0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan18 halaman

Senam Hamil: Panduan Praktis untuk Ibu Hamil

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan penyuluhan kesehatan tentang senam hamil yang akan diselenggarakan di Desa S. Penyuluhan akan membahas pengertian, tujuan, dan langkah-langkah senam hamil dan diharapkan pesertanya dapat mempraktekkannya dengan baik. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2010.

Diunggah oleh

nickthevil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan18 halaman

Senam Hamil: Panduan Praktis untuk Ibu Hamil

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan penyuluhan kesehatan tentang senam hamil yang akan diselenggarakan di Desa S. Penyuluhan akan membahas pengertian, tujuan, dan langkah-langkah senam hamil dan diharapkan pesertanya dapat mempraktekkannya dengan baik. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2010.

Diunggah oleh

nickthevil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

SENAM HAMIL

Pokok Bahasan : Sistem Reproduksi

Sub Pokok Bahasan : Konsep Senam Hamil

Sasaran : Ibu ibu hamil di desa S

Hari / Tanggal : 26 Oktober 2010

Waktu : Pukul 09.00 09.30 wita

Tempat : Di Balai Desa S

I. LATAR BELAKANG
Tingginya angka kematian ibu (AKI) menempatkan Indonesia pada urutan teratas di
Asean. Departemen Kesehatan menyebutkan angka kematian ibu di Indonesia mencapai
334/100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian ibu yaitu 28% karena perdarahan,
eklamsia 24%, komplikasi puerperium 8%, abortus 5%, partus eklamsia 24%, trauma
obstetrik 3%, lain-lain 11%.
Menurut Hartati Fauzi Bowo, kematian ibu dapat dicegah hingga 20 % yaitu melalui
Ante Natal Care (ANC) yang teratur, mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan,
hidup secara sehat dengan pemenuhan gizi yang seimbang, pelaksanaan inisiasi menyusui
dini dalam persalinan, serta pelaksanaan senam hamil secara teratur
([Link]
Senam hamil adalah senam yang dilakukan pada masa kehamilan dengan tujuan untuk
mempersiapkan fisik dan mental ibu hamil, dengan harapan proses kelahiran akan berjalan
lancar dan aman. Latihan senam hamil yang dilakukan secara teratur baik di tempat latihan
maupun di rumah dalam waktu senggang dapat menuntun ibu hamil ke arah persalinan yang
fisiologis selama tidak ada keadaan patologis yang menyertai kehamilan. Ibu hamil yang
melakukan senam hamil secara teratur selama masa kehamilannya dilaporkan dapat
memberikan keuntungan pada saat persalinan yaitu pada masa kala aktif (kala II) menjadi
lebih pendek, mencegah terjadinya letak sungsang dan mengurangi terjadinya insinden sectio
caesaria. (Harian Suara Merdeka, 2008).
II. TUJUAN UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta mampu memahami
tentang senam hamil dan dapat mempraktekkan senam hamil tersebut dengan baik

III. TUJUAN KHUSUS


Setelah proses penyuluhan selesai diharapkan :
1. Ibu hamil mampu menjelaskan pengertian senam hamil
2. Ibu hamil mampu mengetahui tujuan dari senam hamil
3. Ibu hamil mampu mengetahui petunjuk melakukan gerakan senam hamil
4. Ibu hamil mampu mengetahui bagian-bagian dari senam hamil
5. Ibu hamil mampu melakukan langkah-langkah gerakan senam hamil

IV. METODE
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Tanya jawab

V. MEDIA
[Link]/LCD
b. Leaflet

VI. ISI MATERI


Garis besar materi terlampir
1. Pengertian senam hamil
2. Tujuan senam hamil
3. Petunjuk melakukan senam hamil
4. Bagian-bagian senam hamil
5. Langkah-langkah gerakan senam hamil

