100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
143 tayangan30 halaman

Strategi Pemasaran Unilever Indonesia

PT Unilever Indonesia Tbk menerapkan strategi dan taktik bisnis melalui pendekatan pemasaran yang terintegrasi dan berfokus pada peluang pasar, serta membangun kesetiaan pelanggan dan pemasok. Perusahaan juga menerapkan diferensiasi produk, segmentasi pasar, dan regionalisasi untuk meningkatkan daya saing.

Diunggah oleh

mutmainnah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
143 tayangan30 halaman

Strategi Pemasaran Unilever Indonesia

PT Unilever Indonesia Tbk menerapkan strategi dan taktik bisnis melalui pendekatan pemasaran yang terintegrasi dan berfokus pada peluang pasar, serta membangun kesetiaan pelanggan dan pemasok. Perusahaan juga menerapkan diferensiasi produk, segmentasi pasar, dan regionalisasi untuk meningkatkan daya saing.

Diunggah oleh

mutmainnah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI & TAKTIK

1. Perbedaan strategi dan taktik perusahaan

Menurut kamus wikipedia, strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan
pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Kata strategi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya komandan militer
pada zaman demokrasi Athena.

Sedangkan taktik adalah cara pencapaian tujuan dalam tingkat operasional pelaksanaan yang
mempunyai rentang waktu yang relatif pendek.

Sementara kata strategi sendiri apabila digunakan pada bidang-bidang tertentu akan mempunyai
arti yang lebih spesifik, misalkan dalam bidang organisasi perusahaan maka kata strategi dapat
mempunyai arti penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang suatu perusahaan dan alokasi sumber
daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu.

Kata strategi dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
perencanaan Pembangunan Nasional, mempunyai pengertian adalah langkah-langkah berisikan
program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.

Sedangkan menurut Fitri Lukiastuti Kurniawan dalam bukunya yang berjudul Manajemen Strategik
dalam Organisasi perbedaan istilah stratregi dan taktik adalah :

1. Dari sudut pandang tingkat perilaku, strategi dikembangkan pada manajemen tingkat
puncak dan berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam level puncak, sedangkan
taktik dirumuskan pada tingkat manajemen yang lebih rendah.
2. Berdasarkan tingkat keteraturannya, perumusan strategi adalah berkesinambungan namun
tidak teratur karena harus menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi. Sementara. Taktik
ditentukan atas dasar siklus periodik dengan jangka waktu relatif tetap, seperti hanya
anggaraan tahunan.
3. Atas dasar jumlaha alternatif kemungkinan, strategi mempunyai lebih banyak pilihan
daripada taktik.
4. Dari sisi rentang waktu, strategi lebih mengarah kepada jangka panjang, sedangkan taktik
lebih mengacu pada hasil dalam jangka pendek.
5. Mengingat bahwa taktik diterapkan pada tingkatan hirarki yang lebih rendah, maka taktik
cenderung lebih rinci tergambar.

IMPLEMENTASI STRATEGI & TAKTIK PADA PERUSAHAAN

Nah,setelah kita mengetahui perbedaan dari kedua kata tersebut saya akan membahas penerapan
Manajemen Strategi dan taktik di perusahaan PT. Unilever Indonesia Tbk.

PT. Unilever Indonesia Tbk. adalah Perusahaan multinasional yang memasarkan berbagai barang
konsumen untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari
dengan produk-produk yang membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan
lebih menikmati kehidupan.

Di dalam menghadapi persaingan antar perusahan, PT. Unilever Indonesia Tbk sudah menyiapkan
strategi dan taktik dalam menghadapi persaingan-persaingan antar perusahaan,untuk memudahkan
kita memahami bagaimana [Link] melakukan penestrasi pada pasar , saya membagi ada
beberapa cara unggulan yang di lakukan perusahaan ini ,antara lain :

Ada beberapa cara jitu yang dlakukan perusahaan ini agar dapat tetap bersaing di tengah ketat nya
pasar terutama dari pesaing-pesaing mereka, pesaing utama unilever adalah Prector & Gamble dan
Kraft Foods memiliki penjualan di kira-kira 140-150 negara yang berbeda pada tahun 2003 dan
Nestle, termasuk saingan utama unilever, memiliki penetrasi pasar di hampir setiap negara di dunia.
Pesaing-pesaing lainnya :PT Wings, PT Kao, PT Mandom, PT Johnson & Jhonson. Selain itu, Unilever
harus mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi trend dan kebutuhan konsumen dan kemudian
memenuhi kebutuhan mereka dengan berbagai cara yang bisa di terima masyarakat antara lain
dengan strategi pemasaran;

1. DIFERENSIASI PRODUK

Produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi Unilever tetap
mempertahankan kualitas produknya. Baik itu kemasan yang botol kaca, sachet, botol kecil dan
masih banyak lagi kemasannya.

2. BERFOKUS PADA PELUANG PASAR


Produk Unilever menggunakan sistem informasi pelanggan yang beda dengan yang lain,produk
masuk kedalam pasar dengan cara mempromosikan barang-barangnya dengan cara terjun langsung
ke masyarakat dengan bukti-bukti kualitas secara real, misalnya dengan diadakannya perlombaan-
perlombaan kepada masyarakat perbandingan antara produk Unilever dengan produk-produk pesaing
lainnya.

3. MENGUATKAN KEAKRABAN PELANGGAN DAN PEMASOK

Menggunakan sistem informasi untuk memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal
produksi dan bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan kapan mengirim
pasokan kepada pemasok. Selain itu Unilever juga melakukan tanya jawab konsumen dan membuat
suara konsumen tempat para konsumen mengeluh dalam [Link] Indonesia, promosi yang
dilakukan paling banyak melalui media elektronik. Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang
dilakukan PT. Unilever Indonesia tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak juga melalui media
cetak,sponsorship, mengadakan event-event .

4. SEGMENTASI PRODUK

Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap produk, sehingga membagi pasar produk
sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux (untuk kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun
Lux), Lifebuoy (Kesehatan-keluarga) dan Dove (kecantikan sejati karena cantik itu tidak mengenal
usia, ras dan batasan yang lain sera menonjolkan keistimewaan formulanya yang hingga kini belum
bisa dicontoh oleh produsen sabun dimanapun), atau bagaimana Sosro membagi konsumennya
berdasarkan jenis produk teh botol Sosro (umum), Estea (menyukai volume/isi lebih banyak) dan
Fruit tea (anak muda/khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah & cenderung suka rasa
manis).Unilever tidak saja menjawab kebutuhan pasarnya tetapi juga memastikan kempetitornya
untuk berfikir beberapa kali sebelum menyemplungkan diri kekancah persaingan tersebut.

Pendekatan penjualan dan promosi penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancang dengan
menerapkan pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasan tertentu. Unilever
sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memiliki pabrik-pabrik atau juga cabang
perusahaan di tiap-tiap negara. Hal ini dilakukan agar setiap negara dapat membeli produk yang
sesuai dengan keinginan dan kebiasaan mengkonsumsi produk yang sangat erat hubungannya
dengan cita rasa negaranya.

Unilever telah membuka cabang perusahaan di Indonesia. Untuk lebih dikenal oleh masyarakat
indonesia dan bisa mendapat hati masyarakat Indonesia maka Unilever membuat produk yang sesuai
dengan cita rasa Indonesia seperi kecap Bango. Kecap merupakan makanan yang terbuat dari kacang
kedelai. Bisa dibilang kecap merupakan makanan yang khas dari Indonesia.

Untuk itu Unilever membuat produk kecap bango untuk di konsumsi masyarakat Indonesia. Walau
kecap bango bukan produk asli buatan unilever namun nama Unilever lebih terkenal karena kecap
bango sekarang ini merupakan produk yang dikembangkan oleh Unilever. Terlebih iklan yang
ditampilkan di media tentang produk kecap bango sangat mencerminkan negara Indonesia. Dengan
model-model yang berasal dari Indonesia, ini akan lebih membangun image Unilever dimata
konsumen di Indonesia. Konsumen akan mempunyai keinginan untuk membeli produk kecap bango
karena terkesan melihat iklan yang ditampilkan tersebut. Walaupun konsumen hanya coba-coba
membeli merek tersebut namun setidaknya produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat.

Oleh karena itu, kualitas sangat penting dalam pembuatan produk. Karena walaupun promosi yang
dilakukan perusahaan sangat baik namun jika kualitas yang ditawarkan tidak diperhatikan maka
promosi yang dilakukan bisa dibilang sia-sia saja.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGI
PADA PT. UNILEVER Tbk

Strategi Teknologi Informasi

Banyak strategi yg digunakan perusahaan khususnya dibidang teknologi informasi untuk


meningkatkan efisiensi perusahaan. PT unilever menjalankan Komunikasi pasar terpadu (Integrated
Marketing Communication/IMC). Strategi ini merupaka upaya perusahaan untuk memadukan dan
mengkoordinasikan semua saluran komunikasi untuk menyampaikan pesannya secara jelas, konsisten
dan berpengaruh kuat tentang organisasi-organisasi produknya.

IMC (menurut buku Advertising Management; chapter 3) adalah sebuah konsep dari perencanaan
komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari rencana komprehensif yang
mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasimisalnya periklanan umum, respon
langsung, sales promotion, dan PRdan mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk memberikan
kejelasan, konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal.

Secara sederhana-nya IMC dapat diartikan sebagai Proses dari pengelolaan customer relationships
yang menggerakkan brand value. Sedangkan secara spesifik, IMC dapat diartikan sebagai proses
yang mempunyai fungsi bersilang dalam menciptakan dan memelihara hubungan yang
menguntungkan dengan customer dan stakeholder lainnya dengan mengontrol dan mempengaruhi
secara strategis semua pesan yang terkirim kepada kelompok ini serta menggerakkan dialog dengan
maksud tertentu kepada mereka.
Integrated Marketing Communication (IMC) adalah satu dari sekian proses yang tersedia guna
membina hubungan dengan customer. Apa yang membedakan IMC dengan proses customer-centric
lainnya adalah dasar dari proses tersebut adalah komunikasi, yang merupakan jantung dari semua
hubungan, dan juga merupakan proses yang sirkuler.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, konsep dasar dari IMC adalah komunikasi. Dengan komunikasi
ini, IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan positif dan meminimalkan pesan negatif dari suatu
brand, dengan sasaran menciptakan dan menyokong brand relationship. Untuk membangun
hubungan jangka panjang, IMC juga digunakan untuk membangun dan memperkuat brand. Brand
relationship yang positif juga akan menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai dari pemegang
saham perusahaan tersebut.

Semakin banyaknya istilah IMC yang dipakai oleh para praktisi dan pakar pendidikan, namun tidak
ada istilah yang benar-benar disetujui tentang apakah IMC itu? Tapi ada dua ide pokok mengenai
IMC: (Sumber: buku Advertising Management)

komunikasi pemasaran yang bersifat [Link] adalah, walaupun elemen komunikasi


pemasaran yang digunakan berbeda-beda dalam meraih konsumen namun semua itu harus dapat
dikoordinasi dengan cara yang tepat oleh berbagai organisasi dan agensi yang bekerja pada elemen-
elemen yang berbeda tersebut

Komunikasi yang berintegrasiKomunikasi disini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan brand
awareness atau pencitraan produk yang baik saja, namun juga harus dapat menimbulkan hasil
penjualan yang baik.

