Proses Pembuatan Velva Mangga
Proses Pembuatan Velva Mangga
OLEH:
KELOMPOK A-1
INKA ANTONIA 6103011081
ELIA DEVINA 6103012011
REVELINNO 6103012077
KURNIALIN S 6103012106
DEWI MAYASARI 6103012133
Pembuatan HPMC
HPMC
Buah Mangga
Sortasi
Pengupasan
Penghancuran (blender)
5 L air Pengenceran
Pure Mangga
Gula Mixing
1L + 1L + 1L + 1L + 1L +
0% HPMC 2% HPMC 4% HPMC 6% HPMC 8% HPMC
Homogenisasi
(1500rpm; 3-5menit)
Velva mangga
Pengujian Daya Leleh
Contoh perhitungan waktu leleh per 50 g velva tanpa penambahan HPMC (0%
HPMC):
50
()
()
50
= 77
102,4
= 37,60
Daya Alir
8%
6%
4%
2%
0%
Kesimpulan:
Velva pada perlakuan penambahan HPMC dengan konsentrasi 8% memiliki daya alir paling
besar.
Uji Organoleptik, parameter Aroma:
Aroma
No Panelis 958 824 575 523 475
0% 2% 4% 6% 8%
1 Claudia C 5 6 4 4 2
2 Tjio Lina 6 5 4 4 2
3 Fernita 2 3 3 5 2
4 Henry 3 7 4 4 4
5 Grace 5 5 4 4 5
6 Simon 5 4 4 4 5
7 Felita 4 6 5 5 4
8 Budi 4 4 4 4 4
9 Elsa 3 4 5 4 3
10 Maya 5 4 4 4 4
11 Rani 5 6 5 5 6
12 Andre 7 4 4 2 4
13 Jann 7 6 6 4 5
14 Theresia 4 4 5 4 5
15 Felicia 5 6 7 7 6
16 Faustina 4 5 4 5 3
17 Suesti 5 6 7 4 3
18 Luciana 6 6 5 6 6
19 Valentine 4 5 7 3 6
20 Nyoman 6 6 6 5 4
21 Vally 5 4 3 4 4
22 Denis 4 3 3 3 4
23 Jose 4 3 6 4 3
24 Ali 4 4 4 4 4
25 Heberd 4 4 5 4 5
26 Dicki 4 4 4 4 4
27 Meily 4 5 5 6 6
JUMLAH 124 129 127 116 113
RATA-RATA 4.59 4.78 4.70 4.30 4.19
Keterangan:
958: Dengan penambahan 0% HPMC
824: Dengan penambahan 2% HPMC
575: Dengan penambahan 4% HPMC
523: Dengan penambahan 6% HPMC
475: Dengan penambahan 8% HPMC
Kesimpulan:
Aroma yang paling disukai adalah velva mangga dengan perlakuan penambahan HPMC
sebanyak 2%.
Anova: AROMA
SUMMARY
Groups Count Sum Average Variance
958 27 124 4.592593 1.327635
824 27 129 4.777778 1.25641
575 27 127 4.703704 1.37037
523 27 116 4.296296 0.985755
475 27 113 4.185185 1.541311
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 7.214815 4 1.803704 1.391429 0.240479 2.44135
Within Groups 168.5185 130 1.296296
SUMMARY
Groups Count Sum Average Variance
871 27 102 3.777778 2.487179
932 27 137 5.074074 1.301994
361 27 135 5 1.076923
656 27 115 4.259259 1.430199
743 27 133 4.925926 1.609687
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 34.63704 4 8.659259 5.476396 0.000417 2.44135
Within Groups 205.5556 130 1.581197
Untuk mengetahui letak perbedaannya, kita menggunakan uji LSD dan Duncan
warna
kode N 1 2 3
361 27 5,00
932 27 5,07
(I) kode (J) kode Difference (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound
Kesimpulan: Sampel 361 berbeda nyata dengan sampel 656 dan 871. Sampel 871 berbeda
nyata dengan sampel 361, 743, 932. Sampel 932 berbeda nyata dengan sampel 656 dan
871.
