0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan10 halaman

Proses Pengolahan Inti Kelapa Sawit

Stasiun pengolahan inti melakukan proses pemisahan nut dan fiber, pemecahan nut, pemisahan kernel dan cangkang, pengeringan kernel, dan pengemasan kernel. Proses utama meliputi pemisahan nut dan fiber menggunakan sistem pneumatik, pemecahan nut di ripple mill, dan pemisahan kernel dan cangkang menggunakan LTDS dan hydrocyclone.

Diunggah oleh

ichsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan10 halaman

Proses Pengolahan Inti Kelapa Sawit

Stasiun pengolahan inti melakukan proses pemisahan nut dan fiber, pemecahan nut, pemisahan kernel dan cangkang, pengeringan kernel, dan pengemasan kernel. Proses utama meliputi pemisahan nut dan fiber menggunakan sistem pneumatik, pemecahan nut di ripple mill, dan pemisahan kernel dan cangkang menggunakan LTDS dan hydrocyclone.

Diunggah oleh

ichsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB VI

STASIUN PENGOLAHAN INTI

PENDAHULUAN
Stasiun pengolahan inti adalah bagian dari pabrik pengolahan kelapa sawit yang berfungsi
untuk mengolah inti / nut yang diperoleh dari proses pengempaan. Proses-proses yang terjadi
di stasiun ini antara lain pemisahan nut dan fibre, proses pemecahan nut, proses pemisahan
kernel dengan cangkang, pengeringan kernel dan pengemasan kernel produksi. Secara garis
besar bagian-bagian dari stasiun pengolahan inti adalah sebagai berikut ;
- Fiber Cyclone - Kernel Hydrocyclone/clay bath
- Polishing drum - Shell Hydrocyclone
- Secondary Depericarper - Kernel drier
- Nut milling - Kernel Winowing
- LTDS 1 - Kernel Silo
- LTDS 2
- Cracked mixture polishing drum

Gambar Proses Pengolahan di Stasiun Kernel

Page | 37
PROSES PENGOLAHAN BIJI DAN KERNEL
1. Fibre Cyclone
Dalam proses pengempaan di stasiun press dihasilkan crude oil dan press cake. Press
cake akan dipecah/dicincang di cake breaker conveyor. Proses selanjutnya adalah
pemisahan nut dan fibre yang dilakukan di fibre cyclone. Proses pemisahan nut dan fibre
menggunakan sistem pneumatic. Sistem depericarping yang digunakan adalah penarikan
angin pneumatic kolom vertikal yang terlihat pada gambar di bawah. Dalam sistem ini,
udara yang mengalir adalah tetap, perkiraan kehilangannya tidak ada.

Volumetric aliran udara Q = A1 V1= A2 V2 = A3 V3

dimana V1 in the air velocity at x-section A1


V2 in the air velocity at x-section A2
V3 in the air velocity at x-section A3

Prinsip dasar pada pneumatic separation adalah perbedaan dalam kecepatan pengangkatan
bagian-bagian ampas. Kecepatan pengangkatan dari bagian-bagian seperti yang ditetapkan
pada Mongana (1952/1955) seperti yang terlihat pada Tabel 1.

TABLE 1. - LIFTING VELOCITY OF THE CONSTITUENTS OF THE PRESS CAKE


1. Fine fibre 2 m/s
2. Dry normal fibre 4 m/s
3. Wet fibre 6 m/s
4. Small shell 10 m/s
5. Average shell 12 to 14 m/s
6. Small kernel 14 m/s
7. Small nut 16 m/s
8. Large shell 16 m/s
9. Average kernel 18 m/s
10. Average nut 20 to 24 m/s
11. Large kernel 20 m/s
12. Large nut 24 to 28 m/s

Source: Mongana Report Vol. 2

Page | 38
Gambar Unit Depericarper

2. Nut Polishing Drum


Nut yang sudah terpisah dari fibre kemudian diproses di polishing drum, di bagian ini nut
akan dibersihkan dari fibre yang masih melekat pada cangkangnya. Alat ini berputar dengan
kecepatan 24 rpm sehingga nut yang ada di dalamnya akan ikut berputar dan saling
bergesekan, dengan adanya gesekan tersebut maka fibre akan lepas dari cangkangnya.
Selanjutnya nut akan didorong keluar drum oleh lifting bar yang ada di dalamnya, nut jatuh
melalui nut strainer yang ada di bagian ujung polishing drum.

3. Secondary Depericarper
Dari polising drum nut akan diproses lagi di secondary depericarper, di sini nut akan
dipisahkan dari batu atau benda-benda lainnya. Proses pemisahan ini juga menggunakan
sistem pneumatik, yaitu dengan isapan udara. Adapun gambar secondary depericarper adalah
sebagai berikut:

Page | 39
Cycl
one

2nd Depericarp Fan


to Shell Hopper

I
III
I
III
I
to nut elevator Incline wet nut conv.

