0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan12 halaman

Rencana Abandonment Lapangan Gas Perkutut

Dokumen tersebut membahas tentang rencana abandonment dan restorasi sumur minyak dan gas bumi. Terdapat dua jenis abandonment, yaitu sementara (temporary) dan permanen (permanent). Rencana abandonment mencakup desain penutupan sumur, kriteria penggunaan semen, dan tes untuk memastikan kualitas penutupan sumur. Pemerintah mengatur prosedur penutupan sumur untuk melindungi lingkungan.

Diunggah oleh

Rafi Uddin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan12 halaman

Rencana Abandonment Lapangan Gas Perkutut

Dokumen tersebut membahas tentang rencana abandonment dan restorasi sumur minyak dan gas bumi. Terdapat dua jenis abandonment, yaitu sementara (temporary) dan permanen (permanent). Rencana abandonment mencakup desain penutupan sumur, kriteria penggunaan semen, dan tes untuk memastikan kualitas penutupan sumur. Pemerintah mengatur prosedur penutupan sumur untuk melindungi lingkungan.

Diunggah oleh

Rafi Uddin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 9 ABANDON DAN RESTORASI

Seiring dengan proses produksi suatu sumur sebagian besar sumur akan
mengalami masalah produksi serta bagian integrity dari sumur tersebut.
Pada lapangan Gas Perkutut, setelah kontrak berakhir maka perlu
dilakukan tahapan abandonment terproduksi, terjadinya kebocoran pada tubing,
tingginya water cut yang terjadi, kerusakan atau kebocoran semen pada sumur
dan lain-ain.
Pada Lapangan Gas Perkutut, baik secara temporary maupun permanent.
Sehingga seluruh komponen pemboran ataupun produksi yang ditinggalkan pada
blok ini perlu dibersihkan sehingga pada akhirnya keadaan blok tersebut tidak
mengganggu kesetimbangan dari ekosistem yang telah terbentuk sebelum adanya
operasi pemboran maupun eksploitasi. Sehingga tahapan ini menjadi tanggung
jawab dari pihak PT. Mubarak oil and gas Energy untuk menentukan strategi-
strategi seperti apa yang akan dilakukan ketika mencapai masa akhir dari kontrak
tersebut.
Abandonment and site restoration merupakan tahap akhir dari suatu
pengembangan lapangan setelah masa kontrak berakhir. Pada tahap ini, seluruh
komponen pemboran maupun produksi yang ditinggalkan pada lapangan ini perlu
dibersihkan agar keadaan lapangan tersebut tidak mengganggu kesetimbangan
dari ekosistem yang telah terbentuk sebelum adanya operasi pemboran maupun
eksploitasi. Tahapan ini merupakan tanggung jawab dari pihak Company, pihak
Company harus menentukan strategi-strategi yang akan dilakukan ketika
mencapai masa akhir kontrak dengan keputusan tertinggi tetap berada di SKK
MIGAS.
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) telah menetapkan Peraturan Mentri ESDM No. 01 Tahun 2011 mengenai
pedoman teknis pembongkaran instalasi lepas pantai minyak dan gas bumi. Pada
Bab II pasal 6 dijelaskan bahwa sebuah kontraktor minyak bumi wajib
menyertakan prosedur penutupan sumur (Plug and Abandonment P&A) dimana
KKKS bersangkutan bertanggung jawab untuk merestorasi daerah kontrak,
memindahkan seluruh peralatan dan instalasi yang pernah dibangun dan
membangun kembali area yang terkenda dampak selama proses produksi maupun
ekspolitasi migas berlangsung sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait dengan
kesehatan dan lingkungan.
9.1 Rencana Abandonment

