Key Performance Indicators (KPI) Bidang Finance,
Budget & Accounting
Daftar KPI bidang Finance, Budget & Accounting di bawah dapat membantu memberikan wawasan bagi rekan-
rekan yang berada di bidang MSDM yang terlibat dalam penyusunan Balance Scorecard di perusahaan. KPI yang
dicantumkan di sini hanya merupakan contoh, namun sudah cukup untuk dijadikan insight untuk membuat KPI lain
di bidang Keuangan, Anggaran dan Akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan di setiap perusahaan.
NO. Key Performance Indicator (KPI) Ukuran Keberhasilan Unit Pengukuran
1 Persentase deviasi kelebihan (over-budget) antara rencana anggaran %
dengan kenyataan
2 Tingkat persentase kembalian (return rate) dari simpanan dana %
3 Rata-rata biaya modal (cost of capital) %
(Dinyatakan dalam suku bunga)
4 Rasio perbandingan antara cash outflow dengan cash inflow (semakin Angka
besar inflow dibanding outflow, maka ini menunjukkan kondisi keuangan
yang lebih baik).
5 Persentase penurunan biaya operasi (operating cost) %
6 Persentase tagihan piutang yang tidak dibayar sesuai skedul %
7 Persentase ketepatan waktu pembayaran pajak %
8 Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporan keuangan Minggu/Bulan
9 Kategori kualifikasi laporan keuangan Kategori
10 Jumlah temuan audit internal Angka
11 Persentase total biaya asuransi terhadap total biaya operasi %
12 Persentase pertumbuhan profit %
13 Tingkat Profit Margin %
14 Persentase pembayaran ke supplier yang dilakukan sesuai skedul %
15 Persentase beragam laporan akuntansi dan keuangan yang diselesaikan %
tepat waktu
KPI Keuangan yang wajib diketahui setiap Manajer
Posted by admin in Manajemen Strategi On January 4, 2014
Key Performance Indicators (KPI) merupakan alat yang menjadi Navigasi Penting
bagi setiap manajer untuk mengerti dan paham terhadap bisnis (perusahaan)
mereka. KPI akan menjadi panduan apakah Bisnis Perusahaan berjalan sesuai
dengan Perencanaan atau justru sebaliknya telah melenceng dari koridor yang
seharusnya. KPI merupakan instrumen utama dalam pergerakan dan manuver setiap
unit organisasi bisnis. Dan sehubungan dengan begitu banyaknya KPI yang ada saat
ini, baik termasuk kategori KPI Keuangan dan Non-Keuangan, dimana hal ini cukup
menyulitkan dan merepotkan Anda sebagai Pimpinan dalam menemukan dan
menentukan beberapa KPI Kunci yang betul-betul diperlukan.
Namun demikian Anda dapat dengan jelas mengerti beberapa KPI Keuangan penting
dibawah ini yang merupakan indikator utama bagi kesehatan Keuangan Unit
Bisnis. KPI Keuangan ini merupakan prioritas yang sudah berlaku global dari
perusahaan dalam bidang apapun.
1. Net Profit (Keuntungan Bersih) Bisnis adalah aktualiasasi konsep ekonomi
untuk mendapatkan uang (baca: untung). Tanpa adanya tujuan akhir sebuah
keuntungan (profit) maka tidak ada namanya bisnis. Keuntungan Bersih (Net
Profit) adalah ukuran seberapa banyak uang yang dihasilkan setelah dikurangi
biaya-biaya dan pengeluaran lainnya, seperti Gaji, Tunjangan dan
lainnya. Dalam kebanyakan bisnis di dunia, Net Profit adalah KPI No. 1.
2. Net Profit Margin (Marjin Keuntungan Bersih) Merupakan nilai rasio
antara Pendapatan dan Keuntungan Bersih dalam nilai persen, artinya Nilai
Aktual Keuntungan Bersih dibagi dengan Nilai Aktual Seluruh Pendapatan hasil
Penjualan. Rasio inilah yang akan menjadi pembanding terhadap Perusahaan
sejenis atau perusahaan lainnya. Net Profit Margin adalah ukuran jumlah Untung
per Rupiah yang dihasilkan dari Pendapatan.
3. Operating Profit Margin (Marjin Keuntungan Operasional) Adalah rasio
yang menunjukkan sejauh mana Efisiensi dan Strategi Harga berfungsi dengan
baik, dimana dengan menempatkan Biaya Operasional Reguler sebagai salah
satu komponen Pendapatan Operasional. Dengan mengabaikan penghasilan
lain-lain yang bersifat Non-Reguler, maka Anda dapat melihat sejauh mana
perusahaan berhasil menghasilkan uang (sebelum pajak) dari setiap rupiah
penjualan.
