Profil PT. Growth Sumatra Industry
Profil PT. Growth Sumatra Industry
6
produksinya, sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lainnya yang sejenis
memproduksi baja. Berikut ini identitas perusahaan, yaitu:
1. Nama perusahaan : PT. Growth Sumatra Industry
2. Jenis Badan Hukum : Perseroan Terbatas
3. Alamat Perusahaan : Jl. K.L. Yos Sudarso km 10, Kel. Mabar,
Kec. Medan Deli, Medan-Sumatera Utara
4. Pimpinan Perusahaan : Ir. Samsudin
5. Nomor Telepon : 061-6851989
6. Nomor Fax : 061-6855779, 061-6851474
7. Bidang Usaha/Kegiatan : Industri Baja Kasar (billet)
8. Perizinan
Izin bangunan : No. 2/BG tanggal 22 Januari 1971.
Izin lingkungan : No. 660.2 / 786 K.
Izin Usaha Industri : No. 028/M/SK/IMLD/II/88
9. Status Penanaman Modal : Dalam Negeri (PMDN)
10. Penanggung Jawab : Drs. Afrin Zufri Ritonga
11. Daerah Pemasaran : Dalam negeri dan luar negeri.
12. Izin Terkait Dengan Amdal :
Surat Perjanjian Kerja Sama Tentang Penyimpanan dan Pengumpulan
Minyak Pelumas Bekas antara PT. Growth Sumatra Industry dengan
Yudhi Raja Mandiri
Surat perjanjian kerja sama tentang pengangkutan limbah Slag Baja,
mill Scale dan debu EAF dari pabrik ke TPS limbah B3 di KIM 3
antara PT. GSI dan PT. Yudhi Raja Mandiri.
7
Gambar 2.1 Logo Perusahaan
2.3 Ruang Lingkup Bidang Usaha
[Link] Sumatra Industry merupakan salah satu perusahaan yang
memproduksi bahan logam seperti baja billet, baja tulangan polos, baja tulangan
sirip, baja as, baja profil dan baja siku. Sampai saat ini PT Growth Sumatra
Industry dapat memproduksi baja tulangan polos, sirip, profil siku dan baja as
dalam berbagai ukuran. Ukuran disesuaikan dengan permintaan pesanan.
Kualitas dari baja tulangan polos, baja tulangan sirip dan baja profil siku
serta baja as PT Growth Sumatra Industry, mengacu pada standar kualitas mutu
SNI dengan No. SNI 07-2052-2002 untuk baja tulangan polos dan juga baja
tulangan sirip dan No. SNI 07-2054-2006 untuk baja cor profil siku (baja profil
siku sama kaki bertepi bulat canal panas), serta JIS (Japan International
Standard) untuk baja as.
2.4 Lokasi Perusahaan
Lokasi kegiatan pabrik PT. Growth Sumatra Industry secara Administratif
termasuk wilayah Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Lokasi
kegiatan pabrik PT. Growth Sumatra Industry secara geografis terletak pada
koordinat 30402.61LU dan 9803958.06BT.
Adapun lokasi perusahan PT. Growth Sumatra Indusrty dapat kita lihat pada
gambar 2.2 berikut :
8
Gambar 2.2 Lokasi [Link] Sumatra Industry
[PT. Growth Sumatra Industry, 2017]
9
Gambar 2.3 Lokasi PT. Growth Sumatra Industry
[Google Map]
10
produk luar negeri lainnya. Selain itu terjadi peningkatan permintaan dari dalam
negeri, sehingga prioritas utama PT. Growth Sumatra Industry adalah memenuhi
permintaan kebutuhan dalam negeri (permintaan domestic).
2.5 Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Lingkungan
Pada umumnya pendirian sebuah usaha dalam sebuah lingkungan akan
memberikan dampak terhadap lingkungan tersebut, PT. Growth Sumatra Industry
memberikan pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya baik secara langsung
maupun tidak langsung. PT. Growth Sumatra Industry berusaha memberikan
dampak yang positif terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari
aspek-aspek berikut ini:
- Mensejahterakan karyawan.
- Memanfaatkan dan menungkatkan sumber daya alam untuk kebutuhan
dalam dan luar negeri.