Uji Organoleptik, Parameter Viskositas (Daya Alir):
Daya Alir (Viskositas)
No Panelis 457 102 319 689 532
0% 2% 4% 6% 8%
1 Claudia C 4 6 4 3 2
2 Tjio Lina 5 5 4 3 2
3 Fernita 2 4 5 6 3
4 Henry 5 4 3 4 3
5 Grace 2 4 6 3 6
6 Simon 4 4 4 5 5
7 Felita 6 5 6 4 3
8 Budi 5 5 5 5 5
9 Elsa 4 4 5 5 4
10 Maya 4 4 4 3 3
11 Rani 5 6 6 5 6
12 Andre 6 6 3 4 1
13 Jann 7 7 6 5 7
14 Theresia 4 5 6 5 4
15 Felicia 6 6 7 5 6
16 Faustina 4 5 4 4 3
17 Suesti 6 5 4 6 5
18 Luciana 4 3 6 3 2
19 Valentine 4 5 6 3 6
20 Nyoman 4 4 4 4 4
21 Vally 5 4 3 3 2
22 Denis 3 4 4 4 3
23 Jose 3 6 2 6 1
24 Ali 4 4 4 4 4
25 Heberd 5 4 6 5 5
26 Dicki 4 4 4 4 4
27 Meily 5 5 4 4 5
JUMLAH 120 128 125 115 104
RATA-RATA 4.44 4.74 4.63 4.26 3.85
Keterangan:
457: Dengan penambahan 0% HPMC
102: Dengan penambahan 2% HPMC
319: Dengan penambahan 4% HPMC
689: Dengan penambahan 6% HPMC
532: Dengan penambahan 8% HPMC
Kesimpulan:
Viskositas yang paling disukai adalah velva mangga dengan perlakuan penambahan HPMC
sebanyak 2%.
Anova: VISKOSITAS
SUMMARY
Groups Count Sum Average Variance
457 27 120 4.444444 1.410256
102 27 128 4.740741 0.891738
319 27 125 4.62963 1.549858
689 27 115 4.259259 0.968661
532 27 104 3.851852 2.669516
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 13.22963 4 3.307407 2.207874 0.071635 2.44135
Within Groups 194.7407 130 1.498006
SUMMARY
Groups Count Sum Average Variance
123 27 124 4,5926 2,1738
531 27 135 5,0000 1,1538
212 27 122 4,5185 1,7977
733 27 111 4,1111 1,6410
768 27 102 3,7778 2,4872
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 23,8074 4 5,9519 3,2160 0,0149 2,4414
Within Groups 240,5926 130 1,8507
Rasa
Subset for alpha = 0.05
kode N
1 2 3
Duncana 768 27 3,78
733 27 4,11 4,11
212 27 4,56 4,56
123 27 4,59 4,59
531 27 5,00
Sig. ,366 ,220 ,258
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 27,000.
Multiple Comparisons
Dependent Variable: Rasa
(I) kode (J) kode Difference (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound
Kesimpulan: Sampel 768 berbeda nyata dengan sampel 212, 123, 531. Sampel 733 berbeda
nyata dengan sampel 531.
VI. PEMBAHASAN
Daya Leleh
Pada praktikum kali ini kelompok kami melakukan percobaan pembuatan velva
mangga yang diberi perlakuan dengan penambahan HPMC yang berbeda konsentrasi (0%, 2%,
4%, 6% dan 8%). Tujuan dari perlakuan ini adalah untuk membandingkan stabilitas dari velva
mangga yang dihasilkan. Velva mangga yang dihasilkan diharapkan mempunyai daya tahan
terhadap pelelehan pada suhu ruang namun velva diinginkan leleh dalam mulut. Pelelehan yang
terlalu lambat tidak diinginkan karena menunjukkan adanya stabilisasi sistem yang berlebihan.
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui penstabil dengan konsentrasi berapa yang
memberikan stabilitas yang baik terhadap laju pelelehan. Bahan penstabil dapat mengikat air
bebas dan bersama dengan bahan padatan dari bubur buah dan sukrosa dapat meningkatkan
viskositas velva dan menghambat difusi air sehingga velva tidak cepat leleh.
Dalam percobaan untuk mengetahui laju leleh dari velva mangga setelah velva
melewati proses hardening, velva untuk setiap perlakuan konsentrasi HPMC dikeluarkan dari
cup ice cream kemudian diletakkan pada saringan yang dibawahnya sudah diletakkan beaker
glass. Tetesan velva ditampung dalam beaker glass. Waktu yang dibutuhkan velva untuk setiap
perlakuan mencair sempurna dicatat dan dinyatakan sebagai waktu leleh. Ukuran cup ice cream
yang digunakan berbeda-beda sehingga berat velva untuk setiap perlakuan juga berbeda. Oleh
karena itu, waktu leleh velva yang diperoleh dari hasil pengujian dikonversikan ke dalam waktu
leleh masing-masing untuk 50g velva.
