PHB
Tipe Panel Hubung Bagi (PHB).
Menurut PUIL 2000 ; 6.3.2 6.4.3 jenis panal hubung bagi terdiri-dari:
1. Panel Hubung Bagi tertutup pasang dalam
Panel Hubung Bagi tertutup pasang dalam adalah panel yang sudah komponen-
komponennya ditempatkan didalam kotak panel yang tertutup dan terpasang didalam
ruangan.
2. Panel Hubung Bagi tertutup pasang luar
Panel Hubung Bagi tertutup pasang luar adalah panel yang seluruh komponen-
komponen ditempatkan didalam kotak panel yang tertutup dan dipasang diluar ruangan.
Bahan yang digunakan harus tahan cuaca.
3. Panel Hubung Bagi terbuka pasang dalam
Panel Hubung Bagi terbuka pasang dalam tidak boleh ditempatkan dekat saluran
gas, saluran uap, saluran air atau saluran lainnya yang tidak ada kaitannya dengan Panel
Hubung Bagi (PHB) tersebut.
4. Panel Hubung Bagi terbuka pasang luar
Tempat pemasangan Panel Hubung Bagi (PHB) terbuka pasang luar harus
merupakan perlengkapan yang tahan cuaca. Perlengkapan atau harus mempunyai saluran
air sehingga dapat dicegah terjadinya genangan air.
Penempatan Panel Hubung Bagi (PHB):
a. Tinggi maksimal dari lantai 1,2 2m.
b. Di depan panel harus memiliki ruang bebas yang cukup luas.
c. Saat membuka panel ini tidak terganggu oleh benda apapun.
d. Pintu harus bisa terbuka penuh.
e. Panel dipasang pada tempat yang sesuai, kering dan berventilasi cukup.
D. Komponen Panel Hubung Bagi (PHB)
a. MCB
Miniature Circuit Breaker atau yang dikenal dengan MCB pada dasarnya adalah
suatu alat yang bekerja dengan cara semi otomatis yang dapat digunakan untuk
pengaman terhadap beban lebih atau hubung singkat
Home Unlabelled Makalah Panel Hubung Bagi (PHB)
0
Makalah Panel Hubung Bagi (PHB)
PANEL HUBUNG BAGI
(PHB)
DISUSUN UNTUK MELENGKAPI SYARAT MATA PELAJARAN
INSTALASI TENAGA
BAB II
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Panel Hubung Bagi (PHB).
Panel hubung bagi adalah peralatan yang berfungsi menerima energi listrik
dari PLN dan selanjutnya mendistribusikan dan sekaligus mengontrol penyaluran energi
listrik tersebut melalui sirkit panel utama dan cabang ke PHB cabang atau langsung
melalui sirkit akhir ke beban yang berupa beberapa titik lampu dan melalui kotak-kontak
ke peralatan pemanfaatan listrik yang berada di dalam bangunan.
Sesuai dengan kegunaan dari panel listrik, maka dalam perancangannya harus
sesuai dengan syarat dan ketentuan serta standar panel listrik yang ada.
Untuk penempatan panel listrik hendaknya disesuaikan dengan situasi bangunan dan
terletak ditempat yang mudah dijangkau dalam memudahkan pelayanan. Panel harus
mendapatkan ruang yang cukup luas sehingga pemeliharaan, perbaikan, pelayanan dan
lalu lintas dapat dilakukan dengan mudah dan aman.
B. Peranan Panel Hubung Bagi (PHB) Dalam Suatu Bangunan.
1. Penghubung
Panel berfungsi untuk menghubungkan antara satu rangkaian listrik dengan
rangkaian listrik lainnya pada suatu operasi kerja. Panel menghubungkan suplay
tenaga listrik dari panel utama sampai ke beban-beban baik instalasi penerangan
maupun instalasi tenaga.
