0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan5 halaman

Pengertian dan Jenis Terapi Modalitas

Dokumen tersebut membahas tentang terapi modalitas dalam keperawatan jiwa. Terapi modalitas adalah metode pemberian terapi yang menggunakan kemampuan fisik atau elektrik untuk membantu proses penyembuhan dan mengurangi keluhan pasien. Terapi modalitas mencakup berbagai jenis seperti terapi individual, lingkungan, biologis, kognitif, logoterapi, keluarga, kelompok, psikoreligius, bermain, dan perilaku. Setiap j

Diunggah oleh

novitha putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan5 halaman

Pengertian dan Jenis Terapi Modalitas

Dokumen tersebut membahas tentang terapi modalitas dalam keperawatan jiwa. Terapi modalitas adalah metode pemberian terapi yang menggunakan kemampuan fisik atau elektrik untuk membantu proses penyembuhan dan mengurangi keluhan pasien. Terapi modalitas mencakup berbagai jenis seperti terapi individual, lingkungan, biologis, kognitif, logoterapi, keluarga, kelompok, psikoreligius, bermain, dan perilaku. Setiap j

Diunggah oleh

novitha putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Luh Gde Dwirini Novitha Putri

NIM : P07120215012
Kelas/Prodi : 3A/DIV Keperawatan

TERAPI MODALITAS
1. Pengertian
Terapi modalitas merupakan metode pemberian terapi yang
menggunakan kemampuan fisik atau elektrik. Terapi modalitas bertujuan
untuk membantu proses penyembuhan dan mengurangi keluhan yang dialami
oleh klien. (Laundry & Jenes, 2009 dalam Setyoadi & Kushariyadi, 2011).
Terapi modalitas dapat diterapkan pada, yaitu: manajemen nyeri, perawatan
gangren, perawatan luka baru, perawatan luka kronis, latihan peregangan,
range of motion, dan terapi hiperbarik.
Terapi modalitas adalah terapi utama dalam keperawatan jiwa. Terapi
ini di berikan dalam upaya mengubah perilaku pasien dari perilaku
maladaptif menjadi perilaku adaptif. Terapi modalitas mendasarkan potensi
yang dimiliki pasien (modal-modality) sebagai titik tolak terapi atau
penyembuhannya.
Sehingga terapi modalitas adalah suatu tehnik terapi dengan
menggunakan pendekatan secara spesifik, suatu sistem terapi psikis yang
keberhasilannya sangat tergantung pada adanya komunikasi atau perilaku
timbal balik antara pasien dan terapis. Terapi yang diberikan dalam upaya
mengubah perilaku mal adaptif menjadi perilaku adaptif.

2. Prinsip Pelaksanaan
Perawat sebagai terapis mendasarkan potensi yang dimiliki pasien sebagai
titik tolak terapi atau penyembuhan.

3. Dasar Pemberian Terapi Modalitas


a. Gangguan jiwa tidak merusak seluruh kepribadian atau perilaku
manusia
b. Tingkah laku manusia selalu dapat diarahkan dan dibina ke arah kondisi
yang mengandung reaksi( respon yang baru )

1
c. Tingkah laku manusia selalu mengindahkan ada atau tidak adanya
faktor-faktor yang sifatnya menimbulkan tekanan sosial pada individu
sehingga reaksi indv tersebut dapat diprediksi ( reward dan punishment )
d. Sikap dan tekanan sosial dalam kelompok sangat penting dalam
menunjuang dan menghambat perilaku individu dalam kelompok social
e. Terapi modalitas adalah proses pemulihan fungsi fisik mental emosional
dan sosial ke arah keutuhan pribadi yang dilakukan secara holistic.

4. Jenis - JenisTerapi Modalitas


Ada beberapa jenis terapi modalitas, antara lain:
a. Terapi Individual
Terapi individual adalah penanganan klien gangguan jiwa dengan
pendekatan hubungan individual antara seorang terapis dengan seorang
klien. Suatu hubungan yang terstruktur yang terjalin antara perawat dan
klien untuk mengubah perilaku klien. Hubungan yang dijalin adalah
hubungan yang disengaja dengan tujuan terapi, dilakukan dengan
tahapan sistematis (terstruktur) sehingga melalui hubungan ini terjadi
perubahan tingkah laku klien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan di
awal hubungan. Hubungan terstruktur dalam terapi individual bertujuan
agar klien mampu menyelesaikan konflik yang dialaminya. Selain itu
klien juga diharapkan mampu meredakan penderitaan (distress)
emosional, serta mengembangkan cara yang sesuai dalam memenuhi
kebutuhan dasarnya.
b. Terapi Lingkungan
Terapi lingkungan adalah bentuk terapi yaitu menata lingkungan agar
terjadi perubahan perilaku pada klien dari perilaku maladaptive menjadi
perilaku adaptif. Perawat menggunakan semua lingkungan rumah sakit
dalam arti terapeutik. Bentuknya adalah memberi kesempatan klien
untuk tumbuh dan berubah perilaku dengan memfokuskan pada nilai
terapeutik dalam aktivitas dan interaksi.
c. Terapi Biologis
Penerapan terapi biologis atau terapi somatic didasarkan pada model
medical di mana gangguan jiwa dipandang sebagai penyakit. Ada