- Memenuhi permintaan pasar akan produk baja.
- Tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
- Pembangunan fasilitas umum seperti pembangunan jalan, sanitasi air,
jembatan, PLTU, dan lain sebagainya.
2.6 Lay Out Pabrik
Yang dimaksud dengan lay out pabrik adalah cara penyusunan mesin-mesin
beserta alat-alat dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu
produk. Persoalan ini akan timbul pada saat akan mendirikan pabrik baru maupun
bila ingin mengubah letaknya dengan susunan yang baru (renovasi).
Bentuk lay out ini dipengaruhi oleh sifat, urutan proses produksi serta
perubahan peralatan-peralatan menjadi lebih modern. Secara umum ada 3 macam
lay out produksi, yaitu:
Lay out by product
Lay out by product adalah tata letak peralatan produksi berdasarkan
produk yang dihasilkan. Di mana pada lay out ini, aliran materialnya
berjalan secara terus menerus. Lay out ini sangat baik digunakan pada
proses produksi yang terus menerus (continuous process).
Lay out by process
Lay out by process adalah tata letak peralatan produksi berdasarkan
proses produksinya. Pada lay out ini, peralatan produksi dikelompokkan
dalam tiap tiap departemen, di mana setiap departemen tersebut
mengerjakan proses yang berbeda-beda sehingga aliran hasil produksi
tersebut berjalan ke tiap departemen untuk diproses.
Lay out by stationary
11
Lay out ini dipergunakan untuk produksi assembling yang besar, di mana
peralatan kerjanya didekatkan pada material, jadi pada lay out ini
peralatannya yang bergerak sementara materialnya tetap diam ( tidak
bergerak).
Dalam lay out ini, PT. Growth Sumatra Industry menggunakan jenis lay out
by process, hal ini terlihat dari penempatan mesin-mesin dan peralatan dan
peralatan produksi yang sejenis berada pada satu tempat (departemen). Adapun
keuntungan dari lay out by process ini adalah:
Cukup fleksibel, karena dapat menampung berbagai macam produk
berdasarkan fluktuasi permintaan yang beragam.
Memungkinkan untuk menggunakan seluruh mesin produksi secara
maksimal.
Adapun keburukan dari lay out by process ini adalah:
Memerlukan lokasi yang luas.
Sering terjadinya penumpukan produk sehingga terjadi keterlambatan
(delay) dalam proses produksi.
2.7 Struktur Organisasi
Organisasi adalah suatu kesatuan sosial yang dikoordinasi secara sadar,
dengan sebuah batasan yang relatif diidentifikasi yang bekerja terus menerus
untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan bersama. Struktur organisasi
PT. Growth Sumatra Industry dapat dilihat pada Gambar 2.4 di bawah ini:
12
Struktur organisasi adalah organisasi individu atau pekerja dilihat dari sudut
pimpinan.
Orang membentuk suatu organisasi dengan maksud untuk membuat
hubungan demikian rupa sehingga dapat mengurangi perpecahan dan diarahkan
kepada tujuan yang ingin dicapai serta dengan jalan menentukan tanggung jawab
dari semua pihak dengan maksud untuk mempermudah tercapainya tujuan.
Struktur organisasi dan manajemen perusahaan merupakan landasan
beroperasinya perusahaan untuk tujuan-tujuan yang diinginkan.
Tanpa adanya struktur organisasi dan manajemen perusahaan, maka semua
proses, baik proses produksi maupun proses dalam administrasi tidak akan
berjalan dengan lancar.
2.8 Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan di PT.
Growth Sumatra Industry secara umum adalah sebagai berikut:
1. Direktur Utama
Direktur merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang diangkat
oleh dewan komisaris untuk menjalankan perusahaan. Tugas dan tanggung
jawab dari Direktur antara lain:
a. Merencanakan dan merumuskan kebijaksanaan mengenai perbaikan
dan perkembangan perusahaan serta memberikan bimbingan dan
petunjuk pelaksanaannya.
b. Mengadakan hubungan kerja dengan pihak luar, baik hubungan
dengan perusahaan lain maupun kegiatan-kegiatan perusahaan.