2. Pengaman
Suatu panel akan bekerja secara otomatis melepas sumber atau suplay tenaga
listrik apabila terjadi gangguan pada rangkaian. Komponen yang berfungsi sebagai
pengaman pada panel listrik ini adalah MCCB dan MCB.
3. Pembagi
Panel membagi kelompok beban baik pada instalasi penerangan maupun pada
instalasi tenaga. Panel dapat memisahkan atau membagi suplay tenaga listrik
berdasarkan jumlah beban dan banyak ruangan yang merupakan pusat
beban. Pembagian tersebut dibagi menjadi beberapagroup beban dan juga untuk
membagi fasa R, fasa S, fasa T agar mempunyai beban yang seimbang antar fasa.
4. Penyuplai
Panel menyuplai tenaga listrik dari sumber ke beban. Panel sebagai penyuplai,
dan mendistribusikan tenaga listrik dari panel utama, panel cabang sampai ke pusat
beban baik untuk instalasi penerangan maupun instalasi tenaga.
5. Pengontrol
Fungsi panel sebagai pengontrol merupakan fungsi paling utama, karena dari
panel tersebut masing-masing rangkaian beban dapat dikontrol. Seluruh beban pada
bangunan baik instalasi penerangan maupun instalasi tenaga dapat dikontrol dari satu
tempat.
C. Tipe Panel Hubung Bagi (PHB).
Menurut PUIL 2000 ; 6.3.2 6.4.3 jenis panal hubung bagi terdiri-dari:
1. Panel Hubung Bagi tertutup pasang dalam
Panel Hubung Bagi tertutup pasang dalam adalah panel yang sudah komponen-
komponennya ditempatkan didalam kotak panel yang tertutup dan terpasang didalam
ruangan.
2. Panel Hubung Bagi tertutup pasang luar
Panel Hubung Bagi tertutup pasang luar adalah panel yang seluruh komponen-
komponen ditempatkan didalam kotak panel yang tertutup dan dipasang diluar ruangan.
Bahan yang digunakan harus tahan cuaca.
3. Panel Hubung Bagi terbuka pasang dalam
Panel Hubung Bagi terbuka pasang dalam tidak boleh ditempatkan dekat saluran
gas, saluran uap, saluran air atau saluran lainnya yang tidak ada kaitannya dengan Panel
Hubung Bagi (PHB) tersebut.
4. Panel Hubung Bagi terbuka pasang luar
Tempat pemasangan Panel Hubung Bagi (PHB) terbuka pasang luar harus
merupakan perlengkapan yang tahan cuaca. Perlengkapan atau harus mempunyai saluran
air sehingga dapat dicegah terjadinya genangan air.
Penempatan Panel Hubung Bagi (PHB):
a. Tinggi maksimal dari lantai 1,2 2m.
b. Di depan panel harus memiliki ruang bebas yang cukup luas.
c. Saat membuka panel ini tidak terganggu oleh benda apapun.
d. Pintu harus bisa terbuka penuh.
e. Panel dipasang pada tempat yang sesuai, kering dan berventilasi cukup.
D. Komponen Panel Hubung Bagi (PHB)
a. MCB
Miniature Circuit Breaker atau yang dikenal dengan MCB pada dasarnya adalah
suatu alat yang bekerja dengan cara semi otomatis yang dapat digunakan untuk
pengaman terhadap beban lebih atau hubung singkat
Gambar 1. MCB
b. MCCB (Mould Case Circuit Breaker)
Mould Case Circuit Breaker adalah salah satu pemutus rangkaian udara dalam
bentuk kontak cetakan. Pemutus ini dirakit dalam unit terpadu dalam kotak bahan
isolator.
Gambar 2. MCCB
c. Saklar Pemutus
Syarat dari pemakaian saklar dan pemutus (PUIL 2000: [Link] - [Link]):
1. Kutub Tunggal.
Setiap saklar atau pemutus sirkit kutub tunggal harus beroperasi pada
penghantar aktif dari sirkit yang dihubungkan padanya.
