Pedoman Tata Naskah Puskesmas Balai Karangan
Pedoman Tata Naskah Puskesmas Balai Karangan
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ketatalaksanaan pemerintah merupakan pengaturan tentang cara
melaksanakan tugas dan fungsi dalam berbagai bidang kegiatan pemerintahan
di lingkungan instansi pemerintah. Salah satu komponen penting dalam
ketatalaksanaan pemerintah adalah administrasi umum. Ruang lingkup
administrasi umum meliputi tata naskah dinas, penamaan lembaga, singkatan
dan akronim, kearsipan, serta tata ruang perkantoran.
Tata naskah dinas sebagai salah satu unsur administrasi umum meliputi,
antara lain, pengaturan tentang jenis dan penyusunan naskah dinas,
penggunaan lambang negara, logo dan cap dinas, penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, pengurusan naskah dinas korespondensi,
kewenangan, perubahan, pencabutan, pembatalan produk hukum, dan ralat.
Ketentuan tentang tata naskah dinas yang berlaku untuk seluruh instansi
pemerintah telah diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Tata Naskah
Dinas. Dengan adanya Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang
Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, dan Undang-
Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-
Undangan, ketentuan dalam Pedoman Umum Tata Naskah Dinas tersebut perlu
disesuaikan.
C. Sasaran
Sasaran penetapan Pedoman Tata Naskah Dinas Instansi Pemerintah adalah:
1. tercapainya kesamaan pengertian dan pemahaman dalam penyelenggaraan
tata naskah dinas di Puskesmas Balai Karangan;
2. terwujudnya keterpaduan penyelenggaraan tata naskah dinas dengan unsur
lainnya dalam lingkup administrasi umum;
3. terwujudnya kemudahan dan kelancaran dalam komunikasi tulis;
4. tercapainya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan tata naskah dinas;
5. berkurangnya tumpang-tindih dan pemborosan penyelenggaraan tata naskah
dinas.
D. Asas
Pedoman Tata Naskah Puskesmas Balai Karangan ini disusun berdasarkan
asas sebagai berikut.
1. Efektif dan Efisien Penyelenggaraan tata naskah dinas perlu dilakukan
secara efektif dan efisien dalam penulisan, penggunaan ruang atau lembar
naskah dinas, spesifikasi informasi, serta dalam penggunaan bahasa
Indonesia yang baik, benar, dan lugas.
2. Pembakuan Naskah dinas diproses dan disusun menurut tata cara dan
bentuk yang telah dibakukan.
3. Pertanggungjawaban Penyelenggaraan tata naskah dinas dapat
dipertanggungjawabkan dari segi isi, format, prosedur, kewenangan, dan
keabsahan.
4. Keterkaitan Kegiatan penyelenggaraan tata naskah dinas dilakukan dalam
satu kesatuan sistem administrasi umum.
5. Kecepatan dan Ketepatan Naskah dinas harus dapat diselesaikan secara
cepat, tepat waktu, dan tepat sasaran dalam redaksional, prosedural, dan
distribusi.
6. Keamanan Tata naskah dinas harus aman dalam penyusunan, klasifikasi,
penyampaian kepada yang berhak, pemberkasan, kearsipan, dan distribusi.
E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pedoman Tata Naskah Dinas Instansi Pemerintah
meliputi pengaturan tentang jenis dan format naskah dinas; penyusunan naskah
dinas; pengurusan naskah dinas korespondensi; pejabat penanda tangan
naskah dinas; penggunaan lambang negara dan logo dalam naskah dinas;
serta perubahan, pencabutan,pembatalan, dan ralat naskah dinas.
F. Pengertian Umum
Pengertian umum dalam pedoman ini meliputi hal-hal berikut.
1. Administrasi umum adalah rangkaian kegiatan administrasi yang meliputi
tata naskah dinas, penamaan lembaga, singkatan dan akronim, kearsipan,
serta tata ruang perkantoran.
2. Naskah dinas adalah komunikasi tulis sebagai alat komunikasi kedinasan
yang dibuat dan/atau dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang di
lingkungan instansi pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas
pemerintahan.