STRATEGI PEMASARAN SEMUA PRODUK PT. UNILEVER INDONESIA Tbk.

Seperti kita ketahui, Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen
untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan
produk-produk yang membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih
menikmati kehidupan.

Tujuan Pemasaran

Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen

Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.

Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.

Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.

Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan di atas
rata-rata karyawan dan pemegang saham.

Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup.

Strategi PT. UNILEVER tbk dalam memasarkan produk


Di dalam menghadapi persaingan antar perusahan, PT. UNILEVER,tbk memiliki strategi-strategi dalam
menghadapi persaingan-persaingan antar perusahaan, strategi itu antara lain:

1. KEPEMIMPINAN HARGA RENDAH

Dengan menjaga harga yang rendah dan rak-rak diisi dengan baik menggunakan sistim pengisian
kembali persediaan yang melegenda, wal-mart menjadi pemimpin bisnis eceran di amerika serikat.
Sistem mili wal-mart mengirimkan pesanan atas barang dagang baru secara langsung kepada
pemasok ketika pelanggan membayar pembelian mereka pada [Link] titik pejualan mencatat
kode barang setiap barang yang melewati kasir dan mengirimkan transaksi pembelian langsung
kepada komputer pusat wal-mart. Komputer mengumpulkan pesanan dari semua toko wai-mart dan
mengirimkannya ke pemasok. Pemasok juga dapat mengakses daa penjualan dan persediaan wal-
mart menggunakan teknologi web. Sistem ini mampu membuat wal-mart mempertahankan biaya
rendah sembari menyesuaikan persediaannya untuk memenuhi permintaan pelanggan.

2. DIFERENSIASI PRODUK

Produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi Unilever tetap
mempertahankan kualitas produknya. Baik itu kemasan yang botol kaca, sachet, botol kecil dan
masih banyak lagi kemasannya.

3. BERFOKUS PADA PELUANG PASAR

Produk Unilever menggunakan sistem informasi pelanggan yang beda dengan yang lain, produk
masuk kedalam pasar dengan cara mempromosikan barang-barangnya dengan cara terjun langsung
ke masyarakat dengan bukti-bukti kualitas secara real, misalnya dengan diadakannya perlombaan-
perlombaan kepada masyarakat perbandingan antara produk Unilever dengan produk-produk pesaing
lainnya.

4. MENGUATKAN KEAKRABAN PELANGGAN DAN PEMASOK

Menggunakan sistem informasi untuk memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal
[Link] bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan kapan mengirim
pasokan kepada pemasok. Selain itu Unilever juga melakukan Tanya jawab kepada para konsumen
dan membuat suara konsumen tempat para konsumen mengeluh.

Dalam PT Unilever Indonesia, promosi yang dilakukan paling banyak melalui media elektronik. Namun
dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT. Unilever Indonesia tidak hanya lewat media
elektronik tetapi banyak juga melalui media cetak, sponsorship, mengadakan event-event yang
memasukkan produk-produk dari PT. Unilever seperti Kecap Bango, Pepsodent, Shampo Pantene, dll.
Karena jika promosi yang dilakukan hanya melalui media elektronik maka PT. Unilever Indonesia tidak
mendapatkan keuntungan yang optimal. Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai kalangan dan
tingkatan sosial yang beragam. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati masyarakat semua
kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat. Makna dari iklan yang ditawarkan oleh
perusahaan juga harus bisa dipahami oleh berbagai kalangan, karena iklan adalah salah satu cara
promosi yang bisa dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal.

Selain melalui iklan elektronik proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga menggunakan
berbagai cara, diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang dapat menarik perhatian
pelanggan. Kupon belanja gratis produk unilever adalah salah satu cara promosi yang dilakukan oleh
Unilever, selain itu diskon-diskon yang diberikan juga banyak menarik perhatian pelanggan yang
berasal dari kalangan masyarakat menengah kebawah.
Iklan itu sendiri adalah kandungan utama dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media
bayaran untuk menyampaikan pesan, sementara para klien dan praktisi periklanan memandangnya
hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Iklan ini merupakan bagian dari
bauran promosi, yang terdiri dari pemasaran langsung, PR (Public Relations), promosi penjualan, dan
penjualan personal. Peranan merek produk juga sangat berperan penting, karena merek merupakan
simbol dari sebuah produk yang dipasarkan. Bahkan dalam satu perusahaan terdapat berbagai
macam merek yang berbeda-beda.

Pemasaran berskala besar seperti ini hanya satu daripada beragam program promosi yang dilakukan
Unilever, promosi inter-personal langsung ke pelanggan juga dilakukan oleh Unilever dengan
memberikan keuntungan khusus yang diberikan pada pelanggan setia pengguna produk Unilever.
Dengan program pemasaran ini diharapkan Unilever dapat mencakup pangsa pasar yang luas di
pasar konsumen Indonesia.

Dalam pemasaran global, eksistensi perusahaan diperlukan dalam mengembangkan ide pemikiran,
baik dalam cakupan nasional maupun internasional. Dalam hal ini khususnya perusahaan Unilever
harus bisa membuat sebuah grand design mahakarya khususnya pemasaran global yang menuntut
sebuah keajaiban-keajaiban dalam mengembangkan karir sebuah perusahaan khususnya unilever
selain memantau jalannya proses globalisasi dari para pesaing. Mutlak adanya selalu diadakan apa
yang disebut dengan inovation treatment dalam setiap sesi langkah-langkah perusahaan.

Oleh karena itu pertanyaan lain dapat muncul seketika mengapa promosi perlu diadakan, jawabannya
tentu saja iya, karena dalam beberapa aspek perusahaan salah satu tujuan pengembangan mutu
perusahaan ialah dapat menyentuh seluruh lapisan konsumen dalam hal ini adalah sasaran global
yang diadakan dan dibuat dari grand design tersebut, oleh karena itu sebuah perusahaan unilever
dapat fight dengan para pesaingnya baik dari dunia asing maupun pesaing-pesaing unggulan dalam
negeri.

Unilever juga terus mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan inovasi dan aktivasi
produk, serta terus membangun citra produk. Hal ini merupakan sebagian dari strategi perusahaan
untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand-brand
Unilever. Komunikasi yang disampaikan melalui iklan di berbagai media cetak maupun elektronik
sangat efektif dan langsung mengenai sasaran,untuk evaluasi kedepannya PT. Unilever Indonesia,
Tbk akan melakukan 4 hal demi tetap memiliki citra baik pada konsumennya, antara lain: branding,
design, technical printing, dan merchandising. Sehingga dengan cepat hal tersebut dapat
mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk-produk yang dikeluarkan oleh
PT. Unilever.

Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:

1. Periklanan semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang
dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
2. Promosi Penjualan Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan
mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
3. Hubungan Masyarakat dan Publisitas berbagai program untuk mempromosikan dan
atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
4. Penjualan Secara Pribadi interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih
untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan
5. Pemasaran Langsung penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat
penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau
mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.

Akan tetapi dengan bertambahnya zaman, persaingan pasar semakin ketat, berkembangnya berbagai
jenis media baru dan semakin canggihnya konsumen maka Strategi Promosi dirumuskan menjadi:

1. Advertising
2. Consumer Sales Promotion
3. Trade Promotion and Co-Marketing
4. Packaging. Point Of Purchase
5. Personal Selling
6. Public relations
7. Brand Publicity
8. Corporate Advertising
9. The Internet
10. Direct Marketing
11. Experiantial contact: Event, sponsorship
12. Customer Service
13. Word Of Mouth

Consumer market sales promotion techniques :

Kupon Sertifikat yang memberi hak kepada pemegangnya untuk mendapat pengurangan harga
seperti yang tercetak untuk pembelian produk tertentu.

Price-Off Deals Memberikan potongan harga langsung ditempat pembelian.

Premium and Advertising Specialties Barang yang ditawarkan dengan biaya yang relatif
rendah atau gratis sebagai insentif untuk membeli produk tertentu.

Contest and Sweeptakes Hadiah adalah tawaran kesempatan untuk memenangkan uang tunai,
perjalanan, atau barang-barang karena membeli sesuatu.

Sampling and Trial Offers Penawaran gratis untuk sejumlah produk atau jasa (pemberian
contoh produk).

Brand Placement Salah satu teknik dari sales promotion untuk mencapai pasar dengan
memasukkan produk pada sebuah acara televisi atau film.

Rebates memberikan pengurangan harga setelah pembelian terjadi dan bukan pada toko
pengecer.

Frequency Program ini merupakan salah satu teknik yang mengarah kepada program-program
yang berkelanjutan seperti menawarkan konsumen diskon atau hadiah langsung gratis untuk
mencapai terjadinya pengulangan dalam pembelian atau langganan dari merk atau perusahaan yang
sama.

Event Sponsorship Ketika perusahaan mensponsori suatu acara, membuat merek sangat
ditonjolkan pada acara tersebut sehingga membuat kredibilitas merek meningkat bersamaan dengan
para penonton di acara.

Pendekatan penjualan dan promosi penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancang dengan
menerapkan pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasan tertentu. Unilever
sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memiliki pabrik-pabrik atau juga cabang
perusahaan di tiap-tiap negara. Hal ini dilakukan agar setiap negara dapat membeli produk yang
sesuai dengan keinginan dan kebiasaan mengkonsumsi produk yang sangat erat hubungannya
dengan cita rasa negaranya.

Unilever telah membuka cabang perusahaan di Indonesia. Untuk lebih dikenal oleh masyarakat
indonesia dan bisa mendapat hati masyarakat Indonesia maka Unilever membuat produk yang sesuai
dengan cita rasa Indonesia seperi kecap Bango. Kecap merupakan makanan yang terbuat dari kacang
kedelai. Bisa dibilang kecap merupakan makanan yang khas dari Indonesia.
Untuk itu Unilever membuat produk kecap bango untuk di konsumsi masyarakat Indonesia. Walau
kecap bango bukan produk asli buatan unilever namun nama Unilever lebih terkenal karena kecap
bango sekarang ini merupakan produk yang dikembangkan oleh Unilever. Terlebih iklan yang
ditampilkan di media tentang produk kecap bango sangat mencerminkan negara Indonesia. Dengan
model-model yang berasal dari Indonesia, ini akan lebih membangun image Unilever dimata
konsumen di Indonesia. Konsumen akan mempunyai keinginan untuk membeli produk kecap bango
karena terkesan melihat iklan yang ditampilkan tersebut. Walaupun konsumen hanya coba-coba
membeli merek tersebut namun setidaknya produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat.

