Paper Audit
Paper Audit
Disusun Oleh:
Cut Nyak Farisa Nuzulya Machmud
1
STATEMENT OF AUTHORSHIP
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan tugas akhir dengan baik dan tepat waktu. Tugas akhir yang berjudul
Analisa Kasus Laramie Wire Manufacturing menggunakan prosedur analitis
sebagai dasar analisanya. Tersusunnya makalah ini tak terlepas dari bantuan dosen
mata kuliah Pengauditan 1 penulis yaitu Bapak Saptoto Agustomo S.E.,M.M. dan
Bapak Hendang Tanusdjaja S.E, M.M., CPA.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu, penulis selalu terbuka terhadap kritik dan saran yang
bersifat membangun dari pembaca. Penulis berharap bahwa apa yang tertulis
dalam tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis, dan para pembaca.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1
auditor dalam mengidentifikasi potensi risiko dan permasalahan yang akan
membutuhkan pengujian substantif yang lebih luas selama tahap pengumpulan
bukti.
2
Pada tahun 1991, Laribee mengajukan bankruptcy-court-protection.
Investigasi yang dilakukan oleh akuntan, pengacara, dan ahli bankruptcy
menunjukan bahwa mayoritas persediaan Laribee fiktif. Sebagian persediaan
tersebut dilaporkan pada angka yang di atas harga wajar. Produk kabel
tembaganya yang dilaporkan pada harga $2.2 per pon, dijual pada harga $1.70
sampai dengan $1.75 per pon. Pengiriman persediaan antarpabrik dilaporkan
sebagai persediaan pada kedua pabrik. Bahkan, ditemukan bahwa
pengirimannyapun fiktif. Tembaga batangan Laribee dilaporkan bernilai lebih dari
$5 juta. Tembaga tersebut dikatakan disimpan pada dua pabrik Laribee. Walau
begitu, investigasi menemukan bahwa kuantitas tembaga batangan yang
dilaporkan Laribee membutuhkan kapasitas gudang yang berukuran tiga kali
kapasitas gudang yang sebenarnya tersedia.
Kasus Laribee merupakan salah satu overstatement persediaan terebesar,
dengan nilai inventory fraud yang mencapai $5.5 juta pada tahun 1998. Apabila
Laribee melaporkan laporan keuangannya dengan wajar, maka harusnya Laribee
melaporkan kerugian $6.5 juta.
Pada tahun 1991, berbagai bank dan kreditor menuntut Deloitte & Touche
pada pengadilan di Texas, Illinois, North Carolina dan New York karena dianggap
malpraktik dan gagal mendeteksi manipulasi akuntansi yang dilakukan Laribee.
Selain KAP itu sendiri, salah satu partner KAP yang bertanggung jawab atas audit
Laribee juga dituntut.
Ternyata, selama proses audit tersebut, auditor yang melakukan
pengecekan pesediaan mengalami pengalaman audit kurang lebih dari tiga tahun.
Bahkan, partner yang bertanggung jawab atas audit tersebut, tidak pernah hadir
pada perhitungan persediaan tahunan. Deloitte tidak mengakui kesalahannya dan
menyatakan bahwa audit tersebut dilakukan sesuai dengan standar audit.
3
BAB II
LANDASAN TEORI DAN ANALISIS
Menurut ISA 520, prosedur analitis adalah evaluasi atas laporan keuangan
melalui analisis hubungan yang masuk akal antara informasi keuangan dengan
informasi non-keuangan. Prosedur analisis juga mencakup investigasi yang
diperlukan terkait adanya identifikasi fluktuasi atau hubungan yang inkonsisten
dengan informasi relevan, atau yang berbeda dari nilai yang diekspektasikan
dalam jumlah yang signifikan. Proserdur analitis memungkinkan auditor utuk
memastikan apakah angka-angka tersebut masuk akal atau tidaknya.
Planning
Pada tahap planning, prosedur analitis digunakan untuk mengidentifikasi
perubahan yang tidak biasa pada financial statement atau perubahan yang
diekspektasikan tidak muncul, dan adanya resiko yang spesifik. Pada tahap ini,
prosedur fokus pada balance akun pada laporan keuangan dan hubungannya.
Area-area yang berisiko tersebut menjadi dasar dari perencanaan sifat, waktu dan
luas dari prosedur audit serta pengumpulan bukti audit.
Substantive Testing
Pada tahap substansive testing, prosedur analitis digunakan untuk memastikan
bahwa laporan keuangan tidak mengandung salah saji yang material. Pada tahap
4
ini, prosedur analitis fokus terhadap faktor yang mempengaruhi account balances
dengan mengekspektasikan bagaimana akun tersebut seharusnya.
