Metode Sampling
Debrina Puspita Andriani
[Link]
6.1 E-mail : [Link]@[Link] / debrina@[Link]
2
Outline
Populasi dan Sampel
Metode Sampling
Teknik Penentuan Jumlah
Sampel
[Link] 25/07/15
25/07/15
Populasi dan Sampel
[Link] 3
Populasi dan Sampel 4
Populasi Sampel
Populasi : seluruh Sampel : bagian dari
kumpulan obyek-obyek populasi yang diambil
atau orang-orang yang melalui cara-cara
akan dipelajari atau tertentu yang dianggap
diteliti. mewakili populasi.
Karakteristik populasi Karakteristik sampel
dinamakan PARAMETER dinamakan STATISTIK
[Link] 25/07/15
5
Lambang Parameter dan
Statistik
Besaran Lambang Lambang
Parameter Statistik
(Populasi) (Sampel)
Rata-rata
Varians
Simpangan Baku S
Jumlah Observasi N n
Proporsi P p
[Link] 25/07/15
25/07/15
Metode Sampling
[Link] 6
Metode Sampling 7
Metode sampling Alasan dipilihnya sampling
cara pengumpulan data yang
hanya mengambil sebagian
elemen populasi atau Objek Objek
karakteristik yang ada dalam penelitian yang penelitian yang
populasi
homogen mudah rusak
Sensus Penghematan
Masalah
biaya dan
cara pengumpulan data yang ketelitian
waktu
mengambil setiap elemen
populasi atau karakteristik yang
ada dalam populasi
Ukuran Faktor
populasi ekonomis
25/07/15
[Link]
Metode Sampling 8
Sampling Random
Adalah cara pengambilan
sampel dengan semua objek Sampling Sampling Non
Random Random
atau elemen populasi memiliki
kesempatan yang sama untuk
dipilih sebagai sampel
Sampling
kelompok
Sampling
Sampling Non-random Sampling seadanya
sistematis
Adalah cara pengambilan Sampling
Sampling pertimbangan
sampel yang semua objek atau berlapis
elemen populasinya tidak
Sampling Sampling kuota
memiliki kesempatan yang sama random
untuk dipilih sebagai sampel sederhana
25/07/15
[Link]
9
Sampling Random
Sampling random sederhana
Sampling berlapis
Sampling sistematis
Sampling kelompok
[Link] 25/07/15
10
Sampling Random Sederhana (1)
Tiap sampel yang berukuran sama memiliki
probabilitas sama untuk terpilih dari populasi.
Sampling random sederhana dilakukan apabila :
1. Elemen populasi (dianggap) homogen
2. Tidak diketahui elemen-elemen populasi yang
terbagi ke dalam golongan-golongan
Langkah-langkah :
1. Susun kerangka sampling
2. Tetapkan jumlah sampel
3. Tentukan alat pengambilan sampel
4. Pilih sampel sampai dengan jumlah sampel terpenuhi
[Link] 25/07/15
11
Sampling Random Sederhana (2)
SIMPLE RANDOM SAMPLING
[Link] 25/07/15
12
Sampling Random Sederhana (3)
M e t o d e
Metode Undian Metode Tabel Random
Proses: Tabel yang dibentuk dari
Memberi kode [Link] bilangan biasa yang
pada semua elemen diperoleh secara berturut2
populasi pd lembar dengan sebuah proses
kertas2 kecil random serta disusun ke
Menggulung lembar dalam suatu tabel
kertas2 tersebut, Proses:
memasukkan dalam Memberi [Link] pd
kotak, mengocok semua elemen populasi
dengan rata, [Link] memilih salah
mengambilnya satu per satu tabel bilangan
satu random, memilih baris,
Hasil undian merupakan dan kolom
sampel yang dipilih Nomor2 yang terpilih
Cocok untuk jumlah dari tabel merupakan
populasi kecil nomor2 sampel
[Link] 25/07/15
13 Sampling Random Berlapis (1)
Atau stratified sampling adalah bentuk sampling random
yang populasi atau elemen populasinya dibagi dalam
kelompok-kelompok yang disebut strata
Dilakukan bila:
1. Elemen populasi heterogen
2. Ada kriteria yang digunakan sebagai dasar untuk
mengklasifikasi populasi ke dalam stratum-stratum
3. Ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria
yang akan digunakan untuk stratifikasi
4. Dapat diketahui dengan tepat jumlah satuan-satuan
individu dari setiap stratum dalam populasi
Langkah-langkah :
