0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan14 halaman

Program Kerja Laboratorium IPA 2016/2017

Program kerja laboratorium IPA MTs Sirojut Tholibiin tahun 2016/2017 berfokus pada penataan ruang dan peralatan laboratorium, pengadaan peralatan baru, serta pengaturan tata tertib untuk memfasilitasi proses pembelajaran siswa. Dokumen ini juga menjelaskan rencana kegiatan laboratorium dan organisasi pengelolaannya untuk mendukung pencapaian visi dan misi sekolah.

Diunggah oleh

lutviaw
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan14 halaman

Program Kerja Laboratorium IPA 2016/2017

Program kerja laboratorium IPA MTs Sirojut Tholibiin tahun 2016/2017 berfokus pada penataan ruang dan peralatan laboratorium, pengadaan peralatan baru, serta pengaturan tata tertib untuk memfasilitasi proses pembelajaran siswa. Dokumen ini juga menjelaskan rencana kegiatan laboratorium dan organisasi pengelolaannya untuk mendukung pencapaian visi dan misi sekolah.

Diunggah oleh

lutviaw
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA

KEPALA LABORATORIUM IPA

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

KEMENTRIAN AGAMA
MTs SIROJUT THOLIBIIN BACEM
JALAN NYIUR BACEM
2016-2017

1
LEMBAR PENGESAHAN

Telah disahkan dan disetujui:

PROGRAM KERJA KEPALA LABORATORIUM IPA

Pada tanggal 18 Juli 2016

di MTs Sirojut Tholibiin

Oleh :

Kepala MTs Sirojut Tholibiin

Saiful Karim, [Link]

NIP -

2
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. karena berkat rahmat dan izin-
Nya jualah Penyusun dapat menyelesaikan Program Kerja Kepala Laboratorium IPA yang dapat
digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran maupun praktikum di
Laboratorium IPA MTs Sirojut Tholibiin. Program kerja laboratorium tahun ini akan lebih
diarahkan pada peningkatan tata kelola dan penambahan alat/bahan di laboratorium guna
memberikan pelayanan kepada peserta didik dan pengguna laboratorium lainnya. Dengan
harapan hal ini dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk belajar dalam pembuktian
teori melalui percobaan/ demonstrasi untuk menjadi kenyataan.

Selanjutnya untuk lebih berkembangnya peran laboratorium, tentunya tak lepas dari kerja
sama dari berbagai pihak seperti peran kepala sekolah, wakil sarana/prasana, dan guru-guru mata
pelajaran yang terkait serta seluruh komunitas sekolah. Demikianlah yang dapat Penyusun
paparkan dan oleh karena itu dalam kesempatan ini penyusun menyampaikan rasa terimakasih
kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam penyusunan program ini terutama kepada :

1. Kepala MTs Sirojut Tholibiin.


2. Waka Urusan Kurikulum MTs Sirojut Tholibiin.
3. Waka Urusan Sarana/Prasarana MTs Sirojut Tholibiin
4. Bapak dan Ibu staf pengajar di MTs Sirojut Tholibiin, dan teman-teman sejawat yang
telah memberikan dorongan dan semangat sehingga terlaksananya penyusunan program
kerja ini.

Penyusun menyadari sepenuhnya walaupun telah berupaya semaksimal mungkin, namun


di dalam penyusunan program kerja ini pasti masih banyak kekurangan dan kelemahan yang
disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang Penyusun miliki. Oleh sebab
itu kritik dan saran sangatlah Penyusun harapkan, demi kesempurnaan penyusunan Program
Kerja Kepala Laboratorium IPA ini. Akhirnya harapan Penyusun, semoga program kerja ini
bermanfaat bagi pendidikan sains khususnya bagi rekan-rekan guru jurusan IPA.

Blitar, 18 Juli 2016

Penyusun

3
DAFTAR ISI

halaman

HALAMAN JUDUL...........................................................................................................i

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................ii

KATA PENGANTAR ..........................................................................................................iii

DAFTAR ISI ....................................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................1

BAB II RENCANA KEGIATAN LABORATORIUM IPA ..............................................2

A. Penataan Ruang Laboratorium .............................................................................2


B. Penataan Alat dan Bahan ......................................................................................3
C. Pengadministrasian Alat dan Bahan .....................................................................5
D. Pengadministrasian Ruangan ................................................................................5
E. Pengadministrasian Fasilitas Umum ....................................................................5
F. Pengadaan Alat dan Bahan ...................................................................................6
G. Tata Tertib Laboratorium IPA ...............................................................................6

