ANALISIS KEPEMIMPINAN BERDASARKAN CIRI-CIRI YANG
DIMILIKI OLEH PEMIMPIN
KELOMPOK 3
DISUSUN OLEH
ANDI MUHAMMAD SAFII
ASWAR ANAS
SABINUS SENGI
Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial
Universitas Fajar
Makassar
2017
KATA PENGATAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena atas rahmat dan karunianya
penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada [Link] judul dari makalah ini
adalah Kepemimpinan. Makalah ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Kewirausahaan.
Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata
kuliah yang bersangkutan yang telah memberikan tugas terhadap penyusun. Penyusun juga ingin
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam pembuatan makalah ini
yang tidak bisa penyusun sebutkan satu persatu.
Penyusunan makalah ini jauh dari [Link] ini merupakan langkah yang baik dari studi yang
sesungguhnya. Oleh karena itu, keterbatasan waktu dan kemampuan penyusun, maka kritik dan saran
yang membangun senantiasa penyusun mengharapkan semoga makalah inidapat berguna bagi
penyusun pada khususnya dan pihak lain yang berkepentingan pada umumnya.
Makassar, July 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu masalah yang paling populer dewasa ini adalah masalah kepemimpinan. Pentingnya
manajemen merupakan salah satu alat dalam kehidupan suatu organisasi, terutama dalam bidang
kehidupan manusia selalu mendapat perhatian khusus. Dalam hal ini selalu dititik beratkan kepada
pimpinan. Pimpinanlah yang merupakan motor penggerak dari sesuatu usaha atau kegiatan. Pimpinan
tersebut harus mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, terutama dalam pengambilan
keputusan dan kebijaksanaan yang dapat mempermudah pencapaian tujuan dari organisasi itu secara
efektif dan efisien.
Bertitik tolak dari hal-hal tersebut, maka berhasil tidaknya suatu usaha pencapaian tujuan yang telah
ditentukan itu sebagian besar akan ditentukan oleh kemampuan pimpinan yang memegang peranan
penting dalam rangka menggerakkan orang-orang bawahannya, Keterampilan kepemimpinan
(Leadership Skill) yang baik dan efektif sangat penting untuk membangun, mendorong dan
mempromosikan budaya dalam perusahaan yang kuat dan akhirnya mencapai kesuksesan. Dengan
demikian, keterampilan kepemimpinan diperlukan untuk memaksimalkan efisiensi dan mencapai
tujuan organisasi.
Sebuah organisasi hanya akan berkembang dan maju apabila cepat tanggap terhadap perubahan yang
pasti akan terjadi. Pemimpin masa kini dan masa depan dituntut untuk tidak sekedar bersikap luwes
dan beradaptasi dengan lingkungan yang bergerak sangat dinamis, akan tetapi juga mampu
mengantisipasi berbagai bentuk perubahan dan secara proaktif menyusun berbagai program
perubahan yang diperlukan.
BAB II
PEMBAHASAN
Pada saat seseorang menduduki suatu jabatan pimpinan tertentu , dapat dipastikan bahwa orang
tersebut mamiliki hanya sebagian saja ciri ciri tersebut. Selebihnya merupakan hal yang harus di
usahakan pemilihannya selama seseorang meniti karirnya. Dengan usaha yang amat sungguh
sungguh pun tetap tidak ada jaminan bahwa keseluruhan ciri ciri itu telah di milikinya pada waktu
yang bersangkutan mengakhiri masa pengabdian nya pada organisasi .
Teori tentang analisis kepemimpinan berdasarkan ciri yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan
traits theory memberikan petunjuk bahwa ciri ciri Ideal tersebut ialah :
1. Pengetahuan umum yang luas
2. Kemampuan untuk bertubuh dan berlatar belakang
3. Sifat inkuisitif
4. Kemampuan analitik
5. Daya iangat yangkuat
6. Kapasitas Integratif
7. Ketrampilan berkomunikasi secara efektif
8. Ketrampilan mendidik
9. Rasionalitas
10. Objektifvitas
11. Pragmatisme
12. Kemampuan menentukan skala prioritas
A. PENGETAHUAN UMUM YANG LUAS
Semakin tingi kedudukan seseorang dalam hirarkhi kepemimpinan organisasi , Dia semakin di tuntut
untuk mampu berpikir dan bertindak sebagai seorang generalis .
B. KEMAMPUAN BERTUMBUH DAN BERKEMBANG
Pentingnya kemampuan bertumbuh dan berkembang lebih jelas terlihat apabila setiap organisasi
bergerak dalam suatu lingkungan yang dinamika dan selalu [Link], apapun kedudukan
seseorang dalam organisasi,ia diharapkan untuk terus menerus meningkatkan pengetahuan dan
keterampilannya,termasuk dalam bidang-bidang teknis operasionanl yang paling rendah
[Link] saja tuntutan itu lebih dirasakan pada tingkat manajerial karena apa yang mereka
lakukan,atau tidak lakukan, mempunyai dampak yang luas dan kuat terhadapap seluruh segi
kehidupan organisasional.
C. SIFAT YANG INKUISITIF
Sifat inkuisif, atau rasa ingin tahu , merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal , pertama ,
Tidak merasa puas dengan tingkat dan pengetahuan yang telah di miliki , kedua , kemauan dan
keinginan untuk mencari dan menemukan hal hal baru. Sifat ini menjadi salah satu yang sangat
penting untuk dimiliki karena dinamika kehidupan moderen yang sudah barang tentu harus di imbangi
oleh dinamika organisasi.
D. KEMAMPUAN ANALITIK
Berbagai teori tentang kepemimpinan yang efektif dan pengalaman banyak orang menujukan bahwa
efektifvitas kepemimpinan seseorang tidak lagi terletak pada kemampuannya untuk melaksanakan
kegiatan yang bersifat teknis operasional , melainkan pada kemampuannya untuk berpikir . Cara dan
kemampuan berpikir yang di perlukan adalah yang integralistik , strategik dan berorientasi pada
pemecahan masalah .
E. DAYA INGAT YANG KUAT
Seorang pemimpin harus seorang yang jenius . Akan tetapi kemampuan intelektualnya seperti daya
kognitif dan penalarannya haruslah berbeda di atas kemampuan rata rata dari orang orang yang di
pimpinnya . Salah satu bentuk kemampuaan intelektual tersebut adalah daya ingat yang kuat .
F. KAPASITAS INTEGRATIF
Organisasi organisasi moderen , terutama yang besar, dengan tujuan dan sasaran yang beraneka
ragam , terdiri dari berbagai satuan kerja yang sering menuntut pengetahuan , ketrampilan dan teknik
serta metode kerja yang spesialistik . Peralatan yang di gunakanpun sering bersifat khusus pula
.Semua satuan kerja yang ada dalam organisasi yang biasanya tergambar pada program program
sudah barang tentu memainkan peran tertentu pula dalam rangka memberikan saran dan
sumbangsihnya kearah tecapainya tujuan dan aneka ragam sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya
itu .
G. KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF
kehidupan organisasional terdapat empat jenis fungsi komunikasi, yaitu: fungsi motivasi, fungsi
ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.
H. KETERAMPILAN MENDIDIK
Mendidik disini diartikan secara luas, tidak terbatas hanya pada cara-cara mendidik yang ditempuh
secara formal. Misalnya, jika seorang pemimpin melihat seorang bawahannya melaksanakan tugas
dengan cara yang tidak atau kurang tepat. Kalau seorang pimpinan menunjukan sikap dan perilaku
yang pantas untuk ditiru oleh orang lain, ia pun telah memainkan peranannya sebagai pendidik. Kalau
seorang pemimpin mampu memberikan nasehat kepada para bawahannya untuk berbagai masalah
yang dihadapinya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok tertentu dalam
organisasi, ia pun telah menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik.
I. RASIONALITAS
Semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk
membuktikan kemampuannya untuk berfikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya
dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang
berkepentingan diluar organisasi tersebut.
Setiap pejabat harus mampu berpikir dan bertindak secara rasional,tidak hanya dalam
menyelenggarakan berbagai fungsi kepemimpinanya,akan tetapi dalam menentukan sikap dan
prilakunya dalam berinteraksia dengan berbagai phak,baik di dalam maupun diluar organisasi .
J. OBJEKTIVITAS
Salah satu perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah harus bersikap objektif dalam
menjalankan peranan selaku seorang bapak dan penasehat bagi para bawahan, sikap adil para pejabat
pimpinan menjadi salah satu kriteria utama.
K. PRAGMATISME
Pragmatisme pada dasarnya berarti berfikir dan bertindak secara realistik. Dalam kehidupan
organisasional, sikap yang pragmatik biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut: Kemampuan
menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang
berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealismeMenerima kenyataan
apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan
L. KEMAMPUAN MENETUKAN PERINGKAT PRIORITAS
Suatu organisasi tidak mungkin melakukan semua kegiatan yang dilaksanakan dengan intensitas yang
sama. Perlunya menetukan skala prioritas tertentu tidak hanya dituntut oleh keterbatasan kemampuan
organisasional akan tetapi juga oleh situasi yang dihadapi, kondisi yang menantang, rintangan yang
menghadang dan ancaman yang timbul. Bahkan faktor-fator tersebut menuntut peninjauan secara
berskala prioritas yang telah ditetapkan untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang
diperkirakan akan dihadapi dimasa depan.
BAB III
KESIMPULAN
Organisasi sebagai kesatuan sosial, yaitu terdiri dari orang atau kelompok orang yang berinteraksi
satu sama lain. Setiap organisasi dituntut selalu peka terhadap aspirasi, keinginan, tuntutan dan
kebutuhan berbagai kelompok dengan siapa organisasi berinteraksi.
Kepemimpinan yang merupakan sesuatu yang wajib dalam kehidupan agar kehidupan menjadi teratur
dan keadilan bisa ditegakkan, sehingga tidak berlaku hukum rimba. Kepemimpinan juga dapat
dikatakan penting apabila memanfaatkan dan mengelola potensi setiap anggota dengan cara yang
tepat . Maka dari itu seorang pemimpin dalam mengendalikan kepemimpinannya harus mendorong
perilaku positif dan meminimalisir semua yang negatif, mencari pemecahan masalah, mempelajari
perubahan di sekitarnya, serta mencanangkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan.
Kepemimpinan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan
tugas dari para anggota kelompok juga merupakan sarana pencapaian tujuan. Pemimpin dalam
kehidupan organisasi mempunyai kedudukan yang strategis dan merupakan gejala sosial yang selalu
diperlukan dalam kehidupan kelompok.