1. Susun kerangka sampling.
2. Bagi kerangka sampling ke dalam strata yang dikehendaki.
3. Tentukan jumlah sampel secara keseluruhan.
4. Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum.
5. Pilih sampel dari setiap stratum secara acak.
[Link] 25/07/15
14 Sampling Random Berlapis (2)
Contoh Stratified Random Sampling:
Populasi
900 orang
Dibagi 3 Gol. I Gol. II Gol. III
Dipilih 300 orang 300 orang 300 orang
secara acak
Untuk 90 Untuk 90 Untuk 90
orang orang orang
[Link] 25/07/15
15 Sampling Random Berlapis (3)
[Link] 25/07/15
16 Sampling Random Sistematis (1)
Adalah bentuk sampling random yang mengambil
elemen-elemen yang akan diselidiki berdasarkan urutan
tertentu dari populasi yang telah disusun secara teratur.
Dilakukan bila:
1. Identifikasi atau nama dari elemen elemen dalam populasi
itu terdapat dalam suatu daftar
2. Populasi memiliki pola beraturan
Langkah-langkah :
1. Jumlah elemen populasi dibagi dengan jumlah elemen
sampel, sehingga didapatkan subpopulasi-subpopulasi yang
memiliki jumlah elemen sama (memiliki interval sama)
2. Dari subpopulasi pertama dipilih sebuah anggota dari
sampel yang dikehendaki, biasanya menggunakan tabel
bilangan random
3. Anggota dari subsampel pertama yang terpilih, digunakan
sebagai titik acuan untuk memilih sampel berikutnya, pada
setiap jarak/interval tertentu
[Link] 25/07/15
17 Sampling Random Sistematis (2)
Contoh - Sampel Sistematis
Sebuah populasi yang memiliki 800 elemen, hendak
diambil 20 sampel sebagai bahan penelitian.
Tentukan nomor-nomor sampel yang terpilih!
Penyelesaian
1. Ke-800 elemen diberi nomor urut 001, 002, , 800. ke-800
elemen dibagi menjadi 20 subpopulasi, dimana setiap
subpopulasi terdiri dari 40 elemen (disebut juga interval)
2. Dengan menggunakan tabel bilangan random,
diperoleh sebuah sampel dari subsampel pertama
sebagai titik acuan, misalnya bernomor 007
3. Karena sampel pertama jatuh pada nomor 007, maka
momor untuk sampel2 berikutnya adalah 047, 087, 127,
167, 207, 247, 287, 327, 367, 407, 447, 487, 527, 567, 607,
647, 687, 727, 767
[Link] 25/07/15
18 Sampling Random Kelompok (1)
Atau cluster sampling, adalah bentuk sampling
random yang populasinya dibagi menjadi
beberapa kelompok (cluster) dengan
menggunakan aturan-aturan tertentu, seperti
batas alam dan wilayah administrasi
pemerintahan
Langkah2 penyelesaian:
1. Membagi populasi ke dalam beberapa kelompok
2. Memilih satu atau sejumlah kelompok dari
kelompok2 tersebut secara random
3. Menentukan sampel dari satu atau sejumlah
kelompok yang terpilih secara random
[Link] 25/07/15
19 Sampling Random Kelompok (2)
Contoh - Sampel Kelompok
Sebuah desa memiliki 1.500 KK, akan diteliti
mengenai respon penggunaan bumbu masak
ASSOI. Untuk keperluan tersebut dipilih sampel
sebanyak 50 KK.
