BAB 1
BIAYA, KONSEP DAN KLASIFIKASI
Biaya produksi
Biaya produksi terdiri dari :
Bahan Langsung
Bahan langsung adalah bahan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan
digunakan untuk menghasilkan produk jadi disebut bahan mentah ( raw
material) produk jadi dan dapat dtelusuri secara fisik dan mudah keproduk
tersebut.
Tenaga kerja langsung
Tenaga kerja langsung biasanya disebut jugatouch labor karena tenaga kerja
langsung melakukan kerja tangan atas produk pada saat produksi.
Biaya tenaga kerja yang tidak dapat ditelusuri secara fisik dalam pembuatan
produk disebut tenaga kerja tidak langsung dan diperlakukan sebagai bagian
biaya overhead pabrik.
Biaya overhead pabrik
Biaya overhead adalah ketiga biaya manufaktur termasuk seluruh biaya
manufaktur yang tidak termasuk dalam bahan langsung dan tenaga kerja
langsung.
Biaya overhead pabrik dikombinasikan dengan biaya tenaga kerja disebut
biaya konversi.
Gabungan antara biaya tenaga kerja langsung dengan bahan langsung disebut
biaya utama (prime cost)
Modul Akutansi Biaya Page 1
Umumnya, biaya non produksi dipilah 2:
1. Beban penjualan dan marketing.
2. Beban administrasi dan biaya umum.
Biaya Produk vs Biaya Periodik
Biaya Produk
Biaya produk ditentukan dalam persediaan dan biasanya disebut juga
inventoryable cost.
Berarti bahwa biaya produk seperti biaya bahan baku,atau biaya tenaga kerja
langsung atau biaya overhead pabrik mungkin terjadi dalam 1 periode akuntansi
tetapi tidak di perlakukan sebagai beban sampai periode berikutnya pada saat
barang laku dijual.
Biaya periodik.
Biaya periodik adalah semua biaya yang tidak termasuk dalam biaya produk.
Biaya ini adalah beban dalam laporan laba rugi dalam periode dimana biaya
tersebut terjadi dengan menggunakan peraturan akuntansi akrual seperti yang
telah dipelajari dalam akuntansi keuangan.
Contoh biaya periodik :
komisi penjualan
sewa kantor.
Publik relation
Dan biaya non produksi lainnya.
Modul Akutansi Biaya Page 2
Gambaran umum klasifikasi biaya
Biaya
Produksi
Biaya bahan Biaya tenaga Biaya overhead
langsung kerja langsung pabrik
Biaya utama Biaya konversi
(prime cost
Biaya non
produksi
Beban marketing Beban administrasi
dan penjualan dan umum
Klasifikasi biaya dalam laporan keuangan
Biaya yang berhubungan dengan neraca adalah salah satunya persediaan.
Catatan atas laporan keuangan tahunan Graham manufakturing yang berkaitan
dengan persediaan adalah sebagai berikut :
Modul Akutansi Biaya Page 3
Graham Manufakturing Corporation
Rekening Persediaan
Persediaan awal Persediaan akhir
Bahan mentah 60.000 50.000
Barang dalam Proses 90.000 60.000
Barang jadi 125.000 175.000
Total persediaan 275.000 285.000
Pemahaman Lebih Mendalam biaya Produk
Untuk memahami biaya produk secara lengkap sangat penting untuk melihat secara singkat
aliran biaya dalam perusahaan manufaktur. Dengan mengerjakan itu kita dapat melihat
bagaimana biaya produk mengalir melalui berbagai macam rekening dan mempengaruhi neraca
dan laporan laba rugi dalam rangka produksi dan penjualan produk.
Modul Akutansi Biaya Page 4
Aliran Biaya dalam Perusahaan Manufaktur
Biaya-Biaya
Neraca
Pembelian Bahan
Baku Persediaan Bahan mentah
Bahan Langsung
Biaya Produksi
Masuk Produksi
Tenaga kerja
Langsung Persediaan Barang
dalam Proses
Barang Jadi Laporan Laba Rugi
Overhead Pabrik (Harga Pokok
Produksi)
Persediaan barang Harga Pokok
Jadi Penjualan
Beban Penjualan
Produksi
Penjualan dan
dan administrasi
Biaya
administrasi
Klasifikasi Biaya untuk Memprediksi Perilaku Biaya
Biaya variabel
Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara proporsional dengan perubahan
aktivitas. Biaya variabel dapat diartikan total biaya akan naik atau turun
sebagaimana pergerakan naik turunnya aktivitas.
Salah satu aspek yang menarik dari perilaku biaya variabel adalah bahwa biaya
variabel selalu konstan apabila dinyatakan dalam harga perunit. Dalam
perusahaan manufaktur, biaya variabel termasuk bahan langsung dan beberapa
elemen overhead [Link] yang menyebabkan perubahan dalam biaya
variabel tidak harus berupa jumlah unit produksi atau penjualan
Modul Akutansi Biaya Page 5
Sebagai contoh upah yang dibayarkan kepada karyawan di Blockbuster Vidio
didasarkan pada jumlah jam buka dan tidak tergantung pada jumlah vidio yang
disewa.
Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang selalu tetap secara keseluruhan tanpa terpengaruh
oleh tingkat [Link] sedikit biaya yang benar benar tetap. Sebagian
besar akan berubah bila terjadi perubahan aktivitas dan skala besar. Sebagai
contoh, anggaplah bahwa kapasitas mesin kimia adalah 2.000 pengujian setiap
bulan. Jika klinik tersebut mengharapkan dapat melakukan pengujian lebih dari
2.000 pengujian tiap bulannya, maka akan diperlukan mesin yang baru.
Penambahan jumlah mesin ini akan mengubah besarnya biaya tetap.
Contoh biaya tetap meliputi:
Biaya penyusutan dengan metode garis lurus,asuransi, pajak properti,sewa , gaji
supervisor, gaji pegawai administrasi dan beban pengiklanan.
Perilaku Biaya
Biaya Total Per-unit
Variabel Biaya variabel total akan Biaya variabel akan
bertambah dan berkurang selalu konstan untuk
secara proporsional perunit
terhadap perubahan
tingkat aktivitas
Tetap Total biaya tetap tidak Biaya tetap perunit akan
dipengaruhi oleh berkurang apabila jumlah
Modul Akutansi Biaya Page 6
perubahan tingkat unut yang dihasilkan
aktivitas dalam cakupan bertambah
yang relevan.
Klasifikasi Biaya untuk Membebankan Biaya ke Objek Biaya
Biaya Langsung
Biaya Langsung adalah biaya yang dapat dengan mudah ditelusuri keobjek biaya
yang bersangkutan. Konsep biaya langsung lebih luas dari pengertian bahan
langsung dan tenaga kerja langsung. Sebagai contoh jika Reebok membebankan
biaya ke berbagai kantor penjualan regional atau nasional, gaji manajer penjualan
di kantor Tokyo menjadi biaya langsung kantor tersebut.
Biaya tidak langsung
Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri dengan mudah ke
objek biaya yang bersangkutan. Sebagai contoh, pabrik Campbel Soup
memproduksi sejumlah jenis soup kalengan. Gaji manajer pabrik menjadi biaya
tidak langsung dari setiap jenis soup kalengan mangkuk yang dibuat seperti
chicken noodle soup. Alasannya adalah gaji manajer pabrik tidak disebabkan oleh
salah satu jenis produk soup tetapi terjadi sebagai konsekwensi semua kegiatan
yang terjadi di pabrik.
Gaji manajer pabrik disebut juga common cost produksi berbagai macam produk
yang dihasilkan.
Common cost adalah biaya yang bersama sama dinikmati oleh sejumlah objek
biaya. Dan common cost adalah salah satu jenis biaya tidak langsung
Modul Akutansi Biaya Page 7
Klasifikasi Biaya untuk Pembuatan Keputusan.
Biaya diferensial disebut juga incremental cost, meskipun secara teknis yang
dimaksud dengan icremental cost berkaitan dengan kenaikan biaya yang terjadi
karena perubahan dari satu alternatif satu ke alternatif lainnya; sedangkan
penurunan biaya sering disebut decremental cost.
Biaya diferensial adalah istilah dengan pengertian yang lebih luas, termasuk baik
adanya incremental cost maupun decremental cost dari alternatif alternatif yang
tersedia.
Biaya diferensial dapat berupa biaya tetap maupun biaya variabel.
Modul Akutansi Biaya Page 8
BAB 2
KALKULASI DAN AKUMULASI BIAYA.
Laporan Biaya Produksi
Persediaan awal bahan baku $ xxx Pembelian
$xxx
Diskon pembelian $xx
Retur pembelian $xx + ($ xxx)
Pembelian Bersih $ xxx +
Tersedia untuk di pakai $ xxx
Persediaan akhir bahan baku ($ xxx)
Biaya bahan baku $ xxx
Biaya tenaga kerja $ xxx
Biaya overhead pabrik $ xxx +
Biaya produksi $ xxx
Laporan Harga pokok Penjualan
Persediaan awal barang jadi $ xxx
Persediaan awal barang dalam proses $ xxx
Biaya produksi $ xxx
Barang siap untuk diproses kembali $ xxx
Persediaan akhir barang dalam proses ($ xxx)
Harga pokok produksi $ xxx
Modul Akutansi Biaya Page 9
Tersedia untuk di jual $ xxx
Persediaan akhir barang jadi ($ xxx)
Harga pokok penjualan $ xxx
Laporan Laba Rugi
Penjualan $ xxx
Diskon Penjualan $ xxx
Retur Penjualan $ xxx+
($ xxx)
Penjualan Bersih $ xxx
Biaya pokok penjualan ($ xxx)
Laba kotor $ xxx
Total Beban ($ xxx)
Laba bersih operasi $ xxx
Pencatatan Transaksi dalam Perusahaan Industri. Transaksi
yang berhubungan dengan transaksi adalah.
a. Pembayaran secara kredit.
b. Beban dibayar dimuka.
c. Pembelian dan perbaikan aktiva tetap.
d. Berbagai pembayaran untuk sumber daya
e. Pembayaran untuk upah dan gaji.
Modul Akutansi Biaya Page 10
f. Pembelian bahan baku dan perlengkapan secara kredit.
g. Pencatatan beban gaji.
Contoh dalam penjurnalan:
Selama Januari, New Hope menyelesaikan akun akun yang dijurnal secara
garis besar sebagai berikut:
a. Bahan baku yang diterima dan dibeli secara kredit
$ 100.000.
Jurnal : Persediaan bahan baku $ 100.000
Hutang usaha $ 100.000
b. Bahan baku yang diminta selama bulan tersebut
Untuk produksi $ 80.000
Untuk penggunaan bahan tidak langsung $ 12.000
Jurnal : Barang dalam proses $ 80.000
Pengendali Overhead pabrik $ 12.000
Persediaan bahan baku $ 80.000
Persediaan bahan tidak langsung $ 12.000
c. Total biaya gaji dan upah $ 160.000
Biaya gaji dan upah yang terhutang dan dibayar dan
dikenakan pajak pph 5%.