Oleh karena itu, kualitas sangat penting dalam pembuatan produk. Karena walaupun promosi yang
dilakukan perusahaan sangat baik namun jika kualitas yang ditawarkan tidak diperhatikan maka
promosi yang dilakukan bisa dibilang sia-sia saja

Macam-macam Produk yang dikeluarkan Unilever

PT. Unilever Indonesia, Tbk. Yang beroperasi di indonesia sejak tahun 1933, telah tumbuh menjadi
perusahaan penyedia consumer product yang mempunyai peran penting di indonesia. Unilever adalah
produsen merek-merek terkenal di seluruh dunia yang juga terkenal di tingkat regional dan lokal,
antara lain Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Ponds, Blue Band,
Royco, Sariwangi, Bango, Taro dan masih banyak lagi.

Posisi Unilever yang kuat sebagai pemimpin pasar telah diakui melalui berbagai penghargaan nasional
dan regional yang diterima oleh perusahaan. PT. Unilever Indonesia melalui brand-brand nya kembali
membuktikan keunggulannya dengan meraih peringkat dalam Packaging Consumer Branding Award
2005 yang diselenggarakan oleh Indonesia Brand Identity Summit (IBS) bekerjasama dengan
majalah SWA dan MIX.

Berikut adalah peringkat yang diraih oleh brand-brand Unilever dalam setahun Indonesia Packaging
Consumer Award 2005. Sunsilk, Pepsodent, Lux, Molto, Lifebuoy, Axe dan Clear merupakan merek
produk perawatan rumah dan tubuh (home and Personal Care) yang tak asing lagi di telinga
masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk produk makanan dan ice cream, ada blue band yang
legendaries, Bango, Sari Wangi, Rpyco dan Walls. Masih ada sederet merek produk lagi yang bila
disebutkan satu persatu namanya, terasa sangat akrab dengan kehidupan kita.

Bisa jadi Anda mempunyai kenangan khusus tak terlupakan dengan salah satu atau lebih produk
buatan PT Unilever Indonesia Tbk ini. Benar, merek-merek yang disebutkan di atas memang hanya
sebagian kecil dari merek yang dikembangkan PT Unilever Indonesia Tbk. Saat ini kami memiliki 33
merek dan beroperasi di 13 kategori sementara di seluruh dunia, Unilever memegang 400 brand,
kata Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Maurits Lalisang dalam sebuah wawancara khusus
dengan SH di Graha Unilever Jakarta, sore pekan lalu.

PT Unilever Indonesia Tbk merupakan anak perusahaan Unilever International yang berkantor pusat
di dua kota yakni di London, Inggris dan Rotterdam Belanda. Sementara di Indonesia, Unilever
berkantor pusat di Jakarta dan memiliki dua pabrik besar di Cikarang dan Rungkut (Surabaya). Pabrik
di Surabaya utamanya memproduksi sabun sedangkan di Cikarang memproduksi es krim, margarin,
dan berbagai makanan ringan. Secara umum Unilever menjadi pemimpin pasar barang konsumer
(consumer goods) di Indonesia. Namun, kondisinya tidak sama untuk setiap kategori produk dan
wilayah pemasaran.

Kini, Unilever Indonesia telah berusia lebih dari 70 tahun dengan komposisi kepemilikan saham,
Mavibel (Maatschap voor Internationale Bellengginggen) B.V 85 persen dan publik 15 persen. Langit
di Junjung Maurits mengungkapkan prinsip yang selalu dikedepankan Unilever dalam berbisnis. Di
mana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Unilever pada dasarnya selalu mengikuti aturan yang
berlaku dimana ia beroperasi, ujar Maurits. Itulah alasannya mengapa Unilever Indonesia
memutuskan menjadi perusahaan terbuka.

Menjadi perusahaan terbuka berarti pembayaran pajak lebih jelas dan transparan karena diaudit oleh
lembaga yang berkompeten. Sebagai konsekuensinya, masyarakat bisa ikut memiliki saham Unilever
Indonesia. Di Cina, Unilever menggandeng partner lokal karena pemerintah Cina mengharuskan
seperti itu sementara di Thailand, Unilever International menguasai saham sepenuhnya. Dalam enam
tahun terakhir, penjualan Unilever di Indonesia bertumbuh dua digit atau diatas 10 persen. Omset
penjualan untuk tahun 2004 mencapai US$ 1 miliar. Tahun 2005 ini, saya perkirakan pertumbuhan
penjualan akan meningkat signifikan dan tetap berada di atas dua digit, ujar Maurits optimistis.

Transisi Tahun 2004 merupakan tahun transisi bagi Unilever Indonesia. Mengapa demikian, karena
kepemimpinan kembali berada tangan orang Indonesia asli setelah bertahun-tahun dipimpin oleh
orang asing. Tahun lalu, Nihal Kaviratne dari India menyerahkan tongkat estafetnya kepada Maurits
Lalisang yang sebelumnya menjabat Direktur Corporate Relations. Maurits memang bukan orang lokal
pertama yang menjadi presiden direktur tetapi orang ketiga setelah Yamani Hasan (1980an) dan Sri
Urip (1990an). Saat ini, tinggal dua orang asing yang menduduki jabatan direksi.

Potensi Tak Kalah Menurut pandangan Maurits, potensi orang lokal sebenarnya tidak kalah dengan
orang asing. Saya merangsang anak-anak pergi ke luar negeri sehingga bisa memperkaya
pengalaman dan pengetahuan, paparnya. Sampai saat ini Unilever Indonesia telah mengirimkan 18
karyawannya ke luar negeri ada yang ke London, Thailand. Rotterdam, Shang Hai (Cina) dan Itali.

Salah satu kendala yang dihadapi yakni banyak orang Indonesia yang enggan ke luar negeri karena
merasa sudah enak berada di Indonesia. Terobosan yang dilakukan Maurits antara lain mengirim ke
luar negeri untuk jangka waktu 1-2 tahun sehingga mereka bisa bekerja pada budaya dan lingkungan
kerja yang berbeda. Ia mengakui kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia.

Unilever secara rutin merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan
selama tiga bulan. Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining di berbagai bidang seperti
manufaktur, pemasaran dan litbang (penelitian dan pengembangan). Saat ini tenaga kerja yang
diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak
langsung.

Total tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu orang memiliki
empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000 orang. Pangsa
Terbesar Indonesia saat ini menjadi pangsa pasar kedua terbesar bagi Unilever setelah India,
mengalahkan Cina, Jepang dan Australia. Indonesia dilihat sebagai permata dari timur oleh Unilever
pusat karena pangsa pasarnya memang sangat besar, kata Maurits. Bahkan dua orang yang
menduduki CEO Unilever di kantor pusat pernah bekerja di Indonesia.

Memang saat ini persaingan di industri barang konsumer sangat ketat baik dari pemain lokal maupun
pemain domestik. Pesaing dari luar seperti P&G sedangkan pesaing lokal seperti Wings. Namun
Maurits menganggap positif yang namanya persaingan karena akan menimbulkan inovasi dan tidak
menyebabkan monopoli di pasar.

Tantangan terbesar kini dan sangat merugikan adalah maraknya pemalsuan dan penyelundupan.
Banyak produk palsu dan selundupan dari Cina sehingga membuat Unilever tidak kompetitif.
Karenanya pemerintah perlu menegakkan aturan main yang jelas karena dalam bisnis yang penting
adalah adanya kepastian usaha dan kepastian hukum, katanya. Pemerintah harus berani menindak
tegas terhadap barang-barang palsu dan selundupan dari Cina yang menggangu industri secara
umum.

Perlindungan hak cipta perlu dilakukan karena dibutuhkan biaya besar dalam riset dan
pengembangan serta biaya iklan. Hal ini sering membuat kita sebagai pelaku usaha frustasi karena
pemerintah tidak mengambil tindakan tegas, ucap Maurits. Di samping itu, Maurits berpendapat
pemerintah perlu membuat infrastruktur yang memadai berupa jalan sehingga pemasaran produk
dapat menjangkau ke seluruh wilayah dengan biaya murah.

Hal ini juga sebagai kompensasi rencana penghapusan subsidi BBM di sektor industri. Terkait dengan
penghapusan subsidi BBM bagi industri, Unilever kini mengganti penggunaan solar ke gas untuk
pabriknya di Cikarang. Sayang, pasokan gas dari Pertamina tidak konsisten. Jika berniat mengurangi
konsumsi minyak bumi maka penyediaan gas harus dilakukan pemerintah. Organik Unilever saat ini
memang fokus melakukan pertumbuhan oraganik seperti peningkatan omset penjualan, laba
perusahaan dan menekan struktur biaya. Namun tidak menutup kemungkinan melakukan
pertumbuhan anorganik.

Sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever telah empat kali mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup
Sari Wangi dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto, Trisol, Whipol)
tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Maurits menekankan, Dalam melakukan
akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu injeksi dana kantor pusat.
Ia menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama Unilever yang telah
ada.

Maurits menekankan, Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya, memproduksi dan memasarkan
barang-barang konsumer.

Unilever tidak akan berniat menguasai industri dari hulu sampai hilir meskipun memiliki kemampuan
dari segi pendanaan. Pertumbuhan organik lebih diharapkan, katanya. Hal ini dibuktikan dengan
pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti Singapura, Jepang dan
Australia. Sabun Lux buatan Rungkut, ice cream Walls dan teh Sari Wangi buatan made in Cikarang
bisa ditemukan di ketiga negara ini. Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai enam persen
dari omset penjualan.

Menjadi Bergairah dengan Vitalitas

Vitalitas adalah inti semua kegiatan Unilever. Vitalitas terdapat di dalam produk, karyawan dan nilai-
nilai Unilever. Vitalitas mempunyai arti yang berbeda bagi masing-masing orang. Ada yang
menganggapnya sebagai energi, yang lain menganggapnya lebih luas lagi sebagai kondisi badan dan
pikiran yang sehat merasakan hidup yang berarti. Bagaimanapun juga mereka mendefinisikannya,
jutaan orang di seluruh dunia menggunakan produk Unilever setiap hari untuk meningkatkan vitalitas
kehidupan mereka baik dengan merasa yakin pada diri mereka karena memiliki rambut yang
berkilau dan senyum yang cemerlang, mempunyai rumah yang tetap segar dan bersih, atau dengan
menikmati secangkir teh yang nikmat, makanan yang memuaskan dan makanan kecil yang
menyehatkan.

Sejak abad 19 ketika William Hesketh Level menyatakan bahwa misi perusahaan adalah menciptakan
tempat tinggal bersama yang bersih; mengurangi beban kerja untuk wanita; meningkatkan kesehatan
dan meningkatkan daya tarik pribadi, hidup lebih menyenangkan dan berarti bagi mereka yang
menggunakan produk-produk kami, vitalitas telah menjadi jantung usaha Unilever.

Vitalitas berarti apa yang harus dipertahankan: nilai-nilai Unilever, apa yang membuat Unilever
berbeda, dan bagaimana Unilever memberi sumbangsih kepada masyarakat. Vitalitas merupakan
ikatan bersama yang menghubungkan produk-produk Unilever dan merupakan inti Unilever yang
tidak ada duanya untuk beroperasi di seluruh dunia.