3. Tata naskah dinas adalah penyelenggaraan komunikasi tulis yang meliputi
pengaturan jenis, format, penyiapan, pengamanan, pengabsahan,
distribusi dan penyimpanan naskah dinas, serta media yang digunakan
dalam komunikasi kedinasan.
4. Format adalah susunan dan bentuk naskah yang menggambarkan tata
letak dan redaksional, serta penggunaan lambang negara, logo, dan cap
dinas.
5. Penanda tangan naskah dinas adalah pejabat yang menandatangani
naskah dinas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kedinasan pada
jabatannya.
6. Instansi pemerintah adalah kementerian, lembaga pemerintah
nonkementerian, sekretariat lembaga negara, lembaga setingkat menteri
dan lembaga lain, lembaga nonstruktural, serta pemerintah provinsi dan
kabupaten/kota.
7. Logo adalah gambar dan/atau huruf sebagai identitas instansi pemerintah.
8. Tata naskah dinas adalah pengelolaan informasi tertulis yang meliputi
pengaturan jenis, format, penyiapan, pengamanan, pengabsahan,
distribusi dan penyimpanan naskah dinas serta media yang digunakan
dalam komunikasi kedinasan.
9. Naskah dinas adalah informasi tertulis sebagai alat komunikasi kedinasan
yang dibuat dan atau dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang di
lingkungan pemerintah daerah.
10. Format adalah naskah dinas yang menggambarkan tata letak dan
redaksional, serta penggunaan lambang/logo dan cap dinas.
11. Stempel/cap dinas adalah tanda identitas dari suatu jabatan atau SKPD.
12. Kop naskah dinas adalah kop surat yang menunjukan jabatan atau nama
SKPD tertentu yang ditempatkan dibagian atas kertas.
13. Kop sampul naskah dinas adalah kop surat yang menunjukan jabatan atau
nama SKPD tertentu yang ditempatkan dibagian atas sampul naskah.
14. Kewenangan adalah kekuasaan yang melekat pada suatu jabatan.
15. Delegasi adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab dari pejabat
kepada pejabat atau pejabat dibawahnya.
16. Mandat adalah pelimpahan wewenang yang diberikan oleh atasan kepada
bawahan untuk melakukan suatu tugas tertentu atas nama yang memberi
mandat.
17. Penandatanganan naskah dinas adalah hak, kewajiban dan tanggungjawab
yang ada pada seorang pejabat untuk menandatangani naskah dinas
sesuai dengan tugas dan kewenangan pada jabatannya.
18. Surat edaran adalah naskah dinas yang berisi pemberitahuan, penjelasan
dan/atau petunjuk cara melaksanakan hal tertentu yang dianggap penting
dan mendesak.
19. Surat keterangan adalah naskah dinas yang berisi pernyataan tertulis dari
pejabat sebagai tanda bukti untuk menerangkan atau menjelaskan
kebenaran sesuatu hal.
20. Surat perintah adalah naskah dinas dari atasan yang ditujukan kepada
bawahan yang berisi perintah untuk melaksanakan pekerjaaan tertentu.
21. Surat izin adalah naskah dinas yang berisi persetujuan terhadap suatu
permohonan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.
22. Surat perintah tugas adalah naskah dinas dari atasan yang ditujukan
kepada bawahan yang berisi perintah untuk melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
23. Surat perintah perjalanan dinas adalah naskah dinas dari pejabat yang
berwenang kepada bawahan atau pejabat tertentu untuk melaksanakan
perjalanan dinas.
24. Surat kuasa adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang kepada
bawahan berisi pemberian wewenang dengan atas namanya untuk
melakukan suatu tindakan tertentu dalam rangka kedinasan.
25. Surat undangan adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi
undangan kepada pejabat/pegawai yang tersebut pada alamat tujuan untuk
menghadiri suatu acara kedinasan.
26. Surat keterangan melaksanakan Tugas adalah naskah dinas dari pejabat
yang berwenang berisi pernyataan bahwa seorang pegawai telah
menjalankan tugas.