Laju leleh velva dari paling tinggi (paling cepat meleleh) ke paling rendah secara
berturut-turut adalah perlakuan penambahan HPMC 6% (33,23 menit) HPMC 2% (37,21
menit) HPMC 0% (37,60 menit) HPMC 8% (38,99 menit) HPMC 4% (41,31
menit).Secara teoritis, seharusnya semakin bayank konsentrasi HPMC yang ditambahkan,
maka semakin rendah pula laju leleh velva. Hal ini dikarenakan fungsi penambahan HPMC
sendiri adalah sebagai stabillizer untuk meningkatkan stabilitas velva. HPMC akan
menghidrasi air dalam sistem velva sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan viskositas.
Air yang terdapat dalam bentuk terikat tidak mudah terpisah akibat pelelehan sehingga
daya leleh velva dengan semakin meningkatnya onsentrasi HPMC seharusnya makin rendah.
Namun dari hasil pengukuran diperoleh bahwa velva yang memiliki daya leleh paling tinggi
adalah perlakuan penambahan 6% HPMC. Hal ini dapat disebabkan berat total velva yang
digunakan dalam setiap perlakuan berbeda. Pelelehan untuk setiap konsentrasi dilakukan
dengan melelehkan 1 cup velva. Velva dengan ukuran yang lebih besar memiliki tendensi lebih
lama mencair hal ini dikarenakan luas permukaan velva yang kontak dengan udara makin kecil
sehingga laju pelelehannya kecil. Velva dengan konsentrasi HPMC 6% memiliki daya leleh
lebih besar dibandingkan penambahan 0% maupun 2% HPMC yang berat total sampelnya lebih
besar. Untuk itu, ukuran dan bentuk sampel dalam pengujian daya leleh akan sangat
menentukan hasil pengukuran.
Namun stabilitas sistem velva dapat teramati dari tetesan velva yang tertampung dalam
beaker glass. Velva dengan penambahan 0% dan 2% HPMC mengalami pemisahan komponen
air dengan komponen tidak larut dalam velva. Sementara sistem velva dengan penambahan
konsentrasi HPMC lainnya relatif lebih stabil dan tidak terjadi pemisahan komponen air dengan
komponen tidak larut penyusun body velva. Air dalam kedua perlakuan HPMC ini menetes
terlebih dahulu dengan waktu tetesan pertama yang lebih cepat dibandingkan dengan
penambahan konsentrasi HPMC 4%, 6% maupun 8%. Waktu tetes yang lebih cepat disebabkan
karena viskositasnya yang rendah sehingga mudah menetes melalui celah-celah saringan.
Sementara waktu yang dibutuhkan velva dengan perlakuan penambahan 8% HPMC untuk
menetes pertama kali paling lama dibandingkan velva dengan penambahan konsentrasi HPMC
yang lebih kecil lainnya. Hal ini dikarenakan viskositas velva perlakuan penambahan 8%
HPMC paling besar sehingga suli untuk menetes melalui celah-celah saringan.
Daya Alir
Velva mangga yang diberi perlakuan perbedaan penambahan HPMC memiliki laju alir
yang berbrbeda. Semakin tinggi konsentrasi HPMC yang di tambahkan daya alirnya akan
semakin rendah. Terlihat pada gambar 6.1 dimana daya alir velva tanpa penambahan HPMC
paling cepat dan paling jauh dibandingkan dengan yang ditambahkan HPMC. Dalam waktu
yang sama dan jumlah yang sama didapat hasil bahwa penambahan konsentrasi HPMC paling
tinggi memiliki daya alir yang rendah karena HPMC sebagai penstabil memiliki sifat
higroskopis yang mampu menyerap air dari sekitarnya sehingga semakin banyak HPMC yang
ditambahkan air yang diperangkap oleh HPMC akan semakin banyak dan menyebabkan velva
yang dihasilkan memiliki daya alir yang rendah.