Pada praktek di Lapangan Perkutut ini, PT. Mubarak oil and Gas Energy
menggunakan beberapa istilah yang akan umum digunakan selanjutnya. Istilah
yang digunakan sebagai berikut:
Permeable Zone (PZ)
Istilah ini dapat diartikan sebagai formasi yang memiliki permeabilitas yang
dapat mengalir fluida dari formasi ke dalam sumur.
Well Barriers (WB)
Istilah ini diartikan sebagai suatu komponen yang menjadi pemisah antara
zona yang berpotensi mengalirkan fluida ke formasi. Komponen pemisah ini
bisa berupa plug cement atau annulus cement. Material yang digunakan bisa
berupa semen atau material- material lain yang komponen atau sifatnya mirip
dengan semen.
Plug Cement
Istilah ini adalah semen yang diletakkan didalam sumur yang telah dibor
sebelumnya, yang fungsinya untuk mengisolasi sumur tersebut agar tidak
terjadi kontak dengan lingkungan luar.
Annulus Cement
Istilah ini adalah semen yang diletakkan diantara casing dengan formasi yang
fungsinya adalah mengisolasi fluida dari formasi agar tidak terjadi kontak
dengan lingkungan luar. Pihak PT. Mubarak Oil and Gas Energy menawarkan
berbagai rencana dan rancangan desain untuk tahapan abandonment ini
sendiri, hal ini dilakukan karena seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa
pemilik keputusan tertinggi dalam operasi migas sendiri berasal dari pihak
SKK MIGAS.
Untuk sumur yang berada pada Lapangan Gas Perkutut, terdapat 2 opsi
yang dapat dilakukan, yaitu dengan opsi permanent abandonment dan temporary
abandonment. Hal ini didasari oleh pertimbangan dari pihak regulator yang
memberikan keputusan nantinya apakah sumur tersebut akan digunakan kembali
untuk diproduksikan atau sudah tidak layak lagi untuk difungsikan sebagai sumur
produksi.
9.3. Desain Semen pada Bagian Annulus
Pemasangan semen pada bagian annulus memiliki kriteria tertentu yang
harus dicapai saat dilakukan operasi penyemenan nantinya. Tabel dibawah
menunjukan kriteria yang harus dipenuhi dalam penempatan semen pada bagian
annulus. Dapat digaris bawahi dari sana, ada 2 metode yang dapat digunakan,
yang pertama adalah metode circumferential logging dan metode TOC.
Perbedaannya adalah berasal dari alat yang digunakan, dimana pada metode
TOC, instrumen yang bisa digunakan untuk menentukan kualitas semen berasal
dari alat log konvensional seperti CBL atau VDL, dari temperatur, atau dari
perhitungan secara volumetric, sedangkan metode circumferential log
menggunakan instrumen circumferential log itu sendri.

Tabel 9.1 Kriteria Annulus Cement

Metode
No Kategori Circumferential Metode TOC
Logging

1 Minimal Compressive 200 psi (1380 200 psi (1380


Strength kpa) kpa)
2 Ketinggian Minimum kolom 30 m (100 ft) TVD 200 m (600 ft)
semen diatas DPZ teratas TVD

3 Ketinggian semen diantara 30 m (100 ft) TVD >100 m (300 ft)


DPZ saat terdapat 2 DPZ atau seluruh TVD
atau lebih pada interval yang interval antara
sama DPZ

Bila semen pada annulus difungsikan sebagai primary barrier sekaligus


dengan secondary barrier juga, maka kriteria berikut harus dipenuhi: Ketinggian
dari WB sebagai annulus cement minimal:
60 m (200 ft) TVD, jika ketinggan semen telah dievaluasi dengan metode
circumferential logging.
400 m (1.300 ft) TVD, jika ketinggian semen telah dievaluasi dengan metode
TOC.
800 m (2.600 ft) MD, untuk case dimana sumur directional dengan sudut
>450.
9.3 Temporary Abandonment

Temporary abandonment merupakan proses penutupan sumur sementara


waktu karena sumur tersebut mungkin akaan dibuka kembali sewaktu-waktu.
Pendesainan temporary abandonment terbagi menjadi dua jenis yaitu untuk
jangka pendek dan jangka panjang. Berikut ini merupakan spesifikasi yang perlu
dipenuhi agar sumur dapat berubah statusnya menjadi temporary abandonment:

1. Setiap didefinisikan suatu zona PZ, maka diperlukan masing- masing 1


buah primary dan secondary barrier.

2. Pada temporary abandonment, casing hanger seal assembly, packer, dan


bridge plug dapat dikategorikan sebagai secondary well barrier.
3. Berikut spesifikasi primary well barrier:
Suatu WB dapat mengisolasi annulus.
Suatu WB dapat mengisolasi wellbore secara penuh.
Jika temporary abandonment dilakukan pada jangka pendek
maka WB yang mengisolasi wellbore dapat diganti dengan retrievable
packer.
BOP harus di tes dan memenuhi kriteria tekanan tertentu sesuai
kedalaman sumur agar bisa menjadi secondary barrier.