Kesehatan & Nutrisi


Misi vitalitas Unilever mengharuskan Unilever untuk menumbuhkan usahanya dengan menangani
masalah-masalah kesehatan dan gizi. Unilever memusatkan perhatiannya pada sejumlah prioritas
yang mencakup gizi anak dan keluarga, kesehatan jantung dan pengendalian berat badan.

Luar Dalam

Budaya Unilever juga menggambarkan vitalitas. Menambah vitalitas hidup memerlukan standar
tertinggi perilaku terhadap setiap orang yang berhubungan dengan Unilever; masyarakat yang
Unilever sentuh dan lingkungan yang terpengaruh oleh Unilever.

Permintaan yang terus meningkat akan lebih banyak vitalitas hidup memberi Unilever kesempatan
besar untuk tumbuh. Cara Unilever bekerja dan produk-produk yang Unilever kembangkan dibentuk
oleh kecenderungan pelanggan, bersama-sama dengan kebutuhan untuk membantu meningkatkan
standar kesehatan dan higiene baik di negara-negara berkembang maupun maju di seluruh dunia.

Masalah yang dihadapi PT. Unilever, Tbk adalah masalah penipuan yang mengatasnamakan PT.
Unilever. Yaitu dengan menyelipkan kertas undian yang diletakkan didalam produk Unilever seperti
shampo, Rinso dsb. Penipuan seperti ini bagi orang yang mudah tergiur akan sangat merugikan. Ia
biasanya langsung senang dan tanpa berfikir langsung menelpon nomor oknum yang ada dalam kartu
undian tersebut. Dan ujung ujungnya minta transfer uang. Dalam promosi PT. Unilever tidak
mengalami masalah karena dalam stateginya PT. Unilever sangat hati-hati sehingga tujuan
perusahaan dengan mudah terpenuhi.

Peranan merek bukan lagi sekedar sebagai nama ataupun sebagai pembeda dengan produk-produk
pesaing, tetapi sudah menjadi faktor penentu untuk dapat menjadi trend setter di bidang industri.
Banyak perusahaan yang berhasil karena memiliki reputasi merek, sehingga dapat membuka
distribusi di kota-kota lain bahkan negara-negara lain dengan menarik pelanggan sasaran melalui
kekuatan-kekuatan merek yang mereka miliki. Sebuah merek yang telah mencapai ekuitas tinggi
merupakan asset yang berharga bagi perusahaan.

Untuk itu, mempertahankan dan meningkatkan ekuitas merek bukan pekerjaan mudah, karena yang
dihadapi adalah ekspektasi pelanggan. Konsumen akan merasa familiar dengan nama merek yang
pertama masuk ke pasar, sekalipun merek-merek yang masuk belakangan berkinerja lebih baik. Ini
akan mengarah kepada terciptanya kesetiaan yang lebih besar pada merek pertama dan produsen.

Kesetiaan pelangaan menjadi kunci sukse tidak hanya dalam jangka pendek tetapi keunggulan
bersaing yang berkelanjutan. Contohnya seperti sabun kecantikan merek Lux, yang merupakan sabun
kecantikan pertama yang masuk ke pasaran di Indonesia. Sabun kecantikan merek Lux memperluas
jenis produk sabun mandinya, yang tidak hanya sabun mandi yang berupa batangan padat tetapi
juga berupa sabun mandi cair.

Merek perlu dipersepsikan sebagai produk yang berkualitas tinggi, sehingga konsumen dapat
memahami sebuah produk hanya melalui eksistensi, fungsi, citra dan mutu. Kualitas di mata
konsumen lebih bersifat subyektiif, tergantung bagaimana persepsi konsumen terhadap produk itu.
Ketika kemudian jumlah merek yang dikenal konsumen semakin banyak, maka peranan merek dapat
diperluas sehingga mampu memberikan asosiasi tertentu dibenek konsumen. Seuah merek akan
sering dihubungkan dengan fungsi dan citra khusus. Nilai yang didasari merek sering kali didasari
pada asosiasi-asosiasi spesifik yang berkaitan dengannya.

Asosiasi merek (brand association) diupayakan dengan slogan, atau posisi yang diinginkan, atau
dengan strategi brand identity, yaitu menciptakan atribut yang penting sebagai bahan yang
dipersepsikan konsumen. Asosiasi-asosiasi merek seperti Ronald McDonald bisa menciptakan sikap
atau perasaan positif yang berkaitan dengan suatu merek. Merek dan kwalitas berperan sebagi
persepsi yang mempengaruhi keputusan membeli pelanggan. Nilai haruslah menjadi landasan strategi
dan taktik, karena nilai merupakan alasan mengapa konsumen menggunakan produk dan tetap setia
(loyal). Nilai suatu brand yaitu menciptakan semakin banyak komsumen yang setia, konsumen yang
setia (loyal) adalah tujuan setiap pemasar. Kesetiaan pelanggan terhadap merek merupakan salah
satu aset merek. Hal in sangat mahal nilainya karena untuk membangunnya banyak tantan

KONSEP DASAR PENGEMBANGAN BERBAGAI PROGRAM IMC

1. DIRECT MARKETING

Disaat perusahaan ingin berhubungan langsung dengan customer tanpa melalui retailer, maka
digunakanlah direct-response marketing, seperti: close-loop, interactive, database-driven messaging
system yang menggunakan banyak jenis media untuk menciptakan respon behavioral.

Direct marketing merupakan salah satu fungsi IMC yang terdiri dari front-end dan back end
operations. Front-end menyusun harapan-harapan dari konsumen yang mencakup the offer (yakni
segala sesuatu yang nyata maupun tidak dijanjikan oleh perusahaan guna mencapai perilaku
customer yang diinginkan perusahaan, misal: penawaran harga khusus, garansi, dll), the database
(mendapatkan data customer-nya dan menggunakan data itu untuk penawaran selanjutnya) dan the
response (memberikan respon yang baik terhadap customer, misal: dengan membuat toll-free-line
untuk layanan customer) sedangkan back end berusaha mempertemukan harapan konsumen dengan
produk, mencakup fulfillment (yakni membuat produk atau informasi yang diminta oleh konsumen
cocok, efektif dan tepat waktu).

2. SALES PROMOTION

Sales promotion merupakan istilah singkat dari penawaran nilai tambah yang dirancang untuk
menggerakkan dan mempercepat respons dari customer. Contoh dari nilai tambah itu sendiri adalah
kesempatan untuk memenangkan hadiah, potongan harga (seperti diskon 20 %, sale 50 % off,
dsb.), produk ekstra (seperti isi teh kotak 30% lebih banyak), sample gratis dan premiums
(misalnya beli rinso dapat piring cantik)

Pada konsepnya, Sales promotion digunakan untuk memotivasi customer agar melakukan aksi
dengan membeli produk yang dipicu dengan adanya penawaran produk dalam jangka waktu terbatas.
Unilever sering menggunakan strategi ini dan telah terbukti dapat meningkatkan omset penjualan.

3. PUBLIC RELATIONS/MPR

PR dalam konsepsi IMC melakukan pekerjaan yang sangat luas dan beragam, tidak hanya bertugas
men-track opini publik saja, tetapi juga bertugas me-manage corporate brand dan menjaga
reputasinya.

Lalu MPR merupakan salah satu fungsi PR yang digunakan sebagai media tanpa bayar untuk
menyampaikan brand information guna mempengaruhi calon customer atau customer secara positif.
MPR sendiri lebih fokus kepada customer atau calon customer dan melengkapi strategi marketing
yang lain dengan 4 cara: (1) meningkatkan kredibilitas brand message; (2) menyampaikan message
sesuai targetnya berdasarkan aspek demografis, psikografis, etnik atau khalayak secara regional; (3)
mempengaruhi opinion leader atau trendsetter yang berpengaruh; (4) melibatkan customer dan
stakeholder lainnya pada event spesial.

4. PERSONAL SELLING

Personal Selling adalah komunikasi dua arah dimana seorang penjual menjelaskan fitur dari suatu
brand untuk kepentingan pembeli. Dalam Personal Selling, dilibatkan komunikasi yang sifatnya tatap
muka dan kegiatannya pada sekaramg ini terfokus pada pemecahan masalah dan penciptaan nilai
bagi customer (lebih dikenal sebagai partnership) Dimensi dari partnership ini adalah, seorang
salesperson harus memahami customer-nya dengan baik.

Personal selling sendiri merupakan bagian dari direct marketing, namun perbedaan dasarnya adalah
dalam personal selling, perusahaan yang dijembatani salesperson berinteraksi secara tatap muka
dengan customer.

5. ADVERTISING

Advertising merupakan Suatu bentuk dari presentasi non-personal dan promosi dari suatu ide,
barang atau jasa yang tidak gratis (berbayar) dan dilakukan oleh sponsor (perusahaan) yang
teridentifikasi. Karakteristik dari iklan sendiri adalah bersifat non-personal, komunikasi satu arah, ada
sponsor (khalayak yang peduli), dan bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku.

Biasanya advertising itu dipakai ketika suatu perusahaan ingin mengubah customer dari unaware,
menjadi aware terhadap suatu brand. Biaya untuk advertising ini memang cukup besar bagi suatu
perusahaan tetapi Unilever sangat memperhatikan advertising yang akan digunakan karena hal ini
akan membantu perusahaan dalam pembentukan brand image.

6. PUBLICITY

Publicity sendiri merupakan salah satu jasa yang disediakan oleh Public Relations Firm maupun
Advertising Agency. Publicity timbul untuk membantu menangkap perhatian publik dan membedakan
tiap-tiap perusahaan tersebut dari perusahaan-perusahaan lain yang menjadi saingannya. Publicity
dalam MPR berarti memeproleh penyebutan nama merek di media massa dalam cara-cara yang
berbeda, waktu dan tempat sesering mungkin sehingga menjadi top-of mind awareness. Walaupun
PR menawarkan kredibilitas yang lebih besar dalam membangun publicity, namun advertsing dapat
menawarkan awareness dan kontrol yang lebih besar. Lalu untuk beberapa alasan, maka sejumlah
perusahaan menyampaikan pesan PR mereka lewat advertising.

7. EVENTS/SPONSORSHIP

Event marketing adalah situasi yang signifikan atau peristiwa promosional yang mempunyai fokus
utama untuk menangkap perhatian dan melibatkan customer dalam event tersebut. Perusahaan dan
organisasi-organisasi non-profit menggunakan events dengan beberapa alasan, yaitu: untuk
melibatkan sasaran khalayak, untuk mengasosiasikan sebuah brand dengan aktivitas, gaya hidup
atau orang-orang tertentu, untuk meraih sasaran khalayak yang sulit dijangkau, untuk meningkatkan
brand awareness dan untuk menyediakan platform yang baik bagi brand publicity.

Sponsorship adalah dukungan finansial kepada suatu organisasi, orang, atau aktivitas yang
dipertukarkan dengan publisitas merek dan suatu hubungan. Sponsorship dapat membedakan
sekaligus meningkatkan nilai suatu merek. Beberapa pedoman yang digunakan oleh perusahaan-
perusahaan dalam memilih sponsorship: target khalayak, penguatan citra merek, dapat diperpanjang,
keterlibatan merek, biaya yang efektif dan sponsor lainnya.

