3.
3 Menurut Teknologi
Menurut teknologi, rem dibagi menjadi :
a. ABS (Anti-lock Brake System)
b. ABS Kombinasi
c. CBS (combi Brake System)
2.3.1 ABS (Anti-lock Brake System)
ABS adalah pengoperasian rem dilakukan dengan mengocoknya. namun
pengocokkan dilakukan secara otomatis oleh komputer. terutama ketika motor
melaju kencang dan rem ditekan mendadak (panic stop).
Pemakaian ABS pada sepeda motor sebenarnya juga bukan baru. sebelum
aba ke-21(sekitar awal 1990-an) Honda sudah merintisnya. terutama untuk
sepeda motor [Link] BMW sudah menggunakan pada 1988 dan Honda
pada 1992.
Gambar 2.6 rangkaian ABS
a. Kelebihannya
Pemasangan rangkaian komponen ECC-ABS dinilai Honda juga lebih
praktis dibandingkan sistem konvesional. Pasalnya, jumlah komponen lebih
sedikit. Komponen rem yang dipasang pada suspensi atau garpu depan hanya
sensor. Sisa dari sistem dipasang di bagian tengah bodi sepeda motor dengan
rapi.
ECC-ABS memungkinkan pengendara melakukan pengereman presisi di
roda belakang melalui pedal. Saat rem belakang dioperasikandengan tenaga
penuh, hanya ABS roda belakang yang bekerja. Sedangkan depan tidak.
Seakan-akan terpisah. Kendati demikian, pada kondisi tertentu, tenaga
pengereman distribusi sesuai laju sepeda motoruntukrem depan dan
[Link],sepeda motor dan pengendara lebih aman.
b. Kekurangannya
Sistem rem ini dinilai lebih rumit. Pasalnya untuk sepeda motor mayoritas
roda depan dan belakang, dioperasikan secara terpisah. Untuk depan,
umumnya menggunakan tuas yang berada di setang. Sedangkan di belakang,
dioperasikan melalui pedal oleh kaki pengendara(kecuali skutik). Akibatnya,
saat mengerem tenaga yang sampai ke rem depan dan belakang tidak
[Link] lain hal, rem depan membutuhkan tenaga lebih kuat karena
harus menaggung beban besar. Kenyamanan bagi pengendara juga perlu
dipertimbangkan. Bahkan, problem yang cukup memusingkan para insinyur
adalah memasang ABS pada sepeda motor super sport.
2.3.2 ABS Kombinasi
Dasarnya sama dengan ABS konvensional, tetap menggunakan sirkuit rem
yang diatur oleh komputer. Namun pengoperasian rem, selain digabungkan
antara depan belakang, juga seakan-akan sirkuitnya juga bisa bekerja secara
terpisah. Semua berkat sistem ABS kombinasi yang makin canggih.
Honda menyebutnya Electronically Controlled Combined-ABS (ECC-
ABS). Sistemnya sama dengan Brake by Wire. Jadi saat pengendara
mengoperasikan pedal atau tuas rem, bukan hidrolik rem yang langsung
bekerja, tetapi perintah dalam bentuk sinyal listrik. Lalu, sinyal tersebut
diteruskan ke unit tenaga (power unit) yang mendistribusikan tenaga
pengereman ke roda depan dan belakang. Pada mobil sama dengan
Electronically Distribution (EBD).
Komputer menghitungkan distribusi tenaga untuk rem depan dan belakang
berdasarkan gerakan yang diberikan pengendara. Dengan cara ini,
pengontrolan terhadap ABS jadi lebih mantap, nyaman bagi pengendara dan
tidak menimbulkan getaran dariroda maupun dari tuas dan pedal rem.
2.3.3 CBS (Combi Brake System)
Combi Brake adalah suatu teknologi mekanis untuk mendistribusikan
kekuatan penereman antara roda depan dan roda belakang dengan hanya
menekan satu rem sebelah kiri saja.
Dengan teknologi Combi Brake ini, sepeda motor akan berhenti dengan
jarak pengereman yang lebih pendek secara lebih maksimal dengan
pengereman yang merata pada kedua roda depan dan belakang secara
bersama-sama. Intinya Bobot kekuatan pengereman akan terbagi secara
otomatis antara roda depan dan belakang sesuai kebutuhan pengereman pada
motor.
Bagaimana cara Combi Brake bekerja ?. Ketika tuas rem kiri (1) ditekan,
maka equalizer gaya akan bekerja untuk mendistribusikan tenaga tekanan tadi
menjadi dua; yang satu menuju rem pada roda belakang (2) yang satunya lagi
menuju ke tuas ungkit (3) untuk menekan knocker yang akan menekan piston
hidrolik (4) yang tentu saja akan bereaksi untuk mengaktifkan rem cakram
depan. Pada proses ini power pengereman akan terbagi secara otomatis pada
kedua roda depan dan belakang.
Intinya justru ada di mekanisme Equalizer yang akan mendistribusikan
gaya berdasarkan momen gaya akibat adanya perbedaan panjang lengan tuas
kabel di equlizer.
Gambar 2.7 CBS
a. Keunggulannya
Combined Brake System artinya dengan menggunakan sistem pengereman
ini maka dengan satu tuas sudah dapat mengaplikasikan front dan rera brake
secara bersamaan dibandingkan sistem pengereman konvensional.
Jarak pengereman yang dihasilkan lebih maksimal
Teknologi CBS yang telah diterapkan akan memberikan feeling
pengereman yang nyaman bagi pengendara..engan adanya CBS
pengendar secara tiak diajarkan cara pengereman yang benar.
CBS merupakan valuable feature forbrake technology.
b. Kekurangannya
Jika CBS yang digunakan adalah CBS hidrolik, maka CBS butuh
perawatan dan pengaturan pada sistem hdroliknya.