0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan13 halaman

Pendukung Aktivitas di Kota Tua Jakarta

Makalah ini membahas tentang pendukung aktivitas (activity support) di kawasan Kota Tua Jakarta. Activity support merupakan elemen yang mendukung aktivitas di kawasan pusat kota dengan menyediakan ruang terbuka seperti taman dan plaza serta bangunan untuk kepentingan umum. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas di kota dan menjadikan ruang publik lebih hidup.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan13 halaman

Pendukung Aktivitas di Kota Tua Jakarta

Makalah ini membahas tentang pendukung aktivitas (activity support) di kawasan Kota Tua Jakarta. Activity support merupakan elemen yang mendukung aktivitas di kawasan pusat kota dengan menyediakan ruang terbuka seperti taman dan plaza serta bangunan untuk kepentingan umum. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas di kota dan menjadikan ruang publik lebih hidup.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga Kami dapat menyusun makalah ini dengan
baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai Pendukung
Aktivitas (Activity Support) di Kawasan Kota Tua..

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai
pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan
makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.
Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Jakarta, April 2014

Penulis

1
BAB 1
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Projek ini dilatar belakangi oleh pencarian data dan informasi dari kawasan kota tua,
Jakarta. Hal yang disajikan pada makalah ini adalah hal- hal yang bersangkutan dengan
faslitas penunjang yang ada di kota tua. Pembahasan yang dilakukan pada projek ini
difokuskan ke segi ekologinya.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan penelitian adalah :


Mengamati secara langsung bentuk fasad dan fungsi dari bangunan fasilitas
penunjang
Memperoleh informasi proses pembangunan dari fasilitas penunjang di kota Tua
dalam segi ekologi
Memperoleh pengetahuan tentang ekologi yang secara sengaja maupun tidak
sengaja diaplikasikan ke bangunan fasilitas penunjang.

3. METODE PENELITIAN

Untuk mendapatkan data dan informasi yang di perlukan, penulis


mempergunakan metode observasi atau teknik pengamatan langsung di Kawasan
Kota Tua, dan teknik studi kepustakaan atau studi pustaka. Tidak hanya itu, kami
juga mencari bahan dan sumber-sumber dari media masa elektronik yang
berjangkauan internasional yaitu, Internet.

2
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

1. TEORI ACTIVITY SUPPORT (PENDUKUNG AKTIVITAS)

Definisi Activity Support (Pendukung Aktivitas)

Kota merupakan suatu ruang atau wadah yang di dalamnya terkait dengan
manusia dan kehidupannya. Kota akan terus berkembang dan seiring dengan
perkembangan pada suatu kawasan akan menarik tumbuhnya aktivitas-aktivitas yang
mendukung perkembangan kawasan tersebut yaitu elemen activity support.

Menurut Shirvani (1984) activity support termasuk di dalamnya semua fungsi


dan kegiatan yang memperkuat ruang-ruang publik kota, antara aktivitas dan ruang
fisik selalu saling melengkapi. Bentuk, lokasi, dan karakter suatu tempat spesifik
akan menarik munculnya fungsi, penggunaan ruang dan aktivitas yang spesifik pula.
Sebaliknya suatu kegiatan cenderung memperhatikan lokasi yang layak dan baik
untuk mendukung kegiatan itu sendiri. Dalam hubungannya dengan perancangan
kota, activity support ini berarti suatu elemen kota yang mendukung dua atau lebih
pusat kegiatan umum yang berada di kawasan pusat kota yang mempunyai
konsentrasi pelayanan yang cukup besar.

Activity support tidak hanya menyediakan jalan pedestrian atau plaza tetapi
juga mempertimbangkan fungsi utama dan penggunaan elemen-elemen kota yang
dapat menggerakkan aktivitas (Darmawan, 2003). Karakteristik suatu ruang publik
akan terbentuk karena adanya aktivitas-aktivitas yang tumbuh dan berkembang
sehingga memperkuat image ruang publik tersebut Lynch (1960).