Unilever sering sekali menjadi sponsor pada sebuah acara karena perusahaan telah
memperhitungkan dengan matang keuntungan yang akan diperoleh. Dengan menjadi sponsor pada
salah satu acara maka unilever dapat menaympaikan pesan dari brnad yang akan dipromosikan dan
meningkatkan brand awareness.

8. INTERACTIVE MARKETING

Interactive marketing disini lebih tertuju kepada bagaimana suatu perusahaan mampu atau tidak
berkomunikasi dengan customer-nya atau mampu memberikan solusi yang baik, yang terkait dengan
penggunaan produk. Dalam hal ini interactive marketing juga terkait dengan customer relationship
management.

Unilever sebagai salah perusahaan yang menguasai beberapa pasar mampu mempertahankan
posisinya selama beberapa tahun karena perusahaan mampu memberikan image yang memuaskan
terhadap konsumen. Setiap tahunnya mulai muncul produk-produk baru yang menawarkan berbagai
macam kelebihan dan harga yang bersaing, tetapi dengan strategi yang matang maka unilever
menfokuskan strategi untuk meningkatkan penjualan pada pembentukan brand image dan
pemasaran yang baik.

Dari definisi umum tersebut, dapat dilihat sejumlah manfaat IMC bagi organisasi atau perusahaan,
diantaranya:

Membentuk identitas merek yang kuat di pasar dengan mengikat bersama dan memperkuat semua
citra dan pesan komunikasi perusahaan.

Mengkoordinasikan semua pesan, positioning dan citra, serta identitas perusahaan melalui semua
bentuk komunikasi pemasaran

Adanya hubungan yang lebih erat antara perusahaan (melalui produk/jasanya) dengan para
konsumennya.

Solusi IMC menuntut untuk memahami pentingnya semua titik-titik kontak di mana pelanggan
mungkin medadak menjumpai perusahaan tertentu, produk dan mereknya.

IMC harus bisa menghasilkan konsistensi komunikasi yang lebih baik dan dampak penjualan yang
lebih besar

IMC menempatkan tanggung jawab ditangan seseorang untuk menyatukan citra perusahaan, karena
citra perusahaan ini dibentuk oleh ribuan aktivitas perusahaan.

Ada yang menarik dari laporan majalah Business Week edisi Asia yang diterbitkan beberapawaktu
lalu. Melalui survei yang bertajuk The Asia BusinessWeek 50, majalah yang memiliki reputasi bagus
itu mencoba memilih barisan perusahaan yang memiliki kinerja yang kinclong dari ratusan
perusahaan yang asli Asia ataupun korporasi multi-nasional yang beroperasi di Asia. Kriteria utama
yang mereka gunakan sebagai dasar pemilihan adalah kinerja keuangan dan pertumbuhan bisnis
selama tiga tahun terakhir.

Hasilnya cukup mengejutkan, namun sekaligus cukup asyik untuk didengar: mereka menobatkan
Unilever Indonesia sebagai perusahaan terbaik nomer satu se Asia. Sebuah hasil yang sungguh layak
diapresiasi dan kita beri tepuk tangan. Sebuah hasil yang juga menunjukkan satu bukti bahwa roda
bisnis di negeri ini ternyata terus melaju dan menggeliat kencang.

Pada sisi lain, prestasi yang diraih oleh Unilever Indonesia ini kian menegaskan keberhasilan mereka
dalam menancapkan jejak bisnisnya di tanah air sebuah ikhtiar yang telah dilakukan sejak tahun
1933. Dalam kenyataannya, produsen asal Belanda ini makin melaju dengan beragam produk dan
serangkaian strategi pemasaran yang masif. Kamar mandi kita mungkin kini telah sesak dengan
aneka produk yang mereka ciptakan. Juga baju kita setiap hari mungkin dicuci dengan deterjen
produksi mereka. Dan setiap malam, mereka terus hadir berdendang dan menyapa kita melalui
tayangan iklan yang rancak di layar televisi.

Segenap usaha itu kemudian membikin para petinggi Unilever Indonesia bisa memancarkan senyum
a la senyum Pepsodent : dalam kurun 2006 total penjualan sebanyak Rp 11 trilyun mengucur deras
ke brankas, dan profit bersih sebesar Rp 1,7 trilyun berhasil direngkuh. Ah, sebuah hasil yang
sungguh sedap, sesedap teh Sariwangi

Namun dibalik kinerja keuangan yang kinclong itu, ada dua pelajaran manajerial yang ingin kita
explorasi disini. Yang pertama, melalui pengalaman pemasarannya yang amat ekstensif, kita mungkin
mesti harus menyebut Unilever Indonesia sebagai The Best Marketing School in Town. Sebuah
tempat dimana proses pengembangan SDM dalam bidang pemasaran menemukan bentuknya yang
paling ideal.

Dalam konteks ini, kita melihat mereka mampu mendesain skema pengembangan karir yang
sistematis dan terencana terhadap para manajer mereka baik yang senior maupun junior. Didukung
oleh portfolio produk yang luas, mereka lantas cukup leluasa untuk melakukan rotasi diantara
manajernya untuk berpindah dari satu produk (brand) ke lini produk lainnya. Dan disinilah mereka
kemudian mampu menempa para manajer mereka secara optimal melalui pergerakan karir yang
dinamis baik secara vertikal, diagonal dan horizontal. Yang lebih elok, mereka tampaknya juga
mampu menciptakan proses mentoring secara natural dimana para manajer yang telah senior secara
konstan terus menerus melakukan transfer pengetahuan kepada para juniornya.

Pelajaran kedua yang bisa kita petik adalah ini : Unilever Indonesia memiliki komitmen yang kuat dan
bervisi jauh kedepan dalam mendidik dan mengembangkan barisan sumber daya manusianya. Dalam
sebuah kesempatan, Direktur SDM Unilever Indonesia Josef Bataona menyebutkan, mayoritas jajaran
direksi mereka sekarang adalah para peserta program management trainee (MT) yang telah mereka
tempuh puluhan tahun sebelumnya. Program MT Unilever Indonesia memang terkenal bagus, dan
pernyataan diatas kian menegaskan reputasi itu. Artinya, mereka benar-benar menjalankan program
MT sesuai dengan tujuan dasarnya : yakni mencetak dan menyiapkan para future leaders secara
sistematis dan terencana. Ke depan Unilever Indonesia pasti akan terus menemui persaingan bisnis
yang kian keras dan melelahkan. Namun melalui serangkaian proses pengembangan SDM yang
cerdas dan brilian, mereka barangkali akan menghadapipersaingan bisnis itu dengan penuh percaya
diri.

VISI,MISI,TUJUAN & SASARAN PT. UNILEVER Tbk.

Latar Belakang
PT. UNILEVER INDONESIASejak didirikan pada 5 Desember 1933, Unilever Indonesia telah
tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods
& Ice Cream di Indonesia.

Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand ternama yang disukai di dunia seperti
Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue
Band, Royco, Bango, dan [Link]

Selama ini, tujuan perusahaan kami tetap sama, dimana kami bekerja untuk menciptakan masa
depan yang lebih baik setiap hari; membuat pelanggan merasa nyaman, berpenampilan baik dan
lebih menikmati kehidupan melalui brand dan jasa yang memberikan manfaat untuk mereka maupun
orang lain; menginspirasi masyarakat untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya yang bila
digabungkan akan membuat perubahan besar bagi dunia; dan senantiasa mengembangkan cara baru
dalam berbisnis yang memungkinkan kami untuk tumbuh sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Saham perseroan pertamakali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1981 dan tercatat di Bursa
Efek Indonesia seja 11 Januari 1982. Pada akhir tahun 2009, saham perseroan menempati peringkat
ketujuh kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Perseroan memiliki dua anak perusahaan : PT Anugrah Lever (dalam likuidasi), kepemilikan Perseroan
sebesar 100% (sebelumnya adalah perusahaan patungan untuk pemasaran kecap) yang telah
konsolidasi dan PT Technopia Lever, kepemilikan Perseroan sebesar 51%, bergerak di bidang
distribusi ekspor, dan impor produk dengan merek Domestos Nomos.

TUJUAN [Link] INDONESIA

Tujuan kami di Unilever, memenuhi kebutuhan sehari-hari setiap anggota masyarakat di manapun
mereka berada, mengantisipasi aspirasi konsumen dan pelanggan, serta menanggapi secara kreatif
dan kompetitif dengan produk-produk bermerek dan layanan yang meningkatkan
kualitas [Link] kami yang kokoh dalam budaya dan pasar lokal di dunia merupakan warisan
yang tak ternilai dan menjadi dasar bagi pertumbuhan kami di masa yang akan datang. Kami akan
menyertakan kekayaan pengetahuan dan kemahiran internasional kami dalam melayani konsumen
lokal, sehingga menjadikan kami Perseroan multinasional yang benar-benar multi-lokal.

Keberhasilan jangka panjang kami menuntut komitmen yang menyeluruh terhadap standar kinerja
dan produktivitas yang sangat tinggi, terhadap kerja sama yang efektif, dan kesediaan untuk
menyerap gagasan baru serta keinginan untuk belajar secara [Link] percaya bahwa
keberhasilan memerlukan perilaku korporasi yang berstandar tinggi terhadap karyawan, konsumen
dan masyarakat, serta dunia tempat kita tinggal. Inilah jalan yang ditempuh Unilever untuk mencapai
pertumbuhan yang langgeng dan menguntungkan bagi usaha serta tercapainya nilai jangka panjang
yang berharga bagi para pemegang saham serta seluruh karyawan Unilever.

VISI & MISI [Link] INDONESIA

Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di masa datang
yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan, mulai dari jenjang yang paling
atas sampai yang paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun. Misi adalah penjabaran secara tertulis
mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh staf perusahaan.

Visi Unilever adalah To become the first choice of consumer, costumer and community

Misi Unilever adalah :


Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi
konsumen

Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.

Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.

Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.

Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan di


atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.

Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan
hidup.

SASARAN, RENCANA STRATEGI & PEMASARAN [Link] INDONESIA

Sasaran Jangka Panjang

Pembuatan sasaran jangka panjang ini mengacu kepada strategi induk yang telah ditetapkan
sebelumnya. Sasaran Jangka Panjang Unilever adalah memiliki standar perilaku yang tinggi pada
perusahaan dalam bekerja sama dengan semua orang, masyarakat dapat tersentuh dan produk yang
diciptakan dapat berdampak di lingkungan sekitar

Strategi Fungsional

Sasaran jangka pendek mengacu pada strategi fungsional yang sifatnya operasional. Strategi
fungsional yang sifatnya lebih operasional ini mengarah kepada berbagai bidang fungsional dalam
perusahaan untuk memperjelas hubungan makna strategi utama dengan identifikasi rincian yang
sifatnya spesifik. Strategi fungsional ini menjadi penuntun dalam melakukan berbagai aktivitas agar
konsisten bukan hanya dengan strategi utamanya saja, melainkan juga dengan strategi dibidang
fungsional lainnya. Didalam dunia binis, perusahaan harus mempunyai bidang-bidang fungsional yang
utama agar dapat bersaing dengan pesaing bisnisnya, antara lain :

Strategi Manajemen Keuangan

Strategi ini harus mampu menentukan arah penggunaan dana baik untuk jangka panjang maupun
jangka pendek. Strategi ini umumnya berkisar pada tiga hal, yaitu bagaimana perusahaan
memperoleh modal, alokasi kapital, dan manajemen modal kerja termasuk dalam hal pembagian
keuntungan.

