MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
MRI ( Magnetic Resonance Imaging ) adalah : alat diagnostik imaging /pemeriksaan
Radiologi berteknologi tinggi yang menggunakan medan magnit , frekwensi radio
tertentu dan seperangkat komputer untuk menghasilkan gambaran potongan
potongan anatomi tubuh manusia. Dengan demikian , kita dapat melihat isi dalam
tubuh tanpa harus melalui pembedahan.
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Sejarah:
Pada tanggal 3 juli 1877, merupakan awal MRI diuji untuk manusia.
Membutuhkan waktu 5 jam untuk menghasilkan sebuah gambar, dan jika dibandingkan
dengan standar gambar yang sekarang sangatlah buruk.
Selama 7tahun Dr. Raymond Damadian, Dr. Larry Minkoff dan Dr. Michael Goldsmith
menyelidiki hal ini dan akhirnya menemukannya dengan memberi nama mesin itu adalah
Indomitable yang mempu mengambil gambar hanya dalam 1 detik dan saat ini mesin
ini berada di Institusi Smithsonian.
Pengertian MRI
Seperti namanya Magnetic Resonance Imaging maka MRI terdiri atas 2 bagian pembahasan
yaitu Magnet dan Resonansi. Komponen Sistem yang paling banyak adalah magnet. MRI
menggunakan 0,5 tesla sampai 2,0 tesla (5.000-20.000 gauss).
Kegunaan MRI
Diagnosa Multiple Sclerosis (MS)
Diagnosa Tumor
Diagnosa infeksi pada otak, tulang belakang, dan persendian
Memvisualisasikan ligamen pada pergelangan tangan, kaki, dan pergelangan kaki
Memvisualisasikan sakit pada bahu
Diagnosa otot Tendon
Mengevaluasi jaringan otot pada tubuh
Mengevaluasi tumor pada tulang , kista, dan penyakit hernia
Diagnosa Struk
Kerugian MRI
Tidak semua orang dapat masuk ke mesin ini. Contoh:karena ukuran tubuh yang besar.
Adanya penyakit claustrophobic yang menyebabkan ketakutan yang berlebihan jika
masuk kedalam tabung
Terdapat Noise yang sangat berlebihan selama masa scanning
Diharapkan kepada pasien agar tetap menjaga posisi tubuhnya selama masa scanning
MRI sangat mahal sekali, sehingga untuk melakukan diagnosa membutuhkan biaya yang
besar
peralatan yang digunakan juga mengalami interferensi, sehingga mempengaruhi pola
image yang dihasilkan
Cara Kerja MRI
MRI menerapkan getaran RF (Radio Frequency) hidrogen. Getaran tersebut langsung mengenai
tubuh pasien. Getaran tersebut menyebabkan proton yang ada pada tubuh pasien diserab yang
menghasilkan energi untuk membuatnya berputar (spin) dan precess (pergerakan lambat pada
bagian axis) pada arah yang berbeda-beda. Bagian ini disebut dengan resonance atau
resonansi. Proton yang menyebabkan hal itu terjadi apabila terdapat satu atau dua juta proton
yang berbeda. Sehingga menghasilkan frekuensi resonansi yang disebut juga dengan Larmour
Frequency. Lalu dihitung berdasarkan sebagian jaringan yang telah diambil dan berdasarkan
kekuatan medan magnet pada bagian yang akan didiagnosa.
Getaran RF biasanya diterapkan menggunakan coil. Coil ini mempunyai berbagai macam jenis
sesuai dengan digunakan untuk apa MRI tersebut. Misalnya untuk: kaki, bahu, kepala,
persendian, leher dan lainnya. Pada saat yang bersamaan juga magnet bekerja. Magnet pada MRI
mempunyai 3 tipe. yaitu:
Resistive magnets yang terdiri atas banyak coil yang membungkus silinder dan
dilewatkan dengan arus listrik. Hal ini menyebabkan terjadinya medan magnet, jika
listrik mati, maka magnet juga tidak aktif. Membutuhkan 50 KW dan menghasilkan 0,3
tesla.
Permanent magnet merupakan magnet yang permanen dan ukurannya besar dengan
berat yang mencapai ribuan kilogram (7.711kg 4.400 kg) dan menghasilkan 0.4 tesla.
Superconducting magnets biasanya jarang digunakan. Mirip dengan resistive magnet -
dimana coil yang dialiri listrik ini diselubungi oleh cairan helium yang sangat dingin
yaitu 452.4 derajat dibawah nol. Sehingga tabung MRI sangat dingin, namun hal tersebut
dilapisi kembali dengan vacumm flask. Menghasilkan 0.5-tesla sampai 2.0-tesla, dan
menghasilkan kualitas image yang sangat baik.
Kemudian hasilnya disebut dengan slice ataupun potongan-potongan. Besarnya hanya
beberapa milimeter saja dan hasilnya sangatlah presisi. Mesin ini akan secara otomatis
mengambil gambar perbagian dari tubuh pasien yang akan didiagnosa.