27. Surat panggilan adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi
panggilan kepada seorang pegawai untuk menghadap.
28. Nota dinas adalah naskah dinas yang bersifat internal berisi komunikasi
kedinasan antar pejabat atau dari atasan kepada bawahan dan dari
bawahan kepada atasan.
29. Lembar disposisi adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi
petunjuk tertulis kepada bawahan.
30. Pengumuman adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi
pemberitahuan yang bersifat umum.
31. Laporan adalah naskah dinas dari bawahan kepada atasan yang berisi
informasi dan pertanggungjawaban tentang pelaksanaan tugas kedinasan.
32. Rekomendasi adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi
keterangan atau catatan tentang sesuatu hal yang dapat dijadikan bahan
pertimbangan kedinasan.
33. Surat pengantar adalah naskah dinas berisi jenis dan jumlah barang yang
berfungsi sebagai tanda terima.
34. Berita acara adalah naskah dinas yang berisi keterangan atas sesuatu hal
yang ditanda tangani oleh para pihak.
35. Notulen adalah naskah dinas yang memuat catatan proses sidang atau
rapat.
36. Memo adalah naskah dinas dari pejabat yang berwenang berisi catatan
tertentu.
37. Daftar hadir adalah naskah dinas dari pejabat berwenang yang berisi
keterangan atas kehadiran seseorang.
A. Logo Naskah
Logo naskah yang digunakan di lingkungan Puskesmas balai karangan adalah
logo kabupaten sanggau hitam putih
Contoh 01 Logo Naskah
A. Penomoran Naskah
Tanya pak barto.............
B. Nomor Halaman
Nomor halaman naskah ditulis dengan menggunakan nomor urut
angka Arab dan dicantumkan secara simetris di tengah bawah dengan
membubuhkan tanda hubung (-) sebelum dan setelah nomor, kecuali
halaman pertama naskah dinas yang menggunakan kop naskah dinas
tidak perlu mencantumkan nomor halaman.
E. Lampiran
Jika naskah dinas memiliki beberapa lampiran, setiap lampiran harus
diberi nomor urut dengan angka Arab di tengah bawah dengan
membubuhkan tanda hubung (-) sebelum dan setelah nomor. Nomor
halaman lampiran merupakan nomor lanjutan dari halaman sebelumnya.
S I L A S. L
NIP. 19620501 198307 1 001
G. Tanggal Surat
Tanggal surat ditulis dengan tata urut sebagai berikut:
1. Dituliskan Lokasi surat dibuat dengan huruf arial ukuran 12
2. tanggal ditulis setelah lokasi surat dibuat dipisahkan dengan koma dengan
angka Arab;
3. bulan ditulis lengkap;
4. tahun ditulis lengkap empat digit dengan angka Arab.
Contoh 04 Tanggal Naskah
I. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan di dalam naskah dinas harus jelas, tepat, dan
menguraikan maksud, tujuan, serta isi naskah. Untuk itu, perlu diperhatikan
pemakaian kata dan kalimat dalam susunan yang baik dan benar, sesuai
dengan kaidah tata bahasa yang berlaku, yaitu Tata Bahasa Baku Indonesia
dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ejaan yang digunakan di dalam
naskah dinas adalah Ejaan Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
J. Kertas
1. Naskah dinas menggunakan kertas jenis Folio (210x330mm) 80 gram.
2. Naskah dinas yang mempunyai nilai kegunaan dalam waktu lama
menggunakan kertas jenis HVS lebih dari 80 gram.
3. Surat Dinas yang asli menggunakan kertas berwarna putih dengan
kualitas terbaik white bond.
K. Susunan Surat Dinas
1. Sampul/amplop Surat
Sampul/amplop surat adalah sarana kelengkapan penyampaian surat,
terutama untuk surat keluar instansi yang berfungsi sebagai wadah surat.