3
Fungsi Activity Support (Pendukung Aktivitas)

Menurut Krier (1979) aktivitas pada sebuah kota akan muncul pada area-area
publik seperti square dan jalan. Jalan yang merupakan penghubung antar bagian
dalam sebuah kota memiliki potensi untuk munculnya fungsi dan aktivitas lain.
Aktivitas komersil tersebut menjadi generator yang dapat menghidupkan ruang
publik. Adapun fungsi utama activity support adalah : (Danisworo dalam Suntoro,
2002) menghubungkan dua atau lebih pusat-pusat kegiatan umum dan menggerakkan
fungsi kegiatan utama kota menjadi lebih hidup, menerus, dan ramai. Tujuannya
adalah untuk menciptakan kehidupan kota yang sempurna / lebih baik yang dengan
mudah mengakomodasikan kebutuhan atau barang keperluan sehari-hari kepada
masyarakat kota, disamping memberikan pengalaman-pengalaman yang
memperkaya pemakai (urban experience) dan memberikan peluang bagi tumbuh
berkembangnya budaya urban melalui lingkungan binaan yang baik dan bersifat
mendidik

Bentuk Activity Support (Pendukung Aktivitas)

Bentuk activity support yaitu : (Danisworo dalam Suntoro, 2002)

Ruang terbuka, bentuk fisiknya dapat berupa taman rekreasi, taman


kota, plaza-plaza, taman budaya, kawasan pedagang kaki lima, jalur
pedestrian, kumpulan pedagang makanan kecil, penjual barang-barang
seni / antik atau merupakan kelompok hiburan tradisional/lokal.
Bangunan diperuntukkan bagi kepentingan umum/ruang tertutup
adalah kelompok pertokoan eceran (grosir), pusat pemerintahan, pusat
jasa dan kantor, department store, perpustakaan umum, dsb.

Kriteria Perancangan Activity Support (Pendukung Aktivitas)

Menurut Brolin dalam Suntoro (2002) untuk menghadirkan ciri lingkungan


kota yang ada hendaknya kriteria desain dari bentuk dan fungsi activity support ini
juga melihat aspek kontekstual dan serasi dengan lingkungannya. Disini dibutuhkan

4
kejelian seorang perancang kota (arsitek) untuk menangkap nuansa lingkungan yang
ada dan mengekspresikannya lewat kreativitas yang hasilnya selaras dengan
lingkungannya.
Beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam perancangan activity support
antara lain : (Danisworo dalam Suntoro, 2002)
Untuk terciptanya dialog yang menerus dan memiliki karakter lokal perlu
adanya keragaman dan intensitas kegiatan yang dihadirkan dalam ruang
tersebut
Perlu adanya koordinasi antara kegiatan dengan lingkungan binaan yang
dirancang
Dengan memperhatikan kultur dan pola kehidupan sosial kota merupakan
suatu sistem dari bentuk kegiatan yang memperhatikan aspek kontekstual
Untuk dapat menampung aktivitas pada elemen activity support perlu adanya
bentuk dan lokasi yang terukur dari ruang/fasilitas yang menampung dan
bertitik tolak dari skala manusia, agar tidak terjadi konflik kepentingan antara
pengguna tanah di kota
Dalam penggunaan ruang-ruang umum kota (seperti taman kota) perlu
adanya tempat duduk yang memenuhi persyaratan desain sehingga para
pemakai dapat menikmati lingkungan sekelilingnya.

Keberadaan activity support tidak lepas dari tumbuhnya fungsi-fungsi kegiatan publik
yang mendominasi penggunaan ruang publik kota, sehingga semakin dekat dengan pusat kota
semakin tinggi intensitas dan beragam kegiatannya. Keberadaan elemen activity support
diharapkan dapat mengintegrasikan dan menjadi penghubung antar kegiatan yang terjadi.
Kenyataan yang menunjukkan ruang publik banyak dipadati dan dimanfaatkan oleh
masyarakat menunjukkan tanda sebuah kota yang sehat dan hidup.