2
beberapa jenis terapi somatic gangguan jiwa meliputi: pemberian obat
(medikasi psikofarmaka), intervensi nutrisi,electro convulsive therapy
(ECT), foto terapi, dan bedah otak. Beberapa terapi yang sampai
sekarang tetap diterapkan dalam pelayanan kesehatan jiwa meliputi
medikasi psikoaktif dan ECT.
d. Terapi Kognitif
Terapi kognitif adalah strategi memodifikasi keyakinan dan sikap yang
mempengaruhi perasaan dan perilaku klien. Proses yang diterapkan
adalah membantu mempertimbangkan stressor dan kemudian
dilanjutkan dengan mengidentifikasi pola berfikir dan keyakinan yang
tidak akurat tentang stressor tersebut. Gangguan perilaku terjadi akibat
klien mengalami pola keyakinan dan berfikir yang tidak akurat. Untuk
itu salah satu memodifikasi perilaku adalah dengan mengubah pola
berfikir dan keyakinan tersebut. Fokus asuhan adalah membantu klien
untuk reevaluasi ide, nilai yang diyakini, harapan-harapan, dan
kemudian dilanjutkan dengan menyusun perubahan kognitif.
e. Logo Terapi
Logo terapi dapat digambarkan sebagai corak psikologi yang
mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia disamping simensi
kejiwaan serta beranggapan bahwa makna hidup dan hasrat untuk hidup
bermakna merupakan motivasi utama manusia yang meraih taraf
kehidupan yang bermakna.
f. Terapi Keluarga
Terapi keluarga adalah terapi yang diberikan kepada seluruh anggota
keluarga sebagai unit penanganan (treatment unit). Tujuan terapi
keluarga adalah agar keluarga mampu melaksanakan fungsinya. Untuk
itu sasaran utama terapi jenis ini adalah keluarga yang mengalami
disfungsi; tidak bisa melaksanakan fungsi-fungsi yang dituntut oleh
anggotanya. Dalam terapi keluarga semua masalah keluarga yang
dirasakan diidentifikasi dan kontribusi dari masing-masing anggota
keluarga terhadap munculnya masalah tersebut digali. Dengan demikian
terlebih dahulu masing-masing anggota keluarga mawas diri; apa

3
masalah yang terjadi di keluarga, apa kontribusi masingmasing terhadap
timbulnya masalah, untuk kemudian mencari solusi untuk
mempertahankan keutuhan keluarga dan meningkatkan atau
mengembalikan fungsi keluarga seperti yang seharusnya.
g. Terapi Kelompok
Terapi kelompok adalah bentuk terapi kepada klien yang dibentuk
dalam kelompok, suatu pendekatan perubahan perilaku melalui media
kelompok. Dalam terapi kelompok perawat berinteraksi dengan
sekelompok klien secara teratur. Tujuannya adalah meningkatkan
kesadaran diri klien, meningkatkan hubungan interpersonal, dan
mengubah perilaku maladaptive. Terapi Perilaku Anggapan dasar dari
terapi perilaku adalah kenyataan bahwa perilaku timbul akibat proses
pembelajaran. Perilaku sehat oleh karenanya dapat dipelajari dan
disubstitusi dari perilaku yang tidak sehat. Teknik dasar yang digunakan
dalam terapi jenis ini adalah: Role model, Kondisioning operan,
Desensitisasi sistematis, Pengendalian diri dan Terapi aversi atau rileks
kondisi.
h. Terapi Psikoreligius
Terapi dengan pendekatan terhadap kepercayaan yang dianut oleh
klien, pendekatan ini dilakukan oleh seorang pemuka agama dengan
cara memberikan pencerahan, kegiatan ini dilakukan minimal 1 kali
seminggu.
i. Terapi Bermain
Terapi bermain diterapkan karena ada anggapan dasar bahwa anak-
anak akan dapat berkomunikasi dengan baik melalui permainan dari
pada dengan ekspresi verbal. Dengan bermain perawat dapat mengkaji
tingkat perkembangan, status emosional anak, hipotesa diagnostiknya,
serta melakukan intervensi untuk mengatasi masalah anak tersebut.
j. Terapi Perilaku
Anggapan dasar dari terapi perilaku adalah kenyataan bahwa perilaku
timbul akibat proses pembelajaran. Perilaku sehat oleh karenanya dapat
dipelajari dan disubstitusi dari perilaku yang tidak sehat. Teknik dasar
yang digunakan dalam terapi jenis ini adalah:

4
1) Role model
2) Kondisioning operan
3) Desensitisasi sistematis
4) Pengendalian diri
5) Terapi aversi atau releks kondisi

Anda mungkin juga menyukai