VII. PROSES PELAKSANAAN

Kegiatan
NO Waktu
Penyuluhan Peserta

1 Pembukaan:
a. Salam pembukaan - Menjawab salam
b. Memperkenalkan diri - Mendengarkan
c. Mengkomunikasikan tujuan - Memperhatikan
d. Menyepakati kontrak - Mahasiswa menjawab 5 Menit

e. Apersepsi menyepakati kontrak


- Menyampaikan apersepsi

2 Kegiatan Inti Penyuluhan


- Menyampaikan materi - Menyimak dan memperhatikan
penyuluhan
tentang: - Peserta menjawab beberapa
1. Pengertian senam hamil 20 Menit
pertanyaan yang dilontarkan
2. Tujuan senam hamil
3. Petunjuk melakukan senam
hamil
4. Bagian-bagian senam hamil
5. Langkah-langkah gerakan
senam hamil
- Mengevaluasi secara verbal
pada peserta
3 Penutup
1. Menyampaikan hasil kegiatan - Peserta memerhatikan 5Menit
2. Mengakhiri kegiatan - Menjawab salam
penyuluhan dengan salam

VIII. SETTING TEMPAT

Penyaji

Moderator
Dosen
pembimbing

AUDIENS
OBSER-
VER

F F

FASILITATOR

IX. EVALUASI
1. EVALUASI STRUKTUR
a. SAP sudah siap 1 hari sebelum dilaksanakan kegiatan
b. Alat dan setting tempat siap
c. Sudah dibentuknya struktur pembagian peran
d. Perencanaan pendidikan kesehatan yang sesuai dan tepat
e. Penyaji dan peserta siap
2. EVALUASI PROSES
a. Alat dan tempat bisa digunakan sesuai rencana
b. Peserta bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah direncanakan

3. EVALUASI HASIL
a. Peserta dapat menjelaskan pengertian senam hamil
b. Peserta dapat menyebutkan tujuan senam hamil
c. Peserta dapat menyebutkan petunjuk senam hamil
d. Peserta dapat menyebutkan bagian-bagian dari senam hamil
e. Peserta dapat memahami langkah-langkah senam hamil

X. REFERENSI

Adiyono, W. (2008). Ragam Senam Hamil. [Link]

Andjun, Judi, J. (2003). Mengurangi Rasa Cemas Dengan Senam Hamil.


[Link]

Bascom, (2009). Konsep Perilaku Kesehatan. [Link]

Mengetasi Keluhan Hamil (2008). [Link]

Sari, Y. (2008). Pedoman Singkat Perawatan Ibu, Bayi dan Balita.

XI. PENGORGANISASIAN

1. Ketua : Agus Widi Suta Wijaya


2. Moderator : I Wayan Sujankarma Yudha
3. Penyaji : Putu Devy Satilla
4. Observer : Ni Nyoman Setia Indrayanti
5. Fasilitator : Ahmad Fauzi

Anjar Susanto

I Gede Arya Dhipayana

I Kadek Artawiyasa

Ni Wayan Nesia Wati

Ni Putu Pratiwi
MATERI

SENAM HAMIL

I. Pengertian

Senam hamil adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik
ataupun mental, untuk menghadapi persalinan yang cepat, aman dan spontan. Senam hamil
merupakan serangkaian gerakan-gerakan senam yang bermanfaat untuk mempersiapkan
kondisi ibu menghadapi proses persalinan. Tidak hanya itu, jika dilakukan secara teratur,
gerakan senam ini juga bermanfaat mengurangi keluhan-keluhan yang mungkin muncul saat
Anda hamil. Terutama pada tiga bulan terakhir masa kehamilan, seperti pegal-pegal pada
bagian-bagian tubuh tertentu.

Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat menjalani


persalinan dengan lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya
sehingga proses persalinan normal berlangsung relatif cepat.

II. tujuan senam hamil

1. Menguasai teknik pernapasan.

Latihan pernapasan sangat bermanfaat untuk mendapatkan oksigen, sedangkan teknik


pernapasan dilatih agar ibu siap menghadapi persalinan.

