BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pengabut bahan bakar adalah salah satu bagian yang terpenting dari
motor induk, yang merupakan suatu alat untuk mengabutkan bahan
bakar dengan sempurna ke dalam silinder motor induk, agar bahan
bakar tersebut mudah terbakar sehingga dapat menghasilkan tenaga
yang dibutuhkan oleh motor untuk menggerakkan kapal.
Akan tetapi apabila alat pengabut tersebut tidak bekerja dengan baik
(bocor/menetes) maka bahan bakar yang disemprotkan ke dalam
silinder aliran berupa cairan. Hal ini akan menyebabkan perlambatan
penyalaan dari bahan bakar tersebut dan dapat berakibat kurang baik
terhadap motor, dan juga tenaga yang dihasilkan oleh motor tersebut
akan berkurang/menurun.
Pada dasarnya setiap perusahaan pelayaran tidak menghendaki
kapal-kapalnya yang tergabung dalam armadanya tidak beroperasi
dengan baik, karena tidak berfungsinya salah satu dari bagian mesin
dan komponen yang lainnya, yang mana dapat menghambat dalam
2
pengoperasian kapal. Salah satu usaha untuk menghindari terjadinya
hal tersebut maka pengabut bahan bakar tersebut perlu dirawat
sebaik-baiknya pada setiap waktu tertentu.
Pengoperasian kapal tentunya juga perlu adanya perawatan yang
teratur dari motor induk sebagai penggerak utama. Lancarnya
pengoperasian kapal tentu tidak lepas dari pesawat penggerak kapal
yaitu mesin induk maupun pesawat bantu lainnya yang merupakan
suatu sistem yang berfungsi sebagai penunjang kelancaran operasi
kapal, mesin yang merupakan mesin penggerak utama.
Kapal harus mendapat perhatian atau perawatan secara rutin agar
mesin dapat berjalan dan tahan dalam jangka waktu yang lama.
Di dalam melaksanakan perawatan alat pengabut, ini para masinis
harus tanggap dan memahami tentang cara merawat pengabut bahan
bakar yang baik dan terencana untuk menghindari terjadinya masalah
dan untuk pencegahan dan penanggulangan pembakaran yang tidak
sempurna dari mesin induk, baik dari segi perawatan maupun akibat
tidak normalnya alat pengabut tersebut pada mesin induk diatas
kapal. Bertitik tolak dari uraian diatas dengan ini penulis mencoba
menyusun makalah dengan judul :
3
MENGOPTIMALKAN PERAWATAN PENGABUT BAHAN BAKAR
GUNA KELANCARAN OPERASI MESIN INDUK
DIATAS KAPAL ..
Tujuan dari pembahasan masalah dalam makalah ini agar dapat
menjadi bahan pemikiran dan masukan bagi pembaca agar dapat
lebih mengerti dan disadari yang berada dalam lingkungan perkapalan
atau pelayaran pada khususnya, juga bagi para pembaca dalam
lingkungan kerja agar berhati-hati dalam melaksanakan perbaikan
atau perawatan dari alat pengabut motor induk.
Dan dimaksudkan juga sebagai penuangan ke dalam bentuk tulisan
tentang pengalaman penulis selama bekerja di kapal dalam merawat
alat pengabut dengan tujuan dijadikan sebagai bahan pemikiran bagi
pembaca jika mengalami masalah yang sama diatas kapal.
B. RUANG LINGKUP
Mengingat luasnya pembahasan permasalahan penulis membatasi
pembahasan pada alat pengabut mesin induk diatas kapal
..
4
Dari sistem bahan bakar mesin induk serta perawatannya pada mesin
induk jenis HANSIN 6UEC 4H11 [Link]. vertical engine 6
silinder 4 tak menggunakan injector dan pompa tekanan tinggi tipe
bosch
C. METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam menyusun kertas kerja ini metode yang digunakan penulis
adalah metode pendekatan dimana semua data yang penulis coba
uraian dalam kertas kerja ini berasal dari :
1. Studi Lapangan yaitu :
Pengamatan langsung atau pengalaman penulis selama bekerja di
kapal yang disesuaikan dengan disiplin ilmu yang pernah didapat
sewaktu di bangku pendidikan.
2. Studi Kepustakaan yaitu :
Dengan mengambil data-data dari buku-buku yang berhubungan
dengan makalah ini dan sebagai dasar untuk memecahkan
masalah yang diangkat dan dibahas. .
5
D. SISTEMATIKA PENULISAN
makalah ini terdiri dari empat bab, yang mana keempat bab tersebut
merupakan rangkaian yang tidak bisa dipisahkan dari satu sama lain.
Sistematika dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
Bab I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di bab ini penulis menerangkan tentang latar
belakang pemilihan judul dan menerangkan
tentang pentingnya meningkatkan perawatan alat
pengabut bahan bakar guna kelancaran operasi
mesin induk diatas kapal.
B. Ruang Lingkup
Pembahasan pada alat pengabut atau injector dan
sistem bahan bakar serta perawatannya.
C. Metode Pengumpulan Data
Penelitian lapangan pengalaman selama bekerja
di kapal, penelitian kepustakaan, bimbingan dan
petunjuk dosen pembimbing.
D. Sistematika Penulisan
6
Bab II : FAKTA-FAKTA DAN PERMASALAHAN
A. Fakta-fakta
Merupakan uraian tentang fakta-fakta yang terjadi
diatas kapal yang pernah penulis alami selama
bekerja sehingga dapat diidentifikasikan dalam
masalah yang dibahas.
B. Permasalahan
Mengenai perawatan alat pengabut dari sistem
bahan bakar. Mengapa terjadinya pengabutan
didalam silinder yang tidak sempurna, kurangnya
perawatan pada alat pengabut dan pengawasan
bahan bakar.