Unilever saat ini memang fokus melakukan pertumbuhan organik seperti peningkatan omset
penjualan, laba perusahaan dan menekan struktur biaya. Namun tidak menutup kemungkinan
melakukan pertumbuhan anorganik. Sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever telah empat kali
mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai
merek seperti Molto, Trisol, Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003.
Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu injeksi
dana kantor pusat. Ia menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama
Unilever yang telah ada. Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya, memproduksi dan
memasarkan barang-barang konsumer. Strategi manajemen keuangan Unilever dilakukan melalui
pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti Singapura, Jepang dan
Australia. Sabun Lux buatan Rungkut, ice cream Walls dan teh Sari Wangi buatan made in Cikarang
bisa ditemukan di ketiga negara ini. Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai 6% dari omset
penjualan.

Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia

Kegiatan manajemen sumber daya manusia berkisar pada pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan
sumber daya manusia. Agar ketiga pokok kegiatan tersebut berjalan lancar perlu disiapkan sistem
yang handal. Tahap pengadaan mencakup perencanaan SDM, rekrutmen, seleksi dan orientasi.
Tahap penggunaan perlu memperhatikan kesesuaian antara kemampuan SDM dan apa yang menjadi
tugas serta tanggung jawabnya. Juga perlu diperhatikan hal-hal mengenai kesempatan memperoleh
pelatihan dan pendidikan, supervisi, penilaian kinerja, imbalan serta jaminan perlindungan dan
kesehatan kerja. Terakhir, pada tahapan pemeliharaan sumber daya manusia tujuannya adalah
bagaimana agar karyawan merasa puas bekerja.

Salah satu kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia. Unilever secara rutin merekrut
lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan sistem produksi, pemasaran
dan keuangan selama tiga bulan. Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining terlebih dahulu di
berbagai bidang seperti manufaktur, pemasaran, penelitian dan pengembangan. Saat ini tenaga kerja
yang diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja
tidak langsung. Total tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu
orang memiliki empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000 orang.

Mengembangkan SDM untuk Pertumbuhan

Pertumbuhan merupakan topik yang umum dibicarakan dan menjadi perhatian utama di Unilever
Indonesia. Pandangan kami terhadap karyawan terwujud dalam visi kami: mengembangkan Sumber
Daya Manusia untuk pertumbuhan. Agar perusahaan dapat terus tumbuh, karyawanpun perlu terus
dibina dan dikembangkan secara berkesinambungan. Harus diupayakan terciptanya sinergi antara
strategi perusahaan dan perkembangan karyawan. Agar dapat mencapai hasil terbaik, strategi kami
harus berdasarkan pada dinamika antara organisasi dan manusianya. Energi inilah yang
membangkitkan keunggulan kami dalam menghadapi persaingan.

Bagi kami, mengembangkan karyawan tidak cukup dengan mengasah intelektualitas dan keahlian,
melainkan juga mendekati secara emosional dengan menyentuh hati mereka. Kami menginginkan tim
yang beranggotakan orang-orang penuh energi yang berjuang untuk melampaui target bisnis dan
melakukannya semata-mata karena mereka mau sambil sekaligus menikmati proses dalam
mencapainya.

Keragaman

Kami bangga dengan keragaman dalam organisasi kami, bukan saja dari segi jender, melainkan juga
aspek lain seperti suku, latar belakang sosioekonomi, pendidikan, usia, agama dan jabatan sewaktu
bergabung. Kami sadar akan perlunya keragaman pikiran dan hati yang mandiri dan berbakat untuk
membuka potensi peluang bisnis. Hanya dengan cara inilah kami dapat menciptakan sinergi sejati
dalam perusahaan untuk mencapai titik puncak. Melangkah ke depan, kami akan terus merekrut,
mempekerjakan, mengembangkan dan mempromosikan karyawan berdasarkan kemampuan, kuali
kasi, hasil kerja dan potensi mereka.

Memupuk Kepemimpinan

Kami sadar, bahwa aset kami yang paling penting adalah sumber daya manusia yang tepat. Itulah
sebabnya kami menginvestasikan banyak waktu dan tenaga untuk pengembangan karyawan.
Pendekatan ini secara penuh mencakup kebutuhan individu, tanggung jawab dan kinerja. Kami
mengidenti kasi individu-individu dengan potensi dan hasil kerja terbaik, kemudian mengembangkan
mereka melalui penempatan di berbagai bidang kerja serta pelatihan. Ada penekanan khusus bagi
para manajer muda yang membutuhkan program pembinaan yang sesuai. Melalui Leadership Growth
Pro le kami menyusun rencana bagi program pengembangan mereka masing-
[Link] tujuan, perusahaan terus meningkatkan standar untuk menghapus kinerja
yang buruk dan mendorong orang keluar dari zona kemapanan, agar mereka tertantang dan
berjuang untuk mencapai yang terbaik.

Melalui Senior Executive Development Programme, para manajer mendapat pelatihan tentang cara-
cara mengenali diri sendiri, motivasi, kepribadian, minat kerja, serta cara belajar dan pembinaan yang
sesuai untuk mereka. Melalui masukan-masukan dari rekan lain, mereka juga belajar tentang
kekuatan mereka serta segi apa yang harus dikembangkan. Dengan mengenali diri secara lebih baik,
mereka akan terbantu dalam meraih sukses baik dari segi profesi maupun [Link] yakin bahwa
investasi yang kami tanamkan untuk mengembangkan pemimpin masa depan telah membuahkan
hasil, sebagaimana tercermin dari proses suksesi yang mulus pada beberapa anggota direksi. Adanya
persamaan keyakinan yang diwariskan dari satu anggota direksi ke anggota lain telah memastikan
bahwa aspirasi perusahaan akan senantiasa diteruskan oleh generasi yang lebih muda.

Membangun Budaya Wirausaha

Untuk meraih sukses, semua karyawan kami harus berpikir dan bertindak seperti wiraswastawan,
yakni terfokus, kreatif dan bermotivasi melakukan tindakan. Kami ingin mereka mempunyai rasa
memiliki yang tinggi terhadap perusahaan ini dan selalu bergairah untuk mewujudkan pikiran serta
ide-ide unik ke dalam tindakan nyata. Dengan menyelenggarakan program seperti Enterprise Award
yang memberi kebebasan pada tiap karyawan untuk melahirkan ide kreatif dan cara kerja baru,
karyawan didorong untuk mengasah dan mewujudkan kreativitasnya. Semangat Wirausaha ini
terbukti menjadi motor penggerak yang kuat bagi tekad perusahaan untuk berkembang.

Blue Umbrella Prinsip Bisnis Unilever

Walaupun kami telah memiliki Prinsip Bisnis Unilever yang merupakan pedoman etika bisnis, kami
sepenuhnya sadar bahwa harus ada keseragaman pemahaman agar prinsip ini dapat dijalankan
dengan benar. Kami terus mencari cara yang kreatif dan mengena untuk mengkomunikasikan serta
berbagi dalam memecahkan kasus-kasus dimana intepretasi terhadap Prinsip itu mungkin berlainan.
Termasuk juga penggunaan teater dimana karyawan dapat memerankan beberapa segmen dengan
harapan mereka dapat memahami Prinsip dengan lebih nyata. Dengan demikian, mereka terdorong
untuk mempelajari dan mengembangkan pemahaman tentang pentingnya Prinsip itu.

Kepemimpinan Menjalankan Nilai-nilai

Selama ini, Unilever Indonesia telah sukses dalam menjalani berbagai perubahan. Hal ini
dimungkinkan oleh proses transformasi pribadi yang juga dialami oleh karyawan kami. Perubahan
hanya mungkin dilakukan karena pihak manajemen pun bersedia bekerja berlandaskan nilai-nilai
yang disepakati bersama. Langkah ini berbuah sukses karena nilai dan perilaku tersebut juga
ditularkan ke seluruh perusahaan. Setiap orang harus mengenal dan bangga terhadap nilai-nilai
tersebut, dan yang terpenting, menjalankannya. Untuk itu, nilainilai tersebut secara terus menerus
dikomunikasikan melalui poster, kartu dan artikel-artikel, dan didukung dengan serangkaian
pemberian penghargaan bagi mereka yang dipandang pantas menjadi teladan. Di dalam acara-acara
besar yang diadakan perusahaan, kami selalu mengambil kesempatan untuk mengetengahkan salah
satu nilai dan mengkomunikasikannya secara kreatif kepada karyawan.

Kami mendorong semua manajer untuk membangun rasa memiliki terhadap rencana pertumbuhan
perusahaan, menjadikannya agenda pribadi dan terus menjalankan nilai-nilai dengan menjadi teladan
bagi orang lain. Dengan cara ini, mereka berkembang sebagai individu, dan selanjutnya sebagai
bagian dari keluarga yang lebih besar, mereka akan mengembangkan perusahaan kami.

Strategi Manajemen Operasional


Merumuskan strategi manajemen operasional paling tidak membutuhkan dua komponen, yaitu
adanya sarana dan prasarana yang memadai dan cara menyediakan sarana dan prasarana tersebut.
Dari dua komponen diatas, hal-hal pokok dalam manajemen operasional dapat dijabarkan menjadi
beberapa bidang, yaitu inventarisasi, prosedur, pembelian barang, pengendalian mutu, biaya
produksi, produktivitas kerja, jadwal produksi, tenaga kerja, penggunaan fasilitas, dan pemeliharaan
peralatan.

Strategi Manajemen Operasional Unilever adalah penyertaan, merangkul perbedaan, menciptakan


kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik kinerjanya. Perusahaan
merangkul keragaman dalam tenaga kerja. Ini berarti memberikan perhatian penuh dan adil kepada
semua pemohon dan pembangunan berkelanjutan semua karyawan tanpa memandang jenis kelamin,
kebangsaan, ras, kepercayaan, cacat, atau status sosial. Keanekaragaman memainkan peranan
penting dalam memastikan perusahaan memahami kebutuhan konsumen. Produktivitas kerja yang
berusaha ditingkatkan dari tahun per tahun dengan melatih SDM dalam bidang produksi dan
keuangan.

Strategi Manajemen Pemasaran

Ada empat komponen pokok bidang pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan yang kita kenal
dengan sebutan 4P(Product, Price, Place, dan Promotion), termasuk pula kondisi persaingan

PRODUCT

Dalam strategi pemasaran, Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap produk, sehingga
membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux (untuk kecantikan wanita dengan segala
manfaat dari sabun Lux), Lifebuoy (Kesehatan-keluarga) dan Dove (kecantikan sejati karena cantik
itu tidak mengenal usia, ras dan batasan yang lain sera menonjolkan keistimewaan formulanya yang
hingga kini belum bisa dicontoh oleh produsen sabun dimanapun), atau bagaimana Sosro membagi
konsumennya berdasarkan jenis produk teh botol Sosro (umum), Estee (menyukai volume/isi lebih
banyak) dan Fruit tee (anak muda/khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah &
cenderung suka rasa manis).Unilever tidak saja menjawab kebutuhan pasarnya tetapi juga
memastikan kempetitornya untuk berfikir beberapa kali sebelum menyemplungkan diri kekancah
persaingan tersebut.