4. Revenue Growth Rate (Tingkat Pertumbuhan Pendapatan) Meski banyak
faktor yang menunjang penghasilan perusahaan, namun secara umum Money
Machinesebuah unit bisnis adalah Pertumbuhan Penjualan. Revenue Growth
Rate pada dasarnya menghitung tingkat pertumbuhan penjualan secara
persentase dari Periode Tertentu dengan Periode Selanjutnya, semisal Per
Kuartal, Per Tahun. Memahami laju pertumbuhan ini akan memudahkan Anda
memproyeksikan Target dan Tujuan untuk periode selanjutnya.
5. Cash Convertion Cycle (Siklus Konversi Uang) Masa yang diperlukan
sebuah unit bisnis menjadikan Potensi Penghasilannya menjadi Arus Kas
sebenarnya. Semakin panjang waktu yang diperlukan maka akan semakin sulit
Perputaran Uang Perusahaan dan tidak menutup kemungkinan sebuah
perusahaan menutup unit bisnis, meski dengan Tingkat Penjualan yang Kuat dan
Baik. Penjualan yang tinggi harus dibarengi dengan Arus Kas yang Baik dan
Stabil.
Sudah pasti dengan pemilihan KPI yang tepat untuk bisnis Anda harus sesuai dengan
Strategi dan Tujuan Organisasi. KPI ini akan sangat bermanfaat jika sejalan dengan
Pertanyaan yang timbul sehubungan Strategi Utama bisnis Anda. Masih banyak
Indikator lainnya yang dapat Anda pelajari dan kedepankan dalam peningkatan
Performa dan Kinerja Perusahaan. Selain masalah Keuangan, masih ada masalah
Non-Keuangan yang cukup pening diperhatikan seperti:
o Customer (Pelanggan)
o Sales and Marketing (Penjualan dan Pemasaran)
o Operation (Operasional)
o Employee (Karyawan)
o Dan lainnya, seperti CSR (Corporate Social Responsibility)
Pada Akhirnya sebagai seorang Manajer ataupun Pimpinan Puncak, tetap perlu
menjadi Perhatian Utama Anda bahwa Kesehatan Finansial Organisasi sangat
krusial dalam kelanjutan Tumbuh Kembang Perusahaan. Meski dengan Market
Share yang Tinggi namun Rendahnya Cash Flow, dapat dipastikan lambat laun
Unit Bisnis Perusahaan Anda akan berada dalam Masalah. Lakukan Perbaikan
Berkesinambungan (Continuous Improvement) dalam Financial
Statement agar tercipta Sustainable Growth yang Simultan.
Contoh Bagus KPI Bagian Finance dan KPI
untuk Manajer Keuangan
Setiap manajer wajib mengetahui apa itu KPI atau Key Performance Indicator. KPI
ini merupakan sebuah alat yang penting bagi manajer sebagai navigasi dalam
mengerti dan memahami suatu bisnis atau perusahaan. KPI bisa dikatakan sebagai
pemandu bagi perusahaan untuk mengetahui apakah bisnis telah sesuai dengan
tujuan, rencana yang disusun sebelumnya atau tidak.
Organisasi bisnis atau unit kerja, pergerakan serta manuvernya bisa digambarkan
dengan KPI, atau dengan kata lain KPI ini adalah instrumennya. KPI pun begitu
banyak, termasuk untuk bagian keuangan atau finance.
Sebagai manajer, karena banyaknya KPI sering kali membuat sulit penyusunan atau
penentuannya. Namun, dalam penyusunan KPI untuk bagian keuangan ada
beberapa indikator utama yang tidak oleh terlewat.
CONTOH LENGKAP KPI BAGIAN KEUANGAN DAN ACCOUNTING BISA DI-
DOWNLOAD DISINI..
Indicator utama ini berpengaruh pada stabilnya keuangan perusahaan atau bisnis.
Indikator ini juga sudah diberlakukan secara global di berbagai perusahaan untuk
berbagai bidang.
1. Keuntungan bersih atau Net Profit. Secara nyata, telah jelas bahwa tujuan sebuah
ekonomi dengan konsep bisnis adalah untuk mendapatkan untung berupa uang.
Tujuan akhir ini merupakan keuntungan atau profit yang menyatakan bahwa itu
adalah bisnis.
Untuk pengukuran keuntungan bersih atau net profit yang dilakukan adalah
mengukur berapa banyak keuntungan atau uang yang dihasilkan dan kurangi
dengan pengeluaran. Pengeluaran ini bisa mulai dari gaji hingga tunjangan. Net
Profit dalam bisnis apapun di seluruh dunia selalu dijadikan perhitungan nomor satu.
