Nama Generik Azithromycin (a ZITH roe MYE sin)
Zithromax, Azithrocin, zycin, zithrax, zistic, zifin, zibramax,
Nama Merek Dagang zarom, mezatrin, aztrin.
Obat Keras, Obat Resep ( antibiotik golongan makrolida yang
diresepkan dokter untuk mengobati penyakit infeksi akibat
bakteri)
Golongan Obat
Bentuk Sediaan Tersedia dalam kemasan Tablet, kapsul, dan cairan yang diminum
Dosis Azithromycin digunakan untuk dewasa dan anak diatas 16
thn termasuk usia lanjut, dan akan diresepkan berdasarkan jenis
infeksi, tingkat keparahannya dan riwayat kesehatan pasien.
Berikut adalah informasi mengenai dosis umum azithromycin.
Chlamydia (klamidia) : 1 gram sekaligus, 1 dosis saja
Infeksi saluran nafas, infeksi kulit : 500 mg sehari sebagai
dosis tunggal pada hari pertama, kemudian dilanjutkan
250 mg sehari pada hari kedua sampai hari kelima.
Infeksi non gonokokal uretritis dan servisitis 1000 mg
sehari sebagai dosis tunggal. anak- anak 10 mg/ kg BB/
hari, 1 x sehari selama 3 hari.
Infeksi bakteri lainnya 500-2000 mg perhari tergantung
jenis infeksi. Setelah kondisi berangsur mereda, dosis
mungkin akan dikurangi menjadi 250-500 mg perhari.
Untuk pasien anak-anak, dosis akan disesuaikan oleh
dokter dengan berat badan mereka
Dosis dan cara kerja
Beberapa efek samping yang biasa terjadi setelah mengonsumsi
antibiotik makrolida ini adalah: mual, muntah, diare, kembung,
sakit kepala, sakit perut dan nafsu makan berkurang. Pada tahun
2013 , FDA mengeluarkan peringatan azitromisina (Azithromycin
) dapat menyebabkan perubahan abnormal pada aktivitas listrik
jantung yang dapat menyebabkan irama jantung yang tidak teratur
dan berpotensi fatal
Efek samping
Azithromycin bekerja dengan cara mengikat sub unit 50s dari
ribosom bakteri sehingga menghambat translasi mRNA. Dengan
demikian sistesis protein akan terganggu sehingga pertumbuhan
bakteri akan terhambat.
Cara kerja
Mengobati infeksi bakteri (infeksi telinga, kelamin, kulit,
sinusitis, bronkitis, pneumonia, tonsilitis, dan faringitis)
Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat
hipersensitif (Alergi) terhadap obat ini dan antibiotika
makrolidum lainnya
Safety(Indikasi
&Kontraindikasi
Natrium Diklofenak
Nama Generik
Natrium Diklofenak, Atranac, Berifen 100 SR, Berifen, Deflamat
100 CR, Deflamat 75, Deflamat 75 CRDicloflam, Diclomec,
Difelin, Divoltar, Elithris, Fenaren, Fenavel, Flamar, Flamenac,
Gratheos, Kaflam, Kemoren, Klotaren, Linac, Megatic, Merflam,
Nadifen, Neurofenac, Nilaren, Neurofenac, Proklaf, Prostanac,
Reclofen, Renadinac, Renvol, Rheumabet, Scantaren, Tirmaclo,
Valto, valto forte, Volmatik, Voltadex, Voltadex Retard,
Voltaren, Voltaren Retard, Voltaren SR, Volten, Voren,
Xepathritis, Zegren, Arthrotec, Ostelox, Dolofenac
Nama Merek Dagang
nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID)
Golongan Obat
Natrium diklofenak tersedia dalam bentuk tablet salut enterik,
tablet sustained release, kapsul, serbuk atau larutan. Ada juga
sediaan emulgel yang bisa diaplikasikan atau dioleskan langsung
ke tempat yang sakit
Bentuk Sediaan
Natrium diclofenac memiliki 2 sediaan tablet yaitu 25 mg dan 50
mg. Tablet harus ditelan seluruhnya dengan cairan, lebih baik jika
diminum sebelum makan, dan tidak boleh dibagi atau dikunyah.
Dosis dewasa :
Dosis harian yang direkomendasikan berkisar antara 100
150 mg. Pada kasus yang lebih ringan dan juga pada kasus
yang membutuhkan terapi jangka panjang, dosis 75 100
mg per hari biasanya cukup.
Pada kasus dismenorrhea (nyeri menstruasi yang berat),
dosis harian harus disesuaikan dengan kisaran dosis 50
150 mg (biasanya 100 mg) sebagai dosis awal, dilanjutkan
dengan 50 mg, 3 kali sehari.
