100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
282 tayangan9 halaman

Pengertian dan Jenis Galvanometer

Dokumen tersebut membahas tentang meter dan jembatan arus searah, khususnya galvanometer. Galvanometer adalah alat untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik yang kecil dan digunakan untuk menentukan arah dan kekuatan arus listrik. Terdapat beberapa jenis galvanometer seperti galvanometer suspensi, balistik, tangen, dan astik. Galvanometer bekerja berdasarkan prinsip gaya Lorentz pada kumparan yang dialiri arus. Sensitivitas gal

Diunggah oleh

Yogi Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
282 tayangan9 halaman

Pengertian dan Jenis Galvanometer

Dokumen tersebut membahas tentang meter dan jembatan arus searah, khususnya galvanometer. Galvanometer adalah alat untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik yang kecil dan digunakan untuk menentukan arah dan kekuatan arus listrik. Terdapat beberapa jenis galvanometer seperti galvanometer suspensi, balistik, tangen, dan astik. Galvanometer bekerja berdasarkan prinsip gaya Lorentz pada kumparan yang dialiri arus. Sensitivitas gal

Diunggah oleh

Yogi Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS

INSTRUMEN ELEKTRONIK
DAN PENGUKURAN

MATERI
METER DAN JEMBATAN ARUS SEARAH

DOSEN PEMBIMBING
Drs. Hufri [Link]

Oleh
Rizki
17033154

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PENDIDIKAN FISIKA
2017
METER DAN JEMBATAN ARUS SEARAH

A. Galvanometer

1. Pengertian

Galvanometer adalah alat untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik yang
kecil. Galvanometer juga adalah alat yang digunakan untuk menentukan arah,
dan kekuatan dari arus listrik dalam konduktor. Galvanometer ditemukan
oleh Hans C. Oersted bahwa jarum magnetik dibelokkan oleh adanya arus listrik
dalam konduktor terdekat. Ketika arus listrik melewati konduktor, jarum
magnetik cenderung berbelok di sudut kanan ke konduktor sehingga arah
paralel ke garis induksi di sekitar konduktor dan yang poin Kutub Utara ke arah
di mana garis-garis ini induksi mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum
ternyata tergantung pada kekuatan saat ini.

Galvanometer pertama, jarum magnetik bebas digantung di sebuah lilitan


dari kawat magnet itu tetap dan kumparan bergerak. Galvanometer modren
saat ini, kumparan tipe movable dan disebut dArsonval galvanometers (temuan
oleh Arsene dArsonval, fisikawan Perancis). Jika pointer melekat ke kumparan
bergerak maka akan menunjukkan skala yang sudah dikalibrasi, galvanometer
dapat digunakan untuk mengukur secara kuantitatif saat itu.

Galvanometer dikalibrasi seperti yang digunakan dalam banyak alat


pengukur listrik. Amperemeter DC, alat untuk mengukur arus searah. Karena
arus berat akan merusak galvanometer, maka disediakan bypass, atau shunt
sehingga hanya dikenal persentase tertentu saat ini melewati galvanometer.

Voltmeter DC, yang dapat mengukur tegangan langsung, terdiri dari


galvanometer yang dikalibrasi dan dihubungkan secara seri dengan hambatan
tinggi. Untuk mengukur tegangan antara dua titik, voltmeter dihubungkan satu
sama lain. Arus yang melalui galvanometer (pointer membaca) akan sebanding
dengan tegangan.
2. Jenis-jenis Galvanometer
a. Galvanometer Suspensi
Dasar dari alat-alat ukur arus searah yang menggunakan kumparan gerak
(moving coil) bagi sebagian alat ukur arus searah adalah Galvanometer Suspensi.
Galvanometer suspensi masih digunakan untuk pengukuran-pengukuran
laboratorium dengan sensirivitas tertentu, jika instrumen bukan merupakan
masalah dan probabilitas bukan menjadi probabilitas bukan menjadi prioritas.
Prinsip kerja galvanometer ini yaitu mekanisme kumparan putar magnet
permanen (PMMC).