8%
6%
4%
2%
0%
Gambar 6.1. Daya Alir Velva Mangga dan Kosentrasi Penambahan HPMC
Aroma
Berdasarkan hasil uji pada 30 orang panelis terhadap parameter organoleptik warna,
didapati hasil bahwa aroma velva mangga yang paling disukai adalah velva mangga dengan
perlakuan penambahan HPMC sebanyak 2%. Namun berdasarkan hasil perhitungan anova
dimana Fhitung (1,3914) kurang dari Ftabel atau Fcrit (2,4414) yang berarti H0 diterima dengan
maksud bahwa tidaka ada pengaruh penambahan HPMC terhadap tingkat kesukaan dari aroma
velva mangga yang dihasilkan. Penambahan HPMC yang dilakukan tentunya tidak akan
berpengaruh pada aroma dari velva mangga yang dihasilkan, karena seperti yang kita ketahui
HPMC merupakan bahan penstabil yang dapat berfungsi untuk menstabilkan, mengentalkan
atau memekatkan suatu makanan yang dicampur dengan air sehingga terbentuk suatu cairan
dengan kekentalan yang stabil dan homogen dalam waktu yang relatif lama. Sehingga adanya
penambahan HPMC tidak mempengaruhi aroma dari velva yang dihasilkan.
Warna
Dari hasil uji organoleptik, menunjukkan bahwa pengaruh yang terlihat pada velva
mangga setelah penambahan HPMC dengan jumlah yang berbeda dari hal warna berbeda
nyata. Urutan kesukaan warna daari yang paling suka hingga tidak suka adalah 2%,4%,8%,6%,
dan 0%. Tingkat kesukaan warna tertinggi adalah pada penambahan HPMC sebanyak 2%,
sedangkan tingkat kesukaan terhadap warna terendah adalah pada penambahan HPMC
sebanyak 0%. Hal ini terjadi karena tidak dilakukannya perlakuan pendahuluan (blanching)
terlebih dahulu pada buah mangga sebelum diproses lebih lanjut. Sehingga terjadi pencoklatan
yang menyebabkan warnanya menjadi lebih gelap akibat pencoklatan enzimatis. Sedangkan
perlakuan dengan penambahan HPMC kenampakannya (warna) menjadi lebih baik atau lebih
terang. Tetapi dapat juga disebabkan karena buah mangga yang digunakan untuk membuat
velva terdapat pencampuran antara mangga yang matang dan tidak matang dan dapat
disebabkan juga karena penambahan HPMC dapat mengikat air yang terdapat pada puree
mangga.
Viskositas
Perlakuan yang dilakukan terhadap velva mangga adalah adanya perbedaan konsentrasi
HPMC sebagai penstabil velva. Konsentrasi yang digunakan antara lain 0%, 2%, 4%, 6%, dan
8%. Penambahan HPMC ini digunakan sebagai penstabil dalam velva agar tidak terjadi
pemisahan antara air dan padatan tidak terlarut buah mangga. Jika terjadi pemisahan, padatan
tidak terlarut buah mangga akan mengendap sehingga menurunkan kesukaan dan mutu dari
velva mangga yang dihasilkan.
HPMC merupakan turunan dari metilselulosa yang memiliki ciri-ciri serbuk atau butiran
putih, tidak memiliki bau dan rasa. Dapat mudah larut dalam air panas dan akan segera
menggumpal dan membentuk koloid. HPMC bersifat mudah menyerap air, sehingga ketika
dimasukkan ke dalam suatu larutan akan langsung membentuk gel. Gel ini yang kemudian akan
memerangkap air yang diserap, sehingga air di luar granula yang pada awalnya bebas bergerak
tidak bebas lagi sehingga terjadi peningkatan viskositas.
Adanya penambahan gula dalam pembuatan velva mangga juga membantu meningkatkan
viskositas sehingga meningkatkan pula kestabilan larutan. Hal ini disebabkan gula bersifat
higroskopis. Air terikat dengan gula sehingga pergerakannya menjadi lebih lambat, inilah yang
menyebabkan viskositas larutan semakin meningkat dengan adanya penambahan gula.
Semakin meningkatnya viskositas larutan, maka pergerakan padatan tidak terlarut juga
semakin terhambat, sehingga larutan menjadi stabil (tidak terbentuk endapan).