2. Memperkuat elastisitas otot.

Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, sehingga dapat


mencegah atau mengatasi keluhan nyeri di bokong, di perut bagian bawah dan keluhan wasir.

3. Mengurangi keluhan.

Melatih sikap tubuh selama hamil sehingga mengurangi keluhan yang timbul akibat
perubahan bentuk tubuh.
4. Melatih relaksasi.

Proses relaksasi akan sempurna dengan melakukan latihan kontraksi dan relaksasi
yang diperlukan untuk mengatasi ketegangan atau rasa sakit saat proses persalinan.

5. Menghindari kesulitan.

Senam ini membantu persalinan sehingga ibu dapat melahirkan tanpa kesulitan, serta
menjaga ibu dan bayi sehat setelah melahirkan.

III. Petunjuk dalam Melakukan Senam Hamil

Latihan Otot Kaki

1. Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada kedua lengan
yang diletakkan di belakang pantat.
2. Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian tundukkan
kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali.

3. Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap ke atas,
kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali.

4. Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan membuka ke arah
samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya.

5. Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan, kembali ke
posisi semula, dan seterusnya.

Kegunaan: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada


pergelangan kaki.

Latihan Pernafasan

1. Pernafasan perut

- Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan dibuka
kurang lebih 20 cm.
- Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai perangsang.
Keluarkan napas dari mulut (tiup) sambil tangan menekan perut ke dalam.

- Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang mendorong
kedua tangan ke atas. Perhatikan bahwa gerakan pernafasan dilakukan dengan
perut (jadi dada tidak ikut kembang kempis).

Kegunaan: Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh dokter/bidan.

2. Pernafasan Iga

- Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan dalam
posisi mengepal di iga sebagai perangsang.
- Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan pengecualian tangan menekan
iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping luar.

Kegunaan: Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin.

3. Pernapasan Dada

- Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan di dada
bagian atas.
- Keluarkan napas dari mulut (tiup) dengan tangan menekan dada ke arah dalam.

- Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang mendorong ke
dua tangan ke atas.

Kegunaan: Mengurangi rasa sakit saat bersalin.

4. Pernapasan panting (pendek-pendek dan cepat)

Pernapasan ini menyerupai pernapasan dada, hanya saja irama pernapasan lebih
cepat dengan gerakan napas dihentikan separuhnya (bernapas tidak terlalu dalam,
pendek-pendek saja).

Kegunaan: Istirahat atau menghilangkan lelah sesudah mengejan. Juga dilakukan


saat ibu sudah merasa ingin mengejan sementara pembukaan belum lengkap, supaya
jalan lahir tidak bengkak atau [Link] gerakan latihan pernapasan di atas
sebaiknya dilakukan enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam
hari sebelum tidur.

Latihan Otot Panggul

1. Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan.


2. Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan kerutkan pantat ke
dalam hingga terangkat dari kasur.

3. Kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan tulang


panggul bergerak ke belakang.

4. Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali ke depan. Ulangi
gerakan ini 15-30 kali sehari.

Kegunaan: Mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi dan


mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan punggung serta nyeri di lipat paha.

Latihan Otot Betis

1. Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap.


2. Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas.

3. Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke depan.

4. Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah tanpa mengangkat


tumit dari lantai.

5. Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian perlahan kembalilah


berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam kali dalam sehari.

Kegunaan: Mencegah kejang di betis.

Latihan Otot Pantat

1. Tidur terlentang tanpa bantal, kedua lutut dibengkokkan dan agak diregangkan.
2. Dekatkan tumit ke pantat dengan kedua tangan di samping badan.
3. Kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur, angkat panggul ke atas sejauh
mungkin.

4. Turunkan perlahan (pantat masih berkerut), lepaskan kerutan, dsb. Ulangi enam kali
sehari.

Kegunaan: Mencegah timbulnya wasir saat mengejan.

Latihan Anti Sungsang

1. Ambil posisi merangkak, kedua lengan sejajar bahu, kedua lutut sejajar panggul dan
agak diregangkan.
2. Kepala di antara kedua tangan, tolehkan ke kiri atau ke kanan.