Ukuran, bentuk, dan warna sampul yang digunakan untuk surat-menyurat di
lingkungan instansi, diatur sesuai dengan keperluan instansi masing-masing
dengan mempertimbangkan efisiensi.
a. Warna dan Kualitas
Sampul Surat Dinas menggunakan kertas berwarna putih atau coklat
muda dengan kualitas sedemikian rupa sehingga sesuai dengan ukuran
dan berat naskah atau surat dinas yang dikirimkan.
b. Penulisan Alamat Pengirim dan Tujuan
Pada Sampul Surat harus dicantumkan alamat pengirim dan alamat
tujuan. Alamat pengirim dicetak pada bagian atas dengan susunan dan
bentuk huruf yang sama dengan yang dicetak pada kepala surat, yaitu
lambang negara/logo instansi,nama instansi/jabatan, alinea pertama
alamat tujuan mulai dicetak atau ditulis pada bagian sampul kanan
bawah.
c. Cara Melipat dan Memasukkan Surat ke dalam Sampul
Surat dinas dilipat dengan sudut saling bertemu dan lipatan harus lurus
dan tidak kusut. Sebelum surat dinas dilipat harus dipertimbangkan
sampul yang akan digunakan. Surat dinas dilipat dengan cara sepertiga
bagian bawah lembaran surat dilipat ke depan dan sepertiga bagian
atas dilipat ke belakang. Selanjutnya, surat dimasukkan kedalam
sampul dengan bagian kepala surat menghadap kedepan kearah
penerima/pembaca surat.
Contoh 05 Cara Melipat Kertas
2. Tanggal Surat
Tanggal surat ditulis dengan tata urut sebagai berikut:
a. Dituliskan Lokasi surat dibuat dengan huruf arial ukuran 12
b. tanggal ditulis setelah lokasi surat dibuat dipisahkan dengan koma
dengan angka Arab;
c. bulan ditulis lengkap;
d. tahun ditulis lengkap empat digit dengan angka Arab.
Contoh 06 Tanggal Surat
3. Hal Surat
Hal adalah materi pokok surat yang dinyatakan dengan kelompok
kata singkat tetapi jelas. Hal perlu dicantumkan dengan alasan berikut :
a. menyampaikan penjelasan singkat tentang materi yang
dikomunikasikan dan menjadi rujukan dalam komunikasi;
b. memudahkan identifikasi;
c. memudahkan pemberkasan dan penyimpanan surat.
4. Alamat Surat
Surat Dinas ditujukan kepada nama jabatan pimpinan dari instansi
pemerintah yang dituju. Surat Dinas tidak dapat ditujukan kepada
identitas nama individu dan nama instansi.
Contoh 07 Alamat Surat
b. Pembukaan
Pembukaan Peraturan Bersama terdiri atas hal-hal berikut :
1) frasa Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa ditulis seluruhnya
dengan huruf kapital yang diletakan ditengah margin;
2) nama jabatan pejabat yang menetapkan Peraturan Bersama ditulis
seluruhnya dengan huruf kapital yang diletakan ditengah margin dan
diakhiri dengan tanda baca koma;
3) Konsiderans diawali dengan kata Menimbang :
a) Konsiderans memuat uraian singkat mengenai pokok-pokok
pikiran yang menjadi latar belakang dan alasan pembuatan
Peraturan;
b) pokok-pokok pikiran pada konsiderans memuat unsur filisofis,
yuridis dan sosiologis yang menjadi latar belakang
pembuatannya;
c) pokok-pokok pikiran yang hanya menyatakan bahwa Peraturan
dianggap perlu untuk dibuat adalah kurang tepat, karena tidak
mencerminkan latar belakang pembuatannya;
d) jika konsiderans memuat lebih dari satu pokok pikiran, tiap-tiap
pokok pikiran dirumuskan dalam rangkaian kalimat yang
merupakan kesatuan pengertian.
e) tiap-tiap pokok pikiran diawali dengan huruf abjad, dan
dirumuskan dalam satu kalimat yang diawali dengan kata bahwa
dan diakhiri dengan tanda baca titik koma.