Bab III : ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH
A. Pengabutan di dalam silinder tidak sempurna,
tidak sesuai yang diinginkan.
a) Adanya kebocoran atau rembesan bahan
bakar setelah diadakan pengetesan pengabut
bahan bakar tersebut.
7
b) Adanya geresan pada silinder nozel serta
timbulnya keausan pada tempat kedudukan
atau septing jarum.
c) Banyak terikutnya kotoran sehingga
mengakibatkan kerusakan injector tersebut.
B. Pemecahan Masalah
a) Perawatan terhadap allat pengabut tersebut
kurang baik dan perlu diadakan penyekiran
dan pengetesan ulang sampai terjadi
pengabutan yang baik.
b) Melakukan pengecekan terhadap goresan ter
but bila tidak bisa biperbaiki maka diadakan
penggantian dengan yang baru.
c) Mengadakan pengecekan saringan dari
transfer pump dan saringan yang masuk
sebelum pompa tekanan tinggi ( bosch pump )
Bab IV : KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran-saran
BAB II
FAKTA-FAKTA DAN PERMASALAHAN
A. FAKTA-FAKTA
1. Bahan bakar banyak mengandung kotoran
Saat kapal sedang berlayar pada tanggal 06 juni 2006 di laut selat
Malaca tiba-tiba mesin induk berhenti dengan sendirinya sehingga
berakibat kapal terlambat selama 6 jam tiba di tujuan.
Dan pada saat itu semua Perwira mesin turun ke kamar mesin
dipimpin oleh Chief Engineer sebagai pimpinan di kamar mesin
dan setelah menunggu hasil penelitian pada Injector terdapat
kotoran-kotoran sehingga Chief Engineer menginstruksikan untuk
membuka alat pengabut (injector) dari masing-masing silinder dan
mengadakan pengetesan ulang, pada kenyataannya didapat
bahwa :
- Bahan bakar banyak mengandung kotoran sehingga pengabut
tersumbat oleh kotoran yang terkandung didalam bahan bakar
9
Setelah diadakan pembersihan dari masing-masiang alat
pengabut diadakan pengetesan tekanannya sebelum dipasang
kembali.
2. Gas Buang Motor Induk cenderung menurun
Pada saat sedang mengadakan pelayaran dari India tujuan ke
Singapore pada saat jaga, pagi hari Chief Engineer mengadakan
pengecekan ulang terhadap alat pengabut melalui temperatur gas
buang masing-masing silinder gas buang cenderung turun antara
320 C s/d 350 C dan sebagian silinder naik 450 C s/d 460 C
sedang normal pembakaran 400 C s/d430C Chief engineer
memerintah kan untuk menurunkan putaran mesin dan
melaporkan kepada Nahkoda meminta ijin untuk dapat berhenti
guna mengecek keadaan mesin induk dan setelah mesin berhenti
Chief Engineer meminta kepada masinis untuk membongkar
semua pengabut dan test tekanan pengabutan satu persatu dan
diketahui pengabut mengabut tidak baik karena tersumbat dan
rusak ,maka pengabut yang rusak nozzle diganti yang baru dan
yang lain diperbaiki dan ditest ulang.
10
Setelah diadakan pemeriksaan Log Book (Buku Jurnal Kamar
Mesin). Dihitung jumlah jam kerjanya dari masing-masing alat
pengabut telah melewati masa perawatan.
[Link]
[Link] bakar banyak mengandung kotoran
Bahan bakar yang diterima diatas kapal melalui dari tangki-tangki
bunker di darat ataupun melalui kapal bunker dan kapal-kapal
bunker yang pada umumnya banyak mengandung air dan lumpur-
lumpur atau tidak baiknya dari kwalitas bahan bakar tersebut.
Hal ini disebabkan oleh banyaknya proses yang ditempuh oleh
bahan bakar mulai dari tangki-tangki pipa-pipa saluran yang dapat
membawa kotoran-kotoran yang ikut terbawa oleh bahan bakar.
Dengan kenyataan inilah yang menyebabkan pembakaran tidak
baik walaupun sudah melalui proses penyaringan didalam
pesawat pembersih bahan bakar maupun melalui saringan-
saringan bahan bakar sebelum masuk kedalam pompa bahan
bakar yang kemudian ditekan oleh pompa bahan bakar ke injector
untuk dikabutkan.
11
Jika tanpa pembersih bahan bakar atau dengan bahan bakar yang
kotor akan mengakibatkan rusaknya alat pengabut atau injector,
terutama bagian dari nozzle dan alat lainnya, karena bahan bakar
pada umumnya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
- Penguapan
- Residu
- Viscovitas
- Kandungan belerang
- Abu
- Air dan endapan
- Titik nyala atau flash point
- Titik ruang atau pour point
- Sifat korosif dan keasaman atau acidity
- Mutu penyalaan atau ignation.
Dengan sifat-sifat inilah yang dapat mempengaruhi daya atau
tenaga dari keadaan motor diesel sebagai penggerak utama kapal
agar dapat bekerja maksimal, maka harus tersedia suku cadang
dari alat pengabut yang cukup diatas kapal.
Apabila diketahui salah satu alat pengabut sudah tidak tersedia
walaupun ada tapi tidak dapat bekerja dengan baik, maka harus
12
diperbaiki terlebih dahulu. Ini untuk menjaga jangan sampai
kerusakan dari alat pengabut bertambah parah ,maka harus
diadakan perawatan yang baik terhadap hal yang bisa
mengakibatkan kerusakan.