2. Sirkit Fase Banyak
Setiap saklar atau pemutus sirkit harus beroperasi pada semua penghantar
aktif sirkit yang dihubungkan padanya. Kutub tunggal atau pemutus sirkit kutub
tunggal harus beroperasi pada penghantar aktif dari sirkit.
d. Rangkaian Kontrol
a. Saklar tombol tekan (Push button)
Saklar tombol tekan merupakan alat pembuka atau penutup rangkaian yang
pengoperasiannya dilakukan dengan menekan tombol tersebut. Saklar ini
berfungsi sebagai saklar bantu untuk pengoperasian kontaktor ataupun MCCB.
b. Kontaktor
Kontaktor merupakan sejenis saklar/kontak yang bekerja dengan bantuan
daya magnet listrik dan mampu melayani arus beban listrik yang besar dan
mampu menyambung ataupun membuka rangkaian listrik secara berulang-
ulang.
e. Transformator Arus
Pada panel listrik trafo arus berfungsi untuk mengontrol besar arus yang
mengalir pada rangkaian. Transformator arus dibuat dengan perbandingan tertutup,
karana tidak tersedianya ampermeter yang dapat mengukur arus yang sangat besar.
Dengan adanya perbandingan antara arus primer dan arus sekunder pada
transformator arus, pada diukur berapapun besar arus yang mengalir dengan membuat
perbandingan lilitan trafo yang sesuai dengan besar arus yang akan diukur.
f. Lampu Indikator
Lampu indikator atau lampu tanda merupakan sebuah tanda yang
menggambarkan bahwasanya aliran arus listrik pada panel dalam keadaan bekerja atau
mengalir. Biasanya terdiri dari tiga warna lampu yaitu warna merah (fase R), kuning
(fase S), dan hijau (fase T) yang dipasang pada pintu panel.
Gambar 3. Lampu Indikator
g. Penghantar
Berikut identifikasi penghantar dengan warna berdasarkan (PUIL 2000):
a. Pengunaan Warna Loreng Hijau-Kuning
Warna loreng-hijau hanya boleh digunakan untuk menandai penghantar
pembumian, dan penghantar pengaman.
b. Penggunaan Warna Biru
Warna biru digunakan untuk menandai penghantar netral atau kawat tengah
pada instalasi listrik. Untuk menghindari kesalahan, warna tersebut tidak boleh
digunakan untuk menandai warna penghantar lainnya. Warna biru hanya dapat
digunakan untuk maksud lain, jika pada instalasi tersebut tidak terdapat penghantar
netral atau kawat tengah. Warna biru tidak boleh digunakan untuk menandai
penghantar pembumian.
c. Penggunaan Warna Untuk Pengawatan Dengan Kabel Berinti Tunggal.
Untuk pengawatan di dalam perlengkapan listrik disarankan agar hanya
menggunakan satu warna, khususnya warna hitam, selama tidak bertentangan
dengan dua poin di atas.
BAB IV
ANALISA
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. PHB adalah peralatan yang berfungsi menerima energi listrik dari PLN dan
selanjutnya mendistribusikan dan sekaligus mengontrol penyaluran energi listrik
tersebut melalui sirkit panel utama dan cabang ke PHB
2. Peranan PHB dalam Suatu Bangunan :
- Sebagai Penghubung Rangkaian
- Sebagai Pengaman Rangkaian
- Sebagai Pembagi Beban
- Sebagai Penyuplai Ke Beban
- Sebagai Pengontrol Rangkaian
3. Tipe Panel Hubung Bagi
a. PHB tertutup pasang dalam
b. PHB tertutup pasang luar
c. PHB terbuka pasang dalam
d. PHB terbuka pasang luar
4. Komponen Panel Hubung Bagi
1. MCB
2. MCCB
3. Saklar Pemutus
4. Rangkaian Kontrol
5. Trafo
6. Lampu Indikator
7. Penghantar
B. Saran
Saran kami sebaiknya dalam suatu bangunan yang membutuhkan arus yang
besar, haruslah bangunan tersebut menggunakan Panel Hubung Bagi (PHB). Agar di
dalam bangunan dan juga bagi pengguna bangunan tersebut dapat menggunakan
bangunan tersebut tanpa gangguan kelistrikan.
