1
BAB I
RENCANA STRATEGIS
PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI
Universitas Muara Bungo adalah satu satunya Universitas yang ada di
Kabupaten dalam provinsi Jambi, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan
Mandiri Muara Bungo dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia nomor 081/D/O/2008 tanggal 22 Mei 2008 ralat nomor
199/D/O/2008 tanggal 22 September 2008 tentang pemberian Izin Penyelenggaraan
Program-Program Studi Baru dan Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian
Muara Bungo menjadi Universitas Muara Bungo yang didalamnya terdiri 6 (enam)
Fakultas dan 11 program studi dengan jenjang strata 1 (S1) yaitu :
Tabel 1. Daftar Fakultas dan Program Studi Universitas Muara Bungo
No. Fakultas Program Studi
1. Agribisnis
1. Fakultas Pertanian 2. Agroteknologi
3. Peternakan
1. Teknik elektro
2. Fakultas Teknik 2. Teknik Sipil
3. Teknik Pertambangan
3. Fakultas Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
4. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poltik Ilmu Pemerintahan
1. Manajemen
5. Fakultas Ekonomi
2. Akuntansi
6. Fakultas Bahasa Sastra Inggris
Adapun Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Universitas Muara Bungo adalah sebagai
berikut :
1.1. Visi Universitas Muara Bungo
Menjadi Universitas berkarakter Nasional dengan wawasan global, dalam
mengembangkan Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dilandasi dengan iman dan
taqwa.
1.2. Misi Universitas Muara Bungo
a. Meningkatkan Kualitas Pendidikan
b. Melaksanakan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
c. Meningkatkan Manajemen Sumberdaya Manusia.
d. Mengembangkan Sarana dan Prasarana Universitas Muara Bungo.
e. Mengembangkan Sumber Dana Universitas Muara Bungo.
f. Meningkatkan kegiatan kemahasiswaan.
g. Meningkatkan Kerjasama dengan pihak lain.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
2
1.3. Tujuan Universitas Muara Bungo
a. Peningkatan kualitas pendidikan.
b. Pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat secara
berkelanjutan.
c. Peningkatan Manajemen sumberdaya manusia.
d. Pengembangan sarana dan prasarana.
e. Pengembangan sumber dana.
f. Peningkatan kegiatan kemahasiswaan.
g. Peningkatan kerjasama dengan prinsip saling menguntungkan.
1.4. Strategi Universitas Muara Bungo
a. Bidang Akademik
1. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, sesuai kebutuhan
masyarakat dan mengintensifkan pelaksanaan Sistem kredit semester.
2. Peningkatan kemampuan proses belajar mengajar para dosen, baik
dengan pelatihan, seminar, magang maupun studi lanjut ke jenjang S2
maupun S3.
3. Peningkatan kemampuan penelitian dosen yang diarahkan pada
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS).
4. Peningkatan kemampuan dosen dalam penyusunan program
pengabdian pada masyarakat melalui bimbingan, pelayanan dan
bantuan, untuk mewujudkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni (IPTEKS) bagi masyarakat luas.
b. Pengembangan Kampus
1. Infrastruktur, yaitu :
a) Jangka pendek, adalah mewujudkan pembangunan gedung
kampus sesuai dengan kelayakan dan keksesuaian tuntutan dunia
pendidikan tinggi.
b) Jangka panjang, adalah membangun gedung kampus lengkap
dengan fasilitas dan sarana sesuai bidang keilmuannya.
2. Anggaran yaitu:
a. Jangka pendek, diarahkan pada pengembangan sumberdaya
anggaran yang efisien dan efektif.
b. Jangka panjang, akan diarahkan pada pengembangan anggaran
berbasis akademik.
c. Meningkatkan penerimaan anggaran dari pihak ketiga yang sah
dan tidak mengikat.
1.5. Kebijakan Umum
Kebijakan umum Universitas didasarkan atas 2 (dua) hal pokok yaitu penelitian
dan kewirausahaan. Dari dua hal pokok tersebut, implementasi identitas ilmiah
dalam pencapaiannya disusun dan diproyeksikan dalam program-program sebagai
berikut :
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
3
a. Pengembangan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dosen, staf
administrasi dan mahasiswa melalui studi pascasarjana, percepatan
kenaikan jabatan akademik dan peningkatan aktivitas kemahasiswaan.
b. Pengembangan sumberdaya penunjang akademik, meliputi pembenahan
ruang dosen, koneksi internet, implementasi digital library, kerjasama
penelitian dan pengabdian, pengembangan laboratorium, perpustakaan dan
administrasi pendidikan, dan jurnal terakreditasi.
c. Peningkatan Kualitas Belajar Mengajar melalui evaluasi standar baku
mutu pembelajaran.
d. Pengembangan Kompetensi, meliputi pemberdayaan kelompok studi,
pelatihan penggunan metodologi penelitian, peningkatan aktivitas seminar
akademik, dan implementasi lima kompetensi unggulan (Aplikasi
Komputer, basic conversation, Basic Information Technology,
Kewirausahaan, dan TOEFL) kepada mahasiswa, staf administrasi dan
dosen.
e. Pengembangan Unit Bisnis, akuntan publik dan Klinik Manajemen (FE),
lab pertambangan (FT), labor bahasa, labor perikanan, perkebunan
percontohan, laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan ilmu
pemerintahan, dan pusat-pusat studi yang sesuai bidang keilmuan.
f. Implementasi Hibah Penelitian LPPM sebagai landasan peningkatan
kemampuan penelitian dosen untuk meraih hibah kompetitif.
g. Sosialisasi Kebijakan Penelitian mencakup program-program Dikti, Ristek
(RUT), lembaga lain atau bahkan dari luar negeri
h. Implementasi Reward, mencakup penghargaan bagi yang berprestasi
dalam kegiatan penelitian atau berperan besar dalam forum ilmiah
nasional/internasional.
i. Implementasi Punishment, mencakup pemberian sanksi bagi dosen dan
karyawan dalam penyelenggaran pendidikan tinggi universitas muara
bungo yang melanggar tata aturan yang berlaku.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
4
BAB II
EVALUASI DIRI UNIVERSITAS MUARA BUNGO
2.1. Profil Lingkungan Eksternal
Universitas Muara Bungo merupakan satu-satunya Universitas yang berada di
Kabupaten Bungo dalam Provinsi Jambi yang memiliki enam Fakultas dan sebelas
Program Studi. Dalam perkembangannya Universitas Muara Bungo intens
mengadakan kerjasama dalam rangka pengembangan kelembagaan dengan beberapa
perguruan tinggi antara lain Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Andalas
(Unand), Universitas Jambi (Unja). Kerjasama yang telah terjalin dan tertuang dalam
piagam kerjasama atau nota kesepahaman meliputi pelaksanaan tri dharma perguruan
tinggi, pengangkatan/Penugasan staf dosen, beasiswa, program pertukaran
mahasiswa dan hal-hal lain yang dianggap perlu.
Untuk kerjasama dalam hal spesifik teknis seperti peningkatan keahlian dan
kecakapan mahasiswa fakultas teknik baik teknik sipil, pertambangan dan elektro
fakultas teknik atas nama Universitas Muara Bungo intens mengadakan kerjasama
dengan beberapa perusahaan yang beroperasi di kabupaten Bungo dan provinsi
Jambi seperti perusahaan pertambangan dan kontruksi.
Namun demikian ada beberapa masalah yang dihadapi Universitas Muara
Bungo saat ini yaitu pertama, Masalah Umum mencakup kenyataan mengenai
keadaan Universitas sekarang ini dalam hubungannya dengan kondisi ideal meliputi:
a. Produktifitas, belum berimbangnya antara lulusan (out put) dengan input
mahasiswa tiap tahunnya.
b. Daya tampung, yaitu kecilnya daya tampung Universitas Muara Bungo
dalam usahanya untuk menampung lulusan SMU/SMK/MA.
c. Kemampuan pengembangan yaitu kemampuan untuk berkembang menuju
fase yang lebih luas.
d. Pembinaan kemahasiswaan yang ditujukan untuk pemenuhan tiga
kebutuhan pokok mahasiswa, yaitu kesejahteraan, minat dan bakat serta
pengembangan penalaran mahasiswa.
e. Penelitian dan pengabdian masyarakat, yaitu kemampuan yang dapat
meningkatkan pematangan pribadi dan lembaga pendidikan tinggi dalam
rangka menunjang pembangunan nasional.
Kedua, Masalah Khusus Universitas Muara Bungo juga menghadapi berbagai
masalah dibidang kelembagaan, akademik, fisik dan anggaran serta sumber dana
antara lain :
a. Masalah kelembagaan, masih lemahnya fungsi pengawasan dari Yayasan.
b. Masalah Akademik, yaitu pada umumnya menyangkut kurangnya
pemahaman tenaga akademik para Dosen terhadap pelaksanaan proses
perkuliahan, kurangnya dosen yang mempunyai jabatan akademik, masih
banyaknya dosen berpendidikan strata 1 (S1) dan kurangnya pemahaman
terhadap proses akreditasi.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
5
c. Masalah infrastruktur, yaitu masih kurangnya beberapa kebutuhan
prasarana dan sarana, seperti: Ruang kuliah, Perkantoran, Laboratorium,
perpustakaan dan administrasi pendidikan, Perpustakaan, Sarana Kegiatan
Mahasiswa, dan terbatasnya lahan untuk pengembangan kampus.
d. Masalah Anggaran dan sumber dana, yaitu masalah keterbatasan anggaran,
khususnya pada Universitas Muara Bungo yang belum memiliki sumber
dana lain selain dana dari mahasiswa.