[Link] Buang Motor induk cenderung menurun
Gas buang motor induk menurun karena diakibatkan oleh
menurunnya tekanan pengabut menurun sehingga pengabut
tersebut mengabut tidak baik atau tidak [Link]
tekanan ini terjadi karena tidak sempurnanya suhu pendingin
pengabut sehingga pada pengabut terjadi panas yang
tingg,suhu yang tinggi ini akan mengakibatkan kelelahan bahan
pada pir ( spring ) pengabut tersebut sehingga pengabut
tekanan menurun. Dari fakta-fakta yang telah diuraikan diatas
mengenai permasalahan diatas akan dibahas mengenai
perawatan alat [Link] bahan bakar dan masalah yang
timbul akibat sering menghambat didalam pengoperasian kapal
pada mesin induk. Penulis dapat merumuskan permasalahan
yaitu mengoptimalkan perawatan pada alat pengabut diatas
kapal.
13
[Link] bahan bakar kurang optimal
Perawatan bahan bakar ini sangatlah penting diatas kapal karena
saat bahan bakar dari tangki penyimpanan dan ditranfer ditangki
endap dan selanjutnya disaring melalui separator ketangki
harian ,melalui beberapa proses pemindahan sehingga dalam
dalam proses tersebut perlu diadakan pengecekan karena
kotoran dan air yang terikut oleh bahan bakar akan berakibat
tidak baik dalam proses pembakaran.
Keaadan ini dapat terjadi karena pada saat kapal dalam pelayaran
dan pemakaian bahan bakar secara terus menerus maka tangki
tangki akan banyak terdapat endapan lumpur dan air bila tidak
dicerat kotoran ini akan terikut kedalam sistim bahan bakar
sehingga akan menggangu proses pengabutan bahan bakar
didalam mesin,seringnya terjadi mesin induk tiba tiba berhenti
karena saringan pompa bahan bakar tersumbat sehingga bahan
bakar tidak dapat mengalir dalam sistim dengan baik dan
putaran mesin tersendat keadaan ini tdak kita harapkan dalam
pelayaran.
BAB III
ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH
A. ANALISA
Setiap keadaan atau faktor adalah penting artinya bagi terjadinya
kesalahan, terlebih dahulu akan dikemukakan analisa dari
permasalahan yang sudah dirumuskan bab-bab sebelumnya, di dalam
analisa ini masalah-masalah yang terdapat di dalam permasalahan
tersebut akan dikelompokkan dan dijabarkan lebih rinci lagi meliputi
sub dan sub-sub masalah.
Di dalam hal ini dimaksudkan agar di dalam pemecahan masalah
nanti lebih terarah lagi dan mencapai sasaran.
1. Bahan bakar banyak mengandung kotoran
Banyaknya kotoran yang terkandung dibahan bakar ini akan dapat
merusak pengabut sehingga akan terjadi pembakaran tidak sempurna
didalam silinder. Pengabut adalah suatu alat yang berfungsi sebagai
alat penyemprotan bahan-bahan agar bahan bakar dapat terbakar di
dalam cylinder, melalui proses pembakaran di dalam cylinder dengan
15
jalan mengabutkan bahan bakar di dalam ruang pembakaran,
sehingga bahan bakar dapat terbakar dengan melalui suatu proses.
Pada pengabut bahan bakar atau ( injector ) motor diesel, saat
kapal sedang berlayar maka akan terjadi proses pembakaran di
dalam cylinder secara terus menerus dan bergantian, karena
seringnya bekerja secara terus menerus ini akan mengakibatkan
terjadinya gesekan pada bagian-bagian pengabut tersebut, pada
suatu saat akan timbul kerusakan atau keausan pada alat
pengabut tersebut, kerusakan-kerusakan atau keausan ini
dijumpai pada :
a. Kebocoran atau pengetesan bahan bakar setelah selesai
proses pengabutan dari lubang-lubang pengabut, hal ini
disebabkan karena jarum pengabut (nozzle) tidak dapat
menutup rapat pada kedudukannya.
b. Timbulnya goresan seta terjadinya keausan pada tempat
kedudukan atau seating jarum.
Kebocoran bahan bakar dari lubang pengabut, dikarenakan jarum
pengabut tidak dapat menutup pada kedudukannya. Dengan
menutupnya jarum pengabut bahan bakar yang tepat pada
kedudukannya mengakibatkan tekanan bahan bakar naik. Untuk
16
mendapatkan tekanan yang diinginkan sesuai dengan buku
petunjuk atau Instruction Manual Book. Untuk mendapatkan
tekanan pada 240 kg/cm2, maka dengan menyetel mur pengikat
baut penyetel atau adjuste screw kemudian baut penyetel diatur
sedemikian rupa sehingga tekanan yang diinginkan didapat.
Terjadinya kebocoran atau pengetesan antara jarum pengabut dan
kedudukannya (seating) ini dikarenakan beberapa hal :
- Adanya kotoran-kotoran yang ikut di bahan bakar.
- Terjadinya kotoran akibat sisa-sisa pembakaran (arang) di
ujung pengabut.
Di dalam bahan bakar yang dipergunakan untuk motor diesel baik
minyak berat (Marine Fuel oil) atau minyak ringan (Marine diesel
oil) mengandung belerang dan carbon. Pada umumnya bahan
bakar terbentuk oleh kadar aspal, arang kokas dan abu (ash) yang
sudah ada dalam minyak bumi.
Tetapi dapat terbawa sewaktu pengangkutan pengisian ke kapal,
walaupun bahan telah dicampur dengan kimia additive (campuran
bahan bakar) atau melalui pesawat pembersih furifier atau
saringan-saringan kasar atau halus tetapi partikel-partikel kotoran
yang sangat halus pada bahan bakar tidak semuanya dapat
17
dibersihkan sehingga terikat bersama bahan bakar di dalam
pengabut.