c. Dasar Hukum yang diawali dengan kata Mengingat :
1) dasar hukum memuat dasar kewenangan pembuatan Peraturan
Bersama;
2) Peraturan Perundang-Undangan yang digunakan sebagai dasar
hukum hanya Peraturan Perundang-Undangan yang tingkatannya
sama atau lebih tinggi;
3) jika jumlah Peraturan Perundang-Undangan yang dijadikan dasar
hukum lebih dari satu, urutan pencantuman perlu memperhatikan
tata urutan Peraturan Perundang-Undangan dan jika tingkatannya
sama disusun secara kronologis berdasarkan saat pengundangan
atau penetapannya;
4) Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Presiden
perlu dilengkapi dengan pencantuman Lembaran Negara Republik
Indonesia dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
yang diletakkan diantara tandabaca kurung.
d. Diktum terdiri dari :
1) kata Memutuskan, yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa
spasi diantara suku kata dan diakhiri dengan tanda baca titik dua
serta diletakan di tengah margin;
2) kata Menetapkan, yang dicantumkan sesudah kata Memutuskan,
disejajarkan dengan kata Menimbang dan Mengingat. Huruf awal
kata Menetapkan ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan
tanda baca titik dua.
3) Untuk keperluan tertentu, keputusan rapat dilengkapi dengan salinan
dan eptikan seusai dengan pertauran perundang-undangan.
e. Batang Tubuh
Sistematika dan cara penulisan bagian batang tubuh Keputusan sama
dengan ketentuan dalam penyusunan Peraturan, tetapi substansi
Keputusan diuraikan bukan dalam pasal-pasal, melainkan diawali
dengan bilangan bertingkat/diktum Kesatu, Kedua, Ketiga, dan
seterusnya.
f. Kaki
Bagian ini terdiri dari :
1) tempat (kota sesuai dengan alamat instansi) dan tanggal penetapan
Keputusan;
2) jabatan pejabat yang menetapkan, yang ditulis dengan huruf kapital,
dan diakhiri dengan tanda baca koma;
3) tanda tangan pejabat yang menetapkan Keputusan;
4) nama lengkap pejabat yang menandatangani Keputusan yang, ditulis
dengan huruf kapital, tanpa mencantumkan gelar;
5) cap jabatan.
4. Pengabsahan
a. Pengabsahan merupakan suatu pernyataan bahwa sebelum
digandakan dan didistribusikan dengan sah, suatu Keputusan telah
dicatat dan diteliti sehingga dapat diumumkan oleh pejabat yang
bertanggung jawab di bidang hukum atau administrasi umum atau
pejabat yang ditunjuk sesuai dengan substansi Keputusan.
b. Pengabsahan dicantumkan di bawah ruang tanda tangan sebelah kiri
bawah yang terdiri atas kata Salinan sesuai dengan aslinya, nama
jabatan, tanda tangan, nama pejabat penanda tangan, dan dibubuhi
nama jabatan dan nama lengkap ditulis dengan huruf awal kapital.
5. Dokumentasi
Naskah asli dan salinan Keputusan yang diparaf disimpan sebagai arsip
pada Bagian Hukum dan Organisasi.
4. Susunan
a. Halaman Judul (Cover)
Halaman judul merupakan halaman pertama sebagai sampul muka
sebuah SOP. Halaman judul ini berisi informasi mengenai:
1) Judul SOP
2) Nama Unit Kerja
3) Tahun Pembuatan
4) Informasi lain yang diperlukan
Berikut adalah contoh halaman judul sebuah SOP
(form)
Logo/Lambang
Puskesmas
Judul Dokumen
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
SOP AP
DEPUTI BIDANG :
Tahun
2015 Pembuatan
f. Bagian Flowchart
Bagian flowchart merupakan uraian mengenai langkah-langkah
kegiatan/Prosedur secara berurutan dan sistematis dari prosedur yang
distandarkan, yang berisi:
1) Nomor, diisi nomor urut.
2) Uraian Prosedur, diisi tahapan kegiatan yang merupakan urutan logis
suatu proses kegiatan yang mana dimulai dari kegiatan dilakukan sampai
dengan kegiatan selesai. Biasanya menggunakan kalimat aktif dengan
awalan me-.