2.2. Evaluasi Rencana Strategis Perguruan Tinggi
a. Pelaksanaan Rencana Strategis Universitas Muara Bungo
Kerangka berpikir penyusunan Renstra dilandasi oleh Visi dan Misi
Universitas Muara Bungo. Visi dan misi tersebut, beserta peraturan
implementasinya merupakan komitmen atau tekad yang hendak
dilaksanakan. Disisi lain, terdapat isyu-isyu strategis yang mempengaruhi
dan perlu diidentifikasi untuk dapat dimanfaatkan oleh Universitas.
Komitmen dan isu strategis merupakan fasilitator atau pengarah bagi
perjalanan Universitas Muara Bungo. Perjalanan itu berwujud pengalaman
Universitas menghadapi perkembangan dan memberikan tanggapannya.
Pengalaman dan tanggapan itu pada dasarnya adalah kebutuhan.
Kebutuhan
2008-2013
Komitmen Isu Strategis
LRAISE
STRATEGI
2008-2013
Untuk rencana strategi 2008-2013, perlu disusun Kebutuhan 2008-2013
tidak sesederhana yang dibayangkan. Kebutuhan itu perlu diolah secara
hati-hati dan terintegrasi disesuaikan dengan komitmen, pengalaman dan
isyu yang berkembang. Pengolahan dilakukan melalui analisis internal dan
eksternal secara rinci.
Rencana strategi 2008-2013 disusun atas dasar konsep atau metodologi
LRAISE. LRAISE adalah konsep penyelenggaraan dan pengembangan
pendidikan tinggi yang baku dan sudah dipahami oleh dunia pendidikan
tinggi Indonesia. Karenanya LRAISE dipastikan memenuhi kriteria dapat
diterima (acceptable), mampu memenuhi tujuan penyelenggaran
pendidikan tinggi (capable), dan hasil kajiannya dapat
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
6
dipertanggungjawabkan (accountable).
Berdasarkan konsep LRAISE pula, penyusunan rencana strategi 2008-
2013 diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan strategi.
Lingkungan Kondusif
Karya Akademik
Strategi LRAISE Lulusan Keberlanjutan
2008-2013
Organisasi Efektif
Komitmen
Tujuan akhir strategi adalah keberlanjutan penyelenggaraan
(sustainability). Dari sini lembaga memperoleh energi hasil dari layanan
akademik kepada mahasiswa, kompetensi kepada masyarakat, dan jasa
penunjang lainnya. Pengelolaan jasa pendidikan yang dikelola profesional
dan expertise menjadi tekad di dalam tujuan strategi. Hal ini disadari
karena keberlanjutan menjadi motivasi bagi pencapaian tujuan-tujuan
lainnya, yakni terbangunnya komitmen, organisasi yang efektif,
lingkungan akademik, dan pada gilirannya menghasilkan mutu karya
akademik dan kualitas lulusan yang aseptabel.
Untuk mengembangkan peran yang lebih besar kepada masyarakat,
Universitas Muara Bungo terdiri dari 6 (enam) Fakultas dan 11 (sebelas)
program studi. Universitas Muara Bungo menempati dua kampus pada
lokasi berbeda. Kampus I, beralamat di Jl Lintas Sumatera Km. 6 Arah
2
Padang Sungai Binjai Muara Bungo dengan luas tanah 20.000 m , dengan
bangunan permanen.
Bertempat di Kampus I antara lain: Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik,
Fakultas Perikanan dan Fakultas Bahasa. Kampus II, beralamat di Jl.
Diponegoro No. 27 Rimbo Tengah, berstatus pinjaman dari Pemerintah
2
Kabupaten Bungo, dengan luas total 10.000 m dan diupayakan untuk
dihibahkan ke Yayasan Pendidikan Bungo. Alokasi penggunaan tanah
kampus meliputi: gedung rektorat, ruang serbaguna, mushola, gedung
fakultas dan lapangan upacara .
Gedung Rektorat terdiri dari dari ruangan Rektor, Wakil Rektor, Biro
Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Biro Administrasi Umum
dan Keuangan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
dan UPT Perpustakaan serta Ruangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Universitas Muara Bungo. Sedangkan Gedung fakultas terdiri dari
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
7
Ruangan Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
b. Arah Pengembangan
1. Program Pengembangan Sarana dan Prasarana
a) Melengkapi kebutuhan ruang perkuliahan, ruang pimpinan, ruang,
dosen, ruang administrasi, ruang perpustakaan sesuai dengan
kebutuhan perkuliahan.
b) Menyediakan laboratorium, perpustakaan dan administrasi
pendidikan bahasa dan micro teaching yang nyaman.
c) Menyediakan ruang presentasi/pertemuan, atau auditorium yang
representatif.
d) Menciptakan taman kampus yang asri.
e) Mengadakan kerjasama dalam penyediaan logistik bagi dosen,
seperti koperasi dan atau toko, fotocopy dan percetaan kampus.
f) Melengkapi media, bahan dan alat pembelajaran.
g) Melengkapi sarana pendidikan.
h) Penyediaan dan perbaikan prasarana pendidikan.
i) Melengkapi sarana kegiatan ekstrakurikuler.
j) Melengkapi sarana untuk penerapan tata tertib dosen dan
mahasiswa.
2. Program Pengembangan Sumber dana yang memadai bagi Universitas
Muara Bungo
a) Terwujudnya sumber dana .
b) Terwujudnya program kegiatan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Universitas Muara Bungo (APB UMB).
c) Terwujudnya sistem pengelolaan keuangan practicable dengan
database keuangan
d) Berkembangnya sistem pelaporan keuangan terpercaya
e) Menyusun pelaporan secara terbuka dan praktis
f) Terlaksananya sistem pengawasan keuangan selektif dengan
melakukan kontrol dalam penyelenggaraan keuangan
3. Program Kemahasiswaan dan Alumni
a) Terwujudnya organisasi mahasiswa yang proaktif, kreatif,
konstruktif berwawasan sosio-akademik
b) Terwujudnya program kegiatan mahasiswa dalam wadah Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian, Mapala, Seni dan
Budaya, KSR PMI, Olah Raga, Pramuka, UKM Koperasi dan
Menwa.
c) Terwujudnya komunikasi inter dan antar mahasiswa secara intern
dan ekstern kampus.
d) Terwujudnya pembinaan, diklat kepemimpinan dan
keorganisasian serta manajemen administrasi organisasi
kemahasiswaan.
e) Terjalinnya komunikasi mahasiswa dengan seluruh komponen
Civitas Akademika Universitas Muara Bungo.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
8
f) Menyelenggarakan dan mengikuti stadium general ditingkat
institusi bagi mahasiswa dan dosen.
g) Terwujudnya kegiatan kompetitif mahasiswa secara ilmiah,
akademis, seni budaya dan ajang kreativitas mahasiswa secara
intern dan ekstern.
h) Menyelenggarakan kegiatan kompetitif/lomba-lomba antar pelajar
tingkat SMA, MA, SMK di lingkungan kampus.
i) Terciptanya kegiatan mahasiswa dalam unjuk karya siswa SMA,
MA, SMK untuk menjaring potensi dan promosi. Membentuk
forum diskusi ilmiah dan unjuk karya pelajar dan mahasiswa.
4. Program Kerjasama
a) Terjalinnya kerjasama dengan pemerintah
b) Terjalinnya kerjasama antar Perguruan Tinggi
c) Pengembangan perguruan tinggi, penyusunan usulan berbagai
kegiatan ilmiah
d) Terjalinnya kerjasama lembaga lain
e) Bekerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan akademik PKL,
KKN, dan lainnya
f) Terjalinnya kerjasama dengan luar negeri
5. Program Unsur Penunjang Kegiatan
a) Terwujudnya ruang perpustakaan representative
b) Terwujudnya laboratorium, perpustakaan dan administrasi
pendidikan micro teaching dan bahasa
2.3. Evalusi Kinerja dan Manajemen Program Akademik
2.3.1. Proses Pendidikan
a. Analisis Input Mahasiswa
Universitas Muara Bungo, secara geografis berlokasi sangat strategis
mengingat kedudukan kampus berada di lingkungan pendidikan-
pendidikan menengah atas (SMA), Madrasah Aliyah, SMK atau sederajat
dan terletak di tengah-tengah kabupaten/ kota Provinsi Jambi wilayah
barat, didukung dengan 3 kabupaten terdekat dalam Provinsi Jambi dan 1
Kabupaten dalam Provinsi Sumatera Barat yang setiap tahunnya
menghasilkan lulusan antara 2500 sampai dengan 3000 siswa SMA
sederajat per kabupaten. Untuk provinsi Jambi mencapai rata-rata
269.000 orang.
Secara faktual di Kabupaten Bungo memiliki 6 perguruan tinggi swasta,
terdiri dari 2 akademi dan 3 sekolah tinggi 1 Universitas yaitu Akademi
Keperawatan Setih Setio (D3 Keperawatan), Akademi Kebidanan
Amanah Muara Bungo (D3 Kebidanan), Sekolah Tinggi Ilmu
Administrasi Setih Setio (S1 Ilmu Administrasi Negera, S1 Ilmu
Administrasi Niaga, dan D3 Administrasi Niaga), Sekolah Tinggi Agama
Islam Yasni Muara Bungo (S1 Pendidikan Agama Islam), Sekolah
Tinggi Ilmu Tarbiyah Yapima Muara Bungo (S1 Pendidikan Agama
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
9
Islam) dan Universitas Muara Bungo yang mimiliki 6 Fakultas serta 11
Program Studi.
Berpedoman data Evaluasi Program Studi Dikti maka penyerapan
mahasiswa dari Perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Bungo yaitu
Akademi Keperawatan Setih Setio 9,62%, Akademi Kebidanan Amanah
Muara Bungo 7,62%, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio
23,46%, Sekolah Tinggi Agama Islam Muara Bungo 7,80%, Sekolah
Tinggi Ilmu Tarbiyah Yapima 7,00% dan Universitas Muara Bungo
44,50% berarti peluang Universitas Muara Bungo untuk mendapatkan
mahasiswa sangat besar, hampir setengah dari jumlah tamatan SLTA
yang melanjutkan studinya.