2. Marjin keuntungan bersih atau Net Profit Margin.
Bentuknya dalam persen, yang dihitungnya yaitu antara rasio dari pendapatan dan
net profit atau keuntungan bersih. Atau, nilai aktual dari keuntungan bersih per nilai
aktual dari seluruh pendapatan yang merupakan hasil penjualan. Rasio ini akan
digunakan untuk membandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis. Dengan
kata lain, net profit margin merupakan ukuran dari jumlah untung yang dibagi
dengan rupiah hasil dari pendapatan tersebut.
3. Marjin keuntungan operasional atau Operating Profit margin. Pengukuran ini
menunjukan rasio apakah fungsi dari efisiensi serta strategi dari harga sudah
berjalan dengan baik atau belum, bagaimana juga dengan biaya operasional regular
mengenai penempatannya yang merupakan komponen dalam pendapatan
operasional. Penghasilan lain dengan sifat yang non regular diabaikan terlebih
dahulu.
Pada titik inilah penghasilan perusahaan yang dihasilkan dan dihitung sebelum pajak
untuk setiap rupiah hasil penjualan bisa Anda lihat sejauh mana hasilnya.
4. Tingkat pertumbuhan pendapatan atau revenue growth rate. Money machine
berupa pertumbuhan penjualan merupakan faktor penunjang penghasilan sebuah
perusahaan yang merupakan unit bisnis. Pengukuran revenue growth rate yaitu
menghitung persentase dari tingkat pertumbuhan penjualan untuk periode tertentu
dan periode berikutnya. Kemudian, hasil yang akan dilihat adalah laju pertumbuhan.
Laju pertumbuhan ini akan memberikan kemudahan kepada Anda dalam
memproyeksikan tujuan atau target untuk periode berikutnya.
5. Terakhir, siklus konversi uang atau cash convertion. Potensi penghasilan yang
kemudian menjadi arus kas yang sebenarnya dalam sebuah unit bisnis merupakan
masa yang diperlukan. Waktu atau masa yang diperlukan, ketika semakin panjang
masa yang dibutuhkannya, maka untuk perputaran uang dalam perusahaan pun
akan semakin sulit. Unit bisnis pada tingkatan ini pada sebuah perusahaan bisa saja
dilakukan penutupan.
CONTOH LENGKAP KPI BAGIAN KEUANGAN DAN ACCOUNTING BISA DI-
DOWNLOAD DISINI..
Walaupun tingkatan penjualan sendiri kuat dan baik. Karena, tingkatan penjualan
yang tinggi pada dasarnya harus diikuti dengan arus kas yang stabil.
Pemilihan KPI harus tepat dan disesuaikan dengan strategi serta tujuan organisasi
atau bisnisnya. Ketika bisnis dijalankan, pertanyaan akan starategi utama dari bisnis
pasti akan muncul, dan disitulah KPI akan sangat bermanfaat dalam menjawab
pertanyaan tersebut.
Sedangkan untuk KPI yang bersifat non keuangan sangat banyak, mulai pelanggan
atau customer, penjualan dan pemasaran atau sales and marketing, operasional
atau operation, karyawan atau employee, hingga CSR atau corporate social
responsibility.
Seorang manajer, khususnya manajer keuangan merupakan bagian penting dalam
perusahaan yang menjaga kesehatan atau kestabilan keuangan. Masalah finansial
yang satu ini merupakan masalah yang krusial karena berhubungan dengan
pertumbuhan dan perkembangan perusahaan mengenai kelanjutannya. Perbaikan
harus dilakukan secara berkesinambungan dalam masalah financial statement
tersebut. sehingga, sustainable growth yang simultan bisa tercipta.
KPI Supervisor, Manager,
General Manager.....
Diterbitkan pada 11 Juli 2016
Bambang Eko Cahyono
IkutiBambang Eko Cahyono
Continuous Improvement & Strategy Development at SPIL (Shipping lines
company)
Mas Broer... KPI saya apa ya?
Ada rekanan yang berposisi Manager, Supervisor bertanya tentang
KPI jabatan yang dipegangnya. Ada juga teknisi yang juga bertanya
sama tentang Key Performance Indicators (KPI) atau Ukuran Kinerja
Utama (UKU)
Fondasi awal, ialah perlu diketahui apa saja target utama perusahaan
atau UKU nya perusahaan yang diwakili oleh Direktur utama atau
Head of Business Unit. Tentunya sedikit Supervisor yang tahu,
apalagi ada beberapa istilah keuangan yang membutuhkan "ilmu"
lumayan untuk memahaminya. Antara lain: EBIT, ROA, ROCE,
COGS, dsb.