Modul Akutansi Biaya Page 11
Jurnal : biaya gaji dan upah $ 160.000 Hutang
gaji & upah akrual $ 152.000 Hutang
pajak $ 8.000
Pada waktu pembayaran jurnal :
Hutang gaji & upah $ 152.000
Kas $ 152.000
d. Distribusi biaya gaji dan upah gaji adalah sebagai berikut: Tenaga
kerja langsung 65%
Tenaga kerja tidak langsung 15%
Beban gaji pemasaran 13%
Beban gaji administrasi 7%
Jurnal : Barang dalam proses $ 104.000
Pengendali overhead pabrik 24.000
Beban gaji pemasaran 20.800
Beban gaji administrasi 11.200
Biaya gaji dan upah $ 160.000
e. Overhead Pabrik terdiri atas :
Biaya penyusutan $ 21.300
Asuransi di bayar dimuka $ 1.200
Modul Akutansi Biaya Page 12
Jurnal : Pengendali Overhead Pabrik $ 22.500
Akumulasi penyusutan $ 21.300
Asuransi di bayar dimuka $ 1.200
f. Biaya overhead pabrik umum ( tidak terinci) 70% dibayar
tunai sisanya di cicil.$26.340
Jurnal : Pengendali Overhead Pabrik $ 26.340
Kas $ 18.438
Utang usaha $ 7.902
g. Jumlah yang diterima dari pelanggan atas pelunasan piutang
mereka $205.000.
Jurnal : Kas $205.000
Piutang usaha $205.000
h. Hutang yang dibayar:
Hutang pajak $ 35.700
Hutang usaha $ 227.000
Jurnal : Hutang pajak $ 35.700
Hutang usaha $ 227.000
Kas $ 262. 700
i. Overhead pabrik diakumulasikan dan dibebankan ke
perkiraan barang dalam proses.
Modul Akutansi Biaya Page 13
Jurnal : Barang dalam proses $84.840
Pengendali Overhead Pabrik $84.840
j. Unit yang selesai ditranfer ke persediaan barang jadi
$ 320.000
Jurnal : Persediaan Barang Jadi $ 320.000 Barang dalam
proses $ 320.000
k. Penjualan $ 384.000, 40% dibayar tunai sisanya kredit .
Harga pokok penjualan 75% dari penjualan.
Jurnal :Kas $ 153. 600 Piutang
Usaha $ 230.400
Penjualan $384.000
Biaya pokok penjualan $288.000
Persediaan Barang Jadi $288.000
Modul Akutansi Biaya Page 14
BAB 3
JOB ORDER COSTING SISTEM
Sistem job order costing digunakan untuk perusahaan yang memproduksi bermacam
produk selama periode tertentu. Sebagai contoh, perusahaan pakaian Levi Strauss
membuat berbagai jenis produk pakaian jins baik untuk pria dan wanita. Suatu pesanan
khusus misalnya berisi 1000 celana jins dengan model A312 ukuran pinggang 32.
Pesanan sebanyak 1000 unit ini disebut 1 batch atau 1 pekerjaan atau 1 job.
Pada umumnya perusahaan membagi biaya menjadi 3 kelompok
1. Biaya bahan baku
2. Biaya tenaga kerja langsung
3. Biaya overhead pabrik
Dalam job order costing kita pelajari bagaimana mencatat dan
mengumpulkan tiga jenis biaya tersebut.
Mengukur biaya bahan langsung
Dalam job order jika sudah ada kesepakatan dengan konsumen mengenai kuantitas,
harga dan pengiriman pesanan maka dibuat formulir order produksi.
Departemen kemudian menyiapkan formulir kebutuhan barang Formulir
kebutuhan bahan berisi :
1. Spesifikasi tipe dan kuantitas bahan yang dikeluarkan dari gudang.
2. Indentifikasi pekerjaan untuk membebankan biaya bahan.
Modul Akutansi Biaya Page 15
Kartu Biaya (Job Cost Sheets)
Setelah mendapatkan pemberitahuan order produksi telah dibuat. Departemen
akuntansi akan menyiapakan kartu biaya
Kartu Biaya
No. Pekerjaan : Tanggal Mulai :10/1
Tanggal Selesai :14/1
Departemen : Jumlah unit 10
Jenis : Hrg jual/unit :
Untuk Persediaan :
bahan langsung Tenaga Kerja Langsung Overhead pabrik yang
dibebankan
[Link] jumlah Tiket jam jumlah Jam Tarif Jumlah
$1.420 40 $320 $ 684
$780 32 256 400
$310 36 288 128
$2,510 40 320 $.1176
48 384
$1.568
Biaya bahan baku $2,510 Harga jual : $7.860
Biaya tenaga kerja lgs $1.568 Biaya produksi $5.254
Biaya overhead pabrik $. 1176 Beban pemasaran $776
Biaya produksi $5.254 Beban administrasi $ 420
Total biaya $6450
Laba $1.410
Modul Akutansi Biaya Page 16
Mengukur Biaya Tenaga Kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung ditangani dengan metode yang sama dengan biaya bahan
lagsung.
Para pekerja menggunakan kartu jam kerja untuk mencatat waktu yang mereka
gunakan untuk setiap pekerjaan dan tugas tugas lainnya.
Pembebanan overhead Pabrik
Overhead harus dimasukkan bersama sama dengan biaya bahan langsung dan tenaga
kerja langsung kedalam kartu biaya produk.
Pembebanan BOP untuk setiap unit produk mengalami kesulitan
dikarenakan ;
1. Overhead pabrik adalah biaya tidak langsung. Hal ini berarti sangat
sulit untuk menelusuri biaya ini ke produk tertentu.
2. Overhead pabrik terdiri dari berbagai macam jenis biaya mulai dari
paselin untuk mesin sampai gaji tahunan menejer pabrik.
3. Meskipun output produksi ber fluktuasi, biaya overhead pabrik relatif
tetap karena adanya biaya tetap.
Ada beberapa alasan para menejer menggunakan tarif overhead yang ditentukan
dimuka dari pada tarif overhead aktual:
Modul Akutansi Biaya Page 17
1. Sebelum akhir periode akuntansi, menejer menginginkan untuk
mengetahui penilaian sistem akuntansi terhadap pekerjaan yang
diselesaikan.
Contoh :
Suatu perusahaan menunggu sampai akhir tahun untuk menghitung tarif BOP,
sehingga menejer sulit menentukan harga pokok penjualan sampai akhir
tahun, bahkan sampai produk pesanan di kirim ke pemesan.
2. Jika overhead aktual dihitung beberapa kali, faktor musiman dalam
biaya overhead pabrik dan basis alokasi dapat menimbulkan
adanya fluktuasi tarif overhead pabrik.
3. Penggunaan tarif overhead yang ditentukan dimuka dapat
menyederhanakan pencatatan.
Ilustrasi :
Perusahaan Jepang seperti halnya perusahaan Amerika , kebanyakan
menggunakan jam kerja langsung sebagai basis alokasi biaya overhead pabrik.
Suatu survei di lebih dari 250 perusahaan manufaktur di jepang menghasilkan ;
Basis alokasi biaya overhead pabrik persen
Jam Kerja 41.7%
Jam Mesin 6,4%
Modul Akutansi Biaya Page 18
Jam kerja langsung dan jam mesin 43,6%
Basis alokasi lainnya 8,3 %
Total 100 %
Arus Dokumen dalam job order costing
Biaya produksi
Formulir Dikumpulkan
Permintaan Dalam formulir
bahan Yang dibuat oleh
Order penjualan departemen
Sebagai dasar untuk akuntansi yang
Mengeluarkan disebut
Kartu biaya menjadi
Kartu Kartu dasar untuk menghitung
Order Order Jam biaya produk dan biaya perunit
penjuala produksi
n
kerja yang digunakan untuk
Order produksi menentukan persediaan
Mengawali akhir dan harga pokok
Pekerjaan yang penjualan barang
Biayanya akan yang terjual.
Tarif
dibebankan
overhead
yang
ditentukan
dimuka
Pencatatan dalam job order costing
Pada tanggal 1 april perusahaan memiliki bahan baku $ 7.000 Selama bulan tersebut
perusahaan melakukan pembelian bahan baku $ 60.000.
Persediaan Bahan baku $ 60.000
Hutang dagang $ 60.000
Modul Akutansi Biaya Page 19
Pengeluaran bahan langsung $ 50.000 dan bahan tidak langsung $ 2.000
Jurnal :
Barang dalam proses $ 50.000
Pengendali overhead pabrik $ 2.000
Persediaan bahan baku $ 50.000
Persediaan bahan tidak langsung $ 2.000
Biaya upah terdiri dari;
Biaya tenaga kerja langsung $ 60.000
Biaya tenaga kerja tidak langsung $ 15.000
Jurnal ;
Barang dalam proses $ 60.000
Pengendali overhead pabrik $ 15.000
Biaya upah $ 75.000
Pembebanan biaya overhead pabrik didasarkan jam mesin dibutuhkan 15.000 jam mesin
dan tarif per jam mesin $6 perjam
Jurnal ;
Barang dalam proses $ 90.000
Pengendali overhead pabrik yang dibebankan $ 90.000
BOP yang terhutang terjadi adalah sebagai berikut
Utilitas $21.000
Sewa peralatan pabrik $ 16.000
BOP lain lain $ 3.000
Modul Akutansi Biaya Page 20
Total $ 40.000
Jurnal
Pengendali overhead pabrik $ 40.000
Hutang dagang $ 40.000
Saldo yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat diperlakukan sebagai berikut:
1. Ditutup ke harga pokok penjualan
2. Dialokasikan antara barang dalam proses, barang jadi, dan harga pokok
penjualan dalam proporsi overhead yang dibebankan selama periode tersebut
di saldo akhir masing masing rekening.
Closing :
Pengendali overhead pabrik yang dibebankan $ 90.000
Pengendali overhead pabrik $
90.000
Selisih ;
Pengendali overhead pabrik $ 50.000
Selisih BOP $ 50.000
Modul Akutansi Biaya Page 21
BAB 4
Process Costing
Perbandingan job order costing dan Process Costing :
Job order costing Process Costing
1. Beberapa pekerjan yang 1. Hanya ada satu jenis produk
berbeda dikerjakan dalam yang diperoduksi secara kontiniu
satu periode. Masing dan dalam jangka panjang.
masing pekerjaan memiliki Seluruh unit bersifat indentik.
spesifikasi masing
masing.
2. biaya dikumpulkan untuk 2. biaya diakumulasikan per
setiap pekerjaan departemen
3. Kartu biaya adalah 3. laporan produksi departemen
dokumen sumber yang menjadi dokumen sumber yang
digunakan mengendalikan menunjukkan pengumpulan dan
pengumpulan biaya suatu disposisi biaya perdepartemen.
pekerjaan
4. Biaya perunit dihitung 4. Biaya perunit dihitung
untuk setiap pekerjaan perdepartemen berdasarkan
berdasarkan kartu biaya laporan produksi perdepartemen.
Modul Akutansi Biaya Page 22
Persamaan job order costing dan Process Costing :
Tujuan utama dari kedua system tersebut adalah membebankan biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja dan overhead keproduk dan memberikan
mekanisme perhitungan biaya perunit.