Dalam proses penerimaan mahasiswa baru, Universitas Muara Bungo
membuat standarisasi yang dilaksanakan melalui mekanisme seleksi
ujian tertulis. Rata-rata per penerimaan mahasiswa baru Universitas
Muara Bungo menerima 60% dari jumlah calon mahasiswa yang
mendaftar. Hal tersebut disamping dalam rangka untuk penjaringan agar
mutu input tetap terjaga juga disesuaikan kemampuan daya tampung
Universitas Muara Bungo.
Pada prosesnya Universitas dalam menyelenggarakan Tri Dharma
Perguruan Tinggi tetap mengacu pada 4 kebijakan pokok pendidikan
yang diamanatkan oleh Depdiknas yaitu Pemerataan dan Kesempatan,
Relevansi Pendidikan dengan Pembangunan, Kualitas Pendidikan, dan
Efisiensi Pendidikan.
Sejak tahun berdiri tahun 2008 hingga tahun 2011 diperoleh data tentang
mahasiswa terlihat bahwa :
1) Terjadi penurunan jumlah calon mahasiswa baru (Tabel 4)
2) Rata-rata NEM cukup rendah yaitu 29,00
3) Rata-rata nilai ujian masuk Universitas adalah 5,0
4) Keketatan persaingan cukup rendah, rata-rata 60%
5) Sebaran mahasiswa memperlihatkan > 60% berasal dari kabupaten
Bungo dan sisanya berasal dari kabupaten sekitar dan provinsi
tetangga.
Tabel 2. Data Penerimaan Mahasiswa Baru
No. Tahun Akademik Jml Pelemar Jml diterima
1. Konversi STIP Ma. Bungo 397 397
2. 2008/2009 1633 980
3. 2009/2010 1307 784
4. 2010/2011 931 559
5. 2011/2012 762 457
Jumlah 2+3+4+5 4633 2780
Jumlah Terdaftar 3177
Jumlah mahasiswa sampai tahun akademik 2011/2012 terdaftar sebanyak
3.177 orang. Distribusi mahasiswa kurang merata, terjadi pemusatan
minat calon mahasiswa pada Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik memiliki peminat/mahasiswa yang banyak dan fakultas
Pertanian, fakultas teknik dan fakultas bahasa dengan jumlah
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
10
peminat/amahasiswa sedikit. Sedangkan fakultas perikanan masih sangat
jauh dari target yang diharapkan.
Per tahun Jumlah mahasiswa baru diatas rata-rata 700 orang dan bersifat
fluktuatif. Sedangkan pada tahun akademik 2009/2010 jumlah
mahasiswa baru berjumlah 786 orang. Sebagian besar mahasiswa baru
berasal dari SLTA-SLTA disekitar wilayah Kabupaten Bungo,
Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, dan Kabupaten Tebo. Ada
beberapa orang mahasiswa berasal dari propinsi sekitar wilayah sumatera
bagian tengah (Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel dan Bengkulu).
Mahasiswa Universitas Muara Bungo memiliki heterogenitas dalam hal
latar belakang sosial, budaya, politik, ekonomi, tingkat pengetahuan yang
beragam.
b. Proses Pembelajaran.
1) Sistem Pembelajaran dan Mutu PBM
Beban kerja dosen Universitas Muara Bungo telah didasarkan pada
Pasal 72 UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yaitu
sekurang-kurangnya setara dengan 12 SKS dan sebanyak-banyaknya
16 SKS. Beban kerja tersebut mencakup kewajiban melaksanakan
pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Besaran
persentase beban mengajar dosen Universitas Muara Bungo berkisar
antara 75-80% yang telah ditetapkan dalam SK Rektor.
Kebijakan rektor tersebut menjadi dasar bagi fakultas dalam
memberikan tugas dosen untuk mengajar, meneliti, dan melakukan
pengabdian pada masyarakat termasuk keterlibatabnya dalam
manajemen perguruan tinggi misalnya sebagai pejabat structural.
Beban kerja dosen berdasarkan kelompok jabatan akademik.
Perhitungan angka kredit kegiatan dosen per-semester dengan
memperhatikan jenis kegiatan dan beban kerja ideal seorang dosen
yang ekuivalen dengan 40 jam/minggu. Sesuai dengan Keputusan
Menteri Pendidikan Nasional No. 46/D/O/2001 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen.
2) Kurikulum
Kurikulum mengacu pada kurikulum nasional dimana setiap
mahasiswa untuk menempuh gelar sarjana harus manempuh 144 sks.
Mata kuliah wajib minimal sebanyak 140 sks, maksimal 160 sks dan
mata kuliah pilihan minimal 4 sks, maksimal 16 sks. Kurikulum
disusun berdasarkan kompetensi dengan distribusi 30 % inti yang
mengacu pada kurikulum nasional, 70 institusional.
3) Program Layanan Internal (Layanan Kuliah dan Laboratorium,
perpustakaan dan administrasi pendidikan)
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
11
Layanan kuiah di Universitas Muara Bungo dilakukan dengan
penjadwalan perkuliahan program studi yang dilakukan oleh staf
dosen dan beban mengajar diatur oleh tingkat Universitas dibawah
kendali Biro Administrasi Akademik atas pertimbangan Ketua
Program studi. Sedangkan penggunaan ruang kuliah sebahagian
besar digunakan secara terpisah untuk masing-masing fakultas dan
sebahagian kecil pengelolaannya dilakukan secara bersama-sama
dengan penjadwalan yang diatur sedemikian rupa dan koordinasi
antar prodi lintas fakultas.
Layanan laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan
sebahagian besar ditujukan untuk mahasiswa program studi eksakta.
Saat ini laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan
yang telah memenuhi standar minimal yaitu laboratorium,
perpustakaan dan administrasi pendidikan fakultas pertanian. Namun
dalam hal penggunaannya fakultas eksakta lainpun dapat
menggunakannya untuk kebutuhan praktikum dasar. Sedangkan
untuk praktikum yang bersifat spesifik dan teknis bidang keilmuan
program studi seperti teknik sipil, elektro dan pertambangan serta
program studi perikanan sejauh ini masih bekerjasama dengan
Unand Padang, Universitas Bung Hatta, Universitas Jambi dan
Perusahaan.
4) Akreditasi Program Studi
Pada saat ini Universitas Muara Bungo baru memiliki izin
penyelenggaraan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia nomor 081/D/O/2008 tanggal 22 Mei
2008 ralat nomor 199/D/O/2008 tanggal 22 September 2008 tentang
pemberian Izin Penyelenggaraan Program-Program Studi Baru dan
Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Muara Bungo
menjadi Universitas Muara Bungo. Untuk perpanjangan izin prodi
Dirjen Dikti melalui Kopertis saat ini telah mengeluarkan
perpanjangan izin tersebut (terlampir).
Untuk Akreditasi Program Studi dari Badan akreditasi Nasional
Perguruan Tinggi (BAN-PT) saat ini Universitas Muara Bungo telah
menyerahkan borang akreditasi sebanyak 8 program studi (bukti
tanda terima borang terlampir) dan tiga program studi lagi dalam
proses penyelesaian pengisian borang.
5) Output
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bungo tahun
2010, kebutuhan atau pendayagunaan lulusan dapat dianalisis
sebagai berikut :
a) Bahwa di kabupaten Bungo jumlah perusahaan swasta sebanyak
883 unit dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.314 orang
dengan peningkatan jumlah perusahaan swasta di Kabupaten
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
12
Bungo sebesar 0,25% per tahun dan peningkatan kebutuhan
tenaga kerja sebesar 8.33% per bulan.
b) Bahwa alokasi anggaran yang diarahkan bagi kesejahteraan
tenaga profesional masih sangat terbatas baik ditingkat
kabupaten/kota maupun ditingkat nasional.
c) Bahwa rekrutmen tenaga baru membutuhkan analisis yang
signifikan dengan kondisi daerah dan hal ini menjadi
kewenangan penuh daerah sebagai implikasi UU No. 32 tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka berbagai
konsekuensinya pemerintah daerah bertanggung jawab atas
kewenangan yang telah diberikan, termasuk aspek pendidikan
baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun Masyarakat
harus menyediakan sumber belajar. Dalam hal ini dapat
dikatakan bahwa Sumber Daya Pendidikan adalah Pendukung
dan Penunjang Pelaksanaan Pendidikan yang terwujud sebagai
tenaga, dana, sarana dan prasarana.
d) Bahwa sebagai bentuk meningkatkan pembanguan Nasional
pada umumnya dan Kabupaten Bungo pada khususnya
dibutuhkan Sumber Daya Manusia untuk melanjutkan
pembanguan.
Beberapa alasan mendasar tersebut menunjukan bahwa
khususnya di Kabupaten Bungo, dan kota/kabupaten sekitar pada
umumnya, masih sangat membutuhkan tenaga profesi berkualifikasi
khusus sesuai dengan ketentuan peraturan tersebut. Dengan
demikian lulusan Mahasiswa Universitas Muara Bungo nantinya
dapat memenuhi kebutuhan atau dapat diberdayakan sebagai tenaga
kerja sesuai dengan peraturan tersebut.
2.3.2. Penelitian
Kegiatan Universitas Muara Bungo saat ini difokuskan koordinasinya oleh
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM). Beberapa hal yang
telah dilakukan oleh lembaga tersebut antara lain :
a. Mendorong pendirian pusat-pusat riset/penelitian disetiap fakultas.
b. Mendorong penelitian para dosen baik program penelitian dosen pemula
maupun program hibah bersaing seperti yang telah diraih oleh beberapa
dosen dalam program tersebut.
c. Mendorong penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa seperti karya
ilmiah dan program kreatifitas mahasiswa yang diselenggarakan Dirjen
Dikti.
d. Meningkatkan SDM dosen dibidang penelitian dengan mengadakan
pelatihan dan workshop penyusunan proposal penelitian dosen.
