkini perihal harga komoditi
di pasaran. Lembaga koperasi harus digandeng untuk bermitra, semangat wirausahanya harus dibenahi.
Ini wadah kerja sama dengan NTT Expo.
Misalnya, Darwin butuh paronisasi peternakan, kita perkuat koperasi peternakan. Bisa juga untuk bidang
lainnya. Singkatnya, melalui NTT Expo penggunaan dan harga komoditi ekspor dari NTT harus bisa
dilacak. Jadi, penting adanya kontrol harga. Distribusi juga harus diawasi agar masyarakat tidak
dirugikan. Kita juga harus cari industri mana yang menjadi primadona di NTT. Ini penting supaya kita
jangan didikte oleh pasar.
Kita harus bisa bersaing. Intinya, memperjuangkan apa yang dibutuhkan masyarakat. Ini utama. Soal
profit tentu berjalan dengan sendirinya kalau masyarakat percaya produk kita. Ini kredibilitas usaha, inti
dari usaha. Kita juga harus bisa prediksikan keuntungan, tapi bukan itu yang utama.
Terimplisit dari penjelasan Anda, melalui NTT Expo, Kupang harus menjadi Information City!
Itu benar. Jadi, Kupang harus menjadi pusat informasi, Information City. Misalnya, seperti yang saya
jelaskan tadi, melalui NTT Expo masyarakat Kupang dan NTT umumnya mendapatkan informasi akurat
tentang perkembangan harga-harga komoditi di pasaran.
Atau informasi tentang peningkatan keterampilan seperti kursus-kursus keterampilan. Atau informasi
apa saja. Semua ini ada konsekwensinya seperti kelengkapan berbagai fasilitas, misalnya radio
komunikasi, jaringan komputer, operation room dan sebagainya. Jadi, wartawan pun bisa mengakses
informasi itu dari NTT Expo.
Informasi-informasi yang disediakan juga diharapkan berguna bagi mahasiswa melalui penyediaan buku
referensi tentang pembangunan, lingkungan, ekonomi, kemiskinan, energi, bahkan tentang korupsi.
Buku-buku dan informasi sering dimanfaatkan mahasiswa untuk membuat skripsi, juga bagi dosen untuk
referensi mata kuliah.
Mitra NTT Expo dengan koperasi sangat tepat. Apalagi saat ini Pemerintah Propinsi NTT menjadikan
Flobamora sebagai propinsi koperasi!
Koperasi jangan besar di kampung saja. Perannya harus mendunia. Jika koperasi maju, kita pasti bisa
bersaing dalam memasarkan produk atau komoditi. Saya minta usahawan-usahawan muda di NTT harus
berperan membangun koperasi.
Melirik komoditi apa yang bisa dikembangkan, dipasarkan. Jangan melulu simpan pinjam. Cari yang
monumental. Bila perlu usahawan-usahawan muda di NTT harus tergabung dalam wadah Funisia
(Forum Usahawan Ekumene Indonesia). Wadah ini sangat mendukung koperasi. Misalnya, dengan
membentuk konsorsium semacam leadership coorporation. Jadi, kita harus kompak untuk
memenangkan pertandingan bisnis.
Mengapa lahan ini tidak dilirik. Saya minta usahawan muda di NTT memanfaatkan NTT Expo untuk
mengembangkan industri kreatif. Misalnya, buka kursus teater, MC, kursus gitar, viol, kursus bahasa
Inggris, pelatihan-pelatihan keterampilan, grafika, desain, tataboga dan sebagainya. Juga
mengembangkan konser. Semua ini harus jadi andalan industri kreatif. Jadi, semua aktivitas ini harus
ada di Fatululi sehingga hidup sepanjang hari, waktu.
Saya harapkan NTT Expo ini harus ada kaitannya juga dengan musik. Musik di NTT harus menjadi garam
dan terang yang menghidupkan. Gereja juga harus berperan mengembangkannya. Jadi, harus ada
konsentrasi usaha. Ini pekerjaan rumah untuk usahawan-usahawan muda NTT.
Ini organisasi profesi usahawan. Bersifat umum tetapi juga eksklusif, terbatas karena terikat kondisi
fungsional tertentu. Semangat dasar dalam membangun Funisia di tengah kehidupan masyarakat di
masa yang akan datang mengambil model dinamika sebuah organisme, yang berarti sebuah tubuh yang
bersifat dinamis dan dipenuhi oleh Roh Kudus.
Funisia menggabungkan diri dalam gerakan spiritual yang sudah dirintis oleh kelompok usahawan
Indonesia selama ini dalam menanggapi tantangan besar yang semakin memasuki sendi-sendi
kehidupan masyarakat yang berasal dari sumber-sumber sekularisme dalam proses globalisasi.
Tujuannya?