Sistem mengunakan rekening yang sama termasuk biaya bahan baku,
biaya overhead, barang dalam proses dan barang jadi.
Aliran biaya keduanya melalui rekening rekening manufaktur
Departemen proses adalah lokasi didalam organisasi yang digunakan untuk
menghasilkan produk dan dimana bahan, tenaga kerja serta biaya overhead
pabrik ditambahkan kedalam produk. Beberapa produk dan jasa mungkin
membutuhkan beberapa departemen proses, sedangkan lainnya mungkin hanya
butuh satu atau dua departemen saja.
Tahapan dalam Departemen proses
Biaya Pemrosesan Biaya Pemrosesan Biaya Pemrosesan
Input Barang Dep. Barang Dep. Barang
Dep.
proses proses proses
bahan dalam dalam jadi
baku proses proses
Metode rata rata tertimbang
Dengan menggunakan metode rata rata tertimbang , unit ekivalen departemen dihitung
dengan cara berikut ;
Modul Akutansi Biaya Page 23
Unit ekivalen produksi = unit yang ditranfer ke departemen berikutnya atau barang jadi + unit
ekivalen dalam, persediaan akhir barang dalam proses
Ada 3 tahap dalam membuat laporan biaya produksi:
1. Menyiapkan skedule kuantitas dan menghitung unit ekivalen.
Scedule kuantitas memungkinkan menejer untuk melihat secara sepintas berapa unit yang
diproses melalui suatu departemen selama satu periode dan melihat tingkat penyelesaian
unit yang masih dalam proses.
Dalam scedule kuantitas unit masukan sama dengan unit keluaran.
2. Menghitung biaya perunit ekivalen
Biaya perunit ekivalen akan digunakan untuk membebankan biaya ke unit yang ditransfer
ke departemen berikutnya dan akan digunakan untuk menghitung biaya yang dibebankan
ke persediaan barang dalam proses.
3. Menyiapkan rekonsiliasi biaya.
Tujuan rekonsiliasi biaya adalah menunjukan bagaimana biaya yang dibebankan ke
persediaan barang dalam proses
Biasanya, biaya yang dibebankan kedepartemen akan terdiri dari hal hal berikut ini :
1. Biaya persediaan awal barang dalam proses.
2. Biaya bahan, tenaga kerja dan overhead yang ditambahkan dalam satu
periode.
3. Biaya (jika ada) yang diterima dari departemen sebelumnya.
Modul Akutansi Biaya Page 24
Dalam laporan biaya produksi biaya ini biasanya disebut perhitungan biaya biaya tersebut
dibebankan dengan menghitung :
1. Biaya yang ditransfer ke departemen berikutnya ( atau ke barang jadi)
2. Biaya yang masih ada didalam persediaan akhir barang dalam proses.
Contoh:
American Chair Comp menggunakan sistem perhitungan biaya berdasarkan proses
dengan asumsi aliran biaya rata-rata tertimbang. Data produksi berikut ini tersedia untuk
bulan januari :
Pemotongan Perakitan
Jlh unit barang dalam proses, persediaan awal 100 180
Jlh unit dimulai di Dep. Pemotongan 600
Jumlah unit ditransfer ke Dep. Perakitan 500
Jlh unit diterima dari Dep. Pemotongan 500
Jlh unit ditransfer ke Persediaan barang jadi 580
Jlh unit dibarang dalam proses, persediaan akhir 200 100
Supervisor masing masing departemen melaporkan bahwa persediaan akhir dibarang
dalam proses 60% selesai untuk bahan baku di Dep. Pemotongan dan 100% selesai untuk
bahan baku di Dep. Perakitan. Persediaan akhir 20% selesai untuk tenaga kerja di Dep.
Pemotongan dan 70% selesai di Dep. Perakitan. Untuk overhead pabrik, persediaan akhir
40% selesai di Dep. Pemotongan dan 70% selesai di Dep. Perakitan.
Modul Akutansi Biaya Page 25
Data biaya untuk bulan Januari adalah sebagai berikut :
Pemotongan Perakitan
Barang dalam proses, persediaan awal
Biaya dari Dep. Sebelumnya - $8.320
Bahan baku $1.892 $830
Tenaga kerja $ 400 $ 475
Overhead pabrik $ 796 $518
Pemotongan Perakita
n
Biaya yang ditambahkan keproses selama periode berjalan
Biaya bahan baku $13.608 $7.296
Tenaga kerja $ 5.000 $ 9.210
Overhead pabrik $ 7.904 $11.052
Perhitungan unit ekivalen :
Biaya bahan baku = 500 + ( 200 unitx 60%) = 620 unit
Tenaga kerja = 500 + ( 200x 20%) = 540 unit Overhead
pabrik = 500 + ( 200x 40%) = 580 unit
Modul Akutansi Biaya Page 26
American Chair Company
Departemen Pemotongan
Laporan Biaya Produksi
Untuk Bulan Januari,
Bahan baku tenaga kerja Overhead Jumlah
Skedul Kuantitas
Persediaan awal 100
Dimulai di proses 600
700
Ditransfer ke Dep Perakitan 500
Persediaan akhir 60% 20% 40% 200
700
Biaya dibebankan ke Departemen Total Unit Biaya
Persediaan awal Biaya
ekivalen perunit
Bahan baku $ 1.892
Tenaga kerja $ 400
Overhead pabrik $ 796
Total biaya di persediaan awal $ 3.088
Biaya ditambahkan selama periode berjalan :
Bahan baku $ 13.608 620 $25
Tenaga kerja $ 5.000 540 $10
Overhead pabrik $ 7.904 580 $15
Total biaya yg ditambahkan selama periode berjalan $ 26.512
Total biaya yang dibebankan ke Departemen $ 29.600 $50
Modul Akutansi Biaya Page 27
Biaya yang dipertanggungjawabkan sebagai berikut:
Persentase unit Biaya
Unit Penyelesaian ekivalen /unit Total Biaya
Ditranfer ke Dep Perakitan 500 100 500 50 $25.000
Barang dalam proses persed akhir :
Bahan baku 200 60 120 25 $ 3.000
Tenaga kerja 200 20 40 10 $ 400
Overhead Pabrik 200 40 80 15 $1.200 $ 4.600
Total biaya dipertanggungjawabkan $ 29.600
Jurnal Transfer ;
Barang dalam proses Dep. Perakitan $25.000
Barang dalam proses Dep. Pemotongan $25.000
Perhitungan unit ekivalen :
Dari Dep Seblmnya = 580 + ( 100x 100%) = 680 unit Biaya
bahan baku = 580 + ( 100x 100%) = 680 unit
Tenaga kerja = 580 + ( 100x 70%) = 650 unit
Overhead pabrik = 580 + ( 100x 70%) = 650 unit
Modul Akutansi Biaya Page 28
American Chair Company
Departemen Perakitan
Laporan Biaya Produksi
Untuk Bulan Januari,
Bahan baku tenaga kerja Overhead Jumlah
Skedul Kuantitas
Persediaan awal 180
Diterima dari Dep Pemotongan 500
680
Ditransfer ke Barang Jadi 580
Persediaan akhir 100% 70% 70% 100
680
Biaya dibebankan ke Departemen Total Unit Biaya
Persediaan awal Biaya ekivale perunit
n
Biaya dari depar. Sebelumnya $8.320
Bahan baku $ 830
Tenaga kerja $ 475
Overhead pabrik $ 518
Total biaya di persediaan awal $ 10.143
Biaya ditambahkan selama periode berjalan :
Biaya Departemen sebelumnya $.25.000 680 $ 49,00
Bahan baku $ 7.296 680 $11.95
Tenaga kerja $ 9.210 650 $14,90
Overhead pabrik $ 11.052 650 $17,80
Total biaya yg ditambahkan selama periode berjalan $ 52.558
Total biaya yang dibebankan ke Departemen $ 62.701 $93,65
Modul Akutansi Biaya Page 29
Biaya yang dipertanggungjawabkan sebagai berikut:
Persentase unit Biaya
Unit Penyelesaian ekivalen /unit Total Biaya
Ditranfer ke Gudang 580 100 580 93,65 $54.317
Barang dalam proses persed akhir :
Biaya dari dep. Sebelumnya 100 100 100 49,00 $4.900
Bahan baku 100 100 100 11.95 $ 1.195
Tenaga kerja 100 70 70 14,90 $ 1.043
Overhead Pabrik 100 70 70 17,80 $1.246 $
8.384
Total biaya dipertanggungjawabkan $ 62.701
Jurnal Transfer ;
Persediaan barang jadi $ 54.317
Barang dalam proses Dep. Perakitan $ 54.317
Modul Akutansi Biaya Page 30
FIFO ( First in First Out )
Persentase Persediaan awal 100 unit Dept Pemotongan : Biaya bahan baku 80% , tenaga
kerja 40%, overhead 60%
Persentase Persediaan awal Dept Perakita.n 180 unit : Biaya bahan baku 40% , tenaga
kerja 20%, overhead 20%.