Patut disadari saat ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
(LPPM) Universitas Muara Bungo belum optimal dalam melaksanakan program
kerjanya, hal tersebut lebih disebabkan pada:
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
13
a. Minimnya sarana dan prasana sehingga belum berfungsi sebagaimana
mestinya.
b. Kurangnya tenaga peneliti, khususnya Dosen Tetap Yayasan.
c. Kegiatan-kegiatan penelitian belum banyak dilakukan.
d. Belum adanya penganggaran Biaya Penelitian secara khusus, tetap dan
berkelanjutan. Yang ada hanyalah biaya mandiri atau bantuan dari Pihak
lain.
e. Belum adanya tindak lanjut dan publikasi penelitian yang telah dilakukan
serta manfaatnya belum dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
2.3.3. Pengabdian Masyarakat
Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dirintis oleh Universitas Muara Bungo
dengan cara melakukan beberapa usaha, antara lain :
a. Melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di wilayah
Kabupaten Bungo dan kabupaten sekitar.
b. Pemberian kursus-kursus pengetahuan aplikasi tertentu Bakti sosial di
masyarakat.
c. Mendorong para dosen untuk melakukan pengabdian pada Masyarakat
terutama di wilayah pedesaan.
d. Usaha peningkatan kemampuan penganggaran Biaya Pengabdian pada
Masyarakat.
2.3.4. Evaluasi Ketersediaan dan Manajemen Sumberdaya
a. Sumberdaya Manusia
1) Staf Akademik (Dosen).
Staf Akademik/Dosen terpilah menjadi dosen tetap, dosen tidak
tetap dan Dosen Kopertis (Dosen PNSD yang yang diperbantukan
oleh Kopertis) pada Universitas Muara Bungo. Jumlah dosen tetap
Universitas Muara Bungo sebanyak 112 orang, dengan jumlah
terbesar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas
Pertanian dan Fakultas Ekonomi.
Dosen tetap hingga tahun akademik 2011/2012 berjumlah 112 Orang
dengan kualifikasi pendidikan 66,96% S1 30,36% lulusan S2 dan
2,68% S3, 2 diantara dosen yang telah menyandang gelar S3 adalah
dosen Kopertis. Sementara itu sebagian besar Dosen yang masih S1
sedang menempuh Pendidikan S2 di wilayah propinsi Jambi dan
Sumatra Barat.
Untuk dosen tidak tetap/luar biasa yang diambil dari perguruan
tinggi lain yang ada disekitar wilayah propinsi Jambi dan instansi
lain yang berkualifikasi S1 dan S2.
Jumlah Staf Akademik (dosen) tetap linear memang saat masih
dirasa kurang. Sesuai dengan peraturan yang berlaku seharusnya
untuk sebuah Program Studi (Jurusan) memiliki dosen tetap terdiri
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
14
dari 6 orang dosen tetap dengan komposisi 2 orang S2 dan 4 orang
S1 dan kedepannya diharpakan minimal 4 orang S2 dan 2 orang S1.
Sehingga Universitas Muara Bungo belum dapat memenuhi aturan
tersebut. Apalaagi jika di hubungkan dengan arti dosen tetap (yaitu
dosen yang hanya bekerja di tempat ini dan digaji sesuai dengan
peraturan), maka Staf Akademik Universitas Muara Bungo sangatlah
tidak memadai. Demikian pula tentang kualitasnya, dimana seorang
dosen harus berkualifikasi minimal pendidikan Sarjana Strata 2 (S2).
Namun Staf Akademikyang sudah dapat dikembangkan dan
merupakan potensi untuk peningkatan Status Akreditasi serta
menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat pada umumnya, dan
calon mahasiswa pada khususnya.
Dibawah ini disajikan Tabel tentang keadaan Dosen Universitas
Muara Bungo pada tahun 2012 sebagai berikut.
Tabel 3. Jumlah Dosen per Program Studi
Jenjang
No. Fakultas Program Studi Pendidikan
S.1 S.2 S.3
1. Teknik Elektro 6 2 0
2. Teknik Sipil 4 2 0
3. Teknik Pertambangan 6 2 0
4. Pertanian Agribisnis 5 4 0
5. Pertanian Agroteknologi 7 2 0
6. Pertanian Peternakan 5 2 3
7. Perikanan Pemanfaatan 7 2 0
Sumberdaya Perikanan
8. Ekonomi Manajemen 8 5 0
9. Ekonomi Akuntansi 7 3 0
10. Isipol Ilmu Pemerintahan 13 6 0
11. Bahasa Sastra Inggris 7 4 0
Jumlah 75 34 3
Jumlah Total 112
Secara ringkas beberapa masalah yang dihadapi dalam hal Staf
Akademikadalah :
a) Masih kurangnya Staf AkademikTetap dan masih banyak
Staf Akademik Tidak Tetap yang berstatus bukan dosen (non
akademik).
b) Belum maksimalnya presensi kehadiran dosen.
c) Belum ada bantuan dosen dari pemerintah
d) Belum adanya kesesuaian dengan penghasilan dosen
2) Staf Non Akademik
Tenaga non akademik yang ada sampai saat ini kurang memadai.
Yang ada hanyalah tenaga karyawan kantor dan perpustakaan. Jika
tenaga yang ada ini disesuaikan dengan kebutuhan Institut atau
Akademi saja masih kurang, belum tenaga untuk masing-masing
fakultas dan jurusan. Staf non akademik untuk unit-unit pelaksana
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
15
teknis seperti untuk lembaga penelitian, pengabdian masyarakat,
laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan, sarana
mobilitas dan lain lain masih kurang untuk saat ini jumlah staf non
akademik sebanhyak 28 Orang terdiri dari staf administrasi, tenaga
kebersihan dan keamanan.
Data keadaan staf non akademik berdasarkan stratifikasi pendidikan
dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 4. data keadaan staf non akademik pada tahun 2008 :
No. Pendidikan Jumlah
1. SD 1
2. SLTP 0
3. SLTA 11
4. DIPLOMA 2
5. S-1 9
6. S-2 2
Jumlah 28
b. Keuangan
Pengelolaan keuangan di Universitas Muara Bungo mulai dari tahun
berdiri 2008 hingga saat ini diserahkan penuh pengelolaannya dari yayasan
kepada Universitas. Yayasan hanya mengelola dana pembangunan sarana dan
prasarana, sedangkan untuk penggajian dosen dan staf serta operasional
perguruan tinggi dikelola oleh Universitas. Hal ini untuk menghindari
kelambanan penyelenggaraan kegiatan yang berkenaan dengan aktivitas
perguruan tinggi. Pengelolaan dana dilakukan secara terpusat dan dibawah
kewenangan Wakil Rektor II dibantu oleh Kepala Biro Administrasi Umum
dan Keuangan serta ditingkat Fakultas dikelola oleh Wakil Dekan II.
Anggaran belanja Universitas Muara Bungo dikelompokkan menjadi 3
kelompok, yaitu anggaran pembangunan fisik untuk menambah sarana dan
prasarana, anggaran rutin untuk gaji dosen, karyawan dan kebutuhan sehari-
hari termasuk alat tulis kantor dan anggaran penunjang Tri Dharma Perguruan
Tinggi, yaitu untuk melakukan penelitian, pengabdian masyarakat dan
kegiatan kemahasiswaan.
Yang menjadi permasalahan ialah :
1) Belum ada pembuatan rencana anggaran untuk masing-masing
lembaga itu dan minimnya tingkat pengawasan dari Pihak yayasan.
2) Yayasan belum mengatur anggaran baik untuk pembangunan fisik,
maupun operasional.
3) Distribusi keuangan masih belum rasional ke fakultas-fakultas dan
program studi.
Persoalan klasik, keterbatasan dana selalu menjadi kendala dalam upaya
peningkatan profesionalisme dosen dan staf sehingga peltihan-pelatihan
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
16
peningkatan sumberdaya manusia jarang dilakukan serta pembiayaan
praktikum yang masih minim.
Kegiatan kemahasiswaan pun hingga saat ini pembiayaan program kerja
masih belum maksimal, padahal organisasi kemahasiswaan Universitas
Muara Bungo saat ini mayoritas sedang eksis.
c. Informasi
Dalam pengelolaan data dan informasi, Universitas Muara Bungo saat ini
memang belum maksimal dalam penggunaan perangkat teknologi. Untuk
pengolahan data EPSBED, KHS dan sistim informasi akademik (SIAK) di
tingkat rektorat saat ini dikelola oleh dua orang dan untuk ditingkat fakultsas
dibantu oleh satu orang operator EPSBED. Sedangkan untuk pengisian KRS
saat ini belum dapat dilaksanakan secara online.
Untuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, Universitas
Muara Bungo masih menggunakan perangkat teknologi yang masih
sederhana, seperti kebutuhan layanan internet, komunikasi dan website
sederhana.
d. Sarana dan Prasarana
1) Lahan
Dalam pengembangannya, Universitas Muara Bungo telah memiliki
lahan seluas 35.000 M2. berlokasi Jalan Lintas Sumatera km 6 Arah
Padang Kelurahan Sungai Binjai, dengan status pemilikkan hibah
dari Pemda Bungo ke Yayasan Pendidikan Mandiri Bungo. Lokasi
tersebut berada di tepi jalan Lintas Sumatera, masih wilayah ibukota
Kabupaten Bungo sehingga mudah untuk berkomunikasi ke berbagai
Pihak.