Setelah itu perlu dilakukan tes pada semen yang telah terpasang tersebut
untuk mengetahui kualitasnya. Berikut ini merupakan kriteria yang digunakan
oleh Company saat melakukan tes pada semen:
1. Semen yang digunakan sebagai WB untuk mengisolasi zona wellbore pada
saat temporary abandonment setelah mengering (mencapai waktu wait on
cement) memiliki ketahanan tekanan (compressive strength) hingga 200 psi
(1.380 kPa) yang telah diuji di labolatorium menggunakan slurry dari sampel
di rig.

2. Penggunaan dump bail cement pada bridge plug sebagai WB yang


mengisolasi lubang diperbolehkan, asalkan memenuhi kriteria sebagai
berikut:
a) Semen yang ditempati diatas bridge plug tersebut tingginya minimal 3m
(10 ft) TVD.
b) Ketinggian semen harus dikonfirmasi dengan kemampuannya
untuk menahan maksimum perbedaan tekanan pada seluruh
permukaan bridge plug.
c) Semen harus memiliki compressive strength akhir lebih besar dari 1000
psi (6.895 kPa).
3. Penempatan semen pada shoe track atau diatas top plug sebgai WB
yang mengisolasi wellbore diperbolehkan, jika ketinggian dari kolom semen
minimal 30 m (100 ft) TVD diatas shoe dan salah satu kondisi dibawah ini
terpenuhi:
a) Plug/ landing collar harus di bor, dan semen harus diverifikasi dari uji
beban dan uji tekanan.
b) Semen yang dipompa diatas top plug harus diverifikasi dengan uji beban.
4. Ketinggian semen di annulus harus dipastikan dengan menggunakan alat log
jenis circumferential.
5. Ketinggian semen diannulus minimal 30 m (100 ft) diatas PZ.
6. Pada cement plug harus dilakukan uji beban, dan uji tekanan.
7. Uji beban yang dilakukan adalah dengan menurunkan drillpipe hingga ke
permukaan semen yang telah mengering kemudian dilakukan uji tag pada
semen tersebut dengan tekanan yang diberikan hingga 500 psi (3.450 kPa)
diatas LOT.
8. Uji tekanan dilakukan dengan maksud untuk mengetahui apakah terjadi
kebocoran pada semen atau tidak.

Plan of Development
Indramaju Field
9.4 Permanent Abandonment

Permanent abandonment merupakan proses penutupan sumur secara


permanent, hal ini dipertimbangkan untuk dilakukan ketika sumur produksi telah
mencapai economic limitnya, atau pada sumur eksplorasi yang tidak layak
untuk dijadikan sebagai sumur produksi dan tujuan untuk dilakukan eksplorasi
dari sumur tersebut telah tercapai.

Dengan persyaratan diatas, maka dapat diklasifikasikan dengan jelas


kriteria sumur seperti apa yang harus dilakukan operasi permanent
abandonment. Berikut ini merupakan syarat yang digunakan untuk mendesain
permanent abandonment:
1. WB yang mengisolasi bagian dari wellbore harus:
a) Dibentuk dari cement plug.
b) Cement pada posisi tersebut memiliki tinggi minimal 30 m (100 ft) TVD
diatas PZ.
2. Wellhead atau christmast tree tidak termasuk kategori WB untuk permanent
abandonment.
3. Material selain semen dapat digunakan asalkan memenuhi kriteria sebagai
berikut:
a) Memiliki permeabilitas rendah (kurang dari 0.1 mD)
b) Kestabilan material tetap terjaga meskipun berada pada daerah
bertekanan tinggi, temperatur tinggi, dan terkontaminasi dengan zat kimia
lainnya.
c) Kekuatan dan/ atau kelebamannya harus mampu mengakomodir beban
mekanika atau pergerakan formasi.
4. Untuk setiap PZ, diharuskan memiliki minimal 2 buah WB.
5. Suatu PZ harus terisolasi dari PZ lainnya, minimal terdapat 1 buah WB yang
membatasinya.
6. WB harus berada pada kedalaman dimana kekuatan dinding sumur
mampu menahan tekanan akibat dari migrasi fluida dari PZ yang terisolasi
sebelumnya. (Gambar 9.2)
7. Primary barrier untuk suatu PZ dapat berlaku sebagai secondary barrier untuk
PZ yang lebih dalam, dengan syarat tekanan dinding sumur dapat menahan
tekanan reservoir seperti pada syarat 6.
8. WB harus berada pada kedalaman formasi dimana 2 kondisi berikut terpenuhi:
a) Permeabilitas formasi kurang dari 0.1 mD.
b) Formasinya adalah shale.

