0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan9 halaman

Fungsi dan Jenis Resistor Elektronik

1. Resistor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk membatasi arus listrik dengan cara menghambat aliran elektron. Resistansi resistor ditentukan oleh bahan dan konstruksinya. 2. Nilai resistansi resistor direpresentasikan dalam kode warna pada badannya dan bervariasi mulai dari satuan Ohm hingga ratusan Ohm sesuai standar industri. 3. Resistor hadir dalam berbagai jenis seperti tetap, variabel, dan

Diunggah oleh

Katompu Lalo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan9 halaman

Fungsi dan Jenis Resistor Elektronik

1. Resistor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk membatasi arus listrik dengan cara menghambat aliran elektron. Resistansi resistor ditentukan oleh bahan dan konstruksinya. 2. Nilai resistansi resistor direpresentasikan dalam kode warna pada badannya dan bervariasi mulai dari satuan Ohm hingga ratusan Ohm sesuai standar industri. 3. Resistor hadir dalam berbagai jenis seperti tetap, variabel, dan

Diunggah oleh

Katompu Lalo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESISTOR

FUNGSI
Resistor berfungsi untuk mengatur aliran arus listrik. Misalnya, resistor dipasang seri
dengan LED (LightEmitting Diode) untuk membatasi besar arus yang melalui LED.
KODE WARNA

Gambar 7 Resistor

Resistor yang biasa kita jumpai memiliki nilai resistansi yang direpresentasikan oleh kode
warna pada badan resistor. Resistor tersebut adalah seperti yang ditunjukan pada Gambar
1.
Tabel 1 Kode warna

Label kode warna pada badan resistor ada yang berjumlah 4, 5 atau 6 gelang warna. Aturan
pembacaan kode warna tersebut adalah sebagai berikut:
warna pertama: angka pertama nilai resistansi (resistor dengan 4, 5 atau 6 gelang
warna)

warna kedua: angka kedua nilai resistansi (resistor dengan 4, 5 atau 6 gelang warna)
warna ketiga: faktor pengali (pangkat dari sepuluh) dengan satuan Ohm (resistor
dengan 4 gelang warna) atau angka ketiga nilai resistansi (resistor dengan 5 atau 6
gelang warna)
warna keempat: toleransi (resistor dengan 4 gelang warna) atau faktor pengali
(pangkat dari sepuluh) dengan satuan Ohm (resistor dengan 5 atau 6 gelang warna)
warna kelima: toleransi (resistor dengan 5 atau 6 gelang warna)
0
warna keenam: koefisien temperatur dengan satuan PPM/ C (resistor dengan 6
gelang warna

NILAI RESITOR
Resistor tidak tersedia dalam sembarang nilai resistansi. Nilai resistansi setiap resistor
mengikuti standard Electronic Industries Association (EIA). Nilai resistansi berdasarkan EIA
yang paling banyak dijumpai di pasaran adalah seri E6 (toleransi 20%):
1, 1.5, 2.2, 3.3, 4.7, 6.8, 10, 15, 22, 33, 47, 68, 100, 150, 220, 330, 470, 680,1000,... dst.
(Ohm)
dan seri E12 (toleransi 10%):
1, 1.2, 1.5, 1.8, 2.2, 2.7, 3.3, 3.9, 4.7, 5.6, 6.8, 8.2, 10, 12, 15, 18, 22, 27, 33, 39, 47, 56, 68,
82,100... dst. (Ohm)
Terlihat bahwa ada perulangan setiap 6 deret angka (seri E6) dan 12 deret angka (seri E12)
yang masingmasing angka telah dikalikan 10.
Selain nilainilai resistansi di atas, ada nilainilai resistansi lebih presisi yang sukar dijumpai.
Nilainilai resistansi itu mengukuti standard EIA seri E24 (toleransi 5% dan 2%), E96 (1%) dan
E192 (0.5%, 0.25% dan 0.1%). Secara lengkap, nilainilai resistansi tersebut dapat dilihat di
[1].

RATING DAYA
Ketika melewati resistor, energi listrik diubah menjadi energi panas. Tentu saja dampak
energi panas yang berlebih akan menimbulkan kerusakan pada resistor. Oleh karena itu,
resistor memiliki rating daya yang merepresentasikan seberapa besar arus maksimum yang
diperkenankan melewati resistor.
Rating daya resistor yang banyak digunakan adalah Watt atau Watt. Resistor tersebut adalah
resistor dengan label kode warna yang banyak dipasaran. Selain itu, ada pula resistor dengan rating
tegangan 5 Watt atau lebih besar. Untuk resistor jenis ini nilai resistansi dan rating tegangannya dapat
dibaca secara langsung di badan resistornya.