13
c. Mengkoordinasikan tugas-tugas yang didelegasikan kepada tiap-tiap
direktur dan menjalin hubungan kerja yang baik dengan para direktur
agar terbentuk suatu grup kerja yang harmonis.
d. Mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang tepat
demi kepentingan, kelangsungan dan kelancaran jalannya perusahaan
sehingga segala kegiatan organisasi menuju ke tujuan perusahaan.
2. Divisi Gilingan
Divisi gilingan terdiri dari 3 bagian yaitu sebagai berikut:
a. Gilingan (Milling)
Tugas dan wewenangnya adalah memproses billet menjadi baja as,
baja beton polos/ ulir, baja siku, dan bajaWF.
b. Pembersihan
Tugas dan wewenangnya adalah melakukan pembersihan di daerah
sekitar gilingan.
c. Perawatan
Tugas dan wewenangnya adalah perawatan mesin-mesin gilingan
agar produksi tetap berjalan lancar.
3. Divisi Peleburan
Divisi peleburan dibagi atas 9 bagian, yaitu sebagai berikut :
a. CCM (Continuous Casting Machine)
Tugas dan wewenangnya adalah menjadikan cairan baja diproses
menjadi billet.
b. EAF (Electric Arc Furnace)
Tugas dan wewenangnya adalah mengolah scrap dalam tanur
menjadi cairan baja cor.
c. Ladle
Tugas dan wewenangnya adalah menentukan scrap dapat
dileburkan sampai menjadi cairan baja.
d. Perawatan
Tugas dan wewenangnya adalah merawat mesin-mesin peleburan
agar tetap lancar dalam produksi.
e. Gudang
Tugas dan tanggungjawab adalah memeriksa hasil produksi dari
gilingan, mencatat, menyimpan, mengeluarkan barang jadi dari
lapangan yang telah disetujui oleh divisi pemasaran.
4. Keuangan
14
Tugas dan tanggungjawabnya adalah mengatur pendapatan dan
pengeluaran keuangan perusahaan.
5. Pembelian
Divisi Pembelian terbagi atas 2 bagian, yaitu :
a. Pembelian Lokal
Tugas dan tanggungjawabnya adalah membeli sparepart dan bahan
penolong yang terdapat di dalam negeri.
b. Pembelian Impor
Tugas dan tanggungjawabnya adalah mengimpor sparepart dan
bahan penolong dari luar negeri.
6. Penjualan
Tugas dan tanggung jawabnya adalah memasarkan dan menjual produk
yang dihasilkan oleh perusahaan baik dalam maupun luar negeri.
7. Personalia
Tugas dan wewenang adalah merencanakan, mengadakan, melatih dan
mengembangkan sumber daya manusia.
8. QC (Quality Control)
Tugas dan tanggung jawab bagian Quality Control adalah mengawasi
kualitas produk agar sesuai dengan Standar Nasional Industri (SNI) dan
Japanese Industrial Standard (JIS).
2.9 Tenaga Kerja, Jam Kerja dan Fasilitas
2.9.1 Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang diperlukan untuk
menjalankan dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat diperoleh melalui
proses rekrutmen (fungsi penarikan tenaga kerja). Kegiatan utama dari fungsi
tenaga kerja adalah menyusun program penerimaan tenaga kerja, seleksi, dan
penempatan. Dengan adanya program rekrutmen ini, diharapkan dapat
memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan, baik dari segi kuantitas maupun
kualitatif.
Kegiatan penerimaan dan penempatan tenaga kerja pada PT. Growth
Sumatra Industry diatur sendiri oleh pihak perusahaan dengan terlebih dahulu
melihat situasi dan kondisi yang ada di perusahaan. Hal ini perlu diperhitungkan
mengingat adanya prinsip efektif dan efisiensi yang diterapkan oleh perusahaan,
sehingga penerimaan karyawan hanya dilakukan bila perusahaan memang benar-
benar membutuhkan tenaga kerja baru untuk ditempatkan pada bagian tersebut.