Perhitungan unit ekivalen :
Biaya bahan baku = (100 x 20%) + ( 500-100) +( 200x 60%) = 540 unit
Tenaga kerja = (100x 60%) + ( 500-100) +( 200x 20%) = 500 unit
Overhead pabrik = (100x 40%) + ( 500-100) +( 200x 40%) = 520 unit
Modul Akutansi Biaya Page 31
Metode FIFO
American Chair Company
Departemen Pemotongan
Laporan Biaya Produksi
Untuk Bulan Januari,
Bahan baku tenaga kerja Overhead Jumlah
Skedul
Kuantitas 80% 40% 60% 100
Dimulai di proses
Persediaan awal 600
700
Ditransfer ke Dep Perakitan 500
Persediaan akhir 60% 20% 40% 200
700
Biaya dibebankan ke Departemen Total Unit Biaya
Persediaan awal Biaya ekivalen perunit
Bahan baku $ 1.892
Tenaga kerja $ 400
Overhead pabrik $ 796
Total biaya di persediaan awal $ 3.088
Biaya ditambahkan selama periode berjalan :
Bahan baku $ 13.608 540 $25,2
Tenaga kerja $ 5.000 500 $10
Overhead pabrik $ 7.904 520 $15,2
Total biaya yg ditambahkan selama periode berjalan $ 26.512
Total biaya yang dibebankan ke Departemen $ 29.600 $50,4
Biaya yang dipertanggungjawabkan sebagai berikut:
Persentase unit Biaya
Unit Penyelesaian ekivalen /unit Total Biaya
Modul Akutansi Biaya Page 32
Ditransfer ke departemen perakitan
Dari persediaan awal : $ 3.088
Biaya untuk penyelesaian
Bahan baku 100 20 20 25,2 $ 504
Tenaga kerja 100 60 60 10 $ 600
Overhead Pabrik 100 40 40 15,2 $608 $ 1712
$ 4.800
Ditranfer ke Dep Perakitan 400 100 400 50,4 $20.160
Biaya yang ditransfer $ 24.960
Barang dalam proses persed akhir :
Bahan baku 200 60 120 25,2 $ 3.024
Tenaga kerja 200 20 40 10 $ 400
Overhead Pabrik 200 40 80 15,2 $1.216 $ 4.640
Total biaya dipertanggungjawabkan $ 29.600
Jurnal Transfer ;
Barang dalam proses Dep. Perakitan $ 24.960
Barang dalam proses Dep. Pemotongan $24.960
Perhitungan unit ekivalen :
Dari Dep Seblmnya = 500 unit
Biaya bahan baku = (180x 60%) + ( 580-180) +( 100x 100%) = 608 unit Tenaga
kerja = (180x 80%) + ( 580-180) +( 100x 70%) = 614 unit Overhead
pabrik = (180x 80%) + ( 580-180) +( 100x 70%) = 614 unit
Modul Akutansi Biaya Page 33
Metode FIFO
American Chair Company
Departemen Perakitan
Laporan Biaya Produksi
Untuk Bulan Januari,
Bahan baku tenaga kerja Overhead Jumlah
Skedul
Kuantitas 40% 20% 20% 180
Diterima dari
Persediaan Dep Pemotongan
awal 500
680
Ditransfer ke Barang Jadi 580
Persediaan akhir 100% 70% 70% 100
680
Biaya dibebankan ke Departemen Total Unit Biaya
Persediaan awal Biaya ekivalen perunit
Biaya dari depar. Sebelumnya $8.320
Bahan baku $ 830
Tenaga kerja $ 475
Overhead pabrik $ 518
Total biaya di persediaan awal $ 10.143
Biaya ditambahkan selama periode berjalan :
Biaya Departemen sebelumnya $.24. 960 500 $ 49,92
Bahan baku $ 7.296 608 $12.00
Tenaga kerja $ 9.210 614 $15,00
Overhead pabrik $ 11.052 614 $18,00
Total biaya yg ditambahkan selama periode berjalan $ 52.518
Total biaya yang dibebankan ke Departemen $ 62. 661 $94,92
Biaya yang dipertanggungjawabkan sebagai berikut:
Persentase unit Biaya
Unit Penyelesaian ekivalen /unit Total Biaya
Modul Akutansi Biaya Page 34
Ditransfer ke departemen perakitan $
10.143
Dari persediaan awal :
Biaya untuk penyelesaian
Bahan baku 180 60 108 12 $ 1. 296
Tenaga kerja 180 80 144 15 $ 2.160
Overhead Pabrik 180 80 144 18 $ 2.592 $ 16.191
Biaya yg selesai pada periode skrg 40 100 400 94,92 $37.968
Biaya yang ditranfer ke barang jadi 0 $ 54.159
Barang dalam proses persed akhir :
Biaya dari dep. Sebelumnya 100 100 100 49,92 $4.992
Bahan baku 100 100 100 12 $ 1.200
Tenaga kerja 100 70 70 15 $ 1.050
Overhead Pabrik 100 70 70 18 $1.260 $ 8.502
Total biaya dipertanggungjawabkan $ 62.661
Jurnal Transfer ;
Barang jadi $ 54.159
Barang dalam proses Dep. Perakitan $ 54.159
Modul Akutansi Biaya Page 35
BAB 5
Variable Costing
Perhitungan biaya langsung yang juga disebut sebagai perhitungan biaya variabel
atau perhitungan biaya marginal, membebankan ke produk hanya biaya produksi
yang bervariasi secara langsung dengan volume.
Perhitungan biaya langsung memfokuskan pada biaya yang diakibatkan oleh
aktivitas produksi dan tingkatannya berubah ubah. Fokus ini diarahkan dalam 2
cara :
1. Untuk penggunaan internal dari hubungan biaya tetap variable dan
konsep margin kontribusi.
2. Untuk penggunaan eksternal dalam perhitungan biaya persediaan, dalam
menentukan laba dan dalam pelaporan keuangan.
Margin kontribusi atau laba marginal adalah selisih antara pendapatan penjualan
dengan semua biaya variabel
Dalam perhitungan biaya langsung, margin kontribusi dapat dihitung secara total
untuk perusahaan secara keseluruhan atau terpisah untuk masing masing lini
produk, teitori penjualan, divisi operasi dan lain.
Kegunaan internal dari perhitungan biaya langsung
Sebagai alat perencanaan laba
Perhitungan biaya langsung juga membantu manajemen dalam merencanakan
dan mengevaluasi dampak atas laba dari suatu perubahan dalam volume,
perubahan dalam bauran penjualan, keputusan buat atau beli dan akuisisi
peralatan baru
Sebagai pedoman bagi penetapan harga produk
Modul Akutansi Biaya Page 36
Perhitungan biaya langsung memberikan data yang diperlukan untuk
menghitung margin kontribusi dari setiap lini produk untuk harga jual perunit
yang berbeda dan tingkat penjualan yang berbeda.
Evaluasi profitabilitas dari multiproduk
Pengambilan keputusan manajerial
Memisahkan biaya variabel dan biaya tetap untuk setiap aktivitas
meningkatkan kegunaan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas untuk
pengambilan keputusan jangka pendek.
Bentuk penyajian laporan laba rugi dengan biaya langsung atau metode
variabel costing :
Laporan Laba Rugi Direct Costing Method
Penjualan bruto $ xxx
Diskon Penjualan $ xxx
Retur Penjualan $ xxx+ ($ xxx)
Penjualan Bersih $ xxx
Persediaan awal barang jadi $ xxx
Persediaan awal barang dalam proses $ xxx
Persediaan awal bahan baku $ xxx
Pembelian $xxx
Diskon pembelian $xx
Retur pembelian $xx + ($ xxx)
Pembelian Bersih $ xxx +
Tersedia untuk di pakai $ xxx
Modul Akutansi Biaya Page 37
Persediaan akhir bahan baku ($ xxx)
Biaya bahan baku $ xxx
Biaya tenaga kerja lgs $ xxx
Biaya overhead pabrik variabel $ xxx +
Biaya produksi produksi variabel $ xxx
Barang siap untuk diproses kembali $ xxx
Persediaan akhir barang dalam proses ($ xxx)
Harga pokok produksi variabel $ xxx
Tersedia untuk di jual $ xxx
Persediaan akhir barang jadi ($ xxx)
Harga pokok penjualan variabel $ xxx
Beban beban variabel $ xxx
Total biaya variabel ($ xxx)
Laba kontribusi $ xxx
Biaya overhead pabrik tetap $ xxx
Beban beban tetap $ xxx
Total biaya tetap ($xxx)
Laba bersih operasi xxx
Data QST Copr adalah sebagai berikut:
Kapasitas normal sebesar 20.000 unit perkuartal. Biaya standar variable perunit
bahan baku $30, tenaga kerja langsung $22 dan BOP variabel $8 Bop tetap
Pertahun $1.200.000 atau $ 300.000 perkwartal atau $15 perunit.
Beban pemasaran variabel $ 5 perunit beban pemasaran dan adm tetap $200.000
per kwartal dan harga jual $100 perunit
Modul Akutansi Biaya Page 38
Varian bahan baku, varian tenaga kerja dan varian kendali overhead pabrik
masing masing $15.000,$9.000, $ 14.000, $ 17.000 semua sifat unfavorable
untuk kwartal ke1,2,3 dan ke 4 dan varian volume $30.000 (uf) untuk kwartal 2
dan $30.000 untuk kwartal 4(f)
Ada 4000 unit persediaan awal pada kwartal I dan data sebagai berikut :
Kwartal I Kwartal 1I Kwartal III Kwartal 1V
Produksi yang direncanakan 20.000 20.000 20.000 20.000
Produksi aktual (dlm unit) 20.000 18.000 20.000 22.000
Penjualan aktual dlm unit 20.000 20.000 18.000 18.000
Diminta susunlah laporan laba rugi perkwartal dengan metode full costing dan
variabel costing
QST Corp
Laporan laba rugi kwartalan
Metode Full Costing
Kwartal I Kwartal 1I Kwartal III Kwartal 1V
Penjualan............................. $. 2000.000 $. 2000.000 $. 1.800.000 $. 1.800.000
Harga pokok pejualan standar $ 1.500.000 $ 1.500.000 $ 1.350.000 $ 1.350.000
Varians bahan baku, varian
tenaga
kerja dan varian kendali BOP $ 15.000 $ 9000 $ 14.000 $ 17.000
Varian volume 0 $ 30.000 0 ($ 30.000)
HPP yang disesuaikan ( $ 1.515.000) $1.539.000 $1.364.000 $ 1.337.000
Laba kotor $ 485.000 $ 461.000 $436.000 $ 463.000
Beban pemasaran dan $ 300.000 $ 300.000 $ 290.000 $ 290.000
administrasi
Modul Akutansi Biaya Page 39
Laba operasi $ 185.000 $ 161.000 $146.000 $ 173.000
QST Corp
Laporan laba rugi kwartalan
Metode Variabel Costing
Kwartal I Kwartal 1I Kwartal III Kwartal1V
Penjualan............................. $. 2000.000 $. 2000.000 $. 1.800.000 $. 1.800.000
Harga pokok pej var standar $ 1.200.000 $ 1.200.000 $ 1.080.000 $ 1.080.000
Varians bahan baku, varian
tenaga
kerja dan varian kendali BOP $ 15.000 $ 9000 $ 14.000 $ 17.000
HPP Var yang disesuaikan $ 1.215.000 $1.209.000 $1.094.000 $ 1.097.000
Laba kontribusi kotor $ 785.000 $ 791.000 $706.000 $ 703.000
Beban pemasaran variabel ($ 100.000) ( $ 100.000) ( $ 90.000) ( $ 90.000)
Laba kontribusi $ 685.000 $691.000 $616.000 $ 613.000
BOP tetap $ 300.000 $ 300.000 $ 300.000 $ 300.000
Beban pemasaran dan adm tetap $ 200.000 $ 200.000 $ 200.000 $ 200.000
Total biaya tetap ($ 500.000) ($ 500.000) ($ 500.000) ($ 500.000)
Laba operasi $ 185.000 $ 191.000 $116.000 $ 113.000
Kwartal I Kwartal 1I Kwartal III Kwartal 1V
Unit persediaan awal 4.000 4.000 2.000 4.000
Unit yang diproduksi 20.000 18.000 20.000 22.000
Unit tersedia untuk dijual 24.000 22.000 22.000 26.000
Dikurangi unit yang dijual (20.000) (20.000 ) (18.000) (18.000)
Unit persediaan akhir 4.000 2.000 4.000 8.000
Modul Akutansi Biaya Page 40
Kwartal I Kwartal 1I Kwartal III Kwartal 1V
Unit persediaan akhir 4.000 2.000 4.000 8.000
Biaya perunit std penuh $75 $75 $ 75 $75
Biaya persediaan akhir $ 300.000 $150.000 $300.000 $600.000
Unit persediaan akhir 4.000 2.000 4.000 8.000
Biaya perunit std variabel $60 $60 $ 60 $60
Biaya persediaan akhir $ 240.000 $120.000 $240.000 $480.000
Selisih $ 60.000 $30.000 $ 60.000 $120.000
Modul Akutansi Biaya Page 41
BAB 6
JUST IN TIME DAN BACKFLUSHING
Just in time (JIT) adalah
filosofi yang dipusatkan pada pengurangan biaya melalui eliminasi persediaan.