BAB III ORGANISASI LABORATORIUM IPA ............................................................7

BAB IV PENUTUP ........................................................................................................11

A. Kesimpulan .........................................................................................................11
B. Saran....................................................................................................................11

4
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

MTs Sirojut Tholibiin adalah sebuah institusi pendidikan yang dalam pencapaian
tujuannya sangat didukung oleh berbagai komponen, salah satunya adalah Laboratorium IPA.
Lebih dari itu Laboratorium IPA adalah komponen yang sangat mendasar dalam terlaksananya
suatu proses pendidikan untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik. Laboratorium
adalah tempat pembelajaran sains IPA dengan cara mencari pengetahuan tentang alam secara
sistematis melalui proses penemuan (inquiry) yang menekankan pemberian pengalaman
langsung dalam penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah peserta
didik, yang bermuara pada pembelajaran Work-Based experimen (belajar sambil bekerja).

Keberadaan Laboratorium IPA juga perlu didukung oleh sebuah program yang baik agar
dapat mencapai tujuan yang direncanakan dan mengacu kepada Visi dan Misi MTs Sirojut
Tholibiin. Penyusunan program yang baik dan terencana akan menciptakan suatu pengembangan
dan pemeliharaan Laboratorium IPA ke depan. Hal ini akan mendukung tingkat keberhasilan
program yang ingin dicapai sekaligus memberikan tingkat ketercapaian Visi dan Misi MTs
Sirojut Tholibiin.

B. Dasar Pemikiran

1. Pasal 12 ayat (1) dan Pasal 30 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.

2. Visi dan Misi serta Program Kerja MTs Sirojut Tholibiin

C. Tujuan
1. Sebagai salah satu media untuk pencapaian Visi dan Misi Madrasah
2. Sebagai bahan acuan bagi Kepala Laboratorium IPA MTs Sirojut Tholibiin dalam
menjalankan tugasnya.

1
BAB II

RENCANA KEGIATAN LABORATORIUM IPA

A. Penataan Ruang Laboratorium

DENAH RUANG LABORATORIUM IPA

c b a

b b b b
W

b b b b

b b b b

b b b b

Keterangan:
A : Meja Persiapan
B : Meja Presentasi
C : Meja Guru
D : Meja Tambahan
E : Rak Alatt
W : Wastafel

2
B. Penataan Alat dan Bahan

Penataan alat dan bahan praktik IPA sangat bergantung kepada fasilitas yang ada di
laboratorium dan kepentingan pemakai laboratorium. Fasilitas yang dimaksud dalam hal ini
adalah adanya ruang penyimpanan khusus (gudang), ruang persiapan, dan tempat-tempat
penyimpanan seperti lemari, kabinet, dan rak-rak.

Untuk menata alat dan bahan praktik IPA ada beberapa hal yang perlu dikerjakan terlebih
dahulu, yaitu pekerjaan sebagai berikut:

1. Membersihkan ruang laboratorium beserta tempat-tempat penyimpanan alat dan bahan


yang tersedia, misalnya lemari, laci, dan rak.
2. Mendata dan memeriksa alat dan bahan dalam hal macamnya, jumlahnya, sifat fisiknya,
harganya, dan sebagainya.
3. Mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan kelompok mata pelajaran (Fisika,
Biologi, Kimia) atau sesuai dengan katalog yang dirujuk.

Penataan alat adalah proses pengaturan alat di laboratorium agar tertata dengan baik.
Dalam menata alat tersebut berkaitan erat dengan keteraturan dalam penyimpanan maupun
kemudahan dalam pemeliharaan.

Keteraturan penyimpanan dan pemeliharaan alat itu, tentu memerlukan cara tertentu agar
petugas laboratorium dengan mudah dan cepat dalam pengambilan alat untuk keperluan
praktikum, juga ada kemudahan dalam memelihara kualitas dan kuantitasnya. Dengan demikian
penataan alat laboratorium bertujuan agar alat-alat tersebut tersusun secara teratur, indah
dipandang, mudah dan aman dalam pengambilan dalam arti tidak terhalangi atau mengganggu
peralatan lain, terpelihara identitas dan presisi alat, serta terkontrol jumlahnya dari kehilangan
dan kerusakan.

Di laboratorium terdapat berbagai macam fasilitas umum lab. Maupun peralatan.


Beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan di dalam penataan alat terutama cara
penyimpanannya, diantaranya adalah :

a. Fungsi alat, apakah sebagai alat ukur ataukah hanya sebagai penyimpan alat saja.
b. Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian
c. Keperangkatan
d. Nilai/ harga alat
e. Kuantitas alat termasuk kelangkaannya
f. Sifat alat termasuk kepekaan terhadap lingkungan
g. Bahan dasar penyusun alat
h. Bentuk dan ukuran alat
i. Bobot / berat alat

Pada praktisnya untuk melakukan penataan / penyimpanan alat tidak dapat digunakan
secara mutlak menurut fungsinya saja atau menurut kecanggihan dan sifatnya saja. Cara terbaik
disarankan mengkombinasikan di antara aspek-aspek tersebut. Ketidakmutlakan dalam

3
menerapkan aspek di atas dalam menentukan penataan alat sangat nampak sekali dalam mata
pelajaran sains lainnya seperti kimia dan biologi. Dalam laboratorium IPA penataan alat selama
ini seringkali dikelompokkan atas dasar jenis bahannya seperti alat-alat terbuat dari kaca, kayu,
besi dan seterusnya. Dan penataan alat-alat kimia dan biologi berdasarkan kegunaannya saja.
Kembali pada sembilan aspek di atas, suatu alat ada yang memiliki satu fungsi dan yang multi
fungsi. Tentu kalau penyimpanan alat mengacu atas dasar fungsi alat, maka akan diperoleh
jumlah kelompok alat yang relatif banyak sesuai konsep konsep kimia yang harus dipelajari.
Oleh karena itu pengelompokan berdasarkan fungsi alat cukup kita bagi menjadi alat yang
berfungsi sebagai alat ukur dan alat bukan alat ukur. Tentunya penyimpanan alat ukur harus
ditempatkan pada wadah/tempat khusus yang dapat menjaga keamanan komponen alat yang
memberi informasi kuantitas dan ketelitian pengukuran.

Oleh karena itu penyimpanan alat ini harus ditempatkan pada lemari besar dan berada
pada lokasi yang tidak banyak rintangan yang mengganggu sirkulasi peminjaman atau
pengembalian dari pengguna. Cara lain, penyimpanan alat yang jumlahnya banyak dilakukan
dengan mendistribusikan pada lemari-lemari pengguna yang dilengkapi kunci.

Alat yang terbuat dari logam tentunya harus dipisahkan dari alat yang terbuat dari gelas
atau porselen. Jadi alat seperti kaki tiga harus dikelompokkan dengan statif atau klem tiga jari
karena ketiganya memiliki bahan dasar yang sama yaitu logam. Belumlah cukup hanya dengan
memperhatikan bahan dasar dari alat, namun penyimpanan alat yang memiliki bahan dasar yang
sama harus ditata kembali. Jika tempat penyimpanan kaki tiga dan klem tiga jari adalah
menggunakan lemari rak, maka tahapan rak untuk kaki tiga harus berbeda dengan tahap rak klem
tiga jari, akan tetapi kedua tahap rak harus berdekatan. Dengan memperhatikan bahan dasar alat
pula, peralatan yang terbuat dari logam umumnya memiliki bobot lebih tinggi dari peralatan
yang terbuat dari gelas atau plastik. Oleh karena itu dalam penyimpanan dan penataan alat aspek
bobot benda perlu juga diperhatikan.

Dari uraian yang telah dikemukakan, yang menjadi kunci dalam melakukan penyimpanan
dan penataan alat laboratorium dengan baik dan lancar, adalah tempat atau ruang khusus
(wadah/lemari) dan karakteristik dari masing-masing alat. Karakteristik dari suatu alat
dinamakan spesifikasi alat.

Setiap alat laboratorium harus dibuatkan spesifikasinya, yaitu informasi-informasi yang


memberikan gambaran tentang suatu alat, sehingga dari ciri tersebut secara spesifik alat itu
terbedakan dari alat lain. Alat sederhana tentunya memiliki spesifikasi lebih sederhana dari alat
rumit.

C. Pengadministrasian Alat dan Bahan

Untuk memudahkan pengecekan, penggunaan, pemeliharaan, pengadaan, dan terutama


pertanggungjawaban, semua fasilitas dan alat-alat/bahan di laboratorium harus

4
diadministrasikan. Pengertian pengadministrasian disini adalah pencatatan nama alat/bahan,
jumlahnya, ukurannya, mereknya, nomor kodenya, dan tempat penyimpanannya.