2) Ruangan
Jumlah ruangan yang telah tersedia dan sampai saat ini dapat dipakai
dengan baik adalah : 30 ruang kuliah, 3 ruang perpustakaan Fakultas,
8 ruang kantor, 1 ruang laboratorium, perpustakaan dan administrasi
pendidikan exacta, 1 ruang laboratorium, perpustakaan dan
administrasi pendidikan Komputer dan dua buah Musholla. Berbagai
masalah yang dijumpai dalam penggunaan ruangan-ruangan yang
tersedia antara lain :
a) Efisiensi penggunaan ruangan yang masih kurang.
b) Masih kurangnya ruangan-ruangan yang tersedia.
c) Masih banyaknya ruangan yang digunakan secara ganda.
3) Perpustakaan
Ruangan Perpustakaan untuk tingkat Universitas masih dalam tahap
pengembangan, tetapi untuk tingkat Fakultas telah mempunyai
perpustakaan. Permasalahannya Buku-buku yang tersedia
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
17
diperpustakaan masih jauh dari kebutuhan, walaupun usaha
menambah jumlah buku dan jumlah judul terus dilakukan. Masalah
yang timbul dalam pengadaan buku adalah sebagai berikut :
a) Masih kurangnya jenis dan jumlah judul buku dari standar.
b) Masih kurangnya minat baca para mahasiswa.
c) Dana yang tersedia untuk pengadaan buku masih terbatas.
d) Usaha untuk mendapatkan buku dari beberapa Yayasan Penerbit
dan Pemerintah akan terus diupayakan.
4) Laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan
Dalam menunjang kehidupan Pendidikan dan Penelitian, sarana
Laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan yang telah
tersedia khususnya untuk kegiatan pratikum. Laboratorium,
perpustakaan dan administrasi pendidikan milik Universitas Muara
Bungo yang baru memenuhi standar minimal baru fakultas pertanian
sedangkan fakultas lain seperti teknik dan perikanan untuk meta
kuliah keahlian kegiatan praktikumnya masih bekerja sama dengan
pihak diluar kampus. Beberapa masalah dijumpai dalam penyediaan
peralatan laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan
adalah :
a) Adanya Laboratorium, perpustakaan dan administrasi
pendidikan yang belum dimiliki sendiri hingga perlu meminjam
diluar.
b) Jumlah peralatan yang diperlukan masih terbatas.
5) Sarana Mobilitas
Untuk melancarkan proses pendidikan, maka sarana mobilitas sangat
diperlukan, karena keterbatasan dana masih punya dua unit
kendaraan yang pemakaiaannyapun sangat terbatas yang terdiri dari
1 unit mobil bus untuk operasional rektor (bantuan pemda Bungo)
dan 1 unit mobil minibus untuk operasional kampus (milik sendiri).
Sementara untuk memenuhi kebutuhan sarana mobilitas
menggunakan kendaraan umum/sewaan.
2.3.5. Manajemen Sarana dan Prasarana
a. Manajenen Prasarana (Gedung/Bangunan)
Universitas Muara Bungo saat ini memiliki 6 (enem) gedung diatas tanah
milik sendiri dengan luas 33.196 M2 yang saat ini dalam tahap pengembangan
dan 3 (tiga) gedung diatas tanah milik pemerintah daerah dengan status
pinjaman dengan total luas gedung 3.128 M2. Berikut disajikan data gedung
berdasarkan penggunaan dan jumlah ruangan.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
18
Tabel 5. Data penggunaan gedung dan jumlah ruangan.
Jumlah
No. Jenis Ruangan (kegunaan)
Ruangan
1. Ruangan Rektor 1
2. Ruangan Wakil Rektor & Sekretaris 1
3. Ruangan B.A.U.K 1
4. Ruangan B.A.A.K & LPPM 1
5. Ruangan Ka. B.A.A.K 1
6. Arsip dan EPSBED 1
7. Ruangan Aula/Pertemuan/Kegiatan/auditorium 1
8. Dekan 6
9. Pembantu Dekan 7
10. Ketua dan Sekretaris Prodi 10
11. TU & Adm. Akademik 6
12. Ruangan Dosen 6
13. Ruang Kuliah 30
14. Laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan Eksakta 1
15. Labor Komputer 1
16. Pustaka Fakultas 3
17. Koperasi 1
18. Ruangan Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan 3
19. MushoIla 2
20. Rumah Penjaga/kebersihan/Keamanan 2
21. WC Karyawan 4
22. WC Mahasiswa 4
23. Ruang Tamu 1
Jumlah 94
b. Manajemen Laboratorium, Perpustakaan dan Administrasi
pendidikan
Program studi eksakta yang diselenggarakan Universitas Muara Bungo
sangat membutuhkan laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan
yang memenuhi standar. Akan tetapi dikarenakan minimnya sarana dan
prasarana dan keterbatasan pembiayaan, beberapa program studi
menggunakan laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan untuk
praktikum mata kuliah keahlian dilaksanakan di beberapa laboratorium,
perpustakaan dan administrasi pendidikan milik perguruan tinggi lain seperti
Universitas Andalas Padang, Universitas Bung Hatta Padang, Universitas
Negeri Padang dan laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan
milik perusahaan yang telah dilakukan kesepakatan (kerjasama) sebelumnya.
Untuk lebih jelas penggunaan laboratorium, perpustakaan dan administrasi
pendidikan dapat dilihat pada Tabel 10.
Sedangkan untuk program studi sosial dan eksakta dalam praktikum mata
kuliah aplikasi komputer mempergunakan laboratorium, perpustakaan dan
administrasi pendidikan milik fakultas ekonomi Universitas Muara Bungo.
Dan untuk Fakultas ekonomi sendiri disediakan aplikasi software untuk
kebutuhan program studinya.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
19
Tabel 6. Data penggunaan laboratorium, perpustakaan dan administrasi
pendidikan
Penggunaan Labor
Program Studi Keterangan
(milik)
Pertanian Fak. Pertanian Univ. Muara
Semua jenis praktikum
Bungo
Teknik Sipil Fak. Pertanian Univ. Muara Praktikum Kimia Dasar dan
Bungo Fisika Dasar
Fak. Teknik Univ. Andalas
Praktikum mata kuliah keahlian
Padang
Teknik Elektro Fak. Pertanian Univeritas Muara Praktikum Kimia Dasar dan
Bungo Fisika Dasar
Fak. Teknik Univ. Andalas
Praktikum mata kuliah keahlian
Padang
Teknik Fak. Pertanian Univ. Muara Praktikum Kimia Dasar dan
Pertambangan Bungo Fisika Dasar
Univ. Negeri Padang dan
Praktikum mata kuliah keahlian
perusahaan tambang
Pemanfaatan Fak. Pertanian Univ. Muara Praktikum Kimia Dasar dan
Sumberdaya Bungo Fisika Dasar
Perikanan (PSP) Fak. Perikanan Univ. Bung Hatta Praktikum mata kuliah keahlian
c. Manajemen Perpustakaan
Guna menunjang kegiatan akademik, mahasiswa Universitas Muara
Bungo mendapatkan layanan perpustakaan baik ditingkat fakultas maupun
Universitas. Namun hingga saat ini perpustakaan tersebut masih dalam tahap
perkembangan yang artinya masih banyak jenis buku yang belum tersedia,
terlebih sarana gedungnyapun masih terbatas. Universitas akan terus
menupayakan untuk menambah pembendaharaan jenis buku dan peningkatan
fasilitas serta software yang digunakan untu perpustakaan. Tidak hanya itu
Universitas Muara Bungo juga akan mengupayakan terciptanya perpustakaan
online yang pada saat ini lebih diutamakan.
Perpustakaan Universitas dan Fakultas di buka setiap hari kecuali hari
minggu, karena hari kerja di Universitas Muara Bungo dimulai dari hari
Senin sampai hari Sabtu. Untuk meningkatkan minat baca dan jumlah
pengunjung perpustakaan di didirikan didekat ruang perkuliahan dan
diberlakukan setiap program studi bagi mahasiswa sebagai salah satu syarat
menematkan kuliahnya harus membaca buku yang jumlahnya ditentukan
program studi masing-masing yang dibuktikan dengan surat keterangan telah
meminjam buku sebanyak yang ditentukan minimal dan surat keterangan
bebas pustaka. Hingga saat ini belum tersedia data statistik jumlah
pengunjung, buku yang paling diminati ataupun berapa lama durasi waktu
para pengunjung membaca buku diperpustakaan.
2.3.6. Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu di Tingkat Institusi
Lembaga penjaminan mutu Universitas Muara Bungo baru berdiri dengan
Surat Keputusan Rektor nomor : 21/KEP-UMB/2011 tanggal 26 Oktober 2011
hingga saat ini belum berjalan maksimal, sebelumnya penjaminan mutu dilakukan
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
20
seperti pelaksanaan Ujian harian, Ujian Praktikum, Ujian Tengah Semester, Ujian
Semester dan Ujian Skripsi. Kedepan penjaminan mutu akan diatur dan dirumuskan
dilembaga penjamin mutu Universitas Muara Bungo yang telah terbentuk.
Sedangkan untuk distribusi akreditasi saat ini Universitas Muara Bungo baru
memiliki izin penyelenggaraan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia nomor 081/D/O/2008 tanggal 22 Mei 2008 ralat nomor
199/D/O/2008 tanggal 22 September 2008 tentang pemberian Izin Penyelenggaraan
Program-Program Studi Baru dan Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian
Muara Bungo menjadi Universitas Muara Bungo. Untuk perpanjangan izin prodi
Dirjen Dikti melalui Kopertis saat ini telah mengeluarkan perpanjangan izin 9
program studi (bukti terlampir).
Upaya yang dilakukan Universitas Muara Bungo dalam rangka peningkatan
level penjaminan mutu terhadap masyarakat oleh Badan Akreditasi Nasional
Perguruan Tinggi (BAN-PT) saat ini 2 program sutudi telah terakreditasi peringkat C
yaitu prodi Akuntansi dan prodi Ilmu Pemerintahan selebihnya masih dalam proses
(SK dan bukti tanda terima borang terlampir).
