CODE RED
No. Dokumen No. Revisi Halaman
0 1/ 2
Ditetapkanoleh:
Direktur RSUD Muhammad Sani
STANDAR TanggalTerbit:
PROSEDUR
OPERASIONAL dr. H. ZULHADI,MPH
Pembina Nip. 19760101 200502 1 005
Pengertian
Sistem kode untuk mengidentifikasi bahaya kebakaran
Tujuan Agar tercapainya tujuan pencegahan bahaya kebakaran
SK Direktur RSUD Muhammad Sani tentang Pedoman
Kebijakan Kesiapsiagaan Bencana Dan Evakuasi nomor
Prosedur 1. Jika melihat percikan api, matikan saklar dan hubungi
bagian IPSRS
2. Jika melihat api, Aktifkan kode code red, dengan
menyebutkan code red dan area nya sebanyak 3x
melalui HT, misalnya code red ICU lantai 2, code red ICU
lantai 2, code red ICU lantai 2.
3. Di setiap lantai dipastikan memiliki tim code red, dan
menggunakan helm sesuai dengan tugas nya :
- Helm merah : sebagai pemadam api
- Helm putih : leader
- Helm Biru : bagian P3K
- Helm kuning : mengevakuasi
4. Maka tim pemadam ( helm merah ) di setiap lantai datang
membawa APAR dan memakai helm merah
5. Bila api membesar, maka tim pemadam security akan
teriak EVAKUASI
6. Petugas yang dekat dengan nurse station menggunakan
HT dan berteriak EVAKUASI
7. Ketika ada perintah evakuasi melalui HT, maka operator
akan menghubungi direktur sebagai komando,
menghubungi pemadam kebakaran, kepala bidang,
kepala ruangan dan pejabat lainnya
8. Bila diluar jam kerja, ketika ada perintah evakuasi maka
operator akan menghubungi duty manager sebagai
komando.
9. Untuk evakuasi, maka urutan evakuasi didahulukan di
lantai yang terjadi kebakaran, baru selanjutnya dilantai
paling atas, bawah dan dasar.
10. Jika kebakaran terjadi di lantai 2, maka evakuasi
CODE RED
No. Dokumen No. Revisi Halaman
0 2/ 2
Ditetapkanoleh:
Direktur RSUD Muhammad Sani
STANDAR TanggalTerbit:
PROSEDUR
OPERASIONAL dr. H. ZULHADI,MPH
Pembina Nip. 19760101 200502 1 005
didahulukan yang dilantai 2 terlebih dahulu, kemudian
lantai 3 dan lantai dasar.
11. Evakuasi pasien dan staff menuju titik kumpul yang
terletak di titik yang telah di tetapkan.
Unit Terkait K3RS, seluruh unit terkait