Proses yang berlangsung pada secondary depericarper adalah sebagai berikut, nut yang
berasal dari polishing drum dibawa ke secondary depericarper oleh incline wet nut conveyor.
Saat masuk di bagian I maka nut akan terhisap ke atas oleh udara dengan kecepatan 24 m/s,
sedangkan batu dan benda berat lainnya akan jatuh. Setelah sampai di bagian II udara akan
berkurang kecepatannya ( 6 m/s) karena terdapat perubahan volume, sehingga nut jatuh ke
bagian III dan keluar menuju wet nut elevator. Dari secondary depericarper nut masuk ke
wet nut elevator kemudian ditampung di dalam nut hopper.

4. Ripple Mill
Ripple mill adalah mesin untuk memecah nut untuk mendapatkan inti atau kernel. Nut
yang berasal dari wet nut elevator ditampung di dalam nut hopper kemudian diumpankan ke
ripple mill yang diatur dengan vibratory feeder. Kapasitas dari ripple mill bervariasi antara 6 -
8 ton/ jam.
Nut yang masuk ke ripple mill akan dipecahkan oleh rotor bar yang berputar, nut akan
terhimpit diantara rotor bar dan stator bar sehingga nut akan tertekan hingga pecah. Nut yang
telah pecah diumpankan ke LTDS 1 untuk dilakukan pemisahan antara kernel dan cangkang .

Page | 40
Gambar Unit Ripple Mill

5. LTDS I
LTDS 1 adalah alat yang digunakan untuk memisahkan antara kernel dan cangkang setelah
nut dipecah pada ripple mill, alat ini juga bekerja secara pneumatik. Bagian - bagian dari
LTDS 1 dapat dilihat pada gambar di bawah, masa yang keluaran dari ripple mill (cracked
mixtured) diumpankan ke LTDS 1 melalui sebuah chute. Chute tersebut juga dilengkapi
dengan air lock yang berfungsi untuk mencegah masuknya udara ke separating column lewat
chute tersebut. Saat masuk di separating column, kernel yang mempunyai masa lebih berat
(kernel utuh) dan nut yang belum pecah akan jatuh ke vibrating through, kemudian kernel
akan lolos dari saringan dan masuk ke wet kernel conveyor. Sedangkan nut yang utuh akan
diumpankan lagi ke nut elevator. Untuk kernel pecah, setengah pecah dan cangkang akan
terhisap menuju separating column kedua, disini kernel pecah, setengah pecah dan cangkang
tidak terhisap karena kecepatan udara sudah berkurang sehingga tidak mampu mengangkat
masa tersebut. Kernel pecah, setengah pecah dan cangkang selanjutnya akan keluar lewat
chute menuju cracked mixtured polishing drum, sedangkan shell yang [Link] terhisap
keluar menuju cyclone dan akhirnya masuk ke fiber/shell conveyor.

Page | 41
Gambar Unit LTDS 1 dan LTDS 2

6. Cracked Mixtured Polishing Drum


Alat ini berfungsi untuk melepaskan cangkang yang masih melekat di kernel, dengan
berputarnya drum tersebut maka kernel yang masuk akan saling bergesekan hingga cangkang
yang masih melekat akan terlepas. Di dalam drum tersebut juga terdapat lifting bar yang
berfungsi untuk mengarahkan kernel keluar dari drum tersebut.

7. LTDS II
Pada dasarnya prinsip kerja LTDS II sama dengan yang sebelumnya, LTDS II berfungsi
untuk memisahkan cangkang yang masih tercampur dengan kernel. Pada proses pemisahan ini
juga terdapat tiga masa yang dipisahkan, masa yang lebih berat berupa kernel akan jatuh
menuju wet kernel conveyor, masa yang berupa kernel pecah dan shell akan terhisap menuju
separating column dan tertinggal di ruang tersebut yang kemudian keluar menuju
hidrocyclone/clay bath, sedangkan masa yang berupa pecahan shell akan terhisap keluar dari
cyclone menuju fiber/shell conveyor.

7. Hydrocyclone
Hydrocyclone berfungsi untuk memisahkan shell dan kernel pecah, alat ini bekerja
berdasarkan gaya sentrifugal dengan air sebagai medianya. Alat ini dibagi menjadi dua bagian
Page | 42
yaitu hydrocyclone kernel dan hydrocyclone shell, keduanya mempunyai prinsip kerja yang
sama. Hydrocyclone kernel berfungsi untuk memisahkan kernel dan shell sedangkan
hydrocylcone shell berfungsi mengutip kernel yang masih tercampur dengan shell yang keluar
dari Hydrocyclone kernel. Cara kerja dari Hydrocyclone adalah sebagai berikut, masa yang
berasal dari LTDS 2 yang berupa shell dan kernel masuk ke bak yang berisi air. Masa yang
telah bercampur dengan air tersebut kemudian dipompa menuju hydrocyclone kernel, di dalam
alat tersebut terjadi pemisahan antara kernel dan shell. Shell yang mempunyai berat jenis lebih
besar akan terdorong ke dinding hydrocyclone dan keluar melalui cone hydrocyclone,
sedangkan kernel dengan berat jenis lebih ringan akan mengumpul di tengan kemudian naik
keatas masuk ke vortex finder dan akhirnya keluar menuju washing drum. Di dalam washing
drum kernel akan dicuci dan kemudian diumpankan ke wet kernel conveyor. Shell yang keluar
dari hydrocyclone kernel dimasukkan ke bak lainnya yang juga berisi air, kemudian shell
dipompa ke hydrocyclone shell. Di bagian ini juga terjadi proses yang sama seperti di
hydrocyclone kernel, kernel yang keluar dari hydrocyclone shell diumpankan lagi ke bak
kernel untuk diproses lagi di hydrocyclone kernel sedangkan shell yang keluar dari
hydrocyclone shell diumpankan ke washing drum kemudian shell tersebut dibawa ke shell
hopper.
Kernel Hydrocyclone Shell Hydrocyclone