Sisa kotoran yang terdiri dari kadar belerang, abu (ash) dan
oksidasi besi sewaktu melewati jarum (needle) pengabut pada
kedudukannya dengan kecepatan tinggi, karena adanya tekanan
dari bahan bakar melalui pompa (bosch pump), maka pada
kedudukan jarum, kadar belerang dari kotoran bahan bakar,
mengakibatkan penutupan jarum pengabut pada kedudukannya
tidak dapat sempurna lagi dan bahan bakar bila disemprotkan
tidak berupa kabut, tetapi berupa tetesan atau penyemprotannya
membesar.
Dari proses pembakaran di dalam cylinder dengan suhu
pembakaran 4500C, akibat panas yang tinggi yang terjadi di
ruangan pembakaran, maka bagian ujung pengabut bahan bakar
(nozzle) rumah jarum, jarum dan lubang pengabut langsung
berhubungan dan mendapat panas yang tertinggal setelah
penguapan dan pembakaran pemecahan bahan bakar ini akan
melekat melingkari lubang pengabut jarum dan kedudukannya,
maka alat pengabut ini akan bocor atau tidak dapat menutup
18
dengan rapat, karena terganjal oleh kotoran-kotoran arang
tersebut.
Hal ini akan menyebabkan pembakaran susulan dan pembakaran
menjadi tidak sempurna di dalam proses untuk mencapai
pengabutan yang baik sebuah pengabut yang terdiri dari bagian-
bagiannya antara lain :
1. Injector body 8. Retaining sleeve
2. Nozzle 9. Tapped
3. Spindle holder 10. Compression spring
4. Nozzle body with needle seat 11. Snap ring
5. Nozzle needle 12. Spring tensioner
6. Cap nut [Link] nut
7. Nozzle tip
Semuanya harus dalam keadaan baik.
2. Gas buang mesin induk cenderung menurun
Alat pengabut dapat bekerja dengan baik bila perawatan
dilaksanakan dengan baik dan terencana sehingga dapat dipakai
dalam jangka waktu yang lama, perawatan yang baik akan dapat
menghemat atau mengurangi pemakaian suku cadang yang
tersedia di atas kapal.
19
Ada tanda-tanda bahwa alat pengabut sudah tidak bekerja dengan
baik dengan contoh antara lain :
a. Tanda-tanda pada motor asap hitam.
- Kebocoran pada jarum dan rumahnya
- Jarum pengabut macet
b. Putaran motor turun
- Adanya jarum pengabut yang macet dan keadaan tertutup
- Saringan bahan bakar kotor atau tersumbat
c. Motor tidak mau jalan
- Alat pengabut tidak bekerja
d. Terdengar suara ketokan (detonasi)
- Lubang pengabut sudah terlalu besar ataupun kotor oleh
arang.
Untuk melaksanakan perawatan pada alat pengabut yang sudah
mencapai jam kerjanya ataupun yang sudah mengalami
kerusakan dilakukan dengan membongkar semua bagian-
bagiannya.
Akan tetapi sebelum dilaksanakan pembongkaran, rumah (batang
pengabut) dibersihkan dengan gas oil (marine diesel oil) atau solar
direndam di dalam minyak tersebut agar kotoran-kotoran atau
20
kerak-kerak yang melekat pada rumah pengabut (batang
pengabut) mudah terambil atau lepas tidak lengket.
Apabila bentuk dari lubang pengabut sudah oval atau tidak sama
dan diameternya sudah membesar atau melebihi dari ukuran
normalnya, maka nozzle dari pengabut tersebut harus diganti,
ukuran diameter lubang pengabut maksimum yang masih dapat
dipakai ialah diameter semula ditambah dengan 10% dari
diameter tersebut.
Permukaan rumah jarum bila terjadi bintik-bintik kita skir dengan
Lipping Valve Compound dengan alat molekut yang tersedia
dengan diputar membentuk angka delapan sampai permukaannya
rata betul dan bintik-bintiknya hilang atau permukaannya halus,
demikian juga pada permukaan nozzle bila terjadi bintik-bintik di
skir seperti dilakukan pada rumah pengabut yaitu sampai bintik-
bintik hilang dan permukaannya halus.
Batang dan ujung bagian tirus dari jarum dibersihkan dengan
majun atau kain bersih, kalau terlihat masih ada kotoran-kotoran
yang melekat dapat dibersihkan dengan memakai minyak
penghancur (solvent), apabila jarum tidak dapat bergerak dengan
21
lancar di dalam rumahnya, maka kemungkinan masih ada kotoran-
kotoran yang melekat di dalam rumah tersebut.
Hal ini harus dibersihkan sampai jarum benar-benar lancar masuk
keluar di dalam rumahnya, untuk membuktikan kelancaran
tersebut, dapat dilakukan dengan memasukkan jarum kedalam
rumahnya dengan beratnya sendiri atau tanpa ditekan dengan
tangan maka jarum dapat masuk dan duduk dengan sempurna
pada kedudukannya.
Kotoran-kotoran pada saluran pendingin juga dibersihkan atau
digosok kemudian disemprot dengan angin (compressor), pegas
penekan diperiksa bila panjangnya lebih dari panjang pegas yang
baru atau kerapatannya maka pegas tersebut harus diganti,
batang penahan jarum pengabut atau thrust spindle bila
panjangnya tidak sesuai dengan ketentuan maka diganti dengan
yang baru.
Hal ini sering terjadi pada saat kita membuka dan menutup union
nut, mur baut penekan jarum pengabut harus dilonggarkan lebih
dahulu, apabila pin tersebut patah pada saat pemasangan dapat
menyebabkan pergeseran antara lubang-lubang saluran bahan
bakar dan adanya pergeseran tersebut permukaan nozzle dan
22
rumah jarum pengabut akan terjadi goresan sehingga pengabutan
bahan bakar tidak sempurna lagi.
Demikian juga dari pin yang sudah mengecil atau aus ini harus
segera diganti dengan yang baru karena ukuran diameter pin
harus diganti dan harus sama dengan diameter lubang
kedudukannya.
