SETTING GOAL
A. Goal Setting
Goal setting adalah sebuah proses yang bertujuan untuk
mengidentifikasi prioritas pekerjaan atau kehidupan lalu mengembangkan
strategis untuk mencapat tujuan pribadi dan profesional. Goal setting adalah
aktivitas sederhana untuk mencapai tujuan yang spesifik, terukur, dapat
dicapai, realistis, dan memiliki target waktu tertentu. (Pots, 2013).
B. Manfaat Goal Setting
Menurut Pots (2013), manfaat goal setting adalah sebagai berikut :
1. Moral atau harga diri
Memberi penguatan internal untuk meningkatkan kemampuan diri
2. Tujuan atau petunjuk
Melalui proses pemikiran dan analisis diri yang hati-hati dalam
menetapkan tujuan, kita menjadi tahu apa yang diinginkan untuk
mencapai sukses
3. Motivasi
Melalui goal setting kita mengarahkan tindakan kita untuk mencapai
impian dan ambisi
4. Produktivitas
Goal setting yang sistematik menghasilkan keseimbangan dalam
mengalokasikan waktu dan sumber daya
Locke dan Latham (dalam Woolfolk, 1998) mengemukakan mengapa
goal setting dapat memperbaiki penformance (untuk kerja) yaitu :
1. Goals mengarahkan perhatian individu terhadap tugas yang dihadapi
2. Goals menggerakkan usaha. Semakin terasa sulit tujuan dicapai, maka
kecenderungannya semakin besar usaha kita.
3. Goals meningkatkan ketahanan kerja. Jika terdapat goals yang jelas, maka
kecenderungannya untuk terganggu atau menyerah sebelum tujuan
tercapai lebih sedikit
4. Goals meningkatkan perkembangan strategi baru. Dengan adanya tujuan,
jika strategi yang sebelumnya dipakai gagal, maka kita cenderung
mencoba strategi lain agar berhasil
C. Kunci Goal Setting yang Efektif
Menurut Zimmerman (dalam Schunk, 2010), kunci goal setting yang
efektif adalah :
1. Realistis
2. Postitif
3. Mulai dengan Hal-hal Kecil
4. Bertanggung Jawab penuh pada apa yang sudah kita tetapkan
5. Tekun
D. Prinsip-prinsip Goal Setting
Menurut Moran (1997), prinsip-prinsip goal setting antara lain :
1. Specific (spesifik)
Tujuan harus memiliki ekspektasi yang jelas dan spesifik
2. Measurable (terukur)
Tujuan membutuhkan kriteria yang dapat diukur sebagai indikator
kesuksesan.
3. Active (aktif)
Tujuan membutuhkan komitmen, personel harus aktif untuk emncapai
tujuan yang diharapkan.
4. Realistic (realistis)
Tujuan harus realistis, sesuai dengan situasi, keterampilan dan hubungan.
5. Time-based
E. Strategi Goal Setting
Menurut Pots (2013), strategi dalam mencapi tujuan yaitu :
1. Bayangkan hasilnya
2. Berjuang untuk proses, bukan hasil
3. Kembangkan jaringan pendukung, yaitusemua sumber daya yang akan
berguna dalam pencapaian tujuan yang kita tetapkan
4. Batasi jumlah, jangan buat daftar tujuan terlalu panjang
5. Beri ruang untuk terjadinya sebuah kemunduran
6. Jujur pada diri sendiri, tentang kemampuan dna keterbatasan diri
7. Hadiahi diri kita atas pencapaian-pencapaian yang sudah diraih
8. Jangan sampai kehilangan garis-garis besar tujuan kita. Biasakan diri kita
untuk meninjau kembali tujuan yang ditetapkan
9. Lihat dan tinjau kembali proses yang sudah dijalani
DAFTAR PUSTAKA
Pots, Stacey. 2013. Goal Setting and Self Assesment. Universiy Massachusetts of
Medical School.
Schunk, Dale. 2010. Motivation and Education: Theory, Research and
Applications Third Edition. New Jersey : Pearson Education.
Woolfolk, Anita E. 1998. Educational Psycology. Ohio : Ohio State University.