Overall Review
Pada tahap overall review, prosedur analitis digunakan untuk membantu auditor
dalam menilai bahwa seluruh fluktuasi yang siginifikan dan item yang tidak biasa
sudah dapat dijelaskan dan keseluruhan dari financial statement presentation
sesuai dengan hasil audit dan pengertian bisnis. Menurut ISA 520, auditor harus
melakukan prosedur analitis pada bagian akhir audit untuk membantu auditor
ketika membuat kesimpulan akhir mengenai konsisten tidaknya laporan keuangan
terhadap pengertian auditor akan entitas. Prosedur analitis pada tahap review
membantu dalam menentukan kewajaran dari laporan keuangan dan
mengidentifikasi area yang membutuhkan prosedur lanjutan.
Analisis Tren
Analisis tren adalah analisis perubahan pada salah satu akun atau rasio setiap
waktu sehingga jumlah akun pada satu waktu dapat dibandingkan dengan waktu
yang lain. Analisis tren akan efektif bila digunakan pada akun yang jumlahnya
sudah dapat diprediksi atau sudah diketahui seperti biaya sewa. Semakin stabil
operasi yang dimiliki perusahaan maka akan semakin terprediksi hubungan dan
semakin sesuai penggunaan dari multiple periods.
Analisis Rasio
Analisis rasio adalah pembandingan hubungan antara akun pada laporan
keuangan, pembandingan suatu akun dengan data non-finansial, atau
perbandingan antara hubungan perusahaan dalam industri. Analisis rasio akan
sesuai apabila digunakan ketika hubungan antar akun dapat diprediksi atau stabil.
Jenis analisis ini lebih efektif dibanding analisis tren karena perbandingan antara
balance sheet dan income statement akan selalu mengalami fluktuasi. Ada
berbagai jenis Ratio Analysis yaitu: (1) rasio perbandingan data klien dan data
5
industry, (2) rasio perbandingan data klien dengan data periode sebelumnya, (3)
rasio perbandingan data klien dengan hasil yang diharapkan klien, (4) rasio
perbandingan data klien dengan hasil yang diekspektasikan oleh auditor, dan (5)
rasio perbandingan data klien dengan hasil yang diekspektasikan berdasarkan data
non-finansial.
Reasonable Testing
Reasonable testing adalah analisis terhadap account balance atau
perubahan pada account balance dalam periode akuntansi atas hubungan antar
akun yang sudah diekspektasikan. Hal ini mencakup pengembangan ekspektasi
berdasarkan data finansial, data non-finansial, atau keduanya. Berbeda dengan
kedua analisis yang sudah dijelaskan, reasonable testing menggunakan informasi
untuk mengembangkan prediksi atas account balance dengan mempertimbangkan
jumlah barang yang terjual, harga per unit, struktur harga yang berbeda, dan
pengetahuan akan industri.
6
b) Fase 2 membandingkan nilai-nilai ekspektasi dengan nilai tercatat oleh
entitas
c) Fase 3 investigasi terkait penjelasan yang memungkinkan atas perbedaan
yang muncul antara nilai eksepktasi dengan yang tercatat
d) Fase 4 evaluasi terhadap dampak yang dihasilkan oleh perbedaan nilai
ekspektasi dan yang tercatat oleh entitas terhadap audit dan laporan keuangan.
2.2 ANALISIS
7
[Link] Analisis Rasio
8
Persentase perubahan utang usaha
Pada tahun 2004-2005, utang usaha meningkat sebesar 5.88%. Peningkatan
tersebut relatif kecil jika dibandingkan peningkatan persediaan plastik (23.35%),
tembaga batangan (59.09%) dan kabel tembaga (40.75%). Karena kesenjangan
yang cukup signifikan antara peningkatan hutang usaha dan persediaan, maka
auditor harus memeriksa lebih lanjut akun persediaan.
9
yang ditempati berdasarkan perhitungan analisis dari data laporan keuangan
melebihi kapasitas ruangan itu sendiri. Oleh karena itu, auditor harus memberi
perhatian lebih akan hal ini.
10
dengan asersi existence pada akun persediaan plastik dan kabel tembaga
serta asersi completeness pada akun utang usaha..
Nilai dari persediaan meningkat secara signifikan yaitu 23.35% untuk
plastik, 59.09% untuk tembaga batangan, dan 40.75% untuk persediaan
kabel tembaga meningkat sebesar 40.75%. Kenaikan persedian disertai
dengan penurunan inventory turnover yaitu sebesar -31.44%. Selain itu,
persentase persediaan terhadap penjualan naik dari 36.90% pada 2004
menjadi 53.30% pada 2005. Kenaikan persedian yang signifikan harus
diperiksa lebih lanjut dengan mempertimbangkan asersi existence dan
valuation.
11
BAB III
KESIMPULAN
12
DAFTAR PUSAKA
Berton, Lee. Convenient Fiction: Inventory Chicanery Tempts More Firms, Fools
More Auditors --- A Quick Way to Pad Profits, It Is Often Revealed Only
When Concern Collapses --- A Barrel Full of Sweepings The Wall Street
Journal, December 14, 1992, p. A1.