Dalam melaksanakan perawatan alat pengabut mesin induk yang
sudah mencapai jam kerjanya atau alat pengabut yang tidak
bekerja dengan baik (rusak) adalah merupakan suatu usaha atau
kegiatan agar selalu dalam kondisi yang baik dan dapat dicegah
terjadinya kerusakan yang lebih parah.
Dengan perawatan yang baik dilakukan secara rutin maka dengan
sendirinya tercapai apa yang kita kehendaki seperti :
a. Daya kerja alat pengabut lebih panjang
b. Kemampuan beroperasinya lebih tinggi
c. Motor bekerja lebih efisien
d. Kapal selalu siap beroperasi
Dengan melaksanakan persyaratan-persyaratan, maka perawatan
dapat berjalan dengan baik dan tepat pada waktunya sesuai
dengan perencanaan sebelum dan setiap kegiatan perawatan
23
harus dicatat dalam buku catatan pemeliharaan untuk
mempermudah dalam rangka pembuatan rencana perawatan
berikutnya.
3. Perawatan bahan bakar kurang optimal
Alat pengabut dan bahan bakar adalah salah satu bagian yang
terpenting di dalam proses terjadinya pembakaran yang sempurna
pada motor diesel diatas kapal, dimana bahan bakar disemprotkan
ke dalam masing-masing cylinder dengan berbentuk kabut melalui
lubang nozzle dengan tekanan tinggi, sehingga dapat menembus
udara di dalam ruangan kompresi cylinder motor diesel
bertekanan tinggi.
Bercampurnya bahan-bahan dengan udara di dalam cylinder telah
dipastikan sangatlah singkat sekali, ehingga tekanan indikator
dalam cylinder akan mencapai + 160-170 kg/km2 dengan suhu
berkisar antara 4500C-5000C. bahan bakar yang disemprotkan
pada saat berbentuk kabut halus dan kemudian bercampur antara
bahan bakar dengan udara panas sehingga timbulnya penyalaan
yang cepat dan sempurna dalam cylinder.
Dengan tercampurnya bahan bakar dengan udara panas
menimbulkan pembakaran di dalam cylinder yang mengakibatrkan
24
timbulnya tenaga untuk menggerakkan torak, sehingga torak
tersebut akan terdorong dari posisi titik mati atas ke titik mati
bawah, kejadian ini disebut langkah usaha pada motor diesel.
Jumlah banyaknya bahan bakar yang disemprotkan ke dalam
cylinder haruslah sesuai dengan berat udara kompresi dalam
cylinder. Apabila pada akhir penyemprotan bahan bakar terdapat
tetesan bahan bakar atau mengalami kebocoran, terjadilah apa
yang disebut pembakaran yang tidak sempurna ini mengakibatkan
daya kerja daripada motor diesel kurang baik atau tidak normal.
B. PEMECAHAN MASALAH
1. Bahan bakar banyak mengandung kotoran
Besarnya diameter dari lubang-lubang pengabut dibuat dengan
ukuran-ukuran tertentu. Apabila lubang ini terlalu kecil maka
pengabutan sangat sulit dan akan mudah tertutup dengan kotoran.
Demikian juga bila lubang ini terlalu besar maka pengabutan akan
kurang sempurna lama kecepatan bahan bakar yang dikabutkan
terlalu besar, semakin tinggi kecepatan pengabutan bahan bakar
semakin kecil tetesan bahan bakar, sehingga mudah tercampur
dengan udara kompresi penguapan berlangsung cepat.
25
Akibat dari panas di dalam ruang pembakaran yang diterima oleh
rumah jarum pengabut dapat terjadi pembentukan sisa bahan
bakar yang didalamnya menjadi bagian yang ringan dan sisanya
berupa arang kerak-kerak, dimana bagian yang berupa kotoran-
kotoran ini apabila terikut didalam lubang-lubang pengabut yang
berdiameter kecil akan dapat menyumbat lubang tersebut. Proses
diatas dapat terjadi juga pada lubang-lubang pengabutan dimana
sisa-sisa bahan bakar yang ada di dalam lubang pengabut akan
terbakar karena pembakaran masih berlangsung setelah pengabutan.
Pengabutan tersebut tentunya kurang sempurna karena
kurangnya udara yang masuk atau berada di dalam lubang
pengabut tersebut. Dengan demikian bahan bakar yang terbakar
akan meninggalkan sisa-sisa kotoran yang berupa arang-arang
dan akan menutup lubang apabila keadaan ini berlangsung terus
menerus dalam waktu yang lama.
Demikian juga kotoran-kotoran yang terikut di dalam bahan bakar
yaitu berupa abu dan jenis lainnya dapat menyumbat lubang-
lubang pengabut juga. Dengan bantuan sebuah pompa tangan dan
sebuah manometer yang baik dapat distel dari jarum pengabutan.
Pembesaran lubang-lubang pengabutan dapat mengakibatnya
berkurangnya tekanan dan juga berubahnya arah pengabutan
26
bahan bakar, apabila bahan bakar mengenai dinding cylinder torak
yang suhunya lebih rendah dari udara kompresi maka
penguapannya akan berkurang ataupun tak dapat menguap sama
sekali sehingga tidak terjadi pembakaran.
Dengan demikian dan arah daripada bahan bakar yang dikabutkan
harus dijaga (diatur) agar dapat menembus udara kompresi dan
tercampur dengan baik agar penguapan berlangsung cepat.
Terjadinya pembesaran pada lubang-lubang oleh karena
pengikisan bahan bakar dengan kecepatan tekanan yang tinggi
yang terdiri dari beberapa saluran lubang pengabutan yang
merupakan sudut dimana bahan bakar mengalir dengan
kecepatan tinggi mengikuti arah sudut tersebut.