Gambar galvanometer suspensi

b. Galvanometer Balistik
Galvanometer Balistik digunakan untuk mengukur fluksi maknit, dan bekerja
menggunakan prinsip dArsonval dan dirancang khusus untuk pemakaian
selama 20-30 sekon dengan kepekaan tinggi. Pada pengukuran balistik ini,
kumparan berayun ke satu sisi dan kemudian kembali berhenti dalam gerakan
berosilisasi. Jika impuls arus berlangsung singkat, maka defleksi mula-mula
dari posisi berhenti berbanding lurus dengan kuantitas pengosongan muatan
listrik melalui kumparan. Nilai relatif impuls arus yang diukur dalam defleksi
sudut mula-mula dari kumparan adalah :
Q=K
Keterangan : Q = muatan listrik (coulomb)
K = kepekaan galvanometer (coulomb / radian defleksi)
= defleksi sudut kumparan (radian)
Harga K dipengaruhi oleh redaman dan besarnya diperoleh secara
eksperimental, melalui pemeriksaan kalibrasi pada kondisi pemakaian yang
nyata.

Gambar galvanometer balistik

c. Galvanometer Tangen
Galvanometer tangen adalah alt ukur awal yang digunakan untuk pengukuran
arus listrik. Alat ini bekerja dengan menggunakan jarum kompas untuk
membandingkan medan magnet yang dihasikan oleh arus tidak diketahui oleh
medan magnet bumi. Ia mendaoat namanya dari prinsip operasi, hukum tangen
magnetisme, yang menyatakan bahwa persoalan dari sudut jarum kompas
membuat sebanding dengan rasio kekuatan dari dua bidang tegak lurus magnet.
Ini pertama kali dijelaskan oleh Claude Pouilet pada tahun 1837.

Gambar galvanometer tangen

d. Galvanometer Astatic
Galvanometer Astatic dikembangkan oleh Leopoldo Nobili tidak seperti
galvanometer kompas jarum, galvanometer astatic memiliki dua jarum
magnetik sejajar satu sama lain, tetapi dengan kutub magnet terbalik. Perakitan
jarum ditangguhkan oleh benang sutra dan tidak memiliki momen dipol
magnetik. Hal ini dipengaruhi oleh medan magnet bumi, jarum yang lebih
rendah di dalam kumparan akan dibelokkan oleh medan magnet yang diciptakan
oleh arus yang lewat.

Gambar galvanometer astic

e. Galvanometer Refleksi Cermin


Galvanometer Refleksi Cermin adalah galvanometer yang sangat sensitif.
Galvanometer yang digunakan pada kepekaan tinggi menggunakan system
refleksi cahaya dipantulkan dari cermin tersebut kemudian diproyeksikan pada
sebuah kaca buram yang mempunyai garis-garis skala pembagi.

Gambar galvanometer refleksi cahaya

3. Prinsip Dasar Galvanometer

Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus tetapi dalam mengukur


kuat arus listrik galvanometer bekerja berdasarkan prinsip bahwa sebuah
kumparan yang dialiri arus listrik galvanometer bekerja berdasarkan prinsip
bahwa sebuah kumparan yang dialiri arus listrik dapat berputar ketika
diletakkan dalam suatu daerah medan magnetik. Pada dasarnya kumparan
terdiri dari banyak lilitan kawat. Sebuah galvanometer yang digantungkan pada
kumparan, kopel magnetik akan memutar kumparan, kumparan hanya dapat
berputar maksimal seperempat putaran kedudukan kumparan tegak lurus
terhadap medan magnet. Cara kerja galvanometer sama dengan motor listrik,
tapi karena dilengkapi pegas, maka kumpurannya tidak berputar. Karena
muatan dalam magnet dapat berubah, dimana adanya arus listrik yang mengalir
di dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah tetapi
prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar, yaitu berputarnya
kumparan karena munculnya dua gaya Lorentz sama besar tetapi berlawanan
arah yang dimana bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan.
Kawat tembaga di lilitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk
satu kumparan, dan diletakkan pada kutub-kutub sebuah magnet permanen.
Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang
terpasang dibawah dan diatas kumparan, maka sisi kumparan yang dekat kutub
utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorentz yang sama tetapi berlawana
arah, yang akan menyebabkan kumparan berputar jarum untuk menunjukkan
pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala menyatakan besar arus
listrik yang diukur.