Gambar 9.2 Migrasi Tekanan Menuju Secondary Barrier


Gambar 9.3 Contoh Desain Permanent Abandonment Well

Untuk point ke 7, terdapat beberapa syarat tambahan yang harus


dipenuhi. Syaratnya adalah sebagai berikut:
1. WB sebagai cement plug yang berada pada wellbore harus mencapai kriteria
sebagai berikut:

a) Ketinggian semen sebesar 60 m (200 ft) TVD diatas PZ, dan diuji
kembali dengan uji beban.
b) 300 m (1.000 ft) TVD, jika hanya diuji dengan mechanically tagged
dengan menggunakan tubing. c) 800 m (2525 ft) MD.
2. WB telah diuji dengan uji tekanan dan uji pembebanan.
3. WB pada annulus telah memenuhi kriteria penyemenan pada annulus.
Plan of Development

Gambar 9.3 menunjukan contoh dari operasi dimana primary


Indramaju Field

dan secondary barrier digabungkan menjadi 1 barrier.


Gambar 9.4 Contoh Desain Permanent Abandonment Well

Kemudian dengan meninjau peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah


mengenai "OPERASI PEMBORAN DARAT DAN LEPAS PANTAI" yang
membahas tentang proses peninggalan sumur secara permanen, maka perlu
penambahan penjelasan pada syarat nomor 4, 6 dan 9. Berikut ini merupakan
penjelasan dari masing-masing poin:
1. Apabila ada bagian casing yang dipotong dan dicabut, maka casing
tersisa didalam sumur harus disemen dengan kriteria sebagai berikut:

Tinggi semen minimal 30 m (100 ft) diatas dan 30 m (100 ft)


dibawah tunggul.
Apabila digunakan cement retainer atau permanent bridge plug,
maka kedua instrumen ini harus dipasang pada bagian casing yang
lebih besar dan diatasnya perlu dipasang cement plug setinggi minimal
50 ft.
2. Dibutuhkan cement plug sepanjang 150 ft yang berada 150 ft dibawah
mud line. Cement plug harus ditempatkan pada casing terkecil yang
mencapai mud line.
3. Terdapat point yang berhubungan dengan restorasi.

Sehingga setelah mengaplikasikan seluru regulasi diatas, dapat dibuat


sebuah kasus contoh yang menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah
operasi permanent abandonment yang dapat dilihat pada gambar 9.5.

Gambar 9.5 Contoh Kasus Permanent Abandonment Well

9.5 Site Restoration

Untuk program site restoration, perlu diaplikasikan regulasi dari SNI 13-
6910-2002 OPERASI PEMBORAN DARAT DAN LEPAS PANTAI. Pada tahap
ini seluruh wellhead, casing, tiang pancang, dan gangguan lain yang harus
disingkirkan sampai kedalaman sedikitnya 15 ft dibawah mud line. Dan lokasi ini
harus bebas dari segala macam gangguan. Persyaratan untuk untuk
menyingkirkan wellhead dan peralatan lainnya dapat dikurangi atau dihilangkan
apabila kepala sumur atau hambatan lainnya tidak membahayakan.

9.6 Perkiraan Biaya Plug dan Abandon Sumur

Berikut ditunjukkan rincian biaya untuk setiap pelaksanaan plug dan


abandonment sumur untuk memperkirakan biaya yang akan kita keluarkan
selama proses pengembangan yang terkait plug dan abandonment ini.

Tabel 9.2 Perkiraan Biaya Plug dan Abandon Sumur


No Komponen Harga Operasi Abandon,USD

Abandonment and Site Restoration


1 200.000 US$/well
(ASR) selama umur proyek

Anda mungkin juga menyukai