Dari 1.500 KK dibagi menjadi 150 kelompok dengan
anggota 10 KK tiap kelompok yang berdekatan.
Dari 150 kelompok, dipilih 5 kelompok secara
random.
Dari 5 kelompok yang terpilih, diperoleh 5 x 10 KK
= 50 KK sebagai sampel
[Link] 25/07/15
20
Sampling Non- Random
Sampling kuota
Sampling pertimbangan
Sampling seadanya
[Link] 25/07/15
21 Sampling Kuota
Teknik untuk menentukan sampel dari populasi
yang mempunyai ciri-ciri tertentu hingga jumlah
(kuota) yang diinginkan.
Terlebih dahulu menetapkan berapa jumlah
Sampling Non quotum sampel
Random
Anggota populasi manapun yang akan diambil,
tidak menjadi masalah, yang penting mempunyai
ciri-ciri tertentu dan sesuai dengan jumlah quotum
Sampling
yang ditetapkan.
seadanya
Contoh:
Sampling
pertimbangan Sebuah kawasan dihuni oleh 1.000 KK. Dalam rangka
penelitian, diperlukan 50 KK dalam kategori umur dan
Sampling kuota pendapatan tertentu.
Dalam penentuan sampel sebanyak 50 KK tersebut,
petugas melakukannya atas pertimbangan sendiri.
[Link] 25/07/15
22 Sampling Pertimbangan
Adalah bentuk sampling non random yang
pengambilan sampelnya ditentukan oleh peneliti
berdasarkan pertimbangan atau
Sampling Non kebijaksanaannya
Random
Contoh:
Dari penyebaran 100 kuisioner, ternyata yang
Sampling kembali hanya 30 (30%). Berdasarkan
seadanya pertimbangan tertentu dari peneliti atau ahli,
Sampling diputuskan untuk menggunakan 30 kuisioner
pertimbangan tersebut sebagai sampel
Sampling kuota
[Link] 25/07/15
23 Sampling Seadanya
Adalah bentuk sampling non random yang pengambilan
sampelnya dilakukan seadanya atau berdasarkan
kemudahannya mendapat data yang diperlukan.
Sampling Non
Random
Adalah teknik penentuan sampel berdasarkan
kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan
bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai
sampel, bila dipandang orang tersebut sesuai dengan
sumber data.
Sampling
seadanya
Contoh:
Sampling Pengambilan sampel mengenai ramalan tentang partai
pertimbangan yang akan menang dalam pemilu. Pengambilan sampel
dilakukan dengan mengumpulkan opini masyarakat,
Sampling kuota dalam hal ini adalah orang2 yang lewat pada suatu jalan.
Orang2 yang lewat tersebut merepresentasikan
keseluruhan masyarakat yang berhak memilih
[Link] 25/07/15
24 Snow-ball Sampling (1)
(Penarikan sampel secara bola salju)
Proses pengambilan sampel dengan cara sambung
T menyambung informasi dari unit satu dengan unit lain
A sehingga menjadi satu kesatuan unit yang banyak
M Dilakukan dengan menentukan sample pertama.
B Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi
A dari sampel pertama, sampel ketiga ditentukan
H berdasarkan informasi dari sample kedua, dan
A seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar,
seolah-olah terjadi efek bola salju
N
Metode pengambilan sampel dengan secara
berantai (multi level).
1. Sampel awal ditetapkan dalam kelompok anggota kecil
2. Masing-masing anggota diminta mencari anggota baru
dalam jumlah tertentu
3. Masing-masing anggota baru diminta mencari anggota
baru lagi, dst.