3) Pelaksana, merupakan pelaksana kegiatan. Simbol-simbol diagram alur
sesuai dengan proses yang dilakukan. Keterangan simbol sebagaimana
ditentukan pada daftar simbol. Pelaksana diisi dengan nama-nama
jabatan (Jabatan Fungsional Umum, Jabatan Fungsional Tertentu,
Jabatan Struktural) yang ada di unit kerja yang bersangkutan yang
melakukan proses kegiatan. Urutan penulisan jabatan dimulai dari
jabatan yang terlebih dahulu melakukan tahap kegiatan. Jika dalam SOP
tersebut terkait dengan unit lain, maka jabatan unit kerja lain diletakkan
setelah kolom jabatan di unit kerja yang bersangkutan.
4) Mutu Baku, beirisi persyaratan dan kelengkapan, waktu, output dan
keterangan. Agar SOP ini terkait dengan kinerja, maka setiap aktivitas
hendaknya mengidentifikasikan mutu baku tertentu, seperti : waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan persyaratan/kelengkapan yang
diperlukan (standard input) dan outputnya. Mutu baku ini akan menjadi
alat kendali mutu sehingga produk akhirnya (end product) dari sebuah
proses telah memenuhi kualitas yang diharapkan, sebagaimana
ditetapkan dalam standar pelayanan. Untuk memudahkan dalam
pendokumentasian dan implementasi, sebaiknya SOP memiliki
kesamaan dalam unsur prosedur meskipun muatan dari unsur tersebut
akan berbeda sesuai dengan kebutuhan unit kerja. Norma waktu bias
dalam hitungan menit, jam, hari.
g. Format SOP
Format SOP Puskesmas yang dipersyaratkan dalam Kebijakan Reformasi
Birokrasi memiliki format yang telah distandarkan. Adapun format SOP
Puskesmas yang dipergunakan dalam Kebijakan Reformasi Birokrasi
adalah sebagai berikut :
1. Format Diagram Alir Bercabang (Branching Flowcharts)
Format yang dipergunakan dalam SOP adalah format diagram
alir bercabang (branching flowcharts) dan tidak ada format lainnya yang
dipakai. Hal ini diasumsikan bahwa prosedur pelaksanaan tugas dan
fungsi instansi pemerintah termasuk di dalamnya Puskesmas memuat
kegiatan yang banyak (lebih dari sepuluh) dan memerlukan
pengambilan keputusan yang banyak. Oleh sebab itu untuk
menyamakan format maka seluruh prosedur pelaksanaan tugas dan
fungsi administrasi pemerintahan dibuat dalam bentuk diagram alir
bercabang (branching flowcharts) termasuk juga prosedur yang singkat
(sedikit, kurang dari sepuluh) dengan/atau tanpa pengambilan
keputusan.
2. Menggunakan hanya Lima Simbol Flowcharts
Simbol yang digunakan dalam SOP AP hanya terdiri dari 5 (lima) simbol,
yaitu: 4 (empat) simbol dasar flowcharts (Basic Symbol of Flowcharts)
dan 1 (satu) simbol penghubung ganti halaman (Off-Page Conector).
Kelima simbol yang dipergunakan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Simbol Kapsul/Terminator ( ) untuk mendeskripsikan kegiatan mulai
dan berakhir;
h. Penomoran SOP
Penomoran SOP dengan urutan sebagai berikut.
1. Nomor surat sesuai aturan pemerintah daerah yang berlaku.
2. Singkatan/Akronim nama SKPD.
3. Singkatan/Akronim unit kerja.
4. Nomor SOP.
Contoh :
1) 445/PKM-BK/ADMEN/01
Kepala Puskesmas
Balai Karangan,
Nama SOP
PEMERINTAH KABUPATEN SANGGAU
Puskesmas Balai Karangan Audit Keuangan
Jl. Ai Gumis, No.4, Desa Balai Karangan, Kec. Sekayam , kode pos: 78556
Kepala Puskesmas
Balai Karangan,
NOMOR
Dasar : ......................................................................................................
......................................................................................................
MEMERINTAHKAN :
Pangkat/gol : .......................................................
NIP : .......................................................
Jabatan : .......................................................
2. Nama : .......................................................
Pangkat/gol : .......................................................
