0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan3 halaman

Jenis-Jenis Line Coding dalam PCM

Line coding digunakan dalam transmisi sinyal PCM untuk mencegah kesalahan penerimaan. Beberapa kode line yang umum digunakan adalah NRZ, RZ, AMI, dan HDB3. Kode HDB3 membatasi jumlah nol berurutan hingga tiga untuk memudahkan ekstraksi clock pada penerima.

Diunggah oleh

shofi nur aisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan3 halaman

Jenis-Jenis Line Coding dalam PCM

Line coding digunakan dalam transmisi sinyal PCM untuk mencegah kesalahan penerimaan. Beberapa kode line yang umum digunakan adalah NRZ, RZ, AMI, dan HDB3. Kode HDB3 membatasi jumlah nol berurutan hingga tiga untuk memudahkan ekstraksi clock pada penerima.

Diunggah oleh

shofi nur aisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Line Coding

Sinyal PCM dibentuk dan ditransmisikan sebagai runtun 1 dan 0. Hal ini
menyebabkan dapat terjadi kesalahan penerimaan jika tidak ditransmisikan
dalam bentuk yang benar. Oleh karena itu kemudian digunakan beberapa
tipe pulsa dalam pntransmisian yang disebut line codes
Fitur fitur dasar dalam transmisi coding harus mernenuhi kondisi berikut:
1. Tidak boish ada arus dc karena transformator ac atau gandengan
kapasitor digunakan pada kebanyakan saluran penggkabelan sistem
transmisi untuk menghilangkan kalang ground
2. Energi pada frekuensi rendah harus kecil, sebaliknya komponen yang
secara fisik besarakan dibutuhkan untuk rangkaian penyama.
3. Jumlah perkalian nol secara signifikan harus tersedia untuk pewatuan di
penerima akhir (mengembalikan frekuensi clock).
4. Kode sinyal harus dapat diuraikan secara unik untuk memperoleh sinyal
informasi biner mula mula (tidak ambigu)
5. Pengkodean harus menghasilkai ecror perkalian yang rendah.
6. Efisiensi pengkodean yang baik dibutuhkan untuk mengurangi
bandwidth.
7. Deteksi error atau kemampuan memperbaiki dibutuhkan untuk pcrforma
yang lebih baik.

Kode kode yang umum digunakan pada saluran transmisi adalah:

a. Kode NRZ ( Non Return to Zero) -, 100 % unipolar


Merupakan kode yang paling umum pada isyarat digital semua
logika beroperasi dalam prinsip On - Off.

b. Kode RZ ( Return to Zero) 4 50 % unipolar

Universitas Gadjah Mada 1


c. Kode AMI (Alternate Mark Inversion) Kode Bipolar

d. Kode ADI (Alternate Digit Inversion) -, Unipolar 100 % duty cycle

e. Kode HDB3

Kegunaan kode HDB3 adalah untuk membatasi jumlah zero pada runtun yang
panjang tiga. Sehingga mempermudah ekstraksi clock pada penerima.

Runtun yang panjang yang memiliki lebih dan tiga zero dicegah dengan
penepatan kembali satu atau dua zero dengan pulsa berdasarkan aturan yang
telah telah ditentukan. Aturan ini memastikan penerima menerima palsa pulsa
tersebut dan tidak ambigu dengan pulsa kode. Aturan pengkodean HDB3
dituliskan sebagai berikut:
1. invers setiap detik 1 sepanjang maksimum tiga zero yang berurutan
2. Bila jumlah zero yang berurutan melebihi tiga, set pulsa violasi pada posisi
pada keempat. Pulsa violasi ditujukan untuk melanggar aturan AMI.
3. Setiap pulsa violasi alternatif seharusnya berganti polaritas. Bila aturan ini
tidak dapat diterapkan, set 1 berdasarkan aturan AMI pada posisi zero
pertama di runtun.

Universitas Gadjah Mada 2


f. Binary N Zero Subtitution

Pengkodean ini digunakan di Amerika Utara. CCITT merekomendasikan


H3ZS untuk antarmuka 44.736 Mb/s. H3ZS sangat mirip dengan HDB3.
Perbedaannya adalah pada H3ZS disubtitusi di zero ke tiga sedangkan
HDB3 di Zero keempat. Ode lain yang digunakan di Amerika Utara adalah
yang digunakan untuk sistem Bell dengan pesat 6.312 Mb/s untuk satu
pasangan simetris. Violasi bipolar dimasukkan pada bit kedua dan kelima
dan subtitusi enam zero.

g. Coded Mark Inversion (CMI) Encoding

Universitas Gadjah Mada 3

Anda mungkin juga menyukai