[Link] 25/07/15
Snow-ball Sampling (2) 25
Contoh:
Akan diteliti mengenai pendapat
mahasiswa terhadap
pemberlakuan kurikulum baru di
JTI. Sampel ditentukan sebesar100
mahasiswa
Peneliti menentukan sampel awal
10 mahasiswa. Masing-masing
mencari 1 orang mahasiswa lain
untuk dimintai pendapatnya. Dan
seterusnya hingga diperoleh
sampel dalam jumlah100
mahasiswa
Teknik bola salju paling bermanfaat
Kelebihan: Mudah digunakan
ketika ada suatu kebutuhan untuk
Kelemahan: Membutuhkan waktu mengidentifikasi suatu populasi
yang lama yang sebelumnya tak dikenal.
25/07/15
[Link]
25/07/15
Teknik Penentuan
Jumlah Sampel
[Link] 26
27
Teknik Penentuan Jumlah sampel (1)
Untuk pengambilan sampel dengan pengembalian
Banyaknya sampel yang mungkin diambil adalah: Nm
Contoh:
Untuk populasi berukuran 4 dengan anggota-anggotanya A, B, C, D.
Sampel yang diambil ukuran 2 maka banyaknya sampel yang
mungkin dapat diambil adalah 4^2 = 16 buah, yaitu:
Sampel 1 : AA Sampel 5 : BA Sampel 9 : CA Sampel 13 : DA
Sampel 2 : AB Sampel 6 : BB Sampel 10 : CB Sampel 14 : DB
Sampel 3 : AC Sampel 7 : BC Sampel 11 : CC Sampel 15 : DC
Sampel 4 : AD Sampel 8 : BD Sampel 12 : CD Sampel 16 : DD
[Link] 25/07/15
28
Teknik Penentuan Jumlah sampel (2)
Untuk pengambilan sampel tanpa pengembalian
Banyaknya sampel yang mungkin diambil adalah:
Contoh:
Untuk populasi berukuran 5 dengan anggota-anggotanya A, B, C, D, E.
Sampel yang diambil ukuran 2 maka banyaknya sampel yang mungkin
dapat diambil adalah 10 buah, yaitu:
Sampel 1 : AB Sampel 5 : BC Sampel 9 : CE
Sampel 2 : AC Sampel 6 : BD Sampel 10 : DE
Sampel 3 : AD Sampel 7 : BE
Sampel 4 : AE Sampel 8 : CD
[Link] 25/07/15
Ukuran Sampel (1) 29
Ukuran Vs Kerepresentatifan (keterwakilan)
Secara umum, semakin besar ukuran sampel akan semakin baik,
karena ukuran sampel yang besar cenderung memiliki error yang
kecil, sebagaimana telah kita temui pada latihan menggunakan
tabel bilangan acak (random numbers).
Namun demikian bukan berarti bahwa ukuran sampel yang besar
sudah cukup memberikan garansi untuk mendapatkan hasil yang
akurat.
Sebagai contoh, jika satu dari dua sampel dari seluruh negara
terdiri dari satu jenis kelamin saja, berdasarkan ukurannya
sampel ini besar namun tidak representatif ukuran tidak lebih
penting daripada kereprsentatifan.
[Link] 25/07/15
Ukuran Sampel (2) 30
Pertimbangan menentukan ukuran sampel
1. Heterogenitas dari populasi / Derajat keseragaman
Heterogenitas mengacu pada derajat perbedaan di antara
kasus dalam suatu karakteristik.
Semakin heterogen, jumlah kasus yang diperlukan semakin
besar agar estimasinya reliabel. Ekstrimnya, kalau semua kasus
sama (homogen, unidimensional), jumlah sampel cukup satu,
kalau tidak ada yang sama, harus sensus.
Satuan pengukuran statistik terbaik untuk heterogenitas populasi
adalah standard deviation (s) berhubungan dengan standard
error yang tadi dibahas. Rumus standard error = s/(N).
Semakin besar heterogenitas populasi, perlu semakin banyak
sampel agar lebih presisi
2. Biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia
Makin sedikit waktu, biaya, dan tenaga yang dimiliki peneliti,
makin sedikit pula sampel yang bisa diperoleh. Perlu dipahami
bahwa apapun alasannya, penelitian haruslah dapat dikelola
dengan baik (manageable).