PRICE

Memberikan potongan harga langsung ditempat pembelian.

PLACE

Dalam PT Unilever Indonesia, promosi yang dilakukan paling banyak melalui media elektronik. Namun
dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT. Unilever Indonesia tidak hanya lewat media
elektronik tetapi banyak juga melalui media cetak, sponsorship, mengadakan event-event yang
memasukkan produk-produk dari PT. Unilever seperti Kecap Bango, Pepsodent, Shampo Pantene, dan
lain-lain. Karena jika promosi yang dilakukan hanya melalui media elektronik maka PT. Unilever
Indonesia tidak mendapatkan keuntungan yang optimal. Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai
kalangan dan tingkatan sosial yang beragam. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati masyarakat
semua kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat. Makna dari iklan yang ditawarkan
oleh perusahaan juga harus bisa dipahami oleh berbagai kalangan, karena iklan adalah salah satu
cara promosi yang bisa dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal.

Selain melalui iklan elektronik proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga menggunakan
berbagai cara, diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang dapat menarik perhatian
pelanggan. Kupon belanja gratis produk unilever adalah salah satu cara promosi yang dilakukan oleh
Unilever, selain itu diskon-diskon yang diberikan juga banyak menarik perhatian pelanggan yang
berasal dari kalangan masyarakat menengah kebawah.
Iklan itu sendiri adalah kandungan utama dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media
bayaran untuk menyampaikan pesan, sementara para klien dan praktisi periklanan memandangnya
hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Iklan ini merupakan bagian dari
bauran promosi, yang terdiri dari pemasaran langsung, PR (Public Relations), promosi penjualan, dan
penjualan personal. Peranan merek produk juga sangat berperan penting, karena merek merupakan
simbol dari sebuah produk yang dipasarkan. Bahkan dalam satu perusahaan terdapat berbagai
macam merek yang berbeda-beda.

Pemasaran berskala besar seperti ini hanya satu daripada beragam program promosi yang dilakukan
Unilever, promosi inter-personal langsung ke pelanggan juga dilakukan oleh Unilever dengan
memberikan keuntungan khusus yang diberikan pada pelanggan setia pengguna produk Unilever.
Dengan program pemasaran ini diharapkan Unilever dapat mencakup pangsa pasar yang luas di
pasar konsumen Indonesia.

Dalam pemasaran global, eksistensi perusahaan diperlukan dalam mengembangkan ide pemikiran,
baik dalam cakupan nasional maupun internasional. Dalam hal ini khususnya perusahaan Unilever
harus bisa membuat sebuah grand design mahakarya khususnya pemasaran global yang menuntut
sebuah keajaiban-keajaiban dalam mengembangkan karir sebuah perusahaan khususnya unilever
selain memantau jalannya proses globalisasi dari para pesaing. Mutlak adanya selalu diadakan apa
yang disebut dengan inovation treatment dalam setiap sesi langkah-langkah perusahaan.

Oleh karena itu pertanyaan lain dapat muncul seketika mengapa promosi perlu diadakan, jawabannya
tentu saja iya, karena dalam beberapa aspek perusahaan salah satu tujuan pengembangan mutu
perusahaan ialah dapat menyentuh seluruh lapisan konsumen dalam hal ini adalah sasaran global
yang diadakan dan dibuat dari grand design tersebut, oleh karena itu sebuah perusahaan unilever
dapat fight dengan para pesaingnya baik dari dunia asing maupun pesaing-pesaing unggulan dalam
negeri.

Unilever juga terus mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan inovasi dan aktivasi
produk, serta terus membangun citra produk. Hal ini merupakan sebagian dari strategi perusahaan
untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand-brand
Unilever. Komunikasi yang disampaikan melalui iklan di berbagai media cetak maupun elektronik
sangat efektif dan langsung mengenai sasaran,untuk evaluasi kedepannya PT. Unilever Indonesia,
Tbk akan melakukan 4 hal demi tetap memiliki citra baik pada konsumennya, antara lain: branding,
design, technical printing, dan merchandising. Sehingga dengan cepat hal tersebut dapat
mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk-produk yang dikeluarkan oleh
PT. Unilever.

PROMOTION

Promosi strategi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:

1. Periklanan

semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh suatu
sponsor tertentu.

2. Promosi Penjualan

Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk
atau jasa.

3. Hubungan Masyarakat dan Publisitas


berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk
individualnya.

4. Penjualan Secara Pribadi

interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi, menjawab
pertanyaan, dan menerima pesan

5. Pemasaran Langsung

penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung non personal lain untuk
berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan
tertentu dan calon pelanggan.

Akan tetapi dengan bertambahnya zaman, persaingan pasar semakin ketat, berkembangnya berbagai
jenis media baru dan semakin canggihnya konsumen maka Strategi Promosi dirumuskan menjadi:

1. Advertising
2. Consumer Sales Promotion
3. Trade Promotion and Co-Marketing
4. Packaging. Point Of Purchase
5. Personal Selling
6. Public relations
7. Brand Publicity
8. Corporate Advertising
9. The Internet
10. Direct Marketing
11. Experiential contact: Event, sponsorship
12. Customer Service
13. Word Of Mouth

Program Pelaksanaan, Pengendalian, dan Evaluasi

Agar sasaran yang ingin diraih dapat direalisasikan dengan strategi yang telah ditetapkan, strategi
perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan (action). Pelaksanaan tidak akan efektif bila tidak didahului
dengan perencanaan. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk mencapai
tujuan, realistis dan wajar, efisien serta merupakan cerminan dari strategi dan kebijakan perusahaan.
Perencanaan yang masih dalam bentuk global hendaknya dibuat dalam bentuk yang lebih detail,
misalnya dalam bentuk program-program kerja. Jika program kerja telah disiapkan berikut sumber
daya yang dibutuhkan, maka pelaksanaan kerja sudah dapat dimulai. Pengendalian atau pengawasan
dimaksudkan untuk lebih menjamin bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan
hendaknya didasarkan pada rencana yang telah disepakati, sehingga sasaran tidak menyimpang atau
keluar dari batas-batas toleransi. Tiga pengujian dapat digunakan untuk mengevaluasi pilihan strategi
terbaik, yakni :

1. Goodness of Fit Test Strategi yang baik harus benar-benar cocok terhadap kondisi
industri dan kompetisi, peluang dan ancaman pasar, dan aspek lain dari lingkungan eksternal
perusahaan. Pada sisi lain, ia juga harus selaras dengan kekuatan dan kelemahan sumber
daya, kompetensi, dan kemampuan kompetitif perusahaan .
2. Competitive Advantage Test Strategi yang baik harus mampu menigkatkan daya saing
perusahaan.
3. Performance Test Strategi yang baik harus mampu meningkatkan kinerja perusahaan.
Dua jenis peningkatan kinerja yang paling sering dikatakan mengenai kemampuan strategi
adalah : meningkatkan profitabilitas serta meningkatkan kekuatan kompetitif perusahaan dan
posisi pasar dalam jangka panjang.

ANALISIS SWOT PT. UNILEVER Tbk

A. Pendahuluan

Didalam persaingan industri yang semakin maju ini perusahaan dituntut untuk selalu melakukan
perkembangan positif didalam tubuh perusahaan sehingga perusahaan selalu berupaya memperbaiki
diri dengan perencanaan strategi yang baik. Untuk itulah PT Unilever sebagai perusahaan
multinasional yang memproduksi produk-produk kebutuhan konsumen perlu untuk mengidentifikasi
setiap kekuatan dan kelemahannya, dan selalu memantau setiap peluang yang mendatangkan
keuntungan dan ancaman yang mendatangkan kerugian. Untuk memenuhi tuntutan ini terciptalah
analisis SWOT yang memiliki peran penting dalam menetapkan suatu strategi perusahaan.

Analisis SWOT merupakan cara yang sistematis didalam melakukan analisis terhadap wujud ancaman
dan kesempatan agar dapat membedakan keadaan lingkungan yang akan datang sehingga dapat
ditemukan masalah yang ada. Dari analisis swot, perusahaan dapat menentukan strategi efektif yang
sejauh mungkin memanfaatkan kesempatan yang berlandaskan pada kekuatan yang dimiliki
perusahaan, mengatasi ancaman yang datang dari luar, serta mengatasi kelemahan yang ada

B. Teori

Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk memutuskan strategi
perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan
peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses)
dan ancaman (Threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan
pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencana
strategis (strategi planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada pada saat ini. Hal ini disebut dengan
Analisis Situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT.

C. Pembahasan

Kekuatan (Strengths)
[Link] promosi produk PT Unilever yang efektif dengan menampilkan model-model yang tipikal
muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga memacu konsumen (lebih spesifik perempuan)
untuk membeli produk tersebut agar dapat mengalami sendiri hasil yang diterima si model dalam
iklan tersebut.
2. PT Unilever gencar di misi sosial, sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus terjaga. Hal
ini terlihat dari pembelanjaan iklan dan promosi yang telah mendorong pertumbuhan penjualan di
tengah pasar yang kompetitif. PT Unilever Indonesia sebagai salah satu perusahaan dengan belanja
iklan terbesar menurut majalah marketing (top Brand Survey, edisi khusus 2007)

3. Pemimpin pasar consumer goods di Indonesia.

4. Memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berdedikasi, terampil, dan termotivasi di segenap
jajaran.

5. Adanya kenaikan pangsa pasar untuk kategori-kategori penting seperti face care, savoury, dan ice
cream.

6. Perencanaan baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor untuk
menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-rempat penjualan.

7. PT Unilever sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya hingga ke
daerah-daerah dapat terlayani.
8. PT unilever mempunyai moto operational excellent with no compromise on quality. Unilever
dalam menjalankan operasinya dijalankan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas produk.

Kelemahan (Weaknesses)
1. PT Unilever memiliki struktur matriks, yang terdapat beberapa tantangan yang mesti dihadapi
perusahaan yaitu pertama, sulitnya koordinasi kegiatan antar departemen yang mempunyai agenda
dan jadwal sendiri-sendiri. Kedua,ko munikasi pada karyawan yang bisa menerima pesan yang
[Link] ketiga, resolusi konflik antara inisiatif dari dukungan departemen (SDM, keuangan,
dan lain-lain) dengan departemen lini produk yang biasanya sangat berorientasi komersial.

2. Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu.

3. Jumlah karyawan yang tambun.

4. Birokrasi yang panjang karena kebijakan sentralisasi yang menyebabkan unilever indonesia tidak
bisa begitu saja memutuskan sesuatu.