2.4. Ringkasan Evaluasi Diri
1. Permasalahan
a) Permasalahan Umum :
Masalah yang dihadapi oleh Universitas Muara Bungo mencakup
berbagai kenyataan mengenai keadaan Universitas sekarang ini dalam
hubungannya dengan kondisi ideal yang dinginkan, masalah umum ini
meliputi hal-hal sebagai berikut :
1) Produktifitas, belum berimbangnya antara lulusan (out put)
dengan input mahasiswa tiap tahun.
2) Daya tampung, yaitu kecilnya daya tampung Universitas Muara
Bungo dalam usahanya untuk menampung lulusan
SMU/SMK/MA.
3) Kemampuan pengembangan yaitu kemampuan untuk berkembang
menuju fase yang lebih luas.
4) Pembinaan kemahasiswaan yang ditujukan untuk pemenuhan tiga
kebutuhan pokok mahasiswa, yaitu kesejahteraan, minat dan
bakat serta pengembangan penalaran mahasiswa.
5) Penelitian dan pengabdian masyarakat, yaitu kemampuan yang
dapat meningkatkan pematangan pribadi dan lembaga pendidikan
tinggi dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
b) Permasalahan Khusus
Universitas Muara Bungo juga menghadapi berbagai masalah khusus
yang berkisar dibidang kelembagaan, akademik, fisik dan anggaran
serta sumber dana. Permasalahan tersebut meliputi:
1) Masalah kelembagaan, masih lemahnya fungsi pengawasan dari
Yayasan.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
21
2) Masalah Akademik, yaitu pada umumnya menyangkut kurangnya
pemahaman tenaga akademik para Dosen terhadap pelaksanaan
proses perkuliahan, kurangnya dosen yang mempunyai jabatan
akademik, masih banyaknya dosen yang berpendidikan strata 1
(S1) dan kurangnya pemahaman terhadap proses akreditasi.
3) Masalah fisik, yaitu masih kurangnya beberapa kebutuhan
prasarana dan sarana, seperti: Ruang kuliah, Perkantoran,
Laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan,
Perpustakaan, Sarana Kegiatan Mahasiswa, dan terbatasnya lahan
untuk pengembangan kampus.
4) Masalah Anggaran dan sumber dana, yaitu masalah keterbatasan
anggaran, khususnya pada Universitas Muara Bungo yang belum
memiliki sumber dana lain selain dana dari mahasiswa.
2. Potensi
a) Sumberdaya manusia
b) Sumberdaya keuangan
c) Sumberdaya alam
3. Peluang dan Tantangan
a) Peluang
1) Tuntutan Pembangunan pada umumnya dan untuk menyongsong
era pasar bebas dan globalisasi akan banyak membutuhkan
tenaga-tenaga sarjana dan Pasca sarjana serta tenaga-tenaga
profesional dalam bidang-bidang industrial dan modern.
2) Penyelenggaran otonomi daerah memberikan peluang kepada
daerah untuk meningkatkan dan mendekatkan pelayanan
pendidikan yang maksimal.
3) Tingkat lulusan sekolah menengah atas di kabupaten bungo yang
relatif tinggi
b) Tantangan
1) Semakin meningkatnya pola hidup sebagian masyarakat, yang
menitikberatkan pada kehidupan materialis, dan bertentangan
dengan jiwa Agama dan Pancasila, memerlukan usaha
penanggulangan secara preventif, antara lain melalui kegiatan
yang berguna di tengah-tengah masyarakat.
2) Adanya persaingan sesama Perguruan Tinggi di Kabupaten
Bungo.
3) Tata aturan penyelenggaraan perguruan tinggi di Indonesia
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
22
2.5. Ringkasan Strategi/Solusi Alternatif
2.5.1. Permasalahan yang Teridentifikasi
Ada beberapa permasalahan yang dapat teridentifikasi antara lain :
a. Mutu lulusan rendah sehingga mempengaruhi masa tunggu mendapatkan
pekerjaan.
1) Kompetensi keilmuan dosen dan mahasiswa masih rendah
2) Pencapaian materi belum 100% sesuai dengan SAP
3) Muatan kurikulum belum optimal
4) Pemanfaatan media pembelajaran belum maksimal
5) Motivasi belajar mahasiswa rendah
6) Pengetahuan Entrepeneur mahasiswa
7) Kemampuan penguasaan bahasa inggris
b. Efisiensi dan Efektifitas Proses PBM masih rendah
1) Pemanfaatan peralatan dalam proses pembelajaran masih kurang.
2) Proses pembelajaran belum menyentuh aplikasi.
3) Proses pencapaian pembelajaran belum menyentuh konteks
c. Jumlah Kerjasama dengan industri dan pemerintah masih rendah dan
belum berkelanjutan
1) Belum terjalin dengan baik kerjasama dengan dunia
industri/corporasi dan pemerintah.
2) Jumlah produk penelitian tepat guna yang berorientasi pasar.
d. Pelayanan akademik belum efektif dan efisien.
1) Manajemen data belum berjalan sesuai dengan mekanisme karena
sistem dan kemampuan pengelolaan serta ketersediaan SDM.
2) Belum adanya standarisasi penilaian dan mekanisme evaluasi bagi
kinerja civitas akademika berupa sistem evaluasi kinerja berbasis
service oriented.
e. Jumlah penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat serta publikasi
ilmiah dosen dan mahasiswa masih rendah.
1) Kurangnya kegiatan bersama dosen dan mahasiswa dalam penelitian
dan pengabdian pada masyarakat.
2) Kurangnya aktifitas penunjang proses penelitian inovatif dan tepat
guna bagi masyarakat.
3) Kualitas penelitian untuk keperluan publikasi ilmiah oleh dosen dan
mahasiswa.
f. Row Material dan Keketatan Masuk Perguruan Tinggi masih rendah.
1) Kualitas luaran.
2) Persaingan masuk Universitas.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
23
2.5.2. Penyelesaian Alternatif
a. Leadership
1) Mengevalusi sistim kepemimpinan baik tingkat Universitas Maupun
Fakultas.
2) Meningkatkan Sumberdaya Stakeholder Universtas Muara Bungo
dengan mengintensifkan pembekalan dan pelatihan menejemen
kepemimpinan, dikaitkan dengan strategi pengelolaan perguruan
tinggi baik yang diselenggarakan intern maupun ekstern perguruan
tinggi.
3) Restrukturisasi penjenjangan karir sesuai dengan keahlian.
4) Penugasan dan pendelegasian sesuai dengan job description.
b. Relevance
1) Memperbaiki kualitas bahan ajar.
2) Menyempurnakan muatan kurikulum agar lebih berbasis kompetensi.
3) Meningkatkan kemampuan kewirausahaan melalui pengembangan
media pembelajaran kewirausahaan.
4) Meningkatkan intensitas penggunaan bahasa Inggris dalam proses
pembelajaran.
5) Mengembangkan jaringan yang efektif dengan stakeholder terutama
dengan pihak industri, alumni, pemerintah dan dunia usaha
6) Meningkatkan kualitas kurikulum dengan mengikutsertakan
stakeholder dan melakukan evaluasi kurikulum secara berkala dan
kontinyu agar dapat mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi di lingkungan eksternal.
c. Academic Atmosphere
1) Meningkatkan kegiatan interaksi dosen dan mahasiswa dalam
kegiatan penelitian.
2) Meningkatkan kegiatan interaksi dosen dan mahasiswa dalam
kegiatan pengabdian masyarakat
3) Meningkatkan kerjasama penelitian antar perguruan tinggi, industri
dan pemerintah.
4) Meningkatkan mutu penelitian dosen dan mahasiswa.
5) Meningkatkan kualitas penelitian untuk publikasi, memperoleh hak
paten, dan property right oleh dosen dan mahasiswa.
d. Internal Management and Organization
1) Melakukan evaluasi dan penataan setiap unit kerja di jurusan dalam
rangka efisiensi dan efektifitas proses pelayanan akademik.
2) Meningkatkan keahlian pengelola administrasi jurusan dan
laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan.
3) Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen dan Basis Data.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
24
e. Sustainability
1) Meningkatkan kerjasama dengan dunia industri dan pemerintah.
2) Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian yang berhubungan
dengan pengembangan produk dan persoalan industri dan
pemerintah.
3) Melakukan kerjasama penelitian dengan industri dan pemerintah.
4) Meningkatkan program promosi jurusan di masyarakat.
5) Meningkatkan jumlah mahasiswa dari luar.
6) Mengembangkan proses penjaringan siswa berbakat.
f. Efficiency and productivity
1) Meningkatkan kemampuan pengajar dalam penggunaan media
pembelajaran.
2) Meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dosen sehubungan
perkembangan dunia industri.
3) Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang berbasis pada
laboratorium, perpustakaan dan administrasi pendidikan dan
perkembangan di dunia industri.
2.5.3. Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Tambahan
a. Indikator Kinerja Utama
1) Indikator Pemasukan (Input Indicators)
Indikator Pemasukan (Input Indicators), didasarkan pada tiga hal
input yaitu Pertama, Nilai Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa
Baru dengan baseline 5,00, Kedua, Nilai Ujian Akhir SMU sederajat
dengan baseline 29,00 dan Ketiga, Tingkat keketatan persaingan
calon mahasiswa baru dengan baseline 60% dari jumlah total
pelamar.
2) Indikator Proses dan Keluaran (Process and Output Indicators)
Lama rata-rata masa studi lulusan 9 semester dan maksimal 14
semester. Rata-rata IPK lulusan 3,20.