Oleh karena itu galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk
mengukur kuat arus dan beda potensial listrik yang relative kecil. Galvanometer
tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik
yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya yang tidak
mendukung.
3. Sensitivitas Galvanometer
a. Sensitivitas Arus (Current Sensitivity)
Sensitivitas Arus adalah perbandingan diantara simpangan jarum penunjuk
galvanometer terhadap arus listrik yang menghasilkan simpangan tersebut.
Besarnya arus listrik biasanya dalam orde microampere A. Sedangkan besarnya
simpangan dalam orde millimeter (mm). Jadi untuk galvanometer yang tidak
memiliki skala yg dikalibrasi dalam orde millimeter, harus dikonfresi dulu ke
dalam skala millimeter.
Secara matematis, sensitivitas arus dinyatakan dengan :

S1 =

S1 = sensitivitas arus dalam mm/ A
d = simpangan galvanometer dalam mm
I = arus pada galvanometer dalam A

b. Sensitivitas Tegangan (Voltage Sensitivity)


Sensitivitas Tegangan adalah perbandingan antara simpangan jarum
penunjuk galvanometer terhadap tegangan yang menghasilkan simpangan.
Sensitivitas tegangan dinyatakan dengan notasi matematis sebagai berikut :

SV =

Sv = sensitivitas tegangan dalam mm/mV
d = simpangan galvanometer dalam mm
V = arus pada galvanometer dalam mV
c. Sensitivitas Mega Ohm (Megaohm Sensitivity)
Sensitivitas Mega Ohm adalah besarnya resistansi mga ohm yang terhubung
dengan galvanometer untuk menghasilkan simpangan jarum menunjuk
galvanometer sebesar 1 bagian skala jika tegangannya yang disatukan sebesar 1
Volt. Secara numerik sensitivitas mega ohm sama dengan sensitivitas arus dan
dinyatakan sebagai berikut :

SR = S1

SR = sensitivitas mega ohm dalam mm/A


D = simpangan galvanometer dalam mm
I = arus pada galvanometer dalam A

d. Sensitivitas Balistik
Sensitivitas Balistik biasa digunakan pada galvanometer balistik. Sensitivitas
Balistik adalah perbandingan antara simpangan maksimum dan jarum penunjuk
galvanometer terhadap jumlah muatan listrik Q dari sebuah pulsa tunggal yang
menghasilkan simpangan. Sensitivitas Balistik dinyatakan dengan sebagai
berikut :

SQ =

SQ = sensitivitas balistik dalam mm/ C


d = simpangan galvanometer dalam mm
Q = besarnya muatan listrik dalam C
B. Daftar Pustaka
1. Jevuska : Fungsi Galvanometer, Ampere DC, Listrik, Magnet, Voltmeter DC,
(2007)
2. Weni Sri Yunita : Pengukuran Listrik Galvanometer, Universitas Hasnuddin
(2013)
3. Anhar, ST. MT : Pengukuran Listrik 3, Instrumen Penunjuk Arus Searah (2012-
2013)
4. Cooper, D, William : Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran,
Jakarta: Erlangga (1985)
5. Rahmad, M : Alat-alat Ukur Listrik, Pekanbaru: Cendikia Insani (2008)

Anda mungkin juga menyukai