Dalam proses penerimaan tenaga kerja baru, setiap bagian melaporkan ke
bagian personalia bahwa pada bagiannya kekurangan tenaga kerja. Kemudian
15
bagian personalia akan menyampaikan kepada direktur yang memberikan
wewenang kepada bagian personalia untuk mencari tenaga kerja yang
dibutuhkan.
Sebelum calon tenaga kerja diterima, terlebih dahulu dilakukan seleksi
melalui suatu proses seleksi yang telah diatur dengan jelas. Prosedur seleksi
calon tenaga kerja terdiri atas beberapa tahap, yaitu:
1. Pelamaran.
2. Wawancara pendahuluan.
3. Pengujian akademik.
4. Wawancara lanjutan.
5. Test psikologi.
6. Pengujian lanjutan.
7. Tes kesehatan.
Setelah seluruh proses seleksi tersebut selesai, maka calon tenaga kerja
yang berhasil melalui proses seleksi tersebut dengan baik akan diterima dan
secara resmi menjadi karyawan PT. Growth Sumatra Industry. Setelah itu baru
ditempatkan pada bagian yang membutuhkan tenaga kerja yang bersangkutan.
Setelah tenaga kerja tersebut ditempatkan, maka selama 3 bulan sejak
tenaga kerja tersebut diterima dilakukan masa percobaan. Selama masa
percobaan tersebut, tenaga kerja wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku
dalam perusahaan dan apabila selama masa percobaan ini tenaga kerja tersebut
melakukan perlanggaran terhadap peraturan perusahaan maka perusahaan berhak
memberhentikan atau mempertimbangkan kelanjutan ikatan kerja dari tenaga
kerja tersebut. Jumlah tenaga kerja pada PT. Growth Sumatra Industry sampai
saat ini berjumlah 1042 orang. Adapun 1042 orang karyawan adalah sebagai
berikut:
Yang bekerja di lapangan (di Pabrik dalam proses produksi) = 800 orang
dengan jenjang pendidikan S1 sebanyak 150 orang dan dengan jenjang
pendidikan paling banyak dari D3 sebanyak 400 orang dan 250 orang tamatan
SMA/SMK
Yang bekerja di bidang administrasi dan penjualan = 200 orang dengan
jenjang pendidikan minimal S1
Yang bekerja di bidang kebersihan = 42 orang karyawan dengan jenjang
pendidikan SMA.
2.9.2 Jam Kerja
Salah satu peraturan yang ditetapkan oleh PT. Growth Sumatra Industry
adalah setiap tenaga kerja harus menjaga ketertiban dan disiplin dalam bekerja.
16
Salah satu usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan disiplin
adalah pemberlakuan jam kerja.
Ketentuan jam kerja di PT. Growth Sumatra Industry diatur menurut
aturan studi, dimana setiap shift memiliki jam kerja yang berbeda. Adapun
pembagian shift yang ada di PT. Growth Sumatra Industry adalah sebagai
berikut:
1. Satu shift kerja (non-shift)
Sistem waktu kerja ini hanya berlaku di bagian:
a. Administrasi.
b. Personalia.
c. Persediaan.
d. Penunjang.
e. Perawatan.
Waktu kerja untuk satu shift kerja adalah sebagai berikut:
- Untuk hari Senin-Kamis:
Pukul 08.00-12.00 Wib : Kerja Aktif.
Pukul 12.00-13.00 Wib : Istirahat.
Pukul 13.00-16.00 Wib : Kerja Aktif.
- Untuk hari Jumat:
Pukul 08.00-12.00 Wib : Kerja Aktif.
Pukul 12.00-14.00 Wib : Istirahat.
Pukul 14.00-16.00 Wib : Kerja Aktif.
Pada bagian peleburan (tanur) antara jam 18.00 s/d 22.00 terdapat
kekosongan waktu, hal ini dikarenakan adanya pembatasan pasokan listrik dari
17
PLN, karena pada jam tersebut terjadi beban puncak di mana terjadi pemakaian
daya listrik secara bersamaan oleh masyarakat dan untuk mengisi kekosongan
waktu tersebut maka dilakukan perbaikan kerusakan dari tanur yang dikerjakan
oleh bagian perawatan tanur yang ada pada divisi tersebut. Pengaturan kelompok
dan giliran shift ditetapkan oleh kepala bagian masing-masing.