Pada kasus migraine, dosis 50 mg biasa dipakai.
Sebaiknya obat ini diminum dengan air putih dan tidak
dengan cairan lain.
Dosis anak :
Dosis pada anak dan dewasa muda biasanya 0,5 2
mg/kg/hari dibagi menjadi 2 3 kali pemberian tergantung
pada beratnya penyakit. Untuk kasus radang
sendi rheumatoid yang menyerang anak usia muda, dosis
harian dapat mencapai 3 mg/kg/hari.
Dosis maksimal 150 mg tidak boleh dilampaui. Karena
kekuatan dosis pada sediaan 50 mg, sediaan ini tidak
direkomendasikan untuk digunakan pada anak dan dewasa
muda dibawah 14 tahun. Tablet sediaan 25 mg dapat
Dosis dan cara kerja digunakan pada kelompok umur ini.
Efek samping Natrium diclofenac yang umum misalnya,
gangguan pada saluran gastrointestinal seperti mual,
muntah, sembelit, nyeri perut, diare, dispepsia, kembung,
perdarahan / perforasi, mulas, ulkus lambung dan
duodenum. Dalam pemakaian jangka panjang pasien
biasanya diberikan obat seperti misoprostol, ranitidine 150
mg, atau omeprazole 20 mg pada waktu tidur, sebagai
pencegahan pendarahan gastrointestinal.
Orang-orang yang menderita gagal jantung, penyakit
jantung atau stroke sebaiknya tidak menggunakan obat ini
meskipun banyak penelitian mengatakan efek samping
terhadap resiko terjadinya infark miokardial relatif kecil.
Efek samping pada organ hati jarang terjadi, dan biasanya
reversibel. Meski demikian, kasus-kasus seperti nekrosis
hati, sakit kuning, hepatitis fulminan dan gagal hati telah
dilaporkan terjadi pada pemakaian jangka panjang dan
dalam dosis yang lebih tinggi. Jika tanda-tanda dan gejala
yang konsisten dengan penyakit hati klinis terjadi, atau
jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya : eosinofilia,
ruam, dan lain lain), penggunaan obat ini harus
dihentikan.
Efek samping yang berkaitan dengan kesehatan mental
adalah depresi, kecemasan, mudah marah, mimpi buruk,
dan reaksi psikotik. Tetapi ini terjadi sangat jarang.
Obat-obat golongan NSAID dapat menyebabkan
luteinized sindrom folikel ruptur, yang menunda atau
mencegah ovulasi. Oleh karena itu obat ini dapat
menyebabkan kemandulan yang sifatnya sementara pada
wanita, terutama jika pemakaian dalam jangka panjang.
Kondisi-kondisi penekanan sumsum tulang seperti
leukopenia, agranulositosis, thrombopenia dengan / tanpa
purpura, anemia aplastik dapat terjadi tetapi sangat jarang.
Meski demikian kemungkinan ini harus diwaspadai,
karena jika terjadi dapat berakibat fatal.
Anemia juga dilaporkan terjadi pada pasien yang
menggunakan obat-obat NSAID. Pasien pada pengobatan
jangka panjang, kadar hemoglobin dan hematokrit harus
diperiksa jika mereka menunjukkan tanda-tanda gejala
anemia.
Reaksi dermatologis seperti dermatitis eksfoliatif, sindrom
Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang
dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian
NSAID. Pengobatan harus dihentikan jika tanda-tanda
seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.
Obat ini juga dapat mengganggu siklus menstruasi normal.
Efek samping
Cara kerja Diclofenac bekerja dengan cara menghambat kerja enzim
siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu
pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan
menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan
menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit
diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan
mereda.
Indikasi
Untuk membantu mengurangi nyeri, gangguan inflamasi
(radang), dismenore (nyeri haid), nyeri ringan sampai
sedang pasca operasi khususnya ketika pasien juga
mengalami peradangan.
Natrium diclofenac juga digunakan untuk mengurangi rasa
sakit pada penderita arthritis, rheumatoid arthritis,
osteoarthritis, untuk sakit gigi, migrain akut, asam urat dan
nyeri karena batu ginjal dan batu empedu.
Sering digunakan untuk mengurangi nyeri kronis pada
penderita kanker.
Kontraindikasi
Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat
alergi terhadap diclofenac (termasuk semua bentuk
garamnya), riwayat reaksi alergi (bronkospasme, shock,
rhinitis, urtikaria) setelah penggunaan aspirin atau NSAID
lainnya (misalnya, ibuprofen, celecoxib).
Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass
jantung sebaiknya jangan menggunakan obat ini.
Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang
memiliki masalah ginjal, hati, atau radang / tukak pada
lambung atau usus.