Saat getaran RF dimatikan, proton hidrogen menjadi lambat kembali kebentuk awalnya yang
menyebabkan terjadinya pelepasan energi, sehingga kemudian proton tersebut ditanggap oleh
medan magnetik. Setelah itu mengirimkannya ke coil dan kemudian mengirimkan sinyal tersebut
ke komputer. Data yang diperoleh diproses oleh komputer dengan menggunakan transformasi
Fourier.
Gambar MRI
Pada dasarnya gambar yang dihasilkan oleh MRI sama dengan X-ray dan CT Scan karena
menggunakan radiasi ionisasi (ionizing radiation).
Metode dalam Pengolahan image MRI
Physically and statistically based deformable models
Deformable organisms
Deformable spatio-temporal shape models: extending ASM to 2D+Time
Modeling prior shape and appearance knowledge in watershed segmentation
Intelligent deformable organisms
Physics-based shape deformations
Insight Toolkit (ITK) where combine Image Processing in MATLAB with deformable
organism framework
Deformable Organism
Deformable organism merupakan ide baru dalam analis medical image,yang menggunakan
model artificial life (AL) untuk melengkapi metode model deformable klasik, dengan
mekanisme kontrol intelligent deformation.
Didesain dengan artificial life (AL) dengan arsitektur layer: geometry, physic, behavior, dan
cognitive
Model deformable didesain untuk melokasikan dan menganalisa struktur anatomi yang
diterapkan pada medical image. pengolahannya berdasarkan mekanisme high-level decision
(keputusan tertinggi) dan pengendalian perubahan bentuk (deformation-control) serta
bertingkahlaku selayaknya sistem yang sudah mempunyai kemampuan berpikir sendiri.
Perbedaan MRI dengan CT scan
MRI menggunakan magnit , tidak menggunakan sinar X . CT scan menggunakan sinar X.
Pemeriksaan MRI dan CT scan saling melengkapi , ada keunggulan dan kekurangannya
masing masing .
MRI lebih unggul untuk pemeriksaan sumsum tulang belakang , kelainan otak
( deteksi stroke awal ) , sendi sendi , otot , pembuluh darah , kelainan saluran
empedu .
MRI mampu membuat potongan horizontal , longitudinal dan coronal tanpa mengubah
posisi pasien .
MRI AIRIS II :
Merupakan alat MRI dengan kekuatan 0,3 T , permanen magnit , menghasilkan gambar
yang tajam dan akurat , telah memenuhi standard pemeriksaan MRI yang baik .
Menggunakan komputer high resolution . Khusus untuk meja pemeriksaan ( Gantry ) :
dirancang open gantry , agar pasien tidak mengalami claustrophobia ( takut masuk
kedalam suatu lorong ) .
Catatan : banyak alat MRI menggunakan closed gantry , pasien dimasukkan kedalam
suatu lorong . Pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan MRI AIRIS II antara lain :
1. Pemeriksaan otak ( Brain ) , lebih sensitif mendeteksi stroke dibanding CT scan .
2. Pemeriksaan sumsum tulang belakang ( Spine ) .
3. Pemeriksaan sendi , tulang dan otot ( Musculosceletal ) .
4. Pemeriksaan pembuluh darah otak ( Cerebral Angiografi ) .
5. Pemeriksaan kantong empedu dan salurannya ( MRCP ) .
6. Pemeriksaan liver , empedu , Pancreas , limpa , Ginjal .
7. Pemeriksaan pembuluh darah besar didalam rongga dada ( Mediastinum ) dan
rongga
perut .
8. Pemeriksaan rahim dan sekitarnya ( organ dalam rongga Pelvis / abdomen bawah
wanita ) .
9. Pemeriksaan Prostat ( pada laki-laki ) .
Tata cara pemeriksaan dan apa yang akan dialami pasien saat pemeriksaan MRI :
- Pasien berbaring telentang .
- Meja MRI akan diatur oleh operator MRI .
- Pasien akan mendengarkan suara seperti suara ketukan selama berjalannya
pemeriksaan .
- Pasien boleh didampingi oleh 1 orang pengantar .
- Selama pemeriksaan pasien akan selalu dibawah pwengawasan petugas MRI .
- Bila ada kondisi yang kurang nyaman , pasien dapat memberi tanda kepada petugas .
- Pada umumnya pemeriksaan MRI membutuhkan waktu sekitar 15 30 menit .
- Setelah pemeriksaan selesai , pasien dapat melakukan aktifitas seperti biasa .
Pemeriksaan MRI aman dilakukan karena tidak menggunakan sinar X atau bahan
radioaktif , meskipun demikian ; wanita dengan kehamilan muda ( Trimester I )
tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan MRI .
MRI tidak bisa dilakukan pada :
- Pasien yang menggunakan pace maker .
- Pasien yang menggunakan klip pembuluh darah dan bersifat ferromagnetis
( bahan yang tertarik oleh magnit ) .
- Pasien dengan benda asing logam ( gram ) pada mata atau tempat lain .