MATA KULIAH
SISTEM OPTIK DAN FOTONIKA
KELOMPOK 4
ANGGOTA KELOMPOK :
Okky Agassy Firmansyah 2415 105 004
Ade Setyo Nugroho 2415 105 011
Dian Nilasari 2415 105 018
Dosen Pembimbing :
[Link]. Aulia M.T. Nasution, [Link]
JURUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2017
1.1 Pengertian Tekstur
Tekstur adalah sifat-sifat karakteristik yang dimiliki oleh suatu daerah yang cukup besar
sehingga secara alami sifat tersebut dapat berulan dalam daerah tersebut. Pengertian dari
tekstur dalam hal ini adalah keteraturan pola-pola tertentu yang terbentuk dari susunan piksel-
piksel dalam citra. Suatu permukaan dikatakan mempunyai informasi tekstur, jika sifat-sifat
permukaan hasil perluasan mempunyai sifat kemiripan dengan permukaan asalnya saat
luasannya diperbesar tanpa mengubah skala.
Gambar 1 Tekstur sintetis
Proses tekstur sintetis digunakan untuk mendapatkan atau menghasilkan citra bertekstur
dengan pengolahan tepi antar tekstur. Sehingga citra tidak terlihat berasal dari penataran
tekstur.
Tekstur adalah pola visual yang dapat dilihat dimana-mana dan dapat mendeskripsikan
keanekanragaman dari karakteristik permukaan secara luas. Tekstur diklasifikasikan menjadi
dua kateogri, yaitu deterministic dan stokastik. Tekstur deterministic merupakan tekstur yang
memiliki karakteristik yang diatur oleh bermacam-macam kondisi dan aturan penempatan.
Sebaliknya, tekstru stokastik tidak memiliki kondisi atau penempatan yang khusus
1.2 Aplikasi dan prinsip kerja
1.3 Persamaan Matematis
Persamaan matematis yang digunakan pada pengukuran tekstur dengan optic adalah
sebagai berikut
a. Mengukur surface bearing index
Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut,
Sq 1
Sbi (1)
Trueheight (0,05) h(0,05)
Untuk Gaussian, Sbi=0,61, high Sbi = good bearing surface
Gambar 2 hasil pengukuran surface bearing index
b. Mengukur core fluid retention index
Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut,
Vv (h0,05 ) Vv (h0,80 )
Sci Sq (2)
A
Untuk Gaussian, Sci = 1,56, smoother = smaller Sci
c. Mengukur valley fluid retention index
Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut,
Vv (h0,80 )
Svi Sq (3)
A
Untuk Gaussian, Svi = 0,11, Good Fluid Retention = Larger Svi
Gambar 3 Hasil Pengukuran Sci dan Svi