Adanya sudut ini mengakibatkan lebih besarnya pengikisan,
terikutnya kotoran-kotoran di dalam bahan bakar juga dapat
menambah besar pengikisan. Tekanan tinggi dari bahan bakar
yang diterima oleh penutup jarum pengabut dapat terangkat oleh
karena tekanan bahan bakar tersebut pada permulaan bidang
tekannya.
Bagian dari rumah lubang pengabut (bagian ujung pengabut)
selalu menerima panas yang tinggi dari hasil pembakaran di
dalam ruang pembakaran (di dalam cylinder)dan apabila bahan
27
bakar selalu kotor lubang kepala pengabut akan tersumbat ini
akan mengakibatkan perbedaan suhu terlalu tinggi karena tidak
balannya proses pembakaran didalam setiap silinder sehingga
menyebabkan sekitar lubang-lubang pengabut mengalami
tegangan panas dan akan terjadi bintik-bintik/goresan ini akan
mempercepat pembesaran lubang-lubang pengabut karena bahan
bakar akan mengabut pada sebagian lubang yang tidak
tersumbat.
Dari hasil keterangan di atas menurut rumus lubang pengabut
yang baik berkisar antara 0,15 mm sampai dengan 0,2 mm. Jika
sudah over size (ukuran berlebihan) atau terdapat kebocoran pada
lubang-lubang pengabut yang disebabkan karena jarum pengabut
(nozzle) tidak dapat menutup rapat pada kedudukannya dan
timbul goresan serta terjadi keausan pada tempat kedudukan
(seating) jarum yang mengakibatkan timbulnya tanda-tanda
pengabut bahan bakar bekerja kurang baik seperti :
a. Asap pembakaran hitam dan temperature tinggi
b. Terdengar suara ketokan (detonation)
c. Putaran mesin pincang ( tidak balance )
28
Sebaiknya diganti dengan spare part yang baru yang menundjang
pengoperasian kapal, dan jika terdapat kotoran pada bagian alat
pengabut yang berakibat macet tidak bisa bekerja baik, sebaiknya
dibersihkan dengan solven emery dan semua spare part yang ada
di atas kapal harus dijaga dengan baik, guna menunjang
pengoperasian kapal agar tetap bekerja dengan baik dan lancar.
2. Gas buang mesin induk cenderung menurun
Perencanaan perawatan harus dilaksanakan dengan tepat dan
baik dengan perencanaan yang baik dan tepat tidak akan
menganggu pengoperasian kapal, langkah-langkah yang harus
diambil dalam perencanaan perawatan adalah sebagai berikut :
A Testing Injector
Untuk melaksanakan testing injector petunjuk pemeliharaan
mesin, terutama pada mesin diesel pada perawatan-
perawatannya selalu memberi petunjuk pada jam kerja,
pengetesan tersebut dilakukan sebagai berikut :
1) Tiap jam kerja atau terpakai 800-900 jam putaran motor
(jam kerja mesin induk), harus diadakan test ulang dengan
menjaga tekanan penyemprotan sekitar 240-250 kg/cm2,
pada prinsipnya pengabut lebih sering ditest ulang akan
29
lebih baik namun demikian frekwensi kerja akan lebih
banyak.
2) Tekanan tersebut di atas apabila dibiarkan bebas turun
sendiri hingga mencapai tekanan 200 kg/cm2 membutuhkan
waktu 30 detik untuk nozzle yang lebih baik, jika waktu
yang dibutuhkan diatas tidak tercapai maka nozzle diganti
atau diperbaiki.
3) Kabut yang keluar dari lubang-lubang nozzle sewaktu
diadakan test besarnya harus sama, apabila tidak sama
berarti lubangnya ada yang kotor atau tersumbat.
4) Setelah pengabut ditest beberapa kali periksa ujung bawah
nozzlenya, jika ternyata ujung nozzlenya basah oleh bahan
bakar bertanda bahwa pengabut tersebut kurang baik,
harus dijaga nozzle bagian bahwa harus tetap kering.
5) Setelah ditest ada minyak yang menetes dibawah lubang-
lubang masih bocor, maka keadaan tersebut harus
diperbaiki atau ditest kembali.
6) Mengadakan pengetesan mur dan baut adjustment injector
dari baut dan mur pengikat dipastikan terikat, test ulang
mungkin tekanannya berubah.
30
b. Perbaikan pengabut (nozzle) dan bagian-bagian lainnya
1) Untuk membuka nozzle kendorkan mur pengatur tekanan
supaya pen nozzle tidak putus dan permukaan yang
terhimpit tidak terluka.
2) Setelah nozzle terbuka, periksa dan bersihkan bagian-
bagian lainnya, yaitu spring (per) mungkin sudah
berkurang daya pegangnya atau sudah putus.
3) Nozzle bila aus dilapping / skir dengan tangan tidak
diijinkan menggunakan alat yang diputar dengan mesin,
pakailah alat yang sudah ada dan tersedia sesuai petunjuk
manual book.
4) Pasta yang digunakan untuk hand lapping dipakai yaitu
ARBORUHDUM PASTE (VALVE COMPOUNDS), kode
6141911. Terakhir sekali mempergunakan pikal dan minyak
lincir.
5) Untuk membersihkan lubang-lubang nozzle menggunakan
kawat baja yang khusus buat lubang nozzle yang telah
disediakan (petunjuk instruction book).
c. Ketentuan batas boleh atau tidak boleh dipakai lagi.
1) Lubang-lubang nozzle besarnya tidak boleh melebihi 10%
dari lubang aslinya.
1
Instruction Book HANSIN 6 UEC 4H, hal. 132
31
2) Apabila tekanan turun terlalu cepat dari tekanan yang telah
ditentukan oleh petunjuk manual book yaitu 240-250
kg/cm2 dan waktu yang dibutuhkan 30-902 detik dan bila
kurang dari 15 detik tidak dapat dipakai lagi.
