CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi No. Halaman
RSGM
GUSTI HASAN AMAN SPO/ / / /APK 1 dari 1
[Link]
No. 28
Telp. 0511 674 2553 Banjarmasin
Ditetapkan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman
Banjarmasin
Tanggal terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL [Link] RIANTA HUTASOIT, [Link]
............................2017 Pembina Tk I
(SPO)
NIP.19710924 200003 2 006
Code blue adalah penanganna pasien yang jatuh pada kegawatdaruratan
PENGERTIAN di lingkungan Rumah Sakit.
TUJUAN Mengatasi kegawatdaruratan medis pasien.
Code Blue dilakukan bila ada pasien yang mengalami kegawatdaruratan,
henti nafas atau henti jantung di lingkungan Rumah sakit sesuai
KEBIJAKAN ketentuan Code Blue berdasar Keputusan Direktur RSGM Gusti Hasan
Aman Nomor / / / 2017 tentang Kebijakan Code Blue di RSGM
Gusti Hasan Aman
PROSEDUR 1. Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam
kondisi cardiac respiratory arrest maka perawat (I) atau first
responder berperan dalam tahap pertolongan, yaitu:
1. Segera melakukan penilaian dini kesadaran korban.
2. Pastikan lingkungan penderita aman untuk dilakukan
pertolongan.
3. Lakukan cek respon penderita dengan memanggil nama atau
menepuk bahu.
4. Meminta bantuan pertolongan perawat lain (II) atau petugas
yang ditemui di lokasi untuk mengaktifkan code blue.
5. Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai dengan tim code
blue tiba
2. Perawat yang lain (II) atau penolong kedua, segera menghubungi
operator telepon 8600 untuk mengaktifkan code blue, dengan
prosedur sebagai berikut:
1. Perkenalkan diri.
2. Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code blue.
3. Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest dengan
lengkap dan jelas, yaitu: nama lokasi atau ruangan.
3. Waktu respon operator menerima telepon 8600 adalah harus
secepatnya diterima, kurang dari 3 kali deringan telepon.
4. Setelah menghubungi operator, perawat II segera membawa troli
emergensi (emergency trolley) ke lokasi dan membantu perawat I
melakukan resusitasi sampai dengan tim Code Blue datang.
5. Setelah tim code blue menerima informasi tentang aktivasi code
blue, mereka segera menghentikan tugasnya masing-masing,
mengambil resusitasi kit dan menuju lokasi
terjadinya cardiac respiratory arrest. Waktu respon dari aktivasi code
blue sampai dengan kedatangan tim code blue di lokasi
terjadinya cardiac respiratory arrest adalah 5 menit.
6. Sekitar 5 menit kemudian, operator menghubungi tim code
blue untuk memastikan bahwa tim code blue sudah menuju lokasi
terjadinya cardiacrespiratory arrest
7. Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah lokasi yang
padat manusia (public area) maka petugas
keamanan (security) segera menuju lokasi terjadinya untuk
mengamankan lokasi tersebut sehingga tim code blue dapat
melaksanakan tugasnya dengan aman dan sesuai prosedur.
8. Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan diputuskannya
bahwa resusitasi dihentikan oleh ketua tim code blue.
9. Untuk pelaksanaan code blue di luar area rumah sakit, seperti area
parker, Tim code blue memberikan bantuan hidup dasar kepada
pasien kemudian segera ditransfer ke Instalasi Gawat Darurat.
10. Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut pasca resusitasi,
yaitu:
1. Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil maka pasien dirujuk
secepatnya ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas.
2. Jika keluarga pasien menolak dirujuk dan meminta dirawat di
ruang perawatan biasa, maka keluarga pasien menandatangani
surat penolakan.
3. Jika resusitasi tidak berhasil dan pasien meninggal, maka lakukan
koordinasi dengan bagian bina rohani, kemudian pasien
dipindahkan ke kamar jenazah.
4. Ketua tim code blue melakukan koordinasi dengan DPJP.
5. Ketua tim code blue memberikan informasi dan edukasi kepada
keluarga pasien.
11. Anggota Tim code blue mendokumentasikan semua kegiatan dalam
rekam medis pasien.
1. TIM code blue
UNIT TERKAIT 2. IGD
3. Instalasi Rawat jalan