NIP : .......................................................
Jabatan : .......................................................
Untuk : 1. .......................................................................
2. .......................................................................
3. .......................................................................
Ditetapkan di ..
pada tanggal ..
Kepala Puskesmas
NAMA
B. Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD)
Lembar ke : ..
Kode No : ...........................
Nomor : ...........................
b. Jabatan
perjalanan
6. a. Tempat berangkat
b. Tempat tujuan
b. Tanggal berangkat
8. Pengikut
9. Pembebanan Anggaran
a. Instansi
b. Mata Anggaran
Dikeluarkan di :
pada tanggal :
Kepala Puskesmas,
LAMBANG KOP NASKAH DINAS
DAERAH PUSKESMAS BALAI KARANGAN
NAMA PEJABAT
Berangkat dari
Ke : ..............................
Kepala
Kepala
Kepala
V. Tiba kembali di :
KEPALA PUSKESMAS
NAMA PEJABAT
VII. PERHATIAN
LAMBANG
KOP DINAS
DAERAH PUSKESMAS BALAI KARANGAN
SURAT KUASA
Nomor . . . . . . . . . . . . . .
a. Nama : ........................................................
b. Jabatan : ........................................................
MEMBERI KUASA
Kepada :
a. Nama : ........................................................
b. Jabatan : ........................................................
c. NIP. : ........................................................|
Untuk :
............................................................................................................................
.......................................................................................................................................
NAMA NAMA
Pangkat
NIP.
D. Surat Panggilan
Kepada
Lampiran : ............................
Hal : Panggilan. di -
........................................
Hari : ....................................................................
Tanggal : ....................................................................
Pukul : ....................................................................
Tempat : ....................................................................
Menghadap
kepada : ....................................................................
Alamat : ....................................................................
Untuk : ....................................................................
............................................................................................
NAMA
PENGUMUMAN
NOMOR :
TENTANG
..........................................................................
..........................................................................
.................................................................................................................................
............................................................................................................................................
...................................................................................................
.................................................................................................................................
............................................................................................................................................
...................................................................................................
.................................................................................................................................
............................................................................................................................................
...................................................................................................
Ditetapkan di .
pada tanggal
KEPALA PUSKESMAS
NAMA
F. Surat Pengantar
Kepada,
Yth...............................................
..................................
di
..................................
SURAT PENGANTAR
NOMOR :
Diterima tanggal .
Penerima Pengirim
Nama Jabatan, Nama Jabatan,
Nomor telepon . . . . . . . . . .
G. Memo
MEMO
Dari : .........................................................................................
Kepada : ..........................................................................................
ISI : .........................................................................................
. ...............................................................................................
.......................................................
.................................................................................................
................................................................................................
................................................................................................
.......................................................
KEPALA PUSKESMAS .
Kepada
Yth. .......................................
...........................
di -
.........................
SURAT EDARAN
NOMOR. .
TENTANG
.......................................................................................................
.................................................................................................................
.......................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
...........................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................
NAMA
I. Surat Izin
SURAT IZIN ..
NOMOR ..
TENTANG
.................................................................
.................................................................
Dasar : a. ....................................................................................
....................................................................................
b. ....................................................................................
....................................................................................
MEMBERI IZIN:
Kepada :
Nama : ................................................................
Jabatan : ................................................................
Alamat : ................................................................
Untuk : ................................................................
Ditetapkan di
pada tanggal
NAMA
J. Nota Dinas
NOTA DINAS
Kepada : .....................................................................
Dari : .....................................................................
Tanggal : .....................................................................
Nomor : .....................................................................
Sifat : .....................................................................
Lampiran : .....................................................................
Hal : .........................................................................
__________________________________________________________________
.................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.............................................................................
.................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.............................................................................
.................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.............................................................................
NAMA PEJABAT
Pangkat
NIP.
K. Laporan
LAPORAN
TENTANG
.............................................................................