3) Setelah dicoba beberapa kali menyemprot, diraba nozzle
bagian bawahnya, apabila bocornya besar tidak dapat
dipakai lagi.
4) Apabila lubang pendinginan nozzle besarnya berubah
mengecil, tidak dapat dipakai lagi.
5) Besar keliling dan penyemprotan tidak sama besarnya
tidak boleh dipakai lagi.
Dari hasil-hasil perawatan diatas yang dilakukan secara rutin
dilakukan setiap hari maka kita dapat mengetahui dengan jalan
mengambil diagram indikator dari motor diesel dilakukan setiap
3 dan 4 hari selalu.
Dari hasil diagram ini dapat dilihat pengabut bahan bakar dan
cylinder, jika tekanan hasil dan pembakaran dibawah norma,
kemungkinan ada kerusakan dari pengabut bahan bakar hal ini
juga dapat dilihat pada diagram, tekanan baik yang rendah
maupun yang tinggi.
2
Ibid
d. Perlunya persiapan yang baik sebelum menerima bahan bakar
Untuk tidak terjadinya kesalahan dalam pengisian bahan bakar
diperlukan cara pemilihan bahan bakar, untuk mendapatkan
hasil pembakaran sebaik-baiknya dari sebuah motor diesel,
yaitu :
1) Specifik gravity
2) Bahan bakar bila dipanaskan 900 1000C akan ada yang
menguap dan mengendap dalam tangki.
3) Bahan bakar yang mempunyai kadar air, berat jenis tinggi
dan viskositasnya rendah, hal ini dapat menimbulkan
pembakaran yang tidak sempurna.
4) Bahan bakar yang mempunyai kadar lilin dan aspal akan
menyebabkan pembakaran tidak sempurna, bahkan
menyebabkan pengabut (nozzle) cepat kotor atau buntu.
5) Bahan bakar yang mempunyai kadar arang (carbon) tinggi,
menyebabkan cepatnya kerusakan alat pengabut pada
bagian penyemprotan dan klep gas buang.
6) Penambahan bahan bakar dengan bahan kimia Fuel
Additive ke tangki Double Battom dengan perbandingan
33
yang telah ditentukan oleh Makernya/Chief Engineer yang
gunanya untuk mengurangi sisa pembakaran.
Bahan bakar MFO harus dipanasi hingga 850C-900C untuk
tangki endap (settling tank), sedangkan untuk tangki service
(service tank) harus 900C-1000C, suhu tertentu sebagaimana
dipergunakan biasanya sebelum proses penyemprotan dengan
demikian viskositasnya akan menurun.
Sehingga penyemprotan akan lebih baik, dalam hal ini sangat
penting sekali untuk menjaga kadar air harus senantiasa
sekecil mungkin, karena air tidak mengakibatkan langsung
pada motor tetapi dapat mengurangi nilai pembakaran. Pada
bahan bakar Marine fuel oil yang berat dan kental pemisahan
kadar air yang sangat lambat maka jalan utama yang penting
yaitu dengan mempercepat pemanasan yang dapat
menurunkan viskositas bahan bakar tersebut.
3. Perawatan bahan bakar kurang optimal
a. Dengan kurangnya perawatan bahan bakar ini sehingga
mengakibatkan kotoran-kotoran di saringan menjadi banyak
dan mengakibatkan tersumbatnya aliran bahan bakar ke
injector yang berakibat berhentinya Main Engine.
34
b. Agar tidak terjadi hal-hal seperti ini, maka perwira mesin yang
bertanggung jawab perlu membuat diagram perawatan
berkala.
Dalam pengadaan bahan bakar yang bersih sangat dibutuhkan
dalam pengoperasian kapal, bahan bakar yang tidak baik atau
kotor akan mengakibatkan penyumbatan-penyumbatan saluran
bahan bakar, kerusakan pompa bahan bakar dan akhirnya
berpengaruh pada pembakaran (nilai bakar) bila terikut masuk ke
ruang pembakaran, dengan demikian akan mengurangi
prosentase unsur-unsur pokok dalam bahan bakar.
Disamping itu sisa pembakaran yaitu kotoran mekanis yang tidak
terbakar akan mengotori cylinder akibat kurang baiknya pada
waktu pengabutan bahan bakar, hal ini diuraikan dibawah ini.
Dari akibat-akibat yang ditimbulkan kurang berfungsinya faktor
penunjang dalam pengadaan bahan bakar, cara yang dipakai
adalah dengan melengkapi atau memanfaatkan peralatan yang
mampu membersihkan bahan bakar dari kotoran dan air, yaitu :
1) Adanya tangki endap yang difungsikan dengan baik
Seperti yang kita ketahui bahwa berat jenis air lebih besar
daripada berat jenis bahan bakar minyak, karena itu dalam
waktu yang relatif lama dan dalam keadaan diam air yang ada
35
dalam bahan bakar akan memisahkan diri. Berdasarkan berat
jenisnya air akan memilih tempat dibawah didasar tangki,
demikian juga dengan kotoran yang lainnya yang berat
jenisnya lebih besar dari minyak, disini perlu diperhatikan
bahwa lebih berat jenis suatu minyak bahan bakar maka
proses ini akan berjalan lebih lambat karena sifat-sifatnya
minyak yang lebih padat yang menghalangi air dan kotoran
untuk turun ke dasar tangki, tangki endap ini harus
senantiasa dicerat untuk membuang air yang sudah terpisah
dari minyak juga kotoran lainnya yang terjadi dari air dan
oksidasi minyak pembersihan tangki endap secara menyeluruh
dilakukan satu tahun sekali pada saat dock.
2) Difungsikannya dengan baik furifier yang memang ada
diantara system bahan bakar.