Vortex Vortex
Finder Finder

Cone Cone

Hydrocyclone Hydrocyclone
Pump Pump

Page | 43
Gambar Unit Hidrocyclone
Proses pemisahan cangkang dan kernel pada hydrocyclone dipengaruhi oleh beberapa hal
diantaranya besarnya tekanan pompa, ketepatan seting vortex finder serta kondisi cone. Jika
didapati kernel ex. hydrocyclone kotor maka yang perlu dilakukan adalah mengecek tekanan
pompa, kemudian seting vortex finder dengan menggeser naik/turun untuk mencari hasil
keluaran kernel yang bersih.

8. Kernel Drier
Kernel drier adalah alat yang berfungsi untuk mengurangi kandungan air dalam kernel.
Pengeringan tersebut dilakukan dengan menggunakan sistem pemanasan yang berasal dari
steam, sistem pemanas tersebut biasa disebut heater bank. Secara umum gambar dari kernel
drier dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar Unit Kernel Drier

Seperti terlihat pada gambar diatas, kernel yang diperoleh dari hasil pemisahan pada ripple
mill diumpankan ke kernel drier melalui kernel distribution conveyor. Kernel tersebut akan
terdistribusi merata di kompartemen pertama, kemudian hamparan kernel tersebut akan
berjalan dibawa oleh kernel tray drier yang bergerak berlahan-lahan. Selama kernel bergerak
Page | 44
udara panas dimasukkan dari bawah kompartemen, panas akan merambat ke atas dan akan
mengeringkan kernel. Suhu yang diperlukan untuk mengeringkan kernel sekitar 80 oC . Dari
kompartemen pertama kernel jatuh ke kompartemen kedua untuk proses yang sama.
Kemudian kernel keluar menuju discharge kernel drier conveyor, dari conveyor tersebut
kernel diumpankan menuju kernel bagging.

9. Kernel Bagging
Setelah kernel dikeringkan, proses selanjutnya adalah pengemasan. Kernel yang sudah
kering ditampung pada sebuah silo kemudian dikemas di dalam karung/sak. Alur proses
pengemasan adalah sebagai berikut; Kernel yang berasal dari dischsrge kernel drier conveyor
masuk ke kernel winnowing, dengan dorongan dari winnowing fan kernel akan bergerak ke
atas. Ketika terdapat perubahan luas penampang pipa winnowing, kernel akan jatuh dan
keluar melalui chute masuk ke kernel silo, sedangkan fiber dan kernel yang lebih ringan akan
terdorong keluar menuju dust hopper dan akhirnya jatuh ke fiber shell conveyor. Kualitas
kernel produksi yang dihasilkan harus memenuhi standar yang ditetapkan yaitu dengan
kandungan kotoran maksimal 7,75 % dan moisture 7,75 % .

cyclone

Kernel Silo
Kernel Winnowing Fan To fiber shell conveyor

Discharge Kernel Drier Conveyor

karung/sak

Kernel Winnowing

Gambar Unit Kernel Bagging

Pengoperasian stasiun pengolahan biji dan inti kelapa sawit dilakukan sebagai berikut :
1. Hidupkan air lock fiber cyclone dan air lock inclined wet nut conveyor,
2. Hidupkan fiber cyclone fan, polishing drum kemudian cake breaker conveyor,

Page | 45
3. Hidupkan air lock secondary depericarper, wet nut elevator kemudian hidupkan
secondary depericarper fan.
4. Hidupkan conveyor sebagai berikut :
a. Top kernel conveyor, top sheel conveyor,
b. Wet kernel elevator, wet sheel elevator,
c. Wet kernel conveyor, wet shell conveyor,
d. Vibrating through,
e. Winnowing fan,
f. Bottom cracked mixture conveyor,
g. Tray drier,
5. Hidupkan pompa kernel hydrocyclone dan shell hydrocyclone
6. Hidupkan air lock LTDS 2 dan LTDS 2 Fan,
7. Hidupkan cracked mixture polishing drum,
8. Hidupkan air lock LTDS 1 dan LTDS 1 Fan,
9. Hidupkan ripple mill.

Page | 46

Anda mungkin juga menyukai