I. Pendahuluan.
A. Umum/latar belakang
B. Landasan Hukum
V. Penutup.
Dibuat di
pada tanggal
Nama Jabatan
NAMA PEJABAT
Pangkat
NIP
L. Berita Acara
BERITA ACARA
_______________
NOMOR :
1. .......................................................................................................yang selanjutnya
disebut Pihak Pertama (memuat nama, NIP, Pangkat/Golongan, Jabatan dan
alamat)
2. ............................................................. yang selanjutnya disebut Pihak
Kedua......................................................................................................................
Dibuat di ...................................
Mengetahui/Mengesahkan
NAMA PEJABAT
Pangkat
NIP.
M. Daftar hadir pertemuan rapat
Hari : ...................................................................
Tanggal : ..........................................................................
Waktu : .......................................................................
Tempat : ................................................................
Acara : ........................................................................
1.
2.
3.
dan
seterusnya.
NAMA JABATAN
NAMA PEJABAT
Pangkat
NIP.
N. Dafar hadir
DAFTAR HADIR
BULAN :
MINGGU :
KEPALA SUB
BAGIAN/
SEKRETARIS
NAMA JABATAN
NAMA PEJABAT
Pangkat
NIP.
O. Surat Keterangan
SURAT KETERANGAN
NOMOR ..
a. Nama : ...................................................................
b. Jabatan : ....................................
a. Nama/NIP : ................................../NIP......................
b. Pangkat/Golongan : .............................../...............................
c. Jabatan : ..............................................................
Maksud : ..............................................................
..............................................................
KEPALA PUSKESMAS
NAMA
P. Surat Perintah
SURAT PERINTAH
NOMOR. .
MEMERINTAHKAN :
Kepada :
a. Nama : ...................................................
b. Jabatan : ....................................................
Untuk :
........................................................................................................
..................................................................................................................
........................................................................................................
..................................................................................................................
Ditetapkan di ..
pada tanggal ..
KEPALA PUSKESMAS
NAMA
Q. Surat Keterangan melaksanakan Tugas
KEPALA PUSKESMAS
NAMA
R. Lembar Disposisi
LEMBAR DISPOSISI
Perihal :
Catatan :
Nama Pejabat
S. Notulen
NOTULEN
Sidang/Rapat : ..............................................................................
Hari/Tanggal : ..............................................................................
Waktu Panggilan : ..............................................................................
Waktu sidang/rapat : ..............................................................................
Acara : 1. ..............................................................................
2. dan seterusnya
3. Penutup.
Pimpinan Sidang/Rapat
Ketua : ..............................................................
Sekretaris : ..............................................................................
Pencatat : ..............................................................................
1. Kata Pembukaan : ..
2. Pembahasan : ...
3. Peraturan :
PIMPINAN SIDANG/RAPAT
NAMA JABATAN
NAMA PEJABAT
Pangkat
NIP.
T. Perbaikan Kinerja Pelayanan
NAMA NAMA
U. Tanggapan mengenai keluhan masyarakat, Sasaran program/ kegiatan
(UKM)
No Keluhan/Umpan Disampaikan Analisis masalah Rencana Tindak lanjut Hasil yang Monitoring dan Tanggapan
Balik melalui perbaikan keluhan dicapai evaluasi disampaikan
media melalui media
NAMA NAMA
V. Undangan
Kepada
Lampiran : .......................
Hal : Undangan di -
......................
...........................................................................................................
................................................................................................
Hari : ................................................
Tanggal : ................................................
Pukul : ................................................
Tempat : ................................................
Acara : ................................................
...........................................................................................................
................................................................................................
NAMA
Catatan :
1. .............................................
2. ..............................................
W. Rekomendasi
REKOMENDASI ...............................
NOMOR
.................................................................................................................................
............................................................................................................................................
...................................................................................................
a. .
.
b. .
.
.................................................................................................................................
............................................................................................................................................
...................................................................................................
Kepala Puskesmas ..
NAMA
BAB IV
PENUTUP
Pedoman tata naskah dinas Puskesmas Balai Karangan ini merupakan acuan bagi
Puskesmas BalaiKarangan dalam menyusun petunjuk pelaksanaan tata naskah dinas
sesuai dengan keperluan yang ada di puskesmas Balai Karangan