Dari hasil uji organolepik, diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap
viskositas velva mangga dengan penambahan HPMC dalam berbagai konsentrasi. Hasil ini
tidak sejalan dengan dugaan awal bahwa semakin banyak penambahan konsentrasi HPMC
pada velva, maka viskositas velva akan semakin meningkat. hal ini mungkin disebabkan karena
rentang perbedaan konsentrasi HPMC yang digunakan antar perlakuan cukup sempit, yaitu
dengan selisih 0,2%. Dan puree mangga yang dihasilkan sebelum pencampuran dengan HPMC
sudah cukup viskos sehingga viskositas (daya alir) yang dirasakan oleh panelis tidak terlalu
berbeda antar perlakuan.
Rasa
Berdasarkan hasil uji organoleptik parameter rasa yang dilakukan pada 27 orang panelis,
diperoleh hasil bahwa rasa velva mangga yang paling disukai adalah velva mangga dengan
perlakuan penambahan HPMC sebanyak 2%.sedangkan berdasarkan hasil perhitungan anova
dimana Fhitung(3,2160) lebih besar dari Ftabel (2,4414) yang berarti H1 diterima,dengan maksud
terdapat pengaruh dari penambahan HPMC terhadap tingkat kesukaan dari rasa velva mangga
yang dihasilkan. Hasil pernyataan tersebut dilanjutkan pada uji LSD dan Duncan untuk dapat
mengetahui dimana letak perbedaannya. Berdasarkan hasil uji LSD dan Duncan didapati
bahwa sampel 768 (penambahan HPMC 8%) berbeda nyata dengan sampel 212 (+HPMC 4%),
123 (+HPMC 0%), dan 531 (+HPMC 2%) dan sampel 733 (+HPMC 6%) berbeda nyata dengan
sampel 531 (+HPMC 2%). Adanya perbedaan terhadap tersebut tingkat kesukaan dari velva
mangga dapat disebabkan oleh peran dari HPMC yang berfungsi sebagai penstabil, dimana
dapat mengikat air yang akan menyebabkan flavor dan cita rasa dari mangga ikut terikat
bersama air, sehingga velva yang dihasilkan memiliki cita rasa dan aroma yang kuat.
VII. Kesimpulan
1. Semakin tinggi konsentrasi HPMC yang ditambahkan, maka laju lelehnya akan
semakin kecil dan viskositas velva yang dihasilkan semakin tinggi.
2. Semakin tinggi konsentrasi HPMC yang ditambahkan daya alir akan menurun.
3. Perbedaan penambahan HPMC tidak berpengaruh terhadap aroma velva mangga
yang dihasilkan.
4. Berdasarkan uji organoleptik, adanya perbedaan konsentrasi HPMC yang
ditambahkan memberikan perbedaan yang nyata terhadap warna velva mangga yang
dihasilkan.
5. Penggunaan HPMC sebagai penstabil dalam pembuatan velva menghambat terjadiya
pemisahan antara air dan padatan tidak terlarut dari buah mangga
6. Perbedaan konsentrasi HPMC (selisih 0,2% tiap perlakuan) tidak terlalu berpengaruh
terhadap viskositas velva manga
7. Perbedaan penambahan HPMC berpengaruh terhadap tingkat kesukaan dari rasa
velva mangga yang dihasilkan.
Indriastuti, M.D. 2005. Pembuatan Jelly Dari Buah Mangga. Tugas Akhir. Program Studi S1
PKK Konsentrasi Boga. Jurusan Teknologi Jasa Dan Produksi. Fakultas Teknik.
Universitas Negeri Semarang. Available at : [Link] Update: 5 September
2008
Kartika, B. 1988. Pedoman Uji Indrawi Bahan Pangan. Yogyakarta: PAU Pangan dan Gizi,
UGM.
Marshall, R. T and W. S. Arbuckle. 1996. Ice Cream (5th ed). New York. International
Thomson Publishing
Soekarto, S. T. 1990. Dasar-dasar Pengawasan dan Standarisasi Mutu Pangan. Bogor: PAU
Pangan dan Gizi, IPB
Suyanti., Prabawati, S., Setyadjit. 2006. Pedoman Teknis Pengolahan Mangga. Available at:
[Link] Update: 5 September 2008
Wijaya, H. 2002. Pembuatan Velva Fruit. Sedap Sekejap ed 81 III/2002. Jakarta:PT Media
Boga Utama
Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Edisi pertama. Jakarta. Penerbit: PT. Gramedia