3. Letakkan siku di atas kasur, geser siku sejauh mungkin ke kiri dan ke kanan hingga
dada menyentuh kasur. Lakukan sehari 2 kali selama 15 20 menit/kali.

Kegunaan: Mempertahankan dan memperbaiki posisi janin agar bagian kepala tetap di
bawah.

[Link] DARI SENAM HAMIL

Senam hamil ini terdiri dari 4 bagian yaitu:

1. Latihan umum. Yang boleh dilakukan oleh ibu hamil yang usia kehamilannya lebih
dari 22 minggu dan diijinkan oleh Dokter Kandungan untuk senam hamil.
2. Latihan khusus untuk usia kehamilan 22-30 minggu.

3. Latihan khusus untuk usia kehamilan 30-36 minggu.

4. Latihan khusus untuk usia kehamilan 36-40 minggu.

Latihan Umum

1. Latihan Pernafasan Dada


Ibu telentang dengan lutut ditekuk dan tangan terjalin di atas dada. Tiupkan nafas
dari mulut sepanjang mungkin sambil kedua tangan menekan dada pada hitungan 5-6-7-8.
Kemudian tarik nafas dalam sampai 8 X 8 hitungan.

2. Latihan Penguatan Dan Perlemasan Otot Dasar Panggul

Ibu telentang dengan lutut ditekuk dan tangan di samping badan. Kerutkan otot-otot
yang ada dikedua paha hingga dengan sendirinya pantat terlepas dari alat tidur. Jangan
melakukan gerakan mengangkat paha dengan sengaja agar latihan ini efektif. Kemudian
lepaskan kerutan pelan-pelan sehingga pantat kembali menyentuh alas tidur (1-2). Ulangi
sampai 8 X 8 hitungan.

3. Latihan Penguatan Dan Perlemasan Otot Tungkai

Ibu telentang dengan lutut kiri ditekuk dengan tungkai kanan lurus, tangan di
samping badan. Angkat lurus tungkai kanan kemudian gerakkan pergelangan kaki ke
depan dan ke belakang kemudian luruskan kembali dalam hitungan 1-2-3-4. Ulangi
sampai 8 X 8 hitungan. Lakukan hal yang sama pada tungkai kiri dengan lutut kanan
ditekuk.

4. Latihan Penguluran Danperlemasan Otot Pinggang, Perut Paha

Gerakan 1 :

Ibu telentang dengan lutut kiri ditekuk dan tungkai kanan lurus, tangana di samping
badan. Gerakkan tungkai secara rata dengan alas tidur, ke arah pantat (sehingga tungkai
seperti pendek) dan ke arah mata kaki (sehingga tungkai seperti panjang) dalam hitungan
8 X 8 hitungan.

Lakukan hal yang sama pada tungkai kiri dengan menekuk lutut kanan.

Gerakan 2 :

Ibu telentang lutut kanan ditekuk dan tungkai kiri lururs serta tangan di samping badan.
Dengan menjinjitkan telapak kaki kanan, gerakan lutut ke arah kaki (sehingga paha
seperti memanjang) kemudian tapakkan lagi kaki kanan dan lutut tetap lurus. Dalam
hitungan 1-2.
Ulangi sampi 8 X 8 hitungan.

Gerakan 3 :

Ibu telentang dengan kedua lutut ditekuk dan kedua lengan membuka di samping badan
(seperti sayap pesawat terbang) kemudian gulingkan kedua lutut ke kanan dengan
menjaga badan tetap pada posisinya, kemudian gulingkan ke kiri dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Gerakan 4 :

Ibu duduk dengan tangan bertelekan di belakang badan, kedua tungkai lurus terbuka
selebar bahu. Gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang bergantian, dalam
hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Gerakan 5 :

Posisi ibu seperti di atas hanya gerakan pergelangan kaki ke samping luar dan ke dalam.
Dalam hitungan 1-2.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

6. Latihan Sendi Bahu Dan Payudara

Ibu duduk bersila, kedua tangan memgang bahu sisi yang sama. Gerakan bahu
memutar ke arah dalam dengan mempertemukan kedua siku ke depan dada dan dengan
menekankan lengan atas ke payudara dan bahu diputar dengan putaran penuh (sampai
ketiak terbuka) : satu kali putaran penuh dalam satu hitungan. Ulangi sampai 8 X 8
hitungan. Kemudian lakukan hal yang sama dengan memutar bahiu ke arah luar.