Fungsi Circuit Breaker pada Panel Listrik
Posted on June 24, 2014
Panel merupakan susunan dari beberapa bidang yang menjadi satu kesatuan bentuk dan fungsi
tertentu. Panel listrik atau Electrical Switchboard adalah tempat yang digunakan sebagai
pengaturan pembagi dan pemutus aliran listrik. Panel listrik ini sendiri tersusun dari beberapa
komponen listrik pada suatu papan control, sehingga saling berkaitan dan membentuk fungsi
yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
INSTALASI PANEL LISTRIK
Untuk mendapatkan instalasi listrik dilengkapi dengan panel listrik yang baik, dibutuhkan suatu
perencanaan dalam cara membuat panel listrik yang tepat dan akurat. Hal ini dilakukan untuk
kebutuhan daya listrik, mulai dari jenis dan ukuran kabel, besar kecilnya pengaman yang
dibutuhkan, besaran hubungan pendek yang mungkin terjadi, serta penurunan tegangan, dan lain
sebagainya. Sebagai info untuk mempermudah dalam instalasi maupun hal lainnya percayakan
kepada spesialis panel listrik yaitu mitra panel yang beralamat di website
[Link] dapat dengan mudah dibantu.
Di dalam panel listrik itu sendiri ada bagian atau komponen yang dinamakan MCB dan MCCB.
Keduanya adalah perangkat yang berfungsi sebagai circuit breaker dalam panel listrik. Berikut
adalah pengertian dua bagian dari panel listrik tersebut :
MCB LISTRIK
MCB adalah singkatan dari Mini Circuit Breaker berfungsi sebagai alat pengaman kelebihan
arus. Cara kerja MCB adalah memproteksi arus lebih yang disebabkan oleh terjadinya beban dan
arus yang lebih karena adanya hubungan pendek / korsleting. Prinsip kerjanya yaitu penggunaan
electromagnet untuk melakukan pemutusan hubungan yang disebabkan oleh kelebihan beban
dengan relai arus lebih. Bila electromagnet yang dihasilkan dari dua keping logam yang
disatukan atau lebih dikenal dengan bimetal bekerja, maka akan memutus kontak yang terletak
pada pemadam busur dan kemudian bekerja membuka saklar.
MCB yang digunakan di rumah-rumah diutamakan untuk memproteksi instalasi dari hubungan
arus pendek, sehingga pemakaiannya lebih diutamakan untuk mengamankan instalasi atau
konduktornya. Sedangkan MCB pada APP diutamakan sebagai pembawa arus dengan
karakteristik CL (current limiter) disamping itu juga sebagai gawai pengaman arus hubung
pendek yang bekerja dengan seketika.
MCCB
MCCB adalah singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker. Fungsi MCCB hampir sama
dengan MCB yaitu sebagai pengaman kelebihan arus dengan prinsip pemutus sirkuit pada
tegangan menengah. Jadi intinya, arus yang ditangani MCCB ini lebih besar dibanding MCB.
Dalam hal memilih jenis circuit breaker tersebut, hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :
Karakteristik sistem dimana circuit breaker tersebut dipasang.
Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
Aturan-aturan dan standar pengamanan / proteksi yang berlaku.
Dengan mengetahui beberapa hal yang dipertimbangkan dalam memilih circuit breaker tersebut,
menjadikan kita mampu mengenali fungsinya bagi pengamanan instalasi listrik melalui panel
listrik yang terpadu.