Lagi, soal NTT Expo. Pengelola, PT Alfa Beta Tapili, bertekad mendesain NTT Expo secara profesional. Tak
hanya menata fisik berupa gedung yang bagus, tetapi juga 'menunya'!
Ya, supaya berhasil harus ada tekad. Kalau NTT Expo ini sudah berjalan sesuai harapan, maka sudah
sepantasnya pemerintah memberikan REWARD atau penghargaan kepada para penggagas dan
pengelola NTT Expo. Mengapa harus ada reward? Karena NTT Expo akan menjadi cikal bakal perubahan
struktur ekonomi dan kebutuhan masyarakat banyak, khususnya untuk Kota Kupang. *
Tweet
Google+
Berita Terkait
Komentar
Privacy Policy
Kontak Kami
Tentang Kami
Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan terhadap pembangunan Subasuka Waterpark karena proyek ini dinilai dapat meningkatkan ekonomi lokal dan menyediakan hiburan yang dibutuhkan masyarakat . Bentuk dukungan yang diberikan termasuk mempermudah perizinan usaha dengan kebijakan izin gratis dan memfasilitasi penyediaan air yang menjadi kebutuhan utama waterpark .
Subasuka Waterpark direncanakan menyediakan fasilitas seperti berbagai jenis permainan air, termasuk seluncuran dan kapal perairan dengan tema bajak laut, serta kedai makanan murah . Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat setempat dengan harga terjangkau, sehingga semua lapisan masyarakat bisa menikmati wahana tersebut .
Pembangunan Subasuka Waterpark dianggap penting karena memberikan hiburan bagi masyarakat Kota Kupang yang 'haus hiburan' serta membuka peluang kerja bagi pemuda-pemudi setempat . Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mencegah masyarakat keluar kota untuk mencari hiburan, dengan menawarkan fasilitas rekreasi yang beragam . Dukungan pemerintah dalam bentuk penyediaan perizinan gratis dan ketersediaan air menunjukkan bahwa pemerintah melihat wahana ini sebagai kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi lokal .
Hadirnya Subasuka Waterpark diharapkan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga Kota Kupang, khususnya bagi tenaga kerja dari kalangan muda. Pembangunan ini dirancang untuk merekrut tenaga kerja lokal, yang akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat dan ekonomi lokal secara keseluruhan .
NTT Expo berperan dalam mendukung pengembangan industri kreatif di Kupang dengan menjadi ajang yang memfokuskan pada pengembangan kreativitas dan industri. Expo ini membantu menghadirkan platform bagi seniman dan pengusaha untuk memamerkan karya dan jasa mereka, serta menjadikan Kupang sebagai pusat kreatif yang dapat menarik perhatian baik lokal maupun internasional .
Pembangunan Subasuka Waterpark sejalan dengan strategi pemerintah untuk meningkatkan ekonomi lokal dengan membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat dan mengurangi kebutuhan untuk keluar kota dalam mencari hiburan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan lokal . Pemerintah juga memperkenalkan kebijakan izin usaha gratis untuk mempermudah pengusaha dalam berinvestasi, yang diharapkan dapat mendorong lebih banyak inisiatif bisnis serupa .
Aspek harga menjadi faktor penting bagi kesuksesan Subasuka Waterpark karena waterpark ini menargetkan semua lapisan masyarakat kota Kupang. Dengan menetapkan harga yang terjangkau, pengelola memastikan bahwa fasilitas rekreasi ini dapat diakses oleh banyak orang, sekaligus memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat dengan biaya yang dapat dijangkau .
Menurut Don Putra Gotama, Subasuka Waterpark berkontribusi pada pengembangan wisata di Kupang dengan menjadikan area sekitar Pasir Panjang sebagai destinasi pariwisata yang diandalkan. Waterpark ini dirancang untuk semua lapisan masyarakat dengan harga yang terjangkau, serta dilengkapi dengan berbagai permainan air dan kedai makanan murah, yang menambah daya tarik wisata daerah tersebut .
Kehadiran Subasuka Waterpark diharapkan dapat meningkatkan citra Kota Kupang sebagai destinasi internasional dengan menawarkan fasilitas rekreasi modern yang dapat bersaing dengan fasilitas di kota lain. Ini akan menarik lebih banyak pengunjung, baik domestik maupun internasional, serta melengkapi posisi Kupang sebagai service city dengan potensi pariwisata yang menarik .
Tantangan utama dalam pembangunan Subasuka Waterpark adalah ketersediaan air yang memadai, mengingat waterpark memerlukan air dalam jumlah besar. Untuk mengatasi hal ini, pihak pengelola, Don Putra Gotama, meminta dukungan dari PDAM Kota Kupang agar membantu menyediakan air yang dibutuhkan untuk operasional waterpark .