Semua bahan baku dan komponennya sebaiknya tiba dilokasi kerja pada saat yang
dibutuhkan tepat waktu.
Prinsip prinsip JIT dapat diterapkan dalam memperbaiki pemeliharaan rutin,
seperti lokasi dan pengaturan alat alat, cetakan dan perlengkapan yang
digunakan bersama sama dengan mesin [Link] yang paling terlihat dari
JIT adalah usaha untuk mengurangi persediaan barang dalam proses dan bahan
baku.
Tujuan mengurangi persediaan ke titik nol, hanya mungkin dalam kondisi berikut
1. Biaya dan waktu persiapan yang rendah atau tidak signifikan.
2. Ukuran lot sama dengan satu.
3. Waktu tunggu minimum atau hampir seketika.
4. Beban kerja yang seimbang dan merata
5. Tidak ada interupsi karena kehabisan persediaan, kualitas buruk,
pemeliharaan mesin tidak sesuai jadwal, perubahan spesifikasi atau
perubahan lain yang tidak terencana.
Backflushing
Backflushing,disebut juga perhitungan biaya backfushing (backfushing costing )
atau akuntansi backflush, merupakan pendekatan yang dipersingkat atas akuntansi
pada aliran biaya manufaktur. Hal ini dapat diterapkan ke system JIT yang sudah
Modul Akutansi Biaya Page 42
matang, dimana kecepatan begitu tinggi sehingga akuntansi tradisional tidak
praktis.
Tujuan dari perhitungan backflush adalah untuk mengurangi jumlah kejadian
yang diukur dan dicatat dalam system akuntansi.
Ilustrasi backflush accounting :
New hope Manufacturing Comp mempunyai data dan pencatatan sebagai berikut :
Saldo akun persediaan tanggal 1 januari :
Raw In Process (RiP) $ 21.000
Barang jadi $ 170.000
Perlengkapan $ 20.000
Saldo RIP terdiri atas biaya bahan baku sebesar $20.100, yang sebagian beasarnya
masih belum diproses, ditambah estimasi biaya konversi sebesar $ 900 yang
dibebankan kedalam pekerjaan yang baru diproses sebagian. Saldo persediaan
barang jadi terdiri atas bahan baku sebesar$ 84.000 dan estimasi biaya konversi
sebesar$ 86.000.
Saldo akun persediaan tanggal 31 januari :
RIP $ 23.000
Barang jadi $ 174.000
Perlengkapan $ 5.000
Saldo RIP terdiri atas biaya bahan baku sebesar $21.600, yang sebagian beasarnya
masih belum diproses, ditambah estimasi biaya konversi sebesar $ 1.400 yang
dibebankan kedalam pekerjaan yang baru diproses sebagian. Saldo persediaan
barang jadi terdiri atas bahan baku sebesar$ 85.800 dan estimasi biaya konversi
sebesar$ 88.200.
Modul Akutansi Biaya Page 43
Transaksi :
a. Bahan baku yang diterima dari pemasok $ 406.000
RIP $ 406.000
Hutang usaha $ 406.000
b. Bahan baku tidak langsung yang digunakan $ 15.000
Biaya overhead pabrik $ 15.000
Perlengkapan $ 15.000
c. Total beban gaji kotor sebesar $ 160.000 dicatat dan dibayarkan
Biaya gaji dan upah $ 160.000
Hutang gaji $ 160.000
Hutang gaji $ 160.000
Kas $ 160.000
d. Distribusi biaya gaji dan upah sbb :
Tenaga kerja langsung $ 25.000
Tenaga kerja tidak langsung $ 45.000
Gaji bagian pemasaran $ 50.000
Gaji bagian administrasi $ 40.000
Jurnal :
Harga pokok penjualan $ 25.000
Biaya overhead pabrik $ 45.000
Beban Gaji bagian pemasaran $ 50.000
Modul Akutansi Biaya Page 44
Beban Gaji bagian administrasi $ 40.000
Biaya gaji dan upah $ 160.000
e. Overhead pabrik terdiri atas:
Penyusutan $290.000
Asuransi dibayar dimuka $ 9.000
Jurnal ;
Biaya overhead pabrik $299.000
Akumulasi Penyusutan $290.000
Asuransi dibayar dimuka $ 9.000
f. Biaya overhead pabrik lain lain :
Dibayar tunai $ 17.000
Kredit $ 4.000
Jurnal :
Biaya overhead pabrik $21.000
Kas $ 17.000
Hutang $ 4.000
g. Overhead pabrik diakumulasikan diperkiraan BOP kea kun HPP
Harga pokok penjualan $ 380.000
Biaya overhead pabrik $380.000
h. Komponen bahan baku atas pekerjaan yang sudah selesai dibacflush ke
RIP: ( $ 20.100 + $406.000 _ $ 21.600) = $ 404.500
Modul Akutansi Biaya Page 45
Barang jadi $ 404.500
RIP $ 404.500
i. Komponen biaya bahan baku atas pekerjaan yang telah dijual
dibacflush ke barang jadi. ( $84.000 + $ 404.500_ $85.800)= $402700
Harga pokok penjualan $402.700
Barang jadi $402.700
j. Saldo akhir ditetapkan dalam akun persediaan dengan menyesuaikan
komponen biaya konversi: RIP ( $ 1400- $900= $500)
Barang jadi ( $ 88.200 - $86.000 = $ 2.200)
RIP $ 500
Barang jadi $ 2.200
Harga pokok penjualan $2.700
RIP Barang jadi
SA $ 21.000 SA $ 170.000
$ 500 $ 404.500 $ 2.200 $402.700
$ 406.000 SA $23.000 $ 404.500 SA $ 174.000
$427.500 $427.500 $576.700 $576.700
Modul Akutansi Biaya Page 46
Harga pokok penjualan Perlengkapan
$402.700 $2.700 SA $ 20.000 $15.000
$ 380.000 SA $ 5.000
$ 25.000 SA $ 805.000 $ 20.000 $ 20.000
$807.700 $ 807.700
Modul Akutansi Biaya Page 47
BAB 7
PERHITUNGAN BIAYA UNTUK PRODUK
SAMPINGAN ( BY- PRODUCTS) DAN PRODUK
GABUNGAN (JOINT PRODUCTS)
Tujuan Pembelajaran
1. membedakan produk sampingan dan produk gabungan.
2. mendefinisikan biaya gabungan.
3. membebankan biaya ke produk sampingan dengan menggunakan beberapa
metode yang berbeda.
4. mengalokasikan biaya produk gabungan dengan menggunakan
beberapa metode yang berbeda.
Produk sampingan ( by- products) umumnya digunakan untuk mendefenisikan
suatu produk dengan total nilai yang relatif kecil dan dihasilkan secara simultan
atau bersamaan dengan suatu produk lain yang total nilainya lebih besar. Produk
yang nilainya lebih besar tersebut biasanya disebut produk utama, ( main product).
Biaya gabungan dapat didefenisikan sebagai biaya yang muncul dari produksi
secara simultan atas berbagai produk dalam proses yang sama Biaya gabungan
terjadi apabila dua atau lebih produk gabungan atau produk sampingan dihasilkan
dari satu sumber daya Biaya gabungan terjadi sebelum titik pisah batas.
Metode Untuk menghitung Biaya Produk Sampingan.
1. Metode Pengakuan Pendapatan kotor
Dalam metode ini dari penjualan produk sampingan ditampilkan dalam
laporan laba rugi sebagai salah satu kategori ini :
a. Pendapata lain lain
b. Tambahan pendapatan penjualan
c. Pengurangan biaya pokok penjualan dari produk utama
d. Pengurangan biaya produksi dari produk utama
Contoh :
Modul Akutansi Biaya Page 48
Penjualan produk utama 10.000 unit @ $2 , unit produksi 11.000 biaya
produksi perunit @ $1,5 persediaan awal 1000 unit dan persediaan akhir 2.000
unit beban pemasaran dan administrasi $ 2.000 penjualan produk sampingan
total $ 1.500
Ad. 1 Pendapatan produk sampingan sebagai Pendapata lain lain
Penjualan produk utama $20.000
Beban pokok penjualan
Persediaan awal( 1000@$1,5) $ 1.500
Total produksi ( 11.000@$1,5) $ 16.500
Tersedia untuk dijual $ 18.000
Persediaan akhir( 2000@$1,5) ($ 3.000)
Beban pokok penjualan ($ 15.000)
Laba bruto $ 5.000
Beban pemasaran dan administrasi ($ 2.000)
Laba operasi $ 3.000
Pendapatan lain lain $ 1.500
Laba setelah pendapatan lain - lain sebelum pajak $ 4.500
Ad. 2 Pendapatan produk sampingan sebagai Tambahan pendapatan
penjualan.
Untuk metode ini laporan laba rugi diatas akan menampilkan $ 1.500 dari
pendapatan penjualan produk sampingan sebagai tambahan penjualan dari
produk utama sehingga total pendapatan menjadi sebesar $ 21.500. laba kotor
nanti tinggal disesuaikan dalam perhitungan.
Ad. 3 Pendapatan produk sampingan sebagai Pengurangan biaya pokok
penjualan dari produk utama.
Dalam metode ini pendapatan penjualan produk sampingan $1.500 sebagai
pengurang dari biaya pokok penjualan produk utama sehingga
Modul Akutansi Biaya Page 49
biaya pokok penjualan yang disesuaikan menjadi ( $ 15.000 - $1.500 =
$ 13.500) dan laba bruto menjadi ( $20.000 - $ 13.500 = $6.500 )
Ad. 4 Pendapatan produk sampingan sebagai Pengurangan biaya produksi dari
produk utama
Dalam metode ini pendapatan penjualan produk sampingan $1.500 sebagai
pengurang dari biaya produksi produk utama sehingga biaya produksi yang
disesuaikan menjadi ($ 16.500- $1.500 = $ 15.000) dan total tersedia untuk
dijual menjadi ( $1.500 +$ 15.000 = $16.500 ) dan biaya perunit menjadi
$16.500/ 12.000 unit = $1,375
Penjualan produk utama $20.000
Beban pokok penjualan
Persediaan awal( 1000@$1,5) $ 1.500
Total produksi ( 11.000@$1,5) $ 16.500
Penjualan produk sampingan ( $ 1.500)
Biaya produksi disesuaikan $ 15.000
Tersedia untuk dijual$16.500/ 12.000 $ 16.500
Persediaan akhir( 2000@$1,375) ($ 2.750)
Beban pokok penjualan ($ 13.750)
Laba bruto $ 6.250
Beban pemasaran dan administrasi ($ 2.000)
Laba operasi sebelum pajak $ 4.250
2. Metode Pengakuan Pendapatan bersih
Metode ini membebankan biaya yang terjadi setelah titik pemisah dicatat terpisah
dengan produk utama dan produk sampingan ditampilkan dilaporan laba rugi
dengan menggunakan metode 1 diatas .