Perlu diperhatikan bahwa guna keamanan dan agar resistor tidak mudah rusak (terbakar), pastikan
menggunakan resistor yang menghasilkan daya disipasi maksimum sebesar 60% rating daya disipasinya
1.1 Resistor
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah
arus
yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif
dan
umumnya terbuat dari bahan karbon. Dari hukum Ohms diketahui, resistansi
berbanding terbalik
dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor
disebut Ohm
atau dilambangkan dengan simbol (Omega).
Untuk menyatakan resistansi sebaiknya disertakan batas kemampuan dayanya.
Berbagai
macam resistor di buat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda.
Spesifikasi lain
yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar
resistansi adalah
besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi
disipasi daya
berupa panas sebesar W=I2R watt. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa
menunjukkan
semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasar tersedia
ukuran 1/8,
1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt
umumnya
berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang
berbentuk
silinder. Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak
langsung
dibadannya, misalnya 1005W.
Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R. Dilihat dari
ukuran fisik sebuah resistor yang satu dengan yang lainnya tidak berarti sama besar
nilai
hambatannya. Nilai hambatan resistor di sebut resistansi.
Macam-Macam Resistor Sesuai Dengan Bahan Dan Konstruksinya.
Berdasarkan jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat resistor dibedakan
menjadi
resistor kawat, resistor arang dan resistor oksida logam. Sedangkan resistor arang dan
resistor
oksida logam berdasarkan susunan yang dikenal resistor komposisi dan resistor film.
Namun demikian dalam perdagangan resistor-resistor tersebut dibedakan menjadi
resistor
tetap (fixed resistor) dan resistor variabel. Pengunaan untuk daya rendah yang paling
utama adalah
jenis tahanan tetap yaitu tahanan campuran karbon yang dicetak. Ukuran relatif semua
tahanan tetap
dan tidak tetap berubah terhadap rating daya (jumlah watt), penambahan ukuran untuk
meningkatkan rating daya agar dapat mempertahankan arus dan rugi lesapan daya
yang lebih besar.
Tahanan yang berubah-ubah, seperti yang tercantum dari namanya, memiliki sebuah
terminal tahanan yang dapat diubah harganya dengan memutar dial, knob, ulir atau apa
saja yang
sesuai untuk suatu aplikasi. Mereka bisa memiliki dua atau tiga terminal, akan tetapi
kebanyakan
memiliki tiga terminal. Jika dua atau tiga terminal digunakan untuk mengendalikan
besar tegangan,
maka biasanya di sebut potensiometer. Meskipun sebenarnya piranti tiga terminal
tersebut dapat
digunakan sebagai rheostat atau potensiometer (tergantung pada bagaimana
dihubungkan), ia biasa
disebut potensiometer bila daftar dalam majalah perdagangan atau diminta untuk
aplikasi khusus.
Kebanyakan potensiometer memiliki tiga terminal. Dial, knob, dan ulir pada tengah
kemasannya mengendalikan gerak sebuah kontak yang dapat bergerak sepanjang
elemen hambatan
yang dihubungkan antara dua terminal luar. Tahanan antara terminal luar selalu tetap
pada harga
penuh yang terdapat pada potensiometer, tidak terpengaruhi pada posisi lengan geser.
Dengan kata
lain tahanan antar terminal luar untuk potensiometer 1Makan selalu 1M, tidak ada
masalah
bagaimana kita putar elemen kendali. Tahanan antara lengan geser dan salah satu
terminal luar
dapat diubah-ubah dari harga minimum yaitu nol ohm sampai harga maksimum yang
sama dengan
harga penuh potensiometer tersebut. Jumlah tahanan antara lengan geser dan masing-
masing
terminal luar harus sama dengan besar tahanan penuh potensiometer. Apabila tahanan
antara lengan
geser dan salah satu kontak luar meningkat, maka tahanan antara lengan geser dan
salah satu
terminal luar yang lain akan berkurang.
Macam-macam resistor tetap :
a. Metal Film Resistor
b. Metal Oxide Resistor
c. Carbon Film Resistor
d. Ceramic Encased Wirewound