3) Indikator Dampak (Outcomes Indicators)
Rata-rata masa tunggu mendapatkan pekerjaan 1 tahun dan rata-rata
gaji pertama sebesar dengan baseline Rp. 1.500.000,-.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
25
2.5.4. Indikator Kinerja Tambahan
Tabel 7. Indikator Kinerja Pendukung
No. Indikator kinerja penunjang Metode Prosedur Baseline
(1) (2) (3) (4) (5)
Jumlah mhs yg
Prosentase kelulusan mata Rekap. 2 thn mndptkan nilai MK C / 78
1.
kuliah (%) terakhir jml
mhs yg ikut MK 100%
Lama pelayanan adm. Random 30 Jumlah responden yg
2. 20
Akademik (jam) sampel mendptkan pelayanan
Jumlah lama penulisan
Lama mengerjakan skripsi Rekap. 2 thn TA mhs yg lulusan / 6,5
3.
(bulan) terakhir jumlah mhs yg lulus tiap
thn.
Jumlah bahan ajar berbasis Rekap. 2 thn Jumlah MK yg memiliki
4. 65
Kompetensi (%) terakhir bahan ajar
Jumlah bahan ajar berbahasa Rekap 2 thn Jumlah MK memiliki
5. 30
Inggris (%) terakhir buku ajar bhs Inggris
Jml judul penelitian
Jumlah penelitian Rekap. 2 thn dosen tiap thn, baik yg
6. 15
dosen/tahun/jurusan (%) terakhir bersumber dana dari
Univ. atau smbr lain.
Jumlah perolehan HKI Jml judul penelitian
Rekap 2 thn
7. (Property berorientasi HKI dosen 0
terakhir
Right)/thn/jurusan tiap thn
Jml judul pengabdian
Jumlah pengabdian Masy. dosen
Rekap. 2 thn dosen tiap thn,baik yg
8. dan 5
terakhir bersumber dana dari
mahasiswa/thn/jurusan %
Univ. atau yg lain.
Rekap. 2 thn Jml judul pblkasi ilmiah
9. Publikasi ilmiah dosen 0
terakhir dosen tiap thn
Jml peneiltian dosen
Jumlah penelitian dosen
Rekap. 2 thn brsma mhs tiap thn,
10. bersama mahasiswa 1
terakhir dana yg bersumber dari
Univ. atau yg lain
Jml judul publikasi
Jumlah Publikasi ilmiah dosen Rekap. 2 thn
11. ilmiah yg dibuat dosen 0
bersama mahasiswa terakhir
dgn mhs setiap thn
Prosentasi jumlah transaksi Jmlh mhs yg pnjm bk
Rekap. 2 thn 0
12. digital T.E perhari / jml mhs
terakhir
library/perpustakaan (%) X 100%
Rekap. 1 thn jml pertemuan yang
13. Tingkat kehadiran dosen (%) 80
terakhir ditetapkan x100%
Rerata kecep. waktu kenaikan Jumlah lama waktu
Rekap. 2 thn
14. pangkat kenaikan pangkat dosen 3
terakhir
dosen (tahun/dosen) / jml dosen
Jmlh penelitiian Dosen bekerja
Rekap. 2 thn Jml penelitian kerjasama
15. sama 0
terakhir industri tiap thn
dengan industri/tahun/jurusan
Ratarata Jumlah IPK semester
Rekap. 2 thn
16. IPK semester mahasiswa total mhs aktif / jml 3,20
terakhir
aktif total mhs aktif
Jumlah stake holder yg
Jumlah stake holder yang masuk Rekap. 2 thn
17. kerjasama dgn jur 0
jaringan kerja sama terakhir
tiap thn
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
26
Tingkat penggunaan Modul Jumlah penggunaan
Rekap. 2 thn
18. Praktikum Modul .selama satu 5
terakhir
(Shift/hr) hari/ jmlh Mhs
Jumlah PBM di laboratorium,
Jumlah Dosen yang
perpustakaan dan administrasi Rekap. 1 thn
19. mengajar di lab selama 2
pendidikan terakhir
1 minggu
(shift/minggu)
Jumlah Penelitian Dosen
plus Mhs
Jumlah Penelitian Dosen &
Rekap. 2 thn yang dilakukan di
20. Mahasiswa 1
terakhir Laboratorium,
di lakukan di Lab
perpustakaan dan
administrasi pendidikan
Jumlah Bahan Ajar
Rekap. 2 thn Berbasis Laboratorium,
21. Jumlah bahan ajar Berbasis Lab 2
terakhir perpustakaan dan
administrasi pendidikan
Rekap. 1 thn Jumlah dosen yang
22. Nilai Toefl Dosen 450 (orang) 10
terakhir punya nilai Toefl
Jumlah alat peraga Rekap. 2 thn
23. Jumlah alat peraga 1
pembelajaran Lab terakhir
Jumlah bahan ajar berbasis Rekap. 2 thn
24. Jumlah bahan ajar 32
multimedia terakhir
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
27
BAB III
USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN
(Usulan Aktivitas; Program Pengembangan Sarana Infrastruktur
Pembangunan Gedung Universitas Muara Bungo)
3.1. Latar Belakang
Sarana berupa gedung merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam
pelaksanaan aktivitas. Aktivitas berupa belajar mengajar, proses pelayanan
administrasi dan kesejahteraan mahasiswa adalah aktivitas utama yang secara
keseluruhan baik teoritis maupun prakstis dilaksanakan dalam kampus.
Pemerintah baik pusat melalui Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia (Banggar DPR-RI) maupuan pemerintah daerah memiliki
tanggungjawab yang sangat besar dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan
manusia (IPM) sebagai implementasi dari Undang-undang Dasar 1945 yang
mengamanatkan Pencerdasan Kehidupan Bangsa tanpa tawar-menawar dan azas
pemerataan kesempatan dalam pendidikan yang merupakan salah satu dari empat
pokok kebijakan kementerian pendidikan nasional.
Uluran tangan dari pemerintah tersebut sangat didambakan setiap
penyelenggara pendidikan di daerah demi pemenuhan kebutuhan pelaksanaan
pendidikan. Maka dalam pelaksanaannya, usulan pembangunan gedung yang telah
direncanakan ditujukan ke Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia (Banggar DPR-RI) merupakan langkah strategis Universitas Muara Bungo
dan dianggap sebagai peluang emas. Untuk menunjang penyelenggaraan proses Tri
Dharma Perguruan Tinggi yang refresentatif tersebut, Universitas Muara Bungo
dalam waktu singkat harus mewujudkan rencana pembangunan gedung yang menjadi
kebutuhan dasar mengingat dalam setiap tahunnya mengalami penambahan jumlah
mahasiswa seiring dengan kebutuhan akan pendidikan oleh masyarakat berdasarkan
hasil identifikasi dan ditunjang oleh letak Universitas Muara Bungo yang sangat
strategis. Direncanakan pembangunan gedung meliputi 2 (dua) aktivitas yang dibagi:
3.1.1. Aktivitas Pembangunan I
Pembanguan gedung kampus Universitas Muara Bungo yang refresentatif
aktivitas I meliputi:
a. Gedung Utama
Gedung utama meliputi beberapa fungsi disesuaikan dengan dinamika
perkembangan kampus Universitas Muara Bungo yang terdiri:
1. Rektorat
2. Dekanat
3. Biro; B.A.A.K (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan)
dan B.A.U.K (Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian)
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
28
4. Lembaga; LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada
Masyarakat) dan LPMI (Lembaga Penjamin Mutu Internal)
5. Unit Pelaksana Teknis (UPT); UPT. Komputer, UPT. Perpustakaan,
dan UPT. Pelayanan Kerjasama dan Alumni
b. Gedung Perkuliahan
Sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang direncanakan, gedung
perkuliahan akan dibuat 2 gedung yang terdiri 50 ruang kelas yaitu:
1. Gedung perkuliahan I (24 ruang kelas)
2. Gedung perkuliahan II (26 ruang kelas)
c. Gedung Perpustakaan dan Laboratorium terintegrasi meliputi
1. Perpustakaan
2. Laboratorium Multimedia
3. Laboratorium Dasar
4. Studio Gambar
5. Laboratorium Bahasa
d. Masjid
e. Kantin terintegrasi
f. Gerbang Kampus.
3.1.2. Aktivitas Pembanguan II
Pembangunan gedung aktivitas II drencanakan meliputi:
a. Pembangunan gedung perkuliahan III
b. Pembangunan auditorium serbaguna terintegrasi dengan sarana olahraga.
c. Laboratorium khusus teknik.
d. Pusat kegiatan mahasiswa (sekretariat organisasi mahasiswa; BEM, BLM,
UKM-UKM, Kopersai Mahasiswa.
e. Gedung pusat entrepeneur dan program kreatifitas mahasiswa (PKM).
f. Pembangunan sarana penunjang berupa asrama rusunawa (rumah susun
mahasiswa).
3.2. Rasional
Untuk meningkatkan layanan kesejahteraan akademik kemahasiswaan, dan
kebutuhan pendidikan akan permintaan masyarakat maka perlu dibangun infrastuktur
berupa gedung kampus yang refresentatif .
3.3. Tujuan
Ada bebrapa tujuan yang akan didapat dari program ini adalah:
1. Meningkatkan mutu pelayanan administrasi akademik dan keuangan.
2. Meningkatkan pelayanan kesejahteraan akademik mahasiswa.
3. Sebagai tambahan energi untuk mensupport dan memotivasi bagi
Universitas Muara Bungo dalam berbenah meningkatkan kualitas
pendidikan tanpa mengenyampingkan azas pemerataan dan kesempatan.
4. Meningkatkan kapasitas dan daya tampung yang memadai.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
29
5. Menjawab pertanyaan dan permintaan masyarakat yang meng-icon-kan
Universitas Muara Bungo sebagai satu-satunya Universitas di kabupaten
dalam provinsi Jambi.