3. Metode Biaya Penggantian
Modul Akutansi Biaya Page 50
Metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan perusahaan yang produk
sampingannya digunakan oleh perusahaan itu sendiri. Perhitungan biaya produk
sampingan yang digunakan perusahaan bisa dengan harga transfer dalam
perusahaan. Harga transfer yang digunakan bisa ditetapkan dengan metode biaya
atau berdasarkan negosiasi.
4. Metode Harga Pasar ( Reversal Cost).
Metode ini didasarkan pada ide bahwa biaya produk sampingan berkaitan dengan
nilai jualnya. Mungkin juga untuk menggunakan gabungan total harga pasar dari
produk utama dan produk sampingan pada titik pisah batas ebagai dasar untuk
mengalokasi bagian biaya ke produk sampingan. Contoh:
Biaya produksi berdasarkan pemasukan biaya itu keproduk = biaya pada titik
pemisah (alokasi joint cost) + biaya setelah titik pemisah
Biaya produksi pada titik pemisah yang ditanggung produk utama terdiri dari
bahan baku $ 50.000, biaya tenaga kerja $ 70.000 , Biaya overhead pabrik $
40.000. penjualan produk sampingan 5.000 unit @ $ 1,8 estimasi laba 20%, beban
pemasaran dan administrasi 5% dari harga jual. Biaya setelah titik pemisah produk
sampingan bahan baku $ 1.000, biaya tenaga kerja $ 1.200,Overhead pabrik $ 300.
Diminta tentukan biaya pada titik pemisah produk utama dan produk sampingan.
Produk
Utama produk Sampingan
Bahan baku $ 50.000
Biaya tenaga kerja $ 70.000
Biaya overhead pabrik $ 40.000
Total biaya produksi $ 160.000
Modul Akutansi Biaya Page 51
Harga pasar 5.000 unit @ $ 1,8 $9.000
Estimasi laba 20% x $9.000 $ 1.800
Est beban pem dan admi 5% $ 450 ($ 2.250)
Estimasi biaya produksi $ 6.750
Biaya setelah titik pisah
Bahan baku $ 1.000
Biaya tenaga kerja $ 1.200
Biaya overhead pabrik $ 300 ( $2500)
Nilai pada titik batas ($ 4.250) $ 4.250
Biaya produksi bersih $155.750
Metode Alokas Biaya produksi bersama ke Produk gabungan.
Biaya gabungan atau join cost adalah biaya yang dipakai secara bersama
sama oleh beberapa produk. Dalam hal ini biaya yang dipakai secara bersama
sama adalah biaya overhead pabrik.
Untuk menghitung berapa biaya produksi untuk masing masing produk maka perlu
dilakukan alokasi biaya gabungan.
Alokasi biaya gabungan ada beberapa diantaranya :
1. Metode nilai pasar pada titik pemisah
2. Metode nilai pasar setelah titik pemisah.
3. Metode biaya per unit rata-rata .
4. Metode rata-rata tertimbang
5. Metode kuantitatif
Contoh
Jackson Inc. menghasilkan empat produk gabungan yang menghabiskan biaya
pabrikasi sebesar $120.000 pada titik pemisahan. Data sehubungan dengan produk
ini adalah sebagai berikut :
Modul Akutansi Biaya Page 52
Produk Unit yang Nilai jual Nilai Pasar Biaya Faktor
diproduksi Pada titik Per unit pemrosesan penimbang
pemisah setelah setelah
Diproses pemisahan
K 10.000 $5 $11,00 $ 3.000 6,0poin
L 40.000 1 2,2 6.000 4,0poin
M 30.000 2 3,00 5.000 8,0poin
20.000 4 6,00 10.000 7,0poin
N
Diminta :
Alokasi biaya gabungan dengan menggunakan :
1. Metode nilai pasar pada titik pemisah
2. Metode nilai pasar setelah titik pemisah.
3. Metode biaya per unit rata-rata
4. Metode rata-rata tertimbang
a) Metode nilai pasar
Produk Nilai Unit Total nilai Allokasi joint
pasar produksi pasar Cost
pada titik =
pemisah Biaya pada
titik pemisah
K $5 10.000 $ 50.000 $ 26.087
L 1 40.000 40.000 20.870
M 2 30.000 60.000 31.304
4 20.000 80.000 41.739
N 230.000 120.000
Modul Akutansi Biaya Page 53
b) Metode nilai pasar setelah titik pemisah
Produk Nilai Unit Total nilai Biaya Nilai pasar Allokasi joint
pasar produksi pasar setelah hipotitis cost
setelah setelah titik
Diproses diproses pemisah
K $11,00 10.000 $110.000 $3.000 $107.000 $33.437,5
L 2,2 40.000 88.000 6.000 82.000 25.625
M 3,00 30.000 90.000 5.000 85.000 26.562,5
6,00 20.000 120.000 10.000 110.000 34.375
N 100.000 408.000 24.000 384.000 $120.000
c. Metode per unit rata-
rata Biaya =$
120.000 Rata-rata /
unit
10
0.000 unit
= $ 1,2 unit
Produk unit yg diproduksi biaya rata2/unit alokasi joint cost
K 10.000 $1,2 $12.000
L 40.000 $1,2 $ 48.000
M 30.000 $1,2 $ 36.000
N 20.000 $1,2 $ 24.000
$ 120.000
d.)Metode rata-rata tertimbang
Biaya produksi = $ 120.000
Rata-rata tertimbang / unit 600.000 unit tertimbang
= $ 0,2 / unit tertimbang
Modul Akutansi Biaya Page 54
Produk Unit Point Unit Biaya unit Alokasi joint
produksi tertimbang tertimbang cost
K 10.000 6,0 poin 60.000 $0,2 $12.000
L 40.000 4,0 poin 160.000 $0,2 $32.000
M 30.000 8,0 poin 240.000 $0,2 $48.000
20.000 7,0 poin 140.000 $0,2, $28000
N 100.000 600.000 120.000
e)Metode unit kuantitatif
Metode unit kuantitatif mengalokasikan biaya gabungan berdasarkan satuan
pengukuran yang sama misalkan pon, kg atau meter persegi. Jika produk
gabungan tidak biasanya diukur dalam satuan ukuran yang sama, maka ukuran
tersebut harus dikonversikan kesatuan yang sama. Misalkan ketika arang
diproduksi, batu bara, ammonia sulfat dan gas juga ikut diproduksi dan masing
masing diukur dalam satuan yang berbeda.
Soal:
1. produk dengan total nilai yang relatif kecil dan dihasilkan secara simultan
atau bersamaan dengan suatu produk lain yang total nilainya lebih besar
disebut :
a. Produk utama b. Produk sampingan
b. Produk Gabungan d. Produk campuran
2. Produk yang nilainya lebih besar tersebut biasanya disebut : a
Produk utama b. Produk sampingan
Modul Akutansi Biaya Page 55
c. Produk Gabungan d. Produk campuran
3. Biaya yang muncul dari produksi secara simultan atas berbagai produk
dalam proses yang sama disebut:
a. Biaya utama b. Biaya gabungan
b. Biaya konversi c. Biaya sampingan
4. Metode yang memasukkan nilai produk sampingan yang dapat digunakan
dalam proses produksi selanjutnya kebiaya produksi adalah sebagai
berikut penjualan produk sampingan sebagai:
a. Pengurang biaya produksi [Link] biaya produksi
b. Penambah HPP d Pengurang HPP
5. Apabila ada beberapa produk yang dihasilkan untuk suatu produksi dengan
satuan yang berbeda , bagaimana cara alokasi biaya gabungan tersebut dan
jelaskan metode apa yang dipakai.
a. Metode nilai pasar b metode rata rata
[Link] kuatitatif d. Metode kualitatif
6. Alokasi biaya gabungan dengan menggunakan kecuali : [Link] nilai
pasar pada b. Metode rata-rata tertimbang
[Link] kuatitatif d. Metode kualitatif
7. Metode yang memasukkan nilai produk sampingan yang dapat digunakan
dalam penambah penjualan adalah sebagai berikut metode produk
sampingan sebagai:c
a. Pengurang biaya produksi [Link] biaya produksi
c. Penambah penj produk utama d Pengurang HPP
8. Metode yang memasukkan nilai produk sampingan yang dialokasikan
dalam extra ordinary income adalah sebagai berikut metode produk
sampingan sebagai:
a. Pengurang biaya produksi [Link] biaya produksi
Modul Akutansi Biaya Page 56
[Link] lain - lain d Pengurang HPP
9. Biaya pada titik pisah batas ditambah biaya setelah titik pisah batas
disebut:
a. Biaya produksi b. Biaya utam
[Link] sampingan d. Biaya konversi
10. Metode ini didasarkan pada ide bahwa biaya produk sampingan berkaitan
dengan nilai jualnya disebut :
a. Metode biaya reversal b. Metode kualitatif
[Link] kuantitatif d Metode rata -rata
Soal uraian singkat :
1. Jelaskan perbedaan produk gabungan dengan produk sampingan.
2. Jelaskan bagaimana penyajian laporan laba rugi jika penjualan produk
sampingan diakui sebagai pendapatan.
3. Metode mana yang memasukkan nilai produk sampingan yang dapat
digunakan dalam proses produksi selanjutnya kebiaya produksi.
4. Apakah produk sampingan pernah menerima pembebanan biaya? Jelaskan.
5. Jelaskan metode untuk mengalokasikan total biaya produksi
gabungan.
6. Jelaskan kelebihan dan kekurangan dari metode harga pasar .
7. Jelaskan kelebihan dan kekurangan dari metode rata - rata .
8. Kapan alokasi biaya gabungan ke produk gabungan diperlukan ?
Modul Akutansi Biaya Page 57
9. Apabila ada beberapa produk yang dihasilkan untuk suatu produksi
dengan satuan yang berbeda , bagaimana cara alokasi biaya gabungan
tersebut dan jelaskan metode apa yang dipakai.
10. Dalam produk yang memproses lanjut bagaimana perhitungan biaya
produksi.
Soal kasus
Hendys Inc. menghasilkan empat produk gabungan yang menghabiskan biaya
pabrikasi sebesar $280.000 pada titik pemisahan. Data sehubungan dengan produk
ini adalah sebagai berikut :
Unit yang Nilai Pasar Biaya Faktor
Produk diproduksi Per unit pemrosesan penimbang
setelah setelah
Diproses pemisahan
A 10.000 $ 22,00 $ 6.000 6,0 poin
40.000 4,2 12.000 4,0 poin
B 30.000 6,00 10.000 8,0 poin
C 20.000 12,00 20.000 5,0 poin
D
Diminta :
Alokasi biaya gabungan dengan menggunakan :Metode rata-rata
tertimbang dan Metode pasar atau nilai jual setelah titik pemisah.