e. Economy Wirewound
f. Zero Ohm Jumper Wire
g. S I P Resistor Network
Macam-macam resistor variabel :
a. Potensiometer :
a.1. Linier
a.2. Logaritmis
b. Trimer-Potensiometer
c. Thermister :
c.1. NTC ( Negative Temperature Coefisient )
c.2. PTC ( Positive Temperature Coefisient )
d. DR
e. Vdr
Karakteristik Berbagai Macam Resistor
Karakteristik berbagai macam resistor dipengaruhi oleh bahan yang digunakan.
Resistansi
resistor komposisi tidak stabil disebabkan pengaruh suhu, jika suhu naik maka
resistansi turun.
Kurang sesuai apabila digunakan dalam rangkaian elektronika tegangan tinggi dan arus
besar.
Resistansi sebuah resistor komposisi berbeda antara kenyataan dari resistansi
nominalnya. Jika
perbedaan nilai sampai 10 % tentu kurang baik pada rangkaian yang memerlukan
ketepatan tinggi.
Resistor variabel resistansinya berubah-ubah sesuai dengan perubahan dari
pengaturannya.
Resistor variabel dengan pengatur mekanik, pengaturan oleh cahaya, pengaturan oleh
temperature
suhu atau pengaturan lainnya.
Jika perubahan nilai, resistansi potensiometer sebanding dengan kedudukan kontak
gesernya
maka potensiometer semacam ini disebut potensiometer linier. Tetapi jika perubahan
nilai
resistansinya tidak sebanding dengan kedudukan kontak gesernya disebut potensio
logaritmis.
Secara teori sebuah resistor dinyatakan memiliki resistansi murni akan tetapi pada
prakteknya sebuah resistor mempunyai sifat tambahan yaitu sifat induktif dan kapasitif.
Pada
dasarnya bernilai rendah resistor cenderung mempunyai sifat induktif dan resistor
bernilai tinggi
resistor tersebut mempunyai sifat tambahan kapasitif.
Suhu memiliki pengaruh yang cukup berarti terhadap suatu hambatan. Didalam
penghantar
ada electron bebas yang jumlahnya sangat besar sekali, dan sembarang energi panas
yang dikenakan
padanya akan memiliki dampak yang sedikit pada jumlah total pembawa bebas.
Kenyataannya
energi panas hanya akan meningkatkan intensitas gerakan acak dari partikel yang
berada dalam
bahan yang membuatnya semakin sulit bagi aliran electron secara umum pada
sembarang satu arah
yang ditentukan. Hasilnya adalah untuk penghantar yang bagus, peningkatan suhu
akan
menghasilkan peningkatan harga tahanan. Akibatnya, penghantar memiliki koefisien
suhu positif.
Arus _ panas
HR = I2Rt [joule]
Q=mc(Ta-T)
Q=0.24 I2 R t [kalori]
Kode Warna Dan Huruf Pada Resistor
Tidak semua nilai resistansi sebuah resistor dicantumkan dengan lambang bilangan
melainkan dengan cincin kode warna. Banyaknya cincin kode warna pada setiap
resistor berjumlah
4 dan ada juga yang berjumlah 5.
Resistansi yang mempunyai 5 cincin terdiri dari cincin 1 , 2 dan 3 adalah cincin digit,
cincin
4 sebagai pengali serta cincin 5 adalah toleransi. Resistansi yang mempunyai 4 cincin
terdiri dari
cincin 1 , 2 adalah sebagai digit, cincin 3 adalah cincin pengali dan cincin 4 sebagai
toleransi.

Kode warna pada resistor


Kode Huruf
1) Huruf I menyatakan nilai resistor dan tanda koma desimal.
Jika huruf I adalah : R artinya x 1(kali satu) ohm
K artinya x 10 3(kali 1000) ohm
M artinya x 10 6(kali 1000000) ohm
2) Huruf II menyatakan toleransi
Jika huruf II adalah : J artinya toleransi 5 %
K artinya toleransi 10 %
M artinya toleransi 20 %
Resistor Tetap
Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap. Resistor
memiliki
batas kemampuan daya misalnya : 1/6 w. 1/8 w. w, w, 1 w, 5 w, dsb yang berarti
resistor hanya
dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan kemampuan dayanya.

Resistor Tidak Tetap (variabel)


Resistor tidak tetap adalah resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah atau
tidak
tetap. Jenisnya yaitu hambatan geser, Trimpot dan Potensiometer.
a. Trimpot
Resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah dengan cara memutar porosnya
dengan menggunakan obeng. Untuk mengetahui nilai hambatan dari suatu trimpot
dapat
dilihat dari angka yang tercantum pada badan trimpot tersebut.
Simbol trimpot :
Gambar Simbol Resistor Trimpot

b. Potensiometer
Resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang
telah tersedia. Potensiometer pada dasarnya sama dengan trimpot secara fungsional.
Simbol potensiometer :

Gambar Simbol Resistor Potensiometer

Rangkaian Resistor Seri atau Deret


Yang dimaksud dengan rangkaian seri atau deret ialah apabila beberapa resistor
dihubungkan secara
berturut-turut, yaitu ujung-akhir dari resistor pertama disambung dengan ujung-awal dari
resistor
kedua dan seterusnya. Jika ujung-awal resistor pertama dan ujung-akhir resistor
pertama dan ujungakhir
resistor terakhir diberikan tegangan maka arus akan mengalir berturut-turut melalui
semua
resistor yang besarnya sama.

Jika beberapa resistor, dihubungkan seri atau deret, kuat arus dalam semua resistor itu
besarnya
sama, berdasarkan hokum ohm:
Jika beberapa resistor dihubungkan seri, maka tegangan jumlah sama dengan jumlah
tegangantegangan
Bagian

Jika harga resistor jumlah dari seluruh rangkaian kita ganti dengan Rt, maka :

Jadi besar harga resistor jumlah yang dihubungkan adalah :

Anda mungkin juga menyukai