3.4. Sumberdaya yang Dibutuhkan
Sumberdaya yang dibutuhkan meliputi sumberdaya fisik berupa material
lengkap dan sumberdaya manusia (konsultan, tenaga ahli, pelaksana; panitia
pengadaan, pengawas, dan tukang serta tim monitoring dan evaluasi) dan keuangan.
Adapun Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan tersedia pada lampiran proposal
ini.
3.5. Jadwal Pelaksanaan
Pelaksanaan pembangunan gedung kampus Universitas Muara Bungo
direncanakan akan selesai terbangun secara keseluruhan dari tahap I sampai dengan
tahap II selama 6 tahun jika sumberdaya keuangan telah tersedia dengan jadwal
terlampir.
3.6. Keberlanjutan
Sebagai kelanjutannya Universitas Muara Bungo akan terus melakukan
perluasan akses untuk demi terwujudnya perencanaan terlaksana 100%. Kegiatan
yang akan dilakukan sebagai bentuk kelanjutan dari pembangunan aktivitas I adalah
monitoring dan evaluasi sebagai bentuk audit dan pertanggungjawaban dari
pelaksanaan pekerjaan yang akuntabel. Pemeliharaan senantiasa dilakukan dan
penggunaan sarana yang efektif dan proporsional menjadi prinsip dasar.
3.7. Penanggung Jawab
Penanggung Jawab program secara umum adalah Rektor sedangkan
penanggungjawab khusus dalam kegiatan ini adalah Wakil Rektor II yang
membidangi umum, keuangan dan kepegawaian yaitu Darham Wahid, [Link]
sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dikaitkan dengan relevansi kegiatan/aktivitas.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
30
BAB IV
MEKANISME PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS
DI UNIVERSITAS MUARA BUNGO
4.1. Organisasi Pelaksanaan Kegiatan
Segala sesuatu yang berhubungan dengan program pengembangan kampus,
maka pelaksana dari program adalah merupakan kesepakatan dari musyawarah
pimpinan Universitas Muara Bungo yang kemudian menjadi ketetapan Universitas
Muara Bungo melalui Surat Keputusan Rektor. Kaitannya dengan program
pembangunan gedung seperti yang telah direncanakan maka tugas dan fungsi
masing-masing elemen organisasi pelaksana program tersebut dapat diuraikan
sebagai berikut:
a. Rektor
Rektor Universitas Muara Bungo sebagai Penanggung Jawab Program
mempunyai tugas pokok dan fungsi:
1. Perumusan dan penetapan kebijakan penggunaan dana.
2. Menyediakan dana sesuai kebutuhan sebagai dana pendamping program
apabila dibutuhkan.
3. Menjaga pengelolaan hibah terlaksana dengan baik dan benar, secara
administratif dan substantif, transparan dan akuntabel sesuai dengan kaidah
tata kelola yang baik.
4. Memastikan keberhasilan implementasi program di tingkat institusi.
5. Melaksanakan kewenangan selaku pengguna anggaran dana sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Wakil Rektor II
Wakil Rektor II yang membidangi urusan Umum, Keuangan dan Kepegawaian
bertugas sebagai Ketua Pelaksana Program atau Pejabat pembuat Komitmen
(PPK) Universitas Muara Bungo mempunyai tugas pokok memimpin
pelaksanaan Program sesuai dengan panduan, arahan dan kebijakan Rektor
Universitas Muara Bungo selaku Penanggung Jawab tentang Penggunaan Dana.
Ketua pelaksana dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi:
1. Memimpin penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program secara
realistis dan terukur.
2. Memberdayakan dan memfungsikan Tim Monitoring dan Evaluasi
pengelolaan program.
3. Melibatkan sesluruh pihak yang berkepentingan dengan memanfaatkan
struktur organisasi yang ada.
4. Melaksanakan kewenangan pengelolaan dana hibah APBN sesuai
pelimpahan Rektor selaku Penanggung Jawab Pengguna Anggaran.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
31
4.2. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan
4.2.1. Sistem Pengadaan Barang
a. Koordinator Program Pengadaan Barang dan Jasa
Koordinator Program Pengadaan Barang dan Jasa mempunyai tugas
pokok membantu Ketua Pelaksana dalam program pengadaan barang dan
jasa. Berfungsi:
1. Penyusunan Tata cara Rencana Pelaksanaan Pengadaan Barang dan
jasa sesuai peraturan perundang-undangan.
2. Koordinasi dalam Pengadaan barang dan jasa dari kegiatan Proses
Pembelajaran dan Manajemen akademik.
3. Pembinaan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa program.
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Rektor sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
b. Pejabat/Panitia Pengadaan
Pejabat/Panitia Pengadaan mempunyai tugas pokok sesuai PERPRES
No. 54 tahun 2010 dan PERPRES No. 35 tahun 2011 dan Perpres No.70
tahun 2012 diantaranya adalah:
1. Menyusun rencana pemilihan Penyedia barang/jasa
2. Menetapkan dokumen pengadaan barang/jasa.
3. Mengumumkan pemilihan Penyedia Barang/jasa di website
Universitas Muara Bungodan papan pengumuman.
c. Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Pengadaan
Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Pengadaan Barang mempunyai
tugas pokok diantaranya adalah:
1. Melaksanakan pemeriksaan hasil pekerjaan sesuai ketentuan dalam
kontrak.
2. Menerima hasil pengadaan barang setelah dilakukan hasil
pemeriksaan (pengujian).
3. Membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil
Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.
d. Pejabat/Panitia Pemeriksa Hasil Pengadaan Barang dan Jasa
Pejabat/Panitia Pemeriksa Hasil Pengadaan Barang dan Jasa mempunyai
tugas pokok diantaranya adalah:
1. Pemeriksaan spesifikasi teknis barang/jasa.
2. Pemeriksaan harga.
3. Pemeriksaan kesesuaian antara tata cara pengadaan dengan
pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
Tata cara pengadaan barang dan jasa yang akan dilaksanakan sejalan dengan
PERPRES No. 54 tahun 2010, PERPRES No. 35 tahun 2011 dan PERPRES No. 70
tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Oleh karena kapasitas
personalia internal belum memiliki sertifikat pengadaan barang maka perlu
melibatkan dari instansi pemerintah daerah kabupaten Bungo provinsi Jambi.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
32
Secara ringkas tata cara pengadaan barang dan jasa yang akan dilaksanakan di
Universitas Muara Bungo dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 8. Tahapan pelaksanaan Pengadaan Barang dan jasa
Tahapan
No. Uraian Kegiatan
Kegiatan
Setelah berkoordinasi dengan Koordinator Program
Pengembangan, Koordinator Program Keuangan dan instansi
ekstern terkait, maka dilakukan penyusunan paket-paket
pekerjaan pengadaan ; Permohonan personil ke instansi
1. Persiapan
Pemerintah yang terkait dengan pengadaan untuk diusulkan
sebagai Pejabat/Panitia Pengadaan; Pembuatan dokumen lelang,
administrasi, teknis dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS); Jadwal
pelaksanaan dan metode pelelangan dan dokumen pemilihan.
1. Ditangani Panitia Pengadaan Barang dengan kegiatan
Pengumuman; Pendaftaran pengambilan Dokumen;
Pelaksanaan lelang; Penetapan pemenang; Pengumuman
2. Proses Lelang Pemenang; menghadapi masa sanggah;
2. Penertiban Surat Penunjukan Pemenang Pengadaan Barang
(SPPBJ) oleh Ketua Pelaksana dan penanda tanganan
kontrak.
3. Pengadaan Oleh Penyedia Barang pemenang lelang.
Pemeriksaan 1. Pemeriksaan terhadap spesifikasi barang, jumlah dan
4. dan Penerimaan ketepatan waktu pengadaan oleh Panitia Pemeriksa Barang.
Barang 2. Penanda tanganan berita acara oleh Panitia Penerima barang.
4.3. Mekanisme Pengelolaan Keuangan
Bendahara Pelaksana membantu Ketua Pelaksana dalam penerapan sistem
pengelolaan keuangan. Koordinator Program Keuangan dalam melaksanakan tugas
dimaksud, mempunyai fungsi:
a. Penyusunan kebijakan keuangan sesuai dengan peraaturan keuangan
negara bagi dana hibah dan peraturan internal Universitas Muara Bungo
bagi dana pendamping jika dibutuhkan.
b. Pembinaan pengelolaan keuangan dalam pelaksanaan kegiatan.
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Rektor sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
4.4. Mekanisme monitoring dan evaluasi internal
Tim Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas pokok melakukan
pemantauan dan melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Untuk melaksanakan
tugas dimaksud, Tim Monev mempunyai fungsi :
a. Penyusunan mekanisme monitoring dan evaluasi internal terhadap
implementasi program
b. Pemantauan terhadap ketercapaian tujuan program dan target indikator
kinerja
c. Pemantauan terhadap ketepatan waktu pelaksanaan program.
d. Melaporkan hasil evaluasi
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo
33
BAB V
REKAPITULASI ANGGARAN
JML HARGA
NO. JENIS PEKERJAAN
( Rp.)
1 2 3
1 Pembersiahan Lokasi ( Land Clearing ) 26.400.000,00
2 Galian dan Timbunan Tanah ( Cut and Fill ) [Link],00
3 Dinding Penahan Tanah 493.341.750,00
4 Pembuatan Pagar Keliling 946.000.000,00
5 Gedung Perkuliahan [Link],00
6 Paving Block 70.697.000,00
JUMLAH TOTAL FISIK [Link],00
PEMBULATAN [Link],00
Sembilan Milyar Tujuh Ratus Tujuh Puluh Dua Enam Ratus
Terbilang :
Tujuh Puluh Tujuh Ribu Rupiah
Keterangan: Rencana Anggaran Biaya akan dihitung ulang sesuai dengan
perubahan harga lengkap dengan HPS berdasarkan acuan yang sah.
Proposal Pembanguan Gedung Universitas Muara Bungo