Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
2017
PENDAHULUAN
Dasar:
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 26 Tahun
2016
RPL adalah pengakuan terhadap Capaian Pembelajaran (CP) yang diperoleh
seseorang dari pendidikan formal atau non formal atau informal, dan/atau
pengalaman kerja pada jenjang pendidikan tinggi, dimulai dari level 3 KKNI
atau (Program D1) sampai dengan jenjang kualifikasi level 9 KKNI (Program
Doktor).
Terdiri dari:
1. Pengakuan CP untuk melanjutkan pendidikan formal.
2. Pengakuan CP untuk kesetaraan pada level KKNI tertentu.
TIPE RPL
RPL untuk pengakuan sebagian SKS -> RPL
melanjutkan ke Perguruan Tinggi -> Tipe
memperoleh IJAZAH
A
RPL untuk mendapatkan PENGAKUAN RPL
KESETARAAN dengan kualifikasi KKNI
Tipe
tertentu
B
BEDA DUA TIPE RPL
RPL Berbasis pada insiatif individu untuk
memperoleh pengakuan dengan
Tipe luaran akhir adalah Ijazah
A
Berbasis pada inisiatif perguruan
RPL tinggi dan masyarakat untuk
memberikan pengakuan pada
Tipe individu dengan luaran akhir adalah
B SK Penyetaraan
SKEMA PENYELENGGARAAN RPL
A RPL untuk melanjutkan ke Pendidikan Formal B RPL untuk Mendapatkan Pengakuan Kesetaraan pada Level KKNI
Tertentu
Pemohon (Perorangan) Perguruan Tinggi
Melakukan konsultasi dengan Tim RPL pada PT PT menetapkan kriteria calon dosen
yang dituju
PT melakukan kajian tentang kualifikasi dosen, keperluan
Calon menyiapkan kelengkapan dokumen portofolio dosen, instruktur, atau tutor yang memiliki keahlian tertentu
yang membuktikan bahwa pemohon telah memiliki atau keahlian langka yang diperlukan oleh program studi,
pengetahuan/keahlian tertentu yang relevan dengan dokumen portofolio yang membuktikan bahwa pemohon telah
kualifikasi yang dituju. memiliki pengetahuan/keahlian tertentu yang relevan dengan
kualifikasi yang dituju.
PT melakukan pemeriksaan kelengkapan dan PT melakukan pemeriksaan kelengkapan dan validitas
validitas dokumen dan penilaian CP dokumen dan penilaian CP
Calon memenuhi CP yang tidak
setara dengan Level KKNI?
ya
PT menetapkan jumlah SKS/Mata Kuliah yang
diakui dan yang harus ditempuh oleh calon Penetapan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan
Tinggi
I JAZAH S K PENYETARAAN
MEKANISME PENYELENGGARAAN
1. Pengakuan CP untuk melanjutkan pendidikan Formal
Pemohon yang telah memiliki kualifikasi Pemohon yang telah memiliki kualifikasi
jenjang pendidikan tinggi jenjang pendidikan menengah
Pengakuan CP pendidikan formal melalui penilaian Asesmen dan pengakuan CP pendidikan nonformal,
ekivalensi informal dan pengalaman kerja
Perolehan kredit dan pembebasan
sebagian mata kuliah
Proses pembelajaran di PT
Tidak
Ya
Lulus? IJAZAH
Skema RPL untuk Pemohon JPT dan JPM
MEKANISME PENYELENGGARAAN (lanjutan)
2. Pengakuan CP untuk Penyetaraan Kualifikasi Tertentu
Pengakuan CP untuk penyetaraan kualifikasi tertentu pada dasarnya
harus didasarkan atas kajian kebutuhan penyetaraan kualifikasi pada
bidang profesi tertentu yang memerlukan mekanisme penyelenggaraan
melalui RPL.
Kajian tersebut meliputi identifikasi kebutuhan kualifikasi tertentu
dengan keahlian yang langka dimana keahliannya tidak dapat
dihasilkan oleh program studi yang telah ada, atau profesi dengan
pengalaman praktis yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan
masyarakat.
MEKANISME PENYELENGGARAAN (lanjutan)
Pengakuan CP untuk disetarakan dengan kualifikasi tertentu
terdiri atas dua mekanisme penyelenggaraan, yaitu:
2.1. Pengakuan capaian pembelajaran untuk disetarakan
dengan kualifikasi tertentu untuk menjalankan profesi
dosen.
2.2. Pengakuan capaian pembelajaran untuk disetarakan
dengan kualifikasi tertentu selain profesi dosen.
Diagram Alir Pengakuan CP untuk Penyetaraan Kualifikasi pada Level KKNI
Tertentu untuk Dosen
PT melakukan kajian atas kebutuhan penyetaraan dosen dengan program RPL, termasuk rencana pengembangan dosen,
1 strategi penyelenggaraan RPL, dan calon dosen yang akan disetarakan pada kualifikasi KKNI.
PT menetapkan Tim ad-hoc Senat dan Tim ad-hoc Eksekutif penyelenggara RPL dosen/instruktur/tutor dengan segala
2 kelengkapan sumber daya dan administrasinya.
Tim ad-hoc eksekutif berkonsultasi dengan Tim ad-hoc Senat dalam hal penetapan kriteria calon dosen atau instruktur yang
diperlukan. Peran Tim ad-hoc Senat adalah untuk melakukan kajian terhadap hasil evaluasi diri terkait adanya kebutuhan
3
dosen atau instruktur yang perlu direkrut melalui RPL.