Pertukaran shift ditentukan oleh kepala divisi peleburan, sedangkan waktu
istirahat karyawan diatur secara bergantian oleh kepala produksi atau mandor
masing-masing shift. Lamanya waktu istirahat yang diberikan kepada karyawan
tergantung dari kondisi dan situasi di lapangan. Hal ini dilakukan karena proses
produksi berjalan terus menerus.
2.9.3 Fasilitas
Dalam menjalankan usahanya, PT. Growth Sumatra Industry memberikan
fasilitas-fasilitas terhadap seluruh karyawannya. Adapun fasilitas-fasilitas
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Memberikan upah pokok
Upah pokok diberikan kepada seluruh karyawan setiap akhir bulan (upah
bulanan). Besarnya upah yang diberikan disesuaikan dengan tugas dan besarnya
tanggungjawab dari masing-masing karyawan. Besarnya upah minimum per
bulan bagi karyawan disesuaikan dengan undang-undang ketenagakerjaan yang
berlaku upah minimum kota medan (UMK).
2. Memberikan upah lembur
Upah lembur diberikan kepada karyawan yang bekerja di atas waktu kerja
normal, dimana pada Hari Senin sampai denggan Hari Jumat, jam kerja
normalnya adalah tujuh jam per hari. Sedangkan pada Hari Sabtu jam kerja
normalnya adalah lima jam per hari. Jika karyawan bekerja pada Hari Minggu
atau hari libur atas permintaan perusahaan, maka karyawan menerima upah yang
berupa upah lembur hari minggi dan hari besar yang nilainya disesuaikan dengan
jumlah jam kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan.
3. Tunjangan jabatan
Perusahaan juga memberikan tunjangan-tunjangan jabatan sebagai
pelengkap gaji pokok, mengingat adanya pekerjaan-pekerjaan yang memegang
peranan tanggungjawab dan peranan khusus. Tunjangan jabatan ini diberikan
untuk tingkat kepala bagian hingga tingkat manager.
4. Memberikan perlengkapan keselamatan kerja
Perusahaan juga memberikan perlengkapan keselamatan kerja yang meliputi:
a. Pakaian seragam kerja.
18
b. Sepatu kerja yang sesuai dengan standar keselamatan kerja.
c. Helm pengaman.
d. Sarung tangan.
e. Kacamata khusus untuk keperluan pengelasan.
f. Pakaian tahan api yang digunakan pada bagian peleburan.
g. Masker.
h. Dan lain-lain.
5. Memberikan THR (Tunjangan Hari Raya)
Tunjangan Hari Raya (THR) yaitu tambahan dari gaji bulanan bagi karyawan
yang mempunyai kebutuhan saham karyawan
6. Memperhatikan kebutuhan rohani karyawan
Dalam hal ini perusahaan menyediakan tempat ibadah dan kesempatan
kepada karyawan untuk menjalankan sesuai dengan agamanya masing-masing.
19
9. Koperasi
Koperasi yang terdapat di PT. Growth Sumatra Industry adalah koperasi
simpan pinjam. Pada koperasi ini setiap tenaga kerja boleh meminjam uang
dengan syarat telah bekerja pada perusahaan minimal satu tahun. Besarnya
pinjaman yang diberikan tergantung kepada lamanya masa kerja dan besarnya
gaji pokok tenaga kerja tersebut. Pembayaran pinjaman dilakukan dengan sistem
bunga tahunan.
2.10 Safety and Fire Protection
PT. Growth Sumatra Industry mempunyai Standard Operating Procedure
(SOP) yang dikeluarkan oleh Loss Prevention and Control Departement.
Standard operasi ini sebagai prosedur kerja yang harus diperhatikan dan
dilakukan oleh semua karyawan yang bekerja di perusahaan. Standard Operating
Procedure ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
1. Izin pelaksanaan kerja (Work Permite)
Merancang sistem tata kerja yang benar dan aman dalam mengerjakan
pekerjaan, perbaikan, serta pelaksanaanya.