Hayes, R. S., Schilder, A., Dassen, R., & Wallage, P. (2014). Principles of
Auditing: An Introduction to International Standards of Auditing (Third
ed.). Ediburgh: Pearson Education
Glover, S. M., Prawitt, D. F., Beasley, M. S., & Buckless, F. A. (2008). Auditing
Cases: An Interactive Learning Approach (Third ed.). Upper Saddle River,
NJ: Pearson/Prentice Hall.
xiii
ISBN: 0-536-44690-3
Auditing Cases:An Interactive Learning Approach, Third Edition, by Mark [Link], Frank [Link], Steven [Link], and Douglas [Link] by Prentice
[Link] 2006 by Pearson Education, Inc.
ISBN: 0-536-44690-3
Auditing Cases:An Interactive Learning Approach, Third Edition, by Mark [Link], Frank [Link], Steven [Link], and Douglas [Link] by Prentice
[Link] 2006 by Pearson Education, Inc.
ISBN: 0-536-44690-3
Auditing Cases:An Interactive Learning Approach, Third Edition, by Mark [Link], Frank [Link], Steven [Link], and Douglas [Link] by Prentice
[Link] 2006 by Pearson Education, Inc.
ISBN: 0-536-44690-3
Auditing Cases:An Interactive Learning Approach, Third Edition, by Mark [Link], Frank [Link], Steven [Link], and Douglas [Link] by Prentice
[Link] 2006 by Pearson Education, Inc.
WALL STREET JOURNAL EXCERPTS
LARIBEE WIRE MFG.1
How an audit can misfire is illustrated by the way Deloitte & Touche,
the auditors of Laribee Wire Mfg. Co., failed to realize that the New
York copper-wire maker was buoying a sinking ship by creating
fictitious inventories. Laribee was plagued by huge debt--almost seven
times its equity--generated by a major acquisition in 1988. Meanwhile,
its sales to the troubled construction industry, its major customer for
copper wire, were declining. In 1990, Laribee borrowed $130 million
from six banks. The banks say they relied on the clean opinion that
D&T gave Laribees financial statements for 1989, when the company
reported $3,000,000 in net income. A major portion of the loan
collateral consisted of Laribees inventories of the copper rod used to
draw wire at its six U.S. factories.
But after Laribee filed for bankruptcy-court protection in early 1991, a
court-ordered investigation by other accountants, attorneys and
bankruptcy specialists showed that much of Laribees inventory didnt
exist. Some was on the books at bloated values. Certain wire-product
stocks carried at $2.20 a pound were selling at only $1.70 to $1.75 a
pound. Shipments between plants were recorded as stocks located at
both plants. Some shipments never left the first plant, and
documentation supposedly showing they were being transferred to the
second plant appeared to be largely fictitious, the report to the court
found. And 4.5 million pounds of copper rod, supposedly worth more
than $5 million, that Laribee said it was keeping in two warehouses in
upstate New York would have required three times the capacity of the
buildings, the report said.
It was one of the biggest inventory overstatements Ive ever seen,
says John Turbidy, the court-appointed trustee. He estimates that
inventory fraud contributed $5.5 million before taxes to Laribees 1989
results. Absent this fraud and other accounting shenanigans, Laribee
would have reported a $6.5 million loss instead of the profit, he adds.
Laribees previous top management declines to comment.
Banks and other creditors sued D&T in state courts in Texas, Illinois,
North Carolina, and New York earlier this year for unspecified
damages, charging it with malpractice and gross negligence in failing to
spot the accounting manipulations at Laribee. A suit filed by Asarco
Inc., a copper producer and Laribee creditor, accuses Mel
Dobrichovsky, the Deloitte partner who oversaw Laribees audit, of
fraud in missing the inventory scam and other improper audit practices.
The auditor was either taken in or missed the obvious, Mr. Turbidy
says. Giving the auditors the benefit of the doubt, I assume that it was
inexperience on their part because some who showed up at Laribees
plants were fresh out of college. Otherwise, how could they have
overlooked such blatant manipulations?
James T. Simmons, Laribees former vice president for operations, says
a firm later merged into Deloitte sent three to five auditors with three
years or less experience to the plants to check inventory. He recalls:
The faces kept changing and there was little continuity. According to
several Laribee employees, a standing joke at the plants was that the
next outside auditor would be fresh out of high school. Mr. Simmons
adds that Mr. Dobrichovsky never showed up at the plants during
annual inventory counts. Mr. Dobrichovsky, who left D&T at the end
of 1990, declines to comment. Deloitte denies any wrongdoing and
says the audits were done in accordance with professional standards.
1 Berton, Lee, Convenient Fiction: Inventory Chicanery Tempts More Firms, Fools More
Auditors --- A Quick Way to Pad Profits, It Is Often Revealed Only When Concern Collapses ---
A Barrel Full of Sweepings, The Wall Street Journal, December 14, 1992, p. A1.