Separator adalah alat yang digunakan untuk membersihkan
kotoran-kotoran yang terkandung dalam minyak, yang mana
kotoran tersebut tidak bisa tertangkap oleh saringan karena
bentuknya yang sangat halus demikian juga air, prinsip kerja
separator berdasarkan gaya centri fugal yaitu gaya gerak
putar yang membuat gaya ini menggantikan gaya tarik bumi
dengan arah keluar putaran.
36
Dengan demikian kotoran dan air yang terkandung dalam
bahan bakar akan terlempar kearah keluar menjauhi sumbu
putaran sedangkan minyak yang berat jenisnya lebih kecil
bergeser posisinya kearah dalam mendekati sumbu putar,
kemudian dari masing-masing area dekat dan jauh dari sumbu
putar dibuat saluran sedemikian rupa sehingga keduanya bisa
keluar terpisah melalui saluran masing-masing.
Didalam separator terdapat jaringan-jaringan yang diputar
oleh motor listrik dengan kecepatan tinggi, bahan bakar dari
tangki endap diisap dan dialirkan memasuki separator dan
setelah dipisahkan dengan air, lumpur dan kotorannya ditekan
ke tangki harian, agar tujuan dari proses pemisahan ini
berjalan dengan baik maka sedapat mungkin minyak dalam
keadaan cukup encer sehingga bagian-bagian bahan bakar
tidak menghalangi pemisahan ini bila perlu, missal minyak
yang berat dilakukan pemanasan dahulu sebelum proses ini.
Agar separator bisa bekerja dengan baik, maka harus sering
dibersihkan karena tidak semua kotoran bisa tersalurkan
keluar dan buang tetapi sebagian menempel pada bagian-
bagian dari separator.
37
Separator ada dua jenis yang fungsinya hampir saya yaitu
furifier dan clarifier. Furifier berguna untuk membersihkan
kotoran dan Lumpur tetapi tidak memisahkan air dalam bahan
bakar, sedangkan clarifier memisahkan air dan minyak,
sehingga dalam proses pembersihnya, setelah bahan bakar
dibersihkan di clarifier. Separator akan bekerja semakin baik
bila minyak akan diproses semakin lama tinggal, berada
didalam separator, artinya jumlah minyak yang diproses
semakin sedikit dalam waktu yang sama akan lebih baik,
dengan kata lain kepekaan separator ini sangat tergantung
pada pembenaan alat tersebut.
3) Saringan-saringan bahan bakar
Saringan adalah suatu alat yang menyaring kotoran-kotoran
padat yang bentuknya relatif besar yang terdapat dalam
bahan bakar dengan cara melewatkan bahan bakar tersebut
melewati saringan, saringan bahan bakar dipasang ganda
sehingga dapat digunakan bergantian dengan demikian
apabila salah satu dipakai salah satu yang lain bisa
dibersihkan, hal ini dilakukan secara bergantian dan teratur,
sehingga kotoran padat dalam bahan bakar dapat dikurangi
38
ataupun dicerat lewat saringan yang tidak difungsikan atau
yang sedang dipakai.
Agar bahan bakar tidak mengalami hambatan untuk sampai ke
mesin induk maka perawatan yang mampu membersihkan
bahan bakar dari kotoran dan air seperti purifier harus dalam
keadaan siap pakai yang mana setiap jam kerja yang
ditentukan oleh buku instruksi misalnya membersihkan
piringan-piringan (bowl disk), o ring o ring diganti baru agar
tidak terjadi kebocoran pada sistem pemisahan bahan bakar
sehingga lolos ke tangki minyak kotor.
Saringan-saringan juga harus dalam keadaan bersih, dan
dapat dilihat/dipantau pada manometer apabila tekanan
bahan bakar turun maka kemungkinan saringan kotor dan
harus segera diganti.
Perencanaan perawatan dari sudut management perencanaan
kegiatan-kegiatan untuk perawatan alat pengabut harus
dipersiapkan jauh sebelumnya.
Pelaksanaan dalam membuat perencanaan harus diperhatikan
bagaimana cara yang terbaik melakukan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
A. KESIMPULAN
Dari uraian makalah ini maka penulis dapat mengambil suatu
kesimpulan sebagai berikut :
1. Pengabut di dalam cylinder menjadi tidak sempurna karena
adanya kotoran yang terikut di dalam bahan bakar sehingga
temperatur gas buang cenderung turun.
2. Kurangnya perawatan pada alat pengabut bahan bakar pada
mesin yang melebihi jam kerja oleh masinis tidak diperhatikan
dengan baik.
3. Perawatan bahan bakar yang kurang baik mempengaruhi fungsi
injector sebagai alat pengabut.
B. SARAN-SARAN
1. Perlu adanya perhatian dari perusahaan pada saat membeli
bahan bakar guna menjaga viscositas dan kwalitas bahan bakar
pada saat bunker.
2. Sebaiknya masinis satu dapat memperhatikan jam kerja alat
pengabut, dan ditulis pada log book.
3. Para masinis harus selalu memperhatikan fungsi-fungsi dari
sistem bahan bakar agar kotoran tidak terikut sampai keproses
pembakaran bahan bakar .
DAFTAR PUSTAKA
1. VL. Maleev ML. DR. AM. Bambang Priambodo Ir, Operasi dan
Pemeliharaan Mesin Diesel Erlangga, Jakarta 1986.
2. Motor Bakar Harsanto ,Penerbit jembatan semarang.
3. Instruction Book HANSIN 6 UEC 4H 11 Japan Co. Ltd Tahun 1981.
4. AIP/PLAP Motor Diesel dan Turbin Gas Jakarta 1976,Motor Diesel
Kapal .[Link] Maanen.
5. Manajemen perawatan dan perbaikan NSOS.