Untuk keperluan pencatatan alat dan bahan laboratorium ini diperlukan format atau buku
perangkat administrasi yang meliputi:

1. Buku inventaris
2. Kartu permintaan/peminjaman alat/bahan
3. Buku catatan harian
4. Kartu alat/bahan yang rusak
5. Kartu reparasi
6. Format label

Buku lainnya yang dapat melengkapi perangkat administrasi di atas antara lain:

1. Daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS


2. Jadwal penggunaan laboratorium
3. Jurnal penggunaan laboratorium

D. Pengadministrasian Ruangan

Ruangan-ruangan laboratorium yang akan diadministrasikan di antaranya adalah :

1. Ruang praktikum
2. Ruang penyimpanan

E. Pengadministrasian Fasilitas Umum

Fasilitas umum laboratorium adalah barang-barang yang merupakan perlengkapan laboratorium.


Barang-barang yang termasuk ke dalam kategori ini adalah :

- Papan tulis
- Instalasi listrik
- Papan pengumuman
- Instalasi air
- Meja guru
- Komputer
- Meja peserta didik
- Kursi/bangku
- Alat pemadam kebakaran
- Almari alat/bahan
- Jam dinding
- Rak alat/zat
- Perlengkapan P3K
- Bak cuci / wastafel
- Lampu
- Meja praktikum
- Sapu/kemoceng
- Penuntun Praktikum
- Keset
- Buku-buku materi
- Tempat sampah

F. Pengadaan Alat dan Bahan

5
Untuk melengkapi atau mengganti alat dan bahan yang rusak, hilang, atau habis dipakai
diperlukan pengadaan. Sebelum pengusulan pengadaan alat dan bahan dipikirkan hal-hal berikut:

1. Percobaan apa yang akan dilakukan


2. Alat dan bahan apa yang akan dibeli (dengan spesifikasi jelas)
3. Apakah dana tersedia
4. Prosedur pembelian
5. Pelaksanaan pembelian

Prosedur pengadaan alat dan bahan biasanya dimulai dengan penyusunan daftar alat dan
bahan yang akan dibeli. Daftar pengusulan diperoleh dari usulan masing-masing guru IPA yang
dikoordinasikan oleh koordinator laboratorium. Daftar alat dan bahan yang akan dibeli dibuat
berdasarkan program semester/program kegiatan laboratorium atau berdasarkan analisis LKS.
Daftar alat dan bahan yang dibeli harus dilengkapi dengan spesifikasi alat dan bahan, kemudian
alat dan bahan disusun berdasarkan prioritas, artinya tentukan alat dan bahan yang terlebih
dahulu yang akan digunakan. Daftar alat yang akan dibeli dipisahkan dari daftar bahan. Setelah
selesai penyusunan daftar alat/bahan, daftar ini diserahkan oleh penanggung jawab laboratorium
kepada kepala sekolah.

G. Tata Tertib Laboratorium IPA

1. Peserta didik tidak dibenarkan masuk ke dalam laboratorium tanpa izin Guru
Pembimbing.
2. Peserta didik melaksanakan praktikum sesuai dengan jadwal.
3. Peserta didik masuk laboratorium dengan tertib dan melepas alas kaki.
4. Peserta didik tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman dalam bentuk
apapun ke dalam laboratorium.
5. Peserta didik wajib menjaga ketertiban dan kebersihan ruang laboratorium.
6. Peserta didik menempati tempat yang sudah ditentukan sesuai kelompok kerja.
7. Alat dan bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk praktikum.
8. Jika ada alat-alat yang rusak peserta didik segera melaporkan kepada guru pembimbing.
9. Jika terjadi kecelakaan dalam praktikum segera melaporkan kepada guru pembimbing.
10. Setelah melakukan praktikum peserta didik harus mengembalikan alat/bahan ke tempat
semula dalam keadaan bersih.
11. Kerusakan atau kehilangan alat yang terjadi akibat kelalaian peserta didik, maka peserta
didik atau kelompok kerjanya harus menggantinya.
12. Ruangan laboratorium harus dalam keadaan bersih setelah selesai kegiatan.
13. Peserta didik yang tidak mengindahkan tata tertib dapat diberi sanksi dikeluarkan dari
laboratorium.