2. Membuat laporan penyelidikan insiden (Incident Investigation Report)
Tahap ini bertujuan untuk memastikan semua jenis pekerjaan yang
berhubungan dengan insiden harus dilaporkan dan diteliti berdasarkan syarat-
syarat legislatif. Penyelidikan dan laporan insiden harus dilengkapi ketika
insiden terjadi yang menyebabkan luka-luka, property yang rusak atau situasi
yang kurang kondusif dalam melakukan pekerjaan dan dianggap berbahaya
bagi operator.
3. Penggunaan alat Safety Protector
Peralatan pelindung dan keselamatan kerja (Safety Protector) adalah
peralatan yang digunakan sebagai pelindung diri pada saat bekerja, terutama
di lapangan (pabrik) dengan tujuan mengurangi terjadi kecelakaan kerja.
Prosedur kerja harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh semua karyawan.
Beberapa jenis safety protector atau alat pelindung keselamatan kerja yang
digunakan oleh PT. Growth Sumatra Industry adalah:
a. Helmet Pengaman
Helmet digunakan sebagai pengalaman kepala dari benda-benda yang
jatuh dari ketinggian, di PT. Growth Sumatra Industry penggunaan
helmet merupakan peraturan yang wajib dijalankan terutama bagi
karyawan yang bekerja lansung di lantai produksinya misalnya bagian
20
penimbangan scrap, peleburan, bagian gilingan dan bagian pemotongan
produk jadi.
b. Pelindung Telinga (Ear Protection)
Pelindung telinga digunakan sebagai pelindung dari suara kebisingan
(noise), di PT. Growth Sumatra Industry kebisingan sulit dihindarkan
terutama bagi karyawan yang bekerja di bagian penggilingan, peleburan
dan di bagian pemotongan produk jadi.
c. Pakaian Seragam
Sebagai baju kerja yang digunakan untuk melindungi diri dari panas
dan debu di lapangan. PT. Growth Sumatra Industry menggunakan
seragam kerja standar berwarna abu rokok dan sama pada semua
karyawan kecuali satpam dan bagian administrasi.
d. Sepatu Safety (Safety Shoes)
Sebagai pelindung kaki dari cairan kotor dan benda-benda berat yang
terjatuh di saat bekerja. Di PT. Growth Sumatra Industry setiap
karyawan yang bekerja langsung di lantai produksinya wajib
menggunakan sepatu safety misalnya di bagian peleburan dan
penggilingan.
e. Kacamata Safety (Safety Google)
Digunakan sebagi pelindung mata dari partikel-partikel kecil, sinar, dan
radiasi khususnya dibagian pengelasan di PT. Growth Sumatra Industry
penggunaan kacamata umunya dipakai oleh karyawan yang berhadapan
langsung dengan electric arc furnace baik yang sedang bekerja ataupun
bagi karyawan yang sedang melakukan perawatan misalnya pengelasan
dan penggantian elektroda.
f. Jaket Las (Welding Jacket)
Jaket las digunakan sebagain pakaian pelindung terhadap bahan-bahan
kimia dan panas berlebih, Di PT. Growth Sumatra Industry selain
dipakai oleh karyawan yang bekerja sebagai tukang las, jaket las juga
dipakai oleh karyawan yang bekerja di bagian pemasukan bahan
tambahan ke tanur untuk menghindari panas yang berlebih.
21
scrap sampai dengan bagian rolling mill dan hingga menjadi produk
diwajibkan menggunakan masker.
h. Sarung Tangan
Sarung tangan digunakan sebagai pelindung jari tangan atau tangan dari
bahan-bahan panas, bahan kimia dan berbahaya seperti pekerjaan
memotong di PT. Growth Sumatra Industry penggunaan sarung tangan
umumnya digunakan oleh semua karyawan produksi.
2.11 Utilitas
Selain mesin dan peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan
proses produksi sehari-hari, pada casting shop terdapat utilitas sebagai sarana
pendukung untuk menyediakan kebutuhan energi pada proses produksi dan
kegiatan-kegiatan yang berhubugan dengan proses produksi.