Untuk perusahaan yang mengimani konsep Balance Score Card,
umumnya ada 4 bidang yang harus dicapai. Yaitu:
1. Bidang keuangan harus sehat
2. Bidang pelanggan yang harus puas
3. Bidang pengoperasian yang harus sehat
4. Bidang pengelolaan karyawan yang efektif mendukung bisnis.
Item 1 dan 2 lebih banyak sifatnya "Laging" atau indikator hasil suatu
pekerjaan item 3 dan 4.
Saya nggak membahas dalam tentang 4 bidang ini, namun yang saya
pikirkan ialah masih banyak organisasi atau perusahaan yang tidak
maksimal mengkomunikasikan target-target yang akan dicapai secara
tahunan ataupun secara 3-5 tahunan kepada jajaran karyawan hingga
minimal level Supervisor atau Officer.
Penetapan KPI ialah minimal 80% bersifat Top Down dan karena
didukung juga dengan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai
KPI. Maka mulailah dari atas, kelevel 2, ke level 3 dan berikutnya
sampai level pelaksana. Selesaikan dulu KPI proses bisnis utama.
Mulai dari Customer order s/d Customer menerima order.
Misalkan:
1. Bisnis Rawat Jalan Rumah Sakit
Customer order untuk pengobatan di Rumah sakit, dia bertemu
dengan resepsionis, dia bertemu dengan perawat, dia bertemu dengan
dokter, dia bertemu dengan pihak kasir, dia bertemu dengan apotik,
dia keluar dari Rumah sakit.
2. Bisnis Rawat inap Rumah sakit via UGD
Customer datang ke UGD, dia dilayani oleh perawat dan dokter UGD,
dia dipindah ke kamar, dia dirawat, dia membayar, dia keluar dari
Rumah sakit.
3. Bisnis lainnya dalam satu aliran pergerakan pelanggan juga
diterjemahkan.
Setelah bisnis proses dipetakan maka terjemahkan setiap tahapan
kedalam ukuran kesuksesannya. Ini disebut Performance Indicator.
Misalkan diperoleh ada 100 performance indicator proses, ini belum
kita tentukan indikator mana dari seratus ini yang paling kunci (key),
paling utama yang membuat pelanggan puas dan keuangan sehat
(profitable).
Kita mulai dari atas (level 1) levelnya Direktur Utama yang mewakili
target perusahaan secara keseluruhan. Misalkan targetnya ialah
Pendapatan naik 20% dari tahun lalu, Biaya operasional naik
maksimum 5% dari tahun lalu.
Level kedua akan menterjemahkan:
Untuk mencapai pendapatan naik 20% maka jumlah pasien rawat
jalan harus naik 33%, tingkat hunian kamar mencapai minimal 90%.
Untuk mencapai biaya operasional naik maksimal 5% dari tahun lalu
maka biaya utilitas harus turun 5% dari tahun lalu, jumlah pekerja
naik maksimum 3% dari tahun lalu.
Level ketiga akan menterjemahkan:
Agar biaya utilitas turun sebesar 5% maka jumlah kerusakan AC
harus turun 50% dari tahun lalu, jumlah kerusakan gedung harus turun
33% dari tahun lalu.
Agar jumlah pekerja tidak naik melebihi 3% dari tahun lalu maka
80% karyawan harus multi skill minimal menguasai tugas di 2
jabatan. Sistem otomatisasi menurunkan work load karyawan minimal
20%.
Dan seterusnya sampai level 4 bahkan 5.
Nah dari urutan penterjemahan ini, maka DILARANG seorang
Supervisor membuat atau menentukan KPI nya sendiri, atau bahkan
DILARANG seorang atasan meminta bawahan membuat KPI. Yang
membuat KPI ialah organisasi (perusahaan) bukan oleh individu
individu, agar selaras dengan Visi Misi perusahaan.
Jangan lupa disamping penetapan KPI juga wajib dibarengi dengan
penetapan Anggaran yang dibutuhkan, ditetapkan di awal tahun. Itu
aja gambaran praktek sederhana.
Setelah diterjemahkan ukuran kesuksesn pada aliran proses bisnis
utama, selanjutnya semua Support function akan menterjemahkan
kedalam apa yang harus dilakukan agar indikator bisnis utama itu
tercapai. Support function antara lain IT, Legal, Finance, Purchasing
Logistics, Human Resources, General affairs. Sedapat mungkin
allignment (keselarasan) tidak saling "membunuh" namun saling
mendukung.
(Picture from : [Link])