7. Latihan Koreksi Sikap

Latihan ini bertujuan untuk mengurangi beban yang harus disangga pinggang
selama ibu mengandung.
Ibu berdiri dengan kedua kaki lurus namun rileks. Agar posisi ibu tidak terlalu tegak
maka aturlah agar dada dan perut agak terdorong ke belakang dan pantat agak terdorong
ke depan. Pertahankanlah posisi ini samampu mungkin setiap saat.

8. Latihan Rileksasi Umum

Gerakan-gerakan ini dilakukan saat ibu beristirahat agar tercapai rileksasi bagi otot-
otot perut dan tungkai yang merupakan otot-otot yang sangat berperan selama ibu
mengandung. Gerakan-gerakan di bawah ini bisa menjadi pilihan ibu di saat beristirahat.

Gerakan 1 :

Tidur telentang kepala disangga bantal, dan kedua tungkai disangga guling hampir ke
arah pantat.

Gerakan 2 :

Tidur miring kepala disangga bantal, tungkai yang sisi atas disangga bantal (baik
tertumpang di atas tungkai sebelah bawah maupun bertumpu pada alas tidur). Bila perut
sudah cukup besar pada sisi antara perut dan alas tidur diganjal bantal tipis atau selimut
yang terlipat.

Gerakan 3 :

Posisi duduk pada kursi yang ada sandaran punggungnya namun muka menghadap ke
arah sandaran kursi. Kedua tungkai ada di samping-samping kursi, kedua lengan terlipat
di atas puncak sandaran kursi untuk tempat menyandarkan kepala.

Latihan Khusus

Usia Kehamilan 22 30 Minggu

1. Latihan Umum Diulang

2. Latihan-Latihan Untuk Penguatan Perlemasan Otot Tungkai Pinggang Dan Perut.

Gerakan 1 :
Posisi ibu merangkak, lengan dan tungkai atas tegak lurus dengan lantai. Cembungkan
punggung bawah sambil menundukkan kepala, kemudian cekungkan punggung bawah
sambil menengadahkan kepala dengan hitungan 1 2 . ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Gerakan 2 :

Posisi ibu merangkak, lengan dan tungkai atas tegak lurus dengan lantai.

Angkat lengan kiri, kemudian belokkan tubuh ke kanan dan kembali lagi ke posisi
semula. Hitungan 1 2.

Angkat lengan kanan, kemudian belokkan tubuh ke kiri dan kembali lagi ke posisi
semula. Hitungan 3 4. ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Gerakan 3 :

Posisi ibu berdiri atau duduk (di kursi atau di tempat tidur), keduan tangan di pinggang,
angkat lengan kiri ke atas, belokkan badan ke kanan, kembali lagi ke posisi semula.
Hitungan 1 2.

Angkat lengan kanan ke atas dan belokkan badan ke kiri. Hitungan 3 4. ulangi sampai 8
X 8 hitungan.

3. Latihan Otot Pinggang (Pelvic Tilting Laterally)

Posisi ibu berdiri lengan lurus di samping badan dan tangan membuka ke samping.

Gerakan panggul kanan ke atas dengan tungkai tetap lurus sehingga telapak kaki kanan
lebih tinggi dari telapak kaki kiri, kemudian kembali ke posisi semula.

Hitungan 1 2.

Lakukan gerakan yang sama untuk panggul kiri, dengan hitungan 3 4.

Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

4. Latihan otot perut otot dasar panggul otot punggung dan penguluran Otot paha
bagian dalam serta peningkatan gerakan sendi pangkal paha (pelvic rocking forward and
backward).

Ibu berdiri tungkai dibuka selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk. Letakkan tangan
memegang tulang panggul (SIAS) dengan jari-jari di sisi depan dan ibu jari di sisi
belakang. Gerakkan panggul ke depan dan ke belakang dengan hitungan 1 2 Ulangi
sampai 8 X 8 hitungan.

5. Latihan Rotasi Tubuh

Ibu berdiri dan tungkai dibuka selebar bahu, tangan di pinggang. Putar badan ke kanan
dan pandangan tetap lurus ke depan serta tungkai tetap lurus, kembali ke posisi semula
dengan hitungan 1 2. Lakukan gerakan yang sama ke arah kiri dengan hitungan 3 4.
Ulangi sampai 8 X 8 hitugan.

6. Latihan Pernafasan

Gerakan 1 :

Latuihan pernafasan pada saat latihan umum diulang.

Gerakan 2 (panting quick breathing) :

Tiupkan nafas dengan cepat dan keras lewat mulut kemudian tariknafas dalam lewat
hidungdengan mulut terkatup, hitungan 1 2. ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

Latihan Khusus

Usia Kehamilan 30 36 Minggu

1. Latihan umum diulang.

2. Gerkan pada usia 22 30 minggu diulang sampai 4 X 8 hitungan.


3. Mengatasi keluhan :

Nyeri punggung bawah

a. Infra merah

b. Meratakan kurva tulang belakang 4 X 5.

Bengkak kedua tungkai

a. Penguluran otot betis

b. Meninggikan kedua tungkai pada saat istirahat.

Latihan Khusus

Usia kehamilan 36 40 minggu

1. Duduk bersila kedua tumit bertemu sedekat mungkin dengan selangkangan. Dengan
bantuan berat badan tekan kedua lutut dengan telapak tanagan 4 X 8 hitungan.

2. Berpegangan pada sesuatu yang berat (meja, dll) kemudian berjongkok samapi ke tumit
tanpa mengangkat tumit kemudian kembali ke posisi berdiri, lakukan 4 X 8 hitungan.

3. Latihan nafas saat mulai terjadi pembukaan jalan lahir (mulas-mulas) diulangi lagi
(panting quick breathing) 4 X 8 hitungan.

4. Latihan meneran/ mengejan (valsava).

Ibu tidur telentang dengan bantal agar tinggi. Sebelum melakukan gerakan mengejan tarik
nafas dulu, ditahan di daerah dada, diikuti lutut ditekuk dibuka ke samping dan kedua
tangan memegang pergelangan kaki, angkat kepala dengan mendorong kepala ke arah
jalan lahir. Gerakan ini dipertahankan samapi tidak kuat lagi. Kemudian nafas
dikeluarkan lewat mulut secara tiba-tiba.

5. MengMassage payudara 1 X sehari.


6. Kurangi nyeri punggung bawah dengan kompres hangat.

[Link] GERAKAN SENAM HAMIL

Berikut langkah-langkah senam hamil yang dapat Anda lakukan di rumah:


SATUAN ACARA PENYULUHAN SENAM HAMIL
OLEH KELOMPOK 1

1. Agus Widi Suta Wijaya (08.321.0069)

2. Ahmad Fauzi (08.321.0070)

3. Anjar Susanto (08.321.0071)

4. I Gede Arya Dhipayana (08.321.0078)

5. I Kadek Artawiyasa (08.321.0082)

6. Putu Devy Satilla (08.321.0087)

7. I Wayan Sujankarma Yudha (08.321.0088)

8. Ni Nyoman Setia Indrayanti (08.321.0108)

9. Ni Putu Pratiwi (08.321.0111)

10. Ni Wayan Nesia Wati (08.321.0113)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA PPNI BALI

2010

Anda mungkin juga menyukai