0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
491 tayangan4 halaman

Kerangka Acuan Kegiatan Pra Rujukan

Dokumen ini menjelaskan kerangka acuan kegiatan pra rujukan di UPT Puskesmas Pasundan, Garut. Dokumen menjelaskan tujuan, kegiatan, cara melaksanakan rujukan darurat dan berencana bagi ibu hamil, neonatus, dan bayi berisiko tinggi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Dokumen juga menjelaskan sasaran, jadwal, evaluasi, dan pelaporan kegi

Diunggah oleh

esti puji astuti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
491 tayangan4 halaman

Kerangka Acuan Kegiatan Pra Rujukan

Dokumen ini menjelaskan kerangka acuan kegiatan pra rujukan di UPT Puskesmas Pasundan, Garut. Dokumen menjelaskan tujuan, kegiatan, cara melaksanakan rujukan darurat dan berencana bagi ibu hamil, neonatus, dan bayi berisiko tinggi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Dokumen juga menjelaskan sasaran, jadwal, evaluasi, dan pelaporan kegi

Diunggah oleh

esti puji astuti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PASUNDAN
Jalan pasundan no.104 Garut 44151

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PRA RUJUKAN

A. PENDAHULUAN
Pelaksanaan sistem rujukan di Indonesia telah diatur dengan bentuk bertingkat atau
berjenjang, yaitu pelayanan kesehatan tingkat pertama, kedua dan ketiga, di mana
dalam pelaksanaannya tidak berdiri sendiri-sendiri namun berada di suatu sistem
dan saling berhubungan. Apabila pelayanan kesehatan primer tidak dapat
melakukan tindakan medis tingkat primer maka ia menyerahkan tanggung jawab
tersebut ke tingkat pelayanan di atasnya, demikian seterusnya. Apabila seluruh
faktor pendukung (pemerintah, teknologi, transportasi) terpenuhi maka proses ini
akan berjalan dengan baik dan masyarakat awam akan segera tertangani dengan
tepat. Sebuah penelitian yang meneliti tentang sistem rujukan menyatakan bahwa
beberapa hal yang dapat menyebabkan kegagalan proses rujukan yaitu tidak ada
keterlibatan pihak tertentu yang seharusnya terkait, keterbatasan sarana, tidak ada
dukungan peraturan.

B. LATAR BELAKANG
Rujukan ibu hamil, neonates yang beresiko tinggi merupakan komponen yang
penting dalam sistem pelayanan kesehatan maternal. Dengan memahami sistem dan
cara rujukan yang baik, tenaga kesehatan diharapkan dapat memeperbaiki kualitas
pelayanan pasien. Secara umum, rujukan dilakukan apabila tenaga dan
perlengkapan di suatu fasilitas kesehatan tidak mampu menatalaksanakan
komplikasi yang mungkin terjadi, dalam pelayanan kesehatan maternal dan
perinatal terdapat dua alasan untuk merujuk ibu hamil, yaitu ibu dan janin yang
dikandungannya
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tujuan sistem rujukan adalah agar pasien mendapatkan pertolongan
padafasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu shingga jiwanya dapat
terselamatkan, dengan demikian dapat menurunkan AKI dan AKB
2. Tujuan Khusus
Mepercepat waktu penanganan kasus dan memperkecil resiko kegawatdaruratan
pada pasien sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ibu
dan bayi untuk membantu mendiagnosis pasien

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Berdasarkan sifatnya, rujukan ibu hamil di bedakan menjadi 2.
1. Rujukan kegawatdaruratan
Rujukan kegawat daruratan adalah rujukan yang di lakukan sesegera mungkin
karena berhubungan dengan kondisi kegawatdarutan yang mendesak
2. Rujukan berencana Rujukan berencana adalah rujukan yang dilakukan dengan
persiapan yang lebih panjang ketika keadaaan umum ibu masih relatif lebih
baik, misalnya dimasa antenatal ataupun awal persalinan ketika didapati
kemungkinan resiko komplikasi, karena tidak dilakukan dalam kondisi kegawat
daruratan, rujukan ini dapat dilakukan dengan pilihan mudalitas transportasi
yang lebih beragam, nyaman dan aman bagi pasien.

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Persiapan yang harus diperhatikan dalam melakukan rujukan, disingkat
BAKSOKU dengan diawali kesepakatan antara petugas dank lien yang di tanda
tangani dalam informed consent, dan dijabarkan sebagai berikut :
B (BIDAN) : Pastikan ibu/bayi/klien didampingi oleh tenaga kesehatan yang
kompeten dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan
kagawatdaruratan.
A (Alat) : Bawa perlengkepan data bahan-bahan yang di perlukan, sperti sput,
infus set, tensimeter, dan stetoskop.
K (Keluarga) : Beritahu keluarga tentang kondisi tarakhir ibu (Klien) dan alasan
mengapa ia dirujuk. Suami8 dan anggota keluarga yang lain harus
menerima ibu (klien) ketempat rujukan.
S (Surat) : Beri Surat ketempat rujukan yang berisi identifikasi ibu (klien),
dengan alasan rujukan, uraian hasil rujukan, asuhan, atau oabat-obat
yang telah di terima ibu (klien)
O (Obat) : Bawa obat-obat esensial di perlukan selama perjalanan merujuk
K (Kendaraan): Siapkan Kendaraan yang cukup baik untuk memungkinkan ibu
(Klien) dalam kondisi yang nyaman dan dapat mencapai tempat
rujukan dalam waktu cepat.
U (uang) : Ingatkan keluarga membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk
membeli obat dan bahan kesehatan yang diperlukan ditempat
rujukan.

F. SASARAN
Bumil, Bulin, Neonatus dan bayi Resti.

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Setiap ada kasus yang berpotensi pada kegawatdaruratan pada Bumil, Bulin,
Neonatus dan bayi harus segera di rujuk.

H. Evaluasi Kegiatan dan Laporan.


a. Adanya umpan balik dan harus yang telah dirujuk dari pihak penerima rujukan
ke fasilitas yang merujuk.
b. Pelaporan
Laporan dilakukan setiap akhir bulan di tanda tangani oleh Kepala UPT
Puskesmas dikirim ke Dinas Kesehatan dalam bentuk laporan

I. Pencatatan Pelaporan dan Evaluasi


Pencatatan dilakukan di buku laporan yang membahas tentang kesakitan dan
kematian ibu, Neonatal dan bayi serta register dalam kohort ibu maupun kohort
bayi.

Anda mungkin juga menyukai