[Link] 25/07/15
Ukuran Sampel (3) 31
Pertimbangan menentukan ukuran sampel
3. Tingkat presisi yang dikehendaki/ Tingkat Kesalahan
Secara teknis mengacu pada standard error (seperti dijelaskan
di atas). Tapi lebih mudah diilustrasikan dengan confidence
interval.
Pernyataan rata2 populasi ada di antara 2-4 lebih presisi
dibandingkan rata2 populasi ada di antara 1-5.
Rumus standard error s/(N), sampel perlu diperbesar agar
standard error-nya mengecil. Agar standard error turun 1/2, N
perlu naik empat kali lipat.
4. Sampling design yang digunakan/ Rencana Analisis
Jika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah
sampelnya pun harus banyak.
Misalnya tanpa menambah jumlah sampel, presisi sampel bisa
ditingkatkan dengan menggunakan stratified random sampling
dan bukan simple random sampling.
[Link] 25/07/15
Ukuran Sampel (4) 32
Rumus
Rumus Solvin
Asumsinya bahwa populasi berdistribusi normal
Rumusnya:
n = N/(1+Ne2) Untuk populasi kecil (< 10.000)
Dimana:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan
sampel.
Rumusan Gay
Ukuran minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan pada
desain penelitian yang digunakan, yaitu sebagai berikut:
Metode Deskriptif : 10% populasi, untuk populasi relatif kecil minimal 20%
populasi.
Metode Deskriptif korelasional, minimal 30 subjek.
Metode Eksperimental, minimal 15 subjek per kelompok.
[Link] 25/07/15
Ukuran Sampel (5) 33
Rumus
Di mana: d: penyimpangan (0,05 atau 0,01)
Z: SD normal (pd 1,96 atau 2,58)
p: proporsi sifat tertentu yang terjadi pada populasi, bila
tidak diketahui maka p=0,05
q:1-p atau (p + q = 1)
N: besarnya populasi
n: besarnya sampel
[Link] 25/07/15
Ukuran Sampel (6) 34
Contoh
Penelitian tentang status gizi anak balita di kelurahan X, N = 923.000,
prevalensi gizi kurang tidak [Link] besar sampel (n)
yang harus diambil bila dikehendaki derajat kepercayaan/
confidence interval (1- = 95%) dengan estimasi penyimpangan
( = 0,05)
Bila dimasukan ke dalam formula di atas diperoleh besarnya
sampel n = 480
[Link] 25/07/15
Tabel jumlah sampel berdasarkan jumlah populasi (1)
35
Populasi (N) Sampel (n) Populasi (N) Sampel (n) Populasi (N) Sampel (n)
10 10 220 140 1200 291
15 14 230 144 1300 297
20 19 240 148 1400 302
25 24 250 152 1500 306
30 28 260 155 1600 310
35 32 270 159 1700 313
40 36 280 162 1800 317
45 40 290 165 1900 320
50 44 300 169 2000 322
55 48 320 175 2200 327
60 52 340 181 2400 331
65 56 360 186 2600 335
70 59 380 191 2800 338
75 63 400 196 3000 341
80 66 420 201 3500 346
85 70 440 205 4000 351
90 73 460 210 4500 354
95 76 480 214 5000 357
[Link] 25/07/15
Tabel jumlah sampel berdasarkan jumlah populasi (2)
36
Populasi (N) Sampel (n) Populasi (N) Sampel (n) Populasi (N) Sampel (n)
100 80 500 217 6000 361
110 86 550 226 7000 364
120 92 600 234 8000 367
130 97 650 242 9000 368
140 103 700 248 10000 370
150 108 750 254 15000 375
160 113 800 260 20000 377
170 118 850 265 30000 379
180 123 900 269 40000 380
190 127 950 274 50000 381
200 132 1000 278 75000 382
210 136 1100 285 1000000 384
Sumber: Morgan & Krecjie, dalam Uma Sekaran, 2003
[Link] 25/07/15