Kontraindikasi untuk pasien yang sedang hamil terutama
di 3 bulan terakhir.
NSAID termasuk Natrium diclofenac tidak boleh
diberikan untuk penderita demam berdarah, karena
menginduksi kebocoran kapiler dan gagal jantung.
Jangan diberikan untuk penderita penyakit jantung
iskemik, penyakit arteri perifer, penyakit cerebrovascular,
dan gagal jantung kongestif.
Safety(Indikasi
&Kontraindikasi
Tramadol (TRAM a dol)
Nama Generik
ConZip, Ultram, acetram, bellatram, dolana, dolocap, dolsic,
forgesic, intradol, miradol, nufapotram, radol, simatral,
thramed, tradonal, tradosik, tradyl, tramadol, tramal.
Nama Merek Dagang
Obat Keras, Obat resep ( Analgesik opiate)
Golongan Obat
Tersedia dalam kemasan Kapsul, tablet, obat larut, dan suntik
(obat ini biasa dipasarkan dengan kadar 50 mg / kapsul, 50
mg / ml injeksi dan suppositoria 100 mg.)
Bentuk Sediaan
Anjuran untuk mengonsumsi tramadol adalah tiap 4-6 jam
sekali, tapi tidak boleh lebih dari 400 mg dalam satu hari (24
jam)
Dosis penggunaan tramadol tergantung pada tingkat
keparahan rasa sakit yang diderita oleh pasien. Tetapi
konsumsi obat ini tidak boleh melebihi 400 mg dalam durasi
Dosis dan cara kerja 24 jam.
Tramadol Dosis dan Frekuensi
Untuk mengurangi rasa sakit dengan cepat 50-100 mg per 4-6
jam
Dosis penggunaan tramadol untuk jangka waktu yang lebih
panjang akan diatur oleh dokter sesuai kondisi kesehatan dan
kemajuan pasien.
Untuk anak-anak di bawah 12 tahun, dosis dan penggunaan
tramadol akan disesuaikan.
Sementara itu bagi manula yang berusia di atas 75 tahun
dianjurkan untuk tidak mengonsumsi tramadol melebihi 300
mg per hari.
Dosis Tramadol Selengkapnya adalah berikut ini:
Dosis lazim dewasa dan anak > 17 tahun untuk nyeri sedang
dan parah
Obat immediaterelease : 50 100 mg secara oral
diberikan setiap 4 6 jam sesuai kebutuhan.
Dosis maksimum : 400 mg / hari
Dosis lazim dewasa untuk sakit kronis
Obat immediate-release : Dosis awal : 25 mg secara
oral 1 x sehari. titrasi : naikkan 25 mg tiap 3 hari untuk
mencapai dosis 25 mg 4 x sehari. Setelah itu bisa
dinaikkan menjadi 50 mg, sehingga dosis menjadi 50
mg 4 x [Link] pemeliharaan : Setelah titrasi, 50
100 mg secara oral setiap 4 6 jam, sesuai
[Link] maksimal : 400 mg / hari
Obat extended-Release :Dosis awal : 100 mg secara
oral 1 x sehari. titrasi : naikkan 100 mg tiap 5 hari,
berikan sesuai [Link] maksimal : 300 mg /
hari secara oral
Usia 65 tahun atau lebih : berikan dosis terendah.
Usia 75 tahun atau lebih : dosis maksimum 300 mg /
hari diberikan dalam dosis terbagi.
Tramadol memungkinkan berpotensi menyebabkan efek
samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi saat
mengonsumsi analgesik ini adalah: Lelah dan mengantuk,
Pusing dan limbung, Mual dan muntah, Konstipasi dan sulit
buang air kecil, Perut kembung , dan Mulut kering.
Efek samping
Tramadol bekerja dengan dua mekanisme. Pertama, dengan
mengikat secara stereospesifik reseptor -opioid di sistem
saraf pusat untuk mengeblok sensasi nyeri dan respon
terhadap nyeri (inflamasi). Kedua, menghambat pelepasan
neurotransmitter, serotonin dan norepinephrine dari sistem
saraf aferen yang sensitif terhadap rangsang yang berakibat
Cara kerja terhambatnya impuls nyeri.
Indikasi :
Mengobati rasa sakit (nyeri) tingkat sedang hingga berat, baik
itu nyeri akut maupun kronis misalnya nyeri pasca operasi.
Kontraindikasi :
Pasien yang menderita depresi pernapasan yang
signifikan, harus hati-hati jika menggunakan obat ini.
Jangan diberikan pada pasien yang memiliki riwayat
hipersensitif pada tramadol atau opioid analgetic
lainnya.
Safety(Indikasi
&Kontraindikasi