Tim ad-hoc Eksekutif melakukan identifikasi calon berdasarkan kriteria dosen yang ditetapkan oleh Senat PT dan/atau
4 peraturan akademik yang berlaku.
Tim RPL dan/atau Tim ad-hoc Eksekutif menghubungi calon, mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan dan keabsahan
5 berkas calon.
Asesor / Tim Panel Asesor PT melakukan proses asesmen kesetaraan calon dosen / instruktur/tutor. Seluruh proses asesmen
6 wajib dijamin mutunya sebagai satu kesatuan sistem penjaminan mutu.
Asesor / Tim Panel Asesor PT melaporkan hasil asesmen kepada pimpinan perguruan tinggi. Pimpinan perguruan tinggi
7 melaporkan hasil asesmen RPL kepada senat untuk dilakukan validasi.
Atas rekomendasi Senat Perguruan Tinggi , Pimpinan PT menerbitkan SK calon dosen/instruktur/tutor yang telah lolos
8 asesmen.
Khusus untuk Dosen, PT mengajukan usulan penetapan kesetaraan kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
9 melalui Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
Ditjen Pembelajaran akan membentuk Tim Verifikasi untuk menilai berkas usulan. Tim Verifikasi Direktorat Jenderal Belmawa
10 akan melakukan verifikasi sebagai dasar penerbitan SK Menteri tentang Penyetaraan Kualifikasi Level 8.
Berdasarkan SK Menteri, PT dapat menerbitkan surat pengangkatan dosen sesuai dengan peraturan yang berlaku.
11
Tata Cara Pengakuan CP untuk Penyetaraan Kualifikasi pada
Level KKNI Tertentu
RPL Tata cara penyelenggaraan RPL untuk mendapatkan SK
PENYETARAAN Pengakuan Kesetaraan pada level KKNI tertentu (Tipe B1)
DOSEN
untuk dosen mencakup tahap 1 sampai 11
RPL Tata cara penyelenggaraan RPL untuk mendapatkan SK
PENYETARAAN
INSTRUKTUR /
Pengakuan Kesetaraan pada level KKNI tertentu (Tipe B1)
TUTOR untuk instruktur dan tutor mencakup tahap 1 sampai 8
RPL
Tata cara penyelenggaraan RPL untuk mendapatkan SK
PENYETARAAN
KEBUTUHAN Pengakuan Kesetaraan pada level KKNI tertentu untuk
LAINNYA kebutuhan lain (Tipe B2) mencakup tahap 2 sampai 7
PT melakukan kajian tentang kualifikasi dosen, keperluan dosen, instruktur, atau tutor
Skematik RPL untuk yang memiliki keahlian tertentu atau keahlian langka yang diperlukan oleh program
studi dokumen portofolio yang membuk-tikan bahwa pemohon telah memiliki
Penyetaraan Kualifikasi pada pengetahuan/keahlian tertentu yang relevan dengan kualifikasi yang dituju.
Level KKNI Tertentu
PT menetapkan Tim ad-hoc Senat dan Tim ad-hoc Eksekutif penyelenggara RPL
dosen/instruktur/tutor
Calon menyiapkan kelengkapan
dokumen pembuktian CP yang relevan Tim ad-hoc senat menetapkan kriteria penyetaraan kualifikasi melalui RPL
Tim ad-hoc eksekutif melakukan proses asesmen penyetaraan sesuai kriteria yang
ditetapkan Tim ad-hoc senat dan melaporkan hasil asesmen ke Pimpinan PT
tidak ya Pimpinan Perguruan Tinggi melaporkan hasil asesmen RPL kepada Senat untuk
Setara? dilakukan validasi.
Atas rekomendasi Senat, Pimpinan Perguruan Tinggi menerbitkan SK calon dosen yang
telah lolos asesmen.
PT mengajukan usulan penetapan kesetaraan kepada Menteri melalui Ditjen
Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan melakukan verifikasi terhadap dokumen
usulan penyetaraan dosen.
tidak
Valid?
ya
SK PENYETARAAN Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menerbitkan SK Penyetaraan
PRINSIP PENYELENGGARAAN
1. Legalitas: PT sebagai penyelenggara RPL harus memiliki
legalitas
2. Aksesibilitas: menjamin setiap individu dalam mengakses
kesempatan belajar secara berkeadilan dan inklusifitas.
3. Kesetaraan pengakuan (equivalence): memberikan penilaian
yang setara atas CP yang diperoleh dari pendidikan formal,
non-formal, informal dan/atau pengalaman kerja.
4. Transparan: Informasi tentang RPL diumumkan secara luas
dan terbuka .
5. Jaminan Mutu
PT PENYELENGGARA
PT Penyelenggara wajib memenuhi ketentuan:
1. Dokumen Penyelenggaraan:
a. Standar Pendidikan Tinggi yang mencakup RPL dan mengacu pada
SNP-PT
b. Informasi yang cukup tetang RPL dan mudah diakses
c. SOP Penyelenggaraan RPL
d. Peraturan Akademik yang disetujui Senat yang mencakup tentang
RPL
e. Manual Mutu
2. Kelembagaan:
a. Senat PT yang berfungsi dan berperan dengan baik
b. Unit Penjaminan Mutu Internal yang berfungsi dengan baik
c. Adanya Tim Penyelenggara RPL (adhoc / tetap)
TERIMA KASIH
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
2016