6
BAB III

ORGANISASI LABORATORIUM IPA

Organisasi Laboratorium IPA adalah suatu sistem kerja sama dari kelompok orang, barang, atau
unit tertentu tentang laboratorium IPA untuk mencapai tujuan. Mengorganisasikan laboratorium
IPA berarti menyusun sekelompok orang atau petugas dan sumberdaya yang lain untuk
melaksanakan suatu rencana atau program guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan
cara yang paling berdaya guna terhadap laboratorium IPA. Orang-orang atau petugas yang
terlibat langsung dalam organisasi laboratorium IPA adalah sebagai berikut:

1. Kepala Sekolah
Tugas Kepala Sekolah:
a. Memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan, dan evaluasi kepada petugas-petugas
laboratorium IPA.
b. Memberikan motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal kegiatan laboratorium IPA.
c. Menyediakan dana keperluan operasional laboratorium.

2. Waka Urusan Kurikulum


Tugas Waka Urusan Kurikulum:
a. Melakukan koordinasi dengan Kepala Laboratorium dalam pengaturan jadwal
kegiatan di laboratorium.

3. Waka Urusan Humas Sarana & Prasarana


Tugas Waka Urusan Humas Sarana prasarana:
a. Melakukan koordinasi dengan Kepala Laboratorium dalam menyediakan sarana dan
prasarana laboratorium.

4. Kepala Laboratorium
Tugas Kepala Laboratorium:
a. Bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi laboratorium.
b. Bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan laboratorium.
c. Mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat/bahan laboratorium.
d. Bertanggung jawab tentang kebersihan, penyimpanan, perawatan, dan perbaikan alat.
e. Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium.
f. Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium.
g. Membuat jurnal penggunaan laboratorium.

5. Koordinator laboratorium
Tugas koordinator laboratorium:
a. Mengkoordinasikan guru mata pelajaran.
b. Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium.
c. Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium.
d. Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium.
e. Inventarisasi dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium.
f. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium.

6. Guru Mapel IPA


Tugas Guru Mapel IPA:

7
a. Menyelenggarakan praktikum mulai perencanaan, persiapan alat/bahan, persiapan
praktikum, dan pelaksanaan praktikum.
b. Menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan praktikum.
c. Menjaga kebersihan ruangan dan peralatan yang digunakan setelah selesai praktikum.
d. Mengatur kembali penyimpanan alat-alat laboratorium yang telah digunakan.
e. Mengisi jurnal penggunaan laboratorium.

7. Laboran
Tugas laboran adalah:
a. Mengerjakan administrasi laboratorium.
b. Mengatur penyimpanan dan pendataan alat dan bahan yang ada dalam laboratorium.
c. Menginventaris dan mengadministrasi peminjaman alat-alat laboratorium.
d. Mempersiapkan dan menyiapkan alat/bahan yang digunakan dalam praktikum.
e. Bertanggungjawab atas kebersihan alat dan ruang laboratorium beserta
perlengkapannya.
f. Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium.

8
STRUKTUR ORGANISASI
LABORATORIUM IPA

PENANGGUNG JAWAB
KEPALA MADRASAH

SAIFUL KARIM, [Link]

WAKA UR. KURIKULUM WAKA UR. SARPRAS

AGUS BUDI S, [Link] M. KURNIANSYAH, [Link].I

KEPALA LABORATORIUM

LUTVI ASRI W, [Link]

LABORAN
GURU MAPEL IPA
MARATUS S, [Link]

SISWA

9
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pelaksanaan Program Kerja Laboratorium IPA di MTs Sirojut Tholibiin ini diharapkan
menjadi solusi dalam menyiasati besarnya tanggung jawab yang diemban oleh mata pelajaran
IPA di sekolah. Dengan adanya pelaksanaan program kerja ini sebagai agenda rutin di MTs
Sirojut Tholibiin, diharapkan nilai-nilai sains yang telah dipelajari oleh peserta didik tidak hanya
sekedar menjadi pengetahuan atau hapalan tetapi hendaknya menjadi suatu bekal di
tengahtengah kehidupan sehari-hari.

B. Saran

Laboratorium IPA sebagai sarana sumber belajar yang nyata untuk peserta didik belajar
perlu dipelihara kebersihan dan kenyamanannya. Untuk itu laboratorium IPA sebaiknya tidak
hanya dikelola oleh Kepala Laboratorium IPA saja tetapi juga diperlukan seorang Laboran yang
siap setiap saat membantu guru IPA dalam menyelenggarakan praktikum di laboratorium.
Dengan keterbatasan tenaga dan waktu, laboratorium IPA juga sangat memerlukan tenaga
kebersihan yang rutin untuk membersihkan ruang laboratorium, sehingga ruangan selalu dalam
keadaan bersih dan siap pakai. Demikian kiranya saran yang dapat diberikan kepada pihak
sekolah semoga dapat ditindaklanjuti.

10

Anda mungkin juga menyukai