5. Lambatnya konsolidasi intern dalam pengambilan keputusan.

6. Ketidakjelasan sertifikat halal untuk produk tertentu.

7. Mayoritas produk unilever memiliki entry barrier rendah.

8. Growth omzet penjualan dibawah rata-rata industri.

Kesempatan (Opportunities)
1. Stabilitas ekonomi yang relatif baik dengan pertumbuhan yang menggembirakan bagi ekonomi
Indonesia sebesar 6.3%.

2. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di wilayah pulau-pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
dan papua.

3. Tingginya kepuasan konsumen terlihat dari predikat prima indeks kepuasan konsumen.

4. Banyaknya pemain pasar nasional yang belum memiliki cara produksi kosmetik yang baik.
5. Luasnya potensial market sekitar 250 juta tepatnya 122.527.186 laki-laki (49,9%) dan 122.922.553
(50,1%) perempuan.
6. Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan jenis produk consumer goods.

7. Rekomendasi investasi pada saham dengan level beta dibawah 1.

8. Tinggi dan stabilnya tingkat kesetiaan masyarakat atas produk consumer goods 83 %.

Ancaman (Threats)
1. Adanya kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan seperti minyak kelapa sawit, gula kelapa,
dan bahan berbahan dasar petroleum yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak, bahan kimia dan
komoditas lainnya.

2. Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

3. Melemahnya daya beli konsumen.

4. Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina.

5. Rendahnya infrastruktur yang memadai berupa jalan yang menyebabkan t


ingginya biaya pemasaran produk.

6. Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri.

7. Tidak konsistennya pasokan gas dari pertamina.

8. Adanya tren perubahan gaya hidup masyarakat dari produk tradisional-nasional menjadi produk-
produk luar negeri.

9. Adanya campaign against unilever oleh greenpeace akibat penggundulan hutan yang
membahayakan komunitas orang utan.

10. Adanya pemboikotan produk zionisme termasuk unilever.

11. Produk pesaing dengan harga lebih rendah.

Generating a Strategic Factor Analysis Summary


(SFAS) Matrix
Alat yang digunakan dalam menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matriks SWOT.
Matriks ini menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman internal yang dihadapi
dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki. Matrik ini dapat
menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis.
Untuk menyimpulkan faktor-faktor strategis sebuah perusahaan yaitu dengan cara
mengkombinasikan faktor strategis eksternal (EFAS) dengan faktor strategis internal (IFAS) ke dalam
sebuah ringkasan analisis faktor-faktor strategi (SFAS) yang pada saat digunakan bersamaan dapat
menjadi seperangkat alat analisis yang kuat bagi analisis strategi. Penggunaan bentuk SFAS , yaitu
dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pada kolom 1 yaitu faktor strategis. Daftarkan item-item EFAS dan IFAS yang paling penting ke
dalam kolom faktor strategis kunci, kemudian tentukan mana yang merupakan kekuatan (S),
kelemahan (W), peluang (O), dan ancaman (T).
2. Tinjau bobot yang diberikan untuk faktor-faktor dalam tabel EFAS dan IFAS tersebut, dan
sesuaikan hingga jumlah total dalam kolom bobot EFAS dan IFAS mencapai angka 1.00.
3. Masukkan pada kolom peringkat yang diberikan manajemen perusahaan pada setiap faktor dari
tabel EFAS dan IFAS.
4. Kalikan bobot dengan peringkat untuk menghasilkan jumlah pada kolom skor berbobot.
5. Berikan tanda X dalam kolom durasi untuk menunjukkan apakah satu faktor memilikihorizon waktu
jangka pendek(< 1tahun),menengah (1-3tahun), panjang(> 3tahun).
6. Berikan keterangan untuk masing-masing faktor dari tabel EFAS dan IFASSFAS yang dihasilkan
meringkas faktor-faktor strategis eksternal dan internal dalam satu bentuk. SFAS hanya berisi faktor-
faktor strategis yang paling penting dan menyediakan basis bagi perumusan strategi.
Reviewing of Mission and Objective
Point selanjutnya yang harus dilakukan manajemen ialah menguji ulang misi dan tujuan perusahaan
saat ini sebelum dapat menghasilkan dan mengevaluasi strategi-strategi alternatif. Pengujian ulang
ini sangat penting, karena ketika membuat keputusan, biasanya ada kecenderungan lebih
berkonsentrasi hanya pada alternatif-alternatif saja daripada pada tujuan yang ingin dicapai.
Kecenderungan tersebut meluas karena memang lebih mudah untuk berhubungan dengan tindakan
alternatif yang ada daripada memikirkan apa yang ingin kita capai di masa yang akan datang.
Masalah-masalah dalam kinerja dapat muncul dari tidak tepatnya pernyataan misi, yang dapat terlalu
sempit atau bahkan yang terlalu luas. Apabila misi tidak memberikan topik integratif bagi bisnis
perusahaan, maka manajer-manajer menjadi tidak jelas denganarah perusahaan. Seperti tujuan-
tujuan dan strategi dapat bertentangan, divisi-divisi yang saling bersaing satu sama lain, yang
nantinya dapat membawa kerusakan bagi perusahaan sebagai satu kesatuan.
Tujuan-tujuan sebuah perusahaan dapat juga dinyatakan dengan cara yang tidak tepat. Tujuan
tersebut mungkin terlalu menitikberatkan pada sasaran operasional jangka pendek, atau bahkan
terlalu luas. Kemudian adanya kesenjangan perencanaan antara tujuan yang direncanakan dengan
yang dicapai. Apabila kesenjangan tersebut terjadi, yang harus dilakukan ialah mengubah strategi
untuk meningkatkan kinerja atau menurunkan tujuan yang akan dicapai agar lebih realistis. Oleh
sebab itu diperlukan tinjauan yang bersifat konstan terhadap tujuan-tujuan.
Generating Alternative Strategies by Using a TOWS MatrixKita telah membahas bagaimana
perusahaan menilai situasinya dan meninjau strategi-strategi perusahaan yang tersedia. Kemudian
selanjutnya ialah mengidentifikasicara-cara alternatif sehingga organisasi dapat menggunakan
kekuatan khususnya untuk menggunakan kesempatan atas peluang-peluang atau untuk menghindari
ancaman dan mengatasi kelemahannya. Matriks SWOT menggambarkan bagaimana manajemen
dapat mencocokkan peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi suatu perusahaan dengan
kekuatan dan kelemahan internalnya. Metode ini mengarah pada brainstorming untuk menciptakan
strategi-strategi alternatif yang mungkin tidak terpikirkan oleh manajemen. Matriks SWOT dapat
diaplikasikan pada perusahaan bisnis tunggal maupun multi bisnis.

Strategi SO
1. Penetrasi dan pengembangan pasar atas produk-produk yang sudah ada.
2. Peningkatan kualitas, kapasitas sarana dan prasarana untuk mengantisipasi permintaan dimasa
depan.
3. Peningkatan kecepatan proses pelayanan klaim.
4. Pemantapan pola kerjasama yang sinergis dengan mitra kerja dalam hal pemasaran IW dan SW.
5. Peningkatan kehandalan sistim pengawasan.

Strategi WO
1. Peningkatan peran Humas dalam mempromosikan dan memposisikan produk secara efektif.
2. Peningkatan struktur pegawai yang memiliki gelar profesi.
3. Penguatan sistem manajemen investasi dan keuangan.
4. Penguatan struktur permodalan.
5. Pemantapan sistim pembebanan dan pengaturan kerja.

Strategi ST
1. Penguatan sistim akuntansi keuangan serta mekanismenya, yang komunikatif dan interaktif dalam
hubungan antara pusat dan daerah.
2. Peningkatan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan klaim sesuai dengan standar
yang berlaku.
Perencanan Strategis Sistem Informasi Studi Kasus PT Jasa Raharja (PERSERO)
3. Konsolidasi kekuatan moral SDM melalui upaya yang mengarah pada filosofi respect to people
4. Peningkatan sistim kearsipan sebagai salah satu fasilitas penyedia informasi.
5. Peningkatan kualitas produk hukum untuk mendukung operasi perusahaan.
Strategi WT
1. Penguatan struktur organisasi untuk mengantisipasi perubahan dimasa depan.
2. Penguatan sistim manajemen SDM.
3. Peningkatan profesionalisme dan jiwa kewirausahaan untuk mendukung daya saing perusahaan.
4. Pengembangan sistem komputerisasi yang terintegrasi dan mampu mendukung proses
pengambilan keputusan strategis maupun operasional.
5. Pengembangan sistim budaya kerja yang kreatif dan inovasi.
6. Perancangan program kegiatan LITBANG yang lebih berorientasi kepada kebutuhan pasar.

ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL & EKSTERNAL

PT. UNILEVER Tbk

Kondisi Internal Perusahaan Strategic Advantage Profile( SAP )

1. Strength

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor


Promosi Produk yang Efektif 4 0,2 4 0,8
Pemimpin Pasar Consumer Goods 4 0,2 4 0,8
Tim Produksi yang Terampil 4 0,2 3 0,6
Kerjasama Erat dengan Para Pemasok 4 0,2 3 0,6
Jaringan Distribusi Hingga Ke Daerah Daerah 4 0,2 4 0,8
TOTAL 20 1 3,6

1. Weakness

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor


Jumlah Karyawan Yang Tambun 2 0,14 4 0,56
Lambatnya Konsolidasi Intern dalam Pengambilan 2 0,14 3 0,42
Keputusan
Rendahnya Penjualan Terhadap Produk Tertentu 4 0,29 1 0,29
Ketidakjelasan Sertifikat Halal Terhadap Produk 4 0,29 2 0,58
Tertentu
Sulitnya Koordinasi Kegiatan Antar Departemen 2 0,14 3 0,42
yang Mempunyai Agenda Jadwal Sendiri sendiri
TOTAL 14 1 2,3

Kondisi Eksternal Perusahaan Envorimental Threat and opportunity profil (ETOP)

a) Opportunity

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor


Tingginya Kepuasan Konsumen 4 0,22 4 0,9
Banyaknya Pemain Pasar Nasional dengan Cara 3 0,17 4 0,7
Produksi yang Rendah
Stabilitas Ekonomi yang Relatif Baik 4 0,22 2 0,4
Tingginya Tingkat Ketergantungan Masyarakat 4 0,22 3 0,7
Luasnya Potensial Market 3 0,17 4 0,7
TOTAL 18 1 3,4

b) Threat

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor


Kenaikan Biaya Bahan Baku 4 0,21 4 0,8
Nilai Tukar Rupiah yang Tidak Stabil 4 0,21 3 0,6
Maraknya Pemalsuan dan Penyelundupan Produk 4 0,21 4 0,8
Cina
Pengahapusan Subsidi BBM 3 0,16 3 0,5
Produk Pesaing yang Harganya Lebih Rendah 4 0,21 4 0,8
TOTAL 19 1 3,2
Analisis Matrik SWOT

a) Koordinat Analisis Internal

(Skor total Kekuatan Skor Total Kelemahan) = 3,6 2,3 = 1,3

b) Koordinat Analisis Eksternal

(Skor total Peluang Skor Total Ancaman) = 3,4 3,2 = 0,2

Anda mungkin juga menyukai