Jawaban soal multiple choice
1. B
2. A
Modul Akutansi Biaya Page 58
3. B
4. A
5. C
6. D
7. C
8. C
9. A
10. A
Jawaban soal uraiansingkat
1. Produk sampingan adalah suatu produk dengan total nilai yang relatif
kecil dan dihasilkan secara simultan atau bersamaan dengan suatu
produk lain yang total nilainya lebih besar. Produk gabungan adalah
terdiri dari gabungan beberapa produk yang mengeluarkan biaya secara
bersama sama
2. Penyajian laporan laba rugi jika penjualan produk sampingan diakui
sebagai pendapatan penjualan produk sampingan akan menambah
penjualan produk utama.
3. Metode pendapatan produk sampingan sebagai Pengurangan biaya
produksi dari produk utama.
4. Tidak . Karena sementara dianggap dibebankan ke produk utama
karena sulit menelusuri biayanya secara langsung.
5. Metode untuk mengalokasikan total biaya produksi gabungan adalah
a. Metode nilai pasar pada titik pemisah
b. Metode nilai pasar setelah titik pemisah.
c. Metode biaya per unit rata-rata
d. Metode rata-rata tertimbang
e. Metode kuantitatif
6. Kelebihan metode nilai pasar metode ini netral jika amemenuhi
2 kondisi: 1 bauran fisik output dapat diubah dengan
mengeluarkan lebih banyak atau lebih sedikit biaya gabungan
Modul Akutansi Biaya Page 59
relatif terhadap biaya produksi lainnya dan ke2 jika perubahan tersebut
menghasilkan total nilai pasar yang lebih besar atau lebih kecil.
Kelemahannya jika harga suatu produk tidak mencerminkan alokasi
biaya contohnya harganya tinggi tapi alokasi biaya gabungan sedikit
karena biaya setelah titik pemisah lebih besar.
7. Kelebihan metode rata-rata lebih ringkas selamasemua biaya gabungan
diukur dengan unit fisik yang sama dan tidak berbeda jauh dari sisi
harga pasar perunit. Kekuranggannya ketikaunit yang diproduksi tidak
diukur dengan satuan yang sama dan harga pasar perunit berbedasecara
signifikan maka metode ini sebaiknya tidak digunakan.
8. Alokasi biaya pada produk gabungan diperlukan pada waktu ingin
menghitung biaya produksi masing masing produk.
9. Beberapa produk yang dihasilkan untuk suatu produksi dengan satuan
yang berbeda , bagaimana cara alokasi biaya gabungan tersebut dengan
metode kuantitatif.
10. Biaya produksi adalah biaya pada titik pisah batas ditambah biaya
setelah titik pisah batas
Jawaban soal kasus
Metode rata - rata
Biaya produksi = $ 280.000
Rata-rata tertimbang / unit 560.000 unit
= $ 0,5 / unit tertimbang
Produk Unit Point Unit Biaya unit Alokasi joint
produksi tertimbang tertimbang cost
A 10.000 6,0 poin 60.000 $0,5 $30.000
Modul Akutansi Biaya Page 60
B 40.000 4,0 poin 160.000 $0,5 $80.000
C 30.000 8,0 poin 240.000 $0,5 $120.000
D 20.000 5,0 poin 100.000 $0,5, $50.000
100.000 600.000 280.000
Metode nilai pasar setelah titik pemisah
Produk Nilai Unit Total nilai Biaya Nilai pasar Allokasi joint
pasar produksi pasar setelah hipotitis cost
setelah setelah titik
Diproses diproses pemisah
A $22 10.000 $220.000 $6.000 $214.000 $ 78.842
4,2 40.000 168.000 12.000 156.000 57.474
B 6 30.000 180.000 10.000 170.000 62.631
C 12 20.000 240.000 20.000 220.000 81.053
D 100.000 808.000 48.000 760.000 $280.000
Modul Akutansi Biaya Page 61
BAB 8
BIAYA OVERHEAD
PABRIK
DEPARTEMENTALISASI
1. Pemilihan Departemen Jasa
Jasa yang dapat menguntungkan baik departemen produksi dan departemen jasa lain, dapat diatur
dengan cara :
1. Menetapkan departemen jasa yang terpisah untuk setiap fungsi.
2. Menggabungkan berbagai fungsi ke dalam suatu departemen
3. Menempatkan beberapa biaya jasa dalam suatu departemen yang disebut tempat penampungan biaya umum
pabrik.
Jenis dan jumlah departemen jasa bergantung pada jumlah karyawan yang diperlukan untuk setiap fungsi jasa,
biaya untuk menyediakan jasa tersebut, tingkat kepentingan dari jasa itu, dan penugasan tanggung jawab
supervisor.
2. Biaya Departemen Langsung
Overhead pabrik terdiri atas semua biaya produksi yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke
pesanan atau produk tertentu. Namun mengingat bahwa departemen cenderung menjadi area yang relatif besar
dalam suatu perusahaan, sehingga banyak biaya overhead pabrik dapat ditelusuri secara langsung ke
departemen tertentu (biaya departemental langsung).
Biaya overhead departemental langsung dapat dibagi ke dalam kategori berikut ini :
1. Supervisi,tenaga kerja tidak langsung, dan lembur
2. Tunjangan tenaga kerja
3. Bahan baku tidak langsung dan perlengkapan
4. Perbaikan dan pemeliharaan
5. penyusutan peralatan dan sewa
3. Biaya Departemen Tidak Langsung
Biaya seperti listrik, lampu, sewa, dan penyusutan atas bangunan pabrik, apabila digunakan oleh semua
departemen, maka tidak dibebankan langsung ke suatu departemen. Biaya ini tidak berasal dari departemen
tertentu manapun. Biaya ini terjadi untuk memberikan manfaat bagi semua departemen, sehingga biayanya
dialokasikan ke semua departemen. Dalam memilih dasar yang sesuai guna alokasi dari hampir semua biaya
departemental tidak langsung adalah sulit dan bersifat arbitrer. Paling baik yang dapat dilakukan adalah alokasi
yang secara intuitif masuk akal.
Modul Akutansi Biaya Page 62
4. Menentukan Tarif Biaya Overhead Departemental
Semua overhead, baik yang berasal dari departemen produksi maupun dari departemen jasa, pada
akhirnya akan dialokasikan ke departemen produksi, penetapan tarif overhead departemental mencakup
langkah-langkah berikut ini:
1. Estimasikan total overhead departemental dari departemen produksi dan jasa pada tingkat aktivitas yang
diperkirakan. Tentukan jika mungkin, sifat tetap dan variabel untuk setiap kategori biaya.
2. Buat suatu survei dengan tujuan untuk mendistribusikan biaya overhead departemental tidak langsung dan
biaya departemen jasa.
3. Estimasikan total biaya overhead departemental tidak langsung pada tingkat aktivitas yang dipilih dan
alokasikan biaya-biaya tersebut ke departemen-departemen.
4. Distribusikan biaya departemen jasa ke departemen yang memperoleh manfaat dari jasa tersebut.
5. Hitung tarif overhead departemental.
5. Mendistribusikan Biaya Departemen Jasa
Jumlah dan jenis departemen jasa dalam suatu perusahaan bergantung pada operasi dan tingkat
pengendalian yang diinginkan oleh perusahaan. Biaya departemen jasa didistribusikan ke departemen produksi
atau departemen jasa,atau hanya ke departemen produksi saja. Distribusi tersebut didasarkan pada ukuran yang
umum dan yang berkorelasi dengan penyebab dari biaya departemen jasa. Distribusi tersebut dapat didasarkan
pada jumlah karyawan,konsumsi Kwh,konsumsi tenaga kerja kuda per jam,luas lantai,nilai aktiva,atau biaya
dari bahan baku yang akan diminta. Biaya dari departemen jasa pada akhirnya didistribusikan ke departemen
produksi guna menetapkan tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya.
Metode yang paling umum untuk mendistribusikan overhead departemen jasa ke departemen yang
memperoleh manfaatnya adalah metode langsung,metode bertingkat, dan metode simultan.
Contoh :
Modul Akutansi Biaya Page 63
Olaky Company telah memutuskan untuk mendistribusikan biaya departemen jasa . Departemen produksi adalah
A dan B, departemen jasa adalah X dan Y, dan data bulanan sebagai berikut :
Biaya overhead pabrik akual Pelayanan diberikan oleh
sebelum distribusi X Y
[Link] A $200.000 40% 50%
Dept. prod B 180.000 50 30
Dept.X 60.000 20
Dept.Y 40.000 10
Diminta :
Hitunglah total overhead departemen A dan departemen B setelah biaya departemen jasa didistribusikan,
dengan metode langsung, bertahap dan aljabar.
Penyelesaian :
Metode langsung
Departemen Departemen
Produksi Jasa
Total A B X Y
[Link] pabrik sblm
Distribusi Dep jasa $ 480.000 $200.000 $ 180.000 $.60.000 $40.000
Distribuisi dari :
Dep. Jasa
X $ 26.667 $. 33.333 ($60.000) -
Y $ 25.000 $. 15.000 - ($.40.000)
Overhead pabrik
Setelah alokasi $.251.667 $228.333 0 0
Alokasi dep. X ke Dep A = $ 60.000 x (40% / 90% )= $ 26.667
Alokasi dep. X ke Dep B= $ 60.000 x( 50% / 90%) = $. 33.333
Alokasi dep. Y ke Dep A = $ 40.000 x (50% / 80% )= $ 25.000
Alokasi dep. Y ke Dep B= $ 40.000 x (30% / 80%) = $. 15.000
Metode Tidak langsung
1. Metode bertahap
Ada 2 syarat yang harus dipenuhi :
Biaya yang pertama dialokasi adalah biaya dari departemen jasa yang paling besar.
Modul Akutansi Biaya Page 64
Departemen jasa yang sudah dialokasikan tidak boleh menerima alokasi dari departemen jasa
yang lain.
Departemen Departemen
Produksi Jasa
Total A B X Y
Overhead pabrik sblm
Distribusi Dep jasa $ 480.000 $200.000 $ 180.000 $.60.000 $40.000
Distribuisi dari :
Dep. Jasa
X $ 24.000 $. 30.000 ($60.000) $ 6.000
Y $ 28.750 $. 17.250 - ($.46 .000)
Overhead pabrik
Setelah alokasi $.252.750 $227.250 0 0
Alokasi dep. X ke Dep A = $ 60.000 x 40% = $ 24.000 Alokasi
dep. Xke Dep B= $ 60.000 x 50% = $. 30.000 Alokasi dep. Xke
Dep Y = $ 60.000 x 10% = $. 6.000
Alokasi dep. Y ke Dep A = $ 46.000 x 50% / 80% = $ 28.750
Alokasi dep. Y ke Dep B= $ 46.000 x 30% / 80% = $. 17.250
2. Metode Aljabar
X = 60.000 +0,2Y
Y = 40.000 + 0,1 X
X = 60.000+ 0,2 (40.000 + 0,1 X)
X = 60.000 + 8.000+ 0,02 X
0,98 X = 68.000
X = 69.388
Y = 40.000 + 0,1 ( 69.388)
Y = 40.000 + 6.938,8
Y = 46.938,8
Modul Akutansi Biaya Page 65
Departemen Departemen Produksi
Total A B X y
Overhead pabrik sblm
Distribusi Dep jasa $ $200.000 $ 180.000 $.60.000 $40.000
480.000
Distribuisi dari :
Dep. Jasa
X $ 27.755,2 $. 34.694 ($ 69.388) $. 6.938,8
Y $ 23.469,4 $. 14.081,64 $. 9.388 ( $ 46.938,8)
Overhead pabrik
Setelah alokasi $.251.224,6 $228.775,64 0 0
Alokasi dep. X ke Dep A = $ 69.388 x 40% = $
27.755,2 Alokasi dep. Xke Dep B= $ 69.388 x
50% = $. 34.694 Alokasi dep. Xke Dep Y = $
69.388 x 10% = $. 6.938
Alokasi dep. Y ke Dep A = $ 46.938,8 x 50% = $
23.469,4 Alokasi dep. Y ke Dep B= $ 46.938,8 x
30% = $. 14.081,64 Alokasi dep. Y ke Dep B= $
46.938,8 x 20% = $. 9.387,76
Modul Akutansi Biaya Page 66
BAB 9
ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM
Activity based costing (ABC) metode costing yang dirancang untuk menyediakan
informasi biaya bagi menejer untuk keputusan strategik dan keputusan lainnya
yang mungkin akan di mempengaruhi kapasitas dan juga biaya tetap
Praktek ABC memiliki perbedaan dengan system akuntansi biaya tradisional.