Adapun peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Fasilitas penyedia sumber tenaga listrik
Penyedia sumber tenaga listrik pada [Link] Sumatra Industry
bersumber dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan generator set. Sumber
listrik dari PLN digunakan dalam kegiatan proses produksi dalam
perusahaan seperti menyediakan kebutuhan arus listrik pada tanur, CCM
dan berbagai fasilitas produksi lainnya. Selain itu digunakan juga sumber
penerangan pada area kerja dan kantor. Kebutuhan arus listrik yang
disediakan PLN ke PT. Growth Sumatra Industry adalah 30 MW, 20 KV.
Sedangkan arus listrik yang dibangkitkan dari generator hanya berfungsi
sebagai supply cadangan bila ada gangguan dan terjadi pemadaman oleh
PLN.
2. Fasilitas Penyediaan Air (Water Supply Facilities)
Air merupakan unit pendukung yang sangat penting pada proses
produksi yaitu sebagai media pendingin tanur maupun untuk pendinginan
pada mesin rolling mill. Sumber air yang diolah pada Water Treatment
Process adalah air Sungai Deli yang dialirkan melalui pipa ke PT. Growth
Sumatra Industry. Air itu kemudian diolah dengan proses water treatment.
Air dialirkan ke bagian produksi dengan menggunakan pipa.
3. Dust Collector
Dust Collector merupakan tempat penyaringan partikel-partikel debu
yang berasal dari asap dan debu pabrik peleburan. Asap dan debu ini tidak
langsung dibuang begitu saja ke udara, tetapi dialirkan terlebih dahulu ke
22
dust collector melalui pipa asap. Selanjutnya asap dan debu diproses atau
disaring di dalam dust collector sehingga kadar debunya memenuhi Nilai
Ambang Batas (NAB) (Industrial Hygiene) yang ditetapkan oleh
departemen perindustrian dan kesehatan.
4. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IMPAL)
Intalasi pengolahan air limbah merupakan tempat penampungan dan
pengolahan air limbah yang telah digunakan oleh pabrik dalam proses
produksinya sebelum dialirkan kembali ke sungai. Pada instalasi pengolahan
air limbah, air yang tercemar unsur-unsur logam dan zat-zat kimia diolah
dengan dinetralisir kembali sehingga air yang dialirkan ke sungai dapat
memenuhi nilai ambang batas yang ditetapkan oleh departemen
perindustrian dan kesehatan.
2.12 Waste Treatment
PT. Growth Sumatra Industry melakukan monitoring secara regular dengan
pengambilan sampel dari bahan yang berdekatan dengan pabrik untuk melihat
pengaruh limbah dan gas dari proses produksi baja. Limbah merupakan sisa
proses produksi yang dapat berbentuk padat, cair ataupun gas. Dalam pengolahan
limbah yang dihasilkan pada proses produksi baja telah disesuaikan dengan
standar lingkungan dan telah menggunakan teknologi ramah lingkungan.
Pengolahan limbah terdiri dari tiga bagian yaitu:
1. Proses pengolahan limbah padat
Limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan operasi pabrik dikumpulkan
pada tempat penyimpanan sementara, dan tempat penyimpanan ini ditutup
dengan baik. Limbah padat ini umumnya akan ditanam di tempat yang telah
ditentukan.
2. Proses pengolahan limbah cair
Limbah cair diolah dengan cara pengolahan atau pemurnian air industry
pada water purifier setelah dimurnikan, maka air ini kemudian digunakan
kembali baik untuk keperluan industri pada area pabrik.
3. Proses pengolahan limbah gas
Proses pengolahan limbah gas adalah proses dry scrubbing system
(sistem pembersih gas ringan), dimana bahan gas hasil reaksi dibuang ke
dalam sebuah reactor. Gas yang dilepas dari tungku reduksi termasuk
karbon dan debu dihisap ke dalam sistem pembersih gas kering dengan
ventilator penghisap melalui pipa gas.
23
Gas floride bersenyawa secara kimia dengan karbon dan dibuang ke silo
pembuangan gas. Senyawa berukuran debu ditangkap dengan kantong
saring untuk dipergunakan kembali ditungku reduksi sedangkan gas yang
bersih dilepas ke udara bebas melalui cerobong asap yang tinggi.
Proses dry scrubbing ini efektif menyerap CO2 sampai 85% dan
mendaur ulang menjadi O2.
24