KOMPONEN SUMBER KETERANGAN


Activity Support Hamid Activity support termasuk di
Shirvani dalamnya semua fungsi dan
kegiatan yang memperkuat
ruang-ruang publik kota,

5
antara aktivitas dan ruang
fisik selalu saling
melengkapi.
Edy Activity support tidak hanya
Darmawan menyediakan jalan pedestrian
atau plaza tetapi juga
mempertimbangkan fungsi
utama dan penggunaan
elemen-elemen kota yang
dapat menggerakkan
aktivitas
Keberadaan elemen activity
support diharapkan dapat
mengintegrasikan dan
menjadi penghubung antar
kegiatan yang terjadi.
Kenyataan yang
menunjukkan ruang publik
banyak dipadati dan
dimanfaatkan oleh
masyarakat menunjukkan
tanda sebuah kota yang sehat
dan hidup.
Kevin Lynch Karakteristik suatu ruang
publik akan terbentuk karena
adanya aktivitas-aktivitas
yang tumbuh dan
berkembang sehingga
memperkuat image ruang
publik tersebut.
Rob Krier Aktivitas pada sebuah kota
akan muncul pada area-area
publik seperti square dan

6
jalan. Aktivitas komersil
tersebut menjadi generator
yang dapat menghidupkan
ruang publik
Danisworo Utama activity support
adalah : menghubungkan dua
atau lebih pusat-pusat
kegiatan umum dan
menggerakkan fungsi
kegiatan utama kota menjadi
lebih hidup, menerus, dan
ramai.

7
BAB 3
KEADAAN UMUM LOKASI PENGAMATAN
KAWASAN KOTA TUA JAKARTA UTARA

1. SEJARAH

Tahun 1526, Fatahillah, dikirim oleh Kesultanan Demak, menyerang


pelabuhan Sunda Kelapa di kerajaan Hindu Pajajaran, kemudian dinamai Jayakarta.
Kota ini hanya seluas 15 hektar dan memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa.
Tahun 1619, VOC menghancurkan Jayakarta di bawah komando Jan Pieterszoon
Coen. Satu tahun kemudian, VOC membangun kota baru bernama Batavia untuk
menghormati Batavieren, leluhur bangsa Belanda. Kota ini terpusat di sekitar tepi
timur Sungai Ciliwung, saat ini Lapangan Fatahillah.

Penduduk Batavia disebut "Batavianen", kemudian dikenal sebagai suku


"Betawi", terdiri dari etnis kreol yang merupakan keturunan dari berbagai etnis yang
menghuni Batavia.

Tahun 1635, kota ini meluas hingga tepi barat Sungai Ciliwung, di reruntuhan
bekas Jayakarta. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa lengkap dengan
benteng (Kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini diatur dalam beberapa
blok yang dipisahkan oleh kanal [1]. Kota Batavia selesai dibangun tahun 1650.
Batavia kemudian menjadi kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kanal-kanal diisi
karena munculnya wabah tropis di dalam dinding kota karena sanitasi buruk. Kota
ini mulai meluas ke selatan setelah epidemi tahun 1835 dan 1870 mendorong banyak
orang keluar dari kota sempit itu menuju wilayah Weltevreden (sekarang daerah di
sekitar Lapangan Merdeka). Batavia kemudian menjadi pusat administratif Hindia
Timur Belanda. Tahun 1942, selama pendudukan Jepang, Batavia berganti nama
menjadi Jakarta dan masih berperan sebagai ibu kota Indonesia sampai sekarang.

8
Tahun 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit yang resmi
menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk
melindungi sejarah arsitektur kota-atau setidaknya bangunan yang masih tersisa di
sana.

Meski dekrit Gubernur dikeluarkan, Kota Tua tetap terabaikan. Banyak warga
yang menyambut hangat dekrit ini, tetapi tidak banyak yang dilakukan untuk
melindungi warisan era kolonial Belanda.

2. PETA PEMBAGIAN ZONA KAWASAN KOTA TUA JAKARTA

9
3. PETA BATAVIA TAHUN 1650

10
BAB 4
PEMBAHASAN

Fasilitas penunjang kegiatan yang ada di kota tua, Jakarta:

Jembatan kota intan. Cafe Batavia sebagai fasilitas penunjang di kota tua.

Kantor pos di kawasan kota tua. Stasiun Jakarta Kota.

11
Kopitiam Halte Busway

Penyewaan Sepeda Ontel

12
LAPORAN HASIL SURVEY KAWASAN KOTA
TUA
ACTIVITY SUPPORT
EKOLOGI PERKOTAAN

Dosen Mata Kuliah:

Nuzuliar Rachmah, Ir., MT.

Oleh:

Agung Laksono / 052-12-005

Opan Enggrayani / 052-12-085

Pramudya Yudisetyanto / 052-12-086

Reynold Suhardi / 052-11-036

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS TRISAKTI
2014

13

Anda mungkin juga menyukai