Dalam ABC System terdapat beberapa hal yang diatur :
1. Biaya produksi dan non produksi dibebankan ke produk.
2. Beberapa biaya produksi tidak dimasukkan ke biaya produk.
3. Ada sejumlah pool biaya overhead ,setiap pool dialokasikan ke produk
dan objek costing lainnya dengan menggunakan ukuran aktivitas masing
masing yang khusus.
4. Basis alokasi biasanya berbeda dengan basis alokasi dalam sistem
akuntansi biaya tradisional.
5. Tarif overhead atau tingkat aktivitas disesuaikan dengan kapasitas
aktivitas disesuaikan dan bukannya dengan kapasitas yang dianggarkan.
Perlakuan biaya dalam sistem ABC dalam ABC produk hanya dibebani biaya
dari kapasitas yang digunakan dan tidak dibebani oleh biaya kapasitas yang
tidak digunakan.
Merancang sistem ABC
Model ABC
Modul Akutansi Biaya Page 67
Objek Biaya
(misal, produk dan konsumen)
Aktivitas
Konsumsi sumber daya
Biaya
Dalam sistem ABC, diasumsikan bahwa objek biaya seperti produk
menyebabkan aktivitas.
Proses penerapan ABC System :
1. Mengindentivikasikan dan mendefinisikan aktivitas dan pool aktivitas.
2. Bila mungkin, menelusuri langsung ke aktivitas dan objek biaya.
Contoh :
Pool biaya aktivitas Ukuran aktivitas
Iklan, trade show dan bond Jumlah penjualan yang diproyeksikan
Departemen pesanan Jumlah pesanan
Manajemen penjualan waktu yang digunakan oleh setiap teritorial
Penjualan
Riset dan pengembangan Jam kerja riset dan pengembangan untuk
setiap lini produk.
3. Membebankan biaya ke pool biaya aktivitas.
Modul Akutansi Biaya Page 68
Inti ABC adalah untuk menentukan sumber daya yang dikonsumsi objek
biaya.
Biasanya cara terbaik untuk mendapatkan informasi ini adalah
menanyakan pada para pekerja tidak langsung tersebut.
4. Menghitung tarif aktivitas.
Tarif aktivitas yang akan digunakan untuk membebankan biaya overhead
ke produk dan konsumen dihitung dengan membagi biaya yang disajikan
dengan total aktivitas dalam setiap pool biaya aktivitas.
5. Membebankan biaya ke objek biaya dengan menggunakan tarif
aktivitas dan ukuran aktivitas.
Langka ini dalam penerapan ABC disebut alokasi yahap kedua.. dalam
alokasi tahap kedua ini tarif aktivitas digunakan untuk membebankan
biaya produk dan konsumen
6. Menyusun Laporan menejemen.
Perbedaan biaya produk tradisional dan ABC System.
Contoh perbedaan tradisional dan ABC System :
Modul Akutansi Biaya Page 69
Xerox Corp membuat printer laser. Perusahaan menggunakan cost driver
overhead berikut :
Cost Pool Cost Biaya Level Cost
Overhead Driver Overhead Driver yg Tarif peraktivitas
Dianggarkan BOP
Pengendali kualitas Jlh inspeksi $ 200.000 1.000 $ 200
Repetisi mesin Jlh repetisi $ 400.000 1.000 $ 400
Piutang dagang Jlh faktur $ 20.000 250 $ 80
BOP lainnya Jam kerja lsg $ 120.000 4.000 $ 30
$ 740.000
Xerox Corp. menerima pesanan 100 printer laser, kebutuhan produksi untuk
pesanan adalah:
Jumlah inspeksi 30
Jumlah repetisi 215
Jumlah faktur 270
Jam kerja langsung 350
Diminta:
1. Berapa biaya overhead yang dibebankan untuk 100 unit printer
laser dengan menggunakan ABC.
2. Berapa biaya overhead per printer laser.
3. Jika Xerox Corp. membebankan tariff overhead berdasarkan jam
kerja langsung, berapa overhead yang dibebankan ke semua
pesanan printer laser.
PENYELESAIAN
1. Biaya overhead pabrik berdasarkan ABC untuk 100 unit printer
Produk indah
Cost driver Tarif per aktivitas Jlh aktivitas Tot [Link]
Modul Akutansi Biaya Page 70
Jumlah inspeksi $ 200 30 $ 6.000
Jumlah repetisi $ 400 215 $86.000
Jumlah faktur $ 80 270 $ 21.600
Jam kerja langsung $ 30 350 $ 10.500
$124.100
2. Biaya overhead per unit printer berdasarkan ABC
Cost driver Total [Link] pabrik unit yg diproduksi BOP/unit
Jumlah inspeksi $ 6.000 100 $ 60
Jumlah repetisi $86.000 100 $ 860
Jumlah faktur $ 21.600 100 $ 216
Jam kerja langsung $ 10.500 100 $105
$1.241
3. Biaya overhead yang dibebankan ke semua pesanan printer laser jika
membebankan tariff overhead pabrik berdasarkan jam kerja langsung.
a) Tarif/ jam kerja langsung= Tot Bop : Tot jam kerja lgs
= $740.000 : 4.000 jam
= $185
b) Tot BOP= Tarif /jam kerja lgs x jam kerja lgs yang dipakai
= $185 x 350
= $ 64.750
BOP/ unit = $ 64.750/100
= $647,5
Perbedaan tradisional dan ABC System :
Modul Akutansi Biaya Page 71
1. Berdasarkan sistem costing yang lama, biaya desain disebar keseluruh
produk tanpa memperhatikan apakah produk tersebut membutuhkan
desain atau tidak. Dengan sistem ABC, biaya ini dibebankan hanya ke
produk yang membutuhkan pekerjaan disain.
2. Biaya order konsumen yang merupakan biaya batch level dibebankan
dengan dasar jam mesin dalam sistem costing tradisional. Jam mesin
adalah basis alokasi untuk basis unit level dan bukan bach level.
Oleh karena itu, produk dengan volume tinggi menyerap sebagian
besar biaya batch level meskipun produk tersebut tidak mempengaruhi
beban ini dibandingkan dengan produk yang diorder dalam jumlah
sedikit.
4. Jika Biaya utama (biaya bahan baku + biaya tenaga kerja) per printer laser
adalah $ 1200 maka biaya produksi jika perusahaan menggunakan ABC
system dan tradisional sebagai berikut :
ABC System tradisional System
Biaya produksi :
Biaya utama $1200 $1200
Biaya overhead pabrik:
Pengendali kualitas $ 60
Repetisi mesin $ 860
Piutang dagang $ 216
BOP lainnya $105
Total Biaya overhead pabrik $1.241 $647,5
Biaya produksi $ 2.441 $ 1847,5
Modul Akutansi Biaya Page 72
BAB 10
PRAKTEK
Anggaran biaya dan data operasional yang ada pada Premier International
Hospital: Rumah sakit menggunakan tariff overhead untuk seluruh rumah sakit
berdasarkan jam kerja langsung. Unit Perawatan Intensif (UPI) membebankan
overhead dengan menggunakan jam mesin.
Informasi anggaran:
Tot BOP rumah sakit $30.000.000
Tot jam kerja lgs rumah sakit 100.000
Jam mesin untuk UPI 30.000
Informasi cost driver untuk UPI
Cost pool Anggaran Biaya Level cost driver Cost driver
Yg dianggarkan
Tmpt tidur $8.800.000 700 Jlh tmpt tidur
Peralatan $ 770.000 3.500 Jlh monitor
Karyawan $ 1.000.000 2.500 Jlh staf
$10.570.000
Untuk bulan Januari , unit perawatan intensif mencatat data berikut:
Jam kerja langsung 3.000
Jam mesin 5.500
Tempat tidur yg terpakai 80
Monitor yang digunakan 300
Staf yang dipekerjakan 170
Modul Akutansi Biaya Page 73
Diminta:
Hitunglah overhead Unit Perawatan Intensif untuk bulan Januari dengan
menggunakan
a) Tarif tunggal rumah sakit dengan memakai jam kerja langsung
b) Tarif departemen Unit Perawatan Intensif dengan menggunakan jam
mesin
c) Tarif departemen Unit Perawatan Intensif dengan ABC system
Modul Akutansi Biaya Page 74
PENYELESAIAN PRAKTEK XII
a) Biaya overhead pabrik untuk bulan Januari menggunakan tarif tunggal
rumah sakit
1. Tarif /jam kerja langsung= Tot Bop : Tot jam kerja lgs
= $30.000.000/ 100.000 jam
= $300/ jam
2. Tot BOP= Tarif/ jam kerja lgs x jam kerja lgs yang dipakai
Biaya UPI bln Januari = $300/ jam x 3000
= $ 900.000
b) Biaya overhead pabrik untuk bulan Januari dengan menggunakan tarif
departemen Unit Perawatan Intensif
[Link] / jam mesin = Tot Bop : Tot jam mesin
= $10.570.000/ 30.000
= $352,3/Jam mesin
[Link] BOP= Tarif/ jam mesin x jam mesin yang dipakai
= $352,3/Jam mesin x 5500 jam mesin
= $1.937.650
c) Biaya overhead pabrik untuk bulan Januari dengan menggunakan ABC
system untuk departemen Unit Perawatan Intensif
Cost pool Anggaran Biaya Level cost driver Cost /aktivitas
Yg dianggarkan
Tmpt tidur $8.800.000 700 $12.571
Peralatan $ 770.000 3.500 $220
Karyawan $ 1.000.000 2.500 $400
$10.570.000 $13.191
Modul Akutansi Biaya Page 75
Cost driver Tarif aktivitas Jlh aktivitas Tot overhead
Overhead/unit
Tempat tidur $12.571 80 $1.005.680
Peralatan $220 300 $ 66.000
Karyawan $400 170 $ 68